Jokowi Sampaikan Pidato RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan, Total Belanja Negara Rp3.304,1 Triliun

ETIndonesia – Presiden Jokowi berpidato tentang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 yang digelar di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023.

Dikutip dari rilis BPMI Setpres, Jokowi menegaskan bahwa arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 harus mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mendukung agenda pembangunan, serta kesejahteraan secara optimal.

Selain itu, ia juga mengatakan APBN juga harus dapat mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat dari guncangan, serta menjaga agar postur APBN tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang.

“APBN tahun 2024 didesain untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang, maka kebijakan APBN tahun 2024 diarahkan untuk ‘Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’,” ujarnya.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2024, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah merencanakan pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun. Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.307,9 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp473 triliun, serta hibah sebesar Rp0,4 triliun.

Pemerintah juga mengalokasikan belanja negara sebesar Rp3.304,1 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.446,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp857,6 triliun.

“Keseimbangan primer negatif Rp25,5 triliun didorong bergerak menuju positif. Defisit anggaran sebesar 2,29 persen PDB atau sebesar Rp522,8 triliun,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan pengelolaan fiskal secara kuat, disertai dengan efektivitas dalam mendorong transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat. Melalui hal tersebut, pemerintah berharap tingkat pengangguran terbuka tahun 2024 dapat ditekan dalam kisaran 5,0 persen hingga 5,7 persen, angka kemiskinan dalam rentang 6,5 persen hingga 7,5 persen, rasiogini dalam kisaran 0,374 hingga 0,377, serta Indeks Pembangunan Manusia dalam rentang 73,99 hingga 74,02.

“Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga ditingkatkan untuk mencapai kisaran masing-masing 105 sampai dengan 108 dan 107 sampai dengan 110,” ucap Presiden.

“Besar harapan kami, pembahasan RAPBN tahun 2024 dapat dilakukan secara konstruktif demi mewujudkan Indonesia Maju, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tutur Presiden.

Akibat Membuat Kesalahan Sendiri, Ia Menyandang “Raja Terbengkalai” dan “Komandan Tanpa Anak Buah”

Aboluowang.com

Wang Jian, mantan CEO Sing Tao News Corp, yang kini membuka self-media di Amerika Serikat, mengatakan kepada Voice of America bahwa berbagai keputusan salah yang diambil oleh Xi Jinping telah menyebabkan krisis pemerintahan yang dihadapi oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT)  saat ini. Grup media Sing Tao News di masa pemerintahan Trump berkuasa telah digolongkan sebagai agen PKT.

Wang Jian mengatakan : “Saya pikir krisis terpenting kedua adalah krisis dalam pemerintahan. Dari perspektif rezim PKT, masalah saat ini adalah bahwa setelah Kongres Nasional PKT ke-20 berakhir, Xi Jinping memenangkan masa jabatan ketiganya, sehingga dia memegang kekuasaan penuh. Yang oleh orang Jepang disebut sistem kepemimpinan satu orang. Artinya Xi tidak lagi memiliki pesaing. Justru dalam situasi demikian, terjadi krisis dalam pemerintahan.” 

“Dan krisis pemerintahan ini sebenarnya bukan masalah kekuasaan itu sendiri, sebaliknya, PKT-lah yang kehilangan kemampuannya untuk menggunakan kekuasaan. Kehilangan kemampuan itu diakibatkan oleh 2 hal : Satu adalah masalah kemampuan pribadi Xi Jinping, yakni dia tidak memiliki kemampuan untuk memegang kekuasaan yang begitu besar. Bagi Xi, itu sama seperti keinginan hati memeluk gunung, apa daya kemampuan tak sampai. Alasan kedua adalah, sistem PKT ini sebenarnya telah didekonstruksi secara sistematis oleh Xi Jinping dalam perjalanan 10 tahun terakhir kekuasaannya. Maka hasil dekonstruksi sistem ini membuat PKT kehabisan cara (untuk menggunakan kekuasaan melalui sistem penegakan kekuasaan)”.

Banyak pengamat percaya bahwa sejak Xi Jinping berkuasa, politik Tiongkok mengalami kemunduran yang komprehensif. Pada bulan Maret 2018, ia mengubah konstitusi yang memperlihatkan ambisinya untuk melanggar batas masa jabatan pemimpin nasional dan mencari pemerintahan jangka panjang. Akhirnya, kredibilitas politiknya rusak. 

Sebagian besar kebijakan dan proyek yang dia anjurkan seperti “Diplomasi Serigala Perang”, “Satu Sabuk Satu Jalan”, “Distrik Baru Xiongan”, “Made in China 2025”, “Proyek Pengentasan Kemiskinan”, “Swasembada Chip”, “Proyek 21 Zona Perdagangan Bebas” dan lainnya telah terbengkalai dan merugikan. Selama 10 tahun terakhir, gaya kepemimpinan yang menuntut dieluh-eluhkan oleh siapa saja telah menerima penilaian negatif di kalangan politik Tiongkok, ia sampai dicemooh orang “besar ambisius daripada talenta”, “Kebajikan dan berkah tidak sesuai dengan status sosial” tinggal malapetaka nantinya yang akan menimpa dirinya, dsb. Xi Jinping juga sering dijuluki netizen sebagai pemimpin yang mempercepat kemunduran.

Wang Jian percaya bahwa Xi Jinping tidak hanya dijuluki sebagai “raja terbengkalai”, tetapi juga seorang “komandan tanpa anak buah”.

“Xi Jinping dijuluki ‘raja terbengkalai’. Apa itu ‘raja terbengkalai’ ? Dalam kenyataannya, apa pun yang dia lakukan semuanya terhenti di tengah jalan. Semua urusan tidak ada yang beres. Dan semua kebijakannya tidak dapat ia wujudkan, tentu saja visi politik juga tidak tercapai. Padahal dalam hal ini, tidak ada orang lain yang menyaingi atau mengganggu dia lho, tetapi dia sendiri yang membuat segalanya jadi berantakan.” 

“Adapun alasan urusan menjadi berantakan tak lain karena seluruh sistem kekuasaan sudah bermasalah. Oleh sebab itu kita mengatakan bahwa sistem kepemimpinan yang sebelumnya dilakukan oleh banyak orang sekarang diubah menjadi seorang diri. Karena itu Xi dijuluki ‘komandan yang tanpa anak buah’. Apalagi jika dengan kemampuan yang terbatas, bagaimana seorang diri dapat mengendalikan urusan rumit suatu negara dengan populasi yang lebih dari satu miliar ? Urusannya sangat rumit, dia sendirian tidak bakal bisa mengendalikannya.” 

“Akibatnya adalah dia tidak mampu mewujudkan visi politik, meskipun memiliki sumber daya, memiliki kekuasaan, ada orang, bahkan punya tim, tetapi mengalami kegagalan karena tidak memiliki metode yang dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk merealisasikan visi politik. Kalau sudah begitu ya jangan menyalahkan orang lain bila visi politik tidak terwujud,” kata Wang Jian. (sin)

Glaukoma: Penelitian Baru Mengungkapkan Peran Sel Kekebalan dalam Perkembangan Penyakit

EtIndonesia. Glaukoma, salah satu penyakit mata yang paling umum, adalah penyebab utama kebutaan. Meskipun pengobatan sudah ada, beberapa pasien masih kehilangan penglihatannya. Penelitian terbaru di Tiongkok menunjukkan peran sel kekebalan yang bermigrasi dari saluran pencernaan ke mata dalam perkembangan glaukoma.

Glaukoma adalah sekelompok penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan hilangnya sel ganglion retina (RGC) yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan informasi visual ke otak. Saraf optik, yang terdiri dari akson sel-sel ini, menyampaikan informasi ke korteks visual otak untuk diproses. Glaukoma tidak dapat disembuhkan dan pengobatan ditujukan untuk menghentikan perkembangan penyakit.

Studi terbaru menunjukkan bahwa sel T sistem kekebalan mungkin berperan dalam kerusakan glaukoma, tetapi mekanismenya masih belum jelas.

Ahli imunologi klinis dari University of Electronic Science and Technology di Tiongkok menemukan bahwa subset sel T CD4+ mengekspresikan reseptor integrin β7, yang memungkinkan mereka memasuki retina melalui protein MAdCAM-1.

Para peneliti menguji sampel darah dari pasien glaukoma dan orang sehat. Mereka menemukan persentase sel T CD4+ pengekspres β7 yang secara signifikan lebih tinggi pada pasien glaukoma, serta korelasi antara jumlah sel ini dan tingkat keparahan penyakit.

Untuk mengkonfirmasi temuan mereka, para peneliti menggunakan model glaukoma pada tikus. Mereka menemukan bahwa agar sel T β7+ CD4+ mendapatkan akses ke retina, mereka harus melewati usus. Sel-sel ini diprogram ulang di usus dan menggunakan integrin β7 sebagai “lisensi” untuk kembali ke aliran darah dan melakukan perjalanan ke retina.

Hasil penelitian ini menekankan pentingnya sumbu usus-retina dalam patogenesis glaukoma dan dapat memberikan dasar untuk pengembangan strategi terapi baru.

Profesor John Smith, ahli glaukomatologi di Universitas Oxford, mencatat: “Ini adalah studi menarik yang membantu kita untuk lebih memahami mekanisme perkembangan glaukoma. Hasilnya menunjukkan peran sel kekebalan dalam perkembangan penyakit dan dapat berkontribusi pada pengembangan terapi baru.” (yn)

Sumber: earth-chronicles

Desa Hantu yang Menakutkan di Tiongkok Penuh dengan Rumah-rumah Mewah Terbengkalai

EtIndonesia. Di kaki bukit Shenyang, sebuah kota industri di timur laut Tiongkok terdapat proyek State Guest Mansions yang misterius, sebuah kompleks real estat dengan lebih dari 250 rumah mewah, yang semuanya ditinggalkan.

Kisah State Guest Mansions dimulai pada tahun 2010, ketika bisnis di sektor real estat Tiongkok berkembang pesat. Raksasa properti Greenland Group membeli berhektar-hektar tanah di kaki bukit sekitar Shenyang dan mulai mengerjakan apa yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan bagi orang kaya dan berkuasa di kawasan itu.

260 vila bergaya Eropa mulai muncul dari tanah, lengkap dengan lantai marmer dan lampu gantung berlapis emas yang tergantung di langit-langit, tetapi karena alasan aneh yang belum terungkap, pembangunan dihentikan pada tahun 2018 dan tempat itu telah menjadi kota hantu sejak saat itu. .

“Semua yang ada di sini dibiarkan terbengkalai,” kata seorang pria setempat baru-baru ini kepada AFP. “Semuanya terasa sangat menyeramkan.”

Pengembang properti tidak pernah membuat pernyataan resmi tentang proyek State Guest Mansions dan apa yang menyebabkan ditinggalkannya, tetapi banyak masyarakat setempat percaya itu ada hubungannya dengan korupsi.

“Terus terang, itu karena korupsi pejabat,” kata seorang penduduk setempat.

Alasan kegagalan proyek tersebut masih belum jelas, tetapi bagi banyak orang desa mewah yang terbengkalai yang terletak sekitar 400 km dari Beijing itu merupakan simbol pasar perumahan Tiongkok saat ini, sebuah sektor yang dilumpuhkan oleh eksesnya sendiri.

Bertahun-tahun setelah ditinggalkan, rumah-rumah mewah yang belum selesai perlahan-lahan direklamasi oleh alam dan oleh petani biasa yang tidak pernah mampu membelinya. Ternak dibesarkan di antara bangunan yang lapuk ini, kadang-kadang bahkan di dalamnya dan garasi mereka, dan penggemar kota hantu sering datang ke sini untuk menjelajah.

Kota hantu mewah Sheyang anehnya mirip dengan Burj al Babas, kota hantu Turki yang terkenal dengan istana dongeng yang ditinggalkan.(yn)

Sumber: odditycentral

Sampaikan Pidato Kenegaraan, Jokowi Kenakan Busana Adat Tanimbar

ETIndonesia – Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegeraan di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023. Dikutip dari BPMI Setpres, Jokowi mengenakan busana adat asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Presiden Jokowi tampak memakai kemeja putih yang dibalut kain tenun menyilang berwarna dominan merah marun dan hitam. Motif bunga kilun loan pada kain tenun melambangkan pentingnya posisi perempuan bagi seorang laki-laki, sementara tamata (motif manusia pada kain tenun) melambangkan martabat dan harga diri manusia.

Selain itu, Presiden Jokowi juga tampak mengenakan kain penutup yang melambangkan tanggung jawab dan keperkasaan yang dipakai seorang raja atau pemimpin. Sementara itu, mamuat (kalung) yang dikenakan melambangkan kesungguhan dalam menjalankan janji.

Sementara itu, Ibu Iriana tampil anggun dengan mengenakan kebaya berwarna kuning. Ibu Iriana turut menyempurnakan penampilannya dengan kain dan selendang berwarna senada.

Di Gedung Nusantara, Presiden Jokowi menyampaikan pidato tentang Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada siang harinya, Presiden Jokowi juga akan menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangannya. (BPMI Setpres)

Semacam Renungan terhadap ‘Pengobatan Medis’

Wu Huilin

Beberapa hari lalu, seorang teman lama Lai Lai muncul dengan “berita besar” yang menurutnya adalah “lelucon yang menarik”: “Ketika para dokter melakukan pemogokan, angka kematian nasional turun hingga 50%!” Saya sungguh berharap bahwa ini sekedar lelucon, tetapi ini betul-betul bukan lelucon!

47 tahun lalu, tepatnya pada 1976, terjadi pemogokan dokter selama 52 hari di kota Castello, Kolombia, dan telah muncul apa yang disebut “efek samping yang tidak biasa”, yakni: Tingkat kematian lokal turun hingga 35%.

Pada tahun yang sama, di Los Angeles, Amerika Serikat, ketika para dokter tidak puas dengan kenaikan harga asuransi malpraktik medis dan melakukan pemogokan, angka kematian pasien di kota itu turun sebesar 18%.

Pada 1973, pemogokan dokter nasional di Israel berlangsung selama satu bulan, menurut statistik dari Asosiasi Pemakaman Yerusalem, jumlah kematian secara nasional pada bulan itu turun 50%.

Sepuluh tahun kemudian, pada 1983, para dokter Israel sekali lagi mengadakan pemogokan umum nasional, kali ini pemogokan berlangsung selama 85 hari, dan keanehan kembali terjadi. Asosiasi Pemakaman Yerusalem Israel membuat statistik lagi, selama 85 hari ini, tingkat kematian penduduk nasional turun 50%.

Dr. Bruce Pomerant membuat survei terhadap penurunan angka kematian dengan pemogokan dokter di negara-negara Barat pada 1980-an yang menunjukkan bahwa penurunan angka kematian berbanding lurus dengan lamanya hari pemogokan dokter.

Misalnya:

1. Di Provinsi Manitoba, Kanada, dokter mogok kerja dua minggu, angka kematian turun 20%.

2. Dokter mogok kerja 3 minggu Di Provinsi Columbia Inggris, angka kematian turun 30%.

3. Di Israel, dokter mogok kerja 85 hari, angka kematian nasional turun 50%.

Artinya, semakin lama dokter pengobatan Barat mogok, semakin rendah pula angka kematian nasional, saat ini rekor dunia terjadinya penurunan adalah 50%.

Pada saat ini, 1 juta orang meninggal di Tiongkok setiap bulannya. Jika para dokter pengobatan Barat di Tiongkok mogok selama 3 bulan, semestinya akan terjadi 3 juta kematian dalam 3 bulan, dalam hal ini akan mengalami penurunan 1,5 juta kematian. Dengan kata lain, pemogokan umum dokter pengobatan Barat selama 3 bulan di Tiongkok dapat mencegah 1,5 juta kematian, ini setara dengan populasi kota yang diselamatkan dari kematian.

Menurut sebuah survei oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sepertiga pasien di seluruh dunia meninggal lebih dikarenakan penggunaan obat yang tidak layak daripada penyakit itu sendiri. Sepertiga lainnya meninggal karena kecelakaan iatrogenik.

Sepertiga meninggal karena obat, dan sepertiga mati karena pengobatan.

Penuaan adalah sebuah konsep yang diindoktrinasikan.

Eksperimen telah membuktikan bahwa selama seorang manula percaya bahwa dirinya masih muda, maka tubuhnya akan melakukan kerja sama.

Baru-baru ini penulis membaca sebuah artikel oleh Profesor Ellen J. Langer dari departemen psikologi Universitas Harvard, berjudul “Konsentrasi adalah Kekuatan Melawan Waktu”.

Konsentrasi yang dimaksudkan di sini berarti kita perlu berhenti dari waktu ke waktu untuk memikirkan apa yang sedang kita lakukan, bagaimana kita bereaksi dalam situasi tertentu, dan apakah ada pilihan lain?

Profesor Langer melakukan percobaan yang sangat menarik. Dia dan mahasiswanya membangun sebuah “kapsul ruang-waktu”, dan mengaturnya persis seperti interior 20 tahun lalu, kemudian mengundang 16 manula yang berusia antara 70 dan 80-an, 8 orang menjadi satu kelompok, untuk membagi mereka menjadi “kelompok eksperimen” dan “kelompok kontrol”, serta membiarkan mereka tinggal di “kapsul ruang-waktu” itu selama seminggu. Selama tujuh hari, para manula itu terbenam di lingkungan 20 tahun lalu, dan mereka semuanya diminta untuk hidup lebih proaktif, serta tidak ada orang yang membantu mereka berpakaian atau berjalan. Satu-satunya perbedaan adalah perkataan dan perbuatan lansia di kelompok eksperimen harus “hidup” di 20 tahun lalu, sedangkan lansia di kelompok kontrol berbicara dan mengingat kembali apa yang terjadi pada 20 tahun lalu dengan cara bernostalgia.

Hasil dari percobaan tersebut adalah kebugaran fisik kedua kelompok lansia itu meningkat secara signifikan. Sebelum percobaan, mereka hampir semuanya diantar oleh anggota keluarga, mereka tua renta dan berjalan dengan tertatih-tatih. Setelah satu minggu, penglihatan, pendengaran dan daya ingat mereka meningkat signifikan, tekanan darah menurun, dan langkah berjalan serta kekuatan fisik mereka membaik secara nyata. Sebaliknya, kelompok eksperimen, yaitu orang-orang tua dengan “suasana kehidupan” pada 20 tahun lalu, membuat kemajuan yang lebih menakjubkan, tangan dan kaki mereka lebih gesit, dan mendapat skor lebih tinggi dalam tes kecerdasan. Orang luar ketika melihat foto sebelum dan sesudah eksperimen, hampir tidak dapat memercayai mata mereka sendiri.

Eksperimen telah membuktikan, para manula itu secara psikologis memercayai bahwa mereka 20 tahun lebih muda, maka tubuh mereka melakukan kerja sama yang sesuai. “Penuaan adalah konsepsi yang ditanamkan, kelemahan, ketidakberdayaan, berpenyakitan, dan seringkali merupakan semacam ketidakberdayaan yang sudah terbiasa serta bukan proses fisiologis yang tak terelakkan.” Misalnya, ketika orang menjadi tua, apakah ingatannya pasti menurun? Jawabannya tidak mutlak!

Yang benar-benar menghambat potensi kita adalah kita hidup dalam masyarakat yang memuja kemudaan dan acuh terhadap usia lanjut. Keyakinan keras kepala kita bahwa penuaan dan penurunan kapasitas adalah keterkaitan mutlak, dan pola pikir seperti ini bisa menghancurkan. Jika kita memiliki lebih banyak kendali atas hidup kita sendiri, memutuskan sendiri program hiburan, dan merawat sendiri tanaman di dalam ruangan, maka akan lebih berbahagia, lebih muda dan hidup lebih lama daripada orang tua yang dirawat sepenuhnya.

Pembaca Budiman, jangan menghela nafas tak berdaya di depan waktu yang berjalan pesat, setelah membaca artikel ini, Anda pasti mendapatkan banyak manfaat!”

Ini tentu saja bukan sebuah lelucon, melainkan sebuah artikel yang sangat penting, sangat serius dan sangat inspiratif. Seperti yang dikatakan di akhir artikel: “Teman-teman, jangan menghela nafas tak berdaya di depan berlalunya waktu. Setelah membaca artikel ini, Anda pasti mendapatkan banyak hasil!” Oleh karena itu, sangat penting untuk menyebarkannya secara luas agar dapat berbagi dengan semua orang dan mendapatkan banyak manfaat darinya.

Sejauh yang saya ketahui, hasil dari “percobaan” di paruh kedua artikel ini adalah bahwa hati bersimpati, dan kata-kata seperti “manusia didominasi oleh ideologi mereka sendiri”, “Ekspresi wajah berasal dari hati”, “niatan jahat berasal dari dalam hati”, “(Penyebab sakit adalah) tujuh bagian mental dan tiga bagian penyakit”, dan seterusnya, segera muncul di benak. Bagaimana pun, manusia itu “diperintahkan dan didorong oleh hati.” Jika hati teguh, maka baru ada “kepercayaan diri”, dan perilaku yang terwujudkan adalah berani, aktif melakukan hal yang benar, melakukan hal yang baik dan optimis, sebaliknya ‘ketakutan’ akan memunculkan kekuatiran, dan pesimis, dengan demikian kesalahan akan mengikuti.

Lahir, tua, sakit dan mati adalah tahapan kehidupan yang tak terhindarkan, sedangkan “lahir” tidak dapat ditentukan oleh manusia, tetapi “tua, sakit dan mati” sangat berkaitan dengan “semangat dan mental” seseorang. Jika Anda selalu memiliki gagasan “menjadi tua, sakit dan mati” di dalam hati Anda, maka Anda akan dengan mudah jatuh ke dalam pusaran ini, seperti yang dikatakan John D. Rockefeller, orang terkaya di dunia pada abad ke-20, dalam suratnya yang ke-13 kepada putranya John Jr. pada 1911: “Tidak ada yang namanya makan siang gratis”:

“Jika kamu ingin seseorang menjadi lumpuh, kamu hanya perlu memberinya sepasang kruk dan tunggulah beberapa bulan lagi, maka tujuanmu dapat tercapai; dengan kata lain, jika kamu memberi seseorang makan siang gratis dalam jangka waktu tertentu, maka ia akan mengembangkan kebiasaan mendapatkan sesuatu secara gratis. Jangan lupa, setiap orang memiliki kebutuhan untuk “dirawat” sejak di dalam kandungan ibunda………. Ketika kamu memberi seseorang sedekah, maka kamu telah menyangkal martabatnya, dan kamu telah merampas nasibnya, di mataku hal ini sangat tidak bermoral.…….. Begitu seseorang telah memupuk kebiasaan, tak peduli itu baik atau buruk, maka kebiasaan itu akan selalu  menguasainya. Kebiasaan makan siang gratis, tidak akan membuat seseorang menempuh jalan yang mulus, tetapi hanya akan membuatnya kehilangan kesempatan untuk menang. Sedangkan kerja keras adalah satu-satunya jalan keluar yang dapat diandalkan.” 

Artinya, seseorang harus bekerja sendiri, berpikir bahwa ia bisa bekerja, dan jangan memiliki mentalitas “menjadi tua, sudah sakit, dan akan sekarat”, apalagi membiarkan bertumbuh suburnya “mentalitas ketergantungan diurus orang lain”.

Adapun data historis mengenai “pemogokan dokter dan penurunan kematian” yang disebutkan di paruh pertama artikel, mudah disalahartikan sebagai “informasi palsu (hoax)”. Namun, insiden “meninggal karena salah minum obat” dan “meninggal karena malpraktik” berada dimana-mana, tetapi sulit membuat orang percaya bahwa “tanpa dokter, obat-obatan, dan perawatan medis, kematian akan menurun.” Namun, kita tidak dapat memungkiri bahwa terlalu banyak informasi medis dan iklan yang berlebihan dapat dengan mudah membuat orang merasa takut, yang dapat merusak psikologis mereka, membuat orang berpikir negatif bahwa dirinya terpapar suatu jenis penyakit, atau bahkan terkena penyakit mematikan, yang pada akhirnya akan menyebabkan “sakit mental yang memengaruhi kesehatan”. Bukankah kita sering mendengar kasus nyata tentang seseorang yang mulanya masih hidup sehat, tetapi setelah pemeriksaan fisik dan diberitahu mengidap suatu penyakit, lantas rasa takut, khawatir dan kegalauan datang silih berganti, bergegas pergi berobatan, tetapi dengan cepat meninggal dunia, sedangkan kasus dokter tidak becus, obat palsu dan salah diagnosis dll terjadi dimana-mana. Namun, bagaimana pun kita tidak dapat sepenuhnya menyangkal atau mencampakkan perawatan medis, tetapi tidak harus terlalu bergantung padanya, setiap orang memperkuat “sifat dan jiwa” mereka menjadi optimis yang pro aktif, dan bekerja sendiri dalam menjalani kehidupan barulah berada pada jalur yang tepat. (Lin/whs)

Penulis adalah anggota peneliti khusus dari China Economic Research Institute, Republic of China (Taiwan).

Bocah di Tiongkok Dimarahi Karena Tidak Mengerjakan Pekerjaan Rumah Pergi ke Kantor Polisi dan Memohon Dimasukkan ke Panti Asuhan

EtIndonesia. Setelah berdebat dengan ibunya tentang pekerjaan rumah, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di Tiongkok lari dari rumah dan langsung ke kantor polisi setempat untuk mengadu dan memohon untuk dimasukkan ke panti asuhan.

Media Tiongkok baru-baru ini melaporkan kejadian aneh yang terjadi di Chongqing. Rekaman CCTV menunjukkan seorang anak laki-laki menyerbu ke Kantor Polisi Huixing di Yubei dan didekati oleh dua polisi.

Mereka mulai mengobrol dan bocah laki-laki berusia 10 tahun itu memberi tahu petugas bahwa dia telah dimarahi oleh ibunya karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya, jadi dia meninggalkan rumah keluarga untuk bergabung dengan panti asuhan.

Setelah sedikit meyakinkan petugas, anak laki-laki itu memberi mereka informasi kontak orangtuanya, jadi polisi menghubungi ibunya yang membenarkan argumen mereka tentang keterlambatan pekerjaan rumah. Namun, dia tidak pernah membayangkan bahwa putranya akan lari dari rumah untuk bergabung dengan panti asuhan karena hal itu.

“Ibuku memarahiku setiap hari karena tidak mengerjakan PR dan keluar rumah,” keluh bocah 10 tahun itu. “Dia hanya mengomeliku untuk belajar setiap hari. Aku lebih suka pergi ke panti asuhan.”

Setelah menenangkan bocah itu, polisi memanggil ayahnya untuk menjemputnya, dan meskipun dia enggan pulang, mereka berhasil meyakinkannya bahwa itu adalah pilihan yang tepat, jauh lebih baik daripada pergi ke panti asuhan, itu sudah pasti.

Berita dan rekaman CCTV menjadi viral di Tiongkok minggu lalu, di mana orang-orang dikejutkan oleh reaksi bocah itu. Beberapa melihatnya sebagai tanda generasi anak manja yang malas, sementara yang lain hanya memuji cara polisi menenangkan bocah itu dan akhirnya menyelesaikan masalahnya. (yn)

Sumber: odditycentral

Hanya dari Sebuah Apel Dapat Menunjukkan Anda Orang Kaya Atau Miskin

EtIndonesia. Umumnya kita hanya melihat kesenjangan antara orang miskin dan orang kaya sekarang, tetapi mengabaikan sejarah dan masa lalu mereka. Orang kaya hari ini mungkin dulunya orang miskin, dan orang miskin hari ini mungkin dulunya orang kaya .

Orang miskin dan orang kaya, mereka pernah berdiri di garis awal yang sama, tetapi mengapa hasilnya sangat jauh berbeda?

Tiga pemuda ini pergi bersama ke luar daerah, mereka sama-sama mencari peluang untuk mencari uang yang banyak.

Di sebuah daerah pegunungan yang terpencil, mereka menemukan sejenis apel merah, rasanya manis dan buahnya besar. Apel berkualitas ini sangat murah di pasar setempat.

Tiba-tiba pemuda pertama yang memandang apel itu mendapatkan ide. Dia pun memborong sepuluh ton apel terbaik, kemudian mengirim pulang ke kampung halamannya, dan menjualnya dua kali lipat dari harga yang dibelinya.

Sejak itu, dia pun merintis usaha jual beli apel dan menjadi pengusaha pertama di kota kelahirannya.

Sementara itu, pemuda kedua menatap apel itu dan merenung sejenak. Dia menghabiskan setengah dari uangnya untuk membeli seratus bibit apel terbaik, kemudian dikirim pulang, membeli sebuah lahan dan menanam bibitnya. Selama tiga tahun penuh, dia merawat dengan hati-hati pohon apel itu.

Sedangkan pemuda ketiga memandangi apel-apel itu, dia berjalan mengitari kebun apel, melihat-lihat sekelilingnya selama beberapa hari.

Kemudian dia menemui pemilik kebun apel, dan berkata sambil menunjuk ke bawah pohon : “Saya mau membeli tanah ini.”

Pemilik kebun tertegun sejenak, lalu menggelengkan kepalanya dan berkata: “Maaf pak, tanahnya tidak bisa dijual, bagaimana saya bisa menanam apel kalau dijual ?” Katanya balik bertanya.

Pemuda itu membungkukkan badannya dan meraup segenggam tanah, lalu berkata : “Saya hanya ingin yang ini saja, tolonglah jual ke saya! Berapa pun harganya akan saya bayar!”

Pemilik kebun memandang pemuda itu dan tersenyum : “Baiklah, cukup satu dolar saja.”

Dia membawa pulang sekantong tanah itu, kemudian meminta ahli untuk melakukan tes, menganalisis berbagai komponen tanah, kelembaban dan sebagainya, dan mensimulasikan suhu udara, kelembaban, dan sinar Matahari.

Kemudian, dia membeli sebidang lahan yang tandus, dan menghabiskan waktu selama tiga tahun penuh untuk mereklamasi dan mengembangkan tanah yang sama dengan tanah yang dibelinya dari pemilik kebun apel ketika itu.

Setelah itu, dia menanam bibit apel di lahan itu.

Sepuluh tahun kemudian, nasib ketiga orang itu pun sangat jauh berbeda.

Pemuda pertama yang membeli buah apel itu masih saja membeli apel dan untuk dijual lagi, tetapi jumlah keuntungan yang dia hasilkan setiap tahun semakin berkurang, terkadang tidak untung atau bahkan rugi.

Sementara pemuda kedua yang membeli bibit apel sudah memiliki kebun sendiri. Namun, karena komposisi tanah yang tidak sama, apel yang dihasilkan kurang menarik dan berkualitas, tetapi masih bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Sedangkan pemuda ketiga yang membeli sekantong tanah adalah orang yang akhirnya memiliki lahan sendiri dan memanen apelnya dengan kualitas yang baik.

Apel hasil tanamannya harum dan manis, sehingga menarik banyak minat pembeli dan selalu bisa dijual dengan harga terbaik.

Kesimpulan : Cerita ini realistis, ketiga pemuda itu adalah orang-orang yang pintar, mereka memberi kita banyak hikmah yang bisa dipetik.

Kesempatan yang sama, pilihan yang berbeda, pasti akan membuahkan hasil yang tidak sama.

Orang-orang yang mendapatkan keuntungan lebih dulu belum tentu akan mendapatkan hasil/keuntungan maksimal.

Siapa yang bisa berpikir jauh ke depan untuk jangka panjang, dialah yang akan menikmati panen paling besar dan semakin besar pula kesuksesan yang dicapainya. Semoga tercerahkan.

Banjir di Tianjin, Tiongkok Belum Surut, Para Korban Masih Berjuang Hingga Tak Kunjung Menerima Kompensasi

oleh Ren Hao – NTD

Tekanan debit banjir di Tianjin, Tiongkok masih  besar pada 14 Agustus. Para korban banjir di Tiongkok Timur Laut dan Hebei menghadapi kesulitan dalam membangun kembali rumah mereka.

Menyusul pengumuman Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok pada 12 Agustus bahwa bencana banjir terjadi di Cekungan Sungai Haihe di Tianjin, pejabat tersebut mengatakan bahwa ketinggian air di hulu Sungai Daqing adalah 5,72 meter pada 13 Agustus sore, sedikit turun dari sebelumnya 6 meter, debit banjir sungai lainnya di Tianjin cenderung stabil.

Namun demikian, warga Tianjin berhasil mengambil gambar pada 14 Agustus bahwa Sungai Ziya melepaskan air ke area penahanan banjir Dongdian.

Bahkan, di gang besar di hilir pertemuan Sungai Nanyun dan Sungai Xinkai, pompa air bekerja tanpa henti. Sungai Haihe, yang mengalir melalui pusat kota Tianjin, juga mengalami arus besar.

Ketika seorang warga Tianjin naik bus melewati Sungai Duliujian pada 13 Agustus sore, dia melihat hutan di kedua sisi sungai masih terendam dan hanya terlihat puncak pepohonan.

Pada 14 Agustus, di Heilongjiang, Jilin dan Hebei di mana air banjir surut, banyak tempat masih tertutup lumpur tebal. Perabotan dan peralatan hanyut diseret banjir, tanaman dan ternak tenggelam serta udara dipenuhi bau tak sedap dari bangkai dan mayat yang membusuk.

Korban di Wuchang, Heilongjiang berkata : “Saya mengatakan kemarin bahwa saya tak akan menangis. Saya takut orang lain menertawakan saya karena tidak cukup kuat atau berani. Tapi saya benar-benar tidak sehebat atau seberani itu. Ketika saya melihat rumah, saya sangat putus asa.”

Korban di Wuchang, Heilongjiang berkata : “Keluarga kami menanam padi, tetapi keluarga kami bahkan tidak memiliki sebutir beras pun.”

Seorang guru Sekolah Pusat Kuda Emas Jilin Shulan berkata : “Ketika permukaan air (banjir) mencapai titik tertinggi, kedalamannya mencapai 2 meter.”

Liu Yang, komandan Tim Penyelamat Liaoning Gale berkata : “Setelah membersihkan lumpur, seluruh baunya  sangat busuk sehingga tak dapat ditinggali oleh manusia.”

Seorang pemilik bisnis di Zhuozhou, Hebei berkata : “Kerugiannya cukup besar, pasti beberapa juta RMB. Gudang juga terendam.”

Seorang pebisnis Hebei Zhuozhou berkata : “Perusahaan sekarang menghadapi pembayaran pinjaman yang buruk, kredit mobil, kredit rumah, dan sebagainya, dan segala macam pengeluaran lainnya. Sekarang, saya merasa tidak ingin hidup lagi.” 

Korban Hebei: “Apa itu bantuan banjir? bantuan banjir adalah dengan sepuluh ribu hektar tanah yang bagus, ratusan ribu properti orang dengan imbalan kedamaian sebuah kota.”

Sejak akhir Juli, Topan Doksuri telah membawa hujan deras ke Tiongkok Utara dan Tiongkok Timur Laut. Demi melindungi Beijing dan Xiongan, otoritas Partai Komunis Tiongkok  menjebol tanggul larut malam di banyak tempat di Hebei, melepaskan banjir tanpa peringatan, menyebabkan bencana kematian yang tragis. 

Di provinsi Hebei, di mana jumlah korban tewas tinggi, para pejabat mengklaim hanya 29 orang yang tewas.

Yideng, seorang wartawan, yang juga penduduk desa di Tangjiazhuang, Kabupaten Laishui, Hebei berkata : “Sebanyak 14 orang hilang dan meninggal. Beberapa mayat tidak ditemukan.”

Namun demikian, beberapa hari lalu, beberapa orang di wilayah  Hebei menyampaikan berita kepada Epoch Times bahwa banyak orang tenggelam di Kota Shiting, yang semuanya memiliki nama tetapi tidak termasuk dalam statistik Partai Komunis Tiongkok dan di antara mereka ada sekeluarga beranggotakan enam orang, termasuk Zhao Wenlian, anak perempuannya, dan cucu-cucunya, yang secara tragis tewas ketika mereka meninggalkan kota tersebut.

Banyak desa juga hancur dalam sekejap dan situasinya sangat tragis. Selama beberapa hari terakhir, sejumlah besar korban Hebei mengeluh bahwa pihak berwenang berjanji membayar kompensasi. Akan tetapi, belum datang ke rumah mereka untuk memverifikasi kerusakan atau mengizinkan mereka  membersihkannya, sehingga tak memungkinkan bagi banyak dari mereka untuk kembali ke rumah masing-masing. (Hui)

Banjir di Zhuozhou, Tiongkok Berangsur-angsur Surut, Korban Bangkrut: Saya Tak Ingin Hidup Lagi Hingga Tak Ada yang Tersisa Hanya Hutang

Luo Tingting

“Tak ada yang tersisa kecuali utang!” Seorang korban di Zhuozhou, provinsi Hebei, berkata dengan sedih. Banjir yang datang tiba-tiba telah membuat ribuan orang-orang  tidak memiliki apa-apa selain pekerjaan mereka yang hancur, dan janji manis pemerintah untuk memberikan kompensasi tidak kunjung terlihat, membuat banyak warga putus asa: “Saya bahkan tidak ingin hidup ——.

Pemilik Toko Wanita: Kehilangan Jutaan RMB, Tak Ingin Hidup Lagi

Zhuozhou tak pernah mengalami banjir besar sejak zaman kuno, tetapi pada 31 Juli tahun ini, Partai Komunis Tiongkok melepaskan air banjir ke Zhuozhou demi melindungi Beijing dan Xiongan, membuat penduduk setempat terkejut dan mencegah mereka mengungsi, sehingga mengakibatkan kerugian besar dalam hal nyawa dan harta benda.

Baru-baru ini, air banjir mulai surut dan jalan-jalan di Zhuozhou dipenuhi dengan lumpur tebal dan sampah, membuat jalanan menjadi berantakan. Tembok-tembok yang runtuh, bangkai hewan dan kendaraan yang tak terhitung jumlahnya rusak karena air, sebuah pemandangan tragedi yang membuat banyak orang meneteskan air mata.

Selama beberapa hari terakhir, para korban di Zhuozhou sibuk membersihkan rumah dan toko mereka, tetapi kerugian besar yang dibawa oleh banjir terlalu berat untuk ditanggung oleh banyak orang.

Sebuah video menunjukkan seorang pemilik toko wanita di kota Zhuozhou mengakui bahwa ia telah kehilangan jutaan RMB dan gudangnya telah terendam banjir. “Kami memiliki pinjaman, kredit mobil, kredit rumah, dan sekarang, setelah semua ini, saya merasa tidak ingin hidup lagi.” Saat ia berbicara, air matanya mengalir deras.

Banjir telah surut selama lebih dari sepuluh hari terakhir, tetapi kehidupan belum kembali normal setelah bencana. Pemilik toko wanita ini berkata, “Tidak ada yang menjaga toko kami, dan kami tidak bisa menerima sumbangan, tetapi beberapa kenalan yang baik hati memberi kami sedikit bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”

Tak satu pun dari 700 Pedagang yang Selamat: Semuanya Habis!

Menurut laporan resmi, pada 10 Agustus, sebanyak 3.888.600 orang telah terkena dampak bencana di Provinsi Hebei, dan kerugian ekonomi langsung mencapai RMB 95,811 miliar, dan situasi spesifik dari bencana tersebut masih dihitung.

Zhuozhou adalah salah satu tempat yang terkena dampak terparah di Provinsi Hebei, hampir seluruh kota terendam banjir. Pasar Grosir Produk Pertanian Zhuozhou, seorang pedagang wanita yang terkena dampak bencana, mengatakan kepada Interface News bahwa tidak ada satu pun dari 700 toko di pasar yang selamat, dan bahwa sayuran, buah-buahan, dan produk akuatik telah menjadi sampah dalam semalam, dan kerugian setiap toko adalah ratusan ribu yuan.

Wanita itu mengatakan bahwa dia paling tertekan oleh banjir yang merendam mobilnya, yang tanpanya dia tidak dapat menghasilkan uang dan bisnisnya tidak dapat beroperasi. “Kami membuat penghangat ruangan sendiri dan membangun lemari pendingin di dalam, tapi setelah bencana ini, kami tidak punya apa-apa lagi.”

Zhuozhou terendam banjir karena pihak berwenang, dan pemerintah mengklaim bahwa para korban akan menerima hingga 70 persen dari kompensasi. Namun kenyataannya tidak ada yang tahu persis berapa jumlah kompensasi tersebut, dan tidak ada yang menerimanya.

Wanita itu mengatakan, belum jelas mengenai situasi ganti rugi, para pedagang pasar setiap hari sibuk membersihkan dan menata toko-toko, masih ada pedagang dan toko-toko yang terendam banjir, kedua  pihak yang terkena musibah. “Sudah 11 hari, ada yang rumahnya terendam, pasar semuanya habis, membicarakannya saja mau nangis”.

Pemilik Bisnis Buku: Kehilangan Lebih dari 300 Juta Yuan, Memikirkan Cara Bertahan Hidup

Zhuozhou adalah basis penyimpanan buku yang penting, banjir yang tak terduga hampir menghancurkan toko-toko buku di Zhuozhou. Huang Ping, pendiri Toko Buku Zhuozhou, mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa Toko Buku Zhuozhou telah mengalami pukulan telak selama 25 tahun terakhir, dengan 80 persen buku-bukunya terendam banjir dan semua simpanannya hilang, mengakibatkan kerugian lebih dari 300 juta yuan.

Dia mengatakan bahwa dirinya sekarang sedang memikirkan bagaimana caranya agar perusahaan tetap hidup.

Sebuah video menunjukkan bahwa setelah air banjir surut, perpustakaan Zhuozhou berantakan, ribuan ton buku basah kuyup menjadi kertas bekas dan tidak ada yang mau menjualnya sebagai barang bekas. Seorang wanita pemilik perpustakaan berdiri di antara tumpukan buku-buku yang telah menjadi sampah dan menangis sedih, “Apa yang telah saya selamatkan selama 20 tahun terakhir ini hilang. Saya tidak pernah melihat banjir sebesar ini selama hidup saya.” Seorang pemilik laki-laki lainnya menghela napas.

Pemilik toko lainnya menghela nafas, “Ini sangat menyakitkan, saya bahkan tidak bisa membuka toko saya sekarang, dan buku-bukunya juga habis. ——

Akuakultur : Hanya Nyawa yang Tersisa, Saya Ingin Mati

Industri akuakultur atau budidaya perairan di Zhuozhou juga menderita kerugian besar. Cui, seorang akuakultur, mengatakan dalam sebuah video bahwa lebih dari 2 juta kati ikan mati, dan perkiraan kerugian adalah 35 juta hingga 40 juta Renminbi .

Ada video yang menunjukkan bahwa seorang wanita desa di Desa Langzhuang, Zhuozhou mengatakan bahwa kerugiannya tidak kurang dari RMB. 1 juta. Bahkan, tidak ada yang tersisa dari babi hingga  sapi. Lebih dari 80 ekor mati dan tidak ada juga domba yang mati mencapai 100 ekor.

“Saya tidak tahan, dan kerugiannya terlalu besar. Saya telah mengabdikan seluruh hidup saya untuk ini…” kata wanita desa itu sembari menangis. Ia lantas membalikkan punggungnya dan terus menyeka air matanya. 

Zhou, pemilik pertanian Zhuozhou, berkata: “Hanya saja orang menyelamatkan hidup mereka, dan tidak ada yang tersisa. Bagaimana dengan suasana hati? Suasana hati sangat buruk. Timbul keinginan untuk mati saja.”

Setelah banjir, Zhou kembali ke rumahnya yang penuh lumpur untuk membersihkan kambing yang tenggelam. Sebelumnya ada lebih dari 1.500 ekor kambing, tetapi sekarang hanya tersisa kurang dari 30 ekor. Hatinya sangat sedih dan merasa putus asa.

Zhou berkata bahwa kerja kerasnya selama bertahun-tahun telah hancur, dia kehilangan lebih dari 1 juta RMB, dimana 8 juta RMB di antaranya dipinjam dari bank. 

Ia berkata : “Saya telah berinvestasi selama empat tahun, dan saya tidak mendapat keuntungan satu sen pun. Kita semua berinvestasi. Semuanya sudah berakhir sekarang, benar-benar berakhir.” 

Penduduk  Marah karena Pemerintah Tak Menuntaskan Ganti Kerusakan Akibat Bencana

Bagi petani termiskin, banjir bahkan lebih menghancurkan. Ada sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita petani yang hampir buta. Rumahnya hancur diterjang banjir. Dia menangis sedih: “Bagaimana saya bisa hidup? Rumah yang saya bangun dengan susah payah telah hilang diterjang banjir.”  Semua orang pun  tidak bisa menahan tangis.

Douzhuang, Zhuozhou adalah wilayah yang terkena dampak serius dari bencana tersebut, penduduk desa  berharap pemerintah segera menentukan pengganti kerugian setelah bencana dan memberikan kompensasi.

Zhang adalah seorang penduduk desa yang mencari nafkah dengan membuat tahu.  Setelah banjir, 1.500 kilogram kedelai yang disimpan di rumah semuanya berjamur dan berbau, tetapi dia tidak bisa membersihkannya sekarang. Ia berkata : “Sekarang hanya tersisa bau… pemerintah belum datang untuk menilai kerusakan, dan jika saya membuangnya, tidak ada yang akan membayarnya.”

Hampir 100 ekor babi yang dipelihara oleh penduduk desa Liu “mati, hanyut dan semuanya habis” dan pekarangannya penuh dengan bangkai babi mati. Sebanyak 200 ekor babi peternak lainnya hanya bertahan lebih dari selusin dan kerugian mencapai lebih dari  satu juta RMB .

Mr  Liu, seorang penduduk desa yang terlibat dalam produksi baja berwarna, berkata: “Kerusakan belum ditentukan. Rumah kami belum dirapikan, dan tidak ada cara untuk tinggal di dalamnya. Ini adalah hal yang paling mendesak.”

Penduduk desa lainnya berkata: “Selama masalah ini diselesaikan, kita dapat dengan cepat membuang barang-barang yang rusak. (Tidak dapat membersihkan) terlihat buruk.”

Pada 13 Agustus, penduduk desa dan pejabat pemerintah gagal mencapai kesepakatan tentang penentuan kerugian pascabencana. Setelah penduduk desa mengisi formulir kerusakan, mereka masih belum bisa membersihkan rumah mereka yang terendam banjir.

Penduduk desa berkata dengan marah: “Jika tidak membiarkan kami membersihkannya, akan ada belatung dalam dua bulan. Maka, semakin besar kerugiannya.”

“Kompensasi Belum Terlihat, Tak Diizinkan Menanyakannya”

Situasi tragis di Zhuozhou  membangkitkan keprihatinan publik. Seorang netizen bertanya, “Apakah masih akan bocor di sini tahun depan setelah rekonstruksi?

Seorang netizen menjawab: “Saya pikir mungkin akan bocor di sini setiap tahun.” “Untuk berbicara dengan hati nurani, orang-orang yang tinggal di sini dengan cepat memindahkannya, belum lagi lebih dari 10 tahun 20 tahun yang akan datang setelah Anda harus menangis, buang-buang waktu seumur hidup di sini.”

Baru-baru ini, para korban di banyak bagian provinsi Hebei telah menuntut keadilan dan kompensasi dari pemerintah atas banjir yang disebabkan oleh pelepasan air banjir, tetapi mereka justru ditindas dengan kejam. Namun, semakin banyak korban yang mulai membela hak-hak mereka dan melakukan aksi protes. Khawatir akan terjadinya kerusuhan sipil, pihak berwenang mengumumkan pada  9 Agustus bahwa dana sebesar 1 miliar RMB akan dialokasikan untuk memberikan kompensasi kepada para korban atas kerugian mereka. Namun demikian, beberapa korban mengatakan bahwa mereka tidak hanya tidak mendapatkan kompensasi, tetapi juga ditekan oleh pihak berwenang.

Pada 12 Agustus, seorang netizen bertanya kepada para korban di Zhuozhou di media sosial, “Berapa besar kompensasi, mari kita dengar dari orang lokal, ya atau tidak.”

Seorang netizen dari Zhuozhou menjawab, “Kami belum melihat kompensasi apa pun, dan mereka bahkan tidak mengizinkan Anda bertanya.” Namun pesan tersebut langsung diblokir. (Hui)

Negara Termiskin di Dunia Tetapi Penduduknya Makan Daging Setiap Hari

EtIndonesia. Alam telah menganugerahkan gunung, sungai, hutan, bijih tambang dan sebagainya yang dipersembahkan kepada manusia untuk dimanfaatkan. Meski begitu, kandungan sumber daya dari setiap negara bisa berbeda.

Beberapa negara kaya akan mineral, beberapa negara kaya akan minyak dan gas, sementara beberapa negara miskin dan kekurangan sumber daya.

Hari ini kita berbicara tentang salah satu negara termiskin di dunia, yaitu Republik Niger.

Niger terletak di Afrika tengah dan barat. Mungkin dalam benak banyak orang bahwa banyak negara di Afrika sangat miskin. Faktanya, memang begitu, sebagian besar negara di Afrika masih relatif terbelakang, dan hanya sedikit yang kaya.

Salah satunya, Niger adalah tipikal negara miskin, karena negara ini terletak di tepi Gurun Sahara, kondisi alamnya sangat buruk, tidak memiliki sumber daya mineral yang cukup, ia juga tidak menghasilkan minyak dan gas yang dapat membuat kaya, bahkan sumber daya air pun sangat sedikit. Karena lingkungan alamnya yang keras, jadi pendapatan per kapita penduduk setempat sangat rendah, secara rata-rata pendapatan harian per kapita sekitar 20 ribu.

Bagi kita itu hanya cukup untuk sekali makan, tetapi bagi mereka itu adalah biaya hidup sehari penuh. Karena itu negara ini termasuk salah satu negara termiskin di dunia.

Meskipun situasi ekonomi negara telah membaik dalam beberapa tahun terakhir, namun tetap tidak dapat mengubah fakta bahwa negara tersebut masih tergolong miskin dan terbelakang. Hal ini juga dikarenakan oleh kondisi alamnya yang terlalu keras, sehingga membuat Republik Niger, negara yang mengandalkan pertanian tetapi sangat sulit untuk mengembangkannya.

Untungnya, industri pariwisata di negara ini sudah mulai berkembang, sehingga pendapatan dari pariwisata mampu menggantikan pertanian, yang lambat laun menjadi sumber pendapatan utama negara.

Karena kondisi iklimnya yang panas dan kering, sehingga harga sayur dan buah-buahan di sana cukup mahal. Jadi makan sayur dan buah-buahan oleh masyarakat setempat dianggap makanan mewah.

Sebaliknya, harga daging cukup murah, karena banyak sekali sapi dan domba liar di sana, sehingga daging menjadi kurang berharga. Nah, itulah sebabnya orang-orang setempat malahan makan daging setiap harinya meskipun negaranya miskin. Barangkali teman-teman yang suka makan daging akan tergoda pergi ke sana ?

Karena kondisinya relatif memprihatinkan, pola masakan penduduk sangat sederhana karena yang mereka tuntut adalah kenyangnya perut, bukan rasanya yang enak, jadi di sana sering bisa kita lihat bahwa orang memanggang daging dengan ranting pohon yang dipotong.

Karena tanpa bumbu lainnya, mungkin terasa kurang enak bagi kita yang terbiasa hidup di negara yang lebih makmur, meskipun mengandung rasa primitif yang sulit dicari lho. Apakah Anda ingin mencoba barbekyu semacam itu ? (sin/yn)

Sumber: aboluowang

Reinkarnasi: Kasus Luke Ruehlman

EtIndonesia. anak-anak kadang memiliki imajinasi liar dan dapat menjadi sangat kreatif ketika menceritakan kisah untuk menggambarkan persepsi mereka tentang hal-hal atau peristiwa di dunia mereka. Tetapi bagaimana jika cerita yang kadang-kadang mereka katakan tidak dibuat-buat? Bagaimana jika beberapa anak entah bagaimana dapat mengakses memori jiwa mereka dan mengingat adegan dari kehidupan masa lalu mereka?

Kebetulan sekali bahwa beberapa kisah yang diceritakan oleh anak-anak tertentu sangat akurat dan sangat rinci sehingga sangat tidak mungkin bahwa mereka hanya mengada-ngada. Ini adalah anak-anak yang hampir tidak pernah mengalami kehidupan, tetapi tampaknya mampu mengingat peristiwa, orang, dan tempat. Beberapa kasus yang diteliti mengungkapkan bahwa tempat-tempat atau orang-orang yang diingat sering dari periode waktu sebelum mereka lahir.

Pertanyaan yang mungkin ditanyakan banyak orang adalah: “Dari mana informasi ini berasal dan mengapa anak-anak dapat mengingat dengan detailnya dengan jelas?”

Kasus Luke Ruehlman

Luke Reuhlman adalah seorang anak laki-laki dari Cincinnati, AS. Orangtuanya sering berkomentar tentang perilaku aneh putra mereka ketika menyangkut hal-hal seperti keamanan di rumah, menyeberang jalan, atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Biasanya, ini adalah hal-hal yang tidak akan diperhatikan oleh seorang anak usia 2 tahun yang normal.

Seiring waktu, bocah kecil itu berulang kali terus menyebut nama Pam, sesekali membuat komentar seperti: “Saya dulu punya rambut seperti itu,” atau “Saya punya anting-anting seperti itu.”

Suatu hari, orangtua Luke duduk bersamanya dan bertanya darimana dia mendapatkan semua ide ini. Mereka ingin tahu siapa Pam ini.

“Saya bertanya: ‘Siapakah Pam?’ Saat itulah dia berpaling kepada saya dan berkata: ‘Ya, saya.’ Saya bertanya: ‘Apa maksud Anda, Anda?’ Dia berkata: ‘Yah, saya dulu, tapi saya meninggal dan saya naik ke Surga dan saya melihat Tuhan, dan akhirnya Tuhan mendorong saya turun lagi. Ketika saya bangun, saya masih bayi dan Anda menamai saya Luke, ‘” kata ibu Luke, Erika Ruehlman.

Orangtuanya mengakui mereka terkejut karena mereka tidak membesarkan putra mereka secara agama dan mereka tidak pernah berbicara tentang Tuhan atau Surga di depan bocah lelaki kecil itu.

Orangtuanya pun tertarik dengan cerita anak lelaki itu dan bertanya kepadanya: “Bagaimana kamu meninggal?”

Anak itu menjawab: “Saya meninggal dalam api. Saya dulu tinggal di Chicago. Saya sering berjalan dan mengejar kereta. ’”

Sang ibu ingin tahu lebih banyak tentang Pam.

“Saya adalah seorang wanita kulit hitam,” bocah itu memberi tahu ibunya.

Untuk memverifikasi apa yang putranya katakan padanya, ibunya Googling tentang kebakaran di Chicago dan menemukan informasi tentang kebakaran di Paxton, sebuah hotel terkenal yang terletak di lingkungan yang didominasi oleh kulit hitam.

Hotel ini menjadi berita utama setelah kebakaran yang menyebabkan kematian banyak penduduknya pada tahun 1993. Ibu anak itu juga menemukan nama salah satu korban yang tewas dalam kebakaran, yang adalah seorang wanita kulit hitam 34 tahun dengan nama Pam Robinson.

Orangtua ingin menguji bocah itu dan setelah mendapatkan gambar Pam Robinson, dicampur dengan foto-foto perempuan lainnya dan meminta Luke untuk melihat apakah dia bisa menunjukkan pada mereka Pam. Luke segera mengambil foto Pam Robinson.

Apakah Luke mungkin reinkarnasi dari Pam?

Seorang ilmuwan terkenal, Carl Sagan pernah menyatakan bahwa:

“Ada tiga klaim dalam bidang parapsikologi yang, menurut saya, layak untuk dipelajari secara serius, dengan fakta bahwa anak-anak kecil kadang-kadang melaporkan rincian kehidupan sebelumnya, yang setelah diperiksa ternyata akurat dan yang tidak dapat mereka ketahui dengan cara lain selain reinkarnasi. “

Jim Tucker dianggap sebagai peneliti terkemuka dunia tentang masalah ini. Ia menerbitkan ulasan pada 2008 tentang kasus-kasus yang kemukinan dipercaya reinkarnasi, dalam jurnal Explore.

Tucker mencatat bahwa usia umum ketika anak-anak mulai mengingat kehidupan masa lalu mereka adalah 35 bulan, dan deskripsi mereka tentang peristiwa dan pengalaman dari kehidupan masa lalu mereka sering luas dan sangat terperinci.

Tucker menunjukkan bahwa anak-anak ini menjadi sangat emosional ketika mereka berbicara tentang pengalaman mereka; beberapa bahkan menangis dan memohon orangtua mereka untuk membawa mereka ke apa yang mereka sebut sebagai keluarga mereka sebelumnya.

Mengingat semua data dan penelitian tentang subjek yang tersedia, seseorang mungkin merasa sangat sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa reinkarnasi adalah realitas kehidupan yang mungkin setelah kematian.(yant)

 Varian Baru COVID-19, EG.5 Terbanyak Menyebar di Tiongkok 

 oleh Li Yan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang memantau varian baru COVID-19 yang disebut EG.5 (juga dikenal sebagai Eris). Proporsi strain virus ini dari jumlah kasus COVID-19 di Tiongkok dan Amerika Serikat belakangan ini terus meningkat

WHO telah memasukkan EG.5 ke dalam golongan VOI (Variant of Interest). EG.5 adalah subvarian dari garis keturunan Omicron yang pertama kali muncul pada November 2021.

Namun, WHO mengatakan bahwa saat ini tampaknya varian baru ini tidak menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat jika dibandingkan dengan varian lainnya, dan “belum ada bukti bahwa peningkatan keparahan penyakit pasien terkait langsung dengan EG.5”.

Berdasarkan bukti yang ada pada saat ini, kata WHO bahwa risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat dunia dari virus ini masih relatif rendah, dan hampir konsisten dengan varian lain yang menyebar saat ini.

Pada Mei tahun ini, WHO mengatakan bahwa COVID-19 sekarang telah menjadi “masalah kesehatan yang mapan dan berkelanjutan, yang tidak lagi tergolong darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional”.

Gejala dan Penularan EG.5

Sebagaimana dilaporkan, bahwa gejala yang diakibatkan oleh terinfeksinya EG.5 atau Eris hampir sama dengan varian sebelumnya, yaitu demam, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, pilek, dan gangguan terhadap indera rasa dan penciuman.

Dalam laporan penilaian terhadap risiko yang diterbitkan WHO pada Rabu lalu (9 Agustus), disebutkan : “Meskipun EG.5 telah menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, dominasi pertumbuhan, dan sifat penghindaran kekebalan, tetapi hingga saat ini belum ada laporan tentang perubahan tingkat keparahan patogenisitasnya”.

Namun, WHO tetap mengingatkan bahwa EG.5 dapat menyebabkan lonjakan kasus infeksi dan menjadi strain mutan yang dominan di beberapa negara bahkan secara global.

Berdasarkan pengurutan informasi yang diperoleh Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 7 Agustus, Tiongkok memiliki pasien paling banyak di dunia yang terinfeksi varian EG.5, lalu diikuti oleh Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Kanada.

Varian tersebut juga telah terdeteksi ada di Australia, Singapura, Inggris, Prancis, Portugal, dan Spanyol.

“Lebih Terlindungi”

EG.5 sekarang menjadi strain yang dominan di Amerika Serikat, dalam pekan yang berakhir 5 Agustus, EG.5 telah tercatat menyita 17,3% dari total kasus COVID-19 di AS dalam 1 pekan. Demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Data CDC-AS menunjukkan, bahwa saat ini, rawat inap terkait COVID-19 telah naik lebih dari 40% dari level terendah pada bulan Juni tahun ini, tetapi masih 90% lebih di bawah level puncak yang ditetapkan pada bulan Januari 2022 ketika wabah Omicron melanda.

Ketika strain mutan ini muncul, Pfizer, Moderna dan Novavax semuanya telah mengembangkan vaksin versi baru untuk mencoba mengatasi gangguan dari sejumlah subseri Omicron seperti XBB.1.5.

Novavax mengatakan bahwa vaksinnya dapat menginduksi respons imun fungsional terhadap subvarian XBB, termasuk XBB.1.5, XBB.1.16 dan XBB.2.3.

Reuters melaporkan, EG.5 mirip dengan XBB.1.5, tetapi subvarian yang lebih baru ini memiliki satu mutasi pada protein lonjakan (bagian dari virus yang menjadi target vaksin).

CNBC melaporkan bahwa Justin Lessler, seorang profesor di Departemen Epidemiologi di UNC Gillings School of Global Public Health, mengatakan melalui email bahwa vaksin formulasi baru yang diharapkan tersedia pada musim gugur tahun ini akan memberikan daya “perlindungan yang lebih baik terhadap EG.5″ daripada vaksin sebelumnya”.

Direktur CDC Mandy Cohen mengatakan, vaksin baru untuk AS bakal sudah tersedia mulai akhir bulan September tahun ini, karena tanggung jawab distribusi vaksin sekarang beralih ke pihak swasta. (sin)

Kailash, Kuil Monolitik Terbesar di Dunia

EtIndonesia. Kailash, struktur Gua Ellora yang termegah dan paling luar biasa, terkenal di dunia karena keagungan dan keunikannya. Kuil batu misterius ini tidak hanya merupakan keajaiban arsitektur tetapi juga simbol martabat nasional India. Pembangunan kuil ini memakan waktu satu setengah abad dan masih menjadi misteri bagi para sarjana dan peneliti.

Sejarah Kailash

Di Ellora, sebuah desa India kuno, Anda dapat menemukan banyak kompleks gua kuno termasuk kuil Hindu, Buddha, dan Jain. Yang tertua adalah kuil dan tempat suci Hindu. Namun, siapa yang mengukir kuil ini dan kapan tetap menjadi misteri. Para sarjana belum menemukan tanggal atau deskripsi konstruksi. Baru-baru ini ditemukan bahwa Kuil Kailash pada awalnya seluruhnya tertutup plester putih, yang menegaskan kekunoannya.

Kontroversi mengenai usia kuil

Ada beberapa teori mengenai usia Kuil Kailash. Beberapa mengklaim bahwa itu diukir di batu ratusan tahun yang lalu, sementara yang lain percaya bahwa kuil itu berusia ribuan tahun, hanya dimodifikasi oleh biksu Buddha dan Jain.

Prasasti di dinding kuil sudah sangat tua dan hampir hancur seiring waktu, sehingga hampir tidak mungkin untuk dibaca dan diuraikan. Penduduk setempat mengklaim bahwa kemegahan kuil menyampaikan ketidakterbatasan alam semesta dan diberkati oleh orang bijak dan guru Hindu.

Ketabahan Kailash

Kuil Kailash begitu tak tergoyahkan bahkan beberapa upaya dengan menyerang Padishah Aurangzeb untuk mematahkan pilar kuil dan menodai “struktur ilahi” hanya menghasilkan pemusnahan lebih lanjut oleh Mughal. Hanya kerusakan kecil yang terjadi pada patung gajah. Hal ini menunjukkan bahwa kuil bukan hanya mahakarya arsitektural, tetapi juga simbol semangat dan kekuatan bangsa.

Keunikan Kailash

Kuil Kailash sebenarnya tidak dibangun – seluruh struktur diukir dari satu bongkahan batu raksasa, tanpa menggunakan perancah. Dimensinya mengesankan: 55×36 meter, dengan luas total 1980 meter persegi.

Kuil ini terletak di tengah pelataran berukuran 58×51 meter yang dipahat pada batu karang, masuk ke dalam batu sedalam 33 meter. Bagian bawah kuil berupa alas setinggi 8 meter, di atasnya berdiri patung gajah dan singa setinggi 3 meter.

Kailash ditutupi dengan ukiran batu yang rumit yang membuatnya semakin megah. Menariknya, ukuran kuil ini dua kali lebih besar dan satu setengah kali lebih tinggi dari Parthenon yang terkenal di Athena.

Konstruksi Kailash

Untuk membangun Kuil Kailash, dibutuhkan sekitar 200.000 ton batu. Para ilmuwan memperkirakan bahwa konstruksi tersebut melibatkan sekitar 7.000 pekerja dan proyek tersebut membutuhkan waktu sekitar 150 tahun untuk menyelesaikannya. Namun, masih menjadi misteri bagaimana umat Hindu mengelola proyek sebesar itu tanpa menggunakan teknologi modern.

Kuil Kailash di Ellora bukan hanya bangunan megah tetapi juga simbol martabat nasional India. Keunikan dan keteguhannya dikagumi dan dikagumi oleh para sarjana dan pelancong dari seluruh dunia. Kuil ini menjadi bukti bahwa kehebatan suatu bangsa tidak hanya terwujud dalam kekuatan politik dan ekonominya, tetapi juga dalam warisan budayanya.(yn)

Sumber: earth-chronicles