Rusia Berupaya Mengganti Komandan Armada Laut Hitam Setelah Kegagalan Pertahanan

EtIndonesia. Komando Angkatan Bersenjata Rusia sedang bersiap untuk mengganti komandan Armada Laut Hitam Rusia. Alasannya adalah kegagalan dalam pertahanan dan efektivitas yang rendah dalam melawan drone Ukraina, menurut gerakan partisan ATESH.

“Ada desas-desus di kalangan perwira bahwa kepemimpinan militer Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengganti komandan Armada Laut Hitam saat ini, Laksamana Sergei Pinchuk. Alasannya adalah kegagalan sistemik dalam memastikan keamanan pangkalan dan kapal, serta efektivitas yang sangat rendah dari langkah-langkah untuk melawan kapal tak berawak Ukraina,” kata agensi tersebut.

Agen ATESH dari markas armada mengatakan bahwa beberapa kandidat pengganti sedang dibahas di balik layar. Kemungkinan besar, wakil pertama, Laksamana Madya Akhmerov, mungkin akan ditunjuk.

Gerakan partisan tersebut juga menekankan bahwa mereka secara pribadi terlibat dalam penghancuran fasilitas Armada Laut Hitam Rusia.

“Sejak 2022, kami secara sistematis melakukan pengintaian terhadap kapal, fasilitas perbaikan, unit militer, dan pangkalan angkatan laut Armada Laut Hitam di Krimea dan Novorossiysk. Informasi kami membantu Pasukan Pertahanan Ukraina untuk menghancurkan armada ini,” jelas ATESH.

Menurut para partisan, serangkaian kerugian di pihak Rusia menunjukkan kurangnya perlindungan terorganisir di wilayah perairan dan infrastruktur utama. Terlepas dari laporan resmi Rusia tentang pengendalian situasi, pada kenyataannya, ancaman dari drone laut terus berhasil dilakukan.

“Dalam enam bulan terakhir saja, setidaknya ada delapan serangan yang berhasil dilakukan oleh kapal tak berawak Ukraina terhadap fasilitas Armada Laut Hitam, termasuk Sevastopol dan pangkalan di Krimea. Dalam beberapa kasus, sistem deteksi gagal berfungsi sama sekali, dan pasukan yang bertugas merespons dengan keterlambatan 20-40 menit, yang menyebabkan kerusakan pada kapal dan infrastruktur. Fakta-fakta ini tercermin dalam laporan internal, setelah itu masalah pergantian komando diangkat ke tingkat yang lebih tinggi,” demikian ringkasan gerakan tersebut.

Armada Laut Hitam Rusia dan Sekitarnya

Baru-baru ini, partisan ATESH menyerang salah satu fasilitas komando utama Armada Laut Hitam Rusia di Novorossiysk, yaitu pusat komunikasi khusus ke-37 (unit militer 09920), yang memastikan transmisi perintah terpenting dari Moskow dan koordinasi tindakan armada dengan cabang-cabang angkatan bersenjata lainnya. Fasilitas ini secara efektif berfungsi sebagai sistem komando pusat Armada Laut Hitam Rusia.

Sebagai informasi tambahan, Pengadilan Militer Distrik Barat Kedua, yang terletak di ibu kota Rusia, baru-baru ini untuk pertama kalinya mengakui bahwa militer Ukraina telah menghancurkan kapal penjelajah Moskva.

Beberapa minggu yang lalu, kami juga menulis bahwa, menurut juru bicara Angkatan Laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk, Rusia meminimalkan pelayaran kapal mereka ke Laut Azov karena rute navigasi terbatas dan ada risiko tinggi untuk dihancurkan. (yn)

Daya Persuasi Seekor Anak Domba

EtIndonesia. Seorang pemilik peternakan memelihara banyak domba. Tetangganya adalah seorang pemburu yang memelihara sekawanan anjing pemburu yang ganas di halaman rumahnya.

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan menyerang anak-anak domba di peternakan.

Pemilik peternakan sudah beberapa kali meminta sang pemburu agar mengurung anjing-anjingnya dengan baik. Sang pemburu selalu mengiyakan secara lisan, tetapi beberapa hari kemudian, anjing-anjing itu kembali melompat ke peternakan, berlari liar, dan menggigit beberapa ekor anak domba.

Tak tahan lagi, pemilik peternakan pun pergi mengadu kepada hakim di kota.

Setelah mendengar keluhannya, hakim yang bijaksana berkata: “Aku bisa menghukum pemburu itu, atau mengeluarkan perintah agar dia mengurung anjing-anjingnya. Namun jika itu kulakukan, kamu akan kehilangan seorang teman dan justru mendapatkan seorang musuh. Menurutmu, lebih baik bertetangga dengan musuh atau dengan seorang teman?”

“Tentu saja bertetangga dengan teman,” jawab pemilik peternakan.

“Baik, aku akan memberimu sebuah cara. Lakukan seperti yang aku katakan. Bukan hanya dombamu akan aman, kamu juga akan mendapatkan seorang tetangga yang ramah,” kata hakim.

Hakim pun menjelaskan rencananya dengan rinci, dan pemilik peternakan mengangguk setuju.

Sesampainya di rumah, pemilik peternakan memilih tiga anak domba yang paling lucu dan menggemaskan, lalu memberikannya kepada tiga orang anak sang pemburu.

Melihat anak-anak domba yang putih dan jinak itu, ketiga anak pemburu sangat gembira. Setiap hari sepulang sekolah, mereka bermain dan bercanda bersama anak-anak domba di halaman rumah.

Karena takut anjing-anjingnya melukai anak-anak domba milik anak-anaknya, sang pemburu pun membuat kandang besi besar dan mengurung anjing-anjingnya dengan kuat.

Sejak saat itu, kawanan domba di peternakan tidak pernah lagi diganggu.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan tetangganya, sang pemburu mulai sering mengirimkan hasil buruan kepadanya. Sebaliknya, pemilik peternakan juga kerap membalas dengan daging domba dan keju.

Lambat laun, keduanya pun menjadi sahabat baik.

Untuk meyakinkan seseorang, cara terbaik adalah memikirkan kepentingannya—dan membuatnya ikut memperoleh manfaat.

Hikmah Cerita

Setelah membaca kisah sederhana ini, kita diingatkan akan satu kebenaran penting: cara paling efektif untuk meyakinkan seseorang bukanlah dengan paksaan, melainkan dengan empati dan kepedulian.

Banyak kata bijak terdengar sederhana dan mudah dipahami, tetapi menerapkannya dalam kehidupan nyata membutuhkan latihan dan kedewasaan batin.

Saat berhadapan dengan tetangga atau orang lain yang menyulitkan, kemarahan sering kali menutupi kebijaksanaan. Akibatnya, kita memilih jalan konfrontasi dan saling melukai, padahal ada jalan lain yang jauh lebih damai dan cerdas.

Semoga kisah ini tidak hanya dipahami, tetapi juga benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.(jhn/yn)

Iran Uji Rudal Antar-Benua, AS Siagakan Kapal Induk & Kapal Selam Nuklir—Dunia Masuk Detik-detik Perang

EtIndonesia. Situasi keamanan di Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Dalam rentang waktu kurang dari satu minggu, Iran dan Amerika Serikat sama-sama menunjukkan eskalasi kekuatan militer secara terbuka—memicu kekhawatiran luas akan pecahnya konflik besar yang dapat mengguncang stabilitas global.

Iran Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Terjauh dalam Sejarahnya

Dalam beberapa hari terakhir, Iran merilis rekaman resmi uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, yang disebut memiliki kemiripan dengan seri Qaem-105. Rudal ini dilaporkan memiliki jangkauan hingga 3.700 mil atau lebih dari 6.000 kilometer, menjadikannya ICBM dengan jangkauan terjauh yang pernah diuji Iran sejauh ini.

Uji coba tersebut dilakukan dari pangkalan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Semnan, wilayah tengah-utara Iran. Menurut informasi yang beredar, lintasan uji coba diarahkan ke Siberia, Rusia, dan dilakukan atas persetujuan Moskow—sebuah detail yang langsung menarik perhatian komunitas intelijen Barat.

Sebelumnya, Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa hingga tahun 2035, Iran berpotensi memiliki sekitar 60 unit rudal balistik antarbenua, sebuah kemampuan yang secara signifikan mengubah keseimbangan strategis kawasan.

Iran Rilis Video Ancaman, Tandai Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah

Ketegangan meningkat tajam pada 22 Januari 2026, ketika Iran secara resmi merilis video propaganda militer yang menampilkan peta target berisi seluruh pangkalan utama Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dalam video tersebut, terlihat dengan jelas penandaan terhadap:

  • Pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain
  • Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
  • Pangkalan Udara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
  • Berbagai fasilitas militer AS di Arab Saudi dan Yordania

Pesan yang disampaikan dinilai tidak ambigu: Iran ingin menunjukkan bahwa seluruh kehadiran militer AS di kawasan berada dalam jangkauan serangan.

Drone Shahed-136 Diparkir Massal, Isyarat Persiapan Serangan

Sementara itu, citra satelit terbaru menunjukkan pemandangan mencolok di Bandara Mehrabad, dekat Teheran. Puluhan drone bunuh diri Shahed-136 terlihat diparkir secara terbuka, mengindikasikan bahwa Iran tengah mempersiapkan opsi serangan jarak jauh, termasuk kemungkinan eskalasi langsung terhadap Israel.

Maskapai Barat Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah

Ketegangan militer mulai berdampak langsung pada sektor sipil. Pada 23 Januari 2026, sejumlah maskapai penerbangan Barat mengambil langkah drastis:

  • Air France membatalkan penerbangan ke Dubai
  • British Airways menyusul dengan kebijakan serupa
  • Maskapai Belanda mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan ke Timur Tengah, termasuk ke Tel Aviv, Riyadh, Dubai, dan Qatar

Keputusan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan penerbangan sipil di kawasan konflik.

Amerika Serikat Aktifkan Postur Perang Tingkat Tinggi

Panglima CENTCOM Bergerak ke Yordania

Pada 21 Januari 2026, Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Michael “Erik” Kurilla, terbang dari Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida, menuju Yordania menggunakan pesawat C-32A.

MacDill merupakan markas utama CENTCOM yang mengoordinasikan seluruh operasi militer AS di Timur Tengah, termasuk wilayah Iran, Irak, dan Israel.

Biasanya, markas komando garis depan CENTCOM berada di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Namun kali ini, AS memutuskan tidak menggunakan Al-Udeid sebagai pusat operasi potensial terhadap Iran, sehingga Yordania diperkirakan akan menjadi pusat komando garis depan baru.

USS Abraham Lincoln Resmi Masuk Wilayah CENTCOM

Pergerakan laut AS juga mencapai tahap krusial. Hingga 23 Januari, Kapal Induk USS Abraham Lincoln tercatat melintasi Samudra Hindia dan berada di perairan barat India, masih di bawah Komando Indo-Pasifik.

Namun pada 24 Januari 2026, kapal ini memasuki Laut Arab bagian tengah dan secara resmi berada di bawah kendali CENTCOM, menandai eskalasi militer terbuka terhadap Iran.

Komposisi Kekuatan Laut AS di Kawasan

Saat ini, kekuatan laut AS di Timur Tengah mencakup:

  • 1 kapal induk USS Abraham Lincoln
  • 6 kapal perusak kelas Arleigh Burke
  • 2 kapal selam nuklir:
    • USS South Dakota (kapal selam serang)
    • USS Georgia (kapal selam rudal jelajah)

USS Abraham Lincoln membawa:

  • 1 skuadron F-35C
  • 3 skuadron F/A-18 Super Hornet
  • 1 skuadron EA-18G Growler (perang elektronik)
  • 1 skuadron E-2D Hawkeye
  • 2 skuadron helikopter
  • 1 skuadron MV-22 Osprey

Yang mengejutkan, Penjaga Pantai AS juga mengerahkan 6 kapal perang ke Teluk Persia, terutama untuk patroli dan pengamanan jalur laut.

Selain itu, AS mengoperasikan kapal logistik, 3 kapal tempur litoral, serta kapal komando USS Mount Whitney di kawasan Teluk Arab.

Yordania Jadi Pusat Operasi Kunci

Dalam beberapa hari terakhir, AS secara masif mengirimkan pesawat tempur dan logistik ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Saat ini, penempatan udara AS di Timur Tengah dan Eropa meliputi:

  • 2 skuadron F-35A
  • 3 skuadron F-15
  • 1 skuadron F-16
  • 1 skuadron A-10 Thunderbolt II

Jet F-15 terlihat berulang kali lepas landas dari pangkalan di Inggris dan mendarat di Yordania.

Berbeda dengan konflik sebelumnya, Yordania kini menjadi pusat utama operasi AS, setelah:

  • Arab Saudi melarang penggunaan wilayah udara dan pangkalannya untuk menyerang Iran (dua minggu sebelumnya)
  • Qatar dan Oman menunjukkan sikap berhati-hati karena khawatir serangan balasan Iran

Secara geografis, Muwaffaq Salti sangat strategis:

  • Sekitar 900 km dari perbatasan Iran
  • Sekitar 1.300 km dari Teheran
  • Jalur langsung melintasi Irak

Kekuatan Bawah Laut dan Opsi Serangan

Di bawah laut:

  • USS South Dakota mampu membawa 12 rudal jelajah Tomahawk
  • USS Georgia, kapal selam kelas Ohio yang dimodifikasi, mampu membawa hingga 154 rudal Tomahawk

Baru-baru ini, sebuah lembaga pemikir AS mengusulkan skenario serangan menyeluruh terhadap:

  • Kilang minyak di Teheran dan Isfahan
  • Fasilitas energi dan pelabuhan Bandar Abbas
  • Kementerian Pertahanan Iran
  • Kantor Pemimpin Tertinggi Iran

Iran Balas Ancam Israel

Sebagai respons, pada 23 Januari 2026, Iran merilis peta target Israel, mencakup:

  • Lebih dari 10 pangkalan militer
  • Kilang minyak utama
  • Markas Mossad dan Shin Bet
  • Bandara Internasional Ben Gurion

Akankah Perang Meletus?

Meski eskalasi sangat nyata, sejumlah analis menilai serangan AS belum akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Alasannya:

  1. Konsentrasi militer belum sepenuhnya rampung
  2. USS George H.W. Bush telah meninggalkan Norfolk seminggu lalu, namun belum melintasi Selat Gibraltar
  3. Sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD masih dalam tahap pengerahan dan instalasi

Dalam Perang 12 Hari tahun lalu, Iran meluncurkan lebih dari 20 rudal balistik ke Pangkalan Al-Udeid, yang hampir seluruhnya berhasil dicegat oleh Patriot—menunjukkan pentingnya kesiapan pertahanan sebelum serangan.

Kesimpulan

Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer dalam skala yang sangat besar, namun belum mencapai tahap final. Bahkan setelah semua aset siap, keputusan menyerang Iran tetap berada sepenuhnya di tangan Presiden Donald Trump.

Yang pasti, jika keputusan itu diambil, militer AS di Timur Tengah siap bergerak dalam hitungan jam. Namun apakah langkah tersebut akan benar-benar diambil, akan sangat bergantung pada situasi internal Iran, kalkulasi risiko regional, serta keyakinan AS dan Israel untuk menjatuhkan rezim Teheran.

Dunia kini menahan napas.

Xi Khawatir Pasukan Memasuki Beijing, Pemberontakan Skala Besar di PLA Bisa Terjadi Kapan Saja

Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat Liu Zhenli secara resmi diumumkan ditangkap pada 24 Januari, memicu gejolak situasi di Tiongkok. 

Seorang mantan pejabat PKT yang memperoleh informasi internal menyebutkan bahwa setelah Zhang Youxia ditangkap, pemimpin PKT Xi Jinping khawatir pasukan lama Zhang akan memimpin tentara masuk ke Beijing untuk melakukan perlawanan, dan pemberontakan besar bisa terjadi kapan saja.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan PKT mengumumkan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli “diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum berat” dan telah ditetapkan sebagai tersangka untuk diselidiki.

Mantan pejabat Mongolia Dalam, Du Wen, dalam sebuah program media mandiri berkomentar bahwa Xi Jinping telah “membalikkan seluruh tentara PKT secara total”.

 “Dua wakil ketua Komisi Militer Pusat disingkirkan, ditambah kepala staf. Ini sama sekali bukan pembersihan biasa; badai besar sedang terjadi di internal PKT—ini adalah kudeta,” ujarnya.

Mantan pejabat di Monggolia dalam Du Wen (tangkapan layar)

Ia mengutip sumber dari dalam sistem yang menyatakan bahwa militer PKT kini berada dalam kondisi paling tegang sejak berdirinya rezim. Sebagai tokoh nomor dua di militer, Zhang Youxia telah mengangkat ribuan jenderal selama kariernya. Setelah penangkapannya, militer PKT berpotensi mengalami pemberontakan massal kapan saja.

“Xi Jinping sangat takut pasukan masuk ke Beijing,” ungkap Du Wen.

 “Ia memerintahkan semua unit untuk tetap siaga di tempat masing-masing dan melarang pergerakan pasukan.”

Ia mengatakan bahwa kini seluruh unit militer telah memasuki status siaga tingkat satu. Seluruh personel kembali ke pos masing-masing, dan semua komunikasi keluar melalui ponsel telah dihentikan.

Menurutnya, peristiwa ini menandai keretakan struktural dalam militer PKT dan menunjukkan ketidakpercayaan total Xi Jinping terhadap sistem militer PKT.

Aktivis demokrasi Tiongkok, Wang Dan, menganalisis bahwa Zhang Youxia adalah teman masa kecil Xi Jinping. Penangkapannya mencerminkan perubahan sikap Xi terhadap militer, dari “membersihkan mereka yang tidak loyal” menjadi “tidak ada seorang pun yang bisa dipercaya”, memasuki fase “akhir Stalinisme”—keadaan tanpa kepercayaan sama sekali.

Aktivis Demokrasi Tiongkok di luar negeri, Wang Dan (foto arsip). (Luo Zhengheng/The Epoch Times)

Wang Dan menyatakan bahwa membersihkan orang-orang sendiri telah secara drastis meningkatkan ketidakpastian dalam sistem PKT, membuat semua orang hidup dalam ketakutan.

Sejak berkuasa pada 2012, Xi Jinping telah menyingkirkan lebih dari seratus jenderal senior militer, termasuk empat wakil ketua Komisi Militer Pusat. Dalam periode terbaru, anggota Komisi Militer Pusat kini hanya tersisa Zhang Shengmin. Skala pembersihan militer oleh Xi tergolong sangat langka, bahkan melampaui Revolusi Kebudayaan dan pembersihan besar-besaran di Uni Soviet.

Sebagian warganet menyamakan Xi Jinping dengan Kaisar Chongzhen dari akhir Dinasti Ming, dengan mengatakan bahwa ia “tidak memiliki jenderal di militer, dikelilingi pengkhianat, dan berada dalam bahaya dari segala arah”.

Pembersihan terhadap Zhang Youxia tidak mampu menutupi keterasingan dan ketidakberdayaan Xi. Para pengamat menilai bahwa kekuasaan satu orang tidak berarti tidak ada faksi lain di dalam partai; mereka hanya memilih bersikap rendah hati karena risiko politik. Seiring percepatan perkembangan situasi, politik PKT bisa bergerak menuju arah yang tidak pasti dan semakin tidak stabil.

Komentator independen Cai Shenkun menyatakan dalam program media mandiri bahwa Xi Jinping kini tidak berani dengan mudah memberi wewenang kepada militer untuk melakukan mobilisasi besar-besaran atau operasi tempur, karena takut para jenderal akan memanfaatkan kesempatan itu untuk “bergerak ke utara dan berbalik menyerang”. Begitu kekuasaan nyata diberikan, loyalitas sulit dijamin, dan kekuatan anti-Xi bisa segera berbalik arah.

Penangkapan mendadak Zhang Youxia, tokoh nomor dua di militer PKT, juga menarik perhatian internasional. Kantor berita Reuters, Associated Press, Agence France-Presse, dan BBC melaporkannya secara serempak, menggunakan istilah seperti “guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan “pembersihan mendalam yang memasuki wilayah tak dikenal”.

Bloomberg secara gamblang menyatakan bahwa setelah penangkapan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, tingkat pengambilan keputusan militer tertinggi di Tiongkok “hanya tersisa dua orang”.

Associated Press menekankan bahwa ini adalah pembersihan militer terbesar dan pada level tertinggi sejak Xi Jinping berkuasa. Dunia luar terkejut bukan semata karena isu antikorupsi, melainkan karena Xi Jinping justru menyerang orang-orang dekatnya sendiri—diibaratkan seperti “mengayunkan pisau ke arah diri sendiri”.

Opini publik di luar negeri menilai bahwa dampak peristiwa ini sebanding dengan “Insiden Lin Biao” dan “Insiden Wang Lijun Melarikan Diri ke Konsulat”, dua peristiwa langka dalam sejarah yang sama-sama memicu perubahan besar dalam politik Tiongkok.

Laporan gabungan reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

Filosofi Hidup Seorang Penjual Bunga

EtIndonesia. Seorang penjual bunga pernah berkata kepada saya: “Hampir semua bunga putih memiliki aroma yang harum. Justru bunga-bunga yang warnanya paling mencolok sering kali kurang memiliki aroma harumnya.”

Kesimpulannya adalah: Manusia pun sama. Semakin sederhana dan bersahaja seseorang, semakin kuat pula keharuman batin yang dia miliki.

Seorang penjual bunga lain berkata: “Sebenarnya bunga sedap malam juga harum di siang hari, hanya saja jarang tercium.”

Kesimpulannya adalah: Karena di siang hari hati manusia terlalu gelisah dan sibuk, sehingga tidak mampu menangkap keharuman itu. Jika seseorang mampu menjaga ketenangan hatinya di siang hari, dia akan menyadari bahwa sedap malam, bunga osmanthus, dan bunga tujuh rupa tetap harum—bahkan di tengah terik siang hari.

Seorang penjual bunga kembali berkata: “Jika membeli bunga teratai di pagi hari, pilihlah yang sudah mekar.”

Kesimpulannya adalah: Pagi hari adalah waktu terbaik bagi teratai untuk mekar. Jika sebuah teratai tidak mekar di pagi hari, besar kemungkinan dia juga tidak akan mekar di siang atau malam hari. Begitu pula dengan manusia—jika seseorang tidak memiliki cita-cita dan semangat saat muda, akan jauh lebih sulit memilikinya di usia paruh baya atau tua.

Seorang penjual bunga berkata lagi: “Semakin mahal bunganya, semakin mudah pula dia layu.”

Kesimpulannya adalah: Itu seolah menjadi pesan bagi para pembeli: ‘Hargailah masa muda, karena masa muda adalah bunga paling berharga—dan juga yang paling mudah layu.’

Seorang penjual bunga juga berkata: “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

Kesimpulannya adalah: Seperti halnya setiap manusia, selalu ada sisi kepribadian yang sulit kita terima. Yang perlu dipelajari bukan bagaimana menghilangkan duri itu, melainkan bagaimana agar kita tidak terluka olehnya—dan bagaimana agar duri kita sendiri tidak melukai orang-orang yang kita cintai.

Hikmah Cerita

Melihat kehidupan dari sudut pandang seorang penjual bunga, dengan kalimat-kalimat sederhana, ia mampu memadukan bunga dan kehidupan dengan begitu indah. Setiap ungkapan mengajak kita untuk merenung.

Terutama kalimat terakhir:  “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

 Benar adanya—manusia sering melukai orang lain tanpa sadar, dan juga sering terluka oleh orang lain tanpa disengaja.

Dalam hubungan antarmanusia, kita memang perlu belajar bagaimana tidak mudah terluka oleh sesama, dan pada saat yang sama berusaha agar tidak melukai orang lain. (jhn/yn

Afghanistan Dilanda Badai Salju Hebat Selama 3 Hari Berturut-turut, 61 Tewas dan 110 Orang Terluka

Salju lebat dan hujan deras yang mengguyur Afghanistan selama tiga hari terakhir telah menyebabkan 61 orang meninggal dunia dan 110 orang terluka. Longsoran salju akibat timbunan salju merusak rumah-rumah, menewaskan ternak, serta memutus akses jalan raya penting. Seiring pihak berwenang mengumpulkan lebih banyak informasi dari berbagai provinsi, jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah.

EtIndonesia. Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan pada Sabtu (24 Januari) menyatakan bahwa korban jiwa dan luka-luka tersebut terjadi antara 21 hingga 23 Januari, terutama di wilayah provinsi bagian tengah dan utara negara itu.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan menulis di platform media sosial X bahwa “data awal korban dan kerusakan” juga mencakup 458 rumah yang rusak sebagian atau hancur total. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Associated Press melaporkan dari Kabul bahwa badan penanggulangan bencana menyatakan pemerintah sedang berupaya membuka kembali jalan-jalan serta menjangkau desa-desa yang terisolasi akibat tertutup salju.

Afghanistan merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Badai salju dan hujan lebat sering memicu banjir bandang pegunungan, yang dalam satu kejadian dapat menewaskan puluhan bahkan ratusan orang. Pada musim semi 2024, banjir bandang menewaskan lebih dari 300 orang.

Puluhan tahun konflik, ditambah dengan infrastruktur yang tertinggal, kesulitan ekonomi, penggundulan hutan, serta memburuknya perubahan iklim, telah memperparah dampak bencana semacam ini, terutama di daerah terpencil. 

Di wilayah tersebut, banyak rumah dibangun dari tanah liat sehingga hampir tidak memiliki perlindungan terhadap banjir bandang atau badai salju yang datang secara tiba-tiba. (Hui)

Trump Mengungkap Senjata Misterius yang Langsung Melumpuhkan Rudal Tiongkok dan Rusia

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi kepada media bahwa militer AS kini memiliki sebuah senjata rahasia yang disebut “pengacau”, yang mampu melumpuhkan peralatan militer lawan dalam sekejap.

Trump mengungkapkan bahwa dalam operasi penangkapan Maduro, senjata ini memainkan peran kunci, memungkinkan militer AS menyelesaikan misi tanpa korban sama sekali.

Trump juga menyebutkan bahwa saat penangkapan Maduro, militer Venezuela memiliki rudal buatan Tiongkok dan Rusia. Namun, di bawah pengaruh senjata rahasia tersebut, tidak satu pun rudal berhasil diluncurkan.

Trump mengatakan, “Mereka menekan tombolnya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Senjata Tiongkok dan Rusia benar-benar tidak berfungsi.”

Mengenai apakah “pengacau” ini merupakan senjata perang elektronik, senjata energi, atau teknologi baru lainnya, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya menegaskan bahwa inilah kunci keberhasilan misi tersebut.

Saat ini, pihak AS belum mengungkap detail teknis lebih lanjut. Dunia luar terus mencermati apakah hal ini menandai bahwa militer AS telah memasuki tahap baru dalam perang elektronik dan sistem penangkal. (Hui)

Sedikitnya 15 Tewas, 28 Hilang Akibat Kapal Feri Tenggelam di Philipina Selatan

EtIndonesia. Sebuah kapal feri dengan lebih dari 350 orang di dalamnya tenggelam pada Senin (26/1) pagi di Philipina selatan, menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas dan 28 orang masih hilang, kata penjaga pantai.

Kapal MV Trisha Kerstin 3 mengirimkan sinyal bahaya sekitar pukul 01 : 50 pagi (1750 GMT Minggu), sedikit lebih dari empat jam setelah berangkat dari Pelabuhan Kota Zamboanga di ujung barat daya Mindanao, kata penjaga pantai dalam sebuah pernyataan.

Setidaknya 316 orang telah diselamatkan sejauh ini, kata Romel Dua, seorang komandan penjaga pantai, kepada AFP, dengan 15 orang dipastikan tewas dan 28 orang masih belum ditemukan.

“Pesawat penjaga pantai juga sedang dalam perjalanan untuk membantu operasi. Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga mengirimkan aset mereka,” kata Dua, yang berbasis di Mindanao selatan, kepada AFP.

Kapal feri tersebut tenggelam sekitar lima kilometer di sebelah timur Pulau Baluk-Baluk, bagian dari gugusan pulau Provinsi Basilan di lepas Semenanjung Zamboanga.

Petugas tanggap darurat Basilan, Ronalyn Perez, mengatakan kepada AFP bahwa tim penyelamat kesulitan menangani masuknya korban selamat secara tiba-tiba.

“Tantangannya adalah jumlah pasien yang datang. Saat ini kami kekurangan staf,” kata Perez, menambahkan bahwa setidaknya 18 orang telah dibawa ke satu rumah sakit setempat.

“Kapal feri tersebut berlayar dari Kota Zamboanga ke Pulau Jolo ketika insiden itu terjadi,” tambahnya.

Sebuah video yang dirilis oleh Penjaga Pantai Philipina menunjukkan para korban selamat dievakuasi dari air dan menerima perawatan medis.

Para korban selamat terdengar berteriak meminta bantuan dalam kegelapan dalam sebuah video langsung di Facebook.

“Untuk saat ini kami belum dapat mengatakan penyebab tenggelamnya kapal, tetapi kami diinstruksikan untuk melakukan investigasi kecelakaan maritim untuk menentukan penyebabnya,” kata Dua.

“Saat ini, kami fokus pada penyelamatan.”

Para korban selamat dibawa ke pos penjaga pantai di Zamboanga dan Kota Isabela, tambahnya.

Dalam pernyataannya, penjaga pantai mengatakan feri tersebut tidak kelebihan muatan.

Negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa ini memiliki sejarah panjang bencana yang melibatkan feri antar pulau yang beroperasi di lautnya.

Banyak yang bergantung pada kapal dan perahu murah dan kurang diatur untuk transportasi antar lebih dari 7.000 pulau di negara itu, meskipun sering terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2023, lebih dari 30 orang tewas ketika kebakaran melanda sebuah feri di Philipina selatan.(yn)

Khamenei Menghilang, Israel Siaga Penuh—Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar

EtIndonesia. Ketegangan di Timur Tengah kembali naik tajam dalam beberapa pekan terakhir, ditandai oleh meningkatnya sinyal kesiapsiagaan dari Iran, langkah siaga penuh Israel, serta penguatan postur militer Amerika Serikat di sekitar kawasan Teluk. Di tengah situasi itu, beredar pula sejumlah klaim intelijen sumber terbuka (OSINT) mengenai aktivitas militer Tiongkok dan perubahan pola kemunculan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei—meski sebagian di antaranya belum dapat diverifikasi secara independen.

Gelombang Krisis: Iran di Bawah Tekanan Dalam Negeri, Ancaman Eksternal Menguat

Situasi Iran sejak awal Januari 2026 menjadi perhatian dunia karena kombinasi dua faktor: krisis domestik dan ketegangan eksternal dengan Amerika Serikat serta Israel.

Pada 9 Januari 2026, Reuters melaporkan Khamenei menyampaikan pidato di tengah protes yang meluas; dia menegaskan tidak akan mundur dan menuding demonstrasi dipicu pihak luar. Media internasional juga menyoroti kerasnya respons aparat terhadap gelombang protes dan pembatasan internet yang berdampak ekonomi serta politik.

Di saat tekanan internal belum mereda, tensi eksternal ikut naik. Pada 20 Januari 2026, Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap Khamenei akan memicu “jihad” (seruan perang suci), sebuah sinyal bahwa Teheran menganggap isu keselamatan pemimpin tertingginya sebagai garis merah.

“Khamenei Menghilang”? Ini yang Bisa Dipastikan dan yang Masih Klaim

Dalam narasi yang beredar di beberapa kanal, disebutkan Khamenei “menghilang dari ruang publik” dan membatalkan agenda Jumat karena alasan keamanan. Namun, hingga 26 Januari 2026, klaim “menghilang” tersebut tidak memiliki konfirmasi resmi yang kuat dari sumber arus utama dan lebih banyak beredar sebagai spekulasi/OSINT.

Yang bisa dipastikan dari laporan Reuters: pada periode awal Januari, Khamenei masih tercatat tampil/dirujuk dalam konteks pidato terkait situasi protes (9 Januari 2026), sehingga pernyataan “menghilang total” perlu diperlakukan hati-hati dan tidak boleh dianggap fakta tanpa verifikasi tambahan.

Iran Meningkatkan Sinyal Balasan: Target “Investasi Terkait AS”

Pada 23 Januari 2026, Reuters melaporkan seorang ulama berpengaruh Iran memperingatkan bahwa Iran bisa menargetkan investasi yang terkait AS di kawasan jika diserang—indikasi bahwa Teheran menyiapkan spektrum respons yang tak hanya militer langsung, tetapi juga menyasar kepentingan ekonomi dan jaringan regional.

Peringatan ini memperkuat kekhawatiran para pejabat keamanan kawasan: apabila terjadi serangan pendahuluan, pembalasan Iran dapat mengambil bentuk rudal balistik, drone, serta operasi melalui kelompok proksi, yang berpotensi mengubah konflik menjadi perang regional.

Israel Masuk Mode Siaga: Antisipasi Efek Domino Jika AS Bertindak

Di sisi Israel, media setempat melaporkan penguatan postur dan persiapan menghadapi skenario paling buruk. Pada 25 Januari 2026, Haaretz menulis tentang pengerahan dan penguatan aset AS di sekitar kawasan dan konteks ancaman terhadap Iran, termasuk dinamika penempatan pesawat tempur tertentu dan kesiapan kawasan.

Dalam kalkulasi Israel, risiko utama adalah efek domino: jika target strategis Iran diserang, balasan dapat menyasar Israel secara langsung maupun melalui front lain (misalnya via proksi lintas batas), sehingga Tel Aviv merasa perlu menyiapkan pertahanan berlapis sejak awal.

Pengerahan Militer AS: Indikator “Fase Nyata” Bukan Sekadar Ancaman

Walau detail angka-angka tertentu yang beredar di media sosial (misalnya jumlah Tomahawk spesifik per kapal) sering kali sulit diverifikasi secara publik, tren besarnya jelas: AS memperkuat kesiapan dan jejaring komando-operasi di kawasan.

Salah satu indikator yang sering dinilai sebagai langkah “pra-operasi” adalah penguatan kemampuan komando, kontrol, dan koordinasi di teater Timur Tengah. Di level resmi, situs Komando Pusat AS (CENTCOM) menunjukkan aktivitas dan agenda latihan/penguatan kemampuan kawasan selama Januari 2026, meski tidak selalu merinci semua pergerakan sensitif secara operasional.

Klaim “16 Pesawat Angkut Militer Tiongkok ke Iran”: Ramai, Tapi Statusnya Masih Abu-abu

Bagian lain yang paling menyita perhatian adalah klaim bahwa 16 pesawat angkut militer Tiongkok mendarat di Iran dalam waktu singkat, yang ditafsirkan sebagai sinyal dukungan terbuka Beijing kepada Teheran.

Namun, sejauh penelusuran sumber terbuka, informasi ini banyak berasal dari laporan yang menyebut “narasi beredar” dan unggahan media sosial, bukan konfirmasi resmi negara atau lembaga yang dapat diverifikasi penuh.

Artinya: isu ini patut dicatat sebagai perkembangan yang sedang diperdebatkan, tetapi untuk standar berita yang ketat, ia sebaiknya ditempatkan sebagai klaim OSINT sambil menunggu bukti independen (misalnya data penerbangan yang tervalidasi, citra satelit, atau pernyataan resmi).

Kesimpulan Sementara: Kawasan Mendekati Titik Kritis

Rangkaian kejadian sepanjang 9–25 Januari 2026 menunjukkan eskalasi yang nyata:

  • 9 Jan 2026: Khamenei berpidato terkait protes, menandai tekanan domestik yang meningkat.
  • 20 Jan 2026: Parlemen Iran mengeluarkan peringatan “jihad” jika Khamenei diserang—sinyal garis merah Teheran.
  • 23 Jan 2026: Peringatan potensi pembalasan Iran yang menyasar kepentingan terkait AS di kawasan.
  • 25 Jan 2026: Laporan media Israel menyoroti penguatan postur dan konteks kesiagaan menghadapi skenario serangan.
  • Klaim OSINT (sekitar pertengahan–akhir Jan 2026): isu pesawat angkut Tiongkok ke Iran ramai, tetapi belum terverifikasi tegas.

Dengan kondisi ini, para analis menilai kawasan berada dalam fase “mudah tersulut”: satu insiden—serangan terbatas, salah hitung, atau provokasi di front lain—dapat memicu rangkaian pembalasan yang sulit dikendalikan.

Pendidikan Keuangan Anak dalam Keluarga Yahudi

EtIndonesia. Bagaimana Para Miliarder Mendidik Anak Mereka? Apakah mereka sejak kecil diberi uang yang tak ada habisnya? Justru sebaliknya!

Belakangan ini, saya mencermati pendidikan keuangan dalam keluarga dan pola asuh orang tua di sekitar kita. Banyak yang cenderung terlalu longgar. Padahal, jika berbicara tentang siapa yang paling pandai menghasilkan uang dan paling piawai mengajarkan anak-anaknya tentang uang, maka orang Yahudi berada di peringkat teratas di dunia.

Pendidikan Keuangan Orang Yahudi Diakui Dunia

Orang Yahudi memiliki sistem pendidikan keuangan anak yang sangat khas. Mereka bahkan memiliki kebiasaan memberikan saham kepada anak yang baru berusia satu tahun, terutama di kalangan Yahudi Amerika Utara.

Tahapan pendidikan keuangan anak dalam keluarga Yahudi umumnya sebagai berikut:

  • Usia 3 tahun: Anak mulai diajari mengenali uang logam dan uang kertas.
  • Usia 5 tahun: Anak diajari bahwa uang dapat digunakan untuk membeli barang yang mereka inginkan, serta diperkenalkan bagaimana uang diperoleh.
  • Usia 7 tahun: Anak mulai belajar membaca label harga barang dan memperdalam konsep “uang ditukar dengan barang”.
  • Usia 8 tahun: Anak diajari bahwa uang dapat diperoleh dengan bekerja paruh waktu, serta membiasakan mereka menabung di bank.
  • Usia 11–12 tahun: Anak diajarkan untuk memahami tipu daya iklan televisi, menyusun rencana pengeluaran minimal dua minggu, serta mengenal dan menggunakan istilah-istilah perbankan dengan benar.

Rockefeller: Miliarder yang Sangat Ketat Mendidik Anak

Raja minyak dunia Rockefeller juga berasal dari keluarga Yahudi. Dia mewajibkan anak-anaknya mencatat setiap pengeluaran harian sebelum tidur, bahkan mengajarkan mereka mencari tahu di mana barang bisa dibeli dengan harga lebih murah. Tujuannya jelas: membiasakan hidup hemat sejak dini.

Padahal Rockefeller adalah orang terkaya di Amerika dan miliarder pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari satu miliar dolar. Namun uang saku yang dia berikan kepada anak-anaknya sangat sedikit—bahkan lebih ketat dibanding keluarga biasa.

Orang Terkaya Amerika Mengajarkan Anak Tidak Boros Sejak Kecil

Aturan uang saku yang diterapkan Rockefeller adalah sebagai berikut:

  • Usia 7–8 tahun: uang saku mingguan sebesar 30 sen dolar
  • Usia 11–12 tahun: uang saku mingguan sebesar 1 dolar
  • Di atas 12 tahun: uang saku mingguan sebesar 3 dolar

Uang saku diberikan seminggu sekali. Anak-anak diwajibkan membuat anggaran terlebih dahulu dan mencatat dengan rinci setiap pengeluaran. Catatan ini harus diserahkan saat menerima uang saku berikutnya.

Jika pencatatan rapi dan penggunaan uang tepat, maka minggu berikutnya uang saku akan ditambah 5 sen. Sebaliknya, jika tidak jelas, jumlahnya akan dikurangi.

Bahkan seorang miliarder seperti Rockefeller pun mendidik anaknya dengan cara ini. Lalu, masih pantaskah kita memanjakan anak secara berlebihan?

Kekayaan Bisa Habis, Tapi Kebijaksanaan Akan Selalu Menyertai

Pada umumnya, para miliarder berusaha keras agar anak-anak mereka tidak tumbuh dengan rasa superior hanya karena lahir di keluarga kaya. Mereka ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan keuangan dasar seperti anak-anak biasa.

Yang terpenting, mereka ingin anak-anak memahami bahwa uang itu tidak mudah diperoleh, sehingga kelak mereka mampu menjaga dan mengelola kekayaan.

Dalam pekerjaan saya, saya pernah mewawancarai banyak pengusaha besar—termasuk Yen Kai-tai dan Wang Ling-chiao, yang sering disebut “lahir dengan sendok emas”. Namun masa kecil mereka tidaklah mudah. Yen Kai-tai, misalnya, berangkat dan pulang sekolah naik bus sekolah seperti anak-anak lainnya, tanpa mobil mewah antar-jemput.

Harta Bisa LenYap, Tapi Hikmah Tetap Abadi

Dalam keluarga Yahudi, para ibu sering mengajukan pertanyaan ini kepada anak-anaknya: “Jika suatu hari rumahmu terbakar dan seluruh hartamu dirampas, lalu apa yang akan kamu bawa untuk menyelamatkan diri?”

Anak-anak biasanya menjawab secara spontan: uang, berlian, atau perhiasan.

 Namun sang ibu akan berkata: “Anakku, yang harus kamu bawa bukanlah uang atau berlian, melainkan kebijaksanaan.”

Karena kebijaksanaan adalah satu-satunya hal yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun.

Hikmah Cerita

Artikel ini memberi pemahaman yang lebih dalam tentang makna pepatah: “Daripada memberi ikan, lebih baik mengajarkan cara memancing.”

Setiap orangtua tentu ingin anaknya sukses dan berhasil. Mereka bekerja keras, berusaha memenuhi segala kebutuhan anak demi masa depan yang lebih baik. Namun sering kali, tanpa disadari, anak justru menganggap semua itu sebagai sesuatu yang wajar dan semestinya.

Selain memenuhi kebutuhan materi, yang jauh lebih penting adalah pendidikan batin dan pembentukan pola pikir—agar anak memahami betapa sulitnya mencari uang dan betapa besar pengorbanan orang tua.

Hal-hal ini tidak bisa diajarkan hanya lewat kata-kata, sekolah, atau buku. Dia harus ditanamkan melalui pendidikan keluarga dan interaksi nyata antara orangtua dan anak, agar anak dapat benar-benar merasakan dan belajar dari pengalaman hidup.

Semoga setelah membaca artikel ini, kita semua mendapat inspirasi baru tentang bagaimana mendidik dan membesarkan anak, khususnya dalam hal keuangan dan nilai kehidupan.(jhn/yn)

Jenderal Zhang Youxia Sedang Diselidiki: Kekacauan di Zhongnanhai, Semua orang Hidup Dalam Ketakutan

Situasi politik Tiongkok memasuki titik balik! petinggi partai komunis Tiongkok, Zhang Youxia disingkirkan, Xi Jinping terisolasi dan tanpa dukungan, militer kehilangan para jenderalnya—runtuhnya “bangunan” Partai Komunis Tiongkok (PKT) dinilai telah menjadi kenyataan.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan Tiongkok secara mendadak mengumumkan bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan KMP Liu Zhenli diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. 

Setelah diteliti oleh pimpinan pusat partai, diputuskan untuk membuka penyelidikan resmi terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Sejak rumor penahanan Zhang Youxia ramai beredar di internet pada 20 Januari hingga pengumuman resmi, ia menjadi salah satu jenderal yang “jatuh” dengan proses tercepat sejauh ini.

Saat Zhang Youxia ditangkap, di luar negeri tengah ramai ditayangkan serial berjudul Winnie’s Last Days (Akhir Zaman Winnie), yang menyindir terjadinya kudeta di Zhongnanhai: seorang “Jenderal Zhang” yang tak lagi mampu menahan diri mengerahkan pasukan untuk menangkap sang diktator “Winnie” yang duduk di singgasana kekuasaan. 

“Winnie” merupakan sebutan rakyat untuk Xi Jinping. Kebetulan ini menunjukkan bahwa penangkapan Zhang Youxia mungkin bukan hasil perencanaan matang, melainkan lebih menyerupai tindakan impulsif.

Analisis menyoroti frasa kunci dalam pengumuman resmi: “diputuskan setelah diteliti oleh pimpinan pusat partai”. Ungkapan ini biasanya hanya digunakan untuk tokoh setingkat wakil negara ke atas, kasus yang menyangkut keamanan politik sistemik, atau tindakan besar yang harus mendapat persetujuan tingkat tertinggi. Ini berarti bukan komisi disiplin yang terlebih dahulu menemukan masalah, melainkan kesimpulan politik sudah ditetapkan lebih dulu, baru kemudian prosedur dijalankan.

Zhang Youxia yang berusia 75 tahun—dari segi posisi di militer, latar belakang, dan hubungannya dengan Xi—dipandang mirip dengan Lin Biao pada era Mao Zedong. Opini publik di luar negeri menilai dampak peristiwa ini dapat disejajarkan dengan “Insiden Lin Biao” atau “Insiden Wang Lijun”, yang merupakan kejadian-kejadian insidental langka namun sering memicu perubahan besar dalam konstelasi politik.

Profesor Universitas California, Victor Shih menyatakan keterkejutannya. Ia sebelumnya mengira He Weidong-lah figur bergaya Lin Biao, namun ternyata justru Zhang Youxia—sahabat lama yang pernah membantu Xi mengkonsolidasikan kekuasaan. Hal ini akan menyebabkan tersingkirnya gelombang terakhir jenderal militer yang memiliki pengalaman tempur nyata dalam Perang Vietnam.

Sejak berkuasa pada 2012, Xi Jinping telah membersihkan lebih dari 100 perwira tinggi militer, termasuk empat wakil ketua Komisi Militer Pusat. Dalam susunan terbaru KMP, kini hanya tersisa Zhang Shengmin. 

Skala pembersihan ini melampaui Revolusi Kebudayaan maupun pembersihan besar-besaran di Uni Soviet. Xi Jinping kerap dibandingkan dengan Chongzhen, kaisar terakhir Dinasti Ming—dikenal kejam, curiga, dan gemar membunuh; dalam 17 tahun pemerintahannya ia mengganti 14 menteri perang, dan akhirnya menjadi pengakhiri Dinasti Ming.

Zhang Youxia memiliki tiga “label” yang sulit ditiru di tubuh militer:

  • Keturunan merah generasi kedua: ayahnya adalah seorang jenderal pendiri negara.
  • Pengalaman tempur nyata: pernah bertempur dalam Perang Vietnam, yang hampir punah di jajaran elite saat ini.
  • Senioritas dan basis kuat: memiliki posisi stabil di berbagai kepemimpinan lintas generasi.

Zhang Youxia dianggap sebagai sosok terakhir di militer yang masih mewakili logika profesional dan suara sistem. Penyingkirannya akan membawa tiga konsekuensi utama:

  1. Pengambilan keputusan menjadi tidak profesional: para jenderal tidak lagi memikirkan cara memenangkan perang, melainkan cara menebak kehendak atasan.
  2. Sistem komando menjadi hampa: konsep operasi gabungan terdegradasi, keputusan kembali terpusat pada satu orang; level menengah hanya boleh menjalankan perintah, bukan menilai.
  3. Meningkatnya risiko petualangan eksternal: karena tak ada yang berani menjadi “rem”, semua hanya mengikuti arus, sangat rentan terhadap salah perhitungan dan kehilangan kendali.

Analisis menyebutkan bahwa hilangnya kemampuan militer untuk melakukan kritik profesional, diplomasi yang makin emosional, meningkatnya biaya pengendalian internal, serta melemahnya kemampuan koreksi kesalahan, pada akhirnya akan merembet ke nilai tukar, lapangan kerja, kebijakan wajib militer, dan skala kontrol sosial.

Ketika sistem mengosongkan semua “zona penyangga”, itu menunjukkan menurunnya kepercayaan diri terhadap diri sendiri. Kini, setiap pusat pemikiran independen di tubuh militer otomatis dipandang sebagai titik risiko. Ini menandai bahwa runtuhnya “bangunan besar” PKT telah menjadi kenyataan. (Hui)

Zhongnanhai : Komplek dan Kantor Pusat Partai Komunis Tiongkok di Beijing

Kejatuhan Tokoh-tokoh Pragmatis Zhang Youxia dan Liu Zhenli Menandai Runtuhnya Kekuatan Militer Partai Komunis Tiongkok 

Kelompok jenderal berpengalaman tempur di militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah disapu bersih. Zhang Youxia dan Liu Zhenli tumbang, kekuatan militer PKT mengalami pukulan berat, dan Xi Jinping dinilai telah mengosongkan sepenuhnya sistem komando militer.

Anggota Politbiro PKT sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Youxia, serta anggota KMP dan Kepala Staf Gabungan KMP Liu Zhenli, hari ini secara mendadak diumumkan “jatuh”. 

Analisis menyebutkan, keduanya merupakan jenderal terakhir di militer PKT yang memiliki pengalaman tempur nyata. Kejatuhan mereka menjadi hantaman besar bagi kekuatan militer PKT, sekaligus menandai bahwa Xi Jinping telah menguras habis sistem komando militer PKT.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengumumkan bahwa anggota Politbiro dan Wakil Ketua KMP Zhang Youxia, serta anggota KMP dan Kepala Staf Gabungan KMP Liu Zhenli, “diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”, sehingga resmi diselidiki dan diperiksa.

Ini merupakan pertama kalinya sejak 1989 PKT menyingkirkan dua anggota Politbiro dalam satu masa jabatan yang sama.

Kala itu, PKT mencopot pemimpin partai saat itu sekaligus Wakil Ketua KMP peringkat pertama, Zhao Ziyang, beserta seorang kolega Politbiro lainnya. Mereka dianggap bersikap lunak dalam menangani demonstrasi di Beijing, yang pada akhirnya ditumpas dengan kekerasan militer.

Adapun Zhang Youxia yang kini tumbang, lahir pada Juli 1950 di Weinan, Provinsi Shaanxi. Ayahnya, Zhang Zongxun, adalah seorang jenderal pendiri negara (shangjiang) PKT yang pernah menjabat Menteri Logistik Umum militer. Zhang Youxia ikut serta dalam Perang Tiongkok–Vietnam tahun 1979, dan pada 1984 memimpin pasukan dalam Pertempuran Liangshan.

Perlu dicatat, Zhang Zongxun dan Zhang Youxia dikenal sebagai “ayah-anak jenderal”. Zhang Zongxun merupakan rekan dekat ayah Xi Jinping, Xi Zhongxun, sejak sebelum PKT berkuasa. Setelah Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan, Zhang Youxia menjadi salah satu “pangeran merah” di militer yang mendukung kekuasaan Xi.

Liu Zhenli, yang diumumkan tumbang bersamaan dengan Zhang Youxia, lahir Agustus 1964 di Luancheng, Provinsi Hebei. Ia masuk militer pada September 1983 dan ditempatkan di Kompi Intai Divisi Infanteri ke-112. Sejak 30 April 1986, ia ikut serta dalam Pertempuran Liangshan dan bertugas di garis depan selama lebih dari satu tahun.

Komentator politik Li Linyi menyatakan bahwa militer PKT sudah bertahun-tahun tidak berperang. Zhang Youxia dan Liu Zhenli adalah jenderal terakhir yang benar-benar memiliki pengalaman tempur. Penyingkiran mereka merupakan pukulan berat, bukan hanya bagi kekuatan militer PKT, tetapi juga bagi rezim itu sendiri.

Peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan kepada Epoch Times bahwa Zhang dan Liu adalah jenderal beraliran “praktisi tempur”, sehingga pandangan politik dan pemikiran mereka berbeda dari Xi Jinping, dan karena itulah mereka disingkirkan.

Sementara tokoh-tokoh seperti He Weidong dan Miao Hua—yang sebelumnya disingkirkan melalui manuver Zhang Youxia—tidak memiliki pengalaman tempur, namun secara politik jauh lebih loyal kepada Xi Jinping. Di bawah arahan mereka, militer mungkin tidak menjadi lebih kuat, tetapi akan mengeksekusi perintah Xi sepenuhnya. Hal ini justru meningkatkan risiko tindakan ekspansionis atau operasi militer ke luar negeri.

Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat periode ke-20 PKT, kini hanya tersisa Zhang Shengmin dan Xi Jinping. Di jajaran jenderal aktif, selain Wakil Ketua KMP Zhang Shengmin dan Menteri Pertahanan Dong Jun, masih ada Panglima Komando Teater Timur Yang Zhibin dan Panglima Komando Teater Tengah Han Shengyan yang dipromosikan menjadi jenderal pada Desember lalu.

Shen Ming-shih menyatakan, sebelumnya masih ada beberapa jenderal lain yang pernah terlibat pertempuran pada 1988, namun mereka kini telah tumbang atau dicopot.

Masalah terbesar militer PKT saat ini adalah banyaknya kekosongan jabatan jenderal, khususnya para letnan jenderal yang kemungkinan besar akan terseret oleh kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli, lalu ikut dibersihkan. Hal ini akan mengosongkan sistem komando tingkat tinggi militer PKT.

Shen memperkirakan bahwa Zhang Shengmin, yang baru saja dipromosikan menjadi Wakil Ketua KMP, kemungkinan telah “diamankan” oleh Xi Jinping. Kini KMP hanya tersisa satu orang selain Xi, dan apakah anggota baru akan segera diangkat masih belum jelas.

Zhong Shaojun sebelumnya dipandang sebagai kandidat untuk mengisi jabatan anggota KMP. Apakah ia akan kembali tampil masih perlu diamati. Jika tidak ada sosok yang cocok, Xi kemungkinan akan menarik Menteri Pertahanan Dong Jun untuk masuk ke KMP, setidaknya agar ada dua hingga tiga orang demi menjalankan fungsi komisi tersebut.

Asisten peneliti di Institut Strategi dan Sumber Daya, Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Zhong Zhidong, mengatakan kepada Epoch Times bahwa saat ini di antara anggota KMP tidak ada satu pun jenderal yang benar-benar memiliki pengalaman tempur. Zhang Shengmin sendiri adalah kader politik. Jika Xi berniat melakukan aksi militer terhadap Taiwan, kondisi ini tentu akan berdampak besar. Penyingkiran Zhang Youxia dan Liu Zhenli kali ini juga berkaitan dengan upaya Xi menunjukkan sikap ingin terus berkuasa.

Sebelumnya, akademisi Australia Yuan Hongbing mengatakan kepada Epoch Times bahwa apa yang disebut Xi Jinping sebagai “revolusi diri” melalui pembersihan besar-besaran, pada kenyataannya telah menghancurkan seluruh struktur kepemimpinan militer PKT. Tahun 2026 akan menjadi tahun terlemah bagi “tentara penjaga partai” PKT.

Komentator Li Linyi menambahkan, setelah menyingkirkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, tidak menutup kemungkinan Xi justru menjadi semakin nekat, bahkan berani mengambil risiko menyerang Taiwan untuk membuktikan kemampuannya. Oleh karena itu, komunitas internasional tidak boleh meremehkan situasi di Selat Taiwan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump Ungkap “Senjata Rahasia”: Senjata Discombobulator Dipakai dalam Operasi Tangkap Maduro

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan sebuah perangkat militer rahasia yang menurutnya menjadi kunci sukses operasi militer di Venezuela yang berlangsung pada 3 Januari 2026, dalam wawancara eksklusif dengan The New York Post yang dipublikasikan pada 24–25 Januari 2026.

Trump menyebut alat itu sebagai “The Discombobulator”, sebuah perangkat yang menurutnya mampu melumpuhkan sistem pertahanan lawan secara drastis, memungkinkan pasukan AS menguasai situasi di ibu kota Caracas dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, tanpa korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

Senjata “Discombobulator”: Apa yang Diungkap Trump

Dalam wawancara tersebut, Trump menjelaskan bahwa Discombobulator tidak hanya menonaktifkan sistem radar dan pertahanan Venezuela, tetapi juga membuat rudal buatan Rusia dan Tiongkok yang dimiliki pemerintah Venezuela tidak bisa diluncurkan sama sekali.

“Mereka punya roket dari Rusia dan Tiongkok, dan mereka tidak pernah berhasil meluncurkan satu pun. Ketika mereka menekan tombol—tidak ada yang berfungsi,” ujar Trump.

Dia mengatakan bahwa efek senjata itu lebih efektif daripada peralatan militer konvensional dalam operasi semacam ini, namun menolak menjelaskan teknologi teknis di baliknya dengan alasan kerahasiaan dan keamanan nasional.

Operasi di Caracas: Kronologi Singkat

Menurut laporan-laporan laporan independen dan laporan investigasi media, operasi militer besar yang dimulai dini hari tanggal 3 Januari 2026 melibatkan kombinasi serangan udara, perang elektronik, dan penyusupan pasukan khusus ke kompleks pertahanan utama Venezuela. Serangan awal menargetkan radar, sistem komunikasi, dan unit pertahanan udara di sekitar Caracas, merusak kemampuan reaksi cepat pasukan Venezuela.

Sebagai bagian dari strategi, pasukan AS dilaporkan menggunakan taktik perang elektronik untuk memutus sistem komunikasi dan kendali, sehingga memudahkan misi pendaratan heli pasukan khusus di titik-titik strategis. Selanjutnya pasukan elit berhasil menangkap Maduro dan Flores sebelum mereka bisa mencari perlindungan di bunker bawah tanah kompleks militer.

Sumber-sumber independen melaporkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas dalam serangan itu, termasuk sejumlah tentara bayaran dan personel keamanan Venezuela, serta beberapa warga sipil. Tidak ada laporan resmi yang menyebutkan jumlah korban di pihak AS.

Efek Senjata dan Kesaksian Saksi

Selain pernyataan Trump, beberapa laporan media memasukkan klaim dari saksi mata yang menggambarkan efek misterius dari apa yang disebut sebagai “senjata sonik” atau energi intens. Seorang mantan pengawal Maduro menggambarkan sensasi seperti gelombang suara ekstrem yang menyebabkan:

  • pusing hebat
  • mimisan
  • muntah darah
  • ketidakmampuan bergerak secara tiba-tiba

Media juga menekankan bahwa klaim ini belum dikonfirmasi secara independen oleh sumber militer resmi atau lembaga riset teknologi. Beberapa analis berpendapat bahwa apa pun perangkat itu, efeknya dapat berkaitan dengan gabungan teknologi perang elektronik, frekuensi energi, dan taktik perang modern lainnya, bukan semata “senjata tunggal yang luar biasa”.

Maduro dan Cilia Flores: Status Hukum Terkini

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya dilaporkan dibawa ke Amerika Serikat, di mana keduanya menghadapi dakwaan federal terkait narkoterrorisme, konspirasi, dan kepemilikan senjata ilegal di sebuah pengadilan di Brooklyn, New York. Maduro mengklaim dirinya sebagai “prisoner of war” dan tetap menganggap dirinya sebagai Presiden sah Venezuela, sementara pemerintah internasional dan kelompok HAM menyuarakan protes atas tindakan AS tersebut.

Dinamika Politik di Venezuela Pasca-Operasi

Pasca operasi, Delcy Rodríguez, yang sebelumnya merupakan pemimpin oposisi dalam tubuh pemerintahan, ditunjuk sebagai Presiden Interim Venezuela. Dia mengumumkan pembebasan ratusan tahanan politik dan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan AS, termasuk dalam pengamanan pasokan minyak Venezuela yang sangat besar.

Beberapa negara dan organisasi internasional—termasuk sekutu dekat Venezuela—mengutuk operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Diskusi soal legalitas intervensi militer dan penahanan pemimpin sah negara itu pun semakin kuat di forum-forum internasional.

Pandangan Ahli tentang Era Baru Perang Modern

Para pakar militer menilai bahwa skenario seperti yang diklaim Trump menunjukkan perubahan paradigma perang modern, di mana prioritas bukan sekadar kehancuran fisik terhadap lawan, melainkan pelumpuhan sistem pertahanan dan komunikasi lawan secara efektif tanpa harus mengandalkan jumlah besar pasukan atau pertempuran konvensional. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa banyak klaim tetap perlu diverifikasi secara teknis dan ilmiah sebelum disimpulkan sebagai fakta.

Kesimpulan

Perkembangan terbaru ini menggambarkan dinamika konflik internasional yang kompleks, serta kecenderungan senjata mutakhir dan strategi non-konvensional menjadi bagian dari operasi militer besar. Meskipun Amerika Serikat menggambarkan operasi ini sebagai kemenangan strategis, banyak pihak internasional masih mempertanyakan legalitas, etika, dan risiko jangka panjang dari penggunaan teknologi militernya.

Pendaki AS Mendaki Gedung Tertinggi Taiwan Tanpa Tali dalam 91 Menit

EtIndonesia. Pendaki AS, Alex Honnold mendaki gedung pencakar langit Taipei 101 tanpa tali atau jaring pengaman pada hari Minggu (25/1), disaksikan oleh ribuan penggemar yang bersorak dan melambaikan tangan saat dia memanjat salah satu gedung tertinggi di dunia.

“Keren,” kata Honnold saat dia sampai di puncak gedung tertinggi Taiwan setelah pendakian “solo bebas” selama 91 menit, yang diorganisir dan disiarkan langsung oleh Netflix.

“Sungguh cara yang indah untuk melihat Taipei,” katanya kepada wartawan setelah misinya, yang ditunda sehari karena cuaca buruk.

Taipei 101 setinggi 508 meter, yang mendominasi cakrawala kota dan merupakan daya tarik wisata utama, adalah gedung tertinggi di dunia dari tahun 2004 hingga 2010, sebuah gelar yang saat ini dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai.

Pendakian tersebut, tanpa peralatan keselamatan, berlangsung dengan dukungan penuh dan izin dari Taipei 101 dan pemerintah kota.

Honnold mengatakan bahwa dia pernah berpikir untuk mendaki struktur tersebut tanpa izin.

“Tetapi kemudian karena menghormati bangunan dan semua orang di tim yang telah mengizinkan saya mengaksesnya, saya berpikir, yah, jelas saya tidak akan mengambil alih ini, saya akan menghormati orang-orang dan melihat apakah ini akan berhasil.”

Produser Eksekutif James Smith mengatakan bahwa jarang sekali sebuah bangunan mempercayai seorang pendaki dan mengizinkan acara seperti itu terjadi, menyebut Taipei 101 sebagai “ikon sejati negara ini”.

Para politisi Taiwan menggunakan media sosial untuk berterima kasih kepada Honnold dan Netflix karena telah menempatkan Taiwan – yang lebih terbiasa tampil di berita utama global karena kehebatan semikonduktornya atau ancaman militer Tiongkok – di sorotan internasional dengan perspektif yang berbeda.

“Selamat kepada Alex yang berani dan tak kenal takut karena telah menyelesaikan tantangan ini,” tulis Presiden Lai Ching-te di halaman Facebook-nya.

“Melalui kamera siaran langsung Netflix, dunia tidak hanya melihat Taipei 101 – tetapi juga melihat kehangatan dan semangat rakyat Taiwan, serta perbukitan dan pemandangan indah negeri ini,” tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya Taipei 101 didaki.

Pada tahun 2004, pendaki asal Prancis, Alain Robert, yang dijuluki “Spiderman” karena pendakiannya tanpa tali di beberapa gedung pencakar langit tertinggi di dunia, mendaki gedung tersebut, meskipun dengan menggunakan tali pengaman, dalam waktu empat jam.(yn)