Ternyata Sangat Sederhana

EtIndonesia. Ada seorang anak muda yang bekerja sebagai murid magang di sebuah bengkel sepeda. Suatu hari, seseorang mengantar sepeda yang rusak untuk diperbaiki. Anak magang itu bukan hanya memperbaiki sepeda tersebut, tetapi juga membersihkannya hingga tampak indah seperti baru.

Para murid magang lain menertawakannya, menganggap dia terlalu berlebihan. Tak lama kemudian, pemilik sepeda datang mengambil sepedanya.

Keesokan harinya, anak magang itu justru direkrut untuk bekerja di perusahaan milik pemilik sepeda tersebut.

Ternyata, untuk menjadi orang yang menonjol itu sangat sederhana—cukup mau sedikit merugi dan memberi lebih.

Seorang pemilik peternakan meminta anaknya bekerja keras setiap hari di ladang.

Seorang teman berkata kepadanya :  “Kamu tidak perlu membuat anakmu bekerja sekeras itu. Tanaman tetap akan tumbuh dengan baik.”

Pemilik peternakan itu menjawab :  “Aku bukan sedang membesarkan tanaman, aku sedang membesarkan anakku.”

Ternyata, mendidik anak itu sangat sederhana—biarkan dia merasakan sedikit kesusahan.

Seorang pelatih tenis bertanya kepada murid-muridnya :  “Jika sebuah bola tenis jatuh ke dalam tumpukan rumput, bagaimana cara mencarinya?”

Ada yang menjawab: “Mulai dari tengah tumpukan rumput.”

Ada yang berkata :  “Mulai dari bagian yang paling cekung.”

Ada juga yang menjawab : “Mulai dari bagian rumput yang paling panjang.”

Pelatih pun menyampaikan jawaban yang benar: “Cari secara teliti, dari satu ujung lapangan rumput ke ujung lainnya.”

Ternyata, cara menemukan keberhasilan itu sangat sederhana—hitung dari satu sampai sepuluh tanpa melompati satu pun langkah.

Ada sebuah toko yang selalu terang benderang.

Seseorang bertanya :  “Lampu apa yang kalian pakai? Kok awet sekali?”

Pemilik toko menjawab :  “Lampu kami juga sering rusak, hanya saja setiap rusak langsung kami ganti.”

Ternyata, cara menjaga dan mempertahankan sesuatu itu sangat sederhana—cukup rajin.

Seekor katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan :  “Tempatmu terlalu berbahaya. Pindahlah ke tempatku.”

Katak pinggir jalan menjawab :  “Aku sudah terbiasa, malas pindah.”

Beberapa hari kemudian, katak sawah datang menjenguk, namun mendapati katak pinggir jalan telah terlindas mobil dan mati di jalan.

Ternyata, cara mengendalikan arah hidup itu sangat sederhana—jauhi kemalasan.

Seekor anak ayam baru saja menetas dari telur, kebetulan ada kura-kura yang lewat. Sejak itu, anak ayam tersebut terus membawa cangkang telurnya seumur hidup.

Ternyata, untuk melepaskan beban berat itu sangat sederhana—lepaskan kelekatan dan pandangan yang kaku.

Beberapa anak ingin menjadi malaikat. Tuhan memberi masing-masing sebuah tempat lilin dan berpesan agar mereka menjaga cahayanya tetap bersih.

Hari demi hari berlalu, Tuhan tak kunjung datang. Semua anak berhenti membersihkan tempat lilin mereka. Namun ada satu anak yang terus membersihkannya setiap hari, meski sering diejek sebagai anak bodoh.

Suatu hari, Tuhan datang tiba-tiba. Semua tempat lilin tertutup debu tebal, kecuali milik anak yang dianggap bodoh itu. Akhirnya, hanya dialah yang menjadi malaikat.

Ternyata, menjadi malaikat itu sangat sederhana—cukup lakukan dengan sungguh-sungguh.

Seekor anak babi memohon kepada Tuhan agar diizinkan menjadi murid-Nya. Tuhan mengabulkannya. Kebetulan, ada seekor anak sapi yang baru keluar dari lumpur, tubuhnya penuh kotoran.

Tuhan berkata kepada anak babi : “Pergilah, bantu bersihkan tubuhnya.”

Anak babi terkejut dan berkata :  “Aku adalah murid Tuhan, bagaimana mungkin aku melayani sapi yang kotor seperti itu?”

Tuhan menjawab : “Jika kamu tidak melayani sesama, bagaimana orang lain tahu bahwa kamu adalah murid-Ku?”

Ternyata, memperlakukan orang lain itu sangat sederhana—cukup dengan ketulusan hati.

Sebuah tim pendulang emas berjalan di gurun pasir. Semua tampak letih dan menderita, kecuali satu orang yang melangkah dengan ringan dan ceria.

Orang lain bertanya :  “Mengapa kamu terlihat begitu santai?”

Ia tersenyum dan menjawab : “Karena barang yang kubawa paling sedikit.”

Ternyata, kebahagiaan itu sangat sederhana—kurangi keinginan, belajarlah merasa cukup.

Seseorang melamar pekerjaan. Tanpa sengaja, ia memungut sampah di lorong dan membuangnya ke tempat sampah. Aksi kecil itu terlihat oleh pewawancara yang kebetulan lewat, dan akhirnya ia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata, untuk mendapatkan penghargaan itu sangat sederhana—biasakan diri dengan kebiasaan baik.

Ternyata, hidup pun sangat sederhana— selama kita mampu menghargai, merasa cukup, dan bersyukur, maka hidup akan memancarkan keindahannya sendiri.

Hikmah Cerita

Salam hangat untuk para pembaca. Semoga kumpulan cerita pendek dalam buletin hari ini berkenan di hati.

Meski singkat, setiap kisah mengandung makna yang mengajak kita merenung. Penulis sungguh patut dikagumi—dengan kata-kata sederhana ia mampu mengungkap hakikat kehidupan, serta menunjukkan bahwa kesuksesan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari langkah-langkah kecil yang terus dikumpulkan.

Di balik hal-hal yang tampak rumit, sebenarnya sering tersembunyi kesederhanaan. Namun di balik kesederhanaan, sering pula tersimpan kerumitan.

Saat kita suka membandingkan, hal yang sederhana pun menjadi rumit. Namun ketika kita berhenti memperhitungkan dan mengeluh, hal yang rumit justru menjadi sederhana. (jhn/yn)

Di Balik Rasa Amarah

EtIndonesia. Mampu memikirkan perasaan orang lain adalah sebuah pembinaan diri, sebuah kebijaksanaan, dan juga sebuah berkah.

Di Balik Rasa Amarah : Serangan sebagai Reaksi Setelah Terluka

Baru-baru ini saya mendengar sebuah kisah seperti ini.

Seorang pria memelihara seekor anjing Chihuahua yang jinak dan penurut. Suatu hari, anjing kecil itu digigit oleh anjing besar milik tetangga. Tetangga tersebut segera menggendongnya dan mengembalikannya kepada sang pemilik.

Saat pemiliknya dengan penuh rasa sayang mengulurkan tangan untuk menerima anjing itu, tak disangka—anjing tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit tangan tuannya dengan kuat.

Namun sang pemilik tidak marah sama sekali. 

Dia justru berkata kepada tetangganya: “Dia menggigit saya karena dia sedang terluka.”

Itu adalah reaksi naluriah seekor anjing yang sedang kesakitan. Bukan karena dia membenci tuannya, melainkan sebagai bentuk perlindungan diri agar tidak kembali terluka.

Jika sang pemilik salah paham dan mengira anjing itu sengaja menyerangnya, dia pasti akan marah, dan keadaan justru akan menjadi semakin buruk.

Pelampiasan Amarah: Sisa Emosi yang Belum Reda

Ada seorang ayah yang pulang kerja. Begitu masuk rumah, dia melihat putrinya yang berusia belasan tahun sedang menggunakan peralatannya untuk memperbaiki sesuatu. Alat-alat itu berserakan di mana-mana dan ruang tamu tampak berantakan.

Tanpa sadar, sang ayah langsung memarahi putrinya dengan keras.

Putri yang cerdas itu, setelah merapikan semuanya, mendekati ayahnya, memeluknya, lalu berkata: “Ayah, hari ini pasti ada hal yang tidak menyenangkan terjadi di kantor, ya?”

Gadis itu memahami bahwa kemarahan ayahnya tidak sepenuhnya ditujukan kepadanya. Sang ayah mungkin sedang terluka oleh hal lain. Karena itu, dia tidak bereaksi dengan emosi, justru menenangkan ayahnya. Ini adalah bentuk kebijaksanaan yang luar biasa.

Bukankah kita sering menjumpai situasi serupa dalam kehidupan sehari-hari?

Misalnya:

  • Anak pulang sekolah dan membanting tasnya. Saat ditanya ada apa, dia malah menjawab ketus: “Ih, cerewet banget sih!”
  • Istri bertanya kepada suami ingin makan apa malam ini, tetapi suami menjawab dengan tidak sopan: “Sudah menikah sekian lama, masa kamu belum tahu aku suka makan apa?”
  • Suami pulang kerja dan melihat istrinya duduk lesu sambil menggendong anak. Saat dia bertanya dengan penuh perhatian: “Lagi nggak enak hati ya?”
    Istrinya malah menjawab dengan marah: “Kenapa baru pulang sekarang?”

Kepedulian: Obat Terbaik bagi Luka Batin

Dalam situasi seperti ini, jika masing-masing merasa bahwa kemarahan lawan bicara ditujukan kepada dirinya, maka dia pun akan ikut marah. Entah membalas dengan kata-kata tajam, atau memilih bersikap dingin dan menjauh.

Karena kita sendiri juga terluka, dan secara naluriah ingin melindungi diri.

Namun jika kita bisa melihatnya dengan cara lain—dia bersikap kasar karena dia sedang terluka—maka persoalan akan jauh lebih mudah diselesaikan.

Lalu bagaimana seharusnya kita menghadapi seseorang yang hatinya sedang terluka?

Pertama, dia perlu dipahami dan diterima.

Seorang ibu bisa berkata kepada anaknya:“Kamu pasti merasa disakiti di sekolah hari ini. Sini, ceritakan pada Ibu apa yang terjadi.”

Seorang istri bisa berkata kepada suaminya yang sedang marah: “Kamu kelihatan sedang tidak enak hati. Selain aku, siapa lagi yang membuatmu kesal hari ini?”

Dan seorang suami bisa berkata kepada istrinya yang sedang terpuruk: “Seharian mengurus anak di rumah pasti melelahkan. Apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk membantumu?”

Dengan cara seperti ini, emosi lawan bicara biasanya akan cepat mereda. Saat dia merasa dipahami dan diterima, bahkan mungkin dia akan merasa bersalah atas sikap kasarnya tadi.

Perjalanan Batin: Awal dari Terobosan

Dalam Roma 12:20 tertulis: “Jika musuhmu lapar, berilah dia makan; jika haus, berilah dia minum. Dengan berbuat demikian, engkau menumpukkan bara api di atas kepalanya.”

Apalagi terhadap orang-orang terdekat kita—mereka jelas bukan musuh. Bukankah kita seharusnya lebih memperlakukan mereka dengan kebaikan?

Dari sudut pandang lain, ketika kitalah yang menjadi pribadi sensitif, mudah marah, tidak rasional, dan kehilangan kendali emosi, kita juga perlu menyadari bahwa kemungkinan besar kita sendiri pernah terluka, dan luka itu belum sepenuhnya sembuh.

Saya pernah mengalami cedera di jari kaki. Suatu hari, anggota keluarga tidak sengaja menyentuhnya saat lewat. Saya langsung berteriak kesakitan:“Kenapa sih diinjak! Sakit banget!”

Orang itu terkejut. Apakah dia sengaja menyakiti saya? Tentu tidak.

Dia hanya menyentuh sedikit, dan sama sekali tidak berniat melukai. Jika tidak ada luka, meskipun benar-benar terinjak, saya pun tidak akan marah.

Saya berteriak karena ada luka yang belum sembuh. Setiap kali tersentuh—oleh orang lain atau karena kelalaian sendiri—rasa sakit itu muncul, disertai kemarahan, dan membuat orang lain enggan mendekat.

Luka batin pun demikian.

Seorang perempuan pernah menelepon saya sambil menangis: “Saya merasa hampir menghancurkan anak-anak saya. Kesalahan kecil saja membuat saya berteriak marah kepada mereka. Saya tahu saya tidak seharusnya berkata kasar, tapi saya tidak bisa mengendalikan diri…”

Saya berkata kepadanya : “Itu karena di dalam dirimu ada luka yang sangat dalam dan belum sembuh sepenuhnya. Anak-anakmu tanpa sengaja menyentuh luka itu.”

Luka perempuan itu adalah rasa rendah diri—ketidakpastian akan nilai dirinya sendiri. Ketika anak-anaknya tidak tampil baik, ia merasa dirinya ditolak. Kemarahan hanyalah reaksi naluriah setelah merasa tidak berharga.

Jika kita mampu mengenali luka batin yang masih perlu disembuhkan, lalu mengobatinya dengan cara yang tepat, kita akan menjadi pribadi yang emosinya stabil dan disukai banyak orang.

Kita pun akan menyadari bahwa banyak ketidakbahagiaan sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain, melainkan oleh ego dan harga diri kita sendiri.

Renungan

“Mampu memikirkan perasaan orang lain adalah sebuah pembinaan diri, sebuah kebijaksanaan, dan juga sebuah berkah.”

Kalimat ini sangat saya sukai.

Saya percaya, siapa pun yang menjadikannya sebagai prinsip hidup pasti memiliki hati yang luas dan hubungan sosial yang baik. Saya pun berharap bisa menjadi pribadi yang semakin pengertian.

Saya akan menyimpan kalimat ini di dalam hati, dan menggunakannya sebagai pengingat setiap kali terjadi gesekan dengan orang lain—dengan harapan, suatu hari nanti saya benar-benar bisa menjadi seseorang yang berhati lapang dan penuh empati. (jhn/yn)

Sumber Orang Dalam : Kabarnya Jenderal PKT Zhang Youxia Diduga Hendak Menangkap Xi Jinping Tapi Infonya Dibocorkan

Pada 24 Januari 2026, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT (PLA) Zhang Youxia dan anggota Komisi Militer Pusat Liu Zhenli dilaporkan sedang diselidiki. Menyusul hal tersebut, tokoh demokrasi Tiongkok ternama Sheng Xue mengutip keterangan dari sumber yang mengetahui situasi, menyebutkan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli ditangkap karena “upaya kudeta yang gagal”, setelah rencana mereka dibocorkan sebelum dilaksanakan. Namun, insiden ini disebut “sangat mengejutkan Xi Jinping”.

EtIndonesia. Pada 24 Januari sore, Zhang Youxia—anggota Politbiro PKT sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat—serta Liu Zhenli—anggota Komisi Militer Pusat dan Kepala Staf Gabungan—secara resmi diumumkan “tumbang” karena “diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Kini telah dibuka penyelidikan terhadap keduanya.

Malam harinya, media militer PKT memuat editorial yang mengecam keras Zhang dan Liu, dengan bahasa yang tajam, menuding mereka “sangat mengkhianati kepercayaan dan amanah Komite Sentral Partai dan Komisi Militer Pusat”, “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer”, serta “membahayakan fondasi kekuasaan Partai”.

Diduga Bersiap Menangkap Xi Jinping, Rencana Bocor dan Terjadi Baku Tembak

Terkait hal ini, Sheng Xue menulis di platform X di luar negeri bahwa seorang teman di dalam Tiongkok (bernama samaran Tuan X) telah memberitahukan kepada dirinya pada 19 Januari bahwa “Zhang Youxia telah ditangkap, kemungkinan besar telah terjadi peristiwa besar di PKT”. Namun saat itu ia sedang menghadiri pertemuan di Ottawa dan terlalu sibuk, sehingga hanya menyimpan catatan percakapan tersebut.

Menurut Tuan X, pada 18 Januari 2026 malam, Zhang Youxia dan Liu Zhenli berencana mengambil tindakan untuk menangkap Xi Jinping. Pada hari itu, Xi Jinping disebut-sebut berencana menginap di Hotel Jingxi di Beijing. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi disebut “tidak menetap di satu tempat”, sering berpindah lokasi setiap beberapa hari.

Sheng Xue, aktivis Demokrasi Tiongkok yang bermukim di Kanada (Dokumentasi Sheng Xue)

“Zhang Youxia dan Liu Zhenli berencana menangkap Xi Jinping dan dijadwalkan bertindak pada  18 Januari malam. Namun dua jam sebelum aksi, rencana itu bocor. Hari itu Xi berada di Hotel Jingxi. Mereka mengira akan mudah menangkapnya di sana, tetapi dua jam sebelum penangkapan, seseorang membocorkannya. Xi segera meninggalkan Hotel Jingxi dan secara diam-diam mengatur operasi penangkapan balik.”

Namun, “pihak Zhang Youxia tidak mengetahui bahwa informasi tersebut telah bocor ke Xi Jinping, sehingga tetap mengirim personel pendahulu untuk bertindak. Personel yang telah tiba di Hotel Jingxi kemudian terlibat baku tembak dengan pasukan yang telah diatur oleh Xi Jinping.” Bahkan, disebutkan bahwa kedua belah pihak mengalami korban jiwa dan luka-luka.

Sheng Xue bertanya apakah orang-orang Zhang Youxia saat itu dikerahkan di satu lokasi atau tersebar di beberapa tempat.

Tuan X menjawab, “Hal itu tidak diberitahukan kepada saya. Namun ada satu hal, yaitu Xi sering tinggal di sini, lalu berpindah ke Zhongnanhai atau tempat lain. Sangat jarang ia tinggal dua malam berturut-turut di satu tempat. Di internet ada yang mengatakan Xi sengaja memancing Zhang Youxia keluar. Itu ada benarnya.”

“Yang saya tahu hanyalah bahwa dua jam sebelumnya Xi sudah mengetahui rencana tersebut, lalu segera bergerak menangkap Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Pada saat yang sama, keluarga Zhang dan Liu juga langsung ditangkap.”

Mengapa dalam aksi sebesar dan seberbahaya ini mereka tidak lebih dulu mengamankan keluarga? Tuan X menjelaskan, “Zhang dan Liu saat itu memperkirakan operasi ini akan berhasil. Lagi pula, melindungi keluarga atau tidak sebenarnya tidak ada artinya. Jika lebih dulu mengatur keluarga, justru akan membocorkan rencana. Selain itu, Xi sudah menempatkan banyak mata-mata di sekitar keluarga mereka.”

Mengenai berapa lama persiapan dilakukan, Tuan X mengatakan, “Itu tidak diketahui. Yang jelas, Xi Jinping baru mengumumkan informasi ke publik setelah menuntaskan penanganan pemberontakan tersebut. Bukankah beberapa hari lalu saya sudah mengatakan bahwa penangkapan mendadak Zhang Youxia dan Liu Zhenli pasti menandakan peristiwa besar?”

Zhang Youxia Disebut Terpaksa Memberontak, “Xi Jinping Sangat Terkejut”

Terkait aksi ini, Tuan X mengatakan, “Informasi yang saya dengar menyebutkan bahwa Xi Jinping benar-benar sangat terkejut. Ibu dan kakak perempuannya juga mengetahuinya dan sangat ketakutan. Mereka tinggal di Wisma Tamu Shenzhen. Langkah-langkah pengamanan segera diambil, termasuk status siaga penuh di seluruh wisma. Di luar wisma kini dijaga sangat ketat.”

Mengapa Zhang Youxia sampai memberontak? Tuan X mengatakan, “Kemungkinan besar karena terpaksa. Xi Jinping terus melakukan pembersihan internal, sehingga tidak mungkin lagi ada orang yang mau bekerja sama dengannya dengan sepenuh hati.”

Sheng Xue menganalisis, “Ini adalah lingkaran setan. Xi Jinping sangat curiga dan berpikiran sempit, tidak mempercayai siapa pun. Akibatnya, orang-orang di sekitarnya hidup dalam ketakutan setiap hari. Semakin takut, semakin berhati-hati, semakin terlihat tidak normal, dan semakin mudah terjadi masalah. Selain itu, sistem PKT pada dasarnya adalah kotak hitam, sehingga selalu ada saling menghitung dan saling berjaga.”

 “Zhang Youxia makin merasa dirinya dalam bahaya, terlebih karena di Komisi Militer Pusat sudah ada He Weidong, Miao Hua, dan Li Shangfu yang lebih dulu disingkirkan.”

Menurut Sheng Xue, kali ini PKT berbeda dari sebelumnya karena dengan cepat mengeluarkan pengumuman resmi dan menggunakan bahasa yang sangat keras. Hal ini menunjukkan bahwa Xi Jinping ingin menggunakan opini publik untuk menekan siapa pun yang berniat bergerak, dan memperingatkan agar tidak bertindak gegabah.

Tuan X menambahkan bahwa saat ini Xi memiliki dua kemungkinan: pertama, ia akan berkuasa sampai akhir hayatnya, dan mungkin akan membubarkan Komisi Militer Pusat; kedua, ia akan dengan cepat menyerahkan kekuasaan. Apa pun pilihannya, keluarga Xi sangat ketakutan dan mungkin akan membujuknya untuk tidak melanjutkan jabatannya.

Sheng Xue: Xi Jinping Terpukul Keras, PKT Mungkin Mengalami Perubahan

Menurut Tuan X, metode pembersihan internal yang dilakukan Xi Jinping kali ini sama persis dengan cara Mao Zedong dahulu. Ia mencontohkan bagaimana Mao menangani Peng Dehuai: mula-mula meminta kritik dan saran; Peng kemudian menulis surat pribadi kepada Mao yang mengkritik Lompatan Jauh ke Depan dan komunalisasi rakyat. Mao awalnya tampak tenang, tetapi pada rapat pleno 23 Juli tiba-tiba melancarkan serangan balik dan menuduh surat Peng sebagai serangan terhadap Partai.

Sheng Xue menilai, “Xi Jinping kemungkinan besar akan sangat terpukul oleh peristiwa ini, dan hal itu bisa membawa perubahan besar dalam PKT: entah kekuasaan akan semakin terpusat dan brutal, atau Xi akan runtuh karena faktor psikologis, mental, atau fisik.”

Namun demikian, hingga saat ini kebenaran informasi di atas masih belum dapat diverifikasi.

Tang Zheng – NTD

Sebelum Petinggi Jenderal Besar  PKT Zhang Youxia dan Liu Zhenli Ditangkap, CIA Rilis Video Cari “Kebenaran Tentang Tiongkok”, Picu Spekulasi

Kabar bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat PKT Liu Zhenli diselidiki secara bersamaan telah mengguncang berbagai kalangan. Kini arah politik Tiongkok pun menjadi perhatian besar. Menjelang kejatuhan Zhang Youxia, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) merilis sebuah video yang menyatakan ingin mencari kebenaran tentang Tiongkok, sehingga memicu berbagai spekulasi.

EtIndonesia. Pada 24 Januari sore, Zhang Youxia—anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok (PKT) sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat—serta Liu Zhenli—anggota Komisi Militer Pusat dan Kepala Staf Gabungan—secara resmi diumumkan telah “jatuh”. Kecepatan peralihan dari rumor daring ke pengumuman resmi ini terbilang tidak biasa. Opini publik secara luas menilai bahwa telah terjadi pertarungan sengit di internal elite PKT.

Laporan terbaru South China Morning Post yang mengutip sumber internal menyebutkan bahwa Zhang Youxia secara resmi ditahan oleh badan antikorupsi militer pada 19 Januari.

Pada 24 Januari, ilmuwan politik Tiongkok Liu Junning menulis di platform X dengan mengutip sumber anonim bahwa tanggal paling awal yang beredar di media sosial dalam negeri Tiongkok mengenai penangkapan Zhang Youxia adalah 16 Januari.

Sementara itu, pada 15 Januari, CIA Amerika merilis sebuah video di platform X yang menyatakan:  “CIA ingin mengetahui kebenaran tentang Tiongkok. Kami sedang mencari orang-orang yang mengetahui dan dapat menyampaikan kebenaran tersebut.” 

Video tersebut memberikan sembilan langkah aman yang dapat dilakukan, termasuk: menggunakan uang tunai atau kartu hadiah untuk membeli perangkat komunikasi tanpa perlu memberikan data pribadi; menghubungi secara anonim dari tempat umum yang memiliki Wi-Fi; mengunduh peramban internet dan perangkat lunak VPN buatan Amerika atau negara Barat; membuat alamat email baru; serta menghubungi mereka melalui dark web, dan lain-lain.

CIA juga mengingatkan: “Jika kondisi Anda memungkinkan, pertimbangkan untuk keluar negeri terlebih dahulu sebelum menjalankan langkah pertama.”

Pakar isu Tiongkok Li Linyi mengatakan kepada The Epoch Times bahwa badan intelijen Amerika Serikat selalu memantau secara ketat dinamika politik PKT. Menurutnya, video CIA di media sosial X tampak di permukaan sebagai upaya mencari kebenaran tentang apa yang terjadi di Tiongkok, namun tidak menutup kemungkinan bahwa mereka sedang mencari petunjuk terkait konflik internal serius antara Zhang Youxia dan Xi Jinping.

Pengamat politik Xiao Shan menilai bahwa meskipun situasi PKT tidak stabil, yang paling menjadi perhatian CIA adalah gejolak di tubuh militer PKT.   

“Gejolak dalam militer PKT secara langsung mempengaruhi apakah PKT akan melancarkan perang terhadap Taiwan. Jika Taiwan diserang, itu akan langsung berdampak pada keamanan nasional Amerika Serikat dan strategi Asia-Pasifiknya. Karena itu Amerika sangat memperhatikannya,” katanya. 

Penangkapan dua jenderal kelas berat di militer PKT ini memicu perhatian publik yang sangat besar. Di kalangan masyarakat beredar luas rumor bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli diduga bekerja sama melancarkan kudeta, namun rencana tersebut gagal karena ada pihak yang membocorkan informasi.

Pada 23 Januari, komentator independen Cai Shenkun menulis di platform X bahwa kabar penangkapan Zhang Youxia dan 17 jenderal senior lainnya adalah “benar-benar akurat”. Ia menyebutkan bahwa Biro Pengamanan Khusus Kementerian Keamanan Publik, Biro Pengawal Pusat, dan Komisi Pusat Inspeksi Disiplin terlibat bersama dalam operasi penangkapan tersebut, yang ia gambarkan sebagai “kudeta militer kelas berat”. Selanjutnya, akan ada gelombang besar penangkapan terhadap perwira berpangkat mayor jenderal, brigadir jenderal, bahkan perwira setingkat komandan divisi.

Komentator politik Zhong Yuan dalam artikelnya di The Epoch Times pada 25 Januari menulis bahwa penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli menandai perubahan drastis baru dalam perebutan kendali militer. Hal ini sama saja dengan mengonfirmasi pertentangan antara “pimpinan pusat partai” dan Komisi Militer PKT yang telah berlangsung lebih dari setahun.

Penulis berpendapat bahwa konflik internal PKT kini telah terbuka ke publik, dan berbagai upaya penutupan sebelumnya tiba-tiba tersingkap. Zhang Youxia dan Liu Zhenli kemungkinan bersiap melakukan tekanan politik menjelang Sidang Dua Tahunan PKT, namun justru lebih dulu tumbang. 

Perebutan kekuasaan atas militer PKT kembali mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pertentangan antar faksi telah menjadi tidak dapat didamaikan. Tindakan ekstrem yang tiba-tiba ini sepenuhnya mengekspos pertarungan hidup-mati di internal PKT.

Penulis juga menyatakan bahwa konflik internal PKT telah mencapai titik tidak bisa disembunyikan lagi. Dengan semakin terbukanya pertarungan internal yang sengit, ini menandakan kegagalan upaya PKT mempertahankan kekuasaannya, dan kekacauan politik tersebut akan semakin mempercepat berakhirnya rezim “Dinasti Merah”.

Komentator urusan terkini Zhang Tianliang mengatakan bahwa kini semua ponsel para perwira militer telah disita. Bahkan, semua orang hidup dalam ketakutan. Jika terjadi pemberontakan rakyat, akibat terputusnya rantai komando, Xi Jinping tidak akan mampu mengerahkan militer untuk menindasnya. 

“Setelah kasus besar Zhang Youxia, para perwira sangat membenci Xi Jinping. Jika terjadi “peristiwa 4 Juni” lagi, cukup dengan ragu-ragu, menunda, pasif, atau tidak bertindak, para perwira bisa menyebabkan runtuhnya PKT. Perwira mana yang mau mempertahankan rezim Xi Jinping yang dianggapnya sebagai rezim sampah? Segala sesuatu yang mencapai ekstrem akan berbalik—ujung dari totalitarianisme adalah kebebasan,” tambahnya. 

Li Siya – NTDTV.com

(Peringatan: Konten Sensitif) Adegan Mengerikan! Turis Diserang dan Digigit Macan Tutul Salju di Xinjiang 

EtIndonesia. Pada 23 Januari 2026, di dekat Lembah Baoshi di luar kawasan wisata Koktokay, Xinjiang, terjadi insiden macan tutul salju melukai manusia. Seorang wisatawan digigit macan tutul salju hingga mengalami pendarahan di bagian wajah.

Video yang beredar di internet memperlihatkan seorang wisatawan tergeletak di atas salju, dengan seekor macan tutul salju berdiri di dekatnya sambil mengamati keadaan sekitar. Terdengar orang-orang di sekitar berteriak, “Ada yang digigit!” dan “Telepon 120, telepon 120!” (nomor darurat medis di Tiongkok). 

Pada akhirnya, macan tutul salju tersebut berjalan pergi ke arah hutan. Video lain menunjukkan seorang wisatawan yang mengenakan pakaian ski berwarna ungu dan helm, dibantu oleh beberapa orang untuk bangun dari salju, sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Wajah dan pakaiannya tampak berlumuran darah.

Menurut laporan Yangzi Evening News, seorang pemilik penginapan setempat menyatakan bahwa diduga macan tutul salju yang sama sudah pernah muncul di padang rumput di seberang penginapan pada  22 Januari sore. 

Diduga hewan tersebut mendekati kawasan permukiman karena kesulitan mencari makanan. Ia juga mengatakan bahwa macan tutul salju tidak menyerang secara aktif, melainkan karena wisatawan mendekat sehingga memicu insiden. Lembah Baoshi merupakan jalur yang dilalui dari Desa Talate menuju area ski, dan hanya berjarak beberapa kilometer dari penginapan.

Namun, seorang saksi mata menyampaikan versi berbeda. Ia mengatakan melihat macan tutul salju itu berbaring diam di atas salju selama sekitar 10 menit, lalu tiba-tiba berlari kencang sejauh puluhan meter dan menerkam wisatawan tersebut. Saat wisatawan menyadari hal itu, sudah tidak ada waktu untuk menghindar.

Video yang disediakan saksi mata tersebut memperlihatkan bahwa rombongan mereka melihat macan tutul salju dari jarak cukup jauh, terbaring di atas salju. Salah satu dari mereka menelepon untuk mencoba menghubungi pihak perlindungan satwa dan melaporkan penampakan macan tutul salju beserta lokasi mereka, saat sedang dalam perjalanan menuju area ski. Beberapa saat sebelumnya mereka bahkan mengatakan bahwa hewan itu tampak sekarat, namun tiba-tiba macan tutul salju itu langsung bangkit dan berlari menyerang seseorang.

Seorang warganet mengatakan bahwa saat kejadian, korban bersama dua orang lainnya turun ke area salju di pinggir jalan, bukan dengan sengaja untuk memotret atau mendekati macan tutul salju. Ketika serangan terjadi, mereka sudah berada di salju yang cukup dalam dan sama sekali tidak sempat menghindar. Setelah banyak orang berdatangan ke lokasi, barulah macan tutul salju tersebut melepaskan gigitannya dan pergi.

Seorang penanggung jawab agen perjalanan di Xinjiang mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa macan tutul salju merupakan satwa yang dilindungi tingkat nasional kelas satu, memiliki sifat liar dan agresif, serta sama sekali bukan “hewan lucu” yang bisa didekati.

Pada 23 Januar malami, pemerintah Kabupaten Fuyun, Altay, Xinjiang, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa sekitar pukul 19.00 pada 23 Januari, di wilayah Desa Talate, Kota Koktokay, Kabupaten Fuyun, seorang wisatawan ski diserang dan digigit macan tutul salju di sabuk hutan di pinggir jalan saat dalam perjalanan kembali ke hotel. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Fuyun untuk mendapatkan perawatan, dan kondisinya dilaporkan stabil.

Diketahui bahwa dalam beberapa hari terakhir, jejak dan kemunculan macan tutul salju telah beberapa kali terpantau di sekitar kawasan wisata Koktokay, dan pihak pengelola kawasan wisata sebelumnya telah mengeluarkan peringatan. 

Li Siya

Aneh! Situs Resmi  Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis Tiongkok Menghapus Pengumuman Kejatuhan Petinggi Militer Zhang Youxia dan Liu Zhenli

EtIndonesia. Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia, dan anggota Komisi Militer Pusat Liu Zhenli, secara tidak lazim diumumkan jatuh dengan sangat cepat, hal ini dinilai mencerminkan pertarungan internal PKT yang sengit. Situs resmi Komisi Pusat Inspeksi Disiplin (KPID) PKT secara mencurigakan menghapus pengumuman kejatuhan keduanya, sehingga memicu berbagai spekulasi.

Setelah kabar masalah yang menimpa Zhang Youxia dan Liu Zhenli beredar selama beberapa hari, pada  24 Januari sore waktu Beijing, juru bicara Kementerian Pertahanan PKT mengumumkan dalam konferensi pers bahwa keduanya telah resmi diselidiki dan diperiksa.

Pukul 15.00, situs resmi Kementerian Pertahanan secara khusus merilis pengumuman berjudul “Zhang Youxia dan Liu Zhenli Diduga Melakukan Pelanggaran Disiplin dan Hukum Berat, Diperiksa dan Diselidiki”.

 Pukul 15.10, kembali dirilis pengumuman “Juru Bicara Kementerian Pertahanan Jiang Bin Menyampaikan Informasi Terkait Isu Militer Terkini”, di mana butir pertama langsung mengumumkan kejatuhan Zhang Youxia dan Liu Zhenli.

Di situs resmi Komisi Disiplin PKT, pemberitahuan pemecatan Zhang Youxia dapat dicari, namun saat tautan diklik, artikelnya telah dihapus. (Tangkapan layar halaman web)

Saat ini, jika mencari kata kunci “Zhang Youxia” di situs resmi KPID PKT, terlihat bahwa pada pukul 15.50 situs tersebut pernah memuat artikel “Zhang Youxia dan Liu Zhenli Diduga Melakukan Pelanggaran Disiplin dan Hukum Berat, Diperiksa dan Diselidiki”, yang diduga merupakan salinan dari pengumuman Kementerian Pertahanan. Namun, ketika tautan artikel tersebut diklik, muncul keterangan “Konten yang Anda akses tidak ada atau telah dihapus.”

 Hasil pencarian juga menunjukkan bahwa baru pada pukul 21.24 malam itu, situs KPID PKT memuat ulang dari Kantor Berita Xinhua bagian tanya jawab Kementerian Pertahanan yang berisi pengumuman kejatuhan Zhang Youxia dan Liu Zhenli.

Penghapusan mendadak dan tidak lazim atas pengumuman kejatuhan Zhang Youxia di situs resmi KPID PKT dinilai sangat aneh. 

Para analis menafsirkan bahwa hal ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat pertarungan internal PKT yang sengit dan kacau. Ada pula yang berpendapat bahwa pihak berwenang mungkin hanya ingin menurunkan suhu pemberitaan dan tidak ingin dunia luar terlalu memperhatikan konflik elite tingkat tinggi.

Di platform X di luar negeri, warganet ramai meninggalkan komentar, antara lain:
“Militer bukan di bawah urusan mereka (KPID).”
“Tidak mungkin ini masalah teknis, pasti disengaja.”
“Sedang ada operasi pembebasan penjara!!!!! Dua kubu sedang berebut keyboard!!!!!”
“Mau umumkan, tapi juga mau menekan panasnya isu.”

Kabar terbaru yang beredar di internet menyebutkan bahwa situasi internal militer PKT saat ini sangat tegang, bahkan sistem komando pun dikabarkan telah terganggu, dengan tujuan mencegah terjadinya kudeta militer. Bahkan ada rumor bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli sebenarnya tidak ditangkap. Namun, semua informasi ini untuk saat ini sulit diverifikasi.

Pada 20 Januari 2026, keduanya tidak hadir dalam pembukaan kelas pelatihan pejabat tingkat provinsi dan kementerian. Setelah itu, berbagai bocoran menyebutkan bahwa termasuk mereka berdua, sejumlah jenderal senior PKT telah ditangkap; bahkan rumah Zhang Youxia dikabarkan digeledah dan beberapa anggota keluarganya ikut ditangkap. (Hui)

Hakikat dan Kehilangan Arah

EtIndonesia. Ada seorang pria paruh baya yang sehari-harinya sangat sibuk bekerja. Karena itu, dia jarang punya waktu untuk menemani anak laki-laki satu-satunya, dan hal ini membuatnya selalu merasa bersalah.

Suatu hari, dia bertekad untuk berubah. Dia sengaja mengosongkan jadwal pada suatu Sabtu sore, membeli dua tiket pertandingan liga utama, dan berniat menghabiskan waktu berkualitas bersama putranya.

Waktu yang ditunggu pun tiba. Ayah dan anak itu berangkat dengan gembira menggunakan mobil. Namun sayangnya, mereka justru terjebak kemacetan parah.

Ketika pertandingan sudah dimulai, mobil mereka masih terhenti di tengah jalan. Keduanya pun mulai mengeluh dan kesal, menyalahkan kemacetan dan kondisi lalu lintas.

Tiba-tiba sang ayah tersadar: “Bukankah aku sengaja meluangkan waktu hari ini untuk bersama anakku? Sekarang aku sedang bersamanya. Kalau begitu, mengapa aku harus begitu memusingkan pertandingan itu?”

Sejak saat itu, dia melepaskan rasa kesalnya dan menghabiskan sore itu dengan mengobrol hangat dan penuh tawa bersama sang anak.

Banyak dorongan dalam hidup manusia berangkat dari niat dan hakikat yang baik. Namun dalam proses pelaksanaannya, kita sering kali justru kehilangan arah.

Seperti sang ayah tadi—hakikat tujuannya adalah menemani anaknya. Namun dalam perjalanan, dia hampir terseret oleh kemacetan, pertandingan, dan emosi lain yang membuatnya lupa akan tujuan awalnya.

Hakikat pernikahan adalah kebersamaan dua insan yang saling memahami dan menghargai. Tetapi tidak sedikit orang yang akhirnya tersesat dalam pertengkaran, perbedaan pendapat, dan perdebatan sepele seperti siapa yang harus mencuci piring—hingga lupa pada makna awal pernikahan itu sendiri.

Begitu pula dengan persahabatan. Awalnya dibangun atas dasar saling membantu dan berbagi kebahagiaan, tetapi seiring waktu sering berubah menjadi perhitungan, sikap dingin, dan keluhan.

Benar, banyak hal berangkat dari niat yang baik. Namun setelah melangkah, sering kali kita seperti pesawat luar angkasa yang melaju ke langit tak dikenal, lalu tenggelam dalam samudra “kehilangan arah” yang tak bertepi.

Pada hakikatnya, manusia memiliki cinta, perasaan, kasih sayang, dan kebijaksanaan. Namun ketika hakikat ini terjun ke dunia nyata, ada hukum lain yang menariknya menuju wilayah yang tak terduga—itulah yang disebut kehilangan arah.

Hakikat agama adalah untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tetapi dalam sejarah, betapa banyak peperangan justru terjadi atas nama agama.

Hakikat kegiatan amal adalah menolong yang miskin dan lemah. Namun bukankah tak sedikit kegiatan amal yang akhirnya tersesat dalam pencarian nama dan keuntungan?

Mencius berbicara tentang hakikat manusia yang pada dasarnya baik, menegaskan bahwa di lubuk hati terdalam manusia ada kebaikan sejati. Namun Xunzi, dengan tegas dan tanpa tedeng aling-aling, menunjukkan bahwa hakikat ini memiliki kemungkinan besar untuk tersesat di sepanjang perjalanan hidup.

Tak heran jika ajaran Konfusianisme selama ribuan tahun tidak berani sepenuhnya memihak pada pandangan “manusia itu sepenuhnya baik” atau “sepenuhnya jahat”. Sebab kenyataannya, hakikat kebaikan yang murni sangat mudah tersesat di dunia ini.

Di dalam hati setiap manusia, terdapat cinta. Dari hakikat inilah kita terdorong untuk melakukan banyak hal. Namun dalam kehidupan sehari-hari, betapa sering cinta berubah menjadi perpisahan, pertengkaran, kekecewaan, bahkan kebencian.

Itu pun merupakan bentuk kehilangan arah—kehilangan arah dari tujuan hakikatnya.

Abad ke-21, penemuan terbesar umat manusia mungkin adalah menemukan dirinya sendiri.

Menemukan hakikat diri, memahami tujuan sejati dari hakikat itu, lalu kembali ke sana—agar tidak terus tersesat.

Kini pesawat dan kapal banyak menggunakan sistem navigasi satelit GPS, agar tahu di mana mereka berada dan tidak tersesat.

Lalu, bukankah di dalam batin manusia juga dibutuhkan semacam “sistem penunjuk arah”, agar kita tidak kehilangan hakikat diri kita sendiri?

Jangan ulangi kesalahan yang sama: berangkat dari niat yang baik, namun tersesat di hiruk-pikuk dunia fana.

Ketika kamu merasa sangat tidak nyaman, berharaplah kamu bisa seperti ayah dalam cerita tadi—kembali menemukan tujuan awalmu, lalu melepaskan semua emosi negatif yang sebenarnya tidak perlu.

Renungan

Dalam melakukan sesuatu, manusia selalu memiliki tujuan atau hasil yang diharapkan. Selama tujuan akhirnya tercapai, maka meskipun prosesnya tidak berjalan sesuai rencana, itu sebenarnya tidak menjadi masalah.

Misalnya, seseorang yang kamu sukai sedang merasa murung. Kamu ingin menghiburnya, lalu membeli setangkai bunga mawar untuk diberikan kepadanya. Namun tanpa sengaja kamu terjatuh, dan bunga mawar itu pun patah. Melihat kejadian itu, ia justru tertawa.

Walaupun bunganya rusak, orang yang kamu sayangi tetap berhasil terhibur. Prosesnya memang tidak sesuai dengan bayanganmu, tetapi hasil akhirnya sudah tercapai.

Maka jangan biarkan diri tersesat karena proses yang tidak mulus. Lihatlah kembali tujuan dan hakikat dari apa yang sedang kamu lakukan.(jhn/yn)

Petinggi Militer Zhang Youxia Disingkirkan — Analisis: Kekuasaan Partai Komunis Tiongkok Bergerak Menuju Kehancuran Diri

EtIndonesia. Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Partai Komunis Tiongkok, Zhang Youxia, tiba-tiba disingkirkan. Pertarungan internal PKT yang brutal dinilai kini terbuka ke publik. Para analis di luar negeri menyatakan bahwa peristiwa ini cukup untuk mengguncang struktur kekuasaan militer PKT, dan rezim PKT sedang menuju keruntuhan.

Seiring dengan diumumkannya kejatuhan Zhang Youxia dan anggota KMP Liu Zhenli, dari tujuh anggota KMP PKT kini hanya tersisa dua orang: Ketua KMP Xi Jinping dan Wakil Ketua Zhang Shengmin. Bahkan wakil ketua tetap KMP yang memegang kekuasaan riil atas militer pun disingkirkan, sehingga pertarungan internal PKT yang kejam ini tak lagi bisa ditutupi dengan dalih “antikorupsi”.

Direktur Eksekutif Indo-Pacific Strategic Think Tank sekaligus jurnalis senior Jepang, Akio Yaita, menulis di platform X bahwa ini adalah peristiwa politik besar yang cukup untuk mengguncang situasi politik PKT serta struktur kekuasaan militernya. KMP kini hanya tersisa dua orang, dan Zhang Shengmin pun dipandang sebagai bawahan dekat Zhang Youxia, sehingga setiap saat bisa terseret ke dalam kasus Zhang Youxia.

Ia menyatakan bahwa rasa curiga Xi Jinping telah mencapai tingkat yang sangat parah. Xi bukan hanya tidak mampu menoleransi suara yang tidak sejalan, tetapi bahkan mulai memandang semua orang di sekitarnya sebagai ancaman potensial.

Profesor hukum Universitas Manajemen Singapura, Gao Shuchao (Henry Gao), juga menulis bahwa dengan bahasa yang mudah dipahami, apa yang sedang terjadi di Tiongkok dapat dijelaskan sebagai berikut: logika kediktatoran adalah kekuasaan absolut; ini berarti Anda tidak bisa mempercayai siapa pun; ini berarti Anda harus menyingkirkan semua orang terdekat; dan ini berarti bahwa kecuali seseorang menjadi diri Anda sendiri, maka tidak ada seorang pun yang benar-benar aman.

Akio Yaita menulis bahwa militer PKT sedang dikuras sedikit demi sedikit oleh cara kerja kekuasaan semacam ini. Sejak 2013, di bawah kepemimpinan Xi Jinping, militer berulang kali menjalani kampanye antikorupsi, namun hasilnya bukanlah pembangunan militer yang terinstitusionalisasi dan profesional, melainkan gelombang demi gelombang pembersihan politik. Antikorupsi yang berlangsung terus-menerus pada akhirnya membuat seolah-olah semua orang menjadi pejabat korup. 

Ia menilai, dari sudut pandang ini, makna kejatuhan Zhang Youxia bukan hanya urusan internal militer, tetapi juga akan mempengaruhi keseluruhan struktur kekuasaan PKT. Struktur kepemimpinan, hati dan pikiran, serta moral pasukan kemungkinan mengalami kerusakan fatal. Rezim ini bahkan belum dihancurkan oleh musuh eksternal, namun telah lebih dulu mengalami kehancuran dari dalam.

Ia menyimpulkan bahwa PKT hari ini sedang perlahan melangkah menuju titik sejarah kehancuran diri. Ketika kekuasaan hanya menyisakan rasa takut sebagai perekat, ketika loyalitas menggantikan kemampuan sebagai satu-satunya standar, rezim ini mungkin masih tampak besar dari luar, tetapi di dalamnya sudah rapuh tak tertahankan. Struktur seperti ini mungkin tidak akan runtuh seketika, namun hampir pasti tidak akan mampu menghadapi badai yang sesungguhnya.  (***)

Bengkel-bengkel Perbaikan Mobil di Berbagai Kota di Tiongkok Memboikot Mobil Xiaomi, Memicu Diskusi Panas 

EtIndonesia. Belakangan ini, pemilik bengkel mobil di banyak daerah di Tiongkok secara terbuka menyatakan bahwa bengkel mereka tidak lagi menyediakan layanan apa pun untuk mobil Xiaomi. Pemicu utamanya adalah insiden sebuah mobil listrik Xiaomi SU7 yang tiba-tiba terbakar saat sedang dicuci di sebuah bengkel di Haikou. Pihak Xiaomi secara resmi menyatakan bahwa penyebab kebakaran tidak terkait dengan kendaraan maupun baterai, sehingga memicu keraguan dan pertanyaan luas dari publik.

Bengkel Mobil di Banyak Daerah Menolak Melayani Mobil Xiaomi

Pada 19 Januari, di sebuah bengkel mobil di Kota Haikou, sebuah Xiaomi SU7 tiba-tiba terbakar saat dalam kondisi terparkir. Pada tanggal 20 Januari, Xiaomi merilis pengumuman resmi yang menyatakan bahwa kebakaran tersebut tidak ada kaitannya dengan mobil maupun baterai.

Dalam beberapa hari terakhir, pemilik bengkel mobil di berbagai daerah Tiongkok ramai-ramai mengunggah video, menyatakan bahwa bengkel mereka tidak lagi akan memberikan layanan apapun kepada mobil Xiaomi. Kekhawatiran utama para pemilik bengkel adalah jika terjadi kebakaran saat mobil Xiaomi diperbaiki atau dirawat di bengkel mereka, maka tanggung jawabnya tidak sanggup mereka tanggung.

 “Hari ini tanggal 23 Januari 2026, saya resmi mengumumkan kepada semua orang, mulai hari ini kami tidak lagi melayani mobil Xiaomi, termasuk pengisian angin ban, tambal ban, cuci mobil, maupun perbaikan,” ujar seorang pemilik bengkel dalam video. 

“Di Hainan, ada bengkel cuci mobil yang terbakar habis hanya karena mencuci sebuah mobil Xiaomi. Pabrikan mengatakan mobil tidak bermasalah dan baterai juga tidak bermasalah. Akibatnya, bengkel-bengkel seperti kami jadi sama sekali tidak berani memperbaiki mobil Xiaomi lagi,” tambahnya. 

Ia menegaskan, “Untuk kendaraan energi baru, kami hanya melayani Tesla.”

Pemilik bengkel lain juga mengatakan dalam videonya:  “Mulai hari ini, bengkel kami tidak lagi memberikan layanan apa pun untuk mobil Xiaomi, termasuk cuci mobil, isi angin, dan tambal ban.”

Ia menambahkan bahwa hampir semua orang telah melihat kasus kebakaran mobil Xiaomi di Haikou. Mobil bahkan belum sempat dicuci, tetapi bengkel sudah hangus terbakar. “Pabrikan bilang mobil dan baterainya tidak bermasalah. Kami juga tidak tahu sebenarnya masalahnya di mana. Sekarang, setiap kali melihat mobil Xiaomi, saya jadi takut.”

Perbincangan Hangat di Dunia Maya

Penolakan bengkel-bengkel mobil di berbagai daerah terhadap mobil Xiaomi pun memicu perbincangan hangat. Warganet Tiongkok berkomentar:

“Sekarang para pemilik bengkel kecil ini benar-benar ketakutan. Cari uang itu tidak mudah.”

“Cuci mobil cuma dapat 30 yuan, tapi sewaktu-waktu bisa ganti rugi 300 ribu yuan.”

“Ah, Xiaomi ini seperti racun paraquat—ke mana pun pergi, tak ada rumput yang tumbuh.”

“Saya rasa sekarang banyak bengkel servis juga punya pikiran yang sama. Entah apa yang dipikirkan perusahaan Xiaomi.”

Xiaomi SU7 Terbakar Saat Dicuci, Sikap Pabrikan Dipertanyakan

Menurut laporan media sebelumnya, pada 19 Januari sekitar pukul 17.00, di sebuah pusat layanan mobil di Jalan Xiakan East, Haikou, sebuah mobil energi baru Xiaomi SU7 baru saja dibawa masuk untuk dicuci, namun tidak lama kemudian tiba-tiba terbakar dan mengeluarkan asap hitam pekat.

Setelah kejadian, area di sekitar bengkel tersebut dipasangi garis pembatas. Staf bengkel mengatakan bahwa pemilik mobil memarkir kendaraan di dalam bengkel lalu turun dari mobil. Tak lama kemudian, seseorang mencium bau aneh dan melihat mobil tersebut mulai mengeluarkan asap lalu terbakar.

Pemilik mobil bermarga Su mengatakan bahwa Xiaomi SU7 tersebut dibeli pada April 2025, tidak pernah terendam banjir maupun mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

Aksi penolakan bengkel-bengkel mobil terhadap mobil Xiaomi juga ramai diperbincangkan di platform X. Salah satu komentar berbunyi:  “Mobil Xiaomi: saya tidak terbakar! Bengkel: saya tidak berani lagi! Ini benar-benar ‘produsen keras kepala, pedagang cari selamat’.” (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Penyunting penanggung jawab: Wen Hui

Remaja 17 Tahun Ditangkap Usai Mengancam Penumpang Kereta Tokyo dengan Gunting

EtIndonesia. Di dalam kereta Jalur Saikyō di Tokyo, Jepang, seorang remaja berusia 17 tahun mengacungkan gunting sehingga menimbulkan keributan pada Jumat (23 Januari) sore. Polisi menangkap remaja tersebut sebagai pelaku tertangkap tangan. 

Dalam peristiwa ini tidak ada korban yang terluka akibat senjata tajam, namun karena kereta berhenti mendadak, satu penumpang terbentur kepalanya. Selain itu, saat penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri, tiga orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Menurut laporan media Jepang, polisi menyatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 16.20 waktu setempat, di dalam gerbong kereta JR Jalur Saikyō yang sedang melaju di sekitar wilayah Nakajūjō, Distrik Kita, Tokyo. Seorang penumpang melaporkan kepada polisi bahwa “ada orang yang mengacungkan gunting di dalam kereta.” Tombol alarm darurat di dalam gerbong juga ditekan, sehingga kereta segera berhenti darurat.

Sementara itu, menurut laporan ANNnewsCH, saat kejadian kereta berhenti di antara Stasiun JR Jūjō dan Stasiun Akabane. Diduga seorang penumpang menggunakan tuas pintu darurat untuk membuka pintu dan mengevakuasi penumpang.

Laporan tersebut mengutip keterangan penyelidik yang menyatakan bahwa seorang remaja 17 tahun berdiri di dalam gerbong dan menodongkan gunting ke leher seorang siswi yang tidak dikenalnya. Beruntung, siswi tersebut tidak terluka. Namun, tiga penumpang lainnya (dua pria dan satu wanita) mengalami luka akibat kereta yang berhenti mendadak.

Pihak berwenang juga menyebutkan bahwa remaja tersebut mengacungkan benda mirip gunting di dalam gerbong sambil berteriak keras, sehingga membuat penumpang merasa tidak aman.

Remaja itu segera dilumpuhkan di tempat oleh polisi dan ditangkap sebagai tersangka tertangkap tangan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Tindakan Kekerasan.

Insiden ini terjadi menjelang jam sibuk pulang-pergi kerja. Akibat kejadian tersebut, JR East mengumumkan penghentian sementara layanan di sejumlah jalur, termasuk Jalur Saikyō (arah naik dan turun), Jalur Keihin–Tōhoku (arah naik dan turun), sebagian Jalur Utsunomiya, Jalur Takasaki (arah naik dan turun), serta Jalur Shōnan–Shinjuku. Penumpang diminta turun dari kereta dan berjalan melintasi rel. Layanan kereta kemudian dipulihkan sekitar pukul 18.00.

Polisi masih menyelidiki rincian kejadian serta motif tindakan remaja tersebut. (Hui)

Tes Darah di Sekolah Memicu Kepanikan, Muncul Gelombang “Berhenti dari Sekolah untuk Menyelamatkan Nyawa” di Banyak Wilayah di Tiongkok

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus hilangnya anak di bawah umur sering terjadi di berbagai wilayah Tiongkok. Ditambah lagi dengan praktik pengambilan darah di sekolah dengan alasan pemeriksaan kesehatan, hal ini memicu kecurigaan publik terhadap dugaan kejahatan pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok. Banyak orang tua menyerukan “tidak mengirim anak ke sekolah” di media sosial, sehingga dunia maya pun dilanda gelombang “berhenti sekolah demi menyelamatkan nyawa”

EtIndonesia. Pada 22 Januari 2026, seorang orang tua di Provinsi Jiangsu mengatakan kepada NTDTV bahwa sejak tahun lalu ia sudah tidak lagi menyekolahkan anaknya, karena khawatir anaknya tiba-tiba menghilang dan diambil organ tubuhnya.

Ibu Li (nama samaran), orang tua dari Jiangsu:  “Sejak tahun lalu saya membawa anak ke rumah sakit komunitas hanya untuk cek golongan darah. Dokternya meminta nomor KTP serta alamat asal daerah. Kenapa perlu informasi sebanyak itu? Setelah itu saya sering melihat informasi tentang orang hilang, tentang cek golongan darah di rumah sakit yang bisa dipakai untuk pencocokan, juga sekolah yang mengumpulkan data golongan darah anak-anak. Sejak itu setiap hari saya hidup dalam ketakutan dan kecemasan.”

Ada pula orang tua di Tiongkok daratan yang secara tidak sengaja mengetahui dari percakapan dengan anaknya bahwa pihak sekolah telah mengambil darah siswa, sehingga mereka menjadi sangat panik.

Orang tua:  “Bulan Oktober tahun lalu kamu diambil darah di sekolah?”

Siswa: “Satu sekolah semuanya diambil!”

Internet di Tiongkok dipenuhi informasi tentang anak-anak yang hilang, meninggal mendadak di sekolah, atau diculik di jalanan. Ditambah dengan penindasan terhadap kebenaran dan pembungkaman tim pencari keluarga oleh PKT, kekhawatiran para orang tua pun semakin meningkat.

 “Ketika semakin banyak tayangan seperti ini, setiap orang tua hatinya terus tercekik. Saat mengantar anak ke sekolah, mereka bahkan tidak tahu apakah bisa menunggu sampai anak pulang. Karena masyarakat tidak aman, pemerintah tidak dapat dipercaya, aparat penegak hukum seperti kelompok mafia. Semua orang berada dalam bahaya, dan anak-anak adalah kelompok paling lemah di antara yang lemah,” kata Ilshat Hasan, juru bicara berbahasa Mandarin World Uyghur Congress. 

Para analis menilai, kepanikan orang tua saat ini bukan disebabkan oleh satu peristiwa tertentu, melainkan merupakan reaksi terpusat dari runtuhnya kepercayaan terhadap sistem PKT.

Wang Shoufeng, Wakil Ketua Federasi Demokrasi Tiongkok cabang Jerman, mengatakan: “Selama anak-anak bersekolah, orang tua khawatir anaknya diambil organ hidup-hidup, khawatir data golongan darah mereka dimasukkan ke dalam basis data organ. Pemerintah PKT mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk melakukan pengambilan organ hidup—ini sangat mengerikan. Sekolah selama bertahun-tahun telah menjadi kaki tangan dalam kejahatan pengambilan organ hidup. Tiongkok telah memasuki era teror putih, dan situasinya semakin berbahaya.”

Laporan wawancara oleh reporter NTDTV Li Yun dan Qiu Yue.

Tujuh Krisis Ekonomi Besar Mengancam Tiongkok: Ledakan Serentak Diperkirakan Terjadi pada 2026

Data ekonomi terbaru yang dirilis oleh otoritas resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa banyak sektor mengalami penurunan atau kemunduran. Di antaranya, pasar investasi domestik yang lesu, angka kelahiran yang terus menurun selama bertahun-tahun, serta penurunan investasi aset tetap nasional dan investasi properti. 

Para analis memperkirakan bahwa tahun 2026 bisa menjadi periode penentu bagi ekonomi Tiongkok, dengan tujuh krisis besar berpotensi meletus secara bersamaan.

EtIndonesia. Menghadapi kondisi ekonomi Tiongkok saat ini, situs web Amerika “1945” baru-baru ini memuat artikel Reuben F. Johnson, mantan  konsultan bagi Departemen Pertahanan AS, Departemen Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS, serta pemerintah Inggris dan Australia. 

Artikel tersebut menyebutkan bahwa sekelompok ekonom dan analis data yang meneliti risiko struktural makro ekonomi Tiongkok memprediksi bahwa mulai Januari 2026, Tiongkok akan menghadapi krisis ekonomi dan struktural yang semakin dalam dan saling bertumpuk.

Krisis tersebut terutama tercermin dalam tujuh indikator utama, yaitu:

  1. Kesenjangan yang terus melebar antara iuran dan pembayaran dana pensiun;
  2. Menurunnya kemampuan keuangan pemerintah daerah untuk mandiri;
  3. Lonjakan penjualan rumah baru, meningkatnya jumlah listing rumah bekas, serta lambatnya penyerapan stok di kota-kota besar;
  4. Tekanan yang semakin besar terhadap bank-bank kecil dan menengah;
  5. Penyusutan berkelanjutan pada laba industri, pertumbuhan output, dan indikator ketenagakerjaan;
  6. Kemerosotan cepat struktur demografi, yang tercermin pada menurunnya angka kelahiran.

Menurut data resmi terbaru PKT, jumlah kelahiran di Tiongkok tahun lalu hanya 7,92 juta bayi, turun dari 9,54 juta pada tahun 2024. Angka sebenarnya disebut-sebut lebih rendah dari data resmi.

 “Kita tahu bahwa Tiongkok saat ini mengalami penurunan populasi yang sangat tajam, dengan jumlah kelahiran bayi yang terus menurun. Dalam waktu dekat, Tiongkok akan menghadapi krisis demografi. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kekurangan dorongan, dan di kancah internasional—di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat—situasi perdagangan luar negeri kini sangat berat,” kata Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina. 

Indikator ketujuh adalah penurunan menyeluruh permintaan eksternal Tiongkok, yang tercermin pada berkurangnya pesanan ekspor, melambatnya pengiriman ke pasar utama, serta penurunan volume bongkar muat kontainer.

Meskipun Administrasi Umum Bea Cukai PKT baru-baru ini secara gencar mengklaim bahwa ekspor tahun lalu mencetak rekor tertinggi dan surplus perdagangan mencapai rekor baru, data neraca pembayaran internasional yang dirilis oleh Administrasi Valuta Asing menunjukkan bahwa surplus ekspor besar tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan cadangan devisa secara nyata. Analisis menilai bahwa surplus perdagangan justru mencerminkan distorsi kebijakan PKT dan membawa berbagai risiko.

Data terbaru dari Biro Statistik Nasional PKT menunjukkan bahwa pada tahun 2025, total investasi aset tetap nasional (tidak termasuk rumah tangga pedesaan) mencapai 48,5186 triliun yuan, turun 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi aset tetap swasta bahkan turun 6,4%. Angka sebenarnya disebut-sebut lebih buruk dari laporan resmi.

 “Selama ini ekonomi Tiongkok sangat bergantung pada investasi besar-besaran untuk mendorong pertumbuhan. Namun pada 2025 justru mencatat angka negatif. Ada tiga penyebab utama: pertama, sektor properti terus merosot, menjadi beban berat bagi ekonomi; kedua, hutang pemerintah daerah sangat serius, sementara aset berkualitas semakin terbatas; ketiga, kebijakan PKT tahun lalu untuk menekan ‘kompetisi berlebihan’ justru memberi dampak besar terhadap investasi manufaktur. Ini menunjukkan bahwa pelarian modal domestik dan penarikan modal asing sudah tidak bisa dibendung, dan dampaknya terhadap ekonomi sangat besar,” ujar penulis kolom Epoch Times, Wang He. 

Selain itu, tahun lalu pertumbuhan nilai tambah industri skala besar nasional mencapai 5,9%, lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan ritel sebesar 3,7%, namun investasi properti anjlok tajam sebesar 17,2%. Data sebenarnya masih belum jelas.

Para analis menilai bahwa jika Beijing tidak mampu mengalihkan sumber daya ke sisi konsumsi dan mendorong sektor yang bergantung pada belanja domestik, maka pertumbuhan ekonomi ke depan berpotensi melambat secara signifikan.

Wang He menambahkan:  “Saat ini, karena permintaan domestik lemah dan ekspor menghadapi langkah-langkah balasan yang keras dari berbagai negara, prospek perang tarif sangat tidak pasti. Oleh karena itu, sekalipun investasi manufaktur meningkat, laju pertumbuhannya kemungkinan tetap sangat rendah.” (Hui)

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Tang Rui.

Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat, 9 Orang Tewas dan 81 Hilang

EtIndonesia. BANDUNG BARAT – Operasi pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat telah memasuki hari ke tiga. 

Data sementara per Minggu (25/1) pukul 12.00 WIB tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan berhasil menemukan sembilan korban meninggal dunia. 

“Selain korban meninggal dunia, terdapat 23 jiwa dilaporkan selamat dan belum ditemukan 81 jiwa, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa. Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Terhadap 9 korban meninggal yang sudah terindentifikasi, 5 korban sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan 4 orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI).

Pengerahan alat berat juga telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian. 

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta pendataan rumah terdampak.

Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari.  Peristiwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban.

Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat.

BNPB Lakukan OMC

Seiring dengan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan. OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13–22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026.

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman. (***)