Saat Marah, Kecerdasan Kita Hanya Setara Bocah Usia Lima Tahun

EtIndonesia. Ada seorang pengusaha yang dikenal selalu bertindak tenang dan penuh pertimbangan. Meski setiap hari bergelut di dunia bisnis yang berubah sangat cepat, ia hampir tidak pernah membuat kesalahan fatal. Karena itulah, perusahaan yang ia kelola terus tumbuh dan berkembang.

Beberapa tahun kemudian, tibalah waktunya dia pensiun.

Dalam acara perpisahan masa baktinya, para wartawan menanyakan rahasia kesuksesannya selama puluhan tahun berkarier.

Dia hanya tersenyum dan berkata singkat :  “Sebenarnya saya tidak punya rahasia khusus. Saya bisa berjalan relatif lancar karena saya tahu satu hal: saat sedang marah, saya berusaha sedikit berbicara dan sedikit mengambil keputusan, itulah sebabnya saya jarang merusak hal-hal besar.”

Kalimat yang singkat itu justru menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang yang hadir hari itu.

Setiap kali aku dengan tenang mengingat kembali emosi dan pikiran yang pernah muncul saat aku marah, atau ketika aku mengamati orang-orang yang sedang diliputi amarah besar, aku menemukan satu kesamaan yang mencolok:

Saat marah, kecerdasan kita hanya setara anak berusia lima tahun.

Tak peduli berapa usia seseorang saat ini, ketika ia berada dalam puncak kemarahan, cara berpikirnya menjadi sangat tidak matang, emosinya sulit dikendalikan, kata-katanya kehilangan batas, dan perilakunya sering kali tak terkendali— semuanya mirip seperti seorang anak kecil berusia lima tahun.

Di dalam Alkitab tertulis: “Orang yang berakal budi tidak mudah marah.”

Bukankah itu benar?  Saat seseorang sedang marah, kebijaksanaan, kecerdasan emosional, bahkan sikap dan wibawanya  akan mengalami “kemunduran” yang drastis. Akibatnya, kata-kata yang terucap dan keputusan yang diambil sering kali justru merusak keadaan.

Seperti pengusaha yang telah pensiun tadi,  kesuksesannya bukan karena trik atau strategi luar biasa, melainkan karena ia memahami satu prinsip sederhana: saat marah, kurangi bicara dan tunda keputusan. Dengan begitu, ia jarang melakukan kesalahan besar.

Apakah kamu berharap hidupmu berjalan lebih mulus dan lebih sedikit kesalahan?

Maka, ingatlah selalu satu hal ini: saat marah, kecerdasan kita hanya setara anak lima tahun.

Belajarlah untuk berbicara lebih sedikit  dan menunda pengambilan keputusan ketika emosi sedang memuncak, agar tidak merusak keseluruhan keadaan dan berujung pada penyesalan yang terlambat.

Hikmah Cerita

Semakin kecil kemungkinan kita berbuat salah, semakin besar pula peluang untuk meraih keberhasilan.

Saat seseorang diliputi amarah, baik perkataan maupun tindakannya sering kali tidak melewati proses berpikir yang jernih.  Akibatnya, keputusan yang diambil mudah keliru, ucapan yang keluar pun menjadi tidak bijaksana,  bahkan bisa melukai atau menyinggung orang lain.

Karena itu, diam saat marah sering kali justru merupakan pilihan paling cerdas.

Di balik setiap orang yang berhasil, selalu ada pola dan prinsip hidup tertentu yang mereka pegang. Pola dan metode inilah yang layak kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan kita sendiri.(jhn/yn)

S&P : Kelebihan Stok Berisiko Menyebabkan Penjualan Rumah Baru di Tiongkok Turun Lebih dari 10% Tahun Ini

Lembaga pemeringkat internasional ternama, Standard & Poor’s (S&P), menilai bahwa kelebihan pasokan di sektor properti daratan Tiongkok sudah sangat serius. Jika kondisi ini tidak dapat diperbaiki secara efektif, penjualan rumah baru pada 2026 berpotensi anjlok hingga 14%, sementara harga rumah diperkirakan terus turun sekitar 4%.

EtIndonesia. S&P Global Ratings dalam laporan terbarunya yang dirilis di Hong Kong pada 9 Februari menyampaikan peringatan tersebut. Laporan berjudul “China Property Watch: Supply Glut to Impede Recovery” (Pemantauan Properti Tiongkok: Kelebihan Pasokan Menghambat Pemulihan) menyebutkan bahwa penumpukan besar stok rumah komersil membuat “jalan pemulihan” pasar properti Tiongkok semakin berat.

Data statistik yang dikutip dalam laporan menunjukkan bahwa hingga akhir 2025, total luas rumah komersial yang belum terjual di seluruh Tiongkok telah mencapai 766 juta meter persegi, naik 1,6% secara tahunan. 

Laporan tersebut menyatakan bahwa ini merupakan tahun keenam berturut-turut peningkatan luas rumah yang belum terjual, dan angkanya sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan rata-rata 10 tahun sebelum gelombang penurunan pasar properti saat ini.

Isi laporan  menegaskan bahwa kelebihan pasokan perumahan pasti menekan harga rumah. Penurunan harga yang berkelanjutan akan melemahkan kepercayaan calon pembeli, sehingga membentuk lingkaran setan yang sulit diputus. 

Jika situasi ini tidak membaik secara signifikan, penjualan rumah komersial baru secara nasional pada 2026 diperkirakan akan terus menurun dengan penurunan mencapai 10%–14%. Nilai penjualan diperkirakan turun menjadi 7,2–7,6 triliun yuan, jauh lebih buruk dibandingkan proyeksi dasar sebelumnya yang memperkirakan penurunan 5%–8%.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa data resmi memperlihatkan pada kuartal keempat 2025, penurunan harga rumah baru dan rumah bekas di kota-kota tingkat pertama di Tiongkok semakin cepat, sebuah perkembangan yang patut dicermati. 

Seiring terus meningkatnya stok perumahan di dalam negeri, para pengembang diperkirakan akan terus menurunkan harga jual untuk mengurangi persediaan. S&P memperkirakan harga penjualan rumah baru tahun ini akan turun 2%–4%, dengan besaran penurunan yang kurang lebih sama seperti tahun lalu.

Bahkan, isi laporan  secara gamblang menyatakan bahwa “tren penurunan ini telah mengakar kuat”, dan hingga kini belum terlihat adanya niat yang jelas dari pihak berwenang untuk meluncurkan langkah nasional yang terpadu guna mengatasi masalah penumpukan stok perumahan.

Penanggung jawab redaksi: He Yating

Lantai Penuh Bercak Hitam, Apartemen “Finishing Mewah” di Henan, Tiongkok Berubah Jadi “Rumah Berjamur”

Belakangan ini, warga sebuah kompleks perumahan di Zhengzhou, Henan, Tiongkok mengeluhkan bahwa apartemen “finishing mewah” yang dibeli seharga lebih dari satu juta yuan ternyata bagian bawah lantainya dipenuhi jamur hitam. Di dalam rumah tercium bau jamur yang sangat menyengat, bahkan ada anak kecil yang jatuh sakit pneumonia akibatnya. Namun, sikap pengembang dalam menangani masalah ini dinilai asal-asalan, sehingga para pemilik rumah kesulitan menuntut hak mereka.

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok pada 9 Februari, seorang pemilik rumah di Kompleks Poly Heguang Yuhu Yiyuan, Zona Teknologi Tinggi Zhengzhou, mengadu bahwa pada tahun 2024 ia membeli sebuah apartemen “finishing mewah” di kompleks tersebut dengan harga lebih dari satu juta yuan. Sejak Oktober 2025, warga mulai merasakan bau jamur yang terus-menerus di rumah mereka, namun tidak mengetahui penyebabnya.

Hingga suatu hari, seorang balita berusia 3 tahun di kompleks tersebut harus dirawat di rumah sakit karena infeksi paru-paru yang serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit tersebut berkaitan dengan jamur. 

Seorang tetangga kemudian membongkar lantai kayu di kamar tidurnya dan mendapati bahwa bagian bawah lantai dipenuhi bercak-bercak jamur hitam. Setelah kabar ini menyebar di grup pemilik rumah, semakin banyak warga yang melakukan pemeriksaan sendiri.

Pemilik rumah tersebut menjelaskan bahwa kondisi jamur sangat parah. Tidak hanya di bawah lapisan lantai kayu paling atas terdapat bercak jamur hitam, di antara lantai kayu dan lantai beton juga terdapat satu lapisan papan (disebut “papan alur”). Setelah lapisan tengah ini dibongkar, bau dan kerusakan akibat jamur jauh lebih parah. Beberapa penghuni awalnya tidak menemukan jamur saat membuka lapisan pertama, namun setelah membongkar lapisan di bawahnya, barulah terlihat bahwa bagian dalam sudah lama berjamur.

Ia juga mengatakan bahwa bau di dalam ruangan sangat menyengat. Beberapa tetangga yang berusia lebih tua merasa tidak enak badan selama beberapa hari setelah masuk ke rumah tersebut, mengalami pusing, batuk, dan rasa tidak nyaman di paru-paru. Bahkan, di beberapa rumah ditemukan serangga.

Setelah para pemilik rumah mengajukan keluhan, petugas pemeliharaan dari pengembang, Zhengzhou Zhanli Real Estate Co., Ltd., melakukan pemeriksaan dan menemukan lebih dari 600 unit “rumah berjamur”. Namun, mereka hanya mengakui sekitar 200 unit sebagai “jamur parah” (yakni area berjamur melebihi sepertiga luas lantai), dan menyatakan hanya akan menangani unit-unit tersebut, sementara sisanya diabaikan.

Sebagian pemilik rumah kemudian mencari gambar rancangan bangunan dan memeriksanya ke arsip, lalu menemukan dugaan ketidaksesuaian antara gambar desain dan konstruksi aktual. Berdasarkan gambar, lapisan tengah seharusnya diisi dengan semen, tetapi pada kenyataannya digunakan material lain. Para pemilik rumah pun mencurigai pengembang melakukan pengurangan kualitas bahan bangunan.

Pihak Zhengzhou Zhanli Real Estate menjelaskan bahwa masalah ini disebabkan oleh pemanas lantai pada tahun pertama yang menimbulkan “kelembaban balik” dan menghasilkan air kondensasi. Namun, para pemilik rumah membantah alasan tersebut, karena banyak ruangan yang tidak pernah menyalakan pemanas, bahkan belum pernah dihuni, tetapi tetap mengalami jamur parah.

Pemilik rumah tersebut mengatakan bahwa banyak penghuni tidak berani tinggal di apartemen itu dan terpaksa menyewa tempat lain atau tinggal di hotel. Hingga kini, masalah tersebut belum terselesaikan, dan banyak pemilik rumah masih belum bisa kembali ke rumah mereka sendiri.

Warganet berkomentar, “Di satu sisi masih harus membayar cicilan KPR, di sisi lain sudah mulai jatuh sakit dan masuk rumah sakit.” (Hui)

Penanggung jawab redaksi: Wang Hong

Intelijen Korea Selatan: Kim Jong Un Menetapkan Putrinya Sebagai Calon Pewaris

EtIndonesia. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah menetapkan putrinya sebagai calon pewaris menjelang konferensi partai penting, kata seorang anggota parlemen Korea Selatan pada hari Kamis setelah pengarahan dari badan intelijen utama Seoul.

Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara dengan tangan besi selama beberapa dekade, dan kultus kepribadian seputar “garis keturunan Paektu” mereka mendominasi kehidupan sehari-hari di negara yang terisolasi ini.

Putri remaja Kim, Ju Ae, telah lama dipandang sebagai penerus berikutnya, persepsi yang dipicu oleh serangkaian penampilan publik yang menonjol baru-baru ini.

Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan Ju Ae sekarang telah secara jelas “ditunjuk sebagai penerus”, kata anggota parlemen Lee Seong-kweun setelah pengarahan parlemen dengan badan intelijen tersebut.

Penilaian itu dibuat “dengan mempertimbangkan berbagai keadaan — termasuk kehadirannya yang semakin menonjol di acara-acara resmi”, katanya kepada wartawan.

Badan intelijen Korea Selatan mengatakan tahun lalu bahwa Ju Ae tampaknya akan menjadi penerus setelah dia menemani Kim dalam kunjungan penting ke Beijing.

Foto-foto yang diterbitkan menjelang kongres politik langka di Korea Utara bulan ini memperkuat persepsi tersebut.

Media pemerintah menunjukkan Ju Ae pada bulan Januari memberikan penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah pendiri negara Kim Il Sung dan penguasa generasi kedua Kim Jong Il disemayamkan.

Pyongyang dijadwalkan akan mengadakan kongres partai penting pada akhir Februari — acara politik terbesarnya — di mana mereka diharapkan akan menjabarkan kebijakan luar negeri, perencanaan perang, dan ambisi nuklir mereka untuk lima tahun ke depan.

Dinas Intelijen Nasional mengatakan akan memantau dengan cermat kehadiran Ju Ae, serta tingkat protokol yang diberikan kepadanya.

Para analis memperkirakan bahwa dia dapat terpilih sebagai Sekretaris Pertama Komite Sentral, posisi terkuat kedua di Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara.

Ju Ae diperkenalkan kepada dunia secara publik pada tahun 2022 ketika dia menemani ayahnya ke peluncuran rudal balistik antarbenua.

Media pemerintah Korea Utara sejak itu menyebutnya sebagai “anak kesayangan” dan “tokoh pembimbing yang hebat” — “hyangdo” dalam bahasa Korea — sebuah istilah yang biasanya diperuntukkan bagi para pemimpin tertinggi dan penerusnya.

Sebelum tahun 2022, satu-satunya konfirmasi keberadaannya datang dari mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengunjungi Korea Utara pada tahun 2013. (yn)

Mata-Mata di Jalan Raya? Mobil Listrik Tiongkok Picu Kekhawatiran Keamanan Nasional Kanada

Kesepakatan antara Kanada dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk membuka impor mobil listrik Tiongkok terus memicu kekhawatiran serius di kalangan anggota parlemen dan pakar keamanan. Mereka memperingatkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut berpotensi mengumpulkan data pergerakan dan komunikasi warga Kanada, sehingga menimbulkan ancaman besar terhadap keamanan nasional.

EtIndonesia. Baru-baru ini, Komite Urusan DPR Kanada menggelar dengar pendapat untuk membahas rencana impor 49.000 unit mobil listrik Tiongkok. Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan.

“Ketika menandatangani perjanjian dengan Tiongkok, melakukan pengadaan, atau mengimpor produk—seperti 49.000 mobil listrik tersebut—bagaimana proses peninjauan keamanannya dilakukan? Karena kendaraan-kendaraan ini bisa menjadi ‘mata-mata kecil di jalan raya’, merekam percakapan kita, pergerakan kita, bahkan mengumpulkan data seperti jumlah penumpang di dalam mobil,” kata anggota Parlemen Kanada Christine Normandin. 

“Dari sudut pandang keamanan nasional, apakah proses peninjauan perjanjian semacam ini setara dengan peninjauan dalam kasus merger dan akuisisi perusahaan?” tambahnya. 

Menteri Keamanan Publik Kanada Gary Anandasangaree menanggapi: “Semua kendaraan yang diimpor ke Kanada akan dilengkapi dengan langkah-langkah perlindungan untuk memastikan keamanan informasi kita.”

Bulan lalu, Perdana Menteri Kanada mencapai kesepakatan dagang saat berkunjung ke Beijing, yang memungkinkan impor 49.000 mobil listrik Tiongkok per tahun, jumlah yang mencakup sekitar setengah dari total pasar mobil listrik murni di Kanada. Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, sebelumnya mengecam kesepakatan ini dan menyebut mobil listrik Tiongkok sebagai “mobil mata-mata”.

Mantan pejabat intelijen yang telah pensiun dari Badan Intelijen Keamanan, Neil Bisson, juga mengatakan bahwa PKT dan perusahaan-perusahaan Tiongkok berpotensi memanfaatkan mobil listrik yang terhubung ke jaringan untuk menyadap percakapan dan melacak pergerakan. Karena mobil listrik terhubung ke jaringan listrik nasional dan internet, jika disalahgunakan secara jahat, kendaraan tersebut bisa menjadi “pintu belakang” untuk menyusup ke infrastruktur Kanada.

Sementara itu, CEO perusahaan keamanan siber Beauceron Security, David Shipley, menekankan bahwa PKT memiliki kemampuan teknologi pengawasan yang sangat maju. Selain itu, Undang-Undang Keamanan Nasional Tiongkok mewajibkan perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah, sehingga potensi risiko keamanan dari mobil listrik Tiongkok menjadi semakin mengkhawatirkan.

Jurnalis investigasi senior Kanada Sam Cooper mengatakan: “Berdasarkan pemahaman akademis saya terhadap isu ini, saya yakin mobil-mobil listrik tersebut sangat mungkin terhubung dengan sistem pengumpulan intelijen PKT, mengumpulkan data melalui audio atau video, lalu mengirimkannya kembali ke Tiongkok.”

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Shu Can, Kanada.

Intelijen Eropa: Putin Tidak Berniat Menghentikan Perang, Rusia Percepat Pembangunan Kekuatan Militer

EtIndonesia. Badan Intelijen Luar Negeri Estonia pada Selasa (10/2) merilis laporan tahunan yang menyebutkan bahwa Rusia tidak berniat mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Moskow justru sedang mempercepat pembangunan kembali kekuatan militernya dan menjadikan kemenangan militer sebagai tujuan jangka panjang, bahkan dinilai dapat menimbulkan ancaman bagi NATO. Pada hari yang sama dengan dirilisnya laporan tersebut, pasukan Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Rusia Terus Bombardir Fasilitas Energi Ukraina, 95 Ribu Warga Odesa Kehilangan Listrik

Atap runtuh, puing-puing berserakan di mana-mana. Serangan Rusia yang beruntun membuat pembangkit listrik Ukraina berada di ambang kelumpuhan. Para pekerja harus terlebih dahulu membersihkan reruntuhan sebelum dapat menilai peralatan mana yang masih bisa beroperasi.

Kepala divisi turbin, Vladimir, mengatakan:  “Serangan terjadi berulang kali, menggunakan rudal, drone, maupun kombinasi keduanya. Bisa dikatakan, kali ini daya hancurnya lebih besar.”

Pada Selasa dini hari, pasukan Rusia kembali menghantam infrastruktur energi kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam, menyebabkan lebih dari 95.000 orang di wilayah selatan kota tersebut kehilangan listrik dan pemanas.

Serangan udara itu juga menewaskan seorang anak perempuan berusia 11 tahun dan ibunya di wilayah Donetsk. Menurut data yang dirilis Kantor Kejaksaan Agung Ukraina, serangan ini membuat jumlah anak-anak yang dipastikan tewas dalam perang Rusia–Ukraina mencapai 681 orang.

Intelijen Eropa: Putin Tidak Berniat Menghentikan Perang, Rusia Percepat Pembangunan Militer

Pada Selasa, Badan Intelijen Luar Negeri Estonia merilis laporan tahunan. Kepala lembaga tersebut, Kaupo Rosin, menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari “diskusi internal Rusia”, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menghentikan perang melawan Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Putin tetap meyakini bahwa Moskow pada akhirnya akan meraih kemenangan militer di Ukraina.

Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Estonia Kaupo Rosin (tangkapan layar)

Rosin menambahkan bahwa Kremlin masih memandang Amerika Serikat sebagai lawan utama, namun secara strategis menampilkan sikap seolah-olah mau bekerja sama, dengan tujuan memperoleh pelonggaran sanksi dari AS.

 “Saya melihat Rusia mencoba membagi negosiasi ke dalam dua jalur. Jalur pertama adalah perdamaian Ukraina. Dalam hal ini, kami melihat Rusia bersedia menunda negosiasi tersebut tanpa batas waktu. Pada saat yang sama, Rusia berupaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, mengalihkan fokus hubungan bilateral ke AS, dengan tujuan utama mencabut sanksi agar ekonominya mendapat ruang bernapas,” ujarnya. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa dalam jangka pendek Rusia tidak akan melancarkan serangan militer terhadap negara-negara NATO. Namun, Moskow tengah mempercepat pembangunan kembali kekuatan militernya, termasuk membentuk unit besar sistem drone, mempercepat perluasan cadangan amunisi, serta merencanakan penguatan penempatan pasukan di kawasan Baltik serta di perbatasan Finlandia dan Norwegia.

Uni Eropa Siapkan Daftar Tuntutan: Eropa Harus Terlibat dalam Perundingan Damai

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Selasa mengatakan bahwa ia akan menyerahkan kepada negara-negara anggota sebuah daftar yang merinci konsesi yang menurut Eropa harus dilakukan Rusia sebagai bagian dari solusi untuk mengakhiri perang Ukraina.

Kallas menegaskan bahwa tanpa partisipasi dan persetujuan Eropa, perjanjian damai Rusia–Ukraina tidak mungkin tercapai. Ia menyebutkan bahwa daftar tersebut kemungkinan mencakup pengembalian seluruh anak Ukraina yang diculik selama perang, serta pembatasan skala angkatan bersenjata Rusia, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pada hari yang sama, Kremlin menyatakan bahwa tanggal putaran berikutnya perundingan damai Ukraina belum ditentukan, namun pembicaraan damai kemungkinan akan segera berlangsung. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing

Detik-Detik Babi Berusaha Kabur dari Penyembelihan Tahun Baru  Imlek di Guangxi, Tiongkok, Lompat ke Kolam dan Berenang Demi Menyelamatkan Diri

EtIndonesia. Pada 8 Februari 2026, seorang warganet Guangxi mengunggah video yang menyebutkan bahwa terjadi insiden tak terduga saat penyembelihan babi Tahun Baru di daerah setempat. Air panas sudah direbus dan semuanya siap, namun babi tersebut tiba-tiba melepaskan diri lalu melompat ke kolam. 

Warga berusaha menangkapnya, tetapi cukup lama tidak berhasil, hingga akhirnya hanya bisa berdiri di tepi kolam sambil menatap babi itu dengan pasrah.

Video yang beredar di internet memperlihatkan babi tersebut terus berenang maju di kolam, lalu berbalik arah berenang kembali. Di tepi kolam tampak orang-orang menonton dan berdiskusi, bahkan ada yang mendayung perahu kecil untuk mengepungnya.

Adegan ini memicu beragam komentar warganet, antara lain:
“Babi: Saya memang babi, tapi saya tidak bodoh.”
“Si Biksu Zhu di Kayangan kan memang menguasai pasukan air.”
“Semangat, Zhu Bajie! Cari Kakak Tertua!”
“Cepat kabur!”

Komentar lain juga bermunculan:
“Kasihan babinya!”
“Babi ini sebaiknya jangan disembelih.”
“Bisakah babi ini dibiarkan hidup?”
“Kalau sudah bisa melompat ke air, jangan dibunuh.”
“Babi yang tahu cara melarikan diri.”
“Lepaskan saja!”
“Lepaskan! Babi yang tahu melarikan diri pasti pintar!”

Sebenarnya, babi bukan hanya bisa melarikan diri; terkadang “kepekaan” atau naluri yang mereka tunjukkan justru membuat orang merasa iba.

Pada 8 Januari lalu, di sebuah desa di Provinsi Guizhou, sebuah keluarga sedang bersiap menyembelih babi Tahun Baru. Kayu bakar dan air panas sudah disiapkan, dan orang-orang hendak mulai menyembelih, ketika tiba-tiba babi besar itu berlutut dengan kedua kaki depannya. 

Babi itu tidak meronta dan tidak menjerit, hanya menundukkan kepala dengan tenang, seolah-olah memohon ampun kepada pemiliknya. Pemandangan itu mengejutkan semua orang yang hadir. Sang pemilik pun tidak tega menyembelih babi tersebut dan membawanya kembali ke kandang.

Konon, di masyarakat Tiongkok beredar pepatah: “Ada tiga jenis babi yang tidak boleh disembelih: pertama, babi yang berlutut; kedua, babi bercakar lima; ketiga, babi berbadan hitam berkepala putih. Petuah orang-orang tua pasti ada alasannya.” (Hui)

Penyunting bertanggung jawab: Tang Zixuan

Rumah Sang Tukang Kayu

EtIndonesia. Seorang tukang kayu yang sudah berusia lanjut bersiap untuk pensiun. Dia memberi tahu majikannya bahwa dia tidak ingin lagi membangun rumah. Dia ingin menikmati sisa hidupnya bersama sang istri dalam suasana yang lebih santai dan tenang.

Meski masih merasa berat meninggalkan penghasilan yang ia peroleh, dia tahu bahwa waktunya untuk pensiun telah tiba.

Sang majikan merasa sangat menyesal kehilangan pekerja yang begitu baik. Dia lalu meminta satu permintaan terakhir: apakah sang tukang kayu bersedia membangun satu rumah lagi, sebagai bantuan pribadi untuknya.

Tukang kayu itu pun menyetujuinya.

Namun, pikirannya sudah tidak sepenuhnya tertuju pada pekerjaannya. Keahliannya menurun, dan dia bahkan mulai bekerja asal-asalan serta menghemat bahan.

Setelah rumah itu selesai dibangun, sang majikan datang menemuinya.


Dia menepuk bahu sang tukang kayu, lalu berkata dengan tulus : “Rumah ini milikmu. Anggap saja ini hadiah dariku untukmu.”

Tukang kayu itu terkejut setengah mati.

Dia merasa sangat malu. Seandainya sejak awal dia tahu bahwa rumah itu dibangun untuk dirinya sendiri, pasti dia akan bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda.

Tukang kayu itu adalah dirimu.

Setiap hari, kamu memaku satu paku, memasang satu papan, dan mendirikan satu dinding. Namun sering kali, kamu tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati dan segenap kemampuan.

Hingga suatu hari, kamu tersentak menyadari bahwa kamu harus tinggal di rumah yang kamu bangun sendiri.

Hidup adalah sebuah proyek yang kita kerjakan sendiri. Sikap kita dalam bekerja hari ini akan menentukan rumah seperti apa yang akan kita tinggali di masa depan.

Hikmah Cerita

Pepatah mengatakan: “Saat buku dibutuhkan, barulah menyesal karena dulu tidak banyak membaca.”

Banyak orang saat masih muda hanya tahu bermain dan bersenang-senang, tanpa mau bersungguh-sungguh belajar dan mengasah diri. Baru setelah terjun ke masyarakat, mereka menyadari betapa lemahnya daya saing yang dimiliki, lalu menyesali waktu muda yang terbuang sia-sia.

Sebagian besar orang menghabiskan hari-harinya dalam lingkaran keluhan dan penyesalan.

Setiap hari mengulang pertanyaan yang sama:  “Mengapa dulu aku tidak berusaha lebih keras, hingga sekarang hidup terasa begitu berat?”

Padahal mereka tidak menyadari satu hal penting:  usaha hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan.

Belajar tidak pernah kata terlambat. Selama kita mau terus belajar dan mengembangkan keterampilan diri, maka dalam beberapa tahun ke depan, daya saing akan meningkat  dan kualitas hidup pun akan ikut membaik.(jhn/yn)

Apakah Mengacu “Pembentukan Pemerintahan Pusat Terpisah” oleh Zhang Youxia? Surat Kabar Militer Partai Komunis Tiongkok Gencar Mengkritik Zhang Guotao 4 Kali dalam 2 Bulan

Setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia diumumkan jatuh, media militer PKT secara berturut-turut menerbitkan empat artikel opini yang menyebut nama Zhang Guotao. Analisis menyebutkan, langkah ini kemungkinan merupakan sindiran bahwa Zhang Youxia “mengandalkan kekuatan militer dan berupaya mendirikan pusat kekuasaan sendiri”.

EtIndonesia. Pada 9 Februari 2026, harian militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) halaman enam memuat artikel opini berjudul “Kuat Secara Politik adalah Kekuatan yang Paling Fundamental”. Dalam artikel tersebut hanya dicontohkan satu kasus negatif, yakni “Zhang Guotao yang melakukan aktivitas memecah belah partai dan Tentara Merah”. 

Artikel itu juga menyebut bahwa meskipun Zhu De saat itu menghadapi “ancaman dan bujukan”, ia tidak mengikuti Zhang Guotao. Tulisan tersebut kembali menyerukan agar militer “dalam setiap tindakan patuh pada komando Komite Sentral Partai, Komisi Militer Pusat, dan Ketua Xi”.

Sejak Zhang Youxia resmi diumumkan jatuh, harian militer setidaknya telah menerbitkan empat artikel yang secara eksplisit menyebut “Zhang Guotao”. Artikel-artikel sebelumnya antara lain:
– 2 Februari: Edisi Khusus Pembangunan Militer Politik · Teori Pemurnian | Organisasi Kuat, Militer Kuat
– 3 Februari: Menjaga Semangat Menerobos Rintangan di Perjalanan Baru
– 9 Februari: Edisi Khusus Pembangunan Militer Politik · Teori Pemurnian | Bakat Sejak Dulu Harus Dibina

Dalam artikel-artikel tersebut tidak disebutkan langsung nama Zhang Youxia maupun Liu Zhenli yang jatuh bersamanya. Namun, karena bertepatan dengan periode sensitif, opini publik menduga isi tulisan tersebut berkaitan dengan Zhang Youxia.

Sejak Xi Jinping berkuasa, media partai PKT berulang kali menyebut nama Zhang Guotao untuk dikritik, melabelinya sebagai “ambisius” dan “konspirator”, serta menuduhnya “menggalang kekuatan militer dan mendirikan pusat kekuasaan sendiri”.

Sebagai contoh, setelah Xi Jinping menjatuhkan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dari faksi Jiang Zemin, yakni Guo Boxiong dan Xu Caihou, media corong PKT juga pernah keras mengkritik Zhang Guotao.

Namun, setelah orang kepercayaan Xi Jinping sekaligus mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong jatuh, media partai tampaknya hanya menyindirnya dengan istilah “membentuk klik dan faksi”, tanpa meningkatkan kritik ke tingkat pembahasan Zhang Guotao. Perlakuan ini terlihat berbeda dibandingkan dengan kasus Zhang Youxia.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa selama proses pelarian Tentara Merah ke utara (Oktober 1934 hingga Oktober 1936), Zhang Guotao terlibat konflik internal dengan Mao Zedong. Ia memimpin Pasukan Jalur Barat meninggalkan Shaanxi utara dan bergerak ke barat, lalu dikepung dan dihancurkan oleh pasukan Kuomintang. 

Pada 1938, Zhang Guotao meninggalkan PKT dan membelot ke Kuomintang, kemudian mengumumkan pengunduran dirinya dari partai di Wuhan. Pada 1948, ia membawa seluruh keluarganya ke Taiwan, lalu menetap di Hong Kong. Tahun 1968 ia pindah ke Kanada, dan meninggal dunia pada 1979 pada usia 82 tahun.

Komentator politik Zheng Haochang mengatakan kepada The Epoch Times bahwa dalam propaganda pencucian otak PKT, reputasi Zhang Guotao telah lama dicitrakan sangat buruk. Kali ini, pengangkatan kembali nama Zhang Guotao oleh media militer pada dasarnya menyamakan Zhang Guotao dengan Zhang Youxia, menyiratkan bahwa Zhang Youxia melakukan “perpecahan” dengan Xi Jinping di dalam partai dan militer, serta menyerukan hadirnya “Zhu De versi era baru” untuk melawan Zhang Youxia.

Pada 24 Januari, militer PKT secara resmi mengumumkan kejatuhan Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Setelah itu, harian militer menerbitkan artikel halaman depan yang menggunakan lima kata “sangat serius” untuk memberikan “penilaian politik” terhadap keduanya, termasuk tuduhan “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat”. Dari sini tercium kuat aroma pertarungan internal.

Setelah itu, harian militer sempat terdiam. Ketika nama Zhang Youxia kembali muncul di media tersebut, kritik terhadapnya telah diturunkan nadanya, dari “penilaian politik” menjadi fokus pada “masalah korupsi”.

Meski artikel-artikel yang mengkritik Zhang Guotao di atas juga menyiratkan tuduhan “mendirikan pusat kekuasaan sendiri”, namun karena tidak menyebut nama Zhang Youxia secara langsung, nadanya terlihat lebih rendah dan berhati-hati.

Penyunting bertanggung jawab: Chen Zhenjin

Merekam Kamp Konsentrasi Xinjiang Secara Diam-diam dengan Risiko Besar: Wawancara dengan Guan Heng yang Menceritakan Perjalanannya (Bagian 1)

Pembangkang Partai Komunis Tiongkok, Guan Heng, pernah merekam dan mempublikasikan video tentang kamp konsentrasi di Xinjiang, yang menarik perhatian luas dari berbagai pihak. Lebih dari lima bulan lalu, ia ditangkap oleh otoritas imigrasi AS karena sebelumnya masuk ke Amerika Serikat melalui jalur ilegal. Kini, permohonan suaka politik Guan Heng telah disetujui dan ia telah dibebaskan dari pusat detensi imigrasi. Tim reporter kami melakukan wawancara eksklusif dengan Guan Heng dan ibunya.

EtIndonesia. Pada 28 Januari 2026, permohonan suaka politik Guan Heng disetujui, dan pada 3 Februari ia dibebaskan.

Guan Heng mengatakan bahwa masa penahanan di pusat detensi imigrasi mungkin merupakan periode paling sulit dalam hidupnya. Sementara itu, ibunya, Luo Yun, menyatakan bahwa saat mengetahui suaka putranya disetujui, lebih dari seratus hari ketegangan dan kekhawatiran akhirnya sirna.

Ibu Guan Heng, Luo Yun, mengatakan:  “Setelah melihat anak saya, perasaan saya benar-benar sangat terharu. Akhirnya semuanya benar-benar selesai.”

Awal dari semua ini bermula pada tahun 2018, ketika Guan Heng mulai mendokumentasikan perjalanan dan merekam video terkait berbagai isu sosial. Pada tahun 2020, ia secara diam-diam merekam kamp konsentrasi di Xinjiang, dan pada tahun 2021 ia memutuskan untuk mempublikasikan video tersebut.

Pembangkang Tiongkok, Guan Heng, mengatakan:  “Saya hanyalah warga biasa yang kebebasan berpendapatnya dibatasi oleh pemerintah PKT. Saya bersimpati dengan penderitaan mereka.”

Dalam proses kunjungan lapangan, Guan Heng menemukan sejumlah tempat yang secara resmi disebut sebagai “sekolah pelatihan”. Dari luar tampak seperti sekolah, tetapi sebenarnya berbeda, termasuk salah satu “sekolah pelatihan” yang telah ditinggalkan.

Guan Heng berkata:  “Namun, sebuah sekolah yang di atas temboknya dipasangi kawat berduri, dan bagian dalamnya terlihat jelas bukan tempat yang biasa.”

Ia juga mengatakan bahwa di Urumqi terdapat sejumlah bangunan tanpa papan nama atau keterangan apa pun, tetapi dijaga dengan sangat ketat. Bangunan-bangunan tersebut bahkan tidak ditandai di peta. Saat itulah ia mulai menyadari bahwa proses pengambilan gambar penuh dengan risiko.

Guan Heng menjelaskan:  “Saat itu saya menyembunyikan kartu SD di sudut-sudut mobil yang tidak mencolok. Saya tahu jika saya mengunggah video di Tiongkok, saya pasti akan ditangkap. Dan jika saya ditangkap, saya pasti akan mengalami penyiksaan, karena banyak akun internet orang lain dihapus akibat ancaman dari polisi.”

Karena itu, ia memutuskan untuk meninggalkan Tiongkok.

Guan Heng berkata:  “Saat itu saya berpikir, jika video saja tidak bisa dipublikasikan, apa arti semua yang sudah saya lakukan? Karena itu, setelah bulan Mei, saya memutuskan untuk meninggalkan Tiongkok dan mencari tempat di mana saya bisa mengunggah video.”

Guan Heng menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesal mengungkap keberadaan kamp konsentrasi di Xinjiang.

Guan Heng mengatakan:  “Saya tidak pernah menyesal, karena sekarang ketika menengok kembali apa yang telah saya lakukan, saya merasa semua itu bermakna.”

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television: Flora Hua, Hong Sheng, dan reporter magang Meng Yu, New York.

Perempuan dan Serigala

EtIndonesia. Ada seorang perempuan yang hidup dalam keluarga yang sangat bahagia. Kehidupannya berkecukupan, suaminya pun sangat mencintai dan menyayanginya.

Suatu hari, dia berkenalan dengan seorang pria muda. Rayuan manis dan kata-kata indah pria itu membuat hatinya goyah, hingga akhirnya mereka terjerumus dalam hubungan yang tidak semestinya.

Suatu ketika, pria muda itu berkata kepadanya:  “Hubungan sembunyi-sembunyi seperti ini tidak akan membawa kebebasan. Lebih baik kita meninggalkan kampung halaman, pergi ke tempat baru, dan membangun rumah tangga kita sendiri.”

Perempuan itu merasa kata-kata tersebut masuk akal. Maka, saat suaminya sedang pergi, dia mengambil seluruh harta paling berharga dari rumah, lalu pergi ke pelabuhan untuk bertemu dengan pria muda itu.

Pria itu berkata: “Kamu serahkan dulu semua barang berharga itu kepadaku. Biarkan aku mengantarnya ke seberang lebih dulu, nanti aku kembali menjemputmu. Kalau sampai tertangkap, akibatnya tidak terbayangkan.”

Perempuan itu kembali merasa masuk akal. Dia pun menyerahkan seluruh harta bendanya, dan tinggal di tempat itu sambil menunggu.

Namun tak disangka, sehari berlalu,dua hari berlalu, tiga hari berlalu—pria muda itu tidak pernah kembali.

Dia kelaparan dan kedinginan, tetapi dia tidak berani pulang. Dia benar-benar terjebak dalam keputusasaan.

Tiba-tiba, dia melihat seekor serigala berlari melewatinya sambil menggigit seekor burung. Burung itu masih berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri.

Serigala itu berlari ke tepi air. Ketika melihat seekor ikan di dalam air, dia melepaskan burung itu dan mencoba menangkap ikan.

Namun ikan itu segera berenang menjauh, sementara burung itu pun terbang pergi.

Melihat kejadian itu, perempuan tersebut tertawa dan berkata : “Serigala ini benar-benar bodoh. Sudah mendapatkan seekor burung yang begitu bagus, malah dilepaskan demi mengejar ikan. Akhirnya burung dan ikan sama-sama hilang. Benar-benar bodoh!”

Tiba-tiba, anjing serigala itu menoleh dan berkata:  “Kebodohanku hanya membuatku kelaparan untuk sementara. Tetapi kebodohanmu telah menghancurkan seluruh hidupmu.”

Saat itulah perempuan bodoh itu seperti terbangun dari mimpi.

Dengan penuh penyesalan dia berkata : “Aku rela meninggalkan suami yang mencintaiku dan keluarga yang stabil demi orang seperti itu. Aku telah menghancurkan kebahagiaan seumur hidupku. Semua ini adalah akibat dari keserakahan dan hawa nafsuku sendiri!”

Manusia biasa sering kali menuruti keinginan hati. Meski mungkin memperoleh kenikmatan sesaat, pada akhirnya justru akan mencelakakan diri sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak terhindar dari godaan yang membuat hati terguncang. Namun kita harus segera membangkitkan kesadaran dan kejernihan batin, mengendalikan keserakahan dan nafsu, agar tidak tersesat sesaat dan kemudian harus menanggung penderitaan serta penyesalan tanpa akhir.

Renungan

Sering kali, orang yang terlibat langsung menjadi bingung, sementara orang yang melihat dari luar justru lebih jernih.

Dalam cerita ini, perempuan tersebut berada pada posisi pengamat, sehingga ia dengan mudah menertawakan anjing serigala yang karena mengejar ikan justru melepaskan burung, dan akhirnya kehilangan keduanya.

Namun ketika ia sendiri berada dalam posisi yang sama, ia tidak mampu mengendalikan godaan, dan justru melakukan kesalahan yang serupa dengan anjing serigala itu.

Kisah ini memberikan dua pelajaran penting:

Pertama. Sangat mudah bagi kita melihat kesalahan dan kelemahan orang lain, namun sering kali kita tidak menyadari bahwa diri kita pun melakukan kesalahan yang sama.

Kedua. Ada kebodohan yang dampaknya ringan dan tidak terlalu membahayakan, tetapi ada pula kebodohan yang sekali dilakukan akan menutup seluruh jalan untuk kembali.

Karena itu, selama masih menjalani hidup, setiap perkataan, tindakan, dan pilihan perlu dijaga dengan kehati-hatian. (jhn/yn)

Video Tekanan Ekonomi Kian Terasa : Gelombang Tuntutan Upah dan Nasib Buruh Migran Menjelang Imlek

Perekonomian Tiongkok terus mengalami kemerosotan, keuangan pemerintah daerah semakin tertekan, dan berbagai sektor industri dilanda gelombang kebangkrutan serta pelarian pemilik usaha. Sejak awal tahun 2026, berbagai daerah di Tiongkok dilaporkan mengalami lonjakan aksi tuntutan pembayaran upah dan pembelaan hak pekerja. 

Pada saat yang sama, suasana Tahun Baru Imlek yang seharusnya ramai dengan arus mudik justru tampak muram—stasiun-stasiun sepi dan gerbong kereta kosong mencerminkan kemerosotan ekonomi yang menusuk.

EtIndonesia. Data terbaru yang dirilis otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa pasar investasi domestik terus melemah, sementara investasi aset tetap dan properti di seluruh negeri juga mengalami penurunan.

Selain itu, data yang baru-baru ini diumumkan Kementerian Keuangan PKT menunjukkan bahwa pendapatan fiskal Tiongkok tahun lalu turun 1,7%. Mengingat pemerintah Tiongkok kerap memalsukan data, kondisi sebenarnya diyakini jauh lebih buruk.

 “Kita semua tahu angka-angka seperti ini pasti dimanipulasi. Data yang diumumkan semuanya palsu dan telah dipoles. Namun hal ini justru menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok memang telah mencapai kondisi yang tidak lagi dapat diselamatkan,” kata ekonom dari Washington Institute for Information and Strategy, Li Hengqing. 

Menjelang Tahun Baru Imlek, video-video yang beredar di internet memperlihatkan banyak pabrik dan perusahaan di berbagai daerah ditinggalkan pemiliknya yang melarikan diri, sementara banyak toko tutup dan bangkrut. Jalanan dan pusat perbelanjaan yang biasanya ramai menjelang hari raya kini tampak lengang dan sepi.

Seorang blogger daratan Tiongkok berkata:  “Hari ini 30 Januari 2026, pukul 19.22 malam, tidak ada orang sama sekali.”

Setelah pemilik usaha kabur, banyak pekerja yang gajinya tertunggak tidak tahu harus mengadu ke mana. Tanpa uang, mereka bahkan tidak mampu pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru.

 “Industri riil secara umum sedang lesu. Perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan besar, ramai-ramai melakukan PHK dan pemotongan gaji. Jumlah pengangguran terus meningkat, membuat banyak orang biasa merasa cemas dan bingung, sampai sulit tidur,” ujar seorang pemilik usaha di Zhejiang bermarga Chen. 

Belakangan ini, di Guangdong, Shaanxi, Shanxi, Sichuan, Tianjin, Hubei, Chongqing, dan berbagai daerah lainnya, terjadi banyak aksi tuntutan upah oleh para pekerja dan buruh migran.

Pada 6 Februari, di Universitas Yibin, Kota Yibin, Provinsi Sichuan, para buruh migran yang gajinya ditunggak menggelar aksi tidur di depan gerbang kampus untuk menuntut pembayaran upah.

Seorang buruh migran di Chongqing bermarga Zhang mengatakan:  “Saya bekerja dengan jujur, tapi gaji ditunggak setengah tahun. Tidak punya uang untuk merayakan Tahun Baru. Pemilik usaha tidak membayar gaji dan melarikan diri. Para pekerja tidak bisa menemukan perusahaan. Masih ada lebih dari 30 pekerja dengan total gaji tertunggak sekitar 360–370 ribu yuan, dan tidak ada yang mengurus.”

Para buruh migran menangis mengeluhkan nasib mereka. Upah yang sudah rendah membuat mereka hampir tidak bisa menabung dalam setahun, ditambah lagi gaji yang ditunggak membuat kondisi ekonomi keluarga semakin sulit. Tahun ini, mereka bahkan tidak mampu membeli kebutuhan pokok untuk Tahun Baru.

Seorang warga Desa Guanzhong, Wang Shun, berkata:  “Tahun ini sama sekali tidak dapat uang, semuanya miskin. Saya sekarang bahkan tidak membeli satu jin daging pun. Tahun-tahun sebelumnya saya bisa membeli 50–60 jin daging, sayur juga banyak. Tahun ini hanya beli sedikit, cukup untuk beberapa hari saja, tidak mampu beli daging.”

Sejak Januari, berbagai daerah di Tiongkok mengalami insiden perlawanan massal. Pihak berwenang mengerahkan polisi untuk menjaga stabilitas dan melakukan penindasan.

Pada 4 Februari, perusahaan Yalei Exploration Shenzhen Co., Ltd. di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, dituduh menunggak gaji. Sejumlah pekerja berkumpul di depan kantor perusahaan untuk menuntut pembayaran. Rekaman menunjukkan petugas keamanan dengan tameng anti huru-hara berjaga di pintu masuk.

Para analis menilai bahwa seiring memburuknya kondisi ekonomi Tiongkok secara keseluruhan, konflik dan ketegangan sosial akan semakin meningkat.

Li Hengqing menambahkan:  “Selama lebih dari sepuluh tahun pemerintahan Xi Jinping, segalanya berpusat pada dua tujuan inti: mempertahankan kediktatoran satu partai dan kediktatoran pribadi. Karena itu, ketika menghadapi penolakan dari rakyat, yang dilakukan hanyalah menjaga stabilitas dan menekan. Rakyat Tiongkok benar-benar menderita. Yang mereka hadapi adalah masalah kelangsungan hidup—krisis hidup yang nyata. Dan saya pikir krisis hidup ini pasti akan membawa krisis kekuasaan bagi Partai Komunis Tiongkok.”

Laporan hasil wawancara oleh wartawan New Tang Dynasty Television: Tang Rui, Xiong Bin, dan Hong Ning.

Kanada Diguncang Penembakan di Sekolah: 10 Tewas, 25 Luka, Penembak Perempuan Bundir 

Pada Selasa (10 Februari), sebuah wilayah terpencil di Provinsi British Columbia, Kanada, dilanda penembakan massal di sebuah sekolah, mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas dan sekitar 25 orang luka-luka. Polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah bunuh diri.

EtIndonesia. Polisi menerima laporan sekitar pukul 13.20 waktu setempat pada 10 Februari, yang menyebutkan bahwa seorang penembak telah memasuki Sekolah Menengah Tumbler Ridge. 

Setelah memasuki area sekolah, polisi menemukan enam jenazah di dalam sekolah. Dua korban lainnya ditemukan meninggal di sebuah rumah, dan satu orang meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. 

Selain itu, sedikitnya dua orang dengan luka serius telah dilarikan ke rumah sakit, sementara hingga 25 orang lainnya sedang menjalani perawatan medis.

Polisi menyatakan bahwa identitas pelaku telah diketahui, namun demi melindungi privasi dan kelancaran penyelidikan, rincian lebih lanjut belum akan diumumkan. 

Menurut keterangan polisi, tersangka adalah seorang perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun terusan, dan ditemukan meninggal dunia di dalam sekolah akibat “bunuh diri”.

Tumbler Ridge adalah sebuah kota kecil terpencil yang terletak di kaki Pegunungan Rocky bagian utara Provinsi British Columbia, dengan jumlah penduduk sekitar 2.400 orang. Kota ini berjarak sekitar 1.155 kilometer (sekitar 717 mil) di timur laut Vancouver. Jumlah siswa di Sekolah Menengah Tumbler Ridge kurang dari 200 orang.

Setelah penembakan terjadi, Sekolah Menengah Tumbler Ridge serta sekolah dasar setempat sempat memberlakukan penguncian dan perintah berlindung di tempat, yang kemudian dicabut pada sore hari.

Kabar ini mengejutkan seluruh Kanada. Insiden ini disebut sebagai penembakan sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, setelah tragedi di Politeknik Montréal pada 6 Desember 1989 yang menewaskan 14 orang.

Pemerintah Kota Tumbler Ridge dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa komunitas setempat “sedang mengalami peristiwa yang sangat menyayat hati. Hati kami bersama semua pihak yang terdampak, dan kami memahami bahwa banyak warga mungkin merasa terkejut, takut, dan kebingungan.”

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pernyataan melalui platform X, menyebut insiden penembakan ini sebagai peristiwa yang “mengerikan”, serta menyampaikan belasungkawa dan doa bagi keluarga serta kerabat para korban. (Hui)

Dilaporkan oleh reporter Jin Jing / Diedit oleh Wen Hui

Senat Filipina Meloloskan Resolusi yang Mengutuk Sikap Tak Sopan Kedutaan Besar  Partai Komunis Tiongkok di Manila

EtIndonesia. Di tengah memanasnya sengketa kedaulatan Laut Cina Selatan antara Filipina dan Tiongkok, Senat Filipina pun mengambil langkah tegas. Pada 9 Februari 2026, Senat Filipina menggelar sidang pleno dan secara resmi meloloskan Resolusi No. 256 yang diajukan oleh Senator Francis “Kiko” Pangilinan.

Resolusi tersebut secara langsung menyebut dan dengan keras mengecam Kedutaan Besar PKT di Manila, dengan alasan bahwa kedutaan tersebut baru-baru ini melontarkan pernyataan yang sangat tidak sopan terhadap sejumlah anggota parlemen dan pejabat Filipina.

Resolusi itu juga menekankan bahwa dalam situasi tegang di Laut Filipina Barat (West Philippine Sea), independensi legislatif parlemen dan kedaulatan negara harus dipertahankan, serta tidak boleh membiarkan kekuatan asing ikut campur atau menunjuk-nunjuk urusan dalam negeri.

Mosi ini memperoleh dukungan lintas partai di Senat. Sejumlah tokoh politik penting turut menandatangani, termasuk Ketua Senat Vicente Sotto III, Ketua Senat sementara Panfilo Lacson, serta Pemimpin Mayoritas Juan Miguel Zubiri, yang semuanya berdiri pada posisi yang sama.

Peristiwa ini bermula ketika Kedutaan Besar PKT di Manila sebelumnya secara terbuka mengkritik dan menyebut nama beberapa senator Filipina, termasuk Pangilinan, Risa Hontiveros, dan Erwin Tulfo. Para senator tersebut menjadi sasaran serangan verbal karena secara terbuka menyatakan dukungan terhadap klaim kedaulatan Filipina di Laut Filipina Barat.

Dalam sidang tersebut, Pangilinan menyatakan bahwa Filipina tentu berharap sengketa maritim tetap dipisahkan dari hubungan ekonomi dan perdagangan. Namun, kedaulatan adalah garis merah yang tidak bisa ditawar, dan kepentingan nasional tidak boleh ditukar dengan keuntungan ekonomi apa pun.

 “Ketika kepentingan (Komunis Tiongkok ) berbenturan dengan kepentingan negara kita, maka tentu saja kami akan berdiri teguh di pihak kepentingan nasional,” katanya. 

Resolusi ini juga menyampaikan dukungan penuh kepada Departemen Pertahanan Nasional (DND) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), mengapresiasi sikap tegas mereka baru-baru ini terkait situasi di Laut Filipina Barat, serta menegaskan kembali kedaulatan Filipina atas wilayah perairan tersebut.

Para senator juga memanfaatkan kesempatan ini untuk secara serempak menyerukan perlindungan penuh terhadap nelayan Filipina dan Penjaga Pantai Filipina (PCG), agar mereka tidak lagi menghadapi gangguan dan ancaman dari pihak PKT di laut.

Secara keseluruhan, langkah Senat kali ini dapat dipandang sebagai “perjuangan bahu-membahu” antara lembaga legislatif dan sektor pertahanan Filipina dalam isu Laut Tiongkok Selatan. Pesan yang disampaikan kepada Beijing sangat jelas: Filipina menghormati diplomasi, tetapi dalam urusan kedaulatan, tidak ada ruang untuk tawar-menawar. (Hui)