Dua Percobaan Mengungkapkan Mengapa Bayi Tidak Takut Ular (Video)

0

Rasa takut pada ular adalah salah satu fobia yang paling umum dan kuat terjadi pada manusia, dengan satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia menderita ‘ophidiophobia’.

Para ahli sebelumnya menjelaskan respons tersebut sebagai mekanisme bertahan hidup untuk melindungi kita dari reptil yang berpotensi mematikan.

Namun sebuah video yang menakjubkan menunjukkan bahwa bayi tidak memiliki ketakutan alami pada ular, mendukung gagasan bahwa banyak fobia kita dipelajari selama masa kanak-kanak.

Klip video berikut menunjukkan bahwa anak-anak muda tanpa rasa takut bermain dengan ular, yang tampaknya tidak mempedulikan bahaya yang mungkin ditimbulkan binatang tersebut.

Video BBC Earth berbunyi: ‘Selama beberapa bulan pertama kehidupan kita, kita benar-benar tidak takut.”

Kemampuan kita untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat mengancam kelangsungan hidup kita adalah sesuatu yang kita pelajari dari orang-orang di sekitar kita.

“Itulah sebabnya beberapa ketakutan kita rasional tapi ada juga yang tidak.”

Klip ini didasarkan pada sebuah studi tahun 2015 yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia 11 bulan dapat menonton ular tanpa menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menggunakan semburan cahaya tiba-tiba sebagai ‘penyelidikan mengejutkan’ untuk menguji tanggapan bayi.

Anak-anak menonton video ular dan gajah yang digabungkan dengan suara gembira atau ketakutan.

Kilatan cahaya kemudian bersinar untuk melihat betapa takutnya para peserta, dengan respon yang lebih besar yang diharapkan dari mereka yang tegang dan ketakutan.

Namun penelitian tersebut menemukan bahwa bayi yang menonton video ular menunjukkan respons yang rendah dan denyut jantung rata-rata rendah.

Tanggapan ini memberi kesan bahwa bayi tidak takut dengan ular sebelum pemeriksaan diaktifkan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bayi tersebut menonton ular lebih lama saat suara takut dimainkan, namun ini bukan karena takut, kata periset.

“Sebaliknya, mereka memiliki kecenderungan untuk mendeteksi dan merespon dengan cepat terhadap ular,” kata rekan penulis Dr Vanessa LoBue, dari Rutgers University di New Jersey, kepada BBC pada tahun 2015.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak dapat dengan cepat melihat ular di foto di antara banyak foto non-ular lainnya.

Monyet juga telah terbukti lebih tertarik pada ular, menunjukkan bahwa reptil entah bagaimana istimewa, namun para periset tidak yakin mengapa.

Alih-alih ketakutan ini terprogram, Dr LoBue mengklaim bahwa ketakutan akan ular atau laba-laba dikondisikan secara kultural.

“Sementara kami menemukan tanggapan diferensial terhadap ular sejak dini, yang berarti mereka istimewa, tampaknya tidak terkait dengan ketakutan di awal perkembangan,” katanya kepada BBC.

‘Mungkin saja memberi lebih banyak perhatian pada sesuatu bisa membuat rasa takut belajar lebih mudah nantinya. (ran)

https://youtu.be/iehfH6vEQ5s

Donald Trump Keluarkan Kebijakan Baru Bagi Program Nuklir Iran

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kebijakan baru dalam mencegah rezim Iran mengembangkan senjata nuklir. Trump tidak akan menyetujui kembali kesepakatan nuklir Iran untuk dikirim kepada kongres. Dia juga mengancam akan membatalkan sepenuhnya kesepakatan nuklir Iran jika tidak ada perbaikan.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh pemerintahan Obama pada tahun 2015, Iran yakin dapat mengembangkan senjata nuklir pada tahun 2026. Tahun itu kesepakatan pembatasan Program Nuklir Iran akan berakhir.

Trump mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa sebuah masalah akan menjadi lebih berbahaya, jika kebijakan yang diambil hanya bersifat menunda penyelesaian masalah. Dia menunjuk masalah nuklir Korea Utara sebagai contoh nyata.

“Kami akan menghadapi tindakan bermusuhan Iran untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Saya tidak pada posisi membiarkan Iran memiliki senjata nuklir untuk kemudian mengendalikan dan mengakuisisinya,” ujar Trump, di Gedung Putih, Jumat (13/10/2017) waktu setempat.

Tiga kebijakan utama baru yang diambil oleh Trump adalah tidak menyetujui kembali kesepakatan dengan Kongres terkait Kesepakatan Program Nuklir Iran. Kedua adalah mencoba menegosiasikan kembali bagian dari kesepakatan yang lama sebelum disetujui kembali. Dan yang ketika adalah, Dia juga ingin Amerika dan dunia memberikan sanksi tambahan kepada Garda Revolusi Iran.

Amerika Serikat turut serta menandatangani perjanjian pembatasan nuklir dengan Iran dengan sejumlah negara. Bagi sistem politik Amerika, perjanjian dengan tajuk Iran Nuclear Agreement Review Act of 2015 (INARA) itu harus disetujui kembali oleh presiden dan mengirim sertifikat nya kepada Kongres Amerika, setiap 90 hari sekali.

Langkah-langkah persetujuan kembali atau sertifikasi ulang biasanya didasari oleh kajian tentang apakah sanksi yang diberikan kepada rezim Iran sebanding dengan upaya negara tersebut untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Trump mengatakan setelah melakukan kajian selama berbulan-bulan bahwa sangsi yang diberikan tidak sanggup membatasi Program Nuklir Iran.

“Berdasarkan catatan faktual yang telah saya sampaikan, saya mengumumkan bahwa kita tidak dapat, dan tidak akan, menyetujui kembali sertifikasi ini,” kata Trump.

Dengan Trump tidak menyetujui perjanjian INARA, sekarang saatnya Kongres memutuskan bagaimana kelanjutannya. Mereka kini dihadapkan pada tiga pilihan: Tidak melakukan apa-apa dan menjaga Amerika Serikat tetap dalam kesepakatan; Kembali memberlakukan sanksi terhadap rezim Iran; atau Tetap pada perjanjian INARA namun mengajukan klausul baru dengan menambahkan ‘titik pemicu’ tertentu, yang jika dilanggar, secara otomatis akan menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS, H.R. McMaster mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah berbicara dengan para pemimpin kongres. Menurutnya ada banyak dukungan dari kedua partai yang ada mengenai masalah ini. Trump juga akan menangani beberapa masalah mendasar dengan kesepakatan nuklir itu sendiri, yang terpisah dari sertifikasi INARA dan akan segera diajukan kepada Kongres.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang secara resmi disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran menghentikan sementara program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan lebih dari dari US$ 100 miliar.

Namun, setelah 10 tahun, pada 2026, Iran diizinkan untuk memasang ribuan sentrifugal canggih. Menurut para ahli, ini akan membuat Iran mampu mengembangkan senjata nuklir hanya dalam waktu enam bulan.

“Jamnya berdetak; kita tahu kapan tanggal pemicunya,” ujar Sekretaris Negara, Rex Tillerson dalam sebuah acara baru-baru ini.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan untuk mengatasi batas waktu sanksi, serta pengembangan teknologi rudal balistik Iran. Ini akan dilakukan melalui renegosiasi ulang bagian kesepakatan atau dengan mencapai kesepakatan terpisah. Jika pemerintahannya tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran serta dengan para penandatangan perjanjian nuklir lainnya, dia akan menghentikan kesepakatan tersebut.

“Bisa diakhiri oleh saya setiap saat. Mereka adalah rezim fanatik yang merebut kekuasaan pada tahun 1979. Mereka enyebarkan kematian, kehancuran, dan kekacauan di seluruh dunia,” tegas Trump.

Dia menagaskan bahwa Iran tetap menjadi salah satu negara terkemuka yang menjadi sponsor terorisme. Ini memberi rezim Suriah senjata dan bantuan militer lainnya, menyediakan dana untuk kelompok teror Hizbullah, dan mendukung pejuang radikal lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah.

“Agresi kediktatoran Iran berlanjut hingga hari ini, “kata Trump, menunjuk pada penindasan rezim terhadap rakyat dan permusuhannya terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Trump merujuk pada seringnya teriakan ‘death to America’ dan ‘death to Israel’ yang digunakan oleh rezim tersebut. Dia mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Garda Revolusi Iran atas dukungannya terhadap terorisme. Sanksi tersebut secara khusus akan menargetkan individu dan aset Iran, seperti ahli senjata dan cyberactivity yang mendukung terorisme.

“Kami berdoa untuk masa depan di mana orang muda, Amerika dan Iran … dapat tumbuh dalam dunia yang bebas dari kebencian. Sampai saat itu tiba, kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan agar Amerika tetap aman,” tutup Trump.

Inggris Enggan Anggarkan Uang Jika Tidak Ada Kesepakatan Brexit

EpochTimesId – Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menolak anggapan bahwa persiapan atau penganggaran keuangan akan memperkuat posisi tawar Inggris dalam bernegosiasi dengan Uni Eropa. Dia mengatakan kepada sebuah komite parlemen bahwa pemerintah Inggris merencanakan semua kemungkinan, namun menolak untuk mengurangi anggaran untuk kesehatan atau pendidikan.

“Ada yang mendesak saya untuk mengeluarkan uang hanya untuk mengirim pesan ke UE untuk menunjukkan keseriusan kita. Saya pikir Uni Eropa tahu bahwa kita sangat serius. Saya tidak mau kita harus menganggarkan sesuatu yang sia-sia, kita harus menunggu hingga semuanya menjadi pasti,” kata Hammond.

Tidak ada uang yang dianggarkan untuk membiayai keluarnya Inggris dari Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga batas waktu perundingan.

David Jones, seorang mantan Menteri mengatakan Uni Eropa akan menilai Inggris tidak memiliki uang sehingga tidak akan mau memberikan kesepakatan. Kondisi itu hanya akan membuat situasi negosiasi menjadi makin runyam. Tapi Hammond tetap bersikukuh bahwa dia sama sekali tidak perlu mengalokasikan anggaran.

“Kita memang harus selalu memastikan di setiap hal pada titik terakhir. Kita juga harus memperhatikan pengeluaran rutin yang sudah dianggarkan, kita juga harus siap jika suatu saat tidak ada kesepakatan dengan Uni Eropa,” kata sang Bendahara Negara.

Menteri Hammond dianggap sebagai salah satu menteri paling pro-Uni Eropa. Dia juga dinilai lebih memilih untuk tetap berada di UE. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di antara para Pendukung Brexit, yang menuding Hammond tidak sepenuhnya mendukung agenda pemerintah.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May sendiri kini masih memilih untuk tetap memperjuangkan hasil referendum, keluar dari Uni Eropa. Namun, dia harus bisa meyakinkan masyarakat Inggris dan menyampaikan dengan tegas apakah dia akan memilih untuk tetap tinggal atau membawa negaranya pergi meninggalkan kerajaan ekonomi Uni Eropa.

Baru-baru ini dalam sebuah wawancara di radio LBC dia sekarang akan memilih dalam sebuah referendum, dia dinilai ragu-ragu dan tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan.

“Ya dan saya adalah perdana menteri, yang wajib memastikan untuk memperjuangkan Brexit untuk orang-orang Inggris. Saya terbuka dan jujur ​​dengan Anda. Apa yang telah saya lakukan, saya telah melakukan sebisanya, dan saya sampai pada sebuah keputusan Saya akan tetap melanjutkan apa yang sudah saya lakukan. Tapi kita tidak mengadakan referendum lain dan itu sangat penting,” ujar Theresa.

Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Bernard Jenkin, mendukung Theresa Mey untuk tetap pada hasil jajak pendapat. Salah satu juru kampanye dan pendukung utama brexit itu mengatakan kepada BBC, agar Theresa tidak membawa rakyat Inggris menuju perpecahan. “Dia benar sekali untuk menghindari upaya untuk memecah belah,” komentarnya.

 

Perdana menteri memang secara normatif masih memilih untuk menjalankan hasil jajak pendapat. Namun, Penasehat Senior PM, Damian Green mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa dia yakin, akan lebih baik bagi Inggris jika memilih untuk tetap tinggal di UE.

“Tidak ada yang berjuang lebih keras dari saya untuk tetap tinggal. Saya tidak membantah pandangan saya,” ujarnya.

Namun, Green menegaskan bahwa dia masih yakin dirinya bisa mebjalankan tugas untuk memperjuangkan keinginan masyarakat. “Publik mengambil pandangan mereka, saya seorang demokrat. Saya percaya bahwa jika rakyat mengatakan sesuatu, maka ini adalah tugas politisi demokratis untuk melakukan yang terbaik guna mewujudkan apa yang diinginkan oleh mayoritas rakyat.” (waa)

Pekerja Menunjukkan Jalan Cerdik untuk Menghaluskan Beton dengan Cepat (Video)

0

Setiap hari, Anda berjalan di atasnya, karena trotoar sangat penting untuk jalan, di jalanan, dan kehidupan perkotaan pada umumnya.

Membuat trotoar semen bukanlah pekerjaan yang paling gemilang. Anda harus menuangkan material beton dan air ke dalam mesin pengaduk sebelum menuangnya ke bingkai. Maka Anda harus membuatnya halus dan sejajar.

Tapi satu orang telah membuat prosesnya menarik.

Tidak jelas apakah metode ini lebih efisien, namun membutuhkan tiga orang, orang dengan kekuatan tubuh bagian atas yang baik, dan dua alat finishing beton.

Menurut Daily Mail, ini terjadi di Australia November lalu. (ran)

Bom Peninggalan Perang Dunia II Meledak di MRT Malaysia, 1 Tewas dan 2 Orang Kritis

Epochtimes.id – Tiga orang pekerja asal Bangladesh menjadi korban ledakan bom di lokasi pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di Malaysia.

Korban terluka akibat ledakan sebuah bom yang diketahui sebagai peninggalan Perang Dunia II pada Selasa (10/10/2017).

Mengutip laporan Kantor Berita Bernama, Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Amar Singh Ishar Singh menuturkan, bom tersebut merupakan bom era Perang Dunia II yang meledak saat pembangunan sedang berlangsung.

Ketiga pekerja berasal dari Bangladesh terluka parah akibat kejadian itu. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Satu dari korban tewas pada 11 Oktober 2017, sedangkan dua orang pekerja lainnya dalam keadaan kritis.

Aparat Departemen Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran mengatakan pihaknya tiba ke lokasi kejadian sepuluh minit setelah menerima panggilan darurat pada pukul 17:23 sore.

Pada saat itu 25 pegawai dan anggota pemadam kebakaran dan lima kenderaan pemadam diterjunkan ke lokasi kejadian. (asr)

Sumber : Erabaru.com.my

Sekularisasi dan Penembakan Massal di Amerika

0

Penembakan massal terus meningkat di Amerika Serikat. Sebuah studi Harvard tahun 2014 menunjukkan bahwa dari tahun 1982 sampai 2011, rata-rata insiden penembakan massal (didefinisikan sebagai empat atau lebih orang dibunuh oleh senjata api dalam satu insiden) terjadi setiap 200 hari. Namun sejak 2011, trennya telah meningkat tajam: ada insiden penembakan massal rata-rata setiap 64 hari.

Pada periode yang sama, masyarakat Amerika menjadi lebih sekuler. Menurut jajak pendapat pelacakan Gallup tahun 2016 tentang agama-agama di Amerika, sementara hampir tiga perempat orang Amerika menggambarkan diri mereka sebagai orang Kristen, sekitar 18 persen mengatakan bahwa mereka ateis atau agnostik, tertinggi sejak 2008, ketika Gallup memulai polling pelacakan harian.

Sebaliknya, 9 dari 10 orang Amerika diidentifikasi sebagai orang Kristen pada tahun 1940an dan 1950an, dengan sebagian besar sisanya diidentifikasi sebagai orang Yahudi; hanya 2-3 persen orang yang melaporkan bahwa mereka tidak memiliki identitas religius formal.

Survei ARIS Pew pada dasarnya menceritakan kisah yang sama. Ada sedikit keraguan bahwa orang Amerika akan meninggalkan agama-agama Yahudi-Kristen. Orang beriman telah perlahan tapi dengan mantap menjauh dari jangkauan gereja.

Mungkinkah munculnya penembakan massal dan meningkatnya sekularisasi Amerika terkait? Korelasi belum tentu penyebabnya. Namun berdasarkan sejarah dan studi masa lalu tentang kekerasan dan agama, adalah mungkin untuk menyimpulkan efek sekularisasi terhadap penembakan massal.

Mari kita telaah contoh ekstrem dulu. Di negara-negara di mana atheis berusaha untuk memusnahkan agama Kristen dan Budha, beberapa pembunuh massal terburuk dalam sejarah manusia muncul: Stalin, Mao, dan Pol Pot. Diperkirakan rezim komunis atheis di abad ke-20 menewaskan lebih dari 100 juta orang, menurut “The Black Book of Communism.”

Studi lain menyebutkan jumlah kematian manusia yang disebabkan oleh komunis atheis antara 40.472.000 dan 259.432.000 dari tahun 1900 sampai 1987.

Bagaimana manusia berubah menjadi pembunuh massal di bawah rezim komunis? Novelis Rusia Dostoevsky meringkasnya sebagai yang terbaik: “Tanpa Tuhan, segala sesuatu diperbolehkan.”

Dibandingkan dengan revolusi komunis yang keras, sekularisasi di Amerika lebih teratur dan halus. Tapi hasil akhirnya sama: orang berhenti percaya kepada Tuhan.

Ketika orang meninggalkan keyakinan Yudeo-Kristen mereka, mereka cenderung kurang terikat oleh ajaran agama, ajaran gereja, dan kode moral. Keturunan ateis dan agnostik ini, tanpa atau sedikit sentuhan agama, kemungkinan tidak memiliki kendala sama sekali.

Penelitian telah membuktikan bahwa agama Yahudi-Kristen dapat membantu mengurangi kejahatan kekerasan. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis data kejahatan dan agama dari 182 negara bagian di California, New York, dan Texas. Salah satu temuannya adalah jika lebih banyak penduduk daerah menjadi anggota kongregasi Kristen atau merupakan pengunjung gereja biasa, kekerasan kulit hitam dan putih menurun secara signifikan.

Selain itu, komunitas dengan persentase yang lebih tinggi dari kaum evangelis memiliki tingkat kekerasan kulit putih yang lebih rendah; Demikian pula, kekerasan Latin berkurang secara signifikan di masyarakat dengan sebagian besar penduduk Katolik aktif.

Akhirnya, agama tampaknya dapat melawan dampak negatif dari faktor sosial ekonomi terhadap kekerasan kulit hitam, seperti kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan yang buruk. Di komunitas di mana sejumlah besar penduduk kulit hitam adalah peserta gereja aktif, kekerasan kulit hitam menurun secara substansial.

Sebuah studi terpisah menunjukkan bahwa religiusitas remaja dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya pertempuran, pertarungan kelompok, dan serangan kekerasan di Amerika Serikat.

Religiusitas ditemukan terkait dengan konsumsi alkohol, rokok, dan ganja seumur hidup yang lebih rendah, dan penggunaan alkohol dan rokok yang kurang sering terjadi pada remaja Amerika dengan Meksiko.

Agama Yahudi-Kristen terbuktikan memiliki dampak positif pada kebahagiaan, stres, depresi, dan pencegahan bunuh diri. Orang yang bahagia cenderung lebih puas dengan kehidupan, cenderung memiliki sikap positif menghadapi penolakan dan kesulitan, lebih cenderung untuk menikah dan tetap menikah, dan kurang suka menunjukkan perilaku agresif dan antisosial.

Menurut analisis “Survei Sosial Umum” National Opinion Research Center tahun 2017, orang-orang yang secara teratur menghadiri kebaktian gereja (untuk agama Yahudi-Kristen) dan ritual Budhisme (untuk umat Budha) lebih cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang tinggi. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki agama kurang bahagia.

Studi lain meneliti hubungan antara kebahagiaan wanita Amerika dan kehadiran di gereja. Dengan menggunakan data komprehensif dari Survei Sosial Umum untuk tahun 1972-2008, ditemukan bahwa penurunan kebahagiaan di kalangan perempuan disebabkan oleh turunnya kehadiran di gereja selama periode tersebut. Studi tersebut juga menemukan bahwa kehadiran di gereja bertindak sebagai mekanisme yang melindungi perempuan dari berbagai faktor yang menurunkan tingkat kebahagiaan diri mereka.

Keterlibatan dalam agama-agama Yahudi-Kristen ternyata merupakan solusi yang baik untuk stres dan depresi. Setelah meninjau sekitar 80 penelitian yang meneliti hubungan antara agama dan religiusitas dengan gejala dan gangguan depresi, para periset menyimpulkan bahwa orang-orang yang tidak berafiliasi dengan agama berisiko tinggi, dibandingkan dengan orang-orang yang berafiliasi dengan agama, sementara orang-orang dengan tingkat keterlibatan religius tinggi berada pada risiko rendah untuk gangguan ini.

Banyak psikolog dan ilmuwan perilaku percaya bahwa penembak jitu memiliki profil yang konsisten. Sebagai contoh, kebanyakan penembak jitu memiliki kebiasaan buruk dan pernikahan yang gagal; Mereka depresi dan merasa ditolak terus-menerus, dengan beberapa menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa; banyak menyendiri dan tertarik pada video game kekerasan. Ini adalah masalah yang bisa dikurangi atau dicegah dengan keterlibatan agama, menurut penelitian.

Apa yang digenggam di masa depan? Akankah ada lebih banyak penembakan massal? Satu statistik dalam survei ARIS Pew yang telah disebutkan sebelumnya membuat saya khawatir: lebih dari sepertiga generasi milenium (mencapai dewasa muda sekitar tahun 2000) mengatakan bahwa mereka tidak beragama. Mengikuti lintasan ini, dalam beberapa generasi, Amerika bisa menjadi negara sekuler dengan mayoritas ateis atau agnostik.

Agama Yahudi-Kristen, sebagai garis pertahanan untuk mencegah kejahatan dan kerusakan sosial, akan menjadi tipis. Jika dugaan ini benar, kita mungkin akan melihat lebih banyak penembakan massal di Amerika.

Senjata di tangan orang yang takut akan Tuhan adalah sarana pembelaan diri dan alat berburu. Tapi di tangan penyendiri yang tidak beragama, depresi, senjata bisa digunakan untuk menciptakan kehancuran dan kehancuran.

Hak untuk memiliki senjata bisa menjadi berkat ketika orang Amerika percaya kepada Tuhan dan penyelamatan; kombinasi lebih dari 300 juta senjata dan orang-orang yang tidak beriman, bagaimanapun, hanya bisa menjadi resep untuk bencana. (ran)

Veteran Perang Dunia II Temui Kekasih Setelah Puluhan Tahun Berpisah

0

EpochTimesId – Seorang veteran Perang Dunia II, Carl Warner terpaksa meninggalkan kekasihnya semasa SMA karena dipanggil Negara untuk berperang. Carl Warner bergabung dengan pasukan marinir setelah Pearl Harbor diserang tentara Jepang.

Sejak saat itu, dia kehilangan komunikasi dengan kekasihnya selama 76 tahun. Walau demikian, Warner selalu mengenang kisahnya ketika selalu berusaha menabung untuk mengajak kekasihnya, Abby Deutsch jalan-jalan dan kencan.

“Saya tidak punya mobil, saya tidak punya pekerjaan, saya tidak punya uang, bagaimana Anda bisa mengajak anak perempuan keluar kencan? Saya sangat ingin berkencan dengannya. Namun sepertinya saya harus membatalkan niatan tersebut, karena tepat setelah saya berusia 17 tahun, saya dipanggil negara untuk menjalani pelatihan sebagai tentara Marinir,” kata Warner kepada PEOPLE, dikutip NTD.TV.

 

https://www.facebook.com/lovewhatreallymatters/videos/1652298358125889/

Setelah perang, Warner menjadi wartawan koresponden asing yang melakukan tugas-tugas berbahaya. Sementara Deutsch bekerja sebagai sekretaris. Mereka berdua akhirnya menikah dengan orang lain dan menjalani hidup mereka masing-masing.

Tapi Warner masih memiliki keinginan untuk bertemu Deutsch sekali lagi. Kira-kira 10 tahun yang lalu, harapan Warner sepertinya bisa diwujudkan menjadi kenyataan, karena dia bisa terhubung kembali dengan Deutsch melalui seorang temannya.

Mereka mulai menelepon dan berkirim surat satu sama lain. Namun, mereka tidak pernah bertemu hingga saat itu.

Berkat Living Senior Brookdale, di mana Deutsch tinggal, dan Wish of a Lifetime, sebuah organisasi yang membantu para manula mewujudkan harapan dan keinginan mereka, Warner dan Deutsch bisa saling pandang untuk pertama kalinya pada Agustus 2017. Keduanya benar-benar tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan mereka.

“Kami saling memeluk dan saling berciuman. Kami berbicara satu sama lain tentang seperti apa hidup kami selama berpuluh-puluh tahun ketika kami berpisah,” kata Warner.

Mereka pun merayakan reuni langka ini dengan menjalani tur Warner Bros Studio sebelum makan malam di rumah Warner. Dan ketika waktunya tiba, Deutsch merasa kecewa karena pertemuan tersebut berakhir begitu cepat.

Tapi dia juga senang akhirnya ia bisa melihat dan bertemu belahan-jiwanya. “Kami beruntung kita telah hidup begitu lama dan masih sehat. Ini sungguh luar biasa, saya sangat merinding rasanya!” timpal Deutsch.

Kisah Warner dan Deutsch ini adalah bukti betapa hebatnya mereka. Dan hubungan mereka adalah sesuatu yang diharapkan bisa mengantarkan mereka berdua mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian selama sisa hidup mereka. (Int/Rp/waa)

Lubang Besar Muncul Di Laut Antartika Kutub Selatan Bingungkan Ahli Puluhan Tahun

0

EpochTimesId – Sebuah lubang seukuran Pulau Maine terbentuk pada lautan es beku di Laut Weddell, Antartika. Para ilmuwan masih kebingungan dan tidak memiliki teori pasti penyebab terbentuknya lubang tersebut.

Lubang ini muncul sejak beberapa bulan yang lalu, ketika es biasanya sangat tebal di Kutub Selatan. Karena lokasinya yang terpencil, para peneliti kebanyakan hanya mengandalkan citra satelit untuk mempelajarinya.

Teori sementara tentang penyebab munculnya lubang diperkirakan berkaitan dengan arus dan aliran air hangat yang naik ke permukaan sehingga mencairkan lapisan es.

“Lapisan es pada bagian selatan samudera Antartika sangat tebal dan berlapis-lapis. Lapisan air yang sangat dingin namun relatif segar. Massa air lebih hangat dan lebih asin, sehingga berperan sebagai lapisan isolasi,” kata kepala Divisi Riset di Geomar Helmholtz Center for Ocean Research Kiel, Mojib Latif.

Dalam keadaan tertentu, air yang lebih hangat bisa menembus air pendingin isolasi dan melelehkan es. Ini adalah sebuah fenomena yang biasanya terjadi secara teratur di sekitar daerah pesisir di Kutub Utara dan Antartika. Namun, fenomena ini biasanya tidak akan terjadi di tengah laut.

“Ini seperti membuka katup pelepas tekanan. Laut kemudian melepaskan surplus panas ke atmosfer selama beberapa musim dingin berturut-turut sampai waduk panas habis,” tambah Latif.

“Air hangat mendingin saat mencapai udara, lalu tenggelam ke dasar dan memanas kembali. Siklus ini bisa diulang selama sisa musim dingin. Begitulah kebiasaanya,” jelas Kent Moore, seorang profesor fisika di University of Toronto, dikutip NTD.TV dari CBC.

Ini adalah kedua kalinya dalam dua tahun munculnya fenomena lubang es yang disebut Polynya. Sebelumnya, fenomena lubang es ini terjadi pada 2016.

Fenomena Polynya tahun ini jauh lebih besar dari tahun lalu. Namun lubang tahun ini masih jauh lebih kecil dari fenomena yang sama pada 1970-an. Waktu itu, lubang es muncul selama tiga musim berturut-turut.

“Yang terbentuk 40 tahun yang lalu sekitar lima kali lebih besar,” kata Torge Martin, seorang ahli meteorologi dan pemodel iklim di Pusat Penelitian Lautan Helmholtz di Kiel, Jerman.

Banyak ilmuwan dan ahli iklim berpikir bahwa, berdasarkan teori perubahan iklim mereka, pembentukan Polynya laut-dalam ini tidak akan terbentuk lagi di Antartika. Karena ada rentang 40 tahun antara terakhir kali hal ini terjadi. Namun, tidak ada pola jelas yang bisa dijadikan pedoman bagi para ilmuwan.

“Dua dari peristiwa yang terjadi dua tahun berturut-turut ini sebenarnya bukan merupakan tren yang cukup lama bagi kita untuk mengatakan bahwa ini adalah hasil pemanasan global,” kata tutup Moore. (CBC/NTD.TV/TheEPochTimes/waa)

Senjata Api Adalah Kebudayaan Tradisional Bangsa Amerika Sekaligus Pencegah Rezim Diktator

EpochTimesId – Insiden penembakan dengan senjata api akhir-akhir ini mulai marak terjadi di Amerika Serikat. Terakhir, Pada awal Oktober lalu, di kota Las Vegas seorang pria bersenjata menembaki massa berjubel yang sedang menyaksikan Country Music Festival.

Ditulis Oleh Liang Yan/ Epoch Times Internasional

Insiden Las Vegas menewaskan 59 orang dan 527 lainnya mengalami luka-luka. Ini merupakan kasus penembakan yang paling tragis dalam sejarah AS dan sekali lagi menarik perhatian masyarakat terhadap masalah pengontrolan senjata api oleh pemerintah Amerika.

Polisi menyatakan, Stephen Paddock (64) sang pelaku penembakan yang tewas bunuh diri ketika digerebek polisi, bertindak sendirian. Dia bukan anggota organisasi ekstrim, namun motif penembakan belum bisa dipastikan.

Fakta yang cukup membingungkan bagi polisi adalah, ditemukannya 17 pucuk senjata api di dalam kamar pelaku. Biro Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan pernyataan, oknum tersebut tidak ada hubungannya dengan organisasi teroris internasional.

Pasca penembakan brutal di kota Kasino isu pengawasan senjata api di AS sekali lagi memantik polemic yang memanas.

Penyelidikan FBI menemukan, Paddock sebelumnya membeli senjata dari toko ‘Guns and Guitars’. Toko itu beralamat di Nevada Mascot. Pemilik toko mengakui telah menjual semua senjata api itu. Dia menegaskan sebelum menerima pesanan, telah melakukan penyelidikan latar belakang si pembeli sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Federal, dan Negara Bagian.

Pemilik ‘Guns and Guitars’ mengaku tidak menemukan alasan yang menunjukkan bahwa pembeli tidak layak untuk memiliki senjata api. Walau demikian, Kantor Kejaksaan Agung Federal kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pemilik toko.

Dalam 20 tahun belakangan, sangat sering terjadi kasus penembakan di Amerika. Namun pemerintah federal dan kongres tidak melakukan dorongan kuat terhadap pelarangan kepemilikian senjata api. Kondisi ini sangat berhubungan erat dengan nilai tradisional Amerika tentang kepemilikan senjata api dan ‘Bill of Rights’. Bill of Rights atau deklarasi hak adalah sebutan bagi sepuluh perubahan atau amendemen pertama terhadap Konstitusi atau Undang-Undang Dasar Amerika Serikat. Amendemen ini dibuat untuk melindungi hak-hak asli dari kebebasan individu dan hak atas harta benda.

Pada Bab II ‘Bill of Rights’ disebutkan, ”Hak rakyat dalam memiliki dan membawa senjata, tidak dapat dilanggar.”

Ini merupakan sejenis kesiap-siagan yang diciptakan oleh para Founding Father Amerika dalam menghadapi kemungkinan terjadinya metamorfosa oleh pemerintah. Memang benar hal itu telah secara maksimum mencegah terjadinya kondisi seperti negara-negara lain, dimana ketika pasukan militer pemerintah melakukan penindasan terhadap rakyatnya, berhubung rakyat tidak memiliki senjata api maka rakyat samasekali tidak berdaya.

Hak memiliki senjata api merupakan nilai tradisional Amerika. Nilai tradisional yang memposisikan sikap hati-hati terhadap pemerintahan yang berkuasa. Nilai tradisional tersebut mewujudkan hak melindungi rakyat lebih didahulukan daripada hak kekuasaan pemerintah.

Pemahaman seperti itu juga terwujud dalam banyak pidato Trump yang berkali-kali menegaskan kan, ”Rakyat Amerika tidak memuja pemerintah, hanya memuja Tuhan”. Hak untuk memiliki senjata api juga membuat rakyat Amerika mempunyai kepercayaan yang kuat dalam melindungi harta dan tanah milik pribadinya.

Selain itu, pada ‘Amandemen Kedua Kontitusi’ Amerika Serikat tentang masalah senjata api juga sangat istimewa. Konstitusi tidak mengatakan memberi hak kepemilikan senjata api kepada rakyat, melainkan meguatkan hak rakyat yang tidak dapat dilanggar atas kepemilikan dan hak membawa senjata api.

Dengan kata lain, para ‘Founding Father’ Amerika beranggapan, hak tersebut bukan berasal dari pemberian atas kebaikan hati pihak manapun. Hak ini adalah hak asasi manusia pemberian sang Pencipta. Kebijakan ini juga memperlihatkan dengan jelas, Amerika merupakan sebuah negara yang sangat menekankan perlindungan terhadap kerahasiaan pribadi, harta pribadi dan tanah pribadi milik rakyat.

Kesimpulannya, pada 200 tahun silam para pendiri utama negara Amerika Serikat dan para tokoh golongan konservatif meyakini, ‘pemerintahan’ merupakan ‘hewan aneh’ ciptaan manusia, maka harus diwaspadai agar jangan sampai tidak terkendali. Itulah sebabnya, setiap pemerintahan AS selalu menyerukan penambahan undang-undang demi pengontrolan atas senjata api.

Pemerintah antara lain sudah mengeluarkan Undang-Undang hanya tentang pembatasan terhadap beberapa tipe senjata api, melakukan penyelidikan terhadap kondisi dan latar belakang pembeli, apakah mereka pernah berbuat kejahatan pelanggaran hukum dan lain-lain, demi mengurangi bahaya dari perbuatan jahat penggunaan senjata api. Akan tetapi, sulit bagi pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang yang memuat pelarangan secara total atas penggunaan senjata api, karena hal itu bertentangan dengan ‘Konstitusi’ dan kebudayaan tradisional. (tys/whs/waa)

 

Tiongkok Bangun Database Warga Taiwan untuk Rekrut Mata-mata

0

Rezim Tiongkok membangun database komprehensif warga Taiwan yang dapat membantu mengidentifikasi target untuk dimata-matai atau untuk merekrut sebagai agen melawan Taiwan, menurut seorang ahli.

Peter Mattis, seorang rekan program Tiongkok di The Jamestown Foundation, mengatakan dalam sebuah konferensi pada 11 Oktober di Jamestown Foundation bahwa Taiwan selalu menjadi sasaran utama kegiatan intelijen yang tidak bersahabat dengan Tiongkok, karena “Tiongkok tidak merahasiakan tujuan akhirnya reunifikasi [dengan Taiwan].”

Karena kedekatan geografis dan tingginya volume aktivitas ekonomi di Selat Taiwan, setiap waktu ada satu sampai dua juta warga Taiwan di daratan Republik Rakyat Tiongkok. “Ini adalah tantangan yang tidak dihadapi negara lain saat berhadapan dengan Tiongkok,” kata Mattis.

Mattis mengatakan bahwa Tiongkok mungkin belum memiliki kekuatan militer yang diperlukan untuk menyerang negara kepulauan kecil yang bertahan dengan sangat kuat tersebut, dan itulah mengapa ia berinvestasi secara luas dalam perang intelijen melawan Taiwan.

Menurut Mattis, operasi intelijen Tiongkok telah berulang kali menargetkan basis data dari berbagai pemerintah daerah di Taiwan untuk mengumpulkan informasi pribadi warga Taiwan. Sebagian besar upaya semacam itu telah digagalkan, namun beberapa di antaranya berhasil mengumpulkan data dalam jumlah yang signifikan.

Bahkan informasi dasar seperti hubungan keluarga bisa mengarah pada penemuan rahasia pribadi lainnya yang kemudian dapat digunakan sebagai pengungkit terhadap individu tertentu. Agen intelijen Tiongkok kemudian akan berusaha merekrut, memaksa, atau sebaliknya membahayakan individu yang mereka targetkan.

Terkadang, agen intelijen Tiongkok telah memaksa warga Taiwan yang memiliki keluarga di daratan Tiongkok. Mereka juga merekrut target dengan memanfaatkan kelemahan pribadi mereka. Misalnya, agen Tongkok mungkin menawarkan sejumlah uang yang dua atau tiga kali lipat dari uang pensiun yang diterima individu dari pemerintah Taiwan.

Sekitar 40 orang di Taiwan telah ditangkap dan dihukum karena tuduhan spionase untuk Tiongkok selama dekade terakhir, menurut Mattis. Mereka didominasi oleh pejabat pemerintah Taiwan dan perwira militer yang direkrut di berbagai layanan yang mencakup Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB), Biro Intelijen Militer, Kantor Presiden Taiwan, dan ketiga cabang angkatan bersenjata Taiwan. Bahkan regu perlindungan Presiden NSB (setara dengan Dinas Rahasia A.S.) telah dikompromikan di masa lalu.

Setelah direkrut atau dikompromikan, intelijen Tiongkok kemudian akan mengeksploitasi agen Taiwan untuk melakukan tugas seperti mengakuisisi dan memindahkan dokumen rahasia, dan mengidentifikasi anggota layanan atau pejabat rentan lainnya untuk perekrutan di masa depan. Beberapa dari mata-mata ini bertahan lebih dari beberapa tahun, bagaimanapun, Taiwan tampaknya dapat melacak sumber-sumber kebocoran yang telah diberi cukup waktu.

Pada bulan Maret 2017 Zhou Hongxu, seorang pelajar Tiongkok di Taiwan, ditangkap dan didakwa melakukan spionase untuk Tiongkok setelah dia diduga merekrut seorang pejabat yang bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Taiwan. Dia kemudian divonis pada bulan September dan dijatuhi hukuman 14 bulan penjara.

Jaksa Taiwan mengungkapkan bahwa Zhou diinstruksikan oleh seorang pejabat Tiongkok untuk secara khusus merekrut orang Taiwan yang bekerja di pemerintahan, partai politik, dan dinas militer, polisi, intelijen, atau diplomatik. Sementara pejabat Taiwan yang melaporkan Zhou kepada pihak berwenang adalah mantan teman sekelasnya, rinciannya tetap tidak jelas mengenai bagaimana Zhou memperoleh target lain yang ingin dia rekrut.

Orang Amerika juga ditarget

Sementara Mattis mengatakan bahwa operasi intelijen Tiongkok juga mencoba merekrut warga Amerika untuk menggunakannya melawan Amerika Serikat, mereka tidak terlalu berhasil masuk ke dalam pemerintahan A.S. karena alasan budaya dan faktor lainnya.

“[Tiongkok] telah mencoba beberapa tahun untuk mengidentifikasi orang-orang di komunitas intelijen CIA dan A.S.” kata Mattis, sebagai tanggapan atas pertanyaan apakah Tiongkok juga membangun database warga Amerika. “Tapi mereka menargetkan terutama etnis Tionghoa, atau mereka yang memiliki keluarga dan kerabat di Tiongkok. Jadi mereka tidak memiliki keefektifan yang sama seperti yang ada pada orang Taiwan.” (ran)

Pengadilan Eropa Punya Kewenangan Untuk Membatalkan Kesepakatan Brexit

EpochTimesId – Pengadilan Tinggi Uni Eropa memiliki wewenang untuk memveto atau membatalkan kesepakatan yang saat ini dinegosiasikan antara Inggris dan Uni Eropa. Demikian dikatakan oleh Pakar Ekonomi Uni Eropa, Sir Konrad Schiemann, seperti dikutip dari TheEpochTimes, Jumat (13/10/2017).

Konrad Schiemann adalah mantan perwakilan Inggris di Pengadilan Tinggi Uni Eropa atau European Court of Justice (ECJ) sampai tahun 2012. Dia mengatakan jika Komite Brexit menyetujui sebuah kesepakatan, maka kesepakatan tersebut akan tunduk dan dapat diadili pada Pengadilan Tinggi Uni Eropa/ECJ.

Schiemann memberikan pandangan tersebut kepada komite lintas partai dari anggota Parlemen Uni Eropa yang sedang mengkaji implikasi hukum dan rancangan Undang-Undang Brexit, sebuah dasar hukum Blue Print untuk meninggalkan Uni Eropa. Dia mengatakan bahwa ECJ dapat menilai apakah kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris dapat tetap diberlakukan.

Peran pengadilan pada masa depan, sebuah simbol yang disegani di Uni Eropa, dianggap melampaui batas kewenangan telah menjadi perdebatan baru-baru ini. Uni Eropa (UE) telah mengatakan bahwa ECJ mungkin akan mempertahankan beberapa kewenangan UE atas Inggris dalam hal kesepakatan transisi. Sebab, perbedaan pendapat telah membuat negosiasi kedua pihak tampak melambat.

Negosiator Utama Uni Eropa, Michel Barnier, mengatakan bahwa perundingan telah menemui jalan buntu, diantaranya mengenai berapa besar Inggris harus membayar saat meninggalkan UE. Sikap UE saat ini adalah bahwa negosiasi mengenai hubungan masa depan antara Inggris dan Uni Eropa tidak dapat dimulai sampai adanya kesepakatan mengenai masalah keuangan.

“Dalam kondisi seperti ini, minggu depan saya tidak dapat mengusulkan pada Dewan Eropa agar diskusi dimulai. Saya berharap akan ada kemajuan yang menentukan sebelum Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa Desember mendatang,” kata Barnier kepada wartawan setelah perundingan Brexit edisi 5 di Brussels.

Sekretaris Brexit Inggris, David Davis mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk membangun semangat kerja sama dan memberi Barnier sebuah mandat untuk memulai perundingan perdagangan.

Barnier menambahkan bahwa ada dua isu lain di mana UE tidak dapat membuat konsesi, yaitu hak warga negara dan perbatasan Irlandia Utara dengan Inggris Raya. Barner mengatakan bahwa kemajuan hanya tercapai pada masalah perbatasan Irlandia Utara.

Terkait kemungkinan Inggris keluar tanpa melalui kesepakatan, Barner mengatakan bahwa UE siap menghadapi kemungkinan apapun. Namun dia menambahkan, “Tidak ada kesepakatan akan menjadi kesepakatan yang sangat buruk.”

Awal pekan ini Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan bahwa perundingan perdagangan pasca-Brexit kemungkinan besar tidak akan dimulai sampai Awal Desember 2017. (waa)

 

Indonesia Kandas Di Babak Delapan Besar Kejuaraan Dunia Junior

EpochTimesId – Indonesia gagal melaju ke babak semifinal Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Indonesia kalah 1-3 dari Tiongkok pada turnamen bulutangkis beregu junior paling bergengsi dunia.

Ganda putra Indonesia, Adnan Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berlaga pada pertandingan pertama kalah rubber game dari Fan Qiuyue/Wang Chan, 21-13, 18-21, dan 15-21. Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung membuka harapan dengan menang atas Han Yue, 21-17, dan 21-17.

Sayangnya tunggal putra Gatjra Piliang harus menyerah dari Yupeng Bai. Indonesia gagal merebut poin di partai keempat melalui Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto. Sehingga Indonesia gagal memperpanjang nafas dengan memainkan pertandingan ke-5, dalam laga di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

“Game pertama kami main ketekan terus, dari awal mereka sudah menekan sehingga kami berkembangnya jadi lama. Karena kami masih mencari-cari cara untuk keluar dari tekanan,” kata Jauza, dalam keterangan tertulis PBSI, Jumat (13/10/2017).

Tim junior Indonesia selanjutnya akan melakoni laga berikutnya untuk memperebutkan peringkat lima hingga delapan.

“Kami akan mempersiapkan lagi, dan akan mengejar rangking tertinggi. Karena dari delapan besar ini kekuatannya rata semua. Kami akan mempersiapkan siapa yang akan turun, bergantung kesiapan dan kebutuhan,” kata manajer tim junior Indonesia, Susy Susanti.

Perebutan rangking lima hingga delapan juga diikuti oleh India dan Perancis. Sementara itu, empat negara yang lolos ke semifinal adalah Korea Selatan, Tiongkok, Jepang dan Malaysia. (waa)

Donald Trump Keluarkan Instruksi Presiden Tentang Perawatan Kesehatan

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani sebuah Executive Order atau Instruksi Presiden yang bertujuan menurunkan biaya perawatan kesehatan. Instruksi tersebut juga diharapkan dapat memberikan jutaan orang Amerika pilihan perawatan kesehatan yang lebih banyak.

Perintah Eksekutif itu memperluas akses usaha kecil terhadap Rencana Asosiasi Kesehatan (Association Health Plans). Aturan baru ini akan meningkatkan daya beli mereka serta posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi dengan perusahaan asuransi. Asosiasi antara usaha kecil tersebut dapat dibentuk antar perusahaan antar Negara Bagian.

“Ini akan berpotensi membuat pengusaha lebih mudah bergabung, para pekerja dapat memiliki akses ke pilihan asuransi yang lebih luas dengan harga lebih rendah dari pasar kelompok besar,” kata Presiden Trump dalam sebuah pernyataan resmi Gedung Putih.

Instruksi Presiden itu juga meminta Departemen Keuangan, Tenaga Kerja, dan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk mempertimbangkan perluasan cakupan melalui asuransi jangka pendek dengan jangka waktu terbatas (STLDI).

Jenis asuransi ini tidak dikenakan pungutan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA), sehingga memungkinkan mereka memasang tarif lebih rendah. Menurut Gedung Putih, rencana tarifnya rata-rata hanya 1/3 dari biaya rencana harga terendah Obamacare.

“Meskipun harganya rendah, STLDI biasanya memiliki jaringan penyedia yang luas dan batas cakupan yang tinggi,” kata Gedung Putih.

Bagian lain Instruksi Presiden juga bertujuan untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan dengan mengubah Pengaturan Penggantian Kesehatan saat ini (HRAs), yang memungkinkan karyawan untuk mengganti uang dengan biaya perawatan kesehatan bebas pajak mereka. Perluasan HRA akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada karyawan tentang bagaimana membiayai kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Pada saat penandatanganan perintah eksekutif, Trump menggambarkan Obamacare sebagai mimpi buruk. Dia mengatakan bahwa instruksi ini hanya permulaan dari perbaikan kebijakan asuransi kesehatan.

Sejak Undang-Undang ACA diimplementasikan, pilihan perawatan kesehatan menurun tajam di seluruh negeri. Sementara harga meningkat secara signifikan. Tahun lalu negara bagian di seluruh negeri rata-rata mengalami kenaikan sebesar 25 persen pada premi perawatan kesehatan. Di Arizona, kenaikannya mencapai 116 persen.

Wakil Presiden AS, Mike Pence menggambarkan Executive Order ini sebagai langkah penting untuk menurunkan biaya kesehatan bagi para pekerja Amerika.

“Bertambah satu hari Obama Care berlaku, maka bertambah satu hari penderitaan rakyat Amerika. Dengan Perintah Eksekutif ini, maka orang Amerika akan memiliki lebih banyak pilihan harga untuk perawatan kesehatan yang terjangkau,” tegas Pence.

Kebijakan Trump diambil setelah Kongres gagal menyetujui kebijakan perawatan kesehatan baru. Sebuah RUU yang diajukan oleh Partai Republik di Senat yang bertujuan untuk menolak dan mengganti ACA gagal di Senat pada bulan Juli 2017, setelah tiga senator Republik memilih untuk tidak mendukungnya.

Sebuah pemilihan pada RUU terpisah yang diperkenalkan oleh senator Lindsey Graham (R-S.C.) Dan Bill Cassidy (R-La) ditarik pada bulan September 2017 setelah menjadi anggota Senat meyakini tidak akan dapat mengumpulkan dukungan suara yang dibutuhkan.

Trump mengatakan bahwa akan ada pemungutan suara mengenai apa yang disebut hibah blok yang merupakan bagian penting dari RUU Graham-Cassidy. Karena semua Senat Demokrat telah mengindikasikan bahwa mereka akan memberikan suara menentang undang-undang tersebut, Partai Republik menggunakan proses rekonsiliasi untuk menyampaikan undang-undang tersebut.

Di bawah prosedur legislatif, sebuah undang-undang bisa lewat dengan mayoritas sederhana, 51 suara di Senat, dan bukan yang biasanya dibutuhkan. Periode berikutnya memungkinkan rekonsiliasi tidak perlu menunggu tahun depan.

Trump mengatakan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, situasi lebih lega dan lebih bebas akan datang untuk warga Amerika. (waa)

FBI Investigasi Skandal Seksual Produser Hollywood Harvey Weinstein

0

EpochTimesId – Polisi Federal Amerika Serikat (FBI) membuka penyelidikan terhadap Produser Film Hollywood, Harvey Weinstein dalam kasus dugaan skandal seksual. Dia dituduh melakukan sejumlah penyerangan seksual selama rentang waktu tiga dekade terakhir.

Perintah penyelidikan dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman seperti diperintahkan oleh Jaksa Agung Jeff Sessions, Seperti dikutip TheEpochTimes dari Daily Mail.

Keputusan Jaksa Agung tersebut diambil ketika rumor bahwa Weinstein berencana untuk kabur ke luar negeri menyeruak. Weinstein dikabarkan bersiap melakukan perjalanan ke Eropa untuk menghindari tuntutan. Sebuah langkah yang serupa dengan sutradara Roman Polanski yang melarikan diri ke Eropa setelah dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan.

Produser The Lord of The Rings itu memang belum kabur ke Eropa. Dia baru-baru ini malah pergi ke Arizona untuk mengobati kecanduan seks di pusat rehabilitasi The Meadows.

Sementara itu, Departemen Kepolisian New York (NYPD) juga ikut memulai penyelidikan. Kepala Detektif NYPD, Robert Boyce memerintahkan Divisi Korban Khusus untuk mengidentifikasi, mencari dan mewawancarai para korban Weinstein.

“Dia itu predator, pemangsa super. Tingkah lakunya menunjukkan bahwa dia sudah lama berada dalam dunia itu, dan dia seorang profesional dalam hal itu. Tidak mungkin tidak ada korban lain di luar sana. Bayangkan berapa banyak janji yang dia berikan pada para wanita muda yang mencoba masuk ke industri film,” ujar seorang polisi seperti dikutip EpochTimes dari New York Post.

Penyelidikan FBI dan NYPD menyusul banyaknya berita investigasi yang bermunculan. Pertamakalinya diterbitkan oleh The New York Times dan kemudian oleh The New Yorker. Laporan tersebut mengisahkan tuduhan penyerangan seksual selama beberapa puluh tahun.

Dalam laporan New York Post, setidaknya delapan korban berhasil diwawancara sebagai korban selama bertahun-tahun. Sedangkan The New Yorker berhasil mewawancarai tiga belas wanita yang diduga kuat korban penyerangan seksual pekerja seni itu.

Weinstein sempat lolos dari tuntutan di New York pada tahun 2015. Dia dituduh mencoba memperkosa model Asia, Argento. Jaksa Wilayah Cyrus Vance Jr membatalkan tuntutan hukum tersebut karena dinilai susah untuk dibuktikan.

Seorang polisi mengaku kesal karena keputusan Vance pada saat itu. Namun, kini penyidik itu yakin sang Produser Rambo tidak akan bisa lagi mengelak dari tuntutan hukum.

Kantor Lapangan FBI di Prancis dan Inggris juga pernah menerima laporan pelecehan seksual oleh sang Produser ketika dia mempromosikan film di dua negara Eropa itu.

Daily Mail menghitung setidaknya ada 30 wanita yang telah mengajukan tuntutan pada Weinstein sejauh ini. Sayangnya, para korban harus menghadapi pengacara kriminal terkemuka, Blair Berk dan David Chesnoff yang disewa oleh Harvey Weinstein. (NTD.TV/EpochTimes/waa)

Taliban Lepas Sandra Satu Keluarga Setelah Lima Tahun Disekap

0

EpochTimesId – Seorang wanita Amerika dan keluarganya berhasil dibebaskan dari kelompok separatis yang berafiliasi dengan Taliban di Timur Tengah. Namun suami wanita itu menolak naik pesawat untuk dipulangkan ke Amerika Serikat.

Keluarga tersebut masih berada di Pakistan hingga Kamis siang (12/10/2017), seperti dikutip TheEpochTimes dari Fox News. Ibu 32 tahun itu hamil tujuh bulan saat dia dan suaminya, Josh Boyle, diculik di Afghanistan pada tahun 2012 oleh jaringan Haqqani.

Pasangan tersebut dan ketiga anak yang semuanya lahir dalam tawanan, dibebaskan pada hari Kamis pagi dalam sebuah operasi negosiasi pembebasan. Sang Suami menolak naik pesawat militer Amerika yang akan membawa mereka pulang dari Pakistan, dia khawatir akan dipenjara setibanya di Amerika.

“Mereka hidup dalam lubang bunker selama lima tahun,” ujar Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly.

Keluarga tersebut dibebaskan oleh kerja sama intelijen AS dengan pasukan keamanan Pakistan. Negosiasi berlangsung selama hampir lima tahun sejak pertama kali mereka ditangkap sebagai sandera, seperti dilaporkan CNN.

Tentara Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan intelijen AS telah melacak para sandera saat keluarga itu tiba di Pakistan. Pejabat AS juga mengkonfirmasi laporan intelijen tentang lokasi mereka dalam beberapa hari terakhir, yang disampaikan kepada pihak Pakistan.

Sang suami, Boyle sebelumnya pernah menikah dengan saudara perempuan Omar Khadr. Omar adalah seorang pria Kanada yang menghabiskan 10 tahun di Teluk Guantanamo setelah ditangkap pada tahun 2002 di sebuah kompleks al-Qaeda di Afghanistan.

Omar baru berusia 15 tahun pada 2002 saat dia melemparkan sebuah granat dalam baku tembak yang menewaskan Sersan Angkatan Darat A.S. 1st Class Christopher Speer, petugas kesehatan khusus. Karena sejarah ini Boyle mengaku khawatir akan ditangkap.

Namun Washington mengatakan tidak ada kaitan antara latar belakang Boyle dan penangkapannya oleh jaringan Haqqani. Pada tahun 2016 lalu, sebuah video yang dirilis menunjukkan keluarga Boyle dan Coleman mendesak agar pemerintah mereka campur tangan untuk pembebasan mereka.

Gedung Putih dalam keterangan tertulis sudah mengumumkan pembebasan para sandra ini. “Kemarin, pemerintah Amerika Serikat, bekerja sama dengan Pemerintah Pakistan, menjamin pembebasannya keluarga Boyle-Coleman dari penawanan di Pakistan. Hari ini mereka bebas,” ujar Presiden Donald Trump, dalam keterangan tertulis Gedung Putih, Kamis (12/10/2017).

Menurut Trump, upaya pembebasan ini adalah momen positif bagi hubungan AS dengan Pakistan. Pemerintah Pakistan dinilai menghormati keinginan Amerika untuk berbuat lebih banyak dalam memberikan keamanan di wilayah mereka.

“Kami berharap untuk melihat jenis kerja sama dan kerja sama tim dalam membantu menjamin pelepasan sandera yang tersisa dan dalam operasi kontraterorisme gabungan masa depan kita,” tutup pernyataan tersebut. (CNN/Fox/NTDTV/EpochTimes/waa)