“Buaya” Gantikan Mugabe, Masa Depan Zimbabwe Tak Menentu

Reporter Epoch Times, Huang Jiexuan, melaporkan

Setelah pemimpin negara Zimbabwe yakni Presiden Mugabe yang telah berkuasa selama 37 tahun mengundurkan diri di bawah tekanan Impeachment, beberapa hari lalu jabatan tersebut digantikan oleh wakil presiden pertama Emmerson Mnangagwa yang dijuluki sang “buaya”, dan dilantik pada 24 November pagi hari, Mnangagwa akan menyelesaikan sisa masa jabatan Mugabe sampai pemilu di bulan September tahun depan.

Tanggal 22 November, pertama kalinya setelah 40 tahun lamanya negara Zimbabwe menyambut pagi hari tanpa tangan besi Mugabe, masyarakat terhanyut dalam luapan bahagia. Namun pihak luar masih khawatir akan nasib Zimbabwe, karena Mnangagwa yang pernah menjadi wakil Mugabe, dianggap orang yang sejalan dengan pemerintahan tirani sebelumnya.

Epochtimes.id- Mugabe yang telah berusia 93 tahun memberhentikan jabatan Mnangagwa pada  6 November lalu, agar istrinya Grace bisa menjadi suksesor.

Yang tidak disangka oleh Mugabe adalah, tindakan ini menjadi kudeta militer , pemicu yang menekannya agar meletakkan kekuasaan. Di bawah tekanan militer dan para pendukung Mnangagwa dari internal partai, pada tanggal 21 November Mugabe mengundurkan diri.

Setelah diberhentikan dari jabatan, Mnangagwa tidak pernah terlihat di Zimbabwe, tanggal 21 November ia menyatakan bahwa dirinya tahu ada yang ingin membunuhnya, sehingga melarikan diri ke luar negeri, setelah memastikan keselamatan dirinya tidak terancam ia baru kembali.

Masyarakat Zimbabwe dan internasional berharap, semua ini hanya masa transisi, tahun depan pemilu bisa diselenggarakan sesuai rencana.

 Kubu Oposisi Nantikan Demokrasi Sejati

Kubu oposisi Zimbabwe pada dasarnya mendukung perkembangan ini, namun mereka menegaskan, Zimbabwe harus merangkul demokrasi.

Sekretaris partai oposisi MDC yakni Douglas Mwonzora memperkirakan pemilu tahun depan: “Kami sangat senang terlepas dari cengkeraman Mugabe, tapi walaupun kami telah bebas dari satu orang, namun belum terbebas dari sistem pemerintahan yang menindas rakyat selama 37 tahun. Oleh sebab itu kami akan berupaya menuju ke arah pemilihan secara bebas dan adil.”

Mensesneg AS, Tillerson tanggal 21 November lalu menyatakan, lengsernya Mugabe adalah momentum yang bersejarah bagi negara Zimbabwe. Ia kembali meluruskan bahwa AS tetap mendukung Zimbabwe yang adil, demokratis, dan makmur, juga menghimbau semua pihak agar menahan diri dan menghormati konstitusi.

 Suksesor Dijuluki “Buaya”

Mnangagwa (75) memiliki latar belakang badan intelijensi, dan terkenal dengan cara-caranya yang kejam, sehingga mendapat julukan sang “buaya”. Ia juga merupakan sekutu Mugabe selama lebih dari 30 tahun juga konsultan strategisnya, dan mendapat dukungan dari kaum elite.

Meskipun ada sejumlah kalangan yang berharap Mnangagwa dapat memimpin masa depan Zimbabwe, namun Mnangagwa juga ikut ambil bagian dalam gerakan pemberantasan puluhan ribu kaum oposan bersama Mugabe di tahun 1980an. Diplomat AS melukiskan, Mnangagwa bahkan ‘lebih sadis, dan lebih otoriter dalam hal politik’ dibandingkan Mugabe.

Pakar dari Institut Asia Afrika di University of London bernama Stephen Chan berpendapat, “Akan sulit untuk keluar dari ‘Mugabeisme’, karena telah dibangun di atas kehausan atas kekuasaan dan pengambil-alihan ekonomi; tujuannya adalah untuk segera mendapatkan pemuasan dan bukan perencanaan jangka panjang dan investasi; untuk gaya hidup elite dan bukan kesetaraan rakyat.”

Zimbabwe — Pernah Menjadi “Mutiara Afrika”

Bicara soal Zimbabwe, banyak orang akan teringat pemandangan terjadinya pergolakan sosial dan kemelaratan rakyat, akan tetapi Zimbabwe di masa lalu berbeda bagai langit dan bumi dibandingkan sekarang.

Saat baru merdeka, Zimbabwe adalah negara ekonomi kedua terbesar setelah Afrika Selatan di belahan selatan Benua Afrika.

Di saat yang sama, karena iklim yang sejuk dan tanah yang subur serta teknik pertanian yang baik, sektor pertanian Zimbabwe yang kuat juga membuat kagum banyak orang, dan pernah dijuluki sebagai “lumbung pangan Afrika” atau “keranjang roti Afrika”.

Zimbabwe pernah menjadi negara jajahan Inggris dan memerdekakan diri di bulan April 1980, dan melangsungkan pemilu demokratis yang pertama dalam sejarah di bawah pengawasan Inggris, waktu itu Partai ZANU-PF yang dipimpin oleh Mugabe meraih kemenangan.

Pada masa awal kemerdekaan, Mugabe masih menghargai hukum dengan membentuk sistem pemerintahan sesuai metode Inggris, dan menempuh kebijakan ekonomi campuran yang moderat.

Menurut informasi dari situs riset Afrika dan Timur Tengah, waktu itu Mugabe membuat situasi di dalam negeri relatif stabil, Zimbabwe pernah dijuluki sebagai “oasis Afrika yang tenang”.

Mugabe membawa perekonomian Zimbabwe menciptakan “keajaiban sepuluh tahun”, sehingga di tahun 1990 oleh majalah “New Africans” Mugabe terpilih sebagai “pemimpin terbaik Afrika”.

Di era tahun 80an Mugabe sempat meraih gelar kehormatan dari University of Edinburg Inggris dan juga dari University of Massachusetts. Pada saat itu, negara Zimbabwe dan Afrika Selatan adalah negara yang paling kaya di Benua Afrika.

Namun hal ini tidak berlangsung lama, sejak tahun 2000 Mugabe mulai menerapkan cara-cara PKT, reformasi lahan, tekanan militer dan gusur paksa yang dilakukan oleh Mugabe adalah cara-cara yang digunakan untuk memerintah Zimbabwe yang dipelajarinya dari PKT, dan membuat Zimbabwe telah kehilangan kemakmuran yang pernah diraihnya, dan terjerumus ke dalam krisis ekonomi.

Ini membuat “mutiara Afrika” ini kehilangan era kejayaannya, dan jatuh ke ambang kehancuran. (SUD/WHS/asr)

Gunung Agung Terus Erupsi, Ketinggian Letusan Abu Mencapai 3.000 Meter

Epochtimes.id- Gunung Agung terus mengalami erupsi hingga saat ini. Sejak erupsi freatik pertama pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA dengan ketinggian 1.500 meter dari puncak kawah, kemudian disusul erupsi secara beruntun. Pada Sabtu (25/11/2017) pukul 23.00 WITA erupsi masih berlangsung.

Selanjutnya pada Minggu (26/11/2017) pukul 05.05 WITA terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu kelabu gelap bertekanan sedang mencapai 2.000 meter, kemudian pukul 05.45 WITA ketinggian mencapai 3.000 meter.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus menerus melaporkan perkembangan erupsi kepada Posko BNPB dan kepada masyarakat.

“Pada Sabtu (26/11/2017) pukul 06:20 WITA tinggi erupsi mencapai 3.000 meter hingga 4.000 meter dari puncak mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam,” jelas Sutopo dalam rilisnya.

Analisis sebaran abu vulkanik dari satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu mengarah ke timur hingga tenggara menuju ke daerah Lombok. Sifat dan arah sebaran abu vulkanik tergantung dari arah angin.

PVMBG telah mengeluarkan peringatan penerbangan (VONA, Volcano Observatory Notice for Aviation) dinaikkan dari Orange menjadi Red.

Status Gunung Agung masih Siaga (level 3) dengan rekomendasi di dalam radius 6-7,5 km dari puncak kawah harus tidak ada aktivitas masyarakat. Masyatakat yang masih ada di dalam radius berbahaya segera mengungsi dengan tertib.

Meskipun terjadi erupsi beruntun tetapi tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa vulkanik dangkal sebanyak 5 kali, gempa vulkanik dalam sebanyak 4 kali, dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Tidak ada lonjakan kegempaan.

Hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Sideman, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Amerta Bhuana di Klungkung. Juga terjadi di beberapa desa di Gianyar.

Masyarakat evakuasi mandiri dengan tertib dan tenang. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. BPBD bersama SKPD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan membagikan masker kepada masyarakat.

BPBD Provinsi NTB telah menginstruksikan agar BPBD Lombok Barat, BPBD Kota Mataram dan BPBD Lombok Utara segera melaporkan dampak hujan abu di wilayahnya. Masker agar segera didistribusikan kepada masyarakat. (asr)

Jembatan ‘Persahabatan’ Penghubung Tiongkok – Korea Utara Resmi Ditutup

oleh Li Xiaokui

Epochtimes.id- Hubungan Tiongkok – Korea Utara baru-baru ini telah menarik banyak perhatian. Dunia luar secara luas sudah mengetahui bahwa utusan khusus Beijing tidak berhasil menemui Kim Jong-un dan hal ini membuat pihak Beijing tidak senang.

Mungkin karena itu, beberapa hari lalu pihak berwenang menghentikan penerbangan Beijing- Pyongyang untuk waktu yang tidak ditentukan dan sekarang giliran jembatan yang melintasi Sungai Yalu menghubungi kedua negara ditutup.

Media Jepang ‘Yomiuri Shimbun’ memberitakan, Jembatan penghubung Tiongkok – Korea Utara yang diberi nama Jembatan Persahabatan telah dinyatakan tertutup untuk semua lalu lintas selama 10 hari sejak 24 November.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menyampaikan hal ini dalam sebuah jumpa pers di Beijing.

Geng Shuang mengatakan bahwa jembatan penghubung kota Dandong, Tiongkok dengan Korea Utara tersebut perlu ditutup untuk sementara waktu karena pihak Korea Utara perlu melakukan perawatan jembatan yang berada di bagian wilayah mereka. Dan akan dibuka kembali setelah pekerjaan perawatan selesai.

Pemberitahuan Penutupan jembatan oleh Pemerintah Daerah Dandong yang diunggah netizen berbunyi : Dinas Lalu-lintas Pelabuhan Dandong melakukan penutupan terhadap jembatan mulai dari 24 Nopember hingga 3 Desember 2017. Semua kendaraan dan pejalan kaki dilarang melintas. Jembatan akan dibuka kembali pada 4 Desember.

Media Jepang ‘Sankei Shimbun’ dalam laporannya menyebutkan bahwa penutupan jembatan tersebut dapat membawa situasi yang tidak menguntungkan buat Korea Utara, karena 70 % transaksi perdagangan kedua negara itu berlangsung di kota Dandong.

Jembatan Persahabatan yang melintas di atas Sungai Yalu juga dikenal dengan nama Jembatan Sungai Yalu. Dibangun oleh pemerintah Jepang mulai tahun 1937 hingga Mei 1943.

Di masa lalu, jembatan tersebut juga pernah difungsikan sebagai jembatan perbatasan antara Jepang dengan Negara Manchuria. Jembatan ini resmi bernama Jembatan Persahabatan sejak tahun 1990 dan menjadi ‘channel diplomatik’ RRT – DPRK.

Berita-berita beredar terakhir yang mengisukan bahwa utusan khusus Beijing, Song Tao gagal dalam kunjungannya ke Korea Utara untuk bertemu dengan Kim Jong-un mungkin menjadi alasan Tiongkok ‘kehilangan muka’.

Media Singapura ‘zaobao’ mengutip ucapan seorang sarjana Beijing melaporkan, Korea Utara bersikap sangat acuh terhadap hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Perselisihan antar kedua negara dalam hal program nuklir Korea Utara terus melebar.

Artikel di media AS ‘CNBC’ mengutip ucapan gurubesar dari Universitas Kookmin, Andrei Lankov menyebutkan bahwa saat ini, rezim Beijing sedang mengubah kebijakannya terhadap Korea Utara.

Ia mengatakan, para pembuat kebijakan dan akademisi di Beijing semua bersikap : Tiongkok sudah cukup merasakan !

Dari data Bea Cukai Tiongkok pada 24 Nopember diketahui bahwa, selama bulan Oktober Tiongkok tidak mengimpor bijih besi, timah hitam dan batubara dari Korea Utara.

Tiongkok juga tidak mengekspor bahan bakar seperti solar, bensin dan lainnya ke Korea Utara. Ini merupakan pertama kalinya sejak bulan Juli 2015 Tiongkok tidak mengekspor bensin, dan pertama kalinya sejak bulan Agustus 2016 Tiongkok tidak mengekspor solar ke Korea Utara. (Sinatra/asr)

Sumber : Secretchina

Diserang dan Dibantai Teroris di Masjid Sufi Mesir, Korban Dibunuh Mencapai 305 Jiwa

Epochtimes.id- Setidaknya 305 jamaah Shalat Jumat tewas dan 128 lainnya luka-luka saat shalat Jumat di sebuah masjid di Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017) waktu setempat.

Media Mesir Al-Ahram menulis orang-orang bersenjata berafiliasi dengan kelompok teroris Daesh atau ISIS menjadikan serangan teroris di Masjid sufi ini sebagai paling mematikan di Mesir.

Para korban korban yang tewas sedang menunaikan shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah di kota Bir Al-Abd, Sinai Utara, Mesir.

Jaksa Agung Mesir dalam keterangannya, Sabtu (25/11/2017) menyebutkan Korban tewas dalam serangan tersebut termasuk 27 orang anak-anak.

Kelompok sufi yang beraliran spiritual ini menjadi target teroris bukan pertamakalinya di Mesir.

Pada Januari 2017, media online yang berafiliasi dengan Daesh atau ISIS Rumiyah merilis sebuah wawancara dengan seorang tokoh kelompok teror Ansar Beit Al-Maqdis, yang menggambarkan desa Al-Rawdah sebagai pusat sufi. Kelompok ini juga menambahkan bahwa mereka memerangi sufisme di Sinai Utara.

Pada akhir 2016, Ansar Beit Al-Maqdis mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tokoh Sufi tertua di Sinai Soliman El-Harez serta penghancuran dua tempat peribadatan kaum sufi.

Kelompok Daesh atau ISIS selalu menyerang paham Sufisme. Masjid Al-Rawdah dibangun oleh El-Jaririyah, salah satu ordo sufi terbesar di Sinai.

Paham sufisme digambarkan sebagai langkah pencapaian rohani melibatkan bentuk ibadah spiritual. Para penganut aliran ini menempuhnya dengan cara kontemplasi, asketisme bahkan menolak kesenangan dunia.

Penyerangan ini menuai kecaman dari berbagai pimpinan negara di seluruh dunia. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut serangan bom dan penembakan di Sinai Utara ini sebagai ‘serangan teroris pengecut dan mengerikan.’

Sebagai balasan, Militer Mesir mengatakan pihaknya telah melakukan serangan udara dan penggerebekan semalam terhadap mereka yang bertanggung jawab atas di masjid Sinai Utara. (asr)

Sumber : Al-Ahram/Reuters

Gereja Ortodok Koptik Mesir Mengecam Serangan Teror di Masjid Sinai Utara

Epochtimes.id- Gereja Ortodok Koptik Mesir mengecam serangan mematikan yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata di sebuah Masjid di Sinai Utara. Pembantaian ini menewaskan setidaknya 235  jamaah pada Jumat (24/11/2017).

Seorang juru bicara Gereja Ortodok Koptik mengatakan bahwa Gereja mengutuk “serangan dahsyat yang menargetkan jamaah di masjid Al-Rawda Deir Al-Abd.”

“Kami berdoa kepada Tuhan bahwa Mesir dijaga dari kebrutalan terorisme yang tak terkatakan sebelumnya,” demikian pernyataan tersebut.

Keterangan Gereja Koptik turut menyuarakan solidaritasnya terhadap negara dan lembaga negara dalam perang melawan terorisme mereka.

Kantor berita  Mesir melaporkan bahwa setidaknya 235 jamaah terbunuh dalam serangan yang paling memetikan di Mesir. Pelaku teror meledakkan bom dan melanjutkan dengan serangan tembakan.

Bahkan penembakan terus dilakukan saat sejumlah mobil ambulan tiba saat ingin membawa korban aksi terorisme tersebut.

Selain korban tewas sekitar 109 jamaah terluka dalam serangan tersebut. Para korban termasuk anak-anak dan orang tua.

Kantor Kepresidenan Mesir seperti dilansir dari TV Nasional Mesir telah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari di seluruh negeri setelah serangan teroris tersebut.

Sumber kementerian kesehatan di Kantor Gubernur setempat menyebutkan 30 ambulans dikerahkan ke tempat kejadian. (asr)

Sumber : Al-Ahram

Imam Besar Al-Azhar Mesir Mengutuk Serangan Barbar Militan di Masjid Sufi Sinai Utara

Epochtimes.id- Imam besar Al-Azhar, Ahmed El-Tayyeb, mengutuk keras “serangan barbar” di Masjid al-Raudah di Sinai Utara, Mesir Jumat (24/11/2017) yang mana setidaknya menewaskan 305  jamaah dan 128 jiwa terluka.

Bahan peledak rakitan diledakkan saat sholat Jum’at di sebuah masjid yang berafiliasi dengan kelompok sufi di kota Bir El-Abed, Sinai Utara, Mesir.

Kemudian orang-orang bersenjata ini melepaskan tembakan kepada jamaah. Tragedi ini diyakini sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil di Mesir dalam beberapa tahun terakhir.

“Penumpahan darah, menginjak-injak rumah-rumah suci Tuhan dan serangan kepada jamaah adalah tindakan paling korup di bumi,” kata El-Tayyeb.

El-Tayyeb mengatakan menjadikan masjid sebagai target bersamaan dijadikannya Gereja juga sebagai target, seolah-olah para pelaku terorisme ingin menyatukan orang-orang Mesir dalam kehancuran dan kematian.

Namun pelaku teror akan dikalahkan dan kesatuan serta kekuatan orang-orang Mesir akan menang dengan solidaritas dan tekat mereka.

El-Tayyeb menekankan dukungan Al-Azhar dan rakyat Mesir atas upaya institusi Mesir serta angkatan bersenjata dan polisi, untuk menghaancurkan “kelompok-kelompok teroris ini.”

“Al-Azhar sedang berdoa kepada Tuhan untuk menerima mereka yang terbunuh sebagai martir, dan memberi kekuatan kepada keluarga mereka, dan memberkati yang terluka dan pulih secepatnya,” kata El-Tayyeb.

Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Sisi mengatakan militer dan polisi “akan membalas dendam para martir kita” dan akan merespon “menggunakan perlawanan lebih keras terhadap sempalan teroris” dalam waktu yang akan datang untuk menjamin stabilitas dan keamanan. (asr)

Sumber : Al-Ahram

 

Harimau yang Berkeliaran di Jalanan Paris Ditembak Mati

EpochTimesId – Seekor harimau kabur dari sebuah tempat sirkus di Paris. Dia berkeliaran di jalanan sekitar sebelah selatan Menara Eiffel. Naasnya, harimau itu harus ditembak mati oleh pekerja sirkus, seperti dikutip The Epoch Times dari BBC, Sabtu (25/11/2017).

Polisi Paris men-tweet bahwa seekor harimau telah melarikan diri sekitar pukul 18:00 waktu setempat di Distrik 15. Namun, ditambahkan bahwa, ‘bahaya telah dieliminasi’.

Sementara itu, dikutip dari Daily Mail, para saksi diberitahu oleh seorang petugas melalui pengeras suara di dalam sebuah stasiun kereta api, “seekor harimau lepas, tolong kosongkan stasiunnya”.

“Ada orang yang berlari dan menjerit. Hewan itu sangat besar dan garang,” kata seorang saksi.

“Dia telah memasuki stasiun kereta api, yang menyebabkan penutupan stasiunnya,” seorang saksi lain menambahkan. “Ada kekhawatiran bahwa harimau itu akan melukai penumpang kereta api di sekitar Jembatan Garigliano. Di situlah dia terpojok dan kemudian ditembak mati.”

Tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat hewan seberat sekitar 200 kilogram itu.

“Itu adalah harimau yang sangat besar,” kata seorang saksi bernama Ralph, seperti dikutip oleh BBC. “Kami mendengar dua atau tiga suara tembakan dan melihat polisi turun ke jalur kereta.”

Seorang juru bicara pemadam kebakaran mengkonfirmasi bahwa hewan tersebut terbunuh di sebuah gang. Pemilik harimau turun dengan senapan, dan kemudian menembak mati sang Harimau.

Kini, penyelidikan tentang kaburnya harimau dan tembakan yang membunuh sang Raja Sirkus telah dilakukan oleh polisi setempat. (waa)

Pasangan Suami Istri Ini Miliki Kisah Mirip Film The Fault in Our Stars

0

EpochTimesId – Sepasang suami istri memiliki kisah hidup yang sangat mirip dengan film ‘The Fault in Our Stars’. Katie dan Dalton Prager saling jatuh cinta pada tahun 2009, ketika berkenalan melalui Facebook.

“Jika kau membutuhkan teman untuk diajak bicara, kau bisa menghubungiku,” tulis Katie, dalam pesan Facebook kepada Dalton. Dan, Dalton pun melakukannya.

Semakin lama, kedua remaja berusia 18 tahun ini semakin akrab dan akhirnya berpacaran. Bahkan, mereka melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan.

Namun, pasangan muda itu berjuang melawan penyakit genetik yang menyebabkan infeksi paru-paru. Sehingga kisah mereka sangat mirip dengan tokoh dalam film ini mirip dengan pasangan remaja fiktif yang terkena kanker dalam film ‘The Fault in Our Stars’.

Keduanya menderita fibrosis kistik. Karena kondisi kesehatan mereka yang serupa, keduanya segera terikat satu sama lain. Mereka menyadari bahwa mereka telah menemukan jodohnya, seperti dikutip EraBaruNet dari NTD.tv.

Dalton terkena infeksi yang disebut Burkholderia cepacia, dan dokter memperingatkan Katie agar tidak menemui Dalton secara langsung, karena penderita fibriosis kistik seperti Katie akan mengalami bahaya jika terpapar bakteri dari Dalton.

Tapi Katie yang terlanjur jatuh cinta bersikeras mengikuti kata hatinya meski hal itu berbahaya. Pasangan ini bertemu di Dairy Queen Flemingsburg di Kentucky pada tanggal 28 Agustus 2009.

Katie merasa gugup dan jantungnya berdebar saat bertemu Dalton, yang datang dan terlihat tampan dengan kacamata hitamnya. Pasangan itu saling jatuh cinta, dan seperti perkiraan dokter, bakteri Dalton segera menulari Katie.

Seperti dalam dongeng, pasangan itu saling mengikat janji pada tanggal 16 Juli 2011, saat berusia 20 tahun. Mereka hidup bahagia selama beberapa tahun berikutnya.

Pada 17 November 2014, Dalton menjalani transplantasi paru-paru, dan Katie menjalani transplantasinya di bulan Juli 2015.

Orang mungkin berpikir bahwa dongeng mereka akan berakhir dengan bahagia setelah transplantasi tersebut, tapi bukan itu yang terjadi.

Dalton tidak benar-benar membaik dan mengalami limfoma. Setelah berhasil mengalahkan kanker, ia juga diserang pneumonia dan infeksi virus, lalu dirawat di rumah sakit di Missouri.

Di sisi lain, tubuh Katie menolak paru-paru barunya.

Para dokter mengatakan padanya, mereka tidak menemukan cara untuk menyembuhkannya, hingga kemudian ia dirawat di sebuah rumah sakit khusus perawatan di Kentucky.

Pasangan ini terpisah karena penyakit mereka. Mereka saling bertemu untuk terakhir kalinya pada tanggal 16 Juli 2016. Ketika itu mereka sedang merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-5.

Saat tahu waktu mereka bersama tinggal sebentar, keduanya berharap bisa bertemu lagi ketika libur Natal.

Dalton telah siap untuk perjalanan tersebut. Namun tragis, pria 25 tahun itu tidak berhasil dan meninggal pada tanggal 17 September 2016 di rumah sakit St. Louis, sekitar 644 km jauhnya dari rumah sakit tempat Katie dirawat.

Pasangan ini berbagi moment kebersamaan saat-saat terakhir mereka dengan saling mengobrol melalui FaceTime.

Hanya berselang lima hari, Katie yang berusia 26 tahun menyusul sang suami. Dia meninggal dunia dengan damai, dikelilingi oleh keluarga dan anjing peliharaannya.

Katie pernah mengatakan kepada CNN bahwa ia tidak menyesal bertemu Dalton, “Saya memilih untuk memiliki waktu lima tahun untuk mencintai dan benar-benar merasakan kebahagiaan daripada 20 tahun sebelumnya.”

“Satu hal penting yang telah saya pelajari dari mereka, adalah jika ingin hidup, hiduplah…jika ada yang ingin kau lakukan, jangan ditunda! Hidup itu sangat singkat, cintailah sebesar yang kau bisa,” tulis Ibu Katie, Debbie, di halaman Facebooknya.(iin/yant/waa)

Serangan Teror Bom dan Tembakan Beruntun di Mesjid Mesir Membunuh 200 Jamaah

Epochtimes.id- Setidaknya 200 jamaah tewas dibunuh oleh orang-orang bersenjata yang menyerang di sebuah masjid di Sinai Utara, Mesir saat sholat Jum’at, (24/11/2017).

Media Mesir al-Ahram mengutip sumber kepada kantor berita negara MENA mengatakan serangan tersebut mengakibatkan korban paling mematikan di Mesir selama beberapa tahun terakhir.

Sumber tersebut mengatakan setidaknya 130 orang terluka dalam serangan yang menargetkan masjid Al Rawdah di Bir Al-Abed, di barat kota Arish.

Kantor Kepresidenan Mesir mengumumkan hari berkabung selama tiga hari di seluruh negeri setelah serangan teroris tersebut.

Menurut saksi mata yang menuturkan kepada Al-Ahram bahwa orang-orang bersenjata tersebut melepaskan tembakan kepada jamaah setelah bahan peledak diledakkan di masjid.

Sumber kementerian kesehatan di gubernur mengatakan 30 ambulans dikerahkan ke tempat kejadian untuk membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit Arish Bir Al-Abed dan Arish.

Sebuah pernyataan resmi, Jaksa Agung Mesir Nabil Sadek memerintahkan agar jaksa tinggi keamanan negara dikirim ke tempat kejadian untuk melakukan penyelidikan yang diperlukan.

Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Sisi menggelar pertemuan darurat dengan komite keamanan untuk membahas dampak serangan teroris tersebut.

Pasukan keamanan Mesir telah memerangi pemberontakan militan radikal yang berbasis di bagian utara Semenanjung Sinai dan terus meningkat sejak penggulingan Presiden Morsi.

Pemberontak tersebut sebagian besar menargetkan pasukan keamanan. Mereka biasa menyerang pos pemeriksaan militer dan polisi. (asr)

Sumber : Al-Ahram

Kondom Ilegal Tiongkok Laris Manis di Korea Utara

EpochTimesId – Pihak berwenang Beijing menerapkan larangan impor tekstil dari DPRK atau Korea Utara. Larangan tersebut diberlakukan dalam upayanya memenuhi kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk melaksanakan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Tiongkok juga melarang ekspor gas kondensat dan gas cair ke Korea Utara. Seperti dikutip dari laman berbahasa Mandarin, Secretchina.

Namun, kondom buatan Tiongkok sekarang justru menjadi komoditas laris dan banyak diselundupkan oleh pengusaha Tiongkok ke Korea Utara. Fenomena aneh ini mencerminkan sebuah realitas sosial di negara itu yang sudah tidak sempurna saat ini.

Media Inggris ‘The Sun’ melaporkan, seorang pengusaha Korea Utara yang sering mondar mandir ke Tiongkok mengungkapkan bahwa komoditas yang paling populer di Korea Utara sekarang adalah kondom. Bahkan banyak pejabat Korea Utara yang datang ke Tiongkok diam-diam, akan memborong kondom dan membawanya pulang ke Korea Utara untuk dibagikan kepada sanak famili sebagai kado.

Mengapa fenomena seperti ini bisa terjadi di negaranya Kim Jong-un?

Menurut orang dalam Jung-un, kondisi ini berawal dari strategi ‘lautan manusia’ yang dicetuskan oleh pemimpin besar Kim Jong-un. Strategi itu direncanakan untuk menciptakan ‘Pekerja Sosialis’ yang handal bagi pertahanan negara.

Maka mereka menghindari penurunan jumlah populasi bangsa Korea (Utara). Pemerintah Korea Utara mengeluarkan peraturan yang melarang pengendalian kelahiran termasuk aborsi.

Bahkan pemerintah menggolongkan kondom sebagai ‘benda cabul’ yang harus ditolak, jadi tidak diijinkan untuk mengimpornya. Seorang pengusaha Tiongkok yang berada di Pyongyang mengatakan bahwa jumlah pekerja seks di Korea Utara makin hari makin banyak, jadi permintaan kondom ikut naik.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah Korea Utara memahami situasi di mana masyarakatnya membutuhkan alat kontrasepsi itu untuk mengendalikan kelahiran dan menghindari penyakit. Namun, para pejabat takut Kim Jong-un marah sehingga tidak berani memberikan saran. (Sinatra/waa)

Keluarga Dikabari Bahwa Seisi Kapal Selam Argentina Tewas

0

EpochTimesId – Keluarga awak kapal selam Argentina yang hilang menerima telepon yang memberitahukan bahwa ke-44 awak kapal tersebut telah tewas. Telpon tersebut datang ketika informasi beredar soal ledakan yang terjadi pada hari kapal tersebut hilang, seperti dikutip The EPoch Times dari Daily Mail.

Kerabat anggota awak yang hilang mengaku telah menerima telepon dari pejabat Angkatan Laut. Pejabat itu mengatakan bahwa semua orang yang berada di kapal selam itu tewas setelah ledakan yang terjadi pada kedalaman 600 sampai 3.000 kaki di bawah air pekan lalu.

Angkatan Laut Argentina belum secara resmi mengkonfirmasi kebenaran telepon tersebut. Mereka menyatakan bahwa upaya pencarian internasional masih terus berlanjut.

Sebuah suara abnormal terdeteksi di bawah air oleh sebuah badan internasional pada pagi hari tanggal 15 November 2017, sekitar waktu dimana kapal selam ARA San Juan mengirim sinyal terakhirnya dan di wilayah yang sama.

“Ya, itu konsisten dengan posisi sebuah ledakan,” ujar juru bicara angkatan laut Argentina, Enrique Balbi kepada para wartawan.

Angkatan laut tidak memiliki cukup informasi untuk mengatakan apa penyebab ledakan tersebut atau apakah kapal tersebut mungkin telah diserang, kata Balbi.

Luiz Tagliapietro, ayah dari salah satu pelaut, mengatakan kepada Daily Mail bahwa seorang pejabat Angkatan Laut menghubunginya untuk menyampaikan kabar bahwa anaknya, Damian Tagliapietro, telah meninggal.

“Bos anak saya menegaskan bahwa mereka semua sudah meninggal,” kata Tagliapietro kepada sebuah stasiun radio, dan dikutip oleh Daily Mail. “Tidak ada manusia yang bisa bertahan.”

“Mereka semua sudah mati. Saya tidak bisa banyak bicara,” lanjut Tagliapietro. “Mereka menelponku 15 menit yang lalu untuk memberitahuku bahwa itu meledak.”

Beberapa kerabat awak kapal menyalahkan Angkatan Laut karena menahan dan berusaha menutupi berita tentang ledakan tersebut.

“Menurut mereka, mereka baru tahu tentang ledakan itu saat ini, tapi siapa yang begitu bodoh mempercayainya?” Kata Itati Leguizamon, istri salah satu awak kapal. “Mereka memalukan. Mereka membohongi kita. ”

The Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), sebuah badan internasional yang menjalankan jaringan global untuk mendengarkan siaran yang dirancang untuk memeriksa ledakan atom rahasia, mendeteksi ledakan tersebut.

Badan itu berbasis di Wina, Austria, di Benua Eropa. Namun mereka memiliki stasiun pemantauan yang dilengkapi dengan perangkat termasuk mikrofon bawah laut yang memindai samudera untuk gelombang suara.

Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua stasiunnya telah mendeteksi sinyal yang tidak biasa di dekat tempat kapal selam hilang. Tapi agensi ini lebih waspada tentang apakah ini disebabkan oleh ledakan.

Sebuah pencarian melalui laut dan udara skala besar telah dilakukan untuk San Juan, sebuah kapal selam bertenaga diesel buatan Jerman yang diluncurkan pada tahun 1983. Sementara kerabat awak kapal menunggu dengan cemas selama lebih dari seminggu setelah kapal tersebut hilang.

Kerabat, yang berkemah di sebuah pangkalan angkatan laut di kota pesisir Mar del Plata, sebagian besar optimis sampai satu hari kemarin. Namun kini mereka meneteskan air mata dan menghina pihak berwenang setelah diberitahu mengenai berita tentang kemungkinan ledakan tersebut. Mereka diberitahu tentang hal itu sebelum pengumuman publik.

Balbi mengatakan bahwa berita tentang suara abnormal itu konsisten dengan laporan terpisah yang diterima pada hari Rabu karena ‘anomali akustik’ di wilayah yang sama dan sekitar waktu yang sama. San Juan berjarak sekitar 270 mil dari pantai Patagonian saat mengirim sinyal terakhirnya.

“Ini sangat penting karena memungkinkan kita mengkorelasikan dan mengkonfirmasi anomali akustik dari laporan AS kemarin,” kata Balbi. “Ini, kita sedang membicarakan kejadian tunggal, singkat, keras, non-nuklir, yang konsisten dengan sebuah ledakan.”

Di Vienna, insinyur hidrokalemia CTBTO Mario Zampolli mengatakan bahwa sinyal yang diketahui oleh agensinya, “dapat konsisten dengan sebuah ledakan, namun tidak ada kepastian mengenai hal ini.”

Berbicara kepada Reuters, dia setuju dengan deskripsi Balbi mengenai sinyal tersebut sebagai tidak biasa dan singkat, menambahkan bahwa penyebabnya tidak alami.

Kapal selam itu dalam perjalanan dari Ushuaia, kota paling selatan di dunia, ke Mar del Plata, sekitar 250 mil selatan Buenos Aires, saat melaporkan adanya kerusakan listrik sesaat sebelum menghilang.

Kapal itu memiliki pasokan oksigen selama tujuh hari, yang berarti awak kapal akan kehabisan tenaga jika tidak bisa mengambang ke permukaan laut. (waa)

Maria Sharapova Diselidiki Polisi India dalam Kasus Penipuan

Epochtimes.id- Maria Sharapova sedang diselidiki oleh polisi di India dalam kasus penipuan dan kriminal yang melibatkan sebuah perusahaan real estat.

Perusahaan ini menggunakan bintang tenis tersebut untuk mendukung proyek perumahan mewah yang tidak pernah terwujud.

Perusahaan real estat Homestead Infrastructure dituduh mengambil puluhan juta rupee (jutaan dolar) dari pembeli rumah untuk sebuah proyek bernama “Ballet by Maria Sharapova.”

Kompleks apartemen mewah dirancang memiliki helipadnya sendiri, akademi tenis dan fasilitas lainnya. Maria Sharapova bertandang ke India pada 2013 silam untuk meluncurkan proyek ini dalam sebuah upacara mewah.

Polisi India sedang memulai penyelidikan sejak 16 November.

Piyush Singh, seorang pengacara yang mewakili salah satu pembeli rumah, pada Rabu (22/11/2017) mengatakan bahwa selebriti Sharapova adalah alasan mengapa banyak orang memasukkan uang mereka ke dalam proyek tersebut.

Singh mengatakan kliennya, Bhawana Agarwal, membayar Homestead Infrastructure 5,3 juta rupee ($ 81,678) pada tahun 2013 karena dia terkesan dengan hubungan Sharapova dengan proyek yang berlokasi di Gurgaon, pinggiran kota ibu kota India.

Biaya sebuah apartemen di proyek megah itu adalah 20 juta rupee ($ 308.000).

Agarwal kemudian menghabiskan tiga tahun berikutnya untuk mengejar pembangun untuk memperbarui properti dan investasinya, namun mereka berhenti menerima teleponnya.

Pada Rabu lalu, beberapa panggilan ke nomor situs web perusahaan pengembang tidak terjawab. “Proyek ini tak pernah melihat terangnya hari,” kata Singh kepada AFP.

Singh mengatakan penyelidikan kepolisian berdasarkan laporan kliennya adalah menyelidiki selebriti pendukung proyek yang menghasilkan sejumlah besar uang dari investor agar memiliki tanggung jawab.

Hingga kini belum terdengar tanggapan dari petenis pemenang lima gelar Grand Slam ini. Dia juga baru saja menjalani larangan bermain karena tuduhan penggunaan obat tergolong doping.

Ternyata, Sharapova bukan satu-satunya selebriti olahraga internasional yang digaet oleh perusahaan real estat tersebut.

Situsnya juga mengiklankan sebuah proyek dengan Michael Schumacher Formula One yang disebut Michael Schumacher World Tower. (asr)

Sumber : NewIndianExpress

Penganiayaan Murid TK “Merah Kuning Biru” di Beijing, Anak-Anak Luka Akibat Tusukan Jarum

oleh Yang Yifan

Epochtimes.id- Pada malam hari 22 November 2017, TK Honghuang Lan Beijing, Tiongkok mengekspos kejadian penganiayaan anak. Rincian lebih lanjut tentang kejadian yang terpapar, ada korban orangtua mengatakan bahwa setelah menjadi marah, seluruh tubuh bergetar.

Pada malam itu, belasan orangtua murid Taman Kanak-kanak Merah Kuning Biru di Distrik Chaoyang, Beijing melaporkan bahwa bagian tubuh anak-anak mereka telah mengalami penusukan dengan jarum suntik dan disuruh makan benda mirip tablet berwarna putih oleh seorang guru TK tersebut.

Luka bekas tusukan terdapat pada bagian paha, pantat, bawah ketiak murid. Beberapa orangtua membawa foto bekas tusukan sebagai bukti. Sementara itu ada juga dugaan bawa guru tersebut juga melakukan hal tidak senonoh kepada murid.

Laporan ‘China Women’s Daily’ pada 23 November menyebutkan bahwa setelah kejadian tersebut, belasan orangtua yang anaknya menjadi korban tindakan guru itu berkumpul di depan pintu sekolahan dengan membawa serta foto untuk menuntut penjelasan dari pihak sekolahan. Namun pintu gerbang sekolahan tertutup rapat.

“Kami hanya ingin bertemu kepala sekolah, melihat kejadian melalui rekaman cctv sekolahan, tetapi sampai sekarang mereka sama sekali tidak merespon”, tutur seorang ibu kepada seorang wartawan.

“2 hari berturut-turut putri saya sambil menangis mengatakan bahwa ia tidak sakit, mengapa harus disuntik ? Mengapa saya diikat ? Dia merasa ketakutan seperti kelinci,” lanjut ibu itu.

Namanya juga anak yang baru berumur 3 tahun, saking takutnya, sampai tidak berani memberitahu orangtuanya apakah ia mengalami tusukan dengan jarum suntik oleh guru.

“Saya hanya mengajaknya untuk masuk ke  dalam selimut. Setelah badan kita berdua tertutup dengan selimut saya baru membujuknya, begini guru sudah tidak bisa mendengar. Anak baru mau menceritakan kejadian yang ia alami.”

Orangtua ini mengatakan, saat ini dia baru mengetahui bahwa ada sekitar 10 orang anak yang badannya terdapat luka bekas tusukan jarum, dia juga menemukan lubang jarum di lengan anaknya.

Orangtua murid lainnya juga mengatakan, menurut penuturan anaknya, guru selalu memberikan 2 butir tablet berwarna putih sehabis makan siang.

Dari video yang merekam dialog antara orangtua dengan anaknya, terlihat seorang anak dengan butiran tablet berwarna putih ditangannya sambil mengingat-ingat lalu mengatakan : “Pernah makan …. Guru yang memberikan …. anak-anak lainnya juga makan …. setiap hari makan ….. kalau tidak mau tidur ya makan.”

“Saya yang sedang melakukan perjalanan bisnis marah sekali sampai badan gemetar begitu mendengar berita ini”, kata ibu dari Mingming yang masih duduk di TK B.

Ibu dari Mingming ini meminta orangtuanya yang berada di rumah untuk memeriksa tubuh Mingming apakah ada luka bekas tusukan jarum. Benar saja ada bekas tusukan jarum di bagian pantat Mingming. “Nenek bertanya siapa yang menyuntiknya, ia bilang gurunya juga mengatakan bahwa jika ia tidak patuh akan diberi makan tablet.”

“Anak saya memberitahu kadang guru akan membawa mereka ke kelas kuning untuk menerima pemeriksaan badan. minta kesediaan anak-anak untuk menerima suntik vaksinasi, dokternya tampaknya seperti paman-paman, anak-anak diminta untuk melepas seluruh pakaian dan berbaris dekat dinding,” cerita orangtua murid kelas TK B yang tidak mau disebutkan namanya.

Ibu dari murid yang bernama Guoguo mengatakan, putrinya menangis berkali-kali karena dipukuli guru di kepalanya dengan sebatang tongkat.

Ia telah meminta pihak sekolahan untuk memutar rekaman cctv demi kebenaran yang ditolak pihak sekolah dengan alasan tidak tersedia kamera cctv dalam kelas. Karena itu ia kemudian memilih membawa anaknya keluar dari sekolahan itu. “Saya tidak pernah berpikir hal itu sungguh terjadi!”

Ibu dari salah satu murid mengatakan, mengapa anak-anak tidak berani memberitahu  orangtua kejadian yang mereka alami di sekolah, itu karena guru sudah berpesan :

“Saya memiliki teleskop yang panjangnya bisa mencapai ke dalam rumah kalian, apa yang kalian ceritakan dan apa yang kalian perbuat saya tahu semua …”

Menurut “Beijing Youth Daily” melaporkan bahwa pada 23 November sore hari, dewan staf Pendidikan Distrik Chaoyang Beijing dalam tanggapannya menyebutkan bahwa saat ini tiga orang guru yang terlibat dalam permasalahan tersebut sudah di-skor sementara dan polisi Chaoyang juga sudah dilibatkan dalam pengusutan.

Sebagaimana diketahui bahwa TK Merah Kuning Biru didirikan pada tahun 1998. hingga bulan Juni tahun ini, TK tersebut sudah memiliki 80 cabang langsung, 175 cabang gabungan dan 853 cabang playgroup dengan jumlah murid yang terdaftar di TK sebanyak 20.463 orang.

Pada bulan September tahun ini, TK tersebut resmi terdaftar di Bursa Efek New York, menjadi institusi pendidikan pra sekolah Tiongkok yang terdaftar di bursa efek. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Pengedar Narkoba Divonis Bayar Biaya Pemakaman Pecandu Overdosis

0

EpochTimesId – Hukuman mati, penjara dan denda adalah hukuman yang sudah wajar bagi pengedar narkoba. Namun di Amerika Serikat, seorang pengedar narkoba justru dihukum untuk membayar biaya pemakaman bagi pecandu narkoba yang meninggal dunia karena over dosis.

Pengedar narkoba dari Cincinnati, Michael Chandler, diperintahkan untuk membayar biaya pemakaman bagi korban over dosis sebagai bagian dari hukumannya. Pria berusia 29 tahun itu tentu saja juga dijatuhi hukuman 200 bulan penjara, (lebih dari 16 tahun) karena mendistribusikan fentanil.

Dalam vonis hakim, Chandler diminta untuk membayar lebih dari $US 9.000 biaya pemakaman korban over dosis. Seperti dikutip The Epoch Times dari NBC WLWT, Jumat (24/11/2017).

Biaya tersebut dihitung sebagai restitusi untuk kematian overdosis yang secara langsung diakibatkan oleh distribusi narkoba oleh Chandler.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) fentanil adalah pereda nyeri opioid sintetis yang disetujui untuk mengobati rasa sakit yang parah. Ini adalah 50 sampai 100 kali lebih manjur daripada morfin dengan efek seperti heroin. Sebagian besar kasus overdosis terkait dengan fentanil sintetis ilegal, yang dijual melalui pasar obat-obatan ilegal.

Korbannya adalah seorang remaja berusia 17 tahun dari Campbell County. Dalam dakwaan ia disebutkan overdosis fentanyl.

Fentanyl dilacak berasal dari Chandler setelah gugus tugas narkoba dari Campbell County, Hamilton County, dan DEA mulai menyelidiki overdosis. Nama remaja itu tidak disebutkan oleh pihak berwenang.

Menurut WLWT, overdosis terjadi pada tanggal 20 April 2016. Korban meninggal tidak lama setelah dia menelan fentanil.

Ketika surat perintah penggeledahan dilakukan di rumah Chandler di Lowell Avenue, Cincinnati, penyidik menemukan 28 gram kokain, pistol, amunisi, dan peralatan obat lain-lain.

Pada bulan Mei tahun ini, Chandler mengaku bersalah atas enam kasus distribusi obat ilegal. Bulan ini dia dijatuhi hukuman di pengadilan federal.

Beberapa bulan yang lalu, pihak berwenang menyita sejumlah besar fentanil di Long Island, New York.

Pada hari Sabtu, 28 Oktober, pihak berwenang Long Island mengumumkan penyitaan 750 gram fentanil dari sebuah rumah di Pantai Mastic.

“Sekumpulan opioid mematikan itu baru saja datang dikirim dari China,” ujar Komisaris Polisi Daerah Suffolk, Timothy Sini kepada CBS New York.

Menurut Sini, pihak berwenang menyita opium sintetis itu yang cukup untuk melayani permintaan 1 juta dosis.

“Itu cukup potensial untuk membunuh ratusan ribu jiwa,” sambung Sini.

Fentanil adalah obat penghilang rasa sakit opioid sintetis, disetujui untuk mengobati rasa sakit yang parah, biasanya sakit kanker stadium lanjut.

Terlepas dari bahan kimia yang mematikan tersebut, pihak berwenang juga menyita $us 7.400 uang tunai. Mereka juga menyita dua ponsel, dan mobil Mercedes Benz 2007.

Sini menambahkan, departemennya bekerja dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Bea Cukai dan Patroli Perbatasan, dan Dinas Pos AS. Polisi menangkap tiga orang di rumah tersebut, salah satunya, Corey Robinson, 24 tahun, yang sudah didakwa melakukan kejahatan kepemilikan zat berbahaya. Dua tersangka lainnya adalah Thomas Moore, 41, dan Daequane Rickenbacker, 25 tahun. (waa)

4 Negara Arab Masukan Sebelas Individu dan Dua Entitas dari Qatar Dalam Daftar Hitam Terorisme

Epochtimes.id- Empat negara Arab yang memboikot Qatar tergabung dalam The Anti-Terror Quartet (ATQ) menambahkan dua organisasi dan 11 individu ke daftar sponsor terorisme dan pendanaan terorisme.

Di antara entitas yang disebut termasuk organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Internasional atau International Union of Muslim Scholars, yang dipimpin oleh Yusuf al-Qaradawi dan didirikan pada tahun 2004.

Organisasi ini sebagian besar adalah anggota Ikhwanul Muslim. Organisasi ini berkantor pusat di Qatar.

Negara-negara ATQ sebelumnya telah menunjuk beberapa individu dan organisasi yang mereka tuduh membiayai kelompok teror di seluruh wilayah, termasuk Qaradawi yang berbasis di Doha.

Entitas dan individu yang masuk daftar hitam adalah :

Entitas :

1. Dewan Islam Internasional “Massaa ‘”

2. World Union of Muslim Scholars

Individu

1. Khaled Nazem Diab

2. Salem Jaber Omar Ali Sultan Fathallah Jaber

3. Moyasar Ali Musa Abdullah Jubouri

4. Mohammed Ali Saeed Atm

5. Hassan Ali Mohammed Juma Sultan

6. Mohammed Suleiman Haidar Mohammed Al-Haydar

7. Mohammed Jamal Ahmed Hishmat Abdul Hamid

8. Alsayed Mahmoud Ezzat Ibrahim Eissa

9. Yahya Alsayed Ibrahim Mohamed Moussa

10. Qadri Mohamed Fahmy Mahmoud Al-Sheikh

11. Alaa Ali Ali Mohammed Al-Samahi

“Dua entitas yang terdaftar adalah organisasi teroris yang bekerja untuk mempromosikan terorisme melalui eksploitasi wacana Islam dan penggunaannya untuk memfasilitasi berbagai aktivitas teroris,” kata sebuah pernyataan dari Badan Pers Saudi.

“Individu juga telah melakukan berbagai operasi teroris di mana mereka menerima dukungan dari Qatar secara langsung di berbagai tingkat, termasuk memberi mereka paspor dan menugaskan mereka ke institusi Qatar dengan gerakan amal untuk memfasilitasi gerakan mereka,” lanjutnya.

“Melalui pemantauan mereka, keempat negara menekankan dukungan otoritas Qatar terus menerus dan mensponsori dan membiayai terorisme, mempromosikan ekstremisme dan penyebaran perkataan yang membenci, dan bahwa pihak berwenang tersebut belum mengambil tindakan yang efektif untuk menghentikan aktivitas teroris,” pernyataan tersebut menambahkan.

Empat negara Arab yang tergabung memboikot Qatar adalah Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. (asr)

Sumber : saudigazette.com.sa