PM Inggris Kunjungi Kyiv, Berikan Teknologi Rahasia untuk Membantu Ukraina Memproduksi Rudal Jelajah

EtIndonesia.com Pada Senin (24/8/2026), Ukraina memperingati 35 tahun kemerdekaannya. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengunjungi Kyiv dan mengumumkan bahwa Inggris akan memberikan akses kepada Ukraina terhadap teknologi rahasia Inggris untuk memproduksi rudal jelajah jarak jauh di dalam negeri.

Di sisi lain, selama beberapa hari berturut-turut, Ukraina mengerahkan drone untuk menyerang pusat-pusat logistik milik platform e-commerce besar Rusia. Ukraina menuduh perusahaan-perusahaan tersebut membantu memasok barang berfungsi ganda untuk keperluan sipil dan militer, termasuk komponen drone.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham tiba di Kyiv pada Senin, bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina. Ini merupakan kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai perdana menteri.

 “Siapa yang pertama kali menyalakan api perang ini? Bukankah itu persoalannya? Ukraina tidak melakukan hal tersebut. Rusia-lah yang melancarkan invasi ilegal ini, dan mereka dapat menghentikannya kapan saja,” katanya. 

Burnham juga bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz memimpin pertemuan “Koalisi Sukarelawan”, yang membahas penguatan dukungan militer bagi Ukraina.

Inggris mengumumkan akan memberikan Ukraina akses terhadap sejumlah teknologi rahasia Inggris untuk membangun lini produksi rudal jelajah “Storm Shadow/SCALP” di wilayah Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina membutuhkan lebih banyak senjata pertahanan udara untuk menghadapi musim dingin dan meminta sedikitnya 300 rudal pencegat Patriot.

Dalam pertemuan tersebut, Macron menyerukan agar pengiriman rudal pencegat pertahanan udara ke Ukraina dipercepat serta upaya untuk menindak “armada bayangan” Rusia diperkuat.

Andy Burnham:  “Rusia akan berusaha meningkatkan provokasi terhadap negara-negara Eropa untuk menghentikan mereka membantu Ukraina.”

Sementara itu, drone Ukraina pada Senin menyerang empat pusat logistik Ozon, platform e-commerce terbesar kedua di Rusia. Sejak 22 Agustus, sedikitnya enam fasilitas Ozon telah menjadi sasaran serangan.

Salah satu pusat logistik Ozon di Dagestan terbakar setelah diserang drone. Asap tebal terlihat membubung dari lokasi kejadian. Dua fasilitas lainnya mengevakuasi para pekerjanya.

Ukraina menuduh gudang milik perusahaan e-commerce besar seperti Ozon dan Wildberries menyimpan barang-barang yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer, sehingga menjadi bagian dari jaringan pasokan militer Rusia. Serangan Ukraina baru-baru ini juga meluas dari fasilitas Wildberries ke fasilitas Ozon.

Berita mengenai serangan tersebut menyebabkan harga saham Ozon anjlok. Pada perdagangan Senin, saham Ozon sempat turun lebih dari 25%, sementara saham pemegang saham utamanya, AFK Sistema, juga sempat merosot hampir 13%.

Laporan gabungan reporter Zheng Shengxun, New Tang Dynasty TV

Siswa Sekolah Wushu Shaolin Dipaksa Memakan Kotoran, Ratusan Lulusan Menuntut Hak Mereka

EtIndonesia.com Ratusan lulusan Sekolah Wushu Songshan Shaolin Tagou selama beberapa hari berturut-turut berkumpul di sekolah untuk menuntut hak mereka. Mereka sempat mendapat perlakuan kasar. Sekolah tersebut juga dituding memiliki masalah perundungan terhadap siswa yang berlangsung berulang kali. Bahkan, ada siswa yang disebut dipaksa memakan kotoran manusia.

Menurut pemberitaan dari akun media mandiri daratan Tiongkok yang mengikuti berbagai aksi massa, pada 21 hingga 23 Agustus, ratusan lulusan sekolah tersebut berkumpul selama beberapa hari di sekolah yang berada di Kota Dengfeng, Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, untuk menuntut pengembalian uang jaminan yang telah lama ditahan pihak sekolah.

Para siswa mengatakan uang jaminan yang dipotong berkisar antara 3.000 hingga 5.000 yuan RMB, dan dalam beberapa kasus telah ditahan selama lebih dari 10 tahun. Meskipun disebut sebagai “uang jaminan”, uang tersebut menurut para siswa tidak dikembalikan setelah mereka lulus.

Selama aksi protes, beberapa kali terjadi bentrokan antara siswa dan pihak sekolah. Sejumlah siswa dilaporkan dipukuli hingga terluka oleh staf dan guru sekolah. Otoritas Partai Komunis Tiongkok juga disebut mengerahkan sejumlah besar aparat keamanan untuk “menjaga stabilitas”. Pada akhirnya, pihak sekolah terpaksa mengembalikan uang jaminan para siswa.

Namun, sebenarnya tuntutan para lulusan kali ini bukan semata-mata untuk mendapatkan kembali uang jaminan, melainkan juga untuk memprotes berbagai perlakuan tidak adil yang mereka klaim telah dialami selama bertahun-tahun di sekolah tersebut.

Dugaan perundungan dan penghinaan terhadap siswa

Menurut informasi yang beredar, kasus ini bermula dari pengungkapan oleh seorang influencer asal daratan Tiongkok. Influencer tersebut mengaku menggunakan koneksi pribadi untuk memasukkan adiknya ke sekolah tersebut. Namun, menurut pengakuannya, sang adik bukan hanya tidak mempelajari ilmu bela diri yang sebenarnya, tetapi justru mengalami tekanan dan perundungan.

Pengungkapan tersebut dengan cepat memicu perhatian publik. Banyak lulusan dan orang yang mengetahui kondisi di sekolah itu kemudian ikut bersuara dan mengungkap berbagai dugaan masalah internal sekolah.

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa perundungan terhadap siswa telah menjadi hal yang umum di sekolah itu.

Beberapa video yang beredar di internet juga disebut memperlihatkan siswa dipukuli dan dipermalukan, dipaksa berlutut, bahkan dipaksa menelan kotoran dari toilet. Namun, video-video tersebut dilaporkan segera dihapus dari platform media sosial di daratan Tiongkok.

Aksi protes terjadi setelah kasus mencuat

Kasus ini terjadi setelah Shi Yongxin (释永信), kepala biara Shaolin Songshan, tersandung kasus pada Juli tahun lalu dan diperiksa. Pada Mei tahun ini, ia disebut telah dijatuhi hukuman.

Sebelum tersandung kasus, Shi Yongxin pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Buddhis Provinsi Henan dan Wakil Ketua Asosiasi Buddhis Tiongkok. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki hubungan dengan sistem pemerintahan Partai Komunis Tiongkok serta mengelola aset bernilai sangat besar. Karena itu, kompleks Shaolin Songshan disebut-sebut memiliki kekuatan finansial dan pengaruh yang besar. (***)

[Berita yang Disensor] 47,5 Juta Tunawisma : Laporan yang Dihapus Mengungkap Realitas Kehidupan Jalanan di Tiongkok

EtIndonesia.com  Jumlah orang yang hidup sebagai tunawisma di Tiongkok dilaporkan meningkat pesat. Sebuah survei internal yang kemudian dihapus menyebutkan bahwa pada 2025, jumlah tunawisma di Tiongkok mencapai sekitar 47,5 juta orang, lebih dari lima kali lipat dibandingkan 2020. Di berbagai kota di Tiongkok, orang yang tidur di jalan juga semakin sering terlihat di trotoar, kolong jembatan, taman, hingga pintu masuk stasiun metro.

Komentator politik , Gordon G. Chang (章家敦), dalam artikel terbarunya di The Hill, mengutip sebuah laporan yang menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 47,5 juta tunawisma di Tiongkok. Banyak diantaranya merupakan kaum muda.

Banyak dari mereka datang ke pusat layanan untuk menggunakan Wi-Fi gratis dan pendingin udara, serta mendapatkan makanan dan air. Bahkan, sebuah pusat layanan di Shenzhen dilaporkan didatangi hampir 3.000 anak muda setiap hari.

Menurut laporan Caixin yang kemudian dihapus, Biro Data Nasional Partai Komunis Tiongkok mengerahkan 34 lembaga survei tingkat provinsi untuk melakukan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa hingga akhir Agustus 2025, jumlah penduduk tunawisma di Tiongkok mencapai sekitar 47,5 juta orang, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan 2020.

Empat ciri baru tunawisma di Tiongkok

Kelompok tunawisma ini memiliki empat karakteristik utama: jumlahnya semakin besar, semakin muda, terkonsentrasi di perkotaan, dan semakin sedikit yang mengemis.

Sebagian besar berusia antara 20 hingga 35 tahun dan terkonsentrasi di kota-kota besar. Mereka tidak meminta-minta atau mengemis, melainkan hanya “tidak punya tempat untuk pergi.”

Dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak muda yang tidur di jalan semakin mudah ditemukan di stasiun kereta, pintu masuk stasiun metro, kolong jembatan, bahkan toilet umum di kota-kota seperti Shenzhen dan Dongguan di Guangdong serta Suzhou di Jiangsu.

Restoran cepat saji yang buka 24 jam, ruang ATM, dan bangku taman juga menjadi semacam “tempat tinggal malam hari” bagi sebagian orang.

Mereka terdiri dari laki-laki maupun perempuan. Sebagian membawa koper, ransel, kasur sederhana, bahkan membawa anjing peliharaan. Kondisi mereka berbeda dari gambaran tradisional tentang “pengemis yang hidup menggelandang.”

Banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan tidak mampu menyewa tempat tinggal

Mantan aparat kepolisian Tiongkok, Dong Guangping (董廣平), mengatakan bahwa saat ini banyak pabrik tidak memiliki pesanan. Para pekerja hanya bisa mendapatkan pekerjaan jangka pendek, sementara mereka tidak mampu membayar hotel maupun menyewa rumah, sehingga akhirnya tidur di jalan.

 “Sebagian orang ingin menghemat pengeluaran. Kondisi ekonomi mereka sekarang juga tidak baik, dan gaji mereka tidak tinggi. Mereka tidak mau mengeluarkan biaya sebesar itu untuk menyewa rumah. Jadi mereka membawa tikar, mencari tempat, dan selama bisa tidur, itu sudah cukup,” katanya. 

Dong mengatakan bahwa di terowongan bawah tanah Stasiun Kereta Zhengzhou juga terdapat orang yang tinggal dalam jangka panjang, bahkan membawa selimut dan perlengkapan tidur.

“Kalau sudah musim dingin, bayangkan di daerah utara turun salju lebat, sementara mereka tinggal di kolong jembatan. Tidur di luar benar-benar kejam. Terlalu dingin dan tidak bisa tidur,” ujarnya. 

Dong mengatakan kemerosotan ekonomi Tiongkok yang terus berlanjut, ditambah banyaknya pabrik dan perusahaan yang tutup, serta meningkatnya pengangguran anak muda, semakin memperburuk masalah tunawisma.

Saat ini banyak restoran dan hotel juga sepi pelanggan. Sebagian restoran mulai menjual makanan dalam porsi besar dengan harga murah.

Dong Guangping: “Di jalan-jalan utama Zhengzhou banyak yang menjualnya. Ada tahu, bihun, kubis dalam satu panci besar. Satu mangkuk makanan harganya 10 yuan, sementara nasi boleh diambil sepuasnya. Banyak orang makan sebanyak-banyaknya sekali, kemudian malamnya makan seadanya lagi.”

“Tangping” dan “bailan” sebagai bentuk perlawanan pasif

Gordon Chang mengatakan bahwa banyak warga Tiongkok mulai melakukan “tangping” (躺平) dan “bailan” (摆烂) secara kolektif—yakni memilih pasif, tidak lagi mengejar ambisi ekonomi, dan membiarkan keadaan berjalan apa adanya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk perlawanan pasif terhadap sistem Partai Komunis Tiongkok yang dianggap tidak memberikan harapan secara ekonomi maupun masa depan politik yang cerah.

Wakil Ketua Global Front Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue (盛雪), mengatakan bahwa kondisi sosial Tiongkok saat ini sebenarnya telah menunjukkan banyak tanda-tanda peringatan sejak lama.

“Pada masa ketika ekonomi Tiongkok berkembang pesat, pada kenyataannya pemerintah sama sekali tidak membangun perlindungan sosial dasar. Untuk kesejahteraan dan bantuan bagi masyarakat biasa, ketika terjadi keadaan darurat, sistem pemerintahan, struktur, dan kebijakan tidak pernah mampu mengimbanginya,” katanya. 

Sheng mengatakan bahwa ketika ekonomi mengalami kemerosotan, investasi asing keluar, dan perusahaan swasta menyusut, kelompok yang paling pertama terkena dampaknya adalah orang-orang yang bergantung pada upah untuk bertahan hidup.

Sheng Xue: “Sekarang mereka menjadi tunawisma dan sudah kehilangan pendapatan dasar yang menjadi sumber kehidupan mereka, termasuk tempat tinggal. Berikutnya, jika bahkan meminta-minta pun tidak lagi mendapatkan apa-apa, kelompok ini benar-benar bisa dikatakan berada di ambang kematian.”

Pertumbuhan ekonomi tidak mencerminkan kondisi masyarakat bawah

Sheng mengatakan bahwa Tiongkok pernah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, tetapi angka pertumbuhan ekonominya tidak mencerminkan biaya yang harus ditanggung dalam hal hak asasi manusia, jaminan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

“Misalnya masyarakat di daerah pegunungan terpencil dan wilayah miskin tidak memiliki jaminan yang benar-benar memadai. Kelompok ini sebenarnya sama sekali tidak tercermin dalam angka-angka indah yang ditampilkan Partai Komunis Tiongkok kepada dunia,” jelasnya. 

“Jadi, begitu struktur tersebut mengalami retakan dan mulai runtuh, semuanya langsung tidak mampu berfungsi,” katanya. 

Sheng mengatakan bahwa model pembangunan Partai Komunis Tiongkok tidak berkelanjutan, sementara masyarakat, sistem, budaya, dan ideologi Tiongkok saat ini semuanya mengalami kemunduran.

Ia memperingatkan bahwa jika masyarakat lapisan bawah Tiongkok tidak mengambil langkah-langkah aktif untuk melindungi diri, nasib banyak orang bisa menjadi sangat menyedihkan.

Sumber : NTDTV.com

Sawi Putih Berformalin Selama 14 Tahun Tak Kunjung Teratasi, Pemerintah Kembali Dinilai Hanya Menunda Masalah

EtIndonesia.com Kasus “sawi putih berformalin” kembali terungkap di Provinsi Hebei, Tiongkok. Sawi putih yang bagian pangkalnya dicelupkan ke dalam larutan formaldehida diduga telah masuk ke dalam rantai distribusi. Meskipun tiga lembaga pemerintah pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan akan turun tangan dan melakukan penyelidikan ketat, praktik “sawi putih berformalin” disebut telah berulang selama 14 tahun. Para pengamat menilai pernyataan pemerintah tersebut hanya merupakan langkah untuk meredakan kemarahan publik.

Blogger bernama “Yu Lie Qi Ge” mengungkap pada 22 Agustus bahwa di lokasi pembelian dan pemuatan sawi putih di Kota Tunkeng, Kecamatan Kangbao, Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, para pedagang diduga mencelupkan bagian akar sawi putih ke dalam larutan formaldehida, kemudian mengirimkannya ke berbagai daerah, termasuk Suqian, Jiangsu, dan Hefei, Anhui.

Kasus “sawi putih berformalin” langsung menjadi topik pencarian populer di Weibo. Banyak warganet mengecam praktik mencelupkan sawi putih ke dalam formaldehida sebagai pelanggaran serius terhadap batas keamanan pangan.

Larutan formaldehida dalam air dikenal sebagai formalin, yang umumnya digunakan untuk sterilisasi, disinfeksi, dan pengawetan. Namun, zat ini sangat beracun dan bersifat karsinogenik sehingga dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen bagi manusia kategori 1.

Pemerintah Kabupaten Kangbao menyatakan bahwa penggunaan formaldehida tersebut merupakan tindakan ilegal yang dilakukan oleh pedagang untuk menjaga kesegaran sayuran selama proses pengangkutan.

Di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, rantai pasokan yang relatif matang pada dasarnya mengandalkan transportasi berpendingin. Tiongkok sendiri kini juga memiliki sistem logistik rantai dingin yang cukup besar. Lalu, mengapa masih ada pihak yang secara ilegal menggunakan formaldehida untuk mengawetkan sawi putih?

Wu Shaoping, kepala Aliansi Pengacara HAM Tiongkok di Luar Negeri, menilai hal tersebut berkaitan dengan rendahnya pendapatan petani Tiongkok dari hasil pertanian.

Ia juga mengatakan, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sayuran sebagian besar merupakan kendaraan terbuka. Kondisi tersebut membuat sawi putih mudah mengalami pemanasan dan pembusukan selama perjalanan. 

Jika petani menggunakan standar transportasi rantai dingin, kata dia, maka mereka tidak mampu menanggung biaya pengangkutannya. Bahkan, hasil penjualan sawi putih terkadang tidak cukup untuk membayar ongkos transportasi.

Menurutnya, alasan lainnya adalah kurangnya standar dan pengawasan yang memadai. Di pasar akhir, jika kasus ini tidak terungkap, belum tentu terdapat pemeriksaan khusus terhadap formaldehida.

Namun, praktik penggunaan formaldehida pada sawi putih sebenarnya sudah terungkap sejak 14 tahun lalu.

Pada akhir April 2012, media di Shandong melaporkan bahwa pedagang di Qingzhou menyemprotkan formaldehida pada sawi putih untuk memperpanjang masa simpannya. Dua orang kemudian dikenai penahanan administratif. Saat itu, pedagang mengakui bahwa praktik tersebut merupakan “aturan tak tertulis dalam industri.”

Pada Mei tahun yang sama, Pasar Grosir Buah dan Sayuran Jiangnan di Guangzhou melakukan pemeriksaan formaldehida secara khusus dan menemukan 122,4 ton sawi putih bermasalah yang berasal dari Shandong dan Yunnan.

Pada 2015, media Hebei kembali mengungkap bahwa Stasiun Sayuran Zhiyi di Dingzhou menggunakan formaldehida dengan cara menyemprotkan atau mencelupkan sawi putih. Penanggung jawab tempat tersebut kemudian ditahan secara pidana.

Selama 14 tahun terakhir, meskipun pemerintah telah membuat sejumlah peraturan dan kebijakan, mengapa praktik ilegal penggunaan formaldehida masih sulit diberantas?

Wu Shaoping mengatakan bahwa seringnya terjadi insiden keamanan pangan menunjukkan bahwa meskipun pemerintah PKT mengeluarkan berbagai aturan hukum, apakah aturan tersebut benar-benar diterapkan secara efektif merupakan persoalan lain.

Zhang Jianxing, penggagas Gerakan Ganti Rugi bagi Tahanan Politik Tiongkok, mengatakan bahwa bukan hanya sawi putih berformalin yang bermasalah. Kasus seperti susu formula beracun, minyak jelantah daur ulang, dan darah bebek yang menggunakan bahan industri juga terus bermunculan.

“Jika dilihat dari akar masalahnya, berbagai kasus makanan beracun seperti sawi putih berformalin merupakan produk yang tidak terhindarkan dari sistem PKT, sistem hierarki, dan sistem hak istimewa. Makanan beracun itu tidak akan sampai kepada mereka, bukan? Yang terkena dampaknya hanyalah rakyat,” ujarnya. 

Menurutnya, ketika pemerintah otoriter menganggap rakyat tidak penting, kelonggaran dan perlakuan berbeda dari pihak pengawas demi memperoleh keuntungan justru menciptakan aturan tak tertulis, yang pada akhirnya mendorong produsen makanan bermasalah untuk terus melakukan pelanggaran.

Kini kasus tersebut telah meningkat ke tingkat pemerintah pusat. Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar telah turun tangan dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh.

Namun, Zhang Jianxing menilai tindakan itu bukan karena pemerintah tiba-tiba menyadari tanggung jawabnya.

Ia mengatakan bahwa sejak tahun lalu muncul fenomena “ketidak kooperatifan” yang semakin jelas di Tiongkok, seperti tidak menikah, tidak memiliki anak, dan tidak membayar jaminan sosial.

Menurutnya, ketika puluhan juta orang memilih untuk tidak bekerja sama, pemerintah tidak mungkin menangkap atau menindak semuanya. Dalam kondisi tersebut, perintah tiga lembaga pemerintah pusat untuk melakukan penyelidikan dinilai hanya sebagai “strategi menunda masalah” untuk meredakan kemarahan masyarakat.

Sawi putih dari Tiongkok juga diekspor ke negara-negara seperti Korea Selatan dan Vietnam. Sejumlah warganet khawatir sawi putih yang mengandung formaldehida dapat masuk ke produk kimchi yang diproduksi di Korea Selatan atau Vietnam, kemudian muncul di meja makan dalam bentuk yang berbeda. (***)

Sumber : NTDTV.com

Seorang Remaja Berdiri di Tebing Mengancam Orangtuanya agar Melunasi Cicilan iPhone, Sekeluarga Tewas Terjatuh dari Tebing

EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang remaja berusia 18 tahun di India tidak mampu membayar cicilan pembelian iPhone. Ia kemudian berdiri di tepi tebing untuk mengancam orang tuanya. Sang ayah berusaha menarik putranya kembali, tetapi justru ditarik oleh sang anak hingga keduanya jatuh dari tebing. Beberapa detik kemudian, sang ibu, yang diliputi kesedihan dan keputusasaan, juga melompat dari tebing. Ketiganya akhirnya tewas.

Menurut laporan media India, pada 21 Agustus, terjadi pertengkaran keluarga di negara bagian Maharashtra, India barat, yang dipicu oleh pembelian iPhone dan akhirnya berujung pada tragedi ketika satu keluarga yang terdiri dari tiga orang jatuh dari tebing dan meninggal dunia.

Peristiwa itu bermula ketika seorang remaja berusia 18 tahun bernama Kunal Chandgude membeli sebuah iPhone dengan sistem cicilan. Karena tidak mampu membayar cicilan terbaru, ia meminta orang tuanya untuk membayarnya. Setelah permintaannya ditolak, terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dan orang tuanya.

Kunal kemudian kehilangan kendali atas emosinya. Ia seorang diri naik ke tepi tebing curam di Gunung Kavdia dan mengancam akan bunuh diri. Setelah mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya menyusulnya hingga ke puncak gunung dan terus membujuknya agar turun. Warga setempat, polisi, dan petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan juga tiba di lokasi dan berusaha membujuknya selama hampir tiga jam.

Selama proses itu, seseorang dari kerumunan bahkan berjanji akan membelikan Kunal iPhone 15 Pro baru, asalkan ia mau meninggalkan tebing. Namun, tawaran tersebut ditolak. Petugas pemadam kebakaran juga sempat mencoba memasang jaring pengaman di bawah tebing, tetapi upaya itu gagal karena Kunal terus bergerak di sepanjang tepian tebing.

Setelah sekitar tiga jam dalam situasi yang tegang, ayahnya, Murlidhar, berusaha mendekati Kunal dan membujuknya untuk pulang. Namun, Kunal akhirnya melewati tepian tebing. Sang ayah segera berusaha menyelamatkannya, tetapi Kunal menariknya hingga keduanya jatuh bersama dari tebing.

Yang lebih memilukan, ibu Kunal, Sangeeta Chandgude, menyaksikan suami dan anaknya jatuh dari tebing. Dalam keadaan sangat sedih dan putus asa, ia kemudian ikut melompat dari tebing. Ketiga anggota keluarga tersebut akhirnya meninggal dunia.

Banyak warga yang berada di lokasi merekam kejadian tragis tersebut. Mereka menyaksikan keluarga itu jatuh dari tebing dan terdengar banyak orang berteriak kaget.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran telah menemukan jenazah ketiga korban di bawah tebing dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut laporan, ayah Kunal, Murlidhar Chandgude, 48 tahun, bekerja sebagai sopir dan merupakan satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga. Kondisi ekonomi keluarga tersebut memang sudah sangat sulit sehingga mereka sebenarnya tidak mampu menanggung biaya telepon seluler yang mahal.

Tragedi ini memicu diskusi luas di masyarakat India. Banyak orang mulai merefleksikan persoalan konsumsi demi gengsi di kalangan anak muda, tekanan hutang, serta kesulitan mengendalikan emosi ketika menghadapi konflik dan berkomunikasi dengan keluarga.

Sumber : NTDTV.com

Pertandingan Olahraga Robot di Beijing, “Pertunjukan Komedi” Silih Berganti 

EtIndonesia.com  Pada hari pertama Beijing Robot Games, berbagai insiden memalukan terjadi di arena atletik, dengan banyak robot yang “menjadi korban”. Seiring berlanjutnya pertandingan, semakin banyak video yang memperlihatkan aksi kocak dari robot dalam berbagai cabang olahraga.

Berbagai video menunjukkan bahwa meskipun sejumlah perusahaan teknologi jelas belum memiliki robot yang mampu bermain sepak bola dengan baik, mereka tetap memaksakan diri membentuk tim dan turun bertanding. Hasilnya justru berubah menjadi serangkaian “pertunjukan komedi”.

Di lapangan, robot melakukan berbagai aksi konyol: berkali-kali gagal menendang bola, beberapa pemain robot jatuh dan bertumpuk satu sama lain, sejumlah robot harus diangkat keluar lapangan, bahkan ada penjaga gawang yang malah berlari meninggalkan gawang sehingga gawang kosong.

Warganet menyindir: “Menonton pertandingan seperti ini, entah dibuat kesal sampai mati atau dibuat tertawa sampai mati.”

Dalam pertandingan angkat besi robot, teknologi tampaknya juga masih belum mampu melewati sejumlah kendala teknis. Lebih dari satu robot bahkan tidak mampu mengangkat barbel dengan bobot paling ringan, sehingga berbagai insiden terjadi.

Video lainnya memperlihatkan sebuah robot mengikuti pertandingan lompat jauh. Robot tersebut berhasil melakukan lompatan, tetapi ketika mendarat, tubuhnya sempat terhuyung-huyung dan hampir jatuh. Wasit bahkan buru-buru melompat menjauh untuk menghindar.

Rekaman berikutnya menunjukkan bahwa kekhawatiran wasit ternyata bukan tanpa alasan. Robot tersebut diduga mengalami kerusakan pada sirkuit internal akibat guncangan keras saat mendarat. Robot itu kemudian berjalan mundur beberapa langkah, tersandung dan jatuh, lalu langsung “pingsan”.

Dalam pertandingan rintangan robot, sebuah robot berhasil naik ke atas platform tinggi, tetapi tampaknya tidak tahu bagaimana cara turun. Pada akhirnya, robot tersebut langsung terjungkal dengan kepala mengarah ke bawah dan jatuh ke tanah, mengundang gelak tawa penonton.

Sementara itu, dalam pertandingan senam, sebuah robot tiba-tiba mengalami gangguan teknis. Robot tersebut bergoyang-goyang seperti orang mabuk sebelum akhirnya jatuh dan tidak mampu bangkit lagi.

Sebelumnya, dalam pertandingan atletik, lebih banyak robot yang “menjadi korban”. Setelah jatuh dan mengalami kerusakan serius, robot-robot tersebut harus diangkat keluar dari arena.

Sumber : NTDTV.com

Seorang Lansia Meninggal Dunia Secara Mendadak di Ruang Permainan Mahjong, Pemilik Toko yang Menolong Justru Diperas Keluarga Korban

Baru-baru ini, seorang lansia di Kota Hengyang, Provinsi Hunan, Tiongkok  tiba-tiba mengalami sakit dan meninggal dunia saat beristirahat di sebuah ruang permainan mahjong kecil. Pemilik toko dengan sukarela memberikan pertolongan dan memanggil ambulans, tetapi justru dituntut membayar 100.000 yuan RMB oleh keluarga lansia tersebut. Peristiwa ini memicu perdebatan di dunia maya.

EtIndonesia.com  Di daratan Tiongkok, kasus orang yang menolong lansia tetapi kemudian dimintai uang atau dituduh bertanggung jawab telah berulang kali terjadi. Akibatnya, banyak warga Tiongkok bahkan takut menolong ketika melihat lansia terjatuh atau mengalami kecelakaan. Baru-baru ini, kejadian serupa kembali terjadi di Hengyang, Hunan, dan memicu perdebatan luas di internet.

Sebuah rekaman kamera pengawas yang beredar di internet memperlihatkan bahwa pada 17 Agustus sekitar pukul 12.50 siang, seorang lansia datang sendirian ke sebuah toko permainan mahjong sederhana di Kabupaten Qidong, Kota Hengyang. Ia kemudian duduk beristirahat di kursi dekat pintu.

Lansia tersebut tampaknya merasa tidak enak badan. Ia berulang kali memegang kepala dan lehernya, kemudian menundukkan kepala dan duduk diam di kursi.

Pemilik toko perempuan awalnya sedang bermain ponsel dan tidak menyadari kondisi lansia tersebut. Empat menit kemudian, ia berdiri dan menghampiri lansia itu. Setelah menyadari ada sesuatu yang tidak beres, ia berjongkok di hadapannya dan memanggilnya, tetapi tidak mendapat respons.

Pemilik toko perempuan kemudian segera meminta bantuan seorang pria yang baru saja masuk ke toko. Setelah melihat kondisi lansia tersebut, pria itu berseru, “Aduh, tidak bisa, dia sudah tidak sadar.”

Pemilik toko kemudian segera mengatakan akan menelepon 120, nomor layanan ambulans darurat di Tiongkok. Setelah itu, ia bersama dua orang lainnya membantu memindahkan lansia tersebut ke depan toko dan terus berada di sampingnya.

Lima menit kemudian, ambulans 120 tiba di lokasi. Petugas medis memeriksa lansia tersebut, kemudian membawanya ke dalam ambulans untuk meninggalkan lokasi.

Seluruh proses pertolongan yang dilakukan pemilik toko perempuan setelah lansia tersebut mengalami sakit terekam kamera pengawas ruang permainan. Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi setelah lansia itu meninggal. Bukannya mendapatkan ucapan terima kasih dari keluarga korban, pemilik toko justru diminta membayar 100.000 yuan RMB.

Putra lansia tersebut mengatakan: “Kalau kamu tidak mengurusnya dan membiarkannya duduk, tidak akan terjadi apa-apa. Karena kalian membantunya, sekarang kalian jadi ada hubungannya dengan masalah ini.”

Ia bahkan mengancam akan menaruh jenazah lansia tersebut di depan toko sehingga pemilik toko tidak dapat menjalankan usahanya.

Menghadapi tuntutan keluarga korban yang dianggap tidak masuk akal, keluarga pemilik toko merasa sangat tertekan dan dirugikan. Namun, demi menyelesaikan masalah, setelah dimediasi oleh pihak terkait, mereka akhirnya setuju membayar 19.000 yuan RMB sebagai kompensasi kemanusiaan.

Setelah kejadian tersebut, putra pemilik toko, Li, mengatakan kepada media bahwa peristiwa itu memberikan dampak yang sangat besar terhadap keluarganya.

Menurutnya, ibunya mengalami kecemasan selama berhari-hari. Karena merasa sangat tertekan dan diperlakukan tidak adil, ia mengalami insomnia, pusing, kehilangan nafsu makan, dan kondisi mentalnya benar-benar memburuk. Sang ayah melihat seluruh anggota keluarga terus-menerus murung sehingga akhirnya dengan berat hati menyetujui pembayaran kompensasi tersebut.

Setelah kejadian itu, toko kecil tersebut juga terpaksa tutup sementara.

Setelah kasus ini terungkap di internet, peristiwa tersebut mendapat perhatian luas. Banyak warganet Tiongkok berkomentar:

“Kalau terus seperti ini, entah seberapa jauh moral masyarakat akan mengalami kemunduran.”

“Berbuat baik pun harus membayar harganya. Sungguh kondisi hati manusia sekarang…”

“Mulai sekarang, jangan ikut campur dalam urusan orang lain.”

“Semua orang melihat apa yang terjadi. Ke depannya, semakin sedikit orang yang berani menolong.”

“Kalau begini, bahkan kursi di depan toko pun mungkin tidak berani diberikan kepada lansia untuk beristirahat. Menciptakan suasana sosial seperti ini sangat tidak bersahabat bagi para lansia. Ini merupakan fenomena yang menyedihkan dalam masyarakat yang semakin menua.”

Seiring perdebatan semakin meluas, pihak berwenang, menurut laporan tersebut, berupaya mengalihkan perhatian publik dengan meminta sebuah perusahaan setempat pada 24 Agustus sore memberikan 20.000 yuan RMB sebagai uang慰问 atau bantuan慰问 kepada pemilik toko perempuan tersebut, sekaligus memberikan penghargaan atas tindakannya menolong korban.

Namun, langkah tersebut tetap tidak mampu meredakan kemarahan publik. Banyak warganet mempertanyakan:

“Mengapa orang yang melakukan pemerasan tanpa alasan tidak dihukum?”

“Kejahatan harus dihukum dan kebaikan harus ditegakkan. Orang yang berbuat jahat harus dihukum berat!”

“Situasi di mana orang dapat memperoleh keuntungan secara tidak masuk akal, sementara orang yang benar justru harus menanggung kerugian, harus dihentikan melalui jalur hukum.”

Laporan gabungan reporter Luo Tingting / Editor: Wenhui

Iran Tak Hanya Mengancam Membunuh Putra Bungsu Trump, Netanyahu Sebut Putranya Juga Jadi Target Pembunuhan

EtIndonesia.com  Situasi dalam perang AS-Iran berpotensi kembali meningkat. Baru-baru ini, Iran International melaporkan bahwa media pemerintah Iran secara terbuka mengancam akan membunuh putra bungsu Presiden AS Donald Trump, Barron Trump, dengan menawarkan hadiah sebesar US$10 juta.

Sementara itu, pada 24 Agustus, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengungkapkan bahwa rezim Iran berusaha membunuh salah satu putranya. Ketegangan antara kedua pihak pun semakin meningkat tajam.

 “Iran telah menjadikan salah satu putra saya sebagai target. Iran berusaha membunuh, membunuh salah satu putra saya. Mereka berusaha membunuhnya,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 24 Agustus 2026. 

Pembawa acara televisi Israel :  “Apakah ini informasi intelijen yang Anda terima?”

Netanyahu menjawab:  “Iran berusaha membunuh salah satu putra saya. Oleh karena itu, langkah-langkah keamanan seperti ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Tanpa perlindungan tersebut, mereka mungkin saja berhasil melakukannya.”

Laporan: Qiu Chunrong, New Tang Dynasty TV Asia-Pasifik

Iran Dalam Tekanan Hebat! AS Siapkan Pukulan Finansial, Gejolak Dalam Negeri Mengintai

EtIndonesia.com — Tekanan terhadap Iran memasuki fase baru. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap mengumumkan paket tekanan ekonomi besar terhadap Teheran, sementara Iran pada saat bersamaan menghadapi memburuknya kondisi ekonomi domestik, tekanan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta meningkatnya ketegangan keamanan di sejumlah titik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 14.00 waktu Washington atau 18.00 GMT. Bessent sebelumnya menjanjikan langkah yang disebut sebagai salah satu serangan finansial terberat yang pernah diarahkan terhadap Iran. Fokusnya diperkirakan tidak hanya menyasar institusi Iran, tetapi juga mitra dagang dan jaringan keuangan yang membantu Teheran mempertahankan aktivitas ekonominya.

Langkah tersebut menjadi kelanjutan strategi tekanan maksimum pemerintahan Trump. Washington berupaya mempersempit ruang gerak ekonomi Iran dengan menekan perdagangan minyak, transaksi keuangan, dan akses Teheran terhadap jaringan perdagangan internasional.

Situasi itu semakin berat karena perekonomian Iran sendiri sedang berada dalam tekanan. Di pasar bebas Teheran, nilai rial dilaporkan telah melewati dua juta rial per satu dolar AS, sebuah rekor terendah baru. Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap daya beli masyarakat ketika harga berbagai kebutuhan terus meningkat.

Persoalan lain muncul dari dugaan penyelundupan bahan bakar dalam skala sangat besar. Esmail Saqab Esfahani, pejabat kepresidenan yang menangani optimalisasi bahan bakar dan manajemen strategis energi, mengatakan jaringan penyelundupan diduga melibatkan orang-orang yang memiliki hubungan dengan dua kubu politik utama Iran.

Pejabat Iran sebelumnya memperkirakan sekitar 20 juta hingga 30 juta liter bahan bakar setiap hari diselundupkan keluar negeri. Perbedaan besar antara harga bahan bakar bersubsidi di Iran dan harga di negara tetangga diyakini menjadi salah satu faktor pendorong perdagangan ilegal tersebut. Namun, tuduhan mengenai keterlibatan jaringan politik belum dapat diverifikasi secara independen.

Selat Hormuz Mulai Berubah

Tekanan terhadap Iran juga terlihat di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik terpenting bagi perdagangan energi dunia.

Data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal melalui selat tersebut meningkat hampir 400 persen dalam dua pekan, dari sekitar 40 kapal menjadi hampir 200 kapal dalam sepekan. Meski angka itu masih jauh di bawah kondisi sebelum perang, peningkatan tersebut menunjukkan kapal-kapal mulai kembali berani melintasi kawasan tersebut.

Amerika Serikat pada saat bersamaan meningkatkan operasi maritimnya. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan bahwa hingga 23 Agustus 2026, pasukan Amerika telah mengalihkan rute 70 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal dan menaiki dua kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.

Kapal perusak berpeluru kendali USS John Finn (DDG-113) termasuk kapal perang AS yang beroperasi di Laut Arab untuk mendukung pengawasan dan pelaksanaan blokade tersebut.

Perkembangan ini berpotensi mengurangi kemampuan Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan strategis. Namun Teheran belum menunjukkan tanda akan menyerah. Iran justru memperingatkan bahwa jika perang ekonomi terus ditingkatkan, ekspor minyak dari kawasan Teluk dapat kembali menjadi sasaran tekanan.

Pakistan Mencoba Membuka Jalur Diplomasi

Di tengah ancaman eskalasi ekonomi, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Pada 24 Agustus 2026, Panglima Angkatan Darat sekaligus Kepala Pasukan Pertahanan Pakistan, Field Marshal Asim Munir, melakukan perjalanan ke Teheran untuk bertemu pejabat senior Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pakistan memperkuat perdamaian dan keamanan regional. Menariknya, Reuters melaporkan Munir telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Trump pada pekan sebelumnya, hanya beberapa hari sebelum keberangkatannya ke Iran. Isi pembicaraan itu belum diungkapkan.

Pakistan selama konflik berlangsung berusaha mengambil peran sebagai perantara antara Washington dan Teheran. Namun, dengan posisi kedua pihak yang masih berjauhan, keberhasilan misi terbaru Munir belum dapat dipastikan.

Israel, Lebanon dan Suriah

Ketegangan regional juga belum mereda. Di Lebanon, operasi Israel terhadap Hizbullah terus menjadi salah satu sumber risiko eskalasi yang dapat melibatkan Iran secara lebih langsung. Sejumlah laporan mengenai pergerakan pasukan Israel dan keberadaan personel Iran di kawasan tersebut terus beredar, meski beberapa klaim terperinci mengenai pengepungan perwira IRGC di jaringan terowongan belum memperoleh konfirmasi independen yang memadai.

Sementara itu, perkembangan diplomatik yang lebih jelas justru muncul antara Israel dan Suriah.

Pada 23 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani bertemu Direktur Mossad Roman Gofman di Yordania dalam pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat. Pertemuan tersebut bertujuan menurunkan ketegangan setelah serangan Israel terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah utara pada 18 Agustus.

Al-Shaibani mengakui bahwa tingkat kepercayaan Suriah terhadap Israel masih sangat rendah. Meski demikian, Damaskus berharap perundingan mengenai kesepakatan keamanan dapat dilanjutkan untuk mencegah konfrontasi baru dan membuka jalan bagi penyelesaian persoalan kehadiran pasukan Israel di wilayah Suriah.

Dengan demikian, 24 Agustus 2026 menjadi hari penting bagi perkembangan konflik Iran dan peta keamanan Timur Tengah. Washington bersiap memperbesar tekanan ekonomi, Iran menghadapi pelemahan mata uang dan persoalan ekonomi domestik, sementara Pakistan mencoba membuka kembali pintu diplomasi.

Pada saat bersamaan, meningkatnya lalu lintas melalui Selat Hormuz menunjukkan bahwa pertarungan tidak lagi berlangsung semata-mata melalui rudal dan pesawat tempur. Jalur perdagangan, minyak, sistem keuangan, serta kemampuan mempertahankan stabilitas ekonomi kini menjadi bagian utama dari pertarungan strategis.

Pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan menjadi perkembangan berikutnya yang sangat menentukan. Jika Washington benar-benar memperluas tekanan terhadap negara, bank, perusahaan dan jaringan perdagangan yang masih berhubungan dengan Iran, Teheran akan menghadapi pilihan semakin sulit: mempertahankan konfrontasi dengan risiko tekanan ekonomi yang lebih berat, atau kembali membuka ruang kompromi dengan Amerika Serikat. (***)

Presiden Prabowo Gebrak Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan : Bukan Cuma Waterbombing, Ada “Ubi Bombing”

EtIndonesia.com Presiden Prabowo Subianto mendorong jajaran pemerintah untuk terus mencari inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mengembangkan bahan pemadam alternatif. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan agar sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatra Selatan dapat segera dipadamkan. 

Kepala Negara meminta jajaran terkait mengevaluasi setiap kendala di lapangan dan segera mengajukan kebutuhan tambahan apabila diperlukan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari siaran pers Setpres RI. 

Presiden Prabowo meminta BNPB dan BRIN mengkaji kemungkinan penggunaan bahan kimia atau material tertentu yang dapat digunakan untuk memadamkan maupun mencegah penyebaran api secara lebih efektif. 

Menurut Kepala Negara, inovasi tersebut dapat digunakan oleh tim pemadam di lapangan dalam bentuk tabung semprot maupun metode lain yang lebih praktis.

“Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya. Kita mau isinya, cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun, dia sudah bawa tabung-tabung itu. Mungkin lebih cepat,” kata Presiden Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong. Bahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran, sekaligus digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal.

Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya (Pangdam II/Sriwijaya) Mayjen TNI Ujang Darwis turut melaporkan bahwa inovasi tersebut telah dipaparkan kepada jajaran terkait dan telah disampaikan kepada BNPB. Meski kapasitas produksinya saat ini masih terbatas, bahan tersebut dinilai efektif dan berpotensi dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.

 Kepala Negara juga meminta agar kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Kepala Negara.

Selain pengembangan inovasi bahan pemadam, Presiden Prabowo juga meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha dalam mendukung penanganan karhutla di Sumatra Selatan. Berbagai dukungan dan metode penanganan akan terus dievaluasi agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan menyeluruh.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Berbagai metode penanganan akan terus dievaluasi sehingga karhutla dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. (BPMI Setpres)

Rusia Mungkin Merekrut Lagi 300.000 Tentara, Ukraina Kekurangan Dana untuk Pertahanan Udara

Menghadapi operasi militer Rusia yang terus berlanjut dan ancaman serangan udara, Ukraina di satu sisi mencari dukungan internasional, sementara di sisi lain memperkuat kemampuan pertahanannya.

EtIndonesia.com  Pada 23 Agustus, Kyiv menggelar acara peringatan Hari Bendera Nasional Ukraina. Para pemimpin dari sejumlah negara Nordik dan Baltik hadir untuk menyatakan dukungan dan kembali menegaskan komitmen mereka terhadap Ukraina.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre:  “Pada 2027, kami akan mempertahankan bantuan dengan skala yang sama seperti tahun ini, yaitu sekitar 9 miliar dolar AS.”

Perdana Menteri Denmark mengatakan Denmark dan Ukraina telah berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan sistem rudal baru guna melindungi kota-kota Ukraina sekaligus memperkuat pertahanan Eropa.

Presiden Finlandia menekankan bahwa Ukraina sedang mempertahankan nilai-nilai seperti demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum, sekaligus menjadi bagian penting dari jaminan keamanan Eropa.

Presiden Lituania mengatakan bahwa hanya kemenangan Ukraina yang dapat membawa perdamaian dan stabilitas bagi Eropa. Lituania juga akan terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia.

Pada Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan pertemuan puncak di Kyiv dengan para pemimpin negara-negara Baltik dan Nordik. Pada hari yang sama, Zelenskyy juga bertemu dengan dua senator Amerika Serikat yang sedang berkunjung dan menyampaikan terima kasih atas dukungan AS yang terus diberikan kepada Ukraina.

Zelenskyy berharap Kongres AS meloloskan rancangan undang-undang mengenai sanksi terhadap Rusia dan Iran. Ia juga menekankan bahwa jika Ukraina memperoleh lisensi untuk memproduksi rudal Patriot, hal tersebut akan membantu Ukraina menghadapi serangan rudal balistik Rusia.

Zelenskyy juga mengatakan bahwa Ukraina memperkirakan Rusia mungkin akan merekrut kembali 300.000 tentara setelah pemilihan parlemen pada pertengahan September untuk dikirim ke medan perang. Rusia bahkan mungkin memperluas jumlah pasukannya lebih jauh pada 2027 hingga mencapai sekitar 500.000 personel.

Pada saat yang sama, Rusia sedang meningkatkan kapasitas produksi rudal balistik, dengan target produksi mencapai 1.300 rudal per tahun, sehingga Ukraina menghadapi tekanan yang semakin besar terhadap sistem pertahanan udaranya.

Zelenskyy menunjukkan bahwa jumlah rudal pencegat Patriot yang diperkirakan diterima Ukraina tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ukraina kini juga sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan musim dingin Rusia terhadap fasilitas energi.

Selain itu, Ukraina menghadapi kekurangan anggaran pertahanan sebesar 27 miliar dolar AS pada tahun ini.

Laporan gabungan reporter New Tang Dynasty Television, Zheng Shengxun.

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kanto, Jepang,  37 Orang Terluka

EtIndonesia.com Wilayah Kanto, Jepang, diguncang gempa bermagnitudo 5,9 pada  Minggu (23 Agustus) dini hari. Setidaknya 37 orang terluka. Saat ini tidak ada ancaman tsunami.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada awalnya mengukur gempa tersebut berkekuatan 5,9, dengan episentrum berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki dan kedalaman sekitar 70 kilometer. Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengukur kekuatan gempa sebesar 5,8.

Ketika gempa terjadi, guncangan terasa cukup kuat di stasiun-stasiun kereta api di pusat Tokyo dan Bandara Narita. Sejumlah kereta yang melayani rute Tokyo–Bandara Narita mengalami keterlambatan. Ponsel warga juga secara bersamaan mengeluarkan peringatan dini gempa.

Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang mengatakan sedikitnya 37 orang terluka, termasuk 15 orang di Tokyo. Korban luka juga dilaporkan di Saitama, Kanagawa, Chiba, dan Ibaraki.

Sebagian besar korban terkejut saat sedang tidur, kemudian terjatuh ketika bangun atau terbentur perabotan rumah.

Di Distrik Koto, Tokyo, sebuah pipa air bawah tanah pecah akibat gempa sehingga sejumlah besar air menggenangi jalan. Kerusakan tersebut kini telah diperbaiki.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengkonfirmasi bahwa tidak ditemukan kelainan pada lebih dari 10 fasilitas nuklir di wilayah yang terdampak.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah telah membentuk tim tanggap darurat untuk menangani dampak bencana.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan bahwa gempa dengan intensitas sedang masih mungkin terjadi dalam satu minggu ke depan, dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pada Juli lalu, wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu, pulau paling selatan Jepang, juga dilanda gempa bermagnitudo 7,1 yang menyebabkan 38 orang meninggal dunia dan 364 orang terluka.

Laporan gabungan reporter New Tang Dynasty Television, Xu Zhe dan Wang Yanqiao.

Kebakaran Hutan Melahap Lebih dari 4.000 Hektar, Washoe County, Nevada, Dinyatakan dalam Keadaan Darurat

EtIndonesia.com  Kebakaran hutan Hawk Fire di Reno, Nevada, Amerika Serikat, menyebar dengan cepat. Pada Sabtu (22 Agustus), kebakaran tersebut memaksa warga meninggalkan rumah dan sejumlah jalan ditutup. Gubernur Nevada kemudian menetapkan Washoe County dalam keadaan darurat.

Kebakaran yang dikenal sebagai “Hawk Fire” tersebut awalnya hanya merupakan kebakaran semak berskala kecil. Namun, api dengan cepat meluas dan hingga Sabtu malam telah membakar lebih dari 10.500 acre (sekitar 4.250 hektare). Api masih belum berhasil dikendalikan dan memaksa warga di wilayah barat laut Reno untuk mengungsi.

Gubernur Nevada Joe Lombardo menetapkan Washoe County dalam keadaan darurat.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, Lombardo mengatakan: “Api menyebar dengan cepat dan mengancam rumah serta bangunan. Harap ikuti semua peringatan dari pejabat setempat. Jika menerima perintah evakuasi, segera tinggalkan lokasi dan jangan membahayakan diri sendiri maupun petugas penyelamat.”

Kantor Sheriff Washoe County mengatakan sekitar 1.000 rumah berada dalam ancaman kebakaran, dan wilayah yang harus dievakuasi telah diperluas.

Rekaman kamera lalu lintas memperlihatkan kobaran api besar di sepanjang Jalan Raya 395 di dekat Red Rock, Nevada. Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, sementara sebagian ruas US Highway 395 ditutup.

Pihak berwenang mendesak masyarakat untuk terus memantau peta wilayah evakuasi. Warga diminta bersiap untuk segera meninggalkan rumah apabila wilayah tempat tinggal mereka masuk ke dalam zona yang terkena perintah evakuasi.

Penyebab Hawk Fire masih belum diketahui. Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api, sementara sejumlah helikopter juga dikerahkan untuk membantu operasi pemadaman sepanjang malam.

Laporan gabungan reporter New Tang Dynasty Television, Yan Feng dan Zhang Xiaoyu.

Ribuan Praktisi Falun Gong Gelar Aksi di New York Menentang Penganiayaan,  Warga : Semua Orang Harus Berani Angkat Suara 

EtIndonesia.com  Sekitar seribu praktisi Falun Gong dari wilayah New York menggelar pawai besar di Brooklyn, Minggu (23/8/2026).  Mereka memperkenalkan kepada masyarakat setempat tentang Falun Dafa, menyatakan dukungan kepada 460 juta orang yang telah mengundurkan diri dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda, sekaligus memperingati kampanye petisi global “EndCCP” (Akhiri PKT) yang sejauh ini telah memperoleh lebih dari 5,38 juta tanda tangan.

Diiringi musik megah dari Tian Guo Marching Band, rombongan pawai bergerak melalui jalan-jalan Brooklyn. Sekitar seribu praktisi Falun Gong dari wilayah New York Raya menggunakan aksi damai tersebut untuk memperkenalkan kepada masyarakat Amerika tentang kebaikan Falun Dafa.

Warga berhenti untuk menyaksikan pawai tersebut; sebagian membawa anak-anak, sebagian mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto dan video, sementara yang lainnya menyaksikan sambil bertanya mengenai asal-usul rombongan pawai. 

Nicholas, penonton pawai: “Pawai ini luar biasa! Saya baru saja tiba di sini.”

Ania, penonton pawai: “Saya merasa mereka hanya ingin berlatih secara damai dan membawa perdamaian bagi dunia.”

Rombongan pawai terdiri dari tim barongsai dan liong yang sebagian besar anggotanya merupakan warga Barat, tim genderang yang beranggotakan praktisi muda, demonstrasi latihan Falun Gong, serta kelompok yang membawa pesan “Falun Dafa Baik”.

Para praktisi Falun Gong menyerukan agar PKT “menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong” dan memperingati 27 tahun aksi menentang penganiayaan. Mereka juga menyerukan kepada berbagai pihak agar memberikan perhatian dan membantu menghentikan pelanggaran HAM yang masih berlangsung hingga kini.

Guan Liantao, praktisi Falun Gong asal Changchun:
“Wilayah Changchun selalu menjadi salah satu daerah dengan penganiayaan Falun Gong paling parah oleh PKT. Pada bulan Juli, menurut laporan di situs Minghui, sebanyak 26 orang di Changchun ditangkap secara ilegal.”

Yu Zhenjie, praktisi Falun Gong asal Mudanjiang:
“Pada 20 Juli tahun ini, di Mudanjiang, Provinsi Heilongjiang, kampung halaman saya, 36 praktisi Falun Gong ditangkap secara ilegal. Salah satu praktisi bahkan dianiaya hingga tubuhnya menjadi sangat kurus.”

Penganiayaan terhadap Falun Gong, yang disebut sebagai salah satu kampanye pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah Tiongkok, telah berlangsung selama 27 tahun. Namun, menurut laporan tersebut, penganiayaan kini tidak hanya terjadi di dalam Tiongkok, tetapi juga telah menyebar ke berbagai negara dan berkembang menjadi bentuk represi lintas negara.

Para peserta pawai mengangkat spanduk bertuliskan “Represi lintas negara PKT merusak keamanan dunia”, sambil berjalan menyusuri jalan-jalan dan menyampaikan seruan kepada masyarakat untuk menentang represi lintas negara oleh PKT.

Menurut laporan investigasi terbaru dari Falun Dafa Information Center, antara 2020 hingga 2025, insiden represi lintas negara yang dilakukan PKT terhadap komunitas Falun Gong di Amerika Serikat meningkat lebih dari 10 kali lipat dan mencakup 30 negara bagian.

Michael Yu, penyelenggara pawai:  “Jika penindasan di Tiongkok dapat diperluas hingga ke Amerika Serikat, maka ini bukan lagi sekadar persoalan yang menyangkut Falun Gong. Ini berkaitan dengan kebebasan beragama dan kebebasan berbicara, serta ancaman terhadap Amerika Serikat.”

Wang Lirong dari New York merupakan salah satu contoh kasus yang disebutkan. Dua tahun lalu, ketika ia mengikuti pawai di Brooklyn, seorang pria keturunan Asia tiba-tiba menerobos masuk ke barisan pawai dan menyerangnya dua kali dalam waktu beberapa menit. Setelah kejadian tersebut, penyelenggara kegiatan menghubungi polisi, dan aparat penegak hukum setempat mengkategorikan insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian (hate crime).

Wang Lirong, praktisi Falun Gong di New York:  “Di Amerika Serikat, ketika di sekitar saya terdapat polisi Amerika yang memberikan perlindungan ketat, saya masih mengalami serangan seperti itu.”

“Saya benar-benar tidak menyangka.”

“Setelah polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti, pihak pengadilan memberi tahu saya bahwa dia (tersangka) telah ditangkap. Setelah ditahan selama beberapa bulan, saya mendengar bahwa dia dideportasi.”

Barisan ketiga dalam pawai memberikan dukungan kepada 460 juta orang yang disebut telah mengundurkan diri dari organisasi PKT, Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda. Barisan tersebut juga mendukung kampanye global “EndCCP”, yang menurut laporan tersebut telah memperoleh lebih dari 5,38 juta tanda tangan di luar negeri.

Jet Li, penonton pawai:
“Ini berarti semakin banyak saudara sebangsa kita, anak-anak Tiongkok, yang mulai sadar. Kekuatan kita yang mendambakan kebebasan sedang semakin kuat.”

Yemin, penonton pawai:
“Saya percaya semakin banyak orang akan bergabung. Saya juga percaya gerakan menentang penganiayaan ini akan semakin kuat.”

Mike Prunty, penonton pawai:
“Ini adalah persoalan global. Kita semua harus berani angkat suara. Kapan pun dan dalam situasi apa pun, kita harus berani menentang penganiayaan semacam ini.”

Laporan dari New Tang Dynasty Television, oleh Meng Yu, Ying Xiang, dan Hongda di New York.

Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus 2026, lebih dari seribu praktisi Falun Gong di New York menggelar pawai besar di Brooklyn untuk menyuarakan dukungan bagi 460 juta orang di seluruh dunia yang telah menyatakan keluar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda. Warga yang memberikan dukungan di lokasi terus mengikuti rombongan pawai. (Zhang Jingyi/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus 2026, lebih dari seribu praktisi Falun Gong di New York menggelar pawai besar di Brooklyn untuk menyuarakan dukungan bagi 460 juta orang di seluruh dunia yang telah menyatakan keluar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda. Warga yang memberikan dukungan di lokasi terus mengikuti rombongan pawai. (Zhang Jingyi/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)
Pada 23 Agustus, lebih dari seribu praktisi Falun Gong dari kawasan Greater New York menggelar pawai besar di komunitas Tionghoa di Eight Avenue, Brooklyn. (Dai Bing/The Epoch Times)

Dampak Penagihan Pajak Lintas Negara oleh PKT: Penjualan Barang Mewah Anjlok

Tindakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memungut pajak atas kekayaan yang berada di luar negeri telah memicu serangkaian dampak berantai, mulai dari pasar saham hingga kasino. Merek-merek mewah global juga mengalami kemunduran di pasar Tiongkok. Penjualan 25 merek mewah terbesar turun lebih dari 10% pada Juli. Para akademisi menilai, di tengah krisis fiskal PKT, tindakan pemerintah yang secara agresif “memanen” kekayaan masyarakat sama seperti mengeringkan sumber air demi mendapatkan ikan atau membunuh ayam demi mendapatkan telur—hanya mengorbankan masa depan demi keuntungan jangka pendek.

EtIndonesia.com  Menurut tiga lembaga riset yang melacak data industri dan disurvei oleh Bloomberg, penjualan 25 merek mewah terbesar di Tiongkok turun lebih dari 10% pada Juli. Louis Vuitton dan Dior, serta Gucci, Bottega Veneta, dan Balenciaga, semuanya mencatat penurunan penjualan dua digit. Hermès, Chanel, dan Prada juga terkena dampak besar.

Penurunan penjualan tersebut terjadi ketika PKT sedang melakukan penyelidikan besar-besaran terhadap aset dan pendapatan investasi warga kaya di luar negeri. 

Menurut laporan Financial Times, pemerintah PKT menargetkan kelompok super kaya untuk menarik kembali pajak yang belum dibayar selama puluhan tahun, yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar AS, guna menutup kesenjangan fiskal yang semakin besar.

 “Sebagian besar orang kaya tidak menyangka bahwa tindakan penagihan pajak oleh PKT datang begitu keras dan begitu cepat. Ada yang tidak memiliki persiapan mental, ada yang masih memiliki ilusi terhadap PKT, tidak rela melepaskan harta yang mereka bangun dengan susah payah, tidak bisa memutus hubungan keluarga, dan tidak bisa meninggalkan lingkungan bisnis yang sudah mereka kenal,” ujar Xu Zhen, pengamat senior pasar modal Tiongkok. 

“Kalau dilihat sekarang, Pan Shiyi masih layak dikagumi. Meskipun dia masih harus membayar pajak tambahan, jumlahnya relatif kecil. Yang paling penting adalah keselamatan dirinya,” katanya. 

Xu Zhen mengatakan, demi membayar pajak tambahan, para orang kaya harus mempercepat pencairan aset yang memiliki likuiditas tinggi dalam waktu 90 hari, seperti saham, properti, emas, dan perak. Akibatnya, konsumsi barang-barang mewah secara alami ikut berkurang.

Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya ketidakpastian para orang kaya terhadap masa depan serta ketakutan mereka terhadap PKT.

Media informasi hiburan Tiongkok “Guiquan” melaporkan bahwa selama setahun terakhir, jaringan toko merek mewah Prancis Louis Vuitton (LV) di Tiongkok mengalami “pemangkasan” besar-besaran. Selain menutup toko di bandara ibu kota, LV juga berturut-turut menutup tiga gerai penting di wilayah barat daya Tiongkok.

Satu-satunya toko LV di Provinsi Guizhou, yang berada di Li Xing Center, Guiyang, akan berhenti beroperasi pada 31 Agustus. Toko tersebut sebelumnya diharapkan mengisi kekosongan pasar komersial kelas atas di Guizhou. Pada hari pembukaannya, 18 Agustus 2022, penjualan toko tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 10 juta yuan RMB.

Selain itu, toko Jinge Department Store Shiguang di Kunming, Yunnan, yang telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun, ditutup pada Februari. Toko LV di Bandara Internasional Tianfu, Chengdu, Sichuan, yang baru beroperasi selama lima tahun, juga berhenti beroperasi pada pertengahan Juni.

Data dari aplikasi pencarian informasi bisnis Tiongkok Tianyancha menunjukkan bahwa LV China telah membatalkan pendaftaran lebih dari 10 cabang.

Xie Tian, profesor di University of South Carolina:  “Sekarang ekonomi Tiongkok sedang mengalami kemerosotan dan pendapatan fiskal pemerintah tidak mencukupi. Karena itu, PKT mengejar pajak hingga ke aset orang-orang kaya di luar negeri.”

“Sekarang pemerintah PKT juga menyita paspor dan membatasi orang untuk bepergian ke luar negeri. Hal itu juga berkaitan dengan upaya mereka mencegah aset mengalir keluar negeri.”

 “Orang-orang kaya menjadi semakin berhati-hati, semakin takut, dan semakin menyembunyikan atau memindahkan uang mereka ke luar negeri. Konsumsi mereka, terutama konsumsi barang mewah, akan menurun.”

“Kita sekarang melihat banyak perusahaan barang mewah yang tutup, menghentikan operasinya, atau menarik diri dari Tiongkok. Seharusnya hal ini berkaitan dengan kondisi tersebut. Kalau orang kaya tidak membeli, masyarakat biasa juga tidak punya uang untuk membeli. Karena itu, keluarnya merek-merek mewah Barat dari Tiongkok menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.”

Sebenarnya, penataan sistem keuangan lintas negara yang dilakukan pemerintah PKT dan disebut sebagai salah satu penertiban terbesar dalam satu dekade terakhir belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

Pada Juli, pertumbuhan penjualan ritel Tiongkok melambat menjadi hanya 0,6%. Penjualan perhiasan dan mobil juga mengalami penurunan dua digit. Di kasino-kasino Makau, jumlah taruhan dari pelanggan kelas atas dan frekuensi kunjungan mereka juga menurun secara bersamaan.

Sementara itu, Indeks MSCI China telah turun 8,9% sepanjang tahun ini, menjadikannya salah satu pasar dengan kinerja terburuk di antara pasar-pasar utama dunia.

Xu Zhen:  “PKT terus melakukan perburuan terhadap orang-orang kaya di luar negeri, menggunakan utang yang dikriminalisasi dan penagihan pajak tambahan atas aset luar negeri. Dalam jangka pendek, hal ini memang dapat meringankan tekanan fiskal pemerintah.”

“Namun dalam jangka panjang, tindakan tersebut akan membuat PKT terjebak dalam kondisi mengeringkan sumber daya demi mendapatkan keuntungan sesaat, seperti membunuh ayam demi mendapatkan telur, dan semakin mempercepat krisis fiskal.”

“Salah satu kekayaan paling berharga bagi perkembangan ekonomi suatu negara adalah para pengusaha dan wirausahawan. Perburuan terhadap orang-orang kaya oleh PKT akan secara langsung menghantam kepercayaan dan kemauan mereka untuk berinvestasi, sekaligus mempercepat pemindahan kekayaan dan perpindahan fisik ke luar negeri.”

Xu Zhen mengatakan, kebijakan PKT akan membuat ekonomi Tiongkok semakin kehilangan tenaga pendorong pembangunan dan kemampuan inovasi. Keuangan pemerintah juga pada akhirnya akan menjadi seperti “air tanpa sumber dan pohon tanpa akar”, yaitu tidak memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan PKT saat ini pada dasarnya adalah berusaha bertahan hidup untuk saat ini tanpa mempedulikan apakah di masa depan mereka masih memiliki sumber daya untuk bertahan.

Song Feng/Chang Chun/Chen Jianming