Rwanda dan Kongo Menandatangani Perjanjian Damai yang Dimediasi oleh Trump

EtIndonesia. Rwanda dan Republik Demokratik Kongo telah menandatangani perjanjian damai yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump, Bloomberg melaporkan.

Donald Trump menyebut penandatanganan ini sebagai hari yang luar biasa bagi Afrika dan mencatat bahwa para pemimpin kedua negara menunjukkan kesediaan bersama untuk bekerja sama.

Perjanjian damai tersebut, yang dikenal sebagai Kesepakatan Washington, dipersiapkan selama beberapa bulan setelah Amerika Serikat melakukan intervensi dalam konflik yang mengancam pemerintahan Presiden Kongo, Félix Tshisekedi, akibat serangan pemberontak yang didukung Rwanda. Namun, situasi di Kongo timur tetap tegang: pemberontak M23 masih menguasai wilayah yang luas dan terus merebut kota-kota dan desa-desa baru.

Pemerintahan Trump berharap bahwa penandatanganan perjanjian secara terbuka, beserta pakta ekonomi dan pertambangan yang menyertainya, akan menarik investor ke kawasan tersebut dan mendorong kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi perdamaian.

Kesepakatan tentang integrasi ekonomi antara Rwanda dan Republik Demokratik Kongo juga direncanakan.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo merencanakan pakta bilateral terpisah dengan Amerika Serikat mengenai kerja sama di bidang energi, ekstraksi mineral, dan pembangunan infrastruktur.

Kongo Timur kaya akan sumber daya alam, termasuk emas, timah, tungsten, tantalum, kobalt, dan tembaga. Menurut Survei Geologi AS, Republik Demokratik Kongo dan Rwanda bersama-sama memproduksi sekitar 2.500 ton tantalum pada tahun 2024 — hampir 60% dari produksi global.(yn)

Menjadi Orang Biasa Tidak Masalah, yang Penting Bahagia

EtIndonesia. Di masyarakat yang serba beragam seperti sekarang, setiap orang punya tujuan hidup yang berbeda. Punya mimpi besar itu bukan sesuatu yang luar biasa, dan memilih menjadi orang biasa pun bukan sesuatu yang memalukan.

Tidak ada benar atau salah. Pilihan setiap orang berbeda, begitu pula cara mereka memandang dunia.

Tapi apa pun pilihan kita, bukankah pada akhirnya kita hanya ingin satu hal?

Ya—kita semua sedang mencari kebahagiaan.

Di zaman yang penuh informasi, serba cepat, dan penuh ambisi ini, bahkan orang yang sangat sederhana pun bisa kewalahan. Tekanan sosial dan godaan materi begitu kuat, sampai banyak orang percaya:

  • kalau tidak punya karier besar,
  • kalau cinta tidak sempurna,
  • kalau saldo tabungan tidak menggunung,maka hidup dianggap gagal.

Pelan-pelan, alam bawah sadar kita dibentuk oleh standar yang bukan dari hati kita. Kita akhirnya tidak tahu lagi mana yang benar-benar kita inginkan.

Kita tidak bahagia. Karena apa pun yang kita lakukan, kita terlalu mudah dipengaruhi, terlalu mudah merasa kurang. Menjadi diri sendiri terasa semakin sulit.

Padahal, sebagian besar dari kita memang orang biasa. Tidak punya bakat luar biasa, tidak jadi sorotan, hidup dari pekerjaan yang teratur dan rutinitas yang itu-itu saja. Di keramaian, kita hanyalah satu titik kecil di antara lautan manusia.

Karena kita orang biasa, maka cari saja kebahagiaan dari hidup yang sederhana.

Bagaimana caranya?

1. Berhenti Berfantasi Berlebihan

Banyak masalah dalam hidup datang dari satu hal: Kita terlalu banyak berkhayal, tapi terlalu sedikit bertindak.

Gaji lima juta, tapi ingin hidup seperti orang bergaji lima puluh juta— siapa yang tidak capek?

Lihat istri tetangga cantik, lalu mengeluh pasangan sendiri tidak seperti itu. Lihat Jack Ma transaksi miliaran per menit, lalu stres karena teman belum mengembalikan pinjaman dua ratus ribu.

Kalau kita sadar diri bahwa kita orang biasa, maka berhentilah punya ekspektasi yang tidak masuk akal.

Hargai apa yang kita punya. Kerjakan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh. Lihat dunia dengan pikiran yang lebih ringan, lebih sederhana.

Tarik napas, mulai ulang, dan letakkan standar kebahagiaan pada satu titik saja: Bersyukur, dan menikmati yang ada.

2. Jalani Hidup Secara Nyata

Kerja dengan tenang, hidup dengan sungguh-sungguh. Kalau hari ini berhasil melakukan hal kecil sekalipun, beri pujian pada diri sendiri. Tidak perlu serba besar untuk merasa bangga.

Kalau ada tempat yang ingin sekali kamu kunjungi, atau makanan enak yang ingin kamu coba, buatkan diri sendiri waktu libur yang kecil—jalan, makan, foto secukupnya.Nikmati hidupmu.

Lama-lama, ketenangan itu akan memengaruhi cara kamu memandang dunia. Akan muncul aura sederhana yang menyenangkan: “Aku begini saja sudah cukup. Aku bahagia. Hal-hal yang ribut dan penuh drama tidak perlu menghampiriku.”

3. Buang Pikiran Tentang “Ketidakadilan”

Orang biasa itu wajar tidak punya banyak keistimewaan. Dan justru karena itu, kita tidak perlu memikirkan ketidakadilan terlalu dalam.

Para motivator sering berkata: “Dunia tidak adil, kamu harus berjuang agar mendapat keadilan.”

Tapi kalau kita memilih hidup sebagai orang biasa, lebih baik tenangkan hati. Lakukan apa yang bisa dilakukan, dan terima apa pun hasilnya.

Lupakan soal iri, soal kalah, soal merasa kurang dihargai. Hidup ringan itu penting.

Dan kalau suatu hari kamu merasa “dirugikan”, anggap saja itu bagian dari kebijaksanaan hidup: “Rugi sedikit itu berkah.” Itulah cara orang biasa menikmati hidupnya.

Kuncinya sederhana: lakukan yang harus dilakukan, dan temukan cara sendiri untuk bahagia.

Jika kamu karyawan—kerja dengan baik. Jika kamu dokter—sembuhkan orang dengan hati. Jika kamu ibu rumah tangga—urusi rumah dan anak dengan cinta.

Karena hidup bukan soal siapa paling sukses. namanya juga manusia, yang paling penting adalah bahagia. (jhn/yn)

Spacive 2025: Fragmentasi Dunia Kreatif Disatukan dalam Sebuah Gerakan Kolaboratif di Surabaya

Surabaya, 5 Desember 2025 — Dunia arsitektur, desain, dan material dekoratif di Jawa Timur memasuki babak baru. Bukan melalui pameran konvensional lainnya, melainkan melalui kelahiran sebuah gerakan yang bernama Spacive. Lebih dari sekadar event atau platform, Spacive mendeklarasikan diri sebagai sebuah movement yang bertujuan membongkar sekat-sekat antara akademisi, praktisi, industri, dan masyarakat umum. Event perdana bertajuk “FRAGMENT” resmi digelar di Multi Purpose Hall, Ciputra World Surabaya, pada 5-7 Desember 2025, dengan ambisi menjadi pameran arsitektural immersive pertama dan terbesar di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan VIP antara lain Indah Kurnia, anggota DPR-RI.

Keresahan yang Melahirkan Kolaborasi

Spacive lahir dari kegelisahan akan ekosistem kreatif yang terfragmentasi. Ruth Nathania, Founder Spacive, mengungkapkan, “Spacive lahir dari keresahan kami akan dunia akademisi, praktisi, dan industri dalam sektor desain dan bangunan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.” Menurutnya, Surabaya memiliki potensi luar biasa, namun kerap terkendala kurangnya akses dan wadah yang mampu mempertemukan semua pihak secara setara.

“Kota ini memerlukan adanya gerakan untuk memberikan akses, ruang, dan kesempatan yang lebih setara bagi seluruh warganya,” tegas Ruth. Misi utama Spacive adalah memperkuat literasi desain masyarakat Surabaya dan Jawa Timur, menjadikan seni dan kreativitas sebagai bagian tak terpisah dari gaya hidup, bukan sesuatu yang elitis dan jauh.

Tema “FRAGMENT”: Merajut Kembali yang Terpisah

Event perdana Spacive 2025 mengusung tema “FRAGMENT”. Tema ini dipilih sebagai sebuah pernyataan sekaligus refleksi. “Kami ingin mendefinisikan ulang hubungan antara Arsitektur dengan Kehidupan,” jelas Ruth. Setiap ruang dan rancangan tidak berhenti pada hal-hal fisik (tangible) semata, tetapi juga terdiri dari fragmen-fragmen cerita, emosi, memori, dan hal intangible lain yang membentuk keseluruhan pengalaman.

AR Hermawan Desmanto – Kurator Spacive/Perwakilan IAI yang akrab disapa Pak Iwan, menambahkan dimensi lain. “Ini sebenarnya kayak tempat ketemu lah, maksudnya dari semua stakeholder; ada desainer, kontraktor, homeowner, ada macam-macam di sini dalam satu wadah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Spacive ingin menunjukkan bahwa desain sudah menjadi bagian dari keseharian. “Kita mau makan, udah bukan juga cuman makanannya, meskipun itu penting, tapi mungkin nanti tempat kemasannya… orang makin aware bahwa standar-standar desain itu makin tinggi dan dibutuhkan,” paparnya.

Tahun ini, “FRAGMENT” juga diterjemahkan ke dalam pendekatan sensori. “Pertanyaan kembali ke apa yang ada di diri kita, yaitu panca indra. Itu intinya. Dari kita sendiri, baru kita bergerak ke hal lain,” jelas Pak Iwan. Pendekatan ini diwujudkan dalam kurasi immersive experience yang mengajak pengunjung merasakan material, ruang, dan karya seni dengan lebih mendalam.

Dalam acara ini pengunjung diajak melewati suatu lorong dengan tahapan-tahapan awal “touch” (menyentuh) dimana di dinding dapat meraba ukiran-ukiran ornament sebagai hiasan pada dinding bangunan, lalu “smell” (bau/aroma) dimana aroma segar dari tanaman hias yang mengeluarkan bau wangi, lalu “sound” (bunyi/suara) dari speaker yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan suara yang menenangkan sesuai dengan keinginan kita.

Apa yang Ditawarkan Spacive 2025?

Event tiga hari ini dirancang sebagai ekosistem mini yang lengkap:

  1. Kurasi Material dan Karya Seni: Menghadirkan showcase dari brand-brand material dekoratif, home living, dan artwork terpilih dengan penyajian yang mirip galeri seni.
  2. Edukasi dan Kompetisi: Menyediakan aktivasi edukasi untuk mahasiswa dan profesional, termasuk lomba desain maket antar mahasiswa serta berbagai sharing session bersama ahli.
  3. Kolaborasi Kreatif: Menjadi jembatan bagi kolaborasi antara arsitek, interior designer, product designer, seniman, dan industri.
  4. Program Komunitas: Mengakomodasi kebutuhan homeowner dan pehobi desain melalui program khusus.
  5. Business Matching: Menyediakan ruang temu strategis untuk membangun peluang kolaborasi bisnis yang konkret.

Acara ini didukung berbagai partner baik property, perusahaan produk desain interior dan eksterior.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Pameran

Pembeda utama Spacive terletak pada filosofinya. “Spacive bukan platform material — Spacive adalah movement,” demikian bunyi pernyataan resminya. Gerakan ini berkomitmen untuk:

  • Mendorong ekosistem baru yang transparan dan kolaboratif.
  • Menghubungkan industri, akademisi, dan pengguna akhir dalam ‘bahasa’ visual yang ringan namun memikat.
  • Memberikan edukasi material yang jujur, praktis, dan mudah dipahami publik.
  • Membuka peluang kolaborasi lintas industri dan disiplin kreatif.

Pak Iwan memandang perkembangan dunia desain Surabaya sudah cukup signifikan, namun masih terpusat. “Kami hanya ingin membuka akses yang jauh lebih luas lagi supaya desain ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat, tetapi bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Surabaya,” ungkapnya. Ia berharap nilai-nilai desain yang baik dapat diterjemahkan dan diaplikasikan tidak hanya di ruang personal, tetapi juga di berbagai fasilitas publik, sehingga seluruh warga kota yang pada akhirnya menikmati hasilnya.

Spacive 2025 dengan tema “FRAGMENT” adalah titik awal. Sebuah upaya untuk mengumpulkan fragmen-fragmen potensi yang terserak, lalu merajutnya menjadi suatu ekosistem kreatif Jawa Timur yang lebih inklusif, terhubung, dan progresif. Gerakan ini tidak hanya berbicara tentang produk atau proyek, melainkan tentang membangun percakapan, membuka akses, dan pada akhirnya, meninggikan literasi desain sebagai fondasi untuk membentuk kota yang lebih manusiawi dan inspiratif.

AS Lakukan Serangan ke-22 terhadap Kapal Terduga Narkoba yang Dioperasikan oleh Organisasi Teroris

EtIndonesia. Militer AS menenggelamkan kapal lain yang diduga mengangkut narkoba di Samudra Pasifik pada hari Kamis (4/12), menandai serangan ke-22 di bawah Operasi Southern Spear pemerintahan Trump dan yang pertama sejak Menteri Perang Pete Hegseth dituduh memerintahkan pembunuhan terhadap korban selamat dari pengeboman kapal.

Serangan mematikan terbaru menewaskan “empat pria teroris narkotika” yang sedang berlayar di atas kapal yang dioperasikan oleh “Organisasi Teroris” di perairan internasional, menurut Komando Selatan AS.

“Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa narkotika ilegal dan transit di sepanjang rute perdagangan narkoba yang diketahui di Pasifik Timur,” kata Komando Selatan AS.

Serangan ini adalah yang pertama dalam lebih dari dua minggu dan menambah jumlah total terduga pengedar narkoba yang tewas di laut sejak September menjadi 86 orang.

Rekaman serangan yang dibagikan di media sosial oleh Komando Selatan AS menunjukkan sebuah kapal yang melaju kencang melintasi lautan sebelum terhenti di jalurnya oleh ledakan api.

Serangan itu terjadi pada hari yang sama ketika anggota DPR dan Senat memeriksa laksamana Angkatan Laut yang memimpin serangan terhadap kapal yang diduga penyelundup narkoba di Laut Karibia pada 2 September.

Kontroversi telah menyelimuti misi 2 September tersebut sejak pekan lalu, ketika Washington Post melaporkan bahwa Hegseth memerintahkan agar tidak ada korban selamat yang tersisa dalam serangan tersebut – yang pertama dalam Operasi Southern Spear.

Laksamana Frank Bradley, kepala Komando Operasi Khusus AS, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia memberikan perintah terakhir untuk serangan rudal pertama dan beberapa serangan tambahan yang menewaskan 11 orang menyusul arahan Pete Hegseth untuk menghancurkan kapal dan muatan narkotikanya.

Bradley dan sekelompok pejabat Pentagon memberi pengarahan kepada anggota parlemen dan memutar rekaman serangan kontroversial tersebut untuk memberikan konteks.

Hegseth menegaskan bahwa dia berhenti memantau umpan video setelah serangan pertama dan tidak memperhatikan korban selamat atau memberikan perintah untuk membunuh mereka.

Bradley dilaporkan memerintahkan serangan tambahan terhadap kapal karam tersebut setelah menyimpulkan bahwa kedua korban selamat tersebut berusaha berkomunikasi dengan tersangka penyelundup narkoba lain di dekatnya melalui radio.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat telah menyatakan bahwa Hegseth dan Bradley mungkin telah melakukan kejahatan perang dengan membunuh kedua korban selamat tersebut. (yn)

Usia 55 adalah Titik Kritis: Paksa Diri Melakukan 6 Hal Ini, demi Keluarga dan Sisa Hidup yang Lebih Baik

EtIndonesia. Seperti yang diketahui, masa paling berbahaya dalam hidup adalah usia 45 hingga 55 tahun. Dan puncak dari “krisis paruh baya” biasanya terjadi pada 50 sampai 55 tahun.

Semakin berat badai kehidupan yang datang di usia ini, semakin kita harus siap. Karena krisis tidak pernah menjatuhkan orang yang siap—krisis hanya menghabisi mereka yang tidak punya persiapan.

Itulah makna pepatah kuno: “Segala yang dipersiapkan akan berdiri kokoh; yang tidak dipersiapkan akan runtuh.”

Untuk menjalani sisa hidup setelah usia 50 tahun, kita harus memegang satu prinsip: kalau bisa direncanakan sejak awal, jangan menunggu panik di detik terakhir. Kalau bisa menjalani hidup dengan sungguh-sungguh, jangan hidup asal-asalan.

Dalam rentang usia 50 sampai 55 tahun, paksa diri untuk melakukan 6 hal ini, sebagai bentuk “menabung kebaikan dan keberkahan” untuk masa depanmu.

01 | Siapkan Skenario Terburuk, dan Persiapkan Pikiran Terbaik

Ada pepatah: “Kaki harus berpijak pada kenyataan, tetapi mata harus melihat masa depan.”

Hidup menuntut kita untuk menyelesaikan dengan baik apa yang ada di depan mata— itu adalah cara paling nyata mempersiapkan masa depan.

Dan dalam menjalani hari-hari, kita perlu menyiapkan skenario terburuk, agar hidup tidak menghantam kita secara tiba-tiba.

Banyak orang berkata: “Perlu banget ya berpikir tentang kemungkinan terburuk?”

Sayangnya, memang perlu. Karena banyak masalah mental muncul bukan karena hidup terlalu keras, tapi karena manusia modern kehilangan rasa waspada. Begitu ada masalah sedikit saja, mental mereka langsung runtuh.

Dan itu… adalah tragedi sejati.

02 | Melangkah Stabil, Kurangi Risiko, Jangan Hidup Naik-Turun

Menurutmu, mana yang lebih baik? Hidup yang penuh gejolak, atau hidup yang stabil?

Kalau kamu punya bakat besar, berada di posisi tinggi, mungkin hidup naik-turun terasa seru. Tapi untuk kita yang hidup sebagai orang biasa, stabil lebih penting daripada spektakuler.

Ingin hidup tenang? Kurangi mengambil risiko. Buang jauh-jauh mentalitas “sekali nekat, hidup berubah total”.

Orang yang terlalu suka bertaruh biasanya bukan menang besar— tapi malah kalah sampai tak bersisa.

Banyak orang bilang hidup stabil itu keliatan “nggak punya ambisi”.  Tapi kenyataannya, semua kebahagiaan manusia berakar dari stabilitas.

Kalau bisa stabil, stabil saja. Itulah cara paling aman orang biasa bertahan hidup.

03 | Tetap Rendah Hati, dan Diam-diam Bangun Kekayaan

Semakin tinggi sebuah pohon, semakin keras angin menghantamnya. Justru pohon yang menunduklah yang paling selamat.

Begitu pula dengan manusia—di banyak momen, lebih penting menjadi rendah hati, bukan menonjol.

Mengapa harus rendah hati?

Karena seperti pepatah: “Jika berjalan lebih tinggi dari orang lain, orang-orang akan memusuhimu.”

Terlalu menonjol justru memperbanyak musuh dan iri hati. Dan hidup ini sudah cukup berat—mengapa harus menambah beban dengan mencari lawan?

Lagipula, pada dasarnya kekayaan tidak tumbuh dari pamer, melainkan dari kerja senyap yang matang dalam diam.

Benar-benar bijak adalah ketika kamu bisa: “Membangun kesuksesan di tempat yang tidak dilihat orang.”

04 | Utamakan Keluarga, Bangun Hubungan yang Sehat dengan Kerabat

Ada sebuah ungkapan terkenal:  “Benteng yang kuat biasanya runtuh dari dalam.”

Seorang pribadi bisa sangat kuat, tapi kalau keluarganya bermasalah, dia pun akan terseret dalam berbagai kesulitan.

Keluarga yang damai membuat hati tenang. Keluarga yang kacau membuat semua orang cemas.

Apa pun tujuan hidupmu—membangun karier, atau menjalani hari dengan tenang—  stabilitas keluarga adalah fondasinya.  “Barisan belakang” yang kuat adalah kunci.

Banyak orang kaya hancur bukan karena bisnis, tapi karena rumah tangga yang berantakan.

Kita harus belajar dari kisah mereka— jangan biarkan kekacauan internal meruntuhkan masa depan keluarga.

05 | Jaga Ketentraman Hati: Belajarlah Tenang, Biarkan Bunga Kehidupan Mekar Sendiri

Ada kata-kata indah:“Hal yang memang harus terjadi, tak bisa kita hentikan. Hal yang tak seharusnya terjadi, pasti bisa kita atasi. Kalau begitu, apa gunanya kita terlalu mengkhawatirkan segalanya?”

Hidup penuh ketidakpastian. Kadang kita menghadapi masalah yang membuat hati terasa tidak enak.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya: bersikap tenang dan lapang.Terutama di usia paruh baya—setelah hidup separuh perjalanan— kita seharusnya memiliki ketenangan orang yang sudah banyak melihat dunia.

Ketenangan adalah “modal batin” agar tidak panik menghadapi masalah.

Dengan hati yang lebih tenang, kita bisa hidup apa adanya, bekerja sesuai kemampuan, dan mempercayai bahwa suatu hari, kabut akan hilang, matahari akan muncul, dan hidup kembali penuh warna seperti bunga yang mekar.

06 | Menabung dan Berolahraga — Jalan Panjang Menuju Hidup Aman

Setelah usia lima puluh, dua hal menjadi obat terbaik: menabung dan berolahraga.

Yang satu menjaga kesehatan finansial, yang satu menjaga kesehatan tubuh.

Tanpa kesehatan dan tanpa uang, seberapa hebat pun kemampuanmu, semuanya tidak ada artinya.

Tapi kalau punya kesehatan dan uang, meski hidup sederhana, masa tua tetap bisa dijalani dengan damai.

Sayangnya, banyak orang modern tidak punya keduanya— tidak punya tabungan, tidak punya kesehatan. Dan itu adalah ironi yang menyedihkan.

Kalau benar-benar sulit mendapatkan uang, setidaknya jaga kesehatan dulu. Karena: “Asal gunung masih ada, kayu bakar tidak akan habis.”

Jika gunungnya saja sudah hilang, dari mana lagi sumber keberkahan akan datang?

Begitulah realitas hidup di usia paruh baya.(jhn/yn)

Israel Lancarkan Serangan Baru di Lebanon Setelah Peringatan

EtIndonesia. Serangan Israel menghantam Lebanon selatan pada hari Kamis (4/12) ketika militernya mengatakan sedang menyerang fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah, sehari setelah perwakilan sipil Lebanon dan Israel mengadakan perundingan langsung pertama mereka dalam beberapa dekade.

Meskipun gencatan senjata November 2024 yang seharusnya mengakhiri lebih dari setahun permusuhan antara Israel dan kelompok militan yang didukung Iran tersebut, Israel terus melancarkan serangan terhadap Lebanon dan juga mempertahankan pasukan di lima wilayah Lebanon selatan yang dianggapnya strategis.

Kunjungan Paus Leo XIV dari hari Minggu hingga Selasa telah memberi Lebanon waktu jeda dari serangan udara Israel, yang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan Paus mendesak diakhirinya permusuhan selama kunjungannya.

Namun pada hari Kamis, tentara Israel mengatakan “mulai melancarkan serangan terhadap target-target teror Hizbullah di Lebanon selatan”, setelah memperingatkan akan menyerang gedung-gedung di Mahrouna dan Jbaa, Lebanon selatan.

Israel kemudian mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan menyerang lebih banyak “infrastruktur militer” Hizbullah di Majadal dan Baraasheet, juga di selatan.

Kantor Berita Nasional resmi Lebanon mengatakan “pesawat tempur Israel melancarkan serangan di Kota Mahrouna” sementara serangan lainnya menargetkan bangunan-bangunan di Jbaa, Majadal, dan Baraasheet.

Seorang fotografer AFP melihat asap mengepul dari lokasi serangan di kota Jbaa.

Hidup dalam keterkejutan

“Ini sepenuhnya wilayah sipil. Kami terbiasa dengan ancaman Israel dari waktu ke waktu,” kata pejabat setempat Yassir Madi kepada para wartawan, termasuk AFP.

“Mengenai kerusakannya, tidak ada jendela dalam radius 300 meter yang tidak pecah. Semua orang hidup dalam keterkejutan,” tambahnya.

Sementara itu, militer Israel mengatakan mereka menyerang “fasilitas penyimpanan senjata milik Hizbullah” yang terletak di “jantung penduduk sipil”.

“Ini adalah contoh lain dari penggunaan sinis Hizbullah terhadap warga sipil Lebanon sebagai tameng manusia, dan operasi berkelanjutan dari dalam wilayah sipil,” katanya.

Pemerintah Lebanon telah berkomitmen untuk melucuti senjata Hizbullah, tetapi kelompok tersebut telah menolak gagasan tersebut dan banyak orang di negara itu khawatir akan kembalinya perluasan operasi militer Israel.

Perwakilan sipil Lebanon dan Israel mengadakan pembicaraan mendadak pada hari Rabu di bawah naungan mekanisme pemantauan gencatan senjata di markas pasukan penjaga perdamaian PBB di Naqura, Lebanon, dekat perbatasan dengan Israel.

Perwakilan komite pemantauan gencatan senjata — Amerika Serikat, Prancis, Lebanon, Israel, dan pasukan PBB — secara teratur bertemu di Naqura.

Pada hari Kamis, Presiden Lebanon, Joseph Aoun mengatakan putaran pembicaraan berikutnya dengan Israel akan dimulai pada 19 Desember.

Menteri Informasi Paul Morcos mengutip Aoun yang menyebut negosiasi awal “positif” dan menekankan “perlunya bahasa negosiasi — bukan bahasa perang — untuk menang”.

Lebanon dan Israel secara teknis telah berperang sejak 1948, dan Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam memperingatkan bahwa kontak diplomatik baru ini tidak mengarah pada diskusi perdamaian yang lebih luas.

Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan pada Lebanon untuk segera melucuti senjata Hizbullah, dan telah mendorong perundingan langsung antara kedua negara tetangga tersebut.

Diskusi Terbatas

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa suasana perundingan tersebut “positif”, dan telah dicapai kesepakatan “untuk mengembangkan gagasan-gagasan guna mendorong potensi kerja sama ekonomi antara Israel dan Lebanon”.

Israel juga menegaskan bahwa “penting” bagi kelompok militan Lebanon, Hizbullah, untuk melucuti senjatanya terlepas dari kemajuan apa pun dalam kerja sama ekonomi, tambah kantor perdana menteri.

Salam mengatakan bahwa diskusi baru ini hanya terbatas pada implementasi penuh gencatan senjata tahun lalu.

“Kita belum memasuki perundingan damai,” ujarnya kepada para wartawan, termasuk AFP, pada hari Rabu.

Dia mengatakan perundingan tersebut hanya mengupayakan “penghentian permusuhan”, “pembebasan sandera Lebanon”, dan “penarikan penuh Israel” dari Lebanon.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, sementara itu, mengatakan Prancis “menyambut baik penyelenggaraan diskusi ini” yang memungkinkan “semua pihak untuk berunding”.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa mekanisme ini tetap menjadi kerangka kerja untuk mendorong de-eskalasi dan memungkinkan pemulihan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Israel dan Lebanon, yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, bersikeras membatasi partisipasi dalam mekanisme gencatan senjata hanya untuk perwira militer.

Kedutaan Besar AS di Beirut mengatakan utusan AS, Morgan Ortagus juga hadir.

Ortagus berada di Yerusalem sehari sebelumnya dan bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.(yn)

Dari Mana Datangnya Peruntungan Finansial Seseorang? Lakukan Empat Hal Ini, Jawabannya Akan Terlihat

EtIndonesia. Bro, pernah nggak sih, kamu merasa iri ketika melihat orang lain tinggal di rumah besar yang terang dan luas, bawa mobil kinclong, dan saldo rekeningnya terus naik… sementara kamu? Pura-pura tegar, padahal dompet isinya angin.

Kenapa ada orang yang seperti ditarik magnet rezeki, uang mengalir tanpa putus… sedangkan kamu masih terus berjibaku dari bulan ke bulan?

Hari ini, kita kupas tuntas rahasia kekayaan yang sebenarnya tersembunyi di kehidupan sehari-hari. Katanya sih, kalau empat hal ini bisa kamu jalankan dengan benar, rezeki bakal datang sendiri—kayak kucing lapar mencium aroma ikan.

Penasaran kan? Yuk, lanjut!

1. Tetap Rendah Hati: Diam-diam Kerja, Diam-diam Kaya

Mari kita mulai dari kisah tentang “kaya diam-diam”.

Li Yun dan suaminya dulu hanyalah petani biasa di kampung. Mereka punya belasan hektare tanah, bangun pagi buta, kerja sampai badan remuk, tapi penghasilannya tetap kecil. Hidup mereka harus serba hemat dan sangat diperhitungkan.

Melihat kondisi itu, kakak dan abang iparnya merasa kasihan. Mereka menyarankan keduanya pindah ke kota selagi masih muda.

 “Siapa tahu ada jalan,” kata mereka.

Akhirnya, pasangan itu memberanikan diri. Naik truk tiga roda tua milik keluarga, mereka melaju ke kota mencari peruntungan.

Awal yang Sederhana, Tapi Tekun

Dengan bantuan keluarga, Li Yun dan suaminya memulai usaha kecil: mengumpulkan dan menjual barang bekas.

Meski kelihatannya pekerjaan “sepele”, tapi modalnya kecil dan hasilnya besar kalau tekun.

Mereka cepat belajar. Tidak butuh waktu lama, mereka menemukan cara agar penghasilannya stabil: mereka menawarkan diri untuk membersihkan sebuah minimarket secara gratis—hanya supaya bisa mendapat hak pertama membeli barang bekas dari sana.

Dari satu minimarket kecil, berkembang menjadi beberapa minimarket besar. Bisnis mereka tumbuh pelan tapi pasti.

Kerja Senyap, Rezeki Mengalir

Yang menarik adalah… setiap kali pulang kampung, mereka tidak pernah pamer keberhasilan. Tidak cerita soal bisnis, tidak pamer barang, tidak menunjukkan penghasilan.

Semua orang mengira hidup mereka di kota biasa-biasa saja.

Hingga suatu hari… Mereka membawa anak pindah sekolah ke kota dan langsung membeli rumah di sana.

Baru saat itu keluarga dan tetangga terkejut: “Lho, kok bisa langsung beli rumah?” 

Ternyata, diam-diam mereka sudah lama sukses.

Pesannya?

Kadang, rezeki itu paling suka datang pada orang yang tidak berisik.

Kalau sedikit berhasil saja sudah sibuk pamer, percaya deh—keberuntungan itu bisa kabur duluan.

Belajarlah rendah hati, kerja sungguh-sungguh, biarkan hasil yang berbicara. Dan ketika kamu benar-benar berhasil… kamu tidak perlu teriak ke mana-mana. Cukup senyum dalam hati.

2. Menjalin Hubungan Baik: Kebaikan Adalah “Katalis Ajaib” untuk Datangnya Keberuntungan

Sekarang kita bahas soal membangun hubungan baik dan berbuat baik.

Kun Sheng dulunya bekerja di sebuah perusahaan. Hidupnya stabil, sampai suatu hari perusahaan mengalami krisis dan dia diberhentikan.

Dia bingung, tentu saja. Tapi kemudian dia berpikir: “Sudah terlanjur begini, kenapa tidak mencoba usaha sendiri?”

Bakatnya Sederhana: Masak

Kun Sheng tidak punya banyak keahlian lain—tapi dia suka memasak. Dia sering bereksperimen di rumah, membuat makanan enak untuk istri dan anak-anaknya.

Dengan modal tabungan, dia membuka sebuah warung makan kecil.

Lokasinya strategis: dekat pusat perbelanjaan, pemukiman, dan sekolah. Hari pertama buka, dia memberi promo diskon 5%.  Hasilnya? Warungnya langsung penuh!

Lalu, Sebuah Kejadian Mengubah Segalanya

Di tengah keramaian, seorang kakek tua jatuh terdorong oleh orang-orang yang berebut kursi. Kakek itu meringis kesakitan dan tidak bisa bangun.

Tanpa pikir panjang, Kun Sheng langsung meninggalkan dapur, menolong kakek itu, dan memanggil ambulans. Tidak hanya itu—dia ikut ke rumah sakit, menemani sampai keluarga si kakek datang.

Kejadian ini direkam oleh seorang pengunjung dan viral di internet.

Orang-orang memuji kebaikannya. Nama warungnya pun ikut terkenal.

Bisnisnya meroket. Beberapa tahun kemudian, dia membuka cabang, memiliki merek dagang sendiri, bahkan menjalankan sistem waralaba. Rezekinya mengalir deras.

Pesannya?

Kebaikan itu kadang terlihat sederhana, tapi efeknya bisa luar biasa.

Tidak ada yang tahu kapan amalmu kembali menjadi keberuntungan yang besar.

Maka, teruslah berbuat baik. Teruslah membangun hubungan yang tulus. Mungkin saja rezeki besar sudah menunggu di tikungan—hanya karena satu tindakan kecil yang kamu lakukan dengan hati.

3. Jangan Biarkan Keserakahan Menghancurkan Peruntunganmu

Bro, kisah berikut ini wajib banget kamu simak baik-baik.

Fa Dong setelah lulus dari universitas, dia bersama beberapa teman kuliahnya mencoba merintis usaha game. Tahun-tahun awal mereka penuh perjuangan: tinggal di basement, makan mie instan tiap hari, ngoding sampai pagi, dan terus menerus menguji program. Berat, tapi mereka bertahan.

Akhirnya, usaha mereka mulai menunjukkan titik terang. Sebuah perusahaan tertarik dan berniat berinvestasi dalam proyek game mereka. Harusnya ini kabar baik. Tapi di momen penting itu, Fa Dong melakukan kesalahan fatal—serakah.

Dia ingin mendapat suntikan dana sebesar mungkin dan ngotot tidak mau menurunkan harga sedikit pun. Sikapnya membuat pihak investor kesal, dan kerja sama pun batal total. Saat Fa Dong akhirnya sadar dan ingin menurunkan harga, semuanya sudah terlambat—investor itu sudah menemukan tim lain.

Akibatnya?  Game yang dia dan teman-temannya bangun bertahun-tahun pun kehilangan pendanaan. Produk mereka kalah bersaing di pasaran oleh game baru lainnya. Rekan-rekannya kehilangan semangat dan memutuskan mundur satu per satu.

Tapi Fa Dong belum mau menyerah. Dia berkeliling meminjam uang dan terus mengembangkan gamenya sendirian.

Bertahun-tahun kemudian, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Game itu semakin matang, dan kali ini dia sudah belajar dari kesalahan. Dia tidak lagi serakah. Dia lebih mementingkan kerja sama jangka panjang.

Tak lama kemudian, dia menemukan investor baru dan berhasil mengamankan pendanaan putaran pertama. Dengan dana itu, timnya berkembang pesat. Saat gamenya dirilis, respons pasar luar biasa. Fa Dong akhirnya meraih kesuksesan besar.

Pelajaran pentingnya?

Keserakahan adalah musuh nomor satu dari rezeki. Kadang, kita harus rela melepas sedikit keuntungan kecil di depan, demi mendapatkan cuan yang jauh lebih besar di masa depan.

4. Pengetahuan: Batu Loncatan Menuju Kekayaan

Sekarang kita masuk ke kisah berikutnya tentang pentingnya belajar kapan pun dan di mana pun.

Wen Shu adalah anak yang gagal masuk universitas karena kurang beberapa poin di ujian masuk. Dia akhirnya mengambil program diploma jurusan mekanik. Dia memang tidak mendapatkan universitas seperti impiannya, tapi dia tidak mau menyerah begitu saja.

Dia bertekad: “Suatu hari, aku harus menjadi orang sukses.”

Setelah lulus, dia bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama sebagai operator perakitan paling dasar. Pekerjaannya berat, tapi Wen Shu tidak pernah berhenti belajar. Setiap kesempatan dia gunakan untuk menambah pengetahuan.

Siang hari di pabrik, dia mengamati setiap komponen dengan teliti. Setelah pulang ke rumah, dia membuka buku dan mempelajari berbagai kerusakan mesin dan cara mengatasinya. Semua ilmu yang dia pelajari dia catat dalam sebuah buku tebal yang terus dia isi setiap hari.

Sampai suatu ketika, divisi perbaikan perusahaan menghadapi masalah besar. Bahkan teknisi senior pun tak bisa menemukan sumber kerusakannya. Mendengar itu, Wen Shu mendatangi mereka dan menawarkan bantuan.

Luar biasanya, hanya dalam waktu beberapa menit saja, dia menemukan akar masalahnya dan memberikan solusi peningkatan yang sangat efektif.

Sejak hari itu, para petinggi perusahaan mulai memperhatikannya. Dia dipindahkan ke divisi perbaikan, memberinya ruang untuk berkembang.

Kariernya langsung melesat. Dalam hitungan beberapa tahun, dia menjadi insinyur kepala, kemudian naik lagi masuk ke jajaran manajemen perusahaan.

Pelajarannya?

Belajar bisa mengubah hidup. Di dunia yang penuh persaingan ini, orang yang terus belajar dan meningkatkan diri adalah orang yang paling berharga di mata perusahaan—dan di mata rezeki.

Pengetahuan itu ibarat kunci yang membuka pintu kekayaan.

Catatan Penutup: Kekayaan Bukan Mimpi — Selama Kamu Mau Bergerak

Bro, setelah membaca semua kisah ini, hati benar-benar campur aduk ya.

Dulu, banyak orang mengira peruntungan finansial itu soal keberuntungan semata. Ada yang merasa dirinya “kurang hoki”, “kurang peluang”, atau “kurang nasib baik”.

Tapi kenyataannya, rezeki itu justru sedang menunggu di tangan kamu sendiri.

Lihat saja:

  • Li Yun dan suaminya: tanpa latar belakang istimewa, tapi tekun, rendah hati, dan akhirnya berhasil.
  • Kun Sheng: kebaikannya membuka pintu rezeki yang tak pernah ia bayangkan.
  • Fa Dong: belajar dari keserakahan, bangkit dari kegagalan, lalu sukses besar.
  • Wen Shu: terus belajar sampai pengetahuannya mengubah nasib hidupnya.

Semua kisah ini menunjukkan bahwa peruntungan bukan datang dari langit—tetapi dari pikiran, tindakan, keputusan, dan karakter kita sendiri.

Jangan cuma mengeluh. Jangan merasa tidak punya kesempatan. Kesempatan itu selalu ada—tapi hanya untuk orang yang siap.

Selama kita bekerja dengan jujur, rendah hati, tahu kapan harus melepas sedikit untuk mendapatkan lebih, dan terus belajar, rezeki akan datang mengetuk pintu cepat atau lambat.

Bro, mulai hari ini, ayo kita bergerak. Perbaiki cara berpikir, tingkatkan cara bekerja, lakukan hal-hal baik, dan terus belajar.

Siapa tahu… tak lama lagi, kamulah orang yang dipandang orang lain sebagai “si paling beruntung dan berlimpah rezeki.”

Dan percayalah—kalau kamu tidak menyerah, kekayaan itu sebenarnya sudah menunggu di depan mata. (jhn/yn)

[Berita Terlarang] Revaluasi Aset Besar : Pasar Perumahan Shanghai Mengalami Kisah Dua Ekstrem

Pada November 2025, pasar perumahan Shanghai menunjukkan kondisi “dua wajah”—pasar rumah bekas mencatat volume transaksi tertinggi dalam hampir tujuh bulan terakhir, sementara pasar rumah baru terus lesu. Sejumlah analis menyebut bahwa ini bukanlah tanda pulihnya permintaan, melainkan “transaksi pasif” akibat runtuhnya kepercayaan di tengah tekanan penurunan harga.

EtIndonesia. Pasar properti Tiongkok terus merosot tanpa tanda pemulihan. Harga rumah bekas, yang lebih mencerminkan arah pasar properti dibandingkan harga rumah baru, terus turun.

Pada 1 Desember, China Index Academy merilis laporan yang menunjukkan bahwa harga rumah bekas di 100 kota yang dipantau masih turun secara bulanan.

Di antaranya, harga rumah bekas di kota-kota tier satu turun 1,15% secara bulanan dan 5,62% secara tahunan.

 “Meski pasar properti di wilayah seperti Delta Sungai Mutiara dan Delta Sungai Yangtze masih bisa bertahan, pasar di sebagian besar wilayah lain di 31 provinsi dapat dikatakan sudah ‘ambruk’. Ini menjadi pukulan besar bagi lebih dari 900 juta keluarga yang asetnya tergerus. Selain itu, risiko bagi pemerintah daerah, perusahaan, serta aset agunan bank semakin membesar, dan ekspektasi masyarakat terhadap masa depan semakin memburuk,” kata ekonom AS, Davy J. Wong. 

Menurut pemantauan lembaga tersebut, pada November harga rumah bekas di Shanghai turun 1,24% secara bulanan.

 “Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan telah runtuh dan ekspektasi pasar berbalik arah secara drastis. Pembeli sangat pesimistis, sementara penjual melakukan penjualan panik. Properti tidak lagi dianggap sebagai aset lindung nilai. Ini menunjukkan bahwa pasar properti Tiongkok sedang mengalami runtuhnya ekspektasi psikologis terbesar sejak reformasi perumahan tahun 1998,” ujar Profesor Sun Guoxiang dari Universitas Nanhua Taiwan. 

Sementara itu, data dari Pusat Transaksi Real Estat Shanghai menunjukkan bahwa pada November terdapat 22.943 transaksi rumah bekas—naik sekitar 24% dibanding Oktober, dan menjadi yang tertinggi sejak Mei tahun ini.

Sun Guoxiang menjelaskan:  “Menurut saya, ini bukan pemulihan permintaan, melainkan fenomena klasik ‘menukar harga dengan volume’. Ketika harga turun cepat, banyak rumah yang dijual secara mendesak masuk ke pasar, dan pembeli kebutuhan mendesak atau yang ingin pindah memanfaatkan harga rendah untuk masuk. Faktor utamanya adalah diskon harga besar yang mendorong transaksi serta penjualan panik dari penjual. Jadi, peningkatan transaksi tidak menunjukkan pemulihan pasar, melainkan transaksi pasif akibat tekanan penurunan harga.”

Davy Wong menambahkan bahwa lonjakan transaksi rumah bekas di Shanghai mencerminkan pesimisme terhadap masa depan, bukan tanda kebangkitan pasar.

Wong mengatakan:  “Kebijakan yang disebut ‘melonggarkan kota tier satu’ tidak fokus pada pengurangan pajak atau peningkatan subsidi sewa bagi keluarga berpenghasilan rendah. Tidak ada pemotongan nyata terhadap pajak transaksi properti, dan harga tanah pun tidak diturunkan. Jadi tidak mungkin benar-benar mendorong pasar properti.”

Dua blogger yang lama mengamati pasar properti Shanghai pada 1 Desember sama-sama memperingatkan bahwa pasar Shanghai bukan sedang mengalami penyesuaian jangka pendek, melainkan menghadapi revaluasi besar aset akibat runtuhnya ekspektasi.

Sun Guoxiang mengatakan:  “Dampaknya tentu mencakup menyusutnya kekayaan penduduk, menurunnya daya konsumsi, tekanan fiskal pemerintah daerah, memburuknya neraca aset-liabilitas perusahaan properti dan bank, serta semakin lebarnya kesenjangan antar kota.”

Salah satu blogger mengatakan bahwa perubahan dalam pasar properti Shanghai tidak sesederhana yang terlihat. Masalah inti bukan penyesuaian harga, tetapi pelonggaran sistem ekspektasi secara keseluruhan. Setelah ekspektasi runtuh, hal itu dapat memicu penurunan struktural berskala sistemik.

Wong menjelaskan:  “Shanghai dan Beijing sebagai kota inti memang jatuh, tetapi sebenarnya penurunan ini hanya membawa harga kembali ke level tahun 2014–2015.”

Analisis kedua blogger tersebut mengarah pada satu kesimpulan inti: pasar properti Shanghai tengah memasuki siklus panjang revaluasi besar aset.

Sun Guoxiang menyimpulkan:  “Properti tidak lagi menjadi instrumen investasi nasional, tetapi kembali menjadi komoditas hunian. Tren jangka panjangnya adalah penurunan volume transaksi, harga turun perlahan, aset direvaluasi ulang, dan memasuki masa penyesuaian lebih dari 10 tahun.”

Krisis properti Tiongkok ini berasal dari kebijakan “tiga garis merah” yang diberlakukan Partai Komunis Tiongkok pada 2020, yang memutus aliran dana pengembang dalam semalam. Dengan hilangnya dasar bagi operasi leverage yang telah lama dijalankan, terjadi gelombang gagal bayar, proyek mangkrak, dan perusahaan properti bangkrut di seluruh negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, PKT terus meluncurkan kebijakan “penyelamatan pasar properti”, tetapi hasilnya minim. Penulis kolom Epoch Times, Wang He, pernah menganalisis bahwa semua jurus penyelamatan sudah dipakai, tetapi tidak mampu menghentikan kejatuhan, sehingga satu-satunya yang tersisa hanyalah kontrol ketat terhadap pasar perumahan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Israel Membuka Perlintasan Rafah, Kini Warga Palestina Dapat Meninggalkan Gaza

Pada Rabu (3 Desember), pemerintah Israel memastikan bahwa jenazah yang diserahkan Hamas pada Selasa ternyata bukan milik sandera Israel. Pada saat yang sama, Israel mengumumkan bahwa perlintasan perbatasan Rafah akan segera dibuka, memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza. Selain itu, Israel dan pejabat tinggi Lebanon mengadakan pertemuan bersejarah untuk membahas kerja sama bilateral di masa depan.

EtIndonesia. Pada Rabu (3/12), pemerintah Israel menyatakan sedang bersiap menerima jenazah seorang sandera yang dikembalikan oleh Hamas dan menunggu proses identifikasi.

Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian mengatakan:  “Israel bersiap menerima jenazah seorang sandera sekitar pukul 17.00 sore. Hanya setelah lembaga forensik menyelesaikan identifikasi, kami dapat memastikan apakah itu benar-benar jenazah sandera kami.”

Jenazah yang diserahkan Hamas pada Selasa (2 Desember) telah diperiksa Israel dan dipastikan bukan milik sandera Israel.

Pemerintah Israel juga mengumumkan bahwa perlintasan Rafah akan segera dibuka, memungkinkan warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza melalui perlintasan tersebut. Setelah semua sandera yang diculik Hamas dibebaskan, titik perbatasan itu akan kembali dibuka untuk arus dua arah.

Bedrossian menambahkan:  “Perlintasan Rafah akan segera dibuka. Pada tahap awal hanya warga Gaza yang dapat keluar menuju Mesir.”

Saat ini, masih ada dua jenazah sandera yang berada di Gaza. Setelah jenazah sandera terakhir dikembalikan, tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata Gaza akan dinyatakan selesai. Rencana perdamaian Gaza yang dipimpin Amerika Serikat akan memasuki tahap kedua, termasuk pembentukan pasukan stabilisasi internasional, pembentukan “Komite Perdamaian”, serta pelucutan senjata Hamas.

Di Lebanon, juru bicara pemerintah Israel pada Rabu (3/12) mengatakan bahwa Perdana Menteri Netanyahu telah menginstruksikan kepala Dewan Keamanan Nasional untuk menghadiri pertemuan dengan perwakilan pemerintah Lebanon. Ini menandai langkah penting yang diambil kedua negara menuju perdamaian.

Bedrossian mengatakan:  “Pertemuan yang diadakan di Lebanon hari ini merupakan upaya awal untuk membangun dasar hubungan dan kerja sama ekonomi antara Israel dan Lebanon. Ini adalah sebuah kemajuan bersejarah.”

Sehari sebelumnya, Netanyahu bertemu dengan Wakil Utusan Khusus AS untuk Urusan Perdamaian Timur Tengah, Morgan Ortagus, di Yerusalem, dan kedua pihak membahas situasi terkini di Timur Tengah. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kebakaran Misterius di Hong Kong : Alarm Kebakaran dan Sirene Tidak Berbunyi, Dinas Pemadam Kebakaran Shenzhen Ditolak Memberi Bantuan

EtIndonesia. Pada 26 November 2025 sore, terjadi kebakaran besar di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong. Tujuh blok apartemen hangus terbakar, menyebabkan ratusan korban luka dan hilang.

Kebakaran besar ini menimbulkan banyak kejanggalan. Delapan blok gedung mengalami kegagalan total pada sistem alarm kebakaran. 

Beredar pula video yang menunjukkan penghuni mencoba membunyikan alarm, tetapi tidak berhasil. Selain itu, mobil pemadam yang datang ke lokasi dikabarkan tidak menyalakan sirine. Pemerintah Hong Kong juga menolak bantuan dari tim pemadam kebakaran Shenzhen. Serangkaian kejanggalan ini memicu kecurigaan publik.

Pada 1 Desember, sebuah rekaman CCTV di dalam gedung menjadi viral. Kamera bel pintu di blok Wang Kin Court menunjukkan bahwa pada pukul 15.24—yakni sekitar setengah jam setelah kebakaran mulai—seorang penghuni mencoba mengaktifkan alarm kebakaran gedung. Ia memencet dan mengetuk tombol berkali-kali, tetapi alarm tidak bereaksi sama sekali.

Media Hong Kong sebelumnya melaporkan bahwa seluruh alarm kebakaran di delapan blok gedung tidak berbunyi, membuat banyak warga kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri. 

Disebutkan bahwa pihak pengelola gedung sudah lama mematikan sistem alarm demi memudahkan para pekerja konstruksi keluar masuk dari pintu belakang.

Setelah video ini beredar, pemerintah Hong Kong menangkap enam kontraktor perangkat pemadam kebakaran, menuduh mereka mematikan sistem alarm selama perbaikan gedung, tetapi melaporkan kepada otoritas pemadam kebakaran bahwa sistem tersebut “berfungsi normal”.

Selain itu, menurut laporan warganet setempat, meskipun pihak berwenang mengklaim mobil pemadam tiba di lokasi dalam enam menit, namun banyak mobil pemadam yang memadati jalan tidak menyalakan sirine atau pengeras suara—suatu hal yang sangat tidak biasa.

Gedung-gedung di Wang Fuk Court telah mengalami renovasi berkepanjangan, dan banyak jendela penghuni telah disegel dari luar untuk mencegah kebisingan dan debu. Tanpa alarm dan tanpa bisa melihat luar, banyak penghuni tidak mengetahui adanya kebakaran hingga terlambat. 

Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa seorang lansia hanya dapat menyelamatkan diri setelah diberitahu melalui telepon oleh putrinya yang berada di Korea Selatan, yang mengetahui kebakaran dari internet.

Warganet Hong Kong juga mempertanyakan mengapa selang air mobil pemadam setempat hanya dapat menyembur setinggi 30–40 meter, sehingga tak mampu menjangkau gedung setinggi lebih dari 100 meter. Di sisi lain, tim pemadam Shenzhen yang selama ini mengklaim memiliki teknologi maju justru ditolak bantuannya oleh pemerintah Hong Kong.

Menurut laporan media sebelumnya, pada 26 November malam, mobil pemadam Shenzhen sudah bersiap di perbatasan Liantang, menunggu perintah untuk membantu Hong Kong. Namun keesokan harinya, pemerintah Hong Kong menyatakan bahwa mereka tidak pernah meminta bantuan. Pihak pemadam Shenzhen kemudian menjelaskan kepada media bahwa keberadaan mereka di perbatasan malam sebelumnya hanyalah “uji coba rutin”.

Kebakaran Wang Fuk Court berlangsung selama 43 jam penuh. Dari delapan blok gedung, tujuh diantaranya berubah menjadi pilar-pilar api raksasa yang menjulang tinggi. Pemerintah Hong Kong hanya melaporkan lebih dari 100 korban tewas, tetapi publik meragukan jumlah tersebut dan menduga adanya penutupan informasi.

Menanggapi pertanyaan mengapa pihak berwenang tidak menggunakan helikopter, tangga pemadam super-tinggi, atau drone pemadam, Kepala Dinas Pemadam Hong Kong membuat penjelasan publik. Namun penjelasan itu dinilai tidak dapat diterima dan tidak konsisten.

Serangkaian tindakan yang dinilai tidak wajar dari pihak berwenang membuat warganet mempertanyakan kelalaian pemerintah. Bahkan, sebagian  berspekulasi adanya kemungkinan motif atau teori konspirasi di balik kejadian tersebut. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Proporsi Bayi Baru Lahir Secara Global Turun di Bawah 7%, Krisis Populasi Tiongkok Semakin Mendesak

Beberapa tahun terakhir, jumlah kelahiran tahunan di Tiongkok terus menurun, sementara masalah penuaan penduduk semakin mencolok. Menurut prediksi PBB, jumlah bayi yang lahir di Tiongkok pada tahun 2025 diperkirakan hanya sedikit di atas 8 juta. Untuk pertama kalinya, proporsi kelahiran baru Tiongkok dalam total kelahiran global turun di bawah 7%, menandakan Tiongkok semakin cepat memasuki era fertilitas rendah dan krisis demografi yang semakin mendesak.

EtIndonesia. Tahun 2025 hampir memasuki akhir, namun pemerintah Tiongkok belum merilis data populasi resmi. Sementara itu, PBB telah memberikan perkiraan: jumlah kelahiran di Tiongkok sepanjang 2025 sekitar 8,71 juta, yang berarti kurang dari 7% dari total bayi baru lahir di dunia. Ini adalah pertama kalinya terjadi sejak data statistik tersedia.

Data menunjukkan bahwa pada 1971, saat Tiongkok kembali mendapatkan kursi di PBB, total penduduk Tiongkok mencakup sekitar 25% penduduk dunia. Namun kini, proporsi bayi baru lahir Tiongkok di tingkat global telah merosot hingga di bawah 7%—perubahan yang sangat drastis.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penurunan kelahiran di Tiongkok terlihat sangat jelas. Menurut data Biro Statistik Nasional, pada 2021 jumlah kelahiran masih mencapai 10,62 juta. Pada 2022 turun di bawah angka 10 juta, menjadi 9,56 juta. Tahun 2023 turun drastis menjadi 9,02 juta. Tahun 2024 naik sedikit menjadi 9,54 juta, namun pada 2025 diperkirakan jatuh lagi menjadi sekitar 8,71 juta.

Menurut standar internasional, tingkat fertilitas total suatu negara harus berada di kisaran 2,1–2,2 (yakni setiap pasangan memiliki 2–3 anak) agar populasi dapat dipertahankan tanpa bertambah ataupun berkurang. Namun tingkat kelahiran Tiongkok sejak 2022 berada di bawah 1,1.

Yang lebih mengkhawatirkan, laporan PBB sebelumnya menyebutkan bahwa sekalipun tingkat fertilitas Tiongkok dapat bertahan di angka 1,3, maka pada akhir abad ini total populasi Tiongkok tetap akan merosot ke sekitar 684 juta jiwa. Namun kenyataannya, tingkat kelahiran Tiongkok saat ini bahkan lebih rendah dari perkiraan PBB, menunjukkan bahwa krisis populasi jauh lebih parah daripada dugaan komunitas internasional.

Mengapa setelah pemerintah PKT meninggalkan kebijakan satu anak dan mulai mendorong warga untuk memiliki dua bahkan tiga anak, jumlah kelahiran justru terus menurun?

Menjawab pertanyaan ini, artikel Sina Entertainment pada 3 Desember berjudul “Kelahiran Baru Tiongkok Turun di Bawah 7% Global, Bagaimana Mengatasinya?” menyatakan secara gamblang bahwa masyarakat Tiongkok bukan tidak ingin punya anak, tetapi “tidak sanggup membiayai, tidak bisa membesarkan dengan baik, dan tidak berani mengambil risiko.”

Artikel itu mengutip data bahwa di Shenzhen, salah satu kota paling maju di Tiongkok, biaya membesarkan anak usia 0–3 tahun mencapai hampir 75.000 yuan per tahun. Sementara bagi keluarga perkotaan secara nasional, biaya membesarkan anak hingga usia 17 tahun rata-rata mencapai 630.000 yuan—belum termasuk biaya rumah di area sekolah favorit, les tambahan, dan kursus minat yang menjadi biaya “tersembunyi”. Kesimpulannya, bagi keluarga biasa dengan pendapatan bulanan gabungan 7.000–8.000 yuan, membesarkan satu anak sudah menjadi batas kemampuan.

Artikel tersebut melanjutkan, meskipun orang tua berusaha keras memberikan kehidupan dan pendidikan terbaik, lulusan universitas di Tiongkok menghadapi realitas pahit: pengangguran, lembur berlebihan, dan diskriminasi di dunia kerja. Dalam kondisi sosial seperti ini, “siapa yang berani membawa kehidupan baru ke dunia yang penuh tekanan dan kompetisi brutal (‘juang-mati’/卷) ini?”

Artikel menutup dengan kesimpulan:  “Pada akhirnya, yang membuat orang mau memiliki anak bukanlah data besar seperti ‘proporsi global’, melainkan bangun setiap hari dengan keyakinan: ‘Saya bisa memberi anak saya masa depan yang aman.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Pesawat Air India “Hilang Selama 13 Tahun” Ternyata Parkir di Bandara, Harus Bayar Denda Rp 18,3 Miliar

EtIndonesia. Sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai Air India yang sudah dipensiunkan dan “menghilang” selama 13 tahun, baru-baru ini ditemukan berada di sudut Bandara Kolkata. Pihak manajemen Air India baru sadar bahwa “ternyata masih ada pesawat ini”,  kini mereka harus membayar biaya parkir lebih dari 100 juta rupee (sekitar Rp 18,3 miliar). Kejadian ini disebut sebagai salah satu “kisah hantu paling aneh” dalam sejarah Air India.

Pesawat bernomor registrasi VT-EHH, Boeing 737-2A8F ini telah berusia 43 tahun.

Menurut laporan media asing, pesawat VT-EHH diserahkan kepada Indian Airlines pada tahun 1982. Setelah Indian Airlines bergabung dengan Air India pada 2007, pesawat ini diubah menjadi pesawat kargo. Pada 2012 pesawat berhenti beroperasi dan ditempatkan di Bandara Kolkata, kemudian resmi dicoret dari registrasi pada tahun berikutnya.

Namun, pesawat kargo ini justru menghilang dari seluruh dokumen aset Air India — tidak muncul dalam daftar depresiasi, asuransi, maupun prosedur pembongkaran. Pesawat juga tidak tercatat dalam daftar pemeliharaan, sehingga dibiarkan begitu saja di sudut area bandara selama 13 tahun tanpa atap pelindung, terkena hujan dan panas, hingga bodinya berkarat dan terlupakan.

Pada 22 November tahun ini, pihak bandara menghubungi Air India untuk meminta pesawat yang tidak terpakai tersebut dipindahkan. Awalnya, Air India menegaskan bahwa pesawat tersebut bukan milik mereka. Namun setelah dilakukan investigasi internal, barulah mereka menyadari bahwa pesawat itu ternyata telah “tertinggal” selama 13 tahun.

Kekacauan ini terjadi karena kelalaian administratif saat penggabungan antara Indian Airlines dan Air India, serta karena pesawat tersebut sebelumnya pernah dipakai sebagai pesawat kargo milik Layanan Pos India.

CEO Air India, Campbell Wilson, mengakui bahwa pesawat tersebut seharusnya sudah diurus sejak lama, tetapi seluruh staf tidak mengetahui bahwa “kami masih memiliki pesawat ini”.

Karena pesawat tersebut menempati apron bandara selama bertahun-tahun, Air India kini wajib membayar biaya parkir sebesar lebih dari 100 juta rupee. Saat ini, pesawat tersebut telah dijual dan dipindahkan ke Bengaluru. Ke depannya, pesawat ini akan digunakan sebagai sarana latihan bagi teknisi perawatan pesawat.

Menurut laporan The Times of India, dari sepuluh pesawat Air India yang dipensiunkan baru-baru ini, pesawat VT-EHH adalah satu-satunya yang masih memiliki mesin Pratt & Whitney JT8D saat proses pembongkaran. Mesin ini berukuran kecil, memiliki tingkat kebisingan tinggi dan konsumsi bahan bakar yang boros. (Hui/asr)