EtIndonesia. Tiga provinsi di pulau Sumatera terutama di Sumatera Utara dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan deras. Hingga Rabu (26 November), bencana ini telah menyebabkan korban jiwa. Seorang pejabat mengatakan bahwa karena jalan dan komunikasi sepenuhnya terputus, proses penyelamatan menjadi sangat sulit.
Menurut Reuters, badan meteorologi Indonesia kemarin menjelaskan bahwa sebuah siklon tropis yang langka melintasi Pulau Sumatera. Siklon ini menyebabkan kenaikan permukaan air Selat Malaka, yang kemudian memicu banjir dan longsor. Daerah terdampak adalah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah luas Asia Tenggara memang sedang dilanda banjir besar yang mematikan.
Juru bicara BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pada Kamis (27/11/2025) bahwa 10 orang masih hilang. Ia menjelaskan bahwa hingga kini sudah 8.000 warga mengungsi di berbagai daerah di Sumatera Utara. Karena jalan-jalan pegunungan tertutup oleh tanah longsor, bantuan dan logistik terpaksa dikirim menggunakan helikopter.
Pejabat BNPB Sumatera Utara, Yuyun Karseno, menyebutkan bahwa wilayah yang paling parah terdampak adalah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Komunikasi dan listrik di kedua daerah itu dilaporkan terputus total.
Saat ditanya tentang perkembangan penyelamatan, Karseno berkata: “Karena (jalan) sepenuhnya terputus, sekarang tidak bisa masuk atau keluar sama sekali. Sampai saat ini kami masih belum bisa berkomunikasi dengan warga di Sibolga dan Tapanuli Tengah.”
Badan Sar Nasional (Basarnas) juga menyebutkan bahwa di antara korban tewas terdapat satu keluarga di Tapanuli Tengah. Video yang dibagikan Radio Elshinta menunjukkan seorang warga meletakkan bayi dalam wadah plastik dan menggendongnya sambil menunggu pertolongan di atap rumah.
Foto dan video dari BNPB memperlihatkan arus air deras yang menghancurkan bangunan di sepanjang jalurnya. Tim penyelamat terlihat mendayung perahu karet berwarna oranye untuk membantu warga yang terjebak banjir.
Pihak berwenang juga menyatakan bahwa banjir turut mempengaruhi wilayah Sumatera Barat dan Aceh.
Badan meteorologi menambahkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlanjut, dan lebih banyak banjir mungkin terjadi dalam dua hari ke depan di sejumlah provinsi Sumatera, termasuk Aceh dan Riau.
Bencana banjir di Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian bencana yang menerjang Asia Tenggara minggu ini. Thailand dan Malaysia juga mengalami banjir yang telah menewaskan 30 orang, dan di beberapa daerah, air bahkan cukup tinggi untuk menggenangi rumah sakit. (Hui)
EtIndonesia. Sepanjang sejarah, banyak cerita dongeng berhasil bertahan melewati zaman. Dengan cara yang unik, cerita-cerita ini terus diwariskan dan menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Bahkan di era modern ketika minat membaca tidak seramai dulu, anak-anak tetap mengenal kisah-kisah seperti Cinderella, Jack and the Beanstalk, dan Saint George and the Dragon.
Benar bahwa dongeng-dongeng ini telah banyak diadaptasi ulang. Banyak anak bahkan lebih mengenal versi Disney daripada versi Grimms. Namun kerangka dasar dan daya tarik dongeng tetap abadi. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari masa Perunggu dan masih hidup dalam tradisi lisan serta buku. Jelas, dongeng memiliki kekuatan yang mampu menyalakan imajinasi—baik pada anak maupun orang dewasa.
Dongeng: Dari Kerendahan Hati Cinderella hingga Keberanian Saint George
Dongeng mengajarkan nilai moral melalui kisah sederhana namun menyentuh—kisah tentang kebaikan, kejahatan, dan kebenaran yang tak lekang oleh waktu. Saat dongeng merangsang imajinasi dan hati anak, dia juga mengajarkan cara membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Walaupun ada sebagian orang yang menganggap dongeng sudah ketinggalan zaman, saya percaya anak justru perlu lebih banyak membaca dongeng. Seperti yang ditegaskan oleh tiga tokoh besar dunia mitologi dan dongeng—C.S. Lewis, J.R.R. Tolkien, dan G.K. Chesterton—dongeng menyimpan kekayaan spiritual dan mental yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
1. Moralitas dan Kebajikan
Dongeng memancarkan nilai moral yang dapat menyentuh hati, membentuk imajinasi, dan menajamkan pemikiran anak.
Cinderella mengajarkan bahwa kerendahan hati dan kesabaran akan berbuah manis.
Beauty and the Beast menunjukkan bahwa mencintai seseorang yang tampaknya tidak menyenangkan dapat membuka keindahan tersembunyi.
Banyak dongeng lain menekankan pentingnya kejujuran, kecerdikan, keberanian—dan memperlihatkan konsekuensi menyakitkan dari perilaku tidak bermoral.
Semua pesan itu disampaikan melalui gambaran yang kuat dan hidup. Bahkan setelah buku ditutup, gambaran itu tetap menetap dalam ingatan anak.
Dongeng mampu menyuling realitas menjadi bentuk-bentuk yang jelas:
baik dan jahat,
indah dan buruk,
benar dan salah,
mulia dan rendah.
Karena bentuknya sederhana, simbolis, dan langsung, pengaruhnya menjadi sangat kuat—seperti konsentrat yang pekat atau minyak esensial yang mudah menyebar. Anak-anak akan memahami konsep moral jauh lebih dalam melalui pengalaman emosional yang dongeng berikan.
Misalnya, makhluk seperti naga memberi bentuk visual pada konsep kejahatan—dengan tubuh besar, cakar tajam, dan sifat tamak. Dengan demikian, anak memahami kejahatan secara konkret: ia merusak, egois, dan kejam.
Tetapi dongeng tidak berhenti sampai di sana. Selain menggambarkan gelap, dongeng juga memperkenalkan terang: para pahlawan, lembah nan damai, istana megah—semua ini menjadi simbol kebaikan, keagungan, dan harapan.
2. Persiapan Menghadapi Kehidupan
Salah satu alasan penting mengapa anak perlu membaca dongeng adalah karena dongeng memberikan latihan mental untuk menghadapi kehidupan nyata.
Dongeng mengajarkan bahwa melalui kebajikan, seseorang mampu mengalahkan rintangan dan menghadapi kejahatan.
C.S. Lewis mengatakan bahwa anak perlu mendengar dongeng agar memahami bagaimana menghadapi kejahatan dalam hidup. Ia menanggapi pandangan yang mengatakan dongeng “menakutkan” dengan tegas: “Anak akan menemui musuh yang kejam dalam hidupnya. Setidaknya biarkan mereka tahu tentang ksatria yang berani.”
Menurut Lewis, dongeng membantu anak memahami konsep kejahatan dengan cara yang sesuai usia, sambil meyakinkan mereka bahwa kebaikan bisa menang.
Pandangan ini bukan sekadar harapan manis; ini adalah kepercayaan yang membentuk ketangguhan mental. Keyakinan bahwa kebaikan dapat mengalahkan kejahatan sangat penting—baik bagi anak maupun orang dewasa yang harus menempuh hidup di “hutan gelap” dunia nyata.
G.K. Chesterton memperkuat pendapat tersebut. Ia menegaskan bahwa anak kecil sudah mengenal konsep “monster” dari imajinasinya sendiri. Karena itu, dongeng tidak menciptakan rasa takut—dongeng memberikan solusi.
Dalam bukunya Tremendous Trifles, Chesterton menulis: “Dongeng tidak menciptakan rasa takut pada anak… anak sudah mengenal naga sejak ia memiliki imajinasi. Dongeng memberi anak Saint George—pahlawan yang membunuh naga.”
Dongeng memberi anak cara untuk menaklukkan ketakutannya, menumbuhkan keberanian, harapan, dan optimisme.
3. Menumbuhkan Rasa Takjub
Dongeng juga menumbuhkan kepekaan terhadap keindahan dan misteri dunia. Melalui kisah-kisah ajaib, anak mulai melihat bahwa dunia nyata pun memiliki “keajaiban” tersendiri. Hal-hal biasa tampak lebih hidup dan memancarkan pesona baru.
Dalam esainya On Fairy-Stories, J.R.R. Tolkien menulis: “Dongeng menjadikan hal-hal sederhana terlihat lebih bercahaya—batu, kayu, besi, pohon dan rumput, rumah dan api, roti dan anggur.”
Chesterton, dalam Orthodoxy, menambahkan: “Dalam dongeng, apel itu berwarna emas—hanya agar kita mengingat kembali keheranan kita yang hilang… bahwa apel itu sebenarnya berwarna hijau.”
Dongeng membangunkan kembali rasa ingin tahu anak. Anak yang tumbuh dengan cerita seperti ini akan lebih mudah merasakan kekaguman, rasa syukur, dan sukacita—yang pada akhirnya menjadi fondasi moral, intelektual, dan bahkan peradaban.
Anak yang terbiasa merasakan keindahan ini akan memandang dunia dengan mata yang lebih peka: rumput yang hijau, pohon yang berembun, air terjun yang jernih, dan kastil dengan menara-menara menjulang seperti pedang menuju langit.
Mereka akan membawa kerinduan mendalam—hiraeth, kata dalam bahasa Welsh—kerinduan akan keindahan yang pernah mereka lihat dalam imajinasi.
Penutup: Dongeng dan Kerinduan Akan Keindahan
Dalam buku The Weight of Glory, C.S. Lewis menggambarkan rasa rindu misterius yang dibangkitkan dongeng—sesuatu yang terasa dekat namun tidak pernah sepenuhnya dapat digapai: “Keindahan dalam dongeng bukanlah tujuan akhir… melainkan wangi dari bunga yang belum pernah kita temukan, gema dari melodi yang belum pernah kita dengar, kabar dari negeri yang belum pernah kita kunjungi.”
Dongeng menanamkan dalam diri anak dorongan untuk mengejar hal-hal yang paling indah dan berharga dalam hidup.(jhn/yn)
EtIndonesia. Pada Rabu, 26 November 2025 sore waktu setempat, terjadi kebakaran besar di beberapa menara hunian tinggi di Kompleks Perumahan “Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories, Hong Kong”. Setidaknya 94 orang tewas. Sebelumnya dilaporkan 279 orang dinyatakan hilang. Hingga pukul 03.00 dini hari, api mulai terkendali namun belum sepenuhnya padam.
Kebakaran bermula dari perancah bambu pada bagian luar bangunan yang diduga menjadi titik awal penyebaran. Api menyebar sangat cepat.
Pada 15:02, status kebakaran dinaikkan menjadi Level 3
Pada 15:34, dinaikkan menjadi Level 4
Pada 18:22, meningkat menjadi Level 5
Rekaman menunjukkan 7 gedung dilalap api.
Hong Kong Fire Services Department mengerahkan 888 personel. Dari jumlah itu, 44 orang tewas di lokasi. Seorang kepala divisi pemadam terluka di kaki, seorang petugas mengalami heatstroke, dan satu petugas pemadam kebakaran meninggal dunia.
Update Berkelanjutan
Jumlah Korban Tewas Meningkat — Diduga Tiga Faktor Utama Pemicu Bencana
Menurut pemerintah Hong Kong, pada 27 November, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 55 orang, dengan 50 meninggal di lokasi dan 4 meninggal duna di rumah sakit. Kemudian pada 28 November korban tewas meningkat menjadi 94 orang.
Dari 7 menara yang terbakar, 4 gedung telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, sementara 3 gedung lainnya api masih dikendalikan.
Dalam proses penyelamatan, 8 petugas pemadam terluka, sementara 1 petugas gugur.
Para ahli menilai tiga faktor utama menyebabkan besarnya korban dalam tragedi ini.
Asosiasi Perumahan Hong Kong Menyediakan 400 Unit Tempat Tinggal Darurat
Hong Kong Housing Society mengerahkan semua unit hunian sementara di bawah pengelolaannya, sekitar 400 unit, bagi warga Wang Fuk Court yang terdampak.
Warga Hong Kong membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline 24 jam: 2838 1393.
Departemen Kesejahteraan Sosial Bantu Warga Terdampak
Departemen Kesejahteraan Sosial menyampaikan rasa duka mendalam dan telah mengirimkan:
Pekerja sosial
Psikolog klinis
Tim dukungan lintas-departemen
Mereka ditempatkan di berbagai pusat penampungan dan rumah sakit untuk memberikan dukungan emosional dan pelayanan darurat.
Akibat kebakaran dan gangguan transportasi, sejumlah sekolah di Distrik Tai Po diliburkan pada 27 November.
73 pusat layanan remaja juga dibuka penuh untuk membantu keluarga yang tidak dapat menjaga anak sementara.
Data Korban Luka-Luka (berdasarkan waktu pembaruan)
Pukul 11:35
Dari 71 korban luka yang dibawa ke rumah sakit:
17 kritis
27 serius
19 stabil
8 dipulangkan
Pukul 10:00
64 korban dibawa ke rumah sakit:
16 kritis
25 serius
16 stabil
7 dipulangkan
Pukul 07:30
62 korban dibawa ke rumah sakit:
17 kritis
24 serius
16 stabil
5 dipulangkan
Setidaknya 44 Tewas — 45 Luka-Luka dalam Kondisi Serius (Pukul 06:00)
Pemadam memperkirakan operasi penyelamatan akan berlangsung hingga sore hari.
40 orang meninggal di lokasi
4 tewas setelah dibawa ke rumah sakit
45 orang mengalami luka serius
40 Tewas di Tempat, 7 Petugas Pemadam Terluka (Pukul 05:45)
Dari 8 bangunan:
1 tidak terdampak
4 dalam kondisi terkendali
3 masih ditangani
Petugas berhasil menemukan beberapa penyintas.
Tiga Orang Ditangkap — Diduga “Pembunuhan Karena Kelalaian”
Pukul 04:06 Pemerintah Hong Kong menyatakan Unit Peninjau Independen Kementerian Perumahan akan menyelidiki penyebab kebakaran. Jika ditemukan pelanggaran peraturan bangunan, akan diproses secara hukum.
Pukul 03:36 Polisi menangkap 3 pria berusia 52–68 tahun, seluruhnya merupakan pengelola perusahaan konstruksi yang mengerjakan renovasi gedung, karena dicurigai melakukan pembunuhan karena kelalaian.
Jumlah Korban yang Dibawa ke RS Terus Bertambah
Pukul 03:30 – 48 orang dibawa ke RS
4 meninggal
12 kritis
15 serius
12 stabil
1 belum dipastikan
4 dipulangkan
Pukul 02:46 – 45 orang dibawa ke RS
4 meninggal
9 kritis
15 serius
13 stabil
4 dipulangkan
Api Mulai Terkendali — Ditemukan Material Bangunan Diduga Tidak Sesuai Aturan
Petugas menemukan material bangunan di fasad gedung yang lebih mudah terbakar daripada standar resmi. Polisi dan pemadam membentuk tim investigasi khusus.
Ketua “China Supervision” Pan Chok-hung menyebut penggunaan jaring perancah tidak tahan api menjadi penyebab penyebaran api yang cepat.
18 Distrik Hong Kong Dimobilisasi
Departemen Urusan Sipil membuka 8 pusat penampungan dan mengerahkan seluruh tim bantuan di 18 distrik.
Kesaksian Warga & Video di Medsos
Video memperlihatkan:
Api awal dari perancah lantai rendah
Dalam kurang dari 10 menit, api menjalar ke lantai atas mengikuti struktur perancah
Bambu terbakar dan meledak
Puing-puing jatuh dari gedung
Asap pekat terlihat hingga ke Distrik Sha Tin
Banyak korban mengalami luka bakar parah.
Penjelasan Wakil Direktur Pemadam
Wakil Direktur Operasional Pemadam, Chan Hing-yung, mengatakan api menyebar karena:
Puing-puing terbakar
Material perancah bambu
Hembusan angin kuat
Membuat api merambat ke 7 gedung sekaligus.
Warga & Relawan Bantu Korban
Menurut BBC, warga setempat bernama Mr. Ho dan teman-temannya memberikan:
Selimut
Pakaian hangat
Kebutuhan dasar
Mereka menyebut pemerintah “tidak kompeten” dan menyatakan kesedihan mendalam atas tragedi tersebut.
Informasi Tambahan dari Reuters
Wang Fuk Court terdiri dari 8 gedung hunian, sekitar 2.000 unit, dengan 4.600 penduduk. Renovasi besar dimulai Juli tahun lalu, dijadwalkan selesai Maret–Juni tahun depan.
Sekolah-sekolah Ditutup
Departemen Pendidikan Hong Kong mengumumkan beberapa sekolah di Distrik Tai Po akan libur pada 27 November 2025. (Hui)
EtIndonesia. Hasil imbal obligasi pemerintah Tiongkok tenor 10 tahun baru-baru ini untuk pertama kalinya turun di bawah imbal hasil obligasi Jepang, suatu kondisi langka yang disebut “inverted yield” atau pembalikan kurva imbal hasil. Media Korea dan Jepang menganalisis bahwa Jepang kini sepenuhnya keluar dari “30 tahun masa stagnasi”, sementara Tiongkok—yang pernah menjadi “mesin pertumbuhan global”—telah terperosok ke dalam deflasi dan berpotensi menjadi risiko bagi ekonomi dunia.
Kabinet Jepang diperkirakan akan menyetujui paket stimulus ekonomi senilai 21,3 triliun yen (sekitar USD 136 miliar) paling cepat pada 28 November. Pemerintah Jepang akan menerbitkan lebih dari 11 triliun yen obligasi tambahan. PM Jepang Sanae Takaichi mengatakan pada 26 November bahwa pemerintah telah siap dan tidak akan mengulangi runtuhnya kepercayaan pasar seperti yang terjadi di Inggris.
“Jika kami puas dengan pertumbuhan upah, maka berapa pun situasi politiknya, kami akan menyesuaikan tingkat suku bunga,” ujar Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda pada 30 Oktober 2025.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan segera menaikkan suku bunga, dengan pertumbuhan upah sebagai faktor utama.
“Kita akhirnya melihat benih-benih inflasi mulai tumbuh, dan besar kemungkinan Jepang akan perlahan kembali ke lingkungan kebijakan moneter yang lebih normal. Kenaikan gaji dalam spring wage negotiation tahun depan diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun ini—sekitar 5%,” kata Jiang Haonong, General Manager Taishin Investment Advisory.
Perusahaan-perusahaan Jepang kini berani menaikkan gaji karyawan secara signifikan, sebuah tanda bahwa perekonomian dan kebijakan moneternya sedang menuju “normalisasi”.
Menurut data LSEG Inggris, imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun minggu lalu sempat naik hingga 1,84%. Imbal hasil obligasi Tiongkok tenor 10 tahun tetap berada di sekitar 1,83%.
Media seperti Chosun Ilbo dan Nikkei melaporkan bahwa untuk pertama kalinya, imbal hasil obligasi Tiongkok terkoreksi hingga lebih rendah dari Jepang, menandakan “pembalikan imbal hasil” yang sangat tidak biasa. Jepang telah sepenuhnya keluar dari deflasi berkepanjangan, sementara Tiongkok—yang ekonominya stagnan—jatuh ke dalam perangkap deflasi. Media tersebut memperingatkan bahwa Tiongkok berpotensi menjadi risiko besar bagi ekonomi global.
“Di Tiongkok, kita melihat gambaran berbeda. Kekhawatiran publik semakin besar. Seperti yang disampaikan ekonom Richard Koo, Tiongkok mungkin sedang menuju jalur deflasi yang pernah dialami Jepang. Fenomena involution (kompetisi internal berlebihan) masih sangat parah, dan sektor properti—yang dulu menjadi motor utama ekonomi Tiongkok—baik harga rumah baru maupun bekas masih terus jatuh tanpa tanda pemulihan,” Jiang Haonong menambahkan.
Pada September, CPI Tiongkok turun 0,3% secara tahunan, dan PPI turun 2,3%, menunjukkan ekonomi sudah lama memasuki “musim dingin”.
Pada 25 November, Nikkei melaporkan bahwa kondisi “Jepang dan Tiongkok berbalik arah” ini mengisyaratkan bahwa Tiongkok mungkin menjadi risiko ekonomi global. Dua kekuatan ekonomi Asia tersebut kini berkembang ke arah yang sangat berbeda. (Hui/asr)
Laporan oleh NTD Asia Pasifik: Gao Jianlun dan Shen Weitong, Taipei
EtIndonesia. Pada Minggu lalu, sebuah gunung berapi di Afrika Timur yang telah tidur selama sedikitnya 12.000 tahun tiba-tiba meletus. Asap tebal dan abu vulkanik yang dimuntahkannya menjulang hingga 14 kilometer ke udara, memengaruhi penerbangan di India yang berjarak ribuan mil, bahkan abu dilaporkan sampai terbawa angin memasuki wilayah Tiongkok.
Menurut laporan Live Science, Gunung Berapi Harrat Hayli Gubi yang berada di wilayah Afar, timur laut Ethiopia, meletus hebat pada Minggu (23 November) pagi sekitar pukul 08.30. Erupsi berlangsung selama beberapa jam, dan menurut Pusat Penasihat Abu Vulkanik Toulouse (VAAC Toulouse), gunung berapi baru berhenti mengeluarkan abu sekitar pukul 20.00 malam.
Ini adalah erupsi pertama Gunung Hayli Gubi sepanjang zaman Holosen. Zaman Holosen dimulai sekitar 11.700 tahun yang lalu setelah berakhirnya zaman es terakhir. Biasanya, jika sebuah gunung berapi tidak pernah meletus selama Holosen, maka ia dianggap sebagai gunung berapi mati.
Today's Hayli Gubbi (volcanic) eruption seen from space
There are no known eruptions on record from the Hayli Gubbi in the past several thousands of years, which could mean it erupted after a potentially very long repose interval; however, records from the Danakil region are… pic.twitter.com/jaHvqMKZvQ
Menurut pejabat lokal yang diwawancarai Associated Press, sejauh ini belum ditemukan korban jiwa atau hewan ternak yang mati. Namun banyak desa tertutup abu, membuat ternak tidak memiliki cukup makanan.
Gunung Hayli Gubi berada di ujung selatan pegunungan Erta Ale, rangkaian gunung berapi yang terletak di Lembah Celah Afrika Timur. Meskipun Hayli Gubi telah tertidur selama ribuan tahun, Gunung Erta Ale sendiri telah aktif terus-menerus sejak 1967.
“Selama kondisi pembentukan magma masih ada, meskipun sebuah gunung berapi tidak meletus selama 1.000 atau 10.000 tahun, ia tetap bisa meletus kembali,” kata Ariana Soldati, ahli vulkanologi dari North Carolina State University, mengatakan kepada Scientific American.
Erupsi Hayli Gubi menghasilkan kolom abu raksasa setinggi 14 km. Asap dan abu itu melintas melewati Yaman dan Oman, masuk ke wilayah India, Pakistan, serta beberapa daerah di Tiongkok.
Akibat abu vulkanik tersebut, maskapai Air India dalam dua hari terakhir membatalkan 11 penerbangan, sementara maskapai India lainnya, Akasa Air, membatalkan penerbangan menuju Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan negara-negara lain. (Hui)
EtIndonesia. 27–28 November 2025 menjadi rangkaian hari penuh gejolak dalam geopolitik global. Saat Tiongkok menurunkan tensi militer dan menyerukan stabilitas, dua kekuatan nuklir terbesar dunia—Amerika Serikat dan Rusia—justru mengirim sinyal paling agresif dalam puluhan tahun terakhir. Situasi ini membuat para analis menyebut dunia sedang memasuki periode paling berbahaya sejak berakhirnya Perang Dingin.
Berikut laporan lengkapnya.
AS–Rusia Isyaratkan Kembalinya Uji Nuklir
Pada 27 November 2025, Presiden AS, Donald Trump dalam sebuah pengarahan keamanan nasional di Washington menyatakan bahwa dia telah menginstruksikan sistem pertahanan Amerika untuk bersiap melakukan uji coba nuklir jika kondisi global menuntut hal tersebut.
Pernyataan ini secara efektif mengakhiri praktik “zero nuclear test” yang telah dianut AS sejak uji coba terakhir pada tahun 1992.
Tak lama kemudian, Presiden Rusia, Vladimir Putin memberikan respons yang sama kerasnya dari Moskow:
Rusia akan melakukan “langkah setara” jika AS kembali melakukan uji coba nuklir.
Moskow menilai tindakan AS itu sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas global.
Para analis memperingatkan bahwa pernyataan saling menantang ini menunjukkan kembalinya logika deterrence Perang Dingin, namun dalam konteks geopolitik modern yang jauh lebih rapuh.
Sejumlah lembaga studi strategi internasional menyebut eskalasi ini sebagai momen paling berbahaya sejak 1991, mengingat:
Tekanan perang Ukraina yang belum mereda.
Ketegangan AS–Tiongkok di Indo-Pasifik.
Meningkatnya aktivitas militer di Timur Tengah dan Laut Hitam.
Putin Mulai Melunak: Rusia Buka Pintu Perundingan
Dalam konferensi pers di Kremlin pada 27 November 2025, Putin mengejutkan publik internasional ketika mengungkapkan bahwa Rusia telah menerima proposal perdamaian baru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Ukraina.
Putin menyatakan: “Proposal terbaru dari Washington dapat dijadikan dasar pembicaraan.”
Informasi yang dikonfirmasi oleh berbagai media internasional menyebutkan:
AS memasukkan beberapa kebutuhan strategis Rusia dalam draf baru tersebut.
Utusan khusus Trump, Dmitry Vityukov, dijadwalkan bertolak ke Moskow pada awal pekan pertama Desember untuk memulai pembicaraan lanjutan.
Rusia bersedia menghentikan operasi militer jika Ukraina menarik pasukan dari “zona persiapan tempur”—istilah yang masih menuai interpretasi berbeda dari pihak Barat.
Putin juga membuka kemungkinan berkomunikasi langsung dengan negara-negara G7 mengenai proses perdamaian.
Para pengamat menilai perubahan sikap Putin ini tidak lepas dari dampak sanksi ekonomi yang semakin menggigit, terutama di sektor energi yang menjadi tulang punggung pemasukan Rusia.
Sanksi AS Menggigit: Harga Minyak Rusia Anjlok
Masih pada tanggal 27 November, Bank Sentral Rusia merilis laporan ekonomi yang menunjukkan tekanan besar terhadap ekspor energi Rusia.
Temuan utama:
Harga minyak Ural mengalami penurunan tajam setelah sanksi AS menyasar perusahaan-perusahaan raksasa Rusia seperti Rosneft dan Lukoil.
Diskon harga minyak Ural terhadap minyak Brent melebar dari 17% pada Oktober menjadi 23% pada November 2025.
Para ekonom menyebut pelebaran diskon ini sebagai sinyal jelas bahwa:
Rusia kesulitan mencari pembeli dengan harga yang menguntungkan.
Biaya logistik dan risiko perdagangan meningkat drastis.
Cadangan devisa Rusia mulai tergerus untuk menopang anggaran perang.
Tekanan ekonomi tersebut diyakini menjadi faktor kunci yang mendorong Moskow lebih terbuka terhadap proposal perdamaian baru.
Turki Siap Kirim Pasukan Penjamin Perdamaian
Pada 27 November 2025, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa Ankara siap berpartisipasi dalam pasukan penjamin perdamaian internasional di Ukraina apabila kesepakatan damai final tercapai.
Syarat yang ditetapkan Turki:
Rusia dan Ukraina harus mencapai gencatan senjata resmi terlebih dahulu.
Misi perdamaian harus memiliki mandat yang jelas, termasuk wilayah operasi dan aturan keterlibatan.
Sebelumnya, pada 25 November 2025, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa:
Prancis dan Inggris akan memimpin pembentukan pasukan penjamin tersebut.
Amerika Serikat untuk pertama kalinya juga akan ikut terlibat dalam struktur peacekeeping itu.
Keterlibatan Turki sangat signifikan karena:
Turki adalah anggota NATO namun memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Rusia.
Ankara sebelumnya menjadi mediator penting dalam perjanjian gandum Laut Hitam pada 2022–2023.
Keikutsertaan Turki memberi sinyal bahwa peta diplomatik menuju gencatan senjata semakin konkret, meski detail kesepakatan masih dalam negosiasi intensif.
KESIMPULAN: Dunia di Persimpangan Berbahaya
Rangkaian peristiwa pada 27–28 November 2025 menunjukkan dunia berada dalam titik keseimbangan yang rapuh:
Dua kekuatan nuklir terbesar bersiap kembali ke era uji coba senjata atom.
Rusia, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, menunjukkan sinyal bersedia berunding.
Sanksi ekonomi memukul keras Moskow, mempersempit opsi yang tersedia.
Turki, Prancis, dan Inggris mulai merancang platform pasukan penjamin perdamaian internasional.
Jika langkah diplomasi berhasil, perang Ukraina mungkin memasuki fase baru. Namun jika salah satu pihak salah melangkah, risiko eskalasi nuklir menjadi ancaman nyata.
EtIndonesia. Sistem Pertahanan Golden Dome Amerika Serikat yang dicanangkan Trump mulai terwujud. Sumber yang mengetahuinya pada Selasa (25 November) mengungkapkan bahwa Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat telah memberikan sekitar enam kontrak kepada para kontraktor dalam program “Golden Dome”, untuk membangun prototipe sistem pertahanan rudal secara kompetitif. Langkah ini membuka persaingan besar menuju kontrak bernilai puluhan miliar dolar di masa depan.
Menurut Reuters yang mengutip dua sumber, beberapa perusahaan besar seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, dan Anduril Industries menerima kontrak tersebut dari Angkatan Luar Angkasa AS.
Dikabarkan bahwa kontrak antara Angkatan Luar Angkasa AS dengan Northrop Grumman serta Anduril masing-masing bernilai 10 juta dolar AS.
Kontrak-kontrak ini menandai kemajuan besar bagi Pentagon dalam kemampuan melacak dan menghancurkan rudal musuh, termasuk pengembangan prototipe pencegat berbasis ruang angkasa dan sistem terkait lainnya.
Menurut perkiraan para eksekutif industri, biaya pengembangan dan pengujian satu prototipe pencegat berbasis ruang angkasa bisa berada di kisaran 200 juta hingga 2 miliar dolar AS.
Juru bicara Angkatan Luar Angkasa AS mengkonfirmasi bahwa kontrak telah diberikan kepada beberapa kontraktor, namun menolak mengungkapkan nama mereka, dan menambahkan bahwa kontrak senilai di bawah 9 juta US dolar tidak wajib dipublikasikan.
Para kontraktor yang mendapat kontrak awal ini akan bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi final yang nilainya diperkirakan dapat mencapai puluhan miliar US dolar.
Dana dari kontrak tersebut akan digunakan untuk mengembangkan prototipe perangkat sistem yang saling bersaing, termasuk:
Pencegat rudal yang dapat menjatuhkan rudal musuh saat memasuki ruang angkasa
Stasiun kendali tembak yang mengkoordinasi sinyal satelit, membantu pencegat diluncurkan dan menemukan target
Sebelumnya, pemerintah meminta kontraktor mengembangkan empat jenis pencegat yang dapat menghadapi ancaman pada ketinggian dan kecepatan berbeda, namun hingga kini kontraknya belum diberikan.
Ada juga kabar bahwa empat jenis pencegat tersebut mungkin akan diintegrasikan menjadi tiga kategori.
Program pencegat berbasis ruang angkasa ini merepresentasikan pendekatan baru dalam sistem pertahanan rudal, yaitu menempatkan senjata di orbit sehingga ancaman dapat dihancurkan lebih awal dibandingkan sistem berbasis darat saat ini. (Hui/asr)
Laporan oleh NTDTV, disusun oleh Yu Liang dan Zhao Jialin.
EtIndonesia. Pada Rabu (26 November 2025) sore, terjadi insiden penembakan di pusat kota Washington, D.C., tak jauh dari Gedung Putih. Dua anggota Garda Nasional terluka parah saat baku tembak dengan pelaku dan akhirnya meninggal dunia. Pelaku juga mengalami luka serius dan telah ditangkap. Saat ini, area sekitar lokasi sudah kembali aman.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras serangan tersebut dan memperingatkan bahwa pelaku akan “membayar mahal” atas tindakannya. Sementara itu, Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Washington, D.C. akan diperkuat dengan tambahan 500 personel Garda Nasional.
Menurut pejabat setempat, dua anggota Garda Nasional diserang di lokasi yang hanya berjarak beberapa blok dari Gedung Putih. Direktur FBI, Kash Patel, menyebut bahwa keduanya mengalami “serangan kekerasan yang mengerikan” dan saat itu berada dalam kondisi sangat kritis.
Pejabat mengatakan, setidaknya satu anggota Garda Nasional sempat baku tembak dengan pelaku. Menurut laporan AP mengutip seorang petugas penegak hukum, tersangka yang kini ditahan juga terkena tembakan, tetapi lukanya diyakini tidak mengancam nyawa.
Pejabat lain menyatakan bahwa pihak berwenang sedang memeriksa rekaman CCTV. Mereka meyakini pelaku melepaskan tembakan setelah mendekati anggota Garda Nasional. Penyidik masih menyelidiki motif pelaku, termasuk apakah ia sengaja menargetkan petugas Garda Nasional.
Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan kepada media bahwa penembakan yang terjadi hanya beberapa langkah dari Gedung Putih adalah “sesuatu yang tidak bisa ditoleransi”.
“Karena inilah Presiden Donald Trump meminta saya, dan saya juga akan meminta Menteri Angkatan Darat serta Garda Nasional, untuk menambah 500 personel Garda Nasional di Washington, D.C.,” ujarnya.
Hegseth menegaskan bahwa tingkat kejahatan di Washington “menurun secara historis”, dan bahwa upaya penjahat melakukan serangan semacam ini hanya akan membuat pemerintahan Trump semakin teguh menjaga agar ibu kota tetap “aman dan indah”.
Trump mulai menempatkan Garda Nasional di Washington sejak Agustus, dengan menyebut langkah itu sebagai cara untuk “memulihkan hukum, ketertiban, dan keamanan publik”.
Menurut data terbaru pemerintah yang dikutip AP, sebanyak 2.188 personel saat ini ditugaskan di Washington sebagai bagian dari misi gugus tugas gabungan. (Hui/asr)
EtIndonesia. Pernahkah kamu menyadari sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan? Semakin tulus kamu memperlakukan seseorang, semakin dia meremehkanmu. Semakin kamu berinisiatif, semakin dia menjauh. Semakin kamu berkorban, semakin dia tidak menghargai.
Pada akhirnya, justru orang yang paling kamu perjuangkan, yang kamu beri semua yang kamu punya, dialah yang paling mudah berbalik meninggalkanmu.
Dalam sifat dasar manusia, “apa yang datang mudah, tidak akan pernah terasa berharga.” Ini bukan karena dunia kejam, tapi karena manusia memang punya naluri seperti itu.
Seperti permen murah yang mudah dibuang, sementara batu permata yang sulit didapatkan akan disimpan dengan penuh kehati-hatian.
Mengapa Semakin Kamu Memberi, Semakin Kamu Diremehkan?
Dalam diri manusia ada sebuah logika pahit: “Yang sulit didapatkan, itulah yang paling dihargai.”
Ketika kamu selalu mengalah, selalu memulai, selalu memberikan tanpa syarat, nilai dirimu perlahan-lahan tergerus dalam pandangan orang lain.
Contohnya:
Kamu selalu menghubungi duluan. Lama-lama itu dianggap kewajiban.
Kamu selalu membantu dan menoleransi. Itu pun dianggap hal yang “seharusnya”.
Semua kebaikanmu berubah menjadi hal yang tak lagi istimewa, bahkan tidak lagi disyukuri.
Mengapa bisa begitu?
Karena hati manusia punya kebiasaan: sesuatu yang diberikan terus-menerus, akan berubah dari hadiah menjadi kebiasaan, dan dari kebiasaan menjadi sesuatu yang tidak dianggap.
Karena itu, orang bijak selalu tahu batas. Kebaikan harus punya ukuran. Kesabaran harus punya taji.
Kelembutan harus ditemani dengan prinsip, pemberian harus dibarengi harga, dan hanya kebaikan yang “langka” yang akan benar-benar dihormati.
Ada Kebaikan yang Harus Membuat Orang “Menerimanya dengan Rasa Hormat”
Mungkin kamu pernah mendengar pepatah: “Orang menghormatiku sejengkal, aku membalas sedepa.”
Namun kenyataan sering kali seperti ini: “Kamu memberi sedepa, orang malah menganggap itu cuma sejengkal.”
Batas antara dua manusia sering kali hilang karena kita terlalu baik.
Ketika kamu terlalu banyak membantu, orang akan berubah: dari berterima kasih menjadi bergantung, dari bergantung menjadi menuntut, dan akhirnya, ketika kamu tidak membantu sekali saja, kamu dianggap jahat, berubah, atau tidak punya hati.
Namun orang yang benar-benar cerdas tidak akan membiarkan orang lain mengambil kebaikannya tanpa batas.
Mereka tahu kapan memberi jeda, tahu kapan membuat orang menunggu, tahu kapan membuat seseorang merasakan bahwa bantuan mereka adalah anugerah, bukan keharusan.
Misalnya, seseorang datang meminta bantuan. Kamu tidak langsung berkata “iya”. Kamu menimbang sejenak, berpikir sejenak, baru mengangguk.
Justru keraguan kecil itu yang membuat orang lebih menghargai keputusanmu.
Karena itulah, kebaikan yang bijaksana selalu “berharga”. Hanya kebaikan tanpa batas yang menjadi “murahan”.
Kamu mungkin percaya bahwa menjadi baik, ramah, dan hangat akan membuat orang menghargaimu. Sayangnya, sifat manusia tidak bekerja seperti itu.
Orang lebih cepat menghormati ketegasanmu daripada kelembutanmu.
Seseorang yang selalu tersenyum, selalu mengalah, selalu berkata “tidak apa-apa” justru akan dianggap tidak punya pendirian.
Sebaliknya, orang yang tahu kapan berkata “tidak”, kapan menolak, kapan menegaskan batas— dialah yang dihormati.
Inilah sebabnya:
Di tempat kerja, yang tegas lebih disegani.
Dalam hubungan, yang “sedikit sulit didapat” lebih dihargai.
Dalam pertemanan, yang punya prinsip lebih dihormati.
Jika kamu terlalu mudah dipahami, kamu tidak lagi misterius. Jika kamu terlalu mudah dimiliki, kamu tidak lagi diinginkan. Jika kamu terlalu mudah memberi, kamu tidak lagi dianggap berharga.
Orang yang benar-benar dewasa adalah mereka yang: “berbicara dengan lembut, tetapi bertindak dengan tegas.”
Wajahnya ramah, sikapnya dewasa, tetapi batas dirinya jelas, prinsipnya tidak bisa digoyahkan.
Kesimpulan: Hidup dengan Lebih Berharga dan Bermartabat
Pelajaran terbesar dari hidup adalah:
Tidak semua orang layak kamu beri seluruh hatimu. Tidak semua hubungan pantas kamu perjuangkan habis-habisan.
Saat kamu mulai menarik kembali kebaikanmu yang tak berbatas, saat kamu menyimpan perhatianmu untuk orang yang layak, saat kamu menggunakan energi untuk hubungan yang memberi timbal balik— hidupmu akan menjadi jauh lebih ringan.
Menjadi dewasa berarti:
Baik, tapi tahu batas. – Lembut, tapi punya prinsip. – Berbelas kasih, tapi punya ketegasan.
Ingat satu kalimat ini baik-baik: “Kamu tidak perlu menyenangkan seluruh dunia. Berikan kebaikanmu hanya kepada mereka yang tahu cara menghargainya.” (jhn/yn)
Hadirkan Perawatan Kecantikan Perpaduan Holistik dan Modern, Sehat dari dalam dan luar tubuh
Surabaya — Profira Clinic memasuki usia ke-15 dengan langkah besar. Tepat pada 27 November 2025, klinik kecantikan dan kesehatan estetika terkemuka di Surabaya ini meresmikan gedung barunya di Pakuwon Square, mengusung tema “Elevating Beauty: A New Chapter Begins”, sebuah fasilitas enam lantai yang menghadirkan konsep terbaru: “All-in-One Beauty & Wellness Destination.”
Peresmian dilakukan langsung oleh Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, M.A. dan Ibu Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, disaksikan oleh para loyal customer, influencer, media, dan jajaran dokter Profira. Prosesi dilanjutkan dengan gunting pita, penandatanganan prasasti dan tur klinik untuk melihat teknologi serta layanan terbaru yang dihadirkan.
Tonggak Baru Perjalanan 15 Tahun: Gedung Lebih Besar, Layanan Lebih Lengkap
Dalam sambutannya, dr. Vivien Marini, M.Biomed (AAM)., Dipl. AAAM, President Director Profira Clinic, menegaskan bahwa perjalanan 15 tahun bukan sekadar usia, tetapi perjuangan panjang dalam menghadirkan layanan yang aman, berkualitas, dan inovatif.
“Ini bukan hanya perayaan, tetapi fase baru Profira. Setelah 15 tahun, kami ingin memberikan layanan yang lebih paripurna—lebih aman, lebih nyaman, dan lebih menyeluruh. Gedung baru enam lantai ini adalah komitmen kami untuk terus meningkat dan berkembang,” ujar dr. Vivien.
Relokasi dari kawasan HR Muhammad ke Pakuwon Square disebut dr. Vivien sebagai jawaban atas kebutuhan fasilitas lebih luas dan akses lebih mudah bagi pelanggan, terutama para ibu yang membutuhkan area parkir serta kenyamanan mobilitas.
Konsep ‘Elevating Beauty’: Kecantikan yang Tidak Hanya Tampak, Tetapi Juga Terasa
Tema ulang tahun ke-15, “Elevating Beauty: A New Chapter Begins,” menggambarkan arah baru Profira dalam industri estetika:
Lebih aman dengan teknologi medis terkini
Lebih personal dengan analisis dan konsultasi profesional
Lebih canggih dengan mesin dan perangkat berstandar internasional
Lebih menyeluruh dari wajah, tubuh, hingga kesehatan internal
“Momentum 15 tahun ini bukan hanya perayaan, tetapi sebuah deklarasi arah baru Profira. Dengan hadirnya gedung enam lantai di Pakuwon Sguare, kami berkomitmen memberikan standar pelayanan yang lebih tinggi—lebih aman, lebih personal, dan lebih menyeluruh. Profira ingin menjadi tempat di mana kecantikan gan kesehatan bertemu, sehingga setiap orang dapat merasakan pengalaman yang benar-benar elevating.” — dr. Novita Damayanti, Sp.D.V.E., Director of Profira
Gedung baru Profira menghadirkan fasilitas lengkap dari lantai 1 hingga lantai 6, menghadirkan rangkaian layanan terbaru di tiga pilar utama:
Hair & Scalp Center dengan teknologi Micrograft Hair Treatment dan Onsen Head Spa mengatasi berbagai permasalahan rambut dan kulit kepala (di lantai 3)
Aesthetic & Beauty Facial Treatments untuk wajah, Profira menyediakan layanan aesthetic medic dan beauty treatment dengan beragam metode yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing individu (di lantai 3).
Wellness Treatments: Melengkapi pendekatan holistik, Profira kini menghadirkan Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) & Light Sauna Weliness. Keduanya berfokus pada peningkatan kesehatan internal, mempercepat regenerasi sei, meningkatkan imunitas, dan memberikan relaksasi menyeluruh.
Setiap inovasi berangkat dari satu tujuan: Elevate — mengangkat pengalaman kecantikan dan kesehatan bagi pria maupun wanita.
Selain itu gedung 6 lantai ini, ruang Medical Aesthetic Center untuk tindakan dokter (di lantai 4). Dan Training & Meeting Hall (di lantai 5) untuk edukasi dan inovasi professional. Serta Akses lift ramah disabilitas dan jalur khusus untuk pasien yang membutuhkan privasi
Hyperbaric Oxygen O₂: “The New Jewel” Profira untuk Sehat & Cantik dari Dalam
Salah satu layanan paling revolusioner di gedung baru ini adalah Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT)—teknologi yang sebelumnya hanya banyak ditemukan di rumah sakit besar atau fasilitas militer.
Kini, Profira menjadi salah satu klinik estetika pertama di Surabaya yang menghadirkan layanan ini.
Menurut dr. Vivien, HBOT bukan sekadar tren, tetapi terapi dengan manfaat luas untuk kesehatan maupun kecantikan.
“Hyperbaric O₂ ini adalah ‘perkawinan yang sangat match’ antara kecantikan dan kesehatan. Tekanan tinggi membantu oksigen murni terserap jauh lebih optimal hingga ke sel-sel tubuh. Hasilnya luar biasa—penyembuhan lebih cepat, regenerasi kulit lebih optimal, hingga kualitas tidur yang lebih baik,” jelasnya.
Apa Itu Hyperbaric O₂? Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) adalah terapi klinis yang terbukti efektif dengan cara menghirup oksigen murni 100% dalam ruangan bertekanan tinggi (chamber). Tekanan tinggi ini memungkinkan oksigen terserap lebih optimal ke dalam darah dan jaringan tubuh.
Manfaat Hyperbaric O₂ bagi Tubuh & Kecantikan
Terapi ini terbukti secara klinis membantu:
Meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan jaringan tubuh
Menunjang recovery pasca tindakan estetika atau operasi
Detoksifikasi alami dan memperbaiki sirkulasi darah
Membantu penyembuhan penyakit tertentu
Mencerahkan kulit, meningkatkan elastisitas, mencerahkan dan merawat kulit dari dalam
Bahkan untuk kecantikan, HBOT berdampak pada:
Perbaikan kualitas kulit
Reduksi inflamasi (jerawat, iritasi)
Mempercepat efek perawatan wajah & anti-aging
Meningkatkan produksi kolagen
Membantu pertumbuhan rambut
Mengurangi nyeri menstruasi dan memperbaiki hormonal balance
Cerita Nyata Pasien: Dari Sulit Bergerak hingga Kembali Responsif
dr. Vivien membagikan pengalaman pribadi: ibunya yang mengalami penurunan fungsi karena serangan stroke menunjukkan perkembangan signifikan setelah menjalani terapinya.
“Setelah delapan kali HBOT, saya melihat perubahan besar. Bicara lebih lancar, berjalan lebih ringan, respons lebih cepat. Itu yang saya saksikan sendiri,” ungkapnya.
Tidak hanya untuk pasien medis, beberapa pelanggan Profira yang sebelumnya melakukan 100–150 kali HBOT di tempat lain kini beralih karena fasilitas Profira dinilai lebih nyaman dan higienis.
Chamber Luas, Privat, dan Aman untuk Hingga 6 Orang
Profira menyediakan chamber hyperbaric berukuran besar yang dapat menampung hingga 6 pasien sekaligus, dengan pendampingan perawat untuk pelanggan yang baru pertama kali mencoba. Namun tidak menutup kemungkinan bagi pasien yang sudah terbiasa ingin melakukan terapi ini secara mandiri.
Sebelum terapi, pasien akan menjalani konsultasi, pemeriksaan, dan penyesuaian tekanan secara bertahap. Setelah rangkaian awal selesai Anda akan menghirup oksigen melalui masker/canula.
Berapa kali sesi untuk terapi HBOT ini agar mendapatkan hasil optimal? Pada dosis awal 5x berturut-turut dalam minggu pertama, diikuti dengan 3x dalam minggu kedua, lalu 2x di minggu ketiga, lalu dilanjutkan dengan dosis maintenance ( 1- 2x dalam seminggu atau sesuai anjuran dokter).
Bagi Anda yang menginginkan pemulihan kesehatan yang cepat dan kulit yang lebih sehat, Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) di Profira Clinic menjadi pilihan tepat karena beberapa alasan unggulan:
1. Pengawasan Tenaga Medis Profesional Terapi dilakukan di bawah pengawasan langsung dokter dan perawat yang telah tersertifikasi, menjamin keamanan dan akurasi selama proses terapi.
2. Fasilitas Modern dan Higienis Profira Clinic dilengkapi peralatan terkini dengan standar kebersihan tinggi, memastikan kenyamanan dan sterilitas selama sesi terapi.
3. Private Chamber Eksklusif Tersedia ruang terapi privat bagi Anda yang menginginkan kenyamanan maksimal, baik secara pribadi maupun bersama keluarga/teman dekat.
4. Treatment Kombinasi HBOT dapat dikombinasikan dengan treatment lainnya di Profira Clinic untuk hasil yang lebih optimal dan menyeluruh.
5. Hasil yang Terjamin Profira Clinic berkomitmen memberikan hasil yang aman, nyaman, dan maksimal bagi setiap pasien.
Komitmen Profira: Dari Estetika Menuju Beauty & Wellness Holistik
Dalam diskusi dengan media, dr. Vivien menegaskan bahwa Profira kini tidak hanya fokus pada kecantikan luar, tetapi juga kesehatan internal. Hyperbaric O₂, Light Sauna Wellness, hingga pola hidup sehat menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh Profira.
“Kecantikan tidak bisa hanya dari luar. Kalau tubuh tidak sehat, kulit tidak bisa maksimal. Kami ingin membantu pasien dari dalam dan luar—inner beauty dan outer beauty berjalan bersama,” jelasnya.
Langkah ke depan, Profira bahkan membuka peluang ekspansi menuju tindakan bedah plastik estetika, namun tetap mengutamakan keamanan, etika, dan konsultasi medis yang matang.
Promo Ulang Tahun ke-15: Apresiasi Besar untuk Pelanggan
Sebagai bagian dari selebrasi 15 tahun, Profira menghadirkan rangkaian promo mulai 24 November – 1 Desember 2025:
Diskon hingga 99%
Tebus murah 50%
Paket Bundling 99%
Value Back & More Deals
Perawatan hanya Rp15 ribu
Flash Sale harian
Hadiah spesial iPhone 17 Pro untuk top spender
Dengan grand opening gedung baru dan hadirnya layanan Hyperbaric O₂, Profira resmi memasuki babak baru: tempat di mana kecantikan bertemu dengan kesehatan, dan setiap orang dapat merasakan pengalaman yang benar-benar “Elevating Beauty.”
EtIndonesia. Sebelum membahas topik utamanya, mari kita mulai dengan sebuah kisah menarik tentang kehidupan orang zaman dulu. Pada masa Dinasti Tang—salah satu era paling gemilang dalam sejarah Tiongkok—masyarakat hidup makmur dan negara mengalami kejayaan bertubi-tubi. Namun, meski zaman itu penuh kemakmuran, fasilitas transportasi masih sangat terbatas. Orang bepergian terutama dengan kereta kuda, menunggang kuda, atau naik perahu.
Pada masa itu, menikah dengan orang dari tempat jauh sangat sering terjadi, apalagi pernikahan antara etnis yang berbeda. Perjalanan untuk “menjemput pengantin” sering kali sangat jauh. Untuk menghemat waktu, orang-orang menemukan cara cerdik: pihak laki-laki menunggang kuda menuju rumah perempuan, sementara pihak perempuan naik tandu menuju rumah laki-laki. Mereka akan bertemu di tengah perjalanan, lalu kembali bersama ke rumah pengantin pria. Dengan begitu, upacara-upacara penting seperti sembah leluhur atau masuk kamar pengantin bisa selesai sebelum hari gelap.
Contoh kecil ini memberi kita dua pelajaran penting:
Nasib seseorang berada di tangannya sendiri. Di saat-saat genting, kita harus mampu bersikap fleksibel.
Meski setiap keluarga punya aturan, kadang kita perlu berani mengubahnya. Jika terlalu kaku berpegang pada tradisi lama, keluarga justru bisa kehilangan kreativitas dan terjebak dalam pola lama yang membuat semua pihak tersiksa.
Demikian pula dalam hubungan orangtua dan anak: orangtua berharap anak membantu mereka di hari tua, anak berharap orangtua mendukung mereka saat dewasa. Tetapi bila semuanya hanya menunggu, yang muncul hanyalah kekecewaan—dan tragedi keluarga pun dimulai.
01 — Anak Menunggu Bantuan Orangtua, Namun Orang Tua Tidak Mampu Memberikan
Saat kecil, kita selalu merasa orangtua itu serba bisa.
Ada seorang anak pernah menangis ingin “mengambil bulan.” Ayahnya berkata, “Bisa.” Dia mengambil sebuah baskom berisi air dan menaruhnya di bawah cahaya bulan. Pantulan bulan membuat permukaan air tampak berkilau—anak itu pun tersenyum senang.
Ibu bisa mendongengkan kisah-kisah indah, membawa anak memasuki dunia penuh imajinasi. Orangtua bekerja keras untuk memberi kehidupan yang lebih baik—membeli rumah dekat sekolah, menyekolahkan anak di tempat terbaik, membayar les tambahan, bahkan memasukkan mereka ke bimbingan belajar demi masa depan yang cerah.
Semua ini dilakukan sampai anak masuk universitas. Seolah semuanya berjalan mulus.
Namun ketika si anak tumbuh dewasa dan masuk ke dunia kerja, kenyataan tidak seindah harapan. Mereka bisa saja punya ilmu, tetapi sulit mendapat kesempatan besar. Bekerja seumur hidup terasa menyesakkan. Mau berwirausaha, tapi tak punya modal. Lalu ketika meminta bantuan kepada orangtua, barulah mereka sadar:orang tua tidak punya kemampuan finansial untuk membantu.
Kita bukan “anak pejabat,” bukan “anak pengusaha”—bahkan tabungan orangtua pun mungkin sangat pas-pasan.
Yang lebih menyakitkan, anak mulai menyadari bahwa orangtua juga tidak adil dalam mendidik mereka. Ada anak yang disayang dan diprioritaskan, ada yang diabaikan.
Contohnya adalah keluarga penerjemah terkenal Fu Lei. Dia memiliki dua putra: • Fu Cong, sangat berbakat—Fu Lei mengorbankan segalanya demi pendidikannya. • Fu Min, juga suka belajar, tetapi dianggap tidak berbakat, sehingga tidak terlalu diperhatikan.
Semakin besar, seorang anak semakin melihat jelas keterbatasan orangtuanya. Namun di lubuk hati mereka tetap berharap orangtua bersikap fair dan bisa membantu di saat genting.
Sementara itu, banyak orangtua—terutama di desa—memiliki jaringan sosial yang sangat terbatas. Teman mereka hanya tetangga atau kerabat. Ketika anak pergi merantau, mereka tidak bisa banyak membantu.
Anak merasa kehilangan pegangan, lalu kecewa, hingga akhirnya muncul keinginan terpendam untuk “bergantung pada orangtua”— tetapi orangtua juga tak mampu. Situasi ini membuat hati semakin perih.
02 — Orangtua Menunggu Bakti Anak, Tapi Anak Tidak Tumbuh Seperti Harapan
Orang zaman dulu berkata: “Peliharalah anak untuk hari tua, simpanlah makanan untuk masa lapar.”
Banyak orangtua memegang teguh pepatah ini. Meski berkata: “Nanti orangtua akan mengurus diri sendiri,” jauh dalam hati, mereka tetap berharap anak bakal mengurus dan menghormati mereka kelak.
Banyak orangtua tidak menyiapkan tabungan atau rumah untuk hari tua. Mereka berharap ketika anak sudah bekerja, anak akan membalas budi, memberi nafkah, atau mengajak mereka tinggal bersama.
Sayangnya kenyataan tidak selalu begitu. Tidak semua anak mengerti arti bakti. Dan meskipun ada yang ingin berbakti, kondisi hidup mereka sendiri kadang sama sulitnya.
Contoh paling dekat: Kakak saya bekerja di luar kota bertahun-tahun. Saking sibuknya, kadang menelepon ibu pun lupa. Ibu sering mengeluh, merasa telah melahirkan “anak yang tidak tahu berterima kasih.”
Ibu tidak mengerti ritme hidup zaman sekarang. Baginya, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang bisa duduk makan bersama setiap hari. Tapi kakak saya kemudian pindah lagi ke Shenzhen—semakin jauh. Jarak membuat ibu makin kecewa, makin merasa kesepian.
Ada pepatah berkata: “Bila gunung tidak menghampiri kita, maka kitalah yang menghampiri gunung.”
Saat anak sibuk, orangtua juga bisa mendekat lebih dulu. Datangi anak, meski hanya tinggal di penginapan terdekat. Mengobrol sejenak saja bisa mengobati rindu. Orangtua punya waktu lebih fleksibel; anak, di sisi lain, harus lebih aktif menciptakan kedekatan.
Jangan keras kepala. Belajarlah saling menyesuaikan.
03 — Bila Keluarga Mengalami Kebuntuan, Jangan Menghindar: Ubah Dirimu Dulu
Ketika masalah muncul dalam keluarga, jangan lari, jangan saling menyalahkan. Kita harus berani berubah dan memperbaiki diri. Orangtua adalah bagian dari keluarga, tetapi juga bagian dari masyarakat. Anak pun demikian.
Untuk membuat keluarga bahagia, dibutuhkan lebih dari sekadar cinta—kita butuh kemampuan, ekonomi, stabilitas, dan rumah tangga yang tertata. Semua itu tidak jatuh dari langit, melainkan diperoleh melalui interaksi dengan masyarakat.
Langkah pertama: andalkan dirimu sendir. Jangan hanya menunggu bantuan keluarga. Belajarlah mencari apa yang bisa kamu dapat dari masyarakat. Lalu, apa pun yang kamu peroleh, bagikan secukupnya kepada keluarga agar semuanya maju bersama.
Langkah kedua: berani memodifikasi aturan keluarga. Aturan memang penting, tetapi tidak boleh kaku. Seiring bertambahnya usia orangtua, perubahan ekonomi, dan perubahan kondisi keluarga, aturan lama harus diperbarui. Setiap orang harus mau menjadi teladan, dan keluarga sebaiknya memilih seorang “penjaga keluarga” yang bisa menjadi pemersatu.
Penyair Lawrence pernah berkata: “Keluarga yang kamu bangun jauh lebih penting daripada keluarga tempat kamu dilahirkan.”
Seiring berjalannya waktu, cara hidup orangtua dan anak akan berbeda. Adaptasi diperlukan. Hanya dengan begitu, semua orang bisa hidup lebih baik—keluarga pun tumbuh dan berkembang bersama. (jhn/yn)
EtIndonesia. Sebuah kereta api menabrak pekerja kereta api di Tiongkok barat daya pada hari Kamis (27/11), menewaskan 11 orang, kata otoritas perkeretaapian setempat setelah kecelakaan di Provinsi Yunnan.
Kereta api yang “digunakan untuk uji coba peralatan seismik” bertabrakan dengan pekerja konstruksi di Stasiun Kota Luoyang, Kunming, pada dini hari, menewaskan 11 orang dan melukai dua orang, kata Biro Kereta Api Kunming dalam sebuah pernyataan.
Kereta api tersebut “melewati tikungan di dalam Stasiun Kota Luoyang Kunming dengan normal ketika tabrakan terjadi dengan pekerja konstruksi yang memasuki area rel”, katanya.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, tambah pihak berwenang.
Transportasi telah kembali normal pada Kamis siang, dan korban luka-luka telah menerima perawatan, kata mereka.
Kecelakaan industri cukup umum terjadi di Tiongkok karena peraturan yang tidak jelas dan standar keselamatan yang lemah.(yn)
EtIndonesia. Beberapa hari lalu, saat ada kegiatan orang tua–anak di TK putri saya, seorang anak laki-laki menarik perhatian saya. Semua anak berkumpul mengelilingi guru bermain permainan, tapi hanya anak laki-laki ini yang berdiri menyendiri di pojok ruangan. Dia memegang erat sebuah handuk mandi tua, menunduk diam tanpa suara — begitu patuh sampai membuat hati saya tersentuh.
Belakangan, saya sempat berbicara singkat dengan ibunya. Dia bercerita bahwa suatu hari ketika sedang memandikan anaknya, dia dan suaminya bertengkar hebat. Anak itu menangis sambil memeluk handuk mandi tersebut. Sejak kejadian itu, handuk tersebut menjadi satu-satunya “pegangan” yang membuatnya merasa aman — dia tak bisa berpisah darinya.
Pertengkaran orang dewasa, tetapi yang menjadi korban justru anak yang tidak bersalah.
Dalam sebuah survei terhadap 3.000 anak usia sekolah, ketika ditanya: “Apa hal yang paling kamu takuti?”
Jawaban terbanyak adalah: “Aku takut Ayah dan Ibu bertengkar. Mereka terlihat sangat menakutkan saat bertengkar.”
Di Zhihu ada satu pertanyaan populer: “Apa yang anak rasakan saat orangtua bertengkar?”
Satu jawaban dengan suara terbanyak menulis: “Setiap menit rasanya seperti siksaan. Aku ingin lari. Ayah dan Ibu sering bertengkar sampai wajah memerah, bahkan pernah saling pukul di depan aku. Sampai sekarang, aku masih sering terbangun karena mimpi buruk tentang pertengkaran itu.”
Tidak peduli siapa yang menang atau kalah, dalam pertengkaran orangtua, pihak yang paling rugi selalu anak.
Setelah punya anak, pertengkaran suami–istri bukan lagi sekadar konflik dua orang dewasa. Di mata anak, itu adalah momen paling menakutkan dalam hidupnya.
Dampak dari pertengkaran orangtua bisa mengikuti anak seumur hidup.
Teman saya, Xiao Min, tumbuh dalam keluarga yang penuh pertengkaran.
Dia masih ingat dengan jelas salah satu kejadian: orangtuanya bertengkar hebat, memecahkan piring dan gelas di dapur. Di tengah tanah yang penuh pecahan, kedua orangtuanya masing-masing menarik tangannya, bertanya:“Kamu mau ikut siapa?”
Kenangan masa kecil yang sangat tidak bahagia itu hingga dewasa terus menjadi bayangan gelap dalam hidupnya.
Yang paling diinginkan seorang anak sebenarnya hanya satu: rumah yang damai dan penuh kehangatan.
Jika rumah selalu penuh konflik, pertumbuhan mental dan emosional anak akan terganggu.
Mereka lebih mudah mengalami:
gangguan kecemasan
ketakutan berlebihan
karakter yang defensif
rendah diri
trauma jangka panjang
Ketika orangtua saling “menyakiti” dalam suasana penuh asap konflik, yang paling terluka adalah anak yang harus bertahan hidup dalam kekacauan rumah tangga itu.
Jangan biarkan keretakan dalam pernikahan menghancurkan kebahagiaan generasi berikutnya.
Contoh terbaik yang bisa ditunjukkan orangtua pada anak adalah kedamaian dan saling menyayangi.
Karena anak sangat peka terhadap hubungan orang tuanya. Dari interaksi Ayah dan Ibu, mereka menilai apakah rumah adalah tempat yang aman atau tidak.
Kisah rumah tangga Qian Zhongshu dan Yang Jiang sering dianggap sebagai contoh indah pernikahan harmonis.
Qian Zhongshu pernah memberikan pujian paling tinggi untuk istrinya: “Istri yang paling bijaksana, perempuan yang paling berbakat.”
Di suatu pagi saat mereka tinggal di luar negeri,Yang Jiang bangun dan mendapati sebuah meja kecil diletakkan di tepi ranjang.
Qian Zhongshu sudah menyiapkan: telur rebus, susu hangat, roti panggang.
Dia berkata: “Ini sarapan paling enak yang pernah aku makan.”
Kehidupan yang penuh kehangatan seperti itu membuat anak mereka tumbuh dengan pemahaman alami tentang apa itu bahagia.
Namun, pasangan paling harmonis sekalipun pasti pernah berbeda pendapat. Pertengkaran kadang tidak bisa dihindari. Jika itu terjadi, bagaimana meminimalkan luka pada anak?
(1) Usahakan untuk tidak bertengkar di depan anak
Sulit membayangkan perasaan seorang anak kecil melihat Ayah dan Ibu berteriak, membentak, atau melempar barang.
Emosi negatif orangtua itu bagai badai besar bagi anak. Jika memungkinkan, hindari pertengkaran di hadapan mereka.
(2) Jika anak tidak sengaja melihat pertengkaran, jelaskan dengan tenang
Jangan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Anak sangat peka — mereka merasakan semuanya.
Jelaskan dengan sederhana dan jujur: “Ayah dan Ibu hanya punya pendapat berbeda. Suaranya sedikit keras, tapi tidak apa-apa.”
Dan tentunya, belajar berkomunikasi yang baik sebagai pasangan, karena banyak masalah sebenarnya bisa selesai tanpa perlu bertengkar.
(3) Yang terpenting: beri tahu anak bahwa itu bukan salah mereka
Dalam film Flipped (怦然心动), ada adegan ketika Julie sedih karena orangtuanya bertengkar.
Ayahnya menenangkannya: “Ini bukan salahmu.”
Ibunya juga berkata: “Masalah orang dewasa ada solusinya. Ayah dan Ibu saling mencintai, dan kami juga selalu mencintaimu.”
Julie pun pulih dari kesedihannya dan bahkan merasa lebih mencintai orangtuanya.
Kesimpulan
Rumah yang damai dan penuh kasih adalah hadiah terbesar yang bisa diberikan orangtua kepada anak.
Anak diciptakan untuk dicintai, bukan untuk dijadikan korban dari kemarahan dan konflik orang dewasa.
Semoga setiap anak bisa tumbuh dalam kehangatan, diperlakukan dengan kelembutan, dan terbebas dari luka yang seharusnya tidak mereka tanggung.(jhn/yn)
EtIndonesia. Kebakaran dahysat bak “Kiamat” melanda Hong Kong. Kebakaran bermula terjadi pada Rabu 26 November 2025 di sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, wilayah New Territories. Api dengan cepat melahap tujuh dari delapan menara di kompleks Wang Fuk Court, menyemburkan kobaran api dan asap tebal dari jendela-jendela bangunan.
Menurut laporan media, perancah bambu di bagian luar gedung pertama kali terbakar, kemudian api dengan cepat merambat ke beberapa gedung tinggi, mengirimkan asap hitam tebal ke langit. Api semakin tak terkendali dan situasinya sangat memilukan.
Hingga Jumat 28 November pukul 06.00 pagi waktu setempat, sebanyak 94 orang telah dipastikan tewas dalam kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Petugas pemadam kebakaran masih terus mencari orang-orang yang hilang, demikian disampaikan departemen pemadam kebakaran kota itu dalam pembaruan terbarunya.Sebelumnya sempat dilaporkan 279 orang dinyatakan hilang.
Hingga kini api belum sepenuhnya dipadamkan dan sejumlah warga masih terjebak di dalam gedung. Upaya evakuasi dan pencarian terus dilakukan.
Api berwarna oranye terang menjulang tinggi disertai suara ledakan tak henti-hentinya. Dalam sekejap, beberapa gedung tampak sepenuhnya dilalap api, seperti adegan dari dunia kiamat. Masyarakat yang menyaksikan kebakaran itu sangat panik dan putus asa.
Warga Hong Kong: “Kenapa pemadam kebakaran hanya punya satu selang air? Sudah berjam-jam, kenapa hanya satu?”
Menurut media Hong Kong, sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada 26 November, kronologi kejadian bermula perancah bambu yang dipasang di bagian luar gedung tiba-tiba terbakar. Dengan bantuan angin kencang, api merambat naik melalui rangka perancah dan berubah menjadi pilar api raksasa. Seluruh gedung pun seketika dilalap si jago merah.
Penduduk Hong Fook Yuen, Harry Cheung: “Sekitar pukul 14.45 saya mendengar suara ledakan keras. Saya melihat ke luar jendela dan melihat cahaya api dari arah gedung nomor 5. Saat turun ke bawah, orang-orang mengatakan api di gedung 5 sangat besar.”
Wakil Direktur Pemadam Kebakaran Hong Kong, Chan Hing-yung: “Karena suhu yang sangat tinggi di lokasi, kami memutuskan untuk meningkatkan status kebakaran ke peringatan level 5, agar lebih banyak sumber daya bisa dikerahkan.”
Karena suhu ekstrem di dalam gedung, petugas pemadam sama sekali tidak dapat masuk untuk memadamkan api atau melakukan penyelamatan. Api terus membesar selama berjam-jam. Saat malam tiba, kebakaran meluas ke gedung lain seperti Hong Tai House dan Hong Sun House, sehingga ribuan rumah terdampak.
Penduduk Hong Fook Yuen, Y.Y. Chan: “Tentu saja saya sangat sedih. Begitu banyak gedung terbakar, bahkan ada yang apinya sudah masuk ke dalam rumah. Siapa yang tidak sedih? Walaupun gedung tempat saya tinggal apinya sudah dipadamkan, tapi melihat sekeliling masih menyala di mana-mana, rasanya sangat menyakitkan.”
Mr. Hung, 65 tahun, penghuni gedung nomor 1, mengatakan api merambat sangat cepat.
Mr. Hung: “Hati saya hancur. Banyak tetangga dan teman saya… Saya tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang. Semua apartemen terbakar. Saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana.”
Salah satu tetangganya masih belum menemukan istrinya. Penghuni lain, Mr. Cheung, hanya bisa pasrah saat melihat rumahnya sendiri terbakar.
Harry Cheung: “Sekarang hanya bisa menjalani langkah demi langkah. Saya bahkan bingung harus tidur di mana malam ini, karena sepertinya saya tidak bisa pulang.”
Petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam untuk mengendalikan api. Menurut laporan, masih ada orang yang berhasil diselamatkan pada tengah malam, termasuk seorang bayi. Seorang petugas pemadam berusia 37 tahun dinyatakan gugur dalam tugas. Lebih dari 700 warga kini mengungsi di pusat penampungan sementara.
Kebakaran ini adalah kebakaran level 5 pertama di Hong Kong dalam 17 tahun terakhir. Polisi sedang menyelidiki penyebab kebakaran dan telah menangkap tiga tersangka.
Kompleks Wang Fuk Court, memiliki delapan gedung, beberapa setinggi 32 lantai. Tujuh di antaranya terbakar dalam insiden ini. Total ada 2.000 unit hunian, yang sebagian baru selesai diperbaiki beberapa bulan terakhir. (Hu/asr)
Laporan disusun oleh reporter NTDTV, Yi Jing.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran tingkat lima di Wang Fuk Court, Tai Po, terus bertambah, sementara 279 lainnya masih belum dapat dihubungi. Pada 27 November pagi, api di beberapa unit masih berkobar hebat dengan asap tebal terus membubung. (Yu Gang/The Epoch Times)Pada 27 November 2025 pagi, api di sejumlah unit masih berkobar hebat dan asap tebal terus keluar. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan beberapa selang untuk menyemprotkan air dari dalam dan luar gedung. (Yu Gang/The Epoch Times)Pada (27 Nov) pagi, api di beberapa unit masih berkobar hebat dan asap tebal terus membubung. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah selang untuk menyemprotkan air dari dalam maupun luar gedung. (Yu Gang/The Epoch Times)Pada (27 Nov) pagi, api di sejumlah unit masih berkobar hebat dan asap tebal terus mengepul. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan beberapa selang untuk menyemprotkan air dari dalam dan luar gedung. (Yu Gang/The Epoch Times)Pada (27 Nov) pagi, api di sejumlah unit masih berkobar hebat dan asap tebal terus membubung. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan beberapa selang untuk menyemprotkan air dari dalam dan luar gedung. (Yu Gang/The Epoch Times)Beberapa di antaranya harus mengenakan masker oksigen saat dievakuasi, sebelum dibawa ke rumah sakit dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan. (Yu Gang/The Epoch Times)Departemen Pemadam Kebakaran mengerahkan 196 mobil pemadam, 98 ambulans, serta lebih dari 1.200 petugas pemadam dan tenaga medis. (Yu Gang/The Epoch Times)Dalam operasi ini, Departemen Pemadam Kebakaran mengerahkan 196 mobil pemadam, 98 ambulans, serta lebih dari 1.200 petugas pemadam dan tenaga medis. (Yu Gang/The Epoch Times)