Tamu yang Suka Mengkritik

EtIndonesia. Ada pepatah mengatakan: “Dari ratusan jenis pekerjaan, di setiap bidang selalu ada orang yang jadi ahlinya.”

Tapi sekarang, tampaknya muncul satu pekerjaan baru — dan tak tahu apakah pekerjaan ini akan membawa seseorang menuju sukses.

Zheng Tong adalah seorang petugas layanan kamar di sebuah hotel. Hari itu, seorang tamu perempuan datang ke lantai yang menjadi tanggung jawabnya. Wanita itu berambut panjang, tubuh ramping, membawa koper kecil — jelas seorang gadis cantik.

Zheng Tong membantunya membuka pintu kamar, dan ketika dia hendak pergi, gadis itu menahannya: “Jangan pergi dulu, aku mau lihat kamarnya dulu.”

Begitu pintu terbuka, gadis itu langsung melepas sepatu hak tingginya dan masuk dengan bertelanjang kaki. Dia meraba meja teh, membuka tirai, duduk di atas tempat tidur, lalu menghampiri pintu kamar mandi dan mencium udara di sana.

Zheng Tong heran, tapi gadis itu kemudian berkata: “Aku kurang puas dengan kamar ini. Bisa diganti yang lain?”

Zheng Tong mengangguk dan menggantikan dengan kamar sebelah. Tapi setelah diperiksa, gadis itu tetap tidak puas. Dia kembali minta kamar lain. Begitu seterusnya — tiga kamar telah dia lihat, tetapi semuanya dia tolak. Dia lalu minta kamar di seberang.

Zheng Tong agak bingung. “Kamar sebelah sana bukan bagian yang saya urus. Tapi kalau mau lihat, saya bisa bukakan.”

Akhirnya dia turun untuk mengambil kunci dan membukakan pintunya.

Gadis itu tetap masuk dengan bertelanjang kaki. Baru berjalan beberapa langkah, dia keluar lagi dengan wajah kesal — telapak kakinya penuh debu.

Zheng Tong buru-buru meminta maaf, : “Maaf sekali, mungkin kamar itu tidak dibersihkan dengan teliti.”

Gadis itu tersenyum kecil: “Itu bukan kamar yang kamu urus, tapi kamu tetap minta maaf? Ya sudah, setelah lihat beberapa kamar, aku rasa kamar pertama tadi yang terbaik. Aku pakai yang itu saja.”

Akhirnya kembali ke kamar awal. Tapi Zheng Tong tetap tersenyum — tidak sedikit pun terlihat kesal.

Gadis itu sepertinya puas dengan pelayanannya. Sebelum menutup pintu, dia menjabat tangannya: “Terima kasih ya. Namaku Tang Ying. Boleh aku tahu namamu?”

Zheng Tong memperkenalkan diri lalu pergi.

Atasan yang Salah Fokus

Saat Zheng Tong menuju lift, dia bertemu kepala bagian kamar, Wang Yumin.

“Aku dengar ada tamu yang sangat rewel?” tanya Wang.

Zheng Tong menjawab tenang: “Tidak rewel kok. Hanya minta lihat beberapa kamar. Sekarang sudah check-in.”

Wang mendengus: “Kalau dia hanya cari masalah, ya tidak usah diladeni!”

Saat itu Tang Ying juga tiba di depan lift.

Zheng Tong menunjuknya dan berkata: “Ini tamunya.”

Namun Wang tiba-tiba terdiam. Matanya berbinar.

Wang memang pria tampan dan pandai berbicara, dan dia selalu bangga bisa menaklukkan wanita mana pun.  Dan jelas sekali — dia langsung jatuh hati pada Tang Ying.Dia pun mulai menggoda dan mengajaknya berbicara. 

Zheng Tong menyelinap pergi, enggan melihatnya. Tak lama kemudian, Wang meminta Zheng Tong mengantarkan perlengkapan mandi sekali pakai ke kamar Tang Ying.

Zheng Tong bingung: “Bukannya hotel kita sudah tidak menyediakan barang-barang itu?”

Wang mendengus tidak sabar : “Suruh antar saja! Kalau dia tanya, bilang itu layanan khusus dari bagian kamar.”

Zheng Tong pun mengantarkan barang itu. Tang Ying hanya mengucapkan terima kasih tanpa bertanya apa pun.

Perhatian yang Tidak Berbalas

Keesokan harinya, meski jadwalnya libur, Wang datang ke hotel dengan dandanan rapi dan membawa seikat bunga besar.

 Zheng Tong melihatnya dari jauh ketika dia mengetuk pintu kamar Tang Ying.  Dia hanya bisa menggelengkan kepala.

Sore hari, hujan lebat tiba-tiba turun. Tang Ying pulang dalam keadaan basah kuyup.

Zheng Tong segera menghampiri : “Ada yang bisa saya bantu?”

Tang Ying menggeleng:  “Tidak, terima kasih. Aku tadinya ingin jalan-jalan sebentar karena besok mau berangkat. Tidak menyangka hujan turun mendadak.”

Mendengar dia akan pergi, Zheng Tong merasakan sedikit kehilangan.

Namun keesokan siang, Tang Ying tidak check-out. Dia bahkan tidak keluar kamar.  Zheng Tong mulai khawatir dan memberanikan diri mengetuk pintunya.

Tang Ying membuka pintu dengan mengenakan jaket tebal. Wajahnya pucat — jelas dia masuk angin.

Zheng Tong segera kembali ke ruang simpanannya, mengambil obat flu, dan mengantarkannya untuk Tang Ying.

Kebenaran Terungkap

Keesokan paginya, Tang Ying menghampirinya: “Terima kasih untuk obatnya. Aku sudah jauh lebih baik. Kamu ada waktu hari ini? Aku ingin jalan-jalan sebentar. Kuharap kamu bisa menemaniku.”

Kebetulan Zheng Tong libur siang itu, dan dia sangat senang mengiyakan permintaan itu.

Sayangnya, percakapan itu didengar oleh Wang. 

Dia marah besar: “Aku sudah mengajaknya berkali-kali dia tidak mau! Tapi kamu yang diajak? Apa kamu kasih obat yang salah kemarin?!”

Zheng Tong tidak menggubrisnya. DIa terlalu bahagia untuk peduli.

Sore itu, mereka berdua keluar bersama.

Barulah Tang Ying menceritakan hal sebenarnya: “Aku datang ke sini bukan untuk liburan. Aku bekerja. Sebenarnya aku harus pulang kemarin, tapi karena masuk angin, aku menunda sehari. Jadi hari ini sekalian istirahat.”

Zheng Tong terkejut : “Bekerja? Pekerjaan apa?”

Tang Ying tersenyum: “Aku adalah hotel tester — atau ‘tester hotel’. Tugas aku adalah menginap, mengecek kebersihan, pelayanan, fasilitas, lalu menulis laporan untuk dipublikasikan. Hari itu aku sengaja cari alasan pindah kamar untuk memeriksa tingkat kebersihan. Kamar yang kamu urus sangat bagus. Tapi kamar yang dikelola orang lain… penilaiannya tidak terlalu tinggi.”

Melihat ekspresi terkejut Zheng Tong, Tang Ying menambahkan: “Pekerjaanku sebenarnya sangat melelahkan. Aku harus pindah dari satu hotel ke hotel lain tanpa henti. Karena itu aku ingin mencari teman untuk bersantai sebentar. Kamu terlihat orang yang baik, jadi aku mengajakmu keluar hari ini. Ayo, kita nikmati setengah hari ini!”

Zheng Tong mengangguk dengan bahagia.

Kadang, kebaikan yang sederhana — ketulusan, kesabaran, dan tidak mengeluh — justru membuka pintu yang tak terduga.(jhn/yn)

IDF Bongkar “Kota Bawah Tanah” Hamas di Gaza Utara—Markas Besar Teror Muncul ke Permukaan

EtIndonesia. Menurut laporan The Jerusalem Post, pada 20 November 2025, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis paparan lengkap mengenai jaringan bawah tanah bersenjata milik Hamas di Beit Hanun, Gaza utara.

IDF: Beit Hanun adalah Markas Strategis Hamas—Ternyata Ada Kota Bawah Tanah di Bawah Rumah Warga

Militer Israel menyebut Beit Hanun telah lama menjadi salah satu titik kekuatan utama Hamas di Gaza. Namun temuan yang paling mengejutkan adalah adanya kompleks bawah tanah raksasa yang digali tepat di bawah kawasan permukiman sipil.

Menurut IDF:

  • Di atas permukaan, terdapat ribuan bangunan yang dipakai sebagai gudang senjata, pos penembak, dan pusat komando para militan.
  • Bahkan, di bawah salah satu sekolah dasar ditemukan sebuah poros vertikal langsung menuju jaringan terowongan Hamas.
  • IDF memastikan bahwa militan Hamas juga pernah beroperasi langsung di dalam sekolah tersebut.

Hingga Juli tahun ini, kekuatan militer Hamas di Beit Hanun telah hancur total atau menyerah. Sejak perang meletus pada Oktober 2023, kota itu telah dibombardir dalam beberapa putaran pertempuran hingga nyaris tidak tersisa.

Kunjungan ke Markas “Israela”: Titik Observasi Strategis

Wartawan The Jerusalem Post pernah mengunjungi sebuah markas rahasia IDF di dekat Beit Hanun bernama Israela. Dari titik observasi strategis ini, mereka dapat:

  • melihat keseluruhan kota yang hancur,
  • mempelajari taktik dan metode operasi Hamas di jaringan terowongan,
  • memahami bagaimana IDF mengidentifikasi dan memutus titik-titik penting di jalur bawah tanah.

Markas ini tidak hanya berfungsi sebagai titik peluncuran serangan ke depan, tetapi juga sebagai pertahanan garis pertama untuk mencegah infiltrasi yang dapat mengancam wilayah pemukiman Israel. Bersama dua pos militer lain di sekitarnya, titik ini memungkinkan IDF mengawasi:

  • Beit Hanun,
  • Beit Lahia,
  • Jabalya,
  • bahkan sebagian Kota Gaza dari titik ketinggian.

Komandan IDF: “Kami Bangga Mendirikan Pos Baru untuk Menumpas Hamas”

Komandan Batalyon 969 IDF mengatakan kepada The Jerusalem Post pada Juli lalu bahwa ia bangga berhasil membangun pos-pos strategis baru untuk memperkuat operasi di Gaza Utara.
Batalyon 969 berada di bawah Brigade Gaza Utara dan Divisi 99, yang dipimpin Brigadir Jenderal Barak Hiram.

Ia menegaskan bahwa pasukannya akan terus fokus menghancurkan sisa kekuatan Hamas di Beit Hanun dan mempertahankan kontrol strategis di wilayah tersebut.

Mengapa IDF Baru Merilis Temuan Ini Sekarang?

Menurut laporan tersebut, alasan Israel mempublikasikan temuan tentang “kota bawah tanah” Hamas pada pertengahan November belum sepenuhnya jelas. Namun analis menduga, IDF melakukannya untuk:

  • memperkuat opini publik internasional,
  • menunjukkan skala ancaman nyata dari Hamas,
  • dan membangun legitimasi global untuk operasi jangka panjang yang bertujuan mendemiliterisasi Gaza.

(jhon)

Taiwan Tangkap Mata-mata Tiongkok; AS Setujui Paket Penjualan Senjata Senilai Rp 16,6 Triliun untuk Perkuat Pertahanan

EtIndonesia. Pada Selasa, 18 November 2025, Taiwan kembali menggagalkan operasi mata-mata yang bertujuan merekrut prajurit aktif dan pensiunan untuk mengumpulkan informasi militer sensitif. Seorang warga negara Tiongkok ditangkap, sementara enam tentara Taiwan—baik aktif maupun pensiunan—ditahan dan diinterogasi. Kasus ini muncul di tengah meningkatnya tekanan militer Beijing terhadap Taiwan, termasuk latihan tempur simulasi yang semakin agresif.

Dalam satu minggu terakhir, Amerika Serikat juga dua kali menyetujui penjualan senjata ke Taiwan, menegaskan kembali komitmennya yang “kokoh seperti batu karang”.

Jaringan Mata-mata Terungkap, Warga Tiongkok Ditangkap

Otoritas Taiwan menangkap seorang warga Tiongkok bermarga Ding, yang diduga menjalankan operasi intelijen untuk kepentingan militer Tiongkok. Enam tentara Taiwan yang ditahan dituduh bekerja sama dengannya untuk mengumpulkan dan membocorkan rahasia pertahanan nasional.

Biro Investigasi Taiwan menyebutkan bahwa sejak 2018, Ding beberapa kali mengunjungi Taiwan dengan kedok perjalanan bisnis dan wisata. Selama itu, ia:

  • merekrut dua perwira pensiunan sebagai inti jaringan mata-mata,
  • kemudian memperluas jaringan dengan merekrut tentara aktif,
  • serta menerima transfer dana sebesar USD 356.444 ke rekening yang dibuka atas nama jaringan tersebut di Taiwan.

Dana itu diduga digunakan untuk membiayai operasi intelijen, termasuk pembayaran kepada para anggota jaringan.

Beijing Tingkatkan Simulasi Serangan Amfibi

Selain operasi mata-mata, aktivitas militer Tiongkok terhadap Taiwan terus meningkat.
Menurut citra satelit yang ditinjau Reuters, pada musim panas lalu sejumlah kapal sipil Tiongkok digunakan dalam latihan pendaratan di pantai Jecheng, Guangdong—sebuah lokasi yang dinilai sangat mirip dengan pesisir Taiwan.

Para analis militer menyebut latihan tersebut sebagai:

  • simulasi serangan amfibi,
  • pengujian taktik pendaratan cepat,
  • bagian dari rencana invasi yang lebih konkret.

Tujuannya adalah mempercepat kemampuan pasukan dan perlengkapan Tiongkok untuk mendarat dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sehingga bisa melumpuhkan pertahanan Taiwan sebelum pasukan cadangan bisa dikerahkan.

Laporan AS: Tiga Momen Potensial Invasi

Dalam laporan tahunannya yang dirilis Selasa, Kongres Amerika Serikat menyebut ada tiga tahun kunci yang mungkin menjadi titik ancaman invasi:

  • 2027, ulang tahun ke-100 Tentara Pembebasan Rakyat,
  • 2035, target modernisasi militer tahap kedua,
  • 2049, target besar “kebangkitan Tiongkok” di bawah Partai Komunis.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa:

  • dalam satu tahun terakhir Tiongkok menambah sekitar 350 silo rudal nuklir,
  • persediaan hulu ledak nuklir meningkat 20%,
  • pembangunan militer mereka sudah mendekati postur “siaga perang”.

AS Setujui Dua Paket Penjualan Senjata dalam Satu Minggu

Pada Kamis pekan lalu, AS menyetujui penjualan:

  • suku cadang jet tempur dan pesawat senilai USD 330 juta,
    yang merupakan paket pertama sejak Donald Trump menjabat kembali sebagai presiden.

Lalu pada Rabu, 19 November, AS kembali memberi persetujuan untuk menjual:

  • sistem rudal canggih senilai USD 700 juta.

Dengan demikian, total nilai penjualan mencapai USD 1 miliar hanya dalam waktu seminggu. Pemerintah AS menegaskan bahwa dukungan terhadap Taiwan tetap tidak tergoyahkan. (jhon)

Provinsi Liaoning, Tiongkok : Praktisi Falun Gong Chen Yan Meninggal Dunia Tiga Hari Setelah Dipenjara

EtIndonesia. Seorang praktisi Falun Gong dari Kota Benxi, Provinsi Liaoning, Chen Yan, berusia 45 tahun, meninggal dunia secara tragis hanya tiga hari setelah dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Liaoning. Ia ditangkap pada Juli tahun lalu dan pada Mei tahun ini dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan yang dianggap tidak sah.

Menurut laporan Minghui.org, Chen Yan sebelumnya memiliki kehidupan stabil setelah lulus kuliah. Namun pada 2015, ia ditangkap karena membagikan informasi tentang Falun Gong dan ditahan di Rumah Tahanan Kota Benxi. 

Selama penahanan itu, ia mengalami penyiksaan berat, termasuk dipaksa mengonsumsi obat tak dikenal, dipukul, dicaci maki, dan disiksa menggunakan metode “penarikan ekstrem”. Ia kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun dan menjalani hukuman di Penjara Wanita Provinsi Liaoning, di mana penyiksaan obat berlanjut. Setelah bebas, kesehatannya tidak pernah pulih total.

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual yang dipublikasikan di Tiongkok pada awal 1990-an. Praktik ini mengajarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dan di luar Tiongkok umumnya dianggap sebagai keyakinan.

Pada tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penindasan brutal terhadap para praktisi Falun Gong, menggunakan kampanye propaganda untuk menggambarkan para pengikut damai itu sebagai musuh negara dalam sekejap. Pada dini hari 20 Juli tahun itu, penangkapan massal dilakukan, dan ribuan orang dikirim ke kamp kerja paksa berdasarkan hukum yang saat itu memungkinkan “re-edukasi melalui kerja” selama tiga hingga lima tahun tanpa proses pengadilan ataupun vonis.

Penindasan tersebut terus berlangsung hingga sekarang, mencakup penahanan sewenang-wenang terhadap tahanan hati nurani, kerja paksa, penyiksaan, cuci otak, hingga pengambilan organ hidup-hidup.

Penangkapan Kembali pada 2024

Pada 14 Juli 2024, saat membagikan informasi Falun Gong di dekat Stasiun Liubei, Distrik Xihu, seseorang dari komunitas setempat merekamnya dan melaporkannya ke polisi. Chen Yan langsung ditangkap.

Keesokan harinya, 15 Juli, ia dibawa ke Rumah Tahanan Kota Benxi dengan kepala ditutup kain hitam. Di sana, ia berulang kali dipukuli oleh tahanan lain hingga mengalami luka di berbagai bagian tubuh. Kondisi fisik maupun mentalnya menurun drastis—ia tampak murung, lamban merespons, dan berada dalam kondisi mental yang sangat buruk.

Chen Yan kemudian menceritakan bahwa pada 5 Agustus 2024, di area udara terbuka penjara yang diawasi sipir bernama Wang Naihan, beberapa narapidana memukulnya hingga jatuh. Setiap kali ia berusaha bangkit, ia kembali dihajar. Ia tidak tahu berapa lama itu berlangsung. Lehernya kaku, kepalanya sakit luar biasa, dan seluruh tubuhnya kesakitan. Ketika ia meminta sipir menindak pelaku, Wang hanya berkata: “Pergi!”

Pemukulan Berkali-kali dan Tidak Ada Akses ke Pengacara

Pada 1 Januari 2025, di sel yang diawasi sipir yang sama, seorang tahanan narkoba bermarga Ma memukul bagian belakang kepalanya. Besoknya, tahanan lain bermarga Li—pelaku kasus pembunuhan—memukul mata kanannya hingga kacamatanya mental. Ketika ia hendak menulis surat pengaduan, sipir menolak memberi kertas dan pena.

Ia berkali-kali meminta bertemu jaksa yang membawahi rumah tahanan, namun permintaannya ditolak.

Proses hukumnya pun penuh kejanggalan. Pengacara keluarga Chen Yan tidak diizinkan membaca berkas kasus, apalagi bertemu dengannya. Pada 17 Desember 2024, pengadilan menjadwalkan sidang, tetapi Chen Yan menolak hadir karena dipukuli dan tidak ada tindak lanjut dari pihak rumah tahanan. Pengadilan akhirnya membatalkan sidang.

Pada 15 Januari 2025, sidang kedua dijadwalkan. Ia kembali menolak hadir karena masih terus dipukuli dan tidak diberi akses bertemu jaksa.

Setelah desakan keluarga, pertengahan Januari barulah ia bertemu jaksa bernama Che Dingding, namun jaksa ini tidak melakukan apa pun dan bahkan berusaha menutupi fakta pemukulan.

Chen Yan kemudian juga menolak sidang ketiga yang direncanakan Februari, karena kondisi pemukulan berlanjut dan tidak ada proses hukum yang benar.

Sidang Pemaksaan dan Kondisi Tubuh yang Memburuk

Pada 15 Mei 2025, petugas Pengadilan Distrik Xihu memaksa melakukan sidang keempat langsung di dalam sel tahanannya.

Setelah hampir 10 bulan ditahan, Chen Yan tampak sangat kurus dan kulitnya menghitam. Ia menolak mengakui legalitas sidang tersebut. Saat proses berjalan, ia sempat ke kamar mandi, lalu berdiri di dekat pintu kamar mandi—hingga hakim hanya bisa melihat ke arah lubang pembuangan saat membacakan agenda sidang.

Selama sidang, Chen Yan terus meneriakkan:  “Falun Dafa baik! Sejati–Baik–Sabar itu baik!”

Namun para petugas hanya menjalankan sidang secara formalitas.

Pada 26 Juni, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara serta denda 5.000 yuan. Ia langsung mengajukan banding.

Tanda-tanda Beban Fisik yang Semakin Parah

Pada 18 September, ketika ayahnya datang bersama pengacara, Chen Yan dibawa dengan kursi roda. Kedua kakinya tidak dapat digerakkan, rambutnya kusut menempel satu sama lain, dan tubuhnya terus bergetar.

19 September, Pengadilan Tinggi Benxi menolak bandingnya dan menguatkan putusan.

Pada Oktober, kedua orang tuanya kembali menjenguk. Ia tetap didorong dengan kursi roda. Ia berkata tubuhnya sangat lemah, bahkan untuk pergi ke toilet ia harus berpegangan pada dinding dan menekan lantai dengan satu tangan agar bisa menggeser tubuhnya. Ia mengatakan bahwa ia “mungkin tidak akan bertahan sampai pulang.”

Kalimat terakhir yang terdengar dari Chen Yan ketika bertemu orang tuanya adalah:  “Falun Dafa baik! Sejati–Baik–Sabar baik!”

Kematian Setelah Dipindahkan ke Penjara

Setelah kunjungan tersebut, orang tuanya bertanya kapan bisa bertemu lagi. Wakil kepala rumah tahanan menjawab:
“Ini terakhir. Bulan November dia akan dipindahkan ke penjara. Setelah itu, hanya bisa menjenguk di sana.”

Pada 5 November, keluarga mendapat kabar bahwa Chen Yan telah dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Liaoning. Ketika ayahnya mempertanyakan kondisi putrinya yang sudah sangat lemah, pihak rumah tahanan mengatakan bahwa Chen Yan “normal” dan menuding ia berpura-pura sakit.

Namun pada 8 November pagi, mereka menerima telepon dari penjara: Chen Yan kritis dan sedang “diselamatkan” di rumah sakit. Ketika orang tuanya tiba, ia sudah meninggal.

Ibunya bertanya:
“Jika saat diterima pada tanggal 5 dia dinyatakan normal dan memenuhi syarat masuk, kenapa hanya tiga hari kemudian dia meninggal?”
Seluruh petugas diam tanpa menjawab.

Saat proses autopsi selesai, keluarga meminta laporan namun dilempar ke sana kemari—tak ada petugas yang bersedia memberi dokumen tersebut. Nomor kontak yang diberikan pihak penjara ternyata nomor kosong.

Ketika jenazah dipindahkan untuk dipakaikan pakaian terakhir, dari mulut Chen Yan mengalir cairan kental berwarna hitam, namun tidak ada pemeriksaan forensik terhadap cairan tersebut.

Bukan Kasus Tunggal

Dalam kasus-kasus Falun Gong, penahanan praktisi tanpa memperhatikan kondisi kesehatan telah berulang kali menyebabkan kematian dini. Dua contoh lain:

  • 15 Maret 2021: Hu Hanjiao (53 tahun), dari Hanchuan, Hubei, ditangkap karena membagikan informasi kesehatan kepada warga. Pada 9 November 2021, ia dipindahkan ke Penjara Wanita Wuhan dan meninggal pada hari ke-13. Keluarga dilarang melihat rekam medis maupun jenazah.
  • Ma Junting (86 tahun), insinyur senior dari Universitas Sains dan Teknologi Shandong, pernah mendapat “pembebasan bersyarat medis”. Namun pada 2025, pembebasan itu dibatalkan secara sepihak dan ia—yang sudah memakai kursi roda—dipaksa dipenjara di Penjara Wanita Jinan. Hanya dua bulan kemudian ia jatuh koma dan meninggal beberapa hari setelahnya. (jhon)

Apa di Balik Penculikan Sekolah dan Serangan Gereja Terbaru di Nigeria, Berikut Penjelasannya

EtIndonesia. Nigeria kembali menjadi berita utama global menyusul serangkaian serangan oleh orang-orang bersenjata yang melibatkan penculikan puluhan siswa dari dua sekolah dan serangan mematikan terhadap sebuah ibadah gereja.

Insiden minggu ini telah menambah tekanan pada Pemerintah Nigeria menyusul ancaman aksi militer Presiden AS, Donald Trump atas dugaan penganiayaan terhadap umat Kristen di negara Afrika Barat tersebut.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang serangan tersebut — yang memaksa Presiden Bola Tinubu untuk menunda perjalanan ke luar negeri — dan situasi keamanan Nigeria secara lebih luas.

Siapa di Balik Serangan Terbaru Ini?

Tidak ada yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun para pelaku penculikan pada hari Selasa tampaknya merupakan anggota geng bersenjata yang termotivasi oleh uang tebusan.

Serangan-serangan tersebut tidak pandang bulu dan mengikuti pola yang serupa. Geng-geng yang dikenal secara lokal sebagai bandit dan mengacungkan senjata, datang, menembak secara sporadis untuk menakut-nakuti orang, menculik korban, dan menghilang ke hutan terdekat.

Pada hari Senin, sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah sekolah perempuan yang mayoritas Muslim di negara bagian Kebbi barat laut dan menculik 25 siswa. Ini adalah penculikan massal pertama di sekolah tersebut sejak penculikan lebih dari 200 siswa pada Maret 2024 di Kaduna utara.

Pada hari Senin juga, geng bersenjata lainnya menculik 64 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dari rumah mereka di negara bagian Zamfara, yang berbatasan dengan Kebbi.

Pada hari Selasa, pria-pria bersenjata menyerang Gereja Apostolik Kristus di negara bagian Kwara tengah saat sedang berlangsung ibadah, menewaskan dua orang dan menculik 38 jemaat, menurut seorang pejabat gereja.

Pejabat gereja tersebut mengatakan bahwa pria-pria bersenjata tersebut telah meminta tebusan sebesar 100 juta naira (sekitar 69.000 dolar) per jemaat.

Pada hari Jumat, pria-pria bersenjata menculik sejumlah siswa dari sekolah Katolik St. Mary di negara bagian Niger. Stasiun TV Arise News melaporkan bahwa 52 siswa telah diculik.

Para pakar keamanan mengatakan serangan dan penculikan semacam itu bermotif uang, dan sekolah menjadi sasaran empuk karena kurangnya keamanan yang memadai. Selain itu, orangtua lebih bersedia membayar tebusan untuk membawa pulang anak-anak mereka.

“Banyak uang yang bisa dihasilkan dari usaha ini,” kata Ikemesit Effiong, mitra senior di konsultan SBM Intelligence yang berbasis di Lagos.

Di Mana Saja Titik Serangan di Nigeria?

Sebagian besar wilayah utara Nigeria, yang mencakup lebih dari 20 dari 36 negara bagian, diselimuti ketidakamanan, mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk perjalanan dan pertanian.

Di wilayah barat laut, geng-geng bersenjata tanpa motif agama atau politik yang diketahui melakukan penculikan untuk meminta tebusan dan bersembunyi di hutan. Nigeria memiliki wilayah yang luas, terpencil, dan tak berpemerintahan di mana lebih banyak serangan tidak dilaporkan.

Di wilayah timur laut, kelompok militan Islam garis keras Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) melancarkan pemberontakan yang telah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Nigeria, menggusur lebih dari 2 juta orang dan menewaskan puluhan ribu orang selama 15 tahun. ISWAP menangkap dan mengeksekusi seorang jenderal angkatan darat pada 14 November.

Di Nigeria tengah yang merupakan penghasil pangan, tempat wilayah utara yang mayoritas Muslim bertemu dengan wilayah selatan yang mayoritas Kristen, terjadi bentrokan mematikan terkait agama, etnis, dan akses ke tanah dan air.

Apakah Serangan Ditujukan kepada Umat Kristen?

Nnamdi Obasi, penasihat senior di International Crisis Group, mengatakan telah terjadi banyak insiden kekerasan berbasis agama, termasuk di wilayah tengah dan timur laut, tetapi umat Muslim menderita sama beratnya dengan umat Kristen.

Nigeria mengatakan klaim bahwa umat Kristen menghadapi penganiayaan keliru menggambarkan situasi keamanan yang kompleks dan tidak memperhitungkan upaya untuk melindungi kebebasan beragama.

Ketegangan etnis dan agama sering berkobar di negara berpenduduk 230 juta jiwa dan sekitar 200 kelompok etnis ini.

“Tentu saja, banyak warga Nigeria percaya bahwa pemerintahan-pemerintahan berikutnya selama bertahun-tahun seharusnya dapat bertindak lebih baik dalam melawan kelompok-kelompok bersenjata, mengakhiri kekejaman, dan memberikan sanksi kepada para pelaku,” kata Obasi.

“Namun, tidak ada bukti kredibel bahwa pemerintah dan pasukan keamanannya, yang dipimpin oleh umat Kristen dan Muslim, telah terlibat dalam kekerasan terhadap kelompok agama tertentu.”

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Kamis bahwa AS sedang mempertimbangkan tindakan-tindakan seperti sanksi dan keterlibatan Pentagon dalam kontraterorisme sebagai bagian dari rencana untuk memaksa pemerintah Nigeria agar lebih melindungi komunitas Kristen dan kebebasan beragama.

Bagaimana Tanggapan Pemerintah Nigeria?

Militer Nigeria, yang terbesar di Afrika sub-Sahara, memimpin perang melawan kelompok-kelompok bersenjata, sementara di wilayah barat laut, para pemimpin tradisional sering kali mengupayakan perdamaian melalui perundingan dengan geng-geng bandit.

Militer kewalahan dan para bandit serta pemberontak tersebar di wilayah yang luas.

Pada bulan Agustus, Angkatan Udara Nigeria mengatakan serangan udaranya menewaskan hampir 600 pemberontak. Namun di lapangan, militan terus melancarkan serangan.

Data dari kelompok pemantau krisis AS, ACLED, menunjukkan terdapat lebih dari 1.923 serangan terhadap warga sipil di Nigeria tahun ini, yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Tinubu pada hari Rabu mengutus menteri pertahanannya ke Kebbi untuk secara langsung mengawasi upaya penyelamatan para siswi sekolah tersebut.(yn)

Beijing Balas Jepang dengan Langkah Besar—Namun Justru Memicu Banyak Efek Sebaliknya

EtIndonesia. Menanggapi pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyebut bahwa “jika Taiwan menghadapi krisis, Jepang juga berada dalam ancaman eksistensial”, pihak Tiongkok langsung bereaksi keras — mulai dari penghinaan diplomatik, balasan ekonomi, sampai provokasi militer.

Namun, bukannya membuat Jepang mundur, tindakan Beijing justru memicu kemarahan publik Jepang secara luas. Para analis menilai langkah Beijing ini merupakan bentuk “deterrence yang merugikan dirinya sendiri” dan akan menimbulkan backfire di banyak aspek.

Serangkaian Balasan Beijing

Dalam sesi parlemen Jepang pada 7 November, Takaichi menegaskan bahwa krisis di Taiwan sama dengan kondisi darurat bagi kelangsungan hidup Jepang. Sehari kemudian, pada 8 November, Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, bahkan melontarkan komentar “pemenggalan kepala” secara terbuka terhadap Takaichi.

Setelah itu, Beijing terus mengeluarkan berbagai langkah pembalasan, antara lain:

  • Media pemerintah CCTV menayangkan segmen 3 menit di program Xinwen Lianbo untuk menakut-nakuti Takaichi.
  • Membatasi kembali perjalanan wisata warga Tiongkok ke Jepang.
  • Menarik film Jepang dari berbagai platform.
  • Mengirim kapal penjaga pantai mendekati Kepulauan Senkaku (Diaoyu) untuk memancing ketegangan.
  • Meluncurkan dua putaran latihan militer dengan peluru tajam di Laut Kuning.
  • Di ranah diplomasi, opini publik, dan ekonomi, tekanan ke Jepang juga ditingkatkan.

Langkah terbaru terjadi pada 19 November, ketika Beijing mengumumkan pelarangan impor hasil laut Jepang dengan alasan “pengawasan air olahan Fukushima tidak memadai”.

Selain itu, kapal pesiar Tiongkok yang dijadwalkan singgah di Pulau Miyako pada 20 November tiba-tiba membatalkan pendaratan tanpa pemberitahuan dan langsung kembali ke Xiamen — membuat ribuan turis Tiongkok kebingungan.

Mengapa Beijing Begitu Marah?

Pakar menilai pernyataan Takaichi soal Taiwan telah memukul titik paling sensitif bagi Tiongkok.

Mantan pengacara Beijing yang kini memimpin aliansi pro-demokrasi di Kanada, Lai Jianping, mengatakan: “Takaichi menyingkap apa yang selama ini hanya menjadi ‘strategic ambiguity’ Jepang. Itu memalukan bagi Beijing, membuat mereka merasa tersudut, lalu melancarkan serangan personal dan ingin ‘menghukum’ Jepang.”

Meski propaganda Tiongkok menggambarkan Jepang seolah “mundur”, faktanya pemerintah Jepang teguh mempertahankan sikap dan sama sekali tidak menarik kembali pernyataan Takaichi.

Efek Berbalik: Jepang Justru Semakin Bersatu

Menurut Lai Jianping: “Bukan hanya Takaichi yang tidak mundur—parlemen Jepang juga tidak gentar. Rakyat Jepang melihat arogansi Beijing dan justru bersatu. Jepang dan Taiwan kini semakin solid dalam menghadapi satu musuh yang sama.”

Hal ini terlihat dalam survei terbaru media Jepang, yang menunjukkan kabinet Takaichi masih mempertahankan tingkat dukungan sangat tinggi, salah satu yang tertinggi dalam sejarah pemerintahan Jepang modern.

Akademisi menilai tekanan Tiongkok justru memperkuat sentimen anti-Beijing di masyarakat Jepang.

“Deterrence yang Merugikan Diri Sendiri”

Profesor Sun Guoxiang dari Universitas Nanhua Taiwan menjelaskan bahwa tekanan keras Beijing justru mempercepat:

  • proses militerisasi Jepang,
  • peningkatan kemandirian diplomasi Jepang, dan
  • dukungan publik terhadap politisi garis keras seperti Takaichi.

“Tindakan Beijing dibaca sebagai upaya mempertahankan kehormatan nasional Jepang — sehingga justru memperluas dukungan publik dan internal Partai Demokrat Liberal.”

Ia menambahkan bahwa efek lain dari pendekatan Beijing adalah memaksa negara-negara Asia berdekatan membentuk blok yang semakin kompak untuk menghadapi Tiongkok.

“Diplomasi intimidatif Beijing hanya menambah rasa takut dan kewaspadaan di Asia Timur dan Asia Tenggara, membuat mereka semakin aktif mencari keseimbangan kekuatan.”

Dampak terhadap Kawasan dan Ekonomi

Dengan meningkatnya tekanan Tiongkok, negara-negara sekitar makin sadar bahwa ketergantungan ekonomi saja tidak cukup menjamin keamanan. Kerja sama dengan AS dan negara sekutu akan menjadi pilar keamanan yang lebih penting.

Penasihat senior lembaga kajian Indo-Pasifik sekaligus Wakil Rektor Universitas Kainan, Chen Wenjia, berkata: “Sikap memalukan Beijing justru memberikan amunisi bagi kubu konservatif di Jepang bahwa Beijing bukan pihak yang bisa diajak berdialog, melainkan ancaman yang harus dihadapi.”

Ia juga menilai ketegangan ini mempercepat:

  • perpindahan perusahaan Jepang keluar dari Tiongkok,
  • diversifikasi rantai pasok Asia,
  • penguatan kerja sama AS–Jepang–Taiwan.

“Secara keseluruhan, diplomasi serigala Beijing kembali melukai diri sendiri. Tiongkok ingin menunjukkan kekuatan, tetapi hasilnya justru mendorong Jepang semakin ke kanan, semakin pro-Amerika, dan semakin mendukung Taiwan.”

Pada 18 November, Komite Khusus DPR AS untuk Kompetisi Strategis AS–Tiongkok juga menegaskan: “AS dan sekutu Jepang berdiri dalam satu garis, menentang intimidasi dan pemerasan yang dilakukan Tiongkok.”  (jhon)

Kisah Inspiratif Penyandang Disabilitas — Yang En-Dian

EtIndonesia. Yang En-Dian adalah pelukis Taiwan yang terkenal menggunakan mulut dan kakinya untuk melukis. Dia lahir tanpa kedua tangan dan mengalami deformasi serius pada bagian dada. Orangtuanya tega membuangnya di sebuah lapak daging di Kaohsiung. Dia kemudian diselamatkan dan diadopsi oleh pasangan pendiri Panti Asuhan Liugui, yang memberinya nama “En-Dian”.

Presiden Chiang Ching-kuo pernah mendorongnya untuk “menggunakan kaki menggantikan tangan.”

Setelah lulus dengan prestasi gemilang, En-Dian belajar melukis menggunakan kaki kiri, kemudian berguru mempelajari seni lukis tradisional Tiongkok.

Keteguhan yang Melampaui Kekurangan Fisik

Bagi banyak orang, En-Dian dikenal sebagai “pelukis tanpa tangan”.  Namun, di balik itu ada perjuangan yang jauh lebih besar:

  • Saat anak-anak lain belajar berjalan dengan bantuan orangtua,
    dia belajar sendiri, merambat dinding, jatuh, lalu bangkit lagi tanpa mengeluh.
  • Saat orang lain menulis dengan tangan, dia memerlukan waktu berlipat untuk menulis dengan kaki—tetapi dia tidak pernah menyerah.
  • Semua aktivitas sehari-hari—memakai pakaian, makan, mandi—dia lakukan sendiri.

Dia memang pernah ingin menyerah, tetapi setiap kali dia menggigit rasa sakit itu dan bertahan.

Hingga ketika dia mulai memperoleh penghasilan dari lukisannya, dia mendonasikannya kembali kepada panti asuhan tempat dia dibesarkan— sebuah bentuk rasa terima kasih yang menyentuh hati.

Pelajaran Besar dari Yang En-Dian

Setelah membaca kisahnya, kita baru sadar betapa luar biasanya tekad dan semangatnya.

Kita yang memiliki tangan dan kaki lengkap,  sering kali mudah ingin menyerah ketika menghadapi kesulitan kecil.

Namun En-Dian berbeda. Dia mencoba, belajar, dan terus berjuang sejak kecil.

Ketika kelak kita menghadapi masalah, ingatlah kisahnya: Jika dia yang tak memiliki tangan saja tidak menyerah,  lalu, kenapa TIDAK dengan kita? (jhn/yn)

Eropa di Ambang Perang Baru: Rusia Melepaskan Serangan Hibrida Paling Berbahaya dalam Sejarah

EtIndonesia. Keamanan kawasan Eropa kembali berada pada titik paling genting sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Berbagai pemerintahan Eropa, lembaga militer, hingga NATO mengeluarkan peringatan keras bahwa Rusia kini melancarkan perang hibrida (hybrid warfare) berskala besar di seluruh benua. Serangan tidak lagi terbatas pada operasi militer konvensional, tetapi meluas ke infrastruktur vital, sistem digital, persepsi publik, serta operasi sabotase lintas negara.

 Perang Hibrida Rusia Meningkat Tajam

Pernyataan Menhan Italia Guido Crosetto – 18 November 2025

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, melalui wawancara yang dikutip akun X Visioner pada 18 November 2025, memperingatkan bahwa Moskow meningkatkan intensitas operasi hibridanya. Bentuk-bentuk serangan itu meliputi:

  • Perusakan fisik infrastruktur strategis,
  • Serangan siber terhadap institusi pemerintah dan militer,
  • Manipulasi informasi melalui kecerdasan buatan,
  • Kampanye disinformasi untuk mengacaukan opini publik dan memengaruhi pemilu,
  • Serangan terhadap rantai pasok energi dan logistik Eropa.

Crosetto menegaskan bahwa mekanisme respons NATO dan Uni Eropa saat ini masih terlalu lambat. Dia mengusulkan pembentukan Pusat Perang Hibrida Uni Eropa serta pasukan siber gabungan beranggotakan 1.500 personel guna memperkuat pertahanan di sayap timur NATO.

Insiden Drone Rusia Picu Alarm Besar NATO

Insiden lintas perbatasan – 18–19 November 2025

Menurut Defense Index, sebuah drone bunuh diri Rusia menyeberang masuk ke wilayah Eropa Timur pada 18 November. Drone tersebut:

  1. Memasuki wilayah udara Ukraina,
  2. Melintasi Moldova,
  3. Masuk kembali ke Rumania sebelum hilang dari radar.

Insiden ini memicu respons cepat:

  • Jet tempur Eurofighter Typhoon Jerman dan
  • Pesawat tempur Angkatan Udara Rumania lepas landas untuk mencegat. NATO menyebut peristiwa ini sebagai “indikasi meningkatnya agresivitas Rusia dalam uji respons pertahanan udara Eropa”.

Polandia–Rusia: Hubungan Diplomatik Runtuh Total

Sabotase rel kereta & aksi balasan Polandia – 18–19 November 2025

Ketegangan memuncak setelah 18 November 2025, ketika dua warga Ukraina yang tinggal di Belarus—yang disebut bekerja untuk intelijen Rusia—melakukan sabotase jalur kereta Warsawa–Lublin, rute utama penyaluran suplai militer ke Ukraina. Mereka menggunakan bahan peledak C4.

Sebagai respons, Polandia mengambil langkah-langkah besar:

  • 19 November 2025: menutup konsulat Rusia terakhir di Gdansk,
  • Menggelar 10.000 tentara untuk mengamankan infrastruktur nasional,
  • Menuduh Rusia melakukan “tindakan terorisme negara”,
  • Bergabung dalam Pro Plan untuk pendanaan pembelian senjata AS bagi Ukraina (100 juta dolar),
  • Membentuk satuan kerja Polandia–Ukraina untuk menangkal sabotase Rusia.

Kendaraan lapis baja dan tank Polandia terpantau bergerak ke titik-titik strategis perbatasan.

Ukraina menyatakan kesiapannya berbagi intelijen dan teknologi anti-drone kepada Polandia, menandai pergeseran baru: Ukraina semakin berperan sebagai pemasok keamanan regional, bukan hanya penerima bantuan.

Serangan Beruntun Ukraina Mengguncang Krimea

Serangan 17–19 November 2025

Dalam kurun 17–19 November, Ukraina dua kali melancarkan operasi besar ke Krimea, menembakkan gelombang drone dan rudal jelajah R-360 Neptune ke fasilitas militer Rusia.

Dampak paling dramatis terjadi pada 19 November:

  • Sistem pertahanan udara Rusia panik;
  • Radar salah mengunci sasaran;
  • Rusia tanpa sengaja menembak jatuh pesawat tempurnya sendiri, Su-35, bernilai sekitar 85 juta dolar AS;
  • Sebuah depot minyak utama di Krimea meledak setelah dihantam rudal Neptune yang lolos dari S-300/S-400 Rusia.

Asap tebal terlihat dari berbagai penjuru Krimea, menegaskan kegagalan pertahanan udara Rusia menangani serangan berlapis Ukraina.

Serangan Balasan Ukraina ke Dalam Wilayah Rusia

Ryazan & Kursk – 18–19 November 2025

Dua serangan besar terjadi di wilayah Rusia:

1. PLTU New Michurinsk, Ryazan – 18 November

PLTU besar ini terbakar hebat setelah diserang drone Ukraina. Unit 4 dan 5 hancur total. Gubernur daerah melarang publik mengunggah gambar lokasi, memicu dugaan kerusakan jauh lebih parah dibanding informasi resmi.

2. Gardu Induk Kursk – 19 November

Serangan drone Ukraina merusak gardu induk besar, menyebabkan 16.000 rumah padam di tengah suhu musim dingin.
Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, warga Rusia merasakan langsung skala serangan seperti yang dialami warga Ukraina selama dua tahun terakhir.

ATACMS Menghantam Pangkalan Rusia

Serangan ke Voronezh – 19 November 2025

Pada 19 November, Ukraina menembakkan rudal ATACMS buatan AS ke Pangkalan Udara Baltimor, Voronezh. Rusia mengklaim menembak jatuh semuanya, tetapi rekaman visual memperlihatkan jejak khas fragmentasi ATACMS—indikasi bahwa rudal mencapai sasaran.

Sementara itu, serangan balasan Rusia menggunakan rudal KH-101 menghantam apartemen di Ternopil, menewaskan 25 warga sipil, termasuk dua anak kecil. Ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap kawasan sipil Ukraina sepanjang November 2025.

Ekspor Senjata Rusia Merosot Drastis

Laporan SIPRI – 2025

Menurut laporan terbaru SIPRI 2025:

  • Pangsa pasar ekspor senjata Rusia: 21% → 7,8%,
  • Pendapatan ekspor senjata: turun hampir 50% sejak invasi,
  • Jumlah negara pembeli: 47 → 33 negara.

Reputasi alutsista Rusia anjlok setelah rentetan kegagalan teknis selama perang Ukraina.

Rudal Murah Ukraina Menembus Sistem S-500 Rusia

Insiden 18–19 November 2025

Salah satu perkembangan paling mengejutkan adalah keberhasilan rudal murah Ukraina Fire Chain Bird —berharga 14.000 dolar—menembus sistem pertahanan udara termodern Rusia S-500 yang bernilai 12 juta dolar per unit.

Faktor penentu keberhasilan:

  • Terbang super rendah (± 30 meter), membuat radar S-500 kehilangan lock,
  • Jarak tembak hingga 3.000 km,
  • Akurasi 14 meter, memungkinkan serangan presisi tinggi.

Para analis menyebut taktik ini sebagai “cost-kill strategy”—membunuh kemampuan musuh dengan memaksa biaya defensif mereka meroket jauh melebihi biaya ofensif.

Kapal Intelijen Rusia Yantar Memicu Krisis Laut Inggris

Insiden di lepas pantai Inggris – 18–20 November 2025

Kapal intelijen Rusia Yantar, terkait dengan dinas rahasia laut dalam Rusia (GUGI), kembali memicu ketegangan di Samudra Atlantik Utara.

Yantar dilaporkan:

  • Menyorotkan laser ke arah kokpit pesawat RAF Inggris,
  • Mendekati jaringan kabel internet bawah laut Eropa,
  • Diikuti secara intens oleh frigat Angkatan Laut Inggris.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyebut aksi ini “provokasi berbahaya”. Ia memperingatkan bahwa Inggris siap mengambil langkah tegas “jika Yantar bergerak lebih jauh ke selatan”.

Krisis ini terjadi di tengah rencana Inggris menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5% GDP pada 2035, termasuk pembangunan enam pabrik amunisi baru di Skotlandia, Inggris Utara, dan Wales.

KESIMPULAN

Rentetan peristiwa pada 17–20 November 2025 menunjukkan bahwa:

  • Rusia memperluas perang hibrida ke seluruh Eropa,
  • Negara-negara NATO memperkuat respon militer dan siber,
  • Ukraina meningkatkan kemampuan ofensif dan defensifnya,
  • Polandia muncul sebagai garis depan baru menghadapi Rusia,
  • Infrastruktur Rusia mulai mengalami tekanan besar akibat operasi jarak jauh Ukraina,
  • Sistem senjata Rusia kehilangan reputasi globalnya,
  • Laut Inggris kembali menjadi titik gesekan antara London dan Moskow.

Situasi ini menandai fase baru konfrontasi NATO–Rusia, di mana eskalasi dapat meningkat kapan saja.

Jamur Kuku Kaki : Infeksi Membandel yang Dialami 1 dari 10 Orang—Kenali Tanda-Tandanya

 Lebih dari sekadar masalah kosmetik, infeksi jamur kuku dapat memburuk dan menyebar jika dibiarkan.

oleh Mercura Wang 

Toenail Fungus atau Jamur kuku kaki adalah infeksi yang cukup umum, memengaruhi sekitar 1 dari 10 orang. Meski tidak semua kasus membutuhkan perawatan, banyak orang mengabaikannya karena dianggap hanya masalah penampilan. Padahal, menunda penanganan dapat membuat infeksi makin parah.

Infeksi ini sulit sembuh dengan sendirinya dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku serta komplikasi lainnya.


Apa Saja Gejala dan Tanda Awal Jamur Kuku Kaki?

Infeksi jamur berkembang secara bertahap, biasanya dimulai dari tepi kuku lalu menyebar ke seluruh permukaan kuku. Gejalanya dapat muncul pada satu atau beberapa kuku, antara lain:

1. Perubahan Warna Kuku

Tanda pertama yang paling umum adalah perubahan warna menjadi kuning, cokelat, atau putih. Kadang bisa tampak oranye, kehitaman, atau hijau gelap. Biasanya dimulai dari ujung kuku dan bergerak ke arah kutikula. Kuku terasa lebih lunak, kering, dan rapuh.

2. Kuku Mudah Patah

Kuku menjadi rapuh, mudah retak, terbelah, atau mengelupas.

3. Kuku Menebal

Kuku tampak tebal, kusam, dan kehilangan kilau alaminya.

4. Bercak dan Cekungan

Muncul bintik-bintik putih bersisik atau titik-titik kecil di permukaan kuku.

5. Nyeri

Umumnya jamur kuku tidak menimbulkan rasa sakit. Namun pada kondisi parah, kerusakan kuku bisa menyebabkan nyeri, terutama jika ditekan sepatu yang sempit.

6. Bau Tidak Sedap

Jamur yang tumbuh di bawah atau sekitar kuku dapat menyebabkan bau kaki.

7. Kuku Terangkat dan Lepas

Jika tidak diobati, jamur dapat masuk ke area lebih dalam dan membuat kuku terangkat atau terpisah dari dasar kuku. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan pembengkakan kulit di sekitarnya.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa bila:

  • Ada perdarahan, pembengkakan, atau nyeri di sekitar kuku.
  • Infeksi menyebar ke kuku lainnya.
  • Kesulitan berjalan.
  • Pengobatan rumahan tidak menunjukkan perbaikan.
  • Anda memiliki diabetes.
  • Sistem imun sedang lemah (misal sedang menjalani kemoterapi, atau hidup dengan HIV).

Apa Penyebab Jamur Kuku?

Jamur kuku disebabkan oleh tiga kelompok jamur: dermatofit (90% kasus), kapang, dan ragi (yeast). Mereka tumbuh di area hangat dan lembap seperti kuku, lantai kamar mandi, handuk, dan alat pedikur yang tidak bersih.

1. Dermatofit

Jamur yang memakan keratin—protein pembentuk kuku. Jamur ini sangat mudah menular melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi.

2. Kapang (Mold)

Menyebabkan 8–10% kasus. Biasanya tidak berbahaya, namun dapat menginfeksi kuku jika masuk melalui celah.

3. Ragi (Yeast)

Jenis yang paling umum adalah Candida albicans.


Bagaimana Jamur Kuku Menular?

Jamur dapat masuk melalui celah kecil pada kuku atau kulit di sekitarnya, biasanya karena:

  • Menyentuh seseorang yang memiliki infeksi jamur.
  • Berjalan tanpa alas kaki di tempat lembap umum—seperti kolam renang, kamar mandi gym, atau ruang ganti.
  • Berbagi handuk, sepatu, atau gunting kuku yang tidak disterilkan.
  • Memiliki kutu air (athlete’s foot) yang menyebar ke kuku.

Faktor Risiko

Beberapa kebiasaan dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko:

  • Kuku panjang atau dipotong tidak benar.
  • Sepatu terlalu ketat dan membuat kaki lembap.
  • Sering memakai kuteks tebal tanpa jeda.
  • Riwayat cedera kuku atau infeksi jamur sebelumnya.
  • Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat umum.
  • Atlet yang sering berkeringat atau berbagi fasilitas kamar mandi.
  • Riwayat keluarga dengan infeksi jamur.
  • Usia lanjut (pertumbuhan kuku lambat, daya tahan menurun).
  • Perokok (sirkulasi darah dan imun lebih lemah).
  • Kondisi medis: keringat berlebih, psoriasis, kanker, diabetes, obesitas, penyakit arteri perifer, atau imun lemah.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Jamur Kuku?

Diagnosis dini meningkatkan keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan yang biasa dilakukan meliputi:

• Dermoskopi

Melihat pola perubahan kuku secara detail.

• Pemeriksaan Mikologi

Mengambil potongan kuku untuk diamati di bawah mikroskop.

• Kultur Jamur

Menumbuhkan sampel jamur untuk mengetahui jenisnya (hasil memakan waktu beberapa minggu).

• Tes PCR

Mendeteksi DNA jamur secara cepat dan sangat akurat.


Pilihan Pengobatan Jamur Kuku

Karena kuku sulit menyerap obat, proses penyembuhan memakan waktu lama—bahkan hingga 1 tahun.

1. Obat Antijamur Oral

Paling efektif untuk kasus sedang hingga berat. Contoh:

  • Itrakonazol
  • Terbinafine

Tingkat keberhasilan 55–70% dalam 10 bulan, tetapi perlu pemantauan fungsi hati.

2. Obat Oles Resep

Cocok untuk infeksi ringan, misalnya:

  • Efinaconazole
  • Tavaborole
  • Ciclopirox

Dioleskan setiap hari hingga 12 bulan, dengan tingkat kesembuhan sekitar 35%.

3. Obat Bebas (OTC)

Membantu tampilan kuku, namun jarang menyembuhkan sepenuhnya.

4. Avulsi Kimia

Menggunakan salep urea 40% untuk melunakkan kuku hingga dapat dilepas tanpa operasi.

5. Terapi Kombinasi

Menggabungkan obat oral + oles + pemotongan kuku memberi hasil lebih baik.

6. Pencabutan Kuku

Dilakukan jika kuku sangat rusak atau tidak merespons terapi.

7. Terapi Lanjutan

Metode modern yang mulai banyak digunakan:

  • Laser: membantu membersihkan jamur dan memperbaiki tampilan kuku.
  • Plasma: menggunakan denyut listrik, tingkat kesembuhan 70–90%.
  • Fotodinamik: memanfaatkan cahaya dan bahan fotosensitif—efektif hingga 100% bila dikombinasikan dengan laser.
  • Iontophoresis: menggunakan arus listrik ringan untuk memasukkan obat ke dalam kuku.

Artikel ini terbit di Theepochtimes.com

Australia Menjatuhkan Sanksi Terhadap Entitas Rusia Atas Serangan Siber

Dua penyedia layanan kejahatan siber asal Rusia dan dua individu dijatuhi sanksi.

EtIndonesia. Pemerintah Australia bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap dua penyedia layanan kejahatan siber asal Rusia—Media Land LLC dan ML.Cloud LLC—serta dua personel kuncinya, Aleksandr Alexandrovich Volosovik dan Kirill Andreevich Zatolokin.

Dalam pernyataan resmi pemerintah, kedua perusahaan tersebut disebut menyediakan infrastruktur bagi kelompok peretas dan pelaku kejahatan siber, termasuk serangan ransomware yang menargetkan Australia dan negara lain.

“Media Land telah membantu para pelaku kejahatan melakukan serangan terhadap lembaga keuangan Australia, dunia usaha, para pelanggan, serta infrastruktur internasional yang penting,” ujar Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dalam keterangan tertulis.

Ini merupakan kelima kalinya pemerintah mengaktifkan kerangka sanksi siber otonom Australia.

Sanksi tersebut menjadikan pemberian aset kepada entitas atau individu yang masuk daftar sanksi sebagai tindak pidana, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan/atau denda besar. Kedua individu asal Rusia itu juga dilarang memasuki Australia.

Wakil Perdana Menteri Richard Marles mengatakan langkah tersebut bertujuan melindungi keamanan nasional serta keselamatan digital Australia.

“Pemerintah Australia mengambil langkah tegas untuk melawan aktivitas siber berbahaya,” katanya.

 “Sanksi terbaru ini melanjutkan tindakan sebelumnya dan menunjukkan komitmen kami mengejar siapa pun yang berniat merugikan warga Australia.

Sanksi ini tidak hanya memberikan konsekuensi bagi para pelaku, tetapi juga meruntuhkan infrastruktur yang memungkinkan aksi kejahatan siber dilakukan.”

Menteri Dalam Negeri Tony Burke menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk “mengisolasi” individu yang dianggap mengancam keamanan nasional.

“Ini adalah salah satu ancaman yang berkembang paling cepat dan pemerintah akan memastikan negara ini siap menghadapinya,” ujarnya.

Sanksi ini merupakan hasil kerja sama erat antara Kepolisian Federal Australia (AFP), Australian Signals Directorate, serta mitra internasional lainnya.

Menurut data pemerintah, warga Australia kehilangan miliaran dolar setiap tahun akibat penipuan dan kejahatan siber.

Data resmi Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa tahun lalu, 47 persen warga Australia berusia 18 tahun ke atas mengalami setidaknya satu bentuk kejahatan siber.

Australian Institute of Criminality menyebut sebagian besar kasus kejahatan siber tidak pernah dilaporkan.

“Pada 2024, lebih banyak korban yang melaporkan dampak negatif akibat kejahatan siber, terutama terkait kerugian sosial dan kesehatan,” kata lembaga tersebut.

Kejahatan siber mencakup berbagai tindakan, termasuk pencurian identitas, penipuan finansial, penyebaran virus dan ransomware, peretasan, doxing, perundungan siber, serangan untuk melumpuhkan situs web, pencurian kekayaan intelektual, hingga spionase digital.

Sumber : Theepochtimes.com

Revolusi Gen-Z Nepal Memanas Lagi: Gelombang Kedua Meletus pada November 2025

EtIndonesia. Gelombang perlawanan generasi muda kembali mengguncang Nepal. Dua bulan setelah tumbangnya pemerintahan sebelumnya akibat aksi besar-besaran Gen-Z pada September 2025, kekacauan kembali pecah. Bentrokan terbaru yang terjadi pada 19–20 November 2025 menandai “gelombang kedua” revolusi anak muda terhadap struktur politik yang dianggap korup dan feodal.

19 November 2025: Bentrokan di Simara Meledak

Menurut laporan CNA (Channel News Asia), kerusuhan pecah kembali pada 19 November 2025 di Simara, distrik Bara, Nepal. Bentrokan melibatkan aktivis pemuda yang dikenal sebagai motor “Gerakan Z-Generation” melawan kelompok pendukung partai komunis yang sebelumnya memegang kekuasaan.

Acara publik Partai Komunis Nepal hari itu memobilisasi ribuan pendukung. Namun kelompok pemuda segera menggerakkan massa tandingan untuk memprotes apa yang mereka anggap sebagai kembalinya “status quo korup” yang pernah mereka gulingkan sebelumnya.

Ketegangan meningkat ketika kader partai menyerang kelompok demonstran. Bentrokan menyebar cepat hingga ke area Bandara Simara, mengganggu jadwal penerbangan dan memaksa otoritas keamanan mengerahkan pasukan tambahan.

20 November 2025: Gelombang Aksi Susulan

Situasi memanas lagi pada 20 November 2025. Ribuan pemuda kembali turun ke jalan di berbagai kota, terutama di distrik Bara dan wilayah perbatasan dengan India.

Tuntutan utama mereka:

  • Penangkapan dan hukuman bagi kader partai yang menyerang demonstran.
  • Akuntabilitas aparat yang dianggap membiarkan kekerasan terjadi.
  • Reformasi total sistem politik dan administrasi lokal.

Pemerintah menetapkan jam malam dan larangan berkumpul untuk mencegah eskalasi. Namun kebijakan itu justru memicu kemarahan lebih besar karena dianggap sebagai pengulangan praktik otoriter yang memicu revolusi September.

 Latar Belakang: Revolusi September 2025

Revolusi Gen-Z Nepal pertama kali meledak pada awal September 2025 setelah Perdana Menteri K.P. Sharma Oli memblokir beberapa platform media sosial untuk “keamanan nasional”. Kebijakan itu dianggap sebagai serangan langsung terhadap kebebasan berbicara.

Protes serentak mahasiswa, pekerja muda, dan kelompok digital activism membuat pemerintah tumbang. Oli akhirnya mundur di bawah tekanan publik dan internal partai.

Namun dua bulan setelah tersingkirnya pemerintahan tersebut, masalah-masalah mendasar yang melahirkan gerakan itu ternyata tak kunjung ditangani.

Akar Kemarahan: “Ini Bukan Lagi soal Pemerintah, Tapi Sistemnya”

Seorang pengguna platform X (Twitter) bernama Thau Meow menulis pada 20 November 2025 bahwa akar kemarahan generasi muda tidak terselesaikan pascarevolusi September: “Masalah dasarnya tetap sama — korupsi, nepotisme, dan ketidakadilan distribusi sumber daya. Tidak ada yang berubah.”

Dia menekankan bahwa Gen-Z Nepal kini bergerak lebih jauh: “Anak muda Nepal tidak hanya ingin mengganti pemerintah; mereka ingin mengganti seluruh sistem politik yang dikuasai kaum bangsawan lama.”

Ungkapan ini menjadi viral dan dikutip ribuan kali, mencerminkan sentimen luas di kalangan pemuda Nepal yang frustrasi terhadap elite politik yang dianggap tidak mau melepas kekuasaan.

Nepal di Persimpangan Jalan

Krisis politik Nepal kini memasuki fase paling berbahaya sejak pergolakan 2025 dimulai. Dua faktor utama membuat situasi semakin volatil:

1. Struktur Politik yang Feodal

Banyak jabatan penting—dari pusat hingga tingkat distrik—masih diisi berdasarkan loyalitas keluarga dan patronase politik.

2. Generasi Baru yang Tidak Mau Menunggu

Gen-Z Nepal menguasai media sosial, berpendidikan lebih tinggi, dan memiliki jaringan aksi yang bergerak cepat. Mereka menolak kompromi yang biasa dipakai elite lama untuk meredakan krisis.

Apa Selanjutnya?

Jika pemerintah gagal meredakan ketegangan dan memberikan reformasi konkret dalam beberapa minggu ke depan, analis memperkirakan gelombang ketiga dapat terjadi—potensial lebih besar dan lebih terorganisir dibanding dua episode sebelumnya.

Nepal kini berada di tengah badai politik yang dipimpin generasi muda yang tidak lagi percaya pada struktur lama. Apa yang terjadi dalam hari-hari mendatang dapat menentukan arah masa depan politik negara ini selama satu dekade ke depan.

Gambar yang Dirilis Menunjukkan Mesin Terlepas dari Pesawat Kargo UPS Sebelum Terbakar, 14 Orang Tewas dan 23 Terluka 

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional merilis laporan awal terkait kecelakaan pesawat Kargo UPS di Louisville, Kentucky
 

EtIndonesia. The National Transportation Safety Board (NTSB) atau Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat merilis gambar baru yang memperlihatkan momen ketika mesin kiri pesawat Kargo UPS Flight 2976 terlepas dan terbakar saat pesawat itu mencoba lepas landas dari Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali pada 4 November.

Gambar-gambar yang disediakan oleh United Parcel Service (UPS) itu menunjukkan mesin kiri dan pilonnya terlepas dari sayap ketika pesawat kargo tersebut hanya beberapa kaki di atas daratan, menurut laporan awal yang dirilis pada 20 November.

NTSB mengonfirmasi adanya bukti retakan pada dudukan mesin di sayap kiri.

“Setelah pembersihan awal pada permukaan patahan, pemeriksaan pada patahan dudukan belakang pilon kiri menunjukkan bukti adanya retakan akibat kelelahan material, selain area yang mengalami patahan karena tekanan berlebih,” demikian isi laporan tersebut.

Pemeriksaan “visual umum” dan “visual rinci” pada dudukan belakang pilon kiri terakhir dilakukan pada 29 Oktober 2021, dan belum dijadwalkan untuk pemeriksaan berikutnya, kata NTSB. Namun, badan tersebut belum dapat memastikan kapan retakan itu mulai muncul.

Pesawat kargo MD-11 itu tidak sempat mencapai ketinggian lebih dari sekitar 30 kaki dari permukaan tanah sebelum melewati pagar dan jatuh di area Kentucky Petroleum Recycling dan Grade A Auto Parts, yang terletak di luar kawasan Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali.

Kecelakaan itu menyebabkan puing-puing tersebar hingga setengah mil dan menewaskan 14 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 3 tahun yang sedang berbelanja bersama neneknya.

Setidaknya 23 orang lainnya terluka, dua di antaranya mengalami luka serius.

“Kami terus berduka atas nyawa yang hilang dalam kecelakaan tragis yang melibatkan Flight 2976,” tulis UPS dalam pernyataan pada 20 November.

Perusahaan pengiriman global itu adalah pemberi kerja terbesar di Louisville, yang juga merupakan lokasi UPS Worldport—fasilitas pengiriman UPS terbesar di dunia.

“Sebelum FAA mengeluarkan Emergency Airworthiness Directive untuk semua operator MD-11, UPS secara proaktif menghentikan operasi seluruh armada MD-11 demi kehati-hatian.
“Kami menghargai keluarnya temuan awal dari NTSB dan akan sepenuhnya mendukung penyelidikan hingga selesai.”

Kantor Koroner Jefferson County, Jo-Ann Farmer, dan pihak UPS mengonfirmasi bahwa Capt. Dana Diamond (62), Capt. Richard Wartenberg (57), dan First Officer Lee Truitt (45) adalah tiga awak yang tewas di dalam pesawat.

Korban jiwa di darat adalah:

 Angela Anderson (45); Carlos Fernandez (52); Louisnes Fedon (47); Kimberly Asa, cucu Louisnes Fedon yang berusia 3 tahun; Trinadette “Trina” Chavez (37); Tony Crain (65); John Loucks (52); John Spray (45); Matthew Sweets (37); Ella Petty Whorton (31); dan Megan Washburn (35).

Seluruh korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi pada 12 November, menurut Wali Kota Louisville Craig Greenberg.

Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali menuju Bandara Internasional Daniel K. Inouye (HNL) di Honolulu, Hawaii.

Sumber : Theepochtimes.com

Pesan dari Kantong Kertas Seorang Ibu di Tiongkok untuk Mengatasi Kecanduan Ponsel Anaknya Memicu Banjir Dukungan

EtIndonesia. Sebuah pesan emosional yang ditulis di kantong sampah kertas oleh seorang ibu di kereta berkecepatan tinggi, yang mengungkapkan rasa frustrasinya atas kecanduan anak remajanya terhadap perangkat elektronik, telah memicu diskusi luas tentang pengasuhan anak di media sosial Tiongkok daratan.

Pesan tersebut menyentuh hati seorang penumpang muda beberapa hari kemudian.

“Pesan dalam botol” ini ditulis oleh seorang penumpang dari Ningbo, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, pada 29 Oktober.

Kantong sampah berisi catatan tulisan tangan tersebut luput dari perhatian petugas kebersihan dan ditemukan dua hari kemudian oleh seorang mahasiswa yang duduk di kursi yang sama, menurut Ningbo Evening News.

“Pesan dari anak saya yang berusia 14 tahun pagi ini membuat saya merasa sangat tidak enak,” tulis sang ibu.

“Apakah semua anak remaja kecanduan bermain ponsel dan gim?” tanyanya.

Sang ibu tidak mengungkapkan jenis kelamin anaknya.

Mahasiswa berusia 21 tahun itu membawa pulang kantong sampah tersebut sebelum membagikannya di media sosial. Dia pernah mengalami momen frustrasi serupa ketika melampiaskan perasaannya pada kantong sampah saat naik kereta tahun lalu.

“Saya belum mulai bekerja, dan saya juga belum menjadi seorang ibu. Mohon maafkan saya karena tidak bisa melihat masalah ini dari sudut pandang seorang ibu. Namun, saya bisa berbagi wawasan saya dari sudut pandang seorang anak,” ungkapnya dalam unggahan viral tersebut.

Mahasiswa tersebut merenungkan perjuangannya sendiri dengan gawai elektronik saat remaja, mengingat kembali kecintaannya pada drama TV, novel, dan gim.

“Sekarang saya bertanya-tanya mengapa saya begitu terobsesi dengan gawai, tetapi saya tidak dapat menemukan alasan spesifiknya. Mungkin dulu gawai dianggap barang langka bagi saya,” lanjutnya.

Meskipun sekolah menengahnya melarang siswa membawa ponsel, dia diam-diam berhasil melakukannya. Suatu kali, ayahnya memergokinya tetapi memilih untuk merahasiakannya.

Siswa tersebut memuji “rasa hormat diam-diam” ayahnya yang mendorongnya untuk merenungkan perilakunya, yang membuatnya menahan diri untuk tidak membawa ponsel ke sekolah setelah itu.

Orangtuanya menerapkan strategi efektif untuk membantunya membatasi penggunaan ponsel: mereka menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat mereka sendiri dan malah menghabiskan malam dengan membaca buku di rumah.

“Secara bertahap, saya juga mengurangi penggunaan ponsel,” ujarnya. “Memberikan contoh di samping instruksi lisan adalah yang paling efektif bagi saya. Saya tidak yakin apakah pendekatan ini juga akan berhasil untuk anak Anda.”

Kisah ini telah memikat media sosial di Tiongkok daratan, dengan banyak pengguna berbagi pemikiran mereka tentang dilema pengasuhan anak ini.

“Saya setuju dengan mahasiswa ini. Perilaku orangtua secara signifikan membentuk bagaimana seorang anak tumbuh dewasa,” komentar seorang pengamat daring.

Pengamat lain menambahkan: “Sudah umum bagi anak-anak kecil untuk tertarik pada ponsel. Bahkan anak saya yang berusia dua tahun suka bermain dengannya dan tidak mau berpisah dengan perangkatnya.”

Pengguna ketiga berbagi: “Saya juga kesulitan mengatur putra saya. Melarangnya sepenuhnya menggunakan ponsel rasanya mustahil; kalau tidak, dia tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun, begitu dia mulai bermain, sulit untuk mendapatkan kembali kendali.”

Insiden siswa yang terlalu sering menggunakan ponsel sering menjadi berita viral.

Pada bulan Juli, seorang lulusan sekolah menengah di provinsi Hunan bagian tengah diusir dari rumahnya oleh orang tuanya, yang menghentikan dukungan keuangan mereka karena frustrasi dengan prestasinya yang buruk dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional.

Dulunya seorang siswa elit, remaja laki-laki itu menghabiskan beberapa tahun terakhir asyik dengan ponselnya alih-alih belajar, mengabaikan permohonan berulang kali dari orang tuanya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. (yn)