Janji Lagi–lagi diinjak: Pembelian Kedelai AS oleh Tiongkok Kembali Mandek

EtIndonesia. Belum genap dua minggu sejak Amerika Serikat dan Tiongkok mencapai “gencatan senjata” dagang terbaru, para pelaku perdagangan mengungkapkan bahwa setelah melakukan pembelian besar-besaran kedelai AS pada akhir Oktober, impor kedelai dari Tiongkok tampak kembali macet. Para analis menilai, Beijing memang kerap ingkar janji—sehingga setiap komitmennya sulit dipercaya.

Menurut laporan Bloomberg pada 12 November, beberapa pedagang menyebut bahwa setelah gelombang pesanan besar di akhir Oktober, tidak ada lagi pengiriman baru untuk kedelai Amerika, menandakan proses pembelian kini kembali terhenti.

Situasi ini langsung menimbulkan keraguan apakah komitmen Beijing untuk membeli kedelai AS benar-benar dapat diwujudkan.

“Tidak mengejutkan sama sekali”

Direktur Eksekutif Asosiasi Motivasi Taiwan, Lai Rong-wei, mengatakan: “Bagi saya, ini sama sekali tidak mengejutkan. Sebelum ini pun sudah banyak keraguan terkait kemampuan atau kemauan Beijing memenuhi janjinya kepada AS.”

Peneliti di Institut Penelitian Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh, menambahkan: “Ini sepenuhnya bisa diprediksi. Setelah perjanjian gencatan dagang, pemerintah Tiongkok sendiri tidak pernah secara resmi mengonfirmasi detail jumlah yang akan dibeli. Pernyataan mereka hanya memakai kalimat kabur seperti ‘akan memperluas perdagangan pertanian’. Ini menunjukkan masalah yang jauh lebih dalam terkait struktur pasokan pertanian dan dinamika ekonomi AS-Tiongkok, yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan niat politik.”

Kekhawatiran terhadap masa depan perdagangan pertanian AS–Tiongkok

Lai Rong-wei menjelaskan bahwa keputusan Tiongkok juga terkait kondisi pasar dan ekonomi dalam negeri:

“Tiongkok kini mengimpor banyak produk pertanian dari Amerika Latin. Jika pasar mereka sudah jenuh, ditambah masalah ekonomi dan konsumsi dalam negeri, maka tidak membeli produk pertanian AS adalah langkah yang wajar dari sudut pandang mereka.”

Pada 13 November, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, menyatakan bahwa Beijing akan terus memperdalam kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan dengan semua negara. Namun para ahli menilai ini hanya retorika politik resmi yang tidak memiliki kredibilitas.

Lai Rong-wei menegaskan: “Reputasi Beijing dalam memenuhi janji memang buruk di mata dunia. Mereka sering ingkar janji, bukan hanya kepada Trump. Lihat saja bagaimana mereka memperlakukan Hong Kong atau isu nasionalisme internal lainnya—seluruh dunia tahu pola perilaku itu.”

Komitmen besar yang tidak pernah dikonfirmasi Beijing

Setelah pertemuan Trump–Xi sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa Beijing berjanji untuk membeli setidaknya 12 juta ton kedelai AS dalam dua bulan terakhir tahun 2025, dan 25 juta ton per tahun dalam tiga tahun ke depan.

Namun Beijing tidak pernah mengonfirmasi angka tersebut.

Hsieh Pei-hsueh berkata: “Penghentian pembelian ini sebenarnya membuktikan kekhawatiran terbesar pemerintahan Trump, yaitu bahwa Tiongkok tidak mampu—atau tidak mau—menepati komitmen perjanjian dagang. Ini akan merusak kredibilitas mereka dalam negosiasi jangka panjang.”

Kedelai sebagai senjata negosiasi

Sebagai salah satu importir pangan terbesar dunia, Tiongkok sering menjadikan kedelai sebagai kartu tawar dalam perang dagang.

Lai Rong-wei memperingatkan: “Jika mereka terus terlihat tidak dapat dipercaya, maka pada negosiasi berikutnya negara lain pasti akan berkata: ‘Jangan janji masa depan, lakukan sekarang.’ Inilah konsekuensi yang selalu muncul pada negara yang kehilangan kredibilitas.”

Dua wajah Beijing: lunak dalam ucapan, keras dalam tindakan

Hsieh Pei-hsueh juga menyinggung bahwa selain isu kedelai, Beijing mengambil sikap semakin keras dalam sektor mineral penting seperti logam tanah jarang (rare earth).
Walaupun sebelumnya berjanji untuk mengurangi pembatasan ekspor, informasi terbaru menunjukkan bahwa Beijing justru sedang menyiapkan kerangka baru untuk verifikasi pengguna akhir—yang akan memperketat ekspor rare earth khususnya bagi perusahaan pertahanan AS.

“Ini pola yang sama: satu hal yang dikatakan, lain hal yang dilakukan.”

Prospek masa depan: persaingan menuju decoupling

Para analis menyimpulkan bahwa masalah struktural dan kontradiksi fundamental antara AS dan Tiongkok tidak mungkin diselesaikan dengan cepat.

Ke depan, hubungan dagang kedua negara kemungkinan bergerak menuju dinamika persaingan, konfrontasi, dan upaya ‘mengurangi risiko’ (de-risking). (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Lawan Pembunuhan Walikota, Gen Z Meksiko Menggugat, Tolak Kejahatan dan Korupsi

EtIndonesia. Ribuan orang turun ke jalan di Mexico City pada Sabtu (15/11/2025) untuk memprotes kejahatan, korupsi, dan impunitas dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh kalangan Generasi Z, namun pada akhirnya mendapat dukungan kuat dari para pendukung oposisi yang lebih tua.

Aksi tersebut sebagian besar berlangsung damai, tetapi berakhir dengan bentrokan antara sejumlah anak muda dan polisi. Para pengunjuk rasa menyerang polisi dengan batu, kembang api, tongkat, dan rantai, serta merebut tameng dan perlengkapan lainnya milik polisi.

Sekretaris Keamanan Ibu Kota, Pablo Vázquez, mengatakan 120 orang terluka, 100 di antaranya adalah petugas polisi. Dua puluh orang ditangkap.

Di beberapa negara tahun ini, kelompok demografi yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an telah mengorganisir protes menentang ketimpangan, kemunduran demokrasi, dan korupsi.

Protes “Gen Z” terbesar terjadi di Nepal pada September setelah diberlakukannya larangan media sosial, yang kemudian berujung pada pengunduran diri perdana menteri negara tersebut. Di Meksiko, banyak anak muda mengatakan mereka frustrasi dengan masalah sistemik seperti korupsi dan impunitas atas kejahatan kekerasan.

“Kami membutuhkan lebih banyak keamanan,” kata Andres Massa, konsultan bisnis berusia 29 tahun yang membawa bendera tengkorak bajak laut yang telah menjadi simbol global protes Gen Z.

Arizbeth Garcia, dokter berusia 43 tahun yang ikut dalam aksi tersebut, mengatakan ia turun ke jalan untuk menuntut pendanaan yang lebih besar bagi sistem kesehatan publik dan keamanan yang lebih baik karena para dokter “juga terpapar pada ketidakamanan yang mencengkeram negara, di mana Anda bisa dibunuh dan tidak ada yang terjadi.”

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum masih memiliki tingkat persetujuan yang tinggi meskipun terjadi serangkaian pembunuhan profil tinggi baru-baru ini, termasuk pembunuhan seorang wali kota populer di negara bagian Michoacan, Meksiko bagian barat.

Dalam beberapa hari menjelang aksi protes hari Sabtu, Sheinbaum menuduh partai-partai sayap kanan berusaha menyusup ke dalam gerakan Gen Z dan menggunakan bot di media sosial untuk meningkatkan jumlah peserta.

Pekan ini, beberapa influencer Gen Z di media sosial mengatakan mereka tidak lagi mendukung aksi protes hari Sabtu. Sementara tokoh-tokoh lanjut usia seperti mantan Presiden Vicente Fox dan miliarder Meksiko, Ricardo Salinas Pliego, mengunggah pesan yang mendukung aksi tersebut.

Aksi Sabtu itu dihadiri oleh peserta dari berbagai kelompok usia, termasuk para pendukung Wali Kota Michoacan Carlos Manzo yang baru-baru ini dibunuh. Mereka mengikuti demonstrasi dengan mengenakan topi jerami yang menjadi simbol gerakan politik Manzo.

“Negara ini sedang sekarat,” kata Rosa Maria Avila, agen properti berusia 65 tahun yang datang dari kota Patzcuaro di negara bagian Michoacan.

“Ia dibunuh karena ia adalah seseorang yang mengirim petugas masuk ke pegunungan untuk memerangi para pelaku kejahatan. Ia punya keberanian untuk menghadapi mereka,” katanya tentang Manzo.

Oleh Maria Verza – The Associated Press

Artikel ini terbit di Theepochtimes.com

Bank-Bank Tiongkok Ramai-Ramai Menjual Rumah, Memicu Penurunan Harga Properti

EtIndonesia. Jumlah properti yang dipasang untuk dijual oleh berbagai bank di Tiongkok terus meningkat. Agen properti mengungkapkan bahwa karena jumlah kredit macet (NPL) membengkak, banyak bank tidak lagi menunggu proses lelang sitaan yang memakan waktu lama. Mereka langsung menjual properti—bahkan dengan diskon 50% hingga 70%—asal bisa menarik kembali dana. Langkah ini menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan harga rumah di banyak kota.

Menurut laporan Economic Observer yang dikutip Jumat (14/11/2025)  semakin banyak bank yang menjalankan layanan “penjualan langsung” properti. Bank-bank kota, bank pertanian, dan koperasi kredit memiliki skala penjualan terbesar. Di platform Alibaba Asset dan JD Asset, sistem kredit pedesaan dari Guangdong, Sichuan, dan Liaoning telah memasang lebih dari 10.000 unit properti untuk dijual.

Kredit macet meledak, bank terpaksa menjual rumah

Konsultan properti dari Anhui, Mr. Wang, menjelaskan: “Sekitar 60% dana yang dipinjamkan bank keluar terkait sektor properti. Kredit macet meningkat, muncul begitu banyak rumah sitaan, sehingga menimbulkan risiko bagi sistem keuangan. Bank sekarang turun langsung untuk menjual rumah, jika tidak mereka bisa kolaps.”

Agen properti di Jiangsu, Mr. Wu, juga mengatakan bahwa strategi diskon besar-besaran ini mempercepat penurunan harga rumah: “Banyak rumah gagal bayar. Bank tidak mau menunggu proses lelang, karena lelang baru bisa selesai minimal satu tahun. Mereka tidak punya waktu, yang penting dana kembali. Diskon 50% atau bahkan 70% sangat mungkin terjadi.”

“Rumah tiket”: kebijakan baru yang memaksa warga membeli rumah baru

Karena berbagai kebijakan insentif tidak lagi mampu memulihkan minat beli masyarakat, pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan baru yang lebih agresif: “kebijakan rumah tiket” (房票政策).

Konsultan Wang menjelaskan skema tersebut: “Pemerintah membongkar rumah lama Anda, lalu memberi ‘tiket rumah’. Dengan tiket itu, Anda mendapat subsidi 15% sampai 30% untuk membeli rumah baru. Kalau menolak tiket, kompensasi dipotong 200.000 sampai 300.000 yuan.”

Contohnya, Chongqing diperkirakan akan membongkar 7 juta unit rumah lama dalam setahun dan menggantinya dengan 7 juta unit rumah baru—untuk menghabiskan stok rumah tak terjual.

Namun, Wang menegaskan bahwa kebijakan ini justru menjadi beban:

“Setelah rumah lama Anda dihancurkan, Anda dipaksa membeli rumah baru. Anda harus bayar selisih harga, harus renovasi, dan harus menanggung cicilan baru. Mereka menyebut ini ‘pengaturan pasar’, tetapi intinya adalah memaksa masyarakat mengeluarkan uang.”

Pemilik rumah tercekik: harga turun drastis, pendapatan anjlok

Kebijakan rumah tiket dinilai sangat tidak adil untuk pemilik rumah yang membeli ketika harga masih tinggi. Banyak yang kini tidak sanggup membeli rumah baru ataupun membiayai renovasi.

Seorang programmer perusahaan teknologi besar di Beijing, Mr. Wang, membeli rumah pada puncak harga tahun 2019. Kini harga rumahnya turun 40%, membuatnya hidup dalam tekanan berat:

  • Harga rumah jatuh ke level tahun 2015
  • Uang muka 2,5 juta yuan hilang tak berbekas
  • Masih punya cicilan 3 juta yuan
  • Gajinya tahun lalu dipotong setengah
  • Tahun ini kehilangan pekerjaan
  • Cicilan bulanan lebih dari 10.000 yuan
  • Rumahnya kini menjadi aset negatif

Ia mengeluh: “Apartemen tua 70 meter persegi itu sudah menjadi beban. Semua tabungan selama 15–16 tahun bekerja habis. Kalau saja saya tidak membeli rumah pada 2019, hidup saya pasti jauh lebih mudah sekarang.” (jhon)

Sumber : NTDTV.com

BBC Minta Maaf atas Video Suntingan Pidato, Tetapi Menolak Membayar Ganti Rugi — Trump Tetap Akan Menuntut Hingga Rp 83,5 Triliun

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (14 November 2025) menyatakan bahwa ia akan menggugat British Broadcasting Corporation (BBC) dan menuntut ganti rugi antara 1 miliar hingga 5 miliar dolar AS (Rp 83,5 triliun). Pernyataan ini muncul setelah BBC meminta maaf atas tayangan video pidato Trump yang dinilai menyesatkan—namun menegaskan bahwa mereka tidak akan membayar kompensasi.

“Kami akan mengajukan gugatan terhadap mereka, nilai tuntutannya berada di kisaran 1 hingga 5 miliar dolar. Mungkin minggu depan. Saya rasa saya harus melakukannya. Mereka bahkan sudah mengakui bahwa mereka memanipulasi videonya,” demikian Trump mengatakan kepada media di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dikutip dari AFP. 

Pada 10 November, tim kuasa hukum Trump mengirimkan surat kepada BBC, menuduh mereka melakukan pencemaran nama baik melalui penyiaran video pidato Trump menjelang kerusuhan Capitol 2021, dan menuntut agar BBC meminta maaf serta membayar kompensasi sebelum 14 November.

Malam itu, Trump menambahkan: “Bisa dibayangkan, masyarakat Inggris sangat marah dengan apa yang terjadi, karena itu membuktikan bahwa BBC adalah media palsu.”

Trump juga menyebut bahwa ia akan mengangkat isu ini dalam pembicaraannya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Starmer sebelumnya menyatakan dukungan terhadap independensi BBC, namun berhati-hati agar tidak terlihat memihak dalam perselisihan antara Pemerintah Inggris dan Trump.

Trump mengatakan: “Saya akan meneleponnya akhir pekan ini. Sebenarnya, dia sudah menelepon saya. Dia merasa sangat tidak nyaman.”

BBC pada 10 November telah meminta maaf atas sebuah film dokumenter yang ditayangkan tahun lalu, yang memberikan kesan bahwa Trump secara langsung menyerukan “aksi kekerasan” sebelum para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Cara penyuntingan video tersebut memicu kontroversi besar hingga membuat Direktur Utama BBC dan Kepala Divisi Berita tertinggi mengundurkan diri.

BBC menyatakan bahwa ketua dewan mereka, Samir Shah, telah: “Secara pribadi mengirim surat kepada Gedung Putih untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Trump terkait penyuntingan pidato tersebut.”

Namun, BBC menegaskan: “Meski kami sangat menyesalkan cara penyuntingan video tersebut, kami dengan tegas tidak setuju bahwa ini dapat dianggap sebagai dasar gugatan atas pencemaran nama baik.” (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Dua Partai di AS Bersatu Dorong Pelarangan TP-Link — PM Jepang Pernah Peringatkan Bahayanya Secara Terbuka

Larangan terkait operasi perusahaan teknologi Tiongkok TP-Link di Amerika Serikat kembali mengalami perkembangan baru. Sejak 2024, penyelidik dari Departemen Perdagangan, Departemen Pertahanan, dan Departemen Kehakiman AS mulai menyelidiki dugaan keterkaitan TP-Link dengan serangan siber yang dilakukan rezim Tiongkok. Saat ini, lebih dari enam departemen dan lembaga federal telah menyatakan dukungan untuk melarang penjualannya di AS.

EtIndonesia. Pada 13 November 2025, sebanyak 23 anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat dan Republik bersama-sama mengirim surat kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, meminta pemerintahan Trump untuk segera membuka penyelidikan dan mempertimbangkan pelarangan total terhadap seluruh produk TP-Link dan perusahaan afiliasinya di Amerika Serikat. 

Mereka memperingatkan bahwa rezim Tiongkok selama bertahun-tahun telah berusaha merusak keamanan siber Amerika, dan perangkat-perangkat tersebut dapat menjadi “pintu belakang” bagi Beijing untuk memata-matai, menyadap, bahkan memeras anggota militer AS.

Para legislator lintas partai meminta Departemen Perdagangan untuk menyelesaikan evaluasi risiko keamanan nasional TP-Link sebelum 30 November, serta mengajukan langkah pengawasan yang diperlukan.

Dituding terlibat dalam serangan siber besar terhadap infrastruktur AS

TP-Link telah berulang kali dituntut untuk diselidiki oleh para anggota Kongres, terutama karena perusahaan itu diduga terlibat dalam beberapa serangan siber besar yang dikaitkan dengan Tiongkok, termasuk:

  • Volt Typhoon — serangan besar yang menargetkan infrastruktur kritis AS
  • Salt Typhoon — operasi siber lain yang juga dikaitkan dengan kelompok peretas pro-Beijing

Pada Agustus tahun ini,  Komite Khusus tentang Partai Komunis Tiongkok  di DPR AS mendesak pemerintah untuk melakukan penyelidikan resmi terhadap TP-Link.

Mantan Kepala Keamanan Siber di NSA, Rob Joyce, juga menyatakan bahwa router TP-Link merupakan ancaman signifikan bagi keamanan jaringan AS.

Jepang juga memperingatkan bahaya perangkat IT buatan Tiongkok

Selain AS, sejumlah negara lain juga menaruh perhatian terhadap potensi ancaman dari perangkat asal Tiongkok. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang baru-baru ini menjadi sasaran ancaman verbal dari pejabat Tiongkok, pernah secara terbuka memperingatkan bahaya perangkat IT buatan Tiongkok.

Pada 24 Mei 2025, Takaichi mengatakan: “Pada Mei 2023, sebuah perusahaan keamanan AS melaporkan bahwa router TP-Link mengandung firmware berbahaya. Setelah itu, memang terjadi serangan nyata.”

Ia juga menyinggung kekhawatiran mengenai perangkat lunak asal Tiongkok, seperti Kingsoft: “Meskipun harganya murah dan mudah dipasang, saya khawatir karena salah satu perwakilan Kingsoft di kantor pusat Tiongkok secara terbuka mengaku sebagai anggota Partai Komunis Tiongkok. Dari sudut pandang Undang-Undang Intelijen Nasional mereka, ini sangat meresahkan.”

Pelarangan TP-Link makin dekat

Menurut laporan The Washington Post pada 30 Oktober, Departemen Perdagangan AS telah mengusulkan larangan terhadap TP-Link setelah melalui beberapa bulan pemeriksaan mendalam. Usulan tersebut telah memperoleh dukungan dari Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan sejumlah lembaga federal lainnya. Setelah TP-Link diberi kesempatan memberikan tanggapan, larangan tersebut kemungkinan akan diberlakukan secara resmi.

TP-Link, perusahaan yang didirikan di Tiongkok, memiliki pangsa pasar lebih dari 50% di kalangan rumah tangga dan usaha kecil di AS, bahkan diketahui pernah menyediakan layanan jaringan bagi Departemen Pertahanan AS. Pada Maret tahun ini, perusahaan tersebut merilis pernyataan menyangkal seluruh tuduhan. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Dua Warga Tiongkok Kembali Terjebak di Kamp Online Scam Kamboja — Keluarga Diperas Tebusan Rp 470 juta

EtIndonesia. Sindikat penipuan di kawasan “taman industri” kriminal Asia Tenggara terus menimbulkan korban dan hingga kini masih sangat aktif. Baru-baru ini, dua anak muda asal Tiongkok kembali tertipu hingga dijebak di Kamboja dan kehilangan kebebasan mereka. Para pelaku kemudian memeras keluarga masing-masing dengan tebusan 200.000 yuan atau Rp 470 juta. Kedua keluarga tidak mampu mengumpulkan uang tersebut dan terpaksa meminta bantuan media.

Kasus pertama: perempuan hamil 6 bulan disekap di Phnom Penh

Menurut laporan Da Xiang News pada 14 November, seorang warga Guizhou bernama Ms. Tian meminta bantuan media karena putrinya yang sedang hamil 6 bulan kini ditahan oleh sindikat di Kamboja dan berada dalam bahaya.

Menurut penuturan Tian, putrinya pada April tahun ini berangkat dari Guangzhou menuju Phnom Penh setelah dibujuk seorang teman untuk bekerja di sana. Namun sesampainya di Kamboja, ia langsung kehilangan kebebasan. Nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, akun WeChat-nya juga tidak aktif; hanya sesekali ia bisa mengirim pesan singkat kepada ibunya. Keluarga menduga ia berada di bawah kendali sindikat, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Tangkapan layar

Pada awal Oktober, Tian tiba-tiba menerima pesan dari putrinya yang mengungkapkan bahwa ia telah hamil lebih dari 6 bulan. Sindikat yang menahannya menuntut tebusan 160.000 yuan, lalu beberapa hari kemudian menaikkan tuntutan menjadi 200.000 yuan.

Tian menerima foto putrinya dan melihat kondisi kehamilannya yang sudah jelas. Putrinya mengatakan bahwa ia berusaha menyembunyikan kehamilannya karena takut jika ketahuan ia akan dijual ke pihak lain. Ia memohon kepada ibunya:

“Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi.”

Tian mengatakan kepada media bahwa keluarganya sedang dalam kesulitan finansial dan tidak mampu menyiapkan uang sebesar itu.

“Kalau terpaksa, saya sampai kepikiran menjual rumah. Tapi saya takut setelah membayar uangnya, putri saya tetap tidak dipulangkan.”

Ketika media menanyakan perkembangan penyelidikan kepada polisi setempat, pihak berwenang hanya menjawab bahwa kasus masih dalam tahap penyelidikan dan detailnya belum dapat diungkapkan.


Kasus kedua: remaja 15 tahun dari Shanxi diculik ke Kamboja

Beberapa hari sebelum kasus perempuan hamil terekspos, Xiaoxiang Morning News melaporkan kasus lain: seorang remaja 15 tahun dari Shanxi bernama Wang Moukai yang kemungkinan besar telah diculik ke Kamboja dan kini dalam kendali sindikat penipuan.

Foto: Tangkap layar—Wang Moukai, remaja 15 tahun yang disekap di kawasan scam Kamboja.

Remaja itu hilang kontak dengan keluarganya sejak Agustus. Pada 3 November, seorang asing mengakses akun media sosial Wang dan mengirim pesan kepada orang tuanya, menuntut tebusan 200.000 yuan, atau sebagai alternatif, keluarga harus “mengirim tiga orang lain ke Kamboja untuk bekerja” sebagai ganti pembebasannya.

Tangkapan layar

Ayah Wang menolak tuntutan tersebut: “Kami tidak mungkin menyeret orang lain ke dalam tragedi yang sama.”

Keluarganya sendiri mengalami kesulitan ekonomi. Kakek dan nenek Wang baru saja menjalani operasi besar sehingga menghabiskan hampir seluruh tabungan keluarga. Mereka tidak punya cara mengumpulkan uang tebusan, dan ibu Wang bahkan sampai berlutut dalam video meminta bantuan publik.

Menurut penyelidikan polisi, lokasi ponsel Wang pada akhir Agustus terdeteksi sudah berada di Kamboja, mengonfirmasi dugaan bahwa ia telah diperdagangkan ke jaringan scam.


Laporan Internasional: Setidaknya 53 kawasan kriminal di Kamboja

Pada Juni tahun ini, Amnesty International merilis laporan investigasi yang menyebut bahwa di Kamboja terdapat setidaknya 53 kawasan yang terlibat kejahatan berat seperti:

  • penipuan daring,
  • perdagangan manusia,
  • kerja paksa,
  • pekerja anak,
  • penyiksaan,
  • penahanan ilegal,
  • hingga perbudakan modern.

Organisasi itu mengecam keras pemerintah Kamboja yang dianggap membiarkan jaringan kejahatan tersebut berkembang.

Dalam tekanan internasional, pemerintah Kamboja meluncurkan operasi besar-besaran pemberantasan penipuan daring sejak akhir Juni. Pada awal November, polisi Kamboja membongkar dua markas besar sindikat di Provinsi Svay Rieng, Kota Bavet, dan menangkap 658 tersangka asing, termasuk warga:

  • Tiongkok
  • Filipina
  • Vietnam
  • Jepang
  • dan Taiwan

(jhon)

[UPDATE] Longsor Cilacap :  520 Personel SAR Gabungan Dikerahkan, 11 Orang Tewas dan 12 Hilang 

EtIndonesia.  Hingga Sabtu (15/11/2025) siang pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan untuk operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap kembali menemukan tujuh jenazah. Selain itu, tim juga menemukan dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi milik satu nama. 

Dengan ditemukannya korban tertimbun ini, maka jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor Cilacap menjadi sebelas jiwa. Rinciannya, dua jenazah ditemukan pada hari pertama, satu jenazah ditemukan pada hari kedua, dan delapan jenazah pada hari ketiga.

“Dengan demikian, jumlah orang yang masih dalam pencarian menjadi sebanyak 12 jiwa,”   kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Tujuh alat berat aktif melakukan pengerukan pada titik longsor yang telah diasesmen dan diduga terdapat korban yang tertimbun material longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (15/11) – DOK BNPB

Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor memasuki hari ketiga pada Sabtu (15/11). Usai melaksanakan briefing pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas BPPD TNI Polri dan relawan langsung turun ke lapangan mulai pukul 7.30 WIB. 

Di bawah langit mendung tim SAR  gabungan kembali menyisir area terdampak longsor yang meliputi tiga dusun yaitu Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan. Upaya pencarian dilakukan dengan membagi lima wilayah sektor kerja. Misi Sabtu (15/11) adalah pencarian dan pertolongan warga yang dilaporkan hilang setelah terjadinya longsor pada Kamis (13/11) malam lalu. 

Pada Sabtu,  520 personel SAR gabungan dikerahkan guna percepatan operasi SAR.  Sesuai dengan, perencanaan operasi pada Jumat (14/11) malam, penambahan alat berat dikerahkan untuk mendukung operasi pada pagi tadi. Tujuh unit eskavator diaktifkan untuk menggali dengan hati-hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa di dalamnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan (dua dari kiri) berkoordinasi dengan tim Basarnas di lokasi terdampak longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (15/11) -DOK BNPB

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan pada Sabtu pagi  turut meninjau lokasi terdampak. Setelah mengetahui langsung kondisi di lapangan, Budi meminta sumber daya pencarian dan pertolongan dimaksimalkan dengan penambahan alat berat.

“Melihat lokasi terdampak longsor yang sangat luas ini, jika semalam saya sampaikan delapan eskavator harus turun, pagi ini saya minta ditambah lagi empat unit. Sehingga total alat berat yang dibutuhkan sebanyak 12 unit,” kata Budi saat meninjau lokasi terdampak di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. 

Kebutuhan penambahan alat berat ini menurut Budi karena tingginya timbunan material longsor bervariasi antara 2-8 meter yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian dengan cepat jika menggunakan peralatan sederhana.

Budi menambahkan, guna percepatan operasi SAR, seluruh sumber daya bisa dikerahkan 24 jam jika situasi memungkinkan.

“Sumber daya manusianya bisa bergiliran, namun alat berat harus aktif 24 jam,” tambah Budi.

Buddy, seekor unit K9 dari Polres Temanggung didampingi pawangnya saat melakukan pencarian orang hilang di lokasi terdampak longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (15/11) – DOK BNPB

19 Anjing Pelacak Dikerahkan

Tidak hanya sumber daya manusia, total sebanyak 19 anjing pelacak didatangkan dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan beberapa Polres se-Jawa Tengah. 

Anjing-anjing yang mayoritas berjenis Belgian Maloinis dan German Shepherd ini memiliki spesikasi khusus SAR cardaver, yaitu kemampuan penciuman tajam khusus untuk operasi SAR.

Buddy, salah satu unit K9 dari Polres Temanggung berjenis German Shepherd hari ini menemukan empat titik yang diduga terdapat korban tertimbun. Buddy hari ini bekerja dalam tim bersama rekan unit K9 bernama Jack D, milik Polres Cilacap.

Kendala Utama Faktor Cuaca

Faktor cuaca menjadi unsur penting dalam operasi tanggap darurat longsor Desa Cibeunying. Hingga hari Minggu (16/11) cuaca di wilayah Kecamatan Majenang diprakirakan akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Turunnya hujan akan berpengaruh pada waktu operasional pencarian korban yang diduga masih tertimbun. Beruntung, pada pagi hingga sore hari ini (15/11) tidak turun hujan meskipun langit mendung. Operasi SAR hari ketiga ditutup pada pukul 16.00 WIB. (***)

BNPB Pastikan Semua Komponen Bergerak Bersama dalam Penanganan Darurat Tanah Longsor Cilacap

EtIndonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh komponen bangsa bergerak bersama dalam upaya penanganan darurat bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hal itu terlihat ketika Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan tiba di lokasi terdampak di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (14/11/2025) sore.

Kehadiran Budi atas arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., ini tentunya membawa kekuatan tambahan dan melengkapi gap yang masih diperlukan dalam rangkaian penanganan darurat, mulai dari upaya pencarian dan pertolongan hingga fase pemulihan, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memberi perhatian yang besar pada bencana ini. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” ujar Budi di sela rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jumat (14/11) malam dikutip dari siaran persnya yang dirilis oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

“Kami hadir disini untuk membantu Bapak Bupati. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi serta Basarnas terkait kebutuhan mendesak dalam operasi pencarian dan pertolongan di masa golden time ini,” tambahnya.

Setelah memimpin rapat koordinasi, Mayjen Budi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah setempat yang merespon kejadian ini dengan segera. Tim search and rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari 512 personel dari lintas sektor telah menjalankan misi sejak hari pertama kejadian, atau Kamis (13/11). 

Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa dari Basarnas, BPBD, TNI, POLRI, dan para relawan MDMC, SAR MTA, SIAGA BENCANA Ciamis, Serayu Rescue, Tagana, Pemuda Pancasila, Redkar, FPRB Cijati,BAZNAS Tanggap Bencana.

Di samping itu, Budi juga mengapresiasi terbentuknya klaster-klaster kebencanaan dan Pos Lapangan di lokasi terdampak. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak maupun tim SAR yang bertugas. Pos kesehatan juga dihadirkan untuk memberikan pelayanan secara gratis.

Operasi Pencarian dan Pertolongan Hari Kedua

Dalam operasi SAR, Basarnas yang ditunjuk sebagai leading sektor operasi ini membagi tiga wilayah operasi (worksite). Empat alat berat dikerahkan untuk mempercepat operasi SAR. 

Hingga hari kedua atau pada Jumat (14/11), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dengan kondisi meninggal dunia pada pukul 10.56 WIB. Dengan demikian, jumlah orang dalam daftar pencarian berkurang menjadi sebanyak 20 jiwa. 

Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIB, karena cuaca buruk. Hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dan tentunya berisiko dan dapat memicu longsor susulan. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan yang harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan korban tambahan.

Rencana Operasi SAR hari Ketiga

Operasi pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan pada Sabtu (15/11). Sesuai arahan Budi Irawan dalam rapat koordinasi malam ini, percepatan penanganan darurat akan dilakukan dengan penambahan alat berat sebanyak empat unit. 

“Alat berat yang semulanya empat unit, kami minta tambah dua kali lipat menjadi delapan unit. Jika nanti masih kurang, akan kami tambah lagi alat beratnya,” kata Budi.

Di sisi lain, satu ekor anjing pelacak dari unit K9 Kantor SAR Semarang juga akan diturunkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban dalam operasi SAR esok hari. 

Selain fokus pada operasi SAR, dalam fase tanggap darurat ini secara pararel BNPB juga berkomitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. BNPB menyediakan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, tenda, selimut, dan matras. 

Prakiraan Cuaca Harian

Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap pada hari Jumat (14/11) hingga Minggu (16/11) mendatang.

Topografi wilayah yang berbentuk cekungan menjadi salah satu potensi risiko terdampak longsor. Inilah yang juga diduga menjadi faktor penyebab kejadian tersebut berdasarkan kaji cepat sementara di lapangan.

BNPB mengimbau warga maupun tim SAR yang sedang bertugas di lokasi untuk selalu waspada akan risiko longsor susulan. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam, warga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. (***)

Pria Tiongkok Rekayasa Kecelakaan Mobil untuk Membunuh Putranya yang Berusia 7 Tahun, Klaim Uang Asuransi Setelah Perselingkuhan Istrinya

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok tenggara, yang kesal setelah mengetahui perselingkuhan istrinya, berkonspirasi dengan sepupunya untuk membunuh putra kandungnya demi mengklaim uang asuransi.

Pengadilan Provinsi Fujian baru-baru ini merilis detail kasus yang terjadi pada tahun 2020, yang menarik perhatian luas di dunia maya.

Pada bulan April tahun itu, Zhang, dari Kota Sanming di Provinsi Fujian, sering berdebat dengan istrinya mengenai masalah keuangan dan perselingkuhannya.

Dalam kemarahan yang meluap, dia menyusun rencana untuk membunuh putra mereka yang berusia tujuh tahun demi mengklaim uang asuransi.

Zhang meminta bantuan sepupunya, yang bekerja sebagai sopir truk. Majikan sepupunya tersebut dilaporkan telah mengambil dua polis asuransi besar untuk truk tersebut.

Pada bulan Oktober tahun itu, Zhang memarkir mobilnya di jalan dengan putranya di dalamnya dan memerintahkan putranya untuk keluar dan menunggu di samping kendaraan.

Beberapa saat kemudian, sebuah truk yang dikendarai sepupu Zhang menabrak mobil tersebut, menewaskan anak laki-laki itu seketika.

Ketika polisi tiba, mereka menemukan Zhang menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh putranya yang tak bernyawa.

Sopir truk tersebut mengaku dia sedang asyik dengan ponselnya dan tidak melihat mobil di depannya.

Namun, Zhang berbohong tentang hubungannya dengan sang sopir, menyembunyikan hubungan keluarga mereka dari pihak berwenang.

Beberapa bulan kemudian, Zhang menerima ganti rugi sebesar 180.000 yuan (US$25.000) dari perusahaan asuransi truk dan memberikan 30.000 yuan kepada sepupunya.

Sepupunya menerima hukuman percobaan karena menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan diperintahkan untuk membayar keluarga anak laki-laki tersebut sebesar satu juta yuan (US$140.000), yang sebagian besar ditanggung oleh perusahaan asuransi truk.

Kasus ini berubah ketika terungkap bahwa sepupu Zhang telah memalsukan kualifikasi transportasi jalannya, yang berarti dia tidak memiliki sertifikasi resmi untuk mengoperasikan truk tersebut.

Penemuan ini menyebabkan perusahaan asuransi truk menolak pembayaran ganti rugi, dan pengadilan setempat memutuskan bahwa pemilik truk, Luo, yang merupakan majikan sepupu tersebut, harus memberikan kompensasi kepada keluarga tersebut.

Terkejut dengan putusan tersebut, Luo, bersama salah satu teman Zhang, Ye, melaporkan kekhawatiran mereka kepada polisi.

Luo mengungkapkan bahwa Ye telah mengetahui rencana Zhang untuk membunuh putranya, tetapi menolak untuk terlibat. Setelah kematian putranya, Ye curiga terhadap keterlibatan Zhang, tetapi tetap diam karena takut.

Berdasarkan informasi ini, polisi mengungkap kebenaran dan menangkap Zhang dan sepupunya.

Putusan pengadilan mengungkapkan bahwa sepupu Zhang akhirnya dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun, denda 30.000 yuan, dan diperintahkan untuk mengembalikan uang ganti rugi kepada Zhang.

Zhang juga dijatuhi hukuman mati, tetapi kemudian mengajukan banding untuk pengurangan hukuman. Putusan akhir Zhang masih dirahasiakan.

Kasus ini menjadi viral di media sosial Tiongkok daratan, dengan unggahan terkait telah ditonton lebih dari 32 juta kali.

Seorang pengamat daring berkomentar: “Ada pepatah lama di Tiongkok, ‘Bahkan seekor harimau pun tidak akan memakan anaknya sendiri.’ Zhang tidak manusiawi, egois, dan serakah; dia tidak pantas menjadi seorang ayah.” (yn)

Relawan Museum Merusak Karya Seni dengan Membersihkannya Setelah Mengira Itu Cermin Kotor Biasa

EtIdonesia. Sebuah museum di Taiwan terpaksa meminta maaf kepada seorang seniman lokal yang karyanya dipajang di sana setelah seorang relawan mengiranya cermin kotor dan membersihkannya secara menyeluruh.

Staf di Museum Seni Keelung di Taiwan tidak dapat mencegah perusakan sebuah karya seni yang tak ternilai harganya di tangan seorang relawan yang berniat baik, yang menggunakan segenggam tisu toilet untuk membersihkannya dari debu.

Berjudul ‘Sintaks Terbalik 16’, karya seni tersebut terdiri dari sebuah cermin berdebu yang terpasang di atas papan kayu sederhana dengan noda di tengahnya, yang mewakili kesadaran budaya masyarakat kelas menengah.

Lapisan debu tebal yang menutupi ‘Sintaks Terbalik 16’ telah terkumpul selama lebih dari 40 tahun dan merupakan bagian integral dari karya seni tersebut, tetapi bagi relawan yang membantu staf Museum Seni Keelung menjaga karya seni tersebut dalam kondisi prima, itu hanyalah debu yang perlu dibersihkan.

Setelah gagal mengenali makna artistik dari kotoran yang menumpuk, relawan tersebut menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki pada karya seni tersebut sebelum petugas museum lainnya sempat turun tangan.

Wakil Direktur Cheng Ting-ching mengatakan bahwa biro tersebut mengadakan pembicaraan darurat setelah kesalahan tersebut dan saat ini sedang membahas potensi kompensasi bagi seniman tersebut.

Dengan begitu banyaknya bentuk seni, kesalahan seperti itu bukanlah hal yang jarang terjadi. Tahun lalu, seorang teknisi museum membuang sebuah karya seni yang terdiri dari dua kaleng bir yang hancur ke tempat sampah, karena mengira kaleng-kaleng itu ditinggalkan oleh seorang pengunjung. (yn)

Ada Kalanya, Kebenaran Itu Tidak Penting

 EtIndonesia. Saat melakukan perjalanan dinas ke luar kota, aku menginap di rumah seorang sahabat. Di sana, aku melihat bahwa dia memiliki seorang mertua yang sangat teliti namun cukup cerewet—tapi anehnya, hubungan mereka justru sangat harmonis.

Malam itu, kami makan camilan larut malam di warung kaki lima. Sesampainya di rumah, sahabatku mengambil dua kotak susu segar dan memberikan satu padaku. 

Baru saja akan kuminum, tiba-tiba ibunya berseru :  “Cepat makan sesuatu dulu! Tidak boleh minum susu saat perut kosong!”

Aku langsung merasa heran—bahkan sedikit kesal. Kami baru saja makan banyak di luar! Sahabatku sepertinya membaca pikiranku. Dia memberi isyarat kecil, lalu mengambil sepotong roti, merobek sedikit untukku dan sedikit untuk dirinya. Setelah melihat kami memasukkan setengah gigitan roti ke mulut, sang nenek pun berlalu dengan wajah puas.

“Aneh sekali, bukankah kita barusan makan banyak? Kenapa kamu tidak menjelaskan saja?” protesku.

Sahabatku menepuk bahuku dan tersenyum : “Kalau dengan hal kecil seperti ini dia bisa merasa berharga, buat apa kita harus memberitahunya kebenaran? Kebenaran tidak penting baginya, dan tidak membawa manfaat bagi kita. Itu cuma setengah gigitan roti.”

Itulah pertama kalinya aku mendengar seseorang berkata: “Kadang kebenaran tidak penting.

Sejak kecil, aku diajari untuk selalu membela kebenaran—kalau seseorang salah, harus kita luruskan; kalau tidak ditegur, itu berarti membiarkan mereka terjerumus.

Tak lama kemudian, saat mengobrol dengan teman lain, dia menceritakan kejadian kecil di jalur produksi kantornya. Dua karyawan mengemas produk dengan cara yang sama. 

Namun setiap kali bos lewat, dia selalu berkomentar :  “Wah, ini kayaknya kurang kuat ya.”

Karyawan A biasanya diam saja dan langsung menambah seutas tali. Sedangkan karyawan B akan menjelaskan panjang lebar, meyakinkan bos bahwa metode yang dia gunakan sudah ilmiah dan sangat kuat.

B menganggap A itu penjilat, sementara dirinya adalah orang yang benar-benar memikirkan perusahaan. Namun tak lama kemudian, A yang mendapat promosi. B tetap bekerja di jalur produksi.

Setengah gigitan roti atau seutas tali itu sebenarnya tidak penting. Baik orangtua, atasan, maupun teman—ketika mereka terpaku pada hal-hal kecil seperti itu, sering kali yang mereka inginkan hanyalah rasa dihargai. Mereka tidak benar-benar peduli apakah perutmu kosong atau apakah kemasan itu cukup kuat. Mereka hanya peduli apakah kata-kata mereka mendapat respons.

Jika kita ngotot mempertahankan “kebenaran kecil” yang tidak berpengaruh besar, bagi mereka itu terasa seperti kegagalan. Lalu bagi kita, apa yang lebih penting? Menghemat sepotong roti atau seutas tali… atau membuat seseorang merasa dihormati?

Jelas, yang kedua jauh lebih berarti.

Melepaskan kebenaran yang tidak penting bukan berarti menjadi orang yang plin-plan. Ini justru soal tahu kapan harus teguh dan kapan harus melepaskan. Penting atau tidaknya sebuah kebenaran tidak ditentukan oleh perasaan kita, tetapi oleh apakah hal itu benar-benar memengaruhi hasil, mengubah seseorang, menyentuh moral, atau menyangkut prinsip dasar.

Voting Hidup-Mati 84 Penumpang

EtIndonesia. Ini adalah kisah nyata yang mendebarkan sekaligus menggugah hati. 26 Mei 1990, pukul 06: 10 pagi, pesawat British Airways nomor penerbangan 5390—bertipe BAC-1-11—lepas landas dari Bandara Birmingham menuju Málaga, Spanyol.


Kapten penerbangan hari itu adalah Simon, pilot berpengalaman dengan 21 tahun jam terbang. Di sampingnya ada wakil pilot Alastair, yang baru pertama kali bertugas di penerbangan 5390. Selain itu, pesawat membawa satu kepala pramugara, tiga pramugari, dan 84 penumpang.

13 Menit Setelah Lepas Landas—Bencana Terjadi

Sekitar 13 menit setelah mengudara, ketika pesawat mencapai ketinggian 13.000 meter, Kapten Simon mengatur pesawat ke mode autopilot dan berdiri untuk mengambil minuman.

Namun baru dia bangun dari kursi, “BRAK!”  Kaca kokpit di sisi kiri meledak dan terlepas seluruhnya.

Perbedaan tekanan udara yang ekstrem antara dalam kabin dan luar kabin membuat Simon tersedot keluar pesawat. Beruntung, dalam sekejap refleks dia berhasil mengaitkan satu kakinya ke rangka kursi di belakangnya. Kepala pramugara bersama dua pramugari langsung berlari dan memegangi tubuh sang kapten yang sudah setengah terlempar keluar pesawat.

Angin bersuhu -20°C menerjang masuk dengan kecepatan 390 km/jam. Tiga alarm kokpit berbunyi bersamaan. Pesawat pun kehilangan kontak dengan pusat kendali.

Dalam hitungan detik, 84 penumpang panik, menjerit, dan tak tahu apa yang terjadi. Pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan cepat.

Wakil Pilot Pemula yang Harus Menyelamatkan Semuanya

Alastair—yang belum terlalu familiar dengan BAC-1-11—mendadak harus mengambil kendali penuh.  Dengan bermodal intuisi dan pengalaman dari jenis pesawat lain, dia berhasil menarik pesawat naik kembali dan menstabilkannya.

Namun bahaya jauh dari selesai.

Karena kaca kokpit terbuka, kabin kehilangan tekanan. Oksigen hanya cukup untuk 30 menit. Setelah itu, hampir semua orang akan pingsan dan perlahan mati lemas.

Untuk menutup celah udara itu, mereka harus melepaskan tubuh sang kapten—yang berarti membiarkannya jatuh dari pesawat.

Kapten Simon, yang tergantung di luar kokpit dalam keadaan membeku, tampak seperti sudah tidak bernyawa. Tetapi para awak kabin tidak sampai hati melepasnya. Namun mereka juga tahu bahwa jika terus begini, 84 penumpang akan mati bersama kapten.

Menurut prosedur British Airways, awak kabin boleh berkorban demi keselamatan penumpang—kecuali jika penumpang meminta agar tidak melakukannya.

Artinya, keputusan hanya bisa diambil lewat voting penumpang.

Voting Hidup-Mati yang Sunyi

Dengan izin kepala pramugara, salah satu pramugari berjalan ke dalam kabin. 

Dia menahan tangis, menenangkan napas, lalu berkata: “Kita sedang mengalami masalah serius. Kapten kami tergantung di luar pesawat, tak jelas apakah masih hidup. Jika kami melepaskannya, pesawat mungkin bisa selamat. Jika tidak, kita semua bisa mati kehabisan oksigen. Tolong angkat tangan jika kalian setuju untuk melepaskan kapten.”

Seluruh kabin langsung hening. Beberapa detik kemudian—tangan-tangan mulai terangkat.
Dua tangan.
Lima.
Sepuluh.
Dua puluh.
Tiga puluh…

Pramugari itu menahan air mata sambil menghitung. Ketika tangan hampir mencapai 42—jumlah yang diperlukan untuk mencapai suara mayoritas— tiba-tiba, salah satu penumpang menurunkan tangannya.
Lalu satu lagi.
Lalu yang berikutnya.

Sampai akhirnya— tidak satu pun tangan yang terangkat.

Pramugari itu tidak bisa menahan diri lagi.  Dia menangis tersedu, terharu oleh keputusan kemanusiaan yang luar biasa.

Pendaratan Ajaib Setelah 22 Menit yang Menegangkan

Sesaat kemudian, kabar baik datang. Wakil pilot Alastair akhirnya berhasil memulihkan komunikasi dengan menara kontrol.

Dengan bimbingan dari darat, dia mengarahkan pesawat menuju Bandara Southampton, sekitar 6 kilometer dari lokasi.

22 menit setelah kaca pecah, pesawat berhasil mendarat darurat. Tim medis langsung mengangkut Kapten Simon yang tubuhnya beku dan membiru.

Semua mengira dia sudah meninggal. Namun—secara ajaib—dia selamat. Setelah 3 bulan perawatan intensif, dia kembali terbang sebagai kapten.

Fakta Mengejutkan dari Investigasi

Hasil penyelidikan menemukan bahwa kaca kokpit pecah karena seorang teknisi memasang sekrup yang salah ukuran saat penggantian sebelumnya.

Yang lebih mencengangkan: Jika para kru melepaskan Simon, tubuhnya pasti akan tersedot ke arah mesin pesawat, hancur dalam bilah-bilah turbin, dan mesin akan rusak berat— mengakibatkan pesawat jatuh dan semua orang tewas.

Keputusan 84 penumpang untuk tidak melepaskan kapten bukan hanya menyelamatkan sang kapten—  tapi secara misterius juga menyelamatkan nyawa mereka sendiri. (yn)

Teluk Memanas! Kapal Tanker Raksasa Diduga Dibajak Iran di Dekat Selat Hormuz

EtIndonesia. Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah insiden pembajakan kapal tanker yang diduga dilakukan oleh Iran. Dua perusahaan keamanan maritim berbasis di Inggris, Ambrey dan UKMTO (United Kingdom Maritime Trade Operations), pada 14 November 2025 melaporkan bahwa sebuah kapal tanker berbobot 73.000 ton bernama MT Telara telah dibajak ketika melintas hanya 22 mil laut dari Selat Hormuz.

Kronologi Insiden

Laporan awal menyebutkan bahwa tiga kapal cepat tanpa identitas mendekati MT Telara saat kapal tersebut sedang membawa muatan high-sulfur fuel oil menuju pasar Asia.

Menurut analisis UKMTO:

  • Tiga kapal cepat mengitari kapal tanker dan memaksa nakhoda mengubah haluan.
  • Kapal kemudian digiring menuju perairan teritorial Iran, tepatnya di area yang dikontrol langsung oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).
  • Komunikasi terakhir dengan kapal terjadi sekitar pukul 09.40 waktu setempat, sebelum transponder AIS dinonaktifkan.

Hingga laporan ini diterbitkan, otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai keberadaan kapal maupun awaknya.

Pola Aksi yang Berulang

Insiden ini menambah daftar panjang penyitaan kapal dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, Iran tercatat beberapa kali menahan atau menguasai kapal tanker berbendera internasional, terutama sebagai respons terhadap:

  • sanksi Amerika Serikat,
  • penyitaan kapal Iran oleh negara lain,
  • serta dinamika geopolitik terkait perang di Gaza dan rute minyak global.

Para analis keamanan meyakini bahwa motif serupa mungkin kembali terjadi, ditambah situasi regional yang makin tegang akibat konflik di Lebanon dan meningkatnya aktivitas militer AS di Timur Tengah.

Dampak Langsung: Harga Minyak Naik Lebih dari 3%

Beberapa jam setelah laporan pembajakan muncul, harga minyak global langsung melonjak.

  • Brent naik 3,1%
  • WTI naik 3,4%

Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar bahwa Selat Hormuz — jalur pengiriman minyak paling vital di dunia — kembali berada dalam kondisi rawan gangguan.

Lebih dari 20% suplai minyak dunia melewati jalur strategis ini setiap harinya.

Analis: Ada Pola Poros Baru Rusia–Tiongkok–Iran

Insiden ini memicu analisis lebih dalam tentang pergeseran dinamika geopolitik global.

Sejumlah pakar menilai insiden pembajakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait pola baru:

  • Kerja sama maritim dan drone antara Iran–Rusia, khususnya untuk menopang operasi Rusia di Laut Hitam.
  • Perdagangan energi strategis Iran–Tiongkok, yang meningkat tajam meski berada di bawah sanksi AS.
  • Dukungan diplomatik dan militer tiga negara dalam berbagai forum internasional.

Beberapa analis Barat memperingatkan bahwa poros baru Rusia–Tiongkok–Iran kini semakin terlihat, dan aksi pembajakan kapal dapat menjadi sinyal bahwa Iran merasa mempunyai perlindungan strategis yang lebih kuat.

Potensi Dampak ke Hubungan AS–Tiongkok

Insiden ini juga dinilai dapat memperburuk hubungan antara Beijing dan Washington, terutama karena:

  • Beijing adalah importir utama minyak Iran,
  • Tiongkok pernah beberapa kali menjadi mediator politik di Timur Tengah,
  • dan AS menuduh Iran menggunakan surplus minyak untuk mendanai milisi regional.

Amerika Serikat diperkirakan akan meminta Tiongkok untuk menekan Iran, namun Beijing kemungkinan akan menolak tekanan semacam itu.

Situasi Masih Berkembang

Hingga kini, posisi MT Telara dan kondisi para awak masih belum dipastikan. Negara-negara pemilik dan pengelola kapal sedang berkonsultasi dengan Angkatan Laut AS serta mitra keamanan di kawasan Teluk untuk mengambil tindakan lanjutan.

Jika ada pembaruan resmi dari Iran atau koalisi maritim internasional, laporan ini akan diperbarui.

Tentang “Jodoh” atau “Pertalian” dalam Hidup


EtIndonesia.
Di antara lautan manusia, setiap pertemuan antara satu orang dengan yang lain adalah sebuah pertalian—“缘” (yuan-takdir pertemuan), atau jodoh/pertalian. 

Ada pepatah yang berkata: “Bila ada jodoh, meski terpisah seribu mil tetap akan bertemu; bila tak berjodoh, sekalipun berhadapan tetap tak saling mengenal.”

Segala bentuk hubungan manusia—baik yang dalam, dangkal, muncul, ataupun berakhir—semuanya berawal dari satu kata: 缘 (Takdri Pertemuan). Semua itu seperti sudah ditentukan oleh alam, tak perlu kita paksa. Misalnya, saat sepasang kekasih berpisah, mungkin itu karena jodohnya belum tiba. Terimalah dengan lapang dada. Ada pula pasangan suami istri yang harmonis puluhan tahun—itu bukan hanya karena hubungan mereka sudah sangat kuat, tapi juga karena mereka saling menghormati dan saling memahami.

Kalau yang datang adalah keterikatan buruk (孽緣), maka satu-satunya jalan adalah menghadapinya dengan hati yang luas—belajar memaafkan, menerima, dan mengubah rasa sakit itu menjadi peluang bagi pertumbuhan batin. 

Sama seperti kisah cinta tragis antara Baoyu dan Daiyu—yang satu bagaikan batu giok sempurna, yang lain seperti bunga langka dari taman para dewi. Keduanya saling mencintai, namun nasib tidak memberi mereka akhir yang bahagia. Begitu pula kisah “Burung merak terbang ke tenggara”—penuh ketidakberdayaan dan kesetiaan yang membuat siapa pun yang membaca ikut menangis.

Dalam masyarakat, setiap profesi saling terhubung satu sama lain, terjalin menjadi satu jaring besar yang rapat—itulah “缘” yang tidak bisa dipisahkan. Dan setiap orang yang berada dalam jaring keterhubungan ini—kau, aku, dia—memikul perannya masing-masing.

Seorang guru harus melakukan tugasnya: mengajar, membimbing, dan menjelaskan.
Seorang dokter harus menjalankan tekadnya menolong sesama.
Seorang pekerja harus mengabdikan tenaga dan keringatnya.
Seorang rohaniwan harus menjaga tugas sucinya.

Saat kamu menjalankan tanggung jawabmu tanpa keluhan, setetes keringatmu menjadi tabungan bagi jodoh yang lebih dalam dan langgeng di masa depan.

Selain menjaga jalinan pertalian yang sudah ada, kita juga perlu menanam pertalian yang baik. Hubungan guru–murid selalu hangat dan indah adanya. Persahabatan sejati pun begitu—jernih dan tulus. Seperti persahabatan Guan Zhong dan Bao Shuya yang saling memahami, atau keakraban Ziqi dan Yu Boya yang saling mengerti melalui nada musik—hubungan seperti itu membuat siapa pun merasa iri dan kagum.

Jalinan jodoh—entah dalam, dangkal, datang, atau pergi—melahirkan berbagai kisah suka dan duka. Aku paling mengagumi sikap Yan Hui, murid Kongzi, yang mampu hidup damai dan puas meskipun serba kekurangan. Baginya, dunia tidak pernah buruk, tidak pernah mengecewakan. Hanya ia sendiri yang memahami betapa manisnya hidup sederhana dengan semangkuk nasi dan seember air.

Maka, hargailah semua jalinan hubungan yang ada di dunia ini. Biarkan setiap pertalian yang kau temui memancarkan cahaya indah melalui perjumpaan dan kebersamaanmu dengan sesama.(jhn/yn)

Sanksi Meledak! Tiongkok Diduga Jadi ‘Pemasok Siluman’ Rudal Balistik Iran


EtIndonesia.  Laporan eksklusif CNN yang mengutip sumber intelijen Barat mengungkap temuan serius: perusahaan-perusahaan asal Tiongkok diduga telah memasok sekitar 2.000 ton natrium fluorida (NaF) kepada Iran sejak awal September 2025. Bahan kimia industri ini merupakan komponen utama dalam pembuatan propelan padat untuk rudal balistik jarak menengah dan jauh.

Para analis menyebut volume sebesar itu cukup untuk memproduksi sedikitnya 500 rudal balistik, sekaligus memungkinkan Iran membangun kembali gudang senjata yang hancur dalam serangkaian serangan presisi beberapa bulan terakhir.

Pasokan Massif: Cukup untuk 500 Rudal Balistik

Menurut dokumen intelijen yang dibocorkan ke CNN, pengiriman dilakukan melalui perusahaan perantara di Tiongkok daratan dan Hong Kong, sebelum masuk ke Iran melalui jaringan ekspor komoditas kimia.

Natrium fluorida sendiri biasanya digunakan untuk industri metalurgi dan produksi optik, namun dalam konteks militer bahan ini menjadi elemen penting untuk:

  • Propelan padat rudal balistik, termasuk seri Shahab, Sejjil, dan Khorramshahr.
  • Stabilisasi bahan bakar dan peningkatan thrust pada tahap awal peluncuran.

Jika estimasi intelijen benar, pasokan tersebut cukup untuk memulihkan kapasitas produksi rudal Iran yang terpukul akibat ledakan depot senjata di Isfahan, Natanz, dan Parchin sepanjang Juli–Oktober.

Dampak Geopolitik: Memperkuat Iran, Rusia, dan Houthi

Pada 13 November 2025, sejumlah anggota Kongres AS dari Komite Urusan Luar Negeri menyampaikan peringatan keras. Mereka menilai tindakan Tiongkok berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan strategis di Timur Tengah.

Pernyataan resmi menunjukkan bahwa bantuan material ini:

  • Menguatkan kembali kemampuan serangan Iran, tepat saat negara itu meningkatkan aktivitas militernya di Suriah dan Teluk Persia.
  • Mendukung Rusia, yang mendapatkan suplai drone, amunisi, dan kini potensi rudal dari Iran untuk digunakan di Ukraina.
  • Memperkokoh milisi Houthi, yang semakin sering menyerang kapal internasional di Laut Merah dengan rudal balistik dan drone buatan Iran.

Seorang pejabat senior Pentagon yang dikutip Reuters menyebut langkah Tiongkok ini sebagai “ancaman ganda”, karena memperkuat blok Iran–Rusia–Houthi sekaligus memperlemah upaya stabilisasi internasional di kawasan.

Respons Amerika Serikat: 32 Entitas Dijatuhi Sanksi Baru

Sebagai respons, pada 14 November 2025, Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury) mengumumkan paket sanksi terbaru yang menargetkan 32 entitas yang terlibat dalam jaringan suplai rudal Iran.

 Daftar tersebut mencakup:

  • Perusahaan kimia Tiongkok, termasuk eksportir bahan industri ganda (dual-use chemicals).
  • Perusahaan berbasis di Hong Kong yang berfungsi sebagai broker logistik dan penutup jalur pengiriman.
  • Individu kunci yang terlibat dalam pengadaan teknis untuk Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan menegaskan bahwa Washington “akan menindak tegas siapa pun yang membantu Iran mengembangkan kemampuan rudal atau drone yang mengancam pasukan AS, mitra regional, atau stabilitas global.”

Sikap Tiongkok: Bantahan Halus, Tanpa Penjelasan Teknis

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut. Namun juru bicara sebelumnya pernah menyatakan bahwa:

  • Tiongkok menolak sanksi sepihak AS,
  • dan semua kegiatan dagang “dilakukan sesuai hukum internasional.”

Namun, Beijing tidak memberikan klarifikasi apakah pengiriman natrium fluorida benar terjadi dan dalam jumlah sebesar yang dilaporkan.

Analisis: Babak Baru Persaingan AS–Tiongkok di Timur Tengah

Para analis menyimpulkan bahwa kasus ini bukan sekadar transaksi bahan kimia, tetapi bagian dari dinamika yang lebih besar:

  1. Tiongkok memperluas pengaruh strategis di Timur Tengah melalui suplai teknologi dan material militer.
  2. Iran mencari jalur rekonstruksi militer setelah fasilitas misilnya dihantam berulang kali.
  3. AS memperketat embargo, mencoba menutup celah pengadaan Iran melalui Hong Kong dan perusahaan bayangan.

Situasi ini diperkirakan meningkatkan ketegangan AS–Tiongkok, terutama karena laporan intelijen menunjukkan pola pasokan terstruktur, bukan transaksi sporadis.