Pesan Terakhir Istri untuk Suaminya

EtIndonesia. Pada hari pernikahan mereka, sang istri menggunakan uang yang seharusnya untuk membeli cincin, lalu membelikannya sebuah ponsel.

Malam itu, mereka berdua bersembunyi di bawah selimut, berulang kali mengatur nada dering ponsel itu.

Mereka merasa hidup seperti nada dering itu—nyaring, indah, penuh harapan dan impian.

Sejak hari itu, sang suami sering menerima telepon dari istrinya:

“Sayang, pulang kerja belikan sedikit sayur, ya.”
“Sayang, aku kangen kamu. Aku cinta kamu.”
“Sayang, malam ini kita makan di rumah Mama.”

Setiap panggilan membuat hatinya hangat.

Suatu hari, ia lupa mengisi daya ponselnya.
Kebetulan ia harus menemani atasannya ke kunjungan kerja dan pulang larut malam.
Saat membuka pintu, ia melihat istrinya menangis sampai matanya bengkak.

Ternyata sejak waktu ia biasanya pulang, sang istri menelepon setiap lima belas menit.
Nomornya tidak bisa dihubungi karena ponselnya mati.
Ia semakin cemas dan menelepon tiap sepuluh menit—hingga suami membuka pintu, tepat setelah ia meletakkan telepon.

Sang suami menganggap istrinya terlalu berlebihan.
“Aku kan bukan anak kecil. Apa yang bisa terjadi?”
Namun istrinya berkata ia punya firasat buruk—jika suaminya tak mengangkat telepon, rasanya seolah ia tak akan kembali lagi.
Ia hanya tersenyum, mengelus kepala istrinya, “Dasar bodoh…”
Sejak itu ia tak pernah lupa mengisi daya ponsel.


Janji Sebuah Cincin

Beberapa tahun kemudian, ketika penghasilannya sudah membaik, ia teringat cincin yang dulu tidak ia belikan untuk istrinya.
Dengan bersemangat ia mengajaknya ke pusat perbelanjaan.

Namun istrinya malah ragu dan berkata:

“Apa gunanya cincin mahal? Belikan aku ponsel saja.
Biar kita bisa lebih sering berkomunikasi.”

Akhirnya ia membelikan istrinya sebuah ponsel baru.
Malam itu, satu di kamar tidur, satu di ruang tamu, mereka saling mengirim pesan sambil tertawa-tawa—seperti sepasang kekasih baru.


Malam yang Mengubah Segalanya

Suatu malam ia bermain kartu bersama teman-temannya.
Istrinya menelepon:

“Kamu di mana? Kenapa belum pulang?”
“Di rumah teman, main kartu.”
“Kapan pulang?”
“Nanti.”

Hujan turun deras.
Istrinya menelepon lagi:

“Kamu di mana? Sedang apa? Pulanglah cepat!”
“Kan sudah kubilang aku di rumah teman! Hujan begini bagaimana aku pulang?”
“Kamu bilang saja di mana. Aku jemput kamu!”
“Tidak perlu!”

Teman-temannya mengejeknya “takut istri”.
Tersulut emosi, ia mematikan ponselnya.

Pagi hari, ia sudah kalah habis-habisan.
Temannya mengantarnya pulang.
Begitu sampai, pintu rumah terkunci.
Istrinya tidak ada.

Saat itu telepon rumah berdering.
Ibu mertuanya menangis di ujung telepon:

“Semalam dia keluar rumah, hujan deras, naik sepeda sambil membawa payung, mencari kamu dari satu rumah teman ke rumah teman lainnya…
Di jalan… dia kecelakaan…
Dan… dia tidak pernah bangun lagi…”

Tangannya bergetar.
Ia menyalakan ponselnya.
Ada satu pesan belum terbaca:

“Kamu lupa ya? Hari ini ulang tahun pernikahan kita.
Aku pergi mencarimu, jangan kemana-mana, aku bawa payung.”

Ia membaca pesan itu berulang kali.
Malam itu, ia tidak hanya kehilangan istrinya—
ia kehilangan seluruh dunianya.


Penyesalan yang Tak Berujung

Sudah tiga bulan istrinya pergi.
Ia masih seperti hidup dalam mimpi buruk.
Ia tidak mau bekerja, tidak punya semangat, dan berkali-kali terpikir ingin menyusul istrinya.


Pesan dari Kisah Ini

Pelajaran penting dari cerita ini hanya satu: hargailah orang yang mencintaimu.
Jangan sampai orang yang selalu mengkhawatirkanmu justru terluka karenamu.
Jangan menunggu hingga kehilangan baru sadar betapa berharganya ia.

Jika cerita ini menyentuhmu,
bagikanlah kepada orang lain—
biarkan lebih banyak orang belajar untuk menghargai. (Jhon)

Pandangan Hidupku

Hidup itu seperti sebuah buku—memiliki banyak versi.
Ada yang menjalani hidup penuh kebahagiaan,
ada yang melewati hidup penuh penderitaan,
ada yang menghadapi hidup berliku-liku,
ada yang hidup dengan kekakuan dan kelekatan,
dan ada pula yang memilih hidup penuh romantika.

Jika ditelusuri sampai ke akar, setiap versi tak lain adalah bayangan dari cara pandang hidup dan nilai hidup seseorang.

Sejarah hidup seseorang ditulis oleh “pena kehidupan”.
Di dalamnya ada suka cita perjuangan, ada kegembiraan dari keberhasilan, tetapi juga ada kesedihan dari kegagalan dan kejatuhan.
Namun antara keberhasilan dan kegagalan, tidak ada jurang yang tak bisa dilewati. Bahkan bisa dikatakan, dalam keberhasilan tersimpan bibit kegagalan, dan dalam kegagalan tersembunyi peluang keberhasilan.

Jalan hidup penuh dengan rintangan.
Dalam menjalani hidup, kehati-hatian adalah hal terpenting.
Kita harus memiliki kesadaran bahwa hal buruk bisa terjadi kapan saja—agar kelak tidak menyesal sambil berkata, “Andai saja dulu…”

Hidup Tak Mungkin Sempurna—Justru di Situlah Warnanya

Manusia selalu mengejar kesempurnaan, tetapi tetap saja akan ada kekurangan dan penyesalan.
Hidup tak mungkin lengkap seratus persen.
Justru kekurangankah yang membuat hidup terasa nyata.
Benturan hidup akan menimbulkan riak-riak yang kemudian melahirkan keindahan.
Air tanpa angin tak akan menimbulkan gelombang; kain bordir secantik apa pun tetap tak memiliki harum.
Tanpa tantangan, tak ada keberhasilan.
Tanpa rintangan, tak ada kemenangan.

Dalam hidup, sembilan dari sepuluh hal sering kali tidak berjalan sesuai harapan.
Kalau kita mampu melepaskannya, kita menemukan ketenangan.
Jika tidak, kita justru menciptakan penderitaan sendiri—bahkan menggendongnya sampai tua.
Untuk apa menyiksa diri seperti itu?

Tentang Hidup dan Mati—Sikap yang Tepat

Soal hidup dan mati juga harus dipahami dengan benar.

Zhuangzi berkata,
“Hidup dan mati seperti pergantian siang dan malam.”
Konfusius berkata,
“Bagaimana memahami kematian kalau hidup saja belum kita pahami?”

Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan hidup dan mati—sejak kita lahir, kematian sudah menjadi bagian tak terpisahkan.

Hidup belum tentu membahagiakan; mati belum tentu menyedihkan.
Jika hidup tanpa martabat, apa yang patut dinikmati?
Jika kematian membawa martabat, mengapa harus ditangisi?

“Awan berpisah, air terus mengalir;
Alam menjadi sunyi tanpa beban.”

Tidak ada yang perlu dipandang secara pesimis.

Karena itu, yang terpenting bukanlah bagaimana kita mati,
melainkan bagaimana kita hidup:
— Apakah kita memberi manfaat untuk masyarakat?
— Apakah hidup kita memiliki makna?
— Apakah kita memiliki tujuan?
— Apakah kita hidup sesuai nilai yang benar?

Itulah inti dari sebuah kehidupan yang layak dijalani. (jhon)

Menilai Budi Pekerti Seseorang dari Sepasang Sumpit

EtIndonesia. Suatu hari penulis makan bersama seorang teman. Kebetulan ayah datang menjengukku, jadi penulis mengajaknya untuk makan bersama.

Ayah adalah orang yang pendiam. Saat makan, ia hanya duduk tenang dan mendengarkan kami mengobrol.
Namun dalam perjalanan pulang, ayah berkata,
“Temanmu itu… tidak bisa dijadikan sahabat dekat.”

Penulis terkejut. Teman ini kukenal lewat urusan bisnis, sudah beberapa kali bekerja sama, dan kesanku selama ini cukup baik.

Ayah lalu menjelaskan,
“Dari cara seseorang makan, kita bisa melihat sedikit banyak siapa dia. Temanmu itu punya kebiasaan aneh: setiap kali mengambil lauk, ia selalu membalik-membalik bagian bawah piring, mengaduk-aduk dengan sumpitnya, baru kemudian mengambil. Apalagi kalau ia suka lauk itu—dia seperti memakai sumpit sebagai spatula, mengaduk seluruh isi piring seperti sedang menumis ulang.”

Penulis mencoba membela,
“Setiap orang punya kebiasaan makan yang berbeda. Ada yang makan pelan, ada yang cepat. Kita tidak bisa menilai terlalu keras.”

Ayah menggeleng,
“Jika orang itu hidup dalam kemiskinan dan tiba-tiba melihat banyak makanan lezat, mungkin dia gugup dan cara makannya kurang rapi—itu bisa dimaklumi.
Tapi temanmu bukan orang susah. Hidupnya cukup. Kalau dia tetap makan seperti itu, hanya ada satu penjelasan: ia orang yang egois dan sempit hati.

Menghadapi sepiring lauk saja ia tidak bisa memikirkan orang lain—bagaimana dengan urusan keuntungan? Kalau suatu hari ada hal yang menggiurkan, ia pasti akan merebutnya tanpa peduli siapa pun.”


Kisah Kecil Ayah

Ayah lalu bercerita tentang masa kecilnya.
Saat ayah berusia lima tahun, kakek meninggal dunia. Ia dan nenek menjalani hidup yang sangat sulit. Seringkali mereka kelaparan.

Jika pergi ke rumah kerabat, nenek selalu berulang kali mengingatkan:
“Nak, nanti saat makan jangan asal serobot makanan yang kamu suka. Kita memang miskin, tapi tidak boleh kehilangan sopan santun. Orang akan menghina kita jika makan tanpa etika.”

Nasihat itu ayah simpan seumur hidup.
Bahkan ketika menghadapi meja penuh hidangan lezat, ia tetap menahan diri dan menjaga perilaku.


Besarnya Makna Sebatang Sumpit

Di akhir cerita, ayah berkata dengan sangat dalam:

“Jangan remehkan sepasang sumpit. Dari kebiasaan kecil itu saja, terlihat bagaimana budi pekerti seseorang.”

Beberapa waktu kemudian, terbukti:
Teman yang dimaksud ayah benar-benar meninggalkan kami demi keuntungan kecil—tanpa ragu, tanpa rasa malu.

Sejak itu aku selalu mengingat nasihat ayah:

Hidup penuh dengan godaan; kendalikan keinginanmu.
Hal-hal yang baik jangan hanya untuk diri sendiri—belajarlah berbagi.
Memperbaiki kualitas diri bisa dimulai dari cara kita memegang dan menggunakan sepasang sumpit. (Jhon)

Menghadapi Kesalahan dengan Kecerdasan dan Humor

EtIndonesia. Pada 8 Februari 2014, Olimpiade Musim Dingin ke-22 resmi dibuka di Sochi, Rusia. Tidak lama setelah upacara pembukaan dimulai, sebuah kesalahan teknis yang cukup memalukan terjadi: lima kepingan salju elektronik yang seharusnya mekar membentuk lambang lima cincin Olimpiade, hanya empat yang terbuka—yang paling kanan macet dan tidak berubah menjadi cincin!

Sebuah pertunjukan megah dan elegan rusak oleh kesalahan kecil.

Usai acara, sutradara umum—Konstantin Ernst—segera mengadakan konferensi pers. Ia duduk dan langsung berkata:

“Saya tahu semua ingin tahu mengapa satu kepingan salju tidak berubah menjadi cincin. Dalam pandangan Zen Buddhis, tidak ada yang benar-benar sempurna. Satu kekeliruan tidak mempengaruhi kesempurnaan bagian lainnya.”

Jelas, itu bukan jawaban yang diinginkan para wartawan.
Ketika salah satu wartawan menanyakan detail lebih jauh, Ernst malah menjawab dengan nada tak sabar:

“Kenapa kamu terus mengungkit hal itu? Sikapmu sangat bodoh!”

Kata-kata itu membuat semua wartawan terdiam.

Sikap Ernst—yang terus berusaha mencari “alasan pembenaran”—justru menunjukkan ketidakmauannya menghadapi kesalahan.

Dan saat ia menggunakan kata-kata kasar, wartawan langsung mengaitkannya dengan insiden “empat cincin”, menjadikannya bahan pemberitaan negatif di seluruh dunia.


Namun hal serupa pernah terjadi… dengan hasil yang berbeda total!

Pada 15 November 2013, sebuah festival balon udara internasional besar dibuka di León, Meksiko.
Saat pembukaan, para atlet balon udara tuan rumah menerbangkan lebih dari 40 balon dengan berbagai bentuk yang indah.

Namun di tengah pertunjukan, seorang atlet jatuh ke sungai Balsas karena salah mengoperasikan balonnya.

Ketika wartawan menanyakan insiden itu, Wali Kota León—Vicente Guerrero—malah tersenyum dan berkata:

“Itu semua salahku!
Aku lupa memberitahu para atlet bahwa sekarang bukan musim berenang!”

Seketika seluruh ruangan meledak oleh tawa.
Seorang wartawan kemudian menanyakan penyebab kecelakaan itu.
Vicente Guerrero tetap tersenyum dan menjawab:

“Yang paling saya khawatirkan bukan bagaimana kejadiannya,
tetapi apakah atlet itu terluka.
Untungnya, dia baik-baik saja!

Memang ini kecelakaan kecil,
tapi ini mengingatkan kita bahwa tidak ada yang bisa sempurna.
Ini juga mengajak kita untuk bekerja sepenuh hati.
Jika semua orang bisa belajar sesuatu dari kejadian ini,
bukankah itu berarti insiden ini memiliki makna?”

Setelah itu, media hampir tidak menyoroti kecelakaan tersebut.
Sebaliknya, mereka memuji humor dan kebijaksanaan sang wali kota.
Insiden itu pun “dikecilkan” dan akhirnya dilupakan.


Dua Kasus yang Sama, Dua Akhir yang Sangat Berbeda

Padahal kedua kejadian itu mirip—keduanya adalah insiden memalukan di acara internasional.
Namun mengapa hasilnya sangat berbeda?

Orang mungkin berpikir jawabannya adalah perbedaan kemampuan berbicara.
Tetapi inti sebenarnya adalah sikap menghadapi kesalahan:

  • Menutupi kesalahan dan terus mencari pembenaran hanya membuat situasi semakin buruk.
  • Tetapi menghadapinya dengan kesadaran, humor, dan ketenangan jauh lebih bijaksana dan lebih disukai orang.

Kesalahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Yang membuat seseorang dihormati bukanlah “tak pernah salah”,  melainkan bagaimana ia menghadapi kesalahannya. (Jhon)

Jejak yang Kau Pijakkan Sendiri

EtIndonesia. Suatu hari, Albert Einstein pernah bertanya kepada matematikawan terkenal Hermann Minkowski:

“Bagaimana caranya agar seseorang bisa meninggalkan jejak gemilang dalam dunia sains maupun dalam perjalanan hidupnya sendiri? Bagaimana agar ia benar-benar bisa memberi kontribusi yang berarti bagi umat manusia?”

Minkowski hanya tersenyum tanpa menjawab. Ia kemudian mengajak Einstein berjalan-jalan menuju sebuah lokasi proyek bangunan yang sedang dikerjakan.

Begitu sampai, ia tanpa ragu melangkah ke atas lantai semen basah yang baru saja dituangkan para pekerja.

Tentu saja para pekerja langsung berteriak memarahinya.
Einstein pun kebingungan — ia tak paham apa maksud tindakan aneh gurunya itu.

Namun Minkowski berdiri tenang, lalu berkata dengan nada serius:

“Kau lihat ini, Einstein? Hanya dengan cara seperti inilah seseorang bisa meninggalkan jejak kakinya.

Hanya di tanah yang masih basah dan belum dikerjakan orang lain, seseorang dapat meninggalkan bekas langkah yang dalam.
Tapi bila kau berjalan di atas jalan yang sudah lama mengeras, yang sudah dilewati begitu banyak orang—kau tak akan pernah bisa meninggalkan bekas apa pun.”

Einstein terdiam lama, menatap lantai semen dengan penuh renungan.
Saat itu ia mulai memahami maknanya:
untuk menciptakan sesuatu yang baru, seseorang harus berani melangkah ke wilayah yang belum dijelajahi.


Beberapa tahun kemudian, dunia menyaksikan bagaimana Einstein benar-benar meninggalkan jejak cemerlangnya sendiri.

Ia menciptakan Teori Relativitas, meletakkan dasar bagi fisika modern, dan pada tahun 1921 dianugerahi Hadiah Nobel Fisika.

Namanya pun dikenang sebagai “Genius Abad Ini.”

Dalam banyak kesempatan, Einstein sering mengingat kembali peristiwa bersama gurunya itu.
Ia berkata dengan nada penuh makna:

“Jika sepanjang hidup kita hanya meniru apa yang telah dilakukan orang lain, maka tak akan pernah ada ilmu pengetahuan, tak akan ada teknologi, dan kemajuan pun mustahil terjadi.”


Penulis Prancis Stendhal pernah berkata: “Orang yang benar-benar jenius tidak akan menempuh jalur pemikiran orang biasa.”

Einstein adalah contoh sempurna dari kata-kata itu.

Keberaniannya untuk berpikir berbeda, menembus batas logika lama, dan menyusuri wilayah yang belum dijelajahi, membuatnya menjadi ikon inovasi dan kebebasan berpikir.


Makna Kehidupan:

Hanya mereka yang berani menapaki jalan yang belum dilalui yang mampu meninggalkan jejaknya di dunia.

Jika kamu hanya mengikuti langkah orang lain, bekas kakimu akan segera tertutup debu masa lalu.

Tapi bila kamu berani melangkah ke “tanah yang masih basah”—ke bidang baru, gagasan baru, cara baru—di sanalah kamu akan menulis sejarahmu sendiri. (Jhon)

Jembatan Besar Hongqi di Tiongkok  Runtuh, Para Ahli Menunjukkan Pemilihan Lokasi yang Mencurigakan

EtIndonesia. Pada 11 November 2025, Jembatan Besar Hongqi di Prefektur Aba, Provinsi Sichuan, terputus dan runtuh. Meskipun pihak berwenang mengklaim tidak ada korban jiwa, banyak pihak meragukan kebenaran tersebut. 

Fakta bahwa jembatan ini baru saja selesai dibangun tahun ini namun sudah ambruk, memunculkan kembali perhatian publik terhadap masalah korupsi dan proyek “tofu dregs” (kualitas buruk) di balik pembangunan infrastruktur rezim PKT.

Jembatan “di Awan” Ambruk Diselimuti Debu

Pada  11 November sore, langit di wilayah Baiwan, Kota Maerkang, Prefektur Aba, tertutup oleh awan debu tebal. Jembatan Raksasa Hongqi, yang dijuluki sebagai “jembatan di atas awan”, tiba-tiba runtuh dengan suara menggelegar.

Dalam video warga terdengar: “Jalan nasional tertutup lagi, dua arah macet total. Gunung ini sebentar lagi akan runtuh, suaranya bergemuruh!”

Dari video di internet terlihat, batuan besar berguguran dari lereng gunung di bawah jembatan, lalu tiang penopang dan bentangan jembatan di sisi gunung mulai patah satu per satu, jatuh ke sungai Jiaomuzu di bawahnya dan menimbulkan debu besar membumbung tinggi. Hanya separuh badan jembatan yang masih berdiri di tengah sungai.

Pakar Struktur: Pemilihan Lokasi Tidak Masuk Akal

“Kecelakaan ini diawali oleh longsor di lereng gunung, lalu jembatan runtuh.  Urutan ini penting. Dari bentuk lerengnya, jelas sekali itu daerah yang memiliki sejarah longsor. Jadi, membangun jembatan langsung melintasi lereng seperti itu adalah pilihan yang sangat aneh,” ujar Zhu Xueye, insinyur senior desain jembatan di AS.

Ia menambahkan,“Dari pandangan teknik saja, terlihat bahwa gunung kecil itu memiliki kemungkinan tinggi untuk longsor lagi. Menyambungkan jembatan ke gunung itu—dan menjadikannya penopang utama—adalah keputusan yang membingungkan.”

Diketahui bahwa jembatan sepanjang 758 meter ini baru selesai tersambung pada 14 Januari 2025, dan digadang-gadang sebagai proyek landmark daerah.

Zhu Xueye melanjutkan: “Gunung itu jelas adalah sisa dari longsoran sebelumnya, artinya kemungkinan longsor ulang sangat besar. Kemiringannya sangat curam—sekitar 45 hingga 60 derajat. Itu bisa longsor kapan saja. Jika lereng itu juga berfungsi sebagai bendungan penahan air, maka kondisinya lebih berbahaya lagi. Perubahan kadar air di dalam gunung dapat mengubah berat dan stabilitasnya. Bahkan jika tidak longsor, gunung itu bisa bergeser—dan itu sangat berisiko.”

Pemerintah Klaim Tak Ada Korban, Publik Tak Percaya

Pemerintah setempat mengeluarkan laporan resmi bahwa pada 11 November 2025 pukul 16.00 sore, karena deformasi struktur dan longsoran lereng, jalan dan jembatan runtuh, namun tidak ada korban jiwa.

Namun Zhu menilai: “Masalah ini bukan kesalahan para insinyur, melainkan masalah sistem Partai Komunis. Jika ditelusuri lebih dalam, kemungkinan besar ada korupsi di tingkat tinggi, ada penyaluran keuntungan pribadi, atau lembaga survei geoteknik yang tidak berpengalaman tapi tetap dilibatkan karena hubungan keluarga dengan pejabat lokal. Semua ini sangat mungkin terjadi.”

Pihak Departemen Propaganda Prefektur Aba dan pemerintah Kota Maerkang mengklaim bahwa retakan di jembatan sudah ditemukan sehari sebelumnya, sehingga jalan sudah ditutup sebelum runtuh.

Namun netizen menuduh bahwa kejadian ini murni kesalahan manusia, bukan bencana alam. Mereka mengkritik bahwa banyak insinyur diberhentikan, sistem pengawasan gagal, dan akhirnya proyek murahan pun roboh. Lebih ironis lagi, pemerintah malah memuji diri karena “menutup jalan lebih awal” sebagai prestasi.

Zhu menambahkan:“Di Tiongkok, banyak proyek seperti ini. Para insinyur tidak punya hak bicara, semua keputusan diambil secara politik. Sama seperti proyek besar lainnya—misalnya Bendungan Tiga Ngarai—itu bukan masalah teknis, melainkan keputusan politik. Karena itu, saya yakin pemilihan lokasi jembatan ini adalah titik penting. Jika diselidiki, pasti akan ada alasan ‘khusus’ mengapa dipilih tempat yang berisiko seperti itu.”

Pertanyaan Serius tentang Tanggung Jawab dan Kualitas Proyek

Laporan resmi pemerintah menyalahkan longsor dan retakan pada lereng sebagai penyebab utama. Namun beberapa pengamat teknologi mempertanyakan:

  • Mengapa jembatan yang baru selesai Januari ini tidak dapat mengantisipasi risiko longsor dalam tahap desain dan konstruksi?
  • Mengapa tidak dilakukan penguatan pada tebing di kedua sisi?
  • Apakah kondisi geologi benar-benar pernah diteliti?
  • Dan apakah di balik ambruknya jembatan ini ada kelalaian dan tanggung jawab yang ditutupi?

Zhu menegaskan: “Jika ditelusuri lebih dalam, akar masalahnya adalah politik dan korupsi sistemik. Partai Komunis telah merusak seluruh sistem sosial, termasuk birokrasi, lembaga pengawasan, dan rantai jasa konstruksi. Setelah semuanya rusak oleh korupsi, hasil akhirnya jelas: proyek-proyek bermasalah seperti ini tak bisa dihindari.”

Menurut Zhu, runtuhnya Jembatan Hongqi disebabkan oleh longsor pada fondasi gunung, namun meskipun ada kesalahan desain atau konstruksi, pemerintah PKT pasti akan menutup-nutupinya. (Hui)

Meng Xinqi/Yi Ru/Zhong Yuan

Detik-detik Trump Teken RUU  Akhiri Shutdown Pemerintah Terpanjang dalam Sejarah AS

EtIndonesia. Pada Rabu (12 November), setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui versi revisi dari rancangan undang-undang pendanaan sementara yang sebelumnya telah disahkan oleh Senat, Presiden Donald Trump menandatanganinya di Gedung Putih, secara resmi mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat—selama 43 hari.

Dengan dukungan hampir semua senator dari Partai Republik, serta 7 senator Demokrat dan 1 senator independen, Senat AS pada 11 November meloloskan rancangan kompromi tersebut dengan 60 suara setuju dan 40 menolak. Malam berikutnya (12 November), rancangan itu juga disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik, dengan hasil 222 suara setuju dan 209 menolak.

Setelah lolos dari DPR AS, rancangan tersebut segera dikirim ke Gedung Putih dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih.

Trump menyatakan, “Dengan saya menandatangani undang-undang ini, pemerintahan federal akan kembali beroperasi normal.” Ia juga menyerukan diakhirinya praktik obstruksi legislatif, “agar situasi seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.”

Menurut laporan, undang-undang kompromi ini akan memulihkan pendanaan lembaga-lembaga federal yang telah berhenti beroperasi sejak 1 Oktober, serta menunda rencana pemerintah Trump untuk mengurangi jumlah pegawai federal. Undang-undang ini juga menjamin tidak akan ada PHK hingga 30 Januari tahun depan.

Sementara itu, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat sebelumnya berupaya mengaitkan rancangan pendanaan ini dengan subsidi perawatan kesehatan yang akan berakhir pada akhir tahun, namun upaya itu tidak berhasil. Meskipun undang-undang menetapkan bahwa pemungutan suara tentang subsidi tersebut akan diadakan pada Desember, tidak ada jaminan bahwa subsidi yang membantu sekitar 24 juta warga Amerika itu akan terus dilanjutkan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Pasukan Rusia Masuki Kota Krasnoarmiisk di Tengah Cuaca Buruk, Garis Depan Ukraina Terancam

EtIndonesia. Pasukan Rusia pada Rabu (12 November) memanfaatkan kabut tebal untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap kota penting di timur Ukraina—Krasnoarmiisk (Kota Tentara Merah). Daerah di sekitar kota itu hampir rata dengan tanah akibat tembakan artileri berat, dan pertempuran berlangsung sangat sengit.

Sementara itu, di tengah pertempuran yang terus memburuk, pemerintah Ukraina dilanda skandal korupsi besar di sektor energi, yang menyebabkan menteri kehakiman dan menteri energi mengundurkan diri, memicu kemarahan publik.

Serangan Rusia di Bawah Kabut Tebal

Dalam kondisi berkabut, tentara Rusia terlihat mengendarai sepeda motor, bahkan naik di atas mobil untuk “menumpang” menuju garis depan. Situasi itu menggambarkan bagaimana militer Rusia memanfaatkan cuaca ekstrem untuk menembus pertahanan Ukraina dan memasuki Krasnoarmiisk, kota strategis yang oleh media Rusia disebut sebagai “gerbang menuju Donetsk”.

Tak jauh di sebelah timur Krasnoarmiisk, kota Myrnohrad juga nyaris hancur total akibat pertempuran. Moskow mengklaim bahwa pasukannya telah mengepung kota tersebut.

Militer Ukraina pada Rabu melaporkan bahwa bantuan kemanusiaan sudah tidak bisa lagi dikirim ke Krasnoarmiisk dan Myrnohrad. Saat ini, hanya tentara Ukraina yang masih dapat memberikan bantuan kepada warga sipil yang bertahan di kota-kota yang dilanda perang itu.

Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengkonfirmasi bahwa situasi di garis depan wilayah tenggara Zaporizhzhia juga memburuk secara signifikan.

Seorang warga yang dievakuasi, Plyushch, menceritakan:“Sangat menakutkan. Kami sedang dibombardir. Pagi ini, saat keluar rumah, saya mendengar suara drone terbang di atas kepala. Saya berdiri mendengarkan dengungnya.”

Wartawan bertanya: “Apakah itu alasan Anda memutuskan untuk pergi?”

Plyushch menjawab: “Ya.”

Pada Selasa (11 November), polisi dan tim penyelamat mengevakuasi darurat 22 warga dari kota Huliaipole dan desa-desa sekitarnya.

Skandal Korupsi Guncang Pemerintah Ukraina: Dua Menteri Mengundurkan Diri

Selain menghadapi agresi Rusia, pemerintah Ukraina di bawah Presiden Volodymyr Zelensky kini diguncang oleh skandal korupsi besar di sektor energi. Lembaga antikorupsi Ukraina baru-baru ini mengumumkan telah membongkar kasus suap senilai lebih dari 100 juta dolar AS.

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan:“Pertama, seluruh proses di sektor energi harus se-transparan mungkin. Saya mendukung setiap penyelidikan yang dilakukan lembaga penegak hukum dan antikorupsi. Kedua, saya percaya bahwa menteri kehakiman dan menteri energi tidak dapat terus menjabat.”

Mantan Menteri Energi sekaligus Menteri Kehakiman saat ini, Herman Halushchenko, telah diskors dari jabatannya. Ia dituduh menerima keuntungan pribadi dari korupsi tersebut dan sedang diselidiki.

Sementara itu, Menteri Energi Hanna Hrynchuk, yang baru menjabat sejak Juli lalu, mengajukan pengunduran diri pada Rabu, meski ia membantah melakukan pelanggaran apa pun.

Kasus besar ini menimbulkan kemarahan publik, terutama karena musim dingin telah tiba, sementara jaringan listrik Ukraina dan warganya tengah menderita akibat serangan Rusia yang terus-menerus.

Warga Kyiv Ponomarenko mengatakan:“Sebagian orang menderita, sementara yang lain memperkaya diri. Itulah korupsi, dan itu harus diberantas.”

Warga Kyiv lainnya, Dolhon, menambahkan:“Ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak reputasi Ukraina di mata dunia dan hubungannya dengan negara lain.”

Ukraina telah lama bergulat dengan masalah korupsi yang mendalam, dan pemberantasan korupsi serta reformasi demokratis merupakan syarat penting bagi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa. (Hui)

Laporan oleh: Yi Jing | New Tang Dynasty Television

Identitas Asli “Anak Liar” Palsu di Yunnan Terungkap, Sindiran “Menyebut Rusa sebagai Kuda” Viral di Daratan Tiongkok

EtIndonesia. Pada 11 November 2025, media resmi PKT(yang dikendalikan Partai Komunis) menerbitkan laporan hasil “penyelidikan resmi” terkait kasus anak “liar” di Yunnan. Namun, laporan tersebut segera memicu gelombang keraguan publik. Netizen menunjukkan bahwa anak yang disebut dalam laporan dengan nama samaran “Pingping” sama sekali bukan anak yang sebelumnya muncul dalam video “anak liar” yang viral — bahkan diduga adalah anak lain sama sekali, dan nama aslinya juga berhasil diungkap.

Setelah laporan itu dirilis, banyak pengguna internet langsung menolak mentah-mentah versi resmi tersebut. Mereka menilai, dari bentuk tubuh, gerakan, rambut, hingga ekspresi wajah, anak yang muncul di video “anak liar” dan anak bernama “Pingping” dalam laporan resmi jelas bukan orang yang sama.

Seorang netizen yang mengaku mengenal anak dalam video laporan itu menyebut bahwa nama aslinya adalah Xue Yuhang (薛宇航), dan keluarganya menjalankan usaha penginapan (homestay) di daerah Yunnan.

Unggahan-unggahan dengan tagar seperti “Anak palsu Xue Yuhang”, “Nama asli Pingping ternyata Xue Yuhang”, “Halo Xue Yuhang, semoga nanti kau tahu bahwa dirimu pernah dijadikan alat propaganda”, hingga “Anak-anak memang tidak bersalah, tapi ada orang-orang yang pantas dihukum” pun ramai beredar di media sosial.

“Menyebut Rusa Sebagai Kuda” Jadi Bahan Sindiran Nasional

Laporan media resmi tersebut menimbulkan gelombang sindiran dan kemarahan publik. Di internet, frasa klasik “menyebut rusa sebagai kuda” (指鹿为马) — yang berarti memutarbalikkan kebenaran — mendadak viral dan menjadi simbol ketidakpercayaan terhadap versi pemerintah.

Beberapa komentar warganet:

  • “Mereka sedang memainkan permainan ‘menyebut rusa sebagai kuda’, mengganti seluruh kenyataan hidup seseorang dengan kebohongan.”
  • “Ternyata kebohongan bisa dibuat terlihat seperti kebenaran; tragedi bisa disulap jadi kisah penuh kasih sayang.”
  • “Hari ini aku akhirnya paham arti ‘menyebut rusa sebagai kuda’. Anak yang dua minggu lalu bahkan tak bisa bicara, sekarang sudah bisa berbicara lancar!”
  • “Sebulan menunggu, dan hasilnya cuma: menyebut rusa sebagai kuda.”
  • “Mereka bilang ini nasi, terserah kau mau percaya atau tidak.”

Karena laporan itu terlalu absurd, sejumlah netizen justru menyindir wartawan yang menulis berita tersebut sebagai ‘wartawan berhati nurani’ — sebab dengan menulis berita penuh kontradiksi dan kebohongan yang begitu mencolok, mereka justru membuat publik semakin sadar akan adanya penutupan fakta dan memperluas ruang diskusi publik.

Komentar lain yang penuh sarkasme berbunyi:“Sangat disarankan agar di Dali didirikan pusat pelatihan resmi untuk ‘melatih anak-anak manja agar berperilaku seperti anjing’! Harus dibuka secara publik, terstandar, dan transparan! Ajak keluarga dari seluruh negeri untuk ikut serta dalam ‘acara merangkak telanjang anak-anak di Dali’. Ini akan mendorong pariwisata dan ekonomi lokal, bahkan bisa jadi ikon dunia — pelatihan manusia menjadi anjing edisi pertama di dunia! Sangat layak untuk diteliti dan ditiru!”

Laporan gabungan oleh Li Li / Zheng Yu – NTDTV.com

Merasa Lesu dan Tubuh Terasa Berat? Anda Barangkali Sedang Mengalami “Kelembapan” dalam Tubuh

Kelembapan internal dapat membuat tubuh terasa berat dan lamban, bahkan setelah tidur malam yang cukup

JoJo Novaes & Arthur Zhang

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa tubuh terasa lelah, berat, dan kepala berkabut meskipun sudah tidur nyenyak—seolah tubuh tidak bisa lepas dari rasa lesu? Dalam pengobatan tradisional Tiongkok (PTT), beban tak kasatmata ini disebut kelembapan (dampness).

Seperti cuaca hujan berkepanjangan yang membuat udara lembap dan berjamur, kelembapan internal membuat tubuh terasa berat dan stagnan. Dalam PTT, kelembapan menggambarkan penumpukan cairan tak terolah, lendir, dan sisa metabolisme yang tidak berhasil dikeluarkan tubuh, sehingga menimbulkan rasa berat. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyumbat jalur energi tubuh, memperlambat metabolisme, mengurangi vitalitas, dan mempercepat tanda-tanda penuaan.

Dalam program Health 1+1 di NTD—media saudari The Epoch Times—Chou Tsung-Han, dokter pengobatan Tiongkok di Han Ming Tang Chinese Medicine Clinic, Taiwan, menjelaskan bagaimana mengenali tanda-tanda kelembapan dalam tubuh dan membagikan lima cara alami untuk memulihkan keseimbangan dan keringanan tubuh.


Tanda-Tanda Kelembapan Berlebih dalam Tubuh

Bagaimana mengetahui apakah kelembapan sedang membebani tubuh Anda? 

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan tubuh sedang berjuang mengatasi kelembapan berlebih.

1. Melihat Kondisi Lidah

Lapisan lidah yang tebal, putih, atau berminyak dapat menunjukkan kelembapan berlebih. Tanda gigitan di tepi lidah juga dianggap sebagai indikasi lemahnya energi vital (qi) dan penumpukan kelembapan dalam tubuh.

2. Bau Badan yang Tidak Biasa

Bau badan atau napas yang kuat, apek, atau asam bisa menandakan kondisi “panas-lembap”—ketika kelembapan terperangkap bercampur dengan panas atau inflamasi internal. Bau badan yang tidak biasa sering dikaitkan dengan metabolisme buruk dan kecenderungan peradangan.

3. Buang Air Besar

Kotoran yang lengket, sulit disiram, atau menimbulkan rasa tidak tuntas bisa menjadi tanda kelembapan yang memengaruhi fungsi pencernaan.

4. Gejala Fisik Lain

Termasuk kelelahan terus-menerus, rasa berat di tubuh, sulit berkonsentrasi, kaku atau nyeri sendi, sering infeksi saluran kemih, peningkatan keputihan pada perempuan, pusing atau brain fog, dan masalah kulit seperti ruam merah.


5 Cara Alami Mengusir Kelembapan dari Tubuh

Chou merekomendasikan lima cara alami berikut untuk membantu tubuh mengurangi kelembapan.


1. Pastikan Hidrasi yang Tepat

Ironisnya, orang yang mengalami kelembapan internal sering menghindari minum air karena takut kembung. Namun menurut Chou, kelembapan bukan berasal dari terlalu banyak minum, melainkan dari metabolisme lambat dan sirkulasi cairan yang buruk.

Kurang minum justru memperlambat aliran limfa dan pencernaan, memperburuk retensi cairan.

Untuk meningkatkan sirkulasi, minumlah air hangat sedikit demi sedikit sepanjang hari. Asupan perlahan membantu memperkuat fungsi limpa—organ yang terkait dengan metabolisme cairan dalam PTT.

Beberapa minuman yang membantu mengurangi kelembapan antara lain:

  • Teh rambut jagung, membantu buang air kecil dan detoksifikasi
  • Air kacang hijau, membantu mendinginkan panas dalam
  • Air kacang merah kecil (adzuki), mendukung aliran limfa dan metabolisme

Chou menekankan agar rambut jagung bersumber dari jagung organik untuk menghindari residu pestisida yang dapat merusak hati.


2. Konsumsi Makanan yang Mengurangi Kelembapan

Beberapa makanan memiliki sifat alami untuk mengurangi kelembapan. Misalnya:

  • sayuran labu seperti melon musim dingin (winter melon) dan pare
  • buah seperti semangka, yang bersifat diuretik

Salah satu tonik PTT paling terkenal untuk mengusir kelembapan adalah Sup Empat Ramuan (Si Shen Tang)—rebusan dari ubi Tiongkok (Chinese yam), biji fox nut, biji teratai, dan poria, biasanya dimasak dengan lambung babi.

Legenda menyebutkan empat menteri Kaisar Qianlong yang jatuh sakit selama perjalanan keliling selatan. Mengikuti saran seorang bijak, mereka memasak sup ini dan pulih kembali, sehingga dinamakan “Sup Empat Menteri,” yang kemudian berkembang menjadi “Sup Empat Ramuan.”

Bahan-bahan ini membantu menyeimbangkan fungsi pencernaan dan meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga mendukung pengeluaran kelembapan.

Penelitian modern menunjukkan:

  • Fox nut kaya antioksidan yang melindungi sel dan mencegah dampak metabolisme lambat
  • Poria mengandung polisakarida dan triterpenoid yang mendukung fungsi imun dan metabolik, membantu mengeluarkan kelembapan berlebih
    CATATAN : Bahan-bahan ini mudah didapat di toko obat Tionghoa atau toko herbal.

3. Stimulasi Titik Akupuntur

Kelembapan sering disertai edema, terutama di wajah, yang membuat wajah tampak bengkak dan tampak lebih tua. Memijat titik akupuntur di wajah dan kepala dapat membantu melancarkan limfa.

Chou membagikan tiga area pijat utama untuk mengurangi edema wajah:

Wajah:
Gunakan ujung jari atau buku jari, pijat otot wajah dengan arah ke atas dan keluar. Teknik ini membantu melemaskan fasia dan mempertegas kontur wajah. Fokus pada area bawah tulang pipi dan otot masseter (otot pengunyah).

Belakang telinga:
Pijat titik Yifeng, tepat di belakang cuping telinga, untuk melancarkan sirkulasi limfa dan membantu efek pelangsingan wajah.

Area mata:
Hindari menarik kulit. Tekan lembut sepanjang tulang alis, rongga mata, dan titik Taiyang. Teknik ini membantu mengurangi mata bengkak dan garis halus.


4. Keluarkan Keringat

Berkeringat adalah cara langsung dan efektif mengurangi kelembapan—namun bukan keringat akibat cuaca panas, melainkan dari aktivitas fisik terstruktur.

Jogging, jalan cepat, atau yoga membantu meningkatkan detak jantung dan mengatur pembukaan pori-pori sehingga membantu mengeluarkan cairan berlebih.

Selain mengurangi kelembapan, olahraga teratur meningkatkan metabolisme dan energi. Studi tahun 2016 menunjukkan latihan aerobik dapat meningkatkan fungsi limfatik.


5. Jaga Lingkungan Rumah Tetap Kering

Kelembapan lingkungan langsung memengaruhi tubuh. Pada musim hujan atau lembap, penting menjaga rumah tetap kering dan berventilasi baik. Gunakan dehumidifier dan hindari air tergenang di pot tanaman.

Jika kehujanan, segera ganti pakaian basah dan keringkan tubuh dan rambut secara menyeluruh. Kelembapan yang masuk melalui pori terbuka dapat menyebabkan nyeri sendi, kelelahan, atau bahkan masuk angin.


Pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan The Epoch Times. Epoch Health mendorong diskusi profesional dan debat yang sehat.

Jojo adalah pembawa acara Health 1+1, platform informasi kesehatan dan pengobatan Tiongkok terkemuka di luar negeri. Program ini tayang Selasa hingga Sabtu pukul 09.00–10.00 EST di TV dan online, membahas topik terbaru tentang virus corona, pencegahan, pengobatan, penelitian ilmiah, kebijakan, kanker, penyakit kronis, kesehatan emosional dan spiritual, imunologi, asuransi kesehatan, dan lainnya.

Online: EpochTimes.com/Health
TV: NTDTV.com/live

Kebocoran Data Raksasa dari Perusahaan Keamanan Siber Tiongkok: Terungkap Target Serangan di Lebih dari 80 Negara

Laporan dari berbagai media menyebutkan perusahaan keamanan siber terbesar di bawah rezim Partai Komunis Tiongkok , “Zhīdào Chuàngyǔ” (Knownsec), baru-baru ini mengalami kebocoran internal besar-besaran. Lebih dari 12.000 dokumen rahasia dan sensitif bocor ke publik, berisi data tentang senjata siber Tiongkok, alat infiltrasi lintas platform, kerangka kendali jarak jauh, serta daftar target serangan di seluruh dunia. Kebocoran ini mengejutkan komunitas intelijen internasional.

EtIndonesia. Dalam 12.000 dokumen rahasia  “Zhīdào Chuàngyǔ” (Knownsec) yang bocor tersebut, terdapat informasi tentang senjata siber, alat penyusupan lintas platform, sistem kendali jarak jauh, serta daftar target serangan di lebih dari 80 negara.

Dokumen juga mencakup virus trojan akses jarak jauh multi-platform, yang dapat menginfeksi Linux, Windows, macOS, iOS, dan Android.

Di antara 80 lembaga asing yang diretas, tercatat:

  • Kantor Imigrasi India kehilangan sekitar 95 GB data,
  • Perusahaan Korea Selatan LG Uplus diretas dengan kebocoran 3 TB catatan panggilan,
  • Taiwan kehilangan sekitar 459 GB data perencanaan jalan raya, dan lainnya.

Menanggapi kebocoran tersebut, Knownsec pada 5 November merilis pernyataan yang berusaha meremehkan insiden, dengan mengklaim “tidak ada serangan baru.”  Sementara Kementerian Luar Negeri PKT menyatakan “tidak mengetahui situasinya.”

Para analis menilai, Knownsec merupakan contoh khas perusahaan yang terlibat dalam integrasi militer-sipil di Beijing, dan kebocoran ini memperlihatkan bagaimana perusahaan keamanan siber berlatar belakang Partai Komunis Tiongkok (PKT) melakukan aksi pencurian dan peretasan di seluruh dunia.

“Knownsec adalah perusahaan milik negara yang dikendalikan oleh PKT. Salah satu tugas utamanya adalah melancarkan serangan siber terhadap server dan komputer di negara-negara asing, terutama di Amerika Serikat dan negara-negara Barat,” ujar Lai Jianping, mantan pengacara Beijing sekaligus ketua Aliansi Demokratik Rakyat Tiongkok di Kanada. 

Selain virus trojan jarak jauh, Knownsec juga merancang perangkat keras berbentuk power bank palsu untuk digunakan dalam penyusupan fisik dan pencurian data.

“Dokumen bocoran menyebutkan sebuah power bank rancangan Knownsec yang dapat diam-diam mengunggah dan mengunduh data dari sistem korban. Alat seperti ini ibarat ‘penjepit panjang’ milik pencuri profesional — orang biasa tidak bisa menjangkau saku terdalam, tapi alat ini bisa. Negara-negara Barat masih kurang serius menanggapi ancaman seperti ini, sehingga mudah menjadi korban,” jelas Komentator politik Zheng Haochang. 

Knownsec didirikan pada 2007, merupakan perusahaan dengan latar belakang pemerintah PKT.  Pada 2022 telah dimasukkan ke dalam daftar sanksi entitas oleh Amerika Serikat.

Para analis menekankan bahwa ini bukan serangan hacker individu, melainkan operasi jangka panjang dan sistematis di tingkat negara. Kebocoran besar ini secara langsung membuktikan keterlibatan PKT dalam infiltrasi siber dan pengumpulan intelijen berskala global.

“Peristiwa ini dengan jelas menunjukkan bahwa PKT tanpa henti menyerang negara-negara Barat untuk mencuri berbagai rahasia — baik rahasia dagang, keamanan, maupun rahasia negara. Karena perang modern adalah perang teknologi tinggi, serangan siber sejatinya adalah bentuk perang. Maka, masyarakat internasional harus bersatu, memperkuat teknologi pertahanan mereka, dan mengambil langkah efektif untuk melawan ancaman ini,” kata Lai Jianping. (Hui)

Laporan oleh: Chen Yue dan Chang Chun | New Tang Dynasty Television

Pria Tiongkok dengan Berat 130 Kg Meninggal Dunia Setelah Menjalani Operasi Bypass Lambung demi Mengesankan Orangtua Pacarnya

EtIndonesia. Seorang pria Tiongkok dengan berat badan lebih dari 130 kg dan ingin memberikan kesan yang baik kepada orangtua pacarnya meninggal dunia setelah menjalani operasi bypass lambung.

Pria berusia 36 tahun, yang dikenal dengan nama samaran Li Jiang, dari Xinxiang di Provinsi Henan, Tiongkok utara, telah lama berjuang melawan berat badannya dan kesulitan mengendalikan kebiasaan makannya.

Tingginya 174 cm dan beratnya lebih dari 134 kg.

Menurut kakak laki-lakinya, Li baru saja mulai berkencan dan hubungan mereka berjalan baik karena pasangan itu bersiap untuk bertemu orangtua masing-masing.

Dalam upaya untuk memberikan kesan yang lebih baik, Li memutuskan untuk menjalani operasi bypass lambung, dengan harapan dapat menampilkan citra yang lebih sehat kepada keluarga pasangannya.

“Semuanya berjalan baik, jadi dia ingin menurunkan berat badan sebelum bertemu orangtua pacarnya. Dia melakukannya karena sedang mempersiapkan pernikahan,” kata kakaknya.

Pada tanggal 30 September, Li dirawat di Rumah Sakit Rakyat Kesembilan di Zhengzhou untuk menjalani prosedur tersebut.

Operasi berhasil diselesaikan pada tanggal 2 Oktober, dan dia dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) untuk perawatan pascaoperasi sebelum dipindahkan ke bangsal umum keesokan harinya.

Namun, pada tanggal 4 Oktober, kondisinya tiba-tiba memburuk.

Sekitar pukul 06: 40 pagi, dia ditemukan telah berhenti bernapas dan segera dilarikan kembali ke ICU untuk perawatan darurat.

Dia meninggal pada tanggal 5 Oktober karena gagal napas.

Menurut catatan medis, Li telah melaporkan kenaikan berat badan yang progresif disertai dengan mendengkur saat tidur selama setahun terakhir dan dirawat di rumah sakit setelah didiagnosis dengan sindrom metabolik.

Dia juga menderita hipertensi dan perlemakan hati.

Keluarganya mempertanyakan apakah rumah sakit telah menilai kondisi fisiknya dengan benar sebelum operasi.

Mereka juga menyuarakan kekhawatiran tentang bagaimana komplikasi pascaoperasi ditangani dan ketepatan waktu perawatan darurat yang diberikan kepadanya.

Pihak rumah sakit menyampaikan kepada Jimu News bahwa setelah peninjauan menyeluruh, mereka memastikan pasien memenuhi indikasi klinis yang jelas untuk operasi.

Mereka juga menyatakan bahwa ketika kondisi pasien memburuk, tim medis segera merespons.

Pada 10 Oktober, kedua belah pihak mempercayakan Komisi Kesehatan setempat untuk melakukan otopsi dan menentukan penyebab kematian.

“Laporan otopsi akhir akan menjadi dasar paling otoritatif untuk menentukan penyebab kematian,” kata pihak rumah sakit, seraya menambahkan bahwa mereka akan bertanggung jawab penuh sesuai dengan hasil dan hukum serta peraturan yang berlaku.

Insiden ini memicu diskusi hangat di media sosial Tiongkok daratan.

Seseorang berkata: “Selalu ada risiko kematian dengan operasi semacam ini. Dokter dapat melakukan yang terbaik, tetapi tidak ada jaminan.”

Sementara yang lain menulis: “Operasi selongsong lambung tetaplah operasi, dan mengandung risiko. Jika Anda dapat menurunkan berat badan secara alami, lakukanlah.” (yn)

Pemilik Kolam di Tiongkok Memberi Makan Ikan Lebih dari 5.000 Kg Cabai Setiap Hari Agar Rasanya ‘Lebih Enak’

EtIndonesia. Sebuah peternakan ikan di Tiongkok selatan menjadi viral di dunia maya setelah pemiliknya mengungkapkan bahwa dia memberi makan ikan-ikannya 5.000 kg cabai setiap hari, mengklaim praktik ini membuat ikan-ikannya tampak lebih segar dan rasanya lebih enak.

Kolam ikan yang terletak di Changsha, Provinsi Hunan – wilayah yang terkenal dengan kuliner pedasnya – baru-baru ini menjadi sensasi dunia maya setelah pemiliknya terekam sedang memberi makan ikan-ikannya dengan cabai.

Kolam ini dikelola bersama oleh Jiang Sheng, seorang petani ikan berpengalaman berusia 40 tahun yang mengikuti jejak ayahnya, dan mantan teman sekelasnya di sekolah menengah, Kuang Ke.

Menurut Kuang, kolam tersebut luasnya sekitar 4 hektar dan merupakan rumah bagi lebih dari 2.000 ikan, yang secara teratur diberi makan berbagai macam cabai.

“Pada waktu puncak, kami memberi makan hingga 5.000 kilogram cabai setiap hari,” Kuang berbagi dengan Jiupai News.

“Jenis cabai yang sama yang dimakan manusia dapat digunakan untuk memberi makan ikan. Kami menggunakan cabai kerucut dan cabai millet. Setelah mengonsumsinya, ikan mengembangkan bentuk tubuh yang lebih baik, rasa yang lebih nikmat, dan bahkan sisik emas yang berkilau.”

Kuang menambahkan: “Awalnya, ikan ragu untuk makan cabai. Tapi sekarang, ketika kami menambahkan rumput dan cabai, mereka justru lebih suka cabai. Ketika kita makan makanan pedas, kita minum air, kan? Ya, mereka hidup di air, jadi meskipun pedas, mereka hanya minum lebih banyak untuk mengatasinya.”

Jiang menjelaskan bahwa ikan tidak memiliki indra perasa seperti manusia; sebaliknya, mereka terutama mengandalkan indra penciuman, yang berarti mereka tidak terpengaruh oleh rasa pedas.

“Cabai kaya akan vitamin, sama seperti tanaman air, dan ikan menyukainya. Memberi makan cabai kepada ikan juga meningkatkan kesehatan usus dan meningkatkan daya tahan mereka terhadap stres,” ujarnya kepada Changsha Evening News.

“Kapsaisin dalam cabai merangsang pergerakan saluran pencernaan ikan, memperlancar pencernaan dan penyerapan nutrisi, yang mempercepat pertumbuhan mereka. Kandungan ini juga dapat mengusir parasit, sehingga parasit lebih sulit menempel pada tubuh ikan. Dibandingkan dengan pakan ikan konvensional, ikan yang diberi makan cabai menghasilkan daging yang lebih empuk dan lezat.”

Kuang lebih lanjut menjelaskan bahwa cabai dikumpulkan secara gratis dari petani lokal – baik yang tidak terjual maupun yang hampir busuk – sehingga menjadikannya alternatif yang lebih murah dan praktis dibandingkan menanam dan memanen rumput sebagai pakan ikan.

Kolam tersebut bahkan telah menarik minat para pemancing lokal dan kini menarik banyak penduduk kota yang ingin memancing.

Kolam tersebut telah memicu gelombang komentar-komentar lucu di dunia maya.

Seorang pengguna internet berseloroh: “Ketika saya melihat kejadian ini di sebuah kolam ikan di provinsi Hunan yang pedas, semuanya masuk akal; perairan lokal menghasilkan ikan lokal.”

Yang lain berseloroh: “Ikan-ikan mengejar manusia! Di beberapa tempat, bahkan orang-orang tidak mampu membeli cabai sebanyak itu.”

Komentar ketiga menimpali: “Sepertinya ikan-ikan itu sudah dibumbui sebelumnya. Tambahkan saja merica Sichuan, jahe, bawang putih, dan daun bawang – tidak hanya tampilannya yang lezat, tetapi rasanya juga luar biasa.” (yn)