Harga Properti di Tiongkok Anjlok Parah — Shanghai dan Hangzhou Luncurkan Langkah Darurat

Pasar properti Tiongkok tengah runtuh. Harga rumah jatuh di seluruh negeri, hampir tak ada pembeli. Menghadapi tekanan besar untuk mengurangi stok perumahan yang menumpuk, Shanghai baru-baru ini memperkenalkan kebijakan baru berupa “kupon rumah” di kawasan pusat kota yang dulunya bernilai sangat tinggi, sementara Hangzhou meluncurkan promosi di mana pembeli rumah bisa mendapatkan voucher konsumsi senilai RMB.100.000  (Rp 234 juta). Namun, para analis menilai, langkah-langkah ini hanyalah “jebakan besar” bagi calon pembeli rumah.

Beredar  video seorang pembawa acara siaran langsung dari Tiongkok berkata:  “Pasar properti di seluruh negeri sedang jatuh, dan di Shanghai pun sama — semua harga turun.”

EtIndonesia. Selama beberapa tahun terakhir, pasar perumahan di berbagai wilayah Tiongkok mengalami keruntuhan total — rumah tak laku dijual, tak laku disewa. Sebagai kota andalan ekonomi Tiongkok, Shanghai pun tak bisa menghindar dari nasib serupa.

“Sekarang rumah di Shanghai benar-benar sepi. Rumah bekas sudah dipasang di pasar setengah tahun, tetap tak laku dijual. Harganya langsung terpangkas separuh. Bahkan warga tua Shanghai pun kebingungan,” ujar seorang veteran industri properti Shanghai dikutip NTD, Senin (10/11/2025).  

Warga Shanghai lainnya menambahkan: “Yang jatuh lebih cepat dari penyelam adalah harga rumah di Shanghai. Apartemen mewah dengan pemandangan Sungai Huangpu di Lujiazui, Pudong, anjlok 73%.”

Untuk mengatasi tekanan besar dari stok yang menumpuk, pemerintah Shanghai kini memperluas kebijakan “penebusan rumah dengan kupon ” di banyak distrik. Dalam proyek renovasi kawasan lama di Jiangnan Xincun, Distrik Xuhui, pemerintah bahkan menambahkan insentif berupa “hadiah kupon rumah.”

Kupon rumah ini pada dasarnya adalah voucher atau subsidi pembelian properti, yang hanya dapat digunakan untuk membeli rumah. Kebijakan ini dianggap sebagai cara halus pemerintah memaksa warga yang digusur untuk membeli rumah baru, bukan menerima kompensasi uang tunai.

Sebelumnya, kebijakan “kupon rumah” ini hanya berlaku di pinggiran kota Shanghai seperti Jinshan dan Jiading, dan hanya bisa digunakan di distrik yang sama.

Analis menilai, alasan mengapa kawasan pusat kota seperti Xuhui juga menerapkan kebijakan ini, adalah karena rumah sudah tak laku terjual, sehingga pemerintah berusaha mendorong masyarakat untuk membeli.

“Dulu kalau mau beli rumah, Anda harus bayar dengan uang sungguhan. Sekarang karena stok rumah di Shanghai luar biasa besar, pemerintah memberikan ‘kupon rumah’ agar stok bisa dikurangi. Tapi pada akhirnya, yang dipengaruhi tetaplah keseimbangan antara penawaran dan permintaan,” kata seorang agen properti Shanghai, Ny. Zhang. 

Ia menambahkan bahwa meski kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan permintaan dan menekan stok, dampaknya terhadap daya beli masyarakat tidak signifikan.

“Kalau kuponnya besar, misalnya disubsidi 20.000 yuan per meter persegi, tentu pasar akan bangkit seketika. Tapi pada dasarnya, ini hanya upaya pemerintah Shanghai mengeluarkan uang dari anggaran untuk menstabilkan harga dan menjaga keseimbangan pasar,” ujar Ny. Zhang. 

Faktanya, sejak tahun 2022, lebih dari 20 kota termasuk Zhengzhou (Henan), Nanjing (Jiangsu), dan Wenzhou (Zhejiang) telah lebih dulu meluncurkan kebijakan “kupon rumah”. Namun kebijakan ini pada dasarnya merampas hak warga yang digusur untuk mengelola kompensasi mereka sendiri, karena uang ganti rugi dikunci ke dalam aset properti.

“Kami melihat banyak proyek baru mulai menurunkan harga. Beberapa pengembang bahkan memberi diskon hingga 20%. Saat peluncuran tahap awal, mereka bisa klaim ‘habis terjual’, tapi begitu tahap selanjutnya dibuka, rumah tak laku lagi,” kata Agen properti lain di Shanghai, Tn. Wang. 

Demi mendorong masyarakat membeli rumah, pada Agustus lalu, pemerintah Shanghai juga mengeluarkan “Enam Aturan Shanghai” yang melonggarkan pembatasan pembelian: pembeli di kawasan luar lingkar luar kota kini boleh membeli beberapa unit, dan orang dewasa lajang boleh membeli hingga dua unit rumah.

Namun, efeknya tetap minim.

Seorang warga Shanghai mengeluh:  “Sekarang susah sekali menjual rumah! Tahun lalu, rumah baru di distrik Huangpu yang dulu bisa untung 10 juta yuan lewat undian, sekarang sudah setengah tahun dijual rugi pun tak ada yang mau.”

Menurut pengamatan pasar, harga rumah di wilayah luar dan pinggiran kota Shanghai turun 40% atau lebih, mencerminkan tekanan berat pada stok dan likuiditas.

Agen properti Shanghai lainnya mengatakan:  “Jumlah rumah bekas yang terdaftar untuk dijual sudah menembus 300.000 unit. Hanya dalam September saja, bertambah lebih dari 20.000 unit baru. Saking banyaknya, agen properti sendiri sudah kewalahan menjual.”

Sementara itu, pemerintah Hangzhou di Provinsi Zhejiang juga meluncurkan kebijakan promosi untuk pasar properti. Di distrik Fuyang, Lin’an, Tonglu, Chun’an, dan Jiande, pembeli rumah baru akan mendapat voucher konsumsi senilai 100.000 yuan.

Namun, total dana untuk program voucher ini hanya 20 juta yuan, sehingga hanya sekitar 200 orang pembeli yang bisa mendapatkannya.

“Kalau memang berencana beli rumah dalam waktu dekat, jangan lewatkan kesempatan ini. Secara sederhana, kalau kamu tidak ambil voucher, kamu kehilangan 100.000 yuan. Harga rumah tetap sama, tapi dengan voucher, rasanya seperti dapat diskon 100.000 yuan,” jelas seorang agen properti Hangzhou, Tuan. Wu. 

Namun, analis di daratan Tiongkok memperingatkan bahwa kebijakan ini sebenarnya adalah jebakan besar:

“Pemerintah ingin warga terjun ke pasar properti sebagai ‘tameng hidup’ untuk menyerap stok besar rumah yang belum terjual, agar pengembang bisa mendapatkan kembali uangnya. Dengan begitu, pengembang bisa terus membeli tanah baru, dan pemerintah kota Hangzhou bisa tetap bertahan hidup lewat ‘pendapatan dari tanah,” demikian ujarnya. (Hui)

Li Yun | Xiong Bin | Guo Jing – NTDTV.com

Mulai 10 Desember, Anak-Anak di Bawah 16 Tahun di Australia Dilarang Menggunakan Media Sosial 

Larangan media sosial bagi anak muda di Australia yang dianggap paling progresif di dunia akan “mengembalikan masa kecil anak-anak,” kata Perdana Menteri Australia. Meskipun masih banyak pertanyaan penting tentang rencana tersebut yang belum terjawab.

EtIndonesia. Mulai 10 Desember 2025, anak-anak berusia 16 tahun ke bawah di Australia akan dilarang menggunakan platform daring, termasuk Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, YouTube, Threads, dan X.

Dikutip dari Australian Associated Press, Pemerintah Australia meningkatkan kampanye iklannya untuk membangun kesadaran publik tentang larangan tersebut, satu bulan menjelang penerapannya.

“Hal hebat dari kebijakan ini, menurut saya, lebih dari apa pun yang pernah saya lihat sebelumnya, adalah gerakan akar rumput yang muncul dari bawah ke atas,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese kepada radio Nova pada  Senin.

“Khususnya, kebijakan ini berasal dari para orang tua yang mengalami tragedi, kehilangan putra atau putri mereka, dan menyalurkan trauma serta kesedihan itu agar hal yang sama tidak terjadi pada orang lain.”

Salah satu alasan utama diberlakukannya larangan ini, kata Albanese, adalah karena anak muda di bawah usia 16 tahun belum memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak.

“Ini hanya soal mengembalikan masa kecil mereka. Sesederhana itu. Dan kami ingin mereka terlindungi,” ujarnya.

Namun, juru bicara oposisi bidang komunikasi Melissa McIntosh menyebut larangan itu “dirancang untuk gagal,” karena belum jelas apakah platform media sosial dapat mewajibkan pengguna untuk memverifikasi usia mereka menggunakan identifikasi digital.

“Rincian seperti ini sangat penting, dan menteri seharusnya memfokuskan perhatian ke sana terlebih dahulu,” kata McIntosh.

Pada awal November, pemerintah mengumumkan bahwa daftar platform yang dilarang diperluas, mencakup forum Reddit dan platform siaran langsung Kick.

Namun, Discord, Twitch, dan situs gim populer Roblox tidak akan terkena dampaknya — meskipun Menteri Komunikasi Anika Wells mengatakan bahwa daftar tersebut bersifat fleksibel, artinya bisa saja platform lain ditambahkan di kemudian hari.

McIntosh menambahkan, banyak pihak belum siap dan tidak tahu platform mana saja yang termasuk dalam larangan, serta menilai pemerintah belum memberikan cukup waktu bagi keluarga, sekolah, dan anak-anak untuk bersiap.

Sejak kampanye edukasi diluncurkan tiga minggu lalu, lebih dari 200.000 warga Australia telah mengunjungi situs eSafety, dengan hampir 100.000 tampilan halaman per minggu, naik signifikan dari kurang dari 10.000 sebelumnya.

Wells menyebut peningkatan itu menggembirakan, karena informasi yang dibagikan bisa mendorong percakapan yang bermakna tentang perubahan besar ini.

“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi orang yang memiliki anak di bawah 16 tahun untuk mulai berbicara tentang apa arti undang-undang baru ini bagi mereka, serta membahas kekhawatiran yang mungkin muncul,” katanya.

 “Anak muda yang akan kehilangan akses akun mereka mulai 10 Desember juga bisa bersiap, misalnya dengan mencadangkan konten dan foto mereka, serta mencari cara lain untuk tetap terhubung dengan orang dan hal yang mereka sukai.”

Tanggung jawab untuk mematuhi larangan ini ada pada perusahaan teknologi, yang diwajibkan untuk mendeteksi dan menonaktifkan atau menghapus akun pengguna di bawah umur.

Perusahaan yang melanggar bisa didenda hingga 49,5 juta dolar AS ( (± Rp 827 miliar)

Sementara itu, Denmark telah mengumumkan akan mengikuti langkah Australia dengan melarang media sosial bagi anak-anak di bawah 15 tahun, meski belum menentukan cara dan waktu penerapannya.

Negara Skandinavia tersebut memiliki sistem identitas elektronik nasional yang tersedia bagi warga berusia 13 tahun ke atas.

Penarikan Taktis Beijing Ungkap Alasan Xi Mengalah dalam Pembicaraan Perdagangan Terbaru dengan Trump

oleh Heng He 

Masalah ekonomi dan gejolak politik di Tiongkok memaksa Xi Jinping untuk membuat konsesi dalam pembicaraan perdagangan, menandai gencatan senjata yang rapuh, bukan perdamaian yang tahan lama.

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping pada 30 Oktober menjadi upaya reset paling signifikan dalam hubungan perdagangan AS–Tiongkok sejak kedua negara melanjutkan negosiasi awal tahun ini.

Setelah pertemuan itu, Washington mengumumkan kerangka kerja kesepakatan perdagangan AS–Tiongkok. Banyak pengamat menilai salah satu pihak harus membuat konsesi besar untuk memecahkan kebuntuan.

Siapa yang Membuat Konsesi Besar?

Dalam hal tarif, Amerika Serikat setuju menurunkan tarif keseluruhan impor Tiongkok dari 57 persen menjadi 47 persen. Ini mencakup tarif 25 persen di bawah Section 301 dari masa jabatan pertama Trump terkait pencurian kekayaan intelektual dan praktik perdagangan tidak adil, tarif 10 persen untuk fentanyl yang diberlakukan pada masa jabatan kedua, tambahan tarif terkait keamanan nasional di bawah Section 232, dan tarif timbal balik “Liberation Day” yang diperkenalkan pada 2 April.

Namun, Washington tetap mempertahankan tekanan tarif untuk menjaga leverage, karena Beijing tampaknya membuat konsesi lebih besar. Tiongkok mengumumkan akan menangguhkan tarif 24 persen atas barang AS yang diberlakukan pada April dan menangguhkan tarif hingga 15 persen untuk beberapa impor pertanian AS mulai 10 November.

Dalam hal ekspor logam tanah jarang, yang lama dimonopoli Tiongkok, Beijing setuju menunda kebijakan kontrol ekspor selama satu tahun, memberikan waktu berharga bagi AS. Tiongkok juga setuju melanjutkan pembelian kedelai Amerika. Langkah-langkah ini melemahkan kartu tawar terkuat Beijing dalam perang dagang, karena mencabut pembatasan balasan sebelumnya dan menandakan kesediaan luar biasa untuk kompromi.

Selain itu, Beijing berjanji menindak ekspor fentanyl, sebagai respons terhadap tarif fentanyl 10 persen dan imbalan bagi AS untuk menangguhkan beberapa pembatasan terhadap perusahaan Tiongkok di “Entity List.”

Tentu, tidak realistis mengharapkan PKT benar-benar memberantas perdagangan fentanyl. Paling banyak, Washington mungkin melihat penurunan sementara aliran fentanyl. Namun, langkah ini tetap merupakan konsesi besar dari pihak Beijing.

Konsesi paling menonjol adalah Xi tidak mengangkat isu Taiwan dalam pertemuan sebagai alat tawar menukar konsesi logam tanah jarang atau kedelai.

Dorongan Trump untuk Membangun Kembali Rantai Pasok Logam Tanah Jarang

Kepercayaan diri Trump menjelang pertemuan dengan Xi sebagian berasal dari kemajuannya membangun rantai pasok logam tanah jarang global yang independen dari Tiongkok.

Sebelum pertemuan, Trump menandatangani kesepakatan dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang untuk bekerja sama dalam mineral kritis. Kesepakatan ini menjadi dasar bagi negosiasi Trump–Xi dan memberi leverage penting bagi Washington, memastikan akses prioritas bagi pembeli AS dan mendorong pemrosesan logam tanah jarang domestik, dengan klausul khusus untuk menahan dominasi Tiongkok.

Kesepakatan ini juga mulai mengurangi ketergantungan Asia Tenggara terhadap perdagangan dengan Tiongkok.

Reaksi PKT terhadap Penguatan Aliansi AS–Jepang

Kunjungan Trump ke Jepang semakin memperkuat aliansi AS–Jepang, langkah yang jelas ditujukan untuk menahan PKT. Reaksi Beijing cukup mencolok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menggunakan sejarah Perang Dunia II sebagai langkah defensif.

Dalam konferensi pers 28 Oktober, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengkritik kerja sama keamanan AS–Jepang dan mendesak Jepang “menghormati kekhawatiran keamanan negara tetangga” serta “merenungkan sejarah [Perang Dunia II] secara mendalam.”

Bagi PKT, aliansi AS–Jepang adalah ancaman. Namun, aliansi ini bukan ofensif; tujuannya utama adalah menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kesimpulan logisnya: sumber destabilisasi sesungguhnya adalah PKT sendiri.

Guo menambahkan, “Karena sejarah agresi militer Jepang, kebijakan militer dan keamanan Jepang telah lama menjadi perhatian serius bagi negara tetangga dan komunitas internasional.”
Pernyataan ini menunjukkan retorika khas PKT. Sebaliknya, 80 tahun setelah Perang Dunia II, tidak ada negara Eropa yang menuntut Jerman merenungkan sejarah perang mereka.

Gencatan Taktis Setelah Pertemuan Trump–Xi

Meski kerangka kerja perdagangan diumumkan, beberapa pengamat melihatnya hanya sebagai gencatan taktis sementara, bukan kesepakatan perdagangan jangka panjang. Ada dua alasan: pertama, kesepakatan akan ditinjau setelah setahun; kedua, komitmen terkait logam tanah jarang dan kedelai bersifat jangka pendek dan mungkin tidak sepenuhnya dipenuhi.

Selama masa jabatan pertama Trump, Beijing gagal menepati janji serupa. Hambatan nyata bukan pada kesulitan mencapai kesepakatan, tetapi ketiadaan dasar untuk perdagangan normal antara kedua negara. Jika kesepakatan tahan lama memungkinkan, tidak akan perlu peninjauan berulang.

AS dan Tiongkok telah melalui lima putaran negosiasi sejak Mei 2025. Jika kesepakatan permanen bisa dicapai, mestinya telah terjadi lebih awal. Masalah utama terletak pada model ekonomi PKT, yang tidak memungkinkan adanya timbal balik pasar sejati. Ini membuat negosiasi berjalan item per item—seperti logam tanah jarang, kedelai, dan semikonduktor—menghasilkan gencatan sementara, bukan kesepakatan abadi.

Ketergantungan lama ekonomi AS–Tiongkok membuat pemisahan mendadak tidak mungkin, sehingga negosiasi harus terus berlanjut. Dengan kata lain, Trump dan Xi membersihkan kekacauan yang ditinggalkan pendahulu mereka. 

Untuk Tiongkok, masalah ini kembali ke reformasi setengah hati 1980-an dan janji yang tidak terpenuhi saat masuk WTO. Bagi AS, ini dimulai saat Washington memisahkan hak asasi manusia dari perdagangan dan memungkinkan Tiongkok masuk WTO tanpa perlindungan cukup.

Ke depan, hubungan perdagangan AS–Tiongkok mungkin terus mengikuti pola gencatan taktis—sementara, transaksional, dan terus dinegosiasikan—bukan kesepakatan yang langgeng dan dapat ditegakkan.

Mengapa Beijing Mengalah?

Salah satu alasannya adalah kondisi ekonomi Tiongkok saat ini. Sejak pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi negara itu terus di bawah ekspektasi. Ditambah tarif AS, situasi ini menekan pertumbuhan secara signifikan. Tanpa pengurangan tarif, ekonomi bisa memburuk, langsung mengancam stabilitas rezim dan kekuasaan PKT.

Faktor lain adalah gejolak politik. Sekitar Plenum Keempat PKT, pejabat militer dan provinsi senior dibersihkan, menandakan ketegangan di dalam Partai. Menghadapi tantangan domestik dan internasional sekaligus, Beijing tidak mampu bertempur di dua front. Gencatan tarif sementara memungkinkan Xi fokus mengonsolidasikan kontrol di dalam negeri.

Hal ini juga menjelaskan mengapa Xi menahan diri dari isu Taiwan dalam pembicaraan. Setidaknya untuk saat ini, PKT tidak memiliki kepercayaan dan kapasitas menggunakan Taiwan sebagai alat tawar.

Kerangka perdagangan Trump–Xi bukan terobosan dalam hubungan AS–Tiongkok, melainkan jeda taktis singkat. Hal ini lahir bukan dari kepercayaan bersama, tetapi dari kebutuhan mendesak PKT untuk “menarik napas.”


Michael Zhuang berkontribusi pada komentar ini.  

Heng He adalah komentator Sound of Hope Radio, analis Tiongkok di NTD “Focus Talk,” dan penulis The Epoch Times.

Prabowo Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada Sepuluh Tokoh Bangsa, Dari Soeharto Hingga Gus Dur

EtIndonesia. Presiden  Prabowo Subianto secara resmi menetapkan 10 tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional. Penganugerahan tersebut digelar dalam upacara  di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 November 2025 sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.

Dikutip dari rilis BPMI Setpres, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tanggal 6 November 2025, sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa luar biasa para tokoh dalam mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sebanyak sepuluh tokoh bangsa  yaitu:

  1.  K.H. Abdurrahman Wahid, tokoh dari Provinsi Jawa Timur, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam. K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia;
  2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan. Presiden ke-2 RI ini dikenal sebagai Bapak Pembangunan berkat program REPELITA yang membawa Indonesia mencapai kemajuan signigfikan, termasuk swasemabada beras, menekan laju pertumbuhan penduduk, dan pengentasan kemiskinan, sehingga mendapatkan pengakuan Internasional dan Lembaga PBB;
  3. Marsinah, tokoh dari Provinsi Jawa Timur, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan. Marsinah adalah simbol keberanian moral dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa;
  4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, tokoh dari Provinsi Jawa Barat, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Hukum dan Politik. Riwayat perjuangan dari Mochtar Kusumaatmadja yang paling menonjol adalah gagasannya tentang konsep negara kepulauan yang digunakan oleh Djuanda Kartawidjaya dalam mendeklarasikan djuanda tahun 1953;
  5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, tokoh dari Provinsi Sumatera Barat, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam. Rahmah El Yunusiyyah adalah ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan, yang dedikasinya paling menonjol dalam memelopori pendidikan perempuan Islam di Indonesia dan Asia Tenggara;
  6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata. Perjuangan militer Sarwo Edhie dimulai sebagai komandan kompi dalam TKR, selama periode Perang Kemerdekaan (1945-1949). Sarwo Edhie memimpin pasukannya dalam berbagai pertempuran;
  7. Sultan Muhammad Salahuddin, tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi. Karyanya meliputi pembangunan Istana Bima, sekolah-sekolah agama dan umum, masjid besar, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, kitab Nurul Mubin, serta berbagai infrastruktur penting lainnya;
  8. Syaikhona Muhammad Kholil, tokoh dari Provinsi Jawa Timur, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam. Pemikirannya mengenai penguatan pendidikan Islam berbasis pesantren serta gagasan “Hubbul Wathan Minal Iman” (cinta tanah air sebagai bagian dari iman) menjadi fondasi ideologis yang menggerakkan perjuangan para santri dalam melawan kolonialisme secara fisik dan kultural;
  9. Tuan Rondahaim Saragih, tokoh dari Provinsi Sumatera Utara, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata. Dikenal sebagai “Napoleon dari Batak”. Di bawah kepemimpinan Tuan Rondahaim Saragih, Pasukan Raya di Simalungun mencatatkan riwayat perjuangan menonjol melawan kolonialisme Belanda, dengan fokus pada pertahanan kemerdekaan yang berhasil; dan
  10. Zainal Abidin Syah, tokoh dari Provinsi Maluku Utara, Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi. Zainal Abidin Syah memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari NKRI.

Dalam upacara kenegaraan tersebut, para ahli waris hadir mewakili para tokoh untuk menerima gelar dan tanda penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto. 

Kepala Negara menyerahkan secara langsung piagam dan tanda kehormatan negara kepada masing-masing ahli waris sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasa besar yang telah diberikan oleh para pahlawan bagi bangsa dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, para ketua umum partai politik, para ketua organisasi keagamaan, perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi.

(BPMI Setpres)

Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia Merupakan Rumah bagi Lebih dari 111.000 Laba-laba

EtIndonesia. Sebuah tim peneliti menemukan bahwa sebuah gua di dekat perbatasan Yunani-Albania merupakan rumah bagi jaring laba-laba terbesar di dunia yang dibentuk oleh lebih dari 111.000 laba-laba.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan bulan lalu di jurnal Subterranean Biology, Gua Sulfur, sebuah gua gelap gulita di Eropa Selatan, merupakan rumah bagi koloni yang luar biasa – sebuah megalopolis laba-laba yang dibangun oleh dua spesies laba-laba yang hidup bersama dalam ekosistem yang unik. Jaring raksasa ini membentang seluas 106 meter persegi di sepanjang dinding lorong sempit di dekat pintu masuk gua dan terdiri dari ribuan jaringan individu berbentuk corong.

“Alam masih menyimpan banyak kejutan bagi kita,” ujar István Urák, seorang profesor biologi di Sapientia Hungarian University of Transylvania di Rumania, kepada Live Science. “Jika saya mencoba mengungkapkan dengan kata-kata semua emosi yang mengalir dalam diri saya [ketika saya melihat jaring], saya akan menekankan kekaguman, rasa hormat, dan rasa syukur. Anda harus mengalaminya sendiri untuk benar-benar tahu rasanya.”

Jaring laba-laba terbesar di dunia dihuni oleh dua spesies arakhnida, Tegenaria domestica, yang dikenal sebagai laba-laba corong gudang atau laba-laba rumah domestik, dan Prinerigone vagans. Menariknya, para ilmuwan menduga laba-laba corong gudang memangsa P. vagans, tetapi kedua spesies tersebut tampaknya hidup rukun di dalam gua. Meskipun kami tidak memiliki alasan yang jelas mengapa demikian, para peneliti berteori bahwa kurangnya cahaya di dalam gua mungkin mengganggu penglihatan laba-laba.

Kedua spesies laba-laba memakan agas yang tidak menggigit, yang kemudian memakan biofilm mikroba putih dari bakteri pengoksidasi sulfur di dalam gua. Analisis usus menunjukkan bahwa pola makan kaya sulfur menyebabkan mikrobioma penghuni gua jauh lebih beragam dibandingkan mikrobioma laba-laba dari dua spesies yang sama di luar gua.

Sebuah temuan tak ternilai bagi para ilmuwan dan naturalis, jaring laba-laba terbesar di dunia ini merupakan mimpi buruk bagi para arachnofobia, dan kemungkinan besar akan menginspirasi film horor bertema laba-laba. Lokasinya, sebuah labirin bawah tanah dengan ruangan-ruangan besar dan terowongan berliku, niscaya akan memacu adrenalin penonton hingga 100%.(yn)

Tantang Batas Dirimu, Kamu Akan Menemukan Potensi Tak Terbatas di Dalam Diri

EtIndonesia. Kadang, kita merasa lelah bukan karena perjalanan hidup terlalu panjang, melainkan karena terlalu cepat meragukan diri sendiri.

Hidup itu seperti jalan pegunungan yang berliku — tampak tiada ujung, padahal setiap tanjakan sedang melatih kaki kita menjadi lebih kuat dan hati kita lebih teguh.

Saat kamu berani menantang batas dirimu sendiri, kamu akan menyadari: momen ketika kamu merasa hampir tak sanggup bertahan, justru adalah titik awal kelahiran dirimu yang baru.

Kita sering mengira bahwa “batas” adalah dinding yang tak bisa ditembus, penghalang yang memaksa kita berhenti. Padahal sesungguhnya, batas hanyalah garis sementara — yang akan bergeser seiring dengan keberanian dan keyakinanmu.

Setiap kali kamu melangkah satu langkah lebih jauh, garis itu pun mundur sedikit. Mungkin awalnya hanya dimulai dari hal kecil: berlari satu kilometer lebih jauh, berlatih sepuluh menit lebih lama, atau menahan emosi satu kali lebih banyak. Tapi dari rangkaian kecil kemenangan itulah, kamu sedang membangun tinggi baru dalam hidupmu.

Pernahkah kamu merasa sudah mencapai batas, tapi ketika bertahan satu detik lagi, tiba-tiba muncul kekuatan baru dari dalam diri? Itulah energi murni yang muncul bukan dari orang lain atau keajaiban, melainkan dari kepercayaanmu pada dirimu sendiri.

Sebenarnya, potensi itu tidak berada di tempat jauh — dia bersembunyi di bawah lapisan keraguan dan ketakutan, menunggu kamu untuk membangunkannya melalui tindakan nyata.

Menantang batas diri sering kali terasa sepi, dan tidak selalu disertai tepuk tangan. Mungkin ada yang menertawakanmu karena dianggap terlalu keras kepala, terlalu memaksa. Namun pertumbuhan sejati bukan tentang membuat orang lain terkesan, melainkan membuktikan pada diri sendiri bahwa kamu mampu bertahan bahkan ketika tak ada yang memahami.

Sering kali, musuh terbesar bukanlah dunia luar, melainkan suara kecil di dalam diri yang dengan mudah berkata: “Aku tidak bisa.”

Dan ketika kamu mampu menenangkan diri dan berkata lembut: “Tidak apa-apa, coba lagi,” itulah bentuk kekuatan yang paling indah — lembut namun teguh.

Hidup tidak akan selalu bersahabat. Ada naik-turun, ada luka, ada rasa lelah. Namun justru karena itulah kita punya kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Saat kamu merasa kelelahan, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Peluk dirimu, beri waktu, lalu bangkit lagi.

Kamu akan sadar bahwa “batas” hanyalah ilusi sebelum seluruh kekuatanmu terbangun sepenuhnya. Kamu belum melihat cahaya dalam dirimu, karena kamu belum berjalan cukup jauh ke dalam gelap.

Keluar dari Zona Nyaman

Banyak orang memilih bertahan di zona nyaman — takut gagal, takut berubah. Namun karena itu pula, mereka kehilangan kesempatan untuk mengenal potensi sejatinya.

Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi tetap melangkah meski tahu bahwa jalan di depan akan menyakitkan dan melelahkan.

Saat kamu menembus rasa takut, dunia pun akan terasa lebih luas, dan hidupmu akan memiliki kedalaman baru.

Jangan lupakan:  setiap tetes keringat sedang mengukir jiwamu menjadi lebih kuat, setiap kali kamu jatuh, takdir sedang berbisik:  “Kamu layak menjadi lebih hebat.”

Hidup bukanlah perlombaan dengan orang lain, melainkan perjalanan menuju melampaui diri sendiri.

Ketika kamu mulai menantang batasmu,  kamu akan menyadari bahwa dunia sebenarnya tidak berubah — yang berubah adalah hatimu: menjadi lebih luas, lebih bercahaya, dan lebih bebas.

Dari “Tidak Mungkin” Menjadi “Bisa”

Tidak ada manusia yang terlahir kuat. Kita semua tumbuh melalui ribuan kali kegagalan dan ratusan kali mencoba.

Mungkin saat ini kamu masih bingung, masih berjuang, namun percayalah — kamu tidak sedang terjebak, kamu hanya sedang berubah bentuk.

Dan ketika akhirnya kamu keluar dari kegelapan itu dan menoleh ke belakang, kamu akan tersenyum pada diri sendiri:  Ternyata aku lebih berani dari yang kubayangkan, dan lebih indah dari yang dulu kukira.

Alasan Sesungguhnya untuk Menantang Diri

Tantanglah batasmu, bukan untuk membuktikan sesuatu pada dunia, tetapi untuk menemukan seberapa tinggi kamu bisa terbang, seberapa dalam kamu bisa mencinta, dan seberapa besar impianmu bisa tumbuh.

Ketika kamu mulai percaya, hidup akan membalas dengan cara paling lembut —
menyambut keberanianmu dengan kesempatan, dan membalas ketekunanmu dengan keajaiban.

Karena setiap orang yang berusaha melampaui dirinya sendiri, pantas untuk diperlakukan dengan kelembutan oleh dunia.

Semoga dalam setiap tantangan, kamu menemukan versi dirimu yang paling kuat dan paling bercahaya.(jhn/yn)

Tak Ada Keajaiban, Hanya Akumulasi –  Tak Ada Keberuntungan, Hanya Kerja Keras

EtIndonesia. Di perjalanan hidup, kita semua pernah berharap pada keajaiban. Berharap suatu hari keberuntungan akan turun dari langit;  berharap ada kesempatan tiba-tiba datang dan menghapus semua kesulitan.

Namun, kenyataan dengan lembut sekaligus tegas mengingatkan kita: tidak ada keajaiban, hanya akumulasi; tidak ada keberuntungan, hanya kerja keras.

Mereka yang tampak sukses “dalam semalam”, sesungguhnya telah melalui hari-hari panjang penuh perjuangan yang tak pernah dilihat siapa pun.

Kita sering memuji keindahan bunga sakura yang bermekaran, tapi lupa betapa lama akarnya bertahan dalam dingin musim salju.

Demikian pula, usaha tak selalu langsung terlihat hasilnya. Dia seperti tetes air yang menembus batu — kecil, sabar, dan konstan — namun seiring waktu, menciptakan perubahan besar yang mengubah arah hidupmu.

Usahamu Tak Pernah Sia-sia

Terkadang kamu bertanya dalam hati :  “Aku sudah berusaha, tapi kenapa belum berhasil?”

Yang tak kamu sadari adalah — setiap usaha itu sudah mengubahmu dari dalam: cara pandangmu, cara berpikirmu, bahkan cara hatimu merespons dunia.

Hasil tidak pernah absen; dia hanya memilih waktu yang paling tepat untuk datang.

Kalimat “tidak ada keberuntungan” terdengar keras, namun justru di sanalah letak penghiburan yang paling nyata.

Karena ketika kamu berhenti menunggu jalan pintas, kamu mulai fokus pada langkah di depanmu.

Stabilitas sejati tidak datang dari keberuntungan, melainkan dari keyakinan lembut di dalam diri yang berkata: “Aku bisa mengandalkan diriku sendiri.”

Saat orang lain menunggu keajaiban, kamu sudah bekerja diam-diam. Dan ketika mereka iri pada keberhasilanmu nanti, kamu tahu — itu bukan keberuntungan, tapi hasil dari kerja keras yang konsisten dan jujur.

Bekerja keras bukan berarti mengorbankan diri sampai habis terbakar. Dia adalah ritme yang stabil untuk terus melangkah.

Dia bisa berarti bangun setengah jam lebih pagi untuk membaca, atau keberanian menghadapi masalah tanpa lari darinya.

Akumulasi tidak selalu harus besar dan gemilang; dia bisa sekecil kebiasaan baik yang terus dijaga.

Seperti pendaki gunung — setiap langkah, sekecil apa pun, selalu mendekatkannya ke puncak. Lambat bukan berarti berhenti, karena setiap langkah kecil tetap berarti kemajuan.

Ada masa ketika hidup terasa berat. Kamu sudah berusaha, tapi dunia tetap seperti menutup jalan. Kamu sudah memberi segalanya, tapi hasilnya belum juga tampak.

Namun justru pada saat-saat seperti itu, kamu harus percaya: usaha kecilmu sedang bekerja diam-diam di balik layar.

Mungkin kamu belum melihat cahaya, tapi percayalah — cahaya itu sedang mendekat kepadamu.

Ketika kamu menengok ke belakang nanti, kamu akan sadar: yang membuatmu kuat bukanlah keberuntungan, melainkan momen-momen saat kamu jatuh, menangis, lalu bangkit kembali.

Hidup ini tak diisi oleh keajaiban, tapi oleh jejak langkah kecil yang terus diulang tanpa henti. Bukan keberuntungan yang membentukmu, melainkan keteguhan hati untuk tidak menyerah dalam gelap.

Percayalah pada Waktu dan Proses

Jadi, bersikaplah lembut kepada dirimu, dan bersabarlah kepada waktu.

Tak ada usaha yang sia-sia. Setiap tetes keringat, setiap jam belajar, setiap kesabaran kecil — semuanya sedang menumpuk menjadi hasil yang besar.

Hiduplah dengan sepenuh hati di setiap langkah,  karena hidup akan selalu menemukan cara lembut untuk membalasmu.

Dan pada akhirnya, ketika kamu menatap ke belakang, kamu akan tersenyum dan berkata “Ternyata keajaiban yang selama ini kutunggu…  adalah diriku sendiri yang tak pernah berhenti berusaha.” (jhn/yn)

Perubahan Adalah Awal dari Pertumbuhan

EtIndonesia. Kita semua pernah merasa takut akan perubahan. Takut melihat dunia yang kita kenal hancur berantakan, takut meninggalkan pelabuhan yang aman, takut kehilangan arah yang selama ini kita yakini. Namun, justru pada saat-saat ketika kita “terpaksa berubah”, di sanalah pertumbuhan yang paling mendalam terjadi.

Perubahan tidak selalu berarti peristiwa besar yang menggemparkan. Kadang, dia bermula dari hal kecil — seperti suatu pagi ketika kamu tiba-tiba memutuskan untuk bangun lebih awal dan berjalan kaki menikmati udara segar. Atau mungkin saat kamu memilih untuk berhenti menyalahkan orang lain dan mulai bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri.

Awal dari perubahan sering kali disertai rasa cemas dan tidak nyaman, karena kita sedang melangkah keluar dari zona yang familiar menuju wilayah yang belum kita kenal. Namun, di saat itulah benih-benih kemungkinan baru mulai tumbuh.

Mengapa Kita Harus Berubah?

Banyak orang bertanya : “Kenapa harus berubah? Tidak bisakah hidup terus seperti ini saja?”

Jawabannya sederhana — waktu tidak pernah berhenti. Dunia terus bergerak, dan jika kita memilih untuk tidak berubah, maka hidup akan menyeret kita tanpa arah. Berubah bukan berarti menyesuaikan diri dengan dunia, melainkan agar kita tidak terjebak di tempat yang sama.

Saat kita mau menyesuaikan langkah, belajar hal baru, dan menghadapi kelemahan diri sendiri, saat itulah pertumbuhan sejati terjadi — sedikit demi sedikit.

Pertumbuhan tidak pernah berjalan lurus; dia lebih menyerupai jalan setapak yang berliku. Di sepanjang jalan itu ada kabut, batu sandungan, bahkan badai yang datang tiba-tiba. Namun setiap kesulitan sejatinya sedang membantu kita melihat diri sendiri dengan lebih jernih.

Ketika kamu berhenti menyalahkan keadaan dan mulai bertanya:  “Hal apa yang bisa aku ubah?” — itulah tanda bahwa kamu telah memasuki tahap kedewasaan.

Belajar dari Masa Lalu

Coba lihat kembali ke masa lalu. Bukankah banyak momen yang dulu terasa mustahil untuk dilewati, kini justru menjadi kenangan berharga dalam hidupmu?

Perpisahan yang menyakitkan, kegagalan yang memalukan, pekerjaan yang harus kamu tinggalkan —  semuanya memaksamu belajar untuk berdiri sendiri, memahami orang lain, dan akhirnya mencintai diri sendiri.

Proses perubahan sering kali membuat hati kita sakit. Namun, rasa sakit itulah jejak jiwa yang sedang bertumbuh.

Perubahan yang Sesungguhnya Terjadi di Dalam

Tidak semua perubahan tampak dari luar.  Sering kali, perubahan sejati adalah pergeseran cara berpikir di dalam diri.

Kamu mulai berhenti menuntut kesempurnaan, dan belajar menerima ketidaksempurnaan. Kamu tak lagi hidup untuk menyenangkan orang lain, melainkan membuat pilihan untuk dirimu sendiri. Kamu tidak lagi takut akan kesepian, justru menikmati waktu bersama dirimu sendiri.

Perubahan-perubahan kecil semacam ini mungkin tampak sepele, namun perlahan membuat hidupmu lebih lembut sekaligus lebih kuat.

Hakikat kehidupan adalah mengalir. Seperti sungai, hanya dengan mengalir air tetap jernih. Seperti pohon, hanya dengan tumbuh ia bisa berbuah.

Kita memang tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa menyesuaikan arah layar. Ketika kamu belajar mengikuti arus perubahan alih-alih melawannya,  hidup akan menunjukkan ketangguhan yang tak pernah kamu sangka.

Saat kamu berani melepaskan hubungan yang sudah tak lagi cocok, kamu akan menemukan koneksi yang lebih tulus.  Ketika kamu meninggalkan kehidupan yang stagnan, kamu akan bertemu versi dirimu yang lebih bebas.

Perubahan adalah undangan untuk bertransformasi — untuk melepaskan kulit lama dan menyambut masa depan yang lebih terang.

Mungkin saat ini kamu sedang berdiri di persimpangan hidup, merasa bimbang antara harapan dan ketakutan. Ingatlah: tidak ada orang yang terlahir berani. Keberanian selalu tumbuh dari proses perubahan — dari langkah-langkah kecil yang kamu ambil meski hatimu gemetar.

Begitu kamu berani melangkah, semesta akan membuka jalan di bawah kakimu.

Perubahan memang tidak pernah mudah. Namun suatu hari nanti, ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan menyadari: semua momen yang dulu kamu kira akan menghancurkanmu, sebenarnya hanyalah cara lembut kehidupan mendorongmu untuk maju. (jhn/yn)

Drone Angkatan Laut Serang Pelabuhan Tuapse Rusia

EtIndonesia. Malam, 10 November, drone angkatan laut menyerang pelabuhan di Kota Tuapse, Rusia. Akibatnya, salah satu tempat berlabuh kemungkinan rusak, menurut Astra.

Pada malam hari, warga melaporkan adanya ledakan di kota tersebut, dan peringatan drone berlangsung selama hampir 8 jam.

Sergey Boyko, Kepala distrik Tuapse, Wilayah Krasnodar, mengumumkan bahwa ancaman serangan oleh kapal dan drone tanpa awak telah dicabut pada pukul 7 pagi waktu Kyiv.

Pada saat yang sama, dia mengedit pesan awalnya, menghapus informasi tentang drone, tetapi tetap mencantumkan informasi tersebut dalam pesan dari Markas Besar Operasional Wilayah Krasnodar. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa tujuh drone ditembak jatuh di Laut Hitam.

“Empat drone dinetralkan di Laut Hitam dekat Tuapse. Salah satu kapal nirawak meledak di dekat garis pantai. Gelombang kejut merusak jendela di lantai dua gedung dua lantai, garasi, dan hanggar, tetapi tidak ada korban jiwa. Layanan darurat sedang bekerja di lokasi kejadian,” lapor Markas Besar Operasional Wilayah Krasnodar.

Andrii Kovalenko, kepala Pusat Operasi Pasukan Gabungan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengonfirmasi serangan di pelabuhan Tuapse, Rusia.

“Terjadi kebakaran di pelabuhan Tuapse pada malam hari,” kata kepala Pusat Operasi Pasukan Gabungan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional.

Serangan di terminal minyak di Tuapse

Dinas Keamanan Ukraina, bersama dengan pasukan keamanan dan pertahanan lainnya, menyerang terminal minyak di pelabuhan Tuapse, Rusia, di wilayah Krasnodar, Rusia.

Pada saat serangan di terminal minyak di Tuapse, setidaknya tiga kapal sedang dimuat. Mereka berstatus semi-bayangan, sehingga memungkinkan untuk memastikan siapa pemiliknya.

Menurut juru bicara Angkatan Laut Ukraina Dmytro Pletenchuk, serangan terhadap terminal minyak di Tuapse akan berdampak jangka panjang bagi Rusia. Kerusakan pada fasilitas strategis tidak hanya akan memengaruhi ekspor minyak mentah tetapi juga kepercayaan perusahaan terhadap pelabuhan-pelabuhan Rusia.

Pelabuhan Laut Hitam Tuapse telah menangguhkan ekspor bahan bakar, dan kilang minyak setempat telah menghentikan pemrosesan minyak mentah setelah serangan pesawat nirawak Ukraina pada 2 November.(yn)

Pengetahuan: Satu-satunya Kekayaan yang Tak Bisa Dirampas

EtIndonesia. Di dunia yang serba cepat berubah ini, semua yang kita miliki seolah bisa hilang dalam sekejap.

Uang dapat lenyap karena gejolak pasar. Rumah bisa runtuh karena bencana. Jabatan bisa digantikan orang lain. Bahkan hubungan yang dulu erat pun bisa memudar seiring waktu.

Namun, ada satu hal yang tak bisa dirampas oleh siapa pun — pengetahuan.

Pengetahuan bukan hadiah yang diberikan begitu saja, melainkan cahaya yang tumbuh dari pengalaman hidup.

Dia tersembunyi dalam malam-malam panjang yang kamu habiskan membaca, juga dalam hikmah yang kamu dapat dari kegagalan.

Kamu mungkin kehilangan banyak hal di masa sulit, tetapi pengetahuan akan selalu menjadi kekuatan yang membuatmu mampu berdiri lagi — terutama saat kamu merasa sendirian dan tak berdaya.

Banyak orang menganggap belajar sebagai kewajiban, padahal sebenarnya, dia adalah bentuk investasi paling lembut untuk diri sendiri.

Setiap kali kamu mempelajari keterampilan baru, bahasa baru, atau cara baru memahami dunia, kamu sedang menanam benih yang suatu hari akan tumbuh menjadi pohon ketangguhan.

Walau hidup menimpamu dengan badai dan hujan, benih itu tetap berakar dalam — menunggu cahaya untuk tumbuh lagi.

Orang lain bisa merampas hartamu, namamu, bahkan kesempatanmu, tetapi mereka takkan pernah bisa mengambil apa yang kamu pahami, atau cara berpikirmu yang ditempa dari proses belajar panjang.

Kekuatan Pengetahuan: Menjinakkan Ketakutan

Kekuatan sejati dari pengetahuan adalah kemampuannya membuat kita tidak lagi takut terhadap perubahan.

Ketika hidupmu tiba-tiba berantakan, orang yang berilmu tahu cara menata ulang realitas dan menemukan jalan keluar.

Seseorang yang memahami keuangan mampu bertahan di masa krisis ekonomi. Seorang profesional dengan keterampilan kuat mampu bangkit meski kehilangan pekerjaan. Seseorang yang membaca filsafat dan sastra bisa menenangkan hatinya ketika patah, karena dia memahami diri dan tahu cara sembuh.

Nilai pengetahuan bukan hanya pada uang atau status yang bisa dihasilkannya, tetapi karena dia memberi manusia kemandirian batin — membebaskan kita dari belenggu ketakutan dan membuat kita melihat dunia dengan lebih luas.

Yang paling mengharukan adalah,  pengetahuan memberi kita kebebasan dari dalam.

Kondisi luar bisa mengekang — kemiskinan, usia, penyakit, status sosial. Namun selama pikiranmu masih hidup, hatimu masih terang, kamu tidak akan pernah benar-benar terpenjara.

Kamu mungkin terkurung di ruangan sempit, tapi bisa mengembara ribuan mil lewat buku. Kamu mungkin kehilangan pekerjaan, tapi bisa menciptakan jalan baru berkat kebijaksanaanmu.

Itulah keajaiban pengetahuan: bahkan ketika kamu tak memiliki apa-apa, kamu tetap kaya.

Mungkin saat ini kamu sedang dalam masa sulit, merasa sesak oleh beban hidup.

Namun percayalah — selama kamu masih mau belajar, takdir belum selesai menulis kisahmu.

Setiap buku yang kamu baca, setiap ide yang kamu pikirkan, setiap upaya memahami dunia, adalah langkah kecil yang sedang membangun jalanmu ke masa depan.

Waktu akan membuktikan,  kalimat yang dulu kamu baca diam-diam, pelajaran yang dulu kamu dengarkan dengan setengah sadar, suatu hari akan kembali padamu — menjadi cahaya yang menuntun langkahmu di kegelapan.

Pengetahuan: Lebih dari Sekadar Kekayaan

Kelak, ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan sadar — pengetahuan bukan sekadar harta, melainkan martabat.

Dia memberimu kemampuan untuk berdiri tegak di hadapan dunia, tanpa perlu sombong dan tanpa merasa kecil.  Dia membuatmu tetap jernih berpikir, tetap percaya diri,  tak peduli di mana pun kamu berada.

Itulah kekuatan yang paling dalam — rasa aman yang tak bisa dirampas siapa pun.

Jangan cemas dengan kemiskinan sesaat,  jangan takut pada perubahan hidup. Teruslah membaca. Teruslah belajar. Teruslah tumbuh. Karena ketika kamu memiliki pengetahuan, dunia mungkin akan mengambil banyak hal darimu —  tetapi tak akan pernah bisa mengambil cahayamu.

Pengetahuan adalah satu-satunya kekayaan yang abadi. Dia hidup dalam cara kamu berbicara, dalam sorot matamu,  dan dalam caramu memahami hidup.

Dan ketika semuanya kembali ke titik nol,  pengetahuanlah yang akan menuntunmu melangkah menuju esok. (jhn/yn)

Jenderal Jerman Peringatkan Moskow Dapat Melancarkan Serangan Terbatas ke NATO Kapan Saja

Letnan Jenderal Alexander Sollfrank, yang memimpin komando operasi gabungan Berlin dan mengawasi perencanaan pertahanan, mengatakan bahwa ia percaya serangan Moskow “mungkin terjadi.”

EtIndonesia. Rusia dapat melancarkan serangan terbatas terhadap negara anggota NATO kapan saja, kata seorang perwira tinggi militer Jerman pada 7 November 2025.

“Jika Anda melihat kemampuan dan kekuatan tempur Rusia saat ini, Rusia dapat melancarkan serangan berskala kecil terhadap wilayah NATO secepat besok,” kata Letjen Alexander Sollfrank.

 “Serangan kecil, cepat, terbatas secara regional, bukan sesuatu yang besar—Rusia terlalu terikat di Ukraina untuk melancarkan serangan besar.”

Sollfrank, yang memimpin komando operasi gabungan Berlin dan mengawasi perencanaan pertahanan, mengatakan bahwa meskipun pasukan Moskow tidak mampu mengalahkan Ukraina, Moskow masih memiliki kemampuan besar di angkatan udara, dan persenjataan nuklirnya sama sekali tidak terpengaruh oleh perang.

Selain itu, katanya, di laut, meskipun Armada Laut Hitam Kremlin telah mengalami kerugian besar, sisa Angkatan Laut Rusia masih berada dalam kekuatan penuh.

Apakah Rusia akan memilih untuk melancarkan serangan terhadap negara anggota NATO atau tidak, menurut Sollfrank, akan bergantung pada kekuatan militer, rekam jejak, dan kepemimpinan Moskow, seraya menambahkan bahwa analisisnya membuatnya menyimpulkan bahwa “serangan Rusia berada dalam ranah kemungkinan.”

Pernyataan Sollfrank muncul ketika Rusia dituduh telah melakukan pelanggaran wilayah udara Eropa dalam beberapa bulan terakhir, terutama di Polandia dan Estonia, meskipun Moskow menolak tuduhan NATO mengenai pelanggaran berulang tersebut.

Hal ini mendorong NATO untuk meluncurkan operasi udara besar yang disebut “Eastern Sentry” pada bulan September, dengan tujuan untuk mempertahankan sayap timur aliansi tersebut.
Sebagai bagian dari operasi itu, jet tempur Denmark, Prancis, Jerman, dan Inggris kini melakukan misi penerbangan di seluruh kawasan.

Bulan lalu, Alexus Grynkewich, seorang jenderal Angkatan Udara AS yang menjabat sebagai Komandan Tertinggi Sekutu Eropa NATO (Supreme Allied Commander Europe), mengatakan bahwa Moskow tampaknya telah terhalangi oleh respons NATO, tetapi kemungkinan besar akan terus menguji batas-batas.

“Kami melihat indikasi bahwa Rusia mencoba lebih berhati-hati, bahwa mereka menyadari mereka telah mendekati atau bahkan melewati batas dalam beberapa kasus—terutama jika Anda mempertimbangkan insiden drone di Polandia,” katanya.

 “Kami memiliki efek pencegahan, tetapi mereka akan terus mencoba bergerak dan menggunakan pendekatan hibrida dalam menantang aliansi.”

Namun, meskipun NATO telah mengambil langkah-langkah ini, lalu lintas udara di bandara Brussels dan Liege di Belgia ditangguhkan pada 4 November karena penampakan drone, beberapa hari setelah pemerintah menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan tentang pesawat tak berawak yang terbang di dekat pangkalan militer Belgia yang menyimpan senjata nuklir milik Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, mengatakan pada 3 November bahwa drone yang dilaporkan terbang di dekat pangkalan militer tempat penyimpanan senjata nuklir AS itu mungkin merupakan bagian dari operasi mata-mata.

Sementara itu, Komisi Eropa juga telah mengusulkan empat proyek pertahanan unggulan, termasuk “tembok drone” dan penguatan perbatasan timur Eropa, sebagai bagian dari langkah untuk memperkuat pertahanan Uni Eropa pada tahun 2030.

Komisi tersebut, yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa, menyatakan bahwa proyek-proyek ini akan “memperkuat kemampuan Eropa untuk mencegah dan mempertahankan diri di darat, udara, laut, dunia maya, dan luar angkasa, sambil berkontribusi langsung pada target kemampuan NATO.”

Rencana baru yang disebut “Preserving Peace—Defence Readiness Roadmap 2030” dianggap penting untuk mencegah agresi Rusia, mencegah perang, dan menjaga perdamaian, kata Komisioner Pertahanan dan Luar Angkasa Eropa, Andrius Kubilius, dalam pernyataan yang mengumumkan rencana tersebut pada 16 Oktober.

Rencana itu mencakup empat strategi pertahanan utama:

  1. Inisiatif Pertahanan Drone Eropa (European Drone Defense Initiative)
  2. Pengawasan Sayap Timur (Eastern Flank Watch)
  3. Perisai Udara Eropa (European Air Shield)
  4. Perisai Luar Angkasa Eropa (European Space Shield)

Reuters dan Victoria Friedman turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

Apakah Komet Antarbintang 3I/ATLAS Merupakan ‘Kuda Troya’ Alien?

EtIndonesia. Sebuah komet antarbintang unik bernama 3I/ATLAS mencapai titik perihelionnya—titik terdekat dalam orbitnya terhadap Matahari—pada 29 Oktober, menarik perhatian luas bukan hanya karena perilaku astronomisnya yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi juga karena sebuah teori kontroversial yang mengaitkannya dengan kemungkinan kehidupan luar bumi.

Saat komet 3I/ATLAS tertutup oleh cahaya Matahari dan tak terdeteksi oleh teleskop di Bumi pada saat pendekatannya yang paling dekat, satelit pengamat Matahari milik NASA berhasil menangkap data penting.

Para ilmuwan menemukan bahwa komet tersebut mengalami peningkatan kecerahan yang luar biasa cepat dalam beberapa minggu menjelang perihelion, jauh melampaui komet pada umumnya. Lebih jauh lagi, 3I/ATLAS memancarkan cahaya yang lebih biru daripada Matahari itu sendiri, menunjukkan adanya aktivitas pelepasan gas (outgassing) yang sangat intens.

Analisis menunjukkan bahwa laju peningkatan luminositas komet ini jauh melebihi sebagian besar komet di tata surya, mengindikasikan bahwa ia melepaskan jauh lebih banyak material akibat pemanasan Matahari daripada yang diperkirakan. 

Sementara komet biasa biasanya memantulkan cahaya kemerahan, 3I/ATLAS justru menunjukkan warna biru mencolok, yang disebabkan oleh molekul gas yang tereksitasi akibat radiasi Matahari. Emisi gas yang begitu kuat ini menunjukkan bahwa komposisi dan proses internal komet ini sangat berbeda dari benda-benda komet yang telah dikenal.

Para ilmuwan percaya bahwa 3I/ATLAS mungkin termasuk di antara objek antarbintang terbesar yang pernah ditemukan, dengan perkiraan usia mencapai hingga tujuh miliar tahun. Sifat-sifat anehnya kini menantang pemahaman ilmiah yang ada mengenai bagaimana komet terbentuk dan berevolusi.

BACA JUGA : Fenomena Benda Antarbintang Kembali Mengguncang Sains : Influencer Turut Angkat Suara, Video Ditonton Jutaan Kali dan Diserbu Ribuan Komentar

BACA JUGA : Benda Langit Misterius Mendekat Minggu Depan, Astronom Harvard Peringatkan Bisa Jadi Teknologi Alien


‘Kuda Troya’ dari Bintang-Bintang?

Keunikan komet ini mendorong Profesor Avi Loeb dari Universitas Harvard mengemukakan hipotesis berani tentang 3I/ATLAS. Loeb mencatat bahwa hingga 29 Oktober, objek tersebut telah menyelesaikan sekitar setengah perjalanannya melintasi tata surya.

Ia menyarankan bahwa 3I/ATLAS mungkin bukan komet alami, melainkan artefak buatan dari kehidupan cerdas. Menurut Loeb, komet itu memancarkan senyawa logam yang tampaknya tidak mungkin terbentuk secara organik, melainkan hasil manufaktur — sebuah ciri yang membuka kemungkinan bahwa 3I/ATLAS adalah “Kuda Troya” kosmik, mungkin menyembunyikan sesuatu di balik penampilannya sebagai benda langit alami.

Teori ini menarik perhatian mereka yang mengingat ramalan Baba Vanga, mistikus asal Bulgaria yang telah lama meninggal, yang meramalkan bahwa umat manusia suatu hari akan menjalin kontak dengan makhluk luar angkasa. Kini, sebagian orang bertanya-tanya apakah 3I/ATLAS bisa menjadi pertanda datangnya momen tersebut.


Mimpi dan Peringatan

Sementara itu, pendeta dan penulis asal Amerika, Perry Stone, baru-baru ini membagikan sebuah mimpi yang menurutnya merupakan peringatan tentang kekacauan sosial yang akan datang di Amerika Serikat.

Dalam mimpinya, Stone melihat dua tornado panjang dan sempit terbentuk di kejauhan, disusul oleh badai besar yang bergerak menuju sebuah lembah. Di tengah pemandangan bencana itu, ia melihat sebuah toko Walmart, tempat orang-orang panik dan berebut menimbun persediaan, hanya berfokus pada kelangsungan hidup mereka sendiri.

Ketika badai semakin dekat, Stone memimpin sekelompok orang menuju sebuah batu besar, mendesak mereka untuk membangun tempat perlindungan yang kokoh di sekelilingnya—sebuah tempat perlindungan terakhir. Dalam detik-detik terakhir mimpinya, angin dahsyat itu perlahan mereda tanpa memusnahkan umat manusia.

Stone menafsirkan mimpi tersebut sebagai perumpamaan spiritual, menekankan bahwa iman dan kejelasan moral adalah perlindungan sejati umat manusia di masa penuh gejolak. Lokasi Walmart, katanya, melambangkan ketergantungan pada hal-hal materi dan perilaku egois yang didorong oleh ketakutan ketika menghadapi krisis.

Pesan yang tersirat dianggap jelas: meski kekacauan dan ketidakstabilan dapat datang secara tiba-tiba, kehancuran total tidaklah tak terhindarkan. Dalam masa ketidakpastian, umat manusia harus kembali pada nilai-nilai tradisional, bertindak dengan kebaikan, iman yang benar, dan saling menolong. Melalui kebajikan seperti inilah, manusia dapat menemukan bimbingan, perlindungan, dan kekuatan untuk menghadapi badai yang mungkin datang di masa depan.

Sumber : Visiontimes.com

Postingan Misterius dari Aktor Guo Junchen Picu Kehebohan Daring tentang “Pemeran Pengganti Tubuh” Setelah Kasus Yu Menglong

EtIndonesia. Ketika kasus kematian misterius aktor Yu Menglong terus mengguncang seluruh Tiongkok, kini muncul satu nama lain yang berada di pusat kontroversi mengerikan: Guo Junchen, sesama aktor sekaligus sahabat dekat Yu.

Desas-desus menyebar bahwa Guo juga mungkin telah dibunuh dan “dikorbankan.” Klaim ini mencuat setelah peramal asal Inggris, Ty William, menyatakan dalam siaran langsung bahwa Guo telah “meninggal dunia.” Beberapa hari kemudian, foto seseorang yang mirip Guo muncul di internet, memperlihatkan sosok bermasker yang menyapa penggemar di bandara.

Namun, para warganet yang jeli tidak yakin. Banyak yang kini percaya bahwa orang dalam foto tersebut bukanlah Guo Junchen, melainkan seorang pemeran pengganti tubuh yang dikirim untuk mempertahankan citra publik dan meredam rumor yang beredar secara daring.


Tanda-tanda yang Mengganggu

Setelah kematian mendadak Yu Menglong di Beijing pada 11 September, spekulasi bermunculan mengenai dugaan “pengorbanan ritual.” Menurut rumor daring, “ritual” tersebut gagal, sehingga pihak di baliknya mencari korban baru.

Meskipun pihak berwenang menutup kasus Yu dalam waktu 24 jam—menyebutnya sebagai “jatuh secara tidak sengaja” setelah “malam pesta minuman keras”—semakin banyak rekan industri, penggemar, dan aktivis hak asasi manusia menyerukan penyelidikan independen, dengan alasan banyaknya kejanggalan di sekitar kematiannya dan tindakan cepat pemerintah untuk menekan siapa pun yang berani membicarakan kasus itu.

Pengamat mencatat bahwa Guo dan Yu memiliki kemiripan mencolok: keduanya dikenal karena wajah yang lembut dan halus — tipe yang digemari kalangan elit hiburan — dan keduanya dikabarkan berada di bawah tekanan dari figur-figur berkuasa dalam industri tersebut.

Yang lebih menggelisahkan lagi, ulang tahun Guo jatuh pada 1 Oktober, bertepatan dengan Hari Nasional Partai Komunis Tiongkok, yang oleh sebagian orang dikatakan memiliki simbolisme ritualistik.

Setelah kematian Yu, para penyelidik daring menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar atas nama keduanya terkait dengan merek dagang perdagangan senjata, menimbulkan kecurigaan bahwa identitas mereka mungkin telah digunakan sebagai kedok untuk pencucian uang atau perdagangan senjata.


Ramalan Suram

Dalam siaran langsungnya pada 5 November, peramal spiritual asal Inggris Ty William mengatakan kepada para penonton bahwa Guo Junchen telah “dibunuh dan dikorbankan.” Dengan menggunakan kartu tarot dan “pembacaan spiritual,” William mengaku menerima pesan tentang “musuh tersembunyi, bahaya, dan kematian.”

“Ia dikelilingi musuh tersembunyi — teman palsu dan penggemar palsu yang bersekongkol untuk menjebaknya,” ujarnya memperingatkan. “Mereka ketakutan karena dia hampir mengungkap rahasia mereka.”

Pada menit ke-1:13:40, William mengatakan bahwa kartu yang ia tarik menunjukkan “pembunuhan” dan “kematian.”

 “Pesan dari dunia roh mengatakan sudah terlambat,” katanya. “Guo Junchen telah meninggal. Ia dikhianati oleh teman palsu.”

William juga mengklaim bahwa jam-jam terakhir Guo mirip dengan Yu Menglong — hanya saja “lebih tragis.” Ia menyebut Guo mungkin juga telah “dikorbankan,” dan kematiannya bisa jadi terkait dengan apa yang ia ketahui tentang kasus Yu.

Ia menambahkan peringatan bahwa mereka yang bertanggung jawab mungkin berusaha menipu publik dengan menggunakan orang yang mirip, membuat cerita palsu bahwa Guo “masih hidup tapi sedang pulih setelah operasi plastik.”

“Itu semua kebohongan,” ujarnya. “Tubuhnya mungkin kini disembunyikan di hotel atau di bawah tanah.”


Video di Bandara Timbulkan Lebih Banyak Pertanyaan

Tak lama setelah siaran langsung tersebut, penggemar mengunggah video yang diklaim memperlihatkan Guo Junchen mengenakan masker dan menyapa penggemar di bandara — menegaskan bahwa ia masih hidup. Namun, para penyelidik daring menemukan sejumlah ketidaksesuaian. Bentuk mata, telinga, dan proporsi wajah orang itu tampak berbeda.

“Ini bukan Guo Junchen — matanya dan ekspresinya benar-benar berbeda,” tulis seorang penggemar.
“Bentuk wajah dan telinganya tidak cocok. Pemeran pengganti ini bahkan tidak profesional!” tambah pengguna lain.

Warganet lain juga menyoroti:

  • “Guo jarang memakai masker, tapi orang ini melakukannya. Mengapa? Untuk menyembunyikan perbedaan?”
  • “Cara berjalan dan posturnya berbeda. Wajah Guo lebih panjang dan ramping; orang ini lebih bulat.”
  • “Suruh orang ini bicara dan bandingkan suaranya. Tes suara akan langsung mengungkap kebenaran.”

Beberapa komentar sejalan dengan klaim William:

  • “Peramal itu benar — Guo yang asli sudah tiada, ini hanyalah pengganti.”
  • “Mereka pikir bisa menipu para penggemar, tapi ini terlalu jelas. Benar-benar tak tahu hukum!”
  • “Iblis-iblis ini berhati dingin. Langit harus turun tangan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa tak berdosa ini.”

Seorang pengguna merangkum kemarahan kolektif banyak penggemar:

“Rakyat Tiongkok seperti domba yang digiring ke rumah jagal — dieksploitasi demi kesenangan, uang, organ, segalanya. Selama PKT masih berdiri, Tiongkok tak akan pernah sembuh.”


Kode Pengorbanan?

Kemudian muncul perkembangan yang lebih menyeramkan. Akun resmi Guo di Weibo (platform media sosial populer di Tiongkok, mirip Twitter) tiba-tiba memposting dua karakter sederhana: “好吃” (“enak” atau “lezat”) — frasa yang sama yang pernah diposting oleh salah satu tersangka, Cheng Qingsong, tak lama setelah kematian Yu Menglong.

Menurut ahli feng shui Ma Xian, frasa “好吃” merupakan kode ritual yang digunakan dalam upacara pengorbanan tertentu. Kebetulan yang menyeramkan ini semakin memperdalam kecurigaan bahwa akun media sosial Guo kini dikendalikan oleh orang lain. Banyak penggemar menuntut agar Guo tampil langsung di siaran langsung untuk membuktikan bahwa ia selamat — namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.


Bagi banyak pengamat, kontroversi Guo Junchen kini telah menjadi lebih dari sekadar gosip selebritas. Ini mencerminkan meningkatnya paranoia di industri hiburan Tiongkok, di mana batas antara seni, politik, dan kekuasaan telah kabur menjadi kegelapan.

Seorang komentator menulis:

“Ketika ketakutan menggantikan kebenaran, dan ilusi menggantikan kehidupan — setiap keheningan terdengar seperti peringatan.”

Hingga Guo Junchen sendiri memecah keheningan itu, nasibnya — seperti halnya Yu Menglong — tetap menjadi pertanyaan yang membayangi hati nurani Tiongkok, ujar para warganet.


Catatan : Laporan ini bersumber dari unggahan media sosial dan komentar analis independen. Beberapa detail belum terverifikasi dan disajikan semata-mata untuk tujuan informatif.

Oleh Cai Siyun, Vision Times

Hermawan (Wawan Some): Tiga Dekade Perjuangan Aktivis Lingkungan dari Nol Sampah Menuju Indonesia Bebas Sampah

Di balik gunungan sampah yang kian meninggi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tersimpan fakta mencengangkan: 90% TPA di Indonesia tidak memenuhi syarat pengelolaan ramah lingkungan. Data Kementerian Lingkungan Hidup inilah yang menggerakkan hati Hermawan, pria kelahiran Sumbawa Besar 27 Mei 1970, untuk mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan lingkungan selama lebih dari tiga dekade.

Perjalanan Awal: Dari Alam Sumbawa ke Kampus Airlangga

“Perbanyak aktivitas bersama masyarakat. Fokus di satu lokasi agar bisa selesaikan masalah di lokasi tersebut dengan tuntas dan komprehensif” – filosofi inilah yang menjadi panduan Hermawan, yang akrab disapa Wawan Some, dalam setiap langkah perjuangannya.

Perjalanan panjang Wawan dimulai dari tanah kelahirannya di Sumbawa. Ketertarikannya pada lingkungan sudah tampak sejak SMA di SMAN 1 Sumbawa Besar, di mana ia aktif dalam Gerakan Pencinta Alam. Minat ini kemudian berkembang ketika ia memutuskan untuk hijrah ke Surabaya dan menempuh pendidikan di Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR).

“Semasa berkuliah, saya belajar banyak dari Prof Soeparmo dan Latief Burhan tentang filosofi dan falsafah lingkungan. Praktikum lapangan menjadi momen paling berkesan bagi saya,” kenang Wawan dalam wawancaranya dengan The Epoch Times.

Lintasan Karir Multidimensi: Dari Jurnalis ke Pendamping Masyarakat

Setelah menyelesaikan studi di UNAIR pada 1994, Wawan memulai karir sebagai jurnalis di berbagai media. Pengalamannya di dunia jurnalistik memberinya kemampuan adaptasi yang kuat dan keahlian komunikasi yang mumpuni. Namun, panggilan jiwanya terhadap lingkungan dan kemanusiaan membawanya ke jalur yang berbeda.

Wawan kemudian menghabiskan waktu di Lombok, bekerja di LSM pemberdayaan perempuan di mana ia mendalami isu gender dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pengalaman ini membentuk perspektif sosialnya yang holistik sebelum akhirnya kembali ke Surabaya dan terlibat dalam pendampingan masyarakat miskin kota.

“Salah satu pengalaman paling berkesan adalah mendampingi warga Stren Kali Surabaya yang saat itu terancam digusur. Dengan bekal ilmu lingkungan dan pengalaman sosial, saya mendorong warga untuk menata kampung, membalik rumah menghadap sungai, melakukan penghijauan ekologis, dan mengolah sampah serta air limbah rumah tangga,” paparnya.

Kelahiran Komunitas Nol Sampah: Merespons Krisis Sampah Nasional

Pada 21 Februari 2009, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Wawan bersama enam rekannya mendirikan Komunitas Nol Sampah Surabaya. Keputusan ini lahir dari kegelisahan mendalam melihat kondisi pengolahan sampah di Indonesia yang dinilainya masih “jalan di tempat.”

“Banyak orang menilai Surabaya berhasil dalam pengolahan sampah, tetapi faktanya masih banyak warga yang belum paham. Kami mendirikan Komunitas Nol Sampah untuk mendorong pemilahan sampah dan pengolahan di sumber, baik di tingkat rumah tangga maupun kampung,” ujarnya.

Awalnya komunitas ini fokus pada pengurangan penggunaan tas kresek, yang kemudian berkembang menjadi pengurangan plastik sekali pakai secara menyeluruh. Dua tahun terakhir, Nol Sampah Surabaya juga memperluas fokusnya pada pengurangan sampah makanan, mengingat Indonesia tercatat sebagai negara pembuang sampah makanan terbesar kedua di dunia.

Seperti yang mungkin kurang kita perhatikan adalah makanan sisa dari resto, hotel atau tempat menjual makanan. Dimana banyak makanan sisa harus dibuang.

“Kita sosilisasikan agar makan sisa tersebut apabila tidak bisa dikonsumsi lagi maka akan diolah dengan maggot atau kompos. Ada juga program food sharing. Di Surabaya ada Garda Pangan Di Solo juga ada Gita Pertiwi. Jadi makanan sebelum dibuang tapi kondisi masih bagus diambil lembaga tersebut lalu dibagikan, ada yang mesti diolah dulu dan ada yang bisa langsung dibagikan.” Jelas Wawan.

Inovasi dan Strategi Pengelolaan Sampah

Wawan mengembangkan teknik fermentasi cepat untuk mengolah sampah organik yang hanya membutuhkan waktu tiga minggu, jauh lebih cepat dibandingkan metode ecoenzim yang memerlukan tiga bulan.

“Saya belajar ecoenzim langsung ke Thailand sebelum orang ramai membicarakannya. Tapi untuk mengatasi masalah sampah yang mendesak, kami mengembangkan teknik fermentasi cepat hanya tiga minggu. Dengan cara dan bahan yang sama dengan ecoenzim, tetapi dengan waktu fermentasi lebih singkat dan disarankan menggunakan kulit buah nenas atau jeruk agar aromanya sedap,” jelasnya.

Metode ini tidak hanya efisien dalam waktu, tetapi juga dalam skala pengolahan sampah yang bisa ditangani, menjadikannya solusi praktis untuk masyarakat urban.

Pencapaian Signifikan: Dari Akar Rumput Hingga Kebijakan

Perjuangan Wawan membuahkan hasil nyata ketika pada 9 Maret 2022, Walikota Surabaya menandatangani Peraturan Walikota No. 16 Tahun 2022 tentang larangan penggunaan tas kresek di Surabaya. Ini adalah kemenangan besar setelah bertahun-tahun melakukan advokasi dan pendidikan masyarakat.

Selain itu, Wawan dan timnya telah mendampingi banyak sekolah untuk menjadi sekolah adiwiyata, dengan banyak di antaranya meraih penghargaan adiwiyata nasional atau mandiri. Program pendampingan juga meluas ke berbagai kampung di Jawa Timur untuk kegiatan diet kantong plastik dan urban farming.

Visi Masa Depan: Menuju Indonesia Bebas Sampah 2030

Meski mengakui bahwa masalah lingkungan semakin kompleks, Wawan tetap optimis bahwa Indonesia bisa mencapai target nol sampah. “Butuh waktu karena nol sampah kuncinya ada pada perilaku pribadi. Tapi saya yakin bisa,” tegasnya dengan keyakinan yang menggelegar.

Target utama Wawan adalah mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, bahkan jika memungkinkan, tidak ada sama sekali. Untuk mencapai visi ini, ia menekankan pentingnya tiga strategi utama: pengurangan sampah di sumber, guna ulang, dan pengolahan sampah di tingkat komunitas.

Wawan juga menyoroti pentingnya Peraturan Menteri LHK No. 75 Tahun 2019 tentang tanggung jawab produsen terhadap kemasan yang akan berlaku penuh pada 1 Januari 2030. “Peraturan ini bisa mendorong pengurangan plastik dan pendaurulangan plastik secara signifikan,” ujarnya.

Menanggapi semakin banyaknya perusahaan air minum dalam galon yang menggunakan kemasan galon sekali pakai yang tentunya akan menimbulkan masalah baru yaitu sampah galon. “Benar. Tapi ke depan 1 Januari 2030 tidak boleh ada air kemasan dibawah 1 liter. Bali akan mulai terapkan 1 Januari 2026. Air kemasan dan minuman lain hanya boleh diatas 1 liter, sedangkan produk sachet hanya boleh dengan ukuran 25 gram atau 25 ml.”

Warisan untuk Generasi Mendatang

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Wawan telah membuktikan bahwa konsistensi dan dedikasi bisa membawa perubahan nyata. Dari Sumbawa ke Surabaya, dari pencinta alam hingga aktivis lingkungan, perjalanannya menginspirasi generasi muda untuk turut berkontribusi bagi lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Masalah sampah semakin banyak dan kompleks. Isu sampah sekarang tidak hanya plastik tapi juga sampah makanan. Tapi dengan kolaborasi semua pihak, dari tingkat individu hingga kebijakan, saya yakin Indonesia bisa mencapai target nol sampah,” tutupnya dengan penuh harap.

Perjuangan Wawan Some adalah bukti nyata bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten, didukung oleh pengetahuan mendalam dan komitmen yang tak tergoyahkan.