Selat Hormuz Meledak Lagi! AS Serang Iran, Negara-Negara Teluk Ikut Terseret

EtIndonesia — Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat menegangkan setelah Amerika Serikat dilaporkan mengajukan proposal negosiasi nuklir baru kepada Iran di tengah meningkatnya bentrokan militer di kawasan Selat Hormuz. Di saat jalur diplomasi masih dibuka, serangan udara, baku tembak, serta ancaman perang besar kembali mengguncang kawasan Teluk Persia.

Laporan terbaru dari media internasional menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump kini menerapkan strategi “tekanan maksimum” terhadap Teheran: membuka peluang perundingan damai, namun tetap mempertahankan ancaman militer penuh jika Iran menolak syarat-syarat yang diajukan Washington.

Amerika Ajukan Proposal Nuklir Baru kepada Iran

Menurut laporan The Wall Street Journal yang terbit pada 7 Mei 2026, pemerintah Amerika Serikat telah menyerahkan sebuah kerangka perjanjian baru kepada Iran terkait program nuklirnya.

Proposal tersebut disebut memuat sejumlah syarat yang sangat ketat dan menjadi dasar bagi kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.

Isi utama proposal itu mencakup beberapa poin penting:

  1. Iran harus berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
  2. Iran diwajibkan membongkar fasilitas nuklir utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
  3. Seluruh fasilitas nuklir bawah tanah dilarang dan harus terbuka untuk inspeksi internasional kapan saja.
  4. Iran dilarang melakukan pengayaan uranium dalam bentuk apa pun selama 20 tahun.
  5. Seluruh stok uranium yang telah diperkaya wajib diserahkan.
  6. Iran harus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  7. Amerika Serikat akan melonggarkan sanksi secara bertahap sesuai perkembangan situasi dan kepatuhan Iran.

Washington menegaskan bahwa apabila Iran menerima kerangka tersebut, maka kedua negara akan memasuki tahap negosiasi intensif selama 30 hari. Namun apabila Teheran menolak, maka opsi militer disebut akan kembali dipertimbangkan secara serius.

Kesepakatan Akan Dibagi Dua Tahap

Reporter The Wall Street Journal, Laurence Norman, melalui unggahannya di platform X pada 7 Mei, mengutip sumber diplomatik yang menyebutkan bahwa nota kesepahaman sementara antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan dibagi ke dalam dua tahap utama.

Tahap pertama akan berfokus pada implementasi kesepakatan terkait blokade laut di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan dimulainya pelonggaran sebagian sanksi ekonomi.

Sementara tahap kedua akan menjadi periode negosiasi lanjutan selama 30 hari yang secara khusus membahas isu nuklir Iran dan rincian pencabutan sanksi. Periode tersebut bahkan disebut masih dapat diperpanjang apabila pembicaraan mengalami kemajuan.

Menurut sumber tersebut, Gedung Putih memperkirakan Iran akan memberikan jawaban resmi terhadap proposal terbaru Amerika Serikat pada Jumat, 8 Mei 2026.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, disebut akan terus memimpin jalur negosiasi dengan Teheran dalam beberapa hari mendatang.

Gedung Putih Tetapkan Tenggat Waktu

Sumber diplomatik juga menyebut bahwa Gedung Putih memberikan batas waktu hingga akhir pekan depan sebelum Presiden Donald Trump kembali dari kunjungannya ke Tiongkok.

Apabila hingga tenggat tersebut tidak tercapai kesepakatan, maka opsi operasi militer kembali akan diletakkan di atas meja.

Peringatan keras juga datang dari pihak Israel. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran tidak boleh menggunakan bahasa yang ambigu atau multitafsir.

Menurutnya, seluruh isi perjanjian harus dirancang dengan sangat rinci, termasuk jadwal pelaksanaan, mekanisme pengawasan, proses verifikasi, hingga sanksi jika terjadi pelanggaran.

Israel khawatir Iran dapat kembali mengubah sikap dalam isu nuklir apabila terdapat celah dalam kesepakatan tersebut.

Situasi Militer Memanas di Selat Hormuz

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, situasi militer di kawasan Teluk justru semakin memanas.

Pada sore hari 7 Mei 2026, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Iran melaporkan bahwa Uni Emirat Arab diduga terlibat dalam serangan terhadap wilayah Iran.

Anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Hedrian, bahkan secara terbuka menyebut Uni Emirat Arab sebagai “negara musuh”.

Ia menuduh UEA telah menyamarkan pesawat militer dan melancarkan serangan langsung ke wilayah Iran.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan kini tidak lagi hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi mulai menyeret negara-negara Teluk lainnya.

Hedrian bahkan memperingatkan bahwa Iran sewaktu-waktu dapat melancarkan serangan terhadap Uni Emirat Arab.

Fox News: AS Serang Wilayah Iran

Menurut laporan Fox News, militer Amerika Serikat pada 7 Mei melancarkan serangan udara terhadap sejumlah wilayah strategis Iran di sekitar Selat Hormuz.

Target serangan dilaporkan mencakup:

  • wilayah sekitar Bandar Abbas,
  • Pelabuhan Qeshm,
  • pos pemeriksaan angkatan laut Iran di Pelabuhan Kargan,
  • serta beberapa fasilitas militer di kawasan pesisir selatan Iran.

Ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa lokasi tersebut.

Di wilayah selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, juga terjadi baku tembak yang berlangsung cukup intens.

Laporan intelijen bahkan menyebutkan bahwa sedikitnya enam pesawat tanker pengisian bahan bakar udara milik Amerika Serikat lepas landas dari Uni Emirat Arab untuk mendukung operasi militer tersebut.

Iran Klaim Kapal Perang AS Kena Rudal

Militer Iran kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduh Amerika Serikat menyerang dua kapal Iran di dekat Jask dan Fujairah, serta menghantam fasilitas di Sirik dan Pulau Qeshm.

Teheran juga menuduh negara-negara Teluk turut membantu operasi militer Amerika.

Iran kemudian mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Menurut klaim Iran, beberapa kapal perang Amerika terkena rudal dan mengalami kerusakan sehingga terpaksa mundur dari area konflik.

Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM.

CENTCOM Bantah Kapal AS Rusak

Dalam pernyataan resminya pada 7 Mei 2026, CENTCOM menyebut bahwa ketika kapal perusak Amerika melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, Iran menembakkan sejumlah rudal, drone, dan mengerahkan kapal-kapal kecil untuk melakukan gangguan.

Namun pihak Amerika menegaskan bahwa tidak ada kapal perang AS yang mengalami kerusakan.

Sebagai balasan, militer Amerika kemudian menyerang fasilitas-fasilitas Iran yang digunakan untuk melancarkan serangan tersebut.

Target operasi meliputi:

  • lokasi peluncuran rudal,
  • pusat peluncuran drone,
  • pusat komando dan kendali,
  • serta jaringan intelijen, pengawasan, dan pengintaian milik Iran.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa operasi tersebut bukan dimulainya kembali perang penuh, melainkan “serangan balasan presisi” dalam kerangka menjaga gencatan senjata yang masih berlaku.

Washington juga meminta Iran segera menghentikan provokasi dan kembali ke meja perundingan.

Trump Sebut Serangan Itu “Tepukan Kecil Penuh Kasih”

Dalam percakapan telepon dengan reporter ABC pada malam 7 Mei, Presiden Donald Trump memberikan komentar yang cukup mengejutkan terkait serangan terhadap Iran.

Trump menyebut serangan balasan Amerika itu hanyalah sebuah “tepukan kecil penuh kasih”.

Ia juga menegaskan bahwa jalur negosiasi dan kesepakatan gencatan senjata masih terus berjalan.

Pernyataan tersebut dinilai banyak analis sebagai bagian dari strategi tekanan psikologis Trump terhadap Teheran: menunjukkan kekuatan militer, namun tetap membuka pintu diplomasi.

AS Setujui Penjualan Senjata Darurat Rp400 Triliun Lebih

Sementara itu, laporan terbaru Bloomberg mengungkap bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah menyetujui paket penjualan senjata darurat senilai 25,8 miliar dolar AS kepada Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Nilai tersebut jauh lebih besar dibanding angka awal sebesar 8,6 miliar dolar AS yang sebelumnya beredar.

Paket bantuan militer itu mencakup berbagai sistem pertahanan, termasuk pencegat rudal Patriot dalam jumlah besar.

Langkah ini menunjukkan bahwa Washington kini tengah memperkuat pertahanan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk sebagai antisipasi jika konflik dengan Iran kembali meluas.

Arab Saudi Sempat Tekan Trump

Di sisi lain, terungkap pula alasan sebenarnya mengapa Trump pada 5 Mei 2026 sempat menghentikan operasi militer “Project Freedom” yang baru berjalan satu hari.

Pejabat Amerika membocorkan bahwa Arab Saudi sempat mengancam akan melarang militer AS menggunakan pangkalan dan wilayah udaranya.

Tekanan tersebut memaksa Washington menunda sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Arab Saudi dan beberapa negara Teluk disebut khawatir akan menjadi sasaran balasan Iran apabila konflik berubah menjadi perang terbuka.

Mereka menilai bahwa meskipun Iran dapat dilemahkan secara militer, rezim Teheran kemungkinan masih tetap bertahan setelah perang selesai.

Karena itu, negara-negara Teluk tidak ingin terlibat terlalu dalam tanpa adanya jaminan keamanan penuh dari Amerika Serikat.

Operasi Pengawalan Kapal Bisa Dimulai Lagi

Namun perkembangan terbaru pada 7 Mei menunjukkan perubahan sikap.

Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan kembali mengizinkan militer Amerika menggunakan pangkalan dan wilayah udara mereka.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi Washington untuk kembali memulai operasi perlindungan pelayaran kapal di Selat Hormuz.

Pejabat Amerika bahkan menyebut operasi pengawalan kapal kemungkinan dapat dimulai kembali paling cepat dalam minggu ini.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kawasan Timur Tengah kini benar-benar berada di titik paling sensitif. Di satu sisi, negosiasi nuklir masih terus berlangsung. Namun di sisi lain, bentrokan militer dan pengerahan kekuatan bersenjata terus meningkat dari hari ke hari.

Dunia internasional kini menanti apakah Iran akan menerima proposal Amerika Serikat dan kembali ke meja perundingan, atau justru memilih jalur konfrontasi yang berpotensi memicu perang regional berskala besar di kawasan Teluk Persia. (***)

Giorgino Abraham Kecewakan Davina Karamoy di Episode 3 ‘Love & 10 Million Dollars’

0

JAKARTA – Ketegangan dalam serial WeTV Original Love & 10 Million Dollars mencapai puncaknya di episode ketiga. Perjuangan Elina (Davina Karamoy) untuk lepas dari pernikahan toksik justru berbalik menjadi mimpi buruk setelah sebuah akun gosip menyebarkan foto keakrabannya dengan Arman (Giorgino Abraham).

Fitnah yang dirancang oleh Diaz (Anthony Xie) ini bertujuan menghancurkan reputasi Elina dan memaksanya menyerahkan uang 10 juta dolar sebagai kompensasi perceraian. Dampaknya luar biasa: Elina bahkan ditolak oleh ayahnya sendiri, Frans Wardana, yang lebih percaya pada “mulut manis” Diaz.

Kekerasan Fisik dan Cedera Kepala

Puncak konflik fisik terjadi di kantor Anvaya. Ibu Diaz, Laksmi, menghina Elina dengan kata-kata kasar, lalu Diaz dengan brutal menampar Elina hingga terluka dan mendorongnya hingga mengalami cedera kepala serius. Sisi narsistik dan kasar Diaz semakin terpampang, membuktikan betapa berbahayanya pernikahan yang menjerat Elina.

Kejutan: Arman Ternyata Sudah Beristri

Di tengah kerapuhannya, Elina harus menghadapi kenyataan pahit bahwa “pahlawan” yang selama ini melindunginya, Arman, ternyata telah terikat pernikahan dengan Vero Adinata (Elina Joerg). Meski belakangan terungkap bahwa pernikahan Arman hanyalah bentuk “balas budi” kepada keluarga konglomerat Adinata dan telah lama hambar, Elina merasa dikhianati. Baginya, bantuan Arman seharusnya murni demi bisnis, bukan menjadikannya pihak ketiga.

Sidang Sengit, Arman Jadi Saksi Kunci

Di ruang sidang Pengadilan Negeri Bali, saat Diaz dan tim pengacaranya merasa di atas angin dengan bukti foto pertemuan di restoran, Arman melakukan langkah tak terduga. Ia hadir sebagai saksi kunci dan menunjukkan draf kontrak kerja sama bisnis yang membuktikan hubungannya dengan Elina murni profesional. Ancaman balik Arman untuk menuntut pencemaran nama baik membuat Diaz panik.

Pernyataan yang Menghancurkan Hati

Episode ditutup dengan momen emosional. Demi menjaga harga diri, Elina memilih berbohong dan menyebut keintiman mereka sebagai “kesalahan”. Pernyataan itu menghancurkan hati Arman dan memaksanya kembali ke pelukan Vero sebagai bentuk kepasrahan.

Akankah putusan hakim berpihak pada Elina? Saksikan kelanjutan Love & 10 Million Dollars setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB, eksklusif di aplikasi WeTV.

Elon Musk Berencana Membubarkan xAI dan Menggabungkannya ke SpaceX untuk Menciptakan Jaringan Komputasi Luar Angkasa 

EtIndonesia. Elon Musk pada Rabu (6/5/2026) mengumumkan restrukturisasi besar dengan menggabungkan perusahaan AI miliknya, xAI, secara resmi ke dalam SpaceX. Restrukturisasi ini terjadi setelah SpaceX mencapai kesepakatan kerja sama komputasi dengan Anthropic. Tujuannya adalah mengintegrasikan AI tingkat tinggi dengan infrastruktur luar angkasa secara mendalam, bahkan merencanakan pembangunan pusat data di orbit luar angkasa. Musk memiliki ambisi membangun mesin inovasi vertikal yang mencakup industri dirgantara, jaringan satelit, dan AI.

 “xAI tidak akan lagi berdiri sebagai perusahaan independen. Ke depan, hanya akan ada SpaceXAI, yaitu produk AI di bawah SpaceX,” demikian tulisan Elon Musk. 

Restrukturisasi strategis ini terjadi setelah SpaceX dan Anthropic mencapai kesepakatan kerja sama komputasi berskala besar.

Sebenarnya, rencana restrukturisasi ini memang sudah lama menjadi visi Musk: menggabungkan AI canggih dengan infrastruktur luar angkasa, termasuk kemungkinan membangun pusat data di orbit pada masa depan.

Anthropic menyatakan bahwa kerja sama ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas komputasi perusahaan.

xAI adalah perusahaan AI yang didirikan Musk pada tahun 2023 untuk bersaing dengan perusahaan seperti Google dan OpenAI.

Pada Februari tahun ini, Musk memimpin SpaceX untuk mengakuisisi xAI. Ia menyatakan dengan penuh ambisi bahwa melalui penggabungan ini, ia ingin membangun mesin inovasi vertikal paling ambisius di bumi maupun di luar bumi, yang mencakup AI, roket, dan jaringan luar angkasa.

Integrasi ini juga berkaitan dengan rencana Musk membangun pusat data di luar angkasa. Selain itu, langkah tersebut dipandang sebagai persiapan menuju kemungkinan penawaran saham perdana (IPO) SpaceX di masa depan yang nilainya diperkirakan dapat mencapai 1,5 triliun dolar AS.

Laporan reporter NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Pertempuran Sengit Meletus di Selat Hormuz! Setelah Iran Melancarkan Serangan Besar, Militer AS Membombardir Pelabuhan Abbas

EtIndonesia. Menurut laporan terbaru dari Channel 12 Israel pada 8 Mei dan sejumlah media lainnya, pasukan militer Amerika Serikat yang ditempatkan di Strait of Hormuz tiba-tiba mendapat serangan hebat dari pasukan bersenjata Iran pada Kamis. Setelah itu, pasukan AS dilaporkan sempat terpaksa mundur.

Hingga saat ini, Pentagon belum secara resmi mengkonfirmasi adanya korban di pihak militer AS. Para pengamat menilai bahwa jika laporan mundurnya pasukan AS benar, maka ini akan menjadi serangan balasan paling langsung dan paling keras dari Iran terhadap blokade militer Amerika sejak perang pecah pada akhir Februari lalu.

Tindakan tersebut tidak hanya membuat prospek perundingan “memorandum perdamaian” yang diajukan pemerintahan Donald Trump menjadi suram, tetapi juga dapat memaksa Washington mengambil tindakan militer balasan dalam skala yang lebih besar.

Tak lama kemudian, seorang pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa militer AS melancarkan serangan besar terhadap kota pelabuhan pesisir Iran, Bandar Abbas, serta Pulau Qeshm Island yang terletak di Selat Hormuz.

Setelah itu, media pemerintah Iran juga mengkonfirmasi bahwa Garda Revolusi Iran terlibat baku tembak dengan “pasukan musuh” di Pulau Qeshm.

Mehr News Agency juga melaporkan bahwa setelah dua ledakan keras terdengar di ibu kota Iran, Tehran, sistem pertahanan udara segera diaktifkan.

Beberapa saat kemudian, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal perusak AS yang sedang melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman berhasil mencegat serangan tanpa provokasi dari Iran dan melakukan serangan balasan untuk membela diri.

Pihak Iran disebut meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal serang kecil, namun kapal perang AS tidak terkena serangan. Setelah itu, militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran.

Sumber : NTDTV.com

Trump Menerima Briefing Tentang Hantavirus, WHO Memberitahukan kepada 12 Negara, Tidak Termasuk Australia dan Taiwan

EtIndonesia. Kapal pesiar Belanda “Hondius” dilanda Hantavirus mematikan yang mana sejauh ini diketahui telah menyebabkan tiga kematian. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 7 Mei mengkonfirmasi bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai virus tersebut dan berharap dapat melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak wabah. Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga sedang melacak penumpang lain yang telah turun lebih awal dari kapal dan telah mengirim pemberitahuan kepada 12 negara.

Reporter:  “Apakah Anda telah menerima pengarahan mengenai virus ini?”

Trump:  “Ya, saya sudah menerimanya.”

Kapal pesiar Belanda “Hondius” mengalami wabah hantavirus yang mematikan. Menurut data WHO, saat ini telah dilaporkan delapan kasus, dengan lima di antaranya dipastikan positif terinfeksi hantavirus. Dari kasus-kasus tersebut, tiga orang telah meninggal dunia.

Trump mengkonfirmasi bahwa ia telah menerima laporan terkait wabah tersebut.

 “Kami sangat berharap wabah ini sudah berada dalam kendali yang baik. Ini masalah dari kapal itu. Saya rasa besok kami akan mengeluarkan laporan lengkap mengenai hal ini. Banyak orang, banyak tenaga ahli yang hebat sedang meneliti masalah ini. Kami berharap semuanya akan baik-baik saja,” katanya. 

Saat ini WHO sedang melacak 30 penumpang yang turun lebih awal sebelum wabah terjadi. WHO telah mengirim pemberitahuan kepada 12 negara, yaitu: Kanada, Swiss, Jerman, Denmark, Inggris, Saint Kitts dan Nevis, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Swedia, Turkiye, dan Amerika Serikat.

Namun, Australia dan Taiwan yang sebelumnya disebut oleh beberapa penumpang tidak termasuk dalam daftar negara yang diberi pemberitahuan.

Mengenai wabah ini, WHO menyatakan bahwa insiden tersebut serius, tetapi risiko terhadap kesehatan masyarakat secara umum dinilai rendah. Namun, mengingat adanya masa inkubasi, kemungkinan masih akan muncul laporan kasus tambahan.

Reporter:  “Apakah Anda khawatir wabah ini akan menyebar?”

Trump menjawab:  “Saya harap tidak. Maksud saya, saya harap tidak. Kami akan melakukan segala yang kami bisa.”

Trump menegaskan bahwa pemerintah AS akan melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak wabah tersebut.

Hantavirus biasanya ditularkan melalui hewan pengerat. WHO menyatakan bahwa wabah kali ini melibatkan virus Andes, yang memiliki risiko penularan antar manusia.

Laporan disusun oleh NTDTV Asia Pasifik, Zeng Xinmin.

Trump dan Von der Leyen Sepakat: Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir

EtIndonesia. Pada Kamis (7/5/2026), Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Trump mengatakan bahwa kedua pihak memiliki posisi yang sama terkait isu nuklir Iran.

Kemarin sore, Trump menulis di platform Truth Social bahwa dirinya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Ursula von der Leyen. Keduanya membahas berbagai isu, termasuk satu kesamaan pandangan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir untuk selamanya.

Trump menegaskan bahwa sebuah rezim yang membantai rakyatnya sendiri tidak boleh menguasai bom nuklir yang dapat menyebabkan kematian jutaan orang.

Awal pekan ini, setelah Iran melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap United Arab Emirates, Von der Leyen secara terbuka mengecam “tindakan brutal” Iran. Ia juga menyatakan akan terus berupaya meredakan ketegangan dan mencari penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Sumber : NTDTV.com

Fenomena Langka Awan Pelangi Muncul di Bogor, Seperti di Negeri Dongeng

EtIndonesia. Baru-baru ini, langit di Bogor, Jawa Barat, menampilkan fenomena langka berupa awan pelangi yang sangat memukau dan terlihat seperti dalam mimpi, sehingga menarik decak kagum banyak orang.

Sekitar pukul 14.00 pada 1 Mei, banyak warga terpikat oleh kemunculan awan pelangi di langit dan segera mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam pemandangan langka tersebut. Fenomena ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum perlahan menghilang.

Video yang diunggah warganet menunjukkan tepian awan putih tinggi di langit memancarkan gradasi warna merah muda, hijau zamrud, biru langit, kuning, dan berbagai warna lainnya, menyerupai awan keberuntungan tujuh warna dalam cerita fantasi. Pemandangannya tampak seperti lukisan minyak yang tergantung di langit dan memberikan efek visual yang sangat mengagumkan. Bahkan, sebagian netizen mengira video tersebut merupakan efek AI atau hasil editan Photoshop.

Menurut laporan media lokal Detik Jabar pada 2 Mei, fenomena tersebut direkam warga setempat pada 1 Mei. Seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Ahmad Baehaqy Pratama melihat fenomena itu saat melintas di Jalan Jeprah, Jonggol.

Dalam wawancara pada 2 Mei, ia mengatakan:  “Saat itu belum turun hujan, tetapi langit di sebelah kanan tampak seperti ada pelangi.”

Ia menggambarkan bahwa banyak pengendara memperlambat laju kendaraan mereka, sementara sebagian lainnya memilih berhenti di pinggir jalan. Banyak orang mengarahkan ponsel ke langit untuk mengabadikan momen langka tersebut, sehingga lalu lintas di kawasan Jonggol sempat mengalami kemacetan.

Video terkait kemudian viral di internet dan menarik perhatian serta pujian dari banyak orang di seluruh dunia:

“Indah sekali, benar-benar indah. Apakah ada peri yang sedang bermain seluncuran di atas sana?”
“Ya Tuhan, betapa luar biasanya momen ini.”
“Awan pelangi ini seperti palet warna yang tumpah. Sangat cantik.”

Komentar lainnya:
“Cantik sekali.”
“Sungguh menakjubkan.”
“Kagum pada keindahan alam.”
“Keindahannya terasa tidak nyata.”
“Biasanya hanya terlihat sedikit awan warna-warni, yang seluas ini sangat jarang.”
“Saya kira ini buatan AI.”
“Langit menunjukkan tanda aneh, pertanda apa ini?”
“Kekuatan alam membuat kita harus penuh rasa hormat.”

Sumber : NTDTV.com

Iran Diguncang 6 Ledakan dalam 2 Menit, Misteri Drone Asing Picu Ketegangan Baru Timur Tengah

EtIndonesia. Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat menegangkan pada awal Mei 2026. Di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak menghentikan operasi militer “Project Freedom ” atau rencana pengawalan kapal-kapal internasional yang terjebak di Selat Hormuz.

Keputusan mendadak itu awalnya dijelaskan Washington sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi proses negosiasi yang disebut telah mengalami “kemajuan besar”. Pemerintah AS juga menyatakan penghentian sementara operasi tersebut dilakukan atas permintaan Pakistan dan beberapa negara lain di kawasan.

Namun di balik pernyataan resmi tersebut, banyak pihak mempertanyakan alasan sebenarnya. Sebab operasi yang baru diumumkan beberapa hari sebelumnya itu tiba-tiba dihentikan hanya dalam waktu singkat, padahal Selat Hormuz saat itu masih berada dalam situasi sangat rawan.

Kini, laporan terbaru dari NBC yang dikutip pada Selasa, 6 Mei 2026, mulai mengungkap tekanan besar yang sebenarnya sedang dihadapi pemerintahan Trump di balik layar.

Pada saat yang sama, ketegangan baru juga muncul setelah serangkaian ledakan misterius mengguncang Iran pada dini hari 7 Mei 2026. Berbagai indikasi pun mulai mengarah pada kemungkinan adanya operasi rahasia Israel di wilayah Iran.

Operasi Hormuz yang Mendadak Dihentikan

Sebelumnya, pada Minggu, 4 Mei 2026, Trump secara mengejutkan mengumumkan dimulainya operasi “Freedom Navigation Plan” melalui media sosial.

Operasi tersebut dirancang untuk mengawal sekitar 2.000 kapal internasional yang terjebak di Selat Hormuz akibat meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut. Karena itu, setiap gangguan di kawasan itu langsung memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Namun hanya sekitar 36 jam setelah pengumuman operasi dimulai, Trump tiba-tiba memutuskan menghentikannya sementara.

Dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada NBC pada 6 Mei mengungkap bahwa keputusan tersebut sebenarnya dipicu oleh tekanan besar dari sekutu-sekutu utama Washington di Timur Tengah.

Menurut laporan tersebut, negara-negara sekutu maritim AS seperti Arab Saudi dan Kuwait merasa sangat terkejut sekaligus marah karena Washington dianggap tidak melakukan koordinasi memadai sebelum mengumumkan operasi militer besar itu.

Kemarahan kedua negara itu kemudian berubah menjadi langkah konkret yang langsung mengguncang kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan.

Arab Saudi dan Kuwait Langsung Membatasi Operasi Militer AS

Sebagai bentuk tekanan terhadap Washington, Arab Saudi disebut langsung menutup Pangkalan Udara Pangeran Sultan bagi aktivitas tertentu militer Amerika.

Riyadh juga dilaporkan melarang pesawat militer AS lepas landas maupun melintasi wilayah udaranya untuk mendukung operasi terkait Selat Hormuz.

Tidak lama kemudian, Kuwait mengambil langkah serupa dengan menghentikan izin penggunaan fasilitas militer Amerika serta membatasi hak lintas udara bagi pesawat militer AS.

Langkah gabungan kedua negara Teluk tersebut langsung memukul sistem logistik dan dukungan udara Amerika Serikat di Timur Tengah.

Padahal selama ini, operasi militer Amerika di kawasan sangat bergantung pada jaringan pangkalan militer dan akses wilayah udara negara-negara Teluk.

Laporan NBC menyebut Trump bahkan sempat mencoba menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman guna menyelesaikan krisis tersebut. Namun upaya itu dikabarkan tidak berhasil.

Di bawah tekanan besar dari para sekutu regional itulah, Trump akhirnya memutuskan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Berubah Sikap?

Perubahan sikap Arab Saudi dan Kuwait memunculkan pertanyaan besar di kalangan analis internasional.

Sebelumnya, kedua negara itu dikenal mendukung kebijakan keras Washington terhadap Iran. Namun dalam krisis terbaru ini, mereka justru terlihat berusaha menahan eskalasi.

Analis pertahanan pro-Iran, Taghvaei, menilai langkah kedua negara Teluk itu didorong oleh kepentingan strategis masing-masing.

Menurutnya, operasi pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz kali ini berbeda dibanding operasi-operasi sebelumnya terhadap Iran.

Ia mengatakan pihak yang paling diuntungkan secara ekonomi dari pemulihan jalur pelayaran justru adalah Uni Emirat Arab (UEA), karena negara tersebut memiliki ketergantungan yang jauh lebih besar terhadap perdagangan maritim melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, apabila operasi pengawalan Amerika memicu perang yang lebih luas dengan Iran, maka seluruh negara Teluk akan ikut menanggung risiko keamanan dan ancaman serangan balasan.

Dengan kata lain, Arab Saudi dan Kuwait dinilai tidak ingin ikut menanggung risiko perang besar demi keuntungan ekonomi yang lebih banyak dirasakan UEA.

Israel Diduga Mulai Bergerak Diam-Diam

Di saat Amerika Serikat mulai menahan langkah militernya, muncul berbagai indikasi bahwa Israel justru mulai meningkatkan operasi rahasia terhadap Iran.

Pada Rabu dini hari, 7 Mei 2026, analis pertahanan Taghvaei mengutip sejumlah sistem peringatan sumber terbuka dan menyampaikan laporan mengejutkan.

Ia menyebut Iran diduga berhasil menembak jatuh sebuah drone yang kemungkinan besar milik militer Israel.

Drone tersebut disebut berpotensi berasal dari Angkatan Udara Israel atau bahkan unit antariksa Israel yang selama ini dikenal memiliki kemampuan pengintaian canggih.

Hampir bersamaan dengan laporan itu, enam wilayah di Teheran bagian barat dilaporkan mengalami ledakan keras hanya dalam waktu sekitar dua menit.

Wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Zakir Abad, Shakran, Zeba Barat, Punak, dan Faiz.

Warga setempat mengaku mendengar suara ledakan yang berbeda dari biasanya.

Menurut kesaksian sejumlah warga, suara yang terdengar lebih menyerupai ledakan drone dibanding ledakan rudal.

Beberapa warga bahkan melaporkan mendengar suara mesin drone bernada tajam di udara sesaat sebelum ledakan terjadi.

Ada pula dugaan bahwa lebih dari satu drone sedang beroperasi di langit Teheran pada saat itu.

Taghvaei mengisyaratkan bahwa insiden tersebut kemungkinan merupakan bagian dari operasi infiltrasi dan pengintaian Israel terhadap ibu kota Iran.

Hingga kini, media resmi Iran masih belum memberikan penjelasan rinci terkait ledakan-ledakan tersebut.

Netanyahu: Gencatan Senjata Bukan Akhir Perang

Ketegangan juga terus meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran tidak berarti konflik telah berakhir.

Netanyahu mengatakan Israel tetap siap melanjutkan perang kapan saja apabila dianggap diperlukan.

“Jari kami tetap berada di pelatuk,” tegas Netanyahu dalam salah satu pernyataannya baru-baru ini.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Israel tidak akan mengendurkan tekanan militernya terhadap Iran maupun kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

Israel Serang Beirut untuk Pertama Kalinya Sejak Gencatan Senjata

Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon juga terus meningkat.

Menurut laporan media Israel pada 6 Mei 2026 malam, Pasukan Pertahanan Israel melancarkan serangan presisi terhadap sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut.

Target utama serangan itu disebut merupakan Barut, seorang komandan senior Pasukan Radwan — unit elite milik Hizbullah.

Wakil komandan dan beberapa anggota lainnya juga dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.

Serangan ini menjadi perhatian besar karena merupakan pertama kalinya Israel kembali menyerang kawasan inti Beirut sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku pada 17 April 2026.

Pasukan Radwan sendiri dikenal sebagai unit operasi khusus paling elite Hizbullah yang selama ini aktif meluncurkan roket ke wilayah perbatasan Israel serta melakukan berbagai operasi tempur langsung melawan militer Israel.

Dalam pernyataan bersama, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan kelompok bersenjata mana pun lolos dari serangan.

Mereka menyatakan jangkauan operasi Israel akan terus diperluas terhadap siapa pun yang dianggap mengancam keamanan negara itu.

“Kami berjanji membawa keamanan bagi warga di wilayah utara. Kami selalu melakukan itu, dan akan terus melakukannya,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun Amerika Serikat mulai menahan sebagian langkah militernya akibat tekanan sekutu regional, situasi di Timur Tengah justru semakin bergerak menuju konflik yang lebih rumit dan sulit diprediksi.

Dengan Iran, Israel, Hizbullah, serta negara-negara Teluk kini memainkan strategi masing-masing, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang eskalasi besar yang dapat memengaruhi stabilitas global dalam waktu singkat. (***)

Ini Dia Exchange Traded Fund (ETF) Solusi Investasi Modern: Pahami Keunggulan hingga Bedanya dengan Saham & Reksa Dana

Surabaya – Pasar modal kini semakin kaya akan produk investasi, namun tak jarang investor pemula justru kebingungan memilih instrumen yang tepat. Ada saham dengan potensi cuan besar tapi berisiko tinggi, ada reksa dana yang aman namun prosesnya lambat. Muncul pertanyaan penting: Apakah ada instrumen yang menggabungkan keunggulan keduanya? Jawabannya adalah ETF.

Cita Mellisa (Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur) mengatakan, “ETF dan reksa dana pada dasarnya hampir sama. Perbedaannya ada pada mekanisme transaksi. ETF diperdagangkan seperti saham di bursa, sedangkan reksa dana dibeli melalui manajer investasi.”

Berikut kami sajikan secara detail keunggulan, perbandingan, hingga sejarah ETF di Indonesia.

Apa Itu ETF? Pengertian Sederhana

Secara singkat, ETF (Exchange Traded Fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Dengan kata lain, kita mendapatkan manajemen profesional seperti reksa dana, tetapi bisa membeli dan menjualnya secara real-time seperti saham.

Ilustrasi sederhananya: ETF adalah “paket instan” yang berisi puluhan bahkan ratusan saham sekaligus dalam satu kali transaksi. Ini juga yang membuatnya disebut-sebut sebagai jalan tengah antara saham dan reksa dana. Investor pemula kini dapat mulai investasi di dalamnya dengan lebih fleksibel dan mudah.

Keunggulan ETF yang Membuatnya Berbeda

Ada setidaknya lima keunggulan utama ETF dibandingkan instrumen investasi lain yang patut diketahui:

  1. Diversifikasi Instan dalam Sekali Transaksi
    Dalam satu ETF, kita langsung memiliki puluhan hingga ratusan saham dari berbagai perusahaan sekaligus. Diversifikasi semacam ini dapat menekan risiko jika suatu perusahaan tengah mengalami penurunan harga.
  2. Biaya Jauh Lebih Rendah (Low Cost)
    Biaya pengelolaan atau management fee ETF umumnya hanya 0,05%–0,20% per tahun, bandingkan dengan reksa dana aktif yang bisa mencapai 2%–4%. Perbedaan biaya ini akan berdampak besar pada hasil investasi jangka panjang.
  3. Likuiditas dan Fleksibilitas Transaksi
    Kita bisa membeli dan menjual ETF kapan pun selama jam bursa (09.00–15.00 WIB) dengan harga yang bergerak real-time, layaknya transaksi saham biasa. Tidak perlu menunggu cut-off time seperti reksa dana konvensional.
  4. Transparansi Portofolio Setiap Hari
    Seluruh isi portofolio ETF dipublikasikan setiap hari, sehingga kita tahu persis saham atau aset apa saja yang sedang kita miliki. Portofolionya disebut 100% transparan, berbeda dengan reksa dana konvensional yang biasanya hanya menampilkan maksimal 10 underlying setiap akhir bulan.
  5. Sangat Terjangkau dan Minim Analisis
    Karena isinya mengikuti indeks pasar, kita tidak perlu repot melakukan analisis fundamental dan teknikal mendalam terhadap satu per satu saham. Memahami arah indeks dan sektor sudah cukup. Harga satu lot (100 unit) pun sangat bervariasi, banyak yang terjangkau bagi investor ritel.

Perbandingan Detil: Saham vs Reksa Dana vs ETF

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan tabel perbandingan berikut ini:

Aspek PerbandinganSahamReksa Dana KonvensionalETF
Apa yang dimilikiSatu perusahaan tertentuKumpulan efek (saham, obligasi, dll) yang dikelola Manajer InvestasiKumpulan efek (saham, obligasi, dll) yang diperdagangkan seperti saham
Cara TransaksiLewat broker di bursa selama jam bursaLewat Manajer Investasi atau agen penjual, harga dihitung 1x sehari (setelah jam bursa tutup)Lewat broker di bursa, harga real-time selama jam bursa
DiversifikasiTidak adaYa, tersebar di banyak saham atau asetYa, tersebar di banyak saham atau aset sesuai indeks acuan
Minimum Pembelian1 lot (100 lembar) sangat tergantung harga sahamSangat rendah (misal Rp10.000)Pasar Sekunder: 1 lot (100 unit)
BiayaKomisi brokerManagement Fee 2–4% + biaya beli/jual 1–5%Management Fee 0,05–0,20% + komisi broker
Penyelesaian (Settlement)T+2 (2 hari kerja)T+2 s.d T+7T+2 (2 hari kerja)
TransparansiHanya satu emiten yang diketahuiTidak semua (portofolio tidak selalu update harian)Semua (portofolio dipublikasikan setiap hari)
Tingkat RisikoTinggi (tergantung kinerja satu perusahaan)Sedang (tersebar)Moderat hingga rendah (tersebar dan likuid)
Kecocokan InvestorInvestor aktif yang siap analisisInvestor pasif tanpa perlu pantau tiap hariInvestor yang ingin diversifikasi instan dengan fleksibilitas saham

(Sumber pengolahan data dari dokumen BEI dan Indo Premier)

Jenis Pengelolaan ETF: Pasif vs Aktif

Dalam industri, ETF terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara pengelolaannya:

1. ETF Pasif
ETF pasif dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu, seperti LQ45 atau IHSG. Tujuannya bukan mengalahkan pasar, melainkan mereplikasi return indeks acuan. Karena sifatnya “copy-paste” indeks, biayanya sangat rendah (sekitar 0,05%–0,20% per tahun) dan sangat cocok untuk investor pemula yang tidak ingin ribet.

2. ETF Aktif
Berbeda dengan ETF pasif, ETF aktif dikelola secara aktif oleh manajer investasi profesional yang bertugas memilih saham dan mengatur alokasi portofolio, dengan tujuan mengalahkan indeks acuan. Di Indonesia, dari total 48 produk ETF, sebanyak 12 di antaranya adalah ETF aktif.

Cara Kerja ETF: Dua Pasar dalam Satu Instrumen

ETF merupakan instrumen unik karena memiliki dua tingkat pasar yang saling terkait:

  • Pasar Primer Adalah tempat di mana saham-saham ETF “diciptakan” dan “ditebus” (dihapuskan). Proses ini hanya bisa dilakukan oleh Dealer Partisipan (Anggota Bursa mitra Manajer Investasi) dalam jumlah besar (minimal 100.000 unit atau 1.000 lot). Saat ini di Indonesia terdapat 9 Dealer Partisipan aktif.
  • Pasar Sekunder Ini adalah pasar yang kita kenal sehari-hari. Investor ritel seperti kita membeli dan menjual unit ETF melalui broker di bursa efek, layaknya saham biasa. Transaksi bisa dilakukan berkali-kali selama jam bursa berlangsung.

Keunikan mekanisme dua pasar ini memungkinkan ETF memiliki likuiditas yang sangat tinggi dan harganya bergerak mendekati Nilai Aktiva Bersih (NAB/ Net Asset Value) secara real-time sepanjang hari.

Sejarah Singkat ETF di Indonesia

ETF mulai diperkenalkan di Indonesia pada 18 Desember 2007. Kala itu, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) meluncurkan ETF pertama di Indonesia, yaitu Premier ETF LQ-45, sebagai pelopor pasar ETF ekuitas di Tanah Air. Pada periode yang sama, juga terbit ETF obligasi pertama, ABF Indonesia Bond Index Fund.

Setelah masa awal yang sempat “mati suri” karena rendahnya literasi, industri ETF Indonesia terus bertumbuh pesat. Hingga September 2025, total dana kelolaan ETF mencapai Rp16,41 triliun. Data per Oktober 2025 mencatat setidaknya 45 produk ETF yang tercatat di BEI.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menawarkan berbagai keunggulan, ETF tetap memiliki sejumlah risiko investasi yang perlu dipahami:

RisikoPenjelasan
Risiko PasarNilai ETF akan turun jika indeks acuannya turun. Tidak ada jaminan perlindungan modal.
Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan PolitikPerubahan kebijakan, suku bunga, atau ketidakstabilan politik dapat mempengaruhi kinerja pasar secara keseluruhan.
Risiko LikuiditasBeberapa ETF mungkin memiliki volume transaksi yang rendah, sehingga bisa mempengaruhi harga saat menjual dalam jumlah besar.
Risiko Tracking ErrorKinerja ETF mungkin tidak selalu mereplikasi indeks acuan dengan sempurna, meskipun perbedaannya biasanya kecil.
Profil InvestorAlasan ETF Cocok
Investor pemulaTidak perlu ribet analisis saham satu per satu, risiko lebih tersebar.
Investor dengan waktu terbatasCukup pahami arah indeks dan sektor, tak perlu memantau terus-menerus.
Investor jangka panjang (buy and hold)Biaya rendah dan return yang mengikuti pasar menjadikannya ideal.
Investor yang sudah memiliki sahamUntuk menyeimbangkan portofolio dan mengurangi risiko berlebihan.
Investor yang menginginkan fleksibilitas transaksi real-timeBisa jual-beli kapan saja selama jam bursa, seperti saham.

Siapa Saja yang Cocok Berinvestasi ETF?

ETF hadir sebagai terobosan cerdas di pasar modal modern. Ia adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham. Keunggulan utamanya terletak pada diversifikasi instan, biaya rendah, transparansi tinggi, dan fleksibilitas perdagangan real-time.

Bagi investor pemula hingga profesional yang ingin berinvestasi secara efisien tanpa repot memilih saham satu per satu, ETF bisa menjadi pilihan utama. Itu sebabnya tren investasi pasif berbasis indeks terus mengalami lonjakan, baik di pasar global maupun di Indonesia.

Jadi, apakah Exchange Traded Fund (ETF) termasuk instrumen yang tepat untukmu? Jika butuh diversifikasi dengan biaya minimal dan transaksi praktis, jawabannya: sangat tepat.

Putin Panik Jelang 9 Mei! Rusia Ancam Kyiv, Rudal Nuklir Disiapkan, Kudeta Internal Mulai Tercium?

EtIndonesia. Situasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali memanas menjelang peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei 2026. Ketegangan meningkat tajam setelah pemerintah Ukraina menuduh Moskow melanggar gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan sendiri oleh Rusia, sementara di saat bersamaan Kremlin juga dilaporkan memperketat keamanan Presiden Vladimir Putin secara besar-besaran karena kekhawatiran terhadap ancaman internal maupun serangan dari Ukraina.

Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran internasional bahwa konflik Rusia–Ukraina justru memasuki fase yang semakin berbahaya, terutama karena Rusia juga mengumumkan uji coba rudal strategis berkemampuan nuklir tepat menjelang parade militer Hari Kemenangan di Moskow.

Ukraina Tuduh Rusia Melanggar Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, belum lama ini menulis di platform AXS bahwa Rusia telah melanggar gencatan senjata yang mulai diberlakukan Ukraina sejak 5 Mei 2026 tengah malam.

Menurut Sybiha, meskipun Kyiv telah menunjukkan itikad untuk menghentikan pertempuran sementara, militer Rusia justru kembali melancarkan gelombang serangan baru ke berbagai wilayah Ukraina.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Moskow akan memberlakukan gencatan senjata singkat pada 8–9 Mei 2026 dalam rangka memperingati 81 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II atau yang di Rusia dikenal sebagai “Hari Kemenangan Perang Patriotik Raya”.

Sebagai tanggapan, pemerintah Ukraina kemudian mengusulkan penghentian perang tanpa batas waktu mulai pukul 00.00 tanggal 6 Mei 2026 dan mendesak Rusia benar-benar mematuhi komitmen tersebut.

Namun hingga tenggat waktu tiba, Rusia tidak memberikan tanggapan resmi maupun tanda-tanda menerima usulan Kyiv tersebut.

Sybiha kemudian menegaskan bahwa tindakan Rusia memperlihatkan Moskow sebenarnya tidak memiliki niat serius untuk mencapai perdamaian.

Ia menyebut seruan gencatan senjata Rusia menjelang parade 9 Mei hanyalah “pertunjukan politik” dan pencitraan semata.

Menurutnya, Kremlin lebih mementingkan parade militer dibanding keselamatan warga sipil.

“Putin hanya peduli pada parade militer, bukan pada nyawa manusia,” tulis Sybiha.

Serangan Rusia Kembali Menghantam Kharkiv dan Zaporizhzhia

Menurut laporan pemerintah Ukraina, serangan Rusia berlangsung sepanjang malam hingga dini hari tanggal 6 Mei 2026.

Militer Rusia kembali menggempur wilayah Kharkiv dan Zaporizhzhia melalui serangan udara dan drone.

Di Kharkiv, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan. Dua warga sipil juga terluka dalam serangan tersebut.

Sementara itu, pejabat wilayah Sumy menyebut sebuah drone Rusia menghantam kendaraan sipil hingga menewaskan satu penumpang dan melukai pengemudinya.

Data terbaru pemerintah daerah Ukraina yang diperbarui pada 6 Mei menyebutkan bahwa sedikitnya 28 warga sipil tewas akibat serangan udara Rusia yang terjadi sehari sebelumnya, tepat pada 5 Mei 2026.

Media Inggris The Guardian juga melaporkan bahwa meskipun Ukraina telah mengumumkan penghentian sementara operasi militer selama 24 jam, Rusia tetap meluncurkan drone dan rudal dalam jumlah besar ke berbagai wilayah Ukraina.

Zelenskyy Peringatkan Akan Membalas

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan penghentian permusuhan dan meminta Rusia menghormati upaya diplomatik.

Namun Zelenskyy juga menegaskan bahwa Kyiv tidak akan tinggal diam jika Rusia terus melanggar gencatan senjata.

Ia memperingatkan bahwa Ukraina akan memberikan “balasan yang setara” terhadap setiap serangan yang dilakukan Moskow.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Ukraina masih membuka jalur diplomasi, pemerintah Kyiv kini juga bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi militer yang lebih luas menjelang peringatan Hari Kemenangan Rusia.

Lembaga Militer AS: Ancaman Rusia Justru Tunjukkan Putin Khawatir

Pada 5 Mei 2026, lembaga kajian militer Amerika Serikat, Institute for the Study of War, menulis dalam analisis yang dikutip Axios bahwa ancaman Rusia terhadap Ukraina menjelang Hari Kemenangan justru memperlihatkan kekhawatiran besar Kremlin sendiri.

Lembaga tersebut menilai ancaman Rusia untuk membalas jika Ukraina menyerang Moskow menunjukkan bahwa Putin menyadari sistem pertahanan Rusia mungkin tidak benar-benar mampu melindungi wilayah belakang negara itu, termasuk ibu kota Moskow, dari serangan drone Ukraina.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina memang semakin intensif meluncurkan serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia.

Bahkan menurut berbagai laporan intelijen Barat, drone Ukraina kini sudah mampu menjangkau kawasan Pegunungan Ural yang berada di perbatasan Eropa dan Asia.

Artinya, kawasan inti Rusia yang sebelumnya dianggap aman kini juga mulai masuk dalam jangkauan serangan Ukraina.

Rusia Umumkan Uji Coba Rudal Nuklir di Kamchatka

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia pada 6 Mei 2026 secara resmi mengumumkan bahwa Moskow akan melakukan uji coba rudal strategis di lokasi uji Kura, Semenanjung Kamchatka, mulai tanggal 6 hingga 10 Mei 2026.

Uji coba itu mencakup sistem rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir, termasuk rudal balistik antarbenua.

Pemerintah setempat bahkan telah mengeluarkan larangan bagi warga sipil maupun kendaraan untuk memasuki area uji coba dan wilayah di sekitarnya.

Waktu pelaksanaan latihan strategis tersebut dinilai sangat sensitif karena dilakukan tepat menjelang parade militer Hari Kemenangan di Moskow, di tengah ketegangan global yang juga meningkat akibat konflik Timur Tengah dan memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Banyak analis menilai langkah Putin melakukan demonstrasi kekuatan nuklir pada momen seperti ini merupakan sinyal politik yang sangat kuat kepada Barat dan NATO.

Rusia Minta Diplomat Asing Tinggalkan Kyiv

Ketegangan semakin meningkat setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengeluarkan peringatan resmi kepada diplomat asing dan staf organisasi internasional agar segera meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv.

Rusia memperingatkan bahwa apabila Ukraina mencoba melakukan sabotase selama peringatan Hari Kemenangan pada 8–9 Mei, maka militer Rusia akan melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap pusat kota Kyiv.

Tidak hanya diplomat, Rusia juga menyarankan seluruh warga negara asing yang masih berada di Ukraina agar segera meninggalkan Kyiv demi alasan keamanan.

Zakharova bahkan menegaskan bahwa apabila situasi memburuk, target serangan Rusia akan mencakup “pusat pengambilan keputusan”.

Pernyataan tersebut memicu perhatian internasional karena keluar justru di saat Rusia mengklaim akan menjalankan gencatan senjata selama parade militer berlangsung.

Banyak pihak menilai seruan evakuasi darurat itu menunjukkan bahwa situasi sebenarnya jauh lebih tegang daripada yang disampaikan Kremlin ke publik.

Putin Disebut Semakin Tertutup dan Takut Ancaman Internal

Di tengah memanasnya situasi perang, laporan media internasional juga menyebut Kremlin kini semakin khawatir terhadap ancaman internal terhadap Putin sendiri.

Beberapa media Amerika mengutip laporan intelijen Eropa yang menyebut pemerintah Rusia takut terhadap kemungkinan munculnya upaya pembunuhan politik maupun kudeta dari dalam negeri.

Akibat kekhawatiran tersebut, pengamanan Putin dalam beberapa waktu terakhir disebut diperketat secara drastis.

Bahkan sejumlah pejabat yang dicurigai terlibat aktivitas mencurigakan atau dugaan upaya kudeta dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan Rusia.

Menurut laporan Financial Times, Dinas Perlindungan Federal Rusia yang bertugas melindungi pejabat tinggi negara kini meningkatkan pengawasan terhadap ancaman drone dan sabotase.

Sebagai respons, Putin disebut mengurangi perjalanan luar daerah, membatasi pertemuan langsung, serta memperketat pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung dan staf di lingkaran dalam Kremlin.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa selama berminggu-minggu terakhir Putin lebih banyak bekerja secara jarak jauh, namun media pemerintah Rusia tetap menayangkan rekaman video untuk menciptakan kesan bahwa situasi negara masih berjalan normal.

Dukungan terhadap Putin Dilaporkan Menurun

Di sisi lain, ketidakpuasan masyarakat Rusia terhadap perang berkepanjangan juga disebut semakin meningkat.

Tekanan ekonomi domestik, mobilisasi militer berkepanjangan, serta ancaman serangan drone ke wilayah Rusia membuat suasana politik dalam negeri semakin tidak stabil.

Survei yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan tingkat dukungan publik terhadap Putin kini turun ke titik terendah sejak musim gugur tahun 2022, ketika perang Ukraina memasuki fase eskalasi besar.

Perkembangan ini membuat peringatan Hari Kemenangan Rusia tahun 2026 tidak lagi hanya menjadi simbol kejayaan militer Moskow, tetapi juga berubah menjadi momen penuh tekanan bagi Kremlin di tengah ancaman perang, ketidakstabilan internal, dan meningkatnya ketegangan global. (***)

Blokade Masih Berlaku, Tapi Operasi Dihentikan! Ada Apa di Balik Negosiasi Rahasia AS-Iran

EtIndonesia. Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki babak yang sangat menegangkan pada 5 Mei 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mendadak mengumumkan penghentian sementara operasi militer “Project Freedom” atau “Rencana Kebebasan”, yaitu operasi pengawalan kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz.

Keputusan tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional karena diambil di tengah konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran yang selama beberapa hari terakhir telah mengguncang jalur perdagangan energi global.

Trump menyatakan bahwa penghentian sementara operasi itu dilakukan karena Washington dan Teheran disebut hampir mencapai sebuah nota kesepahaman besar yang terdiri dari 14 poin penting. Namun di saat yang sama, Trump menegaskan bahwa blokade militer Amerika terhadap Iran masih tetap berlaku dan belum dicabut sedikit pun.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi mulai dibuka, Amerika Serikat masih mempertahankan tekanan militer penuh terhadap Iran sebagai alat tawar dalam negosiasi.

Isi Kesepakatan Rahasia AS-Iran Mulai Terungkap

Menurut berbagai informasi yang beredar di Washington pada 5 Mei 2026, rancangan kesepakatan yang sedang dibahas antara Amerika Serikat dan Iran mencakup sejumlah poin strategis yang dapat mengubah situasi Timur Tengah secara drastis.

Beberapa poin utama yang disebut sedang dinegosiasikan antara lain:

  1. Iran bersedia menghentikan aktivitas pengayaan uranium.
  2. Amerika Serikat akan mencabut sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran.
  3. Dana Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri akan mulai dibebaskan.
  4. Pembatasan pelayaran di Selat Hormuz akan dihapus secara bertahap.
  5. Penghentian program pengayaan uranium Iran akan berlangsung selama 12 hingga 15 tahun.
  6. Kedua pihak akan menghentikan aksi perang dan memasuki masa negosiasi selama 30 hari.

Dalam wawancara dengan jurnalis PBS, Laura Landers, Trump bahkan mengungkap syarat paling sensitif dari pihak Amerika.

Menurut Trump, Iran diwajibkan mengirim seluruh stok uranium berkadar tinggi mereka ke Amerika Serikat serta tidak lagi memiliki fasilitas nuklir bawah tanah.

Pernyataan ini dianggap sebagai tuntutan terbesar Washington sejak konflik terbaru pecah di kawasan Teluk Persia.

Trump mengaku optimistis bahwa kesepakatan dapat dicapai dalam waktu dekat.

Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat kini “mengendalikan situasi Iran” dan sedang menghadapi pihak yang “sangat ingin mencapai kesepakatan”.

Gedung Putih: Kesepakatan Tinggal Selangkah Lagi

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 5 Mei 2026, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir.

Pejabat Amerika memperkirakan Teheran akan memberikan jawaban resmi dalam waktu 24 hingga 48 jam berikutnya.

Washington bahkan menyebut kesepakatan tersebut “sangat dekat”, meskipun belum benar-benar final.

Pemerintahan Trump dikabarkan menargetkan terobosan diplomatik sebelum kunjungan Trump ke Tiongkok berakhir pada Jumat mendatang.

Namun di balik optimisme tersebut, Gedung Putih juga disebut telah menyiapkan opsi militer jika perundingan kembali gagal di menit-menit terakhir.

Sumber di Washington menyebut bahwa Trump siap melanjutkan pemboman terhadap target-target Iran apabila Teheran menolak menandatangani kesepakatan akhir.

Negosiasi Berlangsung, Serangan Militer Tetap Terjadi

Meski pembicaraan diplomatik terus berjalan, ketegangan militer di kawasan ternyata belum mereda.

Pada 6 Mei 2026 pagi, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan bahwa militer AS mendeteksi sebuah kapal tanker bernama Hasna sedang bergerak menuju pelabuhan Iran melalui jalur internasional.

Menurut pihak Amerika, kapal tersebut telah beberapa kali diperingatkan karena dianggap melanggar blokade maritim AS terhadap Iran.

Namun karena tidak memberikan respons, jet tempur F/A-18 Super Hornet yang diterbangkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) akhirnya menembakkan beberapa proyektil ke arah kapal tanker tersebut hingga membuatnya lumpuh.

Insiden ini memperlihatkan bahwa Washington tetap mempertahankan strategi tekanan maksimum meskipun proses negosiasi sedang berlangsung.

Amerika tampaknya ingin menunjukkan bahwa tidak akan ada kelonggaran apa pun sebelum kesepakatan benar-benar resmi ditandatangani.

Iran Bantah Isi Kesepakatan, Sebut Negosiasi Sudah Gagal

Di pihak lain, respons Iran justru memperlihatkan situasi yang sangat berbeda.

Juru bicara parlemen Iran yang juga menjadi kepala delegasi negosiasi, Li Saiyi, menyatakan bahwa laporan media Axios mengenai isi kesepakatan hanyalah “daftar keinginan Amerika”.

Ia bahkan menegaskan bahwa proses negosiasi sebenarnya telah gagal.

Pernyataan yang lebih keras datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menyerukan mobilisasi rakyat Iran, kelompok milisi Pakistan, dan diaspora Iran di luar negeri.

Menurutnya, perang telah memasuki fase baru dan musuh sedang berusaha memaksa Iran menyerah melalui tekanan ekonomi serta blokade laut.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa serangan militer besar masih bisa terjadi kapan saja.

Peran Tiongkok Mulai Terlihat dalam Krisis Hormuz

Menariknya, sehari sebelum kemajuan negosiasi kembali muncul ke publik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui melakukan kunjungan ke Beijing dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.

Tak lama setelah pertemuan itu, perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran kembali mencuat.

Banyak analis menilai Washington kini sedang menekan Beijing agar membantu membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara terbuka meminta Wang Yi menyampaikan pesan Washington kepada Iran.

Abbas Araghchi juga mengungkap bahwa Wang Yi mendorong Iran dan Amerika untuk kembali membuka Selat Hormuz demi menstabilkan perdagangan global.

Drone Buatan Tiongkok Jatuh di Teheran

Di tengah ketegangan tersebut, sumber lokal Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran sedang melakukan uji coba penerbangan militer.

Namun dalam proses itu, sebuah drone buatan Tiongkok dilaporkan mengalami kegagalan sistem dan jatuh ke sebuah pusat perbelanjaan di Teheran.

Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap kualitas peralatan militer buatan Tiongkok yang digunakan Iran selama konflik berlangsung. (***)

Terapi Hyperbaric dan Sauna, Tidak Hanya untuk Kesehatan, Profira Klinik Mengenalkan HBOT & Light Sauna Wellness untuk Kecantikan dan Kesehatan Paripurna

Teknologi HBOT dan Light Sauna dalam konsep wellness dan recovery yang dirancang untuk membuat tubuh terasa lebih rileks, fresh, dan revitalized.

Surabaya – Gaya hidup modern membuat banyak orang kini tidak hanya mengejar penampilan, tetapi juga kecantikan dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Seperti yang kita ketahui kecantikan kulit dan awet muda alami tidak lepas dari kesehatan tubuh.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Profira Klinik kembali menghadirkan inovasi terbaru di dunia aesthetic and wellness melalui Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) dan Light Sauna Wellness dalam acara press conference yang diselenggarakan di Profira Pakuwon Square pada Kamis, 7 Mei 2026. Melalui peluncuran ini, Profira memperkenalkan teknologi HBOT dan Light Sauna dalam konsep wellness dan recovery yang dirancang untuk membuat tubuh terasa lebih rileks, fresh, dan revitalized. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang kini tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga pada kualitas hidup, relaksasi, recovery, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Kedua terapi ini telah lama dinyatakan memiliki manfaat nyata yang didukung oleh prinsip medis dan teknologi terkini. Dan di Profira kedua terapi ini dikombinasikan dengan apik dengan perawatan kecantikan yang lain agar mendapatkan hasil lebih maksimal dan menyeluruh.

“Kedua terapi ini digunakan untuk mendukung dan menyempurnakan aesthetic treatment yang dilakukan seperti pada treatment yang menggunakan laser, bedah plastik, menggunakan jarum. Dimana bekas yang ditinggalkan akan cepat pulih kembali.” Jelas dr. Lestari Wijaya, dokter aestetik di Profira Klinik Pakuwon Surabaya yang merupakan lulusan Sun Yat Shen University, China ini dan telah bersertifikat dari pelatihan kedokteran kelautan dan terapi oksigen hiperbarik bagi pengelola pelayanan hiperbarik dari Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL, RSAL Surabaya.

Apa Itu Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT)?

HBOT adalah terapi yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi. Kondisi ini memungkinkan tubuh menyerap oksigen dalam jumlah lebih besar dibandingkan pernapasan biasa.

Secara sederhana, terapi ini bekerja dengan cara:

  • Meningkatkan kadar oksigen dalam darah
  • Membantu distribusi oksigen ke jaringan tubuh
  • Mempercepat proses regenerasi sel

HBOT dapat membantu perbaikan sel tubuh, mengurangi peradangan, merangsang pembentukan pembuluh darah baru, serta menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.

Manfaat HBOT untuk Kesehatan

Terapi ini awalnya banyak digunakan dalam dunia medis, seperti untuk penyembuhan luka atau terapi penyelaman (diving). Namun kini, manfaatnya meluas ke dunia wellness, antara lain:

  • Membantu pemulihan setelah sakit atau kelelahan
  • Mengurangi nyeri otot dan pegal
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Menjaga stamina dan daya tahan tubuh
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Dalam penggunaan rutin, HBOT juga berperan dalam menunjang stamina tubuh serta mendukung proses pemulihan pasca sakit

Manfaat HBOT untuk Kecantikan

Selain kesehatan, HBOT juga dikenal dalam dunia estetika karena:

  • Membantu regenerasi kulit
  • Memperlambat tanda penuaan (anti-aging)
  • Membuat kulit tampak lebih segar dan cerah

Apa Bedanya HBOT Ini dengan Terapi Oksigen Biasa?

Tidak semua terapi oksigen memiliki efek yang sama. Perbedaan utama HBOT modern dengan terapi oksigen biasa terletak pada:

1. Tekanan Udara

  • HBOT: menggunakan tekanan tinggi (hyperbaric)
  • Terapi biasa: tekanan normal

Tekanan tinggi ini membuat oksigen masuk lebih dalam ke jaringan tubuh.

2. Penyerapan Oksigen

  • HBOT: oksigen terserap hingga ke plasma darah
  • Biasa: hanya melalui hemoglobin

3. Efektivitas

  • HBOT: lebih efektif untuk regenerasi sel dan pemulihan
  • Biasa: lebih bersifat suportif

Karena itu, HBOT dianggap lebih advanced dan banyak digunakan dalam terapi medis maupun wellness modern.

Light Sauna Wellness: Sauna Modern dengan Teknologi Infrared

Selain HBOT, inovasi lain yang semakin populer adalah Light Sauna Wellness. Berbeda dari sauna tradisional yang menggunakan uap panas (dari batu yang dipanaskan sehingga suhu tidak terkontrol), teknologi ini memanfaatkan gelombang infrared yang menyerupai panas alami matahari, namun tanpa sinar UV berbahaya, dengan panas yang bias disesuaikan.

Light Sauna menggunakan tiga spektrum infrared:

  • Near Infrared (lapisan kulit)
  • Mid Infrared (jaringan lebih dalam)
  • Far Infrared (penetrasi maksimal ke tubuh)

Teknologi ini memungkinkan panas yang bekerja pada suhu yang lebih nyaman dengan penetrasi panas yang lebih optimal ke dalam tubuh.

Manfaat Light Sauna untuk Kesehatan

Light Sauna menawarkan berbagai manfaat yang lebih luas dibanding sauna biasa, di antaranya:

  • Membantu proses detoksifikasi tubuh
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Meredakan nyeri otot dan sendi
  • Mendukung metabolisme tubuh
  • Manajemen berat badan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Menjaga daya tahan tubuh/dukungan imun
  • Bagus untuk kesehatan kulit
  • Fungsi otak dan kognitif

Agar terapi ini lebih sempurna hasilnya ditambahkan batu Himalayan salt (uap dari garam dapat mencegah keriput dan masalah penuaan lainnya), batu giok (jade) bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan kemerahan, membantu mengencangkan kulit, menghilangkan racun dan kotoran, Meningkatkan sirkulasi darah, membantu mengurangi stres dan ketegangan. serta teknologi ion dan ozon juga meningkatkan efek relaksasi dan kesehatan secara keseluruhan.

Manfaat Light Sauna untuk Kecantikan

Dari sisi estetika, Light Sauna juga sangat diminati karena:

  • Membantu membersihkan racun dari kulit
  • Membuka pori-pori secara optimal
  • Meningkatkan elastisitas kulit
  • Membuat kulit tampak lebih glowing

Efek “keringat sehat” dari infrared ini berbeda dengan sauna biasa karena berasal dari pemanasan jaringan tubuh, bukan hanya permukaan kulit.

Perbedaan Light Sauna dengan Sauna Konvensional

Banyak orang mengira semua sauna sama, padahal ada perbedaan signifikan:

1. Sumber Panas

  • Sauna tradisional: uap atau batu panas
  • Light Sauna: gelombang infrared

2. Suhu

  • Sauna biasa: sangat panas (bisa 70–100°C)
  • Light Sauna: lebih nyaman karena bias disesuaikan

3. Cara Kerja

  • Sauna biasa: memanaskan udara di sekitar tubuh
  • Light Sauna: langsung menembus jaringan tubuh

4. Efektivitas

  • Sauna biasa: lebih untuk relaksasi
  • Light Sauna: relaksasi + terapi kesehatan + kecantikan

Kombinasi HBOT & Light Sauna: Solusi Wellness Modern

Yang menarik, kombinasi HBOT dan Light Sauna memberikan efek yang saling melengkapi:

  • HBOT bekerja dari dalam melalui oksigen
  • Light Sauna membantu detoks dan relaksasi dari luar

Hasilnya:

  • Tubuh lebih cepat pulih
  • Energi meningkat
  • Kulit lebih sehat
  • Pikiran lebih rileks

Konsep ini sejalan dengan tren global yang kini mengarah pada holistic wellness—yakni perawatan yang tidak hanya fokus pada satu aspek, tetapi seluruh tubuh dan pikiran.

Investasi Kesehatan dan Kecantikan Sekaligus

Di tengah aktivitas yang padat dan tingkat stres yang tinggi, kebutuhan akan terapi yang praktis namun efektif semakin meningkat. HBOT dan Light Sauna Wellness hadir sebagai solusi modern yang tidak hanya memberikan relaksasi, tetapi juga manfaat nyata bagi kesehatan dan kecantikan.

Dengan teknologi yang lebih canggih dibanding metode konvensional, kedua terapi ini menawarkan pengalaman wellness yang lebih nyaman, aman, dan menyeluruh. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini yang ingin tetap sehat, bugar, dan tampil prima secara alami. Pada akhirnya, merawat tubuh bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sadar akan kualitas hidup jangka panjang.

Menuju Pasar Modal yang Lebih Bersih dan Kuat: 8 Aksi Reformasi BEI–OJK yang Perlu Diketahui

Surabaya — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mempercepat reformasi besar di pasar modal Indonesia. Dalam Workshop Wartawan Daerah di Surabaya, 6 Mei 2026, dipaparkan 8 aksi percepatan reformasi integritas pasar modal yang dirancang untuk membuat pasar semakin likuid, transparan, dan terpercaya.

Langkah ini menjadi penting mengingat skala pasar modal Indonesia yang semakin besar. Hingga Mei 2026, terdapat 957 perusahaan tercatat, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.414 triliun, serta 26,4 juta investor di seluruh Indonesia.

Hal ini tentu menjadi suatu langkah yang krusial setelah pada awal tahun terjadi gejolak di pasar saham yang sangat significan hingga menyebabkan pimpinan BEI Iman Rachman mengundurkan diri.

“Kami semua di BEI tidak tahu ketika pimpinan (Iman Rachman) pada Jumat pagi (30 Januari 2026) di depan wartawan beliau menyatakan mengundurkan diri,” Jelas Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur Cita Mellisa, kepada awak media di Surabaya (6/5/2026).

Reformasi ini dibagi dalam tiga kelompok utama: likuiditas & transparansi, tata kelola & penegakan hukum, serta sinergi ekosistem.

Kelompok 1: Likuiditas & Transparansi

1. Kebijakan Minimum Free Float: Mendorong Saham Lebih “Hidup”

Salah satu langkah paling krusial adalah penyesuaian minimum free float—yakni porsi saham yang beredar di publik.

BEI merencanakan peningkatan batas minimal free float menjadi setidaknya 15% dari total saham beredar. Secara umum, dalam praktik global dan regulasi BEI sebelumnya, ketentuan free float minimal berada di kisaran 7,5%–10%, namun tren global menunjukkan bahwa semakin besar porsi saham publik, semakin tinggi likuiditas dan kualitas harga saham.

Mengapa ini penting?

  • Saham dengan free float kecil cenderung mudah dimanipulasi
  • Likuiditas rendah membuat investor sulit keluar-masuk pasar
  • Investor institusi global biasanya mensyaratkan free float tinggi

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan transaksi saham menjadi lebih aktif dan mencerminkan harga yang lebih wajar (fair price discovery).

“Rendahnya jumlah saham yang beredar membuat perusahaan tersebut tetap tidak liquid. Saham yang beredar dibeli juga oleh keluarga mereka sendiri. Jadi sebenarnya jumlah saat ini juga masih dianggap kecil oleh pasar global,” lanjutnya lagi.

2. Transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO)

Selama ini, struktur kepemilikan saham sering kali berlapis dan tidak transparan. Melalui kebijakan UBO, BEI dan OJK ingin memastikan bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate owner) dapat diketahui secara jelas.

Langkah ini penting untuk:

  • Mencegah praktik nominee atau kepemilikan terselubung
  • Menghindari konflik kepentingan
  • Meningkatkan kepercayaan investor asing

Transparansi UBO juga akan membuat pasar Indonesia lebih sejalan dengan standar internasional.

3. Penguatan Data Kepemilikan Saham

Peran Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diperkuat untuk menyediakan data investor yang lebih rinci dan akurat.

Langkah ini mencakup:

  • Klasifikasi investor yang lebih detail (ritel, institusi, asing, dll.)
  • Disclosure kepemilikan saham yang lebih transparan
  • Sistem data yang lebih terintegrasi

Dengan data yang lebih “bersih”, pasar akan lebih efisien dalam menentukan harga dan meminimalkan distorsi.

Kelompok 2: Tata Kelola & Penegakan Hukum

4. Demutualisasi Bursa Efek

Demutualisasi adalah perubahan struktur bursa menjadi entitas yang lebih independen, dengan pemisahan antara kepemilikan dan aktivitas perdagangan.

Tujuannya:

  • Mengurangi konflik kepentingan
  • Meningkatkan profesionalisme pengelolaan bursa
  • Menyesuaikan dengan praktik global

Langkah ini masih dalam tahap koordinasi antara OJK dan pemerintah.

5. Penegakan Hukum yang Lebih Tegas

Tanpa enforcement yang kuat, regulasi tidak akan efektif. BEI dan OJK menegaskan akan:

  • Menindak manipulasi harga saham
  • Mengawasi insider trading
  • Menindak penyebaran informasi menyesatkan

Penegakan hukum yang konsisten akan menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar.

6. Peningkatan Tata Kelola Emiten

Reformasi tidak hanya menyasar regulator, tetapi juga perusahaan tercatat (emiten). Dua kebijakan utama yang akan diterapkan:

  • Pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris
  • Sertifikasi profesional (seperti Certified Accountant) bagi penyusun laporan keuangan

Langkah ini penting untuk memastikan laporan keuangan lebih akurat, transparan, dan dapat dipercaya investor.

Kelompok 3: Sinergi dan Penguatan Ekosistem

7. Pendalaman Pasar Secara Terintegrasi

Pendalaman pasar dilakukan dari tiga sisi:

  • Demand: peningkatan jumlah dan kualitas investor
  • Supply: penambahan emiten dan instrumen investasi
  • Infrastruktur: penguatan sistem perdagangan

Saat ini, BEI juga telah memiliki:

  • 133 produk obligasi
  • 473 structured warrant
  • 631 saham syariah (66% dari total saham)

Diversifikasi ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia semakin dalam dan variatif.

8. Kolaborasi dengan Seluruh Pemangku Kepentingan

Reformasi pasar modal tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, melibatkan:

  • Regulator (OJK)
  • Bursa (BEI)
  • SRO (KSEI, KPEI)
  • Industri (sekuritas, manajer investasi)
  • Akademisi dan media

Sebagai contoh, keberadaan 1.047 Galeri Investasi di seluruh Indonesia menjadi bukti sinergi edukasi yang masif.

Jawa Timur: Contoh Kekuatan Pasar Daerah

Menariknya, Jawa Timur menjadi salah satu kontributor besar pasar modal nasional:

  • 92 galeri investasi (terbanyak di Indonesia)
  • 2 juta investor
  • 56 perusahaan tercatat

Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga berkembang di daerah.

Dari Besar Menuju Berkualitas

Pasar modal Indonesia saat ini sudah besar, tetapi tantangan berikutnya adalah menjadi berkualitas dan berintegritas.

Delapan aksi reformasi ini menegaskan arah baru:

  • Likuiditas diperkuat melalui free float
  • Transparansi ditingkatkan lewat UBO dan data investor
  • Tata kelola diperbaiki melalui regulasi dan sertifikasi
  • Ekosistem diperkuat lewat kolaborasi

Jika dijalankan konsisten, reformasi ini tidak hanya melindungi investor, tetapi juga menjadikan pasar modal Indonesia semakin kompetitif di tingkat global—serta menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Kunjungan Pertama Menteri Luar Negeri Iran ke Beijing : Marco Rubio Mengingatkan Partai Komunis Tiongkok  untuk Mengatakan Kebenaran

Menjelang pertemuan “Trump-Xi”, Menteri Luar Negeri Iran mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri PKT di Beijing pada 6 Mei pagi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada konferensi pers di Gedung Putih l 5 Mei menyatakan harapannya agar pihak PKT menyampaikan kenyataan yang sebenarnya kepada Iran.

EtIndonesia. Di tengah kebuntuan perundingan AS-Iran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berangkat ke Beijing dan tiba pada 6 Mei, lalu mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri PKT Wang Yi.

Media Iran melaporkan bahwa kedua pihak akan membahas hubungan bilateral serta situasi regional dan internasional, dengan topik yang diperkirakan mencakup kerja sama energi, situasi keamanan, dan perkembangan geopolitik.

 “Menteri luar negeri Iran beberapa hari lalu baru saja mengunjungi Rusia. Kali ini ia datang mengunjungi PKT sebenarnya pada tahap akhir perang Iran, untuk menguji sikap Rusia dan PKT sebelum akhirnya memutuskan bagaimana bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” ujar penulis kolom Epoch Times, Wang He. 

Peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan:  “Tentu mereka juga akan membahas masalah Amerika Serikat. Dalam pertemuan Trump-Xi nanti kemungkinan besar juga akan dibahas soal bantuan PKT kepada Iran. Menteri luar negeri Iran dan PKT akan mendiskusikan bagaimana bersama-sama menghadapi Amerika Serikat, atau posisi dan kebijakan apa yang akan diambil dalam isu-isu penting.”

Sehari sebelumnya, Rubio dalam konferensi pers Gedung Putih menyerukan agar Beijing menyampaikan fakta kepada Iran.

 “Saya berharap PKT memberitahu Iran apa yang perlu mereka ketahui: tindakan kalian di selat telah membuat kalian semakin terisolasi secara global, dan kalianlah penyebab utamanya. Kalian tidak seharusnya menyerang kapal, menanam ranjau laut, atau menyandera ekonomi dunia,” ujarnya.

Shen Mingshi mengatakan:  “Sekarang Amerika Serikat sedang mencoba memecah satu per satu, berharap PKT dan Iran bisa terpecah. Tetapi setelah pengaruh Iran dilemahkan, target berikutnya adalah PKT. PKT juga sudah merasakan ancaman ini, sehingga tentu berharap diam-diam mendukung Iran atau memperkuat aksi militernya. Amerika Serikat juga sangat memahami tren ini dan akan mencari cara untuk melawan kebijakan PKT tersebut.”

Rubio menekankan bahwa menghentikan blokade selat oleh Iran sejalan dengan kepentingan PKT, karena tindakan Iran juga merugikan PKT sendiri.

“Jika negara lain tidak bisa mengirim kapal ke sana, maka mereka tidak dapat membeli barang dari PKT. Jika ekonomi negara lain dihancurkan oleh tindakan Iran, mereka juga tidak akan bisa membeli barang dari PKT. Jadi masalah ini bukan hanya soal Iran,” katanya.

Wang He mengatakan:  “PKT sangat berharap Iran dapat menahan Amerika Serikat agar AS terjebak dalam konflik berkepanjangan. Namun kemampuan Iran terbatas, bahkan dengan dukungan Rusia dan PKT situasinya tetap tidak berubah. Karena itu PKT harus menghadapi kenyataan ini dan mempertimbangkan bagaimana memanfaatkan Iran demi memperoleh hasil negosiasi terbaik dengan Amerika Serikat.”

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam perdagangan minyak ilegal Iran. Setelah itu, Beijing untuk pertama kalinya menerapkan apa yang disebut “Undang-Undang Anti-Sanksi”, yang menginstruksikan perusahaan Tiongkok agar tidak perlu mematuhi sanksi AS terhadap pembeli minyak Iran.

Menanggapi hal itu, Rubio mengatakan:  “Jika PKT mengabaikan sanksi kami, maka kalian akan menghadapi sanksi sekunder… tindakan kami bukan sekadar simbolis.”

Wang He mengatakan:  “Perkataan Rubio sebenarnya adalah peringatan kepada PKT agar jangan bermain-main di belakang layar. Tekad, kemampuan, dan kemauan Amerika Serikat sudah jelas terlihat. Amerika pasti akan mencapai tujuannya. Jika PKT mencoba mengacau saat ini, maka Amerika akan menghitung semuanya bersama-sama terhadap PKT.”

Shen Mingshi mengatakan :  “Saat ini yang paling ditakuti PKT mungkin adalah kenyataan bahwa kekuatan Iran sebenarnya tidak sekuat yang selama ini mereka gembar-gemborkan. Di bawah tekanan ekonomi terus-menerus dari Amerika Serikat, kekuatan Iran merosot tajam, kehilangan pengaruh di Timur Tengah, dan membuat Amerika Serikat dapat memindahkan sebagian besar kekuatannya untuk menghadapi PKT.”

Karena Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Beijing minggu depan, waktu pelaksanaan pertemuan PKT-Iran ini dianggap sangat sensitif dan menarik perhatian internasional.

Pihak Gedung Putih berharap pemimpin PKT Xi Jinping dapat bertukar pandangan mengenai masalah Iran dalam pertemuan “Trump-Xi” mendatang.

Wang He mengatakan:  “Masalah Iran merupakan isu penting dalam perundingan tingkat tinggi AS-PKT. Jika PKT berniat menggunakan Iran untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik saat menyambut menteri luar negeri Iran, maka Amerika tidak menutup kemungkinan akan bersikap keras atau mengambil langkah balasan lain. Itu akan membuat hubungan AS-PKT menjadi lebih rumit. Jika Xi Jinping ingin mencapai suatu kesepakatan dengan Trump, maka ia sendiri harus mempertimbangkannya dengan matang.”

Pihak AS juga menyerukan agar PKT dan Russia berhenti menghalangi resolusi terkait di United Nations (UN) dan bersama-sama menjaga keamanan pelayaran kapal dagang.

Editor: Meng Xinqi,  Wawancara: Luo Ya – NTD

Industri Konstruksi Tiongkok Runtuh, Lebih dari 14 Juta Buruh Migran Hilang dalam Empat Tahun

Sebagai akibat perlambatan ekonomi Tiongkok, lesunya sektor properti, dan tingginya utang, industri konstruksi Tiongkok sedang mengalami pukulan berat. Dalam empat tahun terakhir, lebih dari 14 juta buruh migran di sektor konstruksi telah meninggalkan industri tersebut.

EtIndonesia. Menurut “Laporan Survei Pemantauan Buruh Migran 2025” yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok pada 30 April, jumlah total buruh migran nasional pada 2025 untuk pertama kalinya melampaui 300 juta orang, mencapai 301,15 juta orang.

Dikutip NTD 7 Mei 2026, enam sektor utama yang menjadi tempat kerja para buruh migran meliputi perdagangan grosir dan ritel, transportasi dan pergudangan serta layanan pos, akomodasi dan katering, layanan perbaikan dan jasa lainnya, manufaktur, serta konstruksi (selanjutnya disebut “enam sektor utama”).

Di antara enam sektor tersebut, industri konstruksi selama hampir empat tahun terakhir selalu menempati peringkat pertama dalam pendapatan bulanan rata-rata. Namun dari 2021 hingga 2025, jumlah buruh migran yang bekerja di sektor konstruksi berkurang lebih dari 14 juta orang secara kumulatif.

Titik balik musim dingin industri konstruksi terjadi pada 2021. Setelah itu jumlah pekerja terus menyusut selama empat tahun hingga tersisa 41,5587 juta orang, dengan penurunan 3,25 juta buruh migran hanya dalam satu tahun. Para buruh migran kini beralih dari sektor konstruksi ke manufaktur atau sektor jasa seperti katering. Model pertumbuhan tradisional yang bergantung pada sektor properti semakin sulit dipertahankan.

Titik balik jumlah buruh migran di sektor konstruksi sangat bertepatan dengan perubahan di pasar properti. Pada 2022, pertumbuhan investasi pengembangan properti nasional berubah dari positif menjadi negatif, dan setelah itu terus berada di zona pertumbuhan negatif. Dari 2021 hingga 2025, total investasi pengembangan properti nasional turun 43,9%, sementara jumlah buruh migran di sektor konstruksi pada periode yang sama turun 25,2%.

Menurut laporan tersebut, pada tahun 2016–2025, kenaikan dan pertumbuhan upah di sektor konstruksi menempati posisi pertama di antara enam sektor utama, meningkat dari 3.687 yuan per bulan menjadi 5.880 yuan per bulan.

Namun, media daratan Tiongkok menulis bahwa tingginya pendapatan di sektor konstruksi sebenarnya “semu” — terlihat besar, tetapi penghasilan nyata yang diterima tidak seberapa, dan para pekerja harus menanggung banyak penderitaan.

“Banyak orang hanya melihat pendapatan rata-rata bulanan sebesar 5.880 yuan, tetapi tidak melihat kerja keras di baliknya. Industri konstruksi sebagian besar adalah pekerjaan fisik berat seperti mengangkat batu bata, memasang tulangan baja, dan mendirikan perancah. Para pekerja harus menghadapi panas dan dingin, bekerja lebih dari sepuluh jam sehari adalah hal biasa. 

“Selain itu, pekerjaan ini bersifat sementara; setelah proyek selesai, mereka bisa langsung menganggur tanpa jaminan stabilitas. Yang lebih penting, pertumbuhan upah di sektor konstruksi semakin melambat. Pada 2025 kenaikannya hanya 2,4%, lebih rendah dari pertumbuhan GDP dan pertumbuhan pendapatan upah penduduk. Artinya gaji hampir tidak naik, tetapi pekerjaan justru semakin berat, sehingga secara alami makin sedikit orang yang mau bertahan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring kemerosotan besar ekonomi Tiongkok dan meningkatnya tingkat pengangguran, para buruh migran semakin sulit mencari pekerjaan. Semakin banyak dari mereka terpaksa pulang kampung dan mencari nafkah di daerah asal masing-masing.

Pada November tahun lalu, Kementerian Pertanian dan Pedesaan Tiongkok mengadakan rapat kerja khusus untuk membahas masalah pengangguran dan memperingatkan tentang fenomena “kepulangan massal dan menetapnya buruh migran di kampung halaman”. (***)