Jumlah Miliarder di Amerika Serikat Tembus Sepertiga dari Total Miliarder di Dunia, Jauh Melampaui Tiongkok

EtIndonesia. Amerika Serikat kini memiliki jumlah miliarder terbanyak di dunia — mencakup sepertiga dari total miliarder global — jauh mengungguli Tiongkok yang berada di posisi kedua.

Menurut laporan Altrata, perusahaan riset kekayaan global, pada tahun 2024 jumlah miliarder dunia mencapai 3.508 orang, dengan total kekayaan bersih gabungan sebesar 13,4 triliun dolar AS, naik 10,3% dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan pasar saham menjadi faktor utama dibalik peningkatan kekayaan para superkaya ini.

Meski miliarder hanya mewakili sekitar 0,07% dari total 5 juta orang yang memiliki kekayaan bersih di atas 5 juta dolar AS, mereka menguasai sekitar 13% dari total kekayaan kelompok tersebut.

Di antara kelompok ultra-kaya (Ultra High Net Worth / UHNW) — sekitar 487.000 orang dengan kekayaan bersih di atas 30 juta dolar AS — miliarder hanya mencakup 0,7%, namun menguasai 24% dari total kekayaan kelompok itu.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kesenjangan di antara para miliarder semakin lebar. Sebanyak 26 “super-miliarder” kini menguasai 21% dari total kekayaan miliarder dunia, padahal sepuluh tahun lalu, angka itu hanya 4%.

Secara geografis, Amerika Utara tetap menjadi pusat utama kekayaan dunia. Sekitar 1.135 miliarder berasal dari Amerika Serikat, dengan kekayaan yang mencapai 43% dari total kekayaan miliarder global. Tiongkok berada di posisi kedua dengan 321 miliarder (sekitar 10% dari kekayaan dunia), disusul Jerman di posisi ketiga.

Menariknya, Eropa kini menjadi kawasan dengan jumlah miliarder terbesar kedua setelah Amerika Utara. Pada 2024, untuk pertama kalinya jumlah miliarder Eropa melampaui 1.000 orang sejak Altrata mulai mengumpulkan data lebih dari satu dekade lalu.

Nama-nama terkenal dalam daftar tersebut termasuk Bernard Arnault (CEO LVMH, kekayaan 236,4 miliar dolar AS) dan Dieter Schwarz (pendiri jaringan supermarket Lidl, kekayaan 45,9 miliar dolar AS).

Dalam sepuluh tahun terakhir, distribusi miliarder di seluruh dunia berubah secara bertahap, namun daya tarik kota-kota besar global dengan peluang bisnis, budaya, dan gaya hidup mewah tetap kuat.

Kota-kota seperti Paris dan Los Angeles mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah miliarder, sementara Dubai menunjukkan pertumbuhan stabil sebagai pusat bisnis dan ritel mewah. Pertumbuhan di Chicago dan Houston juga menegaskan penyebaran kekayaan miliarder yang semakin luas di Amerika Serikat.

Di Asia, beberapa miliarder mengalami penurunan posisi. Namun di Tiongkok, nama-nama seperti Zhong Shanshan (pendiri Nongfu Spring, kekayaan 79,9 miliar dolar AS) dan Pony Ma (CEO Tencent, kekayaan 71,5 miliar dolar AS) masih bertahan dalam daftar.

Laporan juga menyoroti bahwa kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama peningkatan kesenjangan kekayaan global. Kenaikan nilai saham di sektor teknologi membuat miliarder AS seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jeff Bezos semakin kaya.

Namun, batas untuk disebut miliarder tetap tidak pasti — fluktuasi pasar dapat membuat seseorang naik atau turun dari daftar.

Dalam laporan Altrata, hanya mereka yang memiliki kekayaan bersih minimal 4,2 miliar dolar AS yang masuk dalam kategori miliarder dunia. Tahun 2024 juga mencatat lebih sedikit orang yang keluar dari daftar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sumber : Epochtimes.com, Artikel ini sebagian mengacu pada laporan The Wall Street Journal

Perampokan Perhiasan di Museum Louvre: 5 Tersangka Baru Ditangkap, Detail Penting Mulai Terungkap

EtIndonesia. Penyelidikan terhadap kasus pencurian perhiasan di Museum Louvre semakin meluas. Pada Kamis (30 Oktober), Kejaksaan Paris mengumumkan bahwa lima orang lagi telah ditangkap, termasuk seorang tersangka yang DNA-nya cocok dengan bukti forensik.

 Dengan penangkapan ini, total tersangka yang ditahan meningkat menjadi tujuh orang. Dari empat perampok utama yang dijuluki media Prancis sebagai “tim penyerbu”, tiga orang kini telah berada dalam tahanan polisi.

Polisi melakukan penggerebekan semalaman di Paris dan wilayah pinggiran Seine-Saint-Denis. 

Jaksa Laure Beccuau mengatakan kepada radio RTL bahwa salah satu dari tersangka baru itu adalah anggota kelompok yang melakukan aksi perampokan pada 19 Oktober di siang bolong, sementara yang lain “kemungkinan dapat memberi informasi penting tentang bagaimana kejadian itu berlangsung.”

Perampokan Empat Menit yang “Sangat Terencana”

Rangkaian peristiwa kini mulai jelas. Beccuau mengungkapkan bahwa sembilan hari sebelum kejadian, para pelaku menanggapi iklan palsu di situs Leboncoin (situs iklan baris Prancis) untuk “lowongan pekerjaan pindahan rumah”, dan menggunakan kesempatan itu untuk mencuri sebuah truk pengangkat (lift hidrolik) yang biasa digunakan pekerja pindahan untuk naik ke lantai atas bangunan.

Pada hari kejadian, alat pengangkat itu diparkir di luar dinding Museum Louvre, di tepi Sungai Seine.

  • Pukul 09.30, alat itu dinaikkan hingga ke jendela Galeri Apollo, tempat koleksi perhiasan kerajaan dipajang.
  • Pukul 09.34, kaca jendela berhasil dipotong.
  • Pukul 09.38, para pelaku sudah melarikan diri.

Seluruh aksi berlangsung hanya empat menit. Jaksa mengatakan bahwa karena polisi dan petugas keamanan museum datang “hampir bersamaan”, para perampok tidak sempat membakar alat pengangkat tersebut, sehingga meninggalkan bukti penting di lokasi.

Rekaman CCTV menunjukkan setidaknya empat pria memaksa membuka jendela, memotong dua etalase dengan alat listrik, lalu kabur menggunakan dua sepeda motor ke arah timur Paris.

Penyelidik belum menemukan bukti adanya keterlibatan orang dalam, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ada jaringan kriminal yang lebih besar di balik empat pelaku utama itu.

Beccuau menjelaskan bahwa penyelidikan luar biasa ini melibatkan sekitar 100 petugas, yang bekerja tujuh hari seminggu, telah menganalisis sekitar 150 sampel forensik, dan menyita 189 barang bukti.

Hanya Satu Perhiasan Ditemukan

Dari delapan perhiasan bersejarah yang dicuri, dengan total nilai sekitar 102 juta dolar AS, tujuh masih hilang.

Barang-barang yang dicuri termasuk:

  • Kalung zamrud dan berlian yang diberikan Kaisar Napoléon kepada istri keduanya, Permaisuri Marie-Louise, sebagai hadiah pernikahan.
  • Perhiasan yang pernah digunakan oleh Ratu Marie-Amélie (istri Raja Louis Philippe I) dan Ratu Hortense (ibu Napoléon III).
  • Mahkota mutiara dan berlian milik Permaisuri Eugénie, istri Napoléon III.

Satu-satunya benda yang telah ditemukan adalah mahkota zamrud milik Permaisuri Eugénie, yang terjatuh saat pelaku melarikan diri. Meski rusak, benda itu masih bisa dipulihkan.

Jaksa Beccuau menyerukan agar para pelaku mengembalikan perhiasan yang tersisa:

“Benda-benda ini sekarang tidak mungkin dijual… Masih ada waktu untuk mengembalikannya.”

Para ahli memperingatkan, jika emas dilebur dan batu permata dipotong ulang, maka jejak sejarah tak ternilai dari perhiasan itu akan hilang selamanya.

Dua Tersangka Akui Terlibat

Polisi Prancis mengakui adanya celah besar dalam sistem keamanan Museum Louvre.

Kepala Kepolisian Paris, Patrice Faure, mengatakan bahwa peringatan pertama yang diterima polisi bukan berasal dari sistem keamanan museum, melainkan dari seorang pesepeda yang kebetulan melintas, melihat beberapa pria bertopi helm sedang mengoperasikan alat pengangkat, lalu menghubungi layanan darurat.

Dua tersangka yang lebih dulu ditangkap adalah pria berusia 34 dan 39 tahun dari Aubervilliers, wilayah di utara Paris. Setelah ditahan selama hampir 96 jam, keduanya didakwa dengan tuduhan pencurian terorganisir dan konspirasi kriminal. Beccuau mengatakan bahwa keduanya telah mengakui keterlibatan mereka.

Salah satu dari mereka ditangkap di Bandara Charles de Gaulle, ketika hendak terbang ke Aljazair dengan tiket sekali jalan. DNA-nya cocok dengan jejak yang ditemukan pada salah satu sepeda motor pelarian. (Hui/asr)

Sumber : Epochtimes.com dan Associated Press

AS Selangkah Lebih Dekat untuk Melarang Penuh Router Buatan Tiongkok TP-Link

EtIndonesia. Amerika Serikat selangkah lebih dekat menuju pelarangan penuh terhadap penjualan router buatan raksasa Tiongkok, TP-Link, di wilayahnya.

Menurut laporan The Washington Post pada Kamis (30 Oktober), setelah berbulan-bulan penyelidikan, Departemen Perdagangan AS telah menerima dukungan dari sejumlah lembaga penting — termasuk Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Departemen Pertahanan — untuk memberlakukan larangan terhadap TP-Link.

Langkah ini membuka jalan bagi dimulainya prosedur resmi pelarangan. Tahap pertama, Departemen Perdagangan akan memberi pemberitahuan kepada TP-Link dan memberikan waktu 30 hari bagi perusahaan tersebut untuk memberikan tanggapan. Setelah itu, departemen memiliki waktu 30 hari tambahan untuk mempertimbangkan keberatan dari TP-Link sebelum memberlakukan larangan secara resmi.

Sumber yang dikutip Washington Post menyebutkan, pihak berwenang menilai bahwa satu-satunya cara efektif untuk mengatasi risiko keamanan adalah melarang total penjualan TP-Link di AS, karena hubungan perusahaan itu dengan Tiongkok dianggap mengancam keamanan nasional Amerika.

Belum jelas kapan larangan ini akan dilanjutkan ke tahap final, apalagi pemerintah AS saat ini telah tutup sebagian selama hampir sdbulan.

Kekhawatiran terhadap Keamanan Jaringan

Router TP-Link terkenal karena harganya yang murah, dan menguasai sekitar 65% pangsa pasar router rumah tangga dan bisnis kecil di AS. TP-Link juga merupakan merek router terlaris di Amazon, dan bahkan menyediakan layanan jaringan bagi Departemen Pertahanan AS serta lembaga federal lainnya.

Namun, setelah serangkaian serangan siber terhadap router, kekhawatiran bipartisan meningkat bahwa router TP-Link memiliki celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas yang didukung pemerintah PKT.

Pada Mei lalu, lebih dari sepuluh senator Partai Republik — termasuk Ketua Komite Intelijen Senat Tom Cotton — menyerukan pelarangan penjualan lebih lanjut produk TP-Link.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Raja Krishnamoorthi, yang menjabat sebagai anggota senior Komite DPR untuk Urusan Tiongkok, bahkan mengangkat router TP-Link dalam rapat dengar pendapat pada Maret sambil berkata:

“Jangan gunakan perangkat ini. Di rumah saya pun tidak ada yang seperti ini.”

Latar Belakang Investigasi dan Serangan Siber

Selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump pada 2019, ia telah menandatangani perintah eksekutif yang memberi wewenang untuk menyelidiki TP-Link. Tahun 2024, pemerintahan Joe Biden secara resmi memulai penyelidikan itu, dan kini kelanjutannya berada di tangan pemerintahan Trump yang kedua.

Menurut Bloomberg, pejabat AS telah memastikan bahwa router TP-Link digunakan oleh peretas yang didukung pemerintah PKT dalam operasi siber besar bernama “Volt Typhoon” dan “Salt Typhoon”, yang menargetkan infrastruktur penting AS seperti jaringan air, transportasi, serta perusahaan telekomunikasi dan internet.

Microsoft mengungkapkan pada 2024 bahwa sejak 2021, peretas Tiongkok telah menggunakan router TP-Link yang diretas untuk membangun jaringan rahasia guna mencuri data login sensitif pelanggan Microsoft.

Perusahaan menambahkan bahwa jaringan tersebut digunakan oleh beberapa kelompok spionase siber asal Tiongkok. Pada November 2024, TP-Link Systems merilis pembaruan keamanan (patch) untuk perangkat yang rentan, namun hal itu dilakukan empat bulan setelah laporan pertama, dan perangkat yang dimaksud sudah tidak lagi diproduksi maupun didukung.

TP-Link menyatakan langkah tersebut menunjukkan komitmen melampaui kewajiban hukum untuk memperbaiki masalah keamanan.

Bantahan dari TP-Link

TP-Link menolak tuduhan adanya ancaman keamanan tersebut, menyebutnya tidak berdasar dan didasari informasi yang keliru.

Di AS, bisnis penjualan router TP-Link dijalankan oleh TP-Link Systems, yang berbasis di Irvine, California, dan telah dipisahkan dari perusahaan induknya di Tiongkok pada 2022.

Dalam pernyataannya pada Mei lalu, TP-Link Systems mengatakan:

“Sebagai perusahaan Amerika, tidak ada pihak asing atau pemerintah mana pun — termasuk Tiongkok — yang memiliki wewenang untuk mengakses atau mengendalikan desain dan produksi produk kami.”

TP-Link juga menegaskan: “TP-Link bukan perusahaan milik negara dan tidak memiliki hubungan erat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Tuduhan bahwa peretas asal Tiongkok menggunakan produk kami untuk menyerang jaringan hanyalah klaim menyesatkan dan tidak jujur — banyak produsen router lain juga pernah menjadi target serangan.”

Kekhawatiran Pejabat AS

Meski banyak produsen router Amerika juga mengandalkan pabrikan Tiongkok, pejabat AS menilai TP-Link lebih berisiko, karena hukum Tiongkok mewajibkan semua perusahaan di negaranya untuk mematuhi permintaan badan intelijen dan melaporkan kerentanan keamanan kepada Beijing.

Mereka juga khawatir TP-Link di Tiongkok dapat dipaksa mengirim pembaruan perangkat lunak yang mengubah fungsi router dan mengancam data pengguna.

Selain itu, pejabat keamanan menilai bahwa meskipun TP-Link Systems telah dipisah dari induk perusahaan di Tiongkok, entitas tersebut masih memiliki keterkaitan finansial dan aset bersama, yang dapat membuatnya tetap berada di bawah pengaruh Beijing — dan membahayakan keamanan data pengguna Amerika.

Sumber : Epochtimes.com 

Jaksa Agung AS Pam Bondi: Operasi Khusus di Memphis Tangkap 1.700 Tersangka, Selamatkan 80 Anak Hilang

Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi pada Rabu (29/10/2025) mengumumkan bahwa dalam waktu satu bulan terakhir, operasi gabungan penegakan hukum federal di Memphis, Tennessee, telah menyelamatkan sekitar 80 anak hilang dan menangkap 1.700 tersangka kriminal, termasuk 126 anggota geng.

EtIndonesia. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya mengumumkan pengiriman Garda Nasional dan agen federal ke kota Memphis pada bulan lalu. Selama bertahun-tahun, Memphis termasuk salah satu kota besar di AS dengan tingkat kejahatan kekerasan dan pembunuhan tertinggi di negara itu.

Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Jaksa Agung AS Pam Bondi menulis bahwa pemerintahnya “tidak akan mentoleransi kejahatan”.

Ia menambahkan: “Operasi ini telah memenjarakan anggota geng, menyelamatkan puluhan anak, dan membuktikan bahwa kerja sama antara aparat penegak hukum federal dan lokal dapat dengan cepat membuat kota-kota Amerika kembali aman.”

Bondi juga mengatakan: “Dalam waktu hanya satu bulan, kami telah menangkap 1.700 orang — termasuk 126 anggota geng. Operasi di Memphis ini menunjukkan bahwa membuat kota-kota Amerika kembali aman adalah sesuatu yang mungkin dicapai.”

Senjata Disita dan Operasi Berskala Besar

Dalam unggahannya, Bondi membagikan laporan dari Fox News yang memuat rincian hasil operasi tersebut. Berdasarkan data resmi, aparat berhasil menyita 293 pucuk senjata api selama operasi gabungan ini.

Presiden Trump menandatangani perintah resmi pada pertengahan September untuk mengirim Garda Nasional ke Memphis. Saat berbicara di Oval Office, Trump menjelaskan bahwa pasukan itu akan bergabung dengan satuan tugas khusus yang beranggotakan pejabat dari berbagai lembaga federal, termasuk FBI, Badan Penegakan Narkotika (DEA), Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), serta Dinas Marsekal Amerika Serikat (US Marshals Service).

Trump mengatakan bahwa tujuan perintah tersebut adalah memberantas kejahatan lokal dengan cara serupa seperti yang dilakukan di Washington D.C., yaitu melalui pengerahan Garda Nasional dan federalisasi kepolisian lokal.

Ia menambahkan: “Satuan tugas ini akan meniru keberhasilan luar biasa yang telah kami capai di Washington. Anda akan melihat hasil yang serupa, meskipun angka kejahatan di sini memang sangat mengejutkan — situasinya benar-benar parah.”

Trump juga menyebut bahwa FBI telah meningkatkan aktivitasnya di Memphis, kota terbesar kedua di negara bagian Tennessee, untuk membantu menurunkan angka kejahatan.

“Kami kini mengirimkan pasukan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Garda Nasional Dikerahkan ke Kota-Kota Lain

Belakangan ini, pemerintahan Trump juga mulai mengirimkan Garda Nasional ke beberapa kota besar lainnya, termasuk Los Angeles dan Chicago, sebagai bagian dari strategi nasional pemberantasan kejahatan.

Menurut analisis situs keamanan SafeHome.org berdasarkan data FBI, pada tahun 2024, Memphis mencatat tingkat pembunuhan tertinggi di antara kota-kota besar AS, yakni 40,6 kasus per 100.000 penduduk, diikuti oleh Baltimore (34,8) dan Detroit (31,2).

Sementara itu, West Memphis — wilayah pinggiran di negara bagian Arkansas, tepat di sebelah barat Memphis — diklasifikasikan oleh SafeHome sebagai kota kecil, namun memiliki tingkat pembunuhan tertinggi kedua secara nasional, yakni 72 kasus per 100.000 penduduk, hanya kalah dari East Point, Georgia (pinggiran barat daya Atlanta), yang mencatat 78,5 kasus per 100.000 penduduk.

Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris dengan judul  About 80 Missing Children Rescued, 1,700 People Arrested in Memphis: Bondi

Surat-surat Tentara Perang Dunia 1 Bertanggal 1916 Ditemukan dalam Botol di Pantai Australia

EtIndonesia. Pesan-pesan dalam botol yang ditulis oleh dua tentara Australia beberapa hari setelah pelayaran mereka ke medan perang Prancis selama Perang Dunia I telah ditemukan lebih dari seabad kemudian di pantai di Australia.

Keluarga Brown menemukan botol bermerek Schweppes tepat di atas permukaan air di Pantai Wharton dekat Esperance di negara bagian Australia Barat pada 9 Oktober, kata Deb Brown pada hari Selasa (28/10).

Suaminya, Peter, dan putrinya, Felicity, menemukan botol itu dalam salah satu ekspedisi rutin keluarga dengan sepeda quad untuk membersihkan pantai dari sampah.

“Kami sering membersihkan pantai dan selalu membuang sampah. Jadi, botol kecil ini tergeletak di sana menunggu untuk diangkut,” kata Deb Brown.

Di dalam kaca bening dan tebal itu terdapat surat-surat ceria yang ditulis dengan pensil oleh Prajurit Malcolm Neville, 27 tahun, dan William Harley, 37 tahun, tertanggal 15 Agustus 1916.

Kapal pengangkut pasukan mereka, HMAT A70 Ballarat, telah meninggalkan ibu kota negara bagian Australia Selatan, Adelaide, di sebelah timur pada 12 Agustus tahun itu dalam perjalanan panjang ke seberang dunia di mana para prajuritnya akan memperkuat Batalyon Infanteri Australia ke-48 di Front Barat Eropa.

Neville gugur dalam pertempuran setahun kemudian. Harley terluka dua kali tetapi selamat dari perang, meninggal di Adelaide pada tahun 1934 karena kanker yang menurut keluarganya disebabkan oleh gas yang dijatuhkan oleh Jerman di parit.

Neville meminta penemu botol itu untuk mengantarkan suratnya kepada ibunya, Robertina Neville, di Wilkawatt, yang kini hampir menjadi kota mati di Australia Selatan.

Harley menulis, “Semoga penemunya baik-baik saja seperti kami saat ini.”

Neville menulis kepada ibunya bahwa dia “sangat senang, makanannya sejauh ini sangat enak, kecuali satu makanan yang kami kubur di laut.”

Kapal itu “bergoyang-goyang dan terombang-ambing, tetapi kami sama bahagianya dengan Larry,” tulis Neville, menggunakan bahasa sehari-hari Australia yang kini telah pudar yang berarti sangat bahagia.

Neville menulis bahwa dia dan rekan-rekannya berada, “Di Suatu Tempat di Laut.” Harley menulis bahwa mereka berada, “Di Suatu Tempat di Teluk,” merujuk pada Teluk Besar Australia. Teluk itu adalah teluk terbuka yang sangat besar yang dimulai di timur Adelaide dan memanjang hingga Esperance di tepi barat.

Deb Brown menduga botol itu tidak terhanyut jauh. Kemungkinan besar botol itu terdampar lebih dari satu abad di pantai, terkubur di bukit pasir. Erosi bukit pasir yang luas akibat gelombang besar di sepanjang Pantai Wharton dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan telah menggesernya.

Kertasnya basah, tetapi tulisannya tetap terbaca. Karena itu, Deb Brown dapat memberi tahu kerabat kedua tentara tersebut tentang penemuan tersebut.

Botol itu “dalam kondisi prima. Tidak ada teritip yang tumbuh di atasnya. Saya yakin jika botol itu berada di laut atau terpapar sinar matahari selama itu, kertasnya akan hancur. Kami tidak akan bisa membacanya,” katanya.

Cucu perempuan Harley, Ann Turner, mengatakan keluarganya “benar-benar terkejut” dengan penemuan itu.

“Kami sungguh tidak percaya. Ini benar-benar terasa seperti keajaiban dan kami benar-benar merasa seperti kakek kami telah mengulurkan tangan untuk kami dari kubur,” kata Turner kepada Australian Broadcasting Corp.

Cicit Neville, Herbie Neville, mengatakan keluarganya telah dipersatukan oleh penemuan yang “luar biasa” itu.

“Kedengarannya dia cukup senang pergi berperang. Sungguh menyedihkan apa yang terjadi. Sangat menyedihkan bahwa dia kehilangan nyawanya,” kata Herbie Neville.

“Wah. Pria yang luar biasa,” tambah keponakan buyut itu dengan bangga. (yn)

Manusia Hidup dalam Kontradiksi

EtIndonesia. Pernahkah kamu menyadari bahwa pikiran manusia sering kali saling bertentangan?  Kita sering berkata “semoga semua keinginan terkabul” — dan memang ada benarnya. Namun yang jarang kita sadari adalah: banyak keinginan kita justru bertolak belakang satu sama lain.

Penyair Dinasti Tang, Luo Yin, pernah menuangkan pemahaman mendalam ini dalam puisi pendek berjudul “Salju”.

Meski judulnya tentang salju, puisi ini bukan sekadar menggambarkan keindahan alam, melainkan menyuarakan keadaan rakyat miskin saat itu — penuh simpati dan kritik sosial.

Puisi itu hanya terdiri dari 20 aksara:

Baris pertama mempertanyakan:  “Semua senang karena salju pertanda panen, tetapi… benarkah hasil panen berarti semua orang akan hidup baik?”

Luo Yin memahami bahwa nasib seseorang tidak hanya ditentukan oleh alam, tetapi oleh sikap dan usahanya sendiri. Jika seseorang bermalas-malasan, bahkan tahun panen terbaik pun tak akan membawa kebaikan baginya.

Baris berikutnya lebih menyentuh hati: “Di Chang’an pun masih ada rakyat yang begitu miskin hingga tak mampu membeli arang untuk menghangatkan diri.”

Maka meski salju baik bagi pertanian, bagi mereka — salju berarti dingin, penderitaan, bahkan ancaman hidup.

Kontradiksi inilah yang ingin dia tunjukkan. Puisi ini mencerminkan kenyataan pahit: kebaikan untuk sebagian orang, bisa menjadi kesulitan bagi yang lain.

Ini juga menjelaskan mengapa “keinginan terkabul” tidak sesederhana kedengarannya.

Kita ingin turunnya salju agar panen selamat, tapi juga takut terlalu banyak salju karena ada yang membeku kedinginan.  Kita ingin negara makmur, tetapi juga khawatir kemakmuran itu hanya dinikmati para koruptor. Kita ingin kerabat hidup berkecukupan, tapi diam-diam tidak ingin mereka melampaui kita.

Beginilah manusia — hidup dalam ketegangan antara dua keinginan yang berlawanan.

Dan mungkin memang begitulah hakikat kehidupan:  kita terus melangkah… sambil berdamai dengan kontradiksi dalam hati kita sendiri. (jhn/yn)

Moskwa Terbakar di Tengah Malam: Ukraina Pamer Senjata Rahasia, Putin Tersudut

EtIndonesia. Moskow kembali diguncang ledakan beruntun. Serangan jarak jauh Ukraina melumpuhkan kilang minyak strategis Rusia dari Krimea hingga wilayah Rusia bagian tengah. Gempuran udara itu diikuti kegagalan serangan lapis baja besar-besaran Rusia selama 6 jam di front Donbas, memperlihatkan tekanan struktural baru dalam mesin perang Kremlin.

Serangan Energi Jarak Jauh: Kilang & Depo Minyak Meledak Beruntun

Pada malam 28–29 Oktober 2025, Ukraina meluncurkan operasi drone jarak jauh terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Fasilitas energi utama Rusia dihantam secara simultan:

  • Kilang Ulyanovsk (±660 km dari Ukraina)
  • Kompleks petrokimia Lukoil, Stavropol (±700 km)
  • Kilang di Republik Mari El, timur Moskow
  • Depo minyak Hvardiiske, Krimea (serangan kedua dalam 2 minggu)

Citra satelit menunjukkan kobaran api besar dan ledakan beruntun. Analis energi menilai, distribusi target yang dekat dengan jalur pipa trunk utama mengancam rantai logistik dan suplai energi nasional Rusia.

“Ini operasi kawanan drone multi-teater… cakupan paling luas sejauh ini,” tulis analis keamanan Eropa.

Perkiraan jarak operasi drone Ukraina kini mencapai 1.000 km.

Langit Moskow Panik: 130+ Drone, Rudal Flamingo Muncul

Ruang udara Moskow masuk status darurat. Kanal pemantau Rusia melaporkan lebih dari 130 drone bergerak menuju ibu kota. Beberapa bandara menghentikan operasi penerbangan.

Video yang dirilis pihak Rusia menunjukkan kilatan misil jelajah yang diduga Flamingo, rudal buatan Ukraina generasi terbaru, melintas menuju Moskow pada malam 26–27 Oktober. Rusia tidak mengonfirmasi keberhasilannya mencegat rudal itu.

Analis Barat menyebut ini bisa menjadi pertama kalinya Ukraina menggunakan Flamingo untuk menyerang Moskow, sinyal kemajuan industri pertahanan Ukraina.

Krisis BBM Rusia Menggigit

Serangan beruntun terhadap kilang menyebabkan kelangkaan BBM. Namun Menteri Energi Sergey Tsivilyov menyangkal dampak serangan dan menyebut gangguan “perawatan kilang” serta “permintaan musiman.”

Narasi Kremlin dinilai minim kredibilitas mengingat bukti visual ledakan yang banyak beredar.

Pertahanan Udara Moskow Diperkokoh

OSINT Okhohor melaporkan Rusia menambah 21 posisi pertahanan udara baru dalam dua bulan terakhir, 80 persen menghadap Ukraina. Selain S-300/S-400, sistem Pantsir-S1 ditempatkan untuk menangkal drone low-altitude.

Kremlin dikabarkan sangat khawatir jika Ukraina nantinya memperoleh Tomahawk dari Amerika Serikat.

Front Donetsk: Serbuan Baja Rusia 6 Jam Runtuh Total

Pada malam 28 Oktober 2025, Rusia melancarkan serangan darat besar menggunakan 29 kendaraan lapis baja dari arah Shakhove–Velyka Novosilka menuju Pokrovsk.

Aksi berlangsung dari senja hingga tengah malam. Hasilnya:

Kerugian RusiaJumlah
Tank hancur2 unit
IFV hancur12 unit
APC hancur1 unit
Durasi serangan6 jam
HasilGagal total, mundur

Drone pengintai Ukraina memandu artileri jarak dekat, sementara ladang ranjau pintar menghancurkan formasi awal. Ukraina menyebut ini serangan lapis baja terbesar Rusia dalam beberapa bulan terakhir, namun tanpa koordinasi memadai.

Pokrovsk Jadi Taruhan Strategis

Pokrovsk merupakan simpul logistik yang menyalurkan 70 persen suplai amunisi dan BBM ke garis timur Ukraina. Rusia menargetkan pengepungan demi memotong jalur ke Sloviansk dan Kramatorsk.

Status pertempuran (hingga 29 Oktober):

  • Rusia mengklaim kuasai 7 distrik
  • Pertempuran hanya 3 km dari pusat kota
  • Rata-rata “umur tempur” prajurit Ukraina < 4 hari
  • Jalur suplai tertutup, logistik dibawa manual menembus reruntuhan

“Siapa yang menguasai Pokrovsk, mengendalikan Donbas barat,” ujar Presiden Zelenskyy.

Musim dingin yang mendekat diprediksi membuat medan lumpur beku, menghambat operasi tank Rusia.

Serangan HIMARS ke Bendungan Belgorod Dikonfirmasi

Ukraina mengakui operasi gabungan drone + HIMARS terhadap bendungan Glafovka (24 Oktober), yang:

  • Merusak struktur bendungan
  • Membanjiri jalur logistik Rusia di Belgorod
  • Merusak posisi Resimen 82 & Brigade 138 Rusia
  • Mengganggu jalur sepanjang sungai Oskil

Taktik ini disebut meniru serangan Ukraina ke Nova Kakhovka pada 2023, namun dengan presisi lebih tinggi.

Turunnya Kredibilitas Kremlin

Milblogger Rusia mengecam Kepala Staf Valery Gerasimov karena klaim “fantastis” bahwa Pokrovsk sudah terkepung.

Komentar pedas bermunculan: “Kalau 10 ribu tentara Ukraina terjebak, mana parade tawanan di Moskow?”

Banyak analis menyebut budaya laporan palsu dalam militer Rusia makin terlihat saat kondisi memburuk.

 Prancis & Inggris Beranjak Masuk Langsung

SVR Rusia menyebut Prancis menyiapkan 2.000 personel di Polandia, dipimpin elemen Legiun Asing.

Inggris menambah pasokan 5.000 rudal dan membuka opsi pengiriman penasihat NATO ke Ukraina.

Mos kow mengecam langkah ini sebagai “eskalasi langsung NATO”.

Diplomasi Kremlin Gagal: Washington Mengunci Energi Rusia

Utusan Putin, Kirill Dmitriev, kunjungan 3 hari ke AS (akhir Oktober) berujung kegagalan.

Di saat bersamaan AS menjatuhkan sanksi baru pada:

  • Rosneft
  • Lukoil

·         30 entitas energi Rusia

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent: “Pendapatan minyak Rusia telah turun 20 persen, akan turun 30 persen lagi.”

India langsung merespons:

  • Kilang swasta memotong pesanan minyak Rusia
  • Bank menolak transaksi terkait entitas Rusia
  • Reliance Industries menyiapkan penghentian impor minyak Rusia bertahap

Analis menyebut ini “penguncian finansial global terhadap Kremlin”.

Rusia Balas Serang Infrastruktur Ukraina

The Economist melaporkan Rusia fokus menghantam:

  • Sumy
  • Chernihiv
  • Kharkiv

Target: hub listrik & gas, ingin memutus jaringan energi timur-barat.

Namun aksi sabotase Ukraina memaksa Rusia… justru menyambungkan kembali PLTN Zaporizhzhia ke jaringan Ukraina agar listrik tetap stabil.

Ironi besar di tengah perang energi.

 Kesimpulan

Serangan energi Ukraina memasuki babak baru: dalam-dalam, simultan, sistematis. Rusia gagal mencetak terobosan darat dan kini menghadapi beban logistik, moral, serta tekanan diplomatik yang semakin berat.

Pokrovsk menjadi medan penentu. Moscow terbakar. Diplomasi buntu. Sekutu Ukraina bergerak makin dekat ke garis depan.

Musim dingin mendekat. Perang belum menunjukkan tanda reda. 

Lebih Baik Mengurai Dendam daripada Menambah Dendam Baru

EtIndonesia. Kita harus memahami satu hal penting:  Saat ada seseorang yang memusuhi kita di kehidupan ini, kemungkinan besar itu bukan tanpa sebab. Boleh jadi — di kehidupan lampau, kitalah yang lebih dulu menyakitinya. Karena itu, di kehidupan ini kita justru harus menyelesaikan utang karma itu, bukan menambah yang baru.

Kalau ada orang membenci kita, memfitnah kita, menjatuhkan kita — jangan balas dengan kebencian. Jangan tambah dendam. Maafkan dia. Biarkan berlalu. Jika kita mampu melakukannya, di kehidupan berikutnya dia justru bisa menjadi teman baik kita — bukan menjadi musuh lagi. Inilah wujud kebijaksanaan sejati, dan inilah cara mengubah takdir serta menutup pintu derita karma.

Jika Tak Mampu Menahan Diri Sekarang — Masa Depan Bisa Lebih Gelap

Hanya karena hal sepele kita langsung membalas, marah, melawan — dendam akan terus menumpuk, dan akan berlanjut ke kehidupan berikutnya. Orang yang menyimpan dendam, setelah meninggal sering jatuh ke jalan lahir yang rendah (neraka, setan lapar, atau binatang).

Begitu karma buruk habis, dia akan lahir kembali sebagai manusia — dan bertemu kita lagi… untuk melanjutkan dendam itu.

Maka putuskan mata rantai itu sekarang — bukan nanti.

Belajar dari Mahaguru yang Penuh Welas Asih

Ada seorang mahaguru tua — hidupnya menjadi teladan.  Di mana pun dia berada, semua orang — baik yang baik maupun yang jahat — menyukainya. Tidak pernah seumur hidupnya dia menyimpan kebencian kepada siapa pun.

Suatu hari, dia melihat seorang pemuda sedang mencuri jagung dari ladangnya. Pemuda itu panik dan ketakutan.

Namun sang mahaguru justru berkata dengan tenang: “Tak apa… kalau mau ambil, carilah yang besar-besar sekalian.”

Lalu dia pergi meninggalkan tempat itu — hatinya benar-benar tidak terganggu sedikit pun.

Dia memiliki ratusan hektare tanah, dan semuanya ditanam bukan untuk dijual, melainkan untuk dibagikan kepada para fakir miskin. Karena itu, ketika ada orang mencuri — dia menganggapnya sebagai penerima sedekah. Dia tidak marah — justru berbahagia karena bisa memberi.

Inilah hati yang benar-benar tidak menumbuhkan permusuhan. Inilah kebahagiaan sejati dari memberi dan melepaskan.

Kesimpulan Hikmah

  • Memaafkan orang lain — adalah cara membersihkan karma buruk diri sendiri.
  • Menghalangi orang lain — sama seperti sedang mengundang kesulitan bagi diri sendiri di masa depan.
  • Jika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan — jangan salahkan orang lain

 Selalu mulai dengan introspeksi: “Kesalahan ini mungkin berasal dari diriku sendiri.”

Bahkan kepada orang yang memusuhi kita — kita tidak hanya tak boleh benci, justru harus berterima kasih.  Karena kehadiran mereka lah yang melatih kita untuk sabar, rendah hati, mengikis ego, dan menaikkan kualitas jiwa.

Dendam adalah api yang membakar dua pihak.  Memaafkan adalah air yang memadamkannya — hanya yang bijak mampu memilih air.(jhn/yn)

Tragis dan Mengejutkan! Lansia di Pedesaan Tiongkok Hidup Tanpa Jaminan Sosial, Banyak yang Bundir 

Kehidupan para lansia di pedesaan daratan Tiongkok sangat sulit. Mereka tidak memiliki jaminan sosial, hidup miskin, tidak mampu berobat ketika sakit, dan banyak di antaranya memilih bundir. Fenomena ini sebenarnya telah terungkap sejak tahun 2014 oleh para akademisi Tiongkok, namun setelah lebih dari satu dekade, keadaan bukannya membaik, malah semakin parah.

EtIndonesia. Pada 29 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Chongyang (festival tradisional untuk menghormati orang tua), seorang pengguna media sosial asal Hubei mengunggah video dengan suara sedih, mengatakan bahwa ibunya telah tiada. Ia menunjukkan rumah yang dipenuhi debu, halaman yang ditumbuhi lumut, lalu menambahkan:

“Bibi saya kemarin juga minum racun dan meninggal. Racun itu namanya Zhuzhuangsu (pupuk tanaman). Orang tua di desa semua berpikir untuk mengakhiri hidup dengan cara itu. Sepertinya ini sudah menjadi takdir bagi para lansia pedesaan.”

Pengguna lain dari Hubei menulis: “Di desa kami, sebagian besar orang tua meninggal karena minum racun. Itu sudah dianggap hal yang biasa.”

Di kolom komentar yang mencapai lebih dari 2.800 tanggapan, banyak netizen menceritakan pengalaman serupa:

  • “Bibi kakek saya baru saja meninggal bulan ini, minum Zhuzhuangsu karena kanker paru stadium akhir. Tidak ada yang tahu, tiba-tiba dia sudah pergi.”
  • “Paman saya bunuh diri saat libur Hari Nasional. Awalnya minum racun tapi belum mati, lalu gantung diri. Dia sengaja memilih waktu libur agar anak cucunya tak perlu izin kerja atau sekolah untuk mengurus pemakamannya. Benar-benar menyakitkan hati.”
  • “Ayah mertua saya, seorang guru pensiunan, menderita kanker pankreas. Ia menulis surat wasiat, menggantung diri dengan seutas kain putih di pohon, bahkan menyiapkan gunting di lantai agar mudah ditemukan.”
  • “Di Hubei, ini sudah seperti ‘tradisi’. Kakek saya gantung diri, kakek teman saya minum racun karena kanker hati, sepupu saya juga begitu. Kalau sudah sakit parah dan tak bisa disembuhkan, mereka memilih mati agar tak membebani anak-anaknya.”

Seorang warga Yichang, Hubei, menulis: “Banyak sekali lansia di sekitar saya meninggal tidak wajar — minum racun, terjun ke sungai, gantung diri. Kalau sudah tua atau sakit parah, mereka memilih mati.”

Kasus serupa juga terjadi di provinsi lain:

  • “Saya dari Guangxi. Di desa saya, banyak lansia yang kalau kena penyakit berat seperti kanker, mereka benar-benar minum racun pertanian untuk mengakhiri hidup.”
  • “Di Guangdong juga sama. Kakek saya tahun lalu minum racun, dan nenek suami saya juga begitu tahun ini.”
  • “Sepuluh tahun lalu orang tak percaya kalau banyak orang tua di sini mati karena minum Zhuzhuangsu. Tapi setelah ditelusuri, ternyata benar.”

Banyak warganet menganalisis bahwa akar masalahnya adalah ketiadaan jaminan sosial di pedesaan. Para lansia tidak punya pensiun, tidak mampu berobat, dan tidak mendapat perhatian anak-anak.

Komentar mereka mengatakan: “Penyakit yang tak bisa disembuhkan butuh biaya tanpa batas. Hidup sangat sulit, anak-anak tak peduli. Tidak ada yang bisa dilakukan.”
“Mereka tidak punya asuransi sosial. Kalau ada, mungkin mereka tak akan memilih mati.”

Pada  2014, tim riset yang dipimpin oleh Liu Yanwu, dosen Sosiologi Universitas Wuhan, melakukan penelitian selama enam tahun di lebih dari 40 desa di 11 provinsi, termasuk Hubei, Shandong, Jiangsu, Shanxi, Henan, dan Guizhou. Hasilnya diterbitkan dalam laporan berjudul “Studi Sosiologis tentang Bunuh Diri Lansia Pedesaan”.

Laporan itu mengungkap bahwa tingkat mengakhiri hidup di kalangan lansia pedesaan Tiongkok telah mencapai tingkat yang mengerikan sejak tahun 1990-an dan terus bertahan di angka tinggi hingga kini.

Menurut hasil survei, setidaknya 30% kematian lansia di pedesaan disebabkan oleh budir — dan itu adalah angka konservatif.

Alasan utama bunuh diri para lansia pedesaan antara lain:

  • kemiskinan dan kesulitan hidup,
  • penyakit berat,
  • serta kurangnya kasih sayang dan perhatian dari anak-anak.

Seorang netizen berkomentar: “Penelitian Liu Yanwu itu sudah 20 tahun lalu, artinya kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua dekade — dan sekarang sudah dianggap normal. Lansia di pedesaan tidak punya tempat bergantung, tidak punya jaminan hidup.”

Yang lain menulis: “Lansia di desa dan lansia pegawai negeri adalah dua dunia yang berbeda. Orang tua di desa bekerja keras seumur hidup, tapi tidak punya perlindungan sosial sama sekali.” (Hui/asr)

Laporan oleh Li Li, editor Zheng Yu, New Tang Dynasty Television

Drone Serang Oryol Rusia: Sirene Serangan Udara Berbunyi, Sistem Pertahanan Udara Aktif, Pembangkit Listrik Rusak

EtIndonesia. Kota Oryol di Rusia diserang oleh drone tak dikenal pada malam hari tanggal 31 Oktober, dengan ledakan dilaporkan terjadi di seluruh kota. Media lokal melaporkan serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah pembangkit listrik tenaga termal, menurut sumber media Rusia.

Sirene serangan udara berbunyi di Oryol sekitar pukul 00: 50 waktu setempat pada malam tanggal 31 Oktober.

Tak lama kemudian, stasiun televisi lokal mengeluarkan peringatan tentang ancaman rudal di wilayah Oryol, mendesak penduduk untuk berlindung di kamar-kamar tanpa jendela dengan dinding kokoh.

Warga melaporkan ledakan keras di beberapa bagian kota, dengan media lokal melaporkan sistem pertahanan udara aktif.

Saksi mata mengatakan mereka mendengar antara tiga dan tujuh ledakan di Oryol utara. Kilatan cahaya terang terlihat di langit, dan gelombang kejut memicu alarm mobil di seluruh wilayah tersebut.

Kemudian, penduduk setempat melaporkan serangan terhadap infrastruktur energi, yang kemudian dikonfirmasi oleh gubernur daerah Andrey Klychkov, yang mengatakan bahwa sebuah pembangkit listrik tenaga termal telah terkena serangan.

Dia mengatakan bahwa puing-puing dari pesawat nirawak tak dikenal jatuh ke wilayah pembangkit listrik tenaga termal, merusak peralatan listrik, meskipun tidak ada kebakaran yang dilaporkan. Tidak ada korban jiwa, menurut informasi awal.

Serangan pesawat nirawak sebelumnya di Oryol

Ini bukan insiden pertama. Pesawat nirawak tak dikenal juga menyerang Oryol pada akhir Agustus, ketika ledakan terdengar dan sistem pertahanan udara diaktifkan.

Puing-puing dari salah satu pesawat nirawak merusak sebuah bangunan tempat tinggal, memecahkan beberapa jendela dan mendorong evakuasi sebagian penduduk. Kebakaran juga terjadi di salah satu distrik kota.

Oryol menjadi lokasi pangkalan militer Rusia yang digunakan untuk meluncurkan pesawat nirawak Shahed buatan Iran ke Ukraina. Fasilitas tersebut dilaporkan memiliki delapan lokasi peluncuran berbasis darat dan ruas jalan sepanjang 2,8 kilometer yang diadaptasi untuk meluncurkan pesawat nirawak langsung dari kendaraan.(yn)

Kisah Nyata yang Tak Terbayangkan

EtIndonesia.  Seorang “Manusia Lumpuh” Mengalami Keajaiban Setelah Melafalkan Mantra Dàbēizhòu (大悲咒 / Great Compassion Mantra / Maha Karuna Dharani).

Aku adalah seorang anak yang tidak beruntung. Sejak lahir, hidupku sudah dimulai dengan tragedi. Aku pernah membenci langit, membenci takdir — jika aku memang seorang “manusia rusak”, mengapa tidak mati saja sejak lahir? Kenapa aku harus hidup sambil menyeret keluargaku ikut menderita?

Saat aku baru lahir, dokter mendiagnosis aku mengidap penyakit langka dengan probabilitas hanya 1 banding 1 juta untuk terjadi: kongenital myasthenia gravis berat disertai atrofi otot

Dokter berkata, aku tidak akan hidup melewati usia tiga tahun.  Lebih parah lagi — aku terlahir sebagai seorang “buta”. Atau tepatnya — aku bahkan tidak punya tenaga untuk membuka mataku.

Karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat berat, aku tidak dirawat lama di rumah sakit — hanya “dipulangkan untuk menunggu ajal”. 

Kakak laki-lakiku sampai berhenti sekolah demi membantu. Mungkin karena terlalu berat menyaksikan aku sekarat setiap hari, akhirnya dia memilih menjadi biksu.

Ayahku meninggal muda. Tinggallah aku — hanya bersama ibuku yang malang. Aku terbaring di ranjang selama lebih dari tujuh tahun, tak bisa bergerak sama sekali. Aku hidup melewati “vonis mati dokter” — dan itu tidak terjadi karena keajaiban medis… tapi karena cinta ibuku yang tak terbayangkan.

Cinta Seorang Ibu yang Melampaui Segalanya

Selama lebih dari tujuh tahun, ibuku merawatku seperti merawat bayi — setiap detik. Dia menyuapiku satu sendok demi satu sendok, membersihkan kotoranku, mengelap tubuhku, dan… bahkan menjilati kedua mataku dengan lidahnya setiap hari, karena itu satu-satunya cara yang dia tahu agar mataku tetap lembap dan bisa terbuka suatu hari nanti.

Dan benar — di tahun ketujuh, untuk pertama kalinya aku bisa membuka mata dan melihat cahaya. Ibuku tersenyum seindah bunga. Aku ingin tersenyum — tapi wajahku pun tak punya tenaga untuk tertawa. Yang menopangku hidup waktu itu — bukan medis, bukan karma, bukan harapan… tetapi HANYA cinta ibu.

Usia 10 Tahun — Sang Kakak Biksu Kembali

Suatu hari, kakakku pulang dari vihara. Saat melihat aku masih hidup, dia menangis sejadi-jadinya.

Dia bersimpuh di depan ibu, kemudian duduk di sampingku dan berkata: “Di arah Barat, ada dunia bernama **Sukhāvatī — Tanah Suci Bahagia.  Di sana ada Avalokiteśvara Bodhisattva (Guanyin Púsà / Dewi Welas Asih). Ada sebuah mantra agung — Dàbēizhòu — yang dapat menyembuhkan 84.000 jenis penyakit. Jika kamu melafalkannya dengan hati murni tanpa keraguan, apa pun bisa terjadi.”

Aku tidak bisa berbicara waktu itu. Tapi aku mengangguk di dalam hati. Aku ingin hidup. Aku ingin membalas ibuku.

Kakakku tinggal selama 7 hari. Setiap hari dia mengajarkanku satu kata dari Mantra Dàbēizhòu. Karena aku tidak bisa berkata-kata, aku menghafalnya dalam hati dan mengedipkan mata sebagai tanda “mengerti”.

Butuh 7 hari pendek untuk belajar — tapi 7 tahun lamanya untuk berhasil menghafalnya dalam hati. Ya — dengan cara mengulang di dalam batin.

Tiga Bulan yang Mengubah Segalanya

Sejak hari kakakku pergi, aku melafalkan Dàbēizhòu dalam hati sekitar 600 kali setiap hari — tanpa suara, tanpa gerakan — hanya dari batin. Dan aku lakukan itu selama 3 bulan penuh — tanpa melewatkan satu hari pun.

Dalam tiga bulan itu, aku merasakan sesuatu yang tak pernah kurasakan sepanjang hidupku: kedamaian, kejernihan, kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan. Aku mulai “melihat” diriku di kehidupan lampau, merasakan arus batin yang mengalir jernih…

Pada hari ke-90 — aku menangis sejadi-jadinya. Ada rasa penyesalan, syukur, hangat, lega, dan cahaya.

Keesokan harinya — semua penyakitku, rasa lumpuhku, kelemahanku… menghilang. Seperti bangkit dari kematian.

Keajaiban yang Tak Pernah Diharapkan

Saat itu ibu sedang memasak. Aku — yang dulu tak bisa bergerak sedikit pun — tiba-tiba berjalan perlahan mendekatinya… lalu berlutut.

Dengan suara sangat kaku — karena 10 tahun tidak pernah berbicara… aku berkata empat kata: “Ma… terima kasih.”

Ibuku hampir pingsan. Dia mengira aku sedang sekarat (fenomena terakhir sebelum meninggal).

Dia menangis sambil memelukku.

Tapi aku berkata berulang-ulang: “Ma… aku sungguh sudah sembuh. Sungguh…”

Butuh beberapa hari sebelum ibuku benar-benar percaya bahwa anak yang dia rawat seperti mayat hidup selama lebih dari 10 tahun — kini benar-benar hidup kembali.

Aku berkata kepadanya: “Ma… di dalam hatiku, Engkau adalah Guanyin Bodhisattva-ku.  Aku ingin hidup — agar bisa menjaga Mama — sekarang giliran aku.”

Tapi saat aku berusia 16 tahun, ibuku tersenyum… lalu pergi dengan damai. Dia meninggalkan dunia ini dengan hati penuh cinta — tanpa pernah menyerah padaku.

Setelah itu, aku mengikuti langkah kakakku — dan menjadi biksu.

Dan aku bisa berkata dengan penuh keyakinan: “Jalan Dharma (jalan spiritual) — benar-benar indah.” (jhn/yn)

Intelijen Barat: Beberapa Batch Prekursor Rudal Dikirim dari Tiongkok ke Iran

EtIndonesia. Intelijen Barat mengungkapkan bahwa setelah PBB mengumumkan pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran, negara itu dengan cepat meningkatkan impor bahan utama rudal dari Tiongkok untuk membangun kembali kemampuan teknologi dan peralatan militernya.

Menurut berbagai sumber, rantai pasokan yang terlibat dalam pengiriman prekursor rudal ini sangat tertutup dan melibatkan sejumlah entitas yang telah dikenai sanksi.

Media Amerika Serikat CNN pada 29 Oktober melaporkan bahwa menurut sumber intelijen Eropa, sejak mekanisme “pemulihan cepat sanksi” PBB diberlakukan pada akhir September, beberapa batch natrium perklorat telah tiba di Pelabuhan Abbas, Iran. Natrium perklorat merupakan bahan utama untuk bahan bakar padat rudal konvensional jarak menengah Iran.

Sumber tersebut mengatakan, total sekitar 2.000 ton natrium perklorat telah dikirim sejak 29 September. Bahan ini dibeli Iran dari pemasok Tiongkok setelah konflik berdurasi 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, untuk membangun kembali persediaan rudal yang terkuras.

Beberapa kapal kargo dan entitas Tiongkok yang terlibat dalam pengiriman tersebut kini telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.

Sanksi yang diberlakukan kembali oleh PBB kali ini mencakup larangan bagi Iran untuk melakukan kegiatan apa pun yang terkait dengan rudal balistik yang mampu membawa senjata nuklir. 

Negara-negara anggota juga diwajibkan mencegah pengiriman bahan apa pun yang dapat membantu Iran mengembangkan sistem pengangkut senjata nuklir. Para ahli menilai, bahan untuk pengembangan rudal balistik juga termasuk dalam kategori tersebut.

CNN, menggunakan data pelacakan kapal dan unggahan media sosial para awak kapal, berhasil menelusuri beberapa kapal kargo yang mengangkut natrium perklorat dari pelabuhan Tiongkok ke Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejak akhir April, kapal-kapal ini telah berulang kali melakukan perjalanan antara Tiongkok dan Iran. Menurut sumber, para awak kapal dipekerjakan oleh Perusahaan Pelayaran Republik Islam Iran (IRISL), dan unggahan rutin mereka di media sosial menunjukkan pelabuhan-pelabuhan tempat kapal berlabuh selama perjalanan.

Salah satu kapal yang terlibat adalah kapal kargo “Basht” (MV Basht), yang telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat. Kapal ini berangkat dari Zhuhai, Tiongkok, pada 15 September dan tiba di Pelabuhan Abbas, Iran, pada 29 September, sebelum kembali lagi ke Tiongkok.

Intelijen Barat juga mengungkap bahwa kapal lain bernama “Artavand” (MV Artavand) berangkat dari Pelabuhan Liuheng, Tiongkok, pada 12 Oktober menuju Pelabuhan Abbas. Sistem pelacakan otomatis (AIS) kapal tersebut dimatikan selama perjalanan, diduga untuk menyembunyikan pergerakannya.

Sumber dari lembaga keamanan Eropa mengatakan bahwa ada “armada gelap” yang melibatkan sejumlah perusahaan cangkang, digunakan untuk terus-menerus mengirim natrium perklorat ke Iran. Selain itu, beberapa perusahaan yang tampak legal juga terlibat, termasuk dua perusahaan yang telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada April tahun ini.

Pemerintah AS menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut merupakan bagian dari “jaringan yang mewakili Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)” dalam memperoleh bahan pendorong untuk rudal balistik.

Sumber intelijen menyebutkan bahwa sebagian besar perusahaan yang terlibat berbasis di Dalian, Tiongkok. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Ketika Pikiranmu Berubah — Duniamu pun Ikut Berubah

EtIndonesia. Seorang pria sedang naik bus di hari hujan. Bus penuh sesak seperti tumpukan (ikan) sarden, membuat suasana sangat tidak nyaman.Tiba-tiba ia merasakan ujung payung seseorang menusuk pergelangan kakinya. Dia langsung kesal — dan spontan ingin memarahi orang yang “tidak tahu sopan santun” itu.

Namun karena bus terlalu padat, dia tidak bisa berbalik. Dan setiap kali bus berguncang, rasa sakit itu makin jelas terasa.

Kemarahannya semakin memuncak — dia bersumpah dalam hati: “Begitu ada ruang gerak, aku pasti tegur orang itu habis-habisan!”

Akhirnya, di satu halte besar, sebagian penumpang turun. Dia pun segera bergerak — mendorong benda yang menusuk kakinya dengan sepatu… lalu berbalik dengan wajah paling marah.

Namun, yang dia lihat bukanlah orang ceroboh — melainkan seorang TUNA NETRA. Dan yang mengenai kakinya barusan bukan payung, melainkan tongkat penuntunnya.

Sekejap saja, seluruh amarahnya LENYAP. Rasa sakit di kakinya seolah menjadi ringan.

Apa yang berubah?  Bukan peristiwa. Bukan rasa sakit. Melainkan PIKIRANNYA.

Hal yang sama dijelaskan oleh kisah dalam Zhuangzi:

Suatu pagi berkabut, seorang pria sedang mendayung perahu melawan arus. Tiba-tiba tampak perahu kecil meluncur deras ke arahnya.

Dia berteriak keras: “Awas! Awas!”

Namun perahu itu terus melaju dan menabrak perahunya.

Marah besar, dia langsung berteriak dan memaki tanpa henti. Namun ketika dia perhatikan lebih dekat — perahu itu KOSONG. Sekejap amarahnya padam.

Perhatikan fenomena ini:

  • Kalau air jatuh dari lantai atas mengenai tubuhmu, kamu mungkin marah besar.
  • Tapi kalau hujan turun dari langit, kamu basah — dan kamu TIDAK marah.

Bedanya apa?

Peristiwanya mirip — namun penjelasan di kepalamu berbeda.

Sering kali, yang menyakiti kita bukan “kejadian itu”, melainkan “cara kita menafsirkannya”.

Besarnya masalah sebenarnya tidak sepenting bagaimana pikiranmu memandang masalah itu.

Selama pikiran tidak berubah, nasib pun tidak berubah.  Begitu pikiran berubah — seluruh dunia ikut berubah.

Ingatlah: dunia luar sering kali tak bisa kita kendalikan. Tapi dunia dalam — yaitu pikiran kita — selalu ada dalam genggaman.

Dan saat pikiranmu memilih kedamaian —  hidupmu pun perlahan berubah arah. (jhn/yn)

Tentara Ukraina Masih Menguasai Wilayah Rusia

EtIndonesia. Pasukan Ukraina masih menguasai beberapa posisi di wilayah Rusia. Situasi di sana tetap stabil, ungkap juru bicara kelompok Kursk, Oleksandr Nevidomyi.

Nevidomyi mencatat bahwa situasi di wilayah tanggung jawab kelompok Kursk terkendali. Arah pergerakan masih cukup aktif, meskipun upaya serangan Rusia telah berkurang.

Menurutnya, pasukan Rusia belum membatalkan rencana mereka untuk menciptakan apa yang disebut zona penyangga. Namun, pasukan Ukraina terus menggagalkan niat musuh ini.

“Beberapa unit kami terus mempertahankan posisi di wilayah Federasi Rusia. Dengan kata lain, kelompok Kursk terus menjalankan misi tempur yang ditugaskan,” ujarnya.

Operasi Kursk

Musim panas lalu, pasukan Ukraina secara tak terduga melancarkan operasi skala besar di wilayah Kursk Rusia, yang membuat pasukan Rusia lengah.

Pasukan Ukraina maju hampir setiap hari setelah berhasil melintasi area berranjau di dekat perbatasan.

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mencatat bahwa melalui operasi ini, pasukan Ukraina yang bertahan memaksa tentara Rusia untuk mengerahkan kembali sejumlah besar pasukan ke wilayah Kursk.

Dia juga menekankan bahwa selama persiapan operasi, Ukraina tidak memberi tahu sekutunya, termasuk Amerika Serikat, karena, seperti yang dia katakan, “kemenangan mencintai keheningan.”

Hasilnya, pasukan Ukraina yang bertahan secara signifikan mengisi kembali jumlah pertukaran tawanan mereka, menangkap lebih dari seribu tentara Rusia.(yn)