Kebaikan Adalah Ladang Pahala Terbesar dalam Hidup Seorang Manusia

EtIndonesia. Tahun 1871, seorang anak laki-laki berusia delapan tahun menolak berangkat ke sekolah suatu pagi. Saat ibunya bertanya alasannya, dia menjawab, “Hari ini sekolah libur, kami seharusnya ke panti sosial untuk berbuat kebaikan.”

Dia tahu kondisi keluarganya miskin — dia tidak tega meminta uang dari ibunya, maka dia memutuskan tidak ikut.

Ibunya pun berkata lembut:  “Nak, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?

 Lalu sang ibu bertanya: “Kamu punya sepasang tangan, bukan?”

 Anak itu mengangguk.

“Itulah jawabannya. Kamu bisa membantu membereskan tempat tidur orang tua di sana, atau merapikan ruangan mereka. Kalau kamu merasa tidak cukup kuat, kamu bisa tersenyum — karena seulas senyuman yang ikhlas pun adalah kebaikan,” kata ibunya.

 Dia menatap ibunya dengan mata yang mulai berbinar.

 Ibunya menutup nasihatnya dengan kalimat yang tak dia lupakan seumur hidup:

“Berbuat baik tidak pernah bergantung pada syarat — hanya pada KEMAUAN.”

Anak itu tersentuh, bangkit dari tempat tidur, dan berangkat membantu.

Itulah awal dari perjalanannya dalam kebaikan.

Dari Sekedar Donasi Kecil — Hingga Menjadi Perusahaan Dunia

Saat memasuki usia 15 tahun, dia meninggalkan kampung untuk bekerja. Meski hasilnya sangat kecil, setiap minggu dia selalu menyisihkan 10% dari penghasilannya untuk donasi di gereja.

Anehnya, dia tidak menjadi miskin. Sebaliknya, dia tumbuh dan mendirikan usahanya sendiri.

Begitu usaha kecilnya berdiri, hal pertama yang dia lakukan adalah tetap menyumbangkan 10% pendapatannya. Penduduk sekitar mencibir — bahkan menuduhnya “mencari perhatian”. Tapi dia tetap melanjutkannya, tanpa peduli komentar orang.

Yang terjadi selanjutnya mencengangkan — usahanya bertumbuh pesat. Dia meningkatkan donasi menjadi 20%, 50%, bahkan 60% dari keuntungan perusahaannya.

Masyarakat akhirnya melihat keikhlasan dan ketulusan sejatinya. Orang-orang pun mulai memilih produknya, karena percaya pada hati baik di baliknya.

Dia selalu berdoa di gereja:  “Tuhan… Engkau telah memberiku terlalu banyak. Ajari aku cara membalas budi seluruh manusia ini.”

Nama pria itu adalah — William Colgate.

Ya — pendiri Colgate, merek pasta gigi yang kini mencakup 218 negara, menguasai lebih dari 40% pangsa pasar dunia, dan termasuk dalam 500 merek global terkuat.

Sebuah Pelajaran yang Sangat Sederhana — Namun Jarang Disadari

William Colgate tidak memulai dari kekayaan. Dia hanya memulai dari hati yang tidak mau menolak kebaikan — walau sekecil apapun.

“Kamu tidak punya uang? Kamu masih punya tangan. Kamu tak punya kekuatan? Kamu masih bisa memberi senyum. Kebaikan tidak pernah bergantung pada kondisi — hanya pada hati.”

Jangan tunggu kaya untuk menolong. Jangan tunggu kuat untuk berbuat baik. Kebaikan tidak dinilai dari besar atau kecilnya — tetapi dari KETULUSAN dan KEMAUAN.

Kebaikan — adalah ladang pahala terbesar manusia.(jhn/yn)

AS Berupaya Menegosiasikan Kesepakatan Baru dengan Hamas

EtIndonesia. Amerika Serikat telah menawarkan opsi kepada militan Hamas untuk meninggalkan sebagian wilayah Gaza dalam upaya meredakan ketegangan dan menstabilkan gencatan senjata, tetapi sejauh ini, belum ada yang menerima proposal tersebut, lapor Axios.

Melalui mediator Mesir dan Qatar, Amerika Serikat menyampaikan inisiatif kepada Hamas, menawarkan jalur aman bagi militannya untuk keluar dari wilayah yang saat ini berada di bawah kendali militer Israel. Proposal tersebut bertujuan untuk menstabilkan gencatan senjata dan membersihkan hampir separuh wilayah Gaza dari kehadiran kelompok bersenjata.

Para pejabat AS mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk meredakan konflik dan membuka jalan bagi perundingan kemanusiaan lebih lanjut, termasuk memulihkan infrastruktur sipil dan mengizinkan organisasi internasional mengakses wilayah terdampak.

Tanggapan Israel dan situasi terkini

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui proposal tersebut tetapi mengatakan bahwa hingga Kamis malam, tidak ada pejuang Hamas yang memanfaatkan kesempatan untuk meninggalkan wilayah yang dikuasai Israel.

Menurut sumber-sumber Israel, Hamas terus mempertahankan posisi di permukiman padat penduduk, menggunakan lokasi-lokasi sipil untuk melindungi operasinya.

Para pejabat di Yerusalem menekankan bahwa langkah diplomatik apa pun menuju stabilisasi hanya mungkin dilakukan jika Hamas sepenuhnya menghentikan serangannya.

Di Washington, para pejabat menekankan bahwa inisiatif tersebut bukan merupakan konsesi, melainkan upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengurangi risiko bagi warga sipil.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa Israel berhak untuk menanggapi serangan Hamas, mengomentari pelanggaran gencatan senjata terbaru di Gaza.(yn)

Militan Hamas sekali lagi melanggar gencatan senjata, memicu kembali bentrokan dan menimbulkan keraguan tentang keberlangsungan gencatan senjata.

IQ Saat Kita Marah



EtIndonesia.
Ada seorang pengusaha yang dikenal karena sikapnya yang sangat tenang dan stabil. Meski setiap hari menghadapi dunia bisnis yang keras dan penuh perubahan, dia hampir tidak pernah membuat kesalahan fatal. Karena itu pula, perusahaannya terus berkembang pesat.

Beberapa tahun kemudian, saat dia bersiap untuk pensiun, seorang wartawan bertanya pada acara perpisahannya: “Apa rahasia terbesar kesuksesan Anda selama puluhan tahun ini?”

Dia hanya tersenyum dan berkata singkat: “Saya tidak punya rahasia khusus. Hanya satu hal: saya selalu menghindari banyak bicara dan tidak mengambil keputusan saat sedang marah. Itu saja yang menyelamatkan saya dari banyak bencana.”

Satu kalimat, tetapi menjadi pelajaran hidup bagi semua yang mendengarnya.

Kisah Tragis Karena Keputusan yang Diambil Saat Marah

Ada seorang pria, istrinya meninggal karena komplikasi saat melahirkan. Untungnya, dia memiliki seekor anjing yang sangat pintar, yang sejak itu menjaga bayi mereka dengan setia.

Suatu malam, pria itu pulang sangat larut. Melihat anjingnya datang menyambut dengan wajah gembira — namun mulutnya penuh darah.  Sekejap, dia panik sekaligus marah luar biasa.

“Jangan-jangan… anjing ini memakan bayiku karena lapar?!”

Dia langsung berlari ke kamar bayi dan melihat tempat tidur kosong dan penuh bercak darah. Dengan amarah membara, tanpa berpikir panjang, dia menghajar anjing itu sampai mati.

Sesaat kemudian — bayinya merangkak keluar dari kolong tempat tidur sambil menangis. Tak jauh dari situ, ditemukan seekor serigala mati berlumuran darah. Anjing itu — dengan luka parah di kakinya — telah berjuang mati-matian menyelamatkan bayi itu dari serangan serigala.

Dia menatap bangkai anjing yang baru saja ia bunuh — dan menangis histeris tanpa bisa mengampuni dirinya sendiri.

Mengapa tragedi seperti ini bisa terjadi?

Karena akalnya hancur oleh amarah. Dia tidak memberi kesempatan untuk berpikir atau memeriksa kebenaran.

Psikolog mengatakan: “Saat seseorang sedang marah, IQ-nya setara dengan anak usia 5 tahun.”

Tidak peduli usiamu berapa, pendidikanmu seberapa tinggi — ketika amarah mengambil alih, seluruh kedewasaan mentalmu hilang.

Kitab Suci berkata: “Orang yang bijak tidak mudah terprovokasi oleh amarah.” — Amsal

Benar sekali. 

Saat kita marah:

  • IQ turun
  • EQ runtuh
  • kata-kata jadi kasar
  • keputusan jadi membabi buta
  • dan penyesalan datang terlambat

Jadi, jika kamu ingin hidupmu lebih stabil dan minim penyesalan…

Ingat satu hal sederhana: “Saat sedang marah — IQ kamu hanya setaraf anak usia 5 tahun.”

Latih diri untuk diam saat marah. Tunda bicara. Tunda keputusan. Sebab satu kalimat atau satu tindakan saat emosi bisa menghancurkan apa yang kamu bangun selama bertahun-tahun.

Ketika amarah mereda — kamu akan bersyukur karena tidak bertindak saat emosi masih membara.  Dan itulah ciri manusia yang benar-benar dewasa.(jhn/yn)

Hidup Ini Bukan Ditentukan oleh Keberuntungan — Tetapi oleh Tiga Hal Ini

EtIndonesia. Orang yang punya berkah tak perlu sibuk mengejar, sementara yang tak punya berkah berlari sampai napas tersengal.

Bagi sebagian orang, banyak yang mengira bahwa nasib baik seseorang ditentukan oleh keberuntungan.

Padahal sesungguhnya — berkah tidak pernah jatuh begitu saja dari langit. Berkah bukan hasil hoki sesaat, tetapi buah dari usaha dan tindakan yang kita tanam.

Itu adalah hukum alam — sebagaimana pepatah Buddha berkata: “Tanam kebaikan, baru dapat hasil kebaikan.”

Dan dari sudut pandang yang lebih dalam: Berkah bukan pemberian orang lain. Bukan takdir semata. Berkah adalah sesuatu yang kita bangun sendiri.

Maka sadarilah — hidup ini tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh tiga hal penting berikut ini:

01. Tubuh yang Sehat

Di tengah hidup modern yang cepat dan penuh tekanan, betapa banyak orang yang lupa bahwa harta terbesar dalam hidup adalah kesehatan dan kehidupan itu sendiri.

Punya kesehatan bukan berarti kita sudah punya segalanya. Tapi begitu kesehatan hilang — maka segalanya benar-benar hilang.

Usia menengah adalah saat kita mulai tersadar.

Dalam buku Setiap Orang Sedang Berperang, tertulis: “Menjaga kesehatan sebenarnya tidak sulit dan tidak memakan banyak waktu — kita hanya perlu mengubah cara hidup.”

Mulai hari ini:

  • Tidurlah lebih awal
  • Sempatkan waktu untuk bergerak
  • Perbaiki pola makan dan ritme hidup
  • Hentikan kebiasaan yang perlahan menghancurkan tubuh

Ketika tubuh baik, baru kita punya kekuatan untuk mencintai diri sendiri — dan masih punya tenaga untuk mencintai orang lain.

 02. Keluarga yang Harmonis

“Banyak orang berkeliling dunia untuk mencari apa yang dia butuhkan… lalu menyadari bahwa semuanya ada di rumah.”

Karena di rumahlah:

  • Ada orang yang paling mencintai kita
  • Ada orang yang paling kita cintai
  • Ada tempat pulang yang tak bisa digantikan apa pun

Sayangnya, banyak orang terlalu sibuk mengejar dunia luar — hingga tak sadar dia mengorbankan rumahnya sendiri.

Sampai pada titik tertentu dalam hidup, kita akan mengerti:
– Kebahagiaan bukan soal uang atau jabatan,
– Tetapi tentang keluarga yang duduk bersama,
– Dengan lampu rumah yang hangat dan damai.

Semua bentuk kasih sayang butuh kehadiran dan waktu.

Penulis besar Lin Yutang pernah berkata setelah melihat segala suka-duka dunia:

“Kebahagiaan hidup sebenarnya hanya empat hal:

1.      Tidur di ranjang sendiri

2.      Makan makanan masakan orangtua

3.      Mendengar kekasih berbicara lembut

4.      Bermain dengan anak-anak”

Keluarga adalah pelabuhan jiwa. Tempat pulang teraman dalam perjalanan hidup.

Di tengah perjuangan mencari nafkah, jangan sampai lupa menjaga rumah.
Di tengah sibuk mengejar mimpi, ingatlah untuk tetap hadir bagi mereka yang menunggu.

Karena saat rumah tenang — jiwa kita juga kuat.

03. Memiliki Sikap Mental yang Baik

“Orang pesimis meski hidup, jiwanya sudah mati. Orang optimis, meski usia bertambah — tetap awet muda.”

Bagaimana cara kita menyikapi hidup, seperti itu pula hidup akan membalas kita.

Dalam buku Setengah Ladang Bunga ditulis: “Kehidupan memberikan naskah yang berbeda pada setiap orang — ada yang datar, ada yang penuh warna, ada yang berisi tawa, ada yang penuh air mata. Tapi apa pun jalan ceritanya, tugas kita hanya satu: jalani dengan sepenuh hati sampai tirai menutup.”

Manusia sebenarnya hidup hanya mengandalkan suasana hati. Harta, jabatan, popularitas — semua bisa lenyap. Tapi cara kita menjalani hidup — itulah yang menentukan kualitas hari-hari kita.

Bahagia atau tidak, seringkali hanya masalah sudut pandang. Hari yang sama — bisa terasa indah, bisa terasa berat — tergantung hatimu.

“Anak muda tak mengerti rasa penat, usia tengah baru sadar dunia ini tak mudah.”

Semakin dewasa, semakin sadar:

  • Tubuh dijaga → masa depan masih penuh harapan
  • Keluarga dijaga → hati akan terasa hangat
  • Hati dijaga → hidup menjadi tenteram

Pada akhirnya, hidup memberi hasil dari apa yang kita tanamkan.

-Jika kita malas dan asal-asalan → takdir pun akan stagnan.
-Jika kita sungguh-sungguh dan terus bertumbuh → waktu akan membalas dengan keajaiban.

Semua kemegahan yang tampak indah di depan mata — sebenarnya hanya hasil dari kekuatan yang dikumpulkan diam-diam.

Karena segala kebaikan dan keberuntungan — lahir dari usaha yang tulus dan ketekunan yang tak terlihat.

Penutup

Mulai hari ini dan seterusnya, semoga setiap harimu dipenuhi dengan:

-Tubuh yang sehat,
-Rumah yang penuh cinta,
-Hati yang tenang dan kuat.

Dan percayalah — keberuntungan hanyalah bumbu penyedap dari hidup yang sudah kita usahakan dengan sungguh-sungguh. (jhn/yn)

Takut Akan Sanksi AS, Militer Myanmar Gempur Kawasan Penipuan Online dan Judol KK — Ribuan Orang Melarikan Diri

EtIndonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat meningkatkan penindakan terhadap “kawasan penipuan telekomunikasi” di Kamboja, yang telah menghancurkan jaringan kejahatan siber di Asia Tenggara. Pada saat yang sama, militer Myanmar terus membombardir markas besar kelompok penipuan daring — “Kawasan KK” (KK Park). Ribuan warga Tiongkok dan warga asing lainnya di dalam kawasan itu panik melarikan diri, dan situasinya digambarkan seperti zona perang.

Pengamat menilai bahwa militer Myanmar mungkin melakukan aksi ini untuk merespons tekanan dan perhatian AS terhadap masalah penipuan daring, namun juga tidak menutup kemungkinan bertujuan menghancurkan barang bukti.

Menurut laporan media asing, sejak 24 Oktober, serangkaian ledakan terus terdengar di sepanjang perbatasan Thailand–Myanmar, di mana militer Myanmar bersumpah akan menghancurkan seluruh kawasan tersebut.

Pada 25 Oktober malam, pasukan Myanmar kembali mengebom sebuah gedung di dalam kawasan KK menjelang kunjungan pejabat tinggi pemerintah yang direncanakan akan melakukan inspeksi ke wilayah itu.

Kawasan KK terletak di pinggiran Myawaddy, kota perdagangan penting di perbatasan Myanmar–Thailand. Kawasan ini dikenal sebagai pusat besar kejahatan siber dan perdagangan manusia.

Pejabat Thailand mengungkapkan bahwa lebih dari 2.000 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan melarikan diri dari kawasan KK, menciptakan pemandangan seperti gelombang pengungsi di masa perang. Sebagian besar dari mereka adalah warga Tiongkok dan India.

“Orang-orang di dalam kawasan itu tercerai-berai setelah serangan bom. Dalam waktu singkat mereka mungkin akan mencari basis baru. Kelompok penipuan ini mungkin belum sepenuhnya hancur, tetapi setidaknya langkah ini membuat tekanan internasional terhadap pemerintah Myanmar — terutama dari AS dan ASEAN — sedikit berkurang,” ujar Shen Ming-shih dari Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Taiwan. 

Waktu serangan tersebut bertepatan dengan kunjungan Perwakilan Dagang AS di Malaysia dan tur Presiden Donald Trump di Asia Tenggara untuk menghadiri KTT ASEAN.

“AS dan Tiongkok kemungkinan juga membahas kerja sama dalam pemberantasan kejahatan lintas negara — terutama penipuan telekomunikasi dan pencucian uang. Dalam hal ini, langkah militer Myanmar bisa dianggap sebagai bentuk tanggapan terhadap perhatian kedua negara. Namun saya kira, ada juga kemungkinan tindakan ini dilakukan untuk menghancurkan barang bukti,” kata mantan pengacara Beijing, Lai Jianping.

Sebelum pengeboman kawasan KK, Departemen Kehakiman AS telah menuntut Chen Zhi, bos dari Prince Group (Taizi Group) di Kamboja, atas dugaan memimpin jaringan kejahatan internasional yang terlibat perdagangan manusia, kerja paksa, dan penipuan kripto. Pemerintah AS juga menyita aset Bitcoin senilai sekitar 15 miliar dolar AS yang dikuasainya.

Dibandingkan dengan kawasan penipuan di bawah kendali Chen Zhi di Kamboja, kawasan KK di Myanmar jauh lebih terkenal dengan reputasi buruknya.

“Pemerintah militer Myanmar sudah merasakan tekanan dari Amerika Serikat, jadi mereka tentu harus mengambil tindakan dengan mengebom fasilitas-fasilitas itu. Namun tindakan itu juga memunculkan kecurigaan — apakah mereka ingin menghancurkan bukti yang bisa mengaitkan kawasan penipuan tersebut dengan militer Myanmar atau Partai Komunis Tiongkok,” tambah Shen Ming-shih.

Sebelumnya, sejumlah laporan media telah mengungkap bahwa PKT merupakan dalang utama sekaligus pihak yang turut berperan di balik berdirinya kawasan penipuan di Myanmar dan Kamboja.

Laporan oleh wartawan NTD Li Yun dan Qiu Yue

Operasi Pemberantasan Geng Narkoba Paling Mematikan dalam Sejarah Brasil: 2.500 Polisi Dikerahkan, Mayat Berserakan di Jalanan

Pada Selasa (28 Oktober), polisi Brasil melancarkan operasi besar-besaran di Rio de Janeiro untuk membasmi geng narkoba “Komando Merah” (Comando Vermelho). Dalam operasi itu, sedikitnya 64 orang tewas, termasuk 4 polisi.

EtIndonesia. Pada 28 Oktober pagi, terjadi baku tembak sengit di berbagai wilayah kumuh Rio de Janeiro. Sekitar 2.500 polisi dan tentara dikerahkan untuk melaksanakan ratusan surat penangkapan dan penggeledahan, dengan sasaran utama kelompok pengedar narkoba Komando Merah.

Rekaman video menunjukkan suara tembakan bertubi-tubi dan asap tebal di atas permukiman kumuh. Anggota geng bahkan membakar kendaraan untuk menghalangi laju kendaraan lapis baja polisi.

Menurut kepolisian, dalam operasi ini telah ditangkap 113 tersangka, serta disita 118 senapan dan lebih dari setengah ton narkoba.

Operasi besar ini terjadi menjelang KTT Iklim Walikota Dunia C40, yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro.

Namun, Menteri Kehakiman Brasil Ricardo Lewandowski pada Rabu (29 Oktober) mengatakan bahwa Presiden Lula da Silva terkejut dan tidak menyangka akan banyaknya korban tewas, sebab operasi besar tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada pemerintah pusat.

 “Saat ini baik presiden maupun kami belum memperoleh data lengkap. Informasi yang kami miliki masih berasal dari media. Kami akan segera menuju Rio de Janeiro untuk menyelidiki langsung, memverifikasi jumlah korban tewas, luka-luka, dan orang-orang yang terdampak,” kata Ricardo Lewandowski. 

Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyatakan bahwa jumlah korban tewas resmi saat ini mencapai 58 orang, namun diperkirakan akan terus bertambah.


“Rio de Janeiro sedang memimpin upaya ini. Bukan berarti kami bertindak sendirian, tetapi kami menyadari tanggung jawab kami. Pusat masalah yang mengganggu Brasil ini berada di Rio, dan kami tidak akan lari dari tugas kami. Kemarin kami telah memberikan pukulan berat terhadap kejahatan terorganisir dan membuktikan bahwa kami mampu memenangkan pertempuran ini,” ujarnya. 

Sementara itu, kantor pembela umum Rio de Janeiro menyatakan bahwa operasi kali ini merupakan yang paling mematikan dalam sejarah Brasil, dengan setidaknya 132 orang tewas — lebih dari dua kali lipat dari angka resmi awal pemerintah negara bagian.

Akibat besarnya jumlah korban, Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyerukan agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan independen terhadap operasi militer tersebut. (Hui/asr)

Laporan oleh Tian Xin, reporter magang New Tang Dynasty Television.

Badai Topan Melissa Mengamuk di Karibia:  30 Orang Tewas di Haiti, Jamaika Rata dengan Tanah

Topan kategori 5 “Melissa” menyapu kawasan Laut Karibia, menewaskan atau membuat hilang sedikitnya 30 orang di Haiti, sementara sebagian wilayah Jamaika dan Kuba berubah menjadi puing-puing. Pada Rabu (29 Oktober), badai itu mendekati Kepulauan Bahama.

EtIndonesia.  Pada 28 Oktober, Melissa menerjang Jamaika dengan kecepatan angin berkelanjutan hingga 298 km/jam, menjadikannya badai terkuat yang pernah menghantam langsung pantai Jamaika dalam sejarah.

Menurut perusahaan prakiraan cuaca swasta Amerika, AccuWeather, kerusakan yang ditimbulkan Melissa di Jamaika saja diperkirakan mencapai 22 miliar dolar AS, dan proses pemulihan kemungkinan memakan waktu 10 tahun atau lebih.

Pada  29 Oktober malam, Melissa melemah menjadi badai kategori 1, namun tetap berpotensi berbahaya. Diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan deras ke Bahama, dan bergerak menuju Bermuda pada 30 Oktober malam. Pemerintah Bahama telah mengevakuasi hampir 1.500 orang melalui udara sebelumnya.

Sebuah pohon tumbang terlihat sesaat sebelum Badai Melissa menerjang St. Catherine, Jamaika, pada 28 Oktober 2025. (RICARDO MAKYN/AFP via Getty Images)

Meskipun tidak langsung menghantam Haiti — negara dengan populasi terbesar di kawasan Karibia — badai ini menyebabkan hujan deras selama beberapa hari. Pemerintah Haiti melaporkan sedikitnya 25 orang tewas, terutama di kota pesisir Petit-Goave, sekitar 64 km sebelah barat Port-au-Prince, akibat jebolnya tanggul sungai.

Sebelumnya, Melissa juga meluluhlantakkan kota Santiago de Cuba, kota terbesar kedua di Kuba. Badai tersebut menenggelamkan desa-desa sekitar, memutus akses ke ratusan komunitas pedesaan, dan memaksa lebih dari 500.000 orang mengungsi secara darurat.

Pada 29 Oktober 2025, setelah Badai Melissa melanda Santiago, Kuba, beberapa pria terlihat menyelamatkan barang-barang dari reruntuhan rumah yang runtuh. (YAMIL LAGE/AFP via Getty Images)

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan bahwa Melissa telah menyebabkan “kerusakan parah” setelah mendarat di pesisir selatan negara itu. Di wilayah timur, hujan deras dan banjir merobohkan rumah-rumah dan menenggelamkan jalanan, sementara warga berjuang bertahan dalam kondisi sulit.

Badai Melissa memecahkan jendela, merobohkan atap, menumbangkan pepohonan, serta memutus kabel listrik dan jaringan komunikasi. Pemerintah Kuba mengevakuasi sekitar 735.000 orang, terutama di provinsi Santiago de Cuba, Holguín, dan Guantánamo.

Setelah badai berlalu, foto-foto menunjukkan rumah-rumah di Jamaika dengan atap rusak, toko-toko hancur, dan jalanan tergenang air. Di Republik Dominika, yang dilalui Melissa saat masih berstatus badai tropis, beberapa wilayah di Santo Domingo terendam banjir sebelum badai meningkat menjadi kategori topan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Jumlah Korban Tewas Akibat Penggerebekan Polisi Terhadap Geng Narkoba di Rio De Janeiro Meningkat Menjadi 121

EtIndonesia. Penggerebekan besar-besaran yang dilakukan polisi terhadap geng pengedar narkoba di Rio de Janeiro menewaskan sedikitnya 121 orang, ungkap pihak berwenang, Kamis (30/10) pagi.

Operasi tersebut dimulai Selasa di dua favela di kota tersebut, yang memicu baku tembak sengit. Sejumlah orang terluka. Di antara korban tewas terdapat empat petugas polisi, menurut keterangan pejabat.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah menyerukan penyelidikan atas kematian tersebut, dan menyebut operasi tersebut sebagai salah satu yang paling brutal dalam sejarah Brasil baru-baru ini.

Polisi mengatakan penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan selama setahun terhadap Komando Merah, sebuah geng kriminal yang mengendalikan perdagangan narkoba dan kegiatan ilegal lainnya di komunitas berpenghasilan rendah di Complexo do Alemao dan Penha. Kelompok ini berasal dari sistem penjara Rio dan telah memperluas pengaruhnya dalam beberapa tahun terakhir.

Selama operasi tersebut, petugas menangkap 113 orang, menyita 118 senjata, dan menyita lebih dari satu ton narkoba, ungkap polisi.

Kekerasan tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari di lingkungan terdampak. Sekolah-sekolah ditutup, sebuah universitas lokal membatalkan perkuliahan, dan bus-bus digunakan untuk memblokir jalan.

Rio telah lama menjadi lokasi penggerebekan polisi yang mematikan. Pada Maret 2005, 29 orang tewas di wilayah Baixada Fluminense, yang berbatasan dengan Rio. Pada Mei 2021, 28 orang tewas dalam penggerebekan di favela Jacarezinho.

Namun, skala operasi hari Selasa belum pernah terjadi sebelumnya. Aksi tersebut memicu protes dan tuduhan kekerasan berlebihan serta seruan agar gubernur Rio mengundurkan diri.

Pada Kamis pagi, para pemimpin masyarakat di Penha berkumpul di kantor pusat kelompok hak asasi favela CUFA untuk mempersiapkan bantuan hukum bagi keluarga yang berduka. Banyak toko masih tutup, dan suasana masih muram.(yn)

Pertemuan Trump–Xi Digelar, Warga Korea Marah: “Diktator Xi Jinping, Enyahlah!”

Pada 30 Oktober 2025, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping berlangsung di Busan, Korea Selatan. Seperti telah diperkirakan sebelumnya, sejak pagi hari area sekitar lokasi pertemuan sudah dipenuhi warga Korea yang menggelar aksi protes “anti Komunis Tiongkok”.

EtIndonesia. Xi Jinping tiba di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025) untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Pada pagi hari itu juga, ia mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di sekitar lokasi, sejumlah warga turun ke jalan, meneriakkan slogan seperti “Diktator Xi Jinping, enyahlah!” untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap rezim Komunis Tiongkok.

Pada 29 Oktober 2025, ribuan warga Korea Selatan menggelar aksi pawai dan unjuk rasa di pusat Kota Gyeongju, sambil mengangkat spanduk bertuliskan “Langit Akan Membinasakan PKT (Partai Komunis Tiongkok)” dan meneriakkan seruan, “Partai Komunis Tiongkok, enyahlah dari sini!” (Woohae Cho/Getty Images)

Menurut laporan Yonhap News, Xi Jinping dijadwalkan bertemu Trump di Busan, lalu melanjutkan perjalanan ke Gyeongju untuk menghadiri KTT informal ke-32 APEC pada 31 Oktober hingga 1 November.

Pada 1 November, Xi juga akan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Korea Selatan sejak Juli 2014 — atau setelah 11 tahun.

Pertemuan Trump–Xi digelar pada pukul 11.00 waktu setempat (10.00 waktu Beijing). Isu-isu utama yang dibahas meliputi tarif dagang AS–Tiongkok, ekspor tanah jarang (rare earth) dari Tiongkok, isu Taiwan, dan penyelundupan fentanyl.

Sementara itu, di sekitar lokasi pertemuan, sejumlah aksi protes anti Komunis Tiongkok terjadi secara bersamaan. Warga yang marah meneriakkan slogan-slogan menentang Xi Jinping dan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada 29 Oktober 2025, ribuan warga Korea Selatan menggelar unjuk rasa di pusat Kota Gyeongju sambil meneriakkan seruan, “Partai Komunis Tiongkok, enyahlah dari sini!” (Woohae Cho/Getty Images)
Pada 29 Oktober 2025, ribuan warga Korea Selatan menggelar unjuk rasa di pusat Kota Gyeongju sambil meneriakkan seruan, “Partai Komunis Tiongkok, enyahlah dari sini!” (Woohae Cho/Getty Images)

Menurut Yonhap News, pada 30 Oktober, pagi di dekat kantor polisi distrik Gangseo, Busan — tidak jauh dari Bandara Gimhae — kelompok warga konservatif mengadakan demonstrasi anti-Tiongkok. Mereka mengibarkan bendera Amerika di kendaraan dan menggunakan pengeras suara untuk menyuarakan protes terhadap kebijakan PKT dan kunjungan Xi Jinping ke Korea. Polisi kemudian melakukan siaran peringatan dan mengarahkan para demonstran menjauh demi menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan di sekitar lokasi.

Selain protes anti Komunis Tiongkok, pada hari yang sama juga digelar beberapa kegiatan menyambut dan melepas kepergian Trump. Beberapa kelompok konservatif dan gereja mengumumkan akan mengadakan upacara perpisahan di sekitar Bandara Gimhae sebagai bentuk dukungan terhadap kunjungan Presiden Trump.

Media melaporkan bahwa tiga pengguna YouTube sayap kanan ditahan polisi karena memimpin aksi protes anti-Komunis Tiongkok di dekat pangkalan udara Gimhae. Mereka meneriakkan kecaman terhadap PKT sambil mengibarkan bendera AS di atas mobil.

Menurut laporan United Daily News (Taiwan), wartawan media tersebut menyaksikan penjagaan ketat di sekitar pangkalan militer dekat bandara.

Seorang pria terlihat berdiri di atas truk, mengenakan topi bergambar Angkatan Udara AS, sambil melambaikan bendera Amerika dan berteriak lewat pengeras suara: “USA! “ “Diktator Xi Jinping, enyahlah! Kembali ke negaramu!” Polisi menyiarkan peringatan bahwa aksi tersebut tidak memiliki izin resmi dan meminta pria itu meninggalkan tempat. Setelah kebuntuan sekitar setengah jam, ia akhirnya pergi dari lokasi.

Sementara itu, menurut laporan stasiun TVBS pada 29 Oktober, warga Gyeongju menunjukkan sikap berbeda terhadap para pemimpin dunia. Seorang pemilik kafe mengatakan, “Saya menyukai Amerika, kerja sama antara AS dan Korea sangat baik.” Komentar ini mencerminkan pandangan positif masyarakat setempat terhadap AS.

Menjelang kedatangan Xi Jinping, warga Gyeongju telah menggelar serangkaian aksi protes anti Komunis Tiongkok. Di lokasi wisata terkenal, “Lonceng Kerajaan Silla”, ratusan orang berkumpul mengenakan atribut bertuliskan “Langit akan menghancurkan Partai Komunis Tiongkok ” (天滅中共) sebagai bentuk penentangan mereka.

Seorang demonstran Korea mengatakan, “Saya tidak peduli Xi Jinping datang atau apa yang dia lakukan. Kami hanya tidak ingin Partai Komunis Tiongkok ada di tanah ini — tidak pernah!” (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Zheng / Editor: Li Quan

Pertemuan Trump–Xi Berakhir Lebih Cepat dari Jadwal, Hanya Berlangsung Sekitar Satu Jam Empat Puluh Menit

EtIndonesia. Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping yang sangat dinantikan digelar pada 30 Oktober 2025 di Korea Selatan. Namun, pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung selama empat jam itu ternyata berakhir jauh lebih cepat — hanya sekitar 1 jam 40 menit.

Keduanya bertemu di Bandara Internasional Gimhae, Busan. Ini merupakan pertemuan tatap muka pertama mereka setelah enam tahun, dan lokasinya juga jauh dari tempat berlangsungnya KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju.

Pengamat menilai bahwa lokasi pertemuan ini tampak “kurang berwibawa” atau seolah diturunkan derajatnya. Alasan di balik pengaturan semacam ini kemungkinan karena jadwal Presiden Trump yang sangat padat — ia langsung terbang pulang ke Amerika Serikat setelah pertemuan selesai. 

Sementara bagi Xi Jinping, pemilihan lokasi ini terutama dipertimbangkan dari sisi keamanan, karena kunjungannya ke Korea Selatan memicu protes besar di berbagai daerah di negara itu.

Sebelum pertemuan dimulai, Trump sempat mengatakan kepada media bahwa pertemuannya dengan Xi diperkirakan akan berlangsung tiga hingga empat jam. Namun pada kenyataannya, pertemuan hanya berlangsung sekitar 1 jam 40 menit.

Sekitar pukul 12.50 waktu setempat (11.50 waktu Beijing), keduanya meninggalkan tempat pertemuan, dan Trump langsung naik pesawat Air Force One untuk kembali ke Amerika Serikat.

Menurut laporan media, di dalam pesawat, Trump memberikan wawancara dan mengatakan bahwa mereka sempat membahas isu perang Rusia–Ukraina, tetapi tidak membahas persoalan Taiwan. Trump berkata, “Taiwan tidak disebut, juga tidak dibicarakan.”

Pertemuan yang selesai dengan begitu cepat ini mengejutkan banyak pihak. Pengamat independen Cai Shenkun menulis di platform X, “Pertemuan yang semula dijadwalkan empat jam ternyata hanya berlangsung 90 menit. Jika dikurangi waktu untuk penerjemahan, mungkin tidak sampai satu jam. Tidak ada jumpa pers, juga tidak ada pernyataan bersama, sangat berbeda dari yang diharapkan publik.”

Beberapa warganet menanggapi, “Kemungkinan besar hanya formalitas belaka, atau justru berakhir dengan suasana tidak menyenangkan. Saya rasa kemungkinan yang kedua lebih besar.” Yang lain menulis, “Trump-lah yang benar-benar bisa menjadi ‘pemimpin tertinggi’. Xi hanya bisa mengikuti naskah yang sudah disiapkan.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Perang Sipil Sudan Meluas ke Rumah Sakit — WHO: 460 Pasien Ditembak Mati di Dalam Gedung

Pada 26 Oktober 2025, setelah kota El-Fasher di wilayah Darfur, Sudan jatuh ke tangan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) setelah 18 bulan pengepungan, muncul laporan pembantaian besar-besaran. Di satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi di kota tersebut, lebih dari 460 pasien dan anggota keluarga mereka dilaporkan ditembak mati.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, tragedi terbaru di Sudan terjadi di Rumah Sakit Bersalin Saudi (Saudi Maternity Hospital), tempat di mana 460 orang dilaporkan tewas. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sementara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan penghentian segera atas eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.

WHO menyatakan bahwa Rumah Sakit Bersalin Saudi adalah satu-satunya fasilitas medis yang masih sebagian beroperasi di El-Fasher. 

Pada 26 Oktober, rumah sakit itu mengalami serangan keempat dalam bulan ini, yang menewaskan seorang perawat dan melukai tiga tenaga medis lainnya. Kemudian pada 28 Oktober, enam tenaga medis diculik, dan pada hari yang sama, lebih dari 460 pasien serta pendamping mereka ditembak mati di dalam rumah sakit.

“Tragedi terbaru ini membuat sistem kesehatan yang sudah rapuh menjadi berada di ambang kehancuran,” jelas WHO. 

“Organisasi Kesehatan Dunia dengan tegas mengecam serangan brutal terhadap fasilitas medis ini dan menyerukan semua pihak untuk menghormati status suci rumah sakit dan tenaga medis,” tambah lembaga itu. 

Kota El-Fasher sebelumnya merupakan benteng terakhir pasukan pemerintah Sudan di wilayah barat yang luas, Darfur, dan jatuhnya kota ini menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya kekerasan etnis yang pernah terjadi di wilayah itu sekitar 20 tahun lalu.

Sejak April 2023, perang berkecamuk antara pasukan paramiliter RSF yang dipimpin oleh Mohammad Hamdan Dagalo dan militer reguler Sudan yang dikomandoi oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan.

RSF kini menguasai sebagian besar wilayah barat Sudan, sementara militer pemerintah mengontrol bagian utara, timur, dan tengah, termasuk ibu kota Khartoum, yang berhasil direbut kembali pada Maret tahun ini. Namun, RSF telah mendirikan pemerintahan paralel di kota Nyala, barat daya Sudan.

Para analis memperingatkan bahwa Sudan kini secara de facto telah terpecah, dan upaya reunifikasi negara akan sangat sulit di masa mendatang. (Hui/asr)

Laporan oleh Cheng Yiren, New Tang Dynasty Television

Citra Satelit Menunjukkan Pertumpahan Darah dan Pembunuhan Massal di Sudan yang Dilanda Perang

EtIndonesia. Begitu banyak pertumpahan darah di Sudan yang dilanda perang sehingga terlihat bahkan dari luar angkasa. Citra satelit dari Laboratorium Penelitian Kemanusiaan (HRL) di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale menunjukkan sebuah organisasi pemberontak melakukan pembunuhan massal setelah merebut El-Fasher minggu lalu.

Sudan telah dilanda perang saudara yang mematikan selama lebih dari dua tahun. Perang antara Tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dimulai pada April 2023, ketika kedua unit, yang sebelumnya berbagi kekuasaan, berselisih mengenai rencana untuk mengintegrasikan pasukan mereka selama transisi menuju demokrasi.

Pada 26 Oktober, RSF menyatakan telah merebut markas tentara di Kota El-Fasher, Darfur Utara. Kota itu merupakan benteng terakhir tentara di Darfur.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perang tersebut telah menewaskan sekitar 40.000 orang dan menyebabkan 12 juta orang mengungsi.

Pertempuran telah membuat jutaan orang mengungsi, menjerumuskan separuh Sudan ke dalam kelaparan, dan menyebarkan penyakit ke seluruh negeri.

Bukti Pembunuhan Massal

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin, Yale HRL mengamati kendaraan-kendaraan RSF yang dikerahkan dalam formasi taktis yang konsisten dengan operasi pembersihan dari rumah ke rumah di lingkungan Daraja Oula, El-Fasher, tempat warga sipil mencari perlindungan hingga minggu lalu.

“Analisis citra menunjukkan objek-objek yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia di tanah dekat kendaraan RSF, termasuk setidaknya lima contoh perubahan warna tanah kemerahan,” kata laporan itu.

“Operasi pembersihan dari rumah ke rumah berjarak sekitar 250 meter dari masjid Al Safiya – yang diserang RSF dalam serangan pesawat tak berawak pada 19 September 2025 yang menewaskan sekitar 78 orang – dan sedikit di sebelah barat laut Rumah Sakit Saudi,” tambah laporan itu.

Melalui informasi yang kredibel, Yale HRL juga menemukan laporan tentang warga sipil yang meninggal saat melarikan diri dari El-Fasher.

Orang-orang Mengungsi dari Kamp-kamp yang Dikendalikan RSF

Yale HRL mengatakan bahwa sekelompok orang terlihat meninggalkan El-Fasher ke selatan menuju kamp Pengungsi Internal (IDP) yang dikuasai RSF dan ke barat menuju Tawilah.

“Sekelompok besar objek yang mirip manusia terlihat di selatan El-Fasher di jalan B26 menuju Zamzam yang dikuasai RSF, yang sebelumnya merupakan salah satu kamp IDP terbesar di Sudan. Area ini sepenuhnya berada di bawah kendali RSF dan telah digunakan sebagai basis operasi RSF,” lanjut laporan Yale tersebut.

Penguasaan Instalasi Militer Utama

Temuan akhir dari laporan Yale mengonfirmasi bahwa RSF telah mengambil alih Divisi Keenam Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).

Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan terlihat di markas Divisi Keenam. Citra tersebut juga menunjukkan adanya kendaraan tambahan yang mirip RSF di lokasi tersebut. (yn)

Industri Pengolahan Kelapa Desak Pemerintah Segera Terbitkan Regulasi Tata Niaga

SURABAYA – Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendesak Pemerintahan Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi kelangkaan bahan baku kelapa bulat yang semakin parah di pasaran. Meski Indonesia merupakan salah satu dari lima produsen kelapa terbesar dunia, hingga saat ini belum memiliki kebijakan tata niaga yang melindungi industri dalam negeri.

Ketua Harian HIPKI, Rudy Handiwidjaja, menyatakan kekhawatiran mendalam atas belum adanya tindak lanjut serius dari pemerintah. “Masalah terkait kelapa ini sudah berlangsung 10 tahun lebih sejak era Presiden SBY dan sampai saat ini tidak kunjung selesai. Banyak industri, mulai dari kecil hingga besar, sudah gulung tikar akibat kelangkaan bahan baku,” tegas Rudy.

Persoalan ini sebenarnya telah dibahas dalam audiensi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada April 2025 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Agus mengakui adanya ketimpangan antara eksportir kelapa bulat dengan industri pengolahan dalam negeri. “Eksportir tidak dipungut pajak, sedangkan industri dalam negeri membeli kelapa dari petani dikenakan pajak PPh pasal 22,” ujar Agus kala itu.

Agus juga menyampaikan kekhawatiran bahwa ekspor kelapa bulat yang terus berlanjut dapat menggeser pasar produk hilir Indonesia di kancah global. Negara kompetitor lain dikhawatirkan akan mengambil alih pasar dengan bahan baku kelapa dari Indonesia.

Beberapa hari lalu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan komitmen pemerintah untuk menghentikan ekspor kelapa utuh dalam rangka mendorong hilirisasi. “Bila diolah jadi produk turunan seperti VCO dan santan, nilai tambahnya bisa melonjak hingga 100 kali lipat,” kata Amran usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo.

Namun, menurut Rudy, janji-janji pemerintah belum diikuti dengan tindakan nyata. “Kami dapat informasi jika surat keputusan terkait kelapa bulat ini sudah ada di meja Presiden Prabowo untuk ditandatangani. Tunggu apalagi?” tanyanya.

Rudy memperingatkan bahwa jika pemerintah tidak segera bertindak, gelombang PHK dan pengangguran akan semakin meluas. “Ada jutaan orang di seluruh Indonesia yang bergantung pada kelapa bulat. Kami harap pemerintah tidak hanya sekadar wacana,” tutupnya.

Desakan ini semakin mendesak mengingat produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, desiccated coconut, nata de coco, dan santan memiliki nilai tambah yang sangat signifikan dibandingkan ekspor dalam bentuk bulat. Industri membutuhkan kepastian regulasi untuk dapat bertahan dan bersaing di pasar global.

inDrive Resmikan Driver Lounge di Surabaya, Wujud Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi

SURABAYA, 30 Oktober 2025 – inDrive Indonesia meresmikan inDrive Driver Lounge di Kota Surabaya, sebuah ruang komunitas eksklusif yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas para pengemudi. Fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi yang berorientasi pada kesejahteraan mitra pengemudi dan berkelanjutan.

Acara peresmian yang berlangsung hangat dan sukses ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Agung Heru Prasongko, S.T., M.IP dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, dan Gugi A. Wicaksono, S.T., M.M. dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Keduanya menyampaikan apresiasi atas inisiatif inDrive dalam menghadirkan fasilitas yang tidak hanya mendukung kenyamanan pengemudi, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi di Jawa Timur.

Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, menekankan bahwa Surabaya dipilih karena memiliki komunitas pengemudi yang sangat aktif dan berkembang pesat. “Peluncuran inDrive Driver Lounge ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pengemudi yang setiap hari menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami berharap lounge ini dapat menjadi rumah bersama tempat beristirahat, terhubung, dan saling menguatkan sebagai komunitas,” ujarnya.

Fasilitas ini mengusung konsep ruang komunitas yang dilengkapi berbagai amenitas pendukung, antara lain area istirahat, ruang shalat, WiFi gratis, charging station, pantry, toilet, area bersih diri, serta ruang interaksi komunitas. Pengemudi dapat memanfaatkan lounge ini untuk beristirahat sejenak di sela aktivitas harian, sekaligus mendapatkan informasi dan pendampingan langsung dari tim inDrive.

Dalam kesempatan yang sama, inDrive juga memberikan apresiasi kepada para pengemudi setia dengan menyerahkan paket sembako sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih baik di Surabaya.

Kehadiran inDrive Driver Lounge diharapkan dapat membantu pengemudi menjalankan aktivitas harian dengan kondisi yang lebih prima dan nyaman, yang pada akhirnya akan mendongkrak kualitas layanan bagi seluruh pengguna aplikasi inDrive di Surabaya. Ke depan, inDrive berencana memperluas inisiatif serupa ke berbagai kota lain di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesejahteraan pengemudi dan membangun ekosistem transportasi yang inklusif.

Dari Migrain Hingga Degenerasi Makula: Bagaimana Pilihan Sehari-hari Dapat Melindungi Penglihatan Anda

Perubahan gaya hidup dan pola makan yang tepat dapat membantu meringankan gangguan penglihatan dan migrain

Brendon Fallon

Selama bertahun-tahun, ahli neuro-oftalmologi Dr. Rani Banik terbangun setiap pagi dengan rasa nyeri menusuk di belakang matanya. Migrain yang ia derita sudah begitu parah hingga “setiap hari terasa seperti dimulai dengan tusukan es di kepala,” kenangnya.

Ia telah mengunjungi banyak dokter spesialis sakit kepala dan mencoba hampir semua obat migrain yang tersedia, tetapi tak ada yang berhasil. Hingga pada usia awal 40-an, ia menemukan kekuatan nutrisi dan perubahan gaya hidup. Dengan mengatur pola makan, mengonsumsi suplemen yang tepat, serta mengelola stres, ia akhirnya berhasil mengendalikan migrainnya.

Kini, pengalaman pribadi sekaligus profesional itu membentuk pendekatannya dalam merawat pasien. Migrain, mata kering, dan gangguan penglihatan akibat penuaan mungkin tampak tidak berkaitan, tetapi menurut Dr. Banik, ketiganya sering terhubung melalui jalur saraf yang sama—dan kebiasaan kecil sehari-hari dapat memberi pengaruh besar.


Satu Saraf, Banyak Gejala

Keterkaitan utama antara migrain, mata kering, dan sensitivitas cahaya terletak pada saraf trigeminal.

“Semua itu berpusat pada saraf yang sama—saraf yang menjadi iritasi,” jelas Dr. Banik. Ketika saraf trigeminal teriritasi, saraf tersebut dapat memicu rasa nyeri.

Saraf ini memiliki tiga cabang utama: ophthalmic (V1), maxillary (V2), dan mandibular (V3), yang menyebar ke seluruh wajah. Cabang-cabang tersebut memberikan sensasi ke dahi dan mata, pipi, serta rahang. Ketika permukaan kornea mengering, ujung saraf di sana teriritasi dan mengirimkan sinyal ke batang otak. Hal ini bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengaktifkan jalur nyeri yang berhubungan dengan migrain dan sensitivitas cahaya.


Koneksi Usus–Otak dan Usus–Mata

Selain jalur saraf, mikrobioma usus juga berperan penting dalam kerentanan seseorang terhadap migrain dan mata kering.

Menurut Dr. Banik, ketika stres atau faktor risiko lain merusak lapisan usus atau meningkatkan permeabilitasnya, mikroba berbahaya bisa masuk ke aliran darah dan memicu peradangan sistemik. Kondisi ini memperburuk migrain melalui stres oksidatif dan peradangan saraf.

Peradangan sistemik akibat ketidakseimbangan mikroba usus juga memengaruhi sistem imun yang berdampak pada otak dan mata. Pada permukaan mata, peradangan ini dapat mengganggu produksi air mata atau mengubah komposisi mikrobiota lokal, yang akhirnya menyebabkan sindrom mata kering.

Untuk menjaga kesehatan usus, Dr. Banik menyarankan mengonsumsi makanan kaya probiotik seperti yogurt, kimchi, dan asinan kubis (sauerkraut). Suplemen probiotik tanpa gula dengan kadar tinggi (high CFU) juga dapat membantu menyeimbangkan mikroba usus dan mengurangi peradangan—bermanfaat bagi kesehatan otak sekaligus mata.


Erosi pada Mata Kering

Mata kering adalah kondisi yang sangat umum, dan sekitar 86 persen kasus disebabkan oleh penguapan air mata yang terlalu cepat (evaporative dry eye).

Kelenjar meibomian di kelopak mata menghasilkan lapisan minyak pelindung di atas air mata. Bila kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik, air mata cepat menguap dan meninggalkan kornea dalam kondisi kering serta teriritasi.

Permukaan kornea yang terekspos dapat mengalami luka mikro yang tidak tampak kasat mata. Luka kecil ini bisa menimbulkan masalah mata serius bila tidak ditangani.

“Saat kami memeriksa pasien dengan mikroskop dan meneteskan pewarna khusus, terlihat titik-titik kecil di permukaan kornea,” jelas Dr. Banik. “Itulah erosi mikro.” Untungnya, sel-sel kornea bisa beregenerasi, mirip dengan luka ringan di kulit.


Faktor Layar Digital

Penggunaan layar digital yang berlebihan memperparah mata kering. Studi klinis menunjukkan hingga 87,5 persen pekerja kantoran mengalami evaporative dry eye.

Menurut Dr. Banik, menatap layar dalam waktu lama menurunkan frekuensi berkedip dari 15–20 kali per menit menjadi hanya 3–5 kali. Akibatnya, lapisan air mata tidak stabil dan mata menjadi semakin kering.

Paparan cahaya biru dari layar juga memperburuk migrain dan sensitivitas cahaya. “Kelenjar bisa meradang, kornea ikut meradang, bahkan tepi kelopak mata juga bisa mengalami peradangan,” tambahnya.


Perlindungan dari Sinar Ultraviolet (UV)

Dibandingkan cahaya biru, sinar ultraviolet (UV) jauh lebih berbahaya bagi mata. Jika cahaya biru hanya menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan, sinar UV dapat menembus jaringan mata lebih dalam dan menimbulkan stres oksidatif.

Paparan sinar matahari berlebihan dapat memicu luka pada permukaan mata, pertumbuhan jaringan abnormal di bagian putih mata, katarak, dan bahkan degenerasi makula—kerusakan pada bagian tengah retina yang berperan penting untuk penglihatan tajam.

Gejala awal degenerasi makula biasanya berkembang perlahan, seperti:

  • Kesulitan melihat dalam cahaya redup atau di malam hari
  • Penurunan kemampuan membedakan kontras
  • Garis-garis tampak bergelombang atau melengkung

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan mata.

“Begitu terbentuk jaringan parut pada stadium lanjut age-related macular degeneration (AMD), kondisinya tidak bisa dipulihkan,” ujar Dr. Banik. “Namun pada tahap awal, masih banyak yang bisa dilakukan.”

Ia menggambarkan proses penuaan jaringan mata ini seperti “karat biologis.”
“Tak masalah seberapa mahal kacamata hitam Anda,” katanya. “Yang penting pastikan labelnya bertuliskan 100% UV blocking.”

Rekomendasi Dr. Banik:

  • Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV400 (menahan sinar hingga 400 nanometer)
  • Prioritaskan label UV, bukan harga
  • Pakai kacamata hitam antara pukul 10.00–14.00 pada hari yang cerah

Langkah Sederhana Meredakan Mata Kering

Beberapa langkah praktis yang disarankan Dr. Banik untuk meredakan gejala dan meningkatkan kenyamanan sehari-hari:

  • Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 6 meter.
  • Gunakan pelembap udara di meja kerja untuk menjaga kelembapan ruangan.
  • Hindari kipas dan ventilasi langsung ke wajah.
  • Posisikan layar sejajar atau sedikit di bawah mata untuk mengurangi ketegangan.
  • Gunakan filter cahaya biru pada gawai atau kacamata khusus.

Nutrisi untuk Kesehatan Mata

Makula, bagian kecil di retina, kaya akan karotenoid pelindung seperti lutein, zeaxanthin, dan meso-zeaxanthin. Pigmen-pigmen ini berfungsi seperti “kacamata hitam alami” yang menyerap cahaya biru dan UV sambil menjaga penglihatan sentral tetap tajam. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, asupan dari makanan menjadi penting.

Kekurangan nutrisi—terutama rendahnya asupan omega-3—juga dapat memperburuk mata kering.

Dr. Banik menekankan pentingnya pola makan kaya nutrisi dengan lebih dari 30 zat penting, termasuk omega-3, vitamin B, dan antioksidan.

Sumber makanan terbaik:

  • Sayuran hijau: bayam, kale, sawi, arugula (kaya lutein dan zeaxanthin)
  • Buah dan sayur kuning/oranye: kuning telur, jagung, persik, paprika
  • Beta-karoten: wortel untuk membantu penglihatan malam dan mencegah mata kering

Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan tersebut bersama lemak sehat seperti minyak zaitun atau mentega agar penyerapannya lebih optimal. Ia juga memperkenalkan konsep “Aturan 21”: usahakan makan 21 warna buah dan sayuran berbeda setiap minggu.

“Semakin berwarna, semakin baik,” ujarnya. “Anda tak perlu menghafal semua nutrisi—cukup makan pelangi.”

Studi Age-Related Eye Disease Study (AREDS) menemukan bahwa suplemen berisi vitamin C, E, beta-karoten, zinc, dan tembaga dapat menurunkan risiko perkembangan penyakit mata akibat penuaan (AMD) hingga 25 persen. Namun, menurut Dr. Banik, suplemen bukanlah satu-satunya kunci. Gaya hidup seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan memperbanyak konsumsi tanaman juga sangat penting untuk menjaga penglihatan.

“Makula Anda sudah memiliki filter cahaya biru alami—beri mereka nutrisi. Suplemen membantu, tapi kebiasaan sehari-hari yang menentukan.”


Kisah Bob: Mencegah Kehilangan Penglihatan

Bob datang ke Dr. Banik dengan stadium menengah AMD dan riwayat keluarga kuat terhadap kehilangan penglihatan. Ia menjalani gaya hidup sedentari, banyak makan makanan olahan, dan masih merokok.

Dr. Banik memperkenalkannya pada MAD Diet—varian diet Mediterania yang berfokus pada kesehatan makula—dan mendorong perubahan bertahap. Dalam enam bulan, Bob berhasil menurunkan berat badan 13 kilogram, menstabilkan tekanan darah dan gula darahnya, berhenti merokok, dan penglihatannya tetap 20/20 di kedua mata.

Kisah Bob membuktikan kekuatan perubahan gaya hidup dini dalam menjaga penglihatan jangka panjang.

Dr. Banik menegaskan bahwa mata kering dan sensitivitas cahaya memang mengganggu, tetapi jarang berujung pada kehilangan penglihatan permanen. Dengan pendekatan yang tepat, kebanyakan orang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gejalanya, sekaligus meredakan ketidaknyamanan dan kecemasan.


Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Konsultasikan dengan tenaga medis yang berkompeten sebelum mengubah pola makan, konsumsi suplemen, atau rencana perawatan Anda.

Brendon Fallon adalah mantan jurnalis dan fotografer The Epoch Times. Ia kini menjadi pembawa acara dan produser eksekutif program kesehatan “Vital Signs” di NTD, yang membahas berbagai isu kesehatan sehari-hari dan kaitannya dengan kesejahteraan holistik manusia.