Hidup Ini — Takdir Dibentuk oleh Diri, Wajah Ditentukan oleh Hati 

EtIndonesia. Dalam hidup manusia, segala sesuatu memiliki sebab dan akibat. Takdir seseorang — baik atau buruk — bukan ditentukan orang lain, melainkan dibentuk oleh pilihan dan perilakunya sendiri.

Seperti pepatah lama: “Segala hukum di dunia bisa diperdebatkan, tetapi hukum karma tidak pernah salah.”

Hidup manusia adalah perjalanan sebab-akibat yang panjang. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. 

Baca ini sampai akhir — engkau akan benar-benar mengerti.

1. Tanpa usaha, tidak akan ada hasil

Orang tua dulu berkata: “Yang menanam di bulan dua dan tiga — akan menuai di bulan delapan dan sembilan.”

Artinya, hasil hidupmu ditentukan oleh apa yang kau kerjakan dengan serius hari ini.

Sebagian besar dari kita lahir bukan dari keluarga kaya. Karena itu, jika ingin hidup yang lebih baik — kita harus menciptakannya sendiri.

Aku pernah berbincang dengan sepupu-sepupuku tentang perbedaan generasi kami dengan anak-anak zaman sekarang. 

Kami — generasi yang dibesarkan dalam kesulitan. Sejak kecil sudah ikut bekerja demi membantu keluarga. Kini setelah menikah dan punya anak, kami justru semakin semangat — agar anak-anak tidak tumbuh dalam rasa minder karena kemiskinan, seperti yang pernah kami alami.

Sementara anak-anak masa kini bisa bangun tanpa alarm, bisa punya apa pun yang mereka inginkan — tanpa perlu bekerja keras.

 Mereka memang lebih “beruntung.”

Karena itu, generasi kami tidak punya pilihan selain berjuang. Jika tidak berani maju — hidup akan tetap biasa-biasa saja.

Kami percaya: “Semakin keras kamu berusaha, semakin besar keberuntunganmu.” Karena kerja keras adalah doa yang paling lantang.

2. Apa yang kamu berikan kepada orang lain — akan kembali padamu

Yang Jiang pernah berkata: “Bagaimana kamu memperlakukan aku, demikian pula aku akan memperlakukanmu. Jika kebaikan tak dihargai, jangan salahkan bila ia menumbuhkan duri.”

Hubungan manusia selalu bersifat timbal balik.

  • Kamu baik kepada orang lain — orang pun akan menyayangimu.
  • Kamu suka menghitung dan memanfaatkan — suatu hari orang justru akan meninggalkanmu.
  • Kamu meremehkan, menyakiti — jangan heran jika suatu hari kamu dilukai dengan cara yang sama.

Langit mungkin diam — tetapi dia selalu melihat. Segala perbuatan, pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya.

→ Tabur kebaikan, panenlah kebaikan.
→ Tabur keserakahan, panen kehancuran.

Bersikaplah tulus — barulah engkau akan diterima. Sekali kamu mengkhianati kepercayaan, kamu akan kehilangan segalanya.

Jangan pelit berbuat baik. Sebab saat kamu menolong orang lain — sesungguhnya kamu sedang menolong dirimu sendiri di masa depan.

Sastrawan Su Xin pernah berkata: “Siapa pun bisa mengalami hari hujan tanpa payung. Ketika kamu memayungi orang lain, kelak ketika hujan turun padamu — akan ada seseorang yang memayungimu pula.”

Karena itu…

Jangan takut berbuat baik. Jangan menyesal bersikap tulus. Hidup ini penuh sebab-akibat — cepat atau lambat, semuanya akan kembali.

Yang penting — berjalanlah dengan hati yang bersih dan sadar.  Karena ketika satu pintu tertutup, Tuhan diam-diam telah membuka jendela yang lain.

Bagaimana engkau memperlakukan hidup — begitulah hidup akan memperlakukanmu. Itulah hukum karma yang sesungguhnya. (jhny/yn)

27.300 Pelari dari 48 Negara Ikut Jakarta Running Festival 2025, Meningkat 70 Persen dari Tahun Lalu

EtIndonesia. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas peserta sekaligus ikut ambil bagian dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2025, Minggu (26/10/2025) pagi. 

Pada hari kedua perhelatan JRF ini, Gubernur Pramono berpartisipasi di kategori lari 10 kilometer, dengan garis start dan finis di kawasan Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Ia menuntaskan lomba dengan baik dan penuh semangat.

“Hari ini, saya bisa menyelesaikan lari 10K dalam waktu satu jam tiga puluh dua menit, lebih sedikit. Suasananya sangat ramai dan menggembirakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya usai berlari dikutip dari Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta. 

Gubernur Pramono juga menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara tersebut. Tahun ini, Jakarta Running Festival diikuti 27.300 pelari dari 48 negara, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan gelaran tahun lalu.

“Jakarta Running Festival sudah dikenal luas, dan saya bersyukur karena hampir semua hotel di sepanjang rute lari penuh terisi. Ini bukti bahwa Jakarta Running Festival semakin diakui sebagai destinasi utama sport tourism di Asia Tenggara,” tuturnya.

Ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2025, Minggu (26/10/2025) pagi (Dok Pemprov DKI Jakarta)

Gubernur Pramono berharap JRF terus menjadi tolok ukur penyelenggaraan event lari berstandar global di kawasan regional. 

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan, kualitas pengalaman peserta, dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah pelari serta destinasi utama sport tourism,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) sepenuhnya pada hari ini. Kebijakan tersebut diambil demi memastikan pengaturan lalu lintas dan pengamanan berlangsung optimal selama acara internasional ini.

Sejumlah rute Transjakarta juga mengalami penyesuaian, di antaranya pemendekan lintasan dan pengalihan jalur melalui rute alternatif. Layanan normal di sebagian koridor kembali beroperasi mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WIB. (***)

Transaksi Judol Warga Jakarta Tembus Rp 3,12 Triliun, Pemprov DKI dan Kejaksaan Agung Bersinergi untuk Pencegahan

EtIndonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan praktik judi online yang kian marak di masyarakat. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam “Podcast on the Spot” yang digelar Kejaksaan Agung RI dalam rangka “Pameran Kinerja dan Publikasi Keterbukaan Informasi Publik Kejaksaan RI Tahun 2025”, di Gerbang Selatan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10/2025). 

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, dan Plt. Wakil Jaksa Agung, Asep Nana Mulyana, sebagai narasumber.

Dalam dialog yang disaksikan para pengunjung pameran, Wagub Rano menegaskan, judi online merupakan tantangan serius di era digital yang perlu penanganan bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. 

“Indonesia sedang menghadapi shock culture paling berat di era digital ini. Judi online ini bukan soal kita tidak siap dengan teknologi, tapi karena jalur dan aksesnya terlalu banyak. Ini yang perlu kita tangani bersama,” ujar Wagub Rano dikutip dari siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta. 

Berdasarkan penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sekitar 602 ribu warga Jakarta teridentifikasi pernah terlibat aktivitas judi online, dengan total nilai transaksi Rp3,12 triliun.

Wagub Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, lembaga keuangan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan edukasi masyarakat agar menjauhi judi online, terutama kepada penerima bansos, sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. 

“Kami harus memastikan bansos seperti KJP, KJMU, dan BPJS benar-benar digunakan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk judi online,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Wakil Jaksa Agung, Asep Nana Mulyana, menegaskan, judi online bukan sekadar permainan, tetapi jebakan digital yang dapat menjerumuskan banyak pihak dan merusak tatanan sosial ekonomi masyarakat. 

“Data kami menunjukkan hampir 98 persen pelaku judi online adalah laki-laki, dengan rentang usia 28–50 tahun. Ini bukan permainan, tapi perangkap yang betul-betul menyengsarakan,” ujarnya.

Asep menambahkan, Kejaksaan Agung tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga melakukan langkah-langkah pencegahan, pembinaan, dan rehabilitasi bagi mereka yang terjerat judi online. “Dengan semangat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, kami mendorong pendekatan yang lebih restoratif, korektif, dan rehabilitatif. Pencegahan harus berjalan beriringan dengan pembinaan agar masyarakat tidak terjerumus kembali,” urainya. (***)

Indosat Perkenalkan Registrasi eSIM Biometrik, Tingkatkan Keamanan Digital di Indonesia

JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) RI memperkenalkan sistem registrasi eSIM berbasis biometrik dalam gelaran Live Biometric Demo di Gerai IM3 Jakarta, Senin (27/10/2025). Inovasi ini menjadi terobosan signifikan dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui proses registrasi yang lebih aman, praktis, dan andal.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Kominfo, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi teknologi ini. “Kominfo mendukung penuh langkah Indosat untuk menghadirkan kemudahan akses digital bagi masyarakat. Melalui penerapan sistem yang telah memenuhi standar, kami optimis ekosistem telekomunikasi di Indonesia dapat menjamin keamanan publik,” ujarnya.

Sistem biometrik yang dikembangkan Indosat mengacu pada standar keamanan internasional ISO 30107-3, dengan proses yang mencakup validasi nomor pelanggan dan NIK, pengambilan foto wajah, verifikasi liveness detection, hingga pencocokan data wajah dengan database DUKCAPIL. Dengan tingkat akurasi mencapai minimal 95%, sistem ini tidak hanya memastikan keabsahan identitas pengguna tetapi juga meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi.

Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada keamanan pelanggan. “Bagi Indosat, keamanan dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama. Kami mendukung langkah Pemerintah dan siap berkolaborasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal,” jelas Reski.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan keamanan digital, Indosat juga telah meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam sejak Agustus 2025. Fitur yang didukung teknologi AIvolusi5G ini mampu mendeteksi dan mencegah pesan serta panggilan berisiko secara real-time dalam jaringan.

Kehadiran sistem registrasi biometrik dan fitur keamanan tambahan ini tidak hanya merevolusi pengalaman digital pelanggan, tetapi juga memperkuat fondasi ekosistem telekomunikasi Indonesia yang lebih aman dan berdaya saing global. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional yang inklusif dan terpercaya.

Belajar Melepaskan Diri — Melepaskan Sumber Pencipta Penderitaan



EtIndonesia. Perasaan manusia memang berubah-ubah — namun sesungguhnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, semua emosi negatif berakar dari keegoisan, yaitu keterikatan pada “aku”.

Coba renungkan:

  • Jika sebuah peristiwa terjadi, dan kamu merasa sangat marah — tanyakan pada dirimu: “Kalau kejadian ini tidak ada hubungannya denganku, masihkah aku semarah ini?”
  • Ada orang mengucapkan sesuatu — mungkin tanpa maksud apa pun. Tapi jika kamu berpikir:  “Dia jelas menyerangku!” — saat itu juga, emosi perlawanan langsung muncul.
  • Ada orang mengambil keuntungan dari dirimu. Kalau kamu memilih tidak mempermasalahkan, masalah selesai begitu saja.
    Tapi jika kamu berkata: “Dia kira aku gampang dimanfaatkan!” — saat itulah amaramu mulai membesar.
  • Ketika kekasihmu berjanji lalu membatalkannya, dan kamu berkata:  “Kamu sama sekali tidak peduli padaku!” — maka konflik bisa terus melebar tanpa ujung.

Selama masih ada “AKU” di dalam emosi kita, kedamaian akan sangat sulit hadir.

Namun jika kita mampu memandang suatu persoalan tanpa menyertakan ego, hanya menilai dari sudut fakta — hati akan jauh lebih cepat tenang.

Sebaliknya — jika emosi lahir dari ego, dari “AKU”, dari rasa kepemilikan — kita akan terus memutar dalam pikiran, membesar-besarkan luka yang sebenarnya kecil, dan sulit sekali melepaskannya.

Semakin tinggi tingkat keegoisan seseorang, semakin parah pula masalah emosinya.

Coba perhatikan semua emosi negatif: rasa benci, marah, iri, cemburu, dendam — bukankah semua dimulai karena kita merasa tersakiti atau dirugikan?

Ketika kita merasa gagal, cemas, atau takut — bukankah itu karena kita takut tidak mendapatkan atau kehilangan sesuatu yang kita mau?

Sesungguhnya, hampir setiap hari kita memikirkan sang “AKU”:

  • “Apakah aku bahagia?”
  • “Bisakah aku mendapatkan lebih?”
  • “Untungnya buatku apa?”
  • “Kenapa dia memperlakukanku seperti ini?”

Begitu banyak “aku” dalam hidup kita.

Walaupun kadang kita bersikap baik, penuh kasih, bahkan rela berkorban — tetapi “aku” itu hampir tidak pernah benar-benar hilang dari pikiran.

Padahal, semakin kita hanya memikirkan diri sendiri — semakin jauh pula kebahagiaan meninggalkan kita.

Bahagia adalah saat kita lupa pada diri sendiri.  Menderita adalah saat kita terus menerus mengingat ‘aku’.

Ketika seluruh perhatian hanya diarahkan pada “aku”, kita menjadi sempit, tertutup — mudah terjebak dalam lingkaran:

  • kecewa
  • marah
  • cemburu
  • gelisah
  • depresi
  • dendam
  • kekosongan batin

Sebaliknya — saat kita mampu melupakan diri sendiri, banyak sekali beban ikut tertinggal dan lenyap.

Ketika kamu merasa benar-benar bahagia — bukankah pada saat itu kamu sedang “lupa diri”?

Itulah sebabnya mengapa cinta sejati dan pengabdian tanpa pamrih  — selalu menghadirkan kebahagiaan terdalam. (jhn/yn)

Apa Itu “Kebahagiaan”?



EtIndonesia.  Apa itu cinta? Apa itu keluarga? Apa sebenarnya makna kebahagiaan? Semakin seseorang mendekati kematian, semakin dia memahami arti kehidupan.

Tokoh dalam kisah ini dikenal sebagai “Dashi Xiong”, seorang generasi 90-an yang bekerja sebagai pengelola ruang pendingin (cold storage) di rumah duka. Setiap jenazah yang masuk ke rumah duka wajib diperiksa dan dicatat olehnya sebelum disimpan dalam freezer. Jika ada kasus tanpa keluarga atau tidak ada rumah duka yang mau menangani — seperti bunuh diri, kecelakaan, tunawisma, atau lansia yang meninggal sendirian — dia dan timnya akan turun langsung mengambil jenazah ke lokasi.

Dalam 2–3 tahun bekerja, ia sudah “bertemu” dengan lebih dari seribu jenazah.

Menurutnya: “Yang gantung diri kami sebut ‘main ayunan’, yang lompat gedung disebut ‘Peter Pan’, jenazah membusuk disebut ‘Hulk’, bunuh diri bakar arang disebut ‘Si Hitam Kecil’.  Orang yang terlalu gemuk saat dikremasi kadang bikin api ‘meledak’. Dan ‘舍利子-Śarīra (relik Buddha)’ itu? Sering kali cuma batu ginjal.”

Pada Desember 2018, dia menerbitkan buku berjudul 《你好,我是接體員》 (Halo, Saya Petugas Pengangkut Jenazah) — sebuah catatan dunia kematian yang dituturkan dengan humor yang pahit.

Di mata mereka yang bersentuhan langsung dengan kematian, setiap lemari freezer adalah satu kisah kehidupan. Nama panggilan jenazah terdengar menyeramkan — tapi justru yang lebih dingin dari kematian adalah sikap manusia. Bekerja di rumah duka membuat seseorang belajar mengatur kematian mereka sendiri jauh sebelum waktunya tiba.

“Keluarga bukan tentang darah yang sama — melainkan tentang siapa yang masih mengingatmu setelah kamu tiada.”

Penulis Rusia Leo Tolstoy pernah berkata: “Semua keluarga bahagia itu mirip satu sama lain, tetapi setiap keluarga yang tidak bahagia — memiliki luka yang berbeda-beda.”

Di rumah duka, kalimat ini terbukti berkali-kali, : “Kalau nggak nikah dan nggak punya anak, nanti kalau mati nggak ada yang urus jenazah.”

 Dashi menjawab dalam hati: “Kalian salah. Di rumah duka, sangat banyak orang yang punya banyak anak — tapi tidak ada satu pun yang mau mengambil abu jenazahnya.”

Setelah upacara kremasi massal, banyak keluarga menolak mengambil abu jenazah karena masalah perebutan warisan atau konflik lama yang belum selesai. Abu-abu tak bertuan itu menumpuk bertahun-tahun — dan akhirnya hanya bisa ditabur sembarangan di tanah makam, atau… dibuang seperti sampah.

Dia sudah melihat banyak jenazah mengerikan — tetapi menurutnya, yang paling menakutkan bukanlah kematian, melainkan keluarga yang tidak peduli.

Contoh nyata:

  • Ada anak yang memasukkan abu ayah-ibunya ke kaleng cemilan anak-anak — atau malah membuangnya begitu saja.
  • Ada lansia yang koma lalu dianggap mati, dimasukkan ke kantong jenazah padahal masih bernapas.
    Ketika petugas berkata: “Pak, beliau masih bernapas,”  sang anak menjawab: “Kalau gitu tetap dimasukin freezer nggak?”
  • Ada mayat yang hanya ditemukan setelah menjadi tulang belulang. Saat polisi menemukan keluarganya — alamatnya sangat familiar… Kakaknya tinggal di unit sebelah. Mereka bertengkar soal warisan — dan tak pernah bicara selama bertahun-tahun. 

Saat diberitahu adiknya meninggal, sang kakak malah menjawab santai: “Akhirnya mati juga.”

  • Ada ayah tewas dalam kecelakaan.
    Satu-satunya yang datang adalah putranya, seorang narapidana. 
  • Ia menatap mayat ayahnya dan berkata:“Gue cuma mau lihat lo mati kayak apa. Emang pantas.”

“Itu pun darah daging. Tapi lihatlah — betapa mengerikannya dendam dalam keluarga.”

Namun rumah duka juga menyimpan haru — kisah cinta paling sunyi.

Seorang wanita datang setiap hari untuk melihat jenazah kekasih perempuannya — namun ditolak keluarga karena ‘bukan keluarga sedarah’ secara hukum. Dia hanya bisa berdiri di depan freezer, menangis setiap hari, sampai hari kremasi.

 Akhirnya, setelah melihat kesetiaannya… keluarga almarhumah berkata kepada petugas: “Tolong berikan sebagian abunya untuk dia.”

Kadang cinta dan keluarga tidak butuh surat hukum — cukup pengakuan hati.

Kekayaan? Tidak menjamin kebahagiaan.

“Setiap kali saya ambil jenazah dari rumah mewah, hampir semuanya  bukan karena meninggal wajar — tapi karena narkoba atau bunuh diri.”

Bahkan ada pasangan kaya raya yang bakar diri dalam mobil karena terlilit utang judi. Rumah terjual, tabungan habis — keluarga bahkan tak mampu membiayai pemakaman.

Satu-satunya yang membantu hanyalah sepupu, yang berkata: “Saya cuma punya 30 ribu. Tapi saya nggak tega.”

Uang menguak sisi tergelap manusia.

Dashi pernah menyaksikan anak perempuan menendang pamannya di tengah upacara kremasi karena berebut warisan. Ada keluarga yang membakar perhiasan untuk dikirim ke almarhum — tapi begitu mereka pergi, petugas nakal mengambil semuanya.

Ada makeup artist rumah duka yang menukar cincin asli dengan cincin palsu sebelum upacara. Kasih sayang anak — masuk ke kantong orang asing.

Padahal uang itu tidak bisa dibawa mati. Bahkan setelah kremasi, kadang ditemukan emas yang tidak ikut meleleh. Para petugas menyebutnya “uang adat” — tapi bukan untuk diri mereka. Mereka kumpulkan — ditukar jadi makan bersama, lalu disumbangkan ke panti sosial.

Jadi — bahagia itu apa?

Dashi berkata pelan: “Sekarang, selama saya masih bisa makan… dan setiap bangun pagi saya masih bisa bernapas… itu sudah sangat bahagia.”

Komentar: Hidup sungguh singkat — dan kematian tidak pernah bisa kita jadwalkan. Jangan tunggu menyesal di depan ruang pendingin.  Bahagia bukan soal kaya — tetapi tentang tidak terlambat untuk mencintai. (jhn/yn)

Jet C919 Tiongkok Hadapi Gejolak di Tengah Ketegangan Perdagangan dengan AS

EtIndonesia. Ambisi Tiongkok untuk menyaingi Boeing dan Airbus dengan jet penumpang buatan dalam negerinya sedang menghadapi gejolak, dengan pengiriman pesawat jadi kemungkinan besar akan jauh di bawah target yang diumumkan untuk tahun ini.

Jet C919 – pesawat penumpang lorong tunggal yang bertujuan untuk menyaingi Boeing 737 dan Airbus A320 – diproduksi oleh produsen pesawat milik negara, COMAC. Beijing memamerkannya sebagai bukti kemajuan teknologi dan kemandirian Tiongkok, meskipun banyak menggunakan komponen dari Barat.

Frekuensi perdagangan dengan Washington mengancam akan mencegah COMAC mengamankan komponen inti untuk program yang telah didukung oleh subsidi besar Pemerintah Tiongkok.

“COMAC menghadapi risiko signifikan dari lingkungan kebijakan yang fluktuatif, dengan rantai pasokannya yang rentan terhadap pembatasan ekspor dan tindakan saling balas antara AS dan Tiongkok,” kata Max J. Zenglein, ekonom senior Asia-Pasifik di lembaga riset The Conference Board.

C919 memiliki 48 pemasok utama dari AS — termasuk GE, Honeywell, dan Collins — 26 dari Eropa dan 14 dari Tiongkok, menurut analis di Bank of America. Trump mengancam akan memberlakukan kontrol ekspor baru pada perangkat lunak “kritis” ke Tiongkok setelah Beijing memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat pada logam tanah jarang.

“Titik-titik hambatan yang ada dieksploitasi dalam proses pembuatan kesepakatan antar pemerintah,” kata Zenglein. “Hal ini kemungkinan akan berlanjut karena ketergantungan yang krusial telah menjadi alat tawar-menawar politik.”

Beijing memiliki harapan tinggi terhadap C919, yang melakukan penerbangan komersial perdananya pada tahun 2023. Jet berukuran sedang ini dimaksudkan untuk membantu memenuhi permintaan domestik yang besar akan pesawat baru selama beberapa dekade mendatang. Tiongkok berharap dapat memperluas penjualan di luar perbatasannya dan terbang secara global, termasuk di Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa.

COMAC mengirimkan 13 unit C919 ke maskapai Tiongkok tahun lalu dan hanya tujuh unit hingga Oktober tahun ini, meskipun ada rencana untuk meningkatkan produksi dan mengirimkan 30 jet pada tahun 2025, menurut konsultan penerbangan Cirium.

Maskapai penerbangan milik negara terbesar Tiongkok — Air China, China Eastern, dan China Southern — adalah satu-satunya maskapai komersial yang saat ini menerbangkan total sekitar 20 unit C919.

Ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok telah “secara langsung memengaruhi” jadwal pengiriman C919, kata Dan Taylor, kepala konsultan di konsultan penerbangan IBA. Salah satu alasannya adalah rencana produksi terganggu ketika AS menangguhkan lisensi ekspor untuk mesin LEAP-1C jet tersebut sekitar bulan Mei, dan melanjutkannya pada bulan Juli, ujarnya.

Teknologi yang dikendalikan AS yang membutuhkan lisensi ekspor untuk mesin LEAP-1C — yang dibangun bersama oleh GE Aerospace AS dan Safran Prancis — berarti mesin C919 memerlukan izin ekspor AS, kata Taylor, sehingga “sangat sensitif terhadap perubahan politik.”

“Ketergantungan mesin dan avionik pada pemasok Barat terus membuat program ini terpapar pada keputusan kebijakan di luar kendali COMAC,” jelas Taylor.

Ketegangan geopolitik saja bukan satu-satunya penyebab produksi C919 yang lebih lambat dari perkiraan. Program ini telah “ditandai dengan kehati-hatian dan memprioritaskan kualitas dan keselamatan, sehingga mungkin juga ada beberapa alasan operasional untuk peningkatan produksi yang lebih lambat,” kata Zenglein dari The Conference Board.

Meskipun “tujuannya selalu untuk mengurangi ketergantungan pada komponen asing secepat mungkin” untuk C919, kata Zenglein, banyak analis mengatakan ini merupakan proses yang menantang. Alternatif mesin buatan Tiongkok—CJ-1000A yang sedang dikembangkan oleh Aero Engine Corporation of China (AECC) milik negara—masih dalam tahap pengujian, menurut IBA.

Beberapa maskapai di luar Tiongkok, termasuk AirAsia, telah menyatakan minatnya untuk menerbangkan C919, tetapi kurangnya sertifikasi internasional sejauh ini menghalangi C919 untuk terbang di luar Tiongkok. Sertifikasi dari regulator penerbangan AS dan Uni Eropa bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Agar C919 berhasil, pesawat tersebut “perlu memiliki tiga hal: ekonomi yang baik, jaringan dukungan produk global yang cepat, dan sertifikasi dari badan keselamatan”, kata Richard Aboulafia, direktur pelaksana AeroDynamic Advisory. “Salah satu dari ketiga hal ini saja tidak terlalu berarti,” ujarnya.

Tiongkok akan membutuhkan 9.570 pesawat penumpang baru antara tahun 2025 dan 2044, menurut perkiraan pasar terbaru Airbus, lebih dari 80% di antaranya adalah jet lorong tunggal seperti C919.

COMAC menghadapi tantangan yang semakin besar dari Airbus, yang sedang memperluas kapasitas manufakturnya di Tiongkok. Lini perakitan kedua akan mulai beroperasi pada tahun 2026, yang memungkinkan Airbus untuk meningkatkan produksi jet lorong tunggal A320 di Tiongkok – model pesawat yang serupa dengan C919.

Para analis memperkirakan bahwa COMAC akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mematahkan duopoli Boeing-Airbus dalam pangsa pasar pesawat global. Pada akhir 2020-an, COMAC kemungkinan akan tumbuh di Tiongkok dan mungkin membangun ekspor regional, kata Taylor dari IBA.

Dalam jangka pendek, kurangnya sertifikasi internasional akan “menunda masuknya jet ke pasar Barat yang berarti” dan volatilitas pengendalian ekspor kemungkinan akan terus melemahkan rencana ekspansi globalnya, tambah Taylor.(yn)

Yang Paling Dibutuhkan Anak dari Orangtuanya — Hanyalah Tiga Tahun Itu

EtIndonesia. Pertumbuhan anak adalah perjalanan yang tak bisa diulang. Dan masa terbaik bagi orangtua untuk benar-benar hadir di sisi anak, sesungguhnya hanya berlangsung sangat singkat — terutama pada usia 0–3 tahun, sebuah fase yang tak akan pernah kembali seumur hidup.

Sayangnya, banyak orangtua melewatkan masa ini — karena pekerjaan, tekanan hidup, atau karena keliru berpikir bahwa  “anak masih kecil, belum mengerti apa-apa.”

Namun ketika anak beranjak besar dan perlahan tak lagi bergantung pada orangtua, baru mereka tersadar — bahwa momen-momen paling murni dan paling dekat secara batin itu telah hilang selamanya.

0–3 Tahun: Pondasi Emosi dan Rasa Aman Seumur Hidup

Psikologi modern membuktikan:  usia 0–3 tahun adalah masa pembentukan “rasa aman” yang paling penting.

Pada fase ini, anak memang belum banyak bicara, tapi mereka merasakan cinta melalui pelukan, tatapan hangat, suara lembut, dan kehadiran fisik orangtua.

Bila kebutuhan emosional mereka terpenuhi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, stabil, dan tidak mudah cemas.

Sebaliknya, jika orangtua sering absen, anak bisa tumbuh dengan kecemasan batin yang tak terlihat,  yang baru muncul dampaknya ketika dewasa.

Orangtua — Adalah “Sekolah Pertama” dan Terpenting

Banyak orangtua sibuk memasukkan anak ke kelas stimulasi dini atau kursus mahal — padahal pendidikan terbaik justru adalah interaksi langsung dari orangtua.

Penelitian Harvard menyatakan: membacakan buku, bermain, berbicara dari hati ke hati bersama anak — jauh lebih efektif daripada sekolah mahal mana pun dalam menstimulasi otak anak.

Sayangnya, tak sedikit orangtua yang menjadi “orangtua akhir pekan”, hanya hadir saat Sabtu-Minggu, dan menyerahkan seluruh waktu pada pengasuh atau kakek-nenek.

Padahal lima menit yang tulus setiap hari lebih berharga daripada lima jam yang tidak sepenuh hati.

Jika Masa Tiga Tahun Ini Terlewat — Konsekuensinya Bisa Sepanjang Hidup

Anak hanya sekali dalam hidup berada di fase — selalu ingin dipeluk, selalu ingin didekati, selalu ingin ditatap.

Memasuki usia 3–6 tahun, anak mulai sibuk menjelajah dunia, dan saat remaja — justru mulai menjaga jarak.

Jika orangtua baru ingin “mendekat” saat anak sudah menjauh — tak jarang sudah terlambat. Karena yang hilang bukan momen — melainkan rasa keterikatan batin.

Maka, bagaimana sebaiknya orangtua hadir dalam masa emas ini?

  • Fokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas.
    Setengah jam saja setiap hari — asal sepenuh hati — jauh lebih berarti dari 5 jam yang penuh distraksi.
  • Letakkan gawai. Bebaskan tangan, dan arahkan mata serta hati pada anak.
    Anak tidak butuh kita yang “sekadar ada”, mereka butuh kita yang “benar-benar hadir”.
  • Ciptakan ritual tetap — membaca sebelum tidur, makan bersama, doa bersama.
    Ritual kecil itu memberi rasa aman yang dalam.
  • Dengarkan, bukan hanya mengatur.
    Meskipun kecil, anak tetap punya perasaan. Responlah, jangan abaikan.

Penutup

Anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Mereka hanya butuh orangtua yang bersedia meluangkan waktu dan perhatian.

Ingatlah — masa 0–3 tahun adalah masa ketika anak paling membutuhkanmu, dan masa yang paling cepat pergi tanpa kembali.

Jika terlewat — penyesalannya mungkin seumur hidup. (jhn/yn)

Serangan Ukraina di Bendungan Belgorod Putuskan Jalur Pasukan Rusia di Dekat Vovchansk

EtIndonesia. Pasukan Ukraina menyerang Bendungan Belgorod. Serangan tersebut menyebabkan bendungan tersebut bocor, membuat pasukan Rusia di dekat Vovchansk terputus dari pasukan utama mereka, menurut Robert “Madyar” Brovdi, Komandan Angkatan Bersenjata Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina dan Korps Angkatan Darat ke-16 Angkatan Bersenjata Ukraina.

“Waduk Belgorod retak hari ini. Sejak serangan awal, ketinggian air telah turun 100 cm. Serangan itu dilakukan oleh pasukan Birds dari Pusat Terpisah ke-1 Pasukan Sistem Tak Berawak (diubah dari Resimen USF ke-14),” tulis Madyar.

Korps Angkatan Darat ke-16 juga memberikan informasi terbaru tentang arah Vovchansk dan menjelaskan bagaimana jebolnya bendungan tersebut merugikan Rusia.

Pada 26 Oktober, pemimpin Rusia, Vladimir Putin dilaporkan diberitahu bahwa pasukan Rusia telah menduduki 70% wilayah Vovchansk. Pasukan Ukraina mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi:

“Musuh mencoba memanfaatkan sepenuhnya peluang ini. Setelah musim kemarau dan musim panas yang sangat panas, Sungai Donets Siverskyi dan Vovcha mengering, menyederhanakan logistik musuh. Pada saat yang sama, cadangan telah ditimbun, dan masih ada cukup daun di pepohonan. Secara keseluruhan, hal ini menyebabkan peningkatan tajam aktivitas di wilayah Vovchansk,” kata pernyataan itu.

Pasukan Ukraina mengatakan musuh mencapai keberhasilan lokal, tetapi dengan pengorbanan yang besar. Beberapa unit hampir kehilangan semua kesiapan tempur.

“Misalnya, Batalyon 1 Divisi Lintas Udara ke-82 hampir direduksi menjadi ‘nol’. Hanya komando yang tetap utuh. Komando harus ditarik ke belakang untuk pengisian ulang,” kata militer.

Namun, situasi kini berbalik melawan Rusia. Setelah serangan di bendungan Belgorod, bendungan mulai melepaskan air. Media Rusia melaporkan bahwa ketinggian air di waduk turun satu meter, mengalir ke Sungai Donets Siverskyi. Laporan sudah bermunculan tentang galangan kapal Rusia yang terendam banjir.

“Masalah utamanya adalah logistik musuh telah sangat terganggu. Daun-daun juga berguguran. Unit-unit yang berhasil menyeberangi Sungai Donets Siverskyi kini secara efektif terputus dari pasukan utama. Kami sedang menunggu pengisian kembali dana pertukaran,” rangkum Korps Angkatan Darat ke-16.

Serangan terhadap Bendungan Belgorod

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pesawat tanpa awak menyerang bendungan Belgorod pada malam tanggal 26 Oktober. Serangan tersebut menempatkan empat unit Rusia di arah Vovchansk dalam risiko banjir.

Unit-unit yang dilaporkan berisiko termasuk unsur-unsur dari Brigade Angkatan Bersenjata Rusia ke-128, ke-116, ke-68, dan ke-136.

Pada malam tanggal 25 Oktober, media Rusia mengklaim bahwa pasukan Ukraina diduga telah menyerang bendungan waduk Belgorod dengan roket HIMARS. (yn)

Titik Balik Takdir

EtIndonesia. Di sebuah desa kecil yang terpencil, hiduplah seorang pemuda bernama A Ming. Sejak kecil dia telah kehilangan kedua orangtuanya, dan hanya bisa bertahan hidup berkat bantuan para warga desa. Bagi A Ming, hidup selalu terasa pahit — dia tak percaya pada hal-hal seperti “takdir” atau “hukum sebab-akibat”. Baginya, hidup hanyalah perjuangan tanpa akhir. Meski bekerja keras setiap hari, dia merasa usahanya tak pernah cukup untuk mengubah nasib.

Namun, ujian terbesar datang tanpa peringatan. Suatu hari, tubuhnya mendadak lemas dan dia terus menerus batuk darah. Dia segera pergi ke tabib di kota kecil terdekat. Diagnosa dokter membuatnya terguncang — dia mengidap penyakit paru-paru berat, dan jika tidak segera diobati, usia hidupnya mungkin tak sampai satu tahun lagi.

Terperanjat, A Ming bertanya penuh amarah: “Apakah ini benar takdirku? Mengapa aku bekerja keras setiap hari, tetapi tetap diperlakukan tidak adil oleh kehidupan?”

Sang tabib hanya tersenyum tenang dan berkata: “Takdir adalah hasil. Sebab-akibat adalah akar penyebabnya. Jika yang dulu kamu tabur adalah benih yang tak baik, wajar bila sekarang yang tumbuh adalah penderitaan. Tapi ingat — kamu masih bisa menanam benih baru melalui perbuatan baikmu hari ini, dan mengubah masa depan.”

Perkataan itu menyentuh hati A Ming. Dia mulai merenungkan makna hidup.

Suatu hari, ketika melewati pinggiran sungai desa, dia melihat beberapa anak sedang menangkap ikan untuk dibawa pulang. Ikan-ikan itu menggelepar putus asa di keranjang bambu, seolah memohon pertolongan. Tak tega melihatnya, A Ming membeli ikan-ikan itu — dan melepaskannya kembali ke sungai.

Dia berkata kepada anak-anak itu: “Setiap makhluk hidup sedang berjuang untuk bertahan. Saat kita menyelamatkan kehidupan, kita sedang menanam kebaikan — bukan hanya untuk mereka, tapi untuk diri kita sendiri.”

Sejak hari itu, hidupnya mulai berubah — perlahan, tapi nyata. Dia rutin melakukan fangsheng (melepaskan makhluk hidup), membantu para lansia yang tinggal sendirian, berbagi makanan dengan tetangga yang miskin, dan diam-diam berdoa agar kebaikan itu meluluhkan penderitaannya.

Walau penyakitnya belum membaik, hatinya menjadi lebih damai. Dia mulai merasa bahwa hidup ini ternyata tidak sekejam yang dia kira — karena kini dia memahami maknanya.

Beberapa bulan kemudian, dia kembali memeriksakan kesehatannya. Sang dokter terkejut — penyakit A Ming menunjukkan pemulihan yang tak terduga.

Saat itulah dia benar-benar mengerti: takdir memang bisa membawa penderitaan, tetapi perbuatan baik — akan selalu membawa jalan keluar.

Yang lebih penting, dia telah belajar berdamai dengan hidup.

Kesimpulan

Kisah A Ming mengajarkan kita bahwa perbuatan baik dapat menenangkan hati, meluruhkan beban, bahkan mengubah arah hidup. Membantu orang lain sesungguhnya adalah membantu diri sendiri. Melepaskan hidup lain juga berarti membebaskan batin kita dari belenggu.

Saat kita menabur benih kebaikan, arus takdir akan mengalir menuju cahaya.(jhn/yn)

Badai Melissa Menuju Kuba dan Jamaika, Otoritas Desak Evakuasi

EtIndonesia. Badai Melissa bergerak menuju Jamaika dan Kuba, diperkirakan akan membawa banjir, tanah longsor, dan gelombang badai ke wilayah tersebut, menurut Reuters.

Badai Melissa telah menguat menjadi badai Kategori 4 yang bergerak menuju Jamaika dan Kuba, diperkirakan akan membawa banjir dahsyat, tanah longsor, dan gelombang badai ke wilayah tersebut, menurut Pusat Badai Nasional AS (NHC).

Badai tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 220 km/jam dan diproyeksikan akan menguat saat mendekati Jamaika, di mana badai tersebut diperkirakan akan mendarat pada Senin malam atau Selasa dini hari. Badai tersebut kemungkinan akan mencapai Kuba bagian tenggara pada Selasa malam.

Evakuasi di Jamaika

Otoritas di Jamaika telah mendesak penduduk untuk mengungsi ke tempat penampungan, yang jumlahnya hampir 900 di seluruh negeri.

Pada Minggu malam, Perdana Menteri Andrew Holness mengeluarkan perintah evakuasi wajib untuk Port Royal di Kingston dan enam wilayah lainnya. Namun, beberapa penduduk dilaporkan menolak untuk naik bus evakuasi.

NHC memperingatkan bahwa Badai Melissa dapat membawa curah hujan 15 hingga 30 inci (38–76 cm) di Jamaika dan Hispaniola selatan, dengan puncak lokal hingga 40 inci (≈101 cm).

Di Kuba, total curah hujan diperkirakan hanya sekitar setengahnya.

Tanggapan regional dan internasional

Menteri Informasi Jamaika, Dana Morris Dixon, mengatakan Badan Manajemen Darurat Bencana Karibia siap membantu, dan beberapa mitra internasional telah menjanjikan dukungan.

Badai destruktif sebelumnya di AS

Pada bulan September, Badai Helen melanda Florida, menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah AS. Operasi penyelamatan dan tempat penampungan didirikan untuk penduduk terdampak, sementara angin kencang memutus aliran listrik bagi lebih dari 1 juta orang di Florida dan 50 ribu orang di Georgia.

Gubernur Florida, Georgia, Alabama, Carolina, dan Virginia mengumumkan keadaan darurat. Fasilitas energi di sepanjang Pantai Teluk AS mengurangi operasi dan mengevakuasi beberapa lokasi.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, Badai Milton menghantam Florida, menyebabkan 2,2 juta rumah dan bisnis kehilangan aliran listrik dan menghancurkan sekitar 125 bangunan, sebagian besar berupa rumah mobil. Hampir 5 juta orang dievakuasi sebelum badai tiba. (yn)

Email Tak Dikenal


EtIndonesia.
 Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama A Jian. Latar belakang keluarganya sangat sederhana, namun sejak kecil dia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasib. Setelah dewasa, dia merantau ke kota besar demi mencari pekerjaan dan peluang hidup yang lebih baik.

Namun kenyataan jauh dari harapannya. Mencari pekerjaan sangatlah sulit, dan kehidupan di kota tidak semudah yang dia bayangkan. Meski begitu, A Jian tidak pernah mengeluh. Entah menjadi pencuci piring di restoran atau membagikan brosur di jalan, dia selalu bekerja dengan sikap sungguh-sungguh — percaya bahwa “belajar sedikit hari ini adalah kemajuan berharga untuk esok hari.”

Suatu hari, dia menerima sebuah email yang mengabarkan bahwa dia mendapatkan warisan dalam jumlah besar dari luar negeri — dan hanya perlu membayar biaya administrasi untuk mencairkannya. A Jian sempat tergoda — mungkinkah ini kesempatan emas hidupnya?

Namun hatinya ragu. Dia menyimpan surat itu dulu, berniat meminta pendapat seseorang yang lebih berpengalaman.

Di restoran tempatnya bekerja, dia cukup akrab dengan seorang pelanggan tetap — Paman Deng, seorang pensiunan pegawai bank yang bijaksana dan ramah. Melihat raut wajah A Jian yang gelisah hari itu, Paman Deng bertanya dengan lembut: “Anak muda, ada yang mengganggu pikiranmu?”

Setelah ragu sejenak, A Jian menceritakan tentang email warisan itu.

Paman Deng mendengarkan dengan serius, lalu menepuk pundaknya dan berkata: “Ingatlah — tidak ada makan siang gratis di dunia ini. ‘Warisan mendadak’ semacam itu hampir selalu penipuan. Jangan sampai tertipu.”

A Jian langsung berkeringat dingin. 

Dia membungkuk dan berterima kasih dengan tulus: “Kalau bukan karena Paman, mungkin uang tabungan saya sudah raib!”

Paman Deng hanya tersenyum: “Kamu sudah berjalan di jalan yang benar. Jangan hancurkan semua usaha kerasmu demi ilusi sesaat. Berjalanlah dengan lurus — keberuntungan akan datang tepat pada waktunya.”

Sejak hari itu, keyakinan A Jian terhadap hidup menjadi semakin kokoh. Dia tak lagi mencari jalan pintas instan, tetapi memilih untuk terus bekerja keras, satu langkah demi satu langkah.

Setelah jam kerja, dia mulai belajar keterampilan — terutama pemrograman komputer. Malam demi malam, di kamar kos kecilnya yang sempit, dia terus berlatih dan belajar tanpa henti.

Waktu pun berlalu. Kemampuannya di bidang pemrograman semakin matang, hingga suatu kesempatan datang — dia diterima sebagai magang di sebuah perusahaan teknologi.

Paman Deng sangat gembira mendengarnya dan berkata : “Orang yang sungguh-sungguh berusaha, pada akhirnya akan dipertemukan dengan orang baik dan peluang yang tepat.”

Dalam masa magang, A Jian bekerja dengan penuh tanggung jawab. Sikapnya yang tekun membuat perusahaan menaruh kepercayaan padanya.

Enam bulan kemudian, dia resmi diangkat sebagai karyawan tetap. Untuk pertama kalinya dalam hidup, dia merasakan stabilitas, harapan, dan jalan masa depan yang terbuka lebar.

Bertahun-tahun kemudian — A Jian telah menjadi salah satu pilar penting di perusahaan. Ketika dia menoleh ke masa lalu — perjuangan awal di kota besar, dan email penipuan yang hampir menjerumuskannya — ia selalu bersyukur atas kehadiran Paman Deng. 

Ucapan sederhana itu — “Berjalanlah di jalan yang benar, keberuntungan akan datang dengan sendirinya.” — menjadi cahaya yang menuntunnya sampai hari ini.

Kini, giliran A Jian menjadi ‘pemberi terang’ bagi orang lain.

Dia membimbing anak-anak muda yang sedang berjuang, membagikan kisahnya, dan tak pernah bosan berkata: “Harapan itu selalu ada. Orang baik itu selalu ada. Tapi hanya mereka yang sungguh berusaha — yang akan mampu melewati jebakan hidup dan bertemu dengan kesempatan sejati.” (jhn/yn)

Samsung Solve for Tomorrow 2025: Inovasi Muda Indonesia Bersiap Berlaga di Kancah Global

JAKARTA – Samsung Electronics Indonesia hari ini mengumumkan enam tim pemenang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025, program tahunan yang mendorong generasi muda Indonesia menciptakan solusi teknologi inovatif untuk menjawab tantangan sosial. Tahun ini, program ini menghadirkan kolaborasi istimewa dengan International Olympic Committee (IOC), membuka peluang bagi pemenang nasional untuk bersaing di tingkat regional dan global.

Dua tema besar yang diusung adalah ‘Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan’ dan ‘Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga: Untuk Pendidikan dan Masa Depan yang Lebih Baik’. Para pemenang dari kategori kedua berkesempatan menjadi SFT Global Ambassador di Olimpiade Musim Dingin 2026.

Inovasi yang Menginspirasi dari Kampus dan Sekolah

Dari kategori Pendidikan Tinggi, tim Labmino dari Universitas Indonesia meraih juara pertama dengan RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang membantu pelari tunanetra berlari lebih aman melalui panduan suara real-time. Juara kedua diraih tim Hackie Chan dari Universitas Brawijaya dengan Pantara, platform digital berbasis AI untuk manajemen bahan pangan segar dalam program Makan Bergizi Gratis. Sementara tim KYGB dari Bina Nusantara menempati posisi ketiga dengan Gesti Talk, aplikasi penerjemah bahasa isyarat berbasis AI.

Di kategori SMA/SMK/MA, tim Fungaes dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin menjadi juara pertama dengan MycoSense, sistem pemantauan kualitas tanah berbasis jaringan jamur dan Edge-AI. Tim TIMSES dari MAN 2 Kota Malang menyusul di posisi kedua dengan EcoZone, sistem pengolahan limbah cair pertanian berbasis electro-ozonation dan IoT. Tim R2045 NEST-X dari MAS International Technonatura melengkapi tiga besar dengan Kandang H.I.J.A.U, peternakan ayam otomatis berbasis smart sensor dan tenaga surya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Industri

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyatakan kebanggaannya terhadap kreativitas peserta. “Mereka menunjukkan bahwa teknologi yang digerakkan oleh empati dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.”

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan perwujudan semangat Diktisaintek Berdampak. “Lomba yang baik melahirkan pemenang, tetapi lomba yang hebat melahirkan perubahan yang menginspirasi gerak zaman.”

Dukungan juga datang dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dr. Muhammad Muchlas Rowi dari Kemendikdasmen menyatakan program ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menuju Olimpiade Musim Dingin 2026

Sebagai langkah lanjutan, dua tim pemenang kategori Social Change through Sport & Tech dari perguruan tinggi, yaitu Labmino (UI) dan KYGB (Binus), akan melanjutkan perjalanan ke kompetisi tingkat Asia Tenggara dan Oseania. Tim terbaik dari wilayah tersebut berpeluang menjadi SFT Global Ambassador di Olimpiade Musim Dingin 2026.

Anthony Edbert Feriyanto dari tim Labmino menyatakan, “Bagi kami, SFT 2025 bukan hanya perlombaan, ini adalah gerakan yang mendorong inovasi untuk memberi dampak nyata.”

Talita Almira Salsabila dari tim Fungaes menambahkan, “Meski belum berpengalaman dalam machine learning, kami belajar dan berkembang berkat dukungan materi dan mentoring dari Samsung dan Skilvul.”

Dengan semangat “Together for Tomorrow!”, Samsung berkomitmen terus menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan potensi Indonesia di kancah global.

Ancaman dari Belarus: Lituania Memperkuat Kontrol Udara dan Meningkatkan Pertahanan Udara

EtIndonesia. Otoritas Lituania memperketat langkah-langkah keamanan sebagai respons atas intrusi wilayah udara yang berulang, menurut media berita Lituania, Delfi.

Penjabat Menteri Pertahanan, Vladyslav Kondratovich, mengumumkan langkah-langkah kontrol wilayah udara yang lebih ketat menyusul serangkaian invasi objek tak dikenal ke wilayah Lituania, yang bertujuan untuk meminimalkan risiko keamanan.

Penguatan Pemantauan Wilayah Udara

Menurut Kondratovich, kepolisian dan militer akan mengintensifkan kerja sama untuk mencegah masuknya objek udara yang diluncurkan dari Belarus. Jika objek tersebut terdeteksi, zona terdampak akan segera ditutup.

“Begitu sebuah objek terbang terdeteksi di wilayah udara Lituania, area tersebut dapat ditutup. Negara ini terbagi menjadi 24 zona, sehingga dalam sepuluh menit kami dapat menutup zona tertentu dan mengambil tindakan yang diperlukan,” ujarnya.

Menteri tersebut tidak mengungkapkan detail operasional, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional dan kebutuhan untuk menghindari pengungkapan informasi kepada calon musuh.

Penggunaan Aset Pertahanan Udara dan Intelijen

Kondratovich mencatat bahwa Lituania menggunakan elemen-elemen sistem pertahanan udara dan intelijen untuk memastikan respons cepat terhadap potensi ancaman, meskipun tidak ada aksi militer langsung yang direncanakan di dekat perbatasan.

“Kami dapat mengerahkan elemen-elemen pertahanan udara dan intelijen tertentu untuk mencapai hasil yang cepat. Tetapi jika Anda membayangkan kami akan menempatkan meriam di perbatasan dan mulai menembak, itu tidak akan terjadi,” tegasnya.

Insiden dengan Balon

Seperti yang dilaporkan Reuters, Bandara Vilnius ditutup sementara pada hari Minggu setelah beberapa objek, yang diyakini sebagai balon helium, terdeteksi di wilayah udaranya. Ini adalah insiden keempat dalam seminggu.

Otoritas Lituania mengaitkan kemunculan balon-balon ini dengan operasi penyelundupan yang melibatkan rokok, tetapi juga menuduh rezim Lukashenko mengizinkan penggunaan wilayah udara Belarus untuk kegiatan semacam itu.

Konteks

Angkatan bersenjata Lituania baru-baru ini menerima helikopter UH-60M Black Hawk pertama mereka dari Amerika Serikat, yang secara signifikan meningkatkan mobilitas operasional dan kemampuan pertahanan negara tersebut.

Selain itu, Ukraina dan Lithuania menandatangani nota kesepahaman tentang perluasan kerja sama dalam perlindungan infrastruktur penting, yang dokumennya didukung oleh Dinas Komunikasi Khusus Negara Ukraina dan kantor pemerintah Lithuania. (yn)