Bank Indonesia Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi melalui UMKM Syariah dan Usaha Pesantren di FESyar Jawa 2025
Surabaya, 12 September 2025 – Festival Ekonomi Syariah Kawasan Jawa (FESyar Jawa) 2025 menggelar talk show bertajuk “Pemberdayaan UMKM Syariah dan Usaha Pesantren untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Acara ini menghadirkan perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur serta empat narasumber kompeten dari dunia industri, UMKM, dan pesantren.
Dalam sambutannya, Ridzky Prihadi, Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi syariah regional. Ia menyoroti potensi besar UMKM dan pesantren sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.
“UMKM adalah salah satu engine perekonomian nasional, menyumbang 61% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Sementara pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi syariah yang mengintegrasikan nilai keislaman,” ujarnya.
Ridzky juga memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi syariah global yang mencapai $3,76 triliun pada 2028. “Ini adalah peluang besar bagi Indonesia, yang saat ini berada di peringkat tiga dunia dalam indikator ekonomi syariah,” tambahnya.

Paragon: Integrasi Nilai Ketuhanan dan Kebermanfaatan dalam Bisnis
Richa Wahyu Arifani, Eastern Region Segment Business Lead PT Paragon Technology and Innovation, memaparkan bagaimana Paragon sukses menjadi perusahaan kecantikan terbesar di Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai syariah.
“Kami memiliki lima nilai inti: Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, dan Inovasi. Nilai ketuhanan menjadi landasan utama dalam setiap langkah bisnis kami,” jelas Richa.
Paragon, yang memiliki 14 brand ternama seperti Wardah, Emina, dan MakeOver, tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial. Perusahaan ini aktif dalam program beasiswa, pemberdayaan guru, dan dukungan terhadap UMKM melalui pelatihan dan pendampingan.
“Kami percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Semakin besar bisnis kami, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk berbagi,” tegasnya.
Kopi Kenangan: Halal sebagai Nilai Utama dan Komitmen Ekspansi Global
Sally Rachmatika, ASP Group Head of Quality Assurance and Quality Control Kopi Kenangan, membagikan strategi perusahaannya dalam membangun bisnis kopi yang halal, inovatif, dan inklusif.
“Sejak awal, komitmen kami terhadap sertifikasi halal sangat kuat. Bahkan CEO kami yang non-Muslim selalu mengingatkan agar setiap produk baru harus sudah memiliki sertifikat halal sebelum diluncurkan,” ujar Sally.
Kopi Kenangan, yang kini telah memiliki lebih dari 1.070 outlet di Indonesia dan 120 outlet di Malaysia, tidak hanya faskan pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi. Aplikasi mobile, sistem POS yang dikembangkan internal, dan penggunaan AI menjadi kunci efisiensi dan pertumbuhan perusahaan.
“Kami juga memiliki program CSR Kenangan Baik yang berfokus pada pemberdayaan petani kopi dan pembangunan sanitasi di daerah pedalaman,” tambahnya.
Ke depan, Kopi Kenangan berencana melakukan ekspansi ke Taiwan, Australia, India, dan Filipina, sambil terus memperkuat positioning sebagai merek kopi Indonesia yang go global.
Pesantren Sunan Drajat: Niat Baik, Tata Kelola, dan Kemandirian Ekonomi
Gus Anas Al Hifni, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, membagikan kunci sukses pesantrennya dalam mengelola unit usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
“Pesantren kami memiliki 16.000 santri dengan biaya SPP hanya Rp550.000 per bulan. Untuk mensubsidi operasional pendidikan, kami mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari toserba, pabrik garam, hingga produk makanan seperti bakso dan nugget,” paparnya.
Gus Anas menekankan pentingnya niat baik, tata kelola yang profesional, dan pemberdayaan SDM. “Kami memisahkan antara pengelola pendidikan dan bisnis agar masing-masing fokus pada perannya. Alumni pesantren yang tidak menjadi guru kami berdayakan untuk mengelola unit usaha,” jelasnya.
Pesantren Sunan Drajat juga mengedepankan aspek spiritual dengan mewajibkan karyawan dan santri untuk berziarah, membaca wirid, dan salat Dhuha. “Doa adalah energi terbesar yang menggerakkan bisnis kami,” tuturnya.
Pesantren Annuqayah: Bisnis Berbasis Lingkungan dan Jejaring Alumni
Moh. Naqib Hasan, S.Sos, M.Pd.I, Ketua Bidang Informasi dan Kemasyarakatan Pondok Pesantren Annuqayah, menceritakan bagaimana pesantrennya berhasil mengembangkan 13 unit usaha yang berkelanjutan.
“Kami memiliki dua institusi utama sebagai inkubator bisnis: Annuqayah Business Center (ABC) dan Koperasi Pondok Pesantren Annuqayah. Keduanya menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi pesantren,” ungkapnya.
Unit usaha yang dikelola meliputi pertanian lele, AMDK Suci, ritel, advertising, pengolahan sampah, dan warung kopi. Omset dari unit-unit ini mampu menutupi 38% biaya operasional non-pemerintah.
Naqib juga menyoroti pentingnya integrasi antara pendidikan, bisnis, dan lingkungan. “Kami menerapkan reusable pad untuk santri, mendaur ulang sampah, dan mengembangkan kebun mente sebagai bagian dari komitmen lingkungan,” jelasnya.
Ke depan, pesantren ini berharap dapat terus berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Kolaborasi untuk Kemandirian Ekonomi Syariah
Talk show ini ditutup dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, dan perwakilan pesantren. Para narasumber sepakat bahwa kemandirian ekonomi syariah dapat dicapai melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen pada nilai-nilai keislaman.
Bank Indonesia Jatim berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM syariah dan usaha pesantren melalui program pendampingan, pelatihan, dan akses pembiayaan. Dengan sinergi yang kuat, ekonomi syariah Jawa Timur diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lainnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perundingan Damai Rusia-Ukraina Terhenti, NATO Tembak Jatuh Drone yang Menyerang Polandia
Perundingan damai Rusia-Ukraina minggu ini tampaknya menemui jalan buntu. Rusia tetap melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai kota besar Ukraina. Dari ratusan drone yang dikerahkan, sebanyak 19 di antaranya bahkan masuk ke wilayah Polandia. Jet tempur Polandia dan NATO segera diterbangkan dan berhasil menembak jatuh sebagian besar dari drone tersebut. Eropa langsung mengecam keras tindakan provokatif Rusia.
Kremlin selain menyangkal, juga mengatakan bahwa istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan perundingan adalah “ditangguhkan”. Amerika Serikat mendesak Eropa untuk berhenti membeli energi Rusia, serta bersama-sama mengenakan tarif tinggi terhadap PKT dan India guna melemahkan Rusia. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa kesabarannya terhadap Putin semakin menipis.
EtIndonesia. Presiden Rusia Vladimir Putin minggu lalu menyatakan tidak menentang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa, namun minggu ini justru meningkatkan serangan, termasuk mengebom gedung pemerintahan Ukraina di Kyiv.
Di Kremenchuk, yang terletak di tepi Sungai Dnipro, aliran listrik terputus; sementara di Kryvyi Rih, kota penghasil mineral, sejumlah orang terluka dan banyak bangunan rusak.
Para pemimpin Eropa mengecam tindakan tersebut, sementara Trump mengatakan akan berbicara langsung dengan Putin. Namun keesokan harinya serangan Rusia tetap berlanjut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut hal ini sebagai tindakan “pembunuhan”.
Presiden Polandia Karol Nawrocki memperingatkan, “Rusia mungkin sudah siap untuk menginvasi negara lain.” Sehari kemudian, drone Rusia benar-benar memasuki wilayah udara Polandia.
Pada 10 September, Rusia meluncurkan 415 unit drone berbagai jenis serta lebih dari 40 rudal jelajah dan balistik, melakukan serangan udara ke 15 wilayah Ukraina. Dari jumlah itu, 19 drone masuk ke wilayah Polandia. Jet tempur Polandia dan NATO berhasil menembak jatuh sebagian besar drone, namun tetap ada rumah-rumah warga yang rusak.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan, rute drone itu sudah diprogram sebelumnya, sehingga tidak ada alasan untuk menganggapnya sebagai kesalahan operasi. Sebulan lalu, sebuah drone Rusia juga sempat masuk ke wilayah udara Lithuania dari Belarusia.
Menteri Pertahanan Lithuania Dovile Sakaliene mengatakan: “Setiap orang di sayap timur NATO menghadapi risiko tertentu setiap malam.”
Sementara itu, negara-negara Baltik lain—Estonia dan Latvia—juga menghadapi insiden kabel bawah laut yang terputus akibat kapal tanker Rusia dan kapal kargo Tiongkok, sehingga meningkatkan kewaspadaan negara-negara anggota NATO.
Latvia sejak 2024 kembali memberlakukan wajib militer bagi pemuda, dan pasukan Swedia kini ditempatkan di Latvia untuk membantu pertahanan.
Finlandia, yang berbatasan langsung dengan Rusia sepanjang 1.400 km, telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama pagar perbatasan sepanjang 35 km. Pada 10 September, AS mengumumkan penjualan rudal udara-ke-udara canggih serta perlengkapan terkait senilai 1,07 miliar dolar AS kepada Finlandia.
Presiden Ukraina Zelenskyy menegaskan: “Kami memberikan bantuan karena sistem pertahanan udara Patriot tidak mampu menghadapi drone Shahed yang menyerang Polandia.”
Mulai 12 September, Rusia bersama Belarusia menggelar latihan militer gabungan selama lima hari (Zapad-2025).
Menurut laporan France 24, latihan ini sangat diperhatikan NATO, karena pada latihan terakhir sebelumnya, Rusia langsung melancarkan invasi ke Ukraina. Pada hari yang sama, NATO meluncurkan operasi “Eastern Sentry” (Penjaga Timur).
Komandan tertinggi NATO, Jenderal Alexus Grynkevich, mengatakan: “‘Eastern Sentry’ akan fleksibel dan gesit, mampu memberikan pencegahan dan pertahanan yang lebih terarah sesuai waktu dan lokasi yang diperlukan.”
Pada hari yang sama, Inggris berjanji memberikan bantuan musim dingin kepada Ukraina senilai sekitar 193 juta dolar AS (142 juta poundsterling) serta menambah 100 sanksi baru terhadap Rusia. Uni Eropa juga memperpanjang sanksi individu terhadap Rusia selama enam bulan ke depan.
Kremlin pada 12 September menyatakan tetap terbuka untuk perundingan damai dengan Ukraina, namun menyalahkan Eropa sebagai pihak yang membuat pembicaraan “ditangguhkan”.
Juru bicara Kremlin Dmitriy Peskov mengatakan: “Negara-negara Eropa sedang menghalangi proses ini, dan itu adalah kenyataan.”
Eropa kini gencar mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang, sementara AS berupaya memutus sumber ekonomi Rusia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan: “Jika AS dan Uni Eropa turut campur dengan menjatuhkan lebih banyak sanksi dan mengenakan tarif sekunder terhadap negara-negara (Tiongkok dan India) yang membeli minyak Rusia, maka ekonomi Rusia akan runtuh total, dan Presiden Putin terpaksa kembali ke meja perundingan.”
Trump pada 9 September mengumumkan bahwa AS akan terus mengadakan negosiasi tarif dengan India, dan Perdana Menteri Narendra Modi memberikan respons positif.
Pada 11 September, di bawah mediasi Trump, Belarusia membebaskan 52 tahanan politik asing, sementara AS mencabut sebagian sanksi terhadap maskapai penerbangan Belarusia. Pengamat menilai langkah diplomatik fleksibel Trump ini ditujukan untuk menekan Rusia.
Seorang wartawan bertanya: “Apakah Anda siap menjatuhkan sanksi tahap kedua terhadap Rusia?”
Presiden AS Donald Trump menjawab: “Ya, saya setuju.”
Sumber : NTDTV.com
Intersepsi Rudal? Dua Bola Cahaya Ditembak Jatuh di Langit Malam Shandong, Tiongkok
Pada 12 September 2025 malam, dua ledakan terdengar di langit Weifang, Shandong, Tiongkok. Banyak warga merekam video dua benda bercahaya yang terbang dan kemudian ditembak jatuh, mirip dengan adegan intersepsi rudal. Pihak berwenang Tiongkok bungkam, sementara warganet berspekulasi apakah ada “kejadian besar” yang terjadi.
EtIndonesia. Beberapa video yang beredar di daratan Tiongkok menunjukkan dua ledakan dahsyat di wilayah Weifang, Tiongkok. Sekitar pukul 21:03, sebuah bola cahaya meluncur dari permukaan tanah dengan lintasan parabola. Bola cahaya itu sempat menerangi awan di langit.
Saat mendekati daratan, bola tersebut bertabrakan dengan objek putih yang datang dari arah berlawanan, lalu terjadi ledakan besar.
Sekitar pukul 21:08, kejadian serupa kembali terjadi. Banyak warga berhasil merekamnya, dan sejumlah saksi mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa mereka mendengar dua kali dentuman keras berturut-turut.
Seorang perekam video berteriak: “Gawat, itu rudal!” Banyak warganet juga berpendapat bahwa itu jelas intersepsi rudal oleh militer, lalu ramai berspekulasi ada perubahan besar yang sedang berlangsung.
Beberapa media lokal yang dikuasai pemerintah tampak berusaha meredam isu ini dengan menyebutnya sebagai “uji coba intersepsi rudal”. Ada juga yang mengatakan sebagai latihan tempur, tetapi klaim ini justru memicu keraguan besar warganet.
Biasanya, uji coba atau latihan rudal Tiongkok dilakukan di wilayah barat atau di laut, sangat jarang dilakukan di provinsi padat penduduk seperti Shandong.
Banyak warganet mempertanyakan: “Mana mungkin diadakan di tengah kota?”, “Mengapa di area permukiman?”, “Latihan di atas langit kota?”
Badan Manajemen Darurat Weifang hanya menyatakan telah menerima laporan, namun hingga kini belum mengumumkan hasil investigasi.
Hingga berita ini ditayangkan, militer maupun otoritas lokal Tiongkok belum memberikan penjelasan.
Menurut data publik, Grup Angkatan ke-80 dari Komando Wilayah Utara Tiongkok ditempatkan di kota Weifang.
Sejumlah media lokal melaporkan peristiwa ini, tetapi sengaja menghindari menyebut kata “Weifang” dan hanya menyebut secara umum “Shandong”.
Saat ini, situasi politik di Tiongkok tengah bergejolak, dengan persaingan keras dalam tubuh militer. Pemerintah berusaha keras menjaga “stabilitas” dan menutupi semua informasi yang dianggap merugikan.
Sumber : NTDTV.com
London Gelar Pawai Kebebasan Berbicara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Elon Musk Sampaikan Pesan
EtIndonesia. Pada 13 September 2025, aktivis konservatif Inggris Tommy Robinson menggelar acara “Festival Kebebasan Berekspresi” (Free Speech Festival) di depan Downing Street, yang merupakan bagian dari gerakan UNITE THE KINGDOM (“Satukan Kerajaan”). Acara ini menarik tokoh-tokoh internasional yang mendukung kebebasan berbicara. Menurut laporan, hampir 1 juta orang turut hadir.
Selain pidato dari berbagai tokoh ternama, miliarder asal Amerika Serikat Elon Musk juga menyampaikan pesan melalui video kepada para demonstran.
Acara tersebut juga mengadakan peringatan untuk mengenang tokoh konservatif Amerika, Charlie Kirk, yang baru saja dibunuh dalam serangan ketika ia mengkampanyekan gerakan kebebasan berbicara di kampus.
Londra oggi#UniteTheKingdom#londonprotest#CharlieKirkpic.twitter.com/p0h71yXxvW
— Howard Roark jr (@HowardRoarkjr) September 13, 2025
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa aksi “Satukan Kerajaan” berlangsung dalam skala besar, dengan banyak peserta membawa bendera Inggris. Penyelenggara menyatakan lebih dari sejuta orang ikut serta dalam aksi tersebut.
Namun, polisi mengumumkan bahwa jumlah peserta aksi yang diorganisir Robinson sekitar 110 ribu orang, sementara jumlah massa yang menentang acara itu sekitar 5 ribu orang. Angka ini memicu keraguan dan perdebatan di kalangan warganet.
Dalam pidatonya lewat video, Musk menekankan pentingnya kebebasan berbicara, mengecam kekerasan dari kelompok kiri, serta menyinggung kasus pembunuhan dingin Charlie Kirk—yang justru dirayakan secara terbuka oleh sebagian kalangan kiri.
📢 Massive protests in London today! Tens of thousands at "Unite the Kingdom" rally for free speech & anti-immigration, with reports of hundreds of thousands or even 1M+ attendees. 🇬🇧 #LondonProtests #UKNews pic.twitter.com/AD0OjUZjuy
— Socially Trendy (@SociallyTrendyX) September 13, 2025
Musk menyerukan “akal sehat” dan “keadilan”. Ia mengatakan: “Saya ingin menekankan akal sehat dan keadilan, yaitu keputusan seharusnya dibuat berdasarkan kemampuan. Jika seseorang berbakat dan rajin, itu harus menjadi satu-satunya jalan untuk naik. Tidak seharusnya ada diskriminasi berdasarkan gender, agama, ras, atau hal lainnya.”
🇬🇧 #London flooded with crowds ahead of Tommy Robinson’s Unite the Kingdom rally #CharlieKirk
— Uncensored News (@Uncensorednewsw) September 13, 2025
Streets packed 2.5 hours before start — police preparing for up to 1 million attendees. Could be Europe’s largest demonstration ever
British patriots are chanting the name of Charlie… pic.twitter.com/A8GdABBNwy
Aksi “Satukan Kerajaan” juga mengadakan doa dan penghormatan untuk mengenang Charlie Kirk, tokoh konservatif Amerika yang ditembak mati pada 10 September saat memberi kuliah di sebuah universitas di Utah. Peristiwa itu memicu gelombang peringatan di seluruh dunia.
THOUSANDS FILL LONDON AS “UNITE THE KINGDOM” TAKES SHAPE!!!#londonprotests #UniteTheKingdom
— Sonia Beloch (@sonia_0707_) September 13, 2025
pic.twitter.com/iPtlkYj0Ix
La maggioranza silenziosa#UniteTheKingdom#London#CharlieKirkpic.twitter.com/AH0Ldr0guF
— Howard Roark jr (@HowardRoarkjr) September 13, 2025
Di hari yang sama, kelompok Stand Up To Racism juga menggelar aksi tandingan. Selain itu, di London juga berlangsung pertandingan besar Liga Inggris antara West Ham United melawan Tottenham Hotspur, serta konser dan acara lainnya.
Sumber : NTDTV.com
Over ONE MILLION people flood the streets of London for Tommy Robinson’s ‘Free Speech Festival’, now the BIGGEST protest in United Kingdom history! 🇬🇧pic.twitter.com/uhlr5G5yLL
— Sophia Grace Mitchell (@Sofffieegracie) September 13, 2025
111.000 Ribu Orang Ikuti Pawai Akbar “Unite the Kingdom” di London
EtIndonesia. Sekitar 111.000 demonstran turun ke jalan-jalan pusat kota London pada Sabtu (13/9/2025) dalam aksi unjuk rasa “Unite the Kingdom” (Satukan Kerajaan). Aksi ini digagas oleh aktivis anti-imigrasi Tommy Robinson. Beberapa peserta juga membawa foto dan spanduk bergambar mendiang aktivis konservatif Charlie Kirk sebagai bentuk penghormatan.
Para peserta pawai mengibarkan Union Jack (bendera Inggris Raya) dan bendera Santo Georgius (Inggris), sambil meneriakkan “Kami ingin kembali negara kami” serta mengangkat spanduk bertuliskan “Kirim mereka pulang”.
Polisi memperkirakan aksi tersebut diikuti sekitar 111 ribu orang, sementara aksi tandingan Stand Up To Racism (Berdiri Melawan Rasisme) menarik sekitar 5 ribu orang.
Menjelang siang, massa memadati jalan di tepi selatan Sungai Thames, dengan barisan yang membentang dari Gedung Parlemen hingga Stasiun Waterloo sepanjang hampir satu kilometer.
“Ini sangat penting. Mereka harus menghentikan imigran ilegal masuk ke negara ini. Ini sedang merobek-robek kami. Anda tahu, ada orang-orang di sini, para veteran kami, yang pernah berjuang untuk kita dan kebebasan, tetapi mereka tunawisma dan tidur di jalanan. Namun siapa pun yang datang, menyerahkan dokumen, bisa tinggal di hotel bintang empat dengan makanan gratis dan ruang istirahat,” kata seorang demonstran, Sandra Mitchell.
Polisi London mengerahkan lebih dari seribu petugas untuk berpatroli dan mendirikan zona penyangga di dekat gedung-gedung pemerintahan guna mencegah bentrokan antar massa. Polisi menyatakan ada oknum yang melempar benda ke arah petugas, dan beberapa polisi diserang di area pemisah. Rekaman di lokasi menunjukkan polisi anti huru-hara dengan tameng membubarkan kerumunan.
Robinson menegaskan bahwa pawai ini bertujuan memperjuangkan kebebasan berbicara dan membela budaya tradisional. Ia juga menyerukan lewat media sosial agar para pendukungnya “tidak melakukan kekerasan, tidak membuat kerusuhan, tetapi merasa bangga dengan negara”.
Dengan jumlah permohonan suaka yang mencapai rekor tertinggi, isu imigrasi kini melampaui krisis ekonomi dan menjadi fokus utama politik Inggris. Tahun ini sudah lebih dari 28 ribu orang menyeberangi Selat Inggris dengan perahu kecil. Sejumlah insiden kekerasan dan kontroversi sosial terkait imigrasi belakangan ini juga membuat isu tersebut semakin memanas.
Sumber : NTDTV.com
Banjir Bali : 17 Orang Tewas dan 5 Hilang, Banjir Nagekeo, NTT : 5 Orang Tewas dan 3 Hilang
EtIndonesia– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sebanyak 24 kejadian bencana terjadi di Indonesia dalam periode 13 September 2025 hingga 14 September 2025. Adapun Korban jiwa akibat banjir di Bali dan Nusa Tenggara Timur bertambah. Korban tewas di Bali mencapai 17 jiwa dan 5 jiwa di Nagekeo, NTT.
Delapan kejadian bencana di antaranya merupakan kejadian dengan dampak yang signifikan dan didominasi oleh kejadian banjir dan tanah longsor.
Kejadian banjir pertama tercatat di Provinsi DKI Jakarta. Hujan deras yang melanda sejak Jumat (12/9). Sementara di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, longsoran pondasi bangunan pabrik unit es menyebabkan 4 unit rumah warga rusak. Satu diantaranya rusak berat dan sisanya rusak ringan. Longsor yang terjadi pada Rabu (10/9) pukul 10.00 WIB tersebut menyebabkan 25 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tidak ada korban meninggal akibat peristiwa ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis, BNPB juga melakukan beberapa pengkinian kejadian bencana, salah satunya banjir di Provinsi Bali. Hingga Minggu (14/9) pukul 07.00 WIB, korban jiwa meninggal dunia sebanyak 17 jiwa dan 5 orang hilang.
Muhari mengatakan, proses pencarian masih dilakukan oleh Basarnas dan opd terkait. Banjir dilaporkan sudah surut di seluruh lokasi terdampak. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah meninjau langsung proses penanganan darurat Banjir Bali.

Sementara di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur hingga Minggu (14/9) pukul 07.00 WIB 3 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Senin (8/9/2025). Upaya pencarian korban hilang masih dilakukan hingga Minggu dengan fokus pencarian berada di sepanjang kali Desa Sawu hingga ke Muara.
Sementara korban meninggal dunia sebanyak 5 jiwa dan korban luka-luka sebanyak 3 orang. Sebanyak 93 rumah warga hanyut akibat banjir bandang. Desa Sawu merupakan desa terparah yang terdampak banjir bandang dengan jumlah rumah hanyut sebanyak 53 unit.
Selain terputusnya saluran komunikasi yang menjadi kendala utama penanganan, sulitnya akses menuju lokasi kejadian juga memperlambat penanganan darurat.
Hingga kini, sudah ada 2 ruas jalan yang dilakukan penanganan pasca banjir bandang. Masih terdapat 3 titik ruas jalan yang akan diperbaiki. Bupati Kabupaten Nagekeo telah menetapkan Status Tanggap Darurat bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Nagekeo terhitung sejak tanggal 9 September hingga 30 September 2025.
Berdasarkan analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim hujan diprediksi akan datang lebih awal dari kondisi normal. Pada periode 8–10 September, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Di beberapa daerah, curah hujan bahkan mencapai kategori lebat hingga ekstrem. BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan akan bahaya bencana hidrometeorologi basah yang bisa terjadi kapan saja. (***)
Rayakan Momen Istimewa di “Sweet Memories Room” Dafam Pacific Caesar Surabaya
Dalam rangka merayakan cinta dan momen spesial, Dafam Pacific Caesar Surabaya meluncurkan paket kamar eksklusif terbaru, “Sweet Memories Room Package.” Paket ini dirancang khusus untuk para pasangan yang ingin menciptakan kenangan indah dan tak terlupakan, mengubah kamar hotel menjadi panggung sempurna untuk momen romantis. Tidak hanya untuk pernikahan, ulang tahun pernikahan, ulang tahun atau momen lainnya.
Paket “Sweet Memories” lebih dari sekadar menginap. Setiap detail telah dipersiapkan dengan cermat untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan. Tamu yang memesan paket ini akan disambut dengan dekorasi romantis di kamar, termasuk:
- Dekorasi Bunga di Tengah Kamar (Center Piece Flower)
- Taburan Kelopak Mawar (Selected Rose Petal)
- Dekorasi Balon Artistik (Balloon Art Decoration)
- Kartu Ucapan (Greeting Card)
- Potongan Kue Pilihan (Selected Slice Cake)
- Dekorasi Handuk Artistik (Towel Art Decoration)
“Kami tidak hanya mendekorasi kamar, kami menyiapkan ruangan untuk kenangan berharga Anda.” Ujar Edy Santoso selaku Sales Marketing Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya. “Dengan ‘Sweet Memories Room Package, kami ingin setiap pasangan merasa istimewa dan memiliki tempat yang sempurna untuk merayakan anniversary, honeymoon, birthday atau sekadar momen romantis bersama.” Tambah Hogi Budiarto selaku General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya
Paket ini ditawarkan dengan harga spesial mulai dari IDR 750.000 net/malam. Harga tersebut sudah termasuk semua dekorasi yang disebutkan, memastikan pengalaman yang bebas repot dan penuh kejutan.
Untuk informasi lebih lanjut dapat melalui whatsapp Dafam Pacific Caesar Surabaya 0822 3399 1999 atau bisa menghubungi Edy 0878 7786 9020 / Yusak 0896 8787 5825.
Bank Indonesia Melalui Fesyar Dorong Sinergi Industri Fashion Halal untuk Go Global dan Berkelanjutan
Surabaya – Talk Show Sustainable Fashion menjadi salah satu sesi puncak dalam Festival Ekonomi Syariah Jawa 2025 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Acara yang mengusung tema “Halal Modest Fashion: Sinergi Industri, Kreativitas, dan Kesadaran Konsumen” ini menghadirkan empat narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang untuk membahas masa depan industri fesyen halal Indonesia.
Dalam sambutan pembukaanya, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Muhammad Nur, menyampaikan optimisme dan kebanggaannya atas prestasi Indonesia yang kini menduduki peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, mengungguli negara-negara muslim lainnya.
“Posisi kita yang berada di ranking kesatu untuk fashion mudah-mudahan terus bisa kita pertahankan. Bahkan kita lebih tingkatkan lagi,” ujarnya di hadapan para undangan. Ia menekankan bahwa dengan populasi muslim global yang diproyeksikan mencapai 2,8 miliar pada 2050 dan nilai konsumsi produk halal (termasuk fesyen) yang diprediksi tembus US$ 3,36 triliun pada 2028, potensi pasar ini sangatlah besar.
“Sinergi kolaborasi itu sudah harus dilakukan dari hulu sampai ke hilirnya. Dengan para desainer, dengan inovasi-inovasi dari jiwa-jiwa muda, kita harap fashion dari Indonesia akan bisa tumbuh lebih tinggi lagi, mengisi kebutuhan bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” tambahnya.
Acara yang dipandu oleh MC Kiki Purtasari ini kemudian memberikan panggung kepada keempat narasumber untuk memaparkan strategi, tantangan, dan visi mereka dalam mengembangkan ekosistem fesyen halal yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Meli Indarto: Membangun Ekosistem Fesyen Berkelanjutan dari Serat Lokal
Meli Indarto, Founder dan CEO KAIN Sustainable Fashion Expert, memaparkan pendekatan value-based creativity untuk membangun ekosistem industri yang halal, etis, dan berkelanjutan. Menurutnya, modest fashion telah menjadi ekonomi global dengan nilai estimasi US$ 2,8 triliun, dan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pasar sekaligus produsen terbesar.
“Indonesia di tahun ini sudah menjadi peringkat pertama untuk sektor modest fashion. Ini capaian membanggakan, tapi juga tanggung jawab besar,” ujarnya.
Praktik terbaik yang diterapkan di brand-nya berfokus pada empat pilar: material alami (non-plastic based), sistem closed loop (produksi sirkular minim limbah), relevansi dengan tren global, dan penguatan kearifan lokal sebagai DNA brand. KAIN, yang berbasis di Pasuruan, Jawa Timur, fokus mengolah serat nanas, rami, katun, dan sutra eri (yang dibudidayakan secara etis) menjadi busana siap pakai.
“Kain adalah satu-satunya brand di Indonesia yang memproduksi benang sutra eri fabrikasi. Kami berkolaborasi dengan lebih dari 1900 petani lokal. Ini bukan sekadar fashion brand, tapi ekosistem industri yang luas,” tegasnya. Meli juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi limbah tekstil, membuka workshop untuk transfer knowledge, dan mendorong regenerasi tenaga kreatif muda.
Anggia Mawardi: Strategi Ekspor untuk Masuk Pasar Global
Anggia Mawardi, Direktur Dialia Indonesia Global, membagikan strategi praktis untuk merambah pasar ekspor. Ia menyoroti bahwa ekspor bukan hanya untuk menambah cuan, tetapi juga untuk memperluas segmen pasar, mengidentifikasi target market yang spesifik, dan bahkan sebagai medium syiar Islam.
“Alasan saya kenapa ekspor adalah untuk kita syiar Islam. Menanamkan nilai-nilai syariah ke negara yang bukan Islam,” ungkap Anggia.
Ia menyarankan untuk tidak hanya memfokuskan pada negara mayoritas muslim seperti Turki atau UAE yang sudah dikuasai industri besar, tetapi juga membidik daerah dengan minoritas muslim yang potensial seperti Filipina Selatan (Mindanao), Thailand Selatan, Prancis, dan Inggris. Strategi masuknya dapat melalui pameran B2B, fashion show, dan onboarding di platform B2B online.
“Sebelum pameran, riset pasar itu wajib. Lihat competitor dari China, Turki, Bangladesh, dan India. Lihat harga, model, dan bahan mereka di platform seperti Lazada atau Amazon. Pastikan harga kita lebih kompetitif,” pesannya. Anggia juga menekankan pentingnya menyiapkan company profile yang profesional, catalog, dan sample kain, serta membangun jaringan dengan pemerintah, garment factory, logistik, dan universitas untuk mendukung kesiapan ekspor.
Dr. Anita Yuni Kholilah: Fesyen Sebagai Langkah Mitigasi Perubahan Iklim
Dr. Anita, Akademisi Islamic Fashion Institute, menyampaikan presentasi berjudul “Transforming Fashion for Climate Action” dengan menekankan integrasi antara prinsip sustainability (people, planet, profit) dengan nilai Islam (hablum minallah, hablum minannas, hablum minal alam).
Ia membuka presentasi dengan menyoroti bahaya limbah tekstil, mulai dari pencemaran mikroplastik di laut yang masuk ke rantai makanan dan otak manusia, hingga pencemaran logam berat dari industri pewarnaan yang memicu kanker.
“Penelitian terbaru tahun 2025 sudah ditemukan mikroplastik pada otak manusia. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Melalui brand-nya, Organic Culture, ia menerapkan tiga strategi utama: responsible, renewable, dan circular. Brandnya mengolah limbah denim dan sampah plastik (dari kegiatan beach clean-up) menjadi baju upcycle dan kancing. Mereka menggunakan material organik yang teruji biodegradable, menjahit dengan tenaga surya, dan mengelola residu produksi dengan mesin pirolisis menjadi BBM untuk generator.
“Organic Culture berhasil mengurangi 1364% carbon footprint dan menjadikan brand kami carbon neutral, bahkan carbon negatif,” ungkapnya bangga. Brandnya juga menjadi bagian dari kawasan mandiri yang mencakup pangan, energi, air hujan, dan manajemen sampah.
Natasha Rizki: Konsistensi dan Komunitas Kunci Hadapi Tantangan Pasar
Sebagai public figure dan owner brand modest fashion syar’i “Alur Cerita”, Natasha Rizki (Aca) membagikan pengalamannya dari sudut pandang pelaku industri dan konsumen. Tantangan terbesarnya adalah menghadapi gempuran produk murah dari luar negeri, terutama China, dan menjaga konsistensi brand di tengah fluktuasi daya beli.
“Tantangan seorang public figure memiliki brand adalah stigma bahwa orang beli karena figur, bukan kualitas. Tantangannya adalah bagaimana memperkenalkan bahwa produk kita punya value, kualitas, dan kehalalan yang tidak hanya dari material, tapi juga akad bisnisnya,” jelas Aca.
Kunci yang ia pegang adalah konsistensi dan membangun komunitas yang kuat. “Loyal customer bukan hanya melihat produk, tapi juga narasi dan identity brand. Komunitas itu sangat kuat untuk perkembangan brand.” Dengan melibatkan komunitas dalam setiap peluncuran produk dan event, sense of belonging konsumen menjadi tinggi.
Aca juga mengakui tantangan menjaga konsistensi diri sebagai owner untuk selalu menggunakan produk sendiri. “PR terbesar adalah ketika owner tidak memakai brandnya sendiri. Gimana konsumen bisa trust kalau ownernya aja enggak pakai?” ujarnya. Ia menutup dengan pesan agar modest fashion Indonesia tidak hanya jadi tren domestik, tetapi menjadi identitas global yang kuat.
Kolaborasi untuk Mencapai Visi Bersama
Talk show yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan kesimpulan bahwa Indonesia harus menjadi tuan rumah bagi industri fesyen halalnya sendiri, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah global. Dibutuhkan sinergi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga konsumen, untuk membangun ekosistem hulu-hilir yang kuat, berkelanjutan, dan berintegritas.
Dengan kekayaan serat lokal, kreativitas desainer, semangat wirausaha, dan dukungan penuh dari institusi seperti Bank Indonesia, visi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Penelitian yang Tak Pernah Dipublikasikan: Anak yang Tidak Divaksinasi Lebih Sehat?
EtIndonesia. Sebuah salinan penelitian yang diperoleh Epoch Times menunjukkan bahwa peneliti dari sebuah sistem kesehatan besar di Michigan, AS, menemukan bahwa anak-anak yang divaksinasi lebih mungkin mengalami masalah kesehatan kronis. Namun, hasil penelitian ini tidak pernah dipublikasikan.
Penelitian dilakukan oleh pegawai Henry Ford Health System, meskipun pihak lembaga menyatakan studi tersebut memiliki kelemahan.
Dr. Marcus Zervos, pakar penyakit menular di Henry Ford Health System, bersama rekan-rekannya meneliti 18.468 anak yang lahir antara tahun 2000 hingga 2016 dan terdaftar dalam program asuransi kesehatan sistem itu.
Data diambil dari catatan medis, klinis, dan klaim pembayaran, ditambah informasi dari registri imunisasi negara bagian Michigan.
Hasil penelitian menunjukkan: 10 tahun kemudian, 57% anak yang divaksinasi mengalami penyakit kronis seperti asma, sementara pada anak yang tidak divaksinasi hanya 17%.
Para penulis menulis: “Ditemukan bahwa dibanding anak yang tidak divaksinasi, vaksinasi berhubungan dengan peningkatan risiko 2,5 kali lipat mengalami penyakit kronis. Hubungan ini terutama muncul pada kasus asma, dermatitis atopik, eksim, penyakit autoimun, serta gangguan neurodevelopmental. Ini menunjukkan bahwa pada sebagian anak, vaksinasi mungkin meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan kronis, khususnya salah satu penyakit tersebut.”
Penelitian ini pertama kali diungkap oleh Aaron Siri, mitra pengelola firma hukum Siri & Glimstad LLP, dalam bukunya yang baru terbit bulan ini berjudul Vaccines, Amen: The Religion of Vaccines (“Vaksin, Amin: Agama Vaksin”).
Sebelum menerima salinan studi itu, Epoch Times sempat menghubungi Dr. Zervos dan penulis lainnya untuk menanyakan mengapa hasilnya tak pernah dipublikasikan.
Dalam email balasannya, Zervos bertanya: “Boleh tahu laporan penelitian itu muncul dalam buku apa?”
Namun setelah diberi tahu judul bukunya, ia tidak memberikan jawaban lebih lanjut.
Penulis lain juga tidak merespons pertanyaan tersebut.
Seorang juru bicara Henry Ford Health System membenarkan bahwa staf mereka memang melakukan penelitian itu.
“Laporan ini tidak dipublikasikan karena tidak memenuhi standar ilmiah ketat yang kami tetapkan sebagai lembaga penelitian medis papan atas,” tulis juru bicara itu dalam email balasan ke Epoch Times.
“Data jangka panjang menunjukkan vaksinasi adalah metode yang aman dan efektif untuk melindungi anak dari penyakit serius yang berpotensi berbahaya.”
“Satu-satunya Masalah yang Sebenarnya”
Aaron Siri pernah bekerja sama dengan Robert F. Kennedy Jr. dan kini mewakili organisasi Informed Consent Action Network. Ia dan CEO organisasi itu, Del Bigtree, mengatakan bahwa pada 2017 mereka bertemu dengan Zervos dan menyarankan agar dibandingkan kesehatan anak-anak yang divaksinasi dengan yang tidak.
Awalnya mereka ingin menggunakan data dari jaringan federal Vaccine Safety Datalink, namun Zervos menyarankan memakai data dari Henry Ford Health System. Hal ini ditulis Siri dalam bukunya.
Siri meminta agar apa pun hasilnya, penelitian tetap dipublikasikan.
“Dr. Zervos menatap mata kami dan meyakinkan bahwa ia orang yang berintegritas, apa pun hasilnya ia akan menerbitkan studi itu,” kata Siri.
Siri memperoleh salinan penelitian tersebut pada 2020. Ia dan Bigtree menyatakan, Zervos serta salah satu penulis lainnya memberi tahu bahwa pimpinan Henry Ford Health System tidak ingin penelitian itu dipublikasikan. Mereka khawatir jika hasilnya diumumkan, pekerjaan mereka bisa terancam.
“Masalah nyata satu-satunya — dan alasan penelitian ini tidak dipublikasikan — adalah karena hasilnya tidak sejalan dengan doktrin ‘vaksin aman’,” ujar Siri dalam sidang dengar pendapat Senat di Washington pada 9 September.
“Jika studi menunjukkan anak yang divaksinasi lebih sehat, pasti langsung dipublikasikan. Tetapi karena hasilnya sebaliknya, maka disimpan di laci.”
Beberapa penelitian sebelumnya mengenai perbandingan kesehatan anak yang divaksinasi dan tidak, menghasilkan kesimpulan berbeda. Misalnya, sebuah studi di Jerman (2011) menemukan bahwa anak yang tidak divaksinasi lebih rentan terkena penyakit yang dicegah vaksin. Namun, studi AS (2020) menemukan anak yang divaksinasi lebih rentan mengalami keterlambatan perkembangan, asma, dan infeksi telinga pada tahun pertama kehidupan.
Dr. Jake Scott, spesialis penyakit menular dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, dalam sidang tersebut menyatakan ia menelaah penelitian ini dan menemukan masalah.
Menurutnya, salah satu kelemahannya adalah selama periode studi, anak yang divaksinasi lebih sering berobat daripada yang tidak.
“Ketika diagnosis bergantung pada kunjungan medis, anak yang lebih sering berobat tentu akan tercatat memiliki lebih banyak penyakit,” ujarnya.
“Itu adalah bias deteksi klasik, yang bisa melebihkan estimasi risiko tanpa mencerminkan perbedaan kesehatan yang sebenarnya.”
Namun, menurut Zervos dan rekan peneliti lain, bahkan setelah mengecualikan anak yang sama sekali tidak berobat sejak lahir, kelompok yang divaksinasi tetap menunjukkan risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis. Mereka juga menganalisis data pada titik usia 1, 3, dan 5 tahun, dan hasilnya tetap sama: anak yang divaksinasi lebih mungkin memiliki masalah kesehatan kronis.
Mereka menulis: “Karena itu, temuan kami tidak disebabkan oleh perbedaan penggunaan layanan kesehatan.”
Para peneliti menegaskan temuan tersebut “tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat antara vaksin dan penyakit kronis, sehingga diperlukan penelitian lanjutan.”
Sidang dengar pendapat ini diselenggarakan oleh Senate Permanent Subcommittee on Investigations.
Ketua komite, Senator Ron Johnson (Republik, Wisconsin), menyebut penelitian ini “berkualitas tinggi, tetapi secara mencurigakan ditutupi oleh penulisnya.”
Anggota senior komite, Senator Richard Blumenthal (Demokrat, Connecticut), mempertanyakan mengapa butuh lima tahun setelah selesai baru hasil studi ini terungkap ke publik.
“Saya selalu berharap para ilmuwan mau mempublikasikan studi ini,” kata Siri, “dan kami telah berulang kali mencoba membujuk mereka agar hasilnya dapat diterbitkan lewat jalur peer review yang normal.”
Sumber : Theepochtimes.com
Nepal Memilih PM Sementara, Pertahankan Hubungan Persahabatan dengan India
EtIndonesia. Pada Jumat (12 September), memasuki hari kelima kerusuhan di Nepal, sebagian besar wilayah sudah kembali normal. Di saat yang sama, generasi Z mendorong seorang mantan hakim perempuan yang menjadi simbol integritas dan reformasi, Sushila Karki, untuk menjabat sebagai perdana menteri sementara.
Meskipun pada Jumat masih ada kericuhan kecil di beberapa tempat, situasi secara umum mulai tenang.
Perdana menteri sementara terpilih, Sushila Karki, pada hari yang sama mengadakan pertemuan dengan presiden dan pihak militer.
Aktivis Generasi Z, Kamal Giri, mengatakan: “Pemimpin militer dan presiden telah menyetujui penunjukan mantan hakim agung Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara, dan itu patut diapresiasi.”
Karki, yang kini berusia 73 tahun, dikenal dengan sikap zero tolerance terhadap korupsi sepanjang kariernya di dunia peradilan. Pada 2017, ia sempat diberhentikan sementara oleh Partai Komunis Nepal, dan sejak itu menjadi simbol keadilan di mata Generasi Z.
Perdagangan antara India dan Nepal yang terhenti hampir sepuluh hari juga mulai dipulihkan. Sebelumnya, Nepal mengalami kekurangan bensin yang parah.
Seorang sopir truk tangki asal India, Roshan, berkata: “Sudah 8 hari truk tangki saya kosong. Sehari setelah saya menurunkan muatan, protes dimulai. Baru hari ini saya mendapat tugas lagi.”
Di masa lalu, Partai Komunis Nepal menjalankan kebijakan “menjauh dari India dan mendekat ke Tiongkok,” ikut serta dalam proyek Belt and Road Initiative, bahkan merencanakan pembangunan jalur kereta api Tiongkok–Nepal senilai 7 miliar dolar AS. Namun, setelah tumbangnya Partai Komunis, rencana tersebut dipastikan batal.
Dalam wawancaranya dengan media India News18, perdana menteri baru Karki menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan India, sekaligus menyampaikan salam kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi. Pernyataan ini dipandang sebagai isyarat arah baru hubungan India–Nepal.
Sumber : NTDTV.com
193 Orang Tewas dan Banyak yang Hilang dalam 2 Bencana Perahu di Republik Demokratik Kongo
EtIndonesia. Di Provinsi Équateur, bagian barat laut Republik Demokratik Kongo, dalam dua hari berturut-turut terjadi dua kecelakaan kapal yang menewaskan sedikitnya 193 orang, sementara banyak lainnya masih dinyatakan hilang.
Menurut media pemerintah, kecelakaan pertama terjadi pada 10 September di wilayah Basankusu, penyebab utama diyakini karena kelebihan muatan dan pelayaran di malam hari.
Sebuah kapal bermotor terbalik dan menewaskan sedikitnya 86 orang, sebagian besar adalah pelajar. Beberapa orang lainnya masih hilang.
Rekaman dari lokasi menunjukkan warga desa berkumpul di tepi sungai untuk berduka atas para korban.
Kecelakaan kedua terjadi pada malam 11 September, ketika sebuah kapal kayu besar yang mengangkut hampir 500 penumpang terbakar lalu terbalik. Peristiwa itu terjadi sekitar 150 km dari lokasi pertama, tepatnya di Sungai Kongo dekat Desa Malange, wilayah Lukolela.
Kementerian Urusan Kemanusiaan menyatakan, hingga kini 209 penumpang berhasil diselamatkan.
Belum jelas penyebab pasti dari kedua kecelakaan tersebut, maupun apakah operasi penyelamatan masih terus berlangsung.
Sumber : NTDTV.com
