Dari Pekerja Angkut Sampah ke Harvard: Kisah Inspiratif Rehan Staton

EtIndonesia. Kerja keras, ketekunan, dan sedikit keberuntungan bisa mengubah jalan hidup seseorang.

Rehan Staton, seorang pemuda kulit hitam berusia 24 tahun asal Bowie, Maryland, AS, pernah bekerja sebagai pengangkut sampah yang harus bangun setiap hari pukul 4 pagi. Namun, berkat ketekunan dan dukungan orang-orang yang percaya padanya, dia kini berhasil diterima di Harvard Law School dan akan memulai studinya musim gugur tahun ini. Kisah hidupnya begitu inspiratif hingga dijuluki sebagai “versi nyata dari film Good Will Hunting”.

Masa Kecil yang Penuh Kesulitan

Hidup Staton jauh dari kata mudah. Saat dia berusia 8 tahun, ibunya meninggalkan keluarga, sehingga ayahnya harus merangkap peran sebagai ayah sekaligus ibu. Demi menghidupi Rehan dan kakaknya, sang ayah bahkan harus mengerjakan tiga pekerjaan sekaligus. Meski begitu, kehidupan mereka tetap sangat sulit.

“Ayah saya selalu bekerja, tapi sering kali kami tidak bisa makan dengan cukup, bahkan kadang rumah tidak ada listrik,” kenangnya kepada CNN.

Mimpi Atlet yang Terhenti

Di masa SMA, Staton adalah seorang atlet dengan cita-cita menjadi petinju profesional. Sayangnya, saat duduk di kelas 3 SMA, dia mengalami cedera bahu serius. Hal ini membuat impiannya pupus, sekaligus menyulitkan proses pendaftarannya ke universitas. Meski nilai akademiknya baik, hampir semua universitas yang dia lamar menolaknya.

Dari Pekerja Sampah ke Kampus

Tidak menyerah, Staton akhirnya memilih bekerja di sebuah perusahaan kebersihan sebagai pengangkut sampah. Dia berharap bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Setiap hari dia bangun pukul 4 pagi untuk bekerja.

Di situlah keberuntungan mulai menghampirinya. Putra pemilik perusahaan, Brent Bates, melihat potensi besar dalam diri Staton. Dia lalu memperkenalkannya kepada seorang profesor di Bowie State University, yang kemudian merekomendasikan Staton ke komite penerimaan mahasiswa.

Kesempatan itu mengubah jalan hidupnya. Staton berhasil masuk University of Maryland. Namun, untuk mewujudkan impiannya, sang kakak, Reggie—yang saat itu sudah menjadi mahasiswa tahun kedua di kampus yang sama—memutuskan berhenti kuliah agar bisa membantu keluarga, memberi jalan bagi adiknya untuk melanjutkan pendidikan.

Prestasi Gemilang dan Perjuangan ke Harvard

Di kampus, Staton bukan hanya berprestasi akademik, tapi juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Dia lulus pada 2018 dengan IPK sempurna 4.0, sebuah pencapaian luar biasa. Setelah itu, dia bekerja di sebuah firma hukum sambil mempersiapkan diri untuk tes masuk sekolah hukum.

Kerja kerasnya pun berbuah manis. Tahun ini, dia mendapatkan surat penerimaan dari berbagai kampus ternama: Harvard, Columbia, University of Pennsylvania, hingga University of Southern California. Dari semua pilihan itu, Staton memutuskan untuk menempuh studi hukum di Harvard University, sebuah pencapaian yang dulu terasa mustahil bagi seorang mantan pekerja angkut sampah.

Kisah Rehan Staton membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penentu akhir masa depan. Dengan kerja keras, ketekunan, serta orang-orang baik yang hadir di sekitar kita, mimpi sebesar apa pun bisa diraih.(jhn/yn)

Dalam Hidup, Kita Akan Bertemu Empat Orang

EtIndonesia. Hidup ini pada dasarnya adalah proses mencari cinta. Sepanjang perjalanan hidup, setiap orang akan bertemu empat orang penting:

1. Diri sendiri

2. Orang yang paling kamu cintai

3. Orang yang paling mencintaimu

4. Orang yang akhirnya menemanimu seumur hidup

Empat Pertemuan dalam Hidup

Pertama, kamu akan bertemu orang yang paling kamu cintai. Dari dialah kamu merasakan betapa indahnya mencintai. 

Kedua, kamu akan bertemu orang yang paling mencintaimu. Dari dialah kamu memahami apa artinya dicintai.

Ketiga, setelah melalui pengalaman mencintai dan dicintai, barulah kamu mengerti apa itu cinta yang sejati—dan dari sanalah kamu akhirnya menemukan orang keempat: dia yang paling cocok untukmu, yang bisa menemanimu seumur hidup.

Namun, kenyataan seringkali tidak seindah harapan. Dalam hidup, jarang sekali keempat peran itu menyatu dalam satu orang.

·        Orang yang paling kamu cintai, seringkali tidak memilihmu.

·        Orang yang paling mencintaimu, seringkali bukan orang yang kamu cintai.

·        Dan orang yang akhirnya hidup bersamamu, sering kali bukan yang paling kamu cintai, juga bukan yang paling mencintaimu—tetapi dia hadir di waktu yang tepat, menjadi pasangan yang paling sesuai.

Maka, pertanyaannya: Dalam hidup seseorang, kamu adalah orang yang keberapa?

Tentang Cinta dan Melepaskan

Ketika seseorang tidak lagi mencintaimu dan ingin pergi, tanyakan pada dirimu: Apakah aku masih mencintainya?

·        Jika tidak, jangan biarkan rasa gengsi mengikatmu. Belajarlah melepaskan.

·        Jika iya, maka cintailah dengan tulus—dan itu berarti menginginkan kebahagiaannya, meski dia bersama orang lain. Bila kamu hanya ingin memilikinya tanpa peduli kebahagiaannya, sesungguhnya itu bukan cinta.

Cinta sejati bukanlah tentang kepemilikan. Kamu mencintai bulan, tapi tak mungkin meraihnya ke dalam genggaman. Namun, sinarnya tetap bisa menerangi kamarmu. Begitu juga cinta—meski tak selalu bisa dimiliki, ia bisa tetap hidup dalam kenangan, menjadi keabadian dalam jiwa.

Mencintai dengan Tulus

Mencintai seseorang berarti menerima dirinya apa adanya.

·        Mencintai kebaikannya, sekaligus menerima keburukannya.

·        Menghargai kelebihannya, sekaligus memaklumi kekurangannya.

Bukan mencintai dengan syarat, atau mengubahnya menjadi sesuai dengan imajinasi kita.

Cinta sejati tak pernah butuh alasan. Kamu hanya tahu, di mana pun dan kapan pun, dalam keadaan apa pun, kamu ingin dia ada di sisimu. Cinta sejati mampu bertahan bahkan di masa-masa paling sulit, tanpa pamrih, tanpa syarat.

Janji, Ujian, dan Keabadian Cinta

Perpisahan terkadang hanyalah ujian. Jika cinta kalian rapuh, dia akan runtuh. Jika kuat, dia akan bertahan. Dan cinta sejati tidak akan pernah berubah menjadi kebencian.

Sering kali, saat jatuh cinta, orang suka saling berjanji atau bersumpah setia. Tetapi mengapa kita butuh sumpah? Karena, jauh di dalam hati, kita tidak benar-benar yakin. Kita tahu laut tak akan kering, batu tak akan hancur, langit tak akan runtuh—tapi kita juga tahu, kita sendiri tak akan hidup selama itu. Maka, janji-janji yang mustahil dipenuhi justru terdengar paling indah.

Penutup

Pada akhirnya, cinta adalah perjalanan menemukan, kehilangan, dan memahami. Kamu sendiri, sudah menemukan yang keberapa? Dalam lautan manusia, kamu bertemu siapa? Dan siapa pula yang bertemu denganmu? (jhn/yn)

Surabaya Resmi Miliki “Kampung Investor Saham” Pertama, Warga RT 06 RW 04 Nginden Jangkungan Serentak Jadi Investor

0

Surabaya, 31 Agustus 2025 – Warga RT 06 RW 04 Nginden Jangkungan, Surabaya, membuat terobosan dengan mendeklarasikan diri sebagai “Kampung Literasi Keuangan” atau “Kampung Investor Saham”. Peresmian yang digelar pada hari ini merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, dan PT Bahana Sekuritas, dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya.

Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal secara legal dan terarah. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita secara simbolis oleh perwakilan OJK, BEI, Pemkot Surabaya, Bahana Sekuritas, dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Pengawas Divisi Pengawasan LJK 4 OJK Provinsi Jawa Timur, Milado Pani, menyampaikan apresiasi sekaligus penekanan pentingnya edukasi keuangan. “Masyarakat harus cerdas dan kritis, menerapkan prinsip 2L: Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Wilayah BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, menyatakan komitmen BEI dalam mendukung terciptanya investor baru. “Warga akan dibimbing oleh Bahana Sekuritas tidak hanya dalam membuka rekening saham, tetapi juga pendampingan dan rekomendasi investasi,” jelas Cita.

Agus Tricahyo Kuncoro, Ketua RT 06 RW 04, mengungkapkan antusiasme warga yang sebelumnya masih awam tentang investasi saham. “Kami senang sekali dengan kehadiran OJK dan BEI. Selama ini kami masih bingung, saham itu seperti apa. Sekarang kami siap belajar bersama,” ujarnya.

Acara peresmian juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan seperti senam pagi, games, jalan sehat, dan pembagian doorprize, yang diikuti dengan semangat oleh warga.

Kehadiran Kampung Investor Saham ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Surabaya dan Indonesia, mendorong inklusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Gelar Pesta Pernikahan Adat Nusantara di Vasa Hotel Surabaya

0

Surabaya, 28 Agustus 2025 – Vasa Hotel Surabaya akan menggelar pameran pernikahan bertema tradisional pertama mereka bertajuk “Vasa Traditional Wedding – Rangkaian Cinta dalam Warisan Budaya”. Acara eksklusif ini digelar untuk menginspirasi calon pasangan pengantin dengan menghadirkan keindahan dan kekayaan budaya nusantara yang dipadukan dengan sentuhan modern dan elegan.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 29–31 Agustus 2025 di Vasa Grand Ballroom, menampilkan lebih dari 50 vendor pernikahan terkemuka di Surabaya. Mulai dari wedding organizer, dekorator, fotografer, videografer, desainer busana, hingga makeup artist akan hadir memberikan beragam inspirasi dan solusi lengkap untuk mewujudkan pernikahan impian.

Yang menjadi daya tarik utama adalah penyajian lima zona budaya yang dirancang khusus dengan estetika tinggi, masing-masing merepresentasikan kekhasan daerahnya:

  • Zona Jawa dengan simbol bunga melati dan nuansa hijau muda, putih, dan keemasan.
  • Zona Bali yang memadukan janur dengan dekorasi merah muda.
  • Zona Sunda yang didominasi warna biru muda yang menyegarkan.
  • Zona Batak dengan warna maroon dan simbol rumah Bolon yang megah.
  • Zona Minang yang menampilkan rumah Gadang dengan printing modern dan warna kuning keemasan.

Sebagai highlight, Vasa Hotel juga menghadirkan area dekorasi eksklusif hasil kolaborasi dengan Mitra Flower & Decoration, yang memadukan unsur Jawa dan Bali dengan dominasi warna hijau dan beige, mencerminkan identitas Vasa sebagai lifestyle luxury hotel.

Acara ini didukung oleh sejumlah wedding organizer spesialis tradisional terbaik seperti Celetic Indonesia, Mazarzo, The Queen, Jiwa Muda, Seven Production, Maharagung, dan Sanggar Siti Nurbaya.

Calon pengantin yang melakukan transaksi selama pameran berkesempatan memenangkan hadiah spesial, termasuk voucher honeymoon di Royal Suite Vasa Hotel Surabaya dan sepasang cincin dari Adelle Jewellery.

Vivi Christianto, Director of Catering Vasa Hotel Surabaya, menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud komitmen hotel dalam menyajikan konsep tradisional yang modern dan elegan, sesuai dengan positioning Vasa Hotel.

“Melalui pameran ini, kami berharap setiap pasangan dapat menemukan inspirasi dan mewujudkan hari pernikahan impian mereka,” ujarnya.

“Vasa Traditional Wedding – Rangkaian Cinta dalam Warisan Budaya” tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga sebuah perayaan atas cinta dan warisan budaya Indonesia yang abadi.

Benda Lama dan Kenangan

EtIndonesia. Hal yang paling berharga dalam hidup bukanlah yang paling mahal, melainkan kenangan indah yang terukir di masa lalu dan menyentuh hati kita.

Beberapa waktu lalu, saya kembali ke kampung halaman yang sudah lama tidak saya kunjungi, untuk berlibur sekaligus merawat rumah yang telah kosong bertahun-tahun. Karena lama tak ditempati, banyak bagian rumah mengalami kerusakan: ada ubin dinding yang copot, jendela yang rembes, bahkan kran air yang mampet. Beberapa hari kami habiskan untuk memanggil tukang, memperbaiki dan mengganti ini-itu, sampai-sampai liburan pun terasa seperti kerja bakti.

Kerabat menyarankan agar rumah itu disewakan saja. Dengan begitu, ada yang merawat sekaligus meringankan beban pajak. Sebenarnya dulu kami sempat berpikir untuk menyewakan, tetapi akhirnya batal. Alasannya sederhana: rumah itu penuh jejak kehidupan kami, penuh kenangan. Menyerahkannya kepada orang lain terasa seperti merusak keutuhan memori yang tersimpan. Namun melihat rumah yang lama dibiarkan lalu perlahan rusak, kami sadar bahwa menyewakan memang pilihan terbaik.

Kami pun memasang iklan sewa di internet. Tak disangka, belum setengah jam sudah ada telepon dari calon penyewa. Rumah ini memang lokasinya bagus, pemandangannya luas, dan harga sewanya kami pasang sedikit di bawah harga pasar. Penyewa datang melihat, langsung jatuh hati, dan memutuskan untuk menyewa. Dia berjanji akan merawat isi rumah, membuat kami sedikit lebih tenang.

Prosesnya berlangsung cepat—belum sampai 20 menit, kontrak pun ditandatangani. Sesuai kesepakatan, dalam seminggu kami akan menyerahkan kunci rumah. Itu artinya, kami harus segera membereskan semua barang lama. Dan di sinilah pekerjaan sesungguhnya dimulai: merapikan benda-benda lama bukanlah hal mudah.

Saat dulu pindah, kami meninggalkan banyak barang dengan pikiran suatu hari pasti akan kembali. Tapi kenyataan berjalan berbeda: kami tak pernah sempat menempati lagi. Kini rumah hendak disewakan, maka tidak ada pilihan lain selain memilah, membuang, atau memberikan.

Beberapa barang mudah diputuskan.

·        Barang berharga seperti piano, kami berikan kepada kerabat agar tetap berguna.

·        Barang elektronik yang sudah usang seperti komputer dan printer, kami jual murah ke pasar loak.

·        Pakaian dan topi, kami donasikan agar bisa menghangatkan mereka yang membutuhkan.

Namun ada juga benda-benda kecil yang sebenarnya tak bernilai, tapi penuh kenangan—dan justru itulah yang paling sulit dilepaskan.

·        Sebuah gantungan pohon Natal kecil, yang dulu saya bawa pulang dari luar negeri.

·        Beberapa buku catatan yang sudah menguning, saksi dari masa-masa belajar penuh semangat di bangku sekolah.

·        Setumpuk kartu ucapan warna-warni dari sahabat di berbagai penjuru, mengingatkan pada masa indah ketika surat kertas masih jadi penghubung persahabatan.

Saat memilah benda-benda itu, hati saya berayun: kadang tersenyum, kadang terharu. Pada akhirnya, saya memilih membungkusnya rapi untuk dibawa pergi.

Beberapa hari kemudian, rumah sudah kosong. Hanya tersisa beberapa paket kecil berisi kenangan. Menatap kembali rumah yang pernah menjadi bagian hidup kami selama bertahun-tahun, saya tiba-tiba lebih mengerti satu hal: yang paling berharga dalam hidup bukanlah harta benda, melainkan kenangan indah yang mengisi perjalanan hidup.

Melalui proses merapikan dan merelakan benda lama ini, hati saya terasa lebih lapang. Saya jadi lebih paham—mana yang sebaiknya dilepaskan, dan mana yang sungguh layak disimpan dalam hati. (jhn/yn)

Lebih dari 1.000 Tewas dalam Longsor “Menghancurkan” di Sudan

EtIndonesia. Tanah longsor “masif” di wilayah Darfur, Sudan barat, telah meratakan seluruh desa pegunungan dan menewaskan lebih dari 1.000 orang, ungkap kelompok pemberontak yang menguasai wilayah tersebut, Senin (1/9) malam, seraya menambahkan hanya ada satu orang yang selamat.

Bencana tersebut terjadi pada hari Minggu setelah hujan deras selama berhari-hari, menghancurkan desa Tarasin di pegunungan Marra, ungkap Gerakan Pembebasan Sudan/Tentara (SLM) dalam sebuah pernyataan.

“Informasi awal menunjukkan kematian seluruh penduduk desa, diperkirakan lebih dari seribu orang, dengan hanya satu orang yang selamat,” kata kelompok itu.

Tanah longsor “masif dan dahsyat” tersebut “menghancurkan sepenuhnya” sebagian wilayah yang dikenal sebagai penghasil jeruk, tambahnya.

Kelompok tersebut meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi bantuan lainnya untuk mengevakuasi korban tewas yang masih terkubur di bawah tanah dan puing-puing.

Sudan terlibat dalam perang saudara berdarah antara tentara dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang merupakan kelompok paramiliter, yang telah menjerumuskan negara itu ke dalam salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

SLM sebagian besar tidak terlibat dalam pertempuran, tetapi menguasai sebagian pegunungan tertinggi di Sudan.

Gubernur Darfur yang berpihak pada tentara, Minni Minnawi, menyebut tanah longsor tersebut sebagai “tragedi kemanusiaan yang melampaui batas wilayah”.

“Kami mengimbau organisasi-organisasi kemanusiaan internasional untuk segera turun tangan dan memberikan dukungan serta bantuan pada saat kritis ini, karena tragedi ini lebih besar daripada yang dapat ditanggung rakyat kami sendirian,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar wilayah Darfur — termasuk wilayah tempat tanah longsor terjadi — sebagian besar masih sulit diakses oleh organisasi-organisasi bantuan internasional karena pertempuran yang terus berlangsung, sehingga sangat membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan yang mendesak.

Krisis Kelaparan

Sejak April 2023, Sudan telah dilanda perang yang meletus akibat perebutan kekuasaan antara panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya, komandan RSF Mohamed Hamdan Daglo.

Dalam serangkaian serangan, pasukan Burhan merebut kembali Sudan tengah tahun ini, meninggalkan RSF dengan kendali atas sebagian besar Darfur — tempat mereka telah merebut semua kecuali satu ibu kota negara bagian, El-Fasher — dan sebagian Kordofan selatan.

Pertempuran tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi, termasuk sekitar empat juta orang dari ibu kota saja.

Ratusan orang dilaporkan tewas dalam beberapa bulan terakhir, dan warga sipil di El-Fasher mengatakan paramiliter saat ini sedang melancarkan serangan terganas mereka di ibu kota negara bagian Darfur Utara.

Perang telah menghancurkan infrastruktur negara Afrika timur laut itu dan menciptakan apa yang digambarkan PBB sebagai krisis pengungsian dan kelaparan terbesar di dunia.

Sekitar 10 juta orang saat ini mengungsi di Sudan, sementara empat juta lainnya telah mengungsi ke negara-negara tetangga, menurut PBB. (yn)

Balasan untuk Anak yang Tak Berbakti

EtIndonesia. Tidak berbakti pada orangtua, menyakiti orangtua lanjut usia—apakah langit (Tuhan) akan membiarkan begitu saja?

Ketika Xiao Li pulang ke kampung halamannya, dia mendengar kabar bahwa anak ketiga dari seorang paman di desanya meninggal. Dia tewas tertabrak mobil, usianya baru tiga puluhan, bahkan belum menikah.

Yang mengejutkan, orang-orang di desa membicarakan kematiannya seolah hanya membicarakan kematian seekor babi. Tidak ada sedikit pun rasa iba. Bahkan beberapa orang tua di kampung itu dengan geram berkomentar: “Itu balasan!”

Sosok yang Ramah, Tapi Tak Berbakti

Anak paman itu sebenarnya masih lebih muda sedikit dari Xiao Li. Di mata Xiao Li, dia tampak polos dan sederhana. Jika tetangga meminta bantuan, dia mau membantu tanpa banyak perhitungan. Dengan siapa pun dia bisa bergaul. Namun, hanya terhadap orangtuanya, dia begitu kejam. Gosip tentang dirinya memukul dan memaki orangtua sudah menjadi rahasia umum di desa.

Suatu kali Xiao Li pulang, dia melihat si paman dengan wajah penuh luka. Awalnya dia kira pamannya jatuh karena mabuk. Tak disangka, sang paman justru marah-marah, berkata bahwa luka itu akibat dipukuli anaknya sendiri. Hanya karena sebuah perdebatan kecil, sang anak tega mendorong ayahnya yang sudah berusia tujuh puluhan hingga terjatuh di ambang pintu, lalu menghajarnya.

Bagaimana mungkin tubuh renta bisa menahan pukulan dan tendangan dari anak laki-laki yang masih muda dan kuat? Akibatnya bisa ditebak—penuh luka dan penderitaan.

Balasan dari Masa Lalu

Xiao Li menceritakan kejadian itu pada ayahnya. Sang ayah hanya menggeleng dan berkata tanpa rasa iba: “Itu balasan! Dulu dia (si paman) juga memperlakukan ayahnya begitu. Sekarang dia merasakan sendiri.”

Memang, reputasi sang paman sejak muda tidak baik. Dia malas bekerja, suka bermalas-malasan, dan sangat tidak hormat pada orangtuanya. Xiao Li masih ingat, waktu kecil, ketika keluarganya mendapatkan jatah daging dari tim produksi, ayahnya selalu mengajak kakek si paman untuk makan bersama. Di meja makan, sang kakek sering menitikkan air mata, lalu berkata lirih: “Kamu lebih baik dari anakku sendiri…”

Bahkan pernah ada kejadian lebih kejam—hanya demi sepotong daging kambing, si paman sampai mendorong ayahnya sendiri ke dalam gentong air. Sejak saat itu, Xiao Li selalu menaruh rasa tidak hormat kepadanya.

Siklus Takdir yang Tak Terhindarkan

Akhirnya, si paman yang dulu tak berbakti kepada orangtuanya, kini juga mengalami hal serupa dari anaknya sendiri. Dan sang anak—yang tak pernah menghormati ayahnya—akhir hidupnya pun tragis: meninggal muda di jalanan, sebelum sempat menikah.

Kisah nyata tentang keluarga yang menelantarkan orangtua lalu mendapat balasan ini sudah menyebar ke seluruh desa. Dia menjadi pelajaran hidup tentang hukum sebab-akibat: siapa yang menanam keburukan, akan menuai keburukan.

Pesan Kehidupan

Orang bijak berkata: “Dari selaksa kebaikan, berbakti adalah yang pertama.”

Nilai berbakti telah diwariskan ribuan tahun sebagai fondasi kebahagiaan keluarga. Sebaliknya, anak yang durhaka dan orang yang menyakiti orang tua lanjut usia takkan pernah lolos dari balasan.

Hidup ini bukan tanpa aturan. Langit (Tuhan) memiliki mata. Siapa yang tidak berbakti, siapa yang menyakiti orang tua—tak seorang pun akan dilepaskan begitu saja. Kita, manusia, sepatutnya sadar dan waspada sebelum terlambat.(jhn/yn)

Parade Militer Gagal Total? Rusia ‘Telanjangi’ Propaganda PKT, AS Balas Dukungan Terbuka ke Taiwan

EtIndonesia. Partai Komunis Tiongkok (PKT) berupaya memperkuat legitimasi politiknya lewat parade militer besar-besaran pada 3 September. Namun, dua pukulan diplomatik justru membuat Beijing terpojok: Rusia menolak mengafirmasi narasi sejarah PKT, sementara Amerika Serikat secara terbuka memperlihatkan dukungan politik dan militer kepada Taiwan.

Putin Patahkan Narasi Sejarah PKT

Pada 30 Agustus 2025, kantor berita Xinhua merilis wawancara eksklusif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, alih-alih menguatkan propaganda PKT, pernyataan Putin justru menampar klaim Beijing mengenai peran mereka dalam Perang Dunia II.

Putin menegaskan bahwa dalam perang melawan Jepang, Uni Soviet menjalin kerja sama erat dengan pemerintahan nasionalis Tiongkok (Kuomintang), bukan PKT. Dia menyebut secara rinci bantuan Soviet berupa pengiriman senjata—kebanyakan melalui pinjaman, bukan hibah—dan pembangunan jalur darat dari Asia Tengah ke Xinjiang untuk logistik perang.

Lebih jauh, Putin menekankan bahwa serangan besar-besaran pasukan Soviet di Timur Laut Tiongkok pada 1945 menjadi faktor penentu kemenangan di Asia. Dia bahkan menggambarkan Tiongkok kala itu sebagai “negara kuat”, jelas merujuk pada pemerintahan Kuomintang yang saat itu memimpin negara, bukan PKT yang baru berstatus gerakan pemberontak.

Pengamat politik Zhong Yuan menilai pernyataan Putin telah meruntuhkan dua fondasi utama propaganda PKT: pertama, klaim bahwa PKT adalah “pemimpin perang melawan Jepang”, dan kedua, citra PKT sebagai representasi Tiongkok kuat pada tahun 1945.

Balasan Amerika: Kunjungan Tingkat Tinggi ke Taiwan

Di saat Beijing berupaya menguasai panggung lewat parade militer bersama Rusia, Iran, dan Korea Utara, Amerika Serikat memberikan sinyal politik kuat yang berlawanan. Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Senator Roger Wicker, bersama Senator Deb Fischer, melakukan kunjungan resmi ke Taiwan pada 29–30 Agustus 2025.

Dalam kunjungan itu, mereka bertemu langsung dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Para pejabat keamanan Taipei menegaskan bahwa momen tersebut dipilih dengan cermat untuk mengirim pesan jelas: AS berkomitmen menjaga keamanan Taiwan meski Beijing terus meningkatkan tekanan.

Senator Fischer menegaskan: “Tekanan PKT terhadap Taiwan tidak dapat diterima. Rakyat Taiwan telah memperoleh posisi terhormat dalam perekonomian global, dan AS memahami besarnya ancaman yang mereka hadapi.”

Fischer juga mengumumkan bahwa pekan depan Senat AS akan membahas Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA), sebuah paket bipartisan dengan anggaran besar untuk keamanan, termasuk memperkuat kerja sama militer dengan Taiwan.

Taiwan Perkuat Pertahanan

Presiden Lai menyebut kunjungan itu “bermakna historis”, mengingat ini adalah kali pertama dalam sembilan tahun Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat berkunjung ke Taipei. Lai menegaskan Taiwan akan meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat kemampuan mandiri, serta memperluas kerja sama industri militer dengan AS, terutama di bidang pengembangan drone dan sistem anti-drone.

Analisis: Beijing Semakin Terjepit

Dua kejadian ini—Putin yang meruntuhkan narasi sejarah PKT dan AS yang semakin mempererat dukungan ke Taiwan—datang tepat ketika Beijing berusaha menunjukkan kekuatan melalui parade militer. Alih-alih mengukuhkan citra, Beijing justru menghadapi tamparan diplomatik dari sekutu maupun lawan geopolitiknya.

Para analis menilai, langkah Rusia yang menekankan peran Kuomintang bisa dimaknai sebagai pesan bahwa Moskow tetap mengutamakan fakta sejarah ketimbang propaganda Beijing. Sementara AS secara strategis memanfaatkan momentum untuk mempertegas bahwa Taiwan tidak sendirian di tengah tekanan militer PKT.

Beijing Dilanda Petir, Guntur, Hujan Lebat dan Hujan Es Secara Tiba-tiba

EtIndonesia. Pada 31 Agustus 2025, tanpa adanya peringatan sebelumnya, Beijing tiba-tiba diguyur hujan deras, angin kencang, dan hujan es, sebuah cuaca ekstrem. Warga menyebut ini sebagai hujan deras paling kuat tahun ini.

Menurut laporan media resmi Beijing Daily pada 31 Agustus 2025 malam, mulai pukul 20.00, Beijing diguncang hujan lebat disertai petir dan angin kencang. 

Dalam waktu kurang dari satu jam, wilayah perkotaan dan bagian tenggara mengalami curah hujan yang cukup signifikan, disertai angin kencang sesaat dengan kecepatan 7–8 skala Beaufort, serta hujan es kecil. Curah hujan terbesar tercatat di Longfengge, Haidian, yaitu 40,2 mm.

Setelah itu, Distrik Fengtai dan Haidian mengeluarkan peringatan biru untuk hujan lebat. Sementara Distrik Haidian, Changping, Mentougou, Chaoyang, Xicheng, Dongcheng, dan Daxing mengeluarkan peringatan kuning untuk hujan es.

Video yang diunggah warga Beijing memperlihatkan angin kencang, kilat dan guntur, lalu hujan deras yang disertai hujan es dengan suara berderap. Karena tidak ada peringatan sebelumnya, banyak pengantar makanan dan pejalan kaki terjebak di jalan.

Seorang netizen menulis: “Beijing dilanda hujan deras + hujan es tanpa peringatan, ini yang terkuat sepanjang tahun. Hujan deras disertai angin kencang level 7–8, dalam waktu 1 jam beberapa wilayah seperti Fengtai, Haidian, dan Chaoyang mencatat curah hujan lebih dari 40 mm (contohnya Longfengge, Haidian: 40,2 mm).”

Netizen lain berseloroh:  “Ramalan cuaca bilangnya hanya hujan ringan, ternyata langsung jadi hujan deras deras, wiper mobil pun tidak berfungsi!”

“Pas jam pulang kerja, lagi-lagi diuji nasib pekerja keras. Di luar Wangjing hujannya deras sekali, putih semua tak terlihat apa-apa. Sepertinya tahun ini hujan di Beijing sangat sering ya.”

“Apa yang terjadi ini? Sekitar pukul 20.30 tiba-tiba hujan deras sekali? Katanya tidak ada peringatan sama sekali.”

“Ada yang bahkan bertanya, apakah ini hujan buatan? Apa sebenarnya yang terjadi?”

Pada akhir Juli lalu, banyak wilayah di Beijing dilanda hujan deras langka. Waduk harus meluap, memicu banjir besar yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Sejak akhir Agustus, Beijing kembali mengalami beberapa putaran hujan deras. 

Pada 26–27 Agustus, sebagian wilayah kembali diguyur hujan lebat, dengan curah hujan total di beberapa tempat di Distrik Fangshan, Mentougou, Changping, dan Huairou melebihi 200 mm. Lima distrik—Mentougou, Fangshan, Huairou, Changping, dan Yanqing—mengeluarkan peringatan merah untuk hujan lebat. Beijing pun mengaktifkan respons darurat tingkat 2 untuk pengendalian banjir, dan beberapa distrik termasuk Mentougou meningkatkan status darurat ke tingkat 1. 

Sumber : NTDTV.com 

Apa Itu Kecemasan? Mengapa Bisa Muncul? Dan Bagaimana Menghadapinya?

EtIndonesia. “Cemas” adalah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, pernahkah kamu bertanya pada dirimu sendiri: Apakah aku sering merasa cemas?

Bayangkan beberapa situasi ini:

·        Ketika atasan memberikan tugas besar yang penuh tanggung jawab.

·        Saat dosen tiba-tiba menunjukmu untuk berbicara di kelas.

·        Ketika harus bertemu orang baru di sebuah pertemuan.

·        Malam hari, sebelum tidur, pikiranmu penuh dengan rencana untuk esok hari.

Ya, di berbagai momen itulah kecemasan (anxiety) sering muncul. Seakan-akan dia selalu hadir, mengisi ruang-ruang kecil dalam keseharian kita.

Kapan Cemas Paling Mudah Muncul?

Cemas biasanya hadir bersama perasaan tidak tenang, khawatir, takut, atau bahkan panik. Semua ini adalah reaksi alami ketika kita berhadapan dengan tekanan.

Biasanya, kecemasan muncul saat menghadapi sesuatu yang:

·        Tidak diketahui (unknown).

·        Tidak bisa diprediksi.

·        Tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya.

Dan sebenarnya, dalam banyak kondisi, kecemasan adalah mekanisme normal.

Fungsi Positif dari Kecemasan

Jangan salah, kecemasan juga punya sisi bermanfaat. Dia hadir untuk:

1. Memberi tanda bahaya.
Kecemasan mengingatkan kita bahwa ada kemungkinan krisis di depan mata.

2. Mendorong persiapan.
Dia membantu kita bersiap menghadapi tekanan atau masalah sebelum benar-benar terjadi.

3. Mengajak merawat diri.
Dia mengingatkan kita agar lebih peka terhadap kondisi emosi dan kesehatan mental sendiri.

Saat Kecemasan Menjadi Masalah

Namun, jika rasa cemas muncul terlalu sering, terlalu kuat, atau bahkan tanpa alasan jelas, itu bisa berubah menjadi beban.

·        Misalnya, meski tidak ada tekanan besar, kamu tetap selalu merasa gelisah.

·        Atau, rasa cemas tiba-tiba datang begitu kuat disertai gejala fisik seperti jantung berdebar, napas sesak, tubuh gemetar, hingga keringat dingin.

Jika hal ini terjadi terus-menerus, kualitas hidup bisa sangat terganggu. Bahkan, keseimbangan fisik dan mental pun ikut terguncang.

Penutup: Mengenali dan Mengelola Cemas

Cemas adalah bagian alami dari hidup, tapi jangan biarkan dia menguasai. Mengenali kapan dan dalam situasi apa dia muncul adalah langkah pertama untuk mengelolanya.

Ingatlah: rasa cemas bukan berarti lemah. Dia hanyalah sinyal dari tubuh dan pikiran bahwa kita butuh perhatian lebih—baik dalam persiapan menghadapi tantangan, maupun dalam menjaga kesehatan jiwa. (jhn/yn)

Kim Jong-un Diduga Naik Kereta Khusus ke Beijing, Beberapa Kereta Tiongkok Ditangguhkan

Pada 1 September 2025, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diduga menaiki kereta khusus menuju Beijing. Saat ini, perjalanan kereta dari Dandong ke Beijing sudah dihentikan. Seorang netizen juga merekam pada 31 Agustus, sebuah lokomotif menarik gerbong tertutup milik perkeretaapian Korea Utara melintasi Jembatan Perbatasan Tiongkok–Korea di atas Sungai Yalu. Tanda-tanda ini tampaknya berkaitan dengan langkah pengamanan perjalanan Kim Jong Un.

EtIndonesia. Sistem tiket kereta resmi Tiongkok “12306” menunjukkan bahwa pada 1–2 September, tiket kereta dari Kota Dandong, Provinsi Liaoning, menuju Beijing dihentikan penjualannya. Kereta tersebut biasanya berangkat pukul 18.18 dari Dandong dan tiba di Beijing pukul 08.00 keesokan paginya.

Selain itu, Hotel Zhonglian di Dandong belakangan ini juga berhenti menerima reservasi dari orang asing. Hotel ini memiliki pemandangan langsung ke jembatan perbatasan Dandong–Sinuiju di atas Sungai Yalu.

Bersamaan dengan itu, seorang netizen Tiongkok pada 31 Agustus merekam kereta api menarik gerbong Korea Utara melintasi jembatan perbatasan tersebut.

Tanda-tanda tidak biasa ini memicu spekulasi bahwa hal itu mungkin terkait perjalanan Kim Jong Un dengan kereta khusus menuju Beijing.

Jarak dari Dandong ke Beijing sekitar 800 km melalui jalur darat, atau sekitar 1.000 km jika menggunakan jalur kereta cepat. Namun, kereta khusus Kim Jong Un hanya melaju dengan kecepatan rata-rata 50–60 km/jam, sehingga butuh 16–20 jam untuk mencapai Beijing. Karena itu, ia harus berangkat pada 1 September agar bisa tiba di Beijing sehari sebelum parade militer Partai Komunis Tiongkok pada 2 September.

Menurut informasi resmi Rusia, pada parade militer 3 September, Presiden Rusia Vladimir Putin akan duduk di sisi kanan Xi Jinping, sementara Kim Jong Un di sisi kirinya. Susunan tempat duduk itu menuai sindiran publik, sebab Putin saat ini berstatus buronan internasional, sedangkan Kim Jong Un dikenai sanksi internasional.

Sebelumnya, Kim Jong Un sudah empat kali mengunjungi Tiongkok, pada 2018 dan 2019, dengan menggunakan kereta khusus menuju Beijing. 

Pada 2018 ia sempat menggunakan pesawat khusus “Chammae-1”. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia tidak lagi menggunakan pesawat, sehingga kemungkinan besar kali ini ia kembali bepergian dengan kereta khusus.

Mantan pejabat Korea Utara yang kini menjadi penasihat khusus di Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Gao Young-hwan, pernah mengatakan bahwa rezim diktator Korea Utara sejak era Kim Il Sung selalu khawatir pesawat akan ditembak jatuh, sehingga memilih perjalanan dengan kereta api. Kebiasaan ini kemudian diteruskan oleh Kim Jong Il dan Kim Jong Un.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kim Jong Un enggan naik pesawat bukan hanya karena takut ditembak jatuh, tetapi juga karena pesawat yang dimilikinya sudah tua dan jarang dirawat. “Kalau terjadi masalah di udara, tamatlah riwayatnya,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga Kim sangat takut mati. Karena itu, kereta khusus mereka tidak hanya dilapisi baja antipeluru, tetapi juga dilengkapi rudal darat-ke-udara untuk mencegah serangan udara.

Laporan sebelumnya menyebut, setiap kali Kim Jong Un bepergian, ia sangat berhati-hati. Karena khawatir akan upaya pembunuhan, ia lebih memilih kereta lapis baja yang berjalan lambat dengan pengawalan ketat dibandingkan pesawat. Rombongan besar pengawal selalu menyertainya.

Pada September 2023, saat Kim Jong Un bertemu Putin, kereta khususnya membutuhkan hampir empat hari perjalanan untuk tiba di Rusia. 

Sumber : NTDTV.com

Domba Juga Mengerti Aturan Lalu Lintas? Menyeberang Jalan Raya  Sambil Lompat Melewati Garis Kuning 

Baru-baru ini, seorang netizen di Qinghai merekam sebuah video kawanan domba yang sedang menyeberang jalan. Setiap ekor domba ketika sampai di tengah jalan, melompat melewati garis kuning. Netizen pun bercanda: apakah domba-domba di Qinghai juga mengerti aturan lalu lintas, bahwa garis kuning tidak boleh dilanggar?

EtIndonesia. Pada 30 Agustus, seorang netizen mengunggah video yang memperlihatkan kejadian lucu tersebut di sebuah jalan nasional di Prefektur Otonomi Tibet Haibei, Provinsi Qinghai.

Dalam rekaman tampak jalan dua jalur, kendaraan dari kedua arah berhenti menunggu kawanan domba menyeberang. Saat menyeberang, ketika mencapai garis kuning putus-putus di tengah jalan, domba-domba itu melompat satu per satu melewati garis tersebut.

Netizen yang mengunggah video menuliskan: “Tolong ada yang jelaskan, kenapa harus lompat ya?”

Banyak warganet berkomentar, merasa tingkah laku domba itu sangat lucu, tetapi sulit dipahami mengapa semuanya harus melompat. Ada yang bercanda: “Apakah domba tahu garis kuning tidak boleh dilanggar?” atau “Domba juga bisa akting tanpa properti?”

Pada 31 Agustus, seorang staf dari Pusat Penyelamatan dan Pembiakan Satwa Liar Qinghai menanggapi fenomena ini. Ia menjelaskan bahwa ini adalah efek pemimpin, juga dikenal sebagai “efek kawanan”. Jika domba pemimpin melakukan lompatan, maka domba-domba di belakang akan mengikuti dengan cara yang sama.

Menurutnya, alasan domba melompat bisa berasal dari rangsangan luar, misalnya mobil yang berhenti di jalan tiba-tiba sedikit maju sehingga membuat domba pemimpin terkejut, atau mungkin ada batu kecil atau rintangan di jalan.

Ia menegaskan, begitu domba pemimpin melompat, domba-domba setelahnya, tidak peduli jaraknya seberapa jauh, akan meniru gerakan domba sebelumnya.

Sumber : NTDTV.com

Elon Musk Hadapi Pencurian dari Tiongkok, Tuduh Mantan Insinyur xAI Mencuri Rahasia Dagang

Seorang insinyur asal Tiongkok, Li Xuechen (音譯, Xuechen Li), baru-baru ini mengundurkan diri dari perusahaan xAI milik Elon Musk dan pindah ke OpenAI. Sebelumnya, ia menjual saham xAI yang dimilikinya dan memperoleh hampir 7 juta dolar AS. Namun sebelum resmi bergabung dengan OpenAI, xAI menemukan bahwa ia mencuri kode sumber inti perusahaan. Kasus dugaan “membawa senjata saat membelot” ini kini tengah bergulir di pengadilan California.

EtIndonesia. Pada Minggu (31/8/2025), mantan eksekutif Amazon Web Services dan Google, Bindu Reddy, menulis di X bahwa mantan insinyur xAI, Li Xuechen, telah mencuri seluruh kode sumber chatbot Grok. Musk menanggapi postingan tersebut dengan menambahkan bahwa bukan hanya Grok, melainkan seluruh kode sumber xAI yang dicuri. Menurut Musk, Li sendiri sudah mengaku dan catatan log juga bisa dijadikan bukti.

Musk juga menulis dalam postingan lain: “Dia menerima tawaran dari OpenAI, lalu mengunduh seluruh kode sumber kami.”

Data publik menunjukkan bahwa Li berasal dari Tiongkok, bersekolah di SMA Beijing No.4, lalu meraih gelar doktor di Stanford pada 2024. Setelah itu ia bergabung dengan xAI sebagai anggota inti tim. Saat peluncuran Grok3, ia bahkan duduk di samping Musk.

xAI pada 28 Agustus secara resmi mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Federal California Utara, menuduh Li Xuechen mencuri rahasia dagang inti perusahaan dan membawanya ke pesaing utama, OpenAI.

Menurut berkas gugatan, Li bergabung dengan xAI pada 26 Februari 2024 sebagai anggota tim pendiri, dengan akses penuh ke data pelatihan, algoritma optimasi, dan seluruh kode sumber Grok — yang disebut lebih unggul dari ChatGPT milik OpenAI.

Namun pada Juni–Juli 2025, Li menunjukkan perilaku mencurigakan. Ia menjual saham xAI dengan alasan butuh uang, mengantongi sekitar 7 juta dolar AS. Lalu sejak 25 Juli, ia diam-diam mulai menyalin kode sumber xAI ke perangkat pribadinya, menghapus log aktivitas, dan mengkompres file agar terlihat seperti file pribadi biasa.

Setelah aksi itu selesai, ia resmi mengundurkan diri pada 28 Juli. Dalam dokumen pemutusan kerja, ia menegaskan sudah mematuhi perjanjian kerahasiaan dan menghapus semua data perusahaan.

Namun pada 11 Agustus, tim keamanan xAI menemukan kejanggalan. Bukti digital menunjukkan Li mencuri data rahasia.

Pada 14–15 Agustus, dalam dua pertemuan yang disaksikan pengacara, Li mengaku melakukan “tindakan tidak pantas” dan menuliskan pengakuan tertulis, tetapi hanya mengakui sebagian data yang diunduh.

Pada 18 Agustus, ia menandatangani surat izin agar xAI memeriksa perangkat pribadinya. Tim teknis menemukan file penting tersembunyi. Saat ditanya soal akses akun tertentu, ia mengaku “lupa” kata sandi, padahal log komputer menunjukkan ia baru saja menggunakannya.

Sikap ini membuat Musk marah besar dan akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum. Gugatan xAI terhadap Li terdaftar dengan nomor 3:25-cv-07292.

xAI menyatakan bahwa data yang dicuri bisa membantu OpenAI meningkatkan ChatGPT dengan memanfaatkan teknologi inovatif xAI, sehingga menimbulkan kerugian besar.

xAI menuntut agar Li menyerahkan semua perangkat dan akun untuk pemeriksaan forensik, meminta pengadilan mengeluarkan perintah larangan agar ia tidak boleh bekerja di OpenAI atau perusahaan AI kompetitor lain sampai semua data dipastikan dihapus. Selain itu, xAI juga menuntut ganti rugi finansial, termasuk kerugian nyata, tiga kali ganti rugi punitif, serta biaya pengacara.

Menariknya, pada Juli lalu, Li sempat menulis di X: “Yang selalu membuat saya kagum adalah bagaimana sekelompok kecil orang berbakat, ketika fokus penuh, bisa menciptakan hasil luar biasa dalam waktu singkat.” Namun tak lama setelah itu, ia justru mengkhianati tim yang ia banggakan, dan menghancurkan masa depan kariernya sendiri.

Seorang komentator independen, Zhang Xiujie, bahkan menulis di akunnya: “Musk akhirnya ketemu pencuri asal Tiongkok.”

Sumber : NTDTV.com

Voice of America Alami PHK Besar-Besaran : 486 Pegawai Dipecat, Hanya Tersisa 108 Orang

Pemerintahan Trump mengumumkan pemangkasan lebih dari 500 posisi di Voice of America (VOA) dan lembaga induknya, United States Agency for Global Media (USAGM). Sebagian besar yang terdampak adalah pegawai VOA, sehingga jumlah karyawan lembaga tersebut kini hanya tersisa 108 orang. Ironisnya, keputusan ini muncul hanya sehari setelah pengadilan federal memutuskan bahwa upaya pemerintahan Trump untuk memecat Direktur VOA dinilai “ilegal”.

EtIndonesia. Pada 30 Agustus, Direktur Eksekutif Sementara USAGM, Kari Lake, mengumumkan dimulainya program efisiensi tenaga kerja. Sebanyak 532 pegawai penuh waktu pemerintah akan diberhentikan, termasuk 486 dari VOA, sisanya dari departemen lain.

Lake menyatakan bahwa PHK ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Trump, dengan tujuan memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan menghemat pengeluaran pajak rakyat.

Menurut dokumen pengadilan, setelah restrukturisasi, VOA hanya akan memiliki sekitar 108 pegawai, sementara USAGM secara keseluruhan akan menyisakan sekitar 158 pegawai.

“Setelah PHK, USAGM akan tetap menjalankan misi hukumnya, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat yang hidup di bawah rezim tirani atau totaliter — khususnya mereka yang berada di bawah kekuasaan rezim komunis yang mematikan. Dalam beberapa bulan mendatang, saya akan mengambil lebih banyak langkah untuk memperbaiki lembaga yang sangat tidak seimbang ini dan memastikan suara VOA tetap terdengar di wilayah-wilayah penting di luar negeri,” katanya. 

Restrukturisasi ini dilaksanakan berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada 14 Maret 2025, yakni “Melanjutkan Pengurangan Birokrasi Federal”. 

Perintah tersebut menargetkan pemangkasan operasi USAGM dan mereformasi enam lembaga federal lainnya agar beroperasi pada skala minimum yang ditentukan undang-undang.

Sejak Maret, hampir semua pegawai VOA ditempatkan pada cuti administratif, dan sebagian besar saluran siarannya berhenti beroperasi. Pada Juni, USAGM mengirimkan pemberitahuan PHK kepada lebih dari 600 pegawai, yang berarti hampir seluruh staf VOA terpaksa cuti administratif.

Namun, Hakim Distrik AS Royce Lamberth baru-baru ini memutuskan bahwa Kari Lake tidak berwenang secara sepihak untuk memberhentikan Direktur VOA, Michael Abramowitz. Ia memerintahkan Lake untuk hadir di pengadilan sebelum 15 September guna menjelaskan legalitas tindakannya.

Pada 25 Agustus, hakim bahkan memperingatkan bahwa jika pemerintah gagal membuktikan kepatuhan terhadap putusan pengadilan, mereka bisa dikenai sidang penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court).

VOA sendiri didirikan pada masa Perang Dunia II, awalnya menyiarkan dalam bahasa Jerman untuk melawan propaganda Nazi. Hingga kini, lembaga tersebut tetap memproduksi berita melalui radio, televisi, dan internet dalam hampir 50 bahasa ke seluruh dunia.

Saat ini, masa depan VOA masih diliputi ketidakpastian. Para pegawai serta pakar hukum tengah mencari jalur hukum untuk menantang keputusan pemerintah terkait restrukturisasi dan PHK besar-besaran ini.

Sumber : NTDTV.com