Lima Penumpang Kapal Pesiar Dinyatakan Positif Terinfeksi Hantavirus, Warga di Pulau Khawatir akan Terulangnya Mimpi Buruk COVID-19

Kapal pesiar mewah Belanda “Hondius” dilaporkan mengalami wabah Hantavirus. Pada Kamis (7 Mei), jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi lima orang. Di tengah upaya otoritas kesehatan global mengendalikan wabah hantavirus, semakin banyak rincian mengenai situasi ini mulai terungkap.

EtIndonesia. Pada Kamis 7 Mei, tiga pasien pertama yang diduga terinfeksi hantavirus dan dievakuasi dari kapal pesiar telah tiba di Amsterdam untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, sebuah rumah sakit di Spain dijadwalkan menerima 14 penumpang warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal pesiar mewah tersebut.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga sedang memantau secara ketat 17 warga AS yang sempat berada di kapal itu.

Pada hari yang sama, terungkap pula bahwa setelah kematian pertama terjadi di atas kapal, kapten kapal memberitahu para penumpang bahwa korban tidak menular dan menyatakan pria tersebut meninggal karena sebab alami.

Saat ini, wabah hantavirus tersebut telah menyebabkan tiga kematian, termasuk sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Selain itu, sedikitnya lima orang telah dipastikan positif terinfeksi.

European Centre for Disease Prevention and Control menyatakan bahwa kapal pesiar tersebut diperkirakan akan berlabuh di Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu. Namun, warga pulau setempat merasa sangat khawatir terhadap kedatangan kapal itu karena takut mimpi buruk pandemi COVID-19 akan terulang kembali.

Hantavirus sendiri jarang menular dari manusia ke manusia. Penyakit ini umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Li Mei dan Ying Xiang.

Didanai Departemen Front Persatuan PKT! Dalang Utama Laboratorium Tiongkok di California Dinyatakan Bersalah atas 12 Dakwaan

Perkembangan terbaru kembali muncul dalam kasus “laboratorium biologis ilegal” di California. Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa warga negara Tiongkok berusia 64 tahun, Jia Bei Zhu, diduga melakukan penjualan alat tes COVID-19 secara curang, memalsukan label peralatan medis, serta menipu FDA. Juri federal memutuskan seluruh 12 dakwaan terhadapnya terbukti bersalah. Zhu kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

EtIndonesia. Kasus mengejutkan laboratorium biologis ilegal di California ternyata berkaitan dengan produksi alat tes COVID-19 yang cacat. Jia Bei Zhu diketahui telah menjual secara curang lebih dari satu juta perangkat tes COVID-19 kepada pelanggan di seluruh Amerika Serikat dan memperoleh keuntungan ilegal hampir 4 juta dolar AS. 

Departemen Kehakiman AS pada 6 Mei mengumumkan putusan bersalah terhadap Zhu atas seluruh 12 dakwaan, termasuk penipuan telekomunikasi, penjualan alat medis palsu atau cacat, serta memberikan pernyataan palsu kepada FDA AS.

Jia Bei Zhu sendiri merupakan buronan yang dicari Kanada. Pada tahun 2023, ia ditemukan mendirikan laboratorium ilegal di sebuah gudang di Reedley. Di lokasi tersebut ditemukan ribuan botol berisi patogen virus seperti HIV/AIDS, malaria, demam berdarah dengue, dan COVID-19. 

Selain itu, laboratorium tersebut juga memelihara secara ilegal sekitar 1.000 tikus percobaan hasil rekayasa genetika. Laboratorium ini diduga mendapat dukungan dana yang terkait dengan “Departemen Front Persatuan” PKT.

Rekan bisnis sekaligus pasangan Zhu, Zhaoyan Wang, juga didakwa dalam kasus ini. Namun, sebelum Zhu ditangkap, Wang telah melarikan diri dari Amerika Serikat dan saat ini diyakini bersembunyi di Tiongkok.

Bukti yang diajukan dalam persidangan menunjukkan bahwa Zhu dan Wang bersama-sama mendirikan perusahaan Universal Meditech Inc. (UMI). Mereka juga sengaja mempekerjakan pegawai yang kurang berpengalaman sehingga tidak akan mempertanyakan perintah atasan.

Dari tahun 2020 hingga 2023, Zhu dan para pegawai UMI mengimpor sejumlah besar alat tes COVID-19 cacat dari Tiongkok, lalu melakukan pengemasan ulang palsu dan mendistribusikan produk-produk bermasalah tersebut. Perusahaan itu mengklaim produknya telah disetujui FDA dan dibuat di Amerika Serikat, padahal seluruh klaim tersebut palsu.

Beberapa pegawai yang terlibat memberikan kesaksian di persidangan bahwa mereka mengetahui tindakan tersebut salah. Namun, karena takut mengalami ancaman atau bahaya fisik jika menolak perintah Zhu, mereka akhirnya tetap melakukannya.

Jia Bei Zhu kemungkinan menghadapi hukuman lebih dari 20 tahun penjara. Putusan akhir nantinya akan ditentukan pengadilan berdasarkan faktor hukum terkait dan pedoman hukuman federal dengan mempertimbangkan berbagai variabel.

Laporan disusun oleh NTD Asia Pasifik, Zhang Kexin dan Chen Lingzhi.

Beijing Memasok Barang-barang Militer dan Sipil ke Rusia dan Iran, AS Memperingatkan akan Memperluas Sanksi

EtIndonesia. Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus memasok komponen drone dan material dwiguna militer-sipil kepada Iran dan Rusia. Para ahli menilai bahwa tindakan PKT kini telah berubah dari yang sebelumnya dilakukan secara diam-diam menjadi semakin terbuka. Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS mengumumkan putaran baru sanksi terhadap Iran, yang menargetkan jaringan penyelundupan minyak, lembaga keuangan asing, perusahaan pelayaran, dan perantara pihak ketiga.

Sejumlah perusahaan Tiongkok terus memasok komponen terkait drone serta material dwiguna militer-sipil kepada Iran dan Rusia, meskipun ada kontrol ekspor dan sanksi AS terhadap kedua negara tersebut.

Menurut laporan The Wall Street Journal, perusahaan Tiongkok, Xiamen Victory Technology, mengirim email kepada Iran untuk memasarkan mesin “Limbach L550”. Mesin tersebut merupakan komponen penting dari drone Iran “Shahed-136”. Laporan itu menyebutkan bahwa perusahaan tersebut bahkan menyatakan dukungan politik kepada Iran dalam surat elektroniknya.

Wakil Rektor Universitas Kainan, Taiwan, Chen Wenjia, mengatakan bahwa PKT kini bergerak dari pola pengiriman sumber daya yang sebelumnya relatif tertutup menuju keterbukaan terbatas.

 “Alasannya adalah karena PKT telah menilai bahwa konfrontasi AS-Tiongkok akan berlangsung jangka panjang, dan arah pembatasan AS terhadap Tiongkok tidak akan berubah. Karena itu, kekhawatiran terhadap sanksi kini telah menurun,” katanya. 

Laporan tersebut mengutip data bea cukai Tiongkok yang menunjukkan bahwa ratusan kontainer berisi material dwiguna militer-sipil telah diekspor ke Rusia dan Iran. Di antaranya, ekspor kabel serat optik dan baterai lithium-ion ke Rusia meningkat secara signifikan.

Chen Wenjia menambahkan:  “Narasi netralitas PKT kini semakin diragukan. Masalahnya bukan lagi sekadar perdagangan biasa, melainkan sudah menyangkut perangkat navigasi, mesin, serat optik, dan chip yang memiliki fungsi teknologi dwiguna untuk kepentingan militer.”

Mengenai celah dalam sanksi AS, laporan itu menyebutkan bahwa banyak komponen berasal dari perusahaan kecil atau pabrik kecil di Tiongkok yang hampir tidak memiliki hubungan dengan sistem keuangan AS, sehingga tidak terlalu takut terhadap sanksi Amerika. Selain itu, komponen-komponen tersebut juga mudah disamarkan sebagai produk industri biasa dalam jalur perdagangan normal.

Direktur Institut Penelitian Strategi dan Sumber Daya Pertahanan Taiwan, Su Ziyun, berpendapat bahwa apa yang terungkap saat ini kemungkinan hanya puncak gunung es, dan PKT kini telah berubah dari pendukung ekonomi menjadi pihak yang memberikan bantuan semi-militer.

Su Ziyun mengatakan:  “PKT memperoleh energi dari Rusia, lalu mengekspor material dwiguna militer-sipil. Bahkan kini semakin terang-terangan dengan menjual komponen drone kepada Rusia. Ini jelas menunjukkan bahwa mereka bergerak menuju peran sebagai pemberi bantuan semi-militer.”

Para ahli menyatakan bahwa PKT memanfaatkan perusahaan swasta, perusahaan di Hong Kong, dan jalur transit negara ketiga untuk mempertahankan operasi di wilayah abu-abu, sehingga dapat mengurangi tanggung jawab langsung pemerintah pusat.

Chen Wenjia mengatakan:  “Jika AS menilai PKT telah menjadi celah utama dalam sanksi terhadap industri perang Rusia dan Iran, maka kemungkinan perluasan sanksi sekunder di masa depan akan meningkat tajam. Selain perusahaan Tiongkok, bank yang membantu proses pembayaran, perusahaan pelayaran, dan jaringan keuangan Hong Kong juga dapat menjadi target sanksi berikutnya.”

Selain itu, Departemen Keuangan AS pada Kamis (7 Mei) mengumumkan putaran baru sanksi terhadap Iran, yang menargetkan jaringan penyelundupan minyak, lembaga keuangan asing, perusahaan pelayaran, dan perantara pihak ketiga. Pihak AS menuduh Wakil Menteri Perminyakan Irak, Ali Maarij, membantu Iran dan kelompok bersenjata Irak yang didukung Iran memperoleh dana melalui penyelundupan minyak.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.

Tigal Kapal Perusak AS Tembus Selat Hormuz, Militer AS Membalas dengan Menyerang Pelabuhan Iran Hingga UEA Dikabarkan Ikut Operasi Militer

Pada Kamis (7 Mei), situasi Timur Tengah kembali memanas dengan kabar mengejutkan. Menurut laporan sejumlah media, Uni Emirat Arab (UEA) diduga ikut terlibat dalam operasi serangan militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Sejumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar udara milik AS terlihat berputar di kawasan tersebut. 

Pada saat yang sama, ledakan besar juga dilaporkan terdengar di wilayah Iran, sementara Garda Revolusi Iran segera memasuki status siaga tempur. Selain itu, muncul kabar bahwa pemerintahan Trump sedang bersiap mengaktifkan kembali operasi pengawalan “Project Freedom ”.

EtIndonesia. Baru saja, Presiden Trump memberikan tanggapan atas serangan militer AS terhadap Iran pada Kamis 7 Mei. Ia mengatakan bahwa tiga kapal perusak kelas dunia milik AS USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason berhasil melewati Selat Hormuz di tengah hujan tembakan tanpa mengalami kerusakan apa pun, sementara Iran justru mengalami kerugian besar. Trump memperingatkan bahwa jika Iran tidak segera menandatangani kesepakatan, maka Amerika Serikat di masa mendatang akan menghancurkan Teheran dengan cara yang jauh lebih keras dan agresif.

Menurut laporan media Timur Tengah, UEA turut ambil bagian dalam serangan AS terhadap Iran pada Kamis. Disebutkan bahwa ini merupakan operasi militer gabungan antara AS dan UEA. Sedikitnya lima pesawat tanker KC-135 milik AS lepas landas dari UEA, sementara sedikitnya empat pesawat tanker lainnya terlihat terbang di atas wilayah Israel dan Yordania.

Namun hingga saat ini, kabar tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.

Pada saat yang sama, ledakan besar mendadak terdengar di Iran pada Kamis. Setelah itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan status siaga tempur.

Selain itu, seorang pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump saat ini sedang mempersiapkan kembali pelaksanaan “Project Freedom”, sebuah misi yang sebelumnya dihentikan sementara setelah berjalan selama 36 jam. Pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa operasi pengawalan kemungkinan akan kembali dimulai paling cepat pekan ini.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz secara paksa bergantung pada kekuatan besar angkatan laut dan udara guna melindungi kapal dagang dari serangan rudal dan drone Iran. Oleh karena itu, pangkalan militer dan wilayah udara Arab Saudi serta Kuwait menjadi sangat penting bagi operasi militer AS.

Namun, pejabat Arab Saudi mengungkapkan bahwa karena khawatir konflik akan semakin meningkat, Arab Saudi dan Kuwait pada awalnya tidak setuju memberikan akses pangkalan maupun izin melintas bagi AS. Hal ini juga dianggap sebagai salah satu alasan mengapa Presiden Trump tiba-tiba mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan pada Selasa malam.

Meski demikian, setelah Presiden Trump kembali berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Arab Saudi akhirnya memutuskan memulihkan izin penggunaan pangkalan dan hak melintas udara bagi AS.

Mengenai perundingan damai, Amerika Serikat telah mengajukan sebuah “memorandum 14 poin” dalam satu halaman untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, dengan harapan dapat melanjutkan negosiasi. Saat ini, AS masih menunggu tanggapan dari pihak Iran.

Selain itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis mengatakan bahwa dirinya baru-baru ini bertemu dengan pemimpin tertinggi Mujtaba.  “Kami berbicara dengannya selama dua setengah jam,” katanya. 

Ini merupakan pertama kalinya sejak perang Iran pecah pada 28 Februari lalu Presiden Iran secara terbuka membahas pertemuannya dengan Mujtaba. Namun hingga kini Mujtaba belum pernah muncul di hadapan publik, sehingga dunia luar mempertanyakan kondisi kesehatannya maupun sejauh mana kekuasaan sebenarnya yang ia miliki.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Pezeshkian mengecam Garda Revolusi karena memperburuk ketegangan regional dan meminta bertemu dengan Mujtaba, yang menunjukkan adanya perebutan kekuasaan antar faksi di internal Iran.

Pejabat senior Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz melalui “rencana yang tidak realistis”.

Menurut laporan, Iran juga menuntut agar sebelum menyetujui kesepakatan apa pun, Amerika Serikat harus membayar kompensasi perang dan memberikan “keuntungan nyata”.

Laporan gabungan reporter NTD, Yi Jing.

Menjawab Keterasingan serta Dialog Lintas Budaya Antar Pulau dalam Pertunjukan Tari Islands

EtIndonesia. Dua sahabat yang berbeda bahasa dan bangsa berkolaborasi dalam pertunjukan tari yang bernama Islands. Keduanya membangun percakapan artistik tentang tubuh, ingatan, dan pulau sebagai ruang hidup sekaligus metafora identitas.

Kedua sahabat ini adalah koreografer/penari, Wang Yeu-kwn dari Shimmering Production–grup seni pertunjukan asal Taiwan dan  koreografer/penari Indonesia, Danang Pamungkas.  

Untuk diketahui, Islands juga telah terpilih sebagai finalis Bloom Prize, bagian dari The Rose International Dance Prize 2027 yang diselenggarakan oleh Sadler’s Wells; salah satu institusi tari terkemuka di London, Inggris. 

Karya Islands–sebagai bagian dari finalis Bloom Prize–akan dipentaskan mulai Januari – Februari 2027 di London. Wang Yeu-kwn menjadi finalis Bloom Prize untuk kategori emerging choreographers.

Kehadiran karya ini di Indonesia, dipentaskan di Teater Salihara, Jakarta Selatan pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 20.00 WIB dan Minggu, 10 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. 

Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh

Wang Yeu-kwn menceritakan ide tarian ini bermula saat ia tiba di Indonesia pada 2019 lalu. Selama perjalanannya, muncul beragam pertanyaan dalam dirinya. Ini terjadi setelah mereka tak bersua setelah 10 tahun berlalu. 

“Idenya sebenarnya berasal dari Indonesia, dan muncul banyak pertanyaan,” kata Wang dalam media preview di Teater Salihara, Jumat (8/5/2026).

Pertanyaan apakah yang mucul dibenak Yeu-kwn? identitas, budaya, dan tradisi yang berbeda menjadi jembatan yang perlu dijelajahi. 

“Jadi, saya berbicara dengan Danang, mungkin kita bisa membuat sebuah karya tentang pertanyaan-pertanyaan saya. Maka lahirlah karya Islands ini,” lanjutnya. 

Wang juga bercerita tentang kepulauan yang dimiliki Taiwan maupun Indonesia. Walaupun, pulau-pulau itu selalu tidak stabil dan berguncang. Apalagi, misalnya pulau di Taiwan menghadapi banyak hal, seperti topan dan gempa bumi, dan gunung. 

“Jadi, saya berharap para penonton yang datang menyaksikan pertunjukan kami dapat menikmatinya, dan saya berharap kami bisa menciptakan ruang di atas panggung sehingga setiap penonton dapat membawa pengalaman mereka sendiri dan ikut dalam perjalanan kami,” tambahnya. 

Bagi Danang, dalam produksi ini, ia harus menghadapi berbagai tantangan. Meski mereka bersahabat, bagaimanapun juga tak berlangsung dengan mudah.  

“Jadi kami harus menjadi profesional, menempatkan sisi kegilaan dan sifat kekanak-kanakan kami agar bisa menjadi profesional,” katanya. 

Danang mengungkapkan bagaimana ia bekerja dengan Yeu-kwn di dalam pikiran dirinya serta di dalam tubuhnya. Lalu juga dengan medium plastik. Danang juga bercerita tentang dirinya yang tak terbiasa dengan tubuhnya sebagai penari tradisional dan harus kembali ke tari kontemporer. 

“Ada banyak teknik yang harus saya pelajari. Saya harus kembali dari nol untuk belajar tentang keseimbangan, melayang, dan bagaimana menghadapi plastik itu. Ya, jadi itu adalah tantangan yang besar,” katanya. 

Sementara itu, kurator tari Komunitas Salihara, Tony Prabowo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memiliki kedalaman artistik karena berangkat dari relasi panjang dua seniman yang pernah berada dalam lingkungan pembelajaran yang sama. 

“Kerja sama seniman seni pertunjukan ini bermula dari pertemuan dua koreografer dan penari Indonesia-Taiwan, Danang Pamungkas dan Wang Yeu-kwn, yang pernah belajar bersama di bawah bimbingan Lin Hwai-Min dari Cloud Gate Dance Theater. Melalui berbagai sudut pandang yang berbeda tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan yang selalu berlanjut akan makna kepenariannya, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony. (asr)

Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh
Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh

Nongkrong Sambil Investasi? Program “NGOPI SORE” di Surabaya Ajak Anak Muda Melek Saham, Bukan Judol!

Surabaya – Generasi muda sekarang doyan banget nongkrong di coffee shop. Tapi daripada cuma scroll medsos atau terjebak bujukan “cepat kaya” dari judi online (judol) dan investasi bodong, mending ngopi sambil belajar investasi saham, kan?

Nah, program NGOPI SORE —singkatan dari Ngobrol Seputar Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana—hadir untuk mengubah kebiasaan nongkrong jadi lebih produktif. Berlokasi di The Gade Coffee & Gold, galeri investor cafe pertama di Surabaya, acara ini digagas oleh BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jatim, dan Pegadaian.

Kenapa Anak Muda Perlu Tahu? Karena Banyak yang Masih Terperdaya

Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Taufan Febiola, menyoroti fakta memprihatinkan: meski pasar modal Indonesia didominasi investor usia di bawah 30 tahun, masih banyak anak muda yang lebih tertarik ke kripto, aset digital berisiko tinggi, atau bahkan terjebak investasi bodong dan judol.

“Banyak anak muda sekarang tertarik ke aset digital dan kripto yang risikonya tinggi. Padahal, investasi aman seperti reksa dana, tabungan emas, atau cicilan logam mulia juga bisa jadi pilihan menarik. Kami ingin mengenalkan bahwa investasi itu nggak harus spekulatif dan berbahaya,” tegas Taufan.

Judi Online vs Investasi Saham: Bedanya Jauh!

Program NGOPI SORE hadir untuk memberikan pemahaman mendasar yang seringkali dilewatkan:

  • Judi online = untungnya nggak pasti, tergantung keberuntungan, dan modal bisa raib dalam sekejap. Bahkan, sudah banyak korban bangkrut dan terlilit pinjol.
  • Investasi bodong = iming-iming return tinggi tanpa risiko, padahal sistemnya ponzi dan uangmu dipakai bayar investor lama.
  • Investasi saham & reksa dana = instrumen legal diawasi OJK, berbasis kinerja perusahaan riil, risikonya terukur, dan untuk pemula bisa mulai dengan reksa dana yang relatif lebih aman.

Ngopi Gratis, Konsultasi Portofolio, Sampai Buka Rekening Saham

Yang seru, acara ini benar-benar santai kayak ngobrol biasa. Kamu bisa:

  • Dapat market update terkini
  • Konsultasi portofolio investasi
  • Belajar produk pasar modal: saham, obligasi, reksa dana, hingga gadai efek
  • Bahkan buka Rekening Dana Nasabah (RDN) BRI dengan saldo awal minimal — langsung bisa mulai investasi!

Bahkan Taufan selaku Branch Manager akan ngantor langsung di coffee shop secara rutin, supaya masyarakat punya tempat belajar investasi yang konsisten dan mudah diakses.

Target Investor Udah Tembus, Tapi Literasi Masih Kunci

Kepala BEI Jatim, Cita Mellisa, mengungkapkan bahwa pertumbuhan investor pasar modal Indonesia sangat pesat. Target 5 juta investor baru tahun ini bahkan sudah terlampaui hanya dalam 4 bulan — dan Jatim menyumbang sekitar 10 persennya.

“Harapannya, Galeri Investor Cafe ini bisa terus meningkatkan literasi dan jumlah investor di Jatim. Anak muda jangan sampai salah pilih instrumen,” ujarnya.

Judol dan Investasi Bodong: Jangan Sekali-sekali Dicoba!

Program NGOPI SORE ingin menekankan: investasi yang sehat adalah investasi yang dipahami risikonya, diawasi regulator, dan tidak menjanjikan keuntungan instan. Jangan tergiur iklan “dapet duit jutaan sehari” atau “trading auto profit”. Itu 99% modus penipuan.

Kombinasi antara coffee shop sebagai ruang publik favorit anak muda + edukasi keuangan yang aplikatif diharapkan bisa menciptakan generasi yang melek finansial, anti-gambling, dan pilih investasi cerdas.

Info Praktis:

  • Kapan? Acara rutin. Cek jadwal terbaru di media sosial BEI Jatim atau BRI Danareksa Sekuritas.
  • Di mana? The Gade Coffee & Gold, Surabaya.
  • Gratis? Ya, sambil ngopi gratis! Kamu cuma perlu datang dan bertanya.

Pesan buat anak muda:

Jangan sampai dompetmu ludes karena judol, jangan sampai masa depanmu hancur karena investasi bodong. Yuk, mulai dari hal kecil: nongkrong di NGOPI SORE, belajar saham, investasi aman untuk masa depan.

Selat Hormuz Meledak Lagi! AS Serang Iran, Negara-Negara Teluk Ikut Terseret

EtIndonesia — Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat menegangkan setelah Amerika Serikat dilaporkan mengajukan proposal negosiasi nuklir baru kepada Iran di tengah meningkatnya bentrokan militer di kawasan Selat Hormuz. Di saat jalur diplomasi masih dibuka, serangan udara, baku tembak, serta ancaman perang besar kembali mengguncang kawasan Teluk Persia.

Laporan terbaru dari media internasional menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump kini menerapkan strategi “tekanan maksimum” terhadap Teheran: membuka peluang perundingan damai, namun tetap mempertahankan ancaman militer penuh jika Iran menolak syarat-syarat yang diajukan Washington.

Amerika Ajukan Proposal Nuklir Baru kepada Iran

Menurut laporan The Wall Street Journal yang terbit pada 7 Mei 2026, pemerintah Amerika Serikat telah menyerahkan sebuah kerangka perjanjian baru kepada Iran terkait program nuklirnya.

Proposal tersebut disebut memuat sejumlah syarat yang sangat ketat dan menjadi dasar bagi kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.

Isi utama proposal itu mencakup beberapa poin penting:

  1. Iran harus berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
  2. Iran diwajibkan membongkar fasilitas nuklir utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
  3. Seluruh fasilitas nuklir bawah tanah dilarang dan harus terbuka untuk inspeksi internasional kapan saja.
  4. Iran dilarang melakukan pengayaan uranium dalam bentuk apa pun selama 20 tahun.
  5. Seluruh stok uranium yang telah diperkaya wajib diserahkan.
  6. Iran harus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  7. Amerika Serikat akan melonggarkan sanksi secara bertahap sesuai perkembangan situasi dan kepatuhan Iran.

Washington menegaskan bahwa apabila Iran menerima kerangka tersebut, maka kedua negara akan memasuki tahap negosiasi intensif selama 30 hari. Namun apabila Teheran menolak, maka opsi militer disebut akan kembali dipertimbangkan secara serius.

Kesepakatan Akan Dibagi Dua Tahap

Reporter The Wall Street Journal, Laurence Norman, melalui unggahannya di platform X pada 7 Mei, mengutip sumber diplomatik yang menyebutkan bahwa nota kesepahaman sementara antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan dibagi ke dalam dua tahap utama.

Tahap pertama akan berfokus pada implementasi kesepakatan terkait blokade laut di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan dimulainya pelonggaran sebagian sanksi ekonomi.

Sementara tahap kedua akan menjadi periode negosiasi lanjutan selama 30 hari yang secara khusus membahas isu nuklir Iran dan rincian pencabutan sanksi. Periode tersebut bahkan disebut masih dapat diperpanjang apabila pembicaraan mengalami kemajuan.

Menurut sumber tersebut, Gedung Putih memperkirakan Iran akan memberikan jawaban resmi terhadap proposal terbaru Amerika Serikat pada Jumat, 8 Mei 2026.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, disebut akan terus memimpin jalur negosiasi dengan Teheran dalam beberapa hari mendatang.

Gedung Putih Tetapkan Tenggat Waktu

Sumber diplomatik juga menyebut bahwa Gedung Putih memberikan batas waktu hingga akhir pekan depan sebelum Presiden Donald Trump kembali dari kunjungannya ke Tiongkok.

Apabila hingga tenggat tersebut tidak tercapai kesepakatan, maka opsi operasi militer kembali akan diletakkan di atas meja.

Peringatan keras juga datang dari pihak Israel. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran tidak boleh menggunakan bahasa yang ambigu atau multitafsir.

Menurutnya, seluruh isi perjanjian harus dirancang dengan sangat rinci, termasuk jadwal pelaksanaan, mekanisme pengawasan, proses verifikasi, hingga sanksi jika terjadi pelanggaran.

Israel khawatir Iran dapat kembali mengubah sikap dalam isu nuklir apabila terdapat celah dalam kesepakatan tersebut.

Situasi Militer Memanas di Selat Hormuz

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, situasi militer di kawasan Teluk justru semakin memanas.

Pada sore hari 7 Mei 2026, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Iran melaporkan bahwa Uni Emirat Arab diduga terlibat dalam serangan terhadap wilayah Iran.

Anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Hedrian, bahkan secara terbuka menyebut Uni Emirat Arab sebagai “negara musuh”.

Ia menuduh UEA telah menyamarkan pesawat militer dan melancarkan serangan langsung ke wilayah Iran.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan kini tidak lagi hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi mulai menyeret negara-negara Teluk lainnya.

Hedrian bahkan memperingatkan bahwa Iran sewaktu-waktu dapat melancarkan serangan terhadap Uni Emirat Arab.

Fox News: AS Serang Wilayah Iran

Menurut laporan Fox News, militer Amerika Serikat pada 7 Mei melancarkan serangan udara terhadap sejumlah wilayah strategis Iran di sekitar Selat Hormuz.

Target serangan dilaporkan mencakup:

  • wilayah sekitar Bandar Abbas,
  • Pelabuhan Qeshm,
  • pos pemeriksaan angkatan laut Iran di Pelabuhan Kargan,
  • serta beberapa fasilitas militer di kawasan pesisir selatan Iran.

Ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa lokasi tersebut.

Di wilayah selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, juga terjadi baku tembak yang berlangsung cukup intens.

Laporan intelijen bahkan menyebutkan bahwa sedikitnya enam pesawat tanker pengisian bahan bakar udara milik Amerika Serikat lepas landas dari Uni Emirat Arab untuk mendukung operasi militer tersebut.

Iran Klaim Kapal Perang AS Kena Rudal

Militer Iran kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduh Amerika Serikat menyerang dua kapal Iran di dekat Jask dan Fujairah, serta menghantam fasilitas di Sirik dan Pulau Qeshm.

Teheran juga menuduh negara-negara Teluk turut membantu operasi militer Amerika.

Iran kemudian mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Menurut klaim Iran, beberapa kapal perang Amerika terkena rudal dan mengalami kerusakan sehingga terpaksa mundur dari area konflik.

Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM.

CENTCOM Bantah Kapal AS Rusak

Dalam pernyataan resminya pada 7 Mei 2026, CENTCOM menyebut bahwa ketika kapal perusak Amerika melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, Iran menembakkan sejumlah rudal, drone, dan mengerahkan kapal-kapal kecil untuk melakukan gangguan.

Namun pihak Amerika menegaskan bahwa tidak ada kapal perang AS yang mengalami kerusakan.

Sebagai balasan, militer Amerika kemudian menyerang fasilitas-fasilitas Iran yang digunakan untuk melancarkan serangan tersebut.

Target operasi meliputi:

  • lokasi peluncuran rudal,
  • pusat peluncuran drone,
  • pusat komando dan kendali,
  • serta jaringan intelijen, pengawasan, dan pengintaian milik Iran.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa operasi tersebut bukan dimulainya kembali perang penuh, melainkan “serangan balasan presisi” dalam kerangka menjaga gencatan senjata yang masih berlaku.

Washington juga meminta Iran segera menghentikan provokasi dan kembali ke meja perundingan.

Trump Sebut Serangan Itu “Tepukan Kecil Penuh Kasih”

Dalam percakapan telepon dengan reporter ABC pada malam 7 Mei, Presiden Donald Trump memberikan komentar yang cukup mengejutkan terkait serangan terhadap Iran.

Trump menyebut serangan balasan Amerika itu hanyalah sebuah “tepukan kecil penuh kasih”.

Ia juga menegaskan bahwa jalur negosiasi dan kesepakatan gencatan senjata masih terus berjalan.

Pernyataan tersebut dinilai banyak analis sebagai bagian dari strategi tekanan psikologis Trump terhadap Teheran: menunjukkan kekuatan militer, namun tetap membuka pintu diplomasi.

AS Setujui Penjualan Senjata Darurat Rp400 Triliun Lebih

Sementara itu, laporan terbaru Bloomberg mengungkap bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah menyetujui paket penjualan senjata darurat senilai 25,8 miliar dolar AS kepada Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Nilai tersebut jauh lebih besar dibanding angka awal sebesar 8,6 miliar dolar AS yang sebelumnya beredar.

Paket bantuan militer itu mencakup berbagai sistem pertahanan, termasuk pencegat rudal Patriot dalam jumlah besar.

Langkah ini menunjukkan bahwa Washington kini tengah memperkuat pertahanan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk sebagai antisipasi jika konflik dengan Iran kembali meluas.

Arab Saudi Sempat Tekan Trump

Di sisi lain, terungkap pula alasan sebenarnya mengapa Trump pada 5 Mei 2026 sempat menghentikan operasi militer “Project Freedom” yang baru berjalan satu hari.

Pejabat Amerika membocorkan bahwa Arab Saudi sempat mengancam akan melarang militer AS menggunakan pangkalan dan wilayah udaranya.

Tekanan tersebut memaksa Washington menunda sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Arab Saudi dan beberapa negara Teluk disebut khawatir akan menjadi sasaran balasan Iran apabila konflik berubah menjadi perang terbuka.

Mereka menilai bahwa meskipun Iran dapat dilemahkan secara militer, rezim Teheran kemungkinan masih tetap bertahan setelah perang selesai.

Karena itu, negara-negara Teluk tidak ingin terlibat terlalu dalam tanpa adanya jaminan keamanan penuh dari Amerika Serikat.

Operasi Pengawalan Kapal Bisa Dimulai Lagi

Namun perkembangan terbaru pada 7 Mei menunjukkan perubahan sikap.

Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan kembali mengizinkan militer Amerika menggunakan pangkalan dan wilayah udara mereka.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi Washington untuk kembali memulai operasi perlindungan pelayaran kapal di Selat Hormuz.

Pejabat Amerika bahkan menyebut operasi pengawalan kapal kemungkinan dapat dimulai kembali paling cepat dalam minggu ini.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kawasan Timur Tengah kini benar-benar berada di titik paling sensitif. Di satu sisi, negosiasi nuklir masih terus berlangsung. Namun di sisi lain, bentrokan militer dan pengerahan kekuatan bersenjata terus meningkat dari hari ke hari.

Dunia internasional kini menanti apakah Iran akan menerima proposal Amerika Serikat dan kembali ke meja perundingan, atau justru memilih jalur konfrontasi yang berpotensi memicu perang regional berskala besar di kawasan Teluk Persia. (***)

Giorgino Abraham Kecewakan Davina Karamoy di Episode 3 ‘Love & 10 Million Dollars’

0

JAKARTA – Ketegangan dalam serial WeTV Original Love & 10 Million Dollars mencapai puncaknya di episode ketiga. Perjuangan Elina (Davina Karamoy) untuk lepas dari pernikahan toksik justru berbalik menjadi mimpi buruk setelah sebuah akun gosip menyebarkan foto keakrabannya dengan Arman (Giorgino Abraham).

Fitnah yang dirancang oleh Diaz (Anthony Xie) ini bertujuan menghancurkan reputasi Elina dan memaksanya menyerahkan uang 10 juta dolar sebagai kompensasi perceraian. Dampaknya luar biasa: Elina bahkan ditolak oleh ayahnya sendiri, Frans Wardana, yang lebih percaya pada “mulut manis” Diaz.

Kekerasan Fisik dan Cedera Kepala

Puncak konflik fisik terjadi di kantor Anvaya. Ibu Diaz, Laksmi, menghina Elina dengan kata-kata kasar, lalu Diaz dengan brutal menampar Elina hingga terluka dan mendorongnya hingga mengalami cedera kepala serius. Sisi narsistik dan kasar Diaz semakin terpampang, membuktikan betapa berbahayanya pernikahan yang menjerat Elina.

Kejutan: Arman Ternyata Sudah Beristri

Di tengah kerapuhannya, Elina harus menghadapi kenyataan pahit bahwa “pahlawan” yang selama ini melindunginya, Arman, ternyata telah terikat pernikahan dengan Vero Adinata (Elina Joerg). Meski belakangan terungkap bahwa pernikahan Arman hanyalah bentuk “balas budi” kepada keluarga konglomerat Adinata dan telah lama hambar, Elina merasa dikhianati. Baginya, bantuan Arman seharusnya murni demi bisnis, bukan menjadikannya pihak ketiga.

Sidang Sengit, Arman Jadi Saksi Kunci

Di ruang sidang Pengadilan Negeri Bali, saat Diaz dan tim pengacaranya merasa di atas angin dengan bukti foto pertemuan di restoran, Arman melakukan langkah tak terduga. Ia hadir sebagai saksi kunci dan menunjukkan draf kontrak kerja sama bisnis yang membuktikan hubungannya dengan Elina murni profesional. Ancaman balik Arman untuk menuntut pencemaran nama baik membuat Diaz panik.

Pernyataan yang Menghancurkan Hati

Episode ditutup dengan momen emosional. Demi menjaga harga diri, Elina memilih berbohong dan menyebut keintiman mereka sebagai “kesalahan”. Pernyataan itu menghancurkan hati Arman dan memaksanya kembali ke pelukan Vero sebagai bentuk kepasrahan.

Akankah putusan hakim berpihak pada Elina? Saksikan kelanjutan Love & 10 Million Dollars setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB, eksklusif di aplikasi WeTV.

Elon Musk Berencana Membubarkan xAI dan Menggabungkannya ke SpaceX untuk Menciptakan Jaringan Komputasi Luar Angkasa 

EtIndonesia. Elon Musk pada Rabu (6/5/2026) mengumumkan restrukturisasi besar dengan menggabungkan perusahaan AI miliknya, xAI, secara resmi ke dalam SpaceX. Restrukturisasi ini terjadi setelah SpaceX mencapai kesepakatan kerja sama komputasi dengan Anthropic. Tujuannya adalah mengintegrasikan AI tingkat tinggi dengan infrastruktur luar angkasa secara mendalam, bahkan merencanakan pembangunan pusat data di orbit luar angkasa. Musk memiliki ambisi membangun mesin inovasi vertikal yang mencakup industri dirgantara, jaringan satelit, dan AI.

 “xAI tidak akan lagi berdiri sebagai perusahaan independen. Ke depan, hanya akan ada SpaceXAI, yaitu produk AI di bawah SpaceX,” demikian tulisan Elon Musk. 

Restrukturisasi strategis ini terjadi setelah SpaceX dan Anthropic mencapai kesepakatan kerja sama komputasi berskala besar.

Sebenarnya, rencana restrukturisasi ini memang sudah lama menjadi visi Musk: menggabungkan AI canggih dengan infrastruktur luar angkasa, termasuk kemungkinan membangun pusat data di orbit pada masa depan.

Anthropic menyatakan bahwa kerja sama ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas komputasi perusahaan.

xAI adalah perusahaan AI yang didirikan Musk pada tahun 2023 untuk bersaing dengan perusahaan seperti Google dan OpenAI.

Pada Februari tahun ini, Musk memimpin SpaceX untuk mengakuisisi xAI. Ia menyatakan dengan penuh ambisi bahwa melalui penggabungan ini, ia ingin membangun mesin inovasi vertikal paling ambisius di bumi maupun di luar bumi, yang mencakup AI, roket, dan jaringan luar angkasa.

Integrasi ini juga berkaitan dengan rencana Musk membangun pusat data di luar angkasa. Selain itu, langkah tersebut dipandang sebagai persiapan menuju kemungkinan penawaran saham perdana (IPO) SpaceX di masa depan yang nilainya diperkirakan dapat mencapai 1,5 triliun dolar AS.

Laporan reporter NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Pertempuran Sengit Meletus di Selat Hormuz! Setelah Iran Melancarkan Serangan Besar, Militer AS Membombardir Pelabuhan Abbas

EtIndonesia. Menurut laporan terbaru dari Channel 12 Israel pada 8 Mei dan sejumlah media lainnya, pasukan militer Amerika Serikat yang ditempatkan di Strait of Hormuz tiba-tiba mendapat serangan hebat dari pasukan bersenjata Iran pada Kamis. Setelah itu, pasukan AS dilaporkan sempat terpaksa mundur.

Hingga saat ini, Pentagon belum secara resmi mengkonfirmasi adanya korban di pihak militer AS. Para pengamat menilai bahwa jika laporan mundurnya pasukan AS benar, maka ini akan menjadi serangan balasan paling langsung dan paling keras dari Iran terhadap blokade militer Amerika sejak perang pecah pada akhir Februari lalu.

Tindakan tersebut tidak hanya membuat prospek perundingan “memorandum perdamaian” yang diajukan pemerintahan Donald Trump menjadi suram, tetapi juga dapat memaksa Washington mengambil tindakan militer balasan dalam skala yang lebih besar.

Tak lama kemudian, seorang pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa militer AS melancarkan serangan besar terhadap kota pelabuhan pesisir Iran, Bandar Abbas, serta Pulau Qeshm Island yang terletak di Selat Hormuz.

Setelah itu, media pemerintah Iran juga mengkonfirmasi bahwa Garda Revolusi Iran terlibat baku tembak dengan “pasukan musuh” di Pulau Qeshm.

Mehr News Agency juga melaporkan bahwa setelah dua ledakan keras terdengar di ibu kota Iran, Tehran, sistem pertahanan udara segera diaktifkan.

Beberapa saat kemudian, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal perusak AS yang sedang melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman berhasil mencegat serangan tanpa provokasi dari Iran dan melakukan serangan balasan untuk membela diri.

Pihak Iran disebut meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal serang kecil, namun kapal perang AS tidak terkena serangan. Setelah itu, militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran.

Sumber : NTDTV.com

Trump Menerima Briefing Tentang Hantavirus, WHO Memberitahukan kepada 12 Negara, Tidak Termasuk Australia dan Taiwan

EtIndonesia. Kapal pesiar Belanda “Hondius” dilanda Hantavirus mematikan yang mana sejauh ini diketahui telah menyebabkan tiga kematian. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 7 Mei mengkonfirmasi bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai virus tersebut dan berharap dapat melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak wabah. Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga sedang melacak penumpang lain yang telah turun lebih awal dari kapal dan telah mengirim pemberitahuan kepada 12 negara.

Reporter:  “Apakah Anda telah menerima pengarahan mengenai virus ini?”

Trump:  “Ya, saya sudah menerimanya.”

Kapal pesiar Belanda “Hondius” mengalami wabah hantavirus yang mematikan. Menurut data WHO, saat ini telah dilaporkan delapan kasus, dengan lima di antaranya dipastikan positif terinfeksi hantavirus. Dari kasus-kasus tersebut, tiga orang telah meninggal dunia.

Trump mengkonfirmasi bahwa ia telah menerima laporan terkait wabah tersebut.

 “Kami sangat berharap wabah ini sudah berada dalam kendali yang baik. Ini masalah dari kapal itu. Saya rasa besok kami akan mengeluarkan laporan lengkap mengenai hal ini. Banyak orang, banyak tenaga ahli yang hebat sedang meneliti masalah ini. Kami berharap semuanya akan baik-baik saja,” katanya. 

Saat ini WHO sedang melacak 30 penumpang yang turun lebih awal sebelum wabah terjadi. WHO telah mengirim pemberitahuan kepada 12 negara, yaitu: Kanada, Swiss, Jerman, Denmark, Inggris, Saint Kitts dan Nevis, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Swedia, Turkiye, dan Amerika Serikat.

Namun, Australia dan Taiwan yang sebelumnya disebut oleh beberapa penumpang tidak termasuk dalam daftar negara yang diberi pemberitahuan.

Mengenai wabah ini, WHO menyatakan bahwa insiden tersebut serius, tetapi risiko terhadap kesehatan masyarakat secara umum dinilai rendah. Namun, mengingat adanya masa inkubasi, kemungkinan masih akan muncul laporan kasus tambahan.

Reporter:  “Apakah Anda khawatir wabah ini akan menyebar?”

Trump menjawab:  “Saya harap tidak. Maksud saya, saya harap tidak. Kami akan melakukan segala yang kami bisa.”

Trump menegaskan bahwa pemerintah AS akan melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak wabah tersebut.

Hantavirus biasanya ditularkan melalui hewan pengerat. WHO menyatakan bahwa wabah kali ini melibatkan virus Andes, yang memiliki risiko penularan antar manusia.

Laporan disusun oleh NTDTV Asia Pasifik, Zeng Xinmin.

Trump dan Von der Leyen Sepakat: Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir

EtIndonesia. Pada Kamis (7/5/2026), Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Trump mengatakan bahwa kedua pihak memiliki posisi yang sama terkait isu nuklir Iran.

Kemarin sore, Trump menulis di platform Truth Social bahwa dirinya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Ursula von der Leyen. Keduanya membahas berbagai isu, termasuk satu kesamaan pandangan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir untuk selamanya.

Trump menegaskan bahwa sebuah rezim yang membantai rakyatnya sendiri tidak boleh menguasai bom nuklir yang dapat menyebabkan kematian jutaan orang.

Awal pekan ini, setelah Iran melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap United Arab Emirates, Von der Leyen secara terbuka mengecam “tindakan brutal” Iran. Ia juga menyatakan akan terus berupaya meredakan ketegangan dan mencari penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Sumber : NTDTV.com

Fenomena Langka Awan Pelangi Muncul di Bogor, Seperti di Negeri Dongeng

EtIndonesia. Baru-baru ini, langit di Bogor, Jawa Barat, menampilkan fenomena langka berupa awan pelangi yang sangat memukau dan terlihat seperti dalam mimpi, sehingga menarik decak kagum banyak orang.

Sekitar pukul 14.00 pada 1 Mei, banyak warga terpikat oleh kemunculan awan pelangi di langit dan segera mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam pemandangan langka tersebut. Fenomena ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum perlahan menghilang.

Video yang diunggah warganet menunjukkan tepian awan putih tinggi di langit memancarkan gradasi warna merah muda, hijau zamrud, biru langit, kuning, dan berbagai warna lainnya, menyerupai awan keberuntungan tujuh warna dalam cerita fantasi. Pemandangannya tampak seperti lukisan minyak yang tergantung di langit dan memberikan efek visual yang sangat mengagumkan. Bahkan, sebagian netizen mengira video tersebut merupakan efek AI atau hasil editan Photoshop.

Menurut laporan media lokal Detik Jabar pada 2 Mei, fenomena tersebut direkam warga setempat pada 1 Mei. Seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Ahmad Baehaqy Pratama melihat fenomena itu saat melintas di Jalan Jeprah, Jonggol.

Dalam wawancara pada 2 Mei, ia mengatakan:  “Saat itu belum turun hujan, tetapi langit di sebelah kanan tampak seperti ada pelangi.”

Ia menggambarkan bahwa banyak pengendara memperlambat laju kendaraan mereka, sementara sebagian lainnya memilih berhenti di pinggir jalan. Banyak orang mengarahkan ponsel ke langit untuk mengabadikan momen langka tersebut, sehingga lalu lintas di kawasan Jonggol sempat mengalami kemacetan.

Video terkait kemudian viral di internet dan menarik perhatian serta pujian dari banyak orang di seluruh dunia:

“Indah sekali, benar-benar indah. Apakah ada peri yang sedang bermain seluncuran di atas sana?”
“Ya Tuhan, betapa luar biasanya momen ini.”
“Awan pelangi ini seperti palet warna yang tumpah. Sangat cantik.”

Komentar lainnya:
“Cantik sekali.”
“Sungguh menakjubkan.”
“Kagum pada keindahan alam.”
“Keindahannya terasa tidak nyata.”
“Biasanya hanya terlihat sedikit awan warna-warni, yang seluas ini sangat jarang.”
“Saya kira ini buatan AI.”
“Langit menunjukkan tanda aneh, pertanda apa ini?”
“Kekuatan alam membuat kita harus penuh rasa hormat.”

Sumber : NTDTV.com

Iran Diguncang 6 Ledakan dalam 2 Menit, Misteri Drone Asing Picu Ketegangan Baru Timur Tengah

EtIndonesia. Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat menegangkan pada awal Mei 2026. Di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak menghentikan operasi militer “Project Freedom ” atau rencana pengawalan kapal-kapal internasional yang terjebak di Selat Hormuz.

Keputusan mendadak itu awalnya dijelaskan Washington sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi proses negosiasi yang disebut telah mengalami “kemajuan besar”. Pemerintah AS juga menyatakan penghentian sementara operasi tersebut dilakukan atas permintaan Pakistan dan beberapa negara lain di kawasan.

Namun di balik pernyataan resmi tersebut, banyak pihak mempertanyakan alasan sebenarnya. Sebab operasi yang baru diumumkan beberapa hari sebelumnya itu tiba-tiba dihentikan hanya dalam waktu singkat, padahal Selat Hormuz saat itu masih berada dalam situasi sangat rawan.

Kini, laporan terbaru dari NBC yang dikutip pada Selasa, 6 Mei 2026, mulai mengungkap tekanan besar yang sebenarnya sedang dihadapi pemerintahan Trump di balik layar.

Pada saat yang sama, ketegangan baru juga muncul setelah serangkaian ledakan misterius mengguncang Iran pada dini hari 7 Mei 2026. Berbagai indikasi pun mulai mengarah pada kemungkinan adanya operasi rahasia Israel di wilayah Iran.

Operasi Hormuz yang Mendadak Dihentikan

Sebelumnya, pada Minggu, 4 Mei 2026, Trump secara mengejutkan mengumumkan dimulainya operasi “Freedom Navigation Plan” melalui media sosial.

Operasi tersebut dirancang untuk mengawal sekitar 2.000 kapal internasional yang terjebak di Selat Hormuz akibat meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut. Karena itu, setiap gangguan di kawasan itu langsung memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Namun hanya sekitar 36 jam setelah pengumuman operasi dimulai, Trump tiba-tiba memutuskan menghentikannya sementara.

Dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada NBC pada 6 Mei mengungkap bahwa keputusan tersebut sebenarnya dipicu oleh tekanan besar dari sekutu-sekutu utama Washington di Timur Tengah.

Menurut laporan tersebut, negara-negara sekutu maritim AS seperti Arab Saudi dan Kuwait merasa sangat terkejut sekaligus marah karena Washington dianggap tidak melakukan koordinasi memadai sebelum mengumumkan operasi militer besar itu.

Kemarahan kedua negara itu kemudian berubah menjadi langkah konkret yang langsung mengguncang kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan.

Arab Saudi dan Kuwait Langsung Membatasi Operasi Militer AS

Sebagai bentuk tekanan terhadap Washington, Arab Saudi disebut langsung menutup Pangkalan Udara Pangeran Sultan bagi aktivitas tertentu militer Amerika.

Riyadh juga dilaporkan melarang pesawat militer AS lepas landas maupun melintasi wilayah udaranya untuk mendukung operasi terkait Selat Hormuz.

Tidak lama kemudian, Kuwait mengambil langkah serupa dengan menghentikan izin penggunaan fasilitas militer Amerika serta membatasi hak lintas udara bagi pesawat militer AS.

Langkah gabungan kedua negara Teluk tersebut langsung memukul sistem logistik dan dukungan udara Amerika Serikat di Timur Tengah.

Padahal selama ini, operasi militer Amerika di kawasan sangat bergantung pada jaringan pangkalan militer dan akses wilayah udara negara-negara Teluk.

Laporan NBC menyebut Trump bahkan sempat mencoba menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman guna menyelesaikan krisis tersebut. Namun upaya itu dikabarkan tidak berhasil.

Di bawah tekanan besar dari para sekutu regional itulah, Trump akhirnya memutuskan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Berubah Sikap?

Perubahan sikap Arab Saudi dan Kuwait memunculkan pertanyaan besar di kalangan analis internasional.

Sebelumnya, kedua negara itu dikenal mendukung kebijakan keras Washington terhadap Iran. Namun dalam krisis terbaru ini, mereka justru terlihat berusaha menahan eskalasi.

Analis pertahanan pro-Iran, Taghvaei, menilai langkah kedua negara Teluk itu didorong oleh kepentingan strategis masing-masing.

Menurutnya, operasi pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz kali ini berbeda dibanding operasi-operasi sebelumnya terhadap Iran.

Ia mengatakan pihak yang paling diuntungkan secara ekonomi dari pemulihan jalur pelayaran justru adalah Uni Emirat Arab (UEA), karena negara tersebut memiliki ketergantungan yang jauh lebih besar terhadap perdagangan maritim melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, apabila operasi pengawalan Amerika memicu perang yang lebih luas dengan Iran, maka seluruh negara Teluk akan ikut menanggung risiko keamanan dan ancaman serangan balasan.

Dengan kata lain, Arab Saudi dan Kuwait dinilai tidak ingin ikut menanggung risiko perang besar demi keuntungan ekonomi yang lebih banyak dirasakan UEA.

Israel Diduga Mulai Bergerak Diam-Diam

Di saat Amerika Serikat mulai menahan langkah militernya, muncul berbagai indikasi bahwa Israel justru mulai meningkatkan operasi rahasia terhadap Iran.

Pada Rabu dini hari, 7 Mei 2026, analis pertahanan Taghvaei mengutip sejumlah sistem peringatan sumber terbuka dan menyampaikan laporan mengejutkan.

Ia menyebut Iran diduga berhasil menembak jatuh sebuah drone yang kemungkinan besar milik militer Israel.

Drone tersebut disebut berpotensi berasal dari Angkatan Udara Israel atau bahkan unit antariksa Israel yang selama ini dikenal memiliki kemampuan pengintaian canggih.

Hampir bersamaan dengan laporan itu, enam wilayah di Teheran bagian barat dilaporkan mengalami ledakan keras hanya dalam waktu sekitar dua menit.

Wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Zakir Abad, Shakran, Zeba Barat, Punak, dan Faiz.

Warga setempat mengaku mendengar suara ledakan yang berbeda dari biasanya.

Menurut kesaksian sejumlah warga, suara yang terdengar lebih menyerupai ledakan drone dibanding ledakan rudal.

Beberapa warga bahkan melaporkan mendengar suara mesin drone bernada tajam di udara sesaat sebelum ledakan terjadi.

Ada pula dugaan bahwa lebih dari satu drone sedang beroperasi di langit Teheran pada saat itu.

Taghvaei mengisyaratkan bahwa insiden tersebut kemungkinan merupakan bagian dari operasi infiltrasi dan pengintaian Israel terhadap ibu kota Iran.

Hingga kini, media resmi Iran masih belum memberikan penjelasan rinci terkait ledakan-ledakan tersebut.

Netanyahu: Gencatan Senjata Bukan Akhir Perang

Ketegangan juga terus meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran tidak berarti konflik telah berakhir.

Netanyahu mengatakan Israel tetap siap melanjutkan perang kapan saja apabila dianggap diperlukan.

“Jari kami tetap berada di pelatuk,” tegas Netanyahu dalam salah satu pernyataannya baru-baru ini.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Israel tidak akan mengendurkan tekanan militernya terhadap Iran maupun kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

Israel Serang Beirut untuk Pertama Kalinya Sejak Gencatan Senjata

Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon juga terus meningkat.

Menurut laporan media Israel pada 6 Mei 2026 malam, Pasukan Pertahanan Israel melancarkan serangan presisi terhadap sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut.

Target utama serangan itu disebut merupakan Barut, seorang komandan senior Pasukan Radwan — unit elite milik Hizbullah.

Wakil komandan dan beberapa anggota lainnya juga dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.

Serangan ini menjadi perhatian besar karena merupakan pertama kalinya Israel kembali menyerang kawasan inti Beirut sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku pada 17 April 2026.

Pasukan Radwan sendiri dikenal sebagai unit operasi khusus paling elite Hizbullah yang selama ini aktif meluncurkan roket ke wilayah perbatasan Israel serta melakukan berbagai operasi tempur langsung melawan militer Israel.

Dalam pernyataan bersama, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan kelompok bersenjata mana pun lolos dari serangan.

Mereka menyatakan jangkauan operasi Israel akan terus diperluas terhadap siapa pun yang dianggap mengancam keamanan negara itu.

“Kami berjanji membawa keamanan bagi warga di wilayah utara. Kami selalu melakukan itu, dan akan terus melakukannya,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun Amerika Serikat mulai menahan sebagian langkah militernya akibat tekanan sekutu regional, situasi di Timur Tengah justru semakin bergerak menuju konflik yang lebih rumit dan sulit diprediksi.

Dengan Iran, Israel, Hizbullah, serta negara-negara Teluk kini memainkan strategi masing-masing, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang eskalasi besar yang dapat memengaruhi stabilitas global dalam waktu singkat. (***)

Ini Dia Exchange Traded Fund (ETF) Solusi Investasi Modern: Pahami Keunggulan hingga Bedanya dengan Saham & Reksa Dana

Surabaya – Pasar modal kini semakin kaya akan produk investasi, namun tak jarang investor pemula justru kebingungan memilih instrumen yang tepat. Ada saham dengan potensi cuan besar tapi berisiko tinggi, ada reksa dana yang aman namun prosesnya lambat. Muncul pertanyaan penting: Apakah ada instrumen yang menggabungkan keunggulan keduanya? Jawabannya adalah ETF.

Cita Mellisa (Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur) mengatakan, “ETF dan reksa dana pada dasarnya hampir sama. Perbedaannya ada pada mekanisme transaksi. ETF diperdagangkan seperti saham di bursa, sedangkan reksa dana dibeli melalui manajer investasi.”

Berikut kami sajikan secara detail keunggulan, perbandingan, hingga sejarah ETF di Indonesia.

Apa Itu ETF? Pengertian Sederhana

Secara singkat, ETF (Exchange Traded Fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Dengan kata lain, kita mendapatkan manajemen profesional seperti reksa dana, tetapi bisa membeli dan menjualnya secara real-time seperti saham.

Ilustrasi sederhananya: ETF adalah “paket instan” yang berisi puluhan bahkan ratusan saham sekaligus dalam satu kali transaksi. Ini juga yang membuatnya disebut-sebut sebagai jalan tengah antara saham dan reksa dana. Investor pemula kini dapat mulai investasi di dalamnya dengan lebih fleksibel dan mudah.

Keunggulan ETF yang Membuatnya Berbeda

Ada setidaknya lima keunggulan utama ETF dibandingkan instrumen investasi lain yang patut diketahui:

  1. Diversifikasi Instan dalam Sekali Transaksi
    Dalam satu ETF, kita langsung memiliki puluhan hingga ratusan saham dari berbagai perusahaan sekaligus. Diversifikasi semacam ini dapat menekan risiko jika suatu perusahaan tengah mengalami penurunan harga.
  2. Biaya Jauh Lebih Rendah (Low Cost)
    Biaya pengelolaan atau management fee ETF umumnya hanya 0,05%–0,20% per tahun, bandingkan dengan reksa dana aktif yang bisa mencapai 2%–4%. Perbedaan biaya ini akan berdampak besar pada hasil investasi jangka panjang.
  3. Likuiditas dan Fleksibilitas Transaksi
    Kita bisa membeli dan menjual ETF kapan pun selama jam bursa (09.00–15.00 WIB) dengan harga yang bergerak real-time, layaknya transaksi saham biasa. Tidak perlu menunggu cut-off time seperti reksa dana konvensional.
  4. Transparansi Portofolio Setiap Hari
    Seluruh isi portofolio ETF dipublikasikan setiap hari, sehingga kita tahu persis saham atau aset apa saja yang sedang kita miliki. Portofolionya disebut 100% transparan, berbeda dengan reksa dana konvensional yang biasanya hanya menampilkan maksimal 10 underlying setiap akhir bulan.
  5. Sangat Terjangkau dan Minim Analisis
    Karena isinya mengikuti indeks pasar, kita tidak perlu repot melakukan analisis fundamental dan teknikal mendalam terhadap satu per satu saham. Memahami arah indeks dan sektor sudah cukup. Harga satu lot (100 unit) pun sangat bervariasi, banyak yang terjangkau bagi investor ritel.

Perbandingan Detil: Saham vs Reksa Dana vs ETF

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan tabel perbandingan berikut ini:

Aspek PerbandinganSahamReksa Dana KonvensionalETF
Apa yang dimilikiSatu perusahaan tertentuKumpulan efek (saham, obligasi, dll) yang dikelola Manajer InvestasiKumpulan efek (saham, obligasi, dll) yang diperdagangkan seperti saham
Cara TransaksiLewat broker di bursa selama jam bursaLewat Manajer Investasi atau agen penjual, harga dihitung 1x sehari (setelah jam bursa tutup)Lewat broker di bursa, harga real-time selama jam bursa
DiversifikasiTidak adaYa, tersebar di banyak saham atau asetYa, tersebar di banyak saham atau aset sesuai indeks acuan
Minimum Pembelian1 lot (100 lembar) sangat tergantung harga sahamSangat rendah (misal Rp10.000)Pasar Sekunder: 1 lot (100 unit)
BiayaKomisi brokerManagement Fee 2–4% + biaya beli/jual 1–5%Management Fee 0,05–0,20% + komisi broker
Penyelesaian (Settlement)T+2 (2 hari kerja)T+2 s.d T+7T+2 (2 hari kerja)
TransparansiHanya satu emiten yang diketahuiTidak semua (portofolio tidak selalu update harian)Semua (portofolio dipublikasikan setiap hari)
Tingkat RisikoTinggi (tergantung kinerja satu perusahaan)Sedang (tersebar)Moderat hingga rendah (tersebar dan likuid)
Kecocokan InvestorInvestor aktif yang siap analisisInvestor pasif tanpa perlu pantau tiap hariInvestor yang ingin diversifikasi instan dengan fleksibilitas saham

(Sumber pengolahan data dari dokumen BEI dan Indo Premier)

Jenis Pengelolaan ETF: Pasif vs Aktif

Dalam industri, ETF terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara pengelolaannya:

1. ETF Pasif
ETF pasif dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu, seperti LQ45 atau IHSG. Tujuannya bukan mengalahkan pasar, melainkan mereplikasi return indeks acuan. Karena sifatnya “copy-paste” indeks, biayanya sangat rendah (sekitar 0,05%–0,20% per tahun) dan sangat cocok untuk investor pemula yang tidak ingin ribet.

2. ETF Aktif
Berbeda dengan ETF pasif, ETF aktif dikelola secara aktif oleh manajer investasi profesional yang bertugas memilih saham dan mengatur alokasi portofolio, dengan tujuan mengalahkan indeks acuan. Di Indonesia, dari total 48 produk ETF, sebanyak 12 di antaranya adalah ETF aktif.

Cara Kerja ETF: Dua Pasar dalam Satu Instrumen

ETF merupakan instrumen unik karena memiliki dua tingkat pasar yang saling terkait:

  • Pasar Primer Adalah tempat di mana saham-saham ETF “diciptakan” dan “ditebus” (dihapuskan). Proses ini hanya bisa dilakukan oleh Dealer Partisipan (Anggota Bursa mitra Manajer Investasi) dalam jumlah besar (minimal 100.000 unit atau 1.000 lot). Saat ini di Indonesia terdapat 9 Dealer Partisipan aktif.
  • Pasar Sekunder Ini adalah pasar yang kita kenal sehari-hari. Investor ritel seperti kita membeli dan menjual unit ETF melalui broker di bursa efek, layaknya saham biasa. Transaksi bisa dilakukan berkali-kali selama jam bursa berlangsung.

Keunikan mekanisme dua pasar ini memungkinkan ETF memiliki likuiditas yang sangat tinggi dan harganya bergerak mendekati Nilai Aktiva Bersih (NAB/ Net Asset Value) secara real-time sepanjang hari.

Sejarah Singkat ETF di Indonesia

ETF mulai diperkenalkan di Indonesia pada 18 Desember 2007. Kala itu, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) meluncurkan ETF pertama di Indonesia, yaitu Premier ETF LQ-45, sebagai pelopor pasar ETF ekuitas di Tanah Air. Pada periode yang sama, juga terbit ETF obligasi pertama, ABF Indonesia Bond Index Fund.

Setelah masa awal yang sempat “mati suri” karena rendahnya literasi, industri ETF Indonesia terus bertumbuh pesat. Hingga September 2025, total dana kelolaan ETF mencapai Rp16,41 triliun. Data per Oktober 2025 mencatat setidaknya 45 produk ETF yang tercatat di BEI.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menawarkan berbagai keunggulan, ETF tetap memiliki sejumlah risiko investasi yang perlu dipahami:

RisikoPenjelasan
Risiko PasarNilai ETF akan turun jika indeks acuannya turun. Tidak ada jaminan perlindungan modal.
Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan PolitikPerubahan kebijakan, suku bunga, atau ketidakstabilan politik dapat mempengaruhi kinerja pasar secara keseluruhan.
Risiko LikuiditasBeberapa ETF mungkin memiliki volume transaksi yang rendah, sehingga bisa mempengaruhi harga saat menjual dalam jumlah besar.
Risiko Tracking ErrorKinerja ETF mungkin tidak selalu mereplikasi indeks acuan dengan sempurna, meskipun perbedaannya biasanya kecil.
Profil InvestorAlasan ETF Cocok
Investor pemulaTidak perlu ribet analisis saham satu per satu, risiko lebih tersebar.
Investor dengan waktu terbatasCukup pahami arah indeks dan sektor, tak perlu memantau terus-menerus.
Investor jangka panjang (buy and hold)Biaya rendah dan return yang mengikuti pasar menjadikannya ideal.
Investor yang sudah memiliki sahamUntuk menyeimbangkan portofolio dan mengurangi risiko berlebihan.
Investor yang menginginkan fleksibilitas transaksi real-timeBisa jual-beli kapan saja selama jam bursa, seperti saham.

Siapa Saja yang Cocok Berinvestasi ETF?

ETF hadir sebagai terobosan cerdas di pasar modal modern. Ia adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham. Keunggulan utamanya terletak pada diversifikasi instan, biaya rendah, transparansi tinggi, dan fleksibilitas perdagangan real-time.

Bagi investor pemula hingga profesional yang ingin berinvestasi secara efisien tanpa repot memilih saham satu per satu, ETF bisa menjadi pilihan utama. Itu sebabnya tren investasi pasif berbasis indeks terus mengalami lonjakan, baik di pasar global maupun di Indonesia.

Jadi, apakah Exchange Traded Fund (ETF) termasuk instrumen yang tepat untukmu? Jika butuh diversifikasi dengan biaya minimal dan transaksi praktis, jawabannya: sangat tepat.