2 Pewarna Rambut Alami Tradisional yang Menutrisi Kulit Kepala dan Menurunkan Risiko Kanker

Pilih pewarna rambut alami, minum cukup air, makan makanan kaya antioksidan, dan jaga kesehatan kulit kepala Anda

Ellen Wan

Menginginkan penampilan yang menarik dan muda dengan mewarnai rambut secara rutin? Pikirkan lagi. Bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut konvensional, yang sering kali mengandung senyawa pengganggu endokrin, telah dikaitkan dengan risiko kanker yang mengkhawatirkan.

Seiring semakin banyaknya orang yang beralih ke alternatif pewarnaan rambut yang lebih aman dan alami, para ahli menyarankan pendekatan holistik—menggabungkan pewarna non-toksik dengan perlindungan kulit kepala yang proaktif dan perawatan pasca-pewarnaan yang menutrisi.

Risiko Kanker dari Pewarna Rambut Konvensional

Sebuah studi yang diterbitkan di The BMJ, yang menganalisis data dari lebih dari 110.000 perawat perempuan, menemukan bahwa pengguna pewarna rambut permanen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan karsinoma sel basal—sejenis kanker kulit—dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.

Pada pria, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan pewarna rambut memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan yang tidak menggunakan. Studi tersebut mengutip laporan penelitian berbasis rumah sakit yang menunjukkan adanya korelasi positif antara penggunaan pewarna rambut dan kanker prostat.

Pewarna Rambut Alami dari Masa ke Masa

Pewarna rambut alami memiliki sejarah panjang sejak zaman kuno.

Catatan menunjukkan bahwa pada masa Mesir kuno, Firaun Ramses II menggunakan pacar (henna) untuk memperindah warna rambut merahnya. Sementara itu, orang Yunani kuno memutihkan rambut mereka dengan larutan kalium alkali, lalu mengoleskan pasta dari kelopak bunga kuning dan serbuk sari. Bangsa Romawi menggunakan ekstrak kenari untuk mewarnai rambut mereka menjadi hitam.

Dengan adanya kaitan yang kuat antara pewarna rambut dan kanker, apakah ada alternatif alami yang dapat membantu mengurangi risiko? Saat ini, pewarna rambut berbahan tumbuhan kembali mendapat perhatian sebagai pilihan yang lebih aman dan alami.

Manfaat Pewarna Rambut Alami

“Pewarna alami yang dibuat dari bahan botani umumnya lebih aman, tidak terlalu mengiritasi, dan bahkan dapat menutrisi kulit kepala serta rambut,” kata Hsin-Hung Chen, direktur Zhongshan Chinese Medicine Clinic dan spesialis perawatan rambut di Hanyitang Clinic, Taiwan. “Tidak seperti produk sintetis, mereka jarang memicu alergi atau kerusakan jangka panjang.”

Chen mencatat bahwa pewarna alami tidak hanya memberi warna pada rambut—tetapi sering membuat rambut lebih lembut, berkilau, dan mudah diatur.


2 Pewarna Rambut Alami Tradisional

Shu Rong, direktur Doctor Rong Chinese Medicine & Acupuncture di Inggris, membagikanbeberapa metode pewarna rambut alami lainnya. 

1. Pewarna Rambut Daun Kembang Sepatu

Metode tradisional ini secara bertahap menggelapkan warna rambut dari waktu ke waktu, sangat berguna untuk menghitamkan rambut secara alami.

Bahan:

  • 100 gram daun kembang sepatu segar (baru dipetik atau dibeli)

Langkah:

  1. Cuci bersih daun kembang sepatu, lalu tumbuk hingga keluar air hijau.
  2. Tambahkan 500 ml air hangat, aduk rata, lalu saring untuk mengambil sarinya.
  3. Gunakan sari ini untuk membasuh rambut, pijat kulit kepala dan rambut selama sekitar 10 menit.
  4. Bilas dengan air bersih.

Hasil warna: Menguatkan rona hitam secara bertahap; air hijau awalnya memberi warna samar yang akan menggelap dengan penggunaan berulang.


2. Pewarna Rambut Kedelai Hitam

Kedelai hitam mengandung pigmen alami dan antioksidan. Jika dicampur dengan cuka, akan membentuk pewarna asam ringan yang menempel pada helai rambut tanpa bahan kimia keras.

Bahan:

  • 250 gram kedelai hitam
  • 750 ml cuka beras

Langkah:

  1. Cuci dan keringkan kedelai hitam, lalu rendam dalam cuka beras semalaman.
  2. Rebus campuran tersebut, kecilkan api, lalu didihkan perlahan selama 30 menit–1 jam hingga kedelai benar-benar empuk.
  3. Saring untuk mengambil sarinya, lalu terus panaskan hingga mengental menjadi kental pekat.
  4. Oleskan pewarna kedelai hitam ini ke rambut, pijat selama 10–15 menit. Anda juga bisa mencelupkan sikat gigi bersih atau sisir ke dalam pewarna lalu sisir rambut berulang kali selama 10–15 menit.
  5. Diamkan selama 30 menit sebelum dibilas dengan air hangat. Atau, oleskan pewarna, tutup rambut dengan shower cap, dan biarkan semalaman sebelum dibilas keesokan paginya.

Gunakan 1–2 kali seminggu. Sisa pewarna kedelai hitam dapat disimpan di freezer untuk penggunaan berikutnya. Panaskan kembali sebelum digunakan dan aplikasikan saat masih hangat.

Hasil warna: Memberikan warna hitam yang lebih pekat, tahan lama, dan memberikan nutrisi tambahan bagi kulit kepala.


Cara Mengurangi Kerusakan dari Bahan Kimia

Meski belum ada bukti pasti hubungan sebab-akibat antara pewarna kimia dan kanker, Chen mengimbau kewaspadaan: “Ada korelasi yang jelas, dan kita tidak boleh mengabaikannya,” ujarnya. “Pewarna alami selalu menjadi pilihan yang lebih baik jika memungkinkan.”

Bagi yang khawatir akan bahaya bahan kimia pada pewarna rambut, ia menyarankan untuk minum banyak air setelah mewarnai rambut guna membantu mempercepat metabolisme. Juga bermanfaat mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti blueberry, wortel, dan jambu biji, yang dapat membantu mengurangi peradangan serta menurunkan risiko sisa bahan kimia dan reaksi peradangan dalam tubuh.


Tips Mewarnai Rambut dengan Aman dan Melindungi Kulit Kepala

1. Pilih Pewarna Rambut yang Tepat

Chen menekankan bahwa mewarnai rambut pasti menyebabkan kerusakan pada kulit kepala dan rambut. Tidak ada pewarna rambut yang benar-benar “tanpa kerusakan.” Karena itu, saat memilih produk pewarna rambut, sebaiknya prioritaskan yang memiliki nomor persetujuan resmi dari otoritas setempat dan daftar bahan yang jelas. Hindari pewarna yang mengandung bahan kimia dengan tingkat alergi tinggi seperti para-phenylenediamine, hidrogen peroksida, dan amonia.

Waspadai pewarna yang mengklaim hasil seperti “pewarnaan cepat,” “warna tahan lama,” atau “mudah digunakan,” karena mungkin mengandung tambahan bahan sintetis. Pilihlah produk berbahan dasar herbal dan ekstrak tumbuhan alami jika memungkinkan.

Chen juga mengingatkan, jika Anda mengalami gatal atau sensasi terbakar di kulit kepala setelah menggunakan pewarna rambut, segera bilas dengan air hangat. Jika ketidaknyamanan berlanjut, segera konsultasikan ke tenaga medis.


2. Perlindungan Kulit Kepala Sebelum Mewarnai

Untuk keamanan, pewarna rambut sebaiknya seminimal mungkin menyentuh kulit kepala. Chen menyarankan mengoleskan petroleum jelly (seperti Vaseline) atau gel lidah buaya di dahi sebelum mulai mewarnai. Pijat lembut dengan ujung jari untuk membuat lapisan pelindung. Tunggu 5–10 menit sebelum mulai proses pewarnaan.

Saat mengoleskan pewarna, usahakan ada sedikit jarak antara pewarna dan kulit kepala untuk mengurangi iritasi atau kerusakan. Selain itu, hindari terlalu sering mewarnai rambut. Sebaiknya beri jarak beberapa bulan, idealnya mengikuti pergantian musim.


3. Perawatan Rambut Setelah Mewarnai

Rambut biasanya mengalami kerusakan setelah diwarnai. Dr. Huan-Bo Ko, dokter kulit di DCDC Hair Restoration Clinic, Taiwan, menekankan pentingnya memilih sampo dan produk perawatan rambut yang tepat.

Untuk rambut yang telah mengalami perlakuan kimia, gunakan produk yang membantu memperbaiki helai rambut yang rusak dan mengembalikan elastisitasnya. Hindari sampo atau kondisioner yang terlalu kaya minyak atau bahan pelembut, karena dapat membebani kulit kepala dan menghambat pertumbuhan folikel rambut yang sehat.

Ko juga memberikan tips untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala dengan menghindari kesalahan umum saat mencuci rambut:

  • Jangan mengoleskan sampo langsung ke kulit kepala: Hal ini bisa menyebabkan pencucian tidak merata dan pembilasan tidak tuntas. Jika sisa sampo tertinggal, dapat membebani kulit kepala. Cara yang benar adalah busakan sampo di tangan terlebih dahulu, lalu oleskan merata ke rambut. Bilas setidaknya 60 detik hingga tidak ada busa tersisa.
  • Jangan menggaruk kulit kepala dengan kuku: Meskipun terasa lebih bersih, kulit kepala sensitif dan dapat mudah terluka. Gunakan bantalan ujung jari untuk memijat lembut kulit kepala dengan gerakan melingkar.
  • Lindungi rambut saat basah: Setelah keramas, lapisan kutikula rambut sangat rapuh dan mudah rusak. Warna pewarna juga lebih mudah luntur. Untuk mengurangi kerusakan dan mempertahankan warna, segera keringkan kulit kepala dan rambut setelah dicuci. (***)

Beri Makan dengan Makanan Kucing Komersial, Bukan Hanya Ikan Tuna

Jika kucing Anda berhenti menyantap makanan kering, bisa jadi ia mengalami nyeri mulut yang membuatnya tidak nyaman mengunyah makanan kering

 Lee Pickett

Tanya: Kucing saya yang sudah tua, Tater Tot, kehilangan nafsu makan untuk makanan kucing kering, tetapi dia sangat suka tuna yang saya makan. Sekarang dia hanya makan tuna. Apakah itu baik untuknya?

Jawab: Sepertinya Anda punya dua kekhawatiran: hilangnya minat Tater Tot pada makanan kering, dan dietnya yang hanya berupa tuna.

Saya curiga Tater Tot mungkin mengalami nyeri mulut yang membuatnya sulit mengunyah makanan kering, jadi saya sarankan segera membawanya ke dokter hewan.

Saya juga khawatir dia hanya makan tuna, karena pola makan ini tidak lengkap dan tidak seimbang secara gizi.

Tuna rendah vitamin E, sehingga Tater Tot bisa mengalami steatitis (stee-ah-TITE’-is), yaitu peradangan pada lemak tubuh yang menyakitkan dan kadang mematikan. Selain itu, kadar vitamin K yang rendah pada tuna dapat menyebabkan pendarahan internal.

Kucing memerlukan banyak vitamin B, namun tuna hanya menyediakan jumlah yang sangat sedikit. Kekurangan ini, ditambah kemungkinan kontaminasi merkuri, dapat menyebabkan kelemahan otot, hilangnya koordinasi, tremor, kejang, dan masalah saraf lainnya. Tuna juga rendah kalsium.

Tuna juga mengandung asam linoleat yang tidak mencukupi, padahal asam lemak esensial ini penting untuk kesehatan kulit. Tuna yang mulai membusuk akan melepaskan histamin, yang dapat menyebabkan kulit gatal dan kemerahan.

Sebaliknya, tuna tinggi magnesium, yang dapat memicu masalah kandung kemih pada kucing. Selain itu, kucing yang diberi makan tuna kalengan memiliki risiko lebih tinggi terkena karsinoma sel skuamosa di mulut.

Jadi, buatlah janji dengan dokter hewan untuk mencari tahu mengapa Tater Tot menolak makanan keringnya. Sementara itu, berikan makanan kucing kalengan yang lengkap dan seimbang secara nutrisi, dan simpan tuna untuk Anda sendiri.


Tanya: Dua anak anjing Labrador retriever berusia 4 bulan yang menggemaskan baru saja bergabung dengan keluarga kami. Biasanya saya memberikan pencegah kutu pada anjing-anjing saya di musim ini, tapi mereka tampaknya terlalu muda. Apakah aman memberikan ragi bir kuno untuk mencegah kutu?

Jawab: Ragi bir aman, tetapi tidak mengusir atau membunuh kutu.

Pada tahun 1983, Journal of the American Veterinary Medical Association menerbitkan laporan berjudul “Failure of Brewer’s Yeast as a Repellent to Fleas on Dogs.” Enam puluh anjing yang terpapar kutu diberi ragi bir atau plasebo yang tidak aktif selama tujuh minggu. Para peneliti menemukan bahwa ragi bir tidak lebih efektif melindungi anjing dari kutu dibanding plasebo.

Untungnya, kini tersedia banyak pencegah kutu/tungau yang efektif dan aman. Produk-produk ini telah digunakan pada jutaan anjing, dan sebagian besar disetujui untuk anak anjing muda.

Produk ini terbagi dalam tiga kategori: cairan yang dioleskan pada kulit, tablet kunyah, dan jenis kalung tertentu.

Setiap kategori punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, jika kedua anak anjing Anda suka bermain gigit-gigitan di leher, maka kalung anti kutu/tungau mungkin bukan pilihan yang baik.

Jika Anda tinggal di daerah yang memiliki masalah cacing jantung, pertimbangkan penggunaan cairan oles kulit yang tidak hanya mengusir kutu dan tungau tetapi juga nyamuk, yang menularkan cacing jantung.

Dokter hewan Anda dapat merekomendasikan produk yang aman untuk anak anjing baru Anda dan efektif melawan kutu serta tungau.


Pembaca yang budiman: Kami senang mendengar pendapat Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirim masukan dan tips Anda ke [email protected].

Gelombang Bundir di Kalangan Pengusaha Tiongkok Menandakan Krisis yang Semakin Mendalam di Sektor Swasta

Di Tiongkok saat ini, krisis terbesar mungkin bukan perlambatan ekonomi, melainkan runtuhnya kepercayaan terhadap sistem itu sendiri, menurut seorang pakar, Xiao Yi

oleh Michael Zhuang

Dalam kurun waktu hanya empat bulan, empat pengusaha Tiongkok ternama dari berbagai industri mengakhiri hidupnya dengan cara bundir—semuanya dilaporkan melompat dari gedung dalam tindakan terakhir yang putus asa. Para ahli mengatakan bahwa berbagai insiden ini sangat bertolak belakang dengan narasi resmi rezim partai komunis Tiongkok yang menyebut pertumbuhan PDB paruh pertama tahun ini “lebih baik dari yang diperkirakan.”

Pada 16 April, Bi Guangjun, pendiri Jindianzi Textiles Ltd., melompat dari lantai 28 sebuah gedung. Orang dalam mengungkapkan bahwa ia berinvestasi besar-besaran di industri energi baru Tiongkok, tetapi kehilangan banyak uang.

Pada 2 Juni, Liu Wenchao, ketua Xizi Elevator Co. Ltd.—perusahaan yang sangat bergantung pada sektor properti Tiongkok yang kini terpuruk—meninggal setelah jatuh dari gedung. Media yang dikendalikan negara mengatakan bahwa Liu pernah berkata, siapa pun yang memiliki ambisi pada akhirnya akan “terluka.”

Pada 17 Juli, Zeng Yuzhou, pendiri jaringan renovasi rumah Liangjiaju Building Materials, melompat dari gedung tinggi di Guangzhou. Menurut media Tiongkok, ia meninggalkan kekacauan senilai 1 miliar yuan (US$140 juta) yang memengaruhi lebih dari 2.000 keluarga, lebih dari 1.000 karyawan, dan lebih dari 300 pemasok.

Hanya 10 hari kemudian, pada 27 Juli, media Tiongkok melaporkan bahwa ketua raksasa ritel rumah Easyhome New Retail Group, Wang Linpeng, meninggal setelah melompat dari gedung—empat hari setelah dibebaskan dari tahanan polisi. Wang sebelumnya ditahan otoritas dalam penyelidikan antikorupsi.


Sistem yang Tertekan

Xiao Yi, seorang profesional keuangan Tiongkok yang berbasis di London dengan pengalaman 30 tahun di industri ini dan pengamat Tiongkok, membagikan analisisnya terkait empat kematian tersebut kepada The Epoch Times edisi Bahasa Tionghoa, di mana ia menjadi kontributor rutin.

Meski kematian itu terjadi di sektor yang berbeda-beda, Xiao percaya bahwa semua ini menunjukkan tekanan mendasar yang sama  mencekik sektor swasta Tiongkok, termasuk rontoknya arus kas, utang yang menumpuk, ketidakpastian kebijakan, dan runtuhnya kepercayaan publik.

Ia mencatat bahwa utang pemerintah daerah Tiongkok yang terus membengkak telah menggeser pembiayaan sektor swasta. Sementara media resmi menggaungkan slogan “mendukung ekonomi riil,” modal secara tidak proporsional dialirkan ke perusahaan milik negara (BUMN), membuat perusahaan swasta secara informal masuk daftar hitam pinjaman.

Bank-bank Tiongkok, yang takut terjadi gagal bayar, memperketat kredit, kata Xiao. Setelah perusahaan Bi menderita kerugian besar, banknya justru memotong pinjaman alih-alih memberi dukungan. Dana cadangan terakhir Liangjiaju sebesar 5 juta yuan (sekitar Rp11,25 miliar( langsung disita banknya, memaksa perusahaan itu runtuh.


Kemerosotan Ekonomi dan Regulasi Sewenang-wenang

Sejak 2021, pasar properti Tiongkok mengalami kejatuhan bebas, dengan permintaan rumah baru maupun bekas menyusut tajam. Xiao mengatakan hal ini menghantam keras sektor terkait—mulai dari lift, dekorasi interior, hingga peralatan rumah tangga dan bahan bangunan. Siklus pembayaran pelanggan Liangjiaju memanjang dari dua minggu menjadi enam bulan. Pendapatan Xizi Elevator lenyap seiring pengembang gagal bayar.

Xiao juga menyoroti bahwa ekspor Tiongkok melemah akibat tarif AS dan lonjakan produksi manufaktur di Asia Tenggara. Perusahaan tekstil Bi mengalami penurunan pesanan sebesar 40 persen dan tenggat pembayaran yang dua kali lebih lama. Dampak kumulatif penurunan ini menjebak rantai pasok dan mencekik arus kas.

Menurut Xiao, pengusaha di Tiongkok beroperasi di lingkungan dengan regulasi berlebihan dan perubahan kebijakan yang tak terduga. Denda lingkungan yang berat, pembekuan rekening, dan audit sewenang-wenang dapat melumpuhkan perusahaan dalam semalam.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah kekuasaan lembaga antikorupsi yang dapat menahan seseorang tanpa pengawasan hukum, kata Xiao, sambil menyoroti bahwa Wang dilaporkan ditahan tanpa bisa berkomunikasi dan tanpa pendampingan hukum—sebuah proses yang dirancang untuk memaksa pengakuan dan memetakan “jaringan kepentingan,” sehingga menjadikan tersangka sebagai pion dalam pembersihan politik.


Hilangnya Kepercayaan dan Ketidakadilan Sistematis

Menurut Xiao, banyak perusahaan yang kolaps beroperasi dengan model bisnis berbasis kepercayaan—mengandalkan pembayaran di muka, pembiayaan berantai, dan jaminan pribadi. Saat kepercayaan itu hilang, sistem pun runtuh. Dalam kasus Liangjiaju Building Materials, pelanggannya menuntut pengembalian dana, pemasok melakukan protes, dan para karyawan memilih kabur.

Ia menambahkan, berbeda dengan di Amerika Serikat atau Eropa, hukum Tiongkok tidak memiliki perlindungan kebangkrutan yang berarti bagi bisnis swasta. Sebagian besar kasus reorganisasi ditolak pengadilan, terutama bagi perusahaan yang minim aset. Setelah perusahaan runtuh, kebebasan pribadi dan finansial pendirinya hilang. Mereka masuk daftar hitam, diawasi, dan dikucilkan—tanpa kesempatan untuk bangkit kembali. Banyak yang melihat bunuh diri sebagai satu-satunya cara “terhormat” untuk menyelesaikan utang yang tak terbayar, kata Xiao.

Setiap berita bundir para pengusaha ini disensor dari daftar trending di media sosial Tiongkok setidaknya selama 24 jam, menunjukkan ketatnya kendali rezim terhadap narasi publik.

Xiao mencatat bahwa diskusi daring di Tiongkok melihat kematian Zeng sebagai kegagalan “berbisnis dengan integritas.” Meski ia berusaha menyelesaikan proyek yang tertunda, ia kewalahan oleh kreditur. Kisahnya menunjukkan betapa mudahnya kepercayaan dimanfaatkan sebagai senjata di Tiongkok saat ini dan betapa cepatnya reputasi seseorang bisa runtuh, kata Xiao.

Dalam kasus Wang, publik berspekulasi bahwa ia mungkin telah membocorkan informasi sensitif tentang kolusi antara pejabat lokal dan pebisnis selama penahanannya. Sistem hukum Tiongkok yang tertutup sering ditandai dengan ketiadaan penasihat hukum, penahanan rahasia, dan pengakuan paksa. Kejatuhan Wang yang profilnya tinggi menjadi pelajaran pahit tentang apa yang terjadi saat dunia bisnis berbenturan dengan risiko politik, ujar Xiao.


Krisis Kepercayaan

Xiao meyakini bahwa kematian Bi, Liu, Zeng, dan Wang bukanlah tragedi terpisah. Mereka mencerminkan tekanan yang semakin besar yang menimpa para pengusaha swasta Tiongkok yang terjepit antara pasar yang menyusut, ketidakpastian kebijakan, pengecualian finansial, dan runtuhnya kontrak sosial.

Di Tiongkok pada saat ini, krisis terbesar mungkin bukan perlambatan ekonomi, tetapi runtuhnya kepercayaan terhadap sistem itu sendiri, kata Xiao.

Xiao Yi berkontribusi dalam laporan ini.

Staf Medis di Rumah Sakit Suriah Berlutut di Hadapan Pria Bersenjata, Ditembak dari Jarak Dekat

EtIndonesia. Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, pria-pria bersenjata berseragam militer terlihat mengeksekusi staf rumah sakit di Sweida, Suriah.

Menurut laporan, pria-pria tersebut adalah loyalis Pemerintah Suriah dan rekaman tersebut diambil di dalam Rumah Sakit Nasional Sweida. Staf rumah sakit terlihat berlutut di hadapan pria-pria bersenjata tersebut. Salah satu dari mereka ditembak di kepala oleh seorang pria bersenjata.

Video tersebut menunjukkan pria tersebut melawan ketika dia ditembak mati. Pria-pria bersenjata itu memiliki tulisan “Pasukan Keamanan Dalam Negeri” di bagian belakang baju terusan mereka. Video lain menunjukkan sebuah tank ditempatkan di luar rumah sakit.

Pernyataan pemerintah Suriah tentang insiden tersebut

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan bahwa penyelidikan telah diperintahkan untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Kementerian juga mengatakan bahwa Wakil Menteri Keamanan, Mayor Jenderal Abdul Qader Al-Tahhan, telah ditugaskan untuk mengawasi penyelidikan “untuk memastikan bahwa para pelaku diidentifikasi dan ditangkap secepat mungkin.”

“Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan ini,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA, dan berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab akan diadili “terlepas dari afiliasi mereka.”

Apa yang terjadi di Sweida pada bulan Juli?

Video yang dipublikasikan oleh kolektif media aktivis Suwayda 24 tertanggal 16 Juli. Pasukan pemerintah Suriah dan pejuang Druze di Provinsi Sweida bentrok pada bulan Juli, yang memicu serangan pesawat tak berawak dari Israel di Damaskus.

Bentrokan dimulai setelah anggota suku Badui di Provinsi Sweida mendirikan pos pemeriksaan di mana mereka menyerang dan merampok seorang pria Druze, yang memicu serangan balasan dan penculikan antara suku-suku tersebut dan kelompok bersenjata Druze.

Pasukan keamanan pemerintah dikerahkan untuk memulihkan ketertiban, tetapi mereka berpihak pada suku Badui melawan faksi-faksi Druze.

Militer Suriah memasuki basis pertahanan Druze, memicu kekhawatiran akan serangan terhadap minoritas dan memicu serangan Israel.

Suriah, pada 19 Juli, di tengah tekanan internasional dan serangan Israel, mengumumkan “gencatan senjata segera” di Sweida setelah berhari-hari terjadi kekerasan di wilayah tersebut. (yn)

Musisi Meninggal Setelah Makan Sandwich Brokoli di Tengah Wabah Botulisme di Italia

EtIndonesia. Luigi Di Sarno, seorang musisi Italia berusia 52 tahun, meninggal setelah memakan sandwich brokoli dan sosis dari pedagang kaki lima di Diamante, Calabria, menurut laporan The Mirror. Sandwich tersebut diduga terkontaminasi racun mematikan. Sembilan orang lainnya yang mengonsumsi makanan yang sama dirawat di rumah sakit karena dugaan botulisme. Wabah ini telah menyebabkan penarikan massal produk brokoli di Italia.

Menurut laporan tersebut, Sarno pingsan setelah memakan sandwich tersebut. Dia, bersama korban lainnya, termasuk dua remaja dan anggota keluarga Sarno, dilarikan ke Rumah Sakit Annunziata di dekatnya.

Berikut pernyataan dinas kesehatan

Sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Wilayah Calabria menyatakan: “Prosedur darurat yang ditetapkan dalam kasus-kasus ini telah diaktifkan, yang memerlukan pemberitahuan segera kepada Pusat Pengendalian Racun di Pavia, satu-satunya pusat nasional yang ditunjuk untuk penanganan botulisme.

Tidak ada wilayah atau rumah sakit di negara ini yang diizinkan untuk menyimpan antibisa di fasilitas mereka sendiri. Namun, serum ini hanya tersedia untuk Kementerian Kesehatan, yang menyimpannya di lokasi aman yang telah ditentukan dan mendistribusikannya hanya melalui Pusat Pengendalian Racun Lombardia.

Dua vial pertama, yang digunakan untuk pasien pertama, dikirim langsung dari Apotek Militer di Taranto. Namun, seiring bertambahnya jumlah kasus, pasokan tambahan menjadi diperlukan.

“Kemarin, Wilayah Calabria, melalui Azienda Zero, menyediakan pesawat 118 yang terbang ke Rumah Sakit San Camillo di Roma, tempat kementerian telah memusatkan vial tambahan antibisa untuk memfasilitasi distribusi.”

Apa itu botulisme?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan bahwa botulisme disebabkan oleh toksin Clostridium botulinum.

Gejala botulisme meliputi kesulitan bernapas, kelumpuhan otot, penglihatan kabur, dan bahkan kematian dalam kasus yang jarang terjadi.

“Botulisme bawaan makanan dapat terjadi karena mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi toksin botulinum,” demikian pernyataan CDC.

“Sumber umum botulisme bawaan makanan adalah makanan rumahan yang telah dikalengkan, diawetkan, atau difermentasi secara tidak benar. Meskipun jarang terjadi, makanan yang dibeli di toko juga dapat terkontaminasi toksin botulinum.” (yn)

Di Usia Berapa Wanita Paling Rentan Selingkuh? Kamu Sudah Masuk Usia Itu?

EtIndonesia. Setiap wanita pasti pernah memimpikan kisah cinta yang indah dan romantis—menikah dengan pria yang selalu menyayanginya, melindunginya, dan tak pernah berubah. Tapi kenyataan sering kali jauh berbeda dari impian. Tak ada yang bisa hidup selamanya dalam dongeng cinta yang manis. Pernikahan, pada akhirnya, adalah tentang urusan dapur, tagihan, dan ribuan hal kecil yang kadang bikin stres.

Ketika hubungan suami istri mulai retak, saat seorang wanita merasa kecewa atau tak puas dengan kehidupan rumah tangganya, maka benih perselingkuhan bisa mulai tumbuh. Nah, tahukah kamu? Ada tiga fase usia di mana wanita paling rentan berselingkuh. Kamu sudah ada di fase yang mana?

1. Tahun Pertama Pernikahan — Realita Pahit Setelah Madu Hilang

Masa pacaran itu manis seperti tenggelam dalam guci madu. Tapi setelah menikah, kehidupan berubah total—jadi lebih rumit, penuh gesekan, dan banyak penyesuaian.

Di tahun pertama pernikahan, pasangan mulai saling mengenal sifat asli, kebiasaan buruk, dan cara pandang hidup masing-masing. Pertengkaran pun sering muncul karena hal-hal sepele, bahkan urusan kecil seperti cara menaruh sandal atau memasak.

Wanita mulai merasa pasangannya berubah—dulu manis dan perhatian, sekarang cuek dan cepat marah. Rasa kecewa pun tumbuh. Ketika ekspektasi tentang kehidupan rumah tangga tidak terpenuhi, wanita bisa merasa sangat terpuruk.

Dan karena saat itu mereka masih muda dan menarik, tak jarang ada pria lain yang mulai mendekat. Di tengah kekecewaan dan godaan itu, sebagian wanita tergoda—dan terjerumus ke dalam hubungan terlarang.

2. Fase “Tujuh Tahun Gatal” — Ketika Hidup Jadi Terlalu Datar

Tiga tahun pertama pernikahan biasanya disebut masa manis sekaligus masa adaptasi. Tapi setelah itu, hubungan mulai kehilangan “rasa.” Jika tidak dirawat dengan baik, rumah tangga akan terasa hambar—bangun, kerja, pulang, tidur, dan begitu terus.

Memasuki tahun ketujuh, banyak pasangan yang merasa jenuh dan kehilangan semangat. Rutinitas membuat hubungan menjadi datar dan hambar. Di sinilah muncul titik rawan.

Saat gairah cinta memudar dan perhatian pasangan makin berkurang, sebagian wanita merasa hampa. Di saat itulah mereka mudah tergoda pada pria lain yang memberi perhatian dan sentuhan emosi yang mereka rindukan. 

Wanita mulai membandingkan: “Mungkin dia lebih baik daripada suamiku sekarang.”

3. Usia Paruh Baya — Puncak Kerentanan Emosional & Fisik

Ada pepatah lama yang berkata: “Wanita usia 30-an seperti serigala, 40-an seperti harimau.”

Di usia ini, banyak wanita makin sadar bahwa mereka butuh lebih dari sekadar rumah dan anak. Mereka ingin dimengerti, dicintai, dan dihargai—bukan sekadar menjalani hidup sebagai istri atau ibu.

Sayangnya, pada tahap ini, banyak pria justru makin sibuk bekerja atau merasa terlalu nyaman hingga lupa cara memperlakukan istri seperti dulu. Komunikasi mulai renggang. Keintiman nyaris tak ada.

Dan karena di usia ini wanita sudah lebih berani dan punya keinginan kuat untuk mengejar kebahagiaan—baik secara emosional maupun fisik—maka mereka lebih mudah mengambil keputusan untuk berselingkuh demi memenuhi kekosongan hati mereka.

Penutup: Refleksi untuk Kita Semua

Tidak ada yang salah dengan keinginan wanita untuk dicintai dan dihargai. Tapi penting untuk menyadari bahwa kebahagiaan dalam pernikahan bukan hanya tanggung jawab pasangan—tapi juga kita sendiri.

Kalau merasa ada yang tidak beres dalam hubungan, carilah cara untuk memperbaiki—bukan melarikan diri ke pelukan orang lain. Sebab, perselingkuhan mungkin tampak manis di awal, tapi sering kali berakhir dengan penyesalan yang pahit.

Jadi, kamu sedang ada di usia yang mana? Dan bagaimana kamu menjaga cinta dan komitmenmu?(jhn/yn)

“Kami Akan Hancurkan Separuh Dunia”: Ancaman Nuklir Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di AS

EtIndonesia. Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir secara terbuka memperingatkan tentang “perang nuklir” dari tanah Amerika. Dalam sebuah acara di Tampa, Florida, penguasa militer de facto Pakistan mengancam akan menghancurkan “separuh dunia” jika negaranya menghadapi ancaman eksistensial dalam perang di masa depan dengan India.

“Kami adalah negara nuklir. Jika kami berpikir kami akan hancur, kami akan menghancurkan separuh dunia bersama kami,” katanya, menurut laporan.

Pernyataan tersebut merupakan ancaman nuklir pertama yang diketahui pernah dilontarkan dari tanah AS terhadap negara ketiga. Pernyataan tersebut dilaporkan dilontarkan saat makan malam yang diselenggarakan untuk Munir oleh pengusaha Adnan Asad, yang menjabat sebagai konsul kehormatan untuk Tampa.

Tentang Perjanjian Perairan Indus

Marsekal Lapangan Pakistan juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur apa pun yang dibangun India di sepanjang saluran air Indus—yang dapat menghambat aliran air ke Pakistan—dengan mengatakan bahwa negaranya tidak kekurangan rudal. Munir mengklaim bahwa keputusan New Delhi untuk menunda Perjanjian Perairan Indus setelah serangan teror Pahalgam pada bulan April dapat menempatkan 250 juta orang dalam risiko kelaparan.

“Kami akan menunggu India membangun bendungan, dan ketika itu terjadi, phir das missile sey faarigh kar dengey [kami akan menghancurkannya dengan 10 rudal]…Sungai Indus bukanlah milik keluarga India. Humein missilon ki kami nahin hai, al-hamdulillah [kami tidak kekurangan rudal, Alhamdulillah],” kata Munir.

Panglima Angkatan Darat Pakistan sedang dalam kunjungan keduanya ke AS dalam dua bulan. Pada kunjungan terakhirnya, dia diundang untuk makan siang di Gedung Putih bersama Presiden Trump pada 18 Juni. Selama kunjungan tersebut, dia merekomendasikan nama Presiden AS untuk Hadiah Nobel atas upaya perdamaian yang dia klaim—sebuah usulan yang dia ulangi di acara di Florida.

Menurut laporan, sekitar 120 anggota asal Pakistan yang berbasis di Florida menghadiri acara tersebut, di mana para peserta tidak diperbolehkan membawa ponsel atau perangkat digital lainnya. Seorang perwakilan dari Pasukan Pertahanan Israel juga dilaporkan hadir di acara tersebut.

Konflik Militer India-Pakistan

Selama acara tersebut, Munir juga dilaporkan mendedikasikan sebagian besar pidatonya untuk konflik militer Pakistan baru-baru ini dengan India dan mempertanyakan keputusan New Delhi untuk tidak memberikan rincian spesifik tentang kerugiannya selama perang empat hari tersebut.

“Orang India harus menerima kekalahan mereka… Semangat olahraga adalah sebuah kebajikan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Islamabad juga akan mengumumkan kerugiannya kepada publik, selama India juga melakukan hal serupa.

Dari catatan yang telah disiapkannya, dia membaca, “Surah Al-Fil dan gambar (industrialis) Mukesh Ambani untuk menunjukkan kepada mereka apa yang akan kita lakukan selanjutnya.”

Surah Al-Fil, juga dikenal sebagai ” Surat Gajah,” adalah surah ke-105 dalam Al-Qur’an, yang menggambarkan bagaimana Allah mengirimkan burung untuk menjatuhkan batu ke gajah tempur musuh dan membuat mereka menjadi “jerami kunyah”.

“Kita akan mulai dari India Timur, tempat mereka menemukan sumber daya mereka yang paling berharga, dan kemudian bergerak ke barat,” kata Munir seperti dikutip oleh ThePrint.

Munir, seorang konservatif, dilaporkan sebagai panglima militer Pakistan pertama yang menempuh pendidikan seminari.

“Anologi Kasar”

Di sela-sela ancaman yang meluas terhadap India, Panglima Angkatan Darat Pakistan secara tidak sengaja mengakui posisi Islamabad saat ini terhadap New Delhi. Dia menyebut India sebagai Mercedes yang mengilap, dibandingkan dengan Pakistan yang seperti “truk sampah”.

“India memang gemilang, sebuah Mercedes melaju di jalan raya bak Ferrari, tapi kita ini truk sampah penuh kerikil. Kalau truknya menabrak mobil, siapa yang akan rugi?” ujarnya dalam sebuah “analogi kasar”.

Presiden Berikutnya?

Di tengah spekulasi bahwa Panglima TNI kemungkinan akan menjadi presiden berikutnya, Munir juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengutarakan perlunya keterlibatan militer dalam politik Pakistan, dengan mengatakan: “Mereka bilang perang terlalu serius untuk diserahkan kepada para Jenderal, tapi politik juga terlalu serius untuk diserahkan kepada para politisi.” (yn)

Belajarlah dari Orang yang Kamu Benci

EtIndonesia. Ada ungkapan menarik yang mengatakan: Dalam diri setiap orang, ada dua jenis “serangga batin”—yang satu adalah si malang, satu lagi adalah si menyebalkan. Saat “si malang” muncul, orang akan merasa iba. Tapi saat “si menjengkelkan” muncul, yang timbul hanyalah rasa sebal dan penolakan.

Kita sering dengar pepatah: “Orang yang menyedihkan pasti punya sisi menyebalkan.” Tapi jarang kita dengar lanjutan yang lebih penting:  “Orang yang menyebalkan, pasti punya sesuatu yang bisa kita pelajari.”

Kenapa Kita Bisa Orang Lain? Psikologi Membongkarnya

Menurut para psikolog, saat kita membenci seseorang, seringkali karena orang tersebut mencerminkan sisi lemah atau kekurangan dalam diri kita sendiri.

Dengan kata lain, orang yang kita benci sebenarnya sedang menelanjangi kelemahan yang kita coba sembunyikan. Dan sebagai reaksi pertahanan diri, kita menyalurkan perasaan itu dalam bentuk rasa benci.

Contohnya bisa kamu lihat pada publik figur: semakin populer, semakin banyak pula orang yang membenci mereka—walaupun mereka juga banyak dicintai. Faktor nilai hidup, gaya hidup, cara berpikir—semuanya bisa memicu ketidaksukaan.

Kita bisa saja berkata: “Aku benci orang yang begini…” Tapi diam-diam, bisa jadi kita sendiri pernah jadi target kebencian orang lain—di tempat kerja, di keluarga, di media sosial, atau di lingkungan sosial.

Einstein dan Orang Bijak Tak Butuh Banyak Bicara

Orang tua zaman dulu sering berkata: “Kurangi bicara, perbanyak tindakan.” Lihat saja Einstein. Nama besarnya selalu diikuti oleh kata “Teori Relativitas,” bukan oleh kisah skandalnya.

Orang bijak tak sibuk membela diri. Mereka sibuk berkarya.

Dalam lingkungan beracun tanpa “oksigen,” bakteri anaerob akan tumbuh. Maka belajar adalah seperti oksigen—membersihkan dan menyehatkan.

Orang yang Paling Kita Benci, Mungkin Adalah Cermin Diri Kita Sendiri

Seorang pengamat sosial pernah berkata: “Orang yang paling aku benci adalah versi lain dari diriku sendiri.”

Dan itu ada benarnya. Mungkin saja orang yang paling menyebalkan menurut kita, menyimpan kelebihan yang kita butuhkan—meski belum kita sadari.

Saat masih kecil, guruku pernah bercerita tentang kisah filsuf Su Dongpo dan Biksu Fo Yin. 

Su Dongpo bertanya: “Menurutmu, aku ini seperti apa?”

 Fo Yin menjawab: “Seperti Buddha.”

 Su Dongpo tertawa dan berkata: “Kalau aku lihat kamu, seperti tumpukan kotoran sapi!”

Fo Yin tidak merespons. Tapi saat Su Dongpo menceritakan ini kepada adiknya, Su Xiaomei berkata:  “Kakak, kamu kalah. Karena yang kita lihat dari orang lain, sebenarnya adalah cerminan isi hati kita sendiri.”

Di Balik Rasa Benci, Ada Peluang untuk Bertumbuh

Benci itu muncul dari emosi. Tapi kalau kita mau melihatnya dengan akal sehat dan hati tenang, kita akan sadar: orang yang paling kita benci pun, pasti punya sesuatu yang bisa kita pelajari.

Umumnya, manusia bersimpati pada yang lemah, dan membenci yang kuat. Orang kuat memang sering dibenci, karena mereka berhasil menaklukkan hal-hal yang kita belum bisa atasi.

Seperti kata Ralph Waldo Emerson, filsuf Amerika: “Setiap pahlawan, pada akhirnya akan dibenci.”

Kenapa? Karena kebencian sering dijadikan alat pertahanan untuk mengimbangi perasaan rendah diri dan kecemburuan terhadap yang lebih kuat.

Alihkan Mode “Benci” Menjadi Mode “Belajar”

Orang yang kamu benci, bisa jadi adalah seseorang yang memiliki kualitas yang belum bisa kamu capai. Dan justru karena itu, dia pantas untuk kamu pelajari.

Benci itu seperti injakan rem. Tapi belajar adalah seperti injakan gas.

Di zaman pertumbuhan ekonomi, rasa benci membuatmu waspada. Tapi di masa krisis dan perlambatan, belajar adalah satu-satunya jalan maju.

Siapa yang Kita Sukai & Siapa yang Kita Benci, Sering Kali Adalah Ilusi

Ketika kita menyukai seseorang, dia tampak seperti malaikat. Tapi saat membenci, kita melihatnya seperti iblis.

Padahal, jika kamu bisa melepaskan kacamata penilaian pribadi dan menilai secara adil, kamu akan sadar—orang yang kamu benci itu sebenarnya punya banyak hal yang patut dihargai.

Ketekunan, keberanian, konsistensi, ambisi—semua itu mungkin justru mereka miliki lebih dulu dibanding kita.

Jangan Takut “Menjadi Seperti Mereka”

Banyak orang berkata: “Aku tak mau belajar dari dia. Nanti aku jadi seperti dia.”

Tapi percayalah, tidak ada salahnya belajar dari siapa pun—bahkan dari orang yang kamu tidak suka. Karena bisa jadi, kamu butuh menjadi sedikit “seperti mereka” untuk bisa bertahan, tumbuh, bahkan sukses.

Ada orang yang bercanda: “Kalau kamu sudah jadi orang yang kamu benci… mungkin tandanya kamu sudah sukses!”

Karena kenyataannya, tak ada manusia yang bisa menyenangkan semua orang. Dan orang yang paling kamu benci, mungkin bagi orang lain adalah panutan yang layak dihormati.

Penutup: Belajar Bukan dari Siapa, Tapi dari Apa

Jadi, alih-alih terus mencibir dan membenci, ajaklah diri sendiri untuk belajar:

·        Belajarlah dari orang yang kamu benci.

·        Amati kelebihan mereka.

·        Tiru strategi mereka.

·        Gunakan kekuatan mereka untuk melengkapi kelemahanmu.

Karena bisa jadi, di balik semua rasa benci itu—tersimpan jalan rahasia menuju versi terbaik dari dirimu sendiri. (jhn/yn)

Video: Dua Kapal Tiongkok Bertabrakan Saat Mengejar Kapal Philipina di Laut Cina Selatan

EtIndonesia. Sebuah kapal angkatan laut Tiongkok bertabrakan dengan salah satu kapal dari penjaga pantainya sendiri saat mengejar kapal patroli Philipina di Laut Cina Selatan pada hari Senin (11/8), kata Manila, merilis rekaman video dramatis dari konfrontasi tersebut.

Insiden itu terjadi di dekat Beting Scarborough yang disengketakan saat penjaga pantai Philipina mengawal kapal-kapal yang mendistribusikan bantuan kepada nelayan di daerah tersebut, kata juru bicara Komodor Jay Tarriela dalam sebuah pernyataan.

Video yang dirilis oleh Manila menunjukkan sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok dan sebuah kapal yang jauh lebih besar dengan nomor lambung 164 bertabrakan dengan suara keras.

“Kapal (Penjaga Pantai Tiongkok) CCG 3104, yang sedang mengejar (kapal penjaga pantai Philipina) BRP Suluan dengan kecepatan tinggi, melakukan manuver berisiko dari sisi kanan kapal (Philipina), yang menyebabkan tabrakan dengan kapal perang Angkatan Laut PLA (Tentara Pembebasan Rakyat),” kata Tarriela.

“Hal ini mengakibatkan kerusakan substansial pada haluan kapal CCG, sehingga tidak laik laut,” ujarnya.

Gan Yu, juru bicara penjaga pantai Tiongkok, mengonfirmasi bahwa konfrontasi pada hari Senin telah terjadi tanpa menyebutkan tabrakan tersebut.

“Penjaga Pantai Tiongkok telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan hukum, termasuk memantau, menekan dari luar, memblokir, dan mengendalikan kapal-kapal Philipina untuk mengusir mereka,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Tabrakan yang dilaporkan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian konfrontasi antara Tiongkok dan Philipina di Laut Cina Selatan, yang hampir seluruhnya diklaim Beijing meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Lebih dari 60 persen perdagangan maritim global melewati jalur perairan yang disengketakan tersebut.

Berbicara dalam konferensi pers pagi, Presiden Philipina, Ferdinand Marcos mengatakan bahwa kapal-kapal patroli negaranya akan “terus hadir” di wilayah tersebut untuk mempertahankan, serta melaksanakan hak kedaulatan Manila, atas apa yang dianggapnya sebagai bagian dari wilayahnya.

Beting Scarborough—rantai terumbu dan batu berbentuk segitiga—telah menjadi titik api antara kedua negara sejak Tiongkok merebutnya dari Philipina pada tahun 2012.

Tidak jelas apakah ada yang terluka dalam insiden hari Senin tersebut.

Tarriela mengatakan kepada AFP bahwa awak kapal Tiongkok “tidak pernah menanggapi” tawaran bantuan dari kapal Philipina.

Sebelumnya dalam konfrontasi tersebut, BRP Suluan “diserang dengan meriam air” oleh Tiongkok tetapi “berhasil” menghindarinya, menurut pernyataan Tarriela.(yn)

Anak Semakin Besar, Semakin Tak Mau Mendengarkanmu? Jawabannya Menyentuh Hati


EtIndonesia.
Apakah kamu pernah merasa: semakin peduli, anak justru semakin menjauh? Apakah ini masa pemberontakan? Atau karena sifat anak yang keras kepala?

Jawabannya sebenarnya bukan karena mereka bandel, tapi karena mereka sedang tumbuh—dan proses pertumbuhan itu pasti datang bersama perubahan yang tak selalu mudah dipahami orang tua.

Dua Alasan Kenapa Anak Semakin Besar Semakin Tak Mau Mendengar

1. Kesadaran Diri Mereka Sedang Tumbuh

Saat masih kecil, semua perkataan orangtua adalah kebenaran mutlak. Anak dengan senang hati mengikuti apa pun yang kita katakan.

Contohnya:

·        Mau pakai baju apa? Ibu yang pilih.

·        Mau makan apa? Ayah yang tentukan.

·        Dan anak kecil pun menerimanya dengan senyum.

Namun, ketika mereka tumbuh, semuanya berubah.

Anak mulai punya pendapat sendiri—mulai dari soal pakaian, makanan, sampai pilihan kegiatan. Dan mereka berani menolak jika tidak sesuai dengan keinginannya, bahkan dengan alasan yang cukup masuk akal.

Itu bukan karena mereka sedang “membangkang,” tapi karena mereka sedang berkata:
“Aku sedang tumbuh. Aku ingin mulai membuat keputusan untuk diriku sendiri.”

Pertumbuhan berarti pergeseran dari “aku mengikuti orangtua” menjadi “aku mulai mengikuti suaraku sendiri.” Dan perubahan ini mustahil terjadi tanpa benturan dan konflik.

2. Kebutuhan Psikologis Mereka Telah Berubah

Saat anak-anak masih kecil, mereka butuh rasa aman dan kedekatan. Satu pelukan, satu kalimat penyemangat dari orangtua, sudah cukup membuat dunia mereka tenang.

Tapi saat menginjak usia remaja, mereka mulai mendambakan hal yang lebih dalam:
➡️ Pemahaman
➡️ Kepercayaan
➡️ Dan pengakuan.

Sayangnya, banyak orangtua masih memperlakukan mereka seperti anak kecil: mengatur semua hal, mengoreksi setiap tindakan, mengarahkan tanpa henti.

Apa yang terjadi?

Anak merasa dikekang, merasa “tidak dipercaya”, dan akhirnya… memilih diam. Mereka tidak sedang menjauh karena benci, mereka hanya ingin berkata: “Percayalah padaku, aku juga bisa mengambil keputusan.”

Tiga Gaya Komunikasi yang Tak Disukai Anak

Kadang, bukan karena anak tidak ingin bicara, tapi karena mereka tidak tahu bagaimana menghadapi cara bicara kita. Ini tiga bentuk komunikasi orangtua yang sering jadi tembok penghalang:

1. Mengontrol dengan Alasan Cinta

Banyak orangtua berkata: “Ini semua demi kamu.”

Contohnya:

Anak suka menggambar dan ingin ikut kursus seni. Tapi orangtua justru memaksakan kursus matematika, sambil berkata:  “Suatu saat kamu akan berterima kasih padaku.”

Padahal, cinta yang sehat tidak memaksa arah hidup anak, tapi memberi mereka ruang untuk mengeksplorasi dunia.

2. Bicara dalam Keadaan Emosional

Ketika anak dapat nilai jelek atau bertengkar dengan teman, reaksi pertama orangtua sering kali adalah:

·        Panik

·        Marah

·        Menghakimi

Awalnya ingin bicara baik-baik, tapi baru beberapa kalimat, sudah berubah jadi ajang pelampiasan emosi.

Anak pun menutup hatinya dan berpikir: “Aku bicara pun percuma, pasti disalahkan.”

Benar kata pepatah: “Cinta yang dibalut emosi adalah beban paling berat bagi seorang anak.”

3. Terlalu Banyak Bicara, Terlalu Sedikit Mendengar

Orangtua kadang lupa, anak juga ingin didengarkan. Tapi yang terjadi malah seperti monolog sepihak:

·        “Kamu harus begini.”

·        “Dengarkan nasihat ayah.”

·        “Kamu masih belum tahu apa-apa, ikut saja kata ibu.”

Padahal, yang anak butuhkan bukan ceramah, tapi telinga yang mau mendengarkan isi hati mereka. Komunikasi yang sehat itu dua arah, bukan satu pihak saja.

Penutup:

Sebagai orangtua, kita perlu belajar satu hal penting: Tumbuh kembang anak bukan perlombaan yang harus kita kejar.

Sebaliknya, cobalah melambatkan langkah, membuka pelukan, dan menunggu dengan sabar.

Sebab saat anak kita akhirnya menoleh ke belakang, ia akan tersenyum haru dan berkata: “Ternyata dari tadi Ibu (atau Ayah) ada di sini. Menungguku dengan lembut dan penuh cinta.” (jhn/yn)

Gempa  Magnitudo 6,1 Guncang  Turki,  1 Orang Tewas, 29 Terluka Hingga Robohkan Bangunan

EtIndonesia —Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang Provinsi Balikesir di barat laut Turki pada Minggu (10/8/2025). Gempa tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan lebih dari selusin bangunan roboh, menurut pejabat setempat. Sedikitnya 29 orang terluka.

Gempa dengan pusat di kota Sindirgi itu mengguncang hingga sejauh sekitar 200 kilometer ke utara di Istanbul—kota berpenduduk lebih dari 16 juta jiwa.

Seorang wanita lanjut usia meninggal tak lama setelah berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari reruntuhan bangunan yang roboh di Sindirgi, kata Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya kepada wartawan. Empat orang lainnya berhasil diselamatkan dari bangunan tersebut.

Yerlikaya mengatakan total 16 bangunan roboh di wilayah tersebut—sebagian besar adalah bangunan tua yang tidak terpakai. Dua menara masjid juga runtuh, tambahnya.

Tidak ada korban luka yang berada dalam kondisi serius, ujar sang menteri.

Cuplikan televisi menunjukkan tim penyelamat meminta semua orang diam agar mereka dapat mendengarkan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki menyatakan gempa tersebut diikuti oleh beberapa gempa susulan, termasuk satu dengan kekuatan 4,6, dan mengimbau warga untuk tidak memasuki bangunan yang rusak.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan yang mendoakan pemulihan cepat bagi seluruh warga yang terdampak.

Turki berada di atas jalur patahan utama sehingga gempa bumi sering terjadi.

Pada tahun 2023, gempa berkekuatan 7,8 menewaskan lebih dari 53.000 orang di Turki. Gempa menghancurkan atau merusak ratusan ribu bangunan di 11 provinsi di bagian selatan dan tenggara. Sekitar 6.000 orang lainnya tewas di wilayah utara negara tetangga, Suriah. (asr)

Sumber : The Associated Press

Trump dan Putin Akan Bertemu di Alaska, Negara Bagian AS yang Terkait dengan Rusia

EtIndonesia. Presiden Donald Trump dan Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan penting mengenai perang Ukraina pada hari Jumat (15/8) di Alaska, yang dibeli Amerika Serikat dari Rusia lebih dari 150 tahun yang lalu.

Pengaruh Rusia masih bertahan di beberapa bagian negara bagian terpencil di tepi barat laut benua Amerika Utara, yang membentang hanya beberapa mil dari Rusia.

Bekas Koloni Rusia

Ketika penjelajah Denmark Vitus Bering pertama kali berlayar melalui selat sempit yang memisahkan Asia dan Amerika pada tahun 1728, dia sedang dalam ekspedisi untuk Tsar Rusia.

Penemuan yang sekarang dikenal sebagai Selat Bering mengungkapkan keberadaan Alaska di sebelah Barat — namun, penduduk asli telah tinggal di sana selama ribuan tahun.

Ekspedisi Bering memulai satu abad perburuan anjing laut Rusia, dengan koloni pertama didirikan di Pulau Kodiak bagian selatan.

Pada tahun 1799, Tsar Paul I mendirikan Perusahaan Rusia-Amerika untuk memanfaatkan perdagangan bulu yang menguntungkan, yang seringkali melibatkan bentrokan dengan penduduk Pribumi.

Namun, para pemburu mengeksploitasi anjing laut dan berang-berang laut secara berlebihan, yang populasinya menurun drastis, menggerus perekonomian para pemukim.

Kekaisaran Rusia menjual wilayah tersebut ke Washington seharga 7,2 juta dolar pada tahun 1867.

Pembelian wilayah yang luasnya lebih dari dua kali lipat Texas tersebut dikritik secara luas di AS pada saat itu, bahkan dijuluki “kebodohan Seward” berdasarkan nama dalang kesepakatan tersebut, Menteri Luar Negeri William Seward.

Bahasa dan Gereja

Gereja Ortodoks Rusia berdiri di Alaska setelah berdirinya Perusahaan Rusia-Amerika, dan tetap menjadi salah satu pengaruh Rusia paling signifikan yang tersisa di negara bagian tersebut.

Lebih dari 35 gereja, beberapa di antaranya memiliki kubah berbentuk bawang yang khas, tersebar di pesisir Alaska, menurut sebuah organisasi yang didedikasikan untuk melestarikan bangunan-bangunan tersebut.

Keuskupan Ortodoks Alaska menyatakan bahwa mereka adalah yang tertua di Amerika Utara, dan bahkan memiliki sebuah seminari di Pulau Kodiak.

Dialek lokal yang berasal dari bahasa Rusia yang bercampur dengan bahasa-bahasa Pribumi bertahan selama beberapa dekade di berbagai komunitas — terutama di dekat kota terbesar negara bagian itu, Anchorage — meskipun kini pada dasarnya telah punah.

Namun, di dekat gletser raksasa di Semenanjung Kenai selatan, bahasa Rusia masih diajarkan.

Sebuah sekolah pedesaan kecil milik komunitas Ortodoks yang dikenal sebagai “Old Believers” yang didirikan pada tahun 1960-an mengajarkan bahasa Rusia kepada sekitar seratus siswa.

Tetangga

Salah satu pernyataan paling terkenal tentang kedekatan Alaska dan Rusia dilontarkan pada tahun 2008 oleh Sarah Palin, gubernur negara bagian saat itu — dan calon wakil presiden dari Partai Republik, John McCain.

“Mereka adalah tetangga sebelah kami, dan Anda benar-benar dapat melihat Rusia dari daratan di sini, di Alaska, dari sebuah pulau di Alaska,” kata Palin.

Meskipun mustahil untuk melihat Rusia dari daratan Alaska, dua pulau yang saling berhadapan di Selat Bering hanya dipisahkan oleh jarak empat kilometer.

Pulau Diomede Besar Rusia terletak tepat di sebelah barat Pulau Diomede Kecil Amerika, tempat tinggal puluhan orang.

Lebih jauh ke selatan, dua warga Rusia mendarat di Pulau St. Lawrence yang terpencil—yang berjarak beberapa puluh mil dari pantai Rusia—pada Oktober 2022 untuk mencari suaka.

Mereka melarikan diri hanya beberapa minggu setelah Putin memerintahkan mobilisasi warga yang tidak populer untuk meningkatkan invasinya ke Ukraina.

Selama bertahun-tahun, militer AS menyatakan bahwa mereka secara teratur mencegat pesawat Rusia yang terbang terlalu dekat dengan wilayah udara Amerika di wilayah tersebut.

Namun, Rusia seolah-olah tidak tertarik untuk merebut kembali wilayah yang pernah dikuasainya, dengan Putin mengatakan pada tahun 2014 bahwa Alaska “terlalu dingin”.

Volodymyr Zelenskyy Bisa Hadiri KTT Alaska

Duta Besar AS untuk NATO mengatakan pada hari Minggu bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dapat menghadiri KTT AS-Rusia di Alaska, sementara para pemimpin Eropa mendesak Kyiv untuk ikut serta dalam negosiasi.

Duta Besar Matthew Whitaker ditanya oleh CNN apakah Zelenskyy mungkin bergabung dengan Presiden AS, Donald Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, pada hari Jumat.

“Ya, saya yakin itu mungkin,” katanya. “Tentu saja, tidak mungkin ada kesepakatan yang tidak disetujui oleh semua pihak yang terlibat. Dan, maksud saya, jelas, mengakhiri perang ini merupakan prioritas tinggi.”

KTT yang direncanakan tanpa Zelenskyy telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan akan mengharuskan Kyiv menyerahkan sebagian besar wilayah, yang telah ditolak oleh Uni Eropa.

Dalam serangkaian diplomasi, Zelenskyy melakukan panggilan telepon dengan 13 mitra selama tiga hari, termasuk pendukung utama Kyiv — Jerman, Inggris, dan Prancis. (yn)

Mantan Menlu AS dan Direktur CIA : AS Harus Menjelaskan kepada Beijing bahwa Taiwan Adalah Negara Bebas dan Merdeka

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Kepala CIA , Mike Pompeo, menyatakan bahwa AS harus secara jelas memberitahukan kepada Beijing bahwa Taiwan adalah negara yang bebas dan merdeka. Menurutnya, kebijakan “strategic ambiguity” (strategi samar) justru bisa menyesatkan masyarakat internasional, bahkan membuat pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengira ada peluang untuk menguasai Taiwan tanpa respons nyata dari AS.

EtIndonesia. Dalam unggahan di media sosial, Mike Pompeo menegaskan: Amerika Serikat harus secara jelas menyampaikan kepada Beijing bahwa Taiwan adalah negara yang bebas, merdeka, dan akan terus demikian selamanya.

Sebenarnya, pernyataan serupa sudah ia sampaikan pada kunjungannya ke Taiwan pada 6 Januari lalu, dengan tujuan membuat Beijing benar-benar kehilangan harapan untuk mengambil alih Taiwan.

Pompeo kala itu mengatakan: “Kita harus menyampaikan pesan yang jelas kepada Beijing: Kalian bebas. Taiwan bebas. Taiwan merdeka, dan akan terus demikian. Hal ini tidak akan berubah.”

Dalam artikel terbarunya yang diterbitkan oleh American Center for Law and Justice, Pompeo mengkritik bahwa kebijakan strategis samar AS selama ini terhadap Taiwan justru mendorong Beijing semakin agresif, menyesatkan opini global, dan memberi kesan kepada Xi Jinping bahwa ia bisa menguasai Taiwan tanpa memicu respons nyata dari Amerika.

Pompeo menegaskan bahwa kepentingan Taiwan sangat selaras dengan kepentingan AS, dan pentingnya Taiwan “tidak bisa dilebih-lebihkan”, yang tercermin dalam tiga hal:

  1. Taiwan adalah pusat rantai pasok global, khususnya dalam produksi semikonduktor yang tak tergantikan—dari ponsel hingga senjata militer.
  2. Taiwan memiliki posisi strategis vital di garis pertahanan pulau pertama (First Island Chain).
  3. Taiwan adalah bukti nyata yang paling ditakuti PKT—bahwa orang Tionghoa dapat hidup makmur dalam sistem demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa sejak 2022, ia sudah menyerukan agar pemerintah AS secara resmi mengakui bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Pompeo juga menyambut baik diperkenalkannya Undang-Undang Kemitraan Amerika Serikat–Taiwan di Kawasan Amerika (United States – Taiwan Partnership in the Americas Act), yang diajukan bersama oleh senator AS dari Partai Republik seperti John Curtis dan Pete Ricketts, serta senator dari Partai Demokrat seperti Jeff Merkley dan Tim Kaine.

Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk mendukung negara-negara di Amerika Latin dan Karibia yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, sebagai upaya melawan tekanan PKT yang berusaha memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Taiwan.

Menurut Pompeo, di tengah perpecahan politik yang tajam di AS, adanya kerja sama lintas partai untuk mendukung Taiwan menunjukkan bahwa melindungi Taiwan adalah kunci untuk menjaga ketertiban dunia serta mempertahankan kebebasan dan keterbukaan di kawasan Indo-Pasifik. (Hui/asr)

oleh Jiang Ziyang dan Liao Jieming untuk NTD Asia Pacific Television