Pejabat Tinggi PKT Muncul di Beidaihe, Xi Jinping Menghilang Selama Beberapa Hari

Anggota Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok (PKT), Cai Qi, pada 3 Agustus terlihat mengunjungi para ahli di Beidaihe. Hal ini secara luas ditafsirkan bahwa para pemimpin tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memulai liburan musim panas tahunan selama dua minggu di Beidaihe. Yang menjadi sorotan adalah, sejak Xi Jinping memimpin rapat Politbiro pada 30 Juli lalu, hingga kini ia belum muncul di hadapan publik.

EtIndonesia. Media resmi PKT melaporkan bahwa Cai Qi, anggota tetap Politbiro dan Sekretaris Sekretariat Komite Sentral PKT, pada 3 Agustus “atas instruksi Xi Jinping” mengunjungi para ahli yang sedang berlibur di Beidaihe. Turut hadir Menteri Organisasi Komite Sentral, Shi Taifeng, dan Menteri Negara, Shen Yiqin.

Sesuai kebiasaan selama ini, setiap akhir Juli hingga awal Agustus, para pemimpin tinggi PKT akan berkumpul di Beidaihe untuk berlibur, sembari “menyapa” para ahli. Kegiatan publik Cai Qi kali ini menandakan bahwa PKT telah memasuki masa yang disebut sebagai “Waktu Beidaihe”.

Beidaihe dulunya merupakan tempat penting untuk pertemuan informal pejabat tinggi PKT. Para “sesepuh politik” PKT sering memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pandangan mereka, sehingga Beidaihe pun menjadi ajang perebutan kekuasaan internal. 

Namun sejak era Hu Jintao, pertemuan tertutup di Beidaihe secara resmi dibatalkan. Terlebih setelah Xi Jinping berkuasa, fungsi politik Beidaihe semakin dilemahkan.  Bahkan, kesempatan para “sesepuh politik” untuk memberikan masukan pun semakin ditiadakan.

Pengamat menilai bahwa “Waktu Beidaihe” tahun ini mungkin tidak akan tenang bagi kepemimpinan PKT saat ini. Sebab sejumlah agenda besar akan segera dibahas, seperti parade militer di Beijing pada September dan Sidang Pleno Keempat Partai pada  Oktober.

Yang menarik perhatian adalah, di tengah banyaknya isu besar ini, Xi Jinping justru sudah beberapa hari tidak terlihat.

Pada 30 Juli, Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Komite Sentral PKT. Dalam rapat diputuskan bahwa Sidang Pleno Keempat Partai ke-20 akan digelar di Beijing pada  Oktober. Namun sejak rapat tersebut, Xi tidak lagi tampil di depan umum.

Menurut laporan media resmi Xinhua, pada 31 Juli Kementerian Pertahanan PKT menggelar acara resepsi Hari Tentara di Balai Agung Rakyat Beijing. Hadir dalam acara tersebut antara lain anggota Komisi Militer Pusat (CMC) dan Kepala Staf Gabungan CMC, Liu Zhenli; anggota CMC sekaligus Sekretaris Komite Disiplin Militer, Zhang Shengmin; serta Menteri Pertahanan, Dong Jun yang menyampaikan pidato.

Namun pada 1 Agustus, bertepatan dengan Hari Tentara PKT, tidak diadakan upacara pelantikan jenderal bintang tiga (shang jiang) seperti biasanya. Berdasarkan tradisi sejak era Jiang Zemin, Hu Jintao, hingga awal pemerintahan Xi Jinping, pimpinan PKT yang juga menjabat sebagai Ketua CMC akan melantik para jenderal bintang tiga pada hari tersebut.

Pengamat independen, Chen Pokong, dalam kanal media sosialnya mengatakan bahwa sejak tahun lalu, banyak jenderal bintang tiga telah ditangkap. Secara logika, Xi Jinping seharusnya menunjuk jenderal baru, bahkan secara mendesak.

Apalagi dalam situasi sekarang, di mana struktur kepemimpinan militer PKT sedang mengalami “pembersihan besar-besaran” dan banyak jenderal yang tumbang. Namun Xi Jinping justru tidak menunjuk seorang pun jenderal baru.

Chen Pokong menilai, absennya pelantikan jenderal oleh Xi Jinping pada 1 Agustus adalah hal yang sangat tidak biasa. Ia mengajukan tiga kemungkinan penyebabnya:

  1. Pertama, Xi Jinping kini tidak bisa lagi seenaknya menunjuk jenderal seperti sebelumnya. Pasca Sidang Pleno Ketiga tahun lalu, sistem kepemimpinan kolektif dalam partai — termasuk di Komisi Militer Pusat — diperkuat. Tiga anggota CMC, yakni Zhang Youxia, Zhang Shengmin, dan Liu Zhenli, berada dalam satu faksi, dan Xi berada dalam posisi yang lemah. Bisa jadi, nama-nama calon jenderal pilihan Xi ditolak oleh mereka, dan sebaliknya, Xi juga menolak calon dari mereka. Akibat tarik ulur ini, akhirnya tidak ada yang dilantik.
  2. Kedua, bisa jadi Xi Jinping sudah tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk jenderal. Penunjukan tersebut memerlukan persetujuan kolektif CMC. Para anggota lain bisa saja menyindir, “Semua jenderal yang Anda angkat selama ini bermasalah, apa Anda masih layak untuk mengangkat jenderal?” Ini berarti kekuasaan militer Xi telah menyusut.
  3. Ketiga, ada kemungkinan Xi akan menunjuk jenderal secara mendadak menjelang parade militer besar pada 3 September, baik menunjuk satu orang maupun sekaligus satu kelompok. Namun ini pun akan memicu tarik-menarik di dalam tubuh CMC.

Sejak Xi berkuasa, ia telah melantik 79 jenderal bintang tiga. Dari jumlah itu setidaknya 10 orang telah diselidiki atau dicopot, termasuk mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu; mantan Komandan Angkatan Udara Ding Laihang; serta mantan Komandan Pasukan Roket Li Yuchao dan Zhou Yaning; juga mantan Kepala Departemen Kerja Politik Miao Hua.

Selain itu, setidaknya 12 orang lainnya diduga sedang diselidiki atau tidak diketahui keberadaannya, termasuk Wakil Ketua CMC He Weidong, Komisaris Politik Angkatan Darat Qin Shutong, Komisaris Politik Angkatan Laut Yuan Huazhi, Wakil Kepala Departemen Kerja Politik He Hongjun, serta Komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Wang Chunning.

Diperkirakan secara konservatif, dari jenderal yang dilantik Xi Jinping, sekitar 22 orang telah “bermasalah”, atau lebih dari 20 persen. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Hamas Merilis Foto Sandera Kurus Kering, Kejutkan PM Israel dan Dikecam oleh Uni Eropa

Pada Sabtu lalu (2 Agustus), organisasi teroris Hamas merilis sebuah video baru yang menampilkan kondisi sandera Israel, yang terlihat tengah menghadapi krisis kekurangan makanan. 

Perdana Menteri Israel dan perwakilan tinggi Uni Eropa mengecam keras kekejaman Hamas. Sementara itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Brett McGurk, pada hari yang sama bertemu dengan keluarga para sandera di Israel. Berikut laporan selengkapnya.

 “Hari ini, 27 Juli, pukul 12 siang. Aku tidak tahu apakah akan ada makanan lagi atau tidak. Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku sudah beberapa hari tidak makan,” kata sandera Israel, Evyatar David.

EtIndonesia. Video yang dirilis Hamas pada Sabtu lalu, terdapat sandera Israel Evyatar David yang ditahan di terowongan Gaza mengatakan bahwa selama masa penahanan oleh Hamas, ia sangat kekurangan makanan dan air. Kadang, satu kaleng makanan harus ia konsumsi selama dua hari untuk bertahan hidup. Ia juga mengatakan sudah beberapa hari tidak makan, tubuhnya semakin lemah,  ia berharap bisa menggali makamnya sendiri sebelum meninggal dunia.

Setelah video itu dirilis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kekejaman Hamas sangat mengejutkan dan mengingatkan pada kekejaman Nazi. Ia mengecam Hamas karena membuat para sandera mengalami penyiksaan fisik dan psikologis yang brutal, yang melanggar hukum internasional dan Konvensi Jenewa. Netanyahu mendesak Palang Merah Internasional untuk segera bertindak dan menyediakan makanan serta layanan medis bagi sandera Israel yang ditahan di Gaza.

Eli David, saudara dari sandera Evyatar David, mengatakan:  “Mereka sedang berada di ambang kematian. Dalam kondisi mereka saat ini, yang nyaris tak terbayangkan, mungkin hanya tinggal beberapa hari hidup mereka.”

Ophir Braslavski, ayah dari sandera Rom Braslavski, mengatakan:  “Anakku hampir mati. Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri. Perdana Menteri pun sudah melihatnya.”

Pada Sabtu lalu, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Brett McGurk, bertemu dengan keluarga para sandera di Tel Aviv. Sebelumnya, ia juga telah bertemu dengan Netanyahu, berupaya menyelamatkan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, membebaskan para sandera, serta mencegah krisis kemanusiaan di Gaza.

Robbie Chen, ayah dari sandera Itay Chen, mengatakan:  “Dia berbicara tentang dua tujuan: mengakhiri perang dan menyelamatkan seluruh 50 sandera.”

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, pada Minggu (3 Agustus) menyatakan bahwa rekaman para sandera Israel sangat mengejutkan dan mengungkapkan kebiadaban Hamas. 

Ia menegaskan bahwa semua sandera harus segera dibebaskan tanpa syarat. Hamas harus dilucuti dan mengakhiri kekuasaannya di Gaza. Di saat yang sama, bantuan kemanusiaan dalam skala besar harus diizinkan masuk ke wilayah Gaza untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa selama tujuh hari terakhir, sebanyak 23.000 ton bantuan telah dikirimkan ke Gaza menggunakan truk.

Sementara itu, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Prancis, Jerman, dan Belgia juga telah melakukan penerjunan udara sebanyak 136 paket atau sekitar 136 ton bantuan makanan ke wilayah utara dan selatan Gaza. (Hui/asr)

oleh Yu Liang, NTD

‘Lemon Delight’ Tanpa Oven, Hidangan Dessert yang Mudah Dibuat Siapa Saja

Hidangan penutup tanpa panggang ini ringan, lembut, dan penuh dengan rasa lemon yang lembut dan cerah

Kelli Foster, TheKitchn.com

Selama beberapa tahun terakhir, penulis telah mengembangkan banyak resep “delight” tanpa oven. Awalnya dimulai dengan strawberry delight, lalu ada pumpkin delight, chocolate delight, coconut delight yang sangat tropis, dan banyak lagi. 

Dari semuanya, lemon delight yang satu ini adalah favorit penulis—penulis langsung merasakannya sejak suapan pertama. Hidangan penutup empat lapis(!) tanpa oven ini ringan, lembut, dan sarat dengan rasa lemon yang lembut dan cerah. Ditambah lagi, tampilannya sangat cantik dan sempurna.

Kenapa Anda Akan Menyukainya

  • Penuh rasa lemon! Lemon ada di hampir setiap lapisannya. Parutan kulit lemon dicampur dengan gula dan digunakan dalam kerak, jus lemon yang segar dicampur dalam lapisan krim keju, dan lapisan puding lemon yang lembut mengisi bagian tengah. Dan jika ingin rasa lemon yang lebih kuat, hiasi dengan parutan kulit lemon halus di atasnya.
  • Sangat mudah dibuat. Hanya butuh sekitar 30 menit untuk menyiapkannya, tanpa perlu menyalakan oven atau memasak di kompor.

Bahan Utama Lemon Delight

  • Biskuit vanilla wafer: Sisihkan beberapa biskuit untuk topping, lalu hancurkan sisanya hingga menjadi remah halus menggunakan food processor untuk membuat dasar kerak tanpa panggang yang bermentega.
  • Krim keju: Gunakan krim keju penuh lemak untuk hasil terbaik. Ini adalah bahan utama lapisan bawah yang menyerupai cheesecake tanpa panggang. Pastikan krim keju cukup lunak agar mudah dicampur.
  • Puding lemon: Gunakan puding lemon instan (bukan yang harus dimasak), yang akan mengental dengan cepat saat dicampur dengan susu dingin.
  • Krim kental: Krim kental manis yang dikocok tidak hanya menciptakan lapisan atas yang lembut, tetapi juga membuat lapisan krim keju menjadi lebih ringan.
  • Lemon: Gunakan kulit dan air lemon untuk memaksimalkan rasa lemon dalam setiap lapisan.

Resep Lemon Delight

Untuk 12 porsi

Bahan:

  • 8 ons (sekitar 225 gram) krim keju, suhu ruang
  • 2 bungkus (masing-masing 3,4 ons) puding lemon instan
  • 3 cangkir susu full cream dingin
  • 2 sdm gula pasir
  • 2 sdt parutan kulit lemon halus (dari 1 lemon ukuran sedang), ditambah ekstra untuk hiasan
  • 1 kotak (11 ons) biskuit vanilla wafer, dibagi
  • 1/4 + 1/8 sdt garam kosher, dibagi
  • 8 sdm (1 batang) mentega tawar, lelehkan dan dinginkan
  • 1 1/2 cangkir krim kental dingin
  • 1/2 cangkir gula bubuk, dibagi
  • 2 sdm air perasan lemon segar (dari 1 lemon ukuran sedang)
  • 1 sdt ekstrak lemon atau vanila

Cara Membuat:

  1. Siapkan loyang: Lapisi loyang berukuran 8×8 inci (tinggi sekitar 2 inci) dengan dua lembar kertas roti yang diletakkan saling menyilang. Biarkan ujung kertas menggantung sekitar 5 cm di setiap sisi untuk memudahkan mengangkat nanti.
  2. Buat puding: Campurkan 2 bungkus puding lemon instan dengan 3 cangkir susu dingin dalam mangkuk besar. Aduk selama 2 menit hingga mengental sedikit. Sisihkan agar terus mengental sambil menyiapkan lapisan lainnya.
  3. Siapkan kerak: Dalam mangkuk kecil, gosokkan 2 sdm gula pasir dan 2 sdt parutan kulit lemon hingga harum. Masukkan ke dalam food processor.
  4. Hancurkan biskuit: Sisihkan 5 biskuit untuk topping. Masukkan sisa biskuit dan 1/8 sdt garam ke dalam food processor. Proses hingga teksturnya seperti pasir halus (sekitar 15 detik). Tambahkan mentega leleh dan proses lagi 6–8 kali (1 detik setiap kali) hingga tercampur rata.
  5. Bentuk kerak: Pindahkan adonan ke loyang. Gunakan bagian bawah cangkir takar datar atau jari tangan untuk menekannya hingga rata, sampai ke ujung dan sudut loyang. Simpan di kulkas sementara menyiapkan isian.
  6. Kocok krim: Kocok 1 1/2 cangkir krim kental dan 1/4 cangkir gula bubuk dengan mixer kecepatan tinggi (menggunakan alat pengocok) hingga membentuk puncak kaku, sekitar 2–4 menit. Pindahkan ke mangkuk lain.
  7. Buat lapisan krim keju: Tanpa mencuci mixer, kocok 8 ons krim keju suhu ruang, 1/4 cangkir sisa gula bubuk, 2 sdm air lemon, 1 sdt ekstrak lemon/vanila, dan sisa 1/4 sdt garam. Kocok dengan kecepatan sedang hingga ringan dan sangat lembut, sekitar 3 menit, sesekali keruk sisi mangkuk.
  8. Gabungkan krim keju dan krim kocok: Ambil 1 cangkir krim kocok, masukkan ke campuran krim keju, dan aduk lipat perlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Tuang adonan ini di atas kerak biskuit, ratakan.
  9. Tambahkan lapisan puding: Tuang puding lemon di atas lapisan krim keju, ratakan.
  10. Tambahkan sisa krim kocok: Tuang sisa krim kocok di atas puding dan ratakan. Tutup dan simpan di kulkas minimal 4 jam atau semalaman.
  11. Sajikan: Hancurkan 5 biskuit yang disisihkan dan taburkan di atas lapisan atas. Hiasi dengan parutan kulit lemon jika suka. Angkat dari loyang dengan menarik kertas roti, lalu potong menjadi 12 bagian. Bersihkan pisau setiap kali memotong untuk hasil yang rapi.

Catatan Resep:

  • Sebagai pengganti biskuit vanilla wafer, bisa gunakan 12 lembar biskuit graham utuh (sekitar 6,5 ons) atau 1 1/2 cangkir remah biskuit graham.
  • Anda bisa mengganti krim kocok manis buatan sendiri (langkah 6) dengan 1 wadah (8 ons) whipped topping beku yang sudah dicairkan.

Pembaca yang terhormat: Kami ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirim masukan dan saran Anda ke [email protected].

Jerman Umumkan Pengiriman Pertama Sistem Pertahanan Patriot ke Ukraina di Bawah Kerangka Baru NATO

Bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sebuah kerangka kerja baru untuk memastikan negara-negara Barat lainnya menanggung biaya dalam mentransfer lebih banyak bantuan militer ke Ukraina.

EtIndonesia. Ukraina akan menerima dua sistem pertahanan udara Patriot di bawah kerangka baru transfer senjata NATO. Hal  demikian diumumkan oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, pada 1 Agustus.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa minggu setelah Presiden Donald Trump menguraikan sebuah kerangka kerja bagi sekutu Barat untuk mentransfer sebagian dari sistem senjata mereka saat ini ke Ukraina, lalu membeli penggantinya dari Amerika Serikat, dengan memastikan bahwa Amerika Serikat mendapat kompensasi atas dukungan militernya di masa mendatang untuk Ukraina.

Pistorius mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jerman akan melakukan pengiriman senjata pertama ke Ukraina di bawah kerangka ini, dengan mengirimkan dua sistem Patriot dan komponen tambahan dari sistem tersebut dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Sebagai imbalannya, telah dicapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS bahwa Jerman akan menjadi negara pertama yang menerima sistem Patriot generasi terbaru yang baru diproduksi dengan percepatan waktu. Pembiayaannya akan ditanggung oleh Jerman,” kata Pistorius.

Sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot saat ini digunakan di seluruh aliansi NATO. Sistem ini mampu mencegat berbagai ancaman udara, termasuk pesawat, rudal jelajah, dan beberapa jenis rudal balistik.

Para pendukung internasional Ukraina telah memberikan sistem Patriot dan berbagai kemampuan pertahanan udara lainnya sepanjang lebih dari tiga tahun konflik negara tersebut dengan Rusia.

Pejabat Ukraina dalam beberapa bulan terakhir telah menyerukan lebih banyak dukungan pertahanan udara. Pasalnya, pasukan Rusia secara rutin menggunakan serangan rudal dan drone bermuatan bahan peledak.

Pistorius menyatakan bahwa negaranya adalah “pendukung terkuat Ukraina sejauh ini di bidang pertahanan udara.”

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang  menyediakan sistem Patriot ke Ukraina, tetapi hingga baru-baru ini tidak memiliki jaminan kompensasi atas dukungan tersebut. Trump secara rutin menyerukan agar Amerika Serikat menerima semacam kompensasi atas bantuan yang telah diberikan kepada Ukraina sejak pasukan Rusia menyerbu negara itu pada Februari 2022.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyambut baik pengumuman terbaru ini.

“Ini kabar baik dan saya menyambut kepemimpinan Jerman!” tulis Rutte dalam sebuah unggahan di platform X pada 1 Agustus. “Ini akan membantu memastikan bahwa Ukraina mampu mempertahankan langitnya, melindungi rakyatnya, dan mencegah agresi Rusia.”

Pengumuman pengiriman Patriot baru ini datang di minggu yang sama ketika Trump mempersingkat batas waktu bagi Rusia untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina, dari sebelumnya 2 September menjadi 8 Agustus.

 Trump  mengancam akan memberikan tekanan finansial tambahan terhadap ekonomi Rusia jika tenggat tersebut tidak dipenuhi, termasuk sanksi dan tarif baru yang berpotensi menyasar negara-negara yang masih berdagang dengan Rusia.

Pada 1 Agustus, Trump juga memerintahkan dua kapal selam nuklir AS untuk diposisikan ulang setelah ia menyebut adanya “pernyataan provokatif” dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.

Sumber : Theepochtimes.com

Beberapa Negara Anggota OPEC+ Sepakat untuk Meningkatkan Produksi Minyak

Delapan negara memutuskan untuk meningkatkan produksi minyak harian mereka sebesar 547.000 barel per hari.

T.J. Muscaro

Beberapa negara pengekspor minyak yang tergabung dalam aliansi OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi minyak pada 3 Agustus.

Dalam pertemuan virtual, delapan negara memilih untuk menaikkan produksi minyak mereka sebesar 547.000 barel per hari mulai September, dengan alasan persediaan minyak global yang rendah dan prospek ekonomi global yang stabil. Negara-negara tersebut termasuk Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.

Ini merupakan peningkatan lebih lanjut dalam produksi harian setelah keputusan pada Juli untuk menaikkan produksi pada Agustus sebesar 548.000 barel per hari. Keputusan Juli itu diambil dalam pertemuan pertama sejak serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran yang menyebabkan lonjakan dan penurunan mendadak harga minyak.

Peningkatan produksi pada Agustus menempatkan OPEC+ pada jalur untuk memompa lebih dari 1,9 juta barel per hari sejak April.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 7 September.

OPEC+ adalah konsorsium yang mencakup inti dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta 10 negara non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia dan termasuk Kazakhstan. Negara-negara ini memproduksi sekitar setengah dari minyak dunia.

Delapan negara yang akan meningkatkan produksi tersebut sebelumnya berpartisipasi dalam pemangkasan produksi sejak November 2023. Pemangkasan tersebut awalnya dijadwalkan akan dihentikan secara bertahap pada September 2026.

Peningkatan produksi ini bisa menyebabkan penurunan harga minyak dan bensin, tetapi minyak mentah Brent masih diperdagangkan mendekati $70 per barel. Menurut perusahaan riset Clearview Energy Partners, hal ini sebagian disebabkan oleh potensi hilangnya minyak Rusia dari pasar.

“Presiden Trump jelas belum mengurungkan ancamannya untuk menjatuhkan sanksi terhadap energi Rusia jika Kremlin tidak mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina pada 7 Agustus, kemungkinan melalui ‘tarif sekunder’ terhadap pembeli,” kata Clearview Energy Partners dalam sebuah catatan analis pada hari Minggu.

Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara yang tetap berdagang dengan Rusia pada 14 Juli, jika Moskow gagal menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina dalam 50 hari ke depan, terutama negara-negara yang masih membeli minyak dari Rusia.

“Sebanyak apa pun pembalikan sikap Trump terhadap Rusia terdengar memuaskan bagi dunia, kenyataannya jauh lebih rumit,” kata Julien Mathonnière, ekonom pasar minyak dari Energy Intelligence yang berbasis di AS, kepada The Epoch Times.

“Tarif sekunder terhadap negara-negara yang bergantung pada impor minyak Rusia berpotensi merugikan Rusia hingga hampir $200 miliar dalam pendapatan, jika benar-benar diterapkan dan ditegakkan sepenuhnya. Tapi itu adalah ‘jika’ yang besar.”

Trump telah menerapkan tarif sekunder sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang mengimpor minyak mentah dari Venezuela pada Maret, dan pada Mei ia mengancam akan memberlakukan tarif serupa terhadap negara-negara yang tetap mengimpor minyak mentah dari Iran.

Jacob Burg, Andrew Moran, Adam Morrow, dan The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini.

NATO Sediakan Pendanaan, AS Pasok Senjata, Mekanisme Bantuan Baru untuk Ukraina Sedang Terbentuk

Etindonesia. Sejak Rabu (30/7/2025) malam, ibu kota Ukraina mengalami salah satu serangan udara paling mematikan sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina lebih dari tiga tahun lalu, menyebabkan ratusan korban luka dan tewas. Presiden AS Donald Trump mengecam keras aksi penyerangan Rusia tersebut. Saat ini, Amerika Serikat dan NATO sedang merancang skema bantuan baru, yaitu negara-negara anggota NATO akan menanggung biaya pembelian senjata buatan AS untuk membantu Ukraina.

Kantor berita Reuters mengutip tiga sumber yang mengetahui hal ini, bahwa AS, NATO, dan Ukraina sedang menyusun suatu mekanisme baru, yang intinya adalah memilih senjata buatan Amerika dari daftar prioritas kebutuhan Ukraina untuk disuplai secara bertahap.

Setiap tahap bantuan diperkirakan bernilai sekitar 500 juta dolar AS. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, akan berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk menentukan siapa saja yang akan membiayai atau menyumbang senjata tersebut.

Seorang pejabat Eropa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa melalui cara ini, negara-negara anggota NATO berharap dapat memberikan bantuan militer senilai hingga 10 miliar dolar AS kepada Ukraina, meskipun waktu pengirimannya belum dapat dipastikan.

NATO juga akan membentuk sebuah akun khusus yang disetujui oleh Panglima Tertinggi Militer NATO, tempat para negara anggota mentransfer dana untuk pembelian senjata.

Skema ini berkaitan erat dengan sikap Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa AS bersedia menyediakan senjata bagi Ukraina, namun biayanya harus ditanggung oleh NATO.

Presiden AS Donald Trump mengatakan:  “Saya telah mencapai kesepakatan dengan NATO, NATO yang akan membayar semua yang kita berikan.”

Pada  Kamis, Trump juga mengancam bahwa jika Rusia tidak menunjukkan itikad untuk gencatan senjata sebelum 8 Agustus, maka ia akan menjatuhkan tarif dan sanksi terhadap Moskow.

Trump menegaskan:  “Rusia – saya pikir apa yang mereka lakukan sungguh menjijikkan. Benar-benar menjijikkan. Kita masih punya waktu sekitar delapan hari. (Jika tidak ada gencatan senjata) kita akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.”

Sebelumnya, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, menulis di platform X bahwa agresi Rusia bukan hanya ancaman terhadap Ukraina, tapi juga ancaman global. Ia mengungkapkan:  “Kami melihat bahwa Rusia tengah mentransfer teknologi drone bunuh diri Shahed-136 ke Korea Utara, membantu mendirikan lini produksi, serta melakukan kerja sama dalam pengembangan rudal.”

Saat ini, Korea Utara telah mengirim pasukan untuk membantu militer Rusia dalam perang melawan Ukraina. (Hui/asr)

oleh NTD – Tang Li dan Liu Fang

Gerombolan 32 Ekor Yak di Gansu, Tiongkok  Menyeberang Jalan, 16 Ekor Mati Ditabrak Truk Besar

Pada 1 Agustus 2025, di Provinsi Gansu, Tiongkok, terjadi kecelakaan lalu lintas tragis saat 32 ekor yak menyeberang jalan pada dini hari dan 16 di antaranya mati setelah ditabrak berturut-turut oleh sebuah truk besar. Peternak mengalami kerugian besar akibat insiden ini.

EtIndonesia. Video yang beredar di internet menunjukkan sejumlah yak berwarna hitam tergeletak berbaris di pinggir jalan di Kota Gahai, Prefektur Gannan, Gansu. Di kejauhan tampak sebuah truk besar yang berhenti.

Untuk diketahui, yak adalah hewan bovina (sejenis sapi) berbulu panjang yang ditemukan di daerah pegunungan Asia Tengah. Yak yang dijinakkan (Bos grunniens) digunakan untuk diambil susu, daging, dan juga sebagai hewan pengangkut beban, sedangkan yak liar (Bos mutus) merupakan spesies yang rentan punah. Yak hewan yang teradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dataran tinggi yang dingin.

Seorang netizen yang mengunggah video itu menulis: “Menabrak sebanyak ini, berapa banyak uang yang harus diganti ya? Kepala truk pun sampai penyok…”

Pada 1 Agustus, 16 ekor yak tewas tertabrak truk di Kota Gahai, Prefektur Gannan, Provinsi Gansu. (Tangkapan layar video)
Pada 1 Agustus, 16 ekor yak tewas tertabrak truk di Kota Gahai, Prefektur Gannan, Provinsi Gansu. (Tangkapan layar video)

Menurut keterangan petugas lalu lintas setempat, insiden terjadi sekitar pukul 06.00 pagi pada 1 Agustus ketika hari masih gelap. Sebanyak 32 ekor yak berjalan di jalan dan sebuah truk besar menabrak hingga 16 di antaranya mati. Beberapa yak lainnya terluka, ada yang kakinya patah.

Setelah kejadian, para petugas dengan cepat memindahkan yak-yak tersebut ke pinggir jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan.

Beberapa netizen menyatakan bahwa biasanya hanya satu atau dua ekor yang tertabrak, dan mempertanyakan apakah yak-yak itu jatuh dari atas kendaraan. Namun sang pembuat video menegaskan bahwa mereka ditabrak oleh truk besar.

Kepada media Jimu News, petugas lalu lintas setempat menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena tiga keluarga peternak sedang memindahkan ternaknya ke padang rumput baru pada dini hari, dan saat melintasi jalan, terjadi kecelakaan.

(Courtesy of Haipeng Films)

Truk besar yang terlibat kini telah meninggalkan lokasi, dan masalah ganti rugi sedang dalam proses negosiasi oleh perusahaan asuransi. Dalam kasus kecelakaan serupa sebelumnya, umumnya dilakukan kesepakatan mengenai nilai ganti rugi per ekor yak, dan bangkai yak diserahkan kepada pemiliknya untuk ditangani sendiri.

Harga pasar satu ekor yak di wilayah tersebut saat ini sekitar 6.000 yuan atau sekitar Rp 13,2 juta. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Video: “Kenapa Alien Hanya Ada di AS?”: UFO Berbentuk Cumi-cumi Terlihat di Atas Dallas, Texas

Etindonesia. Sebuah video beredar di internet, mengklaim bahwa sebuah UFO terlihat di atas Dallas, Texas. Akun media sosial di X membagikan video tersebut, dengan keterangan, “UFO berbentuk cumi-cumi” terlihat di atas Texas.

“UFO BERBENTUK CUMI-CUMI TERLIHAT DI ATAS DALLAS, TEXAS,” DramaAlert membagikan video tersebut dengan keterangan ini.

Orang-orang mulai bertanya kepada Grok di kolom komentar: “Grok, apakah rekaman ini asli?” 

Yang lain bertanya: “Kenapa alien hanya ada di AS?”

Salah satu pengguna bercanda: “Itu hanya imp interdimensional dari Superman”. 

Yang lain mempercayainya, menulis: “Terlihat nyata”.

Seorang pengguna bahkan bertanya: “Kenapa hanya di atas AS ketika mereka terlihat?” 

Beberapa orang juga membagikan GIF lucu di kolom komentar, mengolok-olok berita tersebut karena mereka mengklaim itu adalah video yang dihasilkan oleh AI.

Bulan lalu, internet heboh setelah sebuah video yang tampak seperti “UFO mengirimkan sinar raksasa” dibagikan di media sosial. 

Beberapa orang mengklaim bahwa itu hanyalah tiang listrik yang tinggi, sementara yang lain mengatakan bahwa orang yang merekam pasti tahu jika itu tiang, karena penampakannya terjadi di dekat rumah mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, berita terkait alien dan penampakannya telah menjadi hal yang biasa di Texas, AS. Namun, beberapa klaim telah terbukti “salah” karena hanya fenomena atau awan aneh.

Pada bulan Juni, UFO lain terlihat, seperti yang diklaim oleh netizen. 

“Sebuah video yang diunggah pada tanggal 9 Juni dari Dallas, Texas, Amerika Serikat, menunjukkan sekelompok tetangga menyaksikan sesuatu yang tampak seperti UFO mengirimkan sinar raksasa, menimbulkan kekacauan dan kehebohan di sekitar kelompok itu,” menurut sebuah unggahan video yang viral.

Menurut beberapa laporan, Houston memiliki jumlah penampakan UFO terbanyak dalam sejarah Texas. Sejak tahun 1995, Houston telah mencatat sekitar 435 penampakan UFO. Selain Houston, Austin, San Antonio, Dallas dan El Paso juga telah melihat UFO.(yn)

Tragedi Tambang Tembaga di Chili: Kelima Penambang yang Terjebak Ditemukan Tewas Setelah Terowongan Runtuh

EtIndonesia. Operasi penyelamatan di Chili di tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia berakhir pada hari Minggu tanpa korban selamat. Jenazah penambang kelima yang hilang ditemukan beberapa hari setelah terowongan runtuh, kata para pejabat.

“Hari ini kami akhirnya menemukan (meninggal) pekerja terakhir yang hilang,” ujar Aquiles Cubillos, jaksa wilayah O’Higgins, Chili, kepada para wartawan.

Operasi di pusat pertambangan El Teniente telah dihentikan sejak Jumat setelah sebuah “peristiwa seismik” menyebabkan runtuhnya terowongan sehari sebelumnya, yang menjebak kelima penambang di dalamnya.

Apakah penyebab guncangan tersebut akibat gempa bumi atau pengeboran masih dalam penyelidikan.

El Teniente, yang dioperasikan oleh perusahaan pertambangan milik negara Chili, Codelco, memiliki terowongan sepanjang lebih dari 4.500 kilometer  dan merupakan deposit tembaga bawah tanah terbesar di dunia.

Tahun lalu, negara ini memproduksi 356.000 metrik ton (lebih dari 392.000 ton) tembaga—hampir tujuh persen dari total produksi tembaga di Chili.

Industri pertambangan Chili dianggap sebagai salah satu yang teraman di dunia, dengan tingkat kematian 0,02 persen pada tahun 2024, menurut Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional Chili.(yn)

Kisah Tragis Seorang Wanita yang Mengubah Penelitian Medis Setelah Sel-selnya Tanpa Disadari ‘Diambil’ oleh Dokter

EtIndonesia. Seorang wanita AS menjalani pengambilan sel-selnya oleh dokter tanpa persetujuannya, yang kemudian mengubah total penelitian medis di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 1951, seorang ibu Afrika-Amerika dengan lima anak bernama Henrietta Lacks mengunjungi Rumah Sakit Johns Hopkins dengan keluhan pendarahan vagina. Di sana, ginekolog, dr. Howard Jones menemukan tumor ganas yang besar di serviksnya.

Menurut situs web Johns Hopkins, rekam medisnya menunjukkan bahwa dia mulai menjalani perawatan radium untuk kanker serviksnya, karena ini adalah perawatan medis terbaik yang tersedia untuk membantunya.

Namun, setelah batang radiumnya dilepas, sesuatu terjadi saat dia sedang diperiksa – sel-sel serviksnya diambil tanpa izin darinya.

Situs web tersebut mengklaim: “Sampel sel kankernya yang diambil melalui biopsi dikirim ke laboratorium jaringan dr. George Gey di dekatnya.

“Selama bertahun-tahun, dr. Gey, seorang peneliti kanker dan virus terkemuka, telah mengumpulkan sel dari semua pasien—tanpa memandang ras atau status sosial ekonomi—yang datang ke Rumah Sakit Johns Hopkins dengan kanker serviks, tetapi setiap sampel dengan cepat mati di laboratorium dr. Gey.”

Namun, mereka mencatat bahwa sel-sel Lacks justru berlipat ganda setiap 20 hingga 24 jam, tidak seperti sel-sel lain yang pernah dilihat dokter tersebut.

Dari sana, mereka menyadari potensi yang dapat diberikan sel-sel Lacks kepada dunia penelitian, dan mereka menjulukinya sel HeLa.

Mereka mulai menggunakannya untuk mempelajari efek ‘toksin, obat-obatan, hormon, dan virus terhadap pertumbuhan sel kanker tanpa melakukan percobaan pada manusia’, dan sel-sel tersebut bahkan telah digunakan untuk menguji efek radiasi dan racun.

Dikatakan bahwa sel-selnya berperan penting dalam pembuatan vaksin polio, serta kemajuan dalam pengobatan HIV, kanker, dan infertilitas.

Namun sayangnya, yang membuat sel-selnya unik adalah apa yang akhirnya membunuhnya, dan sang ibu meninggal dunia pada tanggal 4 Oktober 1951, di usia 31 tahun.

Namun, keluarganya baru mengetahui apa yang terjadi padanya dan sel-selnya beberapa dekade kemudian, dan mereka telah memperjuangkan keadilan sejak saat itu.

Johns Hopkins mengungkapkan bahwa mereka telah ‘meninjau interaksi kami dengan Henrietta Lacks dan dengan keluarga Lacks selama lebih dari 50 tahun’, dan mengakui bahwa ‘bisa – dan seharusnya – berbuat lebih banyak untuk memberi informasi dan bekerja sama dengan anggota keluarga Henrietta Lacks demi menghormati mereka, privasi mereka, dan kepentingan pribadi mereka’.

Pada tahun 2023, BBC melaporkan bahwa keluarga tersebut mencapai kesepakatan dengan perusahaan bioteknologi yang menggunakan ‘sel curian’ miliknya.

Rincian kesepakatan terhadap Thermo Fisher Scientific Inc yang berbasis di Massachusetts belum dipublikasikan, tetapi kedua belah pihak dikatakan ‘senang’ dengan hasilnya.

Namun, media tersebut melaporkan bahwa pengacara hak-hak sipil Ben Crump mengklaim prosedur pengambilan selnya telah membuatnya kesakitan di akhir hayatnya.

Dia berkata: “Eksploitasi Henrietta Lacks merupakan perjuangan yang sayangnya umum dialami oleh orang kulit hitam sepanjang sejarah,” menurut gugatan yang menghasilkan kesepakatan pada hari Senin.

“Terlalu sering, sejarah eksperimen medis di Amerika Serikat adalah sejarah rasisme medis.”

Pada tahun 2021, Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan upacara untuk memperingati banyak peristiwa ilmiah terobosan yang dimungkinkan oleh sel-sel Lacks.

“Apa yang terjadi pada Henrietta itu salah,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Henrietta Lacks dieksploitasi. Dia adalah salah satu dari banyak perempuan kulit berwarna yang tubuhnya telah disalahgunakan oleh sains,” katanya.

“Dia menaruh kepercayaannya pada sistem kesehatan agar dia bisa menerima perawatan. Namun sistem tersebut mengambil sesuatu darinya tanpa sepengetahuan atau persetujuannya.”

Baru-baru ini, pihak rumah sakit berkumpul dengan anggota keluarganya untuk memotong pita di sebuah gedung yang dinamai untuk menghormatinya, yang dijuluki Gedung Henrietta Lacks, sebuah gedung multidisiplin baru di kampus Johns Hopkins East Baltimore.(yn)

Panduan Menghadapi Masa-masa Suram dalam Hidup

  

EtIndonesia. Banyak orang tidak menyukai perubahan. Mereka lebih memilih mempertahankan situasi yang sudah ada. Namun menurut psikolog Holmes dan Rahe, entah itu kejadian buruk seperti kehilangan pasangan atau sakit, atau pun hal baik seperti pernikahan atau promosi kerja—selama itu adalah perubahan, maka pasti akan menimbulkan tekanan. Bahkan, perubahan ini bisa berpengaruh pada kondisi fisik maupun mental seseorang.

Masalahnya, hidup justru selalu berubah. Maka dari itu, kita tidak bisa menghindarinya. Yang bisa kita lakukan adalah belajar menerima keadaan, bahkan mulai menyukainya. 

Berikut delapan strategi yang bisa kamu gunakan saat menghadapi masa-masa sulit:

1. Jangan Langsung Bertindak

Apa yang pertama kali kamu lakukan setelah kehilangan pekerjaan? Langsung kirim lamaran kerja? Atau malah memutuskan istirahat?

 Faktanya, saat terjadi hal tak terduga, duduk sebentar dan kelola emosimu terlebih dahulu akan jauh lebih efektif dibanding buru-buru “bergerak cepat”.

2. Jaga Rutinitas Harian

Perubahan sering kali mengacaukan rutinitas kita. Akibatnya, pikiran dan tubuh jadi kehilangan titik tumpu.

Padahal, makan dengan teratur dan menjaga kebersihan rumah seringkali jauh lebih berguna daripada mengorbankan semuanya demi mengejar perubahan yang belum jelas hasilnya.

3. Abaikan “Alarm” di Otakmu

Di otak manusia, ada bagian yang disebut “otak reptil”—bagian paling primitif yang selalu memberi sinyal “bahaya!” terhadap hal-hal baru. Di zaman modern, mekanisme ini justru sering membuat kita panik dan mudah marah.

Jadi, saat hatimu mulai berdebar dan napas sesak karena perubahan, katakan pada diri sendiri: “Ini tidak separah yang kupikirkan.”


4. Lupakan Kecerdasan dan Pengalamanmu

Ahli bahasa terkenal, Orton Becker, pernah berkata bahwa semakin merasa pintar seseorang, semakin keras kepala.

Saat menghadapi perubahan besar, coba turunkan ego, lupakan “aku sudah tahu segalanya”, dan hadapilah hidup seperti pemula. Ajukan pertanyaan yang terdengar polos, pertimbangkan hal-hal yang kelihatannya mustahil, dan dengarkan pandangan yang sebelumnya kamu anggap “nggak masuk akal.”

5. Rasakan Sejenak “Ketakutan” Itu

Banyak orang tidak tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan—karena mereka terlalu takut pada perubahan.

Padahal, cobalah hal yang selama ini kamu takuti, misalnya naik panggung dan tampil di depan umum. Setelah kamu melewati rasa takut di awal, siapa tahu kamu justru menemukan dunia baru yang sangat menyenangkan!

6. Pertanyakan Hal yang Dianggap “Biasa”

Beberapa tahun lalu, semua orang bilang: “Ambil gelar MBA, pasti gampang cari kerja.”

Sekarang? Banyak yang bilang: “MBA udah nggak ada gunanya.”

Apa artinya ini? Bahwa “kata orang” bukan patokan hidupmu. Saat harus membuat keputusan besar, jangan ikut-ikutan tren. Kadang, justru dengan melawan arus, kamu bisa menemukan strategi yang paling cocok untuk dirimu sendiri.

7. Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian

Saat memasuki fase hidup yang baru, kamu akan lama hidup berdampingan dengan rasa tidak pasti.

Itu normal. Kamu mungkin merasa gugup, takut, tidak tenang. Tapi ingat, rasa tidak nyaman bukan karena kamu salah jalan, melainkan karena kamu sedang belajar sesuatu yang baru.

8. Ucapkan Lebih Sering: “Oh ya?” atau “Benarkah?”

Perubahan mendadak dalam hidup sering membuat orang di sekitarmu merasa terganggu, terutama mereka yang diam-diam merasa hidupnya tidak begitu baik. 

Melihatmu naik pangkat atau maju, mereka bisa merasa terancam dan mulai memberi “peringatan”:

“Di tempat kerja baru nanti pasti banyak tekanan.”

 “Yakin kamu bisa cocok di lingkungan baru?”

Kalimat seperti itu seolah-olah perhatian, tapi kadang justru untuk menakut-nakutimu agar mundur.

Saat menghadapi mereka, cukup ucapkan dengan tenang: “Oh ya?” atau “Benarkah?”

Kata-kata itu akan menciptakan batas yang sehat antara kamu dan rasa pesimis dari luar.

Kesimpulan

Jika kamu bisa menenangkan diri, menjaga rutinitas, menurunkan ego, dan bersikap terbuka, maka kamu akan menemukan bahwa masa-masa sulit hanyalah bagian dari jalan panjang menuju kehidupan yang lebih baik. (jhn/yn)

Kapal yang Membawa Lebih dari 150 Migran Tenggelam di Lepas Pantai Yaman; 68 Tewas, 74 Hilang

EtIndonesia. Sebuah kapal yang membawa 154 migran Ethiopia tenggelam di lepas pantai Yaman, menewaskan 68 orang dan menyebabkan 74 lainnya hilang, menurut badan migrasi PBB. Kapal karam ini merupakan salah satu yang terbaru yang telah menewaskan ratusan orang, yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan ke negara-negara Teluk Arab. Hanya 12 orang yang selamat setelah kapal terbalik di Teluk Aden di lepas pantai Provinsi Abyan, Yaman selatan, Minggu dini hari (3/8).

Menurut kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Yaman, Abdusattor Esoev, jenazah 54 orang terdampar di distrik Khanfar, sementara 14 lainnya ditemukan tewas dan dibawa ke kamar mayat rumah sakit di Zinjibar, ibu kota provinsi tersebut. Korban yang hilang diduga telah meninggal dunia.

Meskipun terjadi konflik di negara tersebut, Yaman merupakan rute utama bagi para migran dari Afrika Timur dan Tanduk Afrika untuk bekerja di negara-negara Teluk. Mereka sering diselundupkan dengan perahu-perahu berbahaya yang penuh sesak melintasi Laut Merah atau Teluk Aden.

Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan orang tewas atau hilang dalam kecelakaan kapal di lepas pantai Yaman. Bulan lalu, setidaknya delapan orang tewas dan 22 orang hilang setelah penyelundup memaksa para migran turun dari sebuah kapal di Laut Merah, menurut badan migrasi PBB. Kapal tersebut mengangkut sekitar 150 orang ketika dihentikan oleh para penyelundup, yang membiarkan para penumpang berenang di perairan terbuka.

Pada bulan Maret, dua migran tewas dan 186 lainnya hilang setelah empat kapal tenggelam di lepas pantai Yaman dan Djibouti. Diduga salah satu kapal mengangkut setidaknya 30 orang, dan satu lagi sekitar 150 orang, yang hilang di lepas pantai Yaman. Dua kapal lainnya terbalik akibat angin kencang di lepas pantai Djibouti. Mayoritas penumpang kapal diyakini adalah migran Etiopia.

Menurut laporan IOM pada bulan Maret, lebih dari 60.000 migran tiba di Yaman pada tahun 2024, jauh lebih sedikit dibandingkan 97.200 pada tahun 2023, kemungkinan karena peningkatan patroli di perairan tersebut.(yn)

Mantan Kepala CIA Memberikan Prediksi Mengerikan Tentang Bagaimana Ketegangan dengan Putin Akan  Berakhir Seiring Trump Memindahkan Kapal Selam Nuklir

EtIndonesia. Seorang mantan kepala CIA telah memberikan pendapat ahlinya tentang bagaimana ketegangan antara Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump dapat berakhir.

Selama 35 tahun, Ralph Goff bekerja untuk CIA – menjabat sebagai kepala operasi untuk Eropa dan Eurasia selama beberapa tahun sebelum pensiun.

Kini, pria berusia 72 tahun itu telah memberikan prediksi mengerikannya tentang apa yang mungkin terjadi antara Rusia dan AS. Presiden AS berusia 79 tahun itu mengungkapkan bahwa dia memerintahkan dua kapal selam nuklir untuk ditempatkan ‘di wilayah yang tepat’ setelah seorang pejabat Rusia (Dmitry Medvedev) mengancam Amerika dengan perang.

Goff yakin Putin harus tetap waspada jika ingin tetap menjabat sebagai presiden.

“Ini mirip dengan kejahatan terorganisir mafia Italia di Amerika Serikat – di mana jika seorang pemimpin dinilai buruk untuk bisnis, maka mereka akan bekerja sama dan menghabisinya,” katanya kepada The Sun.

“Jadi, Putin harus waspada. Dia harus memperhatikan perekonomian.”

“Dia harus memperhatikan loyalitas para oligarki.”

Namun, dia mencatat bahwa Putin ‘masih populer’ di antara teman-teman kayanya, tetapi dampak perang dengan Ukraina telah berdampak pada Rusia.

“Ini adalah skala kehancuran dan kerugian yang sangat besar. Dan itu dapat merugikan siapa pun,” tambah Goff.

Dia melanjutkan: “Putin mungkin bernasib sama dengan Bashar al-Assad yang tiba-tiba jatuh tanpa peringatan.

“Saya pikir ini adalah salah satu hasil yang paling mungkin bagi Putin – sebuah ancaman yang bahkan tidak dia duga, muncul entah dari mana, dan dia pun lenyap.”

Jadi, sementara negaranya berperang di Ukraina dan ketegangan antara dirinya dan AS meningkat, Goff yakin kekhawatiran sebenarnya adalah digulingkannya pemerintahan di dalam negeri – seperti yang dialami mantan diktator Suriah Bashar al-Assad pada tahun 2024, setelah mengambil alih negara itu pada tahun 2000.

Namun, ada pula rumor yang tersebar luas tentang pria Rusia berusia 72 tahun itu, terkait kesehatannya – dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy yang mengklaim awal tahun ini bahwa musuhnya akan ‘segera mati’.

Ada banyak rumor yang menyatakan bahwa Putin jatuh sakit dan sedang berjuang melawan kanker, atau Parkinson, dan Goff berpikir ada benarnya.

“Putin adalah orang yang takut Covid, takut sakit,” jelasnya. “Kesehatan dan kesejahteraan pribadinya adalah perhatian utamanya.”

Jadi, masuk akal baginya untuk menghindari penyakit jika kesehatannya menurun… meskipun demikian, saya pikir semua orang akan melakukannya, baik mereka sehat atau tidak!(yn)