Melepas adalah Garis Bujur, Bertahan adalah Garis Lintang

EtIndonesia. “Aku rasa, suka atau tidak suka, manusia memang harus belajar melepaskan. Energi kehidupan selaras dengan alam semesta; setiap kali energi berkembang, pasti akan ada yang lama ditinggalkan dan yang baru muncul. Kalau tidak mau melepaskan, tidak akan pernah ada ruang untuk hal baru.” Itulah kutipan bernuansa filosofis yang diucapkan oleh sutradara Ning Hao saat diwawancarai menjelang rilis film terbarunya No Man’s Land. Dan memang karena berani melepaskan, Ning Hao bisa sampai di titik keberhasilannya sekarang.

Saat masih muda, Ning Hao diterima di Sekolah Film Shanxi. Waktu itu, dia yang hobi menggambar sering ditugaskan membuat poster film. Siapa sangka, saat dia menggambar sosok Andy Lau—bintang top Hong Kong—di atas kertas, dia tak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti dirinya akan benar-benar bekerja sama dengan sang superstar. Setelah lulus dari sekolah menengah kejuruan, Ning Hao melanjutkan kuliah dan belajar membuat video musik (MV). Di situlah benih impian film mulai tumbuh dalam dirinya.

Setelah lulus, dia ditempatkan di Teater Drama Provinsi Shanxi sebagai pegawai negeri. Gajinya bagus, dan kariernya punya prospek yang cerah. Namun, demi mengejar mimpi di dunia film, dia membuat keputusan besar—melepaskan pekerjaan nyaman itu, pindah ke Beijing, tinggal di ruang bawah tanah, dan mulai belajar di Akademi Film Beijing.

Dia bertekad menjadi pembuat film. Tapi tak disangka, jurusan yang menerimanya justru fotografi. Mau tak mau, dia pun terjun ke dunia fotografi dan dalam dua tahun saja sudah menjadi fotografer terkenal, dengan bayaran hingga 3.000 yuan per hari. Meski sukses, hatinya tetap terpaut pada dunia film. Setelah berpikir panjang, ia memilih kembali melepaskan—menjual seluruh perlengkapan fotografinya dan sepenuhnya fokus belajar produksi film.

Selama dua tahun berikutnya, dia membuat banyak video musik, hingga akhirnya jadi sutradara top MV di Beijing, dengan penghasilan tahunan 700–800 ribu yuan. Padahal saat itu dia masih berstatus mahasiswa di Akademi Film. Kalau mau, dia bisa terus meniti karier di jalur itu. Tapi lagi-lagi, Ning Hao memilih melepaskan—menggunakan seluruh uang hasil MV untuk membuat film.

Bagi Ning Hao, keputusan untuk terus melepaskan bukanlah tindakan sembrono. Dia menyebutnya sebagai “melangkah ke jurang demi kehidupan baru”. Dia tak pernah memberi jalan mundur bagi dirinya sendiri. Menurutnya, satu-satunya jalan yang benar adalah membuat film. Itulah hal yang tak boleh dilepaskan dan harus terus diperjuangkan. Maka, selain tahu kapan harus melepaskan, ia juga sangat tahu bagaimana cara bertahan.

Tahun 2003, menjelang kelulusannya dari Akademi Film, dia merilis film pertamanya berjudul Incense. Film ini langsung sukses besar, memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti Penghargaan Emas Unit Digital Asia di Festival Film Internasional Hong Kong ke-28, “Film Terbaik Tahun Ini 2004” versi Pusat Seni Hong Kong, hingga Film Terbaik di Festival Film Internasional Tokyo FILMeX ke-4. Di titik inilah karier perfilman Ning Hao benar-benar dimulai.

Namun, proses syuting Incense tidaklah mudah. Karena terbentur aturan investasi film nasional, rencana dana 1 juta yuan batal total. Ning Hao akhirnya menggalang dana sendiri sekitar belasan ribu yuan, dan bekerja sendirian sebagai penulis naskah, sutradara, dan kameramen. Dengan bantuan para dosen dan teman-teman, film itu akhirnya selesai. Kesuksesan ini tak lepas dari rasa percaya diri dan keteguhan hati dalam mengejar mimpi.

Tahun 2005, dia bersiap membuat film Mongolian Ping Pong. Tapi tepat sebelum syuting dimulai, sang investor menarik diri. Banyak yang menyarankan agar proyek itu dibatalkan, tapi Ning Hao bersikeras lanjut. Dia menguras seluruh tabungannya untuk memproduksi film itu. Akibatnya, lebih dari setengah kru meninggalkan proyek karena kekurangan dana. Namun Ning Hao tak menyerah. Film itu akhirnya meraih Golden Swan Award di Festival Film Anak Internasional Moskow.

Di sepanjang jalan hidupnya, masalah terbesar yang terus dihadapi Ning Hao adalah soal dana. Bahkan saat membuat film yang membuatnya terkenal, Crazy Stone , masalah pendanaan kembali terjadi. Meskipun didukung oleh skema investasi New Director Program dari Andy Lau dan terbukti menguntungkan, Ning Hao sebagai sutradara justru tak memperoleh keuntungan pribadi. Ketika produksi film terhambat karena kekurangan dana, dia bahkan menyumbangkan gajinya sendiri. Sampai-sampai, uang untuk mengisi bensin mobil pun tak tersisa. Pada titik itulah dia sempat tergoda untuk menyerah: “Apa aku harus pindah jalur karier?” Tapi dengan gigih, dia menolak menyerah, meyakini bahwa suatu hari kerja kerasnya akan berbuah manis.

Benar saja, setelah dirilis, Crazy Stone langsung meledak di pasaran. Film berbudget kecil dengan gaya humor khas Ning Hao ini sukses besar, meraih pujian penonton dan penghargaan dalam dan luar negeri. Talenta luar biasa Ning Hao pun menarik banyak investor, dan sejak saat itu ia tak pernah lagi kesulitan mencari dana untuk membuat film.

Bagi Ning Hao, jika hidup adalah sebuah kapal, maka melepaskan adalah garis bujur dan bertahan adalah garis lintang. Berani melepaskan akan membantumu mengoreksi arah, dan berani bertahan akan membantumu menembus badai. Hanya jika keduanya berjalan bersama, kapal kehidupan bisa sampai di pelabuhan kesuksesan.

Korea Selatan Menyingkirkan Pengeras Suara K-pop dari Perbatasan dalam Upaya Meredakan Ketegangan dengan Korea Utara

EtIndonesia. Militer Korea Selatan pada hari Senin (4/8), mengatakan telah mulai menyingkirkan pengeras suara di sepanjang perbatasannya dengan Korea Utara, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.

Pengeras suara tersebut sebelumnya digunakan untuk menyebarkan propaganda anti-Korea Utara di perbatasan, tetapi pemerintahan liberal baru Korea Selatan menghentikan siaran tersebut pada bulan Juni sebagai gestur damai karena berupaya membangun kembali kepercayaan dan menghidupkan kembali dialog dengan Pyongyang, yang sebagian besar telah memutus kerja sama dengan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa pemindahan pengeras suara secara fisik dari perbatasan merupakan “langkah praktis” lain yang bertujuan untuk meredakan ketegangan antara kedua Korea yang terpecah belah akibat perang dan tidak memengaruhi kesiapan militer Korea Selatan.

Lee Kyung-ho, juru bicara kementerian, tidak memberikan detail spesifik tentang bagaimana pengeras suara yang telah dilepas akan disimpan atau apakah pengeras suara tersebut dapat segera dipindahkan ke perbatasan jika ketegangan kembali memanas antara kedua Korea. Tidak ada diskusi antara militer kedua negara menjelang keputusan Korea Selatan untuk melepas pengeras suara tersebut, ujar Lee dalam sebuah pengarahan.

Korea Utara, yang sangat sensitif terhadap kritik dari luar terhadap kepemimpinan otoriternya dan penguasa generasi ketiganya, Kim Jong Un, tidak langsung berkomentar mengenai langkah Korea Selatan tersebut.

Pemerintah konservatif Korea Selatan sebelumnya melanjutkan siaran pengeras suara harian pada Juni tahun lalu setelah jeda selama bertahun-tahun sebagai balasan atas tindakan Korea Utara yang menerbangkan balon-balon berisi sampah ke arah Korea Selatan dalam kampanye perang psikologis.

Para pengeras suara tersebut melantunkan pesan-pesan propaganda dan lagu-lagu K-pop, sebuah daftar putar yang jelas dirancang untuk menyulut emosi di Pyongyang, tempat pemerintahan Kim mengintensifkan kampanye untuk menghilangkan pengaruh budaya pop dan bahasa Korea Selatan di antara penduduk dalam upaya untuk memperkuat kekuasaan dinasti keluarganya.

Kampanye perang psikologis ala Perang Dingin semakin memperparah ketegangan yang telah memanas akibat program nuklir Korea Utara yang terus berkembang dan upaya Korea Selatan untuk memperluas latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat serta kerja sama keamanan trilateral mereka dengan Jepang.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, seorang liberal yang menjabat pada bulan Juni setelah memenangkan pemilihan umum dini untuk menggantikan Yoon Suk Yeol, seorang konservatif yang digulingkan, telah berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang, yang bereaksi keras terhadap kebijakan garis keras Yoon dan menghindari dialog.

Namun Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara yang berpengaruh, menolak pendekatan yang diajukan oleh pemerintah Lee pekan lalu, dengan mengatakan bahwa “kepercayaan buta” Seoul terhadap aliansi negara itu dengan AS dan permusuhan terhadap Korea Utara membuatnya tidak berbeda dari pendahulunya yang konservatif. Komentarnya menyiratkan bahwa Korea Utara—yang sekarang disibukkan dengan perluasan kerja samanya dengan Rusia terkait perang di Ukraina—tidak merasa perlu untuk melanjutkan diplomasi dengan Seoul dan Washington dalam waktu dekat. (yn)

Jadilah Kekuatan untuk Orang Lain

Etindonesia. Jika kamu berharap ada orang yang mendukungmu, maka jadilah lebih dulu orang yang mendukung orang lain. 

Selalu ingatkan diri sendiri: “Berikan sesuatu untuk orang lain.”

Saat kita sedang terpuruk, tak bisa dipungkiri bahwa kita berharap:
 

“Semoga ada yang melindungiku,”

 “Semoga ada seseorang yang maju membelaku.”

Manusia adalah makhluk yang rapuh—selalu merindukan pengertian dan dukungan, terutama di saat merasa paling tak berdaya.

Namun kadang, kita melihat ada orang yang meski lemah dan dilanda musibah, tetap mampu menggertakkan gigi dan bangkit lagi. Aku pernah bertemu dua anak muda seperti itu.

Orang yang telah menemukan makna hidupnya, meskipun usaha mereka bangkrut, hidupnya tertimpa bencana, atau menderita penyakit ganas dan berada di ambang kematian—mereka tak kehilangan jati diri.

Begitu mereka sadar bahwa mereka bisa membantu orang lain, mereka pun menemukan alasan untuk tetap hidup dan perlahan-lahan menjadi kuat.

Berikut ini adalah kisah dua anak muda luar biasa.

Selama Masih Bisa Hadir, Maka Ada Arti

Seorang gadis muda bernama Sabrin mengubah pandangan hidupnya yang dulu hanya berharap dilindungi. Dia tinggal di Basra, Irak, dan telah bertarung melawan leukemia selama sekitar lima tahun. Organisasi tempatku menjadi perwakilan, Jaringan Medis Jepang-Irak (JIM-NET), telah lama memberikan bantuan medis untuknya. Kini, penyakitnya hampir sepenuhnya terkendali, meski dia masih khawatir suatu saat bisa kambuh kembali.

Sabrin berasal dari keluarga miskin dan hidup dalam kondisi yang sangat berat. Namun dia adalah gadis yang cerdas, cantik, dan sangat berbakat dalam menggambar.

 Hidup dalam kemiskinan membuatnya jadi pribadi yang sangat peka terhadap perasaan orang lain.

Aku pernah berbicara dengannya beberapa kali dan bertanya, apakah dia bersedia menjadi penguat semangat bagi anak-anak penderita leukemia lainnya. Aku ingin mempekerjakannya sebagai asisten di kelas rumah sakit (semacam sekolah kecil di dalam rumah sakit untuk pasien anak-anak). Selain bisa bekerja, kehadirannya di rumah sakit akan memudahkan deteksi dini jika penyakitnya kambuh.

Awalnya, dia menolak dengan ragu: “Aku tidak yakin bisa menjadi guru bagi anak-anak.”

Dia memang tak pernah menjalani pelatihan guru, bahkan pendidikan formalnya pun tidak lengkap karena kemiskinan. Tapi kami melihat hal berbeda. Bagi kami, hanya dengan hadir di ruang rawat saja, dia sudah membawa makna.

Di Irak, baik orangtua maupun anak-anak, percaya bahwa terkena leukemia berarti pasti mati. Di negara itu, sekolah rumah sakit tidak ada. Maka kami mendanai pelaksanaan kelas khusus di rumah sakit dan mempekerjakan Ibrahim, seorang mantan guru matematika.

Ibrahim pernah menderita depresi setelah istrinya meninggal karena leukemia. Saat itu dia berpikir, mungkin dengan menjadi guru di ruang rawat pasien leukemia, dia bisa menyembuhkan luka batinnya. Dan benar—kini dia mendedikasikan diri sepenuhnya untuk mendampingi anak-anak dan berhasil keluar dari depresinya.

Dia bahkan rela mempertaruhkan nyawa untuk menjemput anak-anak dari zona perang yang berbahaya, dan membawanya ke rumah sakit. Jika orangtua menolak, dia akan langsung datang untuk bernegosiasi.

Ibrahim adalah pria yang mudah menangis. Dia sering memohon sambil meneteskan air mata agar anak-anak diizinkan berobat. Dia pun bercerita tentang betapa pilunya kehilangan istri akibat kanker darah. Banyak orangtua yang semula keras hati, akhirnya luluh dan mengizinkan anak mereka dirawat.

Ketika Sabrin kembali ke rumah sakit, kali ini sebagai asisten guru, suasana ruang rawat langsung berubah. Para ibu pun mulai mengubah pandangan mereka—anak mereka mungkin bisa diselamatkan.

Anak-anak menyukai “Kak Sabrin”, menjadikannya idola. Sabrin menemukan kembali kekuatan untuk hidup dari anak-anak, dan anak-anak belajar bahwa jika mereka mau berjuang, mereka juga bisa sembuh.

Dari “Hanya 1%” Bisa Lahir Sebuah Kisah Baru

Guru baru yang masih pemula pun bisa memberi dampak. Memberi 1% untuk orang lain, lalu menerima 1% kembali dari mereka—interaksi sekecil itu bisa menghangatkan hati dan membuka cerita baru.  Sabrin muda membuat ruang rawat terasa lebih manusiawi.

Berkat upaya ini, angka kematian awal untuk pasien leukemia akut di Basra turun di bawah 4,4%.

Dulu di Irak, anak yang absen sekolah 30 hari berturut-turut otomatis gagal naik kelas. Tapi Pemerintah Irak akhirnya mengubah kebijakan tersebut. Jam belajar di sekolah rumah sakit sekarang dihitung sebagai jam sekolah resmi, dan masa cuti sakit anak penderita kanker diperpanjang menjadi dua bulan. Akibatnya, semua anak yang belajar di sekolah rumah sakit bisa naik kelas.

Kami lalu menjalankan proyek besar yang belum pernah terjadi sebelumnya: membawa 120 orang, termasuk pasien kanker dan staf rumah sakit, pergi piknik bersama!

Semua ini terjadi karena satu hal: semua orang mulai belajar memberi sedikit perhatian pada orang lain. Cukup 1% saja.

Para ibu yang dulu hanya peduli pada anaknya sendiri, kini ikut merawat anak-anak lain. Budaya gotong royong ala Jepang mulai melunakkan hati orang-orang Arab. Keajaiban pun terjadi. Kualitas perawatan medis ikut meningkat.

Sepuluh tahun lalu, tingkat harapan hidup lima tahun bagi anak penderita leukemia di Irak hanya sekitar 30%. Tapi berkat dukungan sepuluh tahun penuh dari JIM-NET, kini angkanya meningkat hingga 60%. Sebuah pencapaian luar biasa.

Dengan anggaran sekitar 150 juta yen per tahun, kami terus mengirim obat-obatan dan alat medis ke Irak. Para guru yang dulu sempat ingin melarikan diri karena ancaman terorisme, kini tetap bertahan di Irak demi membantu anak-anak.

Sedikit tangan yang terulur akan membuat tangan lain ikut bergerak—menggapai mereka yang dalam kondisi lebih sulit. Sedikit bantuan bisa menciptakan reaksi berantai penuh kehangatan.

Kami mengenal Sabrin di Basra. Selama lima tahun, dia menjalani operasi dan radiasi dalam kondisi sangat berat. Namun kanker akhirnya menyerang kedua matanya, dan dia kehilangan penglihatan. 

Di saat-saat terakhir hidupnya, dia berkata:

“Aku akan meninggal, tapi aku bahagia. Karena miskin, aku tak bisa sekolah. Tapi setelah terkena kanker, aku tinggal di rumah sakit anak di Basra. Di sana aku bertemu dr. Kamata dan Pak Ibrahim. Itu pertama kalinya aku diajari belajar. Dan akhirnya aku sadar, betapa menyenangkannya belajar. 

Pak Ibrahim juga mengajariku menggambar, dan aku pun jatuh cinta pada seni. Gambar-gambarku dikirim ke Jepang, dicetak di kaleng cokelat. Orang Jepang yang baik hati membelinya, dan hasilnya dipakai untuk membeli obat untuk anak-anak yang sakit. Meski aku akan mati, aku senang bisa membantu anak-anak lain di Irak.  Terima kasih banyak.”

Di usia 15 tahun, meski tubuhnya direnggut penyakit, Sabrin tetap tersenyum dan berkata bahwa dia bahagia bisa membantu anak-anak lain.

Siapa pun, hanya dengan sedikit perubahan dalam hati, bisa mulai memberi untuk orang lain. Dan ketika kita mulai memberi, hidup ini akan terasa lebih ringan. Hanya dengan berpikir bahwa kita bisa membantu orang lain, kita bahkan bisa mengalahkan rasa takut terhadap kematian.

Dari seorang gadis kecil penderita kanker darah, Sabrin tumbuh menjadi guru muda yang kuat, lembut, dan penuh kasih.

Melalui perannya sebagai pembimbing anak-anak penderita leukemia, dia menemukan arti hidup, menjadi gadis yang luar biasa tangguh.

Aku pun berpikir: Jika setiap orang punya hati yang hangat dan penuh empati, maka suatu hari kelak, tempat ini pun bisa berubah menjadi negeri tanpa teror.

Di dunia yang semakin kacau ini,  kita justru lebih membutuhkan orang-orang yang bersedia meletakkan ego, dan hidup dengan prinsip memberi 1% untuk orang lain. Ibrahim dan Sabrin adalah dua contoh nyata: mereka tak menunggu bantuan, tapi memilih menjadi pemberi bantuan.

Di negeri penuh peperangan ini, aku belajar satu pelajaran berharga: Manusia mampu hidup untuk orang lain, dan ternyata memberi itu jauh lebih mudah dari yang kita kira. (jhn/yn)

Hujan Deras Landa Banyak Provinsi di Tiongkok, Waduk Taihu Meluap, Kota Suzhou Terendam Banjir 

Pada 1 Agustus, hujan deras mengguyur banyak provinsi di Tiongkok. Ketinggian air Danau Taihu (Taihu) melampaui batas siaga dan mulai dilakukan pelepasan air, menyebabkan kawasan kota Suzhou terendam banjir. Selain itu, Datong di Provinsi Shanxi dan Shantou di Provinsi Guangdong juga mengalami bencana banjir akibat hujan lebat.

EtIndonesia. Dipengaruhi oleh hujan deras yang dibawa oleh topan “Zhu Jie Cao” (竹節草), pada 2 Agustus pukul 04.25, permukaan air Danau Taihu naik menjadi 3,80 meter, mencapai batas siaga. Menurut data pemantauan dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jiangsu, hingga pukul 07.00, ketinggian air Danau Taihu mencapai 3,81 meter, melampaui batas siaga sebesar 0,01 meter. 

Otoritas pengairan telah memulai pelepasan air di wilayah aliran Danau Taihu sejak 28 Juli, dengan total pembuangan mencapai 830 juta meter kubik air melalui pintu air sepanjang pesisir dan Sungai Yangtze.

Pelepasan air dari Danau Taihu menyebabkan banjir di Suzhou, Provinsi Jiangsu. Dalam sebuah video terlihat bahwa pada 1 Agustus malam, kawasan perkotaan Distrik Wujiang, Suzhou, terendam banjir. Seluruh kota tampak seperti lautan, kendaraan dan pejalan kaki berjalan di tengah genangan air yang telah mencapai setinggi lutut. Distrik Wujiang berada dalam wilayah aliran Danau Taihu.

Hingga 2 Agustus pagi, sebagian wilayah perkotaan Suzhou masih mengalami genangan di sejumlah jalan.

Datong, di Distrik Pingcheng, Provinsi Shanxi juga mengalami bencana banjir akibat hujan deras. Dalam video yang beredar terlihat bahwa pada 1 Agustus malam, hujan deras tiba-tiba mengguyur Datong, dan jalan-jalan di Distrik Pingcheng terendam banjir seperti lautan, kendaraan terendam dan tidak bisa bergerak.

Pada hari yang sama, hujan deras mengguyur Shantou, Guangdong, menyebabkan banyak ruas jalan di kota tersebut tergenang. Di beberapa wilayah, kedalaman air mencapai 20 cm, bahkan ada yang sampai setinggi paha, membuat warga tidak dapat beraktivitas. Sepeda motor dan skuter listrik terpaksa mencari jalan memutar.

Seorang warganet yang mengendarai skuter listrik sambil merekam video mengatakan bahwa Jalan Huanghe di Shantou sangat tergenang: “Wah, airnya sebanyak ini, sangat mengerikan, ini seperti naik perahu!”

Dalam video terlihat seluruh kota seperti lautan, air hampir mencapai tempat duduk skuter listrik, banyak kendaraan mogok dan berhenti di tengah jalan akibat terendam.

Pada 1 Agustus, kota Kunming di Provinsi Yunnan juga mengalami cuaca ekstrem. Seorang warga merekam video yang menunjukkan hujan deras disertai hujan es mengguyur Distrik Panlong pada pukul 18.30 sore.

Shanghai juga telah dilanda hujan deras selama beberapa hari berturut-turut. Kawasan Bund (tepi sungai) di Shanghai terendam, kota tampak seperti “laut”, banyak stasiun kereta bawah tanah tergenang air, dan jalanan berubah menjadi lautan.

Badan Meteorologi Pusat Tiongkok pada 1 Agustus mengeluarkan peringatan hujan deras tingkat kuning. Diperkirakan dari 1 Agustus pukul 14.00 hingga 2 Agustus pukul 14.00, wilayah selatan dan timur Anhui, sebagian besar wilayah Jiangsu, bagian selatan dan pesisir timur Shandong, serta barat laut Zhejiang akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Pada 2 Agustus, wilayah timur laut Mongolia Dalam, bagian barat dan selatan Heilongjiang, utara Jilin, utara Hebei, tenggara Fujian, timur Guangxi, serta bagian tengah, utara dan pesisir tenggara Guangdong diperkirakan akan mengalami hujan sangat lebat.

Badan Meteorologi Kota Beijing juga mengeluarkan peringatan hujan deras tingkat biru pada 2 Agustus: Diperkirakan dari pukul 18.00 pada 2 Agustus hingga pukul 05.00 pada 3 Agustus, sebagian wilayah seperti Huairou, Miyun, Pinggu, Shunyi, Fangshan, Mentougou, Changping, dan Yanqing akan mengalami intensitas hujan lebih dari 30 mm per jam. Wilayah pegunungan dan lereng bukit diperkirakan berisiko mengalami bencana sekunder seperti banjir bandang, longsor, dan guguran batu. (Hui/asr)

oleh Luo Tingting /: Wen Hui

Mercure Surabaya Grand Mirama & Harsha Shala Hadirkan Yoga di Tengah Kota

0

Surabaya – Dalam dunia yang bergerak begitu cepat dan penuh tekanan, menemukan momen untuk dapat kembali terhubung dan rileks dengan diri sendiri menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi kemewahan. Menjawab akan kebutuhan tersebut, Mercure Surabaya Grand Mirama bersama Harsha Shala menghadirkan sebuah ruang yang menenangkan melalui acara yoga bertema Journey to Standing Split. Diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, acara ini mengajak peserta untuk melambat dan rileks sejenak dan menjalani proses perjalanan menuju keseimbangan tubuh dan pikiran di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.                                                                            

Acara ini mengajak para peserta untuk menyelami perjalanan menuju pose Standing Split, yang melambangkan kekuatan, kelenturan, dan kesadaran penuh akan tubuh dan pikiran. Dipandu oleh Ledys selaku instruktur profesional, peserta diajak untuk rehat sejenak melalui latihan yang menggabungkan teknik pernapasan, peregangan, dan pelatihan fokus.

Nisa dari Harsha Shala menjelaskan, “Yoga membuat diri menjadi lebih rileks karena terkadang kita terlalu tenggelam dalam kesibukan. Yoga memberikan momen untuk kembali ke diri sendiri. Standing Split merupakan pose yoga yang mirip dengan split, tetapi dengan posisi berdiri yang memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan fleksibilitas, hamstring, membantu keseimbangan, hingga menguatkan otot kaki dan core. Tempat outdoor dan terdapat angin sejuk membuat suasana latihan menjadi lebih nyaman dan tenang, seperti di Mercure Surabaya Grand Mirama.”

Selain sesi yoga, terdapat sesi pemeriksaan gigi gratis oleh tim profesional dari Satu Dental. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai produk gratis dari Azwary, Deorex, dan Watch Me Bare It serta berkesempatan untuk mendapatkan goodie bag dari Wardah dan produk ekslusif dari POME.

“Kami percaya bahwa wellness bukan hanya tentang tubuh yang sehat, tetapi juga tentang jiwa yang tenang dan hidup yang seimbang. Lewat acara ini, kami ingin menciptakan ruang bagi masyarakat untuk rileks sejenak dan menemukan versi terbaik dari diri mereka,”— ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama.

Acara Journey to Standing Split bukan sekedar sesi yoga, acara ini merupakan ajakan untuk merawat dan menyelaraskan tubuh serta pikiran para peserta. Melalui kolaborasi ini, Mercure Surabaya Grand Mirama dan Harsha Shala berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih seimbang dan sehat.

Pasar Malam “One Deck Night Market”, Dari Artotel TS Suites Surabaya Untuk UMKM 

0

Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan sekaligus mendukung geliat pelaku usaha lokal, ARTOTEL TS Suites Surabaya menghadirkan One Deck Night Market, sebuah pasar malam kolaboratif yang menggandeng lebih dari 20 tenant UMKM Surabaya. Acara ini berlangsung di area outdoor One Deck Gastropub dan dibuka untuk umum setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, selama bulan Agustus hingga 31 Agustus 2025.

One Deck Night Market menghadirkan suasana pasar malam kekinian yang meriah dan penuh warna, dengan deretan tenant UMKM pilihan yang menawarkan beragam produk mulai dari makanan, minuman, cemilan, hingga barang non-kuliner seperti thrifting, aksesoris, perlengkapan hobi, tanaman hias, ikan hias, dan masih banyak lagi. Konsep ini tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga tempat bertemunya kreativitas, komunitas, dan budaya dalam satu ruang publik yang terbuka.

Tak hanya menjadi destinasi kuliner dan belanja, One Deck Night Market juga diramaikan oleh beragam hiburan setiap malam, mulai dari penampilan musisi lokal, live band, hingga DJ performance. Acara ini juga diisi dengan aktivitas kreatif dari berbagai komunitas Surabaya, yang turut memberikan warna serta ruang ekspresi bagi kreativitas dan kegiatan positif, menciptakan suasana yang dinamis dan penuh semangat kebersamaan.

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, Regional General Manager ARTOTEL Group East Java, menyampaikan, “Melalui One Deck Night Market, kami ingin menciptakan wadah yang menyatukan elemen hiburan, ekonomi kreatif, serta dukungan nyata terhadap UMKM lokal. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat kolaborasi ARTOTEL TS Suites Surabaya dalam mengangkat potensi komunitas dan budaya Surabaya dalam balutan suasana yang santai dan modern.”

One Deck Night Market terbuka untuk masyarakat umum tanpa biaya masuk dan menjadi salah satu highlight program kemerdekaan ARTOTEL TS Suites Surabaya selama Agustus 2025. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang inspirasi, hiburan, sekaligus destinasi baru untuk menikmati sore hingga malam hari di kota Surabaya.

Trump Konfirmasikan Kunjungan Utusan Khusus Steve Witkoff ke Rusia Menjelang Batas Waktu Sanksi

EtIndonesia. Presiden Donald Trump, Minggu (3/8), mengonfirmasi bahwa utusan khususnya, Steve Witkoff, akan mengunjungi Rusia minggu depan, menjelang batas waktu sanksi AS yang semakin dekat dan meningkatnya ketegangan dengan Moskow.

Berbicara kepada wartawan, Trump juga mengatakan bahwa dua kapal selam nuklir yang dia kerahkan menyusul perselisihan daring dengan mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev kini berada “di kawasan tersebut.”

Trump belum menjelaskan apakah yang dia maksud adalah kapal selam bertenaga nuklir atau bersenjata nuklir. Dia juga tidak merinci lokasi penempatan yang tepat, yang dirahasiakan oleh militer AS.

Ketegangan terkait nuklir ini terjadi di tengah tenggat waktu yang ditetapkan Trump pada akhir minggu depan bagi Rusia untuk mengambil langkah-langkah guna mengakhiri perang Ukraina atau menghadapi sanksi baru yang belum ditentukan.

Pemimpin Partai Republik tersebut mengatakan Witkoff akan berkunjung: “Saya rasa minggu depan, Rabu atau Kamis.”

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah bertemu Witkoff beberapa kali di Moskow, sebelum upaya Trump untuk memperbaiki hubungan dengan Kremlin terhenti total.

Ketika wartawan bertanya apa pesan Witkoff kepada Moskow, dan apakah ada yang bisa dilakukan Rusia untuk menghindari sanksi, Trump menjawab: “Ya, capailah kesepakatan di mana orang-orang berhenti terbunuh.”

Trump sebelumnya mengancam bahwa langkah-langkah baru tersebut dapat berarti “tarif sekunder” yang menargetkan mitra dagang Rusia yang tersisa, seperti Tiongkok dan India. Hal ini akan semakin menekan Rusia, tetapi berisiko menimbulkan gangguan internasional yang signifikan.

Terlepas dari tekanan dari Washington, serangan gencar Rusia terhadap tetangganya yang pro-Barat terus berlanjut.

Putin, yang secara konsisten menolak seruan gencatan senjata, mengatakan pada hari Jumat (1/8) bahwa dia menginginkan perdamaian tetapi tuntutannya untuk mengakhiri invasi yang telah berlangsung hampir tiga setengah tahun “tidak berubah.”

“Kita membutuhkan perdamaian yang langgeng dan stabil di atas fondasi yang kokoh yang akan memuaskan Rusia dan Ukraina, dan akan menjamin keamanan kedua negara,” kata Putin kepada wartawan.

Namun, dia menambahkan bahwa “persyaratan (dari pihak Rusia) tentu saja tetap sama.”

Rusia telah sering mendesak Ukraina untuk secara efektif menyerahkan kendali atas empat wilayah yang diklaim Moskow telah dianeksasi, sebuah tuntutan yang disebut Kyiv tidak dapat diterima.

Putin juga meminta Ukraina untuk membatalkan ambisinya untuk bergabung dengan NATO.

Ukraina pada hari Minggu mengeluarkan serangan pesawat tak berawak yang memicu kebakaran di sebuah depot minyak di Sochi, kota tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014.

Kyiv mengatakan akan mengintensifkan serangan udara terhadap Rusia sebagai tanggapan atas peningkatan serangan Rusia di wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir, yang telah menewaskan puluhan warga sipil.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy juga mengatakan pada hari Minggu bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan pertukaran tahanan yang akan memulangkan 1.200 tentara Ukraina, menyusul perundingan dengan Rusia di Istanbul pada bulan Juli.

Trump memulai masa jabatan keduanya dengan prediksi optimisnya sendiri bahwa perang di Ukraina — yang berkecamuk sejak Rusia menginvasi negara tetangganya pada Februari 2022 — akan segera berakhir.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump semakin menyuarakan rasa frustrasinya terhadap Putin atas serangan Moskow yang tak henti-hentinya.(yn)

Tinjauan Ekonomi Sepekan: Seni Bernegosiasi Trump

Hingga hari ini, pola baru perdagangan global pasca-perang tarif Trump mulai terbentuk. Pertanyaannya: apakah pola ini akan bisa bertahan? Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah dan belum memberikan sinyal pemangkasan pada  September; Amerika Serikat dan Korea Selatan mencapai kesepakatan dagang; dan nilai pasar Microsoft melampaui 4 triliun dolar AS.

Dong Fang

Dalam dua minggu terakhir, Trump telah menyepakati beberapa perjanjian dagang. Garis besar perang tarif Trump kini sudah terlihat jelas. Mitra dagang utama dan sekutu-sekutu AS telah membuat banyak konsesi terhadap tuntutan pemerintah Trump — tanpa memperoleh konsesi serupa dari pihak AS.

Konsesi terbaik yang bisa diberikan Trump hanyalah tarif timbal balik sebesar 10%, itu pun hanya untuk “kerabat dekat” seperti Inggris. Level kedua, yaitu tarif 15%, diberikan kepada sekutu seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan — dan mereka pun masih harus membeli produk AS atau melakukan investasi besar. Level ketiga adalah untuk negara-negara sahabat seperti Vietnam dan Indonesia. 

Di bawahnya lagi, terdapat tarif yang lebih tinggi: India dikenai 25%, Brasil 50% — yang bertujuan untuk memberi tekanan. Mengenai Tiongkok, posisi tarifnya belum ditentukan, tetapi jelas tidak termasuk dalam tiga level teratas tersebut.

Apabila kesepakatan tarif ini tidak dibatalkan oleh Kongres atau pengadilan AS, dan tidak dinyatakan inkonstitusional, maka tidak diragukan lagi — ini akan menjadi pencapaian terbesar Trump dan warisan politiknya yang paling signifikan, dengan dampak mendalam terhadap tatanan ekonomi global.

Melihat ke belakang, strategi Trump yang tampak kacau tapi efektif ternyata berhasil. Ia mengubah tatanan yang dianggap tidak adil oleh pemerintahannya melalui tekanan ekstrem — meminta harga setinggi langit, lalu menurunkannya sedikit untuk menciptakan kesan kompromi. 

Tarif impor rata-rata AS yang dulunya hanya sekitar 2%, kini berhasil dinaikkan menjadi minimum 10%. Dan para mitra dagang bahkan merasa lega karena tidak dikenai tarif yang lebih parah.

Strategi Trump yang menyerupai banteng masuk ke toko porselen ini sangat berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya. Umumnya, presiden AS memisahkan urusan pertahanan dan perdagangan: pertahanan ya pertahanan, perdagangan ya perdagangan. 

Menurut Trump, ini adalah kesalahan besar. Ia percaya bahwa payung perlindungan militer AS adalah aset yang sangat berharga — mengapa tidak digunakan sebagai alat tawar-menawar? Jika AS melindungi keamanan sekutunya, maka sekutu harus membayar kompensasi — dalam bentuk tarif rendah dari AS dan akses pasar seluas-luasnya bagi produk Amerika.

Trump meyakini bahwa sekutu-sekutu AS sangat bergantung pada Amerika baik dalam aspek keamanan maupun strategi ekonomi. Bahkan bila menandatangani kesepakatan tarif yang tidak seimbang pun, ketergantungan itu tidak akan berubah. Misalnya, ketika Trump menyatakan ingin menguasai Greenland, Denmark tetap tidak keluar dari NATO. 

Jepang pun tidak akan berpaling ke Tiongkok hanya karena dikenai tarif baru. Trump juga percaya bahwa organisasi global seperti WTO hanyalah simbol semata — tidak seefektif perjanjian dagang bilateral langsung antara AS dan negara lain, yang lebih menguntungkan bagi kepentingan AS. Sejauh ini, kenyataannya memang begitu.

Tentu saja, semua ini memiliki sisi negatif. Pertama, meskipun Trump telah berhasil membuka akses pasar negara-negara sekutu, belum tentu produk AS bisa masuk secara luas. Itu tergantung apakah industri manufaktur dalam negeri AS mampu bersaing. Biaya tenaga kerja yang tinggi mungkin akan membuat harga produk AS kurang kompetitif. Reindustrialisasi AS masih dalam tahap pengamatan. Kedua, Trump sering berubah-ubah. Ia bisa saja membatalkan perjanjian sewaktu-waktu — seperti yang ia lakukan terhadap perjanjian NAFTA di masa jabatan pertamanya. 

Pemerintah asing, walau kini menandatangani kesepakatan tidak setara, tetap memegang harapan bahwa masa jabatan Trump hanya empat tahun dan presiden berikutnya mungkin tidak akan melanjutkan kebijakannya. Ketiga, Trump menggunakan Emergency Powers Act untuk menerapkan perang tarif ini — kebijakan yang kini menghadapi tantangan konstitusional. Jika tarif menyebabkan inflasi, dukungan rakyat AS pun bisa goyah.

Apakah fondasi dari perang tarif Trump cukup kuat? Apakah pasar modal akan mengalihkan arah investasinya karena perubahan insentif ini? Semua masih belum jelas.

Namun semua kekhawatiran itu adalah urusan masa depan. Jika dilihat dari sudut pandang saat ini, strategi kombinasi antara keamanan dan perdagangan ala Trump masih bisa dijadikan pelajaran. 

Selama bertahun-tahun, presiden-presiden AS sebelumnya terus membujuk sekutu agar berbagi tanggung jawab dan membuka pasar mereka lebih lebar untuk produk AS — tanpa hasil. 

Kini, Trump hadir dengan pendekatan agresif: menghancurkan aturan lama dan mengocok ulang seluruh permainan. Bahkan ia yang memutuskan siapa yang boleh ikut bermain. Gaya negosiasi yang keras dan berbasis kekuatan ini, dalam zaman yang penuh risiko dan ketidakpastian seperti sekarang, memiliki nilai penting sebagai penunjuk arah.

Apakah Trump akan memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi? Belum tentu. Tapi kalau penerusnya tidak meniru strateginya, maka risikonya akan besar. (hui/asr)

SpaceX Tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional, Astronaut Akan Tinggal Selama 244 Hari

Pada Sabtu (2 Agustus), misi komersial berawak ke-11 (Crew-11) yang dijalankan bersama oleh NASA dan SpaceX berhasil mengantarkan empat astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Yang berbeda kali ini, para astronaut kemungkinan akan tinggal di luar angkasa untuk waktu yang lebih lama.

EtIndonesia. Pada 1 Agustus pukul 11:43 waktu setempat di Pantai Timur AS, kapsul Dragon milik SpaceX yang menjalankan misi Crew-11 berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida. Setelah beberapa jam penerbangan, pada  Sabtu dini hari kapsul ini berhasil merapat ke Stasiun Luar Angkasa.

Misi Crew-11 terdiri dari empat astronaut, yakni dua astronaut dari AS: Zena Cardman dan Michael Fincke, seorang kosmonaut Rusia Oleg Platonov, serta astronaut Jepang Kimiya Yui.

Berbeda dengan rotasi astronaut sebelumnya, misi kali ini akan menjadi yang pertama mencoba masa tinggal selama delapan bulan. NASA menyatakan bahwa biasanya misi rotasi luar angkasa berlangsung sekitar enam bulan, dan perpanjangan kali ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dengan misi luar angkasa Rusia di masa depan.

Dalam beberapa bulan ke depan, NASA akan terus mengevaluasi kondisi kapsul Dragon yang sedang terhubung dengan ISS serta kinerja sistem secara keseluruhan, untuk akhirnya menentukan apakah misi ini akan dijalankan penuh selama delapan bulan.

Zena Cardman, astronaut NASA yang untuk pertama kalinya pergi ke luar angkasa, mengatakan setelah tiba di stasiun luar angkasa:  “Ini benar-benar perjalanan seumur hidup. Kami sangat bersyukur bisa berada di sini. Terima kasih atas sambutan hangatnya. Melihat stasiun luar angkasa muncul di depan mata untuk pertama kalinya, sungguh luar biasa indah, terlebih lagi bisa mengalami ini bersama astronaut-astronaut luar biasa lainnya.” (Hui/asr)

oleh reporter magang NTD, Tian Xin dan Tian Yuan

Hidup Itu Berharga Karena Ditempa

EtIndonesia. Di Amerika, ada seorang pemuda yang hidupnya penuh pelajaran berharga. Dia seorang mahasiswa, dan setiap kali akhir pekan atau libur kuliah tiba, dia harus bekerja di pabrik milik ayahnya. Uang hasil kerjanya digunakan untuk membayar kembali biaya kuliah dan kebutuhan hidup yang sebelumnya ditanggung oleh orangtuanya.

Di pabrik itu, dia diperlakukan sama seperti pekerja lain. Dia harus antre untuk absen masuk dan pulang kerja. Setiap akhir bulan, gajinya dihitung berdasarkan skor kualitas kerja dan penyelesaian tugas yang dinilai oleh bagian produksi. Pernah suatu kali, dia terlambat dua menit karena bus umum datang terlambat—dan akibatnya, setengah dari bonus bulanannya langsung dipotong.

Setelah melewati masa kuliah yang berat, dia akhirnya lulus dan berpikir waktunya telah tiba untuk mengambil alih perusahaan sang ayah. Namun kenyataannya jauh dari harapan. Bukan hanya tak diberi kesempatan memimpin perusahaan, ayahnya malah semakin keras padanya. Dia tak mengerti kenapa. Ayahnya adalah direktur utama sebuah perusahaan, keluarganya pun hidup berkecukupan, bahkan sering menyumbang ke panti sosial. Tapi kepada dirinya, sang ayah begitu pelit, bahkan untuk uang saku saja dia harus memintanya secara rutin.

Akhirnya, karena tak tahan lagi, dia memutuskan keluar dari rumah. Dia bahkan mulai meragukan status dirinya—jangan-jangan dia bukan anak kandung, pikirnya. Kalau tidak, mengapa sang ayah memperlakukannya sekeras itu? Dia merasa, daripada terus bergantung, lebih baik mencari jalan hidup sendiri di luar.

Dia mencoba meminjam uang dari bank untuk memulai usaha, tapi karena tidak memiliki penjamin—dan ayahnya pun menolak menjadi penjamin—dia tak bisa mendapat pinjaman. Akhirnya, satu-satunya pilihan adalah kembali bekerja untuk orang lain. Namun karena sulitnya menjalin hubungan dan politik internal perusahaan, dia pun akhirnya tersingkir.

Dengan uang yang sedikit tersisa dari kerja lepas, dia membuka toko kecil. Usahanya cukup laris, hingga dia membuka usaha yang lebih besar. Perusahaannya tumbuh perlahan, hingga menjadi perusahaan menengah. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Karena kurang cakap dalam manajemen, usahanya bangkrut total. Dia merasa hancur dan bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidup. Tapi dalam keputusasaan itu, dia merenung. Dia berpikir kembali tentang sikap dingin ayahnya, tentang semua kegagalan dan kesalahan dalam hidupnya. Dia menarik pelajaran dari semuanya—dan bukannya menyerah, dia memilih bangkit kembali, menegakkan kepala dan memulai dari awal.

Pada saat itulah, sang ayah muncul. Dia membuka tangannya lebar-lebar dan memeluknya dengan erat. Lalu, ayahnya berkata bahwa kini saatnya dia memimpin perusahaan keluarga.

Dia terkejut dan bertanya: “Ayah, sekarang aku tak punya apa-apa, bahkan aku adalah orang yang gagal. Kenapa baru sekarang Ayah mempercayakan perusahaan ini padaku?”

Sang ayah menjawab: “Anakku, meski kamu tetap tak punya uang seperti dulu, tapi kini kamu punya sesuatu yang jauh lebih berharga—pengalaman hidup. Pengalaman ini adalah proses pembentukan dirimu yang sejati. Kalau dulu aku langsung menyerahkan perusahaan padamu, besar kemungkinan kamu akan gagal mengelolanya dan akhirnya kehilangan segalanya. Tapi sekarang, karena telah melalui jatuh bangun, kamu akan jauh lebih menghargainya. Kamu akan tahu bagaimana menjalankan dan mengembangkan perusahaan ini lebih baik. Ingat, dalam hidup ini, tanpa tempaan dan ujian, seseorang tidak akan bisa menjadi hebat.”

Ternyata sang ayah tidak salah. Pemuda itu kemudian membesarkan perusahaan yang tadinya kecil menjadi raksasa bisnis yang dikenal di seluruh dunia. Dia adalah Warren Buffett, Presiden Direktur Berkshire Hathaway, dan dikenal sebagai “Dewa Saham” Amerika. Hartanya hanya kalah dari Bill Gates.

Berkat didikan keras sang ayah, Warren Buffett tumbuh menjadi pribadi yang hemat dan bijak. Jasnya usang, mobilnya pun bukan keluaran terbaru, bahkan rumah yang dia tinggali pun sangat sederhana. Meski begitu, kekayaannya telah mencapai lebih dari 35 miliar dolar AS, dengan tingkat utang hampir nol—menjadikannya salah satu orang terkaya dan paling sukses di dunia.

Dari kisah Warren Buffett, kita belajar satu hal penting: ujian dan penderitaan dalam hidup adalah sebuah proses pembentukan diri yang tak ternilai. Memang, bukan berarti tanpa penderitaan seseorang tak bisa sukses, tapi justru lewat tempaan dan kesulitan itulah seseorang akan memiliki pengalaman, ketekunan, dan rasa syukur yang mendalam—yang semuanya akan menjadi fondasi kuat dalam menjalani hidup dan membangun masa depan.(jhn/yn)

Semua yang Kita Ketahui Tentang ‘Upacara Inisiasi’ Sunat Massal Setelah Menewaskan 39 Anak Laki-laki

EtIndonesia. Setidaknya 39 anak laki-laki telah meninggal dunia pada tahun 2025 setelah mengikuti Ulwaluko tradisional Afrika Selatan, sebuah ‘upacara inisiasi’ massal yang bertujuan untuk menanamkan ‘nilai-nilai moral dan sosial yang baik’.

Inisiasi laki-laki adalah praktik budaya di Afrika Selatan yang menjadikan anak laki-laki dewasa melalui sunat, menurut Pemerintah Afrika Selatan.

Dipahami bahwa ritual ini sebagian besar umum di antara dua komunitas etnis terbesar di negara itu, Xhosa dan Ndebele.

Secara tradisional, anak laki-laki menghadiri ‘sekolah’ inisiasi di daerah terpencil di pegunungan, dengan Departemen Kesehatan Eastern Cape mencatat bahwa sekitar 20.000 orang menghadiri setiap sesi rahasia.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa, selain menyelesaikan transisi dari ‘masa kanak-kanak’ ke ‘masa dewasa’ melalui sunat, para peserta sekolah sering mengalami penyerangan, dehidrasi, dan kelaparan.

Meskipun banyak sekolah dianggap sah, sekolah-sekolah lain dijalankan sebagai cara bagi ‘para pencari keuntungan’ untuk mendapatkan uang dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan sunat, kata Kepala Suku Jongumhlaba Hlangu, seorang pemimpin adat di Nqgeleni.

Setelah musim sunat tahun 2025, setidaknya 39 anak laki-laki dilaporkan meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami mutilasi.

Statistik ini muncul setelah 94 anak laki-laki meninggal dunia pada tahun 2024, sehingga jumlah total kematian menjadi 361 selama lima tahun terakhir, menurut para pejabat.

Mengapa anak laki-laki menjalani ritual sunat?

Inisiasi laki-laki secara tradisional mempersiapkan para pemuda untuk menjadi pria yang bertanggung jawab di masyarakat, menurut Pemerintah Afrika Selatan.

Sebuah studi yang diterbitkan di Sage Journals menambahkan bahwa ‘ritual ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang baik’.

Meskipun dianggap sebagai pilihan, mereka yang tidak memilih untuk mengikuti ritual ini seringkali dikucilkan oleh teman-teman sebayanya, dengan beberapa orang mengaku pernah diintimidasi dan dipukuli di masa lalu.

Apa kata para pejabat tentang upacara inisiasi sunat?

Ketua Provinsi Eastern Cape, Athol Trollip, dari ActionSA, sebuah partai politik Afrika Selatan, awalnya mengkritik sekolah-sekolah ilegal ini pada tahun 2023.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar kematian terjadi karena sekolah inisiasi ilegal yang dijalankan oleh individu-individu oportunis, tidak berpengalaman, tidak berkualifikasi, dan tidak diawasi yang bertanggung jawab atas sunat itu sendiri, perawatan pasca-prosedur, dan pengawasan orang tua/keluarga secara keseluruhan,” ujarnya.

“ActionSA mendesak pemerintah Eastern Cape untuk melakukan segala yang diperlukan untuk menghentikan hilangnya nyawa yang tidak perlu selama musim inisiasi. Pemerintah harus mempertimbangkan kembali bagaimana sekolah inisiasi didaftarkan dan diawasi.”

Menteri Urusan Adat Pemerintah Eastern Cape, Mlibo Qoboshiyane, mengatakan: “Hanya ketika kita berbicara secara terbuka tentang bagaimana praktik ini dieksploitasi, kita dapat berharap untuk mencegah kematian ini.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah ingin bekerja sama dengan masyarakat untuk memberantas dokter bedah ilegal, alih-alih mengganggu tradisi.

Sunat laki-laki ditawarkan oleh institusi medis Afrika Selatan

Sebelumnya, para ahli kesehatan telah menyaksikan ‘kasus mengerikan penis membusuk, septikemia, dan pengebirian yang tidak disengaja’ setelah ritual sunat.

Dikatakan bahwa yang lain meninggal karena dehidrasi dan hipotermia, dan bahwa HIV telah menyebar karena pisau yang sama telah ‘digunakan pada sekelompok besar anak laki-laki’.

Karena risiko yang ditimbulkan oleh sekolah-sekolah awal dan masalah kesehatan sebelumnya, banyak fasilitas publik dan swasta menawarkan sunat laki-laki medis.

Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan (NDoH) juga telah mendukung Sunat Laki-laki Medis (MMC) sebagai strategi pencegahan HIV bagi laki-laki di Afrika Selatan.

Namun, BBC melaporkan bahwa banyak yang menganggap alternatif rumah sakit sebagai ‘westernisasi dari kebiasaan mereka’. (yn)

Di Dalam Hati Setiap Orang, Ada Sebuah Taman Eden

EtIndonesia. Konon ada seorang konglomerat yang pergi berburu di Afrika. Setelah berburu selama tiga hari tiga malam, dia berhasil menangkap seekor serigala. Saat pemandu hendak menguliti hewan itu, sang konglomerat tiba-tiba mencegahnya dan bertanya:
“Menurutmu, apakah serigala ini masih bisa diselamatkan?”

Pemandu mengangguk. Tanpa ragu, sang konglomerat membuka perangkat komunikasinya dan memanggil helikopter dari kamp untuk segera terbang. Dia ingin menyelamatkan hidup serigala itu.

Helikopter membawa serigala yang terluka parah itu, terbang ke sebuah rumah sakit hewan sejauh 500 kilometer. Sang konglomerat sendiri duduk di padang rumput, termenung. Ini bukan pertama kalinya dia berburu di wilayah itu, tapi belum pernah sebelumnya dia merasa begitu tersentuh.

Dulu, dia pernah memburu berbagai hewan—zebra, anak sapi, kijang, bahkan singa. Semua itu dijadikan santapan mewah di perkemahan. Namun, kali ini berbeda. Entah kenapa, kepada serigala itu, dia tiba-tiba timbul keinginan: “Biarkan dia tetap hidup.”

Jalan yang Dipilih Serigala

Saat berburu, serigala itu terjebak di persimpangan berbentuk huruf “T”. Di depan ada pemandu yang membawa senapan, sementara di belakang adalah dirinya. Serigala itu terjepit di tengah. Padahal, dia bisa saja lari ke jalur cabang dan mungkin lolos. Tapi anehnya, dia tidak memilih jalur yang terlihat aman itu. Justru dia menerjang ke arah senapan, berusaha menembus jalan utama.

Sang konglomerat heran: “Mengapa serigala itu tidak memilih jalur cabang? Apakah senapan lebih aman daripada jalan yang tampaknya bebas?”

Pemandu pun menjelaskan: “Serigala Etosha adalah hewan yang sangat cerdas. Mereka tahu, jika berhasil menerobos jalan utama, mereka masih punya harapan hidup. Tapi jalan cabang yang tampak aman itu sebenarnya berisi jebakan. Itu pelajaran yang mereka pelajari dari pertarungan panjang dengan para pemburu.”

Sang konglomerat terkejut. Serigala itu akhirnya berhasil diselamatkan dan kini hidup damai di Taman Konservasi Etosha di Namibia, semua biaya hidupnya ditanggung sang konglomerat. Karena serigala itu memberinya satu pelajaran berharga:

Dalam dunia yang penuh persaingan ini, jebakan seringkali menyamar sebagai kesempatan, dan kesempatan sejati kadang tampak seperti ancaman.

Di Mana Taman Eden dalam Hati Kita?

Kita hidup di dunia yang nyata, dunia yang keras dan penuh tekanan. Tapi itu bukan berarti tak ada keindahan.

Mengapa kita tidak mengisi hati kita dengan perasaan yang baik?

Aku sendiri tidak ingin menjadi “pemburu” atau “serigala” dalam kehidupan ini. Aku hanya ingin menghadapi setiap pilihan hidup dengan tenang dan tulus.

Karena kehidupan bisa sangat kejam, maka kita semua membutuhkan tempat untuk berlindung—sebuah Taman Eden dalam hati kita.

Sebuah Kisah Tentang Taman Eden di Dalam Hati

Izinkan aku bercerita tentang Taman Eden versi diriku sendiri.

Pada suatu hari Minggu yang cerah, seorang pemuda bersama teman-temannya mengunjungi seorang ilmuwan senior. Di rumah sang ilmuwan, yang paling menarik perhatian adalah sebuah kandang kecil berisi seekor tikus putih betina. Tubuhnya lemah, wajahnya pucat, matanya penuh kesedihan. Di sampingnya, beberapa bayi tikus menyusu padanya dengan rakus.

Sang ilmuwan berkata : “Tikus ini baru saja menjalani operasi pengangkatan tumor besar. Aku khawatir dia tak akan bertahan lama. Padahal, masa menyusui bayi tikus hanya 21 hari. Aku tak tahu apakah dia bisa bertahan sampai saat itu.”

Sebelum mereka pulang, sang ilmuwan berkata: “Jika kalian suka, datanglah lagi kapan-kapan.”

Dalam perjalanan pulang, mereka semua merasa cemas akan nasib tikus itu. Namun karena kesibukan pekerjaan yang segera menanti, mereka pun menepis kekhawatiran itu untuk sementara.

Beberapa waktu berlalu. Sang pemuda berhasil mencapai kemajuan besar dalam pekerjaannya. 

Suatu hari, seorang temannya berkata dengan nada misterius: “Ayo kita lihat si tikus.”

Sesampainya di rumah ilmuwan, mereka mendengar kabar: Tikus putih itu mati dengan tenang pada pagi hari ke-22.

 Artinya, dia bertahan satu hari lebih lama dari masa menyusui, dan bayi-bayinya selamat.

Teman-temannya bersorak bahagia. Tapi sang pemuda justru terduduk di sudut ruangan, menangis haru.

Inilah Taman Eden di dalam hatinya.

Sebuah Taman yang Menyentuh Jiwa

Penulis Romain Rolland pernah berkata:  “Cinta seorang ibu adalah nyala api yang luar biasa.”

Aku percaya, keyakinan sang tikuslah yang membuatnya mampu bertahan sampai akhir.Taman Eden dalam hatiku bukan hanya tempat yang indah, tapi juga tempat yang bisa menggetarkan hati dan menginspirasi jiwa. Tempat yang penuh kasih, pengorbanan, dan makna kemanusiaan.

Aku berharap, di dunia kita hari ini, masih ada sebuah Taman Eden di hati setiap orang— tempat yang bisa menyentuh kedalaman jiwa kita, dan mengajarkan kita untuk tidak hanya hidup, tapi juga menghidupi yang lain. (jhn/yn)

Bos, Bisakah Anda Mengundang Ayah Saya Makan?  

EtIndonesia. Setelah lulus kuliah, aku bekerja di sebuah perusahaan ekspor-impor di Suzhou, ditempatkan di bagian administrasi. Tugasku sehari-hari adalah pekerjaan remeh seperti mengetik, menggandakan dokumen, dan merapikan arsip. Aku berusaha bekerja sebaik mungkin, berharap bisa benar-benar menapak di kota ini.

Karena aku pendiam dan tidak suka tampil, sehari penuh di kantor kadang hanya membuatku berkata beberapa patah kata saja. Rekan-rekanku bersikap ramah, tapi tetap menjaga jarak satu sama lain.

Suatu hari, ayah menelepon dan mengatakan ingin datang berkunjung dan tinggal beberapa hari. Aku tahu, itu hanya alasan. Ayah sebenarnya hanya ingin melihat sendiri bagaimana keadaanku: tinggal di mana, seperti apa tempat kerjaku, apakah aku punya teman.

Ibuku sudah lama tiada. Ayah membesarkanku seorang diri. Kenangan masa kecilku selalu tentang aku yang duduk di palang sepeda Phoenix miliknya, menemaninya berkeliling dari satu jalan ke jalan lain menjual tahu.

Di kota ini, aku tidak punya teman. Bagaimana aku bisa membuat ayah merasa tenang? Setelah berpikir lama, aku memutuskan untuk meminta bantuan bosku.

Sepanjang hari itu, aku diam-diam mengamati gerak-geriknya. Aku yakin dia tak mengenaliku. Lalu bagaimana aku harus mulai berbicara? Akankah dia menyetujui permintaan yang terdengar konyol ini? Aku sangat gugup, dan baru saat jam kantor hampir berakhir aku memberanikan diri mengetuk pintu kantornya.

Itu adalah pertama kalinya, setelah bekerja lebih dari setengah tahun, aku masuk ke ruangannya.

Begitu aku masuk, dia tampak agak bingung dan bertanya: “Kamu dari bagian mana?”

Aku sangat malu, dengan gugup dan terbata aku memperkenalkan diri. Melihat wajahku yang memerah, dia tersenyum dan berkata: “Tenang saja, sampaikan pelan-pelan.”

Aku terdiam sejenak, lalu berkata : “Saya ingin meminta satu hal: bisakah Anda mengundang ayah saya makan malam, atau setidaknya ada perwakilan dari perusahaan yang bersedia melakukannya, dengan nama perusahaan?”

Aku memberanikan diri menceritakan hubunganku dengan ayah—betapa dia khawatir aku akan menderita hidup di luar kampung halaman, padahal aku baik-baik saja, pekerjaan stabil, atasan dan rekan kerja juga baik… Karena gugup, mukaku semakin merah. 

Takut dia menolak, aku buru-buru menambahkan: “Tentu saja, untuk biayanya… saya yang akan tanggung sendiri.”

Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, Bos menjawab: “Jumat malam kita makan bersama, bagaimana?”

Aku tertegun sejenak, lalu dengan sangat bersemangat berkata  “Bisa, bisa sekali! Hari apa pun saya siap.”

Dia tersenyum: “Kalau begitu, kamu ambil beberapa hari cuti. Ajak ayahmu jalan-jalan keliling kota. Nanti saya suruh sopir antar-jemput kalian, pakai mobil kantor saja.”

Aku buru-buru menolak: “Tidak usah, sungguh tidak perlu… Terima kasih banyak.”

Karena bingung harus berkata apa lagi, aku hanya bisa menunduk dan memberi hormat dengan membungkuk dalam.

Hari Jumat sore sebelum pulang kerja, sopir perusahaan datang mencariku. Dia menemaniku ke stasiun untuk menjemput ayah dan langsung mengantarnya ke hotel. Ketika menyebutkan nama hotel, aku terkejut—itu adalah salah satu hotel paling mewah di kota ini. Aku bahkan belum pernah masuk ke dalamnya.

Malam itu, kami menikmati makan malam yang bukan hanya mewah, tapi juga sangat hangat. Hidangan lezat disajikan, bosku membawa minuman terbaik, dan para manajer perusahaan turut hadir. Banyak dari mereka sebenarnya tak mengenalku. Biasanya, kami hanya saling angguk di lorong. Tapi malam itu, mereka semua bersikap sangat akrab—memuji tulisanku di laporan, menyebut bahwa aku selalu datang paling pagi ke kantor. Kami semua berbincang, tertawa, dan menemani ayahku minum hingga dia merasa puas.

Selama dua hari berikutnya, sopir perusahaan datang menjemput kami setiap pagi di depan rumah kontrakanku, membawa kami berkeliling menyusuri kota yang indah ini.

Dua hari kemudian, ayah berkata bahwa dia sudah membeli tiket pulang. Dia mengaku, awalnya dia memang sangat khawatir dan berniat tinggal lebih lama. Tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa aku hidup dengan baik, hatinya tenang, dan dia merasa sudah bisa pulang dengan lega.

Setelah ayah pergi, aku bersiap menemui bos untuk mengucapkan terima kasih. Tapi belum sempat aku mencarinya, bos lebih dulu mengadakan rapat umum perusahaan.

Di tengah rapat, dia menyebut namaku. Dia mengawali dengan permintaan maaf karena selama ini kurang mengenal aku dan para karyawan lain yang “diam-diam” seperti aku.
Lalu dia berkata: “Saya ingin berterima kasih atas permintaan sederhana yang diajukan oleh karyawan kita ini. Karena dari situ saya sadar, bahwa perusahaan bukan hanya tempat mencari uang. Perusahaan harus menjadi sebuah keluarga. Di samping kerja keras, persaingan, dan keuntungan—yang juga penting adalah rasa peduli, saling memahami, dan kehangatan.”

Sambil berkata begitu, bosku berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada semua karyawan.

Di tengah tepuk tangan yang panjang dan tak kunjung berhenti, aku menangis. Karena begitu hangatnya perasaan yang menyelimuti hari itu.

Sejak saat itu, aku berubah. Aku jadi lebih bersemangat, lebih terbuka, lebih aktif. Atmosfer di perusahaan pun berubah. Tak lagi kaku dan formal seperti dulu. Hubungan antarkaryawan menjadi hangat dan saling peduli, seperti keluarga.

Tahun 2009, saat krisis finansial melanda dunia, banyak perusahaan ekspor-impor bangkrut atau merugi besar. Tapi perusahaan kami tidak hanya bertahan, malah mencetak keuntungan kecil.

Tiga tahun setelah makan malam itu, aku yang dulu hanyalah staf administrasi biasa, kini telah menjadi manajer pemasaran perusahaan.

Aku selalu menyimpan kenangan ini dalam hati. Dan setiap kali ada karyawan baru masuk, aku selalu menceritakan kisah ini.

Aku hidup dengan prinsip:  “Kekuatan kasih sayang dan perhatian tulus, selalu mengalahkan segalanya.”

Sampai hari ini, semua orang di perusahaan sepakat: Itu adalah pelajaran terbaik dalam hidup mereka. (jhn/yn)

Bersyukurlah pada Orang yang Mengubah Hidupmu

EtIndonesia. Saat baru memasuki dunia hiburan, Andy Lau hanya mendapat peran-peran kecil. Meski dia terus berusaha keras dan memberikan yang terbaik dalam setiap aktingnya, dia tetaplah orang yang tak dikenal. Dalam hatinya, dia sangat berharap suatu hari ada sutradara yang “melihatnya”, memberinya kesempatan untuk memerankan tokoh utama. Harapan itu bagaikan burung kecil yang baru belajar terbang—ingin terbang tinggi, namun selalu jatuh kembali.

Sampai akhirnya, saat syuting serial TV “ Till We Meet Again “, sutradara tertarik pada Andy dan mempercayakan peran utama bernama A Long kepadanya. Andy sangat menghargai kesempatan langka ini. Dia bekerja lebih keras dari siapa pun. Namun setelah tayang, serial ini sepi respons, dan tidak banyak orang yang mengingat wajah tampannya. Dia pun kembali ke peran-peran figuran.

Di malam-malam sepi, Andy sering duduk termenung menatap tembok, bertanya pada dirinya sendiri:
“Mungkinkah aku memang bukan orang yang cocok di dunia ini?”
“Apakah aku ditakdirkan hanya menjadi orang biasa yang tak dikenal?”

Namun, Andy Lau tidak menyerah. Dia tetap bertekad berjalan di jalur perfilman. Dalam setiap proyek film berikutnya, peran sekecil apa pun dia terima dengan sepenuh hati—dan dia selalu memainkan peran itu sebaik mungkin.

Sampai Suatu Hari, Kesempatan Besar Itu Datang

Sutradara kenamaan Ann Hui datang mencarinya dan bertanya : “Apakah kamu bersedia jadi pemeran utama di film Boat People ?”

Andy langsung mengangguk mantap. Tapi dalam hatinya, dia merasa heran—kenapa sutradara sekelas Ann Hui bisa memilih dirinya?

Ann Hui lalu menjawab: “Ada seseorang yang merekomendasikanmu pada saya. Katanya, ‘Ada anak muda dari TVB yang cukup bagus. Kalau saya tidak bisa ambil peran itu, kamu bisa pilih dia.’”

Andy penasaran. Siapa orang itu?

Ann Hui menjawab: “Chow Yun-fat.”

Andy terkejut. Chow Yun-fat bahkan tidak mengenalnya secara pribadi. Mengapa aktor besar itu bisa menyarankan namanya?

Akhirnya, Andy memberanikan diri menemui Chow Yun-fat dan menanyakan langsung. Chow tak mengenal Andy secara pribadi, tapi dia pernah melihat aktingnya di film. Meski hanya peran kecil, Chow terkesan dengan semangat Andy.

Mereka lalu makan siang bersama. Dalam obrolan yang hangat, Chow menjelaskan bahwa peran utama di film itu sangat penting dan rumit, tapi dia sendiri tak bisa mengambilnya karena kesibukan pribadi.

Lalu Chow Yun-fat berkata dengan tulus : “Sekarang kamu belum terkenal, tak banyak yang tahu kamu. Tapi justru karena itu kamu harus berjuang. Berikan yang terbaik. Aku yakin kamu pasti bisa berhasil.”

Andy Tak Ingin Gagal Lagi

Kali ini, Andy benar-benar tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Dia mendalami karakter film itu berkali-kali, belajar gaya akting para bintang besar—terutama Chow Yun-fat

Dalam hatinya, Andy bersumpah:  “Film ini harus sukses. Tidak boleh gagal!”

Dan benar saja—film Boat People meraih sukses besar di Hong Kong. Saat dirilis, film ini mencetak rekor box office lebih dari 15 juta dolar Hong Kong. Film ini juga menyabet penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Sinematografi Terbaik, serta Pendatang Baru Paling Menjanjikan di ajang Hong Kong Film Awards ke-2.

Andy Lau pun tak bisa menahan kegembiraannya. Dia terus berkata : “Aku berhasil! Aku akhirnya berhasil!”

Sejak itu, karier Andy Lau benar-benar melejit. Dia meraih banyak penghargaan dan menjadi sosok legendaris di dunia perfilman Hong Kong—ikon abadi yang tak lekang oleh waktu.

Terus Mengingat Orang yang Memberi Jalan

Setiap kali mengenang masa-masa sebelum dia terkenal, Andy Lau selalu menyebut nama Chow Yun-fat.

 “Dia adalah orang yang mengubah seluruh hidupku,”ujarnya.

Dan bukan hanya pada Chow, Andy juga selalu menjaga rasa terima kasihnya kepada siapa pun yang pernah membantunya. Dia menjalani hidup dengan hati yang bersyukur, rendah hati, dan penuh rasa terima kasih.

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, tak ada satu pun orang yang melaluinya tanpa rintangan.
Dan saat kamu berhasil, jangan hanya bangga pada usaha dan kerja kerasmu. Ingat juga, bahwa ada seseorang di awal perjalanan yang memberimu kesempatan pertama, yang membukakan pintu, yang percaya padamu sebelum dunia melirikmu.

Dialah orang yang diam-diam mengubah seluruh hidupmu. Dan untuk orang seperti itu—kita patut bersyukur seumur hidup. (jhn/yn)