Akses Layanan Pelanggan Smartfren Kini Lebih Fleksibel, Pelanggan Terhubung Melalui Beragam Saluran Dukungan

0

 Jakarta, melalui brand Smartfren senantiasa berkomitmen menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang selalu dekat dengan pelanggan, kembali hadir menyediakan beragam saluran bantuan yang mudah diakses oleh seluruh pelanggan, guna memastikan setiap keluhan dan pertanyaan dapat terjawab dengan cepat dan efisien. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Smartfren untuk memahami setiap kebutuhan pelanggan.

Head Customer Success XLSMART, Rochelle Camasosa mengatakan “Kami senantiasa berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang selalu dekat dengan pelanggan, dimana layanan yang responsif dan mudah dijangkau sangat penting bagi pelanggan. Dengan menghadirkan beragam saluran bantuan yang mudah diakses oleh pelanggan, kami ingin memastikan setiap keluhan dan pertanyaan pelanggan mengenai produk, layanan hingga keluhan teknis dapat terjawab dengan cepat akurat dan efisien. Inisiatif ini adalah wujud nyata dari upaya kami untuk memahami setiap kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi terbaik.”

Smartfren memahami pentingnya layanan pelanggan yang responsif dan mudah dijangkau, sehingga Smartfren terus melakukan inovasi dan memperluas saluran komunikasi agar setiap pelanggan dapat menghubungi saluran layanan terkait produk, layanan hingga keluhan teknis yang dialami kepada Tim Smartfren Care melalui platform yang dianggap paling nyaman.

Saat ini Smartfren menawarkan berbagai opsi bagi pelanggan untuk mendapatkan bantuan ataupun menyampaikan keluhan dengan memilih metode atau saluran yang paling sesuai dengan preferensi masing-masing:

Call Center Smartfren

Untuk bantuan langsung, pelanggan dapat menghubungi call center Smartfren melalui:

888 (dari nomor Smartfren)

08811223344 & 021-50100000 (dari nomor lain)

Live Chat dengan Sarah (Website & Aplikasi MySmartfren):

Sarah, asisten virtual Smartfren CAre yang Responsive, Active dan Helpful siap membantu melalui layanan Live Chat yang terintegrasi:

Melalui Website smartfren.com:

Kunjungi smartfren.com.

Klik ikon “Sarah” di pojok kanan bawah layar.

Isi nama dan nomor telepon, lalu Anda akan segera terhubung dengan Sarah.

Sampaikan pertanyaan atau keluhan Anda, dan Sarah akan segera merespons dan memberikan Solusi atau meneruskannya ke tim Smartfren Care jika membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

Melalui Aplikasi MySmartfren:

Unduh aplikasi MySmartfren di Play Store atau App Store.

Buka aplikasi dan masuk ke menu “More” di bagian kanan bawah.

Klik “Live Chat”.

Anda akan segera terhubung dengan Sarah untuk menyampaikan pertanyaan atau keluhan Anda. Sarah akan segera merespons dan memberikan Solusi atau meneruskannya ke tim Smartfren Care jika membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

Kanal WhatsApp Official Smartfren Care:

Pelanggan juga dapat terhubung dengan Sarah melalui WhatsApp:

Klik s.id/hubungi-Smartfren atau chat ke 0888 1212 888.

Anda akan terhubung dengan WhatsApp Official Smartfren Care, dan Sarah akan siap membantu Anda.

 Pesan Langsung (DM) di Media Sosial Smartfren Care:

Untuk dukungan melalui media sosial, kirimkan Pesan Langsung (DM) ke akun resmi Smartfren Care:

X (Twitter): @smartfrencare atau kunjungi https://x.com/smartfrencare

Instagram: @smartfrencare atau kunjungi https://www.instagram.com/smartfrencare/

Facebook: smartfren atau kunjungi https://www.facebook.com/smartfren/

Galeri Smartfren Terdekat:

Bagi pelanggan yang memilih interaksi tatap muka, dapat mengunjungi Galeri Smartfren terdekat untuk mendapatkan bantuan langsung dari tim profesional. Kunjungi https://www.smartfren.com/connect-with-us/support/galeri/ untuk cek Galeri Smartfren tedekat dari lokasi Anda.

Dengan adanya berbagai pilihan ini, Smartfren memastikan setiap pelanggan dapat terhubung dengan mudah dan mendapatkan solusi terbaik untuk setiap kebutuhan layanan maupun produk.

“140 Penerbangan Dibatalkan, 130 Dialihkan”: Bandara-bandara Rusia Ditutup 10 Kali dalam 24 Jam Akibat Serangan Pesawat Nirawak Ukraina yang Memecahkan Rekor

ETIndonesia. Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak skala besar ke Rusia selama akhir pekan, yang memaksa bandara-bandara besar di Moskow ditutup sementara.

Otoritas penerbangan Rusia mengonfirmasi bahwa lebih dari 140 penerbangan dibatalkan, dan lebih dari 130 penerbangan harus dialihkan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa lebih dari 230 pesawat nirawak telah dicegat sejak Sabtu pagi, termasuk 27 di atas ibu kota. Wilayah Kaluga, barat daya Moskow, juga terdampak, dengan 45 pesawat nirawak jatuh, yang memaksa Bandara Internasional Kaluga ditutup sementara.

Asosiasi Operator Tur Rusia mengatakan bandara-bandara di Moskow ditutup sepuluh kali dalam 24 jam akibat serangan pesawat nirawak Ukraina yang berulang. Pada hari Minggu, operasional bandara telah kembali normal.

Kematian warga sipil dilaporkan akibat serangan Rusia di Ukraina

Sementara Ukraina menargetkan infrastruktur Rusia dengan pesawat nirawak, Rusia melakukan serangan udara di seluruh Ukraina, menewaskan sedikitnya tiga orang, kata pejabat regional. Dua orang tewas di Donetsk, dan seorang perempuan berusia 78 tahun tewas di Sumy setelah bangunan tempat tinggal terbakar.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh 18 dari 57 pesawat nirawak Rusia dalam semalam. Tujuh pesawat nirawak lainnya kehilangan sinyal radar setelah diganggu. Serangan juga dilaporkan di Kharkiv, Dnipropetrovsk, dan Zaporizhzhia.

Putin mengisyaratkan kesiapan untuk perdamaian, tetapi mengatakan tujuan diutamakan

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Presiden Vladimir Putin masih terbuka untuk perundingan damai dengan Ukraina tetapi bersikeras bahwa tujuan Rusia harus dipenuhi.

“Presiden Putin telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membawa penyelesaian Ukraina ke penyelesaian damai sesegera mungkin. Ini adalah proses yang panjang, membutuhkan upaya, dan tidak mudah,” kata Peskov.

Zelenskyy menyerukan perundingan langsung dengan Putin

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy telah mengusulkan putaran perundingan baru untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti bulan lalu.

Dia kembali menyatakan kesediaannya untuk bertemu langsung dengan Putin, dengan mengatakan: “Pertemuan di tingkat kepemimpinan diperlukan untuk benar-benar memastikan perdamaian.”

Upaya-upaya negosiasi perdamaian sebelumnya gagal mencapai gencatan senjata, tetapi justru menghasilkan pertukaran tahanan.

Trump mendukung Ukraina, memperingatkan Rusia dengan tarif

Ukraina menerima dukungan dari Presiden AS Donald Trump, yang mengumumkan bahwa “senjata-senjata terbaik” akan dikirim ke Ukraina melalui sekutu-sekutu NATO. Dia juga memperingatkan Rusia bahwa mereka memiliki waktu 50 hari untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi tarif yang berat.

Berbicara kepada BBC, Trump mengatakan dia “kecewa” terhadap Putin tetapi “belum selesai.”

Menanggapi Trump, Peskov mengatakan pada hari Minggu: “Semua orang sudah terbiasa dengan retorikanya yang agak keras dan lugas. Pada saat yang sama, dia menegaskan kembali niatnya untuk terus melakukan segala yang mungkin untuk memfasilitasi penyelesaian damai.” (yn)

Bank Indonesia Jatim Perkuat Inovasi Pembayaran Digital Hingga Manca Negara 

Surabaya, 18 Juli 2025 – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur terus mendorong inovasi sistem pembayaran digital untuk memperluas akses keuangan, khususnya bagi UMKM dan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Himawan Kusprianto, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, dalam acara Capacity Building & Media Gathering di Malang. 

Fokus Utama: QRIS dan BI-FAST 

1. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) 

   – Dominasi UMKM: 93% merchant QRIS adalah pelaku UMKM (data Maret 2025). 

   – Inovasi Terbaru: QRIS TAP (integrasi teknologi NFC) untuk transaksi contactless yang lebih cepat dan aman. 

   – Implementasi di Transportasi: Sudah digunakan di moda transportasi seperti TransJakarta, Damri, dan Teman Bus di berbagai kota. 

2. BI-FAST 

   – Fitur Unggulan: Layanan transfer real-time 24/7, termasuk bulk transfer (pengiriman massal hingga 500 penerima sekaligus) dan direct debit (pembayaran tagihan otomatis). 

   – Harga Terjangkau: Biaya mulai Rp16/transaksi untuk bank peserta. 

Dukungan untuk Cross-Border Payment 

BI Jatim juga menyoroti perluasan QRIS antarnegara dalam kerangka Regional Payment Connectivity (RPC), terutama dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Transaksi lintas batas ini menunjukkan tren positif sejak 2023. 

Tantangan dan Solusi 

– Fragmentasi Industri: BI mengimbau kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mitigasi risiko. 

– Literasi Digital: Sosialisasi berkelanjutan kepada merchant dan masyarakat, termasuk pelatihan penggunaan QRIS TAP. 

Kata Himawan Kusprianto Deputi Direktur DKSP (Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran), “Inovasi ini bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga mendorong inklusi keuangan, terutama bagi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi.” 

– QRIS TAP: Sudah diimplementasikan di 500+ merchant. 

-BI-FAST: 128 peserta (124 bank dan 4 non-bank). 

– Target 2030: Akselerasi ekonomi digital melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). 

Ratusan Seniman Shen Yun Berpartisipasi dalam Pawai di New York, Peringatkan Meluasnya Penindasan yang Diluncurkan Partai Komunis Tiongkok di Amerika

“Shen Yun sedang menunjukkan kepada dunia seperti apa Tiongkok sebelum komunisme,” ujar Emcee Shen Yun, Leeshai Lemish

EtIndonesia. NEW YORK CITY — Shen Yun Performing Arts, sebuah kelompok seni pertunjukan yang telah lama dianggap sebagai duri dalam daging rezim partai komunis Tiongkok, bergabung bersama ribuan praktisi Falun Gong pada 20 Juli dalam pawai di kawasan Pecinan Manhattan untuk mengecam penganiayaan Beijing terhadap keyakinan spiritual dan memperingatkan rakyat Amerika mengenai jangkauan rezim yang semakin meluas di wilayah Amerika Serikat.

Setelah bertahun-tahun mengekspresikan keyakinan mereka melalui tarian, para performer Shen Yun yang berbicara kepada The Epoch Times mengatakan bahwa penindasan luas oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) kini secara langsung mengancam mereka—di Amerika Serikat.

Angelia Wang, seorang penari utama Shen Yun, mengatakan bahwa ikut serta dalam pawai pada hari Minggu itu merupakan “cara lain untuk menggunakan suaraku… dan menjalankan kebebasan beragamaku.”

Menurut Wang dan seniman lainnya, saat ini PKT tengah menargetkan Shen Yun, yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong, tetapi keesokan harinya mungkin akan menjadi kelompok lain yang menjadi sasaran.

Penari utama Shen Yun Performing Arts, Angelia Wang, ikut serta dalam sebuah parade untuk menyerukan penghentian penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Benny Zhang/The Epoch Times

“Kami telah menyaksikan peningkatan sistematis dalam serangan terhadap praktisi Falun Gong di tanah Amerika, termasuk [yang menargetkan] Shen Yun,” ujar Piotr Huang, penari utama Shen Yun. “Dulu kami pikir penganiayaan itu hanya terjadi di Tiongkok. Sekarang, kami bisa merasakannya di depan pintu rumah kami sendiri.”

Dua puluh enam tahun lalu, PKT meluncurkan kampanye penganiayaan sistematis terhadap Falun Gong—sebuah disiplin spiritual damai yang mengajarkan prinsip Sejati, Baik, Sabar (Zhen-Shan-Ren).

Pada 20 Juli 1999 dini hari, para praktisi Falun Gong ditangkap secara massal, menandai dimulainya kampanye yang telah menyebabkan tak terhitung jumlahnya tahanan hati nurani disiksa, dicuci otaknya, bahkan dibunuh untuk diambil organnya. PKT berupaya membalikkan opini masyarakat Tiongkok terhadap Falun Gong, dan dalam tahun-tahun berikutnya, para praktisi di seluruh dunia mulai angkat suara.

Pada tahun 2006, para praktisi Falun Gong mendirikan perusahaan tari klasik Tiongkok Shen Yun di New York dengan misi menghidupkan kembali 5.000 tahun peradaban Tiongkok—yaitu Tiongkok sebelum komunisme—melalui seni pertunjukan. Sejak itu, perusahaan ini berkembang menjadi delapan rombongan yang melakukan tur secara simultan ke berbagai penjuru dunia, dengan total penonton langsung sekitar satu juta orang setiap tahun.

Pada tahun 2007, PKT mengirim sekitar 60 kelompok seni pertunjukan ke luar negeri dalam upaya menenggelamkan pesan Shen Yun—sebuah upaya yang gagal dan sangat mahal.

Sejak saat itu, rezim mengubah strategi; informasi dari pelapor internal baru-baru ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, pemimpin Partai Xi Jinping merancang rencana untuk mempengaruhi pemerintah, pengadilan, dan media AS guna membentuk opini publik dan membalikkan persepsi masyarakat Amerika terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Rencana tersebut telah terwujud dalam beberapa tahun terakhir, dengan para seniman Shen Yun menjadi sasaran spionase yang didukung PKT, litigasi jahat (lawfare), propaganda, dan sekitar 100 ancaman kekerasan selama setahun terakhir.

Marching band Tianguo ikut serta dalam parade yang menyerukan penghentian penganiayaan selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap praktik spiritual, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Larry Dye/The Epoch Times

Penyebab obsesinya rezim terhadap Shen Yun, menurut Leeshai Lemish, pembawa acara Shen Yun, adalah ketakutan.

“Shen Yun menunjukkan kepada dunia seperti apa Tiongkok sebelum komunisme, seperti apa Tiongkok di bawah komunisme, dan seperti apa Tiongkok bisa menjadi tanpa komunisme,” ujarnya kepada The Epoch Times.

 “Hal ini merupakan ancaman terhadap legitimasi [rezim komunis],” imbuhnya.


Untuk Menghentikan Penderitaan

Tanggal 20 Juli memiliki makna mendalam bagi para performer Shen Yun.

Penari Shen Yun Performing Arts, Sun Hung-wei, ikut serta dalam sebuah parade untuk menyerukan penghentian penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Benny Zhang/The Epoch Times

Lemish mengatakan bahwa survei internal perusahaan menunjukkan bahwa 92 performer telah secara langsung terdampak oleh penganiayaan tersebut.

Salah satunya adalah Sun Hung-wei, seorang penari yang saat itu baru berusia 6 tahun ketika polisi menggerebek rumah keluarganya di Tiongkok. Ayahnya memasukkan Sun dan kakaknya ke dalam kamar kecil dan menyuruh mereka untuk tidak keluar. Saat kedua anak itu menangis, polisi membawa ibu mereka. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena berlatih Falun Gong.

Sun mengatakan bahwa saat itu pikirannya menjadi kosong. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah ibunya dibebaskan, pihak berwenang terus menekannya agar menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa ia akan meninggalkan keyakinannya. Petugas bahkan mengancam akan menghentikan pendidikan Sun jika ibunya tidak menandatangani. Tak punya pilihan lain, keluarga Sun mengirimnya ke Taiwan demi keselamatan, dan akhirnya ia bisa tiba di Amerika Serikat.

Bagi Sun, tanggal 20 Juli adalah hari untuk meningkatkan kesadaran guna menghentikan penderitaan keluarga-keluarga lain seperti miliknya di Tiongkok, serta untuk mengenang mereka yang telah kehilangan nyawa, ujarnya.

Ethan Guo, penari utama Shen Yun lainnya, kehilangan kakeknya ketika ia berusia satu tahun akibat penganiayaan.

Setiap tahun menjelang 20 Juli di Tiongkok, bahkan langit pun terasa muram, kata Guo kepada The Epoch Times. “Rasanya seperti ada suasana menyeramkan.”

Penari Shen Yun Performing Arts, Ethan Guo, ikut serta dalam aksi unjuk rasa untuk menuntut penghentian penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Benny Zhang/The Epoch Times

Di Tanah Amerika

Angela Lin tumbuh dengan menonton pertunjukan Shen Yun dan bergabung dengan perusahaan tari tersebut dengan harapan dapat menerangi dunia akan penganiayaan yang dilakukan PKT terhadap Falun Gong.

Ia memiliki banyak teman yang diintimidasi di Tiongkok atau kehilangan orang tua, kakek-nenek, sepupu, atau anggota keluarga lainnya akibat penganiayaan, dan fakta bahwa penindasan ini kini menyebar ke masyarakat bebas sangatlah mengkhawatirkan, ujarnya.

“Itu sangat menakutkan karena itu menyerang nilai-nilai inti Amerika—kebebasan berbicara dan beragama,” katanya.

“Kita harus bangkit dan bersuara mengenai hal ini.”

Emcee Shen Yun Performing Arts Leeshai Lemish ikut serta dalam sebuah parade untuk menyerukan penghentian penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Benny Zhang/The Epoch Times

Lemish mengatakan bahwa dengan ikut pawai, para performer Shen Yun juga sedang membela kebebasan dasar Amerika.

Ancaman dari PKT tidak hanya menyasar anggota Shen Yun dan keluarga mereka, katanya.

Ancaman itu juga ditujukan kepada “siapa pun yang berani berdiri dan bersuara membela Falun Gong atau Shen Yun dan menentang penindasan,” termasuk anggota parlemen, teater yang menjadi tuan rumah pertunjukan, Gedung Putih, FBI, dan Departemen Luar Negeri AS.

Menurut Lemish, rakyat Amerika menghadapi “ancaman bersama.”

“Kita semua saling terhubung, karena, misalnya, jika pengambilan organ di Tiongkok tidak dihentikan, berapa banyak lagi warga Amerika yang secara tidak sadar menjadi kaki tangan pembunuhan dengan menerima organ dari seseorang yang merupakan tahanan hati nurani dan mereka bahkan tidak mengetahuinya?”

Saat rezim terus menyusup ke masyarakat AS dan memanipulasi sistem demokrasi, lanjutnya:

“Kita seharusnya berdiri bahu membahu untuk membela kebebasan kita, membela kebebasan rakyat Tiongkok, untuk membantu mereka mendapatkan kembali sebanyak mungkin kebebasan itu, dan menghentikan penderitaan manusia yang telah berlangsung terlalu lama.”


‘Tuhan Menjaga Mereka’

Praktisi Falun Gong berbaris dalam sebuah parade yang menyerukan penghentian penganiayaan selama 26 tahun oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap praktik spiritual tersebut, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Larry Dye/The Epoch Times

Para penonton pawai menunjukkan dukungan mereka terhadap Falun Gong dan perjuangannya demi kebebasan.

Fu Shuai, seorang pria asal Tiongkok yang kini tinggal di Chicago, menyaksikan pawai di New York City pada 20 Juli dan menyatakan bahwa sangat “gila” bahwa PKT bisa mengancam para seniman ini di luar negeri. Ia sendiri telah menyaksikan beberapa pertunjukan Shen Yun.

BACA JUGA : Malam Nyala Lilin di Washington Menuntut Partai Komunis Tiongkok Menghentikan Penganiayaan Terhadap Falun Gong

BACA JUGA : Aksi Damai di Washington Kecam 26 Tahun Penindasan Terhadap Falun Gong yang Diluncurkan Partai Komunis Tiongkok

BACA JUGA : New York Times, Setelah Bertahun-tahun Membela PKT, Kini Menyerang Shen Yun

BACA JUGA : The New York Times Mengandalkan Distorsi dan Penyangkalan Fakta Demi Mencemarkan Shen Yun

“Bahkan di Tiongkok, [rezim] seharusnya tidak menindas Shen Yun,” katanya.

 “Pertunjukannya mengungkapkan kebenaran, belas kasih, dan toleransi, dan menunjukkan bagaimana PKT menganiaya Falun Gong. Saya telah melihat sendiri bagaimana penonton Barat memberikan tepuk tangan dengan sepenuh hati.”

Seorang pria lain bermarga Ye mengatakan bahwa ia mengagumi para praktisi Falun Gong karena setiap tahun tanpa henti turun ke Pecinan untuk meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan oleh PKT.

Para penari Shen Yun Performing Arts ikut serta dalam sebuah parade untuk menyerukan penghentian penganiayaan selama 26 tahun yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, di Kota New York pada 20 Juli 2025. Courtesy of Adhiraj Chakrabarti

Berawal dari Tiongkok, Ye menyaksikan kebangkitan Falun Gong pada 1990-an, dan bagaimana ia tak pernah bisa dipadamkan, meskipun mengalami penganiayaan brutal dan kampanye fitnah oleh PKT.

“Lihatlah, setelah 26 tahun, jumlah praktisinya semakin banyak, dan semakin banyak yang muda. Orang-orang tahu apa itu Falun Gong, tidak peduli seberapa besar upaya PKT untuk mencemarkan nama baik mereka,” katanya.

 “Tuhan menjaga mereka.”


Sarah Lu dan Sally Sun berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com

Topan Wipha Menerjang – Shenzhen, Tiongkok  Dilanda Angin Badai Berkecepatan 14 Skala Beaufort, Melemah Menjadi Topan Ringan Saat Mendarat di Taishan

EtIndonesia. Pada 20 Juli, ketika Topan “Wipha” melintasi Shenzhen, Tiongkok, Observatorium Astronomi Shenzhen mencatat hembusan angin setara tingkat 14 skala Beaufort yang merusak lampu jalan dan fasilitas lain. 

Sekitar pukul 17.50, pusat badai mendarat di pesisir Kota Taishan, Provinsi Guangdong, dengan kecepatan angin maksimum 33 m/detik (≈ 118 km/jam), tergolong topan sedang. Setelah mendarat intensitasnya sedikit melemah menjadi topan ringan.

Pukul 18.00, pusat badai telah memasuki wilayah daratan Taishan; kecepatan angin maksimum turun menjadi 30 m/detik (≈ 108 km/jam), kira‑kira angin tingkat 11, sehingga diklasifikasikan sebagai badai tropis kuat (klasifikasi Tiongkok, setara topan ringan). Diperkirakan akan bergerak ke barat sepanjang pesisir Guangdong, membawa angin kencang dan hujan lebat ke sebagian besar wilayah pesisir; masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Petugas darurat dari Dinas Pemadam Kebakaran mengamankan perancah bambu yang rusak akibat angin kencang di Distrik Pusat saat Topan Wipha bergerak dalam jarak 60 kilometer dari Hong Kong pada 20 Juli 2025. (PETER PARKS/AFP via Getty Images)

Perkembangan terakhir

Menurut laporan media daratan, Wipha menguat menjadi topan pada malam 19 Juli dan diprediksi mendarat di antara Zhuhai hingga Zhanjiang, Guangdong, pada sore–malam 20 Juli (kecepatan 38–42 m/detik, setara topan hingga topan kuat). Selanjutnya badai akan menyusuri pesisir barat Guangdong dari timur ke barat dan memasuki Teluk Beibu (Teluk Tonkin) pada  21 Juli siang.

Pada 20 Juli pagi, jarak Wipha ke Hong Kong kurang dari 60 km; sinyal topan No. 10—peringatan tertinggi di Hong Kong—dikibarkan. Petugas pemadam kebakaran di Central mengamankan perancah bambu yang rusak akibat angin.

Warga di Central bersiap menghadapi angin kencang saat Topan Wipha bergerak dalam jarak 60 kilometer dari Hong Kong pada 20 Juli 2025. (PETER PARKS/AFP via Getty Images)

Peringatan cuaca

  • Pukul 06.00, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan topan oranye dan hujan lebat oranye. Dari pukul 08.00 pada 20 Juli hingga pukul  08.00 pada 21 Juli, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan melanda Pulau Hainan, Guangdong bagian tengah–selatan, Hong Kong, Makau, Guangxi selatan, dan Fujian timur; di utara Hainan dan pesisir barat‑daya Guangdong curah hujan lokal bisa mencapai 250–320 mm. Potensi badai petir dan angin kencang masih tinggi.
  • Pukul 09.49, Dinas Cuaca Shenzhen mengumumkan bahwa intensitas Wipha meningkat dan jalur badai condong lebih ke utara, mendekati barat Shenzhen. Peringatan hujan lebat oranye dikeluarkan, kota memasuki status siaga banjir.
  • Di Dataran Tinggi Dapeng, Observatorium Astronomi Shenzhen mencatat hembusan angin tingkat 14; lampu jalan tercabut dan pepohonan tumbang di beberapa lokasi.
Sinyal Topan No. 10 dikibarkan di Dermaga Star Ferry saat Topan Wipha bergerak menuju Hong Kong pada 20 Juli 2025. (PETER PARKS/AFP via Getty Images)

Dampak pada transportasi & kegiatan

  • MRT Shenzhen: mulai 11.15, layanan dihentikan untuk Stasiun Airport East dan Hou Rui (Jalur 1) serta seluruh stasiun antara Bihou dan Airport (Jalur 11).
  • Zhuhai & Yangjiang: sekolah, perkantoran, pabrik, transportasi umum, dan kegiatan bisnis dihentikan sementara.
  • Maoming: peringatan topan merah aktif; angin pesisir diperkirakan 9–11 Beaufort dengan hembusan hingga 14 Beaufort, daratan 8–9 Beaufort (hembusan 12).
  • Zhanjiang (20–22 Juli): hujan deras–sangat deras, lokal ekstrem; angin daratan & laut 9–10 Beaufort (hembusan 11–13), sekitar pusat badai angin berputar 12 Beaufort (hembusan 13–14).
  • Guangzhou (11.00–12.00): perluasan angin 7 Beaufort, hembusan 8–9 Beaufort di Nansha, Panyu, Huangpu, Zengcheng, dan dataran tinggi; angin terus menguat seiring mendekatnya Wipha.
TOPSHOT – Seorang wanita melintasi jalan yang sepi di Distrik Pusat saat Topan Wipha mendekati Hong Kong pada 20 Juli 2025. (Foto oleh PETER PARKS/AFP via Getty Images)
Sebuah taksi melintas di jalan yang sepi di Distrik Pusat saat Topan Wipha mendekati Hong Kong pada 20 Juli 2025. (Foto oleh PETER PARKS/AFP via Getty Images)
Sebuah taksi melaju di jalanan sepi di Central saat Topan Wipha bergerak menuju Hong Kong pada 20 Juli 2025. (PETER PARKS/AFP via Getty Images)

Situasi di Hong Kong

Hong Kong Observatory (HKO) mengeluarkan sinyal topan No. 10, yang pertama sejak Topan Saola pada 1 September 2023. Meskipun Wipha perlahan menjauh, angin kencang setara topan masih menerpa barat‑daya Hong Kong. HKO merencanakan penurunan peringatan menjadi sinyal No. 8 pada pukul 16.10, seiring melemahnya angin. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

(Edisi Khusus): Republik Ceko Jerat Propaganda Komunisme Hingga Dunia Bersiap Hadapi Tiongkok Pasca Komunis

EtIndonesia. Langkah bersejarah diambil oleh Republik Ceko dengan mengesahkan undang-undang yang secara tegas menjerat segala bentuk propaganda komunisme. Keputusan ini lahir dari desakan berbagai lembaga di Ceko, seperti Institut Penelitian Rezim Totaliter, yang menilai ada ketimpangan serius dalam sistem hukum negara mereka. Selama ini, komunisme kerap dibiarkan tanpa sanksi tegas, berbeda dengan ekstremisme lainnya yang sudah lama dianggap tindak pidana.

Pada  17 Juli, Presiden Ceko, Petr Pavel, menandatangani amandemen Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang memberikan kewenangan penuh kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman penjara hingga lima tahun bagi siapa pun yang:

  • Mendirikan, mendukung, atau menyebarkan gerakan ekstremis, komunis, atau gerakan lain yang secara nyata bertujuan menindas hak asasi manusia dan kebebasan,
  • Menghasut kebencian atas dasar ras, etnis, nasional, agama, maupun kelas sosial.

Konsekuensi dari Undang-Undang Baru

Dengan diberlakukannya aturan ini, segala bentuk penampilan simbol palu-arit—ikon khas komunisme—pengagungan terhadap gerakan komunis, bahkan sekadar pernyataan yang mempropagandakan komunisme, kini berisiko dijerat hukum. Dalam prakteknya, pelaku dapat langsung diproses pidana layaknya penyebar paham fasisme atau ekstremisme kanan.

Reaksi Keras dan Latar Belakang Sejarah

Tak pelak, keputusan ini langsung menuai protes dari Partai Komunis Bohemia dan Moravia, yang dikomandoi oleh anggota Parlemen Eropa, Katerina Konecna. Ia menuding kebijakan ini sarat motif politik dan berpotensi mengekang kebebasan berekspresi. Namun, mayoritas masyarakat Ceko justru memandang keputusan ini sebagai bentuk keadilan sejarah. Mereka tak ingin pengalaman kelam masa lalu terulang kembali.

Ceko memiliki luka mendalam akibat empat dekade berada di bawah rezim komunis yang dikendalikan Uni Soviet (1948–1989). Ribuan rakyat dipenjara tanpa proses peradilan wajar, dipaksa membuat pengakuan palsu, bahkan banyak yang hilang tanpa jejak. Hanya segelintir korban yang akhirnya mendapat keadilan, sementara trauma kolektif tetap membekas.

Dampak Internasional dan Sindiran Warganet

Undang-undang ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Banyak pihak menilai, negara-negara yang pernah merasakan represi komunis, seperti Ceko, kini paling memahami betapa berbahayanya paham ini. Di media sosial, beredar sindiran tajam: “Saat sebagian orang di Tiongkok masih mengibarkan bendera ‘hidup Partai Komunis’, Republik Ceko justru sudah berani menyamakan komunisme dengan fasisme.”

Dari perspektif geopolitik, langkah Ceko diprediksi akan memperkuat isolasi internasional terhadap Tiongkok, terutama dalam forum-forum Uni Eropa. Sebagai anggota Uni Eropa, Ceko dapat mendorong kebijakan bersama yang lebih keras terhadap Tiongkok, sehingga berpotensi mengganggu hubungan diplomatik dan ekonomi kedua pihak.

Tak hanya itu, jika Partai Komunis Tiongkok (PKT) masih mencoba melakukan propaganda di Ceko, mereka kini harus siap berhadapan langsung dengan ancaman pidana, sehingga penetrasi soft power PKT dapat semakin melemah.

Dunia Bersiap Hadapi Tiongkok Pasca-Komunis (Laporan Hudson Institute)

Dalam perkembangan terkini, Hudson Institute, sebuah lembaga think tank ternama di Amerika Serikat, menerbitkan laporan strategis bertajuk “China After Communism: Preparing for a Post-CCP Era” (Tiongkok Pasca-Komunisme: Bersiap Menghadapi Era Pasca-PKT). 

Laporan yang ditulis oleh Yu Maochun, Direktur Pusat Tiongkok di Hudson Institute, menjadi alarm penting bagi dunia internasional agar bersiap menghadapi era baru di Tiongkok setelah berakhirnya rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Peta Jalan Menuju Era Baru

Laporan ini menganalisis secara mendalam skenario kejatuhan PKT yang dinilai semakin nyata. Faktor-faktor utama yang mempercepat potensi runtuhnya rezim antara lain:

  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang akut,
  • Populasi yang menua cepat,
  • Krisis di sektor properti,
  • Tingkat pengangguran muda yang melonjak,
  • Ketegangan hubungan dagang dengan AS dan Uni Eropa,
  • Kebijakan koersif PKT yang justru merusak pengaruh globalnya, terutama di negara-negara berkembang.

Hudson Institute menegaskan, meski PKT berkali-kali berhasil melewati krisis besar, kali ini kemungkinan runtuhnya sangat terbuka. Karena itu, dunia harus benar-benar siap menghadapi segala kemungkinan, baik risiko maupun peluang yang akan muncul.

Rekomendasi Strategis untuk Dunia Internasional

Untuk menjaga stabilitas Tiongkok pasca-PKT, diperlukan kolaborasi internasional yang intensif. Amerika Serikat sebagai pemimpin global didorong untuk:

  • Memastikan transisi politik di Tiongkok berjalan damai dan terkontrol,
  • Mendorong transformasi demokrasi dan pembentukan konstitusi baru,
  • Menyusun strategi restrukturisasi keuangan nasional, privatisasi, dan desentralisasi ekonomi,
  • Mengevakuasi perusahaan dan warga negara Amerika dari Tiongkok,
  • Menghapus entitas bisnis Tiongkok dari sektor strategis di Amerika Serikat,
  • Mengelola aset Tiongkok di AS agar tidak menimbulkan instabilitas.

Di bidang keamanan, laporan ini bahkan merekomendasikan agar pasukan operasi khusus AS siap membantu pemerintah sementara di Tiongkok demi menjaga stabilitas, melindungi infrastruktur vital, dan mencegah kekacauan sosial.

Bahaya Riset Senjata Biologis & Perlindungan HAM

Hudson Institute juga menyoroti risiko strategis dari riset senjata biologis PKT. Dunia diminta menyiapkan langkah penanggulangan secara kolektif untuk menghindari bencana yang tak terduga. Selain itu, perlindungan hak asasi manusia (HAM) menjadi prioritas utama selama masa transisi, terutama mencegah kekerasan sipil, perang saudara, dan aksi balas dendam politik—khususnya di lima daerah otonomi: Guangxi, Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, dan Ningxia.

Hak-hak kelompok agama seperti umat Kristen dan praktisi Falun Gong juga harus dijamin, guna menciptakan fondasi demokrasi yang sehat dan inklusif.

Kesimpulan dan Implikasi Global

Laporan Hudson Institute menjadi sinyal kuat bahwa Amerika Serikat dan sekutunya sudah sangat siap mengantisipasi jatuhnya PKT. Transisi damai dan terarah menuju demokrasi di Tiongkok menjadi kepentingan bersama demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Kini, runtuhnya PKT bukan lagi sekadar skenario spekulatif, tapi ancaman nyata yang semakin dekat di depan mata.

Penutup

Kebijakan tegas Republik Ceko dalam mengkriminalisasi propaganda komunisme, bersamaan dengan kesiapan dunia menyambut era Tiongkok pasca-PKT, menunjukkan satu benang merah: pengalaman sejarah pahit telah mendorong negara-negara dunia untuk lebih waspada terhadap ideologi totaliter. Di era perubahan global yang cepat ini, hanya negara yang mampu belajar dari sejarah dan berani mengambil langkah strategis yang akan mampu menjaga kebebasan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. (***)

(Edisi Khusus): Perang Rusia-Ukraina Menuju Titik Balik – Babak Baru dan Pertaruhan Global Dalam 50 Hari Ke Depan

EtIndonesia. Setelah lebih dari tiga tahun berlangsung, konflik Rusia-Ukraina menunjukkan gejala akan memasuki babak baru yang bisa benar-benar mengubah peta geopolitik dan militer kawasan, bahkan dunia. Berbagai indikator strategis, keputusan politik, dan dinamika medan perang, semuanya mengarah pada kemungkinan meletusnya gelombang serangan strategis besar-besaran—dengan estimasi “titik ledakan” bisa terjadi dalam waktu 50 hari ke depan.

Kondisi Terkini Ukraina: Antara Krisis dan Harapan

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina menghadapi masa yang sangat kontras. Di satu sisi, negara ini tengah dihimpit krisis persenjataan—kelangkaan amunisi dan senjata semakin nyata di tengah derasnya serangan udara dan darat Rusia yang terjadi serentak di berbagai kota utama. Namun, di balik ujian darah dan api tersebut, muncul secercah harapan. Terdapat momentum kebangkitan politik dan militer yang mulai terbentuk, didorong oleh dukungan internasional yang semakin solid.

Dukungan Amerika Serikat: Konsensus Langka di Capitol Hill

Pada 19 Juli pagi waktu setempat, Dewan Perwakilan Rakyat AS secara spektakuler mengesahkan rancangan undang-undang dukungan militer bagi Ukraina dengan hasil voting 353 suara mendukung dan hanya 76 menolak. Ini adalah pencapaian luar biasa mengingat selama era Trump, hampir setiap voting besar di DPR AS selalu berlangsung dengan selisih suara yang sangat tipis dan terbelah tajam antara Partai Demokrat dan Republik.

Voting dengan selisih sebesar ini menandai konsensus bipartisan yang sangat langka, dan menjadi penegasan keras dari Amerika terhadap rezim Putin. Bisa dikatakan, ini adalah sinyal kuat bahwa Amerika—baik dari kubu Demokrat maupun Republik—sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia dan memperkuat aliansi militer bersama Ukraina.

Pergeseran Sikap Uni Eropa: Sanksi Terberat & Tembakan Perdana ke Tiongkok

Di saat yang hampir bersamaan, Uni Eropa juga mengambil langkah signifikan dengan mengesahkan paket sanksi ke-18—paket terberat sejak konflik meletus. Isi paket ini antara lain larangan total kebangkitan pipa gas Nord Stream dan sanksi keras bagi bank-bank yang membantu transaksi minyak Rusia.

 Lebih mencengangkan lagi, untuk pertama kalinya Uni Eropa secara eksplisit menargetkan Tiongkok—negara pengimpor minyak Rusia terbesar—dalam kebijakan sanksinya. Artinya, Eropa mulai berani keluar dari zona nyaman dan “penyakit tulang lunak” khas mereka, serta menandai awal dari konfrontasi langsung Uni Eropa terhadap Tiongkok di ranah ekonomi global.

Manuver Politik dan Teknologi Militer: Ukraina Naik Level

Trump-Zelenskyy: Dari Bertahan ke Menyerang

Media Amerika baru-baru ini mengungkapkan adanya komunikasi langsung antara Donald Trump dan Presiden Zelensky pada 4 Juli lalu. Dalam percakapan tersebut, Trump menegaskan, Ukraina tidak akan pernah bisa mengubah jalannya perang hanya dengan bertahan—sudah saatnya Ukraina mengambil inisiatif menyerang. Tim Zelensky sendiri mengakui arahan ini sebagai “keputusan terbaik” yang pernah mereka dengar, memunculkan semangat baru di barisan kepemimpinan Ukraina.

Kesepakatan Strategis: Ekspor Drone Ukraina ke Amerika

Lebih jauh lagi, Presiden Zelensky mengonfirmasi adanya pembicaraan besar dengan Amerika: AS akan membeli drone tempur buatan Ukraina, dan sebagai imbal balik, Ukraina membeli senjata canggih Amerika. Jika terwujud, hubungan dua negara ini akan naik kelas—dari sekadar “pemberian bantuan” menjadi “kerja sama setara saling menguntungkan”.

Pakar militer menilai, pembelian drone tempur Ukraina oleh Amerika Serikat bisa memberikan efek domino yang besar bagi postur militer AS. Selama ini, Amerika dikenal unggul dalam teknologi, tapi dalam hal efisiensi biaya dan pengoperasian massal drone tempur di medan perang, mereka mulai tertinggal dari Rusia dan Tiongkok. 

Model bisnis produksi drone Ukraina yang jauh lebih murah namun terbukti efektif di lapangan bisa menjadi solusi bagi anggaran militer Amerika yang membengkak. Amerika seolah mendapat “biksu tamu” dari Ukraina, yang mampu menekan biaya perang sekaligus meningkatkan efektivitas serangan di lapangan.

Perubahan Arus Bantuan Militer: Teknologi dan Alutsista Terbaru

Pasca pernyataan Trump yang menjanjikan tambahan bantuan militer miliaran dolar, dalam dua hari terakhir pergerakan pasokan senjata dan perlengkapan tempur ke Ukraina meningkat tajam lewat perbatasan Polandia. Salah satu sorotan utama adalah pengiriman HIMARS M270—varian berat dari sistem roket peluncur ganda. 

Jika sebelumnya Ukraina hanya menerima HIMARS versi ringan (M142), kini mereka mendapatkan M270 yang mampu meluncurkan dua kali lipat roket dan rudal taktis, sekelas dengan yang dimiliki negara-negara sekutu utama AS.

Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan Australia pun telah menyerahkan batch pertama tank tempur utama Abrams M1A1 buatan AS kepada Ukraina, sebagai bagian dari janji bantuan militer senilai total 1,5 miliar dolar Australia. Penguatan kekuatan tempur Ukraina ini diyakini akan langsung berdampak pada intensitas dan hasil pertempuran di garis depan.

Kunci Pertempuran: Penguasaan Udara dan Inovasi Bom Presisi

Selain alutsista darat, penguasaan udara menjadi penentu kemenangan di banyak front. Pesawat tempur Ukraina kini dibekali bom pintar presisi GBU-39 dari Amerika, yang meski kecil (22 kg bahan peledak), kemampuannya menembus beton hingga 2 meter setara bom 900 kg, dengan akurasi tinggi. Bom ini sudah dipakai untuk menghancurkan infrastruktur penting militer Rusia di wilayah Kursk dan jembatan-jembatan strategis.

Manuver Rusia: Konsolidasi Pasukan dan Ketakutan pada Drone

Putin, menyadari potensi titik balik perang, dikabarkan telah mengumpulkan 160.000 tentara di garis depan untuk mempersiapkan serangan terbesar sejak awal perang. Manuver ini diprediksi akan menjadi pertempuran besar di tiga front utama di empat provinsi timur Ukraina, melibatkan lebih dari 500 tank, ribuan artileri, dan ribuan drone tempur.

Menariknya, untuk pertama kali, pesawat pembom strategis Rusia Tu-95MS diterbangkan dari pangkalan di Timur Jauh Rusia, jauh dari jangkauan drone Ukraina. Langkah ini dinilai sebagai tanda ketakutan strategis, bukan keunggulan kekuatan. Jika tren ini terus berlanjut, bukan mustahil Rusia akan “menyembunyikan” pesawat-pesawat strategisnya hingga ke wilayah Korea Utara atau bahkan Tiongkok.

Krisis Ekonomi Rusia: Ancaman Hiperinflasi dan Instabilitas Sosial

Sisi lain perang adalah tekanan ekonomi di dalam negeri Rusia. Inflasi melonjak ke level 9,45%—hampir mencapai kategori hiperinflasi—ditandai lonjakan harga kebutuhan pokok, air, dan listrik rata-rata naik 12%. Para ekonom memperkirakan, jika krisis ini tak segera diatasi, Rusia akan menghadapi kemerosotan besar pada 2026, yang bisa berujung instabilitas sosial.

Situasi Genting di PLTN Zaporizhzhia

Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang saat ini dikuasai Rusia tiba-tiba mengeluarkan asap, memicu pemadaman listrik masif di wilayah pendudukan dan meningkatkan ketakutan akan potensi bencana nuklir baru.

Analisis Akhir: Perang Penentu Masa Depan

Situasi saat ini ibarat permainan “Russian roulette” paling berbahaya—setiap keputusan ekstrem yang diambil oleh Putin sama artinya menambah satu peluru dalam revolver yang bisa mengenai lawan, tapi juga bisa mengenai dirinya sendiri.

Seluruh dunia kini berdiri di persimpangan jalan antara stabilitas dan kehancuran. Hanya satu serangan strategis, satu keputusan besar, atau bahkan satu kesalahan dalam negeri yang bisa menjadi pemicu titik balik perang ini. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Rusia atau Ukraina? Meskipun jawabannya masih misteri, satu hal yang pasti: 50 hari ke depan akan menjadi babak paling menentukan dalam sejarah perang Rusia-Ukraina. (***)

Bakamla RI Evakuasi Korban Kebakaran Kapal Barcelona 5 di Perairan Minahasa Utara

EtIndonesia. Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui unsur KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03  melakukan aksi cepat tanggap dalam membantu proses evakuasi penumpang KMP Barcelona 5 yang mengalami musibah kebakaran di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Minggu  (20/7/2025).

Kapal Motor Penumpang (KMP) Barcelona 5 diketahui mengangkut ratusan penumpang dan 15 Anak Buah Kapal (ABK), bertolak dari Pelabuhan Melonguane (Kepulauan Talaud) menuju Manado. Dalam perjalanannya, kapal sempat berlindung di Pelabuhan Lirung karena cuaca buruk, dan kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 01.00 Wita. Namun nahas, saat memasuki perairan Pulau Talise sekitar pukul 14.00 Wita, kapal mengalami kebakaran hebat di bagian buritan, memicu kepanikan di antara penumpang.

Beberapa penumpang langsung terjun ke laut menggunakan life jacket, sementara nelayan setempat turut membantu mengevakuasi korban ke Pulau Talise dan Pulau Gangga.

Menanggapi insiden tersebut, KN. Gajah Laut-404 yang dikomandani Letkol Bakamla Agus Tri Haryanto, dan unsur HSC 32-03 Zona Tengah Manado, segera diberangkatkan dari Pangkalan Serei Likupang Barat untuk melakukan penyelamatan. Unsur Bakamla RI bergerak bersama kapal dari Basarnas, Satpolair, PSDKP Bitung, dan instansi terkait lainnya.

Hingga laporan awal ini dirilis, 5 orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya belum teridentifikasi. Sementara itu, 284 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk 3 pasien rujukan medis dari RS Mala Kepulauan Talaud yang berhasil diselamatkan, yaitu: Tn. Hugu Majuntu (diagnosis: epilepsi, post-stroke), Ny. Betrivia Malimbulun (hamil 37–38 minggu, dengan komplikasi), dan Tn. Daniel Lena (diagnosis: serangan jantung inferior/STEMI).

Para korban luka-luka telah dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat seperti RSUD Walanda Maramis, RSUP Prof. Kandou Malalayang, dan RSUD ODSK. Sebagian korban lainnya dirawat di Puskesmas Mubune, Kec. Likupang, termasuk warga dari Lirung, Beo, Kabaruan, Melonguane, dan sekitarnya..

Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., menyampaikan bahwa unsur Bakamla RI akan terus siaga untuk membantu penanganan darurat laut dan mengawal kelanjutan proses evakuasi serta pencarian korban apabila masih diperlukan.

“Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia. Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas,” ujar Laksma Teguh Prasetya. (Humas Bakamla RI)

Kereta Terjebak Panas Tinggi di Changsha, Tiongkok  Tak Ada yang Peduli, Mobil Pengangkut Babi Disemprot Air oleh Pemadam Kebakaran

Sebuah kereta api di Changsha, Provinsi Hunan, mengalami kerusakan dan berhenti, membiarkan penumpang terjebak dalam suhu tinggi selama berjam-jam tanpa penanganan. Di saat yang sama, media milik Partai Komunis Tiongkok (PKT) justru gencar memberitakan petugas pemadam kebakaran yang menyemprot air ke mobil pengangkut babi untuk mendinginkannya, memicu komentar sinis warganet: “Nasib manusia bahkan kalah dari babi.”

EtIndonesia. Pada 17 Juli, video yang beredar di internet menunjukkan kereta di Kota Changsha berhenti karena kerusakan, dan penumpang berjuang menahan panas ekstrem. Seorang petugas kereta terdengar berbicara keras, mengatakan bahwa “situasi ini tidak ada yang bisa dikendalikan” dan meminta penumpang untuk “bersabar.”

Menurut pengunggah video, kereta tersebut adalah K1348 yang berangkat dari Shenzhen menuju Xi’an. Karena kerusakan pada kepala lokomotif, kereta terpaksa diperbaiki di tempat, menyebabkan penundaan lebih dari satu jam. 

Dalam suhu mendekati 40°C, penumpang terkurung di dalam gerbong tertutup tanpa AC, hampir mengalami heatstroke. Banyak penumpang yang menghubungi pihak berwenang untuk mengadu, namun tidak mendapat tanggapan apa pun. Seorang penumpang pria bahkan hampir memecahkan jendela karena tidak tahan lagi.

Ini adalah insiden ketiga dalam waktu dekat, setelah kejadian pada 2 Juli di Zhejiang, di mana penumpang memecahkan jendela kereta cepat untuk mendapatkan udara segar. Setelah itu, media PKT berupaya meredam kemarahan publik, dan menggencarkan narasi bahwa “memecahkan jendela itu salah”.

Beberapa netizen bahkan menguji AI buatan dalam negeri seperti “Doubao” dan bertanya apakah boleh memecahkan jendela dalam situasi seperti itu. Jawabannya: “tidak boleh”, kecuali jika ada sekretaris Partai Komunis di dalam gerbong, maka boleh “memecahkan jendela untuk menyelamatkan orang.”

Di kolom komentar video insiden di Changsha, seorang warganet menulis bahwa hari itu baru saja melihat berita di harian People’s Daily tentang petugas pemadam kebakaran menyemprot air ke mobil pengangkut babi yang kepanasan, seraya mencemooh bahwa “nyawa rakyat biasa di Tiongkok tidak hanya lebih rendah dari pejabat partai, tapi bahkan lebih rendah dari babi.”

Video yang dimaksud memperlihatkan peristiwa di jalan tol Hubei–Shaanxi (Hu-Shan), bagian Shangluo, yang mengalami kemacetan, di mana lebih dari seratus babi dalam satu truk hampir mati karena kepanasan, lalu petugas pemadam kebakaran datang dan menyemprotkan air untuk menurunkan suhu, diklaim sebagai “penyelamatan aset masyarakat.”

Faktanya, video semacam ini yang memperlihatkan petugas menyemprot air ke truk pengangkut babi kerap muncul di media PKT dalam beberapa tahun terakhir, dan diduga sebagai rekayasa pencitraan. Bahkan pada 25 Juni lalu, media resmi masih mempublikasikan video serupa, mengklaim bahwa pemadam kebakaran di Wenzhou, Zhejiang, menyemprot air selama lebih dari 40 menit untuk “menyelamatkan” lebih dari seratus ekor babi yang kepanasan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Seorang Ibu dan Anak yang Terjebak di Hutan Diselamatkan dengan Dua Surat Tulisan Tangan untuk Meminta Bantuan

EtIndonesia. Sepasang ibu dan anak di negara bagian California, AS, tersesat di hutan terpencil saat menuju lokasi berkemah karena petunjuk navigasi yang keliru. Tim pencarian dan penyelamatan akhirnya menemukan dan menyelamatkan mereka setelah menjumpai dua lembar catatan tulis tangan yang ditinggalkan di lokasi.

Kepolisian wilayah Calaveras menjelaskan bahwa pada 12 Juli mereka menerima laporan hilangnya seorang ibu berusia 49 tahun dan putranya yang berusia 9 tahun. Keduanya seharusnya tiba sehari sebelumnya di Camp Wolfeboro untuk mengikuti kegiatan Pramuka, tetapi tidak pernah terlihat di bumi perkemahan dan tidak menjawab telepon, sehingga pihak pengelola segera melaporkan mereka hilang.

Tim SAR bergerak cepat. Sekitar empat jam pencarian, mereka menemukan secarik kertas yang diperberat batu di persimpangan jalan. Pesannya berbunyi:

“Tolong! Saya dan putra saya terjebak. Tidak ada sinyal ponsel, tidak bisa menelepon 911. Kami berada di jalan sebelah kanan di depan. Mohon hubungi 911 untuk kami. Terima kasih.”

Menyusuri arah yang disebutkan, tim menemukan catatan kedua tak jauh dari sana. Setelah berjalan sekitar satu kilometer, mereka akhirnya menemukan ibu dan anak tersebut dalam keadaan selamat.

Polisi mengatakan navigasi mobil telah membawa keduanya jauh ke dalam hutan hingga kehilangan orientasi. Setelah menyadari terjebak, mereka membuat serangkaian keputusan bijak: meninggalkan catatan di tepi jalan, menyalakan lampu bahaya mobil di malam hari, dan sang anak—bermodal keterampilan Pramuka—membunyikan peluit untuk memberi tahu posisi mereka. Upaya‑upaya inilah yang memungkinkan tim penyelamat menemukan mereka tepat waktu. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh Chen Yixin dan Yi Long untuk NTD Television

“Detak Jantung” Misterius Bumi Sedang Membelah Benua Afrika

Baru-baru ini, para ilmuwan mengungkapkan penemuan mengejutkan: dari dalam bumi terdengar ritme misterius seperti “detak jantung”, dan denyutan dari kedalaman inti bumi ini secara perlahan sedang membelah benua Afrika. Di masa depan, hal ini bahkan dapat melahirkan lautan baru di wilayah Afrika Timur. Apa sebenarnya yang sedang terjadi?

EtIndonesia. Pada 25 Juni, jurnal ilmiah Nature Geoscience menerbitkan hasil penelitian penting yang menunjukkan bahwa di wilayah Afar, Afrika Timur, telah muncul sebuah retakan raksasa yang perlahan-lahan terus membelah. Penyebab di balik fenomena ini bukan sekadar pergerakan kerak bumi, melainkan denyutan ritmis magma panas dari dalam mantel bumi, seperti detak jantung.

Retakan ini membentang dari timur laut menuju selatan. Fenomena ini terjadi bukan hanya karena pergeseran lempeng biasa, tetapi karena bagian dalam bumi (mantel), yakni zona batuan panas di bawah permukaan, secara teratur “berdetak” dan mendorong magma panas ke atas, menyebabkan permukaan tanah terdorong naik dan lempeng tektonik makin menjauh satu sama lain.

Wilayah Afar merupakan titik pertemuan dari tiga lembah retakan besar di daratan, yaitu:

  • Lembah Retakan Ethiopia,
  • Lembah Retakan Laut Merah, dan
  • Lembah Retakan Teluk Aden.

Daerah ini terkenal dengan aktivitas vulkanik yang tinggi dan magma bawah tanah yang sangat aktif.

Tim peneliti mengumpulkan lebih dari 130 sampel batuan vulkanik, dan menggabungkannya dengan data geofisika untuk membuat model beresolusi tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa mantel bumi ternyata tidak stabil, seperti yang sebelumnya diyakini. Sebaliknya, ia berdenyut seperti jantung, mengalirkan panas ke atas secara bergelombang, bahkan membawa “pola kimia” tertentu—yang menunjukkan bahwa sumber magma itu terfokus dan memiliki pola yang konsisten.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa retakan ini akan terus bertambah setiap tahun sekitar 5 hingga 16 milimeter. Dalam waktu jutaan tahun ke depan, benua Afrika kemungkinan besar akan terbelah menjadi dua, dan lautan baru akan terbentuk di antaranya.

Di masa depan, Afrika mungkin akan terbagi menjadi dua bagian besar:

  • Afrika Barat, yang mencakup negara-negara seperti Aljazair, Nigeria, dan Ghana, dan
  • Afrika Timur, yang terdiri dari Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Ethiopia, serta lainnya.

Penemuan ini bukan hanya memperdalam pemahaman kita tentang aktivitas geologis seperti gempa dan letusan gunung berapi, tetapi juga membuka sudut pandang baru terhadap evolusi benua di masa depan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Lembaga Think Tank Hudson Institute Rilis Laporan : Bersiap untuk Kejatuhan Rezim Partai Komunis Tiongkok

EtIndonesia. Baru-baru ini, Hudson Institute, sebuah lembaga think tank terkemuka di Washington, Amerika Serikat, menerbitkan laporan berjudul “Tiongkok Pasca-Komunisme: Mempersiapkan Diri untuk Era Pasca-PKT”. 

Laporan ini membahas bagaimana komunitas internasional seharusnya merespons jika rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) runtuh, dan menyusun cetak biru menyeluruh untuk menghadapi era “pasca-PKT”, serta menyerukan kepada para pembuat kebijakan agar serius menghadapi risiko dan peluang tersebut.

Pada Juli 2025, Hudson Institute, sebuah lembaga riset ternama di Washington, D.C., merilis laporan berjudul “Tiongkok Pasca Komunisme: Mempersiapkan Era Pasca-PKT,” yang ditulis oleh Miles Yu, direktur China Center di Hudson Institute. Gambar tersebut menunjukkan Miles Yu, seorang peneliti senior di Hudson Institute, di Annapolis, Maryland, pada 11 Februari 2021. (Tal Atzmon/The Epoch Times)

Laporan ini ditulis oleh Yu Maochun atau Miles Yu, Direktur Pusat Kajian Tiongkok di Hudson Institute.  melibatkan banyak pakar di bidang militer, intelijen, ekonomi, hak asasi manusia, serta hukum tata negara. Isinya mencakup berbagai bidang kunci.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa PKT saat ini menghadapi berbagai tantangan internal yang besar, seperti:

  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi,
  • Penuaan populasi,
  • Krisis properti, dan
  • Tingkat pengangguran tinggi di kalangan pemuda.

Di sisi internasional, hubungan dagang dengan AS, Uni Eropa, dan negara-negara lain semakin tegang. Selain itu, kebijakan koersif PKT terhadap negara-negara di belahan bumi selatan telah menyebabkan pengaruh global Tiongkok menurun drastis.

Laporan menyatakan bahwa meskipun PKT telah melewati banyak krisis di masa lalu, keruntuhan mendadaknya tetap merupakan kemungkinan yang nyata, sehingga berbagai pihak perlu melakukan persiapan.

Laporan menekankan bahwa menjaga stabilitas Tiongkok pasca-PKT membutuhkan kerja sama internasional, dan Amerika Serikat sebagai pemimpin global harus memainkan peran kunci dalam memastikan stabilitas serta mendorong transformasi damai menuju sistem demokratis di Tiongkok. Para pakar memperingatkan bahwa jika situasi tidak ditangani dengan baik, dampaknya dapat mengguncang tatanan dunia.

Beberapa saran utama dalam laporan ini termasuk:

  • Pasukan Operasi Khusus AS (SOF) harus membantu pemerintah sementara untuk menstabilkan situasi, melindungi infrastruktur penting, dan mendukung terbentuknya pemerintahan baru secara damai.
  • Peringatan tentang ancaman strategis dari riset senjata biologis oleh militer PKT, disertai dengan strategi penanganannya.

Setelah kejatuhan PKT, para pakar juga menyarankan:

  • Restrukturisasi modal,
  • Privatisasi dan desentralisasi,
  • Membangun sistem keuangan yang bebas dan terbuka, guna merombak struktur keuangan Tiongkok.

Laporan ini juga menyarankan agar:

  • Washington menarik perusahaan dan warga negaranya dari Tiongkok,
  • Menghapus entitas Tiongkok dari sektor-sektor penting ekonomi AS, dan
  • Mengelola aset-aset Tiongkok yang berada di AS.

Laporan ini juga mencakup analisis dan usulan terkait:

  • Restrukturisasi militer PKT,
  • Pembubaran aparat keamanan dan intelijen PKT,
  • Publikasi arsip-arsip negara untuk transparansi publik, serta
  • Pembentukan sistem demokrasi konstitusional dan perumusan konstitusi baru.

Para pakar juga menyoroti pentingnya perlindungan hak asasi manusia selama masa transisi, dan menyarankan agar AS campur tangan untuk mencegah kekerasan sipil, perang saudara, dan balas dendam politik. Perhatian khusus diberikan kepada lima wilayah otonom: Guangxi, Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, dan Ningxia. Laporan ini juga menekankan perlunya menangani tuntutan kelompok berkeyakinan seperti umat Kristen dan praktisi Falun Gong. (Hui/asr)

Tim SAR Evakuasi Korban Kapal Barcelona 5 yang Terbakar di Perairan Minahasa Utara

EtIndonesia. Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi. Untuk diketahui, kapal motor ini  berangkat dari Pelabuhan Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Pelabuhan Manado.  

Berdasarkan data sementara yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, terdapat 280 penumpang di dalam kapal, 3 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara jumlah korban yang telah dievakuasi masih dalam proses pendataan dan masih terdapat korban yang dalam proses pencarian maupun penanganan medis.

Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)

Menanggapi kejadian ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado segera mengerahkan KN SAR Bima Sena, rigid inflatable boat (RIB), rubber boat, dan tim rescue untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. 

Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)

“Kami menurunkan sejumlah unsur SAR laut dan tim rescue untuk merespons cepat kejadian ini. Posko utama operasi pencarian dan evakuasi telah kami dirikan di Pelabuhan Manado,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado  George Mercy Randang dikutip dalam keterangannya. 

Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)

Tim SAR saat ini terus menyisir area perairan sekitar lokasi terbakar kapal untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal atau terombang-ambing di laut. Selain Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado juga melibatkan TNI AL, Polairud, BPBD, masyarakat, dan nelayan sekitar.

Kondisi cuaca yang cukup bersahabat turut mendukung kelancaran proses evakuasi, namun tim tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena adanya potensi ledakan atau sisa bahan bakar dari kapal.

Adapun data jumlah korban selamat, luka-luka, dan hilang masih dalam proses pendataan dan akan terus diperbarui melalui posko gabungan di Pelabuhan Manado.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado menghimbau kepada masyarakat dan keluarga korban agar tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari posko utama. (asr)

Evakuasi korban Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)
Evakuasi korban Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)
Evakuasi korban Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025) pagi (Dok BASARNAS RI)

Aneh! Langit Shanghai Kembali Berwarna Merah Muda Setelah Diguyur Hujan

EtIndonesia. Langit berwarna merah muda kembali muncul di Kota Shanghai, Tiongkok pada 18 Juli sore. Insiden tersebut membuat netizen terkejut dan menyebutnya seperti “akhir dunia”. Fenomena ini telah beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Shanghai, namun penyebabnya masih belum diketahui.

Sore itu, warganet setempat merekam banyak video yang menunjukkan bahwa setelah hujan, langit di atas Shanghai tampak berwarna merah muda, hingga bangunan-bangunan di bawahnya juga tercermin dalam warna merah muda yang aneh, menciptakan suasana yang misterius dan menyeramkan.

Langit merah muda di Shanghai juga pernah muncul pada:

  • Juli 2017,
  • April 2020,
  • dan September 2024.

Beberapa netizen menyebutnya “menakutkan”, bahkan mencurigainya sebagai pertanda bencana besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena langit aneh juga terjadi di berbagai wilayah lain di Tiongkok, termasuk:

  • Langit merah darah,
  • Langit hijau,
  • dan langit ungu.

(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Uni Eropa Loloskan Sanksi Putaran ke-18 terhadap Rusia, Sejumlah Perusahaan Tiongkok Masuk Daftar Hitam

Pada Jumat (18 Juli), Uni Eropa mengesahkan putaran ke-18 sanksi keras terhadap Moskow, yang mencakup larangan terhadap proyek pipa Nord Stream, penurunan drastis batas harga minyak Rusia, pengejaran terhadap “armada bayangan”, serta pembatasan jalur pendanaan bagi bank-bank Rusia. Tujuannya adalah untuk melemahkan anggaran perang Kremlin dan menekan Rusia agar segera mencapai perdamaian.

EtIndonesia. Tampak dalam video, tentara Ukraina sedang menjalani latihan militer di daerah Kyiv, berjalan perlahan dengan senapan di tangan di dalam parit sambil sesekali membalas tembakan. Seiring dengan kemajuan pasukan Rusia ke garis depan, banyak rekrutan muda bergabung ke dalam Brigade Serbu Independen ke-3 Ukraina.

Seorang rekrutan dengan sandi “Goth” mengatakan:  “Berharap yang terbaik, bersiaplah untuk yang terburuk. Jika bantuan ini benar-benar sampai ke tangan kami, itu luar biasa.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Patriot buatan AS telah dikirim ke Ukraina melalui koordinasi dengan NATO.

Perdana Menteri Ukraina yang baru dilantik, Yulia Svyrydenko, juga mengkonfirmasi pada Jumat bahwa Ukraina dan AS sedang melakukan negosiasi rinci terkait kerja sama produksi drone. 

Washington bersiap membeli drone buatan Ukraina yang telah teruji di medan perang, sebagai imbalan agar Kyiv membeli persenjataan dari AS. Drone telah menjadi alat utama Ukraina dalam mempertahankan diri dari invasi Rusia selama lebih dari tiga tahun.

Pada hari yang sama, Uni Eropa mengesahkan sanksi putaran ke-18—yang disebut paling keras sejak 2022—termasuk menurunkan batas harga minyak Rusia dari 60 dolar menjadi 47,6 dolar per barel.

Inggris juga mengumumkan langkah serupa bersama Uni Eropa.

Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyatakan:  “Ini adalah kerja sama dengan sekutu Eropa kami untuk memberikan tekanan maksimal kepada Rusia dan melemahkan kemampuannya dalam mendanai perang.”

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa sanksi ini akan semakin mengurangi anggaran perang Kremlin, menargetkan 105 kapal “armada bayangan” serta para pendukungnya, dan membatasi saluran pendanaan bank-bank Rusia. Selain itu, bank-bank Tiongkok yang membantu Rusia menghindari sanksi akan menghadapi tekanan lebih besar.

Dalam paket sanksi terbaru ini, akses Moskow terhadap teknologi sipil dan militer ganda (dual-use) juga semakin dibatasi. Di antara entitas dari negara ketiga yang terkena sanksi, terdapat 7 perusahaan Tiongkok dan 3 perusahaan yang berbasis di Hong Kong.

Sementara itu, untuk menghadapi serangan drone dan rudal Ukraina, pihak berwenang di Krimea yang dikuasai Rusia mengumumkan pada Jumat bahwa mereka memberlakukan pembatasan informasi, melarang publik menyebarkan informasi apa pun yang dapat mengungkap lokasi sistem pertahanan udara, senjata, perlengkapan militer, atau posisi personel Rusia, termasuk melarang publikasi serangan Ukraina ke wilayah Krimea.

Di wilayah Rusia yang sudah mengalami pembatasan besar-besaran terhadap internet, Kremlin juga menerapkan kebijakan lebih ketat dengan dalih keamanan. 

Sejumlah blogger militer Rusia mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, jaringan ponsel di puluhan wilayah Rusia—dari zona perang hingga Siberia dan bahkan Timur Jauh—mengalami gangguan parah atau sering kali dimatikan, dan Wi-Fi juga kerap terputus. (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing, New Tang Dynasty Television – Disusun secara komprehensif