Trump Umumkan Tarif Baru: Kirim Surat Surat ke 14 Kepala Negara, Tambahan 10% untuk Negara BRICS, Banyak Negara Segera  Negosiasi

  • Pada Selasa (8/7/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara-negara anggota BRICS, dengan alasan bahwa negara-negara tersebut berupaya melemahkan dominasi dolar AS. 
  • Situasi perdagangan global kembali memanas, menarik perhatian luas dari berbagai kalangan. Sehari sebelumnya, Trump juga mengumumkan bahwa ia telah mengirim surat ke 14 negara untuk memperpanjang tenggat waktu negosiasi, serta akan mulai menerapkan tarif baru sebesar 25% hingga 40% terhadap sejumlah barang impor mulai 1 Agustus. Negara-negara Asia pun segera mengintensifkan diplomasi perdagangan.

EtIndonesia. Pada 7 Juli 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim surat kepada 14 negara, memperpanjang tenggat waktu penangguhan tarif timbal balik yang semula berakhir 9 Juli. Ia membuka ruang untuk melanjutkan negosiasi dagang, sembari menetapkan bahwa tarif baru sebesar 25% hingga 40% akan diberlakukan mulai 1 Agustus.

Presiden AS, Donald Trump:  “Pendapatan besar ini akan mulai masuk pada 1 Agustus. Saya rasa surat yang kami kirim kemarin dan hari ini sudah menjelaskannya dengan sangat baik.”

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent:  “Sejauh ini tahun ini, kami telah memperoleh sekitar 100 miliar dolar dari tarif. Ini adalah tarif utama, dan baru dimulai pada kuartal kedua. Jadi kami memperkirakan jumlah itu bisa melampaui 300 miliar dolar pada akhir tahun.”

Negara Asia Bergerak Cepat Hadapi Tarif Baru

Jepang dan Korea Selatan—dua ekonomi besar Asia—menyatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan berupaya melakukan negosiasi untuk mengurangi dampak tarif tinggi tersebut.

 “Kami akan terus berusaha mencapai kesepakatan perdagangan bilateral yang menguntungkan kedua pihak. Saat ini, masih ada sejumlah isu yang belum mencapai titik temu antara Jepang dan AS, jadi belum ada perjanjian tercapai. Sebagai pemerintah Jepang, kami berusaha keras untuk tidak gegabah memberikan konsesi, tetapi tetap melakukan negosiasi aktif untuk memperjuangkan kepentingan yang perlu kami lindungi,” kata Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba. 

Sementara itu, produsen mobil Jepang mencari berbagai solusi untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dengan AS. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain meningkatkan produksi dan harga jual di AS, mengekspor mobil buatan AS ke Jepang, atau meminta bantuan dealer lokal Jepang untuk menjual mobil merek Amerika.

Kementerian Industri Korea Selatan menyatakan bahwa setiap kesepakatan dagang harus mencakup pengurangan atau pembebasan tarif atas mobil dan baja.

Tarif Tambahan 10% untuk Negara BRICS

Menanggapi ancaman dari negara-negara BRICS, pada  Selasa (8/7/2025) Trump menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam BRICS akan segera dikenai tarif tambahan 10%.

Trump:  “Jika mereka bergabung dengan BRICS, mereka harus membayar 10%, karena BRICS dibentuk untuk merugikan kita. Tujuan mereka adalah melemahkan dolar dan mengakhiri status dolar sebagai mata uang acuan. Kalau mereka ingin bermain seperti itu, tidak masalah. Tapi saya juga bisa bermain seperti itu. Jadi, siapa pun yang bergabung dengan BRICS akan dikenai biaya 10%.”

Wartawan:  “Apakah ini berlaku segera?”
Trump:  “Ya, segera.”

Negara Asia Tenggara Juga Bergerak Cepat

Sebagai kawasan yang sangat bergantung pada ekspor manufaktur, banyak negara di Asia Tenggara segera melakukan langkah diplomatik untuk mencari kondisi perdagangan yang lebih menguntungkan dengan Washington.

  • Thailand: Pemerintah menyatakan tengah menyusun rencana cadangan untuk menghadapi dampaknya.
  • Malaysia: Pemerintah menegaskan akan terus menjalin negosiasi dengan itikad baik bersama AS demi mencapai perjanjian dagang yang seimbang, saling menguntungkan, dan komprehensif.
  • Indonesia: Negosiator perdagangan Indonesia pada  Selasa berangkat ke Washington untuk memulai pembicaraan tarif.
  • Bangladesh: Industri tekstil dan garmen, yang sangat bergantung pada pasar ekspor AS, diperkirakan akan terdampak berat. Pelaku industri berharap tarif akhir bisa ditekan di kisaran 10% hingga 20%.

Negara-negara seperti Kamboja, Myanmar, dan Laos, yang memiliki hubungan erat dengan Tiongkok, menghadapi risiko tinggi terkait praktik “transshipment” (pemalsuan asal produk) dari barang-barang buatan Tiongkok. Negara-negara ini juga tergolong dalam kelompok yang dikenai tarif tertinggi.

  • Kamboja: Pada akhir pekan lalu telah mencapai kesepakatan awal kerangka kerja perdagangan dengan AS, sehingga tarif yang dikenakan diturunkan dari 49% menjadi 36%

Tarif Mulai Berlaku 1 Agustus, Tidak Digabung dengan Tarif Industri Sebelumnya

Tarif tambahan ini akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Namun, tarif ini tidak akan digabungkan dengan tarif industri yang telah diumumkan sebelumnya, seperti untuk produk otomotif, baja, dan aluminium.

Trump menyatakan bahwa tarif-tarif ini merupakan versi final, namun ia tetap terbuka terhadap kemungkinan penyesuaian.

Trump (7 Juli 2025):  “Sekarang saya katakan tarif ini sudah final, tapi belum 100% final. Jika mereka menelepon dengan tawaran yang berbeda, kami akan terbuka untuk itu. Tapi pada dasarnya, beginilah keadaannya sekarang.” (Hui/asr)

Laporan dari: Koresponden NTD TV, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat

Rapat Kabinet Presiden Trump: Mengungkap Aksi Gelap dan Daya Rusak Partai Komunis Tiongkok 

EtIndonesia. Pada Selasa (8/7/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet ke-6 yang seluruhnya dibuka untuk media. Trump menegaskan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah lama mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, dan mengkritik bahwa sebagian besar peralatan tenaga angin dan surya berasal dari Tiongkok. 

Pada kesempatan itu, Trump kembali menekankan bahwa Amerika harus membangun sistem energi yang stabil untuk menjamin keunggulan dalam kecerdasan buatan (AI) dan militer. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan domestik dan internasional yang sedang dihadapi Amerika, termasuk bencana banjir di Texas. 

Berikut laporan dari koresponden NTD di Gedung Putih, Tao Ming dan Ren Hao.


“Trump mengadakan rapat kabinet ke-6 yang sepenuhnya terbuka untuk wartawan. Presiden dan para menterinya menjawab pertanyaan selama satu setengah jam, dengan berulang kali menyebut soal bagaimana Tiongkok mengambil keuntungan dari Amerika,” demikian Tao Ming. 

Rapat Kabinet Trump Mengungkap Hubungan Multi-lapis AS-Tiongkok

Presiden AS, Donald Trump:  “(Secara keseluruhan, tenaga angin) adalah bencana. Turbin angin itu hampir semuanya dibuat di Tiongkok.”

Trump mengkritik bahwa tenaga angin adalah sumber listrik paling mahal di dunia, turbin mudah rusak, dan setelah ditinggalkan, merusak pegunungan, sungai, dan lautan, serta membahayakan satwa liar. Ia juga menuduh pembangkit listrik tenaga surya yang luasnya mencapai hektaran telah menggerus lahan pertanian dan tidak efisien.

Trump:  “(Pembangkit listrik tenaga surya) hanyalah tumpukan plastik dari Tiongkok. Semua plastik—plastik hitam dari Tiongkok.”

Trump menyatakan bahwa teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan membutuhkan pasokan listrik besar dan stabil. Oleh karena itu, Amerika harus membangun pembangkit listrik tenaga batu bara dan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Amerika jauh lebih kuat dari Tiongkok, bahwa kecerdasan buatan Amerika unggul dari PKT, dan militer AS lebih kuat dari Tentara Pembebasan Rakyat. Saat membahas serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Iran, ia juga menyinggung kebijakan penarikan pasukan dari Afghanistan oleh pemerintahan sebelumnya.

Trump:  “Saya semula berencana mempertahankan pangkalan udara besar Bagram setelah penarikan pasukan. Sekarang, tempat itu dikendalikan oleh PKT.”

Bandara Bagram memiliki landasan pacu yang dibangun dari beton bertulang.

Trump:  “(Bandara Bagram) hanya berjarak satu jam berkendara dari lokasi pembuatan senjata nuklir PKT.”

Fokus Trump: Banjir Texas dan Keadilan Kebijakan Tarif

Dalam rapat kabinet, perhatian utama Trump tertuju pada upaya bantuan bencana banjir di Texas yang dikoordinasikan antara pemerintah federal dan daerah. Ia juga sangat menekankan keadilan dalam kebijakan tarif.

Trump:  “Hampir semua negara mengenakan tarif pada kita. Selama bertahun-tahun, kita mengalami defisit perdagangan dengan hampir semua negara.”

Menteri Keuangan Scott Bessent, melaporkan bahwa pendapatan tarif tahun ini sudah mencapai 100 miliar dolar AS dan diperkirakan bisa mencapai 300 miliar dolar pada akhir tahun.

Menteri Pertanian Brooke Rollins: Tindakan Baru Cegah Infiltrasi PKT di Dunia Pertanian

Pada Selasa pagi, Departemen Pertanian AS meluncurkan Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional. Rencana ini akan dilaksanakan bersama oleh Departemen Pertahanan, Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta para gubernur negara bagian, untuk melindungi pertanian AS dari ancaman PKT dan negara-negara musuh lainnya.

 “Pertanian AS tidak hanya memberi makan keluarga kita, tapi juga melindungi bangsa kita dari musuh asing. (Musuh asing) membeli lahan pertanian kita, mencuri hasil riset kita, dan menciptakan celah berbahaya di sistem (pertanian) yang menjadi tumpuan hidup kita,” kata Brooke Rollins. 

Para menteri dan gubernur yang terlibat dalam rencana ini semua sepakat bahwa sektor pertanian sangat penting.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem berkata : “Jika suatu negara tidak bisa memberi makan dirinya sendiri, tidak bisa merawat dirinya, tidak bisa mandiri, maka negara itu tidak aman. Kita (AS) harus bisa memberi makan diri sendiri dan memastikan tidak ada negara lain yang bisa mengendalikan kita.”

Terungkap: Perusahaan & Warga Asing Beli Lahan Strategis AS

Rencana aksi ini juga mengungkap niat jahat PKT yang memerintahkan perusahaan dan warga sipil Tiongkok untuk membeli banyak tanah di AS.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth:  “Saya ingin tahu siapa yang memiliki tanah di sekitar pangkalan militer dan pangkalan strategis kita. Saya ingin tahu kenapa entitas asing, perusahaan asing, dan individu asing membeli tanah di sekitar pangkalan-pangkalan ini.”

Gubernur negara bagian memegang peran penting dalam menjamin keamanan pertanian. Rawlins menyebut mereka sebagai pilar utama.

Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins :  “Dengan mengumumkan (Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional) hari ini, kita akan merebut kembali tujuan ini—menjaga keamanan pertanian Amerika, dan merebut kembali tanah pertanian Amerika milik kita.” (Hui/asr)

Laporan dari Tao Ming dan Ren Hao, Koresponden NTDTV di Gedung Putih.

Benarkah Kombinasi Makanan Dapat Membahayakan Kesehatan? Mengungkap Mitos Umum Seputar Nutrisi

Banyak kombinasi makanan yang umum ternyata aman dan bahkan dapat mendukung kesehatan yang lebih baik.

oleh Shan Lam dan JoJo Novaes

Peringatan kesehatan tentang kombinasi makanan tertentu—seperti ikan panggang dengan sayuran acar atau tomat dengan mentimun—banyak beredar di internet. Namun, seberapa benarkah klaim tersebut?

Dalam sebuah episode program “Health 1+1”, Huang Yiling, seorang ahli gizi dari Koii Nutrition Taiwan, membahas sejumlah mitos umum tentang makanan. Ia menekankan bahwa tidak perlu terlalu khawatir terhadap kombinasi makanan tertentu. Dengan pola makan seimbang dan metode memasak yang tepat, makanan bisa tetap bergizi dan menyenangkan.


Ikan Panggang dan Sayuran Acar

Beberapa klaim menyebutkan bahwa makan ikan panggang bersamaan dengan sayuran acar dapat menghasilkan nitrosamin—sekelompok senyawa yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Huang menjelaskan bahwa amina dalam ikan bisa bereaksi dengan nitrat dalam makanan yang diasamkan. Di bawah pengaruh probiotik usus, reaksi ini mungkin menghasilkan nitrosamin.

Namun, risiko kesehatan yang sebenarnya sangat tergantung pada kebiasaan makan secara keseluruhan. Huang menekankan bahwa tidak perlu berlebihan khawatir terhadap paparan nitrosamin selama pola makan tetap seimbang.

Lingkungan usus serta variasi dan kombinasi makanan sangat kompleks. Terbentuknya nitrosamin tidak bisa disalahkan hanya pada satu kombinasi makanan, tetapi harus dilihat dari keseluruhan pola makan.

Untuk menikmati ikan panggang dan sayuran acar dengan lebih tenang, strategi berikut dapat membantu mengurangi risiko:

  • Konsumsi makanan kaya antioksidan: Buah dan sayur—terutama yang kaya vitamin C—dapat menghambat konversi nitrat menjadi nitrit, sehingga menurunkan kemungkinan pembentukan nitrosamin.
  • Praktikkan makan dengan bijak: Konsumsi dalam jumlah sedang dan pola makan seimbang adalah kunci untuk meminimalkan risiko kesehatan.

Natto dan Telur Mentah

Ada anggapan bahwa menyantap natto (makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi) dengan telur mentah dapat menyebabkan defisiensi biotin, yang berpotensi menyebabkan rambut rontok atau uban dini.

Huang menjelaskan bahwa avidin, yaitu protein dalam putih telur mentah, dapat mengganggu penyerapan biotin dalam tubuh.

 Meski konsumsi sesekali, seperti hanya menggunakan kuning telur, tidak membahayakan, makan telur mentah dalam jumlah besar secara rutin—terutama utuh—dapat meningkatkan risiko kekurangan biotin.

Beberapa atlet mengonsumsi hingga enam butir telur mentah sekaligus untuk meningkatkan asupan protein, kata Huang. Dalam jangka panjang, praktik ini dapat menurunkan kadar biotin dan memengaruhi kesehatan rambut, termasuk menyebabkan kerontokan atau uban dini.

Biotin penting tidak hanya untuk rambut, kulit, dan kuku, tetapi juga untuk metabolisme energi. Kekurangannya bisa mengurangi stamina fisik dan performa mental.
Karena itu, Huang menyarankan untuk membatasi konsumsi telur mentah dan fokus pada pola makan yang beragam dan seimbang.


Bayam dan Tahu

Ada kepercayaan umum bahwa makan bayam dan tahu bersama dapat menyebabkan batu ginjal.

 Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, ujar Huang. Bayam memang tinggi oksalat, dan tahu merupakan sumber kalsium.

Saat dikonsumsi bersama, kalsium dapat mengikat oksalat di saluran pencernaan menjadi kalsium oksalat—senyawa yang sulit diserap dan biasanya dibuang lewat feses—sehingga justru dapat mengurangi risiko batu ginjal.

Efek perlindungan ini paling menonjol pada tahu tradisional, yang biasanya dibuat dengan koagulan berbasis kalsium, sehingga mengandung lebih banyak kalsium.
Sebaliknya, tahu sutra sering dibuat dengan koagulan non-kalsium dan mungkin tidak memberikan manfaat yang sama.

Banyak makanan tinggi oksalat—seperti stroberi, rebung, bayam, kangkung air, dan seledri—dapat dikonsumsi dengan aman jika dipadukan dengan asupan kalsium yang cukup, ujar Huang. Kalsium membantu mengikat oksalat di usus dan mengeluarkannya lewat feses, mengurangi kemungkinan oksalat masuk ke darah dan menumpuk di ginjal.

Namun, Huang memperingatkan bahwa konsumsi vitamin C berlebihan dapat meningkatkan pembentukan oksalat, karena tubuh memetabolisme vitamin C menjadi oksalat.
Ia menyarankan agar asupan vitamin C harian tidak melebihi 1.000 mg.


Tomat dan Mentimun

Sebagian orang percaya bahwa mengonsumsi tomat dan mentimun bersamaan dapat membuat vitamin C menjadi tidak efektif, karena enzim dalam mentimun.

Namun, Huang menyatakan bahwa kekhawatiran ini sangat dibesar-besarkan. Sistem pencernaan manusia jauh lebih kompleks daripada kondisi laboratorium. Begitu makanan masuk ke usus, satu enzim saja tidak cukup untuk secara signifikan menghancurkan seluruh vitamin C.

Enzim—seperti semua protein—akan terdenaturasi oleh asam lambung saat sampai di perut, yang secara drastis mengurangi aktivitasnya, jelasnya.
Artinya, enzim tersebut tidak akan menghancurkan vitamin C dalam tubuh seperti yang mungkin terjadi di laboratorium.

Ia mencatat bahwa membuat jus tomat dan mentimun bersama atau mengaduknya dengan kuat mungkin berdampak lebih besar terhadap vitamin C, tetapi jika dikonsumsi dalam salad biasa, tidak perlu khawatir akan kehilangan vitamin C secara signifikan.


Pentingnya Keseimbangan Gizi

Huang menekankan bahwa kepadatan nutrisi adalah indikator utama kualitas makanan.

Misalnya, daging tanpa lemak lebih padat nutrisi dibanding daging berlemak karena lebih tinggi protein dan mineral seperti zat besi dan seng.

Demikian pula, beras merah dan beras multigrain mengandung lebih banyak serat dan mikronutrien dibandingkan beras putih.
Kacang-kacangan juga memiliki kepadatan nutrisi lebih tinggi dibanding minyak goreng, karena mengandung asam lemak esensial, mineral, dan vitamin E.

Huang menyarankan untuk membatasi makanan yang digoreng atau sangat diproses, karena umumnya mengandung banyak bahan tambahan buatan dan kehilangan banyak nutrisi.

Sebaliknya, memasak dengan suhu rendah (≤ 250°F / 120°C) dapat membantu mempertahankan kandungan gizi makanan.

Kesegaran juga penting. Saat makan di luar, pilihlah makanan yang baru dimasak untuk mempertahankan nilai gizinya.


Memilih Makanan Olahan yang Lebih Baik

Makanan olahan tidak selalu tidak sehat, kata Huang. Makanan olahan minimal—seperti tahu, susu kedelai, dan konjak—masih mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya dan umumnya hanya mengandung sedikit bahan tambahan esensial.

Misalnya, tahu sering dibuat dengan kalsium sulfat atau magnesium klorida, yang menjadikannya sumber kalsium yang baik dan bahkan dapat meningkatkan nilai gizi secara keseluruhan.
Makanan seperti ini bisa dinikmati dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Makanan kaleng, meskipun diproses dengan panas tinggi, juga bisa menjadi sumber nutrisi—selama tidak dipenuhi bahan tambahan buatan.
Huang mengatakan bahwa produk kaleng umumnya masih mempertahankan protein, gula, lemak, dan mineral, meskipun sebagian vitamin bisa hilang selama proses pengalengan.

Sebaliknya, makanan olahan tingkat tinggi sering mengandung banyak zat tambahan seperti penambah tekstur, penstabil warna, dan penyedap buatan, yang dapat membebani tubuh jika dikonsumsi secara rutin atau dalam jumlah besar.
Saat membeli makanan kemasan, Huang menyarankan untuk membaca label bahan dengan cermat dan menghindari produk dengan terlalu banyak bahan tambahan buatan.


Masakan Lezat Tanpa Kompromi Kesehatan

Memasak sehat tidak berarti harus menghilangkan semua rasa atau benar-benar menghindari minyak, gula, dan garam.

Sebaliknya, fokuslah pada penggunaan bahan dan bumbu secara bijak untuk menciptakan hidangan yang lezat sekaligus bergizi, ujar Huang.

Ia berbagi beberapa strategi sederhana untuk menambah rasa tanpa harus berlebihan dalam penggunaan minyak atau bumbu:

  • Gunakan rempah dan bumbu alami: Rempah seperti lada hitam, shichimi (campuran tujuh rempah Jepang), dan bumbu alami lainnya dapat menambah rasa tanpa tambahan lemak atau natrium.
  • Tambahkan bahan yang manis secara alami: Sayuran seperti kubis, wortel, bawang, dan labu memiliki rasa manis alami yang bisa membantu mengurangi kebutuhan gula tambahan saat memasak.
  • Pilih lemak berkualitas tinggi: Hindari minyak bekas pakai atau lemak berkualitas rendah. Gunakan minyak segar dan berkualitas untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Dengan memahami fakta di balik mitos makanan, kita dapat membuat pilihan yang lebih baik tanpa rasa takut yang berlebihan, dan menikmati makanan dengan tenang serta bergizi.

Produk Susu Mungkin Lebih Efektif Menstabilkan Gula Darah Dibandingkan Diet Nabati Sepenuhnya

 George Citroner

Sebuah uji klinis terbaru menemukan perbedaan dalam kestabilan gula darah dan metabolit tubuh, yang berpotensi menjelaskan mengapa tingkat diabetes lebih rendah di antara konsumen produk susu.

Seiring meningkatnya popularitas pola makan berbasis tumbuhan, penelitian baru menunjukkan bahwa para vegan mungkin kehilangan manfaat penting bagi kestabilan gula darah yang terkait dengan konsumsi produk susu.

Orang-orang yang menyertakan produk susu dalam pola makan mereka cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih stabil dibandingkan mereka yang mengikuti pola makan nabati secara ketat.


Perbedaan Utama dalam Kimia Darah

Uji klinis selama dua minggu, yang diterbitkan pada 22 April di jurnal Clinical Nutrition, melibatkan 30 orang dewasa sehat yang ditugaskan untuk mengikuti pola makan vegetarian yang mencakup produk susu atau pola makan vegan ketat yang hanya terdiri dari makanan nabati.

Peserta yang mengikuti pola makan vegetarian mengalami penurunan lemak tubuh lebih besar, sementara mereka yang mengikuti pola vegan murni kehilangan lebih banyak berat badan secara keseluruhan.

Tes darah menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok. Para peserta yang mengonsumsi produk susu memiliki kadar asetil-L-karnitin yang lebih tinggi, yaitu senyawa yang membantu sel memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dan mengurangi kerusakan sel akibat kadar gula darah tinggi.

Para peneliti menyebutkan bahwa hal ini mungkin menjadi penjelasan mengapa kadar gula darah kelompok tersebut tetap lebih rendah dan stabil.

“Orang-orang yang mengikuti pola makan vegan memiliki lebih banyak zat bernama fenilalanin setelah makan,” kata penulis utama studi ini, Profesor Vimal Karani dari University of Reading. Ia menambahkan bahwa ketika kadar fenilalanin terlalu tinggi, “itu bisa menyulitkan tubuh untuk memproses gula dengan benar.”

Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang menyertakan produk susu dalam pola makan mereka memiliki senyawa-senyawa bermanfaat dalam darah, yang mungkin menjelaskan kestabilan kadar gula darah mereka sepanjang hari.

Semua peserta menggunakan alat pemantau glukosa kontinu selama 14 hari untuk melacak konsentrasi glukosa, memberikan data rinci mengenai fluktuasi kadar gula darah setiap harinya dalam kedua pola makan tersebut.

Dalam subkelompok berjumlah 13 peserta, para peneliti mengambil sampel darah saat puasa dan setelah makan pada hari ke-1 dan ke-15 untuk menganalisis kadar metabolit—molekul kecil hasil proses metabolisme yang dapat memberi wawasan tentang bagaimana tubuh memproses zat gizi.

Uji coba ini dikendalikan secara ketat dengan memastikan bahwa kedua pola makan mengandung jumlah kalori, protein, dan karbohidrat yang sama. Kelompok yang mengonsumsi produk susu mendapatkan sekitar 558 gram produk susu per hari, terutama susu, serta sedikit yogurt dan keju, sementara kelompok vegan menggunakan alternatif nabati seperti susu kedelai dan tahu.


Dampak Terukur terhadap Gula Darah

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan kadar gula darah awal, para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengikuti pola makan lakto-vegetarian (vegetarian yang mengonsumsi produk susu) mempertahankan kadar glukosa darah rata-rata yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengikuti diet vegan ketat.

Kedua kelompok mengalami peningkatan kadar gula darah saat memulai diet mereka, namun peningkatan ini mulai menurun pada kelompok lakto-vegetarian sejak hari ketujuh, sementara kadar gula darah pada kelompok vegan terus meningkat. Kelompok vegan mengalami lebih banyak periode kadar gula tinggi pada semua hari, kecuali hari ke-12.

Para peneliti mencatat bahwa temuan ini mungkin membantu menjelaskan penelitian epidemiologis sebelumnya yang menunjukkan tingkat diabetes tipe 2 yang lebih rendah pada orang-orang yang secara teratur mengonsumsi produk susu.

Temuan ini menunjukkan bahwa produk susu mendukung pengendalian glikemik, kemungkinan melalui senyawa bioaktif seperti asetil-L-karnitin, kata Desiree Kretchmar, ahli gizi terdaftar dari Eternal Glow Nutrition and Pilates, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Penelitian lain menunjukkan bahwa asetil-L-karnitin meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti sel tubuh lebih responsif terhadap insulin—hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.


Opsi bagi Konsumen Non-Susu

Kretchmar mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menyertakan produk susu dalam pola makan mereka—seperti para vegan atau individu yang intoleran terhadap laktosa—dapat memilih susu nabati yang diperkaya, seperti susu dari kacang polong, kedelai, atau kacang fava, yang menawarkan profil protein serupa untuk memperoleh manfaat yang sebanding.

Emily Feivor, ahli gizi terdaftar di Northwell Health, New York, yang juga tidak terlibat dalam studi tersebut, menekankan pentingnya memilih opsi berkualitas tinggi, terlepas dari preferensi.

“Lebih baik memilih produk yang rendah lemak jenuh dan natrium, tinggi vitamin D, tanpa tambahan gula, serta mengandung kultur hidup dan aktif, seperti yogurt atau kefir,” ujarnya kepada The Epoch Times. “Untuk produk nabati, prinsip yang sama berlaku,” tambahnya, seraya menyebut bahwa produk berbasis kedelai adalah pilihan yang lebih baik.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya temuan ini bagi India, yang memiliki jumlah penderita diabetes terbesar kedua di dunia.


Menyeimbangkan Pola Makan Sehat untuk Mengendalikan Gula Darah

Para ahli menekankan bahwa baik pola makan vegan maupun vegetarian dapat mendukung kesehatan jika direncanakan dengan baik, namun pendekatan tertentu mungkin lebih mendukung kestabilan kadar gula darah.

Jika Anda vegan atau vegetarian, sebaiknya hindari makanan olahan atau yang telah dimurnikan, karena dapat dengan mudah meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan peradangan dalam tubuh, kata Stephanie Schiff, ahli gizi dari Huntington Hospital di New York, yang juga tidak terlibat dalam studi tersebut. “Makanan seperti itu tidak akan bermanfaat bagi kesehatan Anda.”

Pola makan seimbang yang membantu menjaga kadar gula darah tetap sehat, menurut Kretchmar, harus berfokus pada pilihan makanan kaya protein dan minim proses, baik itu dari produk hewani maupun nabati.

Ia merekomendasikan memilih yogurt tanpa pemanis, susu kedelai, keju cottage atau tahu, lentil, dan tempe sebagai pilihan nabati bagi orang-orang yang menghindari atau mengurangi konsumsi susu.

“Mengombinasikan protein dengan karbohidrat tinggi serat, seperti kacang-kacangan atau gandum utuh, membantu meratakan lonjakan glukosa,” katanya. “Hindari melewatkan waktu makan, dan atur waktu makan secara konsisten dengan memperhatikan asupan serat dan protein. Hal ini lebih penting daripada asal sumber protein, apakah dari susu sapi atau kedelai.”

Kretchmar menyimpulkan bahwa baik pola makan vegan maupun vegetarian dapat mendukung kesehatan jika direncanakan dengan bijak. Namun, ia mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bahwa menghilangkan semua produk hewani mungkin tidak selalu menjadi pilihan yang lebih baik.

“Pola makan vegetarian yang mencakup produk susu dalam jumlah moderat—terutama dalam bentuk fermentasi atau kultur—mungkin menawarkan keunggulan metabolik yang unik,” ujar Kretchmar. Namun, ia juga menekankan bahwa setiap tubuh berbeda. “Ini bukan soal ideologi; ini soal apa yang mendukung kestabilan, energi, dan kepatuhan jangka panjang.” (asr)

26 Tahun Berlalu, Penganiayaan terhadap Praktisi Falun Gong Masih Berlanjut

oleh: Peter Dahlin

Juli ini menandai peringatan 26 tahun penganiayaan brutal yang dilakukan rezim komunis Tiongkok terhadap latihan spiritual Falun Gong.

Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Safeguard Defenders baru-baru ini merilis data mengenai penahanan dan penghukuman terhadap para praktisi Falun Gong antara tahun 2008 hingga 2022. Informasi ini secara gamblang menggambarkan penganiayaan yang masih berlangsung terhadap latihan tersebut, lebih dari dua dekade setelah pertama kali dikriminalisasi melalui Pasal 300 Undang-Undang Anti-Kultus yang digunakan untuk mendiskreditkan kelompok ini.

Pasal 300 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana telah menjadi alat utama untuk menargetkan para praktisi Falun Gong. Pasal ini mengkriminalkan “mengorganisir atau memanfaatkan sekte mistik atau organisasi kultus, atau menggunakan takhayul untuk merusak pelaksanaan hukum dan ketentuan administratif negara.” Vonis berdasarkan pasal ini dapat berujung pada hukuman maksimal tujuh tahun penjara, tanpa batasan bagi kasus yang dianggap “serius.”

Studi dari Safeguard Defenders menemukan bahwa rata-rata hukuman penjara bagi seseorang yang divonis berdasarkan Pasal 300 adalah lebih dari lima tahun—lebih dari dua kali lipat rata-rata 2,3 tahun untuk kejahatan “menyulut perselisihan dan memprovokasi masalah,” sebuah tuduhan yang juga kerap digunakan untuk menganiaya para pembangkang dan pembela HAM di Tiongkok.

Latar belakang penganiayaan ini berakar pada peristiwa 22 Juli 1999, ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara resmi melarang Falun Gong dan menyatakannya sebagai “ancaman bagi stabilitas sosial dan politik” setelah sebuah aksi protes damai di Beijing. Jumlah pengikut yang besar—diperkirakan mencapai puluhan juta orang pada saat itu—dan kemampuan mereka untuk mengorganisasi demonstrasi besar-besaran membuat pihak Partai merasa terancam, sehingga memicu pelarangan. PKT kemudian menggunakan Pasal 300 untuk menargetkan para praktisi Falun Gong, yang mengarah pada penangkapan, penahanan, dan vonis yang panjang.

Data yang dikumpulkan oleh Safeguard Defenders mengungkap gambaran yang suram. Banyak praktisi yang meninggal dunia dalam tahanan, sementara yang lain menjadi korban pengambilan organ secara paksa, dianiaya di luar sistem peradilan, serta ditahan di kamp kerja paksa atau rumah sakit jiwa. Kantor 610, sebuah organisasi rahasia milik Partai yang dibentuk pada Juni 1999 untuk mengawasi pemberantasan Falun Gong, kemungkinan memainkan peran dalam menentukan lamanya hukuman bagi mereka yang dituduh melanggar Pasal 300. Meskipun Kantor 610 tampaknya telah dibubarkan pada 2018, penganiayaan terhadap Falun Gong masih berlanjut hingga sekarang.

Baru-baru ini, Safeguard Defenders mengumpulkan data atas sekitar 1.400 kasus penuntutan terhadap praktisi Falun Gong, mendokumentasikan nama, jenis kelamin, lokasi, dugaan pelanggaran, serta lamanya hukuman. Temuan ini menyoroti penganiayaan yang terus berlangsung terhadap para praktisi Falun Gong dan juga memungkinkan perbandingan dengan kasus-kasus lain yang berkaitan dengan pelanggaran HAM.

Data tersebut dibagi ke dalam tiga era politik berdasarkan pemimpin PKT pada waktu itu: masa jabatan kedua Hu Jintao (2008–2012), masa jabatan pertama Xi Jinping (2013–2016), dan masa jabatan kedua Xi (2017–2022). Lebih dari setengah kasus menggunakan Pasal 300, yang menunjukkan tekad PKT untuk menghukum para praktisi Falun Gong.

Data juga menunjukkan bahwa Pasal 300 telah digunakan untuk mengkriminalkan puluhan sekte terlarang lainnya, seperti Gereja Tuhan Yang Mahakuasa (The Church of the Almighty God). Faktanya, umat Kristen di Tiongkok, terutama yang tergabung dalam gereja rumah bawah tanah, kini semakin menjadi sasaran Pasal 300—sebuah perkembangan yang relatif baru dan semakin menunjukkan bagaimana PKT memandang spiritualitas sebagai ancaman eksistensial terhadap cengkeramannya atas kekuasaan.

Secara geografis, sebagian besar kasus tercatat terjadi di wilayah timur laut Tiongkok, dengan Heilongjiang menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi. Data juga mengungkap ketimpangan gender, di mana jumlah perempuan yang divonis berdasarkan Pasal 300 antara tahun 2008 hingga 2022 mencapai 50 persen lebih banyak dibanding laki-laki.

Perbandingan antara kasus Pasal 300 dengan pelanggaran terkait HAM lainnya, seperti Pasal 293 (menyulut perselisihan dan memprovokasi masalah) dan Pasal 105 (subversi terhadap negara dan hasutan untuk menggulingkan negara), menyoroti beratnya hukuman yang dihadapi oleh para praktisi Falun Gong. Rata-rata lamanya hukuman untuk vonis Pasal 300 adalah 5,2 tahun—jauh lebih lama dibanding rata-rata 2,3 tahun untuk vonis Pasal 293.

Singkatnya, para praktisi Falun Gong hingga hari ini masih menghadapi kemungkinan hukuman yang jauh lebih berat dibanding hampir semua kelompok lain di Tiongkok, dan seringkali hanya karena keyakinan mereka—bukan karena tindakan tertentu.

Terlepas dari perubahan kepemimpinan politik dan berlalunya waktu, penganiayaan PKT terhadap Falun Gong tetap tidak berubah. Data ini menjadi pengingat yang tegas akan pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Tiongkok, serta perlunya perhatian dan tindakan internasional yang mendesak untuk mengatasi ketidakadilan ini.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak mencerminkan pandangan dari The Epoch Times.

Peter Dahlin adalah pendiri LSM Safeguard Defenders dan salah satu pendiri LSM Tiongkok berbasis di Beijing, China Action (2007–2016). Ia adalah penulis buku Trial By Media dan kontributor dalam buku The People’s Republic of the Disappeared. Ia tinggal di Beijing sejak tahun 2007 hingga ditahan dan dipenjara secara rahasia pada tahun 2016, lalu dideportasi dan dilarang masuk kembali. Sebelum tinggal di Tiongkok, ia bekerja untuk pemerintah Swedia dalam isu-isu kesetaraan gender, dan kini menetap di Madrid, Spanyol

Tulang Ikan yang Tersangkut di Tenggorokan Seorang Wanita Akhirnya Keluar Sendiri dari Lehernya

EtIndonesia. Seorang wanita Thailand yang tidak sengaja menelan tulang ikan, yang tersangkut di tenggorokannya, terkejut melihat tulang itu akhirnya menusuk lehernya setelah dia gagal mengeluarkannya.

Pada tanggal 17 Juni, pengguna Facebook Suriyan Buppa-art mengunggah beberapa foto mengejutkan yang diduga memperlihatkan leher istrinya dengan jarum putih tajam yang menusuk kulit dari dalam.

Pria Thailand itu kemudian mengatakan kepada media berita bahwa unggahannya dimaksudkan sebagai kisah peringatan bagi orang-orang yang gemar makan ikan tetapi lupa memastikan ikan itu bebas tulang.

Rupanya, istrinya sedang menikmati sup ikan ketika dia tidak sengaja menelan tulang ikan dan merasakan sakit yang tajam di lehernya. Dia mencoba mengeluarkan tulang itu menggunakan pengobatan tradisional seperti makan nasi dan kulit roti, tetapi tidak ada yang berhasil, jadi dia pergi ke rumah sakit, di mana pemeriksaan sinar-X tidak menemukan benda asing apa pun.

Meskipun dia masih merasakan sakit di tenggorokannya setelah sinar-X, dia dan istrinya, Sang Lan, sama-sama berasumsi bahwa tulang itu telah terlepas.

Kehidupan berjalan seperti biasa, dan Sang Lan mulai terbiasa dengan rasa tidak nyaman di tenggorokannya, mengira lukanya akan sembuh pada akhirnya, tetapi dua minggu kemudian, dia menyadari lehernya telah membengkak. Wanita itu menduga ada kondisi yang terkait dengan tiroidnya dan pergi ke rumah sakit lagi.

Dokter kedua juga melakukan rontgen lehernya, sesuai prosedur, tetapi tidak menemukan sesuatu yang aneh, jadi dia meresepkan beberapa obat dan penghilang rasa sakit dan mempersilakan wanita itu pulang.

Di rumah, saat bersiap untuk menempelkan plester pereda nyeri di lehernya, Sang Lan mulai menggosok area nyeri yang akan ditempelinya ketika dia melihat jarum runcing menekan kulitnya dari dalam. Setelah memberikan sedikit tekanan, kepala jarum putih menusuk kulit wanita itu.

Pasangan yang terkejut itu kembali ke rumah sakit untuk ketiga kalinya, dan dokter berhasil mengeluarkan tulang ikan sepanjang 2 cm dari leher wanita itu. Tim yang mengoperasi Sang Lan mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.

Pasien itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan menjauhi ikan untuk sementara waktu, bahkan mungkin selama sisa hidupnya.

Tulang ikan menempati peringkat yang cukup rendah dalam daftar benda aneh yang tersangkut di tenggorokan orang, tetapi tidak setiap hari tulang seperti itu benar-benar menembus leher seseorang dari dalam.(yn)

Sumber: odditycentral

Dokter di Tiongkok Menemukan Belut Hidup Berenang di Rongga Perut Seorang Pria

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok berusia 33 tahun yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sakit perut parah ternyata memiliki belut hidup sepanjang 30 cm di rongga perutnya.

Surat kabar Tiongkok, Huaihua Daily, melaporkan kasus langka seorang pria Hunan yang datang ke Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Hunan dengan wajah pucat, berkeringat deras, dan mengeluh sakit perut.

CT scan perut pria tersebut menunjukkan benda asing yang tampaknya telah menembus perutnya dan berakhir di rongga perutnya. Perut pria itu sudah sekeras papan, dan karena khawatir akan peritonitis yang berpotensi fatal, dokter memutuskan untuk melakukan operasi laparoskopi darurat.

Saat memeriksa perut pria itu, mereka terkejut menemukan belut hidup berenang di antara organ-organnya.

Selama operasi, dokter menemukan bahwa belut tersebut telah menembus seluruh dinding usus dan sekarang “berenang” di rongga perut, yang berisiko terinfeksi jika tidak segera ditangani.

Dengan menggunakan alat seperti penjepit, dokter bedah berhasil mengambil dan mengeluarkan belut tersebut, lalu menjahit lubang di kolon sigmoid dan membilas rongga perut dengan larutan garam untuk meminimalkan risiko infeksi.

Setelah operasi, pria tersebut pulih dengan baik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tidak ada kabar tentang apa yang terjadi pada belut tersebut…

Belut adalah hewan air yang suka bersembunyi dan terbiasa hidup di lingkungan berdasar lumpur, seperti sawah, danau, kolam, sungai, dan kanal. Belut diketahui dapat menggali lubang di tanah yang relatif lunak, sehingga dapat dengan mudah menembus usus manusia.

Meskipun para ahli medis yang terlibat dalam kasus ini tidak membahas bagaimana belut tersebut masuk ke usus besar pria tersebut, tidak terlalu sulit bagi orang-orang untuk menyimpulkan…

“Semua orang tahu bagaimana dia masuk,” komentar seseorang.

“Dia tidak sengaja duduk di atasnya,” tulis orang lain.

Menariknya, kasus seperti ini tidak selangka yang Anda bayangkan. Kami pernah menulis tentang kasus yang sangat mirip beberapa waktu lalu.(yn)

Sumber: odditycentral

Jangan Hidup demi Ditunjukkan ke Orang Lain

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang teman membeli mobil baru seharga dua juta dolar Taiwan. Dia mengendarainya dari Ningbo ke Hangzhou untuk menemuiku. 

“Kirimkan alamatmu, aku akan jemput. Kita naik ke pegunungan dan bersenang-senang sedikit,” katanya.

Ketika aku menunggu di gerbang kompleks, aku baru sadar dia mengganti mobilnya setelah melihat BMW yang mengilap itu. Tahun lalu saat aku ke Ningbo, dia masih mengendarai VW Polo.

“Wah, kamu kaya mendadak ya! Sekarang pakai BMW,” godaku. 

Dia tertawa.

Dalam perjalanan, dia memperkenalkan fitur-fitur mobil barunya: transmisi otomatis 8-percepatan, tombol start otomatis, sistem audio Harman Kardon—semuanya dijelaskan satu per satu sambil mendemonstrasikannya. Rasanya seperti sedang naik mobil promosi dari sales BMW. 

Aku tersenyum dan berkata: “Aku tahu kamu beli BMW, tapi ayo kita bicarakan topik lain.”

Dia tertawa canggung dan akhirnya mengaku, sebenarnya dia tidak terlalu ingin membeli mobil itu. Dia lebih suka kendaraan off-road, lebih menyukai petualangan dan perjalanan darat. Menurutnya, SUV tangguh seperti itu adalah cinta sejatinya.

Sambil bercerita tentang pengalaman menyetir ke padang rumput dan gurun bersama teman-temannya, matanya berbinar penuh semangat. 

Dia berseru: “Kalau suatu hari nanti aku punya cukup uang, aku pasti akan beli Toyota Land Cruiser!” 

Melihat antusiasmenya, aku pun berkata pelan: “Kalau aku jadi kamu, mungkin aku akan beli Mitsubishi Pajero, atau Toyota Prado.”

Dia menghela napas dan berkata bahwa dia sebenarnya sudah lama bimbang, namun akhirnya tetap membeli BMW. Alasannya? “Kamu pasti paham.” Saat itu aku langsung teringat kisah Kitano Takeshi (sutradara dan aktor Jepang).

Terlalu Peduli Pandangan Orang, Kita Jadi Lupa Tujuan Awal

Sebelum terkenal, Kitano Takeshi pernah bermimpi, suatu hari kalau sudah punya uang, dia akan mengendarai mobil sport dan makan di restoran mewah. Tapi setelah sukses dan benar-benar bisa membeli Porsche, dia mendapati kenyataan bahwa mengendarai Porsche tidak seseru yang dibayangkan—karenad ia tidak bisa melihat dirinya sendiri sedang menyetir Porsche! Maka dia menyuruh temannya yang mengendarai mobil itu, sementara dia sendiri naik taksi dari belakang dan berkata kepada sopirnya: “Lihat itu, itu mobil saya.”

Pernahkah kamu merasa bahwa hidup banyak orang seolah dijalani untuk diperlihatkan kepada orang lain? Kita terlalu menginginkan validasi dari luar, sampai kadang menekan dan memutarbalikkan keinginan terdalam kita sendiri.

Saat tinggal di Beijing, aku pernah punya seorang teman sekamar. Semua uang yang dia miliki harus dihabiskan untuk hal-hal yang bisa “dilihat orang”.

Pakaian yang dibelinya hampir semua bermerek terkenal, dan harus yang memiliki logo besar di bagian dada atau punggung, agar terlihat dari jarak satu kilometer, bahkan di tengah kabut asap pun tetap menyala terang.

Dia juga gemar membeli gadget. Begitu ada produk teknologi baru, entah perlu atau tidak, dia harus menjadi yang pertama memiliki, lalu buru-buru mengunggahnya ke media sosial.

Dia doyan pesta dan makan di restoran mewah, meski uang bulanannya sudah nyaris habis. Bahkan untuk memberi hadiah pun, meski harus memaksakan diri, dia tetap harus tampak “wah”.

Aku pernah bercanda padanya: “Kamu itu kayak orang yang kalau minum kopi di Starbucks, harus difoto dulu dan diposting. Kalau nggak, rasanya kayak kopi itu nggak pernah diminum.”

Hidup yang Diukur Lewat “Skor Sosial” Itu Menyesakkan

Dalam serial Inggris Black Mirror, episode pertama musim ketiga, digambarkan secara gamblang dan menyeramkan bagaimana hidup bisa dikendalikan oleh sistem penilaian sosial.

Dalam dunia itu, bahkan hal-hal kecil atau interaksi dengan orang yang tidak disukai pun harus dijaga dengan sangat hati-hati. Semua itu demi menjaga skor sosial dan “kesan” dari orang lain—takut jika sekali saja bertindak salah, nilai akan turun dan hidup menjadi sulit.

Ada satu adegan kecil tapi membekas: tokoh utama, Lacie, membeli kopi dan mencicipi sepotong biskuit. Ekspresinya menunjukkan bahwa rasanya sangat tidak enak. Tapi, dia tetap menaruh biskuit di pinggir cangkir kopi, memotret, dan mengunggahnya ke media sosial dengan caption yang menampilkan suasana “hidup yang sempurna.”

Bagi Lacie, pandangan orang lain jauh lebih penting dibanding rasa kopi atau biskuit itu sendiri. Dalam dunia yang penuh penilaian, semua orang sibuk mempercantik hidup mereka secara artifisial. Seolah-olah dengan itu, bisa menutupi kekurangan yang mereka rasakan dalam diri sendiri.

Orang yang Dewasa Tidak Hidup dalam Bayang-bayang Pandangan Orang

Menjalani hidup demi diperlihatkan pada orang lain akan membuat kita mudah merasa iri, selalu membandingkan diri, dan akhirnya kehilangan arah.

Pernah ada seorang pembaca datang padaku sambil menangis. Dia berkata pacarnya ingin putus karena dia terlalu miskin. Dia bertanya padaku, apa yang harus dilakukan? 

Aku menjawab: “Kalau begitu, berpisahlah dengan damai. Semoga kalian masing-masing bisa menemukan kebahagiaan.”

Tapi dia tidak terima. Dia menggertakkan gigi dan berkata: “Tidak! Aku harus buktikan ke dia, bahwa meninggalkanku adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Aku akan sukses dan menikahi perempuan yang jauh lebih baik, lalu biar dia menyesal.”

Lalu aku menceritakan satu kisah lama padanya.

Dulu ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria ingin pergi ke kota besar untuk mengejar karier, dan ingin sang wanita ikut bersamanya. Tapi sang wanita lebih memilih hidup tenang di kota kecil. Mereka akhirnya berpisah. Bertahun-tahun kemudian, si pria sukses besar dan kembali ke kota asal sang wanita, ingin membuat mantan kekasihnya menyesal. Tapi yang dia temukan justru sebaliknya—sang wanita hidup bahagia dan damai.

Kadang kita terlalu melebih-lebihkan nilai kita di mata orang lain, sehingga begitu terobsesi dengan bagaimana mereka melihat kita.

Seperti curhatan seseorang di media sosial: “Aku paling takut difoto. Sering kali setelah difoto secara tidak sengaja, aku melihat hasilnya dan menjerit, ‘Astaga, kok jelek banget?!’ Tapi saat ditunjukkan ke orang lain, mereka hanya berkata santai, ‘Biasa aja kok, kamu memang kayak gitu.’ Rasanya seperti dunia runtuh.”

Aku sendiri pernah mengunggah foto selfie konyol di media sosial. Dua tali hoodie sengaja aku masukkan ke lubang hidung, lalu aku tulis caption: “Akhirnya tahu juga kegunaan dua tali ini.”

Banyak teman komen: “Kamu ini kan punya fans, jaga dong citra diri.” 

Ada juga yang bilang: “Lihat postingan kamu ini, aku putuskan untuk unfollow.”

Tapi selama tidak melanggar norma dan etika, aku tidak peduli orang bilang apa. 

Ada ungkapan bijak: “Semakin dewasa seseorang, semakin dia tidak hidup dalam penilaian orang lain.”

Seperti lirik lagu rakyat Skotlandia yang terkenal: 

 “Cintailah, seolah kamu tak pernah tersakiti.

 Menarilah, seolah tak ada yang menonton.

Bernyanyilah, seolah tak ada yang mendengarkan.”

Jangan pernah menukar kejujuran hati sendiri dengan pengakuan dari orang lain. Itu tidak layak, dan tidak akan pernah membawa kebahagiaan sejati.

Tidak ada jalan menuju kebahagiaan, karena kebahagiaan itu sendiri adalah jalan.

Di zaman sekarang, ketika media sosial begitu melekat dalam hidup kita, pola pikir manusia makin ego-sentris. Percayalah, tidak ada yang sungguh-sungguh memperhatikanmu. Bukan karena kamu diremehkan, tapi karena semua orang terlalu sibuk dengan hidupnya masing-masing.

Tak seorang pun melirikmu—karena tak seorang pun punya waktu untuk itu.(jhn/yn)

Meminjam Uang – Kisah Seorang Tukang Besi

EtIndonesia. Gaya hidup tanpa batas, tekad yang tak mudah dipatahkan, dan seorang pria yang hidup berdampingan dengan besi.

Meminjam uang adalah hal yang paling tidak ingin saya lakukan seumur hidup ini—karena di masa-masa itu, saya benar-benar merasakan pahit-manisnya hubungan antarmanusia.

 “Saya tidak rela menghadapi tangga buatan saya—dan juga hidup saya—dengan sikap asal-asalan.”

·        Saya menggunakan besi untuk berinteraksi dengan berbagai macam orang. Di dalamnya, saya merasakan suka dan duka kehidupan. Hingga suatu saat saya menyadari, besi pun bisa dibumbui. Tambahkan ketulusan, sedikit kreativitas, dan tekad yang kuat—hasilnya akan menjadi besi yang bisa menyentuh hati, termasuk hati saya sendiri.

·        Jika sebuah karya dibuat dengan baik, bukan hanya kita yang merasa senang, tetapi orang lain pun akan ikut terharu.

·        Saya tidak ingin mengerjakan tangga dengan sembarangan, sama seperti saya tidak ingin menjalani hidup dengan cara yang setengah hati.

·        Memandang serius pekerjaan sendiri—itulah yang paling penting!

·        Saya hanyalah seorang tukang besi, tapi saya ingin setiap hasil karya yang saya serahkan ke tangan pelanggan adalah besi yang berkilau, yang mampu menggugah perasaan.

·        Orang lain membangun rumah besi bisa selesai dalam satu-dua hari, sementara kami bisa memerlukan waktu lebih lama. Ada yang bilang kami gila atau bodoh, tapi sebenarnya—ini adalah bentuk konsistensi dan dedikasi!

·        Dengan besi inilah saya kembali berhasil menjalin koneksi emosional dengan orang yang jauh di sana. Tangga ini memiliki kehangatan, bukan benda dingin tanpa jiwa.

·        Uang memang penting—saya juga menyukainya. Tapi pada akhirnya, yang paling berharga adalah getaran emosi antar manusia, dan uang hanya menjadi urusan sekunder.

·        Saya bukan dewa, hanya manusia biasa. Saya suka segalanya dikerjakan dengan sempurna dan tuntas. Maka saya tinggalkan pola pikir lama. Biarlah lambat asal tepat dan utuh. Setidaknya saya bisa hidup dengan hati tenang, dan di hadapan klien pun saya bisa berdiri dengan rasa percaya diri.

·        Sentuh hati sendiri dulu, baru bisa menyentuh hati orang lain. Anggap setiap pekerjaan yang saya lakukan di rumah pelanggan seperti mengerjakan sesuatu di rumah saya sendiri. Kalau itu rumah sendiri, apakah kita akan mengerjakannya dengan asal-asalan?

Detail dalam Dunia Tukang Besi yang Tak Banyak Diketahui

Pekerjaan ini menuntut keberanian menghadapi ketinggian, kekuatan fisik, dan ketekunan—itulah yang menjadikan besi sebagai bagian penting dari kehidupan kita. Namun, ada banyak hal kecil yang mungkin tidak banyak orang tahu:

·        Setelah pemasangan rumah atau jendela besi selesai, harus disiram dan dibersihkan agar serbuk besi dan debu tidak menumpuk di celah, sehingga memperpanjang umur pakai.

·        Banyak jendela besi berkarat dalam hitungan tahun karena tidak dilakukan perlakuan anti-karat saat pemasangan.

·        Panjang jalur las dan keakuratan sambungan sangat menentukan kekuatan dan ketahanan struktur besi.

·        Cara besi dipasang, ketebalan pelat penahan, dan jenis baut yang digunakan—semuanya ibarat akar pohon. Akar yang lemah, pohonnya bisa tumbang hanya karena sedikit dorongan.

·        Harga murah dari kontraktor belum tentu baik—jangan sungkan bertanya tentang bahan yang digunakan dan metode pemasangan.

·        Coba periksa tangga besi di rumahmu: apakah mengeluarkan suara berderit saat diinjak? Apakah masih ada bekas las yang tidak dibersihkan? Atau malah seluruh tangga tampak miring?

·        Pemasangan pintu besi yang tidak benar bukan hanya membuatnya susah dibuka-tutup, tapi juga mengurangi efektivitas sistem keamanan rumah!

Saya Terlahir dengan “Sendok Besi” di Mulut

Saya tumbuh dalam keluarga berkecukupan—bukan dengan sendok emas atau perak, tapi sendok besi. Artinya, meski kami bukan keluarga konglomerat, hidup kami terbilang nyaman dan berkecukupan.

Saya anak yang pemalu, pendiam, emosional, dan mudah menangis. Sejak kecil saya tidak terlalu suka pelajaran sekolah. Saya lebih senang berlama-lama tenggelam dalam dunia komik, berimajinasi tanpa batas. Saya sering membayangkan kelak bisa menjadi pelukis, ilmuwan, atau insinyur mesin—melakukan hal-hal yang berbeda dari orang lain, menciptakan sesuatu yang luar biasa.

Tapi kehidupan tak semudah mimpi.

Keluarga saya yang awalnya berada, perlahan runtuh karena ayah saya kecanduan judi. Semua harta habis tak tersisa. Ayah juga selingkuh dan akhirnya membentuk keluarga baru.

Saya dan ibu pun hidup sebagai keluarga tunggal sejak kecil. Saya belajar lebih cepat untuk membaca suasana hati orang lain.

Kehidupan kami sulit. Makan tiga kali sehari pun sering jadi masalah. Kami sering diusir pemilik kontrakan. Pindah-pindah rumah sudah jadi rutinitas, seperti kisah “Mencari lingkungan terbaik untuk anak” ala Mencius.

Dan itu membuat kami sering harus meminjam uang ke sana kemari.

Luka Paling Dalam: Hari Ketika Saya Harus Meminjam Uang

Meminjam uang adalah hal paling menyakitkan dalam hidup saya—karena di masa itu, saya benar-benar belajar seperti apa dinginnya dunia.

Suatu hari, ibu mengajak saya ke pabrik boneka musik buatan tangan milik bibinya. Kami hendak meminjam uang dari adiknya. Tapi karena ibu sudah terlalu sering datang meminjam, dia tak sanggup lagi masuk sendiri, dan menyuruh saya yang melakukannya.

Saya sangat enggan melangkah ke dalam. Di sana, dua baris ibu-ibu sedang bekerja, dan saya harus berjalan di tengah-tengah mereka. Dari kiri dan kanan terdengar bisik-bisik menyakitkan:

“Bukankah ini anaknya si XX? Pasti kakaknya kepala bagian itu mau pinjam uang lagi…”

 “Pinjam terus, nggak malu ya?”

 “Baru minggu lalu juga datang…”

Bagi saya, ini mimpi buruk yang terus terulang. Dan sekarang saya harus mengalaminya lagi!

Tuhan… mereka mungkin tidak tahu—anak SD kelas 3 pun punya harga diri. Dan saya mengerti semua yang mereka katakan.

Saya menundukkan kepala dan berjalan cepat ingin segera keluar dari tempat itu. Tapi jarak pendek itu terasa seperti jalan tak berujung. Kaki saya berat, seakan tak bisa mencapai ujungnya.

Kedua tangan saya menggenggam erat. Dalam hati saya bersumpah: “Seumur hidupku, aku tidak akan pernah lagi meminjam uang dari siapa pun!”

Saat akhirnya bertemu dengan tante saya, saya menangis tersedu-sedu. Bukan karena ingin membuatnya kasihan—tapi karena harga diri anak kecil saya remuk berkeping-keping.

Pelukan Seorang Tante yang Menghangatkan Luka Seumur Hidup

Untungnya, tante saya masih memberikan harapan pada dunia ini. Melihat saya yang hancur secara emosional, dia segera memeluk saya erat dan berbisik lembut di telinga:

“Tidak apa-apa… jangan menangis… tante mengerti… tante tahu…”

Kemudian, dia diam-diam menyelipkan uang ke tangan saya.

Di saat itulah saya sadar: Uang memang penting. Tapi betapa sulitnya menerima uang dari orang lain.

Melihat ibu-ibu yang sedang bekerja itu, saya akhirnya memahami: Hanya dengan tangan sendiri, kita bisa hidup secara bermartabat.

Tak lama kemudian, saya dan ibu mulai ikut kerja rumahan. Dari situlah saya benar-benar merasakan: menghasilkan uang dari tangan sendiri adalah sesuatu yang membahagiakan dan bermakna. (jhn/yn)

 Penulis: Zeng Wenchang

Bagaimana Kondisi Cuaca Menyebabkan Banjir Bandang Mematikan di Texas

Para ahli menjelaskan bagaimana kombinasi cuaca, air, dan kehadiran manusia menyebabkan banjir besar di Texas tengah

T.J. Muscaro

Banjir katastrofik  yang melanda Texas tengah digambarkan oleh Greg Waller, ahli hidrologi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di West Gulf River Forecast Center di Fort Worth, Texas, sebagai “badai sempurna” dalam konteks prakiraan sungai.

“Dalam dunia prakiraan sungai, ini adalah salah satu kejadian yang akan kami gunakan untuk melatih para peramal kami, karena kami tahu ini akan terjadi lagi,” kata Waller kepada The Epoch Times. “Mungkin dalam 10 tahun? Dua puluh? Tiga puluh? Tapi kami tahu ini akan terjadi lagi, dan kami harus memiliki dataset ini untuk pengalaman ke depan.”

Kombinasi sempurna tersebut melibatkan sisa kelembapan dari Badai Tropis Barry yang naik dari Meksiko, bergabung dengan sistem tekanan rendah yang dikenal sebagai trough di atas formasi geologi yang disebut Waller sebagai Balcones Escarpment, yang menyebabkan massa udara naik cepat ratusan kaki dan memicu badai hebat.

Wilayah Texas tengah memiliki tanah yang dangkal di atas medan berbatu yang rentan menjadi aliran permukaan besar dan cepat saat hujan deras.

“Kondisi medan di sana, tidak banyak tanah,” ujar Bob Fogarty, ahli meteorologi dari National Weather Service di kantor Austin/San Antonio. “Tanah cepat jenuh, dan di bawahnya hanya batuan—semua air langsung menjadi limpasan.”

Badai yang berkembang ini berhenti di atas wilayah berbatu tersebut, mengguyurkan hujan hingga 10 inci (25 cm) dalam waktu tiga hingga empat jam. Beberapa lokasi bahkan menerima hujan hingga 15 hingga 16 inci (38–40 cm).

Waller menekankan bahwa laju curah hujan adalah faktor utama yang menentukan seberapa besar sungai akan meluap.

“Dua inci dalam 24 jam menghasilkan pola limpasan yang berbeda dari dua inci dalam setengah jam,” ujarnya.

Dua hari setelah kejadian, permukaan air di Sungai Guadalupe terlihat kembali normal, tetapi Waller menegaskan bahwa laju curah hujan 1,5 hingga 2 inci per jam dapat kembali memicu peringatan banjir.


Badai Bergerak Lambat

Menurut Fogarty, yang juga setuju bahwa istilah “badai sempurna” sangat tepat untuk menggambarkan kejadian ini, hujan mulai turun sekitar 4 Juli tengah malam dari badai yang bergerak lebih lambat dari perkiraan.

“Jumlah hujan lebih besar dari yang kami perkirakan,” kata Fogarty. “Model prakiraan tidak memperhitungkan pergerakan lambat dari badai ini.”

Waller menambahkan bahwa kedua kantornya sudah bersiap dengan personel tambahan untuk memantau dan melaporkan badai sepanjang malam.

“Biasanya, pusat prakiraan sungai tutup pukul 22.00 malam dan buka kembali pukul 06.00 pagi,” ujar Waller. “Kami mengidentifikasi ancaman hujan lebat pada Kamis sore dan menambah staf untuk memastikan cakupan yang cukup… Kami juga memiliki staf cadangan siap diterjunkan jika diperlukan.”

Peringatan banjir bandang pertama diterbitkan untuk Kabupaten Bandera pukul 23:40 CDT pada 3 Juli. Namun, peringatan pertama untuk Kabupaten Kerr yang memicu notifikasi ponsel baru keluar pukul 01:14 pada 4 Juli.

Fogarty menjelaskan bahwa badai tersebut mengguyur hujan ke dua anak sungai, utara dan selatan dari Sungai Guadalupe, yang mengalir ke timur dan bertemu di sekitar kota Hunt, Texas—bagian dari wilayah Texas Hill Country yang populer bagi wisatawan, termasuk saat libur 4 Juli.


Tinggi Muka Air Sungai

Pukul 03:19, National Weather Service mengeluarkan peringatan banjir sungai pertama, menyatakan bahwa permukaan air di dekat Hunt telah mencapai 3,35 meter, dan  lantai jembatan Highway 39 di dekat Hunt terendam 1,83 meter. 

“Beberapa penduduk terisolasi dan disarankan untuk tetap di tempat,” bunyi peringatan tersebut.

Batas banjir (flood stage) untuk wilayah Hunt adalah 3 meter—tinggi minimal sungai untuk mulai membahayakan kehidupan dan properti.

Pukul 03:50, peringatan diperbarui: tinggi air sungai di Hunt telah mencapai 5,91 meter dan diperkirakan akan melewati 23 kaki (7,01 meter). 

 “Pada ketinggian 25 kaki, banjir besar akan sangat merusak perkemahan resor di sepanjang South Fork di bawah River Inn Resort hingga Hunt,” bunyi peringatan.

Pukul 04:46, peringatan dikeluarkan untuk Kerrville, menyatakan bahwa air telah mencapai 7 kaki (2,13 meter) dan diperkirakan naik menjadi 25 kaki pagi itu. Batas banjir Kerrville adalah 9 kaki (2,74 meter). 

Pukul 06:05, kota Comfort, Texas, diperingatkan bahwa sungai diperkirakan akan naik hingga 30,6 kaki (9,33 meter).  Batas banjir Comfort adalah 21 kaki (6,40 meter). 

West Gulf River Forecast Center menggunakan pengukur banjir dari U.S. Geological Survey (USGS) di sepanjang Sungai Guadalupe.

Pengukur di dekat Kerrville mencatat kenaikan 6,71 meter dalam waktu kurang dari dua jam.

Pengukur di dekat Hunt mencatat ketinggian banjir 8,98 meter pada pukul 04:45 pagi pada 4 Juli sebelum akhirnya offline. USGS kini tengah menyurvei pengukur tersebut untuk menentukan tinggi maksimum resmi.

“Kami perkirakan angka tersebut akan naik,” kata Waller. “Kemungkinan air masuk ke rumah pengukur atau struktur alat ukur rusak sehingga offline. Kami masih menunggu watermark (tanda batas tertinggi) dari USGS setelah survei selesai.”

Waller membandingkan banjir ini dengan banjir Sungai Blanco pada tahun 2015 di dekat Wimberley, Texas, dan banjir Sungai Guadalupe tahun 1987 yang menyebabkan air di Kerrville naik hingga 11,49 meter.


Tragedi Mematikan

Namun bagi Waller, tragedi terbesar kali ini adalah hilangnya nyawa manusia akibat kombinasi dari alam dan populasi yang rentan secara sosial.

“Banyak tragedi juga disebabkan oleh waktu kejadian, yaitu malam hari saat libur panjang, dengan populasi yang tidak familiar dengan wilayah tersebut,” katanya. “Mereka sedang berkunjung, mirip dengan banjir Wimberley—populasi wisata malam hari di wilayah yang sangat sensitif.”

Ia juga mengatakan badai ini mencakup wilayah lebih dari 100 mil, menyebabkan banjir bukan hanya di Sungai Guadalupe, tetapi juga Sungai Medina, Sungai Llano, Sungai San Saba, bahkan Sungai Colorado.

Peringatan banjir ringan dan sedang juga dikeluarkan untuk beberapa sungai lainnya.

“Itulah tantangan hidrologi di Texas,” katanya. “Di wilayah itu, DAS (daerah aliran sungai) cukup sempit. Jika prakiraan hujan meleset 20 mil, maka itu sudah dua sistem sungai yang berbeda.”


Ancaman Belum Berakhir

Negara bagian Texas belum sepenuhnya aman. Peringatan banjir masih berlaku di seluruh Texas tengah hingga 6 Juli, karena gelombang hujan deras berikutnya diperkirakan akan datang.

“Jika sinyal hujan lebat kembali muncul, kami akan keluarkan prakiraan sungai dan peringatan bila perlu, karena kami belum keluar dari bahaya,” ujar Waller. “Mereka masih dalam status waspada banjir, dan kami harus waspada karena sekarang juga menyangkut keselamatan para petugas penyelamat serta upaya pemulihan.”

Fogarty setuju. Setelah bekerja sebagai ahli meteorologi selama 19 tahun, ia mengatakan pernah melihat beberapa banjir separah ini, tetapi banjir kali ini menyebabkan korban jiwa yang lebih besar.

Hingga artikel ini diterbitkan, tercatat 78 orang tewas, termasuk 28 anak-anak, dan 40 orang masih dinyatakan hilang.

Air banjir mengalir ke hilir menyusuri Sungai Guadalupe dan akhirnya masuk ke waduk Canyon Lake.

Fogarty menyebut bahwa sebelum kejadian ini, danau tersebut hampir mencapai rekor level air terendah dan memiliki banyak ruang untuk menampung air hujan masuk.

Menurut data air Texas, danau tersebut mengalami lonjakan pasokan yang membuatnya naik dari 46,3% penuh pada 4 Juli menjadi 60,9% penuh pada 6 Juli—perubahan 3,35 meter pada level air median, peningkatan luas permukaan hampir 1.000 hektare, dan peningkatan ≈ 68,16 juta m³ dalam kapasitas penyimpanan. (asr)

Bagaimana Korea Selatan Menghadapi Invasi “Lovebug” yang Viral

EtIndonesia. BTS K-pop merasa jijik dengan mereka. Seorang YouTuber memakannya. Para pendaki berjalan di antara serangga ini : Korea Selatan sedang menghadapi invasi “lovebug” yang menurut para ahli menyoroti memburuknya perubahan iklim.

Pertama kali diidentifikasi di Korea Selatan satu dekade lalu, Seoul kini setiap tahun dilanda infestasi serangga Plecia nearctica selama berminggu-minggu, sejenis lalat March yang dijuluki “lovebug” karena perilaku kawinnya yang khas, di mana mereka terbang berpasangan.

Kerumunan besar serangga ini, yang tidak berbahaya bagi manusia, menyelimuti dinding apartemen dan jalur pegunungan, dan setelah mati dengan cepat, meninggalkan tumpukan sisa-sisa hitam yang membusuk dan bau busuk.

Keluhan tentang serangga ini, yang diyakini para ilmuwan berasal dari Tiongkok selatan dan telah melonjak seiring dengan meningkatnya suhu yang terkait dengan perubahan iklim, telah meningkat tajam, menurut data Kota Seoul.

Bahkan idola K-pop BTS, RM, terlihat mengumpat saat melihat serangga tersebut dalam sebuah video viral, sementara rekan satu grupnya, Jin, terlihat dengan santai meniup lovebug di tengah penampilannya.

“Secara umum, banyak serangga cenderung tumbuh lebih cepat pada suhu yang lebih hangat,” ujar Ju Jung-won, wakil peneliti di Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, kepada AFP.

“Mengenai lovebug, sepertinya suhu dan lingkungan yang ditemukan di wilayah asing tempat mereka aktif kini juga berpengaruh di Korea Selatan, memungkinkan mereka bertahan hidup di sini.”

Di puncak Gunung Gyeyangsan di Incheon, sebelah barat Seoul, para pegawai negeri yang mengenakan alat pelindung diri darurat kesulitan membersihkan tumpukan serangga mati, sementara kawanan serangga yang besar berputar-putar di udara, membuat orang-orang di daerah tersebut sulit untuk membuka mata.

Dalam kondisi terburuknya, tumpukan lovebug mati di beberapa bagian gunung “menumpuk lebih dari 10 sentimeter tingginya,” kata Jung Yong-sun, 59 tahun, yang bertugas mengendalikan hama.

Melewati tumpukan itu, tambahnya, “rasanya seperti menginjak sesuatu yang lembut dan empuk.”

Bau tak sedap itu mengejutkan banyak orang.

“Awalnya, saya pikir itu sampah makanan… Ternyata, itu bau busuk lovebug mati,” kata Ahn So-young, seorang pendaki berusia 29 tahun.

“Saya menangis ketika sampai di sini. Saya sangat takut.”

‘Sangat lezat’

Park Sun-jae, peneliti senior di Institut Sumber Daya Hayati Nasional, mengatakan kepada AFP bahwa lovebug tersebut pertama kali dilaporkan di Korea Selatan di Incheon pada tahun 2015.

“Sejak 2022, populasinya mulai melonjak,” kata Park, menambahkan bahwa mereka sekarang “ditemukan di seluruh wilayah metropolitan Seoul Raya”.

Tahun ini, infestasi tersebut telah banyak didokumentasikan secara daring, dengan para kreator konten berbondong-bondong ke daerah-daerah yang paling parah terdampak untuk meraup keuntungan dari banjir tersebut.

Seorang YouTuber mengumpulkan setumpuk besar serangga dan mengubahnya menjadi “roti burger”, mencampurnya dengan adonan sebelum menggoreng dan memakannya di depan kamera.

“Lumayan. Enak sekali,” katanya dalam video yang telah ditonton lebih dari 648.000 kali.

Di Gunung Gyeyangsan, kreator konten Kim Ji-young dan Sam Jung sengaja mengenakan pakaian putih—warna yang dikenal menarik serangga—dan merekam diri mereka sendiri saat diserbu.

“Ini mungkin sesuatu yang tidak akan pernah saya alami lagi seumur hidup saya,” kata Jung, sementara topi dan pakaiannya dipenuhi serangga.

Serangga bermanfaat?

Namun bagi banyak penduduk Seoul, serangga bukan hanya momen viral. Mereka mengganggu rutinitas sehari-hari.

Di Pasar Daejo di distrik Eunpyeong, Seoul, para pemilik restoran harus terus-menerus meniup serangga untuk melindungi bahan-bahan makanan mereka.

Serangga mati terus menumpuk di lantai — memberikan tekanan berat pada beban kerja petugas kebersihan.

“Saya ingin bisa makan siang tanpa khawatir lovebug hinggap di wajah saya atau mengotori makanan saya,” kata pemilik bisnis Chang Seo-young, 48 tahun, kepada AFP.

Lovebug — yang dianggap oleh pejabat Korea Selatan sebagai “serangga bermanfaat” karena menguraikan materi tanaman — biasanya menghilang secara alami pada awal Juli.

Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa mengingat krisis iklim yang tidak dapat diprediksi, kemungkinan spesies serangga — termasuk yang lebih berbahaya daripada kutu cinta — menyerang negara tersebut tidak dapat dikesampingkan.

“Saya khawatir generasi mendatang akan sangat menderita,” kata Jeon In-hyeop, seorang pengunjung Gunung Gyeyangsan berusia 29 tahun, setelah mengamati bagian-bagian puncak yang dipenuhi serangga.(yn)

Hidup Ini Cepat Berlalu: Tahu-tahu Kita Sudah Tua

EtIndonesia. Kata orang, hidup itu panjang—tapi nyatanya, dalam sekejap kita harus mengucapkan selamat tinggal pada masa muda yang penuh semangat.

Waktu berjalan diam-diam tanpa kita sadari. Dia berlalu seperti pasir di sela jari—tak bisa ditahan, tak bisa disimpan. Yang tersisa hanyalah rasa sayang dan penyesalan atas waktu yang sudah hilang di perjalanan hidup.

Saat muda, kita merasa memiliki banyak waktu untuk disia-siakan. Kita tertawa dalam pelukan orangtua, berlari tanpa alas kaki di lapangan sekolah, bahkan pura-pura bersedih demi menulis puisi cinta. Dulu, kita berani jatuh, berani gagal—karena belum tahu apa itu kehidupan sebenarnya.

Kebahagiaan masa kecil begitu murni, begitu sederhana, sampai rasanya cukup untuk dikenang seumur hidup. Namun waktu terasa sangat cepat. Kita melewati masa kanak-kanak tanpa beban, tumbuh menjadi remaja penuh semangat, dan berlari kencang menuju kedewasaan.

Lambat laun, kita sadar: menjadi dewasa hanyalah perkara satu momen. Tanpa kita sadari, kita mulai menua. Tumbuh dewasa selalu diiringi dengan kehilangan. Waktu tidak bisa menyimpan masa muda, dan kita tak bisa menahan tahun-tahun yang berlalu. Pada akhirnya, kita hanya bisa tenang, belajar menghadapi tanggung jawab di pundak.

Dulu kita ingin cepat besar. Tapi setelah dewasa, kita justru merindukan masa kecil yang bebas dan damai. Namun waktu tidak bisa diputar ulang. Dulu kita adalah anak kesayangan ayah ibu, sekarang kita yang berdiri paling depan untuk melindungi anak dan menjadi sandaran bagi orang tua.

Kita berusaha kuat demi kehidupan, demi kesehatan orangtua, senyum anak-anak, dan kesejahteraan keluarga., Perlahan, kita menjadi pribadi yang “terluka tapi diam”, “tersenyum tanpa suara”. Waktu mengubah kita. Waktu mengasah kita.

Suatu hari, kita menatap cermin dan sadar: wajah itu tak muda lagi. Waktu memang tak memberi ampun kepada siapa pun. Dia mendorong kita terus melangkah sambil diam-diam meninggalkan jejak di tubuh dan jiwa kita.

Namun justru karena waktu, kita belajar menjadi tangguh tanpa keras, tenang tanpa hambar, bahagia tanpa berteriak, dan menahan sakit tanpa keluhan. Waktu membuat kita tidak lagi mudah tersinggung, tidak lagi menyalahkan orang lain atas penderitaan kita. Kita menjadi lebih lembut, lebih damai.

Menjadi Tua adalah Proses Pendewasaan

Ada pepatah bijak: “Simpanlah tajammu, dan biarkan dirimu rendah hati.”

Kita belajar untuk tidak mempermasalahkan hal sepele, belajar tersenyum saat melihat drama orang lain, dan cukup fokus pada diri sendiri. Perlahan, kita berhenti berandai-andai, mulai berpikir matang sebelum bertindak. Kita belajar menjalani hidup dengan tenang dan bersahaja.

Menjadi tua berarti menjadi dewasa.

Kedewasaan adalah bentuk ketajaman batin, hasil dari ribuan badai kehidupan. Setelah mencicipi pahit-manis dunia, kita akhirnya tahu:

·        Sedikit lebih sabar membuka lebih banyak jalan

·        Hidup lebih sederhana menghadirkan lebih banyak kebahagiaan

·        Hati yang damai memberi ketenangan sejati

Aturlah hatimu, jaga semangatmu, dan perlakukan hidup dengan lembut. Hanya dengan begitu, kamu bisa menjaga kedamaian diri, merawat keluargamu, dan membuat hari-harimu semakin membaik.

Seperti yang dikatakan Ibu Yang Jiang: “Usia adalah medali kehormatan kehidupan—bukan alasan untuk bersedih.”

Hidup ini tidak bisa melawan waktu. Kita akan menua. Tapi di balik itu, kita juga bisa menjadi versi terbaik dari diri kita. Waktu memberi setiap orang karakternya masing-masing, dan menghadiahkan sesuatu yang tak ternilai. Mari kita terima dengan syukur—semua sudah diatur dengan cara terbaik.

Kita semua adalah pejalan dalam waktu. Semoga di sepanjang jalan menua ini, kita bisa menikmati bunga mekar dan matahari terbenam. Setiap hari menjadi hangat dan bermakna. Dan kita tahu, seindah-indahnya bunga, suatu saat akan gugur. Seburam-buramnya awan, pasti ada saatnya cerah kembali.

Menjadi tua… itu bukan akhir, tapi awal dari keindahan yang baru.(jhn/yn)

Vietnam Kenakan Tarif Anti-Dumping atas Baja Tiongkok di Tengah Tekanan AS terhadap Praktik Transhipment

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat untuk membendung praktik transhipment ekspor buatan Tiongkok melalui negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

EtIndonesia. Vietnam resmi memberlakukan tarif anti-dumping terhadap produk baja gulungan tertentu (hot-rolled coil) dari Tiongkok. Ini merupakan pukulan bagi upaya Beijing untuk menggunakan negara-negara tetangganya sebagai titik transhipment guna menyamarkan asal ekspornya dan menghindari tarif hukuman.

Tarif baru tersebut, yang berkisar antara 23,1 persen hingga 27,83 persen, mulai berlaku pada 6 Juli dan akan diberlakukan selama lima tahun, menurut pengumuman Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam pada 7 Juli.

Pejabat Vietnam menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor baja gulungan panas dari Tiongkok dan India. Penyelidikan tersebut menyimpulkan bahwa baja buatan Tiongkok dijual dengan harga dumping di pasar Vietnam dan menyebabkan “kerusakan signifikan” pada industri baja domestik.

“Ada korelasi antara impor dumping dari Tiongkok dan kerusakan pada sektor dalam negeri,” ujar kementerian tersebut.
 

Sementara itu, impor dari India dianggap “tidak signifikan” baik dari segi volume maupun dampaknya.

Berdasarkan temuan tersebut, Vietnam menjatuhkan tarif anti-dumping terhadap produk baja buatan Tiongkok.

Beberapa perusahaan besar Tiongkok yang terkena tarif tertinggi sebesar 27,83 persen termasuk produsen baja terbesar dunia, seperti Angang Steel, Baoshan Iron & Steel, dan Baotou Steel Union—semuanya adalah perusahaan milik negara.

Tiongkok, yang setiap tahunnya memproduksi lebih banyak baja dibandingkan seluruh negara lain di dunia secara gabungan, telah lama dikritik karena membanjiri pasar global dengan baja murah, sehingga melemahkan industri baja saingan.

Pengumuman tarif ini disampaikan setelah penandatanganan perjanjian dagang baru antara Vietnam dan Amerika Serikat. Berdasarkan kesepakatan tersebut, barang-barang AS yang masuk ke Vietnam akan bebas tarif, sementara produk Vietnam yang masuk ke AS akan dikenai tarif 20 persen—lebih rendah dari tarif timbal balik awal sebesar 46 persen yang diumumkan pada  April, namun dua kali lipat dari tarif dasar sebesar 10 persen.

Produk dari negara lain yang dikirim ulang melalui Vietnam ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif 40 persen.

Analis menyebut tarif 40 persen tersebut dirancang untuk menindak skema transhipment, terutama oleh produsen asal Tiongkok yang mencoba mengalihkan jalur barang melalui Vietnam untuk menghindari tarif AS yang lebih tinggi.

Pada Senin (7//7), Presiden Donald Trump mengumumkan tambahan tarif terhadap beberapa negara Asia lainnya, termasuk pusat transhipment Asia Tenggara seperti Kamboja (36 persen), Malaysia (25 persen), Indonesia (32 persen), dan Thailand (36 persen).

Meski Trump tidak menyebut Tiongkok secara langsung dalam pengumuman tarifnya, ia telah menyampaikan pesan yang jelas bahwa negara mana pun yang tertangkap berperan sebagai perantara bagi barang-barang buatan Tiongkok untuk menghindari tarif, dapat menghadapi hukuman berat.

“Barang yang dikirim ulang untuk menghindari tarif yang lebih tinggi akan dikenakan tarif lebih tinggi tersebut,” ujar Trump dalam surat-surat yang ia unggah di platform Truth Social-nya kepada negara-negara tersebut.

Dalam surat-surat itu, Presiden AS memberitahu negara-negara Asia bahwa tarif baru yang lebih tinggi akan mulai berlaku pada 1 Agustus. Pemerintahan Trump sebelumnya telah menunda sebagian besar tarif pada bulan April untuk memberikan waktu lebih bagi proses negosiasi.

Sementara itu, Tiongkok saat ini berada dalam masa gencatan perdagangan selama 90 hari yang akan berakhir pada 12 Agustus. Beijing memiliki waktu  yang ditetapkan untuk mencapai kesepakatan formal dengan Gedung Putih guna menghindari pemberlakuan kembali tarif yang sebelumnya mencapai hingga 145 persen. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Amerika dalam Bahaya! Intelijen Iran dan PKT Menyusup Lewat Lahan Pertanian, Trump Bereaksi Cepat

EtIndonesia. Seorang mantan agen FBI mengeluarkan peringatan keras bahwa jaringan intelijen Iran diduga telah berhasil menyusup ke berbagai kota kecil dan wilayah pedesaan di Amerika Serikat. Para agen Iran ini disebut sengaja menghindari pusat-pusat kota besar dan memilih untuk berbaur di komunitas yang lebih terpencil, demi mengurangi kecurigaan dan memudahkan pelaksanaan operasi mereka secara diam-diam. Keberadaan mereka di kawasan rural ini dianggap sebagai ancaman nyata, yang bisa sewaktu-waktu meledak menjadi serangan ke wilayah-wilayah yang selama ini dianggap aman.

Peringatan ini datang seiring memanasnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama setelah serangan udara Amerika Serikat terhadap beberapa fasilitas nuklir Iran pada akhir Juni lalu. Fox News, dalam laporannya pada 22 Juni 2025, mengungkap bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS telah menerbitkan peringatan nasional tentang potensi meningkatnya ancaman terorisme yang didukung oleh Iran. Jika Pemerintah Iran mengeluarkan seruan balas dendam atau fatwa resmi, para ekstremis domestik diyakini akan termotivasi melakukan kekerasan di wilayah AS secara independen.

Ancaman Nyata di Sekitar Kita: Kampus Hingga Wilayah Rural

Jonathan Gilliam, mantan agen FBI yang pernah bertugas di Satuan Tugas Anti-Teror, menyampaikan kepada Fox News Digital bahwa jaringan ekstremis ini kemungkinan besar sudah eksis dan menyebar di berbagai komunitas kecil di Amerika, bahkan di kampus-kampus ternama. 

Dia mengingatkan: “Wilayah rural yang minim pengawasan dan perlindungan adalah sasaran paling empuk bagi kelompok-kelompok seperti ini.”

Kekhawatiran itu semakin besar setelah imigrasi AS menangkap lebih dari 130 warga Iran hanya dalam sepekan terakhir. Selain itu, 670 warga negara Iran kini sedang ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). 

Pemerintahan Biden dikritik karena dianggap menerapkan kebijakan perbatasan yang terlalu longgar, sehingga memberi peluang bagi agen asing untuk masuk secara ilegal, kemudian menghilang ke komunitas-komunitas terpencil.

DHS menekankan bahwa instruksi langsung dari otoritas Iran bisa mengubah kota-kota kecil di AS yang selama ini damai menjadi ladang konflik dalam waktu semalam saja. Beberapa pejabat federal bahkan meyakini, strategi yang sama juga digunakan oleh intelijen Tiongkok melalui program imigrasi ilegal.

Tiongkok Borong Lahan Pertanian Dekat Pangkalan Militer AS

Salah satu isu paling panas yang kini menjadi perhatian Gedung Putih adalah maraknya pembelian lahan pertanian di AS oleh pihak asing, khususnya Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok/PKT). Data pemerintah menyebutkan, Tiongkok telah membeli lahan pertanian di Amerika dalam jumlah besar, bahkan beberapa di antaranya berlokasi sangat dekat dengan pangkalan militer AS. Hal ini memicu kekhawatiran adanya potensi spionase dan ancaman terhadap rantai pasok pangan nasional.

Menanggapi situasi ini, Presiden Donald Trump secara tegas mengumumkan kebijakan baru. Pada 8 Juli 2025, pemerintahan Trump meluncurkan kebijakan “perang total” terhadap aksi pembelian lahan pertanian AS oleh Tiongkok. 

Trump menyatakan dengan lantang: “Tanah Amerika harus dikuasai oleh rakyat Amerika!”

Menteri Pertanian AS, Brooke L. Rollins, menegaskan: “Kita akan merebut kembali tanah pertanian Amerika! Kita tidak boleh membiarkan kekuatan asing yang berniat mencuri teknologi kita atau menyusup ke rantai pasok pangan kita, menguasai lahan kita sendiri!”

Aksi Balasan: Rencana Aksi Keamanan Lahan Pertanian Nasional

Gedung Putih bersama Departemen Keuangan, Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, Kementerian Kehakiman, serta para gubernur negara bagian telah meluncurkan “Rencana Aksi Keamanan Lahan Pertanian Nasional” yang terdiri dari tujuh langkah strategis. Inti dari rencana ini adalah:

  • Larangan mutlak atas pembelian lahan pertanian oleh Tiongkok dan negara-negara yang dianggap sebagai musuh AS.
  • Penggunaan seluruh wewenang federal, termasuk hak istimewa presiden, untuk mengambil kembali tanah yang telah dibeli asing.
  • Peningkatan pengawasan dan transparansi terhadap setiap transaksi pembelian lahan oleh pihak asing.

Trump juga menegaskan: “Pertarungan mempertahankan lahan pertanian ini bukan lagi masalah negara bagian, tapi sudah menjadi isu nasional. Tanah Amerika hanya boleh dikuasai oleh rakyat Amerika!”

Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mengungkapkan keterlibatan pihaknya dalam upaya ini.

 “Kami ingin tahu dengan jelas, mengapa pihak asing tertarik membeli lahan persis di samping pangkalan militer kita,” ujarnya.

Senator Tommy Tuberville dari Alabama menambahkan keprihatinannya: “Tiongkok sudah menguasai begitu banyak tanah kita. Di Alabama saja, asing memiliki lebih dari 2,2 juta acre tanah pertanian. Ini memalukan, dan tidak boleh dibiarkan!”

Ancaman “Perang Tanpa Batas”: Spionase, Rantai Pasok, dan Teknologi

Penasihat Senior Gedung Putih, Peter Navarro, memberi peringatan tajam: “Kita selama ini terlalu menganggap dunia sudah damai. Padahal, musuh telah berubah taktik—bukan lagi perang lewat senjata, tapi lewat pangan, benih, balon, dan rantai pasok. Inilah bentuk perang tanpa batas—dimana kemenangan ditentukan lewat penguasaan informasi, ekonomi, dan pertanian, bukan melalui kekuatan militer semata.”

Bahkan, ada dugaan PKT telah mengubah lahan pertanian yang mereka kuasai menjadi “gudang senjata” penuh perangkat spionase, serta potensi menyembunyikan pasukan asing. 

“Kita terlalu polos. Saat musuh menggunakan rantai pasok sebagai senjata, kita justru sibuk memperdebatkan balon cuaca,” sindir Navarro.

Komunisme Tidak Akan Pernah Diterima di Amerika!

Dalam sesi tanya jawab dengan media terkait pemilihan Wali Kota New York, Trump dengan tegas mengkritik salah satu kandidat, Zohran Mamdani. 

“Dia bukan hanya sosialis, tapi komunis! Siapa pun yang ingin jadi Wali Kota New York, harus loyal kepada Gedung Putih. Jika tidak, dia akan menghadapi masalah besar!” kata Trump.

Pernyataan Trump dipandang sebagai sinyal keras kepada PKT dan seluruh kekuatan komunis dunia bahwa strategi “perang tanpa batas” mereka sudah terdeteksi dan tidak akan dibiarkan berkembang di Amerika. Pemerintah AS saat ini telah mengambil langkah-langkah nyata untuk menyingkirkan pengaruh komunisme, tidak hanya di bidang politik, tapi juga dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan pertanian.

Penutup: Ancaman Nyata dan Ketegasan Pemerintah

Dengan situasi yang terus memanas, baik ancaman infiltrasi Iran maupun ekspansi ekonomi Tiongkok, Amerika Serikat kini mengambil langkah-langkah tegas demi mempertahankan kedaulatan, keamanan nasional, dan masa depan rakyatnya. Kebijakan pemerintahan Trump ini bukan hanya soal lahan, tapi juga menyangkut eksistensi dan ideologi bangsa Amerika di tengah dinamika global yang penuh risiko.