Rahasia Kebahagiaan Menurut Aristoteles : 7 Cara Praktis yang Masih Relevan Hingga Sekarang

Nicole James

Masalah dengan kebahagiaan adalah bahwa semua orang tampaknya berusaha menjualnya kepada Anda. Kebahagiaan hadir dalam begitu banyak kemasan: botol, retret, jurnal, aplikasi, celana linen, bubuk kolagen, lilin Skandinavia, hingga porsi sangat kecil kubis fermentasi. Kebahagiaan telah berubah menjadi layanan berlangganan dengan tambahan latihan pernapasan sebagai fitur opsional.

Aristoteles, yang hidup sebelum munculnya influencer gaya hidup sehat dan karena itu memiliki keuntungan yang tidak adil, mungkin akan memandang banyak hal tersebut dengan curiga. Baginya, kebahagiaan bukanlah sensasi menggebu-gebu saat menemukan tempat parkir tepat di depan supermarket atau mengetahui produk favorit sedang diskon 50 persen.

Kebahagiaan, menurut Aristoteles, adalah eudaimonia, yang berarti berkembang secara optimal sebagai manusia (flourishing), meskipun istilah itu sayangnya tidak terdengar semenarik ketika diteriakkan di sebuah studio yoga.

Pandangannya cukup merepotkan. Dalam pemahaman ini, kebahagiaan adalah keseluruhan kehidupan yang dijalani dengan baik, dan kecil kemungkinan dapat dicapai hanya dengan berendam di bak mandi air hangat sambil menikmati segelas anggur.

Ini mungkin sedikit mengecewakan, mengingat banyak dari kita lebih suka jika kebahagiaan tersedia dalam bentuk pil dan dapat diklaim melalui asuransi kesehatan.

Namun, di antara pemikiran Aristoteles dan buku The Happiness Trap, terdapat panduan yang cukup masuk akal untuk menjalani hidup yang baik. Berikut tujuh cara untuk menjadi lebih bahagia, atau setidaknya tidak terlalu bingung menghadapi kehidupan.

1. Berhenti Berharap Kebahagiaan Selalu Terasa Menyenangkan

Inilah pengkhianatan besar pertama: kebahagiaan bisa saja melibatkan ketidaknyamanan.

Aristoteles akan mengatakan bahwa kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang mengembangkan kapasitas terbaik dalam diri manusia: keberanian, disiplin, kemurahan hati, kejujuran, dan ketekunan. Tidak satu pun dari hal-hal tersebut yang terasa senikmat rebahan di sofa sambil makan keripik kentang dengan pakaian santai.

The Happiness Trap menyampaikan gagasan serupa. Pikiran dan perasaan yang menyakitkan adalah bukti bahwa kita masih hidup. Meskipun hidup sering kali terasa berantakan, itulah syarat dasar untuk pertumbuhan pribadi.

Mitos besar zaman modern adalah keyakinan bahwa hidup yang baik harus selalu terasa menyenangkan. Padahal tidak realistis.

Hubungan yang bermakna memang membawa cinta, tetapi juga perdebatan tentang cara menyusun piring di mesin pencuci piring. Anak-anak membawa kebahagiaan, tetapi juga mengajarkan bahwa seorang manusia bisa kehilangan satu sepatu sambil tetap berdiri di ruang tamu Anda.

Kegembiraan selalu datang bersama “bagasi emosional”. Kebahagiaan sering kali membawa koper penuh kekhawatiran dan setidaknya satu kantong perlengkapan mandi yang bocor.

2. Cari Tahu Apa yang Benar-Benar Anda Hargai

Aristoteles ingin mengetahui pribadi seperti apa yang sedang Anda bentuk. The Happiness Trap juga mengajukan pertanyaan serupa.

Buku itu mengajak kita bertanya: apa yang ingin diperjuangkan hidup kita, selain sekadar membalas email dan sesekali membeli mangkuk hias dengan harapan masalah penyimpanan barang akhirnya terselesaikan?

Tujuan memberi kita sesuatu untuk dicapai: menerbitkan buku, mendapatkan pekerjaan impian, menurunkan berat badan, atau akhirnya merapikan lemari bawah wastafel sebelum berubah menjadi kawasan rawa yang dilindungi.

Nilai-nilai memberi arah bagi tujuan tersebut. Nilai adalah komitmen yang lebih dalam seperti kreativitas, keberanian, kebaikan hati, kejujuran, rasa ingin tahu, pelayanan, dan cinta.

Tujuan dapat dicentang setelah tercapai. Namun nilai harus dijalani setiap hari.

Kebaikan hati, sayangnya, bukan prestasi sekali jadi. Ia membutuhkan pilihan yang berulang-ulang, meskipun tidak sempurna—baik saat terjebak kemacetan, saat makan malam keluarga, di sekolah, di tempat kerja, maupun di kampus.

3. Latih Kebajikan Seperti Pemanah yang Masih Canggung

Menurut Aristoteles, kebajikan dibangun melalui kebiasaan.

Keberanian hanya tumbuh jika kita melakukan tindakan-tindakan berani.

Di sinilah Aristoteles menjadi sangat praktis. Karakter terbentuk melalui pengulangan dalam kehidupan sehari-hari, dan kesabaran tumbuh ketika kita menahan dorongan untuk melempar printer keluar jendela, meskipun printer tersebut tampaknya memang pantas menerimanya.

Kuncinya adalah latihan.

Seperti seorang pemanah yang masih canggung tetapi terus membaik karena terus membidik sasaran, kita menjadi lebih baik dengan terus kembali mencoba. Kadang kita meleset, lalu memperbaiki posisi, menggerutu pelan, dan membidik lagi.

4. Temukan Jalan Tengah yang Bijaksana, Bukan Sekadar Sikap Serba Tanggung

Konsep terkenal Aristoteles tentang “jalan tengah emas” (golden mean) sering disalahpahami sebagai ajakan untuk bersikap moderat dalam segala hal.

Padahal maksudnya adalah menemukan keseimbangan yang bijaksana di antara dua ekstrem yang sama-sama merusak.

Keberanian berada di antara pengecut dan nekat.

Namun, keseimbangan itu bersifat pribadi.

Apa yang dianggap berani bagi seseorang mungkin merupakan hal biasa bagi orang lain. Seseorang yang pemalu dan berani melakukan satu panggilan telepon sulit mungkin menunjukkan keberanian yang lebih besar daripada seorang ekstrover percaya diri yang berbicara di depan ribuan orang.

Aristoteles memahami bahwa manusia tidak hadir dalam satu ukuran emosional yang sama.

5. Berhenti Bergulat dengan Setiap Pikiran Seolah Itu Penyusup Berbahaya

Salah satu gagasan paling berguna dalam The Happiness Trap adalah bahwa pikiran hanyalah peristiwa mental.

Sebagian bermanfaat, sebagian lagi konyol.

Kesalahan yang sering kita lakukan adalah menganggap bahwa kita harus mengalahkan setiap pikiran negatif sebelum bisa menjalani hidup dengan baik.

“Aku tidak berguna.”

“Ini pasti gagal.”

“Semua orang menganggapku bodoh.”

Pikiran manusia memproduksi kalimat-kalimat seperti itu dengan ketekunan yang luar biasa.

Acceptance and Commitment Therapy (ACT), yang menjadi dasar The Happiness Trap, menawarkan pendekatan lain.

Sadari pikiran itu. Beri nama. Biarkan ia ada.

Lalu tetap bertindak sesuai nilai-nilai Anda.

Anda tidak harus memenangkan perdebatan dengan pikiran sendiri sebelum mulai bergerak. Anda bisa membawanya ikut serta, mengomel di kursi belakang, sementara Anda tetap mengemudi menuju hal-hal yang penting.

6. Pilih Makna daripada Sekadar Suasana Hati

Jika Aristoteles dan The Happiness Trap bertemu dalam sebuah jamuan makan malam, mereka kemungkinan akan sepakat dalam satu hal:

Kehidupan yang baik dibangun di atas tindakan yang bermakna.

Kesenangan tentu menyenangkan. Tidak ada orang waras yang menentang kesenangan.

Aristoteles bukanlah seseorang yang berdiri di Yunani kuno sambil menolak buah zaitun dan berkata, “Tidak, terima kasih. Saya sedang berkembang secara optimal.”

Namun kesenangan semata terlalu rapuh untuk menopang seluruh kehidupan.

Hewan mencari kenyamanan dan kepuasan. Manusia, makhluk yang sering kali rumit, juga mencari tujuan hidup.

Kehidupan yang bermakna mungkin mencakup mengoreksi tugas, merawat kerabat yang sulit, tetap bekerja dengan tekun, menulis bab yang melelahkan, meminta maaf dengan tulus, atau memulai kembali setelah gagal.

Hal-hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih dalam dan benar-benar menjadi milik Anda.

7. Terus Melangkah Saat Terjatuh dari “Kuda Filsafat”

Rahasia terakhir adalah yang paling tidak glamor: komitmen untuk kembali mencoba.

Baik Aristoteles maupun The Happiness Trap memahami bahwa pembentukan karakter membutuhkan waktu.

Komitmen berarti menyadari bahwa Anda telah tersesat di semak-semak emosi, lalu dengan tenang kembali ke jalur yang benar.

Anda tidak akan selalu hidup sesuai nilai-nilai yang diyakini.

Misalnya, Anda mungkin memakan cokelat darurat sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi.

Itu membuat Anda menjadi manusia, dan menjadi manusia adalah kondisi kronis yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Kebahagiaan bukanlah keadaan yang tetap. Ia adalah arah perjalanan.

Kebahagiaan adalah praktik berkelanjutan untuk hidup dengan tujuan dan keberanian.

Aristoteles memberi kita perspektif jangka panjang: jadilah pribadi yang kehidupannya, ketika dilihat secara utuh, memiliki bentuk, makna, dan nilai.

Sementara The Happiness Trap menawarkan metode sehari-hari: terimalah cuaca yang kacau di dalam pikiran Anda, lalu tetap bergerak menuju hal-hal yang benar-benar penting.

Dan itu cukup menenangkan.

Pada akhirnya, kebahagiaan adalah tentang membidik, meleset, mengumpat pelan, memperbaiki pegangan, lalu membidik kembali.

Nicole James adalah jurnalis lepas untuk The Epoch Times yang berbasis di Australia. Ia merupakan penulis cerita pendek pemenang penghargaan, jurnalis, kolumnis, dan editor. Karyanya telah dimuat di berbagai surat kabar, termasuk The Sydney Morning Herald, Sun-Herald, The Australian, The Sunday Times, dan The Sunday Telegraph. Ia meraih gelar Sarjana Komunikasi dengan konsentrasi jurnalisme serta dua gelar pascasarjana, salah satunya di bidang penulisan kreatif.

Ekonomi Bolivia Lumpuh, Presiden Umumkan Status Darurat Nasional

EtIndonesia.com Aksi mogok dan demonstrasi di negara Amerika Selatan, Bolivia, terus meningkat dan kemudian berkembang menjadi pemblokiran jalan-jalan raya utama yang menyebabkan perekonomian negara itu lumpuh. Pada Sabtu (20 Juni), Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan status darurat nasional.

Presiden Rodrigo Paz menyatakan:“Setelah menempuh seluruh jalur dialog, mencapai kesepakatan dengan pihak-pihak yang mengajukan tuntutan secara wajar, dan dengan jelas mengidentifikasi kelompok-kelompok yang berupaya merusak stabilitas Bolivia melalui kekerasan, kami memutuskan untuk mem berlakukan status darurat di seluruh wilayah negara.”

Kerusuhan berlangsung selama 50 hari

Setelah sekitar 50 hari kerusuhan yang menyebabkan aktivitas ekonomi terhenti, Presiden Paz mengumumkan pemberlakuan status darurat. Langkah ini memberikan kewenangan untuk mengerahkan pasukan militer dalam skala lebih besar guna membongkar blokade jalan dan memulihkan ketertiban.

Sebelum pengumuman tersebut, pada hari Jumat pemerintah telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja utama, yaitu Konfederasi Buruh Bolivia.

Pemimpin serikat pekerja kemudian mengumumkan bahwa seluruh anggota serikat di 20 provinsi diminta membubarkan aksi mereka di lokasi masing-masing.

“Mulai sekarang, seluruh langkah tekanan di tingkat nasional dihentikan. Pemerintah telah berjanji untuk segera melaksanakan seluruh kesepakatan yang telah dicapai,” ujar pemimpin Konfederasi Buruh Bolivia, Mario Agollo. 

Berawal dari pemogokan buruh

Krisis ini bermula dari aksi mogok para pekerja pada bulan Mei, yang kemudian meningkat menjadi pemblokiran jalan raya. Blokade tersebut memutus akses transportasi menuju La Paz dan El Alto, sehingga mempengaruhi kehidupan lebih dari dua juta orang.

Lumpuhnya rantai pasokan tidak hanya menyebabkan kerugian besar bagi sektor pertanian dan industri angkutan truk, tetapi juga membuat masyarakat menghadapi ancaman kekurangan bahan pangan.

Selama krisis berlangsung, sejumlah pelaku usaha bahkan mencoba mengirimkan daging dan bahan makanan pokok ke La Paz dan El Alto melalui jalur udara, meskipun biaya pengirimannya jauh lebih tinggi.

Warga merayakan tercapainya kesepakatan

Setelah pemerintah dan serikat pekerja mencapai kesepakatan, sejumlah warga terlihat berkumpul di depan istana presiden sambil mengibarkan bendera nasional untuk merayakan berakhirnya kebuntuan.

Menurut laporan ombudsman atau lembaga pengawas setempat, rangkaian kerusuhan selama periode tersebut telah menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas. .

Perkembangan situasi selanjutnya diperkirakan masih akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah Bolivia dalam menjaga stabilitas dan memulihkan kondisi ekonomi negara.

Sumber : NTDTV.com

Misteri Popok Bayi Diduga Beracun di Tiongkok, Keterangan Berubah-ubah Picu Kecurigaan

EtIndonesia.com Baru-baru ini, dugaan bahwa popok bayi di Tiongkok mengandung zat beracun memicu kehebohan publik. Namun, seiring berjalannya waktu, kasus ini terus mengalami perubahan arah. Perusahaan-perusahaan terkait membantah keras tuduhan tersebut, pakar yang dikutip dalam laporan awal juga menyangkal pernah membuat pernyataan seperti yang diberitakan, tetapi kemudian muncul tuduhan bahwa penyangkalan itu dilakukan karena tekanan dari pihak berwenang.

Akibatnya, pihak pelapor dan produsen saling mempertahankan versinya masing-masing, sementara sebuah isu yang menyangkut kesehatan banyak bayi berubah menjadi kontroversi yang penuh kebingungan. Hingga kini, otoritas pemerintah PKT belum memberikan pernyataan resmi.

Media pemerintah melaporkan popok bayi mengandung formamida

Pada 18 Juni, Economic Information Daily (《經濟參考報》) menerbitkan laporan investigasi yang menyebutkan bahwa sejumlah merek popok bayi terkenal seperti Huggies (好奇), Beaba Baby (碧芭寶貝), dan Babycare diduga mengandung formamida suatu senyawa kimia yang disebut memiliki sifat toksik.

Laporan tersebut menyatakan bahwa:

  • Pusat Kesehatan Klinis Masyarakat Provinsi Shandong melakukan pengambilan sampel darah dan urine dari sejumlah bayi.
  • Bayi yang dalam jangka panjang menggunakan popok tersebut disebut memiliki kadar formamida dalam tubuh yang jauh melebihi batas normal.
  • Wartawan yang menulis laporan itu mengaku melakukan uji coba sendiri dengan mengenakan produk tersebut semalaman, dan menyatakan kadar zat tersebut dalam darahnya meningkat hingga dua kali lipat.

Laporan itu juga mengutip seorang pakar bernama Yu Zhaoyan, yang disebut menyerukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh industri popok serta revisi standar nasional guna menutup celah pengawasan.

Setelah berita tersebut terbit, media sosial ramai diperbincangkan. Banyak orang tua merasa cemas; beberapa ibu bahkan membuang persediaan popok di rumah mereka pada malam itu juga. Kolom komentar siaran langsung berbagai merek dipenuhi pertanyaan dari konsumen, sementara sejumlah supermarket dan toko perlengkapan bayi menarik produk yang disebut dalam laporan dari rak penjualan.

Situasi berbalik

Pada 19 Juni dini hari, berbagai produsen popok yang disebut dalam laporan mengeluarkan pernyataan resmi dengan nada tegas. Mereka menyatakan bahwa:

  • Produk mereka memenuhi standar nasional yang berlaku.
  • Pengujian ulang oleh laboratorium independen tidak menemukan kandungan formamida.
  • Produk mereka aman dan sesuai peraturan, serta tidak membahayakan kesehatan.

Selain itu, Asosiasi Industri Kertas Tiongkok mengkritik laporan tersebut karena dianggap kurang ilmiah. Menurut mereka, laporan hanya menyebut adanya “deteksi formamida” tanpa mengungkapkan data penting seperti kadar yang ditemukan, lembaga penguji, maupun metode pengujian yang digunakan.

Pada saat yang sama, Pusat Kesehatan Klinis Masyarakat Provinsi Shandong menyatakan bahwa mereka “tidak pernah melakukan penelitian tersebut.”

Pakar yang dikutip, Yu Zhaoyan, juga membantah isi laporan. Ia mengatakan tidak pernah diwawancarai secara resmi dan hanya menjelaskan karakteristik ilmiah formamida kepada seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan. Menurutnya, ia tidak pernah mengaitkan zat tersebut dengan popok bayi maupun menyarankan revisi standar nasional.

Akibatnya, opini publik pun berubah arah. Banyak orang mulai menuduh wartawan sengaja menyebarkan informasi yang belum terbukti untuk menarik perhatian publik, merusak reputasi merek-merek besar, dan menimbulkan kepanikan di pasar produk ibu dan bayi.

Rekaman suara muncul, cerita kembali berbalik

Pada 19 Juni malam, wartawan yang menulis laporan, Wang Wenzhi, menanggapi semua kritik tersebut. Ia menyatakan bahwa sebelum artikel diterbitkan, seluruh bagian yang berkaitan dengan Yu Zhaoyan telah dikonfirmasi langsung dengannya dan tidak ada kutipan yang dipotong atau dipelintir.

Wang juga mengklaim bahwa pernyataan bantahan Yu Zhaoyan dibuat setelah mendapat tekanan dari lebih dari sepuluh pimpinan rumah sakit, yang memaksanya menandatangani dokumen penyangkalan dan kemudian sengaja menyebarkannya kepada publik.

Bersamaan dengan itu, Wang merilis rekaman audio yang diklaim mendukung tuduhannya. Dalam rekaman tersebut, Yu Zhaoyan terdengar mengatakan:

“Lebih dari sepuluh pimpinan duduk di sana dengan wajah serius menatap saya. Sekretaris partai berkata, ‘Semua masalah ini muncul karena ulah Anda.’ Selama proses itu, tidak ada seorang pun yang peduli bagaimana anak-anak ini akan dirawat, bagaimana pemeriksaan mereka akan dilakukan, atau bagaimana tuntutan para orang tua akan ditangani.”

Kebenaran masih belum jelas

Seorang warganet berkomentar bahwa dalam waktu 48 jam, kasus ini telah mengalami tiga kali perubahan arah, sehingga kebenarannya masih menjadi misteri.

Hingga kini, lembaga pemerintah PKT yang berwenang belum memberikan tanggapan resmi mengenai perkara tersebut.

Banyak komentar warganet mengkritik bahwa fokus perdebatan telah bergeser dari persoalan utama. Menurut mereka, perhatian publik kini lebih tertuju pada siapa yang berbohong daripada pada pertanyaan mendasar:

  • Apakah popok yang digunakan bayi benar-benar aman?
  • Standar apa yang digunakan untuk menilai keamanannya?
  • Siapa yang memiliki kewenangan menentukan hasilnya?

Sebagian warganet juga menilai bahwa yang terjadi bukanlah upaya menjelaskan fakta melalui data ilmiah, melainkan saling menyalahkan dan membungkam pihak tertentu.

Komentar lain menyebut:

  • “Sudah beberapa hari berlalu, tetapi belum ada kesimpulan yang jelas.”
  • “Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memiliki anak, tetapi jika makanan dan produk bayi seperti ini dipertanyakan, siapa yang masih berani punya anak?”
  • “Mengapa belum ada lembaga berwenang yang memberikan penjelasan tegas? Apakah melakukan pengujian independen begitu sulit?”
  • “Ini seperti skandal melamin yang pernah terjadi—setiap generasi punya versinya sendiri.”

Sumber : NTDTV.com

Pengadilan Spanyol Melarang Istri Perdana Menteri Meninggalkan Negaranya atas Tuduhan Korupsi

EtIndonesia.com Pengadilan di Spanyol pada Sabtu (20 Juni), memerintahkan Begoña Gómez, istri Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sekaligus pasangan dari pemimpin Partai Buruh Sosialis, untuk menjalani persidangan atas tuduhan korupsi. Pengadilan juga memerintahkan agar ia menyerahkan paspornya, dilarang meninggalkan Spanyol, dan wajib melapor ke pengadilan dua kali setiap bulan hingga putusan akhir dijatuhkan.

Menurut laporan AFP, pengadilan menyatakan akan menginstruksikan seluruh pos perbatasan serta bandara sipil dan militer untuk memastikan bahwa Gómez mematuhi larangan bepergian ke luar negeri.

Menghadapi sejumlah tuduhan

Hakim Juan Carlos Peinado secara resmi mengajukan dakwaan dan memulai penyelidikan pada bulan April. Begoña Gómez diduga terlibat dalam sejumlah pelanggaran, antara lain:

  • Penggelapan aset,
  • Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi,
  • Korupsi dalam transaksi bisnis,
  • Penyalahgunaan dana publik.

Namun, baik Begoña Gómez maupun Perdana Menteri Pedro Sánchez membantah seluruh tuduhan tersebut.

Berawal dari laporan kelompok antikorupsi

Kasus ini bermula dari pengaduan yang diajukan oleh sebuah organisasi anti korupsi yang dikaitkan dengan kelompok politik sayap kanan.

Fokus penyelidikan adalah sebuah program atau forum akademik di Universitas Complutense Madrid yang didirikan dan dipimpin bersama oleh Gómez. Ia diduga memanfaatkan sumber daya publik dan hubungan pribadinya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Menambah tekanan terhadap pemerintahan Sánchez

Kasus ini merupakan salah satu dari beberapa skandal dugaan korupsi yang melibatkan anggota keluarga maupun mantan sekutu politik Pedro Sánchez. Perkembangan tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan koalisi minoritas yang dipimpinnya. (***)

Sumber : NTDTV.com

Kecelakaan Mengerikan Dua Kereta di Inggris: Masinis Tewas, Hampir 100 Orang Terluka

EtIndonesia.com Pada Jumat (19 Juni), terjadi kecelakaan kereta api serius di Inggris. Dua kereta bertabrakan, mengakibatkan setidaknya satu orang tewas dan 89 orang terluka. Dari jumlah korban luka tersebut, 28 orang dirawat di rumah sakit, sementara 9 orang berada dalam kondisi kritis. Pemerintah Inggris menyatakan keprihatinan mendalam atas kecelakaan kereta yang tergolong langka ini.

Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bagian sambungan antar gerbong mengalami kerusakan parah. Para penumpang yang selamat tampak berdiri di tepi rel dengan wajah masih syok, bahkan beberapa terlihat mengenakan perban di kepala.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.15 waktu setempat di wilayah Bedford, ketika dua kereta yang sama-sama menuju London bertabrakan. Seorang masinis dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Seorang saksi mata mengenang bahwa saat tabrakan terjadi, para penumpang terpental dari tempat duduk mereka dan saling bertabrakan. Beberapa di antaranya berlumuran darah, sementara suara jeritan terdengar di mana-mana.

“Hati saya bersama semua orang yang terdampak, terutama mereka yang terluka, serta teman dan keluarga mereka,” kata Menteri Perhubungan Inggris, Heidi Alexander.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menyatakan bahwa insiden ini “sangat mengkhawatirkan”, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal, dan mengucapkan terima kasih kepada para petugas penyelamat atas kerja keras mereka.

Heidi Alexander menambahkan: “Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Karena itu, sangat penting bagi tim Badan Investigasi Kecelakaan Kereta Api untuk segera tiba di lokasi. Mereka akan melakukan penyelidikan yang menyeluruh guna mengetahui penyebab kecelakaan ini.”

Menurut kesaksian para penumpang, kereta yang berangkat dari Kota Corby menuju Stasiun St Pancras di London telah berhenti ketika ditabrak dari belakang oleh kereta lain yang sedang melaju menuju tujuan yang sama. Masinis kereta kedua sempat melakukan pengereman darurat sebelum tabrakan terjadi.

Kecelakaan kereta api besar seperti ini tergolong jarang terjadi di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan operator kereta menyatakan akan bekerja sama secara erat dengan perusahaan perkeretaapian nasional Inggris serta tim penyelamat, dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan berkembang.

Sumber : New Tang Dynasty Television

Saat Iran Tiba-Tiba Menutup Selat Hormuz! Apakah Kesepakatan Damai Gagal Hanya Tiga Hari Setelah Ditandatangani?

EtIndonesia.com Pemerintah Iran pada Sabtu (20/6/2026) secara mendadak mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk seluruh lalu lintas pelayaran mulai berlaku segera, serta memperingatkan bahwa langkah tersebut hanyalah “tahap pertama”.

Padahal, baru tiga hari sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani sebuah nota kesepahaman perdamaian, yang menyepakati pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan dimulainya perundingan mengenai program nuklir Iran.

Kini, Iran menuduh Amerika Serikat gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian tersebut. Selain itu, Iran juga menyatakan bahwa operasi militer Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung, sehingga Teheran memutuskan untuk kembali menutup selat tersebut.

Di sisi lain, perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss juga mengalami perubahan. Wakil Presiden AS, J.D. Vance sempat menunda keberangkatannya pada menit-menit terakhir, namun menegaskan bahwa komunikasi diplomatik antara kedua pihak masih terus berjalan. Ia juga menyebutkan bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, telah tiba di Swiss untuk mempersiapkan pembicaraan damai berikutnya.

Iran: Penutupan Selat Hormuz Berlaku Segera

Pada Sabtu, Markas Besar Militer Iran Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa Selat Hormuz mulai ditutup bagi kapal-kapal yang melintas dan menegaskan bahwa tindakan tersebut hanyalah “langkah pertama”. Mereka memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel terus melanggar kesepakatan, Iran akan mengambil tindakan lanjutan.

Pernyataan ini langsung menarik perhatian dunia karena hanya tiga hari sebelumnya Presiden Donald Trump dan Presiden Iran telah menandatangani nota kesepahaman gencatan senjata. Dalam kesepakatan itu, kedua pihak sepakat membuka kembali Selat Hormuz dan memulai perundingan selama 60 hari untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran serta menstabilkan situasi di Timur Tengah.

Perundingan di Swiss Ditunda

Kedua belah pihak semula berencana menggelar pembicaraan di Swiss pada hari Jumat, namun ditunda karena situasi keamanan di Lebanon yang terus memburuk.

Menurut laporan Axios pada hari Sabtu, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff telah tiba di Swiss untuk memulai putaran pertama pembahasan mengenai perjanjian nuklir dengan delegasi Iran. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Qatar, Mohammed, yang bertindak sebagai mediator, juga hadir untuk membantu proses negosiasi.

Wakil Presiden AS J.D. Vance, yang sebelumnya dijadwalkan memimpin delegasi ke Swiss, mengumumkan penundaan keberangkatannya pada Jumat malam. Namun, dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu pagi, ia menegaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak tetap berlangsung.

Vance mengatakan: “Perundingan bisa saja dimulai secepat besok, tetapi jadwal diplomasi memang sering berubah. Jared dan Steve Witkoff sudah berada di lokasi selama beberapa jam untuk menangani berbagai rincian teknis dari negosiasi ini.”

Prioritas Amerika Serikat

Vance menjelaskan bahwa saat ini Washington memiliki dua prioritas utama:

  1. Memastikan Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran internasional.
  2. Menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran guna mencegah negara tersebut membangun kembali kemampuan senjata nuklirnya di masa depan.

Iran Menuduh AS Tidak Memenuhi Janji

Sementara itu, pihak Iran terus menyampaikan bahwa Amerika Serikat belum sepenuhnya melaksanakan komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman. Iran juga mengkritik berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon selatan sebagai alasan untuk kembali menutup Selat Hormuz.

Menurut laporan Reuters, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengirimkan sinyal keras dengan memperingatkan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan yang dianggap berlebihan dari pihak Amerika Serikat. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menyatakan bahwa apabila AS melanggar perjanjian, Iran akan mengambil langkah-langkah balasan yang disebut sebagai “respons setimpal”.

Ancaman Ranjau Laut Masih Mengintai

Meski setelah penandatanganan nota kesepahaman sempat ada beberapa kapal yang kembali melintasi Selat Hormuz, pelaku industri pelayaran memperingatkan bahwa sekitar 80 ranjau laut masih belum dibersihkan dari jalur pelayaran utama di bagian tengah selat tersebut. Oleh karena itu, kawasan itu masih dianggap memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi bagi aktivitas pelayaran. (***)

Kebakaran Hebat di Sebuah Gedung Permukiman di Hunan, Tiongkok, Tewaskan dan Lukai 11 Orang

EtIndonesia.com Sebuah kebakaran terjadi di sebuah gedung permukiman di Kabupaten Luxi, Prefektur Xiangxi, Provinsi Hunan, Tiongkok pada 21 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 pagi.  Hingga saat ini, insiden tersebut telah menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka.

Menurut informasi resmi dari pemerintah Kabupaten Luxi, kebakaran terjadi pada pukul 06.21 pagi di sebuah bangunan tempat tinggal yang berlokasi di Jalan Zhuzhou Utara, Kota Wuxi, Kabupaten Luxi. Titik api diketahui berasal dari lantai pertama bangunan.

Sejumlah warganet menyebutkan bahwa karena kebakaran terjadi pada waktu subuh ketika sebagian besar penghuni masih tertidur, ditambah kobaran api dan asap tebal yang menyebar dengan sangat cepat hingga menutup jalur evakuasi, banyak penghuni tidak sempat menyelamatkan diri.

Pihak berwenang menyatakan bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan 6 korban jiwa dan 5 orang terluka, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Serangkaian Kebakaran Terjadi di Berbagai Wilayah Tiongkok

Belakangan ini, berbagai daerah di Tiongkok mengalami sejumlah kebakaran besar yang menimbulkan kerugian serius.

Kebakaran terbaru sebelum insiden di Hunan terjadi pada 19 Juni malam di sebuah pusat perdagangan perlengkapan otomotif di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan. Menurut keterangan resmi, hingga 20 Juni pukul 01.00 dini hari, kebakaran tersebut telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka ringan.

Lokasi kejadian adalah Hongda International Automotive Plaza, sebuah pasar grosir khusus perlengkapan otomotif. Bangunan yang terbakar memiliki empat lantai, dengan luas sekitar 4.000 meter persegi per lantai. Rekaman yang beredar di internet memperlihatkan seluruh gedung dilalap api. Material yang terbakar meliputi produk karet, aksesori kendaraan, dan berbagai suku cadang otomotif.

Seorang pedagang yang menjalankan usaha suku cadang kendaraan mengatakan kepada media Jimu News bahwa seluruh barang dagangannya telah habis terbakar dan ia mengalami kerugian yang sangat besar.

Sumber : NTDTV.com

Laporan Ungkap Kondisi di Balik Jeruji Tahanan Tiongkok: Lebih dari 70% Mengalami Kekerasan, Sulit Bertemu Pengacara

EtIndonesia.com  Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Spanyol, Safeguard Defenders (Pelindung Hak Asasi), menyatakan bahwa pusat-pusat penahanan (rumah tahanan) di Tiongkok menghadapi berbagai persoalan serius, termasuk kekerasan terhadap tahanan dan hambatan bagi mereka untuk bertemu dengan pengacara.

Menurut hasil survei tersebut, lebih dari 70% responden mengaku pernah mengalami berbagai bentuk perlakuan kasar, sementara sebagian di antaranya tidak dapat memperoleh bantuan hukum dari pengacara dalam waktu yang lama. Laporan itu menyerukan agar masyarakat internasional memberikan perhatian lebih terhadap krisis hak asasi manusia tersebut.

Pada 16 Juni, Safeguard Defenders merilis laporan berjudul “Behind Iron Bars: A Survey of Conditions in China’s Detention Centers”, yang didasarkan pada wawancara dengan 84 orang yang pernah ditahan di Tiongkok.

Mayoritas responden mengaku mengalami kekerasan

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa 76% responden pernah mengalami tindak kekerasan. Pelaku kekerasan tidak hanya berasal dari polisi atau petugas penjaga tahanan, tetapi juga dari sesama narapidana yang bertindak sebagai pemimpin tidak resmi di dalam penjara atau tahanan.

“Selama ini, otoritas Tiongkok lebih menitikberatkan pada pengakuan daripada bukti dalam proses penanganan perkara. Ketika penyelidikan dan penahanan berada dalam satu sistem yang sama, hal itu memudahkan mereka meningkatkan apa yang mereka sebut sebagai efisiensi penegakan hukum. Karena semuanya berada di bawah kendali mereka, penyiksaan untuk memperoleh pengakuan menjadi sangat mudah dilakukan,” kata pengacara hak asasi manusia dari Tiongkok, Wu Shaoping. 

Mantan tahanan menceritakan pengalaman perlakuan buruk

Wang Zhiyuan, seorang praktisi Falun Gong yang mengatakan dirinya pernah ditahan karena keyakinannya, mengungkapkan bahwa ia menghabiskan satu setengah tahun di sebuah rumah tahanan. Selama itu, ia dipaksa melakukan pekerjaan manual dan mengalami berbagai bentuk penghinaan.

Ia menceritakan: “Kemudian kami dipaksa mengerjakan pekerjaan tangan tanpa diberikan perlindungan apa pun, padahal banyak debu yang berbahaya bagi kesehatan. Ada target jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan; jika terlalu lambat atau hasilnya kurang baik, kami dimarahi. Pada malam hari saya tidak diberi selimut maupun alas tidur karena keluarga belum menyetor uang. Polisi berkata, ‘Kalau tidak ada uang, kamu juga tidak punya baskom. Kalau tidak punya baskom, sup tidak bisa diberikan.’ Lalu sup saya dibuang, dan roti jagung saya dilempar begitu saja ke dekat toilet.”

Banyak tahanan tidak diizinkan bertemu pengacara

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 73% responden pernah dihalangi untuk bertemu dengan pengacara mereka.

“Kasus yang paling sering mengalami pembatasan adalah perkara-perkara yang dianggap sensitif secara politik, seperti kasus para pembangkang, perkara yang dikategorikan menyangkut keamanan negara, serta kasus yang melibatkan aksi kolektif, pemohon petisi, kelompok keagamaan, atau aktivis hak asasi manusia,” jelas Wu Shaoping. 

“Dalam kasus-kasus seperti ini, pihak berwenang akan berusaha dengan berbagai cara atau menggunakan alasan hukum tertentu untuk mencegah pengacara bertemu dengan klien mereka,” lanjutnya. 

Seruan kepada masyarakat internasional

Safeguard Defenders menyerukan agar masyarakat internasional memperhatikan dugaan praktik penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang terjadi di pusat-pusat penahanan di Tiongkok. Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya mencegah para tahanan terjebak dalam sistem yang tertutup dan minim mekanisme perlindungan atau upaya hukum.

Laporan disusun oleh wartawan NTD Television, Yixin dan Yiru.

Trump : Saya Memiliki Kekuasaan Lebih Besar daripada Masa Jabatan Pertama, Target Berikutnya adalah Kuba

EtIndonesia.com. Pada Jumat (19 Juni), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara khusus dengan media Axios menyatakan bahwa pada masa jabatan keduanya ia memiliki kekuasaan yang lebih besar dan bekerja lebih efektif dibandingkan pada masa jabatan pertamanya.

Mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Trump menilai bahwa penghentian konflik, turunnya harga minyak, dan pulihnya jalur pelayaran internasional lebih menguntungkan kepentingan Amerika Serikat. Ia juga mengungkapkan bahwa fokus kebijakan berikutnya akan diarahkan kepada Kuba.

Di akhir wawancara, Trump mengkritik sejumlah hakim di Washington, D.C., serta membahas pembangunan aula perjamuan baru di Gedung Putih dan fasilitas pertahanan terhadap drone yang disebut didanai melalui uang pribadinya dan sumbangan dari kalangan dunia usaha.

Trump mengatakan bahwa pada masa jabatan keduanya ia menjadi “lebih berkuasa dan lebih efisien”, yang menurutnya sebagian besar berasal dari pengalaman yang diperoleh selama memimpin pada periode pertama.

Ia menyebut bahwa militer Amerika Serikat telah menghancurkan kemampuan militer Iran secara menyeluruh, termasuk angkatan udara, angkatan laut, dan sistem pertahanan udaranya. Ia juga menegaskan bahwa Iran “tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”

Menurut Trump, kondisi saat ini—berupa gencatan senjata, penurunan harga minyak, dan pulihnya lalu lintas pelayaran—lebih sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat dibandingkan melanjutkan pemboman terhadap Iran.

Trump juga kembali menegaskan bahwa jika pada masa jabatan pertamanya ia tidak menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran dan tidak mengambil tindakan terhadap fasilitas nuklir Iran, maka Israel kemungkinan besar sudah mengalami serangan yang menghancurkan.

Dengan konflik terkait Iran yang menurutnya mulai mereda, Trump mengatakan bahwa perhatian pemerintahannya selanjutnya akan diarahkan ke Kuba. Ia mengungkapkan bahwa Kuba telah menyatakan keinginan untuk memulai dialog dengan Amerika Serikat.

Dalam bidang kecerdasan buatan (AI), Trump berpendapat bahwa pentingnya AI pada masa depan akan melampaui internet dan berpotensi mempercepat terobosan besar di bidang medis.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS pernah melakukan intervensi terhadap perusahaan AI Anthropic karena kekhawatiran terkait keamanan nasional. Namun, menurut Trump, setelah perusahaan tersebut memenuhi permintaan pemerintah, kini Anthropic tidak lagi dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

Menutup wawancara, Trump melontarkan kritik terhadap para hakim di Washington, D.C., sambil berkelakar bahwa mereka menderita “Trump Derangement Syndrome” (Sindrom Trauma terhadap Trump). Ia juga menyatakan bahwa dirinya menggunakan dana pribadi yang dipadukan dengan sumbangan dari kalangan bisnis untuk membangun aula perjamuan baru di Gedung Putih serta sebuah fasilitas “pelabuhan pertahanan drone” (drone defense harbor).

Laporan oleh reporter NTD Television, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.

Trump Memperkenalkan Air Force One Generasi Baru, Sekaligus Mengungkap untuk Pertama Kalinya Jet Tempur F-47

EtIndonesia.com Pada Jumat (19 Juni), Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memperkenalkan pesawat Air Force One generasi terbaru di Pangkalan Gabungan Andrews (Joint Base Andrews). Dalam pidatonya, ia juga untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa jet tempur generasi keenam terbaru militer AS, F-47, telah memasuki tahap perakitan dan produksi.

Di hadapan para hadirin di Pangkalan Gabungan Andrews, Trump meresmikan pesawat Air Force One yang baru. Ia menegaskan bahwa ruang kabin pesawat tersebut hampir dua kali lebih besar dibandingkan pesawat sebelumnya. Selain itu, desain eksteriornya juga diubah, dengan mengganti motif garis lurus bendera Amerika Serikat menjadi desain bergelombang yang, menurutnya, melambangkan kemakmuran bangsa.

“Pesawat-pesawat ini jauh lebih besar. Pesawat lama sudah berusia sekitar 35 tahun, dan sudah waktunya diganti. Banyak presiden Amerika tiba di tujuan dengan berdiri di samping sebuah Boeing 747 yang baru. Perbedaan terbesar adalah ukurannya—pesawat ini hampir dua kali lebih besar,” kata Trump. 

Ia menambahkan: “Sekarang terdapat gambar bendera yang indah dengan desain bergelombang di badan pesawat. Kami mengibarkannya dengan bangga karena negara kami berkembang dengan sangat baik.”

Selain memperkenalkan Air Force One yang baru, Trump juga untuk pertama kalinya mengungkap proyek jet tempur generasi keenam F-47. Ia menyebut pesawat tersebut sebagai “mesin tempur terbaik yang pernah diciptakan dalam sejarah.”

“Kami memiliki sebuah pesawat yang disebut F-47. Saya yakin banyak dari Anda belum pernah mendengarnya. Mereka mengatakan ini adalah pesawat generasi keenam. Mereka juga mengatakan bahwa ini adalah mesin tempur paling hebat yang pernah dikembangkan. Nantinya kita akan melihat F-47 ini. Saat ini pesawat tersebut sedang dibangun, jalur perakitannya sudah mulai beroperasi, dan hasilnya akan sangat luar biasa,” katanya. 

Laporan ini disusun oleh reporter NTD Television, Zhang Qin.

Pertemuan Bersejarah di Swiss: AS–Iran Duduk Semeja, Perundingan Perdamaian Resmi Dibuka

Trump memperingatkan Iran agar menghentikan aksi “proksi” mereka di Lebanon atau menghadapi serangan AS yang lebih keras.

EtIndonesia.com Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Minggu (21/6/2026) mengikuti pertemuan empat pihak bersama Pakistan, Qatar, dan Iran guna memajukan kesepakatan perdamaian dengan Iran.

Perundingan tersebut berlangsung di kawasan resor Bürgenstock di tepi Danau Lucerne, Swiss.

Dalam jeda pertemuan, Vance mengatakan bahwa negosiasi mencakup berbagai isu penting, tidak hanya bagi rakyat Amerika, tetapi juga bagi dunia.

“Bisakah kita membuka lembaran baru?” kata Vance dalam konferensi pers pada 21 Juni. “Bisakah kita mengubah hubungan di Timur Tengah secara permanen? Ataukah kita kembali ke cara lama yang bukan menjadi pilihan kami?”

Vance didampingi oleh utusan khusus Presiden Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner. Turut hadir Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir.

Vance menyebut perundingan 21 Juni sebagai “pertemuan bersejarah” dan mengatakan para pihak telah mencapai “kemajuan besar.” Ia melihat adanya masa depan di mana semua pihak dapat bekerja sama untuk memajukan perdamaian dan kemakmuran bersama.

Sebelum berangkat, Vance mengatakan: “Saya menantikan dimulainya pembicaraan teknis dengan Iran, Pakistan, dan Qatar. Kami berharap dapat membuat kemajuan terkait isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon—dua hal utama yang akan menjadi fokus kami.”

Vance menggambarkan situasi di Lebanon sebagai persoalan “ayam dan telur,” di mana satu pihak menyerang dan pihak lain membalas. Ia mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang menangani perkembangan situasi di Lebanon.

“Terlepas dari berbagai pemberitaan utama, keadaan sebenarnya membaik di sana,” ujar Vance. “Situasi sudah sedikit mereda. Kami harus terus mengelolanya untuk memastikan Israel dan Lebanon sama-sama aman dan terlindungi. Salah satu tujuan kami adalah menjadikan seluruh kawasan lebih aman dan stabil.”

Trump Ancam Iran

Sebelum perundingan perdamaian dimulai, otoritas Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap operasi militer Israel di Lebanon.

Presiden AS Donald Trump kemudian menulis di Truth Social bahwa Iran harus mengambil langkah yang lebih baik terkait situasi di Lebanon.

“Iran harus segera menghentikan proksi-proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari membuat kekacauan,” tulis Trump. “Jika tidak, kami akan menghantam Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras!”

Media pemerintah Iran menanggapi unggahan Trump tersebut pada 21 Juni.

“Delegasi Iran telah menyampaikan keberatan mereka kepada pihak Amerika dan saat ini sedang mengevaluasi situasi untuk memberikan tanggapan yang tepat terhadap ancaman verbal Trump,” lapor PressTV, media milik pemerintah Iran yang berada di bawah naungan Islamic Republic of Iran Broadcasting.

PressTV juga melaporkan bahwa delegasi Iran tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Ancaman Tarif di Selat Hormuz

Pada 20 Juni, Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz apabila kesepakatan damai jangka panjang tidak tercapai dalam dua bulan ke depan.

“Tidak akan ada tarif di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, dan tidak akan ada tarif setelah masa tersebut berakhir, kecuali jika dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat apabila kesepakatan tidak tercapai, sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan sebagai ‘Malaikat Pelindung’ bagi negara-negara Timur Tengah, baik untuk biaya masa lalu, masa kini, maupun masa depan,” tulis Trump di Truth Social.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur transit minyak dan gas alam terpenting di dunia.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada Fox News pada 21 Juni bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih berjalan dengan baik.

Menurut Wright, sebanyak 67 kapal melintasi Selat Hormuz pada 20 Juni dan 55 kapal pada 19 Juni. Jumlah tersebut relatif sama dengan tingkat lalu lintas sebelum konflik dengan Iran dimulai.

Ia menambahkan bahwa Iran masih belum membersihkan ranjau laut dari jalur pelayaran utama. Namun, Amerika Serikat telah membuka jalur alternatif yang lebih ke selatan, sementara militer AS mengawal kapal-kapal yang melewati rute tersebut.

Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin reguler di Amerika Serikat mencapai US$3,94 per galon pada 21 Juni, turun 14 sen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, mengatakan dalam program Face the Nation di CBS News bahwa seluruh warga Amerika menginginkan harga bahan bakar yang lebih rendah.

“Beberapa bulan lalu, para analis memperkirakan harga minyak akan mencapai US$150 hingga US$200 per barel. Namun kenyataannya tidak demikian, sekarang bahkan berada di bawah US$80,” kata Waltz. 

“Tentu semua orang menginginkan energi yang lebih murah. Tetapi Presiden Trump berupaya menjaga keseimbangan sambil memastikan bahwa rezim yang melakukan genosida dan tidak dipercaya siapa pun tidak pernah memiliki senjata nuklir. Dan proses itu sedang berlangsung saat ini.”

Perundingan Tingkat Tinggi

Pembicaraan di Swiss ini menjadi kontak langsung tingkat tertinggi antara Amerika Serikat dan Iran sejak ketegangan meningkat setelah serangkaian aksi militer awal tahun ini.

Pejabat kedua negara mengatakan bahwa fokus utama negosiasi adalah mengurangi risiko konflik lebih lanjut sekaligus menjajaki kemungkinan pengaturan diplomatik jangka panjang.

“Saya ingin, dengan penuh ketulusan, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kepemimpinannya yang visioner dan sangat dinamis sehingga pertemuan ini dapat terlaksana hari ini,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada 21 Juni.

“Saya yakin kita akan mengadakan diskusi yang sangat baik di sini dan mudah-mudahan menghasilkan hasil yang produktif di masa mendatang.”

Unggahan Trump di Truth Social muncul setelah empat tentara Israel tewas pada 19 Juni saat menghancurkan gudang senjata bawah tanah dan posisi tempur kelompok Hezbollah di Lebanon.

Pasukan Israel kemudian melancarkan puluhan serangan balasan di wilayah selatan Lebanon.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, pada 20 Juni mengatakan bahwa kelompok Hezbollah-lah yang melanggar gencatan senjata.

“Teroris selalu berbohong,” tulis Leiter di platform X. “Hezbollah adalah organisasi teroris. Hezbollah berbohong. Iran menggunakan kelompok proksinya untuk memperoleh konsesi. Itulah modus operandi rezim pembunuh di Teheran.”

Sementara itu, divisi hubungan media Hezbollah menyalahkan Israel atas meningkatnya kekerasan dan menuduh negara tersebut masih mempertahankan kehadiran militernya di wilayah Lebanon.

Konflik AS–Iran yang diberi nama Operation Epic Fury dimulai pada 28 Februari. Pentagon dilaporkan telah menyusun rencana serangan terhadap Iran sejak 1980.

Artikel ini dipublikasikan di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Wapres AS JD Vance Mendarat di Swiss, Perundingan Krusial AS–Iran Resmi Dimulai

Perundingan sempat ditunda akibat bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah di Lebanon

EtIndonesia.com  Wakil Presiden AS JD Vance tiba di Swiss pada Minggu (21/6/2026) untuk membantu secara resmi memulai perundingan perdamaian dengan para pemimpin Iran.

Vance dan istrinya tiba di Pangkalan Udara Emmen di Swiss pada pukul 05.59 waktu setempat, menurut juru bicara wakil presiden AS.

Delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss untuk serangkaian negosiasi tingkat teknis pada 21 Juni, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Diskusi tingkat teknis tersebut dimaksudkan untuk dilaksanakan dalam kerangka memorandum kesepahaman yang dicapai Washington dan Teheran dalam sepekan terakhir. Memorandum tersebut telah memungkinkan meredanya kebuntuan bersenjata antara kedua pihak, sehingga membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut mengenai masa depan program nuklir Iran, pelonggaran sanksi terhadap Teheran, serta berbagai hambatan lain menuju perdamaian jangka panjang.

Perundingan teknis ini dijadwalkan berlangsung di kawasan resor Bürgenstock.

Dalam pernyataannya pada 20 Juni, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa Pakistan akan terus menjalankan perannya sebagai mediator selama perundingan di Swiss, dan bahwa Qatar juga akan berperan sebagai mediator.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu pagi, Vance mengatakan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, telah berada di Swiss untuk mempersiapkan perundingan teknis tersebut.

Wakil presiden berangkat menuju Swiss pada Sabtu sore.

“Saya berharap kita dapat mencapai kemajuan dalam isu nuklir dan juga kemajuan terkait gencatan senjata di Lebanon. Itulah dua hal utama yang akan menjadi fokus kami,” kata Vance kepada wartawan saat berangkat dari Joint Base Andrews, Maryland.

Perundingan awalnya dijadwalkan berlangsung di Bürgenstock pada awal pekan ini. Namun, pertemuan tersebut kemudian ditunda karena meningkatnya pertempuran di Lebanon antara pasukan Israel dan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris, Hezbollah. Kepemimpinan Muslim Syiah Iran bersikeras bahwa perdamaian jangka panjang di kawasan harus mencakup Lebanon dan Hizbullah.

Poin pertama dari memorandum perdamaian yang diberlakukan Washington dan Teheran pekan ini menyatakan bahwa kedua negara beserta sekutunya “menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”

Empat tentara Israel tewas pada 19 Juni malam saat melakukan operasi di kawasan Beaufort dan Ali a-Tayr Ridge untuk membongkar gudang senjata bawah tanah serta posisi tempur Hezbollah. Setelah itu, pasukan Israel melancarkan puluhan serangan balasan di berbagai wilayah Lebanon selatan.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter mengatakan bahwa Hezbollah-lah yang melanggar gencatan senjata, bukan Israel.

“Teroris berbohong. Hizbullah adalah organisasi teroris. Hezbollah berbohong. Iran menggunakan kelompok proksinya untuk memperoleh konsesi. Itulah modus operandi rezim pembunuh di Teheran,” tulis Leiter.

Sayap hubungan media Hezbollah membantah tuduhan pihak Israel dan menyatakan bahwa tanggung jawab atas berlanjutnya bentrokan bersenjata di Lebanon selatan berada di pihak Israel, yang masih mempertahankan kehadiran pasukan di wilayah Lebanon.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa delegasi diplomatik Iran telah berangkat menuju Swiss untuk mengikuti perundingan tersebut. Baghaei menyebut fokus delegasi Iran adalah membatasi tindakan militer Israel di Lebanon.

Baghaei memperingatkan bahwa kegagalan menerapkan bagian memorandum kesepahaman yang berkaitan dengan Lebanon dapat menghambat pelaksanaan keseluruhan kerangka perdamaian.

“Pihak lain harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesegera mungkin. Jika tidak, seluruh kesepahaman ini berada dalam bahaya,” ujarnya.

Provinsi Guangdong, Tiongkok Dilanda Wabah Penyakit yang Sangat Menular, Banyak Anak Terinfeksi, Sejumlah Kelas Diliburkan

EtIndonesia.com Setelah herpangina (radang tenggorokan akibat virus dengan lepuhan di mulut) memasuki periode penyebaran tinggi dalam beberapa waktu terakhir, kini penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD) atau PTKM yang juga sangat menular turut menyebar dengan cepat. Baru-baru ini, sejumlah sekolah di Shenzhen mengalami penularan PMK secara berkelompok, sehingga beberapa kelas harus menghentikan kegiatan belajar selama 10 hari. Banyak orang tua juga mengaku di media sosial bahwa anak mereka ikut terinfeksi.

Menurut laporan media First Scene (第一现场) di Shenzhen, seorang warga bermarga Liu mengatakan bahwa pada Rabu (17/6/2026) ia menerima pemberitahuan dari sekolah bahwa kelas anaknya diliburkan karena adanya kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut. Seluruh siswa di kelas tersebut diminta belajar dari rumah selama 10 hari dan baru dapat kembali ke sekolah pada 29 Juni.

Sesuai pemberitahuan sekolah, orang tua diminta memantau apakah anak mengalami ruam atau lepuhan pada mulut, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya, serta memperhatikan gejala seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan. Jika muncul gejala, anak harus segera dibawa berobat dan kondisi tersebut dilaporkan kepada wali kelas.

Selama masa penghentian kegiatan belajar, apabila terdapat kasus baru yang terkonfirmasi HFMD, pasien diwajibkan menjalani isolasi hingga sembuh. Anak hanya diperbolehkan kembali ke sekolah setelah gejala hilang selama tujuh hari atau setidaknya 14 hari sejak mulai sakit.

Di berbagai platform media sosial Tiongkok, banyak orang tua juga membagikan pengalaman serupa. Beberapa komentar mereka antara lain:

  • “Shenzhen baru saja mengeluarkan peringatan hujan badai merah sehingga sekolah diliburkan pada sore hari. Adik saya juga harus berhenti sekolah selama 10 hari karena di kelasnya ada dua kasus HFMD. Baru masuk setengah hari sudah disuruh pulang, sebentar lagi juga libur Festival Perahu Naga. Bulan ini rasanya belum sekolah setengah bulan pun.”
  • “Beberapa kelas di sekolah anak saya sudah ada kasusnya, tetapi belum diliburkan. Dua hari lalu anak saya bilang ada dua teman sekelas yang diduga terinfeksi dan diminta pulang.”
  • “Daya tularnya luar biasa. Anak saya tertular hanya dalam satu sore, dan seluruh rongga mulutnya dipenuhi luka.”
  • “Sudah divaksin pun masih bisa terkena. Kedua anak saya sama-sama terinfeksi dan sekarang beristirahat di rumah.”
  • “Anak perempuan saya terkena penyakit ini dan demam selama seminggu. Setelah itu malah terserang flu lagi sehingga kondisi fisiknya menurun.”
  • “Di sekolah anak saya juga banyak teman yang terkena.”
  • “Kami diliburkan 14 hari, padahal ujian sudah dekat.”
  • “Anak laki-laki saya juga terkena. Tahun ini kasus HFMD sangat banyak. Di kabupaten kami hampir setiap taman kanak-kanak memiliki beberapa anak yang terinfeksi secara bergantian.”
  • “Belakangan ini memang kasus HFMD meningkat. Di wilayah selatan, influenza B kembali menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan, disusul rhinovirus. COVID-19, virus parainfluenza, dan virus lainnya juga menyusul di belakangnya.”

Pada 16 Juni, Biro Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Guangdong merilis laporan situasi penyakit menular wajib lapor untuk Mei 2026. Dalam periode 1 Mei pukul 00.00 hingga 31 Mei pukul 24.00, tercatat 231.664 kasus penyakit menular di seluruh provinsi, termasuk 27.849 kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD).

Dikarenakan pemerintah kerap dituduh menutupi informasi mengenai bencana dan wabah, jumlah kasus sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada angka resmi yang diumumkan.

Menurut informasi yang tersedia untuk umum, penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus. Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun.

Gejala utamanya meliputi ruam atau lepuhan pada tangan, kaki, dan mulut disertai demam. Pada sebagian kecil kasus yang berat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi seperti meningitis, ensefalitis, kelumpuhan layuh akut, infeksi saluran pernapasan, dan miokarditis (radang otot jantung). Dalam kasus yang sangat parah, kondisi anak dapat memburuk dengan cepat dan berisiko menyebabkan kematian.

HFMD dapat menular melalui berbagai cara, termasuk kontak langsung dengan sekret hidung dan tenggorokan atau air liur penderita, maupun melalui benda-benda yang telah terkontaminasi virus.

Sumber : NTDTV.com

Gencatan Senjata di Lebanon Terancam Gagal, Perdamaian Timur Tengah Kembali Menghadapi Ujian Besar

EtIndonesia.com Meskipun perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah mulai berlaku, pada Jumat (17/6/2026) asap tebal kembali terlihat membumbung di wilayah selatan Lebanon, menandakan bahwa situasi di lapangan masih belum stabil. Dampak dari kondisi tersebut, perundingan AS-Iran yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss diumumkan ditunda.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui sebuah unggahan bahwa Iran sudah “habis” dan menegaskan bahwa pelaksanaan kesepakatan 60 hari akan tetap dilanjutkan. Di sisi lain, pembicaraan antara Israel dan Lebanon tetap akan diteruskan, sementara berbagai pihak terus bergulat antara upaya mempertahankan gencatan senjata dan potensi kembalinya konflik, sehingga prospek perdamaian di Timur Tengah masih dipenuhi ketidakpastian.

Tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan, rekaman yang dikutip dari Reuters masih menunjukkan kepulan asap dalam jumlah besar di Lebanon selatan, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan gencatan senjata belum sepenuhnya berjalan stabil.

Karena memburuknya situasi di perbatasan Israel-Lebanon, perundingan AS-Iran yang sedianya digelar di Swiss pada hari Jumat juga ditunda. Pemerintah Iran bersikeras menyatakan tidak akan menghadiri perundingan di Swiss sebelum pertempuran di Lebanon selatan benar-benar berhenti. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, juga membatalkan rencana perjalanannya ke Swiss yang semula dijadwalkan pada Kamis malam.

Presiden Trump kemudian menulis: “Bukan kami yang duduk di meja perundingan karena terdesak, melainkan Iran. Iran sudah tamat! Selanjutnya kami akan melanjutkan sesuai perjanjian 60 hari. Selama periode itu, Iran tidak akan menerima dana apa pun, bahkan satu sen pun tidak.”

Mengenai pembicaraan antara Israel dan Lebanon, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dalam percakapannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, menegaskan bahwa pertemuan perwakilan kedua belah pihak yang dijadwalkan berlangsung pekan depan tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

Dalam pembicaraan tersebut, Rubio kembali menekankan perlunya melucuti persenjataan Hizbullah dan memulihkan kendali penuh pemerintah Lebanon atas seluruh wilayah negaranya.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, juga menyatakan melalui unggahannya bahwa Israel berkomitmen kuat untuk segera melaksanakan gencatan senjata. Menurutnya, selama Hizbullah tidak melancarkan serangan, militer Israel akan menghentikan operasi tempur, meskipun pasukannya tetap ditempatkan di Lebanon selatan.

Namun, Leiter menegaskan bahwa perdamaian sejati antara Israel dan Lebanon hanya dapat terwujud apabila Hizbullah, yang disebutnya sebagai kelompok bersenjata proksi yang didukung Iran, berhasil dilumpuhkan.

Leiter dijadwalkan menghadiri pembicaraan Israel-Lebanon di Washington pada pekan depan, yang merupakan putaran terbaru diplomasi antara kedua negara di bawah fasilitasi pemerintahan Trump.

Menurut nota kesepahaman gencatan senjata AS-Iran, Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi pelayaran internasional selama 60 hari tanpa dikenakan biaya transit. Akan tetapi, lembaga baru yang dibentuk Iran, yaitu Otoritas Pengelolaan Selat Teluk Persia, mengumumkan bahwa selama masa berlakunya perjanjian sementara tersebut, seluruh kapal wajib mengajukan permohonan izin melintas setidaknya 48 jam sebelum kedatangan. Pengumuman ini memunculkan spekulasi bahwa Iran di masa mendatang mungkin akan memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melewati jalur tersebut.

Selain itu, para perwakilan negara-negara yang turut memediasi perundingan AS-Iran dijadwalkan mengadakan pertemuan di Mesir pada 21 Juni. Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Pakistan, Turki, dan Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, mereka akan bertukar pandangan mengenai perkembangan proses diplomasi AS-Iran saat ini serta mengoordinasikan langkah-langkah mediasi berikutnya.

Sumber : NTDTV.com

Banjir Mengepung Luodian, Guizhou, Tiongkok, Banyak Kendaraan Terseret Arus Deras

Baru-baru ini, banyak daerah di Provinsi Guizhou mengalami hujan deras dan banjir parah. Di antaranya, Kabupaten Luodian menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Air bah bercampur lumpur menerjang kawasan perkotaan, mengubah jalan-jalan menjadi aliran deras dalam waktu singkat. Sejumlah besar kendaraan terseret banjir, sementara banyak rumah terjebak dan dikelilingi genangan air.

EtIndonesia.com Pusat Meteorologi Tiongkok pada 20 Juni pagi,kembali mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat kuning. Diperkirakan dar 20 Juni pukul 08.00 hingga 21 Juni pukul 08.00, beberapa wilayah di Guangxi bagian utara, Guizhou bagian tenggara, dan Hunan bagian barat daya akan mengalami hujan sangat lebat, dengan beberapa lokasi diperkirakan menerima curah hujan ekstrem antara 250 hingga 300 milimeter.

Menurut informasi dari Biro Meteorologi Provinsi Guizhou, curah hujan di Kota Longping, Kabupaten Luodian, mencapai 220,3 milimeter dalam periode 18 Juni pukul 06.00 hingga 19 Juni pukul 06.00. 

Video yang direkam warga setempat menunjukkan hujan deras mengguyur Luodian pada malam hari. Air banjir dengan cepat mengalir di jalan-jalan hingga membentuk arus deras yang menenggelamkan kawasan rendah. Sejumlah sepeda motor listrik dan mobil yang sedang diparkir maupun melintas terseret arus. Bahkan ada mobil yang hanyut masuk ke saluran air atau sungai, lalu menumpuk dan mengapung dalam kondisi rusak.

Di beberapa trotoar di pusat kota, pohon-pohon tumbang dan air masuk ke dalam toko-toko. Banyak rumah terjebak banjir sehingga lalu lintas kota sempat lumpuh.

Video lain memperlihatkan sebuah mobil sedan putih di Kota Longping terbalik dengan posisi bagian depan mengarah ke bawah di tepi saluran air. Bodi kendaraan dipenuhi ranting dan lumpur. Di sekitarnya terdapat banyak mobil yang terendam dan mengalami benturan hingga rusak parah, nyaris menjadi rongsokan, sementara banyak sepeda motor listrik hanyut dan tidak diketahui keberadaannya.

Di kawasan pedesaan setempat, banyak ruas jalan rusak diterjang banjir dan beberapa lereng mengalami longsor sehingga akses transportasi di sejumlah lokasi terputus sementara.

Hingga 19 Juni malam, sebagian genangan air di kawasan perkotaan telah surut.

(Gambar komposit)

Seorang petugas Pemerintah Kota Longping mengatakan bahwa mobil yang terseret ke dalam saluran air telah diangkat dan dipindahkan, sementara petugas masih terus membersihkan lumpur. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa jalan di wilayah tersebut rusak akibat banjir dan terjadi longsor, sehingga pekerjaan perbaikan darurat masih berlangsung.

Laporan menyebutkan bahwa pada pertengahan Mei dan awal Juni lalu, Luodian juga sempat dilanda hujan lebat yang menyebabkan pohon-pohon di tepi jalan tumbang, sepeda listrik hanyut, serta beberapa toko kemasukan air. Namun, curah hujan yang terjadi kali ini di pusat Kabupaten Luodian melampaui dua kejadian sebelumnya, sehingga dampak banjir menjadi lebih serius. (***)