Home Blog Page 957

Jelang Liburan Panjang, Pemda Diminta Screening Pelaku Perjalanan Hingga Sudah Swab Antigen

0

ETIndonesia- Jelang masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah segera menyesuaikan diri demi melindungi daerahnya masing-masing. Salah satu upaya perlindungan, dengan mewajibkan pelaku perjalanan bepergian dalam keadaan sehat. 

“Dengan upaya _screening_ melalui _swab antigen_ yang diakui sebagai alat _screening_ Covid-19 oleh WHO (World Health Organization),” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Kamis (17/12/2020) saat mengawali keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Pemerintah saat ini tengah melakukan langkah antisipasi dengan menyusun kebijakan terkait perjalanan selama periode libur panjang. Kebijakan yang tengah disusun ini meliputi syarat testing bagi pelaku perjalanan.

Meski terkesan sulit, masyarakat harus menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ditujukan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan penularan kasus Covid-19. “Satgas menghimbau masyarakat dapat patuh, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat berjalan dengan efektif,” tegasnya. 

Berkaca dari pengalaman terdahulu, terjadi lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya, seperti berkurangnya kapasitas tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi dan ruang ICU, dimana pada beberapa daerah kapasitasnya sudah terisi diatas 70%. 

Juga, semakin bertambah pasien, maka tugas para tenaga medis di rumah sakit pun menjadi bertambah berat, dan bertambahnya potensi kasus positif Covid-19. “Dan yang paling kita khawatirkan adalah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19,” kata Wiku. (asr)

Keterangan Foto : Seorang profesional medis mengumpulkan sampel usap dari sopir taksi untuk tes COVID-19 di stasiun pengujian darurat di Hong Kong pada 24 Juli 2020. (Anthony Kwan / Getty Images)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=EZx0dSgpxSA

Jubir Satgas Covid-19 : Sebagian Besar Kabupaten/Kota Memiliki Kasus Aktif Di Bawah 100

0

ETIndonesia- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito membedah sebaran kasus aktif berdasarkan persentase dari 514 kabupaten/kota. Berdasarkan kondisi sebarannya, terlihat sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki kasus aktif dibawah 100 kasus.

Hal itu disampaikan saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/12/2020).

“Jika dilihat lebih lanjut, maka sebenarnya sebagian besar dari wilayah Indonesia atau lebih tepatnya, 66,47% dari 514 kabupaten/kota di Indonesia memiliki kasus aktif kurang dari atau sama dengan 100 kasus,” katanya dalam keterangan tertulis.

Ia merincikan, terdapat 4,67% atau 24 kabupaten/kota di Indonesia yang tidak ada kasus aktif. Kemudian 17,1% atau 88 kabupaten/kota yang memiliki kurang dari atau sama dengan 10 kasus.

Selanjutnya terdapat 27,8% atau 143 kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif dengan kasus aktif antara 11 – 50 kasus. Lalu 16,9% atau 87 kabupaten/kota dengan kasus aktif di rentang 51 – 100 kasus.

“Hal ini menjadi bukti, bahwa masyarakat memiliki ketahanan dalam menghadapi pandemi dan modal kita untuk terus menjaga ketangguhan dan tetap semangat,” ujarnya. 

Jumlah kabupaten/kota dengan kasus aktif dibawah 100 kasus itu, menurut Wiku diharapkan menjadi motivasi untuk seluruh kepala daerah lainnya dalam mendorong perbaikan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Meski demikian, Wiku menekankan, yang menjadi tugas bersama adalah perlunya perhatian khusus pada 29% atau 149 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif 101 – 1000 kasus. Bahkan terdapat 4,5% atau atau 23 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif diatas 1000 kasus. 

Besaran kabupaten/kota ini berada di angka 33,5% atau 172 kabupaten/kota. Wiku meminta pemerintah daerah harus mengevaluasi penanganan Covid-19 di wilayahnya. Tingkatkan penanganan Covid-19 dengan terus memastikan kualitas pelayanan untuk pasien Covid-19. (asr)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=aXHgYTLQ-88

Anjing yang Sekarat Diikat dengan Rantai Besi Selama 12 tahun, 16 Hari Setelah Kebebasannya Anjing Itu Mati

0

Seekor anjing yang sekarat menghabiskan hari yang panjang (12 tahun) dan sepi dalam belenggu rantai besi akhirnya bertemu orang-orang yang baik.

Kelompok penyelamat hewan tidak hanya membantunya mendapatkan kebebasan, tetapi juga membantunya membuat “daftar keinginan” untuk membuatnya merasakan kenikmatan hidup yang belum pernah dia rasakan. Mereka berharap itu untuk menebus kemalangannya selama ini.

Selama bertahun-tahun, kelompok penyelamat hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) di Amerika Serikat telah mengkhawatirkan seekor anjing berwarna coklat kekuningan bernama Willie, yang diikat oleh pemiliknya dengan rantai besi. Anjing itu diikat di sana selama 12 tahun, terikat siang dan malam, dan tidak pernah dilepaskan.

Itu di halaman terbuka di depan sebuah rumah di Halifax County, North Carolina, AS. Relawan PETA Jes Cochran akan berkeliling dan melihatnya setiap kali dia lewat di sana.

Mereka juga bernegosiasi dengan pemilik Willie, berharap mereka memberikan anjing tua dan sakit itu, tetapi pemiliknya bersikeras tidak mau memberikan dan mengatakan itu adalah miliknya.

Bagaimanapun, masa hidup seekor anjing adalah antara 10 sampai 15 tahun, dan Willie, yang telah terikat di sana seumur hidupnya.

Relawan penyelamat yang tidak tega melihatnya, membantunya dengan membangun rumah anjing yang sederhana, dan kadang-kadang membawakan makanan. Jadi hari-hari berikutnya, begitu melihat mobil penyelamat datang, dia sangat bersemangat, menggoyang-goyangkan ekornya dan berputar-putar untuk menyambut mereka.

Suatu hari, Jes mengunjungi Willie dan menemukan bahwa anjing tua ini berada dalam kondisi yang sangat buruk, dan bahkan mengalami kesulitan berdiri. Jes sekali lagi menemui pemiliknya dan meminta melepaskan anjingnya, membiarkannya menjalani hidup dengan tenang. Pada akhirnya, pemilik Willie menyetujuinya.

Ketika mereka membawa Willie ke tempat penampunan PETA, relawan dengan segera memandikannya, merawatnya, dan membawanya ke dokter hewan.

Meskipun mereka tahu bahwa anjing itu mungkin tidak akan bisa hidup lama, mereka tidak menyangka hidup hanya beberapa hari.

Dokter mengatakan bahwa karena kurangnya perawatan jangka panjang, dia menderita penyakit cacing jantung stadium akhir, tumor paru-paru dan penyakit lain yang berkaitan dengan anjing, menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Jes yang sangat sedih dan stafnya membuat “daftar keinginan” untuk anjing itu. Mereka berharap untuk menunjukkan pada anjing tua itu kehidupan yang lebih baik baginya untuk mengalami kenikmatan yang tidak pernah dia miliki dalam kehidupannya.

Malam itu, dia mendapatkan tempat tidur anjing yang lembut dan nyaman yang belum pernah dia rasakan, dan tertidur dengan tenang. Keesokan paginya, ketika membuka matanya dengan lemah, itu mungkin tidak pernah dia bayangkan.

Selanjutnya, seperti yang tercantum dalam “Daftar Willie”, anjing itu akan melakukan banyak untuk pertama kalinya!

Dia pergi ke pantai untuk pertama kalinya, naik perahu untuk pertama kalinya, mengunjungi stasiun pemadam kebakaran untuk pertama kalinya, dipijat untuk pertama kalinya, memiliki kue ulang tahun, dan makan pizza untuk pertama kalinya.

Yang terbaik dari semuanya, Willie kembali tidur di ranjang empuknya di malam hari, ini adalah barang mewah yang belum pernah dinikmati sebelumnya.

Dan, 16 hari setelah dibebaskan dari rantai besi, anjing itu mati dengan damai. (yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Pihak Tiongkok Umumkan akan Mengimpor 100 Juta Vaksin Buatan Jerman Tahun 2021

0

Epochtimes.com

Perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech dan Pfizer pada November 2020 mengumumkan bahwa analisis data sementara tahap ketiga dari vaksin mRNA (messenger ribonucleic acid) yang dikembangkan bersama oleh mereka, menunjukkan bahwa vaksin tersebut (BNT162b2) memiliki efek perlindungan terhadap penularan virus komunis Tiongkok hingga 90%. Angka itu lebih tinggi dari 50% yang disyaratkan oleh Food and Drug Administration AS.

BNT162b2 adalah vaksin virus komunis Tiongkok pertama di dunia yang mempublikasikan data klinis tahap ke-3. Vaksin tersebut telah memulai uji klinis tahap ke-3 pada awal bulan Agustus tahun ini. Data saat ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas dari dosis kedua vaksin tersebut dapat mencapai lebih dari 90% setelah 7 hari vaksinasi.

Saat ini, vaksin BioNTech dan Pfizer telah memperoleh lisensi penggunaan darurat di Amerika Serikat, Inggris dan negara lain.

‘Jiemian News’ memberitakan bahwa Shanghai Fosun Pharmaceutical Co., Ltd., telah mengantongi lisensi untuk mendistribusikan vaksin BioNTech dan Pfizer ke pasar Tiongkok. Konon kedua pihak telah menandatangani perjanjian kerja sama terkait pada bulan Maret tahun ini.

Reuters dan media asing lainnya melaporkan bahwa,  pernyataan dari Shanghai Fosun yang ditujukan kepada Bursa Efek Hongkong pada 16 Desember menyebutkan bahwa, BioNTech akan memasok tidak kurang dari 100 juta ampul vaksin kepada Tiongkok pada tahun 2021. Untuk itu, Shanghai Fosun perlu membayar 250 juta EURO untuk batch pertama dari 50 juta ampul.

Saat ini terdapat 4 jenis vaksin buatan Tiongkok yang sedang dalam pengujian klinis tahap akhir. Namun, Kementerian Kesehatan Peru pada 12 Desember menyatakan, bahwa karena seorang relawan mereka memiliki masalah kesehatan, sementara menghentikan uji klinis terhadap vaksin yang dilemahkan dari Sinofarm.

Menurut Wall Street Journal, Dr. Germán Málaga, seorang peneliti dari Universidad Peruana Cayetano Heredia di Peru yang melakukan uji coba vaksin mengatakan bahwa, seorang relawan berusia 64 tahun mengalami komplikasi berupa gejala neurologis yang mempengaruhi kekuatan kaki, sehingga gerakannya terganggu.

Di daratan Tiongkok, lebih dari satu juta orang penduduk telah mendapatkan vaksinasi yang diproduksi dalam negeri, tetapi hanya sedikit berita tentang efektivitasnya yang beredar. 

Beberapa penduduk Beijing, Shanghai dan tempat-tempat lain memberitahu kepada reporter ‘Radio Free Asia’ bahwa mereka belum pernah mendengar tentang vaksinasi, tetapi mereka mengutarakan kekhawatiran untuk menggunakan vaksin buatan Tiongkok,  karena kualitasnya, sehingga bermaksud menolak vaksinasi.

Manajemen vaksin di daratan Tiongkok tidak rapi bahkan cenderung kacau. Dalam dekade terakhir ribuan anak jatuh sakit, cacat bahkan meninggal dunia setelah mendapat vaksinasi buatan dalam negeri. Misalnya pada insiden vaksin Shanxi tahun 2007, hampir 100 orang anak terluka atau tewas. Pada tahun 2018, pada insiden vaksin DPT Changsheng Biotech, terdapat 250.000 ampul vaksin yang mutunya diragukan beredar di pasar daratan Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=aXHgYTLQ-88

Trump Umumkan Perpanjangan Keadaan Darurat Pelanggaran Serius HAM dan Korupsi

0

NTD

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pemberitahuan pada 16 Desember 2020 yang menyatakan, melanjutkan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas pelanggaran serius hak asasi manusia dan korupsi, mengumumkan perpanjangan keadaan darurat selama satu tahun sebagai tanggapan atas ancaman yang tidak biasa terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat.

Gedung Putih menerbitkan pernyataan itu di situs resminya. Pernyataan tersebut berbunyi, “Pada 20 Desember 2017, Presiden mengeluarkan Perintah Eksekutif No. 13818, yang menyatakan keadaan darurat nasional terhadap pelanggaran berat hak asasi manusia dan korupsi di seluruh dunia. Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat (50 USC 1701 et seq) mengambil langkah-langkah yang relevan untuk menangani ancaman abnormal dan khusus terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat.

Semua atau sebagian besar pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi berasal dari luar Amerika Serikat, dan universalitas serta tingkat keparahannya terus menimbulkan ancaman abnormal dan khusus terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat. Oleh karena itu, keadaan darurat nasional diumumkan pada 20 Desember 2017. Status harus terus berlaku setelah 20 Desember 2020. Menurut pasal 202 (d) Undang-Undang Darurat Nasional (50 U.S. Code Section 1622), saya terus menerapkan pelanggaran berat hak asasi manusia yang diumumkan oleh Perintah Eksekutif 13818 Dan darurat nasional yang korup selama setahun. “

Pemberitahuan itu akan dipublikasikan di Federal Register dan diteruskan ke Kongres.

Trump juga mengirimkan informasi ini ke Kongres Amerika Serikat. Pada hari yang sama, menyatakan bahwa keadaan darurat nasional yang dinyatakan oleh Perintah Eksekutif 13818 tanggal 20 Desember 2017 akan berlanjut hingga setelah 20 Desember 2020.

Surat itu berbunyi, “Semua atau sebagian besar pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi dari luar Amerika Serikat terus mengancam stabilitas sistem politik dan ekonomi internasional. Pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi merusak stabilitas, keamanan, dan operasi nilai-nilai landasan sosial dasar; memiliki dampak yang menghancurkan pada individu; melemahkan demokrasi, merongrong supremasi hukum, melanjutkan konflik kekerasan, dan mempromosikan kegiatan orang-orang yang berbahaya; mengganggu pasar ekonomi; dan terus memberikan dampak yang luar biasa pada keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat. Oleh karena itu, menurut saya perlu untuk terus melaksanakan keadaan darurat mengenai pelanggaran HAM berat dan korupsi yang diumumkan oleh Perintah Eksekutif No. 13818. “

Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif 13818 (Perintah Eksekutif 13818) tahun 2017 “Membekukan Properti Pelanggar atau Koruptor Hak Asasi Manusia Serius”, yang didasarkan pada Undang-Undang Akuntabilitas Hak Asasi Manusia Magnitsky Global, yang menghukum para penjahat hak asasi manusia dan unsur-unsur korup. (hui)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=zqXaibsHhSc

Dia Sangat Senang Telah Diadopsi Sehingga Berterima Kasih kepada Pemiliknya Setiap Hari dengan Cara yang Istimewa

0

Seekor kucing bernama Lulu dibawa ke penampungan hewan ketika dia dalam kondisi sangat buruk. Bulunya sangat kusut dan memiliki berbagai masalah kesehatan. Setelah satu tahun di penampungan, kucing itu mendambakan keluarga yang tepat untuk datang.

Saat itulah dia bertemu ibu manusianya yang sekarang, Kayla, yang setelah mencari kucing baru untuk diadopsi.

Lulu telah berada di penampungan selama setahun dan tidak ada yang menginginkannya karena dia memiliki masalah kesehatan.

Dia memiliki penyakit ginjal dan cakarnya yang tumbuh terlalu kecil. Dia bahkan tidak bisa melompat.

Wanita muda itu mencoba meyakinkan ibunya untuk membeli anak kucing. Mereka pun pergi ke tempat penampungan hewan setempat dan bertemu kucing manis itu.

Setelah menyelesaikan dokumen, Lulu akhirnya meninggalkan tempat penampungan untuk pergi ke rumah barunya.

Beberapa bulan berikutnya, kucing manis itu mulai menumbuhkan bulu barunya yang halus, mendapatkan kembali seluruh energinya, dan mampu berlari dan melompat seperti kucing lainnya.

Suatu pagi Kayla bangun dengan kejutan kecil yang lucu. Lulu membawa sepatu ke ranjangnya. Dia menjatuhkannya di depannya dan mengeong dengan bangga. Kemudian dia kembali untuk menemukan sepatu lainnya.

Sejak itu, sudah menjadi rutinitas pagi bagi Lulu untuk mengambil sepatu untuk pemiliknya dan meletakkannya di kakinya. Dia melakukan dua perjalanan untuk memastikan kedua sepatunya diantar dengan aman.

Kayla terkejut ketika dia tahu tentang keunikan Lulu. Dia tidak percaya sampai akhirnya dia merekamnya di kamera ponselnya.

Pada usianya, dia harus pergi ke dokter hewan secara teratur, terutama untuk masalah kencing dan ginjalnya.

Sekarang Lulu tidak hanya cantik dan sehat, dia juga sangat berterima kasih atas kesempatan kedua ini.

Sangat beruntung bahwa dia telah jatuh ke tangan keluarga yang penuh kasih dan telaten yang akan melakukan apa pun untuk membuatnya bahagia dan sehat.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan Lulu, serta semua perhatian yang dia miliki dengan manusia favoritnya setiap hari, lihat akun Instagram-nya @luluthesplippercat, ia benar-benar menggemaskan.

Sumber: zoorprendente

Video Rekomendasi:

Virus Komunis Tiongkok Memanas di Dalian, Memicu Kepanikan Hingga Warga Lakukan Test Semalaman

0

NTD

Menurut pengumuman resmi, pada 15 Desember 2020 lalu, ada 4 kasus infeksi asimptomatik dengan virus Komunis Tiongkok (COVID-19) ditemukan di Distrik Baru Dalian Jinpu, Tiongkok, yang semuanya terlibat dalam pekerjaan impor dan pembongkaran di Dalian Port Yidu Cold Chain Co., Ltd.

Sebelumnya pada tanggal 8 Desember 2020, ada 4 orang dinyatakan masih negatif saat dilakukan pemeriksaan rutin, tanpa diduga didiagnosis pada tanggal 15 Desember. 4 orang tersebut sudah teridentifikasi sebagai infeksi asimtomatik.

Saat ini, komunitas (komplek pemukiman warga) Green Township tempat tinggal 4 orang yang terinfeksi telah ditutup, beberapa sekolah di sekitarnya juga telah ditutup. Beberapa hotel lokal juga telah ditutup. 

BACA JUGA : Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

Video yang diposting di internet menunjukkan bahwa pada dini hari tanggal 16 Desember, warga komunitas ini melawan cuaca dingin yang parah untuk melakukan tes asam nukleat dalam semalam. Karena pemerintahan Komunis Tiongkok selalu menyembunyikan kebenaran tentang epidemi, beberapa netizen mengatakan bahwa melihat situasi ini, epidemi di Dalian mungkin jauh lebih serius daripada pengumuman resmi, jika tidak, tidak akan ada pergerakan sebesar itu.

https://www.youtube.com/watch?v=CT7QjIrclso&feature=emb_title

Empat kasus yang dikonfirmasi baru ditambahkan di Dalian semalam, menyebabkan kepanikan di antara netizen Tiongkok daratan. 

Epidemi Dalian juga banyak dicari di mesin pencarian Weibo. Netizen meninggalkan beragam pesan.

“Infeksi tanpa gejala benar-benar yang paling menakutkan, dan mereka tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.”

“Kami mengejar sekali pada waktu terpanas dan sekali lagi pada waktu terdingin. Itu terlalu sulit bagi pekerja medis. Saya harap semua orang baik-baik saja.”

“Saya dari Sichuan, dan saya sekolah di Dalian. Situasi epidemi di Chengdu belum sembuh. Dalian telah merebak lagi, tiket pada tanggal 29 Desember. Ke mana saya harus pergi?”

“Saya memohon kepada perguruan tinggi dan universitas Dalian untuk berlibur, anak-anak benar-benar tidak ingin terkurung di sekolah pada saat Tahun Baru.”

Sejak Desember ini, dalam waktu setengah bulan, kasus baru telah terdeteksi di Xinjiang, Sichuan, Mongolia Dalam, Shanghai, Heilongjiang, Beijing, dan tempat lain di Tiongkok. Netizen berseru, epidemi menyebar di mana-mana, apakah wabah akan pecah lagi!

Sebelumnya, ahli Shanghai bernama Zhang Wenhong pernah berkata bahwa gelombang kedua epidemi di Tiongkok musim dingin ini tidak dapat dihindari. Ada 80% orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, yang sangat menakutkan. 

Para ahli juga memperingatkan bahwa New Year Eve dan Tahun Baru semakin dekat, dan arus orang dapat menyebabkan epidemi virus Komunis Tiongkok menyebar dan memicu gelombang kedua wabah epidemi. (hui)

Keterangan Foto : 16 Desember dini hari, warga di distrik tempat wabah terjadi di Dalian menghadapi cuaca dingin yang parah dan menjalani tes dalam semalam. Banyak orang mengeluh. (Tangkapan layar video)

https://www.youtube.com/watch?v=uRoJilR9acI

Bocah 12 Tahun Hampir Membakar Rumahnya Setelah Mendapatkan Kaca Pembesar untuk Hadiah Natal

0

Hari Natal yang semakin dekat, banyak keluarga yang mempersiapkan hadiah untuk putra putrinya. Namun, ibu di Texas, AS, ini tidak menyangka hadiah natal yang diminta oleh putranya hampir membawa tragedi.

Nissa-Lynn Parson, dari Texas, telah menggunakan Facebook untuk berbagi cerita tentang Natal yang ‘berkesan’ tahun lalu.

Sang ibu menjelaskan bagaimana putranya yang berusia 12 tahun, Cayden, meminta kaca pembesar untuk hadiah Natal-nya. Cayden adalah anak yang suka membaca, jadi orangtuanya berasumsi dia akan menggunakan hadiah itu untuk membaca. Ternyata, Cayden sebenarnya menginginkan kaca pembesar untuk mengisi salah satu minatnya yang lain: sains.

(Foto: Nissa-Lynn Parson / Facebook)

Dalam postingan di Facebooknya, Nissa menjelaskan:

“Kami mengira itu untuk membaca, tetapi sebaliknya dia mencoba untuk melihat apakah dia bisa menyalakan api dengan itu! Kami menemukan bahwa dia dan dua saudara laki-lakinya pergi ke jalan masuk untuk melihat apakah mereka bisa membuat lubang di beberapa koran.

“Semuanya terkendali sampai anak laki-laki itu berlari ke dalam rumah memberi tahu kami bahwa salah satu sudut halaman terbakar dan lampu Natal meleleh!”

Cayden dan saudaranya berhasil menyalakan koran, tetapi segalanya menjadi tidak terkendali ketika angin meniup beberapa bara api ke halaman dan menyebabkan rumput terbakar.

(Foto: Nissa-Lynn Parson / Facebook)

Seluruh keluarga berlari ke luar untuk melihat ‘seluruh halaman depan berubah menjadi hitam.’

Mereka dengan cepat beraksi dan menyalakan pipa air dan alat penyiram untuk memadamkan api, dan untungnya mereka berhasil memadamkannya sebelum itu menyebar lebih jauh.

“Sungguh pemandangan yang indah untuk dilihat – sekelompok orang berlarian gila mencoba memadamkan api di halaman depan sambil mengenakan pakaian Natal yang serasi!” Nissa menambahkan.

Sang ibu menekankan bahwa kebakaran itu adalah kecelakaan, dan mengatakan itu bukan ‘tragedi’ tapi ‘Natal untuk diingat’.

Dia menggunakan cerita itu sebagai kisah peringatan, dia menambahkan: ‘Oh, dan jangan pernah membeli kaca pembesar untuk hadiah putra Anda!”

Semoga hari Natal tahun lalu tidak akan terulang lagi di Natal tahun ini.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi: