Gara-gara Cuaca Buruk, Rusia Terpaksa Tarik Balik Rudal yang Dikirim ke Tiongkok

oleh Li Wenxin

Epochtimes.id- Kapal kargo yang bermuatan rudal sistem pertahanan Rusia jenis S-400 yang sedang berlayar menuju Tiongkok terpaksa berbalik haluan kembali ke Rusia karena serangan badai dan menyebabkan sebagian peralatan rusak.

Stasiun TV Rusia TBK mengutip ucapan jurubicara Biro Kerjasama Teknik Militer Federasi Rusia mengabarkan bahwa Rusia sudah mulai mengirim rudal sistem pertahanan jenis S-400 yang dibeli pihak militer Tiongkok.

Namun kapal dalam pelayarannya menuju Tiongkok mengalami serangan badai dasyat di Selat Inggris, menyebabkan sebagian peralatan rudal rusak.

Media Sputnik news agency & radio memberitakan bahwa Rusia saat ini sedang menilai kerusakan peralatan sistem rudal pertahanan udara. Peralatan yang tidak rusak masih akan dikirim ke Tiongkok, dan peralatan yang rusak akan diganti kelak.

Pada tahun 2015, media Rusia pernah menyebutkan bahwa Direktur Perdagangan Senjata Rusia Anatolu Isaikin mengatakan, Rusia telah menandatangani kontrak penjualan S-400 dengan pemerintah Tiongkok pada bulan September 2014. Tiongkok adalah negara pertama yang menggunakan rudal sistem pertahanan Rusia.

Rusia pada saat itu melaporkan bahwa kontrak pembelian 6 buah rudal S-400 itu berjumlah total USD 2 miliar. Rudal jenis ini cocok sebagai pencegat rudal taktis dan strategis, serta pesawat tak berawak.

Namun, Rusia pada waktu itu mengatakan, barang baru dapat mulai dikirim pada tahun 2016.

Tiongkok telah menjadi negara pembeli utama senjata buatan Rusia. Selama beberapa tahun terakhir ini Tiongkok telah menandatangani kontral pembelian senjata berskala besar, termasuk pesawat tempur Sukhoi Su-35, S-400. Rusia sudah mulai melakukan penyerahan Su-35 kepada Tiongkok.

Hal yang paling memusingkan Rusia adalah isu ‘copy/paste’ atau penjiplakan. Contoh tipikal dari penjiplakan ini terlihat dalam pameran dirgantara Zhuahai Airshow di mana sebagian besar senjata buatan Tiongkok yang dipamerkan merupakan salinan senjata buatan Rusia atau dikembangkan atas dasar senjata buatan Rusia.

Oleh sebab itu bagaimana menghentikan penjiplakan senjata oleh Tiongkok juga menjadi isu utama untuk dipertimbangkan dalam perdagangan senjata antara Rusia dan RRC.

Menurut analis militer, dilihat dari daftar pengadaan senjata yang ada, rasanya akan sulit bagi Tiongkok untuk memahami teknologi utama.

Saat ini, Tiongkok membeli lebih banyak peralatan dari Rusia, termasuk mesin pesawat terbang yang lebih sulit untuk ditiru, dan sejumlah komponen lain yang digunakan dalam senjata buatan Rusia.

Radio Free Asia mengutip laporan media Rusia memberitakan bahwa pada awal tahun 2017, Tiongkok menghabiskan USD. 2miliar untuk membeli4 buah pesawat tempur Sukhoi Su-35.

Pihak Rusia memperkirakan bahwa pembelian itu berkaitan dengan untuk memperoleh teknologi mesin vektor mutakhirnya. Oleh sebab itu, mesin pesawat yang akan dikirim ke Tiongkok itu oleh Rusia sengaja dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat dibongkar begitu saja.

Laporan menyebutkan, keempat pesawat tempur Su-35 ditempatkan di Pusat Latihan Terbang Militer di kota Cangzhou dan mengatakan akan melatih pilot Su-35. Namun beberapa pakar Rusia lebih yakin jika Tiongkok membeli pesawat itu untuk diambil teknologi mesin penggeraknya.

Pakar Rusia mengungkapkan, untuk mencegah Tiongkok membuat barang tiruan, pihak Rusia sudah ‘mengelas mati’ mesin pesawat itu sehingga tidak dapat dibongkar pasang kecuali dirusak. (Sinatra/asr)

Sumber : Ntdtv.com