Kapal Pesiar Raksasa Viking Suskes Berlabuh Setelah Dihantam Gelombang Besar

EpochTimesId – Sebuah kapal pesiar raksasa yang dihantam gelombang berhasil mencapai pelabuhan di Molde, Norwegia, pada 24 Maret 2019. Awak kapal sempat mengeluarkan panggilan ‘mayday’, yang mendorong penyelamatan dan evakuasi ratusan penumpang sepanjang akhir pekan kemarin.

Viking Sky berhasil sampai ke pelabuhan dengan dikawal kapal tunda (tug-boat), menurut Reuters. Kapal itu digambarkan mengalami sebuah insiden yang membuat furnitur kapal beterbangan, ketika kapal terombang-ambing.

Kapal pesiar itu membawa 1.373 penumpang dan anggota kru, ketika mengalami masalah mesin di pantai barat Norwegia. Awak kapal kemudian mengeluarkan panggilan mayday pada 23 Maret 2019. Daerah di mana kapal itu mogok disebut Hustadvika, yang dikenal sebagai ‘perairan dangkal yang dihiasi dengan terumbu karang’.

Penumpang sempat merekam insiden itu, dan memposting video di media sosial. Beberapa video menunjukkan air laut mengalir deras ke dalam kapal pesiar.

“Itu hampir menjadi bencana. Kapal melayang dalam jarak 100 meter dari potensi kandas, sebelum mereka dapat menghidupkan kembali salah satu mesin,” Hans Vik, yang bertanggung jawab atas Pusat Koordinasi Penyelamatan Bersama untuk Norwegia selatan, mengatakan kepada TV2.

Penumpang di atas kapal pesiar kemudian dievakuasi secara bertahap. Mereka diterbangkan menggunakan helikopter secara bergantian dan bergelombang, menurut laporan itu.

https://twitter.com/oxman78/status/1109511743364128768

Sebanyak 20 orang dilaporkan menderita luka-luka dalam insiden itu. Mereka kemudian dirawat di rumah sakit di Norwegia atau dipulangkan ke negara asal, menurut pernyataan operator pelayaran ke CNN.

“Sepanjang semua insiden ini, prioritas pertama kami adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan kru kami,” kata Viking Ocean Cruises dalam sebuah pernyataan.

“Semua penumpang dan kru aman, dan penumpang akan terbang pulang mulai malam ini,” kata pihak kapal pesiar pada 24 Maret 2019.

Mereka menambahkan bahwa insiden itu dapat diatasi dengan baik berkat bantuan Norwegia Redningssentral dan layanan darurat Norwegia. Mereka memberikan dukungan penuh dan keterampilan mereka, dalam mengelola situasi darurat dalam kondisi cuaca yang sangat menantang.

Atas insiden ini, perjalanan kapal pesiar berikutnya ditunda. Trip yang ditunda itu, sebelumnya dijadwalkan akan berlayar mulai 27 Maret 2019, seperti dikutip dari USA Today.

Kapal pesiar Viking Sky terobang-ambing, setelah mengirim sinyal mayday, karena kegagalan mesin dalam kondisi cuaca angin kencang dan gelombang pasang di dekat Hustadvika, di lepas pantai barat Norwegia, pada 23 Maret 2019. (Foto : Odd Roar Lange/NTB scanpix via AP/The Epoch Times)

Seorang traveler, Carolyn Savikas dari Pennsylvania, Amerika Serikat berada di atas kapal ketika masalah itu terjadi. Dia mengatakan sempat mendengar ‘tabrakan dahsyat’ ketika kapal itu bergoyang-goyang.

“Kami berada di restoran ketika gelombang laut sangat besar datang dan menghancurkan pintu dan membanjiri seluruh restoran,” kata Savikas seperti dikutip oleh USA Today. “Yang kulihat hanyalah tulang, lengan, air, dan meja.”

Dia menggambarkan adegan itu seperti video dalam film Titanic.

Penumpang Ketakutan
Penumpang kapal lainnya, Rodney Horgen menuturkan bahwa dia sudah mengira bahwa itulah akhir dari hidupnya. Gelombang besar menabrak pintu kaca kapal, dan menyapu istrinya sejauh 30 kaki (sekitar 9 meter) di atas lantai, menurut The Associated Press.

Horgen, 62, dari Minnesota, sedang mengunjungi Norwegia dalam perjalanan ziarah impian ke tanah leluhurnya. Namun, perjalanan pesiar mewah itu, tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk.

“Ketika jendela dan pintu terbuka, air setinggi dua meter menyapu orang-orang dan meja-meja sejauh 20 hingga 30 kaki, itu adalah pemecahnya. Saya berkata pada diri saya sendiri, ‘Ini dia,'” Horgen menuturkan kepada The Associated Press.

“Saya meraih istri saya tetapi saya tidak bisa bertahan. Dan dia terlempar ke seberang ruangan. Dan kemudian dia terlempar kembali oleh gelombang yang datang kembali.”

Horgen mengatakan dia adalah seorang nelayan yang berpengalaman. Namun, dia mengaku tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.

“Saya tidak punya banyak harapan. Saya tahu betapa dinginnya air itu, dan di mana kami berada, serta ombak dan segalanya. Anda tidak akan bertahan lama,” Tutur Horgen. “Itu sangat, sangat menakutkan.” (JACK PHILLIPS dan Associated Press/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M