Gereja di Italia Dimanfaatkan Sebagai Ruang Jenazah, Kasus Kematian di Spanyol Tembus Lebih 20.000 Jiwa

NTDTV

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam konferensi pers 18 AprilĀ  soal pandemi di negara itu mengatakan : “Kita bersama telah melewati momen yang paling berat, namun hasil ini masih belum cukup, dan sangat rapuh. Kita tidak bisa bertindak terburu-buru sehingga hasil ini mungkin menjadi tidak terjamin”.

Ia mengakui bahwa pada tahap awal epidemi pemerintah Italia tidak menyediakan semua alat pelindung diri yang diperlukan untuk tenaga medis domestik. Ia juga mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan pada 19 April mengumumkan sebuah instruksi untuk mengendalikan dan menetapkan harga masker yang dibeli oleh masyarakat.

Pada 19 April, Sanchez bertemu dengan para pemimpin di 17 wilayah di negara itu untuk melakukan brainstorming ide-ide dan menyusun rincian untuk beberapa hari ke depan. Ia juga meminta izin kongres untuk memperpanjang keadaan darurat. 

Lockdown tahap kedua mungkin akan kembali dimulai pada 27 April hingga 9 Mei, tetapi pelaksanaannya akan lebih fleksibel. Ini berarti bahwa pembatasan di beberapa daerah atau dari beberapa kelompok akan lebih dilonggarkan.

Sanchez mengatakan bahwa seperti anak-anak akan diizinkan untuk melakukan kegiatan di luar rumah, akan tetapi masih dalam batasan-batasan tertentu demi menghindari infeksi.

Spanyol minggu ini sudah mulai melonggarkan langkah-langkah lockdown ketat yang diumumkan pada 14 Maret lalu dan melanjutkan beberapa kegiatan ekonomi, termasuk manufaktur. Namun, kebanyakan orang tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali untuk kegiatan seperti membeli makanan, dan bahkan anak-anak tidak boleh keluar.

Hingga senin 20 April 2020i, Spanyol telah mengonfirmasikan jumlah pasien terineksi virus komunis Tiongkok sebanyak 198.678  orang dengan jumlah kematian mencapai 20.453.

Peti Mati dalam gereja di Italia utara akhirnya bisa dibersihkan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Italia pada 18 April mengumumkan bahwa pasien meninggal yang baru bertambah sebanyak 482 orang, sehingga totalnya pada 20 April 2020  menjadi 23.660 orang. Pasien baru yang dikonfirmasi positif terinfeksi sebanyak 3.491 orang yang 90% lebih berada di Lombardy, sehingga total pada 20 April pasien terinfeksi menjadi 178.972 orang. 

Sebuah gereja di Bergamo, Lombardy, Italia, sementara dipakai sebagai tempat persemayaman jenazah selama puncak epidemi, karena rumah duka tidak memadai. 

Suatu saat, sampai puluhan peti mati diletakkan di sana guna menunggu giliran dikremasi atau dikuburkan. Lebih dari setengah kasus pneumonia komunis Tiongkok di Italia terjadi di wilayah Lombardy.

Walikota Giorgio Gori memposting foto di Twitter pada 18 April : Gereja akhirnya bersih dari peti mati kecuali menyisakan karangan bunga. Ini berarti bahwa krisis epidemi yang telah merenggut lebih dari 23.000 jiwa di Italia secara bertahap mulai melambat.

Domenico Arcuri, komandan darurat epidemi Italia mengatakan bahwa jumlah kematian selama wabah di daerah ini adalah lima kali lipat jumlah korban di Milan selama pemboman Perang Dunia II. Dia menggambarkan hampir 12.000 orang yang meninggal itu terjadi di Lombardy.

“Kita sedang mengalami tragedi besar dan sampai sekarang belum sepenuhnya dapat diatasi”, katanya.

Kota Bergamo adalah tempat yang paling parah dilanda pandemi. Rumah duka lokal sampai kewalahan dan tidak mampu menangani karena terlalu banyak pasien yang meninggal. Bulan lalu pihak berwenang mengirim anggota militer ke sana untuk membantu menangani puluhanĀ  peti mati yang sementara diletakkan di gereja, kemudian dibawa keluar baik untuk dikubur maupun dikremasikan di kota lain. (sin)

FOTO ; Sebuah gereja di kota Bergamo, Lombardy yang terletak di bagian utara Italia, sedang dipakai untuk tempat persemayaman jenazah pasien pneumonia komunis Tiongkok, karena rumah duka tak lagi mampu menampung. (Marco Di Lauro/Getty Images)

https://www.youtube.com/watch?v=j-1ZudFbMKs