FDA AS Awalnya Menolak Dosis Booster Vaksin Pfizer Bagi yang Berusia di Atas 16 Tahun

Chen Beichen  

Komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan pada 17 September, bahwa dosis ketiga vaksin Pfizer tidak boleh ditambahkan kepada orang berusia 16 tahun ke atas.

Sepanjang pertemuan, para ilmuwan FDA independen skeptis tentang apakah perlu memvaksinasi masyarakat umum dengan dosis ketiga vaksin MRNA Pfizer untuk virus Komunis Tiongkok (COVID-19) untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Pada akhirnya, para ilmuwan memilih dengan angka 16:3 untuk merekomendasikan agar tidak meningkatkan suntikan untuk orang di atas usia 16 tahun. 

Untuk memperkuat argumen menentang merekomendasikan booster untuk populasi umum, slide yang disediakan oleh para ahli menunjukkan bahwa risiko infeksi untuk orang sehat berusia 30 tahun hanya 0,0004% atau 1/25 juta. Suntikan booster vaksin untuk orangtua dapat meningkatkan risiko terkena miokarditis.

FDA sering mengacu pada saran dari komite penasihat sebelum memutuskan persetujuan obat dan peraturan terkait. 

Saat ini, FDA dan CDC AS, hanya mengizinkan orang yang sedang mempersiapkan transplantasi organ atau mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah untuk divaksinasi dengan dosis ketiga.

Namun demikian, hasil awal pada 17 September mungkin menempatkan agenda vaksinasi federal menghadapi ujian besar. Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) pada 15 September mengumumkan, akan memberikan vaksin dosis ketiga kepada masyarakat secara besar-besaran mulai 20 September. Tindakan ini kontroversial karena mengabaikan bahwa FDA sedang mempertimbangkan pengajuan Pfizer dan pertimbangan Komite Penasihat Praktik Imunisasi.

Menurut laporan NPR, faktor yang telah diusulkan untuk mendukung dosis vaksin ketiga pada tahap ini mencakup beberapa data yang menunjukkan bahwa daya perlindungan vaksin Pfizer akan melemah seiring waktu. Sedangkan jenis virus Delta yang sangat menular  menyebabkan di banyak negara tingkat diagnosis melonjak.

Namun demikian, laporan dari pertemuan ke-17 secara umum menunjukkan bahwa di Amerika Serikat, vaksin masih efektif melindungi orang-orang dari penyakit serius, rawat inap, dan kematian.

Dalam pertemuan tersebut, pembicara dari FDA, Pfizer, CDC, Israel dan Inggris masing-masing memperkenalkan data tentang pandemi, pengalaman dalam memvaksinasi Pfizer dan tes laboratorium. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine