EtIndonesia.com Pada 26 September, badai Nor’easter musim gugur yang kuat, langka, dan bergerak lambat menerjang pantai timur Amerika Serikat. Badai ini melintasi wilayah Atlantik Tengah AS dan terus mempengaruhi wilayah New England. Sejumlah daerah mengalami air laut meluap ke daratan, jalan-jalan terendam banjir, serta pemadaman listrik dalam skala besar.
Badai tersebut terus mendorong air laut Atlantik ke daratan dan bertepatan dengan pasang maksimum astronomis, sehingga permukaan air di sejumlah wilayah mendekati rekor historis. Saat ini, negara bagian New York dan New Jersey telah menetapkan status keadaan darurat.
Badai Nor’easter di Amerika Serikat
Di wilayah pesisir New Jersey, tercatat hembusan angin kencang hingga 74 mil per jam, atau sekitar 119 kilometer per jam. Air laut menerjang kawasan permukiman dan sebagian rumah warga. Jalan-jalan di daerah dataran rendah seperti Manasquan terendam air. Pejabat setempat memperingatkan bahwa genangan air kemungkinan membutuhkan waktu lama untuk surut.
New York City dan Long Island juga terkena dampaknya. Di Rockaway, Queens, Jamaica Bay, serta sejumlah lokasi di pesisir selatan Long Island, terjadi banjir pesisir yang parah. Sejumlah rumah di daerah rendah menghadapi risiko air laut meluap ke daratan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tidak mengemudikan kendaraan melewati ruas jalan yang tergenang dan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi terlebih dahulu.
Selain itu, badai terus bergerak ke utara dan mempengaruhi Connecticut serta Massachusetts. Connecticut mengaktifkan pusat tanggap darurat, sementara peringatan banjir dikeluarkan untuk wilayah pesisir. Angin kencang menyebabkan banyak pohon dan dahan tumbang, memutus jaringan kabel listrik.
Menurut data PowerOutage.us, lebih dari 70.000 pelanggan di wilayah timur AS mengalami pemadaman listrik, termasuk sekitar 27.000 pelanggan di New Jersey dan lebih dari 20.000 pelanggan di New York.
Transportasi udara dan laut juga terdampak. Bandara Internasional John F. Kennedy, Bandara LaGuardia di New York, serta Bandara Internasional Logan di Boston mengalami banyak penundaan dan pembatalan penerbangan. Karena gelombang laut mencapai ketinggian 15 hingga 22 kaki, atau sekitar 4,6 hingga 6,7 meter, sejumlah layanan feri yang menghubungkan Long Island, Cape Cod, dan pulau-pulau disekitarnya dihentikan. Berbagai kegiatan luar ruangan juga terpaksa dibatalkan atau ditunda.
Pakar cuaca mengatakan bahwa salah satu bahaya terbesar dari badai ini adalah pergerakannya yang lambat. Angin kencang dan gelombang laut dapat terus mendorong air ke daratan selama beberapa siklus pasang. Sepanjang akhir pekan, sejumlah wilayah diperkirakan menerima curah hujan 3 hingga 5 inci, atau sekitar 76 hingga 127 milimeter, sehingga risiko banjir perkotaan semakin meningkat.
Pihak berwenang mengimbau warga sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan serta menghindari wilayah pesisir dan daerah dataran rendah.
Sumber : NTDTV.com


