Situasi Rumit Dibawa ke Majelis Umum PBB: PKT dan Rusia Absen, Iran Protes Keras

EtIndonesia.com Fokus berita dunia pekan ini tertuju pada Amerika Serikat. Dua peristiwa besar adalah pertemuan Trump–Xi dan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam Sidang Umum PBB, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa budaya birokrasi di PBB perlu direformasi. Isu-isu sulit seperti keamanan Indo-Pasifik, perang Rusia–Ukraina, dan situasi Timur Tengah juga menjadi topik pembahasan. Namun, persoalan-persoalan tersebut berkaitan langsung dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT), Iran, dan Rusia. Presiden Iran secara langsung membela diri, sementara para pemimpin PKT dan Rusia tidak menghadiri sidang tersebut.

Presiden AS Donald Trump: “Dengan bangga saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa Amerika telah kembali, dan sekarang lebih kuat daripada sebelumnya.”

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara besar dunia mendirikan PBB pada 1945 untuk menggantikan berbagai aliansi regional yang lebih kecil. Namun hingga kini, masih banyak negara yang terjebak dalam konflik bersenjata. Pada pekan tingkat tinggi (high-level week) Sidang Umum PBB (UNGA) kali ini, berbagai konflik tersebut menjadi sorotan utama.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam: “Lebanon harus mengambil kembali kendali penuh atas negara, memastikan tidak ada kekuatan yang berada di atas pemerintah, dan tidak boleh ada kelompok bersenjata di luar angkatan bersenjata resmi. Keputusan mengenai perang maupun gencatan senjata hanya boleh dibuat oleh lembaga pemerintah yang ditetapkan dalam konstitusi.”

Selama bertahun-tahun, Lebanon mengalami dampak konflik dengan Hizbullah. Perdana Menteri Nawaf Salam berharap, dengan bantuan Amerika Serikat dan Israel, Lebanon dapat memulai kehidupan baru.

Iran dan kelompok Houthi yang menjadi sekutunya juga menjadi sasaran kritik dalam sidang tersebut. Sejumlah negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut Iran membuka sepenuhnya Selat Hormuz.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah dan mengatakan bahwa Iran tidak pernah bermaksud memulai perang. Namun, pernyataan tersebut segera dibantah oleh pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih. Dewan Keamanan PBB kali ini juga mengesahkan resolusi yang mengecam Iran. Pekan ini, rencana perundingan yang diajukan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari kembali mengulang usulan lama, dan Trump telah menolaknya.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham: “Seperti yang Anda ketahui, terkait persoalan Timur Tengah, kami masih siap memainkan peran kami, membantu Anda menghentikan konflik dan membuka kembali selat tersebut. Jelas bahwa posisi kami sejalan dengan Anda: Iran tidak boleh menjadi negara pemilik senjata nuklir.”

Trump memberikan pujian tinggi kepada Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham. Ke depan, hubungan Inggris–Amerika akan terus diperdalam, termasuk dalam berbagai isu seperti Ukraina dan Kepulauan Falkland.

Perang Rusia–Ukraina juga menjadi salah satu fokus perhatian. Trump menulis di Truth Social bahwa “perang Ukraina yang absurd dan tidak pernah berakhir ini harus dihentikan, karena setiap bulan 25.000 orang tewas akibat perang tersebut.”

Garis depan sepanjang 745 mil (sekitar 1.199 kilometer) telah menyebabkan kerugian besar bagi Ukraina. Ukraina kini tengah mencari dana pertahanan sebesar US$27 miliar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mengusulkan pertemuan trilateral untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina dengan cepat. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghadiri sidang kali ini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio: “Kami telah mengundang Presiden Putin untuk menghadiri KTT G20. Kami memandang (pertemuan tersebut) sebagai kesempatan untuk berinteraksi dengan Presiden (Trump) dan para pemimpin negara lain di dunia. Kami berharap dia menerima undangan tersebut.”

Trump juga mengadakan pembahasan mendalam dengan sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, serta para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Greenland, yang berkaitan erat dengan keamanan global, juga memperoleh perkembangan lebih lanjut dalam sidang kali ini.

Pada 22 September, Trump bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menandatangani sebuah perjanjian yang memungkinkan Amerika Serikat memperluas fasilitas dan peralatan militernya di Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menilai perjanjian tersebut menguntungkan ketiga pihak.

Pertemuan Trump–Xi yang sangat dinantikan juga berlangsung pekan ini. Namun, pemimpin PKT tidak menghadiri Sidang Umum PBB. Dalam pidatonya di sidang tersebut, Trump tidak hanya mengulas kembali cara menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, tetapi juga menggambarkan negara komunis Kuba sebagai “negara yang gagal” dan memperkirakan negara tersebut pada akhirnya akan runtuh.

Reaksi dari peserta sidang sangat beragam. Delegasi Kuba langsung meninggalkan ruangan setelah mendengar pernyataan tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, yang untuk pertama kalinya mengunjungi Amerika Serikat, kemudian mengunggah foto dirinya bersama Trump dan menekankan bahwa pertemuan tersebut “bersejarah.”

Trump juga menegaskan kepada negara-negara Amerika Latin bahwa Amerika Serikat merupakan pendukung negara-negara Amerika Latin. Ia menyebut sejumlah kandidat yang didukungnya baru-baru ini memenangkan pemilu, termasuk di Kolombia dan Argentina.

Menghadapi ambisi PKT, keamanan Indo-Pasifik juga menjadi salah satu isu utama dalam sidang kali ini. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengadakan pembicaraan lebih dari 30 menit dengan Trump di sela-sela acara. Keduanya mencapai kesepahaman untuk “terus mempererat kerja sama Jepang–Amerika Serikat.”

Sidang Umum PBB kali ini juga membahas isu hak asasi manusia. Amerika Serikat dan Inggris sama-sama berpendapat bahwa Jimmy Lai harus dibebaskan. Sementara itu, praktisi Falun Gong di New York juga menyampaikan informasi mengenai situasi yang mereka hadapi kepada masyarakat. Mereka mengatakan bahwa ketika iring-iringan kendaraan Trump melintas, Trump juga melambaikan tangan kepada para praktisi.

Laporan gabungan Lin Chao dan Liu Jie, NTD Weekly News.

INSPIRASI ERABARU

Harmoni Langit dan Bumi: Bagaimana Lima Unsur Menghubungkan Alam, Musim, dan Kesehatan

Di Tiongkok kuno, filosofi “langit, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan” telah menjadi pedoman untuk menjaga kesehatan selama ribuan tahun. “Empat musim dan yin-yang...

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba Rajamani Anda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine