Mengapa Sunset Yoga dan Sound Healing Jadi Tren Wellness? Ascott Waterplace Surabaya Gelar Sunset Ritual

0

Surabaya, 9 September 2026 ā€“ Di tengah ritme hidup yang kian padat, banyak orang mulai mencari cara untuk kembali menenangkan diri. Salah satu tren yang berkembang pesat adalah wellness experience yang memadukan olah tubuh, relaksasi, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan itu, Ascott Waterplace Surabaya berkolaborasi dengan GS Beauty menggelar Sunset Ritual, sebuah pengalaman wellness yang memadukan sunset yoga, sound healing, dan dinner bersama.

Acara berlangsung mulai pukul 15.30 di area kolam renang lantai PLD, Ascott Waterplace Surabaya. Sekitar 40 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari program Ascott Soiree, sebuah inisiatif yang mengajak tamu melihat bahwa seni dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Yoga di Bawah Langit Senja

Rangkaian Sunset Ritual diawali dengan sunset yoga bersama instruktur Chika Mailoa. Peserta diajak meregangkan tubuh, mengatur napas, dan melepaskan penat sambil menikmati hembusan angin sore. Gerakan-gerakan lembut yoga dipadu dengan pemandangan matahari terbenam menciptakan suasana yang tenang dan menyenangkan.

Setelah tubuh rileks, peserta masuk ke sesi sound healing bersama Dewi Hapsari. Dalam sesi ini, alunan suara dari berbagai instrumen—seperti singing bowl dan gong—membawa peserta ke kondisi relaksasi yang lebih dalam. Sound healing dipercaya mampu meredakan stres, menenangkan pikiran, dan menyeimbangkan energi tubuh.

Wellness yang Dekat dengan Keseharian

Christina Mia, Assistant Residence Manager Ascott Waterplace Surabaya, menuturkan bahwa Sunset Ritual menjadi salah satu bentuk menghadirkan pengalaman wellness yang dekat dengan kebutuhan dan keseharian para peserta.

“Kami ingin memberikan ruang bagi para peserta untuk sejenak berhenti dari rutinitas, menikmati sunset, dan menemukan waktu untuk diri sendiri. Kami senang dapat berkolaborasi dengan GS Beauty, Chika, dan Dewi dalam menghadirkan pengalaman ini,” tutur Mia.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung santai dan hangat. Peserta terlihat antusias dan fokus mengikuti setiap sesi. Setelah seluruh rangkaian wellness selesai, dinner bersama menjadi momen untuk bersantai dan berinteraksi dalam suasana yang lebih informal.

Ascott Soiree: Merayakan Seni dalam Kehidupan

Melalui kegiatan ini, Ascott Waterplace Surabaya berharap dapat terus menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna melalui Ascott Soiree. Program ini memang dirancang untuk menunjukkan bahwa seni tidak selalu identik dengan pameran atau pertunjukan, tetapi juga bisa hadir dalam momen-momen sederhana seperti menikmati senja, merawat tubuh, dan berbagi kebersamaan.

Bagi Anda yang merasa lelah dengan rutinitas, mungkin sudah saatnya mencoba ritual seperti ini. Berhenti sejenak, tarik napas dalam-dalam, dan nikmati senja. Karena menjaga kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang memberi ruang bagi pikiran dan jiwa untuk beristirahat.

Patahan Surabaya Viral di Media Sosial, Pakar Geologi ITS: Ada, Tapi Belum Terverifikasi Aktif

Surabaya, 10 September 2026 ā€“ Jagat maya kembali dihebohkan oleh informasi soal keberadaan patahan aktif di Surabaya. Video yang diunggah salah satu akun Instagram itu telah ditonton 476 ribu kali, disukai 15,1 ribu pengguna, dan menuai 1.081 komentar. Dalam keterangannya, akun tersebut menulis, “Sudah tahukah kalian, Surabaya memiliki patahan aktif baru? Ini daerah yang dilintasinya.”

Menanggapi kabar yang viral itu, pakar geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si., meminta masyarakat tidak panik. Menurutnya, informasi tersebut belum terverifikasi secara ilmiah.

Bukan Hal Baru, Sudah Diteliti Sejak 2024

Amien menjelaskan bahwa keberadaan patahan di wilayah Surabaya sebenarnya sudah menjadi bagian dari penelitian sebelumnya. ITS bersama Pusat Survei Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pernah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur yang dipublikasikan pada 2024.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan, yaitu Patahan Surabaya dan Patahan Waru,” ungkap Amien.

Kedua patahan itu memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Temuan ini juga sejalan dengan peta patahan Indonesia yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” paparnya.

Apa Itu Patahan Aktif?

Dalam ilmu geologi, patahan adalah retakan atau rekahan di kerak bumi tempat batuan bergerak. Sebuah patahan disebut aktif jika masih berpotensi bergerak dan memicu gempa. Namun, tidak semua patahan bisa langsung disebut aktif. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan aktivitasnya berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” terang Amien.

Jangan Panik, Tapi Tetap Siaga

Amien mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum melalui proses verifikasi ilmiah tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan.

Meski begitu, ia menilai pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa. Pemerintah Kota Surabaya dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari upaya pemantauan dan mitigasi.

Selain pemantauan, penyusunan peta kawasan rawan gempa juga penting sebagai dasar kebijakan pembangunan. Pemerintah dapat memastikan bangunan yang berada di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa, sehingga potensi dampak apabila terjadi gempa dapat ditekan.

Langkah mitigasi ini menjadi penting agar informasi mengenai patahan tidak berhenti pada kekhawatiran, tetapi mendorong kesiapan menghadapi risiko bencana. Upaya penguatan mitigasi tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. 

Indonesia Negara Maritim, Kok Industri Marina Kalah? ITS Gelar Workshop Internasional

Surabaya, 9 September 2026 – Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan laut yang luas dan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Namun, industri marina dan wisata bahari di Tanah Air masih tertinggal jauh dibanding negara tetangga. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya regulasi. Menyadari hal itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama SF Marina Indonesia menggelar workshop Marina Desain Internasional selama dua hari, mulai Rabu (9/9), di Auditorium Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS, Jalan Cokroaminoto, Surabaya.

Workshop ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan praktisi industri, akademisi, dan mahasiswa. Mereka berdiskusi mencari solusi agar industri marina Indonesia bisa bangkit dan bersaing.

Regulasi Masih Dipandang Sebelah Mata

Kepala Departemen Teknik Kelautan ITS, Prof. Dr. Eng. Muhammad Zikra, S.T., M.Sc., mengungkapkan akar masalahnya. Menurut dia, peraturan industri marina selama ini terjebak pada anggapan bahwa marina hanya untuk pariwisata asing. Akibatnya, Indonesia tidak memiliki Pleasure Yacht Maritime Regulations yang spesifik.

“Kondisi ini menyebabkan turunnya gairah industri marina dan wisata bahari. Kapal domestik dan mancanegara pun enggan datang,” jelas dosen yang akrab disapa Zikra tersebut.

Padahal, marina bukan sekadar tempat bersandar kapal pesiar. Marina bisa menjadi pusat ekonomi, wisata, dan pengembangan teknologi kelautan. Jika dikelola serius, industri ini mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Belajar dari Perencanaan hingga Ekonomi Biru

Workshop ini membahas berbagai aspek penting. Mulai dari Legal Aspects of Master Planning, yang mengulas dasar-dasar industri marina serta regulasi Yachting and Boat Regulation. Peserta diajak memahami aturan main penggunaan perahu dan kapal yacht untuk meningkatkan wisata bahari.

Selain itu, ada sesi Marina Design Criteria and Data Collection. Di sini, peserta mempelajari komponen perancangan marina serta cara mengumpulkan dan menganalisis data. Misalnya, data kecepatan angin dan ombak. Data ini penting untuk menghitung fetch dan karakteristik gelombang air laut di kawasan marina. Dengan begitu, marina yang dibangun aman dan nyaman.

Yang tak kalah menarik, konsep ekonomi biru menjadi landasan dalam merumuskan regulasi. Zikra menyebut ada sembilan langkah utama yang harus tercakup: Learn, Buy, Own, Insure, Finance, Park, Service, Sail, dan Help.

“Langkah ini penting untuk melindungi industri lokal dan memperbanyak penggunaan kapal dengan standar keamanan yang lebih tinggi,” tambah Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS itu.

Menuju Marina Berkelanjutan di Teluk Benoa

Workshop ini bukan sekadar diskusi. Ini menjadi langkah awal membangun kerja sama jangka panjang antara ITS, SF Marina, dan Pusat Riset dan Teknologi Marina Indonesia. Salah satu wujud nyatanya adalah perencanaan pelabuhan marina di Teluk Benoa, Bali. Proyek ini diharapkan terealisasi secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pengembangan marina di daerah lain.

ITS pun terus berkomitmen mendorong teknologi kemaritiman yang tidak hanya menjawab kebutuhan pariwisata, tetapi juga memberikan arahan regulasi ideal. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14 tentang Ekosistem Laut, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, industri marina Indonesia diharapkan tak lagi jalan di tempat. Sudah saatnya negeri maritim ini berbenah dan memanfaatkan potensi lautnya secara optimal.

ā€œMustahil Jadi Kenyataan! Drone Ukraina Tembus 3.300 KM, Jantung Energi Rusia Terbakarā€

EtIndonesia.com  Perang drone antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki babak baru. Pada 9 September 2026, serangan jarak jauh Ukraina dilaporkan mencapai salah satu kawasan energi terpenting Rusia yang selama ini dianggap sangat jauh dari garis depan: Yamalo-Nenets di Siberia Barat.

Serangan tersebut menjadi perhatian besar karena menyasar wilayah yang berada ribuan kilometer dari Ukraina dan merupakan salah satu pusat utama produksi gas alam Rusia. Untuk pertama kalinya, Novy Urengoy—kota yang kerap disebut sebagai salah satu ā€œibu kota gasā€ Rusia—menjadi sasaran serangan drone Ukraina.

Gubernur Yamalo-Nenets, Dmitry Artyukhov, mengonfirmasi terjadinya serangan terhadap sebuah fasilitas industri di Novy Urengoy. Menurut keterangan pemerintah daerah Rusia, sistem pertahanan udara berhasil menghadapi serangan tersebut dan tidak ada korban jiwa. Namun, puing drone yang jatuh dilaporkan memicu kebakaran di kawasan industri.

Meski demikian, laporan sumber terbuka serta informasi yang kemudian muncul menunjukkan bahwa sasaran serangan bukanlah fasilitas biasa.

Target tersebut dikaitkan dengan infrastruktur pengolahan kondensat gas di kawasan Novy Urengoy, bagian dari jaringan industri energi yang memiliki peranan penting dalam mengolah hidrokarbon dari ladang-ladang raksasa Rusia di Siberia Barat.

Yang membuat serangan ini semakin mengejutkan adalah jaraknya.

Novy Urengoy berada sekitar 2.800 kilometer dari perbatasan Ukraina, sementara sejumlah laporan menyebut lintasan serangan dapat mencapai lebih dari 3.000 kilometer, tergantung titik peluncurannya.

Pada waktu yang hampir bersamaan, perusahaan industri pertahanan Ukraina Fire Point mengunggah pesan misterius di media sosial.

Perusahaan itu meminta publik menebak siapa yang baru saja melakukan perjalanan lebih dari 3.300 kilometer dan berhasil mengenai sasaran.

Fire Point tidak secara eksplisit menjelaskan target ataupun sistem senjata yang dimaksud. Namun, waktu unggahan tersebut bertepatan dengan munculnya laporan serangan di Yamalo-Nenets. Karena itu, pesan tersebut segera dikaitkan dengan operasi jarak jauh menuju Siberia.

Jika keterkaitan itu benar, serangan tersebut menunjukkan perubahan penting dalam peta geografis perang.

Selama bertahun-tahun, infrastruktur energi Rusia yang terletak sangat jauh di Siberia dianggap relatif aman dibandingkan kilang, terminal minyak, pangkalan udara, dan fasilitas militer di wilayah Rusia bagian barat. Kini anggapan tersebut mulai dipertanyakan.

Alasan Yamalo-Nenets begitu penting adalah karena kawasan ini merupakan jantung industri gas Rusia. Menurut laporan yang mengutip data Interfax, sekitar 80 persen produksi gas alam Rusia berasal dari wilayah Yamalo-Nenets.

Dengan kata lain, serangan ke kawasan tersebut bukan sekadar serangan ke wilayah terpencil di Lingkar Arktik. Serangan itu memasuki salah satu pusat utama sistem energi Rusia.

Fasilitas dengan Kapasitas 19,5 Juta Ton

Salah satu infrastruktur terpenting di kawasan tersebut adalah Urengoy Condensate Treatment Plant, fasilitas yang mempersiapkan kondensat gas sebelum dikirim menuju tahap pemrosesan berikutnya.

Kondensat merupakan campuran hidrokarbon cair bernilai ekonomi tinggi yang diperoleh bersama produksi gas alam. Sebelum dapat diproses menjadi berbagai produk, bahan tersebut harus melewati sejumlah tahapan pemisahan dan pengolahan.

Fasilitas Urengoy memainkan peranan penting dalam rantai tersebut.

Pada 9 Oktober 2024, Gazprom secara resmi mengoperasikan unit de-etanisasi kondensat baru bernama UDK-1 di kompleks Urengoy. Unit tersebut terdiri atas empat jalur teknologi dan dirancang mampu memproses sekitar 8 juta ton bahan baku per tahun.

Dengan beroperasinya UDK-1, kapasitas keseluruhan Urengoy Condensate Treatment Plant meningkat menjadi sekitar 19,5 juta ton bahan baku per tahun.

Fasilitas ini menerima kondensat tidak stabil dari deposit hidrokarbon Valanginian dan Achimov yang berada jauh di bawah permukaan tanah.

Setelah melalui pemrosesan awal di Urengoy, kondensat kemudian dapat dikirim ke fasilitas stabilisasi di Surgut. Di sana bahan tersebut digunakan untuk menghasilkan berbagai produk minyak bumi, termasuk bahan bakar diesel, bahan bakar jet, serta LPG.

Artinya, nilai strategis fasilitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi gas mentah, tetapi juga dengan rantai industri hidrokarbon yang jauh lebih luas.

Pengalaman 2021 Menunjukkan Besarnya Risiko

Untuk memahami mengapa gangguan terhadap fasilitas Urengoy mendapat perhatian besar, kita dapat melihat kembali kejadian pada 5 Agustus 2021.

Ketika itu, kebakaran terjadi pada unit de-etanisasi di pabrik pengolahan kondensat Urengoy. Aktivitas pabrik sempat dihentikan dan pengiriman campuran minyak serta kondensat gas menuju fasilitas stabilisasi di Surgut ikut terganggu.

Dampaknya dengan cepat merambat ke jaringan transportasi gas.

Data operator jaringan gas Jerman Gascade ketika itu menunjukkan bahwa aliran gas melalui jaringan Yamal–Eropa turun sekitar separuh.

Sebelum gangguan, volume pengiriman berada pada kisaran 1,9 hingga 2,1 juta meter kubik per jam. Setelah kebakaran, volumenya sempat jatuh hingga sekitar 1 juta meter kubik per jam.

Peristiwa 2021 menjadi contoh bahwa gangguan pada satu simpul pemrosesan di Siberia dapat menghasilkan efek yang menjalar jauh melampaui lokasi kejadian.

Perbedaannya, kebakaran pada 2021 merupakan kecelakaan industri. Serangan pada September 2026 terjadi di tengah kampanye Ukraina yang semakin agresif dalam menyasar infrastruktur energi Rusia.

Karena itu, persoalan yang dihadapi Moskow kini bukan hanya bagaimana memperbaiki kerusakan, tetapi bagaimana melindungi jaringan industri raksasa yang tersebar di wilayah geografis sangat luas.

Strategi Ukraina Memperluas Medan Perang

Serangan ke Yamalo-Nenets juga menunjukkan perubahan strategi Ukraina.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kyiv secara bertahap meningkatkan jangkauan serangannya. Sasaran yang sebelumnya didominasi fasilitas dekat perbatasan kemudian meluas menuju kilang minyak, terminal ekspor, depot bahan bakar, pangkalan udara, fasilitas radar, hingga pelabuhan strategis jauh di pedalaman Rusia.

Namun, menembus Siberia Barat memiliki makna berbeda.

Jarak yang sangat jauh memaksa Rusia menghadapi persoalan pertahanan udara yang semakin kompleks. Rusia memiliki wilayah lebih dari 17 juta kilometer persegi dan tidak mungkin memberikan perlindungan pertahanan udara dengan kepadatan yang sama terhadap setiap kilang, pabrik gas, terminal, jaringan pipa, pangkalan militer, dan fasilitas industri strategis.

Apabila Ukraina benar-benar mampu melakukan serangan secara konsisten pada jarak lebih dari 3.000 kilometer, Moskow berpotensi harus memindahkan atau menambah sistem pertahanan udara untuk melindungi fasilitas yang sebelumnya dianggap berada jauh di luar jangkauan ancaman.

Konsekuensinya dapat menjadi dilema strategis: semakin banyak pertahanan udara ditempatkan jauh di pedalaman, semakin besar pula kebutuhan Rusia untuk membagi sumber daya yang sebelumnya dapat digunakan melindungi garis depan atau wilayah Rusia bagian barat.

Energi Kembali Menjadi Medan Pertempuran

Serangan 9 September 2026 pada akhirnya memperlihatkan bahwa perang Rusia-Ukraina tidak lagi hanya ditentukan oleh pertempuran di garis depan.

Infrastruktur energi telah berubah menjadi salah satu medan perang terpenting.

Bagi Ukraina, menyerang fasilitas energi Rusia dapat memberikan dua keuntungan sekaligus: mengganggu sistem logistik dan industri yang mendukung operasi perang sekaligus memberikan tekanan ekonomi terhadap Moskow.

Bagi Rusia, Yamalo-Nenets memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah wilayah industri di Siberia.

Kawasan tersebut merupakan salah satu fondasi industri gas negara itu.

Pasar bahkan mulai memperhatikan implikasinya. Setelah laporan mengenai serangan terhadap fasilitas gas di Novy Urengoy muncul, harga gas alam Eropa mengalami kenaikan di tengah pasar energi global yang sudah sensitif terhadap gangguan pasokan.

Namun, besarnya kerusakan fisik dan berapa lama fasilitas yang terkena serangan akan mengalami gangguan operasional masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Karena itu, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa serangan tersebut akan menyebabkan penurunan besar produksi gas Rusia.

Yang sudah jelas adalah makna strategisnya.

Pada 9 September 2026, Ukraina menunjukkan bahwa jarak ribuan kilometer tidak lagi otomatis menjamin keamanan fasilitas energi Rusia.

Jika sebelumnya perang drone terkonsentrasi di Rusia bagian barat dan selatan, kini ancamannya telah menjangkau jantung industri gas Siberia.

Dan apabila kemampuan serangan jarak jauh seperti ini dapat dipertahankan secara berulang, Rusia menghadapi persoalan baru yang sangat sulit: bukan hanya bagaimana mempertahankan garis depan, tetapi bagaimana melindungi ribuan fasilitas strategis yang tersebar dari Laut Hitam hingga kawasan Arktik.

Dengan demikian, kebakaran di Yamalo-Nenets bukan sekadar insiden jauh di Siberia. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa peta perang drone Rusia-Ukraina kembali melebar—dan kali ini, salah satu jantung energi terbesar Rusia telah masuk ke dalam jangkauan serangan. (***)

Trump Serius! AS Siapkan Senjata Penghancur ā€˜Benteng Nuklir’ Iran di Dalam Gunung

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak yang semakin serius. Perhatian Washington kini tertuju pada sebuah fasilitas bawah tanah Iran yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain, atau Kuh-e Kolang Gaz La, sebuah kompleks yang dibangun jauh di bawah pegunungan dekat fasilitas nuklir Natanz.

Pada 9 September 2026, Center for Strategic and International Studies atau CSIS menerbitkan analisis citra satelit terbaru yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas pembangunan di Pickaxe Mountain sepanjang tahun 2026. Analisis terhadap citra selama enam tahun menunjukkan bahwa aktivitas di kompleks tersebut tampaknya mulai bergeser dari tahap penggalian besar-besaran menuju kemungkinan pembangunan bagian dalam fasilitas, sementara penguatan struktur dan akses di permukaan terus berlangsung.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena Pickaxe Mountain bukanlah fasilitas bawah tanah biasa. Lokasinya berada sekitar dua kilometer dari kompleks nuklir Natanz, salah satu pusat utama program pengayaan uranium Iran. Pembangunan kompleks bawah tanah ini diketahui dimulai pada musim gugur 2020, setelah sebuah fasilitas perakitan sentrifugal canggih di Natanz hancur akibat ledakan. Iran ketika itu mengatakan bahwa fasilitas bawah tanah baru akan digunakan untuk menggantikan bangunan tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, skala dan kedalaman pembangunan menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi akhir fasilitas tersebut.

Pembangunan Memasuki Tahap Baru

Analisis CSIS yang diterbitkan 9 September menggunakan berbagai sumber citra satelit, termasuk gambar beresolusi tinggi yang diambil pada 9 Juli dan 9 Agustus 2026.

Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas kendaraan dan pembangunan jalan di Pickaxe Mountain pada 2026 lebih tinggi dibandingkan periode mana pun sejak fasilitas itu mulai dibangun.

Sejumlah perubahan terlihat jelas, mulai dari peninggian dan penguatan akses portal terowongan, pembangunan serta pengaspalan jaringan jalan internal, penguatan kawasan sekitar pintu masuk, hingga perataan dan pemindahan material hasil penggalian.

Pola tersebut membuat para analis menilai bahwa proyek kemungkinan telah bergeser dari aktivitas penggalian utama menuju pembangunan internal.

Namun terdapat satu hal penting yang perlu ditekankan.

Sampai sekarang belum ada bukti terbuka yang dapat memastikan bahwa Pickaxe Mountain telah digunakan untuk memperkaya uranium.

CSIS mengatakan citra yang tersedia tidak dapat membuktikan ataupun membantah laporan intelijen Israel yang menyebut Iran telah memindahkan sentrifugal atau komponen sentrifugal ke dalam kompleks tersebut.

Bahkan, aktivitas yang terlihat saat ini—termasuk tidak adanya peningkatan pola keamanan internal tertentu dan minimnya kendaraan nonkonstruksi—menunjukkan bahwa fasilitas itu kemungkinan belum siap menjalankan kegiatan pengayaan uranium, apabila memang itulah tujuan akhirnya.

Dengan kata lain, kekhawatiran terbesar Washington bukan semata-mata mengenai apa yang sedang dilakukan Iran di sana sekarang, melainkan mengenai apa yang dapat dilakukan Iran setelah fasilitas tersebut selesai dibangun.

Mengapa Pickaxe Mountain Begitu Sulit Dihancurkan?

Masalah terbesar bagi Amerika Serikat adalah kedalaman dan struktur geologis fasilitas tersebut.

Pickaxe Mountain merupakan kompleks yang dibangun jauh di bawah lapisan batuan granit. Kedalaman persis fasilitas tidak diketahui secara terbuka karena inspektur internasional belum pernah memperoleh akses ke bagian dalamnya.

Karakteristik inilah yang membuat fasilitas tersebut menjadi tantangan luar biasa bagi perencana militer Amerika.

Bahkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator, salah satu bom penghancur bunker konvensional terbesar yang dimiliki Amerika Serikat, dinilai belum tentu mampu menghancurkan keseluruhan kompleks secara permanen.

CSIS memperingatkan bahwa serangan militer mungkin dapat merusak atau menonaktifkan fasilitas tersebut untuk sementara waktu, tetapi menghancurkannya secara menyeluruh akan jauh lebih sulit.

Dalam skenario lain, Amerika Serikat tidak harus menembus seluruh gunung secara langsung. Titik-titik vital seperti pintu masuk terowongan, sistem ventilasi, jaringan listrik dan infrastruktur pendukung dapat menjadi sasaran untuk membuat fasilitas tidak dapat digunakan. Namun strategi semacam itu belum tentu menghancurkan bagian utama kompleks yang tersembunyi jauh di bawah gunung.

Amerika Diam-Diam Mempersiapkan Jawaban

Di sinilah muncul perkembangan lain yang tidak kalah penting.

Menurut informasi yang dilaporkan pada 9 September 2026, hanya beberapa hari sebelum perang AS-Iran pecah pada 28 Februari, Defense Threat Reduction Agency Amerika Serikat menyetujui kontrak darurat senilai sekitar 1,2 juta dolar AS untuk memperbaiki sebuah fasilitas pengujian bawah tanah khusus di White Sands Missile Range, New Mexico.

Tujuannya adalah mempersiapkan fasilitas tersebut untuk pengujian dengan amunisi nyata terhadap ancaman yang berkembang dengan cepat. Sejumlah sumber mengatakan pengujian yang direncanakan berkaitan dengan upaya mencari cara menyerang fasilitas Iran yang terkubur sangat dalam.

Citra satelit dilaporkan memperlihatkan aktivitas penggalian dan kendaraan di lokasi White Sands mulai sekitar pertengahan Februari hingga Maret 2026.

Namun rincian proyek tersebut sangat sensitif.

Belum dapat dipastikan secara terbuka apakah pengujian akhirnya benar-benar dilaksanakan ataupun kemampuan persis apa yang diuji. Karena itu, terlalu dini menyimpulkan bahwa Amerika Serikat sekarang sudah memiliki senjata baru yang dijamin mampu menghancurkan Pickaxe Mountain.

Yang dapat dikatakan adalah bahwa Pentagon memang sedang memikirkan secara serius persoalan fasilitas bawah tanah yang terkubur sangat dalam.

Angkatan Udara AS juga diketahui sedang mengembangkan generasi berikutnya dari senjata penetrator untuk menggantikan kemampuan penghancur bunker yang tersedia sekarang. Pekerjaan prototipe awal program tersebut telah dimulai sejak September 2025.

Pickaxe Mountain Masuk Perhitungan Militer AS

Ancaman terhadap kompleks itu juga bukan lagi sekadar spekulasi para analis.

Pada 4 September 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa AS mungkin akan menyerang Pickaxe Mountain dalam waktu dekat.

Kemudian pada 10 September 2026, Trump kembali memperingatkan Iran setelah muncul laporan mengenai aktivitas terbaru di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Washington mengetahui adanya kegiatan di Pickaxe Mountain dan kembali membuka kemungkinan serangan apabila Iran melanjutkan aktivitas yang dianggap mengancam.

Sebelumnya, pada 21 Juli 2026, Trump bahkan telah mengatakan bahwa kawasan tersebut kemungkinan akan diserang dengan kekuatan besar. Pernyataan itu muncul ketika Pickaxe Mountain semakin dipandang sebagai salah satu bagian tersisa dari infrastruktur nuklir Iran yang paling sulit dijangkau.

Artinya, Pickaxe Mountain kini bukan lagi sekadar proyek konstruksi Iran yang dipantau melalui satelit.

Fasilitas tersebut telah berkembang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konfrontasi nuklir dan militer antara Washington dan Teheran.

Pertarungan Teknologi di Bawah Gunung

Situasi ini pada akhirnya memperlihatkan sebuah perlombaan yang tidak biasa.

Di satu sisi, Iran berusaha membangun infrastruktur yang semakin dalam, semakin keras, dan semakin sulit dijangkau serangan udara.

Di sisi lain, Amerika Serikat berusaha meningkatkan kemampuan untuk menembus atau setidaknya melumpuhkan fasilitas bawah tanah semacam itu.

Pickaxe Mountain berada tepat di tengah perlombaan tersebut.

Namun masih terdapat perbedaan besar antara mampu menyerang dan mampu menghancurkan secara permanen.

Sebuah serangan dapat meruntuhkan pintu masuk, memutus listrik, menghancurkan sistem ventilasi atau menghambat operasional selama berbulan-bulan. Tetapi apabila ruang utama fasilitas berada ratusan kaki di bawah granit, bagian terpenting kompleks mungkin tetap bertahan.

Karena itulah analisis CSIS juga memperingatkan bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur nuklir Iran bukan solusi yang dapat dipertahankan tanpa batas waktu. Pada akhirnya, persoalan mengenai kegiatan nuklir di fasilitas seperti Pickaxe Mountain membutuhkan mekanisme verifikasi yang mampu memastikan apa yang sebenarnya berada di dalam kompleks tersebut.

Untuk saat ini, satu hal sudah terlihat jelas.

Pickaxe Mountain telah berubah menjadi salah satu titik paling berbahaya dalam konfrontasi Amerika Serikat dan Iran.

Peningkatan pembangunan sepanjang 2026, dugaan kemungkinan pemindahan sentrifugal, kedalaman fasilitas di bawah lapisan granit, pengembangan kemampuan penghancur bunker Amerika, serta ancaman terbuka Trump telah menciptakan situasi yang sangat sensitif.

Jika Washington memperoleh bukti bahwa kompleks tersebut mulai digunakan untuk pengayaan uranium atau aktivitas nuklir yang dianggap mengancam, tekanan untuk mengambil tindakan militer dapat meningkat tajam.

Sebaliknya, apabila Amerika Serikat benar-benar menyerang Pickaxe Mountain, persoalannya bukan hanya apakah bom dapat menembus gunung tersebut.

Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah apa yang akan dilakukan Iran setelahnya, dan seberapa jauh konflik kedua negara akan berkembang.

Dengan pembangunan yang masih berlangsung dan Washington terus mengawasi setiap aktivitas di kawasan tersebut, Pickaxe Mountain kini menjadi simbol dari perlombaan baru: Iran berusaha membangun fasilitas nuklir semakin jauh ke dalam bumi, sementara Amerika Serikat berusaha menciptakan kemampuan yang dapat menjangkaunya. (***)

Houthi Terjepit dari Segala Arah! Pakistan Bisa Ikut Perang, Israel Keluarkan Ancaman Keras

EtIndonesia.com  Situasi keamanan di Timur Tengah kembali bergerak menuju fase yang semakin berbahaya. Pada 10 September 2026, perhatian tidak hanya tertuju pada konflik antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga pada perkembangan di Yaman, Arab Saudi, Lebanon, Gaza, dan Laut Merah. Sejumlah front yang sebelumnya berjalan secara terpisah kini terlihat semakin saling berkaitan.

Salah satu perkembangan yang paling mendapat perhatian datang dari Pakistan.

Menurut laporan media Turkiye yang beredar pada 10 September 2026, Menteri Pertahanan Pakistan disebut memperingatkan bahwa serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi berpotensi memicu mekanisme dalam perjanjian pertahanan bersama yang melibatkan kedua negara.

Dalam skenario tersebut, Islamabad disebut dapat mempertimbangkan permintaan bantuan militer dari Riyadh apabila serangan terhadap wilayah Arab Saudi terus berlanjut.

Bahkan, laporan tersebut menyebut kemungkinan keterlibatan Pakistan dalam operasi militer terhadap Houthi dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang. Salah satu sasaran strategis yang disebut adalah Provinsi Saada di Yaman utara, wilayah yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu basis terpenting kelompok Houthi.

Namun, sampai laporan ini disusun, belum terdapat konfirmasi bahwa Pakistan telah mengambil keputusan final untuk mengirim pasukan atau secara langsung menyerang Houthi. Karena itu, kemungkinan intervensi militer Pakistan masih harus dipandang sebagai skenario yang sedang dipertimbangkan, bukan operasi yang telah dipastikan akan berlangsung.

Jika benar-benar terjadi, keterlibatan Islamabad dapat mengubah keseimbangan konflik Yaman secara signifikan. Pakistan memiliki salah satu kekuatan militer terbesar di kawasan dan sejak lama mempunyai hubungan pertahanan yang erat dengan Arab Saudi.

Pemerintah Yaman Tingkatkan Operasi terhadap Houthi

Perkembangan tersebut terjadi ketika pertempuran di dalam Yaman sendiri dilaporkan meningkat tajam.

Dalam rangkaian operasi yang berlangsung menjelang 10 September 2026, pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman disebut melancarkan sedikitnya 32 serangan udara terhadap berbagai posisi Houthi.

Serangan dilaporkan berlangsung di beberapa wilayah penting, termasuk Taiz, Hodeidah, Al-Jawf dan Marib, serta sejumlah daerah lainnya.

Setelah mengumumkan dimulainya operasi ofensif baru pada 10 September, pasukan pemerintah Yaman diklaim berhasil menerobos sejumlah garis pertahanan Houthi di Al-Jawf dan Marib.

Kedua wilayah tersebut mempunyai arti strategis besar.

Marib selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat kekuatan utama kelompok anti-Houthi sekaligus kawasan penting bagi sektor energi Yaman. Sementara Al-Jawf memiliki posisi geografis yang sangat penting karena berada di dekat perbatasan Arab Saudi dan dapat menjadi jalur menuju wilayah utara yang dikuasai Houthi.

Apabila tekanan dari arah Marib dan Al-Jawf terus meningkat, Houthi berpotensi dipaksa membagi kekuatannya untuk mempertahankan beberapa front sekaligus.

Situasinya akan menjadi jauh lebih sulit apabila pada saat bersamaan tekanan dari Arab Saudi meningkat dan Pakistan benar-benar memutuskan memberikan dukungan militer secara langsung.

Israel Kirim Peringatan kepada Houthi

Di tengah meningkatnya pertempuran tersebut, Israel juga mengirimkan pesan keras kepada kelompok Houthi.

Komandan Angkatan Laut Israel menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan pihak mana pun mengancam kebebasan operasi Israel, baik di kawasan Laut Mediterania maupun Laut Merah.

Pesannya disampaikan secara tegas:

ā€œJarak tidak akan memberikan kekebalan kepada pihak-pihak yang mengancam Israel.ā€

Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai peringatan bahwa lokasi Houthi yang berjarak sangat jauh dari wilayah Israel tidak dengan sendirinya membuat kelompok itu aman dari kemungkinan operasi militer Israel.

Israel juga menegaskan bahwa operasinya dapat dilakukan baik secara terbuka maupun melalui metode yang tidak diumumkan kepada publik.

Pernyataan ini menjadi penting karena Laut Merah merupakan jalur perdagangan internasional strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Terusan Suez dan Laut Mediterania.

Gangguan terhadap jalur tersebut tidak hanya berdampak terhadap keamanan Israel, tetapi juga dapat memengaruhi perdagangan internasional dan pergerakan kapal komersial.

Israel Tingkatkan Serangan di Lebanon Selatan

Pada saat perhatian tertuju kepada Houthi, Israel juga meningkatkan operasi terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.

Pada 10 September 2026, serangan udara, tembakan artileri dan operasi peledakan dilaporkan menghantam sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan Hizbullah.

Di wilayah Mansouri, sedikitnya 29 ledakan dilaporkan terdengar dalam rangkaian operasi tersebut. Tiga lokasi lainnya juga disebut menjadi sasaran serangan Israel.

Skala ledakan yang dilaporkan menunjukkan bahwa operasi tersebut bukan sekadar serangan tunggal terhadap satu posisi, melainkan bagian dari tekanan militer yang lebih luas terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan.

Israel selama ini memandang kemampuan militer Hizbullah sebagai salah satu ancaman terbesar di perbatasan utaranya. Kelompok tersebut memiliki jaringan posisi pertahanan, persenjataan roket dan rudal, serta infrastruktur bawah tanah yang dibangun selama bertahun-tahun.

Karena itu, setiap operasi besar Israel di Lebanon selatan mempunyai tujuan bukan hanya menghancurkan sasaran tertentu, tetapi juga mengurangi kemampuan Hizbullah mempertahankan jaringan militernya dalam jangka panjang.

Gaza Juga Kembali Menjadi Sasaran

Operasi Israel pada hari yang sama tidak berhenti di Lebanon.

Militer Israel juga dilaporkan menyerang tiga bangunan di Jalur Gaza yang menurut pihak Israel digunakan untuk menyimpan persenjataan Hamas.

Dengan demikian, dalam periode yang hampir bersamaan Israel menghadapi atau melakukan operasi terhadap sejumlah aktor berbeda: Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, Houthi yang beroperasi dari Yaman, serta Iran sebagai kekuatan yang oleh Israel dipandang berada di belakang jaringan sekutu dan kelompok bersenjata tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana konflik Timur Tengah semakin membentuk jaringan medan pertempuran yang saling terhubung.

Netanyahu Kembali Arahkan Tekanan kepada Iran

Di tengah operasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 10 September 2026 kembali menyampaikan pernyataan keras mengenai Iran.

Netanyahu mengatakan bahwa salah satu tujuan utama Israel adalah mengalahkan apa yang disebutnya sebagai rezim teror Iran.

Menurut pernyataan yang beredar, Netanyahu mengatakan:

ā€œTugas utama Israel adalah mengalahkan rezim teror Iran. Kita sudah sangat dekat dengan tujuan tersebut, dan kita pasti akan mencapainya.ā€

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah Israel memandang konflik dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah dan Houthi sebagai bagian dari konfrontasi regional yang lebih besar dengan Teheran.

Selama bertahun-tahun, Iran membangun hubungan politik, finansial dan militer dengan berbagai kelompok bersenjata di Timur Tengah. Jaringan tersebut kerap disebut sebagai ā€œPoros Perlawananā€, yang mencakup antara lain Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Dari perspektif Israel, melemahkan organisasi-organisasi tersebut berarti sekaligus mengurangi kemampuan Iran untuk memberikan tekanan terhadap Israel melalui sekutu regionalnya.

Houthi dan Hizbullah Menghadapi Tekanan dari Berbagai Arah

Inilah yang membuat perkembangan pada 10 September menjadi penting.

Houthi kini bukan hanya menghadapi pasukan pemerintah Yaman di dalam negeri. Mereka juga menghadapi tekanan dari Arab Saudi, kemungkinan keterlibatan Pakistan, serta ancaman operasi militer Israel apabila serangan terhadap kepentingan Israel terus dilakukan.

Sementara itu, Hizbullah menghadapi tekanan militer Israel yang semakin intensif di Lebanon selatan.

Apabila kedua kelompok tersebut mengalami kemunduran besar secara bersamaan, posisi strategis Iran di kawasan dapat ikut terdampak.

Namun perlu ditekankan bahwa hasil akhirnya masih sangat sulit diprediksi. Houthi telah bertahan menghadapi perang selama bertahun-tahun dan memiliki basis kuat di Yaman utara. Hizbullah juga memiliki struktur organisasi serta kemampuan militer yang telah dibangun selama beberapa dekade.

Karena itu, tekanan militer besar belum tentu secara otomatis menghasilkan keruntuhan dalam waktu singkat.

Yang jelas, perkembangan 10 September 2026 memperlihatkan satu perubahan penting: tekanan terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran kini muncul secara bersamaan di beberapa medan.

Di Yaman, pasukan pemerintah meningkatkan ofensif terhadap Houthi. Arab Saudi menghadapi ancaman langsung dan Pakistan disebut mempertimbangkan kewajibannya berdasarkan kerja sama pertahanan. Dari arah lain, Israel memberikan peringatan bahwa jarak geografis tidak akan melindungi Houthi dari kemungkinan serangan.

Pada saat yang sama, Lebanon selatan kembali diguncang serangan besar terhadap sasaran Hizbullah, sementara operasi terhadap Hamas di Gaza juga terus berlangsung.

Dengan semakin banyaknya aktor yang terlibat, konflik yang sebelumnya dapat dilihat sebagai rangkaian perang terpisah kini semakin menyerupai satu konfrontasi regional yang saling terhubung.

Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah apakah tekanan serentak tersebut akan memaksa Houthi dan Hizbullah mundur, atau justru membuka babak baru perang yang lebih luas—dengan Arab Saudi, Pakistan, Israel, Yaman dan Iran terseret semakin jauh ke dalam pusaran konflik yang sama. (***)

Trump Beri Tenggat Iran! ā€œPerang Berakhir Usai Pemiluā€ — Pukulan Terakhir Segera Dimulai?

EtIndonesia.com  Pada 9 September 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan pernyataan keras mengenai konflik dengan Iran. Sebelum berangkat ke Dallas untuk menghadiri agenda Partai Republik, Trump berbicara kepada wartawan dan memprediksi bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Trump tidak hanya berbicara mengenai kapan konflik diperkirakan berakhir. Ia juga menyinggung tekanan terhadap sektor minyak Iran, masa depan pemerintahan di Teheran, serta kemungkinan berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat.

Menurut Trump, Iran saat ini berada dalam kondisi yang semakin sulit dan tidak akan mampu mempertahankan tekanan perang dalam jangka panjang.

ā€œIran sangat ingin memengaruhi pemilu agar kita memilih sekelompok orang yang lemah, membiarkan mereka sendirian, dan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,ā€ kata Trump.

Ia kemudian mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menenggelamkan sembilan kapal tanker minyak Iran dan memperingatkan bahwa tekanan terhadap jalur ekspor energi Teheran kemungkinan masih akan berlanjut.

ā€œTanpa minyak, rezim Iran benar-benar tamat,ā€ ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sektor energi kini menjadi salah satu titik utama dalam strategi tekanan Washington. Bagi Iran, ekspor minyak merupakan sumber pendapatan penting. Karena itu, apabila kemampuan Teheran mengangkut dan menjual minyak terus terganggu, tekanan terhadap perekonomian Iran berpotensi semakin berat.

Trump juga mengaitkan perkembangan perang dengan kondisi energi di Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa setelah pemilu paruh waktu, harga minyak dan gas alam diperkirakan akan turun secara signifikan. Bahkan, menurut Trump, harga bensin di Amerika Serikat berpotensi turun hingga sekitar 2 dolar AS per galon.

Namun, klaim dan prediksi tersebut tetap harus dipandang sebagai pernyataan politik Trump sampai tersedia data independen yang dapat mengonfirmasi perkembangan di lapangan.

Hegseth Keluarkan Peringatan Keras

Pada saat hampir bersamaan, Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengeluarkan peringatan kepada Iran maupun kelompok bersenjata yang dianggap mengancam kepentingan Amerika.

ā€œJika Anda membunuh orang Amerika, jika Anda mengancam orang Amerika di mana pun di muka bumi ini, kami akan memburu Anda. Tanpa permintaan maaf, tanpa keraguan. Kami akan menyingkirkan Anda,ā€ katanya.

Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat bukan pihak yang menurutnya memulai perang tersebut. Namun ia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, Washington bertekad menjadi pihak yang mengakhirinya.

Pesan yang ingin disampaikan pemerintahan Trump terlihat jelas. Washington berusaha membangun persepsi bahwa kebijakannya kini tidak lagi sebatas mempertahankan pasukan dan kepentingan Amerika, tetapi juga melakukan pengejaran terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap warga atau aset Amerika Serikat.

Dengan demikian, ancaman tersebut tidak hanya diarahkan kepada militer reguler Iran, tetapi berpotensi mencakup IRGC serta jaringan kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Teheran.

Trump Berbicara Langsung kepada Rakyat Iran

Pernyataan Trump kemudian bergerak ke wilayah yang lebih sensitif ketika ia menyampaikan pesan secara langsung kepada masyarakat Iran.

ā€œRakyat Iran yang hebat dan membanggakan, saat kebebasan kalian akan segera tiba. Ketika kami selesai, ambillah kembali pemerintahan kalian. Pemerintahan itu akan menjadi milik kalian,ā€ kata Trump.

Ucapan tersebut segera memunculkan spekulasi mengenai tujuan akhir kebijakan Amerika terhadap Teheran.

Jika sebelumnya operasi militer Washington digambarkan terutama bertujuan melemahkan kemampuan rudal, kekuatan laut, program nuklir dan infrastruktur militer Iran, seruan Trump kepada rakyat Iran dapat ditafsirkan sebagai tekanan politik yang lebih jauh terhadap pemerintahan yang berkuasa.

Namun, pernyataan itu belum dengan sendirinya membuktikan bahwa Washington telah menetapkan perubahan rezim sebagai kebijakan resmi. Seruan politik, operasi militer dan keputusan formal untuk menggulingkan sebuah pemerintahan merupakan hal yang berbeda.

Meski demikian, kombinasi antara prediksi Trump bahwa perang akan selesai setelah pemilu paruh waktu dan seruannya agar rakyat Iran mengambil kembali pemerintahan mereka membuat tekanan terhadap Teheran terlihat semakin besar.

Teheran Disebut Menghadapi Tekanan Ekonomi Berat

Di tengah eskalasi tersebut, muncul pula laporan mengenai meningkatnya tekanan internal terhadap pemerintah Iran.

Menurut sumber-sumber yang dikutip dalam narasi mengenai perkembangan terbaru, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut secara pribadi mengakui bahwa tekanan dan blokade Amerika Serikat mulai memberikan dampak serius terhadap perekonomian.

Ia disebut menilai Iran secara praktis telah kehilangan kemampuan untuk mengendalikan situasi di Selat Hormuz seperti sebelumnya, sementara kerugian ekonomi telah mencapai miliaran dolar dan pemerintah menghadapi tekanan sosial yang semakin besar.

Laporan mengenai pernyataan pribadi Ghalibaf tersebut belum dapat diperlakukan sama dengan pernyataan resmi pemerintah Iran apabila tidak disertai konfirmasi independen. Namun jika benar, hal itu menunjukkan bahwa biaya perang dan tekanan ekonomi mulai menjadi persoalan serius di tingkat elite politik Teheran.

Ghalibaf juga diklaim mengakui bahwa Iran telah salah memperhitungkan strategi Trump.

Teheran sebelumnya disebut memperkirakan bahwa meningkatkan tekanan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat dapat memaksa Washington kembali ke meja perundingan. Namun jika perhitungan itu benar-benar dibuat, perkembangan di lapangan justru menunjukkan risiko sebaliknya: Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap sektor energi dan kemampuan maritim Iran.

Pertempuran Laut Kembali Memanas

Ketegangan semakin meningkat pada 8–9 September 2026, ketika bentrokan antara Amerika Serikat dan Iran kembali dilaporkan terjadi.

Militer Amerika diklaim menenggelamkan sejumlah kapal tanker Iran. Sementara itu, IRGC mengklaim telah melakukan serangan terhadap sepuluh kapal Amerika.

IRGC kemudian mengeluarkan ancaman bahwa apabila dua atau tiga sasaran Iran diserang, Teheran dapat membalas dengan menyerang hingga 20 sasaran lawan.

Namun Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan tidak ada kapal perang Angkatan Laut AS yang terkena dalam serangan tersebut.

Di sisi lain, muncul pula klaim bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan hingga sepuluh kapal tanker Iran dalam kurun sekitar satu pekan. Apabila serangan terhadap armada pengangkut minyak Iran terus berlangsung, kemampuan Teheran menyalurkan minyak melalui jalur laut dapat menghadapi tekanan semakin besar.

Angka pasti mengenai jumlah tanker yang dimiliki Iran maupun kapal yang benar-benar dihancurkan masih memerlukan verifikasi independen, terutama karena informasi dalam situasi perang sering kali berasal dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik.

Serangan Drone dan Ledakan di Iran Selatan

Situasi pada 9 September 2026 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sebuah kapal tanker yang dilaporkan membawa sekitar dua juta barel minyak disebut diserang drone ketika berada di perairan Irak. Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di kapal.

Pada saat bersamaan, Iran dilaporkan kembali meluncurkan rudal antikapal dari wilayah kepulauannya.

Sementara itu, aktivitas militer Amerika di Iran bagian selatan disebut meningkat. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di kawasan strategis pesisir, termasuk Pelabuhan Jask, Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan kawasan Sirik. Setelah ledakan tersebut, suara pesawat tempur juga dilaporkan terdengar.

Kawasan-kawasan ini memiliki arti strategis karena berada di sekitar jalur maritim yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Bandar Abbas, khususnya, merupakan salah satu pusat maritim dan militer terpenting Iran.

Karena itu, meningkatnya aktivitas militer di sepanjang pesisir selatan Iran berpotensi memperluas konflik dari pertempuran antarkapal menjadi kampanye yang lebih sistematis terhadap infrastruktur militer dan logistik Iran.

Dua Bulan yang Menentukan bagi Iran

Pernyataan Trump pada 9 September pada akhirnya menempatkan sebuah tenggat politik tidak resmi di tengah konflik.

Dengan pemilu paruh waktu Amerika Serikat semakin dekat, Trump memprediksi bahwa perang akan berakhir sesudah pemungutan suara tersebut. Pada saat bersamaan, Washington terus meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran.

Bagi Iran, persoalannya kini bukan hanya bagaimana mempertahankan kemampuan militernya, tetapi juga bagaimana menjaga ekspor energi, stabilitas ekonomi dan situasi politik domestik.

Teheran menghadapi pilihan yang semakin sulit: mempertahankan sikap keras mengenai program nuklir dan melanjutkan konfrontasi, mencari jalan menuju perundingan, atau mengambil risiko menghadapi tekanan militer dan ekonomi yang lebih berat.

Satu hal terlihat semakin jelas: 9 September 2026 menjadi salah satu titik penting dalam eskalasi terbaru konflik Amerika Serikat–Iran.

Trump telah menyampaikan prediksinya mengenai akhir perang. Hegseth telah mengeluarkan peringatan langsung kepada pihak yang menyerang warga Amerika. Sementara di lapangan, pertempuran laut, serangan drone dan ledakan di kawasan selatan Iran terus meningkatkan ketegangan.

Pertanyaan terbesar sekarang bukan hanya apakah perang benar-benar dapat berakhir setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat, melainkan seperti apa kondisi Iran ketika saat itu tiba—dan apakah Teheran akan memilih jalan perundingan sebelum tekanan mencapai titik yang tidak lagi dapat dikendalikan. (***)

Kematian Mao ZedongĀ 50 Tahun Lalu, Mengapa ā€œArwahnyaā€ Masih Menghantui Tiongkok hingga Kini?

EtIndonesia.com Tanggal 9 September 2026 menandai 50 tahun kematian Mao Zedong, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pada hari tersebut, sejumlah media Barat menerbitkan artikel yang mengulas pemimpin PKT yang selama 27 tahun menjalankan pemerintahan diktator di Tiongkok dan membawa bencana besar bagi rakyat Tiongkok.

Sebuah artikel Reuters menyebut, ā€œMao Zedong dan Revolusi Kebudayaan masih meninggalkan bayang-bayang panjang di Tiongkok, 50 tahun kemudian.ā€ Laporan tersebut menyoroti Xi Jinping, yang pernah mengalami penganiayaan selama 10 tahun kekacauan Revolusi Kebudayaan. Kini, menurut laporan itu, Xi sedang membawa PKT kembali ke suasana era tersebut, ketika ā€œsetiap orang dibentuk oleh fanatisme dan gairah.ā€

Surat kabar Prancis Le Monde menerbitkan serangkaian artikel dengan judul ā€œMao Zedong, Warisan yang Beratā€. Artikel-artikel tersebut menunjukkan bahwa kelaparan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disebabkan oleh kebijakan ā€œLompatan Jauh ke Depanā€ Mao Zedong di Tiongkok, merupakan salah satu kelaparan paling parah dalam sejarah umat manusia.

Radio France juga menerbitkan artikel berjudul ā€œ50 Tahun Setelah Wafatnya Mao Zedong, Mengapa ā€˜Arwahnya’ Tak Kunjung Pergi?ā€ Artikel tersebut menyatakan bahwa Mao Zedong merupakan salah satu diktator yang menyebabkan jumlah kematian terbesar pada abad ke-20. Namun, selain jumlah korban jiwa, Tiongkok hingga kini masih menanggung luka sosial, budaya, dan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan.

Sementara itu, rezim PKT yang dipimpin oleh pemimpin saat ini, Xi Jinping, justru sedang memulihkan sejumlah aspek kekuasaan Mao Zedong dan menghidupkan kembali warisan politiknya.

Deutsche Welle (DW) juga menerbitkan artikel berjudul ā€œTiongkok Belum Kembali ke ā€˜Era Mao’, tetapi Juga Tidak Pernah Benar-Benar Meninggalkannya.ā€ Artikel tersebut menyatakan bahwa gerakan-gerakan yang dilancarkan Mao Zedong, termasuk reformasi tanah, penindasan terhadap kaum kontra-revolusioner, kampanye anti-kanan, Lompatan Jauh ke Depan, dan Revolusi Kebudayaan, telah meninggalkan luka sosial yang sangat besar.

Namun, Mao tetap menjadi tokoh penting dalam narasi legitimasi politik PKT.

Artikel tersebut mengutip komentar para akademisi yang mengatakan bahwa legitimasi PKT sendiri bergantung pada Mao Zedong. Jika Mao dievaluasi ulang secara menyeluruh, hal tersebut akan mengguncang Partai Komunis Tiongkok secara fundamental.

Lebih dari 40 Praktisi Falun Gong di Shijiazhuang Baru-baru Ini Mengalami Pelecehan dan Penganiayaan

Baru-baru ini terjadi aksi pelecehan dan penganiayaan secara besar-besaran terhadap praktisi Falun Gong di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Dalam waktu hanya 11 hari, lebih dari 50 orang menjadi korban.

Menurut laporan Minghui.org, aksi penganiayaan tersebut diperintahkan langsung oleh Yang Dongchuan, kepala Kepolisian Kota Shijiazhuang yang baru menjabat. Polisi dari berbagai kantor kepolisian dan pos polisi di Shijiazhuang, bersama dengan petugas komite lingkungan, diperintahkan untuk melakukan pelecehan dari rumah ke rumah secara luas, melakukan penangkapan, serta menganiaya praktisi Falun Gong.

Menurut statistik yang belum lengkap, sejak 25 Agustus hingga 4 September tahun ini, sebanyak 45 orang mengalami pelecehan, 3 orang ditahan secara ilegal, dan 2 orang ditahan secara ilegal dalam tahanan. Selain itu, satu orang yang ditangkap hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Minghui.org menyatakan bahwa tindakan pelecehan dan penangkapan tersebut telah melanggar hak-hak konstitusional warga negara, hak-hak sipil warga negara, serta sejumlah ketentuan dalam hukum administrasi dan hukum pidana.

Gelombang Raksasa 6 Meter Menelan Pantai California, Rumah Mewah Nicolas Cage TerancamĀ 

EtIndonesia.com  Belakangan ini, tiga badai tropis secara langka bergerak secara bersamaan di Pasifik Timur. Salah satunya, ā€œMarieā€, merupakan badai yang paling dekat dengan pantai barat Amerika Serikat. Meskipun tidak langsung mendarat di daratan, badai tersebut memicu gelombang besar setinggi hingga 6 meter di tengah laut dan menyebabkan kerusakan parah di sepanjang pesisir California Selatan.

Tiga badai tropis secara langka muncul secara bersamaan di Pasifik Timur. Di sejumlah pantai California Selatan, gelombang setinggi hingga 6 meter dan arus balik yang mematikan sempat terjadi, sehingga pihak berwenang mengeluarkan peringatan ā€œmengancam nyawaā€.

Di Newport Beach, California Selatan, hanya pada 5 September, selama akhir pekan panjang Hari Buruh, penjaga pantai harus melakukan 177 kali penyelamatan di laut. Situasi tersebut tergolong sangat tidak biasa.

Gelombang besar juga terus mengikis garis pantai. Di dekat Lechuza Beach, Malibu, fondasi sebuah jalan pribadi terkikis oleh air laut. Permukaan jalan dan jalur kendaraan tiba-tiba ambruk, membentuk lubang runtuhan raksasa dengan kedalaman sekitar 7,5 meter dan lebar maksimum mencapai 18 meter.

Rumah mewah dengan pemandangan laut yang berada di samping lubang tersebut dilaporkan merupakan milik bintang Hollywood Nicolas Cage. Jalan masuk kendaraan di depan rumah telah runtuh sepenuhnya. Kondisi di lokasi sangat menegangkan, seolah-olah adegan bencana dalam film benar-benar terjadi di dunia nyata.

Runtuhan tersebut juga menyebabkan kebocoran gas alam. Pihak berwenang telah memutus pasokan gas di sekitar lokasi dan menetapkan keadaan darurat lokal.

Saat ini, sebanyak 31 properti telah menerima perintah evakuasi. Tujuh rumah yang menghadapi bahaya langsung telah diberi tanda merah, sementara rumah-rumah lainnya terkena pembatasan karena kehilangan akses kendaraan yang aman.

Badan meteorologi memperingatkan bahwa meskipun ā€œMarieā€ telah melemah, ancaman gelombang tinggi dan erosi pantai masih belum sepenuhnya berakhir.

Laporan reporter NTD Television Wang Kaixuan dari Amerika Serikat.

iPhone Hadir dengan Perubahan Terbesar dalam Sejarah, Ponsel Lipat Pertama Duo Resmi DiperkenalkanĀ 

EtIndonesia.com  Pada Rabu (9 September), acara peluncuran produk terbaru Apple yang sangat dinantikan digelar. Ponsel lipat pertama yang selama ini banyak diperbincangkan, ā€œDuoā€, akhirnya resmi diperkenalkan dan dipandang sebagai salah satu perubahan terbesar pada lini produk iPhone dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Apple juga meluncurkan seri iPhone 18 Pro serta meningkatkan lebih jauh kemampuan AI dan Siri. Acara peluncuran ini juga merupakan kegiatan besar pertama yang dipimpin CEO baru Apple, Ternus, sehingga mendapat perhatian luas.

Apple menggelar acara peluncuran produk baru pada 9 September di Cupertino, California, dan secara resmi memperkenalkan ponsel lipat pertamanya, ā€œDuoā€.

Saat dilipat, Duo berukuran kurang lebih seperti paspor dan memiliki layar kecil di bagian depan. Ketika dibuka, perangkat tersebut berubah menjadi ponsel dengan layar besar berorientasi horizontal. Apple mengatakan bahwa ketika dibentangkan, Duo merupakan ponsel tertipis yang pernah dibuat perusahaan tersebut.

Ini juga menjadi perubahan desain paling mencolok pada iPhone sejak Apple menghilangkan tombol Home melalui iPhone X pada 2017.

Acara tersebut sekaligus menjadi peluncuran produk besar pertama yang dipimpin CEO baru Apple, Ternus, sejak ia menjabat.

Selain desain perangkat keras, kecerdasan buatan (AI) juga menjadi salah satu fokus utama acara tersebut.

Ternus memosisikan iPhone sebagai ā€œpusat AI pribadiā€ yang mengutamakan privasi. Ia menekankan bahwa jika kondisi memungkinkan, fitur AI akan diproses secara langsung di perangkat, sehingga mengurangi kebutuhan untuk mengunggah atau menyimpan data pribadi.

Apple juga memperkenalkan Siri versi yang telah ditingkatkan. Siri diperkirakan dapat berinteraksi dengan sekitar 300 ribu aplikasi, sehingga memperluas penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max. Kedua model tersebut masih menggunakan desain tradisional berbentuk batang, tetapi dilengkapi chip A20 Pro generasi terbaru yang mengutamakan kemampuan komputasi AI yang lebih kuat.

Apple juga memperkenalkan teknologi verifikasi gambar baru untuk memastikan keaslian foto serta membantu mengidentifikasi apakah sebuah gambar dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI. Namun, fitur ini tidak akan tersedia di wilayah Uni Eropa dan Tiongkok.

Dari sisi harga, iPhone 18 Pro dibanderol mulai dari US$1.199, sedangkan Pro Max mulai dari US$1.299.

Sementara itu, ponsel lipat Duo yang paling banyak mendapat perhatian dibanderol mulai dari US$1.999 dan dijadwalkan mulai tersedia secara resmi pada 23 Oktober.

Laporan reporter NTD Television Liu Jiajia dari Amerika Serikat.

Mahasiswi Tiongkok Belanja dengan Kartu Kredit Palsu, Ditangkap 5 Tahun Kemudian Saat Wawancara Green CardĀ 

EtIndonesia.com  Seorang mahasiswi asal Tiongkok lima tahun lalu menggunakan kartu kredit palsu untuk berbelanja di toko Apple di Amerika Serikat. Ia mengira telah berhasil lolos dari penyelidikan. Namun, baru-baru ini perempuan tersebut ditangkap polisi saat menjalani wawancara untuk mengajukan green card.

Pengacara Amerika Serikat Deng Hong mengungkapkan sebuah kasus yang dialami seorang perempuan Tiongkok bermarga Xiao (nama samaran), yang lima tahun lalu berkuliah di University of California. Saat liburan, ia sering bepergian dengan pacarnya menggunakan mobil dan mengunjungi berbagai kota di Amerika Serikat, sambil membeli ponsel dan komputer di toko-toko Apple.

Menurut Xiao, ia menyadari bahwa setiap kali pacarnya menginap di hotel, nama yang digunakan selalu berbeda, dan kartu kredit yang digunakan untuk membayar juga sering berganti.

Kemudian, pacarnya memberitahunya bahwa kartu kredit dan data pribadi tersebut dibeli melalui grup WeChat. Satu paket data tersebut berharga sekitar US$250.

Pacarnya juga membelikan Xiao beberapa set kartu identitas palsu dan kartu kredit palsu. Setelah beberapa kali digunakan tanpa diketahui pihak toko, keduanya perlahan mulai merasa bahwa mereka bisa lolos dari pemeriksaan.

Mereka mengira bahwa selama tidak menggunakan nama asli dan kartu kredit asli, polisi akan kesulitan menemukan mereka meskipun wajah mereka terekam kamera pengawas.

Namun, ketika keduanya membeli ponsel dan komputer dalam jumlah besar di sebuah toko Apple di Tennessee, kartu kredit mereka tiba-tiba tidak dapat digunakan. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, keduanya segera meninggalkan lokasi.

Saat itu, mereka tidak ditangkap polisi dan setelah kejadian tersebut kehidupan mereka juga tampak berjalan seperti biasa.

Setelah lulus kuliah, pacarnya kembali ke Tiongkok. Sementara itu, Xiao tetap tinggal di Amerika Serikat, menikah dengan seorang warga negara AS dan mengajukan green card.

Namun, lima tahun kemudian, ā€œutang lamaā€ tersebut tiba-tiba kembali menghantuinya. Xiao ditangkap saat menjalani wawancara untuk pengajuan green card.

Pengacara Deng Hong mengatakan bahwa ketika otoritas imigrasi melakukan pemeriksaan latar belakang, mereka menemukan bahwa Xiao memiliki catatan sebagai orang yang dicari di Tennessee. Alasan penangkapannya ternyata berasal dari rekaman wajah dirinya dan pacarnya yang terekam kamera pengawas di toko Apple pada saat kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa nama dan identitas seseorang memang dapat dipalsukan, tetapi di era big data, rekaman kamera pengawas yang ditinggalkan di masa lalu dapat menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan kriminal di kemudian hari.

Namun, ia menegaskan bahwa polisi tentu tidak dapat menjadikan pengenalan wajah sebagai satu-satunya dasar untuk menetapkan seseorang bersalah.

Menurut Pengacara Deng Hong, dalam kasus Xiao, polisi memperoleh bukti lengkap melalui penyelidikan terhadap catatan transaksi kartu kredit, data hotel, catatan kendaraan, data ponsel, rekaman kamera pengawas dari toko-toko lain, serta keterangan dari pihak-pihak lain yang terlibat.

Setelah seluruh rangkaian bukti diverifikasi dan dipastikan, barulah polisi melakukan penangkapan terhadap Xiao.

Kasus Pidana Huawei Mulai Disidangkan di New York, Hadapi 12 Dakwaan dan Terancam Hukuman BeratĀ 

EtIndonesia.com  Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, pada Selasa (8 September) mulai menjalani persidangan pidana di Pengadilan Federal Brooklyn, New York. Huawei menghadapi 12 dakwaan, termasuk kejahatan terorganisasi, penipuan perbankan dan telekomunikasi, serta pencurian rahasia dagang. Setelah sekitar delapan tahun menjalani proses hukum, jika dinyatakan bersalah, Huawei dapat menghadapi denda miliaran dolar AS dan penyitaan hasil keuntungan terkait. Berikut laporan reporter NTD, Yu Liang.

Reporter NTD Yu Liang: ā€œPemilihan anggota juri telah selesai pada Selasa, dan persidangan resmi dimulai pada Rabu. Persidangan dipimpin oleh Hakim Pengadilan Distrik Federal Distrik Timur New York, Ann Donnelly, dan diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan. Hakim mengatakan bahwa hubungan AS-Iran saat ini tidak akan mempengaruhi penilaian para anggota juri terhadap kasus ini.ā€

Pada Rabu, jaksa dari Departemen Kehakiman AS menyampaikan pernyataan pembuka yang mewakili pemerintah. Jaksa mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan penyampaian seluruh argumen dalam perkara ini akan selesai sebelum November.

Menurut dakwaan, Huawei selama bertahun-tahun memperluas bisnis globalnya melalui cara-cara ilegal, termasuk mencuri rahasia dagang dari lima perusahaan teknologi AS, melakukan penipuan perbankan dan telekomunikasi, pencucian uang, kejahatan terorganisasi, serta menghalangi proses peradilan. Dugaan pelanggaran tersebut berlangsung sekitar 1999 hingga 2020.

Dakwaan tersebut juga mencakup aktivitas bisnis Huawei di Iran dan Korea Utara. Jaksa menuduh Huawei menggunakan perusahaan Hong Kong bernama Skycom untuk menjalankan bisnis di Iran, memperoleh barang, teknologi, dan layanan yang berada di bawah pembatasan embargo AS, serta memindahkan dana terkait melalui sistem perbankan internasional.

Dalam persoalan bisnis dengan Iran, pemerintah federal AS juga menuduh Huawei telah menyesatkan lembaga-lembaga keuangan, termasuk dengan memberikan pernyataan palsu mengenai hubungan antara Huawei dan Skycom.

Kasus ini kembali menyeret putri pendiri Huawei Ren Zhengfei, yaitu Meng Wanzhou, yang saat itu menjabat sebagai chief financial officer Huawei. Meng Wanzhou saat ini bukan terdakwa dalam kasus ini. Namun, pada Juni tahun ini, Hakim Donnelly memutuskan bahwa pernyataan fakta terkait yang ditandatangani Meng pada 2021 dapat digunakan dalam persidangan sebagai bukti yang merugikan Huawei.

Jaksa juga sebelumnya berupaya memanggil 25 karyawan Huawei yang berada di Tiongkok untuk memberikan kesaksian, termasuk Meng Wanzhou.

Pada 2019, Amerika Serikat memasukkan Huawei ke dalam daftar pembatasan perdagangan karena kekhawatiran keamanan nasional. 

Pembatasan itu membatasi akses Huawei terhadap sejumlah teknologi canggih AS dan mendorong negara-negara sekutu untuk mempertimbangkan secara hati-hati penggunaan perangkat Huawei dalam jaringan telekomunikasi mereka.

Huawei saat ini membantah seluruh dakwaan yang diajukan oleh jaksa.

Laporan reporter NTD Television Yu Liang dan Hong Da dari New York.

Militer AS Kembali Melancarkan Serangan Udara Sepanjang Malam, 5 Kapal Tanker Iran Tenggelam dan Terbakar

EtIndonesia.com Mari kita mengikuti perkembangan terbaru perang AS-Iran. Presiden AS Donald Trump baru saja mengatakan bahwa perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu AS. Sebelumnya, dalam serangkaian serangan udara besar-besaran oleh militer AS, sejumlah kapal tanker Iran terbakar dan kemudian tenggelam. Berikut laporannya.

Militer AS Kembali Melancarkan Serangan Udara, 5 Kapal Tanker Iran Tenggelam dan Terbakar

Sebelumnya, AS dan Iran melancarkan serangan balasan maritim terbesar terhadap sektor pelayaran sejak perang kedua negara meletus enam bulan lalu.

Militer AS membombardir Iran sepanjang malam dan menghancurkan lima kapal tanker Iran. Militer AS juga merilis video yang memperlihatkan kapal-kapal tersebut terbakar sebelum akhirnya tenggelam.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap dua serangan yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal perang AS dalam dua hari terakhir. Meski demikian, militer AS berhasil menghindari serangan yang ditujukan Iran, tetap melanjutkan misi patroli, dan tidak ada personel AS yang terluka.

Menurut informasi terkait, kapal-kapal yang dihancurkan tersebut mencakup lima kapal tanker Iran, termasuk supertanker berukuran sangat besar yang sedang dalam kondisi kosong milik National Iranian Tanker Company (NITC).

Layanan pelacakan kapal TankerTrackers menyatakan bahwa sejak Mei 2019, kelima kapal tanker tersebut secara kumulatif telah mengangkut sekitar 45 juta barel minyak mentah dan produk minyak olahan Iran untuk diekspor.

TankerTrackers kemudian mengatakan bahwa setelah operasi pengeboman AS selesai, sebuah kapal tanker gas petroleum cair (LPG) yang terkait dengan Iran dan belum dikenai sanksi AS ditarik menjauh dari wilayah yang sebelumnya menjadi sasaran serangan udara.

ā€œIran terus berusaha menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS. Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker,ā€ ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (8 September 2026). 

Pada pagi hari yang sama, Komando Pusat AS juga mengeluarkan pernyataan untuk membantah klaim Garda Revolusi Iran yang mengatakan telah menghantam dua kapal perusak AS. CENTCOM menegaskan bahwa seluruh upaya serangan Iran telah gagal.

Setelah militer AS melancarkan serangan besar terhadap kapal-kapal tanker Iran, Iran meluncurkan rudal balistik ke sebuah pangkalan militer AS di Yordania. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa serangan tersebut tidak berhasil dan seluruh personel militer AS yang berada di Yordania berada dalam kondisi aman.

The Wall Street Journal mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa Tiongkok dan Rusia mungkin sedang membantu Iran menentukan perkiraan posisi kapal-kapal perang AS sebelum Iran meluncurkan rudalnya. Rincian mengenai hal tersebut masih perlu diverifikasi.

Pelayaran di Teluk Persia Diserang, Satu Tewas dan Satu Hilang di Lepas Pantai Dubai

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya mengeluarkan pemberitahuan bahwa seiring kembali pecahnya pertempuran udara, sejumlah kapal komersial di bagian utara Teluk Persia dan Teluk Oman diserang dengan ā€œapi yang melumpuhkanā€ (disabling fire), sehingga kehilangan tenaga penggerak.

Di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab, sebuah kapal tanker diserang oleh benda yang tidak diketahui dan kemudian mengalami kemiringan pada badan kapal.

Di wilayah perairan teritorial Irak, kapal tanker New Andros yang berbendera Panama dan membawa 2 juta barel bahan bakar minyak Irak juga terkena serangan drone dan terbakar.

Sementara itu, di lepas pantai Dubai, kapal tanker produk minyak Hercules Star diduga terlibat dalam sebuah insiden. Dilaporkan satu anggota awak tewas dan satu pelaut dinyatakan hilang.

Dokumen Rahasia Mengungkap: Iran Membentuk Jaringan Baru untuk Menjual Minyak yang Terkena Sanksi

Menurut dokumen dan sumber yang diperoleh media oposisi Iran International, Kementerian Perminyakan Iran telah membentuk jaringan perdagangan minyak baru dan menunjuk lima perantara utama untuk menjual jutaan barel minyak mentah Iran yang terkena sanksi.

Dokumen tersebut serta keterangan dari dua sumber di Kementerian Perminyakan mengarah kepada mantan pejabat intelijen Garda Revolusi, Mohammad Javad Bavand. Ia ditunjuk untuk mengawasi perdagangan minyak dan menjadi tokoh utama dalam pengaturan baru tersebut.

Dokumen rahasia mengungkapkan bahwa meskipun para anggota jaringan tersebut sebelumnya gagal mengembalikan pendapatan minyak senilai miliaran dolar, pemerintah Iran tetap memberikan diskon yang tidak biasa sebesar US$8,5 per barel serta fasilitas pembayaran secara kredit.

Iran International menganalisis bahwa hal ini menunjukkan betapa dalamnya keterlibatan aparat militer dan intelijen dalam mengatur penjualan minyak untuk menghindari sanksi. Hal tersebut juga mengungkap persoalan serius terkait penyaluran keuntungan dan pengembalian dana di dalam rezim Teheran.

Laporan gabungan reporter NTD Television, Wang Ziyi.

Sistem Lalu Lintas Udara Inggris Lumpuh, Lebih dari 330 Ribu Penumpang Terdampak: ā€œSeperti Kabur dari Alcatrazā€Ā 

EtIndonesia.com Menurut laporan AFP, asosiasi maskapai Inggris, Airlines UK, menyebutkan gangguan penerbangan selama dua hari yang terjadi berdampak pada lebih dari 330 ribu penumpang. Penerbangan yang membawa sekitar 155 ribu penumpang dibatalkan, sementara penerbangan sekitar 180 ribu penumpang mengalami keterlambatan. Kejadian itu terjadi sejak Selas (8/9/2026). 

Menurut data perusahaan analisis penerbangan Cirium, sebagian besar penerbangan yang terdampak adalah penerbangan dari dan menuju Bandara Heathrow London, salah satu bandara tersibuk di Eropa.

ā€œKami tidak meyakini bahwa ini adalah serangan siber.ā€ NATS akan melakukan penyelidikan yang ā€œsangat, sangat menyeluruhā€ untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut,ā€ ujar CEO National Air Traffic Services (NATS), Martin Rolfe, mengatakan kepada BBC Radio. 

Pada 8 September, Chief Operating Officer Ryanair, Neal McMahon, menyerukan agar Rolfe dipecat dan menuduhnya telah ā€œmengecewakan para penumpang Inggrisā€.

Dalam wawancara dengan Sky News, Rolfe mengatakan bahwa dirinya ā€œbertanggung jawab penuhā€ atas insiden tersebut, tetapi tidak mengungkapkan apakah ia sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander bertemu dengan Rolfe pada  9 September 2026 pagi. Setelah pertemuan tersebut, ia mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dirinya tidak menganggap masalah ini sebagai sesuatu yang ā€œtidak dapat dihindariā€.

Pemerintah telah memerintahkan penyelidikan independen untuk mengetahui penyebab insiden tersebut dan ā€œmemastikan sistem pengendalian lalu lintas udara kita dapat membawa para penumpang ke tempat yang harus mereka tujuā€. Hasil penyelidikan akan diumumkan dalam waktu enam bulan.

Penumpang: Benar-Benar Seperti Melarikan Diri dari Alcatraz

Matt Ernster, 28 tahun, yang melakukan perjalanan melalui Bandara Heathrow untuk kembali ke Boston setelah berbulan madu di Paris, mengatakan kepada AFP bahwa pada 8 September ia ā€œduduk di dalam pesawat selama lebih dari lima jamā€.

Setelah diizinkan turun dari pesawat, ā€œsituasinya menjadi sangat kacauā€. Area pengambilan bagasi ā€œbenar-benar seperti kiamatā€, sementara tidak ada hotel yang tersedia dalam radius perjalanan dua jam dengan mobil.

Ia mengatakan, ā€œIni adalah pengalaman perjalanan terburuk yang pernah saya alami.ā€

Pekerja medis Josie Donoghue berada di dalam pesawat di Bandara Gatwick London yang akan terbang menuju Irlandia. Akibat gangguan teknis tersebut, pesawatnya terjebak di landasan selama tiga jam dan akhirnya para penumpang terpaksa turun dari pesawat.

Kepada Press Association, ia mengatakan, ā€œMeninggalkan bandara itu benar-benar seperti melarikan diri dari Pulau Alcatraz.ā€

Seorang perempuan yang tidak bersedia disebutkan namanya dan hendak terbang ke Amerika Serikat mengatakan bahwa pada 8 September ia terpaksa tidur di dalam bandara karena seluruh hotel di sekitar bandara ā€œsudah penuhā€.

Otoritas regulator penerbangan mengatakan para penumpang yang terdampak kemungkinan kecil akan mendapatkan kompensasi. Berdasarkan aturan hak penumpang, gangguan tersebut kemungkinan dapat dikategorikan sebagai ā€œkeadaan luar biasaā€. (***)

Israel Tembus Benteng Rahasia Hizbullah! Tak Lama Kemudian, Serangan Balasan Dimulai

EtIndonesia.com Situasi di Lebanon selatan kembali memanas setelah militer Israel mengumumkan telah membersihkan jaringan fasilitas bawah tanah Hizbullah di kawasan strategis Punggungan Ali al-Taher. Hanya beberapa hari setelah pengumuman tersebut, serangkaian serangan drone, baku tembak jarak dekat, hingga gelombang serangan udara kembali terjadi, menunjukkan bahwa perebutan kawasan ini belum benar-benar berakhir.

Pada 3 September 2026, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan operasi untuk membersihkan dua kompleks bawah tanah Hizbullah di Punggungan Ali al-Taher, Lebanon selatan. Menurut militer Israel, pasukannya memasuki jaringan terowongan tersebut setelah operasi pengepungan yang berlangsung cukup lama. Sejumlah anggota Hizbullah disebut tewas, sementara lainnya meninggalkan kompleks tersebut.

Ali al-Taher bukan sekadar kawasan perbukitan biasa. Punggungan yang memiliki ketinggian sekitar 600 meter itu berada di dekat Nabatieh dan menghadap sejumlah wilayah penting di Lebanon selatan. Lokasinya memberikan keuntungan geografis karena memungkinkan pihak yang menguasainya mengawasi daerah di sekitarnya.

Lebih penting lagi, di bawah kawasan tersebut diyakini terdapat jaringan terowongan, pusat komando dan fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah yang dibangun selama bertahun-tahun. Reuters melaporkan bahwa Ali al-Taher telah menjadi salah satu titik paling diperebutkan dalam konflik Israel-Hizbullah.

Karena itu, keberhasilan Israel memasuki dan membersihkan kompleks bawah tanah tersebut mempunyai arti strategis yang cukup besar. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 4 September 2026 mengatakan bahwa pasukannya telah mengusir atau menyingkirkan anggota Hizbullah dari jaringan terowongan di bawah punggungan tersebut. Meski demikian, sejauh mana Israel benar-benar menguasai seluruh kawasan masih menjadi perdebatan. Seorang pejabat militer Lebanon mengatakan bahwa Israel menguasai akses dari sisi selatan dan mengawasi bagian lain menggunakan drone, tetapi kedalaman kontrol pasukan Israel terhadap keseluruhan kompleks belum sepenuhnya jelas.

Hizbullah ternyata tidak tinggal diam.

Dalam beberapa hari setelah operasi tersebut, kelompok itu kembali menggunakan drone bermuatan bahan peledak untuk menyerang posisi pasukan Israel di kawasan yang diklaim Israel sebagai zona keamanan.

Salah satu eskalasi paling serius terjadi pada 6 September 2026. Militer Israel mengatakan Hizbullah meluncurkan dua drone bermuatan bahan peledak ke arah pasukannya yang beroperasi di kawasan Ali al-Taher. Menurut Israel, serangan tersebut tidak menimbulkan korban di pihak IDF. Salah satu drone dilaporkan berhasil dicegat.

Israel kemudian memberikan respons dalam skala jauh lebih besar.

Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Lebanon selatan. Sasaran yang disebut oleh IDF antara lain gudang penyimpanan senjata, bangunan yang digunakan untuk merencanakan dan mengarahkan serangan, serta sebuah pusat komando Hizbullah yang menurut Israel beroperasi di bangunan bekas rumah sakit.

Namun serangan tersebut juga menimbulkan korban di Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon kemudian melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dalam rangkaian serangan Israel pada 6 September. Korban tersebar di beberapa lokasi di Lebanon selatan, sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka. Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan menyebut perkembangan itu sebagai eskalasi berbahaya.

Dengan demikian, bentrokan di sekitar Ali al-Taher tidak lagi terbatas pada perebutan terowongan bawah tanah. Konflik dengan cepat berkembang menjadi pertukaran serangan drone dan serangan udara di wilayah Lebanon selatan yang lebih luas.

Situasi semakin serius sehari kemudian.

Pada 7 September 2026, pasukan pengintai Brigade Golani Israel melakukan penyisiran di sekitar Kastel Beaufort, sebuah benteng bersejarah di Lebanon selatan yang terletak hanya beberapa kilometer dari Ali al-Taher.

Ketika pasukan Israel melakukan pemeriksaan di kawasan tersebut, seorang anggota Hizbullah yang bersembunyi di dalam sebuah bangunan tiba-tiba melepaskan tembakan.

Dua tentara Israel dari unit pengintai Brigade Golani mengalami luka ringan.

Pasukan Israel segera membalas tembakan. Menurut IDF, baku tembak kemudian disertai tembakan artileri ke arah bangunan tempat penembak tersebut berlindung. Anggota Hizbullah itu akhirnya tewas.

Setelah insiden tersebut, Israel memperluas serangannya terhadap sasaran Hizbullah lainnya di Lebanon selatan, termasuk fasilitas penyimpanan senjata dan pusat komando.

Insiden di Beaufort menjadi perkembangan penting karena memperlihatkan perubahan pola pertempuran. Jika sebelumnya sebagian besar konfrontasi berlangsung melalui serangan udara, artileri, rudal dan drone, kali ini terjadi kontak langsung menggunakan senjata ringan antara pasukan Israel dan anggota Hizbullah.

Artinya, meskipun Israel telah mengumumkan keberhasilan membersihkan jaringan bawah tanah utama di Ali al-Taher, kemampuan Hizbullah untuk melakukan serangan di kawasan sekitarnya belum sepenuhnya hilang.

Ali al-Taher sendiri memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar daripada ukuran wilayahnya.

Kawasan tersebut berada sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel dan menjadi titik pengamatan penting menuju wilayah Lebanon selatan. Selama bertahun-tahun, Hizbullah diduga membangun infrastruktur militer bawah tanah di kawasan ini.

Karena itu, kehilangan akses terhadap Ali al-Taher berpotensi mengganggu jaringan logistik, komando, pengamatan dan pergerakan Hizbullah di Lebanon selatan.

Namun Hizbullah berusaha mengecilkan arti strategis kehilangan kawasan tersebut. Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, pada 4 September 2026 menyatakan bahwa Israel membesar-besarkan pentingnya Ali al-Taher. Meski demikian, analisis Institute for the Study of War menilai kawasan tersebut memang merupakan aset militer penting bagi Hizbullah dan jaringan terowongannya dilaporkan dibangun selama sekitar dua dekade.

Di tengah pertempuran terbuka tersebut, muncul pula laporan dan klaim mengenai aktivitas intelijen Israel terhadap jaringan komando Hizbullah.

Salah satu klaim yang beredar menyebut bahwa pada 6 September 2026, sejumlah tokoh Hizbullah mengadakan pertemuan untuk membahas operasi lanjutan terhadap Israel. Lokasi pertemuan itu disebut berhasil dilacak intelijen Israel sebelum Angkatan Udara Israel melancarkan serangan menggunakan persenjataan berpemandu presisi.

Namun hingga kini, belum terdapat konfirmasi independen yang cukup kuat mengenai klaim bahwa Mossad secara khusus menemukan pertemuan tersebut ataupun bahwa sejumlah pemimpin senior Hizbullah tewas di dalamnya. Laporan terverifikasi mengenai serangan Israel pada 6 September lebih jelas menyebut sasaran berupa gudang senjata, infrastruktur militer dan pusat komando Hizbullah. Karena itu, informasi mengenai operasi rahasia tersebut masih harus diperlakukan sebagai klaim yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Yang sudah jelas, perkembangan antara 3 hingga 7 September 2026 menunjukkan bahwa Ali al-Taher telah berubah menjadi salah satu pusat konfrontasi paling penting di Lebanon selatan.

Israel mengklaim telah merebut kendali operasional dan membersihkan jaringan terowongan Hizbullah. Hizbullah, sebaliknya, terus menunjukkan bahwa kelompok tersebut masih mampu melancarkan drone dan melakukan serangan langsung terhadap pasukan Israel.

Pertempuran di Kastel Beaufort semakin memperlihatkan bahwa konflik belum selesai hanya karena salah satu fasilitas bawah tanah berhasil dikuasai.

Kini persoalan yang lebih besar adalah apa yang akan terjadi setelah Ali al-Taher.

Apabila Israel mempertahankan posisi militernya dan terus memperluas operasi terhadap jaringan Hizbullah di Lebanon selatan, bentrokan lokal dapat berkembang menjadi pertempuran yang lebih luas. Sebaliknya, setiap serangan baru Hizbullah terhadap pasukan Israel berpotensi memicu gelombang serangan udara balasan dengan skala yang semakin besar.

Dengan kata lain, perebutan Ali al-Taher mungkin telah memasuki babak baru, tetapi pertempuran untuk menentukan siapa yang akan menguasai medan strategis Lebanon selatan tampaknya masih jauh dari selesai. (***)