Mossad Bongkar Rahasia Iran! Jaringan “Proxy by Proxy” Diduga Siapkan Serangan Besar ke Israel

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Iran dan Israel tidak lagi hanya berlangsung melalui rudal, drone, maupun pertempuran terbuka di berbagai titik Timur Tengah. Di balik konflik yang terlihat di permukaan, perang intelijen juga berlangsung semakin intensif, dengan jaringan rahasia, organisasi kriminal, perekrutan warga asing, dan kelompok proksi menjadi bagian penting dari persaingan kedua negara.

Laporan terbaru mengenai aktivitas tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa Teheran sedang berusaha memperluas kemampuan operasi rahasianya terhadap Israel. Sejumlah laporan bahkan mengangkat kemungkinan bahwa jaringan proksi Iran dapat digunakan untuk mempersiapkan serangan besar atau operasi terkoordinasi terhadap sasaran Israel.

Namun, klaim mengenai persiapan sebuah serangan yang secara khusus akan “menyerupai 7 Oktober” perlu diperlakukan sebagai penilaian atau kekhawatiran keamanan, bukan sebagai fakta bahwa sebuah operasi dengan skala tersebut telah dipastikan sedang dipersiapkan.

Yang telah diumumkan secara lebih konkret oleh Israel adalah ditemukannya pola perekrutan berlapis yang disebut sebagai metode “proxy by proxy”, atau proksi melalui proksi.

Pada 23 Juli 2026, badan intelijen luar negeri Israel, Mossad, mengumumkan bahwa mereka bersama Shin Bet dan badan intelijen negara-negara lain berhasil menggagalkan sebuah jaringan yang menurut Israel diarahkan oleh Kementerian Intelijen Iran. Jaringan tersebut diduga dirancang untuk memasukkan orang-orang asing ke Israel, mengumpulkan informasi intelijen, dan pada akhirnya mempersiapkan serangan terhadap pejabat senior Israel.

Pengungkapan tersebut menjadi penting karena memperlihatkan bagaimana metode operasi rahasia yang dituduhkan kepada Iran semakin berlapis.

Dalam model konvensional, seorang petugas intelijen dapat berhubungan langsung dengan calon agen atau orang yang direkrut. Cara seperti ini tentu meninggalkan jejak yang relatif lebih mudah ditelusuri.

Sebaliknya, dalam sistem “proxy by proxy”, hubungan tersebut dibuat jauh lebih panjang.

Menurut Mossad, aparat intelijen Iran diduga menggunakan jaringan kriminal sebagai perantara. Para perantara tersebut kemudian merekrut individu lain, yang selanjutnya dapat diperintahkan membentuk sel operasional baru yang terdiri atas warga negara asing.

Dengan struktur semacam itu, orang yang pada akhirnya menjalankan operasi di lapangan belum tentu pernah bertemu, berbicara, atau bahkan mengetahui identitas pejabat intelijen Iran yang diduga berada di ujung rantai komando.

Tujuan strategisnya cukup jelas: menciptakan jarak antara negara yang diduga mengarahkan operasi dan orang-orang yang menjalankannya.

Apabila jaringan tersebut terbongkar, semakin banyak lapisan yang harus dilewati penyelidik sebelum dapat menemukan hubungan dengan pihak yang memberikan perintah awal. Pada saat yang sama, struktur semacam ini memberikan ruang bagi negara yang dituduh berada di belakang operasi untuk menyangkal keterlibatan langsung.

Kasus yang diumumkan Mossad pada 23 Juli memberikan gambaran lebih terperinci mengenai pola tersebut.

Menurut badan intelijen Israel, dua orang yang disebut sebagai Baba Mahouzadeh Hajijafan, alias “Babak”, dan Mehmet Nedim Yigit, alias “Nedim”, diduga tinggal di Iran dan beroperasi di bawah perlindungan Kementerian Intelijen Iran.

Keduanya kemudian disebut merekrut seorang pria yang tinggal di Prancis bernama Servet Ozkur, yang menggunakan nama samaran “Philippe”.

Ozkur, menurut penyelidikan Israel, mendapatkan tugas untuk membentuk sebuah sel yang beranggotakan warga negara asing. Anggota jaringan itu nantinya diduga direncanakan memasuki Israel untuk melakukan pengumpulan informasi dan mempersiapkan operasi terhadap sasaran tertentu.

Mossad mengatakan Ozkur beberapa kali melakukan perjalanan ke Iran untuk bertemu dengan pihak yang menanganinya dan menerima pembayaran.

Penyelidikan yang melibatkan Mossad, Shin Bet serta mitra intelijen internasional kemudian disebut berhasil membongkar struktur tersebut. Ozkur dilaporkan telah dikeluarkan dari Prancis, sementara dua perantara yang dituduh merekrutnya disebut masih berada di Iran.

Lebih jauh lagi, penyelidikan itu diklaim berhasil mengidentifikasi sejumlah pejabat Kementerian Intelijen Iran yang diduga berada di balik jaringan tersebut.

Israel menyebut nama Asadollah Behzadokhsari, Vahid Masoumi, Mohammad Hosein Zoghi, dan Hamid Ghasemi sebagai pejabat yang berkaitan dengan struktur operasi itu.

Menurut Mossad, Behzadokhsari sebelumnya memainkan peran penting dalam upaya menyerang sasaran Israel dan Yahudi di berbagai negara. Israel mengatakan ia tewas dalam operasi militernya terhadap Iran.

Kasus tersebut memperlihatkan bahwa ancaman yang dihadapi Israel tidak hanya berasal dari kekuatan militer konvensional atau kelompok bersenjata yang telah lama dikenal.

Perang intelijen kini dapat berlangsung melalui jaringan kriminal lintas negara, media sosial, aplikasi komunikasi terenkripsi, pembayaran digital, hingga perekrutan orang yang pada awalnya mungkin tidak mengetahui siapa sebenarnya pihak yang berada di belakang tugas yang mereka terima.

Fenomena perekrutan semacam ini bukan persoalan kecil bagi aparat keamanan Israel.

Pada 18 Juli 2026, laporan mengenai upaya perekrutan oleh agen Iran juga menyoroti bahwa aparat Israel sampai meminta bantuan sejumlah pemimpin agama untuk memperingatkan masyarakat mengenai bahaya menjadi sasaran perekrutan. Menurut laporan tersebut, lebih dari 60 kasus telah menghasilkan dakwaan, dengan tersangka berasal dari berbagai latar belakang masyarakat Israel.

Pola perekrutannya juga tidak selalu dimulai dengan permintaan melakukan tindakan berbahaya.

Seseorang dapat terlebih dahulu diminta menjalankan pekerjaan sederhana dengan imbalan uang. Setelah hubungan dan kepercayaan terbentuk, tugas dapat meningkat menjadi mengambil gambar lokasi tertentu, mengumpulkan informasi, memindahkan barang, atau melakukan tindakan yang memiliki implikasi keamanan jauh lebih serius.

Di sinilah strategi tersebut menjadi berbahaya.

Operasi tidak harus dimulai dengan perekrutan seorang agen profesional. Sebaliknya, jaringan dapat mencari sebanyak mungkin orang melalui internet dan kemudian menyaring siapa yang bersedia menjalankan tugas yang semakin sensitif.

Di tingkat regional, persoalan ini juga tidak dapat dilepaskan dari penggunaan kelompok proksi yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dalam strategi keamanan Iran.

Iran memiliki hubungan erat dengan sejumlah kelompok bersenjata di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon, kelompok-kelompok bersenjata Palestina seperti Hamas, serta kelompok Houthi di Yaman. Namun hubungan, tingkat kendali, dan otonomi masing-masing organisasi berbeda-beda sehingga tidak setiap tindakan mereka dapat secara otomatis dianggap sebagai operasi yang diperintahkan langsung oleh Teheran.

Hizbullah menjadi salah satu unsur terpenting dalam jaringan tersebut karena kedekatan geografisnya dengan Israel serta kemampuan militernya.

Karena itu, setiap peningkatan aktivitas Hizbullah di Lebanon selatan selalu mendapat perhatian besar dari Israel. Dari sudut pandang keamanan Israel, serangan drone, pengintaian, atau aktivitas militer di perbatasan bukan hanya ancaman lokal, tetapi juga dapat digunakan untuk menguji pola respons, kemampuan pertahanan udara, pergerakan pasukan, serta kesiapan sistem keamanan Israel.

Namun menghubungkan setiap serangan Hizbullah secara langsung dengan sebuah rencana Iran untuk melancarkan serangan berskala seperti 7 Oktober memerlukan bukti tambahan.

Apa yang dapat dipastikan adalah bahwa perang Iran-Israel kini telah berkembang menjadi konflik multidimensi.

Di satu sisi terdapat perang terbuka menggunakan pesawat tempur, rudal, drone, dan sistem pertahanan udara. Di sisi lain berlangsung perang yang jauh lebih tersembunyi: operasi intelijen, serangan siber, perekrutan agen, jaringan kriminal, sabotase, serta penggunaan kelompok bersenjata sekutu.

Pengungkapan Mossad pada 23 Juli 2026 menunjukkan betapa rumitnya lapisan tersembunyi dari konflik tersebut.

Bagi Teheran, apabila tuduhan Israel benar, metode “proxy by proxy” menawarkan keuntungan strategis karena memungkinkan operasi dijalankan dengan jejak yang lebih sulit dikaitkan secara langsung dengan pemerintah Iran.

Bagi Israel, metode yang sama menciptakan tantangan keamanan baru. Ancaman tidak selalu datang dalam bentuk pasukan bersenjata yang bergerak melintasi perbatasan. Ancaman dapat muncul dari seorang warga asing, jaringan kriminal, akun media sosial, atau seseorang yang awalnya hanya menerima pekerjaan sederhana dengan bayaran tertentu.

Dengan demikian, pertarungan Iran dan Israel kini bukan sekadar persoalan siapa memiliki rudal lebih banyak atau pertahanan udara lebih kuat.

Pertarungan juga berlangsung mengenai siapa yang mampu membangun jaringan rahasia, menembus pertahanan lawan, memperoleh informasi, merekrut orang di negara ketiga, sekaligus menyembunyikan jejak keterlibatannya.

Dan selama ketegangan Iran-Israel serta konflik kelompok-kelompok bersenjata di kawasan belum berakhir, perang tersembunyi semacam ini kemungkinan akan tetap menjadi salah satu front paling sulit dideteksi—tetapi sekaligus paling berbahaya—dalam konflik Timur Tengah. (***)

24 Jam Paling Menegangkan! Iran Serang Yordania, Houthi Hantam Saudi—Pakistan Mulai Bergerak

EtIndonesia.com  Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat berbahaya. Dalam kurun waktu sekitar 24 jam hingga 9 September 2026, serangkaian serangan dan pergerakan militer dilaporkan terjadi hampir bersamaan, mulai dari Yordania, Arab Saudi, hingga Yaman. Di tengah ketegangan tersebut, Iran juga menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius: tekanan ekonomi dan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat di dalam negeri.

Perkembangan paling mencolok datang dari laporan mengenai serangan Iran terhadap fasilitas yang digunakan pasukan Amerika Serikat di Yordania. Teheran disebut melancarkan serangan tersebut sebagai bentuk pembalasan setelah militer Amerika Serikat sebelumnya menyerang dan menghancurkan sejumlah kapal Iran.

Serangan terbaru itu langsung mendapat perhatian luas di media sosial. Visegrád 24, akun berita dan politik internasional yang berbasis di Eropa Tengah dan memiliki pengikut besar di platform X, menyoroti skala serangan tersebut. Menurut laporan yang beredar, gelombang serangan Iran kali ini merupakan salah satu yang terbesar sejak April 2026.

Bahkan muncul klaim bahwa Iran menggunakan rudal dengan hulu ledak yang mampu melaju pada kecepatan sangat tinggi. Namun rincian mengenai jenis rudal, jumlah senjata yang diluncurkan, tingkat kerusakan, serta keberhasilan sistem pertahanan udara menghadapi serangan tersebut masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dari sumber independen.

Terlepas dari rincian teknisnya, perkembangan ini menunjukkan satu hal penting: konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat berisiko semakin meluas secara geografis.

Jika sebelumnya perhatian dunia terutama tertuju pada Teluk Persia dan Selat Hormuz, kini pangkalan dan fasilitas militer Amerika di negara-negara lain di kawasan juga berpotensi menjadi bagian dari medan konfrontasi.

Houthi Kembali Menggempur Arab Saudi

Pada saat hampir bersamaan, kelompok Houthi di Yaman, yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan dekat dengan Iran, juga dilaporkan meningkatkan operasi militernya.

Pada 8 September 2026, Houthi disebut melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap sejumlah wilayah di Arab Saudi. Berdasarkan laporan awal yang beredar, sedikitnya 73 warga sipil terluka akibat rangkaian serangan tersebut.

Serangan itu membuat ketegangan di Semenanjung Arab meningkat dengan cepat.

Yang menarik perhatian kali ini bukan hanya skala serangan Houthi, melainkan perubahan sikap politik dan keamanan dari sejumlah negara yang berkepentingan terhadap stabilitas Arab Saudi dan Yaman.

Misi Amerika Serikat untuk Yaman mengeluarkan pernyataan keras setelah serangan tersebut. Washington menegaskan bahwa Houthi harus menghadapi konsekuensi atas tindakannya.

Amerika Serikat juga menyatakan dukungan terhadap hak pemerintah Yaman untuk menghadapi kemampuan militer Houthi, sekaligus menegaskan hak Arab Saudi untuk mempertahankan wilayah dan penduduknya dari serangan.

Perkembangan itu kemudian diikuti laporan mengenai pergerakan besar pasukan pemerintah Yaman.

Pasukan anti-Houthi disebut mulai bergerak dari tiga arah, dengan tujuan strategis yang sangat jelas: memberikan tekanan menuju Sana’a, ibu kota Yaman yang berada di bawah kendali Houthi sejak 2014.

Apabila operasi tersebut benar-benar berkembang menjadi ofensif besar menuju Sana’a, konflik Yaman dapat memasuki babak baru setelah bertahun-tahun berada dalam situasi perang berkepanjangan.

Pakistan Mulai Memberikan Sinyal Berbeda

Perkembangan lain yang mendapat perhatian adalah sikap Pakistan.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif disebut memberikan sinyal bahwa negaranya tidak akan mengabaikan kewajiban pertahanan apabila konflik Yaman meluas dan secara langsung mengancam Arab Saudi.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena Pakistan memiliki hubungan pertahanan yang sangat erat dengan Riyadh. Dalam narasi yang berkembang, terdapat kemungkinan bahwa mekanisme pertahanan bersama dapat menjadi relevan apabila serangan terhadap Arab Saudi terus meningkat.

Pakistan memiliki posisi yang unik dalam peta geopolitik kawasan. Negara tersebut bukan hanya mempunyai militer yang besar, tetapi juga merupakan satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang memiliki persenjataan nuklir.

Meski demikian, keberadaan senjata nuklir Pakistan tidak berarti senjata tersebut otomatis akan terlibat dalam konflik. Yang jauh lebih penting adalah pesan strategis yang muncul: Islamabad tampaknya ingin menunjukkan bahwa keamanan Arab Saudi memiliki arti penting bagi Pakistan.

Sikap tersebut berbeda dengan pengalaman satu dekade sebelumnya.

Ketika Arab Saudi memulai intervensi militernya di Yaman pada Maret 2015, Riyadh meminta dukungan Pakistan. Namun pada April 2015, parlemen Pakistan memilih mempertahankan netralitas dan tidak mengirim pasukan untuk bergabung dalam operasi militer pimpinan Saudi di Yaman.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, pernyataan dari pejabat pertahanan Pakistan menunjukkan pendekatan yang lebih tegas terhadap keamanan Arab Saudi.

Situasi tersebut berpotensi membuat kalkulasi strategis Iran dan Houthi menjadi semakin rumit.

Ancaman Iran Bukan Hanya Datang dari Luar

Namun di tengah meningkatnya tekanan militer dari luar negeri, persoalan yang mungkin lebih berbahaya bagi Teheran justru muncul dari dalam Iran sendiri.

Tekanan ekonomi dilaporkan semakin berat. Harga berbagai kebutuhan masyarakat meningkat, sementara kemampuan daya beli terus tertekan.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di internet pada awal September 2026, seorang anggota kepolisian Iran terdengar mengungkapkan frustrasinya terhadap keadaan ekonomi dan sosial di negaranya.

Polisi tersebut mengatakan masyarakat sudah sangat kelelahan. Menurutnya, uang semakin sulit diperoleh, sementara harga barang terus meningkat hingga mencapai tingkat yang semakin sulit ditanggung masyarakat biasa.

Ia bahkan menyatakan bahwa masyarakat mempunyai alasan untuk melakukan protes ketika kehidupan mereka semakin berat.

Pernyataan semacam itu menjadi sensitif karena aparat kepolisian merupakan salah satu instrumen penting pemerintah Iran dalam menghadapi demonstrasi.

Apabila ketidakpuasan ekonomi mulai merembes ke tubuh aparat keamanan, pemerintah menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar demonstrasi masyarakat sipil.

Demonstrasi dan Simbol Dinasti Pahlavi

Laporan mengenai meningkatnya keresahan sosial juga datang dari sejumlah media Iran di luar negeri dan saluran independen.

Tusi TV, misalnya, melaporkan adanya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Iran. Di Teheran, muncul pula laporan mengenai demonstran yang meneriakkan nama Reza Shah, pendiri Dinasti Pahlavi yang memerintah Iran sebelum era Republik Islam.

Seruan seperti itu memiliki makna politik dan simbolis yang kuat.

Reza Shah memerintah Iran dari 1925 hingga 1941, sedangkan pemerintahan Dinasti Pahlavi berakhir setelah Revolusi Iran 1979, ketika Mohammad Reza Pahlavi digulingkan dan Republik Islam kemudian dibentuk di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Karena itu, kemunculan kembali nama Reza Shah dalam demonstrasi bukan sekadar nostalgia sejarah. Bagi sebagian demonstran, simbol tersebut digunakan sebagai bentuk penolakan terhadap sistem politik Republik Islam.

Meski demikian, skala demonstrasi dan sejauh mana sentimen tersebut mewakili masyarakat Iran secara keseluruhan masih sulit dipastikan.

Teheran Menghadapi Tekanan dari Dua Arah

Perkembangan hingga 9 September 2026 memperlihatkan bahwa Iran sedang menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus.

Dari luar, Teheran berhadapan dengan Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan di kawasan. Serangan Houthi terhadap Arab Saudi juga berpotensi menarik lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik apabila eskalasi terus berlanjut.

Dari dalam, pemerintah Iran harus menghadapi persoalan ekonomi, kenaikan harga, keresahan masyarakat, demonstrasi, dan kemungkinan munculnya ketidakpuasan di kalangan aparat negara sendiri.

Inilah yang membuat situasi menjadi semakin berbahaya.

Sebuah negara masih dapat bertahan menghadapi tekanan militer dari luar apabila kondisi domestiknya stabil. Sebaliknya, pemerintah juga dapat menghadapi krisis ekonomi internal selama tidak berada dalam konflik besar dengan kekuatan asing.

Namun ketika tekanan eksternal dan krisis internal terjadi secara bersamaan, ruang gerak pemerintah menjadi semakin sempit.

Pertanyaan terbesar sekarang bukan hanya apakah Iran dan Amerika Serikat akan kembali meningkatkan serangan, tetapi juga seberapa lama Teheran mampu mempertahankan stabilitas dalam negeri jika biaya konflik terus meningkat.

Dengan Houthi meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan bergerak menuju wilayah yang dikuasai Houthi, Pakistan mulai memberikan sinyal pertahanan yang lebih tegas, dan ketidakpuasan ekonomi muncul di Iran, Timur Tengah kini memasuki periode yang sangat menentukan.

Satu kesalahan perhitungan saja dapat mengubah rangkaian serangan terbatas menjadi konflik regional yang jauh lebih besar.  (***)

Cambridge Learning in Action Dorong Guru Ciptakan Pengalaman Belajar Aktif

SURABAYA || Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Elyon Christian School terus berkomitmen melakukan penguatan kompetensi para pendidik.

Oleh karena itu, Elyon Christian School bangga terpilih sebagai tuan rumah pelatihan bertajuk “Cambridge Learning in Action” yang diselenggarakan Cambridge International Education pada bulan Agustus 2026 beberapa waktu lalu di Elyon Christian Secondary High School, Surabaya.

Mengusung tema “From Teaching Approaches to Classroom Practice: Supporting Active and Meaningful Learning Experiences,” pelatihan ini bertujuan menjembatani konsep pedagogi Cambridge dengan praktik nyata di ruang kelas.

Olivia Tiono selaku Teaching and Learning Manager Elyon Christian School mengaku bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Cambridge International Education sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Cambridge Learning in Action.

“Semoga, kolaborasi ini bisa terus menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Jawa Timur,” ucap Olivia melalui rilis resminya pada Selasa, (08/09/26).

Menurut Olivia, kegiatan ini merupakan complimentary professional development workshop yang dirancang bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran Cambridge. Sekaligus mengimplementasikannya secara efektif dalam praktik pembelajaran di kelas.

“Melalui pelatihan ini, para guru dibekali strategi praktis untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa,” terangnya.

Para pendidik tidak hanya diajak memahami konsep dan filosofi pembelajaran Cambridge, tetapi juga mengeksplorasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong pemahaman yang lebih mendalam.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru mata pelajaran Global English, Mathematics, dan Science, baik yang baru mengenal kurikulum Cambridge maupun yang telah berpengalaman mengimplementasikannya.

Selama pelatihan, peserta dibagi ke dalam dua jalur sesi paralel sesuai bidang studi. Jalur Global English dipandu oleh Evelyn Boey, yang mengajak peserta mengeksplorasi pendekatan pembelajaran bahasa. Sementara, jalur Mathematics & Science dipandu oleh Dicky Susanto, dengan materi Thinking Mathematically and Scientifically serta Bringing Enquiry and Exploration into the Classroom.

Cambridge Learning in Action dirancang secara aplikatif. Para peserta diajak untuk mempraktikkan berbagai strategi pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas, mulai dari membangun keterlibatan aktif siswa hingga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong rasa ingin tahu, kolaborasi, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Bagi guru yang baru mengenal Cambridge, workshop ini menjadi kesempatan untuk memahami filosofi, standar, dan pendekatan pembelajaran Cambridge secara komprehensif. Sementara bagi guru yang telah berpengalaman, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengembangan profesional untuk memperbarui strategi mengajar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Sebagai bagian dari ekosistem Cambridge, Elyon Christian School memiliki empat peran yang mendukung pengembangan pendidikan secara menyeluruh, yaitu sebagai Cambridge International School, Cambridge Educational Partner, Cambridge Professional Development Centre, dan Cambridge Early Years Centre.

Melalui perannya sebagai Cambridge PDQ Centre, Elyon juga berkomitmen untuk menyediakan lingkungan belajar profesional yang memungkinkan para pendidik mengembangkan kompetensi, melakukan refleksi terhadap praktik mereka, dan menerapkan pembelajaran profesional tersebut di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan visi Elyon untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mendorong siswa dan pendidik untuk berpikir, menerapkan pengetahuan, berkreasi, serta menghadapi tantangan dunia nyata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui budaya belajar yang berkelanjutan, di mana guru terus berkembang agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan, aktif, dan bermakna bagi setiap siswa.

Ditempat yang sama, Fritzie Wibisono, Direktur Pendidikan sekaligus Cambridge PDQ Programme Leader di Elyon Christian School menjelaskan, ini menjadi bagian dari Cambridge bukan hanya tentang menggunakan kurikulum Cambridge, tetapi juga tentang membangun budaya belajar bagi para pendidik. Ketika guru terus berkembang, kualitas pengalaman belajar siswa juga ikut berkembang.

Sedangkna, Rizky Konstantinovha selaku perwakilan Cambridge International Education mengapresiasi atas antusiasme para pendidik serta menegaskan komitmen Cambridge dalam mendukung pengembangan profesional guru melalui berbagai program pelatihan yang berkelanjutan.

Melalui Cambridge Learning in Action, diharapkan para pendidik dapat membawa inspirasi, strategi, dan praktik pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan ke dalam kelas masing-masing. Sehingga, proses belajar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan mempersiapkan siswa menjadi pembelajar yang siap menghadapi tantangan global.

Arab Saudi Membara dalam Semalam! Houthi Gempur Fasilitas Minyak, 73 Orang Terluka—Riyadh Siapkan Balasan Keras

EtIndonesia.com  Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memasuki fase berbahaya setelah kelompok Houthi Yaman melancarkan gelombang serangan besar terhadap wilayah selatan Arab Saudi. Serangan yang terjadi pada Selasa, 8 September 2026, tersebut tidak hanya menyasar sejumlah lokasi strategis dan fasilitas energi, tetapi juga menyebabkan puluhan warga terluka serta kembali mengguncang pasar minyak dunia.

Pada dini hari 8 September, sirene peringatan terdengar di sejumlah kota di wilayah selatan Arab Saudi. Tak lama kemudian, gelombang rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone mulai diarahkan ke berbagai sasaran di wilayah kerajaan.

Menurut pernyataan koalisi pimpinan Arab Saudi, serangan Houthi menjangkau sedikitnya empat wilayah utama, yakni Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran.

Houthi kemudian mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan operasi militer berskala besar dan berjarak jauh dengan menggunakan puluhan rudal balistik serta drone. Sasaran yang mereka sebutkan mencakup fasilitas perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Abha, Najran dan Jizan, serta sebuah pangkalan udara di Khamis Mushait.

Dengan demikian, serangan kali ini tidak hanya diarahkan terhadap sasaran militer, tetapi juga menyentuh infrastruktur energi yang memiliki nilai ekonomi sangat penting bagi Arab Saudi.

Fasilitas di Jizan menjadi salah satu titik yang paling mendapatkan perhatian. Wilayah tersebut merupakan salah satu pusat penting infrastruktur energi Arab Saudi di dekat perbatasan Yaman. Serangan dilaporkan memicu kebakaran di sejumlah fasilitas energi dan menyebabkan sebagian operasi harus dihentikan sementara.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kebakaran memang terjadi di sejumlah lokasi setelah serangan. Tim darurat kemudian dikerahkan untuk memadamkan api, mengamankan fasilitas, dan menilai tingkat kerusakan.

Pemerintah Saudi menyatakan langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menjamin keselamatan fasilitas dan para pekerja, sekaligus menjaga keberlangsungan operasional sesuai rencana yang telah ditetapkan.

73 Orang Terluka, Termasuk Perempuan dan Anak-anak

Dampak serangan tersebut tidak hanya dirasakan sektor energi.

Menurut koalisi pimpinan Arab Saudi, sedikitnya 73 orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. Besarnya jumlah korban membuat serangan 8 September menjadi salah satu eskalasi lintas perbatasan paling serius antara Houthi dan Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa ini sekaligus membangkitkan kembali kekhawatiran bahwa konflik Arab Saudi-Houthi yang sempat mereda setelah gencatan senjata tahun 2022 dapat kembali berubah menjadi konfrontasi militer berskala besar.

Houthi sendiri mengatakan operasi tersebut merupakan balasan terhadap apa yang mereka sebut sebagai peningkatan operasi militer Saudi di Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, sebelumnya menuding Riyadh telah mengambil langkah eskalatif melalui serangan terhadap wilayah Yaman. Houthi kemudian memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi tidak mengumumkan secara terbuka serangan udara terbaru seperti yang dituduhkan Houthi. Namun pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi memang tengah meningkatkan operasi di sejumlah front untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Artinya, serangan 8 September tidak berdiri sendiri. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kembali pertempuran di Yaman sekaligus ketegangan regional yang lebih luas.

Harga Minyak Dunia Langsung Bereaksi

Dampak serangan dengan cepat merambat keluar dari medan perang.

Pasar energi internasional bereaksi setelah muncul laporan bahwa fasilitas minyak di salah satu negara pengekspor minyak terbesar dunia menjadi sasaran serangan.

Setelah pernyataan Kementerian Energi Arab Saudi mengenai kebakaran dan penghentian sementara sebagian operasi, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1 dolar AS hingga mencapai sekitar 98 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat naik lebih dari 2 dolar AS hingga mencapai sekitar 93,65 dolar AS per barel.

Pergerakan harga bahkan berlanjut. Dalam perdagangan 8 September, Brent sempat bergerak mendekati 100 dolar AS per barel, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa eskalasi militer dapat mengganggu rantai pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran pasar dapat dimengerti.

Arab Saudi memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem energi global. Apabila serangan terhadap fasilitas minyak Saudi berlangsung terus-menerus, pasar tidak hanya harus memperhitungkan kerusakan langsung terhadap produksi dan pengolahan minyak, tetapi juga risiko terhadap jalur distribusi serta pengiriman energi.

Situasi menjadi semakin sensitif karena serangan terhadap Arab Saudi berlangsung ketika kawasan Teluk juga menghadapi ketegangan serius yang berkaitan dengan Iran dan Amerika Serikat.

Dengan kata lain, pasar kini menghadapi risiko gangguan pada beberapa titik sekaligus.

Riyadh Janjikan Respons Tegas

Pemerintah Arab Saudi merespons serangan tersebut dengan pernyataan keras.

Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa kerajaan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan melindungi wilayahnya. Riyadh juga mendesak Houthi menghentikan serangan terhadap wilayah Saudi dan aktivitas yang mengancam kapal-kapal di kawasan Laut Merah.

Sementara itu, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyebut perkembangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya.

Ia menegaskan bahwa koalisi akan mengambil seluruh tindakan operasional yang diperlukan untuk menghalangi serangan Houthi dan menghadapi ancaman tersebut dengan tegas.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Riyadh tidak memandang serangan 8 September sebagai insiden terbatas, melainkan sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan infrastruktur strategis kerajaan.

Persoalan terbesar sekarang adalah seberapa jauh Arab Saudi akan membalas.

Selama beberapa tahun terakhir, Riyadh berusaha mengurangi keterlibatan langsung dalam perang Yaman setelah konflik panjang yang dimulai ketika koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman menghadapi Houthi.

Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 2022 memang secara signifikan mengurangi pertempuran lintas perbatasan. Walaupun gencatan senjata formal tersebut kemudian berakhir, tingkat konflik untuk beberapa waktu tetap jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun gelombang serangan terbaru menunjukkan keseimbangan itu kini semakin rapuh.

Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah berpenduduk padat di Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa. Kelompok tersebut juga telah menunjukkan kemampuan menggunakan rudal dan drone untuk menyerang sasaran dalam jarak jauh.

Karena itu, apabila Arab Saudi melancarkan operasi balasan besar, Houthi kemungkinan juga akan meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur Saudi.

Timur Tengah Menghadapi Titik Eskalasi Baru

Serangan pada 8 September 2026 pada akhirnya memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bentrokan baru antara Houthi dan Arab Saudi.

Fasilitas energi terbakar, sedikitnya 73 orang terluka, sebagian operasi dihentikan sementara, dan harga minyak internasional kembali bergerak mendekati 100 dolar AS per barel.

Semua perkembangan tersebut terjadi ketika Timur Tengah sedang menghadapi rangkaian ketegangan geopolitik yang saling berhubungan.

Bagi Arab Saudi, persoalannya sekarang bukan hanya bagaimana menghentikan rudal dan drone yang datang dari Yaman, tetapi juga bagaimana melindungi jaringan energi yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian dunia.

Sementara bagi Houthi, serangan tersebut menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan langsung terhadap wilayah Saudi dan mengancam fasilitas yang memiliki nilai strategis sangat tinggi.

Karena itu, perhatian dunia kini tertuju pada langkah berikutnya dari Riyadh.

Jika Arab Saudi memilih melakukan serangan balasan secara terbatas, masih terdapat peluang untuk mencegah konflik berkembang lebih jauh. Namun apabila serangan terhadap fasilitas energi Saudi terus berlanjut dan Riyadh memutuskan meningkatkan operasi militernya di Yaman, kawasan tersebut berpotensi kembali terseret ke dalam perang terbuka.

Dan kali ini, dampaknya tidak hanya akan dirasakan di Yaman atau Arab Saudi.

Dengan pasar energi yang sudah sangat sensitif terhadap setiap gangguan di Timur Tengah, satu serangan besar berikutnya terhadap fasilitas minyak atau jalur pengiriman strategis dapat mendorong harga energi lebih tinggi dan memperluas dampak konflik hingga ke perekonomian global.

Serangan 8 September 2026 dengan demikian menjadi sebuah peringatan serius: konflik lama Arab Saudi dan Houthi yang sempat mereda kini kembali memanas, sementara fasilitas energi—dan stabilitas pasar minyak dunia—berada tepat di tengah garis tembak. (***)

Tak Perlu Diet Menyiksa, Mahasiswa ITS Ciptakan Semprot Mulut Penekan Ngidam Manis

Surabaya, 8 September 2026 — Kasus diabetes pada anak dan remaja di Indonesia meningkat cukup tajam dalam satu dekade terakhir. Salah satu pemicunya adalah pola hidup dan tingginya konsumsi makanan serta minuman manis. Menjawab masalah itu, tiga mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan Vityuu Mouth Spray, semprot mulut yang mampu memanipulasi rasa manis di lidah.

Inovasi berbentuk start-up bisnis ini dikembangkan oleh Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum. Produk ini berada di bawah binaan Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.

Bekerja di Titik Awal Sugar Craving

Kevin Ananta Marga, yang menjabat sebagai Direktur Operasional Vityuu, menjelaskan bahwa produk ini memanfaatkan gymnemic acid asli India yang mampu memengaruhi reseptor rasa manis pada lidah. Inovasi ini dirancang untuk menekan keinginan makan gula seketika, yang dapat membantu menekan dan menstabilkan kadar gula darah.

Perlu diketahui, rasa manis yang terdeteksi lidah kerap mengirim sinyal dopamin ke otak. Sinyal ini menimbulkan rasa senang dan mendorong seseorang untuk ingin mengonsumsi lebih banyak lagi. Siklus inilah yang disebut sugar craving.

“Produk kami bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving dengan menutup reseptor manis pada lidah,” papar Kevin.

Dengan menutup reseptor manis, sinyal kepuasan yang memperkuat siklus craving tidak terbentuk. Efek lanjutannya, tubuh biasanya melepas sedikit insulin begitu lidah mendeteksi rasa manis—dikenal sebagai cephalic phase insulin release. Respons awal ini juga ikut tertekan saat sinyal manis diblokir, meski efeknya bersifat akut per pemakaian. Untuk mengubah pola craving dalam jangka panjang, tetap diperlukan penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan.

Bukan Diet Menyiksa

Kevin menegaskan, cara kerja produk ini bukan menahan keinginan makan manis dengan puasa gula yang menyiksa. Proses pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa tanpa rasa manis yang tertangkap oleh lidah, tidak ada sinyal kepuasan yang memperkuat siklus craving pada seseorang.

Menurut Kevin, berdasarkan riset dan uji coba formula, produk semprot ini aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Hal itu didukung penggunaan bahan herbal alami seperti ekstrak daun Gymnema sylvestre yang dipadu dengan peppermint dan stevia, sehingga minim efek samping.

Produk juga dinyatakan aman jika tertelan, bahkan tetap memberikan manfaat pada saluran cerna. “Hanya saja, fungsi utamanya tidak akan optimal jika langsung tertelan tanpa sempat kontak lama dengan lidah,” terangnya.

Cukup disemprotkan sebanyak dua sampai tiga kali ke lidah, cairan akan langsung bekerja menutup reseptor rasa manis.

Dukungan ITS untuk Bisnis Mahasiswa

Direktur IKST ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA., menyampaikan dukungan penuh ITS dalam membina mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk memulai bisnis. Pembinaan diberikan agar mahasiswa memahami dunia hilirisasi, hasil riset, aspek marketing, hingga cara mencari investor.

“Kami konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian, guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” ujar pria yang akrab disapa Edo tersebut.

Dengan Vityuu Mouth Spray, upaya menekan konsumsi gula tidak lagi harus identik dengan diet menyiksa. Inovasi ini menawarkan cara yang lebih nyaman: memutus sinyal manis sejak dari lidah.

Bukan Sekadar Harga Saham, Public Expose Live 2026 Ajak Investor Kenali Perusahaan Lebih Dekat

Jakarta – Membeli saham ibarat menitipkan uang pada sebuah perusahaan. Karena itu, penting bagi investor untuk mengenal perusahaan tersebut lebih dekat—bukan hanya melihat naik-turunnya harga saham.

Sayangnya, masih banyak investor yang bertumpu pada pergerakan harga semata. Padahal, memahami perkembangan bisnis, kinerja, strategi, hingga prospek usaha menjadi kunci agar keputusan investasi diambil dengan lebih bijak.

Untuk menjembatani kebutuhan itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar Public Expose Live 2026. Ajang ini memberi kesempatan bagi investor dan masyarakat untuk mendengar langsung pemaparan manajemen perusahaan tercatat.

Apa Itu Public Expose Live?

Public Expose Live atau paparan publik adalah forum di mana manajemen perusahaan tercatat memaparkan perkembangan bisnis, kinerja, strategi, dan prospek perusahaan secara langsung kepada publik.

Dengan begitu, investor bisa memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang perusahaan di balik sebuah saham—bukan hanya dari angka di layar perdagangan.

Sepanjang 2026, Public Expose Live diselenggarakan dalam dua rangkaian. Rangkaian pertama berlangsung pada 9–11 Juni 2026 secara virtual dan diikuti delapan perusahaan tercatat sebagai upaya peningkatan free float, yakni porsi saham yang beredar dan dapat diperdagangkan publik.

Rangkaian kedua akan digelar pada 7–11 September 2026. Kali ini, sebanyak 45 perusahaan tercatat akan berpartisipasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Keterbukaan Informasi, Fondasi Kepercayaan

Direktur BEI Saidu Salihin menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.

“Kepercayaan merupakan fondasi penting bagi pasar modal. Kepercayaan tersebut perlu terus kita jaga melalui keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten. Bagi investor, informasi menjadi dasar untuk memahami perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya. Investor perlu mengetahui kondisi usaha, pertumbuhan, serta bagaimana manajemen mengelola risiko dan mempersiapkan perusahaan menghadapi masa depan,” ujar Saidu.

Ia berharap Public Expose Live 2026 dapat memperkuat hubungan antara investor dan perusahaan melalui keterbukaan informasi dan dialog.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, serta kepercayaan yang terus terjaga. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Bagian dari Reformasi Pasar Modal

Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 juga merupakan bagian dari implementasi 8 Rencana Aksi Akselerasi Reformasi Pasar Modal. Program ini diarahkan antara lain untuk memperluas akses informasi, memperkuat pelindungan investor, serta mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.

Karena digelar secara virtual, akses informasi menjadi lebih luas. Investor dan masyarakat dari berbagai daerah dapat mengikuti pemaparan langsung dari manajemen tanpa perlu datang ke lokasi.

Cara Ikut dan Catatan Penting

Investor dan masyarakat yang ingin mengikuti Public Expose Live 2026 dapat menyaksikan pemaparan 45 perusahaan tercatat secara virtual pada 7–11 September 2026 melalui kanal resmi: https://pubexlive.idx.co.id

Namun, ada catatan penting. Informasi yang disampaikan dalam Public Expose Live bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investor tetap perlu melakukan analisis mandiri serta mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasinya sebelum mengambil keputusan.

Jadi, jika ingin lebih mengenal perusahaan tempat berinvestasi, luangkan waktu mengikuti Public Expose Live 2026. Sebab, memahami bisnisnya jauh lebih menenangkan daripada hanya menebak-nebak arah harga saham.

Crown Prince Hotel Ajak Makan Siang “All You Can Eat”

0

Surabaya, 9 September 2026 – Pekan angka kembar 9.9 memang identik dengan tradisi belanja. Mulai dari e-commerce hingga toko offline, semuanya berlomba menawarkan diskon. Tapi, Crown Prince Hotel Surabaya punya cara lain meramaikan momen ini: menggabungkan budaya belanja dengan budaya makan siang.

Melalui program Wonderlunch 9.9, Avallon Restaurant di Crown Prince Hotel Surabaya mengajak masyarakat menikmati hidangan Nusantara secara all you can eat. Program ini digelar Rabu (9/9) di Avallon Restaurant, Jl. Basuki Rahmat No. 123–127, Surabaya.

Yang menarik, harga yang ditawarkan cukup “menggoyang selera”. Dari harga semula Rp110.000 per orang, pada pekan 9 September 2026 ini pengunjung hanya perlu membayar Rp99.000 nett untuk dua orang—setara Rp49.500 per orang. Artinya, makan siang berdua bisa dinikmati dengan harga di bawah Rp100.000.

Lebih dari 50 Menu Nusantara

Wonderlunch mengusung konsep Indonesian cuisine all you can eat. Tersedia lebih dari 50 menu Nusantara yang bisa dinikmati dalam satu meja. Mulai dari hidangan berat, camilan, hingga beragam rasa daerah yang familiar di lidah.

Bagi yang belum terbiasa dengan istilah all you can eat, konsep ini memungkinkan pengunjung mengambil makanan sepuasnya selama waktu yang ditentukan. Pengunjung juga bebas memilih dan mencoba berbagai hidangan dalam satu kunjungan.

“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat luas. Setiap daerah memiliki karakter rasa, penggunaan rempah dan cara pengolahan yang berbeda. Melalui Wonderlunch, kami ingin menghadirkan keberagaman tersebut dalam bentuk yang lebih sederhana dan dapat dinikmati bersama,” ujar Fridinal, Executive Chef Crown Prince Hotel Surabaya.

Live Stall dan Pemandangan Kota

Salah satu daya tarik Avallon Restaurant adalah pemandangan lanskap Kota Surabaya dari lantai tiga. Pengunjung bisa menikmati ragam hidangan Indonesia sembari melihat aktivitas kota dari ketinggian—suasana yang berbeda untuk sebuah pengalaman makan siang.

Pengalaman itu juga dilengkapi dengan live stall. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses penyajian makanan. Konsep ini memberi elemen interaktif dalam buffet, sekaligus memastikan hidangan disajikan lebih segar dan sesuai pilihan pengunjung.

“Kehadiran live stall juga membuat pengalaman menikmati makanan menjadi lebih dekat karena tamu dapat melihat proses penyajiannya secara langsung,” tambah Fridinal.

Makan Siang, Waktu untuk Berkumpul

Bagi Didik Irwanto, Food & Beverage Manager Crown Prince Hotel Surabaya, makan siang bukan sekadar soal makanan. Ada waktu bersama yang ingin dihadirkan melalui program ini.

“Makan siang bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang waktu yang kita habiskan bersama. Kami ingin Wonderlunch menjadi ruang bagi keluarga, teman, maupun rekan kerja untuk menikmati beragam hidangan Indonesia dalam suasana yang santai,” jelas Didik.

Hal itu pula yang dirasakan Ghea, salah satu pengunjung Avallon Restaurant. Ia menyebut keberagaman menu dan suasana restoran sebagai daya tarik tersendiri.

“Saya suka karena bisa memilih dan mencoba beberapa makanan sekaligus. Karena yang ditawarkan adalah masakan Indonesia, rasanya juga familiar dan cocok untuk dinikmati saat makan siang,” ungkap Ghea.

Senada, Devi, pengunjung lainnya, menikmati konsep makan bersama sekaligus pengalaman melihat proses penyajian makanan melalui live stall.

“Menurut saya konsepnya menarik untuk makan bersama. Setiap orang bisa memilih makanan yang mereka suka dan adanya live stall membuat pengalaman makannya lebih menarik karena kita bisa melihat makanan disiapkan secara langsung, terlebih harganya terjangkau,” ujar Devi.

Tak Perlu Buru-buru Sarapan, Verwood Hotel Hadirkan “Brunch Delight” di Akhir Pekan

0

Surabaya – Akhir pekan sering jadi momen paling pas untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau orang-orang terdekat. Tapi, siapa bilang harus selalu dimulai dengan bangun pagi dan sarapan terburu-buru?

Verwood Hotel and Serviced Residence Surabaya punya jawabannya lewat Brunch Delight, pengalaman bersantap santai yang menggabungkan sarapan dan makan siang dalam satu waktu. Program ini tersedia setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, mulai pukul 10.00 hingga 14.30 WIB.

Bagi yang belum familiar, brunch adalah gabungan dari breakfast dan lunch—makan di antara waktu sarapan dan makan siang. Konsep ini cocok untuk mereka yang ingin menikmati akhir pekan tanpa terikat jam makan yang kaku.

Menu Premium, dari Nusantara sampai Internasional

Brunch Delight bukan sekadar makan siang biasa. Verwood menyiapkan beragam pilihan menu premium, mulai dari main buffet, aneka roti, aneka salad, jajanan pasar, hingga aneka jus.

Untuk hidangan spesial, tersedia masakan nusantara seperti monster iga bakar cobek, buntut rempah, bebek nyonyor, empal obong, nasi madura, dan iga berempah. Ada juga menu internasional seperti baked salmon puff, miso ramen, niku udon, steamboat, pan of asia, dimsum, dan cheese platter. Anak-anak pun tidak dilupakan—tersedia aneka pasta yang ramah selera si kecil.

Minumannya tak kalah menarik. Tamu bisa mencoba aneka healthy juice hingga make your own coffee yang dibuat langsung secara live oleh barista.

Sensasi Live Cooking Station

Menurut Sunarko, Food & Beverage Manager Verwood Hotel and Serviced Residence Surabaya, Brunch Delight dihadirkan untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih santai bagi para tamu.

“Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah kehadiran berbagai live cooking stations, di mana tamu dapat menyaksikan langsung proses pembuatan makanan secara fresh dan sesuai permintaan yang disiapkan langsung oleh chef profesional Verwood Hotel and Serviced Residence Surabaya,” tambahnya.

Konsep live cooking ini membuat pengalaman makan jadi lebih hidup. Tamu bisa melihat, memesan, dan menikmati hidangan yang baru saja dimasak—seperti menonton pertunjukan kuliner sekaligus menyantap hasilnya.

Pilihan Baru untuk Akhir Pekan Warga Surabaya

Sophie, Marketing Communication Verwood Hotel and Serviced Residence Surabaya, menambahkan bahwa Brunch Delight diharapkan menjadi pilihan baru bagi masyarakat Surabaya untuk menikmati akhir pekan.

“Brunch Delight kami hadirkan sebagai pilihan bagi mereka yang ingin menikmati weekend dengan lebih santai. Tidak perlu terburu-buru untuk sarapan, karena tamu dapat datang mulai pukul 10.00 hingga 14.30. Kami berharap, ini dapat menjadi momen yang menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun orang-orang terdekat,” jelas Sophie.

Antusiasme tamu pun positif. Salah satunya diungkapkan Farah, yang menyebut konsep live cooking sangat menarik.

“Live cooking-nya menarik karena kita bisa request sesuai selera, cocok banget untuk ajak keluarga makan siang bersama dengan banyak pilihan menu makanan premium,” ujarnya.

Ganda! Spektronics ITS Borong Dua Gelar di Kompetisi Nasional, Ini Siasat Cerdas Mereka

Surabaya, 7 September 2026 – Kabar membanggakan datang dari kancah mahasiswa teknik kimia dan instrumentasi. Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang AISeries × AISC 2026 yang digelar di Universitas Indonesia, akhir pekan lalu. Prestasi ini bukan sekadar piala, melainkan bukti nyata bahwa inovasi anak bangsa mampu menjawab tantangan industri modern sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tim ITS membagi kekuatan dalam dua kategori. Spektronics 30 PLN berhasil meraih posisi 1st Runner Up pada ajang balap mobil berbasis reaksi kimia (Chem-E-Car Competition). Sementara itu, Spektronics Project 2.0 tampil sempurna dengan menjadi Champion dalam kompetisi Paper dan Poster.

Mobil Lebih Lurus dan Ramah Lingkungan

Apa rahasia di balik performa mobil Spektronics 30 PLN? Manajer tim, Nayla Muli Fathia, mengungkapkan bahwa mereka mengandalkan inovasi sensor switch magnetik. Bisa dianalogikan seperti kompas canggih yang sangat peka, sensor ini mampu mendeteksi putaran magnet pada sistem gerak mobil secara cepat dan akurat. Hasilnya, mobil balap buatan mereka bisa melaju lebih lurus dan mulus di sirkuit tanpa banyak membuang energi.

Namun, yang lebih menarik adalah komitmen mereka terhadap lingkungan. Tim ini berhasil mengembangkan metode untuk memanfaatkan kembali limbah katalis—yaitu bahan kimia yang biasanya hanya dipakai sekali lalu dibuang. Dengan inovasi ini, limbah industri bisa ‘dihidupkan’ lagi untuk digunakan dalam mobil Chem-E-Car, mengurangi sampah kimia dan mengusung prinsip ekonomi sirkular.

Nayla mengakui perjalanan itu tidak mudah. “Kompleksitas proses uji coba dan minimnya literatur acuan membuat kami harus ekstra sabar melakukan berbagai pengujian untuk mendapatkan metode yang paling tepat,” ungkap mahasiswi Teknik Kimia ITS tersebut.

Kecerdasan Buatan untuk Industri Sawit

Sementara itu, tim Spektronics Project 2.0 membawa pendekatan yang lebih ‘kekinian’ untuk menjawab masalah di industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Manajer tim, Else Kusuma, menjelaskan bahwa mereka mengembangkan sistem berbasis Machine Learning (Kecerdasan Buatan) untuk mencari pengaturan paling optimal dalam proses pemanasan (Heat Exchanger Network) dan daur ulang air di pabrik.

Bayangkan seperti mencari resep masakan yang sempurna—dengan bahan dan suhu paling efisien—namun dikerjakan oleh komputer super canggih. Tim ini menggabungkan model prediktif XGBoost dengan algoritma optimasi NSGA-II. Hasilnya, proses penentuan kondisi operasi pabrik menjadi jauh lebih cepat, tanpa mengorbankan keseimbangan antara penghematan energi dan pengurangan limbah air.

“Pendekatan ini memungkinkan proses optimasi menjadi lebih efisien, sehingga kondisi operasi optimal lebih cepat ditemukan,” jelas Else yang merupakan mahasiswi Departemen Teknik Instrumentasi ITS.

Menginspirasi untuk Negeri

Kedua inovasi ini sejalan dengan cita-cita besar pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Else berharap Spektronics bisa terus berkontribusi pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Dengan raihan ini, ITS kembali menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya pandai berteori, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata yang menggabungkan teknologi canggih dengan kepedulian terhadap lingkungan. Selamat untuk Spektronics! Semangat terus berinovasi untuk Indonesia. (HUMAS ITS)

Kotoran Ternak Jadi Berkah: Tim ITS Ubah Limbah Papua Jadi Energi dan Pupuk

Surabaya, 8 September 2026 – Bayangkan, kotoran ternak dan sisa pertanian yang selama ini hanya menumpuk dan mencemari lingkungan, kini bisa berubah menjadi gas untuk memasak dan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Inilah yang diwujudkan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Kawasan Transmigrasi Momi Waren, Papua Barat.

Bertolak dari persoalan nyata warga yang sulit mendapatkan gas LPG untuk kebutuhan sehari-hari, tim yang terdiri dari lima anggota ini membangun sistem biogas komunal. Teknologi ini mengolah limbah organik—mulai dari kotoran sapi hingga jerami—menjadi energi yang bisa digunakan untuk memasak dan penerangan.

Limbah Jadi Dua Manfaat Sekaligus

Ketua tim, Dr. Ir. Arief Abdurrakhman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa ide ini lahir dari dua masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat: limbah yang melimpah dan akses energi yang terbatas.

“Di sana, LPG hampir tidak tersedia. Sementara limbah peternakan dan pertanian justru berlimpah. Kami berpikir, kenapa tidak kita ubah masalah ini menjadi peluang?” ujar dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS tersebut.

Caranya? Limbah dikumpulkan, dicampur air, lalu diolah dalam reaktor biodigester. Proses fermentasi anaerob (tanpa oksigen) ini menghasilkan biogas yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah warga. Sisa pengolahan berupa bio-slurry tidak dibuang, melainkan diolah menjadi pupuk organik berkualitas.

“Jadi satu proses menghasilkan dua manfaat: energi untuk memasak dan pupuk untuk pertanian. Limbah yang dulu jadi beban, sekarang malah bernilai ekonomi,” tambah Arief.

Bukan Sekadar Pasang Alat, Tapi Beri Pendampingan

Tim ITS tidak hanya membangun infrastruktur, lalu pergi. Mereka juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada warga dan perangkat desa. Mulai dari cara mengoperasikan, merawat, hingga menjaga keberlanjutan sistem.

Tujuannya jelas: agar masyarakat bukan sekadar penerima teknologi, tetapi menjadi pengelola yang mandiri. Dengan begitu, fasilitas ini bisa terus dimanfaatkan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada pihak luar.

“Kami ingin program ini benar-benar dimiliki dan dikelola oleh masyarakat. Potensi lokal harus dimanfaatkan optimal oleh mereka sendiri,” tegas Arief.

Model Kemandirian Energi dari Papua untuk Indonesia

Program ini diharapkan menjadi contoh kemandirian energi berbasis potensi lokal. Jika berhasil, model serupa bisa diterapkan di kawasan transmigrasi lain atau daerah terpencil yang menghadapi tantangan serupa.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen ITS mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-11 tentang permukiman berkelanjutan dan poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau.

Dengan kerja keras tim dan partisipasi aktif masyarakat, kotoran ternak yang dulu diabaikan kini berubah menjadi sumber kehidupan. Sebuah bukti bahwa inovasi sederhana, jika dikelola dengan tepat, bisa memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. 

300.000 Pekerjaan Terancam! Industri Logam Eropa Gelar Protes Peti Mati Menentang Praktik Dumping PKT

Para pekerja dari Asosiasi Logam Eropa pada Senin (7/9/2026) berkumpul di depan gedung markas Uni Eropa (UE) sambil membawa peti mati sebagai bentuk protes. Mereka menuntut UE memperkuat langkah untuk membendung praktik dumping komponen dari Tiongkok. Asosiasi tersebut memperingatkan bahwa tren “kolonisasi” perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat menyebabkan sektor manufaktur UE kehilangan 300.000 lapangan pekerjaan.

Sederet peti mati diletakkan secara mencolok di depan gedung markas UE. Di atasnya tertulis “Beristirahatlah dengan tenang”, tetapi yang mereka “ratapi” adalah “pekerjaan industri Eropa”, “produk buatan Eropa”, dan “pertahanan Eropa”.

EtIndonesia.com Asosiasi Logam Eropa (EUROMETAL) pada Senin menggelar aksi protes di Brussel. Mereka menuntut UE mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan dumping komponen otomotif asal Tiongkok dengan harga murah yang berdampak terhadap industri Eropa.

Asosiasi tersebut memperingatkan bahwa tren “kolonisasi” perusahaan-perusahaan Tiongkok terhadap industri Eropa terus berlangsung. Mereka memperkirakan bahwa hingga akhir tahun ini, sektor manufaktur UE dapat kehilangan 300.000 lapangan pekerjaan.

Pekerja yang melakukan aksi protes: “Pertahankan pekerjaan kami, selamatkan industri kami.”

EUROMETAL menyatakan bahwa kebijakan regulasi emisi karbon UE saat ini telah menciptakan persaingan yang tidak adil. Pasalnya, produsen Eropa harus menanggung biaya lingkungan dan emisi karbon yang lebih tinggi dalam penggunaan bahan baku, sementara para pesaing dari luar negeri dapat menghindari biaya tersebut ketika mengimpor produk jadi ke pasar Eropa.

Ketua Asosiasi Logam Eropa, Julius: “Pertahankan industri manufaktur di Eropa! Pertahankan pekerjaan kami!”

Julius (Alexander Julius) dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Kami bukan meminta subsidi atau perlakuan khusus, melainkan persaingan yang adil.”

Menurut laporan media Inggris Financial Times, UE diperkirakan akan secara resmi mengumumkan aturan baru mengenai pengadaan publik pada 9 September, yang disebut “Buy European” atau “Beli Produk Eropa”.

Kebijakan tersebut akan mengecualikan negara-negara ketiga yang tidak memberikan akses terbuka—terutama Tiongkok. Dengan demikian, partisipasi perusahaan Tiongkok dalam tender publik UE akan dibatasi, sementara pemerintah negara-negara anggota akan didorong untuk memprioritaskan perusahaan Eropa dalam kontrak publik.

UE berharap kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap PKT sekaligus melindungi industri dalam negeri. Aturan baru tersebut diperkirakan akan mencakup pasar pengadaan publik dengan nilai sekitar 2,5 triliun euro.

Aksi protes dengan membawa peti mati ini juga berlangsung ketika negosiasi perdagangan antara UE dan PKT memasuki tahap akhir. Kedua pihak diperkirakan akan menyelesaikan pembahasan mengenai masalah ketidakseimbangan perdagangan sebelum Oktober.

Laporan dirangkum oleh Lin Jiawei dan Chen Lingzhi dari NTD Asia Pasifik.

121 Orang Masih Berpeluang Hidup, Nepal Fokuskan Pencarian di 3 Pembangkit Listrik Tenaga Air 

EtIndonesia.com Pada 9 September merupakan hari ke-14 sejak bencana banjir di perbatasan Nepal-Tibet terjadi. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

Dari 12 pembangkit listrik yang hancur, terdapat sekitar 900 pekerja yang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Nepal memperkirakan bahwa 121 orang mungkin masih terjebak di dalam terowongan.

Operasi penyelamatan kini difokuskan pada tiga pembangkit listrik tenaga air, yaitu “Chilime”, “Trishuli 3A”, dan “Trishuli 3B”.

Sementara itu, di wilayah Tibet, media pemerintah PKT pada hari yang sama menyatakan bahwa terdapat 261 warga negara asing yang hilang. Namun, dari jenazah yang telah ditemukan, disebutkan tidak ada warga negara asing yang teridentifikasi.

Hingga kini, pihak berwenang belum mempublikasikan informasi secara rinci. Banyak keluarga korban juga tidak dapat memasuki wilayah bencana untuk mencari anggota keluarga mereka. Kondisi tersebut telah memicu ketidakpuasan dan pertanyaan dari masyarakat internasional. (***)

Warga Tiongkok Kerap Terbangkan Drone ke Pangkalan Militer AS, Diduga Terkait Aktivitas Intelijen PKT

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin sering terjadi insiden warga negara Tiongkok yang diduga menggunakan drone untuk mendekati bahkan menerobos masuk ke pangkalan militer Amerika Serikat. Hal ini memicu kewaspadaan tinggi dari pihak AS terhadap infiltrasi intelijen oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia.com Menurut laporan yang diungkap CNN baru-baru ini, sebelumnya militer AS menggunakan peralatan peperangan elektronik di White Sands Missile Range untuk memaksa sebuah drone mendarat setelah drone tersebut berulang kali memasuki zona terlarang selama beberapa hari. Militer juga menahan sejumlah warga negara Tiongkok di sekitar lokasi yang diduga terkait dengan aktivitas tersebut.

Menurut laporan CNN, tahun lalu sebuah drone mencurigakan ditemukan di sekitar White Sands Missile Range di negara bagian New Mexico, AS, dan sempat memasuki wilayah udara terbatas di area pengujian rudal tersebut.

Karena pada tahun 2024 pernah terjadi insiden serupa, meskipun pelacakan saat itu tidak membuahkan hasil, militer AS kemudian meningkatkan kewaspadaan.

Dalam insiden kali ini, Angkatan Darat AS, FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), serta lembaga terkait di Pentagon bekerja sama melakukan pelacakan. Setelah mengawasi drone tersebut selama lima hari berturut-turut, militer akhirnya menggunakan peralatan peperangan elektronik untuk memaksanya mendarat di tempat parkir pangkalan.

Penyelidik juga menemukan sebuah mobil van Mercedes sewaan yang mencurigakan di sekitar lokasi. Sekelompok warga Tiongkok yang berada di dalam kendaraan tersebut diketahui masuk ke AS melalui New York, kemudian melintasi wilayah Amerika Serikat menuju Las Vegas untuk menjemput seseorang, sebelum langsung menuju kawasan White Sands.

FBI kemudian memberitahu pihak militer dan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri bahwa warga negara Tiongkok tersebut diyakini memiliki hubungan dengan departemen intelijen PKT dan diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata. Setelah itu, pihak militer menahan orang-orang yang berada di dalam kendaraan tersebut dan menyerahkan mereka kepada pemerintah federal.

Dalam beberapa tahun terakhir, drone yang sumbernya tidak diketahui juga semakin sering muncul secara tiba-tiba di berbagai wilayah udara Amerika Serikat. Khususnya di New Jersey dan New York, pada malam hari sering terlihat sejumlah besar pesawat nirawak, bahkan beberapa warga mengaku pernah melihat enam hingga delapan drone sekaligus.

Pesawat-pesawat misterius tersebut tidak hanya muncul di kawasan permukiman, tetapi juga pernah terlihat di sekitar fasilitas militer dan infrastruktur penting. Hal ini memicu perhatian besar dari pemerintah dan Kongres AS.

Para pejabat AS mengatakan bahwa aktivitas intelijen PKT sering dilakukan dengan cara “terdesentralisasi”. Mereka tidak selalu mengirim agen secara langsung, tetapi menggunakan cara seperti ancaman, tekanan, iming-iming keuntungan, atau bujukan untuk mendorong mahasiswa asal Tiongkok, warga Amerika keturunan Tionghoa, dan orang-orang biasa lainnya menggunakan drone untuk mengumpulkan informasi intelijen bagi PKT.

Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2024. Seorang warga negara Tiongkok bernama Zhou Yingbiao menerbangkan drone melintasi Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg di California dan merekam fasilitas tersebut. Ia kemudian ditangkap ketika bersiap terbang ke Tiongkok dari Bandara Internasional San Francisco.

Saat itu, Departemen Kehakiman AS menuduhnya melanggar peraturan mengenai wilayah udara pertahanan nasional. Ia kemudian mengaku bersalah dan pada tahun 2025 dijatuhi hukuman empat bulan penjara federal.

Laporan gabungan reporter NTD, Xiao Chang.

Detik-detik Menegangkan! Manajer Supermarket Berani Terobos Arus Lalu Lintas Selamatkan Bocah 3 Tahun

EtIndonesia.com  Pada Minggu (6 September), seorang manajer toko kelontong di Meksiko dengan berani menerobos arus lalu lintas untuk menyelamatkan seorang anak berusia 3 tahun yang berlari ke jalan yang ramai. Kamera pengawas di luar toko merekam momen menegangkan tersebut.

Menurut laporan media lokal Meksiko, sekitar pukul 14.00 waktu setempat, di toko kelontong El Rey del Ahorro di Puebla, seorang anak perempuan berusia 3 tahun melepaskan diri dari pelukan ibunya, berlari keluar dari supermarket, lalu masuk ke jalan yang dipadati kendaraan. Sang ibu mengejarnya dan berusaha menangkap anak tersebut, tetapi karena panik ia justru terpeleset dan terjatuh.

Manajer toko kelontong yang saat itu sedang membantu menurunkan barang, Luis Cruz, melihat kejadian tersebut dan langsung berlari ke arah anak itu. Tepat sebelum sang anak tertabrak mobil yang melaju, Cruz berhasil meraih dan menggendongnya.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan mobil-mobil melaju kencang di jalan ketika anak perempuan itu berlari ke tengah jalan. Para saksi tampak ketakutan dan tidak berdaya. Cruz bergerak dengan cepat, meraih anak tersebut dan berguling ke arah jalur paling luar. Sesaat kemudian, sebuah truk pikap berhenti mendadak di jalur tengah.

Dalam wawancara dengan media setelah kejadian, Cruz mengatakan bahwa saat itu dirinya tidak sempat berpikir panjang. Ia juga seorang ayah, sehingga tindakannya sepenuhnya didorong oleh naluri sebagai seorang ayah.

Setelah kejadian tersebut, toko kelontong itu mengunggah sebuah postingan di Instagram untuk memuji keberanian dan kecerdikan Cruz. Toko tersebut kemudian memberinya gelar “Manajer Terbaik Tahun Ini” serta memberikan hadiah sebesar 20.000 peso (sekitar 1.184 dolar AS).

“Bagi banyak orang, Anda mungkin hanya berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Namun, kami tahu bahwa ini jauh lebih dari itu. Itu karena Anda selalu waspada, karena Anda merespons dengan cepat, dan karena ketika seorang anak perempuan hanya berjarak beberapa detik dari sebuah tragedi, Anda tidak memilih untuk hanya berdiri diam dan menyaksikan,” tulis pihak toko dalam unggahannya. (***)

Video Pekerja Tiongkok Diselamatkan dari Dalam Terowongan di Nepal Beredar, Duta Besar PKT Dituding Klaim Jasa 

Bencana tanah longsor terjadi di perbatasan Tiongkok–Nepal. Tim penyelamat Nepal dan internasional telah melakukan operasi penyelamatan selama berhari-hari dan mengevakuasi lebih dari 10.000 orang. Sementara itu, pihak Partai Komunis Tiongkok (PKT) disebut hanya melakukan propaganda dan pencitraan.

EtIndonesia.com  Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan tim penyelamat Nepal mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan seorang pekerja Tiongkok. Namun, setelah pekerja tersebut berhasil diselamatkan, Duta Besar PKT untuk Nepal datang ke rumah sakit dan dalam pernyataannya disebut-sebut berusaha mengambil kredit atas keberhasilan penyelamatan tersebut.

Setelah tanah longsor terjadi pada 26 Agustus, petugas penyelamat Nepal dan masyarakat internasional bekerja siang dan malam. Pihak berwenang terus memperbarui jumlah korban tewas dan hilang. Dalam proses tersebut, lebih dari 10.000 orang berhasil diselamatkan.

Berbagai video yang beredar di internet menunjukkan bahwa tim penyelamat bekerja tanpa mengenal lelah, menggali lumpur dan bangunan yang tertimbun, bahkan meledakkan bagian gunung untuk membuka jalan menuju terowongan yang tertutup. Mereka terus mencari tanda-tanda kehidupan meskipun menghadapi risiko besar.

Bahkan hingga hari ke-10 setelah bencana, pihak berwenang Nepal tidak menghentikan upaya penyelamatan. Sejumlah korban yang terjebak masih berhasil diselamatkan, termasuk pekerja Tiongkok bernama Lu Haitao, yang terperangkap di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Pada 5 September, tim penyelamat gabungan yang terdiri dari militer Nepal dan Korean Disaster Relief Team (KDRT) menemukan Lu Haitao di dalam terowongan sepanjang sekitar 225 meter. Ia ditemukan berlindung di atas tiang-tiang baja.

Menurut laporan, pintu masuk terowongan telah tertutup lumpur. Para penyelamat hanya dapat merangkak masuk melalui celah sempit dan berjalan meraba-raba di dalam lumpur serta air yang mencapai setinggi dada untuk mencari pekerja yang masih hidup. Pada akhirnya, mereka menemukan Lu Haitao.

Pada 6 September, KDRT merilis video operasi penyelamatan dari dalam terowongan dan memperlihatkan seluruh prosesnya kepada publik.

Sementara itu, video yang dirilis media resmi PKT justru memperlihatkan Duta Besar PKT untuk Nepal datang ke rumah sakit setelah kejadian untuk menjenguk Lu Haitao.

Dalam pernyataannya di lokasi, sang duta besar disebut berulang kali memberikan kesan bahwa “pihak Tiongkok telah melakukan upaya tanpa henti untuk menyelamatkan Lu Haitao”.

Warganet menyindir bahwa pernyataan tersebut hanya ditujukan kepada masyarakat Tiongkok dengan tujuan “memetik buah orang lain” atau mengambil kredit atas keberhasilan yang sebenarnya dilakukan oleh tim penyelamat Nepal dan Korea Selatan.

Selain itu, pihak Nepal juga merilis video operasi penyelamatan lainnya yang memperlihatkan betapa sulit dan berbahayanya proses tersebut.

Menurut laporan, petugas penyelamat membutuhkan waktu enam hari untuk menyelamatkan dua pekerja yang terjebak di dalam terowongan. Selama operasi, mereka melakukan peledakan di lereng gunung, mengebor lubang pada dinding lumpur, dan terus menggali.

Lubang-lubang yang telah berhasil dibuat beberapa kali kembali tertutup oleh lumpur yang terbawa hujan deras. Bahkan, pada satu tahap, para petugas penyelamat sendiri sempat terjebak. (***)