Petroglif Berwajah Manusia 2.000 Tahun Silam Muncul di Tepian Sungai Amazon yang Kekeringan

oleh Ji Weizhen

Sejumlah petroglif berukir wajah manusia dan simbol-simbol aneh yang diperkirakan berasal dari sekitar 2.000 tahun silam muncul di tepian bagian utara dari Sungai Amazon di Brasil, karena terpengaruh oleh cuaca panas dan kekeringan sehingga permukaan air sungai menurun drastis. 

Petroglif ini terletak di dekat pertemuan Sungai Solimoes dan Rio Negro yang tidak jauh dari Manaus, ibu kota Negara Bagian Amazon. 

Dilihat dari fotonya, sebagian besar petroglif tersebut berbentuk seperti wajah manusia, ada yang persegi panjang, ada yang lonjong, dengan ekspresi wajah mulai dari tersenyum hingga serius. Di sana juga terlihat sejumlah simbol aneh dan misterius yang tidak diketahui oleh manusia zaman now. 

Jaime de Santana Oliveira, arkeolog di National Institute of Historic and Artistic Heritage Brazil, mengatakan bahwa petroglif tersebut merupakan peninggalan masa prasejarah atau prakolonial, dan sampai saat ini belum dapat ditentukan usianya secara pasti, namun berdasarkan data arkeologi yang ada tentang catatan aktivitas manusia, petroglif tersebut diperkirakan umurnya sekitar 1.000 hingga 2.000 tahun.

Jaime de Santana Oliveira mengatakan bahwa petroglif ini untuk pertama kali ditemukan pada tahun 2010, yang muncul ke permukaan karena kekeringan parah yang menyebabkan permukaan air Sungai Negro menurun sebanyak 15 meter sejak Juli tahun ini, dan sekarang memperlihatkan kepada kita bentangan bebatuan dan pasir yang sangat luas. Kali ini, selain menemukan lebih banyak karya manusia zaman dahulu di petroglif, juga pahatan yang menyerupai wajah manusia. 

Selain itu, terdapat lekukan halus pada bebatuan di salah satu kawasan. Para ahli memperkirakan bahwa kawasan tersebut kemungkinan besar merupakan tempat masyarakat Aborigin untuk memoles busur, anak panah, tombak dan sebagainya pada masa sebelum penjajah bangsa Eropa pada zaman dahulu.

Jaime de Santana Oliveira mengatakan bahwa diharapkan penemuan lebih banyak petroglif dapat membantu para arkeolog untuk menentukan asal usulnya.

Wilayah Amazon di Brazil yang mengalami kekeringan parah tahun ini telah menyebabkan permukaan air Sungai Amazon, sungai terbesar di Amerika Selatan mencapai level terendah dalam satu abad terakhir. 

Manaus, ibu kota terpadat di sana terletak di pertemuan antara sungai Negro dengan Sungai Amazon, pada 16 Oktober tahun ini mencatatkan air kedua sungai itu setinggi 13,59 meter, padahal level air terendah tahun lalu masih 17,6 meter. Jadi tahun ini mencatatkan level air terendah sejak tahun 1902, di mana mulai diberlakukan pencatatan ketinggian air sungai.

Kekeringan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini tampaknya belum juga mau berakhir. Menurut statistik pemerintah Brasil, curah hujan di beberapa bagian Amazon pada  Juli hingga September tahun ini adalah yang terendah sejak tahun 1980. Jadi kekeringan air sungai masih bakal berlanjut setidaknya hingga Desember tahun ini. (sin)

Mikroplastik yang Ditemukan di Awan Dataran Tinggi dapat Memengaruhi Kualitas Udara dan Iklim

WU RUICHANG

Di masa lalu, partikel plastik selalu diyakini hanya ada di lautan dan udara di dataran rendah. Namun, sebuah studi baru menemu- kan bahwa partikel plastik juga ada di awan di dataran tinggi. Partikel-partikel ini terkena sinar ultraviolet dalam jumlah besar dan dapat dengan mudah menghasilkan gas beracun yang mencemari lingkungan, memengaruhi pembentukan awan, dan kemungkinan mengubah iklim.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Waseda Jepang ini diterbitkan dalam jurnal akademis “Environmental Chemistry Letters” pada Agustus tahun ini, menarik lebih dari 7.000 penayangan dan lebih dari 100 laporan media.

Untuk memastikan apakah partikel plastik (AMP) ada di awan di lapisan batas atmosfer dan troposfer bebas, tim peneliti universitas mendaki ke gunung tinggi seperti Gunung Fuji di ketinggian 3.776 meter, mengumpulkan uap air awan di puncak gunung, serta menggunakan teknologi pencitraan canggih dan spektroskopi. Instrumen analitik mengukur objek dalam sampel dan menemukan bahwa uap air di awan mengandung beberapa jenis partikel plastik yang berbeda.

Penelitian menemukan bahwa rata-rata 6 hingga 13 partikel plastik per liter uap air awan terdiri dari 9 jenis polimer plastik dan 1 jenis karet, termasuk polietilen, polipropilen, polikarbonat, poliuretan, dan resin epoksi. Ukurannya berkisar antara 7,1 hingga 94,6 mikrometer (µm), dengan sebagian besar partikel lebih kecil dari diameter rambut manusia (80 mikron). Komunitas ilmiah saat ini meyakini bahwa selama ukuran partikel plastik kurang dari 5 milimeter (mm), maka dapat disebut “mikroplastik”.

Mikroplastik ini berasal dari berbagai sumber, seperti pembersih wajah, produk perawatan kulit, keausan ban, debu jalan, tempat pembuangan sampah, rumput plastik, dan lain sebagainya, yang semuanya merupakan sumber potensial partikel plastik.

Selama diameter mikroplastik di lautan kurang dari 2,5 mikron, partikel tersebut dapat terbawa ke angkasa melalui arus udara, tetesan gelombang, atau metode aerosolisasi lainnya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa hal ini  mungkin  berarti bahwa mikroplastik telah menjadi komponen penting di awan. Ketika “hujan plastik” turun dari langit, mikroplastik akan dapat mencemari hampir semua sumber makanan.

Mikroplastik telah ditemukan pada ikan laut dalam di Kutub Utara dan di salju Pyrenees di perbatasan antara Prancis dan Spanyol, namun para ilmuwan belum mengetahui bagaimana partikel tersebut menyebar.

Pada Juli 2022, massa udara menghantam Gunung Fuji dari wilayah pesisir Tiongkok. Oleh karena itu, tim Universitas Waseda melakukan pengambilan sampel di air awan Gunung Fuji dua kali setiap minggunya untuk mengamati konsentrasi dan perubahan partikel plastik di uap air awan tersebut. Selama proses tersebut, tidak ditemukan peningkatan jumlah partikel. Oleh karena itu, massa udara diyakini tidak melewati lapisan batas atmosfer dan hanya beraksi di dalam troposfer. Diperkirakan partikel tersebut berasal dari laut atau faktor manusia.

Tim peneliti juga menunjukkan dalam laporannya bahwa paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang mengubah sifat plastik yang awalnya hidrofobik menjadi hidrofilik. Dilihat dari jumlah partikel plastik dalam sampel, mereka mungkin menjadi inti kondensasi awan, es, dan air, sehingga memengaruhi pembentukan awan dan mempengaruhi seluruh sistem iklim.

“Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama mengenai partikel plastik di udara dalam uap air awan,” tulis laporan penelitian tersebut.

Selain itu, beberapa makalah dan ahli baru menyatakan bahwa mikroplastik berukuran sangat kecil dan dapat memengaruhi jantung, paru-paru, darah, plasenta, dan organ lain dari manusia dan hewan, bahkan mempengaruhi kesehatan fisik. Dalam kasus yang serius, hal ini dapat menyebabkan kanker dan masalah lainnya.

Penanggung jawab penelitian ini, Profesor Hiroshi Okochi dari Institut Teknologi Kreatif Universitas Waseda, mengatakan kepada ruang redaksi universitas tersebut pada akhir September, “Jika kita tidak secara aktif mengatasi masalah polusi mikroplastik di udara, krisis ekologi dapat menjadi kenyataan, serta akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan tidak dapat diubah di masa depan.”

Dia juga mengatakan, “Radiasi ultraviolet yang kuat menyinari partikel plastik, akan dengan cepat mendegradasi partikel tersebut dan melepaskan gas beracun, yang dapat digunakan untuk menjelaskan penyebab polusi udara saat ini.” (osc)

Menurut Sebuah Laporan, 3 Perusahaan Tiongkok yang Terdaftar Menggunakan Bagian Tubuh Hewan yang Terancam Punah Sebagai Bahan Bakunya

EtIndonesia. Tiga produsen obat Tiongkok yang terdaftar di bursa saham global yang memperhitungkan bank-bank global seperti UBS dan HSBC sebagai investor telah menggunakan bagian-bagian dari hewan yang terancam punah sebagai bahan dalam produk mereka, kata sebuah kelompok lingkungan hidup.

Dalam laporan yang diterbitkan Senin (23 Oktober), Badan Investigasi Lingkungan yang berbasis di London mendesak investor global di tiga perusahaan – grup Beijing Tong Ren Tang, grup Farmasi Tianjin, dan Grup Farmasi Jilin Aodong – untuk mendivestasi saham mereka.

Ketiga perusahaan tersebut termasuk dalam daftar 72 perusahaan yang menurut organisasi nirlaba lingkungan (LSM) menggunakan bagian tubuh macan tutul dan trenggiling yang terancam punah sebagai bahan dalam setidaknya 88 produk obat tradisional Tiongkok (TCM).

Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka fokus pada perusahaan farmasi karena mereka terdaftar secara publik, dan menampilkan produk yang mengandung bagian tubuh macan tutul atau trenggiling di situs web mereka.

Produk TCM dikenal menggunakan berbagai macam bagian tubuh hewan sebagai bahannya, dan produsen sering kali secara terbuka memuji kemanjuran bahan-bahan tersebut dan mencantumkannya dalam kemasan produk mereka.

“Sangat mengecewakan melihat begitu banyak bank dan lembaga keuangan besar secara efektif mendukung eksploitasi yang merusak ini,” kata Avinash Basker, pakar hukum dan kebijakan LSM tersebut, dalam siaran persnya.

“Mereka perlu melakukan divestasi dari produsen TCM yang menggunakan spesies terancam secepat mungkin.”

Beijing Tong Ren Tang dan grup Farmasi Tianjin tidak menanggapi beberapa email dan panggilan dari Reuters yang meminta komentar. Grup Farmasi Jilin Aodong tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

LSM tersebut mengatakan 62 lembaga keuangan telah menginvestasikan jumlah yang tidak ditentukan di setidaknya satu dari tiga perusahaan tersebut, dan termasuk UBS, Deutsche Bank, HSBC Holdings, Citigroup dan BlackRock.

Beberapa investor, termasuk Wells Fargo & Co mengatakan mereka telah menjual dana yang diinvestasikan di perusahaan TCM atau telah menjual saham mereka di perusahaan tersebut, kata badan tersebut.

HSBC Global Asset Management Canada dan Royal Bank of Canada mengatakan kepada agensi tersebut bahwa investasi mereka di perusahaan tersebut terbatas pada dana pasif atau dana pelacak, sementara UBS mengatakan kepada agensi tersebut bahwa kepemilikan sahamnya dipegang atas nama klien.

Kelompok lingkungan hidup mengatakan Deutsche Bank, HSBC Holdings, Citigroup dan BlackRock tidak menanggapi pertanyaan mereka.

Citigroup, Deutsche Bank, BlackRock menolak berkomentar ketika ditanya oleh Reuters.

Kelompok aktivis tersebut mendesak Pemerintah Tiongkok untuk melarang penggunaan bagian tubuh hewan yang terancam punah untuk semua tujuan komersial di pasar domestiknya.

Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Undang-undang Perlindungan Satwa Liar Tiongkok yang telah diamandemen, yang mulai berlaku pada bulan Mei, melarang perdagangan sebagian besar hewan liar untuk dikonsumsi sebagai makanan, namun izin untuk berkembang biak dan pemanfaatan masih dapat dikeluarkan untuk keadaan tertentu. (yn)

Sumber: asiaone

Pandangan Orang Dalam Militer Tiongkok Tentang Invasi Taiwan

NTD

Militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus meningkatkan provokasinya di Selat Taiwan untuk menciptakan ketegangan. Ada laporan bahwa Beijing sedang mempersiapkan konflik dengan Taiwan dan Amerika Serikat, namun banyak orang dari kalangan militer Tiongkok yang berpendapat bahwa sesungguhnya PKT tidak perlu berkonfrontasi dengan baik Taiwan maupun Amerika Serikat, karena militer Tiongkok tidak akan memenangkan perang dalam penyerangannya ke Taiwan.

Media Timur Tengah “Al Jazeera” pada 20 Oktober melaporkan bahwa beberapa orang dari kalangan militer Tiongkok tidak setuju untuk menganggap Barat sebagai musuh nomor satu Beijing, apa lagi bersiap untuk menghadapi pertempuran yang tidak dapat dimenangkan.

Miss Selena Fu dari Kota Quanzhou, Fujian mengatakan, bahwa saudara sepupu juga pamannya yang masih bertugas di militer, sama seperti kebanyakan masyarakat Tiongkok, mereka tidak memiliki rasa permusuhan terhadap Taiwan atau negara-negara Barat.

Meskipun para pemimpin militer Tiongkok dan pemerintah pusat tidak akan menyukai pandangan ini, tetapi Selena Fu yang berusia 29 tahun percaya bahwa kedua kerabatnya yang berada di militer bukanlah segelintir orang yang memiliki pandangan positif terhadap negara Barat, juga bukan satu-satunya orang yang meragukan, bahwa militer Tiongkok pasti dapat memenangkan pertempuran dengan Amerika Serikat bila itu benar-benar terjadi. 

Dia mengatakan : “Beberapa perwira militer, seperti mereka, juga percaya bahwa jika terjadi perang, militer Tiongkok tidak bisa menang”. Namun pemimpin tinggi militer jelas menginginkan para perwira dan prajuritnya memercayai apa yang sudah digariskan, “percayalah militer Tiongkok akan menang !”.

Yang Zi, seorang mahasiswa doktoral di Sekolah Hubungan Internasional S. Rajaratnam di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, mengatakan bahwa anggota militer Tiongkok memiliki pandangan berbeda mengenai ancaman strategis, yang menyebabkan Xi Jinping berkali-kali mengadakan “kampanye cuci otak” untuk memastikan bahwa pemikiran para prajurit sejalan dengan pemikiran pemerintah pusat. 

Namun cuci otak semacam ini tidak mengubah pemikiran paman dan saudara sepupu Selena Fu yang ditempatkan di pangkalan angkatan laut di Fuzhou yang tetap bersikap positif terhadap dunia Barat secara umum.

“Mereka tidak ingin pecah perang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Mereka berpikir bahwa cara terbaik adalah menjaga hubungan bilateral”, kata Selena Fu. “Yang pasti, mereka tidak berpikir ada pihak yang mau menyerang Tiongkok, jadi apa maknanya melakukan persiapan menghadapi perang ?”

Mr. Shi, seorang warga Wuhan, Hubei yang memiliki seorang teman baik yang bekerja di departemen logistik militer Tiongkok mengatakan bahwa, temannya juga tidak menganggap negara-negara Barat sebagai ancaman bagi Tiongkok, malahan berpendapat bahwa PKT telah melakukan tindakan yang salah dengan memutus saluran komunikasi militer dengan Amerika Serikat setelah Ketua DPR-AS Pelosi berkunjung ke Taiwan tahun lalu.

Selena Fu mengatakan bahwa orang-orang seperti paman dan adik sepupunya dalam militer Tiongkok tidak percaya pemerintahan Beijing dapat memimpin tentara menuju kemenangan dalam invasinya ke Taiwan.

Teman Mr. Shi di militer juga percaya bahwa Amerika Serikat memiliki lebih banyak sekutu dan memiliki lebih banyak pengalaman tempur dibandingkan dengan militer Tiongkok. Jika Tiongkok berperang dengan Taiwan yang didukung Amerika Serikat dan sekutunya, Tiongkok tidak bakalan menang.

Sejak awal tahun ini, Angkatan Roket dan Departemen Persenjataan Umum yang menjadi tentara andalan Partai Komunis Tiongkok yang dibentuk sendiri oleh Xi Jinping telah mengalami pembersihan besar-besaran. Beberapa orang mantan komandan dan wakil komandan Angkatan Roket Tiongkok telah ditangkap, dilengserkan, bahkan Menteri Pertahanan Li Shangfu, sudah entah berada di mana selama hampir dua bulan. Banyak pengamat menilai militer Tiongkok kini sedang berada dalam situasi kacau.

Zhang Tianliang, seorang ahli masalah Tiongkok mengatakan dalam program “Tian Liang Times” bahwa banyak orang percaya bahwa jika Xi Jinping memerintahkan tentara untuk berperang, orang-orang di tentara tidak punya pilihan selain selain menjalankan perintah “hilangkan rasa takut maju terus”. Namun ada banyak kejadian di luar dugaan dalam sejarah di mana pasukan membelot di medan perang, jadi kita sulit memprediksi berapa banyak pasukan komunis yang menyerang Taiwan akan membalikkan arah senjatanya.

Zhang Tianliang percaya bahwa apa yang disampaikan oleh orang yang diwawancarai “Al Jazeera” ini mewakili pemikiran sebenarnya dari seluruh perwira dan prajurit yang berada di garis depan. Jika PKT benar-benar melancarkan serangan ke Taiwan, akan ada sejumlah besar prajurit Tiongkok yang melarikan diri. Saat ini banyaknya fenomena anti pemerintah muncul di Tiongkok. Jika Xi Jinping sadar akan hal-hal ini, niscaya ia akan berpikir ulang untuk menyerang Taiwan. (sin)

Amazon Memperkenalkan Robot Pekerja Bipedal di Gudangnya

EtIndonesia. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutannya untuk mengintegrasikan robotika ke dalam operasi gudang raksasanya, Amazon baru-baru ini mulai bereksperimen dengan robot bipedal bernama Digit yang mampu melakukan tugas yang paling berulang.

Karyawan gudang Amazon telah lama terbiasa bekerja bersama robot, namun staf di fasilitas eksperimental BFI1 perusahaan di Sumner kini mulai mengenal Digit, robot humanoid jenis baru yang dikembangkan oleh Agility Robotics, sebuah startup yang berbasis di Corvallis, Oregon.

Dengan tinggi 175cm dan berat 65kg, Digit dapat berjalan maju, mundur, dan menyamping, dan juga dapat berjongkok jika perlu. Pekerja robot baru Amazon memiliki dua lengan, dua kaki, dada biru, dan dua lampu persegi sebagai matanya, dan saat ini bertugas hanya memindahkan kotak kuning ikonik setelah persediaannya kosong.

“Kami percaya bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan solusi manipulator seluler, seperti Digit, yang dapat bekerja secara kolaboratif dengan karyawan,” demikian bunyi siaran pers Amazon. “Penggunaan awal kami atas teknologi ini adalah untuk membantu karyawan memindahkan kotak-kotak kosong, sebuah proses yang sangat berulang dalam mengambil dan memindahkan kotak kosong setelah isinya telah diambil seluruhnya.”

Meskipun Amazon melihat Digit sebagai cara untuk “menghilangkan semua tugas-tugas kasar, sehari-hari, dan berulang-ulang” di dalam gudangnya, beberapa karyawan perusahaan mungkin melihat rekan kerja robotik baru mereka sebagai ancaman yang mungkin mencuri pekerjaan mereka di masa depan – masa depan yang tidak terlalu lama. Namun, perusahaan tersebut bersikeras bahwa Digit dimaksudkan untuk bekerja bersama manusia, bukan menggantikan mereka.

“Tidak ada bagian dari diri saya yang berpikir hal itu akan menjadi kenyataan,” kata Tye Brady, kepala teknologi di Amazon Robotics, kepada The Guardian. “Manusia sangat penting dalam proses pemenuhan; kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan mendiagnosis masalah. Kita akan selalu membutuhkan orang… Saya belum pernah menggunakan sistem otomatis yang bekerja 100% sepanjang waktu.” (yn)

Sumber: odditycentral

Kakek Menyaksikan Kematian Nenek dengan Matanya Sendiri, Dia Berteriak: “Aku Akan Datang Menemanimu !”

EtIndonesia. Seorang kakek bersandar di ranjang rumah sakit tempat istrinya dirawat, dan dia berkata dengan air mata: “Istri, tunggu saya selama beberapa hari. Setelah saya mengirim Anda pergi, saya akan segera menyusul untuk menemani kamu! “Pada saat ini, nenek tua yang sekarat di tempat tidur tidak bisa lagi mengucapkan kata-kata, tetapi setelah mendengar kata-kata kakek, air matanya mengalir dari sudut matanya …

Di bangsal rumah sakit dalam cuaca dingin, ruangan itu sunyi, hanya suara konstan dari berbagai peralatan pemantauan. Pada saat ini, seorang nenek berusia 90 tahun berbaring dengan tenang di tempat tidur, dengan semua jenis tabung dimasukkan ke dalam tubuhnya, dan waktu mengalir tanpa suara setiap menit …

Pada saat ini, pintu bangsal dibuka, dan seorang kakek dengan rambut putih berjalan dengan tergesa-gesa, dengan semangkuk pangsit panas yang ada di tangannya.

Dia dengan lembut meletakkan pangsit di tangannya, membungkuk di atas telinga nenek, dan berkata: “Aku membelikanmu pangsit panas, dan aku akan memberimu makan!”

Dia duduk di kursi di samping tempat tidur nenek dengan pangsit di tangannya. Dia mengambil sendok dan dengan lembut menyendok sedikit sup pangsit, meniup beberapa kali di mulutnya, dan kemudian perlahan-lahan membawa sesendok sup ke mulut nenek.

Namun, saat ini, nenek tidak memiliki kekuatan untuk membuka mulutnya, dia hanya menggerakkan bibirnya, dan tidak ada gerakan lain. Pada saat ini, kakek melihat pemandangan di depannya, dan patah hati.

Dia berteriak dengan suara gemetar: “Istri, buka mulutmu, buka mulutmu …”

Setelah kalimat ini keluar dari mulutnya sebentar-sebentar, dia sudah penuh air mata, tetapi dia memalingkan kepalanya tanpa daya dan buru-buru menyeka air mata dengan tangannya.

Setelah itu, pria tua itu masih menahan kesedihannya, menyeka air matanya dengan lengan bajunya, dan memanggil nama istrinya dengan keras. Namun, setiap kali dia memanggil, sudut mata pria tua itu akan basah, sampai pada akhirnya, gigi nenek terkatup rapat, bahkan gerakan sekecil apa pun tidak pernah terjadi lagi…

Dengan cara ini, lebih dari setengah jam kemudian, tiba-tiba, instrumen di atas meja mengeluarkan bunyi bip cepat “didi…didi…dididididi…”.

Tubuh kakek gemetar, akhirnya Tidak bisa mengendalikan emosinya, dia berbaring di samping tempat tidur nenek, menangis keras, dan terus berkata: “Istriku… istriku…kamu tunggu aku beberapa hari lagi…tunggu aku mentraktirmu. …Aku akan menyusulmu untuk menemanimu…”

Pada saat ini, langit di luar agak suram, dan lampu-lampu di bangsal masih sangat terang, dengan dinding putih dan seprai seputih salju, seorang kakek tua kurus, dengan suara serak meneriakkan nama istrinya.

Adegan yang menyedihkan. Aku pernah berkata bahwa kita akan menjalani hidup ini bersama, dan mereka berdua juga berubah dari muda menjadi tua bersama. Tapi pada akhirnya, kakek menggunakan semua cintanya dan gagal mempertahankannya.

Hidup ini hanya beberapa dekade,bahkan sebenarnya hanya jentikan jari, jadi tolong hargai itu, hargai semua yang ada di depanmu, dan hargai orang-orang di sekitarmu, karena jika kamu berbalik, kamu akan kehilangan seluruh hidupmu.(yn)

Sumber: coms.pub

Tiongkok Mencatat Kurang dari 10 Juta Kelahiran pada 2022, Angka Terendah Sejak PKT Berkuasa

Sophia Lam

Jumlah kelahiran di Tiongkok turun selama enam tahun berturut-turut tahun lalu, dan sekarang menjadi yang terendah sejak 1949, ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengambil alih kekuasaan di Tiongkok-meskipun PKT telah menghapus kebijakan satu anak yang terkenal kejam pada 2016.

Pada 12 Oktober, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) rezim komunis Tiongkok melaporkan 9,56 juta kelahiran pada 2022. Angka ini hanya lebih dari setengah jumlah 17,58 juta kelahiran yang tercatat pada 2017.

Menurut data resmi, 46,1 persen bayi yang lahir di Tiongkok pada tahun lalu adalah anak sulung, 38,9 persen kelahiran adalah anak kedua, dan 15 persen adalah anak ketiga atau lebih.

Rezim Tiongkok telah meningkatkan upayanya untuk menahan tren penurunan populasi. Setelah penghapusan kebijakan satu anak pada 2016, Beijing semakin melonggarkan kebijakan keluarga berencana pada tahun 2021 untuk mendorong orang memiliki lebih banyak anak.

Kebijakan satu anak di Tiongkok, yang diterapkan dari 1979 hingga 2016, diklaim oleh rezim komunis telah mencegah sekitar 400 juta kelahiran antara 1979 hingga 2011-termasuk jutaan kelahiran melalui sterilisasi paksa dan aborsi yang dipaksakan atau dipaksakan.

Dua alasan utama penurunan angka kelahiran adalah karena masyarakat Tiongkok menikah di usia yang lebih tua dan lebih banyak orang yang memilih untuk tidak menikah dan tidak memiliki anak, menurut Jiang Quanbao, seorang profesor di Institut Studi Kependudukan dan Pembangunan di Universitas Xi’an Jiaotong, dalam sebuah wawancara dengan Yicai, sebuah media yang dikelola pemerintah.

Berbeda dengan angka kelahiran yang menurun, populasi pensiunan di Tiongkok justru meroket.

Mrs Liu melarikan diri dari Tiongkok untuk menghindari aborsi paksa. Dia melahirkan bayinya di Los Angeles pada 2 Desember 2011. (Jenny Liu / The Epoch Times)

Penduduk Tiongkok yang berusia di atas 65 tahun-disebut sebagai “gelombang abu-abu” di media Tiongkok-mencapai 14,9 persen dari populasi pada tahun 2022, menjadikannya masyarakat yang menua dengan cepat.

Sebuah media milik pemerintah Tiongkok melaporkan tahun lalu bahwa “gelombang abu-abu terbesar yang pernah ada” diperkirakan akan terjadi dalam dekade mendatang. Orang-orang Tiongkok yang lahir pada tahun 1960-an mulai pensiun pada tahun 2022, dengan proyeksi jumlah rata-rata 20 juta orang dari kelompok usia ini yang akan pensiun setiap tahunnya.

Kaum Muda Khawatir  Mempunyai Anak

Di tengah penurunan kelahiran yang signifikan secara terus menerus selama beberapa tahun terakhir, rezim komunis Tiongkok telah menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan kesuburan warga perempuan yang memenuhi syarat dan mempromosikan program melahirkan anak – termasuk memberikan anak perempuan berusia 15 tahun suplemen asam folat dan perempuan berusia 49 tahun bantuan dari tim medis lokal yang berfokus pada reproduksi, menurut laporan media Tiongkok.

Setelah pengumuman data populasi Beijing baru-baru ini, banyak netizen Tiongkok di platform media sosial populer Tiongkok, Weibo, mengungkapkan keengganan mereka untuk memiliki anak, dengan banyak yang khawatir bahwa mereka tidak akan mampu membesarkan mereka.

Seorang netizen dengan nama “Love China E5” menulis: “Anak-anak muda yang ingin memiliki anak harus berpikir terlebih dahulu: Dalam kondisi saat ini di Tiongkok, apa yang bisa Anda berikan kepada anak-anak Anda-kebahagiaan atau penderitaan?”

Netizen lain, yang disebut “Good Fortune”, mengungkapkan penyesalannya karena telah memiliki anak kedua. “Saya berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup; saya seharusnya tidak membawa mereka ke dunia ini, untuk terus menderita [seperti saya]! Saya sangat menyesal memiliki anak kedua. Istri saya kehilangan pekerjaan setelah melahirkan anak kedua. Biaya hidup terus melonjak setiap tahun, tetapi pendapatan kami tetap stagnan! Hidup ini sangat sulit!”

Pengguna Weibo lainnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap prospek ekonomi masa depan di Tiongkok: “Apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat jelata? Ekonomi semakin memburuk, dan kami menjadi semakin miskin. Kami tidak memiliki kesempatan untuk mencari nafkah dan kami tidak mampu membesarkan anak.”

Pada awal 2021, seorang blogger dengan nama “Les Misérables” menerbitkan sebuah artikel di Zhihu, sebuah platform media sosial Tiongkok yang populer, yang merujuk pada “krisis kependudukan” yang sedang terjadi di Tiongkok.

Suasana di dalam ruang praktek dokter di sebuah rumah sakit anak di Beijing. (China Photos/Getty Images)

“Di permukaan, tampak seolah-olah [kaum muda] tidak ingin memiliki anak, tetapi pada kenyataannya, ini adalah masalah ketidakberanian. Mereka tidak berani, itulah sebabnya mereka tidak mau,” demikian Les Misérables menyimpulkan dalam tulisannya. Blogger tersebut meninggalkan sebuah pertanyaan di akhir tulisan, yang tidak ia jawab: “Masalah intinya adalah mengapa orang tidak berani memiliki anak?”

Selain masalah populasi yang menua di Tiongkok, rezim Tiongkok melaporkan tingkat pengangguran kaum muda yang mencapai rekor tertinggi sebesar 21,3 persen pada Juni. Menurut laporan Forum Ekonomi Makro Tiongkok (CMF), krisis pengangguran kaum muda yang sedang berlangsung dapat bertahan selama 10 tahun ke depan dan “memburuk dalam jangka pendek.”

Langkah-langkah nol-COVID yang kejam dari rezim komunis menambah ketakutan kaum muda untuk memiliki anak yang akan lahir dan tumbuh dalam masyarakat yang totaliter.

Pada bulan Mei, seorang pria di Shanghai yang dilaporkan menolak untuk pergi ke tempat isolasi pusat diperingatkan oleh polisi bahwa tindakannya dapat menyebabkan konsekuensi yang akan mempengaruhi keluarganya selama “tiga generasi.” Pria itu menjawab: “Kami adalah generasi terakhir.” Sentimen “generasi terakhir” ini mewakili sejumlah besar anak muda yang memprotes kurangnya martabat yang mereka alami di bawah PKT dan kebijakan tanpa COVID-19 serta kebijakan kejam lainnya.

Xia Song dan Mary Hong berkontribusi dalam laporan ini.

Wanita Dijatuhi Hukuman Percobaan 10 Tahun Setelah Berbohong Menderita Kanker dan Meminta Sumbangan di Media Sosial

EtIndonesia. Seorang wanita dari Iowa, AS, dijatuhi hukuman percobaan 10 tahun setelah memalsukan diagnosis kanker demi sumbangan dan “untuk menyatukan kembali keluarga [nya].”

Madison Russo, 20 tahun, memposting di media sosial dan platform penggalangan uang GoFundMe bahwa dia menderita kanker pankreas dan tumor leukemia di sekitar tulang belakang, sehingga lebih dari 400 orang menyumbangkan uang kepada Russo agar dia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, Russo tidak pernah menderita kanker. Diakui dia melakukan segalanya untuk mencoba mendapatkan perhatian dari keluarganya.

Kebohongannya mulai terkuak setelah para profesional medis online merilis hal-hal yang tidak sesuai. Polisi memperoleh catatan medisnya dan menemukan bahwa dia tidak pernah didiagnosis, meskipun ada klaimnya.

“Banyak orang yang berspekulasi mengapa saya melakukan ini dan bagaimana seseorang yang tampaknya memiliki segalanya bisa mengalami kekacauan seperti itu,” katanya di pengadilan, menurut Associated Press.

“Saya melakukan ini bukan demi uang atau keserakahan. Saya tidak melakukan ini demi perhatian. Saya melakukan ini sebagai upaya untuk menyatukan kembali keluarga saya.”

Setelah awalnya ditangkap pada bulan Januari, Russo mengaku bersalah atas pencurian sumbangan yang diterima.

Russo dijatuhi hukuman percobaan 10 tahun, yang berarti hukuman tersebut tidak akan dilaksanakan kecuali dia melakukan kejahatan lain. Artinya, jika dia tidak terlibat masalah selama tiga tahun pertama masa hukumannya, dia tidak akan pernah masuk penjara.

Dia juga diperintahkan untuk membayar kembali 39.000 dolar kepada orang-orang yang menyumbang untuk membantunya. Serta denda 1.370 dolar dan 100 jam kerja pelayanan masyarakat.

Uang tersebut telah dikembalikan oleh Russo, namun ditahan oleh pengadilan. GoFundMe telah mengembalikan uang tersebut kepada mereka yang menyumbang.

Hakim John Telleen menolak permintaan agar hukuman tersebut dihapuskan dari catatan Russo jika dia berhasil menyelesaikan masa percobaan.

“Melalui skema ini, Anda menipu teman-teman Anda, keluarga Anda, komunitas Anda, korban kanker lainnya, badan amal dan orang asing yang termotivasi oleh kisah tragis Anda untuk berdonasi guna membantu mendukung Anda,” katanya.

Russo meminta maaf kepada pengadilan dan para korbannya.

“Saya sepenuhnya mengakui apa yang saya lakukan salah. Dan saya sangat menyesal,” katanya sambil terisak. “Jika ada yang bisa saya lakukan untuk mengambilnya kembali, saya akan melakukannya. Kenyataannya adalah saya tidak bisa.” (yn)

Sumber: indy100

Chow Yun-fat Menyesali Banyaknya Sensor dari Partai Komunis pada Film Tiongkok

Banyak Warganet Khawatir Dia Akan Ditindas

Tong Yijia

Pada Festival Film Internasional Busan ke-28 yang dibuka pada 4 Oktober, yang  paling  menarik perhatian masyarakat Hong Kong adalah Chow Yun-fat memenangkan “Asian Filmmaker Award”. Saat ditanya tentang situasi film Hong Kong saat ini pada konferensi pers yang diadakan pada 5 Oktober itu, Chow Yun-fat menyesalkan bahwa “banyak hal telah berubah setelah 1997” dan “Partai Komunis Tiongkok memiliki banyak sensor terhadap film”, dengan blak-blakan mengatakan bahwa film Hong Kong tidak memiliki kebebasan berkreasi.

Seorang reporter asing bertanya dalam bahasa Inggris, mengacu pada fakta bahwa Chow Yun-fat menghasilkan banyak karya klasik selama masa keemasan film Hong Kong, seperti “A Better Tomorrow”, “Crouching Tiger, Hidden Dragon”, dan “Dragon”. Bagaimana industri film Hong Kong saat ini?

Chow Yun-fat, yang juga berbicara bahasa Inggris, menjawab: “Karena pemerintah Tiongkok memiliki banyak persyaratan sensor, naskah kami harus melalui banyak departemen berbeda untuk mendapatkan persetujuan. Kami mempunyai banyak pembatasan sekarang, dan produksi film cukup sulit.”

Chow Yun-fat menyebutkan, banyak orang yang menonton film Hong Kong pada 1980-an, dan dia bangga akan hal tersebut. “Tetapi setelah 1997 (penyerahan kedaulatan Hong Kong kepada Republik Rakyat Tiongkok), banyak hal yang berubah. Kami harus memperhatikan arah pemerintahan. Ini sangat penting, jika tidak maka akan sulit mencapai kesuksesan.” Ia juga berkata, “Karena pasar Tiongkok sangat besar, para pembuat film Hong Kong harus menemukan cara untuk terus mencari nafkah.” “Pada saat yang sama, kami harus berusaha sebaik mungkin untuk mengekspresikan semangat film Hong Kong.” 

Mengenai kesuksesan film Korea di kancah internasional, seperti “Parasite” dan “Squid Game” yang sudah merambah Hollywood, Chow Yun-fat berkata dengan iri: “Industri film Korea sangat kuat, karena dengan dukungan dari pemerintah Korea, film jadi memiliki kebebasan berkreasi. Dan itulah yang tidak dimiliki film Hong Kong.” 

Otoritas Partai Komunis Tiongkok selalu menerapkan banyak pembatasan terhadap tema film. Apalagi setelah penerapan “Undang-undang Keamanan Nasional” di Hong Kong, para pembuat film Hong Kong menjadi lebih berhati-hati dalam memilih materi. Banyak film yang dituduh mengandung tema atau plot sensitif dan diharuskan memodifikasinya setelah dianggap “memenuhi syarat”. Bahkan menurut “RUU Amandemen Sensor Film” yang disahkan oleh pemerintah Hong Kong pada 2021, semua film yang disebut “tidak menguntungkan keamanan nasional” dilarang diputar.

Meskipun media Daratan Tiongkok hampir tidak ada yang melaporkan komentar Chow Yun-fat tentang sensor film Tiongkok ini kecuali sejumlah akun individu di media sosial, di media sosial Tiongkok, Weibo, pernyataan Chow Yun-fat menarik persetujuan beberapa warganet: “Sensor memang menghambat pembuatan film dalam negeri, dan banyak lagi. Tidak hanya masyarakat saja yang terkena dampaknya. Di Hong Kong dan Tiongkok Daratan, film terlalu takut untuk difilmkan, dan jika tidak lolos difilmkan, film tersebut harus dihapus. Chow Yun-fat masih berani berbicara.”

Ada laporan bahwa Weibo telah menghapus beberapa unggahan tentang topik ini.

Chow Yun-fat menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Payung Hong Kong pada 2014, yang dilaporkan memasukkannya ke dalam daftar hitam pemerintah Tiongkok. Pada puncak gerakan anti- ekstradisi di Hong Kong pada 2019, Chow Yun-fat difoto sedang jogging dengan pakaian hitam, dan diduga merupakan ekspresi terselubung dari dukungannya terhadap protes tersebut.

Beberapa warganet khawatir Chow Yun-fat akan mendapat masalah karena ucapannya kali ini, bahkan mengkhawatirkan keselamatannya. Mereka berpikir bahwa dia mungkin akan ditindas dan dihalangi oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan mereka mengingatkan dia untuk ekstra hati-hati ketika kembali ke Hong Kong.

Perlu dicatat bahwa meskipun Chow Yun-fat yang berusia 68 tahun membawakan film baru “Don’t Call Me the God of Gamblers” ke Festival Film Busan kali ini, dia berulang kali menekankan pada konferensi pers bahwa akting bukan lagi karir utamanya. 

Film Drama ini kemungkinan besar akan menjadi film terakhirnya, dan dia bahkan berkata sambil tersenyum: “Saya bukan seorang aktor sekarang, saya seorang atlet (pelari maraton).” (zzr)

Anak Laki-laki Berusia 1 Tahun Keracunan Produk Sehari-hari, Ibunya Sekarang Ingin Memperingatkan Orangtua Lain

EtIndonesia. Ketika seorang anak laki-laki mendapatkan sebotol baby oil di kamar mandi, orangtuanya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sekarang mereka ingin memperingatkan orangtua lain tentang bahaya yang tersembunyi.

Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu dan menjelajahi dunia dengan seluruh indranya.

Dan sebagai orangtua, tugas kita adalah memastikan mereka dapat melakukan hal ini seaman mungkin.

Namun, terkadang ada bahaya tersembunyi yang tidak dapat Anda duga sebelumnya. Jenna Joy Ingraham mengetahui hal ini dengan sangat baik.

Jenna Joy dan suaminya Casey memiliki empat putra dan tinggal di negara bagian Washington.

Bahaya tersembunyi dari baby oil

Beberapa tahun yang lalu, keluarga tersebut mengalami kejadian yang sangat menakutkan dengan sebotol baby oil biasa.

Semuanya bermula ketika keluarga sedang bersiap untuk pergi ke gereja ketika Casey tiba-tiba melihat Grayzen yang berusia 18 bulan dengan sebotol baby oil.

Sang ayah segera mengambilnya dan melihat putranya tampak nyengir – seolah-olah dia baru saja makan sesuatu yang rasanya tidak enak.

Pihak keluarga tidak memikirkannya lebih jauh dan terus mempersiapkan keberangkatan.

Namun tiba-tiba semuanya berubah.

Bayinya mulai bertingkah aneh

Setelah beberapa menit, anak laki-laki itu tiba-tiba menjadi sangat mengantuk, dia tertidur sambil duduk dan segera tidak bereaksi.

“Saat kami membawanya, dia hanya dalam keadaan lemas dan mencoba tidur di pelukan kami. Kami memanggil perawat hanya karena dia bertingkah seperti itu. Jika dia bersikap normal, kami tidak akan mengira dia meminum sedikit baby oil,” tulisnya di halaman Facebook-nya.

Perawat menyarankan keluarga tersebut untuk menghubungi pusat kendali racun setempat.

Mereka kemudian diminta untuk langsung pergi ke ruang gawat darurat dan diberitahu bahwa kebanyakan orangtua tidak tahu betapa berbahayanya baby oil.

Apalagi jika dihirup oleh anak-anak dan tersangkut di paru-paru.

“Sebanding dengan jika Anda atau saya meminum bensin.”

“Mereka melakukan rontgen paru-paru anak kecilnya dan memberi tahu Casey bahwa rasanya seperti Anda atau saya minum bensin,” tulis JoyJenna di halaman Facebook-nya:

“Bagaimana juga saya tidak mengetahuinya! Kenapa tidak ada yang memberitahuku sebelumnya betapa berbahayanya baby oil! Tentu saja kita tidak boleh meninggalkannya di tempat dia bisa merangkak dan mengambilnya. Itu benar-benar kesalahan saya yang tidak bertanggung jawab.”

Setelah melakukan beberapa penelitian, dia menemukan bahwa baby oil mengandung zat yang setara dengan cairan pemantik api dan oli motor.

Peringatan untuk orang lain

Untungnya, bocah itu pulih dan bisa pulang setelah beberapa waktu.

Keluarga telah diminta untuk terus mengawasinya dan memastikan pernapasannya tidak memburuk.

Setelah kejadian ini, keluarga ingin memperingatkan orang lain: “Kami terkejut karena semakin banyak orangtua yang tidak mengetahui hal ini dan percaya bahwa lebih banyak orang harus mengetahui betapa berbahayanya produk sehari-hari yang digunakan oleh anak-anak.”

Kami mendoakan yang terbaik untuk keluarga ini dan berharap mereka kini telah pulih dari kengerian tersebut.

Tahukah Anda tentang bahaya baby oil?

Silakan bagikan artikel ini di Facebook untuk menyebarkan peringatan ini lebih lanjut. (yn)

Sumber: stimmung

Ukiran Kuno Misterius yang Ditemukan Akibat Mengeringnya Sungai Negro di Amazon

EtIndonesia. Penemuan ukiran batu kuno yang indah telah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan juga menyedihkan bagi para ahli di Amazon, Brasil.

Di satu sisi, ukiran tersebut menawarkan wawasan menarik tentang orang-orang pertama yang mendiami wilayah tersebut.

Di sisi lain, hal ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan bahwa Sungai Negro, yang mengalir melalui wilayah tersebut, akan segera lenyap.

Kekeringan ekstrem di beberapa bagian hutan hujan telah menyebabkan penurunan drastis permukaan air sungai – dengan aliran Sungai Negro mencapai titik terendah dalam 121 tahun pada minggu lalu.

Tetesan air tersebut memperlihatkan lusinan formasi batuan yang biasanya terendam yang menampilkan ukiran bentuk manusia yang mungkin berasal dari sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Livia Ribeiro, penduduk lama kota terbesar Amazon, Manaus, mengatakan dia mendengar tentang ukiran batu tersebut dari teman-temannya dan ingin memeriksanya.

“Saya pikir itu bohong,” katanya kepada kantor berita AFP. “Saya belum pernah melihat ini dan saya sudah tinggal di Manaus selama 27 tahun.”

Dia mengakui bahwa meskipun para ilmuwan dan masyarakat senang dengan penemuan ini, mereka mengakui bahwa hal itu juga menimbulkan pertanyaan yang meresahkan.

“Kami datang, kami melihat (ukirannya) dan menurut kami itu indah. Tapi di saat yang sama, ini mengkhawatirkan,” katanya.

“Saya juga memikirkan apakah sungai ini masih ada dalam 50 atau 100 tahun mendatang.”

Kekeringan di Amazon Brazil telah menurunkan permukaan sungai secara drastis dalam beberapa pekan terakhir, sehingga berdampak pada wilayah yang bergantung pada labirin saluran air untuk transportasi dan pasokan.

Pemerintah Brazil telah mengirimkan bantuan darurat ke daerah tersebut, di mana tepian sungai yang biasanya ramai kini kering dan dipenuhi perahu-perahu yang terdampar.

Menurut para ahli, musim kemarau memburuk tahun ini karena El Niño, pola iklim tidak teratur di Samudera Pasifik yang mengganggu cuaca normal, sehingga menambah dampak perubahan iklim.

Jaime Oliveira, dari Institut Warisan Sejarah Brasil (Iphan), mengatakan ukiran tersebut merupakan situs arkeologi yang “sangat relevan”.

Mereka berlokasi di sebuah situs yang dikenal sebagai Praia das Lajes dan pertama kali terlihat pada tahun 2010, selama periode kekeringan lainnya (yang tidak separah saat ini).

Sebagian besar ukirannya berbentuk wajah manusia, ada yang berbentuk persegi panjang dan ada yang berbentuk oval, dengan ekspresi senyuman atau muram.

“Situs ini mengekspresikan emosi, perasaan, ini adalah rekaman musik rock yang terukir, namun memiliki kesamaan dengan karya seni saat ini,” kata Oliveira.

Bagi Beatriz Carneiro, sejarawan dan anggota Iphan, Praia das Lajes memiliki nilai yang “tak ternilai” dalam memahami orang-orang pertama yang mendiami wilayah tersebut, sebuah bidang yang masih sedikit dieksplorasi.

“Sayangnya, hal ini kini muncul kembali seiring dengan memburuknya kekeringan,” katanya.

“Mengembalikan sungai kami (membanjiri) dan menjaga ukiran tetap terendam akan membantu melestarikannya, bahkan lebih dari pekerjaan kami.” (yn)

Sumber: indy100

Temui Rico, Kucing di Klinik yang Mengambil Perannya dalam Merawat Anak-anak Kucing yang Terluka

EtIndonesia. Seekor kucing bernama Rico telah mengambil peran khusus di klinik hewan yang menghangatkan hati semua orang yang berkunjung – serta pengguna media sosial!

Rico, seekor kucing yang ramah dan penuh empati, telah menjadi sumber kenyamanan dan dukungan yang tak terduga bagi anak-anak kucing yang terluka di Kantor Dokter Hewan Imrani di Casablanca, Maroko.

Meskipun kucing yang tinggal di klinik hewan bukanlah hal yang aneh, dedikasi Rico melampaui batas. Dia sering ditemukan meringkuk di samping pasien muda, mendengkur pelan dan memberi mereka rasa aman selama masa-masa yang penuh tekanan.

Staf klinik telah memperhatikan bahwa anak-anak kucing yang terluka tampak lebih rileks dan sembuh lebih cepat ketika Rico berada di dekatnya.

@vetimrani Notre Rico nous a aidé à prendre soin d’un chat accidenté Updates : @Cabinet veterinaire imrani #cat #cats #catsoftiktok #catlover #cattok #kitten #kittensoftiktok #kitty #kittycat #kittenlove #caturday #gato #gatos #gatostiktok #gatos #veterinairecasablanca #veterinaire #veterinarian #veterinaria ♬ original sound – Cabinet veterinaire imrani

Seolah-olah Rico memahami kebutuhan pasien kecil ini lebih baik dibandingkan yang lain. Sifat pengasuhannya terpancar saat dia dengan lembut merawat dan memeluk mereka. Kehadirannya menenangkan di tempat yang bisa dipenuhi kecemasan baik bagi hewan maupun manusia.

Kisah Rico adalah pengingat akan ikatan luar biasa yang bisa terjalin antara manusia dan hewan serta kenyamanan yang bisa mereka berikan satu sama lain, bahkan di tempat tak terduga seperti klinik hewan.

Hal ini juga merupakan bukti kekuatan belas kasih, yang menunjukkan bahwa kebaikan tidak mengenal batas – bahkan spesies sekalipun. (yn)

Sumber: sunnyskyz

Peringatan untuk Tidak Melanggar Garis Merah : AS Siap Intervensi Dalam Perang Israel – Hamas

oleh Jin Shi

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin secara bersamaan menyatakan pada Minggu (22 Oktober) bahwa jika personel atau pasukan AS diserang dalam perang Israel – Hamas, maka Amerika Serikat pasti akan melakukan serangan balasan.

Menteri Luar Negeri AS Blinken mengatakan pada Minggu bahwa Amerika Serikat memperkirakan bahwa Iran dapat meningkatkan perang antara Israel dengan Hamas melalui proksi regional mereka. Blinken menegaskan, jika personel atau pasukan AS juga dijadikan sasaran serangan, maka AS tidak akan ragu untuk melakukan serangan balik.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa kami dapat secara efektif melindungi personel kami dan melakukan serangan balik jika diperlukan,” ujar Blinken.

Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin juga menggemakan pernyataan Blinken.

Austin mengatakan : “Apa yang kami lihat adalah serangan (terhadap personel dan pasukan kami di wilayah tersebut) berpotensi meningkat secara signifikan.”

Austin mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah untuk memberikan sinyal yang tegas : Jika ada organisasi atau negara yang berupaya memperluas konflik demi mengambil keuntungan, Amerika Serikat menyarankan agar yang bersangkutan membatalkan upaya tersebut.

Perang Israel – Hamas yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober telah memasuki minggu ketiga. Personil dan pasukan AS yang ditempatkan di Irak, Suriah dan tempat-tempat lain semakin sering mengalami serangan akhir-akhir ini.

Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan pernyataan tentang pembaharuan peringatan perjalanan warga AS ke Irak dan mengarahkan staf non-darurat serta anggota keluarga Kedutaan Besar AS di Baghdad dan Konsulat Jenderal AS di Erbil yang memenuhi syarat untuk segera meninggalkan Irak.

Pekan lalu, sebuah kapal perang AS menembak jatuh sejumlah rudal jelajah dan selusin drone yang diluncurkan dari Yaman oleh pemberontak bersenjata Houthi yang didukung Iran.

Saat ini, Amerika Serikat telah mengirimkan sejumlah besar kekuatan angkatan laut ke Timur Tengah, termasuk dua kelompok penyerang kapal induk dan 2.000 orang Marinir. (sin)