Ledakan di Barak Militer Bolivia Tewaskan 10 Orang dan Lukai Lebih dari 60 Orang, Infrastruktur Pangkalan Rusak 

EtIndonesia.com  Otoritas setempat Bolivia pada Sabtu (5 September) mengatakan bahwa sebuah barak militer di kota Viacha, Bolivia bagian barat, mengalami ledakan yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 60 orang. Ledakan  juga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah, terutama jendela-jendela yang pecah akibat getaran.

Viacha terletak sekitar 30 kilometer sebelah barat daya ibu kota La Paz, dengan jumlah penduduk sekitar 100.000 orang.

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Kepala Dinas Kesehatan Viacha, Rita Nebraska, mengatakan kepada stasiun televisi setempat bahwa insiden tersebut diyakini menyebabkan 10 hingga 15 orang meninggal dunia dan 62 orang terluka. Sebanyak 14 korban luka telah dibawa ke rumah sakit di La Paz, termasuk seorang anak perempuan yang mengalami luka bakar tingkat tiga.

Nebraska mengatakan petugas pemadam kebakaran memperingatkan bahwa masih terdapat sumber panas di lokasi sehingga ada risiko terjadinya ledakan susulan. Karena itu, warga diimbau untuk menjaga jarak setidaknya 150 meter dari lokasi kejadian.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano dalam unggahan di Facebook mengatakan bahwa sedikitnya 58 orang terluka, terdiri dari 52 warga sipil dan sisanya merupakan personel militer.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung dari barak militer yang berada di pusat kota. Menurut laporan, pada awalnya tingkat keparahan tragedi tersebut sempat dikecilkan, sementara laporan resmi mengenai jumlah korban juga belum segera diumumkan. Namun, rekaman tersebut memperlihatkan kondisi yang sangat parah dan penuh keputusasaan di Cuartel Bolívar di Viacha saat kejadian berlangsung.

Ledakan berdampak pada infrastruktur pangkalan militer, gudang, serta rumah-rumah warga di sekitarnya.

Ambulans, tim medis, dan polisi telah bergegas ke lokasi untuk menilai situasi dan membawa para korban luka ke fasilitas kesehatan.

Hingga kini, penyebab ledakan belum dapat dipastikan. Namun, dugaan awal menunjukkan bahwa ledakan terjadi di area penyimpanan bahan kembang api milik Kementerian Pertahanan.

Sumber : NTDTV.com

Aneh dan Mengerikan! Langit Malam Quanzhou, Fujian, Tiongkok Tiba-Tiba Dipenuhi Cahaya Hijau

EtIndonesia.com Topan “Saudel” telah tiga kali mendarat di Zhangzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, dan menyebabkan bencana parah di berbagai wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, langit malam di Quanzhou, Fujian, tiba-tiba tampak dipenuhi area luas berwarna “hijau”. Warganet berkomentar bahwa pemandangan itu sangat menakutkan, bahkan terlihat seperti “alam baka” dalam drama pendek dan terasa sangat menyeramkan.

Sehari sebelumnya, banyak warganet merekam langit malam di Quanzhou, Fujian, yang memperlihatkan area luas dengan cahaya kehijauan, bentuknya menyerupai aurora. Dalam video, seluruh langit tampak berwarna hijau tua. Di tengah kegelapan malam, pemandangan tersebut membuat banyak orang merasa tidak nyaman.

Pemandangan itu juga memicu perbincangan hangat di kalangan warganet:

“Fenomena langit yang aneh, langit Quanzhou tiba-tiba berubah menjadi hijau.”

“Langit tidak berbicara, tetapi menunjukkan sesuatu melalui fenomena.”

“Wow! Benarkah ini!? Sangat menakutkan dan mengejutkan!”

“Adegan seperti ini sering muncul dalam film. Tapi sebenarnya di mana tempatnya? Semakin dipikirkan semakin menyeramkan.”

“Alam baka dalam film juga berwarna seperti ini.”

Ada pula yang mengatakan:

“Ini bahkan lebih menakutkan daripada cahaya merah!”

“Ketika manusia mengalami perubahan aneh, langit pun menunjukkan fenomena yang tidak biasa.”

“Pertanda buruk.”

“Saya tidak tahu, tetapi rasanya tidak terlalu baik. Semoga warga Fujian tetap kuat. Setelah bencana, jagalah kebersihan dan keselamatan diri!”

“Tahun ini memang ditakdirkan menjadi tahun yang tidak biasa. Semoga semuanya tetap aman.”

Menanggapi fenomena tersebut, pada 4 September, seorang staf Perusahaan Pelabuhan Perikanan Pusat Xiangzhi, Kota Shishi, mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa cahaya hijau tersebut sebenarnya berasal dari lampu yang digunakan kapal nelayan untuk menangkap ikan. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian cumi-cumi.

Lampu semacam itu dipasang pada kapal nelayan. Pengoperasiannya bergantung pada jadwal kapal untuk melaut dan melakukan kegiatan penangkapan ikan.

Seorang staf pemerintah Kota Xiangzhi juga mengatakan bahwa cahaya hijau di langit tersebut berasal dari lampu kapal nelayan.

Namun, sejumlah warganet daratan Tiongkok mempertanyakan penjelasan tersebut:

“Pergi menangkap ikan saat topan?”

“Dengan angin kencang dan gelombang besar seperti itu, kapal nelayan mana yang masih pergi melaut?”

“Jadi kapal nelayan hanya menyalakan lampu pada kali ini? Sebelumnya tidak pernah? Apakah sebelumnya mereka tidak menyalakan lampu?”

Topan “Saudel” telah tiga kali mendarat di Tiongkok. Dalam beberapa hari terakhir, topan tersebut membawa angin kencang dan hujan deras ke wilayah pesisir Fujian. Sejumlah waduk besar berturut-turut melakukan pelepasan air, menyebabkan banjir meluas.

Di Putian, Quanzhou, Fuzhou, dan wilayah lainnya, genangan dan banjir perkotaan menjadi sangat parah. Jalan-jalan berubah menjadi seperti sungai, banyak mobil terseret arus, sementara banyak toko dan pabrik mengalami kerugian besar. Banjir juga menghancurkan sejumlah rumah warga di Putian. (***)

Sumber : NTDTV.com

Longsor di Suichuan, Jiangxi, Tiongkok Banyak Orang Tertimbun; Video Rumah Runtuh dan Tanah Longsor Beredar 

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Jiangxi dilanda hujan deras. Pada 4 September, Kabupaten Suichuan, Kota Ji’an, diterjang banjir dan longsor. Tanah longsor terjadi di berbagai tempat, banyak rumah warga tertimbun atau tersapu banjir, sementara listrik dan jaringan komunikasi terputus. Kota Zuo’an di Kabupaten Suichuan termasuk wilayah yang mengalami dampak parah. Banyak warga Suichuan yang bekerja di luar daerah merasa sangat cemas karena tidak dapat menghubungi keluarga mereka.

EtIndonesia.com  Menurut laporan terbaru media daratan Tiongkok, pada pagi 5 September terjadi tanah longsor di Kota Gaoping, Kabupaten Suichuan, Kota Ji’an. Lebih dari 10 orang dilaporkan tertimbun.

Badan Pengendalian Banjir dan Kekeringan Kabupaten Suichuan kemudian menyatakan bahwa sekitar pukul 04.00 pada 5 September, bencana longsor terjadi di kelompok Shixia, Desa Mingkeng, Kota Gaoping. Sebanyak 12 rumah terdampak, dengan 8 rumah hancur total dan 4 lainnya mengalami kerusakan ringan. Hingga saat ini, sedikitnya 1 orang meninggal dunia dan 11 orang masih dinyatakan hilang.

Karena pemerintah Tiongkok selama ini kerap dituding menutupi informasi mengenai bencana, jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan lebih besar daripada angka resmi yang diumumkan.

Pada pukul 11.26 tanggal 4 September, Pusat Pemantauan Hidrologi Provinsi Jiangxi menaikkan peringatan banjir menjadi kuning. Sejumlah bagian sungai di Nanchang, Ji’an, Zhangshu dan wilayah lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan air hingga melampaui batas siaga. Berbagai wilayah Suichuan mengalami tanah longsor dan komunikasi di sejumlah kecamatan terganggu. Beberapa ruas jalan tol Suichuan juga mengalami longsor pada lereng.

Sejumlah video yang diunggah warga menunjukkan bahwa pusat Kabupaten Suichuan dikepung banjir. Tanah longsor terjadi di berbagai wilayah pegunungan, dengan lumpur dan material longsoran mengalir deras dari lereng, sementara sejumlah rumah tersapu dan runtuh.

Seorang warga yang mengetahui kondisi setempat menulis bahwa wilayah pusat Kabupaten Suichuan telah terendam. Di daerah pegunungan, longsor terjadi di banyak tempat, bahkan sebagian lereng gunung runtuh dalam skala besar. Tiang dan kabel listrik tegangan tinggi roboh, listrik padam, dan sinyal telepon seluler juga menghilang sehingga banyak wilayah hampir sepenuhnya terputus dari komunikasi.

Warga tersebut mengatakan bahwa desa-desa mengalami putus komunikasi dan banyak orang tidak dapat menghubungi orang tua mereka selama sehari penuh. Banyak rumah roboh dan jalan amblas. Untungnya, seorang teman berhasil menghubungi warga desa dan memastikan bahwa beberapa orang dalam keadaan selamat. Namun, beberapa rumah di desa lain dilaporkan tertimpa longsoran.

“Situasinya sangat parah. Banyak rumah sudah tidak ada. Tanaman pangan di ladang sebenarnya sebentar lagi bisa dipanen, tetapi sekarang semuanya habis,” tulis warga tersebut. Ia mengatakan hujan terus turun tanpa berhenti, ditambah dengan adanya informasi bahwa bendungan di hulu membuka pintu air.

Warga lainnya mengatakan, “Di Suichuan banjir terjadi di mana-mana, ditambah tanah longsor. Sungai yang biasanya begitu dalam di depan rumah saya sekarang meluap seperti ini, menghanyutkan kebun sayur, kandang ayam, dan jalan. Kami hanya berharap hujan segera berhenti dan air cepat surut.”

Warga lain memperingatkan bahwa Desa Tangbei di Kota Heyuan, Kabupaten Suichuan, hampir seluruhnya mengalami longsor. Risiko seluruh lereng gunung mengalami longsor dinilai sangat tinggi. Beberapa lansia dan penyandang disabilitas juga disebut belum sempat dievakuasi.

Ada pula warga yang mengatakan bahwa banjir di Suichuan naik dengan cepat. Rumah-rumah di daerah rendah telah terendam, air terus naik dan situasinya sangat berbahaya. Beberapa sekolah bahkan sudah terendam banjir, sementara pasokan air dan listrik terputus.

Di Kota Zuo’an, Kabupaten Suichuan, listrik dan air juga dilaporkan terputus, dengan sejumlah rumah dan ruas jalan mengalami keruntuhan.

Banyak warga Suichuan yang bekerja di luar daerah melihat kampung halaman mereka dilanda banjir dan longsor. Karena tidak dapat menghubungi keluarga, mereka ramai-ramai meminta bantuan melalui internet.

Seorang warga mengatakan bahwa hujan deras menyebabkan banjir besar dan longsor terjadi di berbagai tempat. Listrik dan jaringan komunikasi terputus, sementara banyak nomor telepon berada dalam kondisi tidak aktif. Mereka tidak dapat menghubungi anggota keluarga di kampung halaman dan merasa sangat khawatir.

“Sebuah bagian di belakang rumah saya juga longsor. Kemarin pagi ayah saya masih mengatakan bahwa ada rumah di seberang yang langsung runtuh. Saya hanya berharap semua orang selamat. Tetapi sekarang saya juga tidak bisa menghubungi ayah saya, dan listrik di rumah masih belum menyala.”

Warga lainnya berkata, “Longsor di daerah pedesaan sangat parah. Keluarga saya semuanya berada di sana, jadi saya terus merasa cemas. Selama beberapa waktu jaringan dan listrik di kampung terputus sehingga mereka benar-benar kehilangan kontak. Saya menelepon berkali-kali, tetapi tidak ada yang menjawab. Baru pada sore hari tanggal 4, ibu saya akhirnya mengirim pesan bahwa semuanya selamat. Saat itulah saya benar-benar merasa lega.”

“Melihat kampung halaman terkena bencana benar-benar menyayat hati. Ada longsor, ada banjir, listrik dan jaringan komunikasi sudah terputus selama lebih dari belasan jam. Semoga semua orang selamat.”

Seorang warga juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Kota Zuo’an, Kabupaten Suichuan, tempat keluarganya tinggal. “Jalan, listrik, dan jaringan komunikasi semuanya terputus. Lumpur longsor menghancurkan rumah, jalan, lapangan, dan lahan pertanian.”

Banyak warganet turut menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Suichuan.

“Melihatnya membuat hati terasa sangat sedih. Tahun ini terlalu banyak bencana. Hasil kerja keras beberapa generasi bisa lenyap begitu saja.”

“Ya ampun, Fujian parah, Jiangxi juga seperti ini. Sebenarnya ada apa? Tahun ini terasa sangat aneh dan menakutkan.”

Reporter: Li Enzhen, berdasarkan berbagai laporan / Editor: Xia He

ITS Kembali Siapkan Dua Mobil Super Irit untuk Bertarung di Kontes Hemat Energi 2026

SURABAYA — Tim riset kendaraan hemat energi Nogogeni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan taringnya. Dua mobil terbaru mereka, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX, resmi diluncurkan pada Rabu (3/9) dan siap mempertahankan gelar juara di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang akan digelar di Universitas Jember.

Kedua mobil ini diklaim memiliki peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, terutama pada sistem propulsi dan pengurangan bobot kendaraan. Kombinasi keduanya diyakini mampu meminimalkan pembakaran energi dan meningkatkan performa secara keseluruhan.

Dua Mobil, Dua Fokus Berbeda

Menurut Hafiz Diandra Pratama, General Manager Tim Nogogeni ITS, tim membagi fokus pengembangan untuk masing-masing mobil. Nogogeni XI EVO—yang merupakan mobil urban bertenaga listrik—difokuskan pada optimalisasi sistem penggerak dan bobot rangka. Sementara Nogogeni IX, mobil urban berbahan bakar etanol, lebih diutamakan pada optimalisasi sistem penggerak dan efisiensi mesin.

“Kedua mobil ini menawarkan keunggulan yang mencolok dari generasi sebelumnya, baik dari konstruksi engine, sistem penggerak, maupun upaya meminimalisir gesekan pada area tertentu. Dengan rancangan mesin tersebut, losses mobil menjadi lebih sedikit dan efisiensinya meningkat,” papar Hafiz.

Dukungan Penuh dari Kampus

Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni, menegaskan bahwa ITS tidak hanya menyediakan lingkungan akademik yang memadai, tetapi juga dukungan materi dan moral bagi mahasiswanya.

“Mahasiswa dapat termotivasi untuk terus berkompetisi dan mempertahankan prestasi gemilang dari tahun ke tahun,” ujar dosen Departemen Teknik Kelautan ITS tersebut.

Bahkan, setiap juara akan mendapatkan dukungan karier berupa rekomendasi ke berbagai perusahaan mitra kampus. “Hal ini sebagai bentuk apresiasi ITS dengan memastikan bahwa pengalaman berkompetisi memberikan dampak positif bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan,” tambahnya.

Uji Coba di Sirkuit Gelora Bung Tomo

Pembina Tim Nogogeni ITS, Dedy Zulhidayat Noor, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk akses ke sirkuit Gelora Bung Tomo untuk uji coba. Keterbukaan akses ini sangat membantu tim selama proses pengembangan.

“Jadi mahasiswa dapat mengukur performa kendaraan, modifikasi rasio gigi, serta mengevaluasi aspek teknis sebelum turun berlaga,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut.

Target Juara dan Panggung Internasional

Hafiz menyampaikan rasa optimis tim untuk kembali merebut juara pertama pada ajang KMHE tahun ini yang rencananya dilaksanakan pada akhir September atau awal Oktober mendatang.

“Kami sudah siap juara kembali, setelah sukses melakukan serangkaian uji coba dengan peningkatan hasil efisiensi yang signifikan dari tahun lalu,” tegas Hafiz penuh percaya diri.

Tak hanya itu, kedua mobil terbaru ini juga diproyeksikan untuk berlaga di ajang internasional di masa mendatang, salah satunya Shell Eco-marathon (SEM).

Inovasi kendaraan hemat energi Tim Nogogeni ITS ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.


Fakta Cepat Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX

MobilJenisFokus Pengembangan
Nogogeni XI EVOUrban ElectricOptimalisasi sistem penggerak dan bobot rangka
Nogogeni IXUrban EthanolOptimalisasi sistem penggerak dan efisiensi mesin

Perkembangan Baru Perdamaian Rusia-Ukraina, Utusan Khusus Trump Bertemu Putin di Rusia

EtIndonesia.com Proses perdamaian Rusia-Ukraina kembali menunjukkan perkembangan baru. Pada Sabtu (5 September), utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner, mengunjungi Kremlin dan bertemu dengan Vladimir Putin. Kedua pihak kemungkinan akan membahas proposal baru yang diajukan Presiden Trump untuk mengakhiri perang.

Pada saat yang sama, Rusia dan Ukraina sama-sama berkomitmen untuk menghentikan sementara serangan terhadap ibu kota masing-masing selama berlangsungnya perundingan.

“Kami memahami bahwa secara keseluruhan, dia (Presiden Trump) mengambil alih situasi yang sulit. Meskipun demikian, dia tetap berupaya tanpa kenal lelah untuk memberikan kontribusi dalam menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina,” ikar Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Pada Sabtu (5 September), Putin menyambut kedatangan Witkoff dan Kushner di Kremlin serta meminta mereka menyampaikan salamnya kepada Presiden Trump.

Menurut informasi yang diperoleh, setelah bertemu dengan Putin, Witkoff dan Kushner akan terbang ke Ukraina pada Minggu (6 September) untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Untuk mendukung pertemuan itu, Rusia dan Ukraina menyatakan bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap kota tempat berlangsungnya perundingan.

Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan dalam unggahan di platform X pada Sabtu bahwa Ukraina tidak akan melancarkan serangan terhadap Moskow selama berlangsungnya perundingan antara Amerika Serikat dan Rusia.

Kremlin juga mengatakan bahwa mulai Sabtu, Rusia akan menghentikan serangan udara terhadap Kyiv selama tiga hari.

Serangan Rusia Terjadi Menjelang Perundingan

Namun, tepat menjelang perundingan, pada Jumat (4 September), sebuah drone Rusia menyerang markas Dinas Keamanan Ukraina di Kyiv. Asap hitam tebal terlihat membubung di pusat kota.

Serangan tersebut merupakan salah satu serangan terhadap target paling penting di Ukraina dalam rangkaian peningkatan serangan Rusia baru-baru ini.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) merupakan salah satu lembaga utama yang berperan dalam operasi Ukraina terhadap Rusia. Lembaga tersebut bertanggung jawab mengumpulkan intelijen di wilayah Rusia, melakukan serangan jarak jauh terhadap target strategis, termasuk persenjataan perang dan fasilitas energi, serta mengkorganisasi operasi pembunuhan terhadap pejabat tinggi Rusia.

Wali Kota Kyiv mengatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan setidaknya 12 orang terluka.

Olga, seorang direktur museum: “Secara pribadi, sikap masyarakat internasional terhadap perang di Ukraina membuat saya sangat kecewa. Kekecewaan itu begitu besar hingga sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan dan menangkap setiap peluang yang ada.”

Trump Isyaratkan Proposal Baru untuk Mengakhiri Perang

Pada Jumat, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat telah merancang sebuah proposal baru yang diharapkan dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima tahun.

Namun, Trump tidak mengungkapkan rincian mengenai isi proposal tersebut.

Laporan New Tang Dynasty Television oleh Tang Li.

inDrive Hadirkan Fitur Perekaman Suara, Bikin Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman

0

Jakarta – Buat kamu yang sering naik transportasi online, pasti setuju kalau keselamatan adalah hal nomor satu. Nah, kabar baik buat pengguna inDrive! Aplikasi ride-hailing ini kini menghadirkan fitur Voice Recording (Perekaman Suara) yang tersedia di seluruh kota operasional inDrive di Indonesia.

Fitur ini dirancang untuk memberikan rasa aman ekstra, baik buat penumpang maupun pengemudi. Cara kerjanya simpel banget: setelah perjalanan dimulai, fitur ini akan aktif secara otomatis dan merekam percakapan selama perjalanan berlangsung. Jadi, pengguna tidak perlu repot-repot mengatur secara manual—semua berjalan di belakang layar.

Kenapa Fitur Ini Penting?

Keselamatan dalam perjalanan menggunakan transportasi berbasis aplikasi memang penting banget, baik bagi penumpang maupun pengemudi. Dengan adanya Voice Recording, kedua pihak jadi punya tambahan perlindungan selama perjalanan. Fitur ini juga menjadi bagian dari upaya inDrive untuk membangun pengalaman perjalanan yang nggak cuma mudah dan fleksibel, tapi juga mengutamakan rasa aman dan kepercayaan antara pengemudi dan penumpang.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, menjelaskan kalau keselamatan adalah bagian penting dari pengalaman mobilitas yang ingin mereka hadirkan.

“Melalui Voice Recording, kami ingin memberikan lapisan perlindungan tambahan yang sederhana dan mudah digunakan, baik bagi driver maupun penumpang. Kami berharap fitur ini dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus memperkuat rasa saling percaya di dalam ekosistem inDrive,” ujar Rio.

Teknologi Sederhana dengan Manfaat Besar

Yang bikin fitur ini keren adalah kemudahannya. Kamu nggak perlu melakukan pengaturan tambahan—setelah perjalanan dimulai, fitur otomatis aktif. Dengan pendekatan yang simpel ini, inDrive berusaha memastikan fitur keselamatan bisa menjadi bagian dari perjalanan tanpa menambah langkah yang rumit buat pengguna.

Kehadiran Voice Recording juga menunjukkan bagaimana inDrive terus memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan pengguna yang terus berkembang. Keselamatan nggak cuma soal sampai di tujuan, tapi juga bagaimana pengemudi dan penumpang bisa merasa lebih nyaman dan terlindungi selama di perjalanan.

Komitmen Jangka Panjang

Selain menghadirkan fitur berbasis teknologi, inDrive juga terus mengembangkan pendekatan keselamatan melalui berbagai upaya yang melibatkan komunitas driver dan penumpang. Ini semua bagian dari komitmen inDrive untuk membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan saling percaya.

Dengan Voice Recording yang kini tersedia di seluruh kota operasional inDrive di Indonesia, pengguna bisa menikmati tambahan dukungan keselamatan dalam setiap perjalanan. Seperti yang ditekankan inDrive, perjalanan yang baik bukan hanya tentang sampai ke tujuan, tetapi juga memastikan driver dan penumpang merasa aman sepanjang perjalana.

Jadi, buat kamu yang sering pakai inDrive, kini perjalanan jadi lebih tenang. Fitur perekaman suara siap menemani setiap perjalananmu!

Penelitian: Orang yang Rutin Minum Kopi Memiliki Bakteri Usus yang Berbeda dan Dapat Membantu Memperbaiki Suasana Hati

EtIndonesia.com Jika Anda minum kopi setiap pagi, komposisi bakteri dalam usus Anda mungkin sangat berbeda dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Kondisi ini juga kemungkinan dapat membantu memperbaiki suasana hati, bahkan jika kopi yang diminum adalah kopi tanpa kafein.

Para peneliti dari University College Cork di Irlandia ingin memahami bagaimana kopi mempengaruhi sumbu usus-otak (gut-brain axis). Sumbu usus-otak merupakan jalur komunikasi antara otak dan saluran pencernaan, dan bakteri yang hidup di dalam usus memiliki pengaruh besar terhadap jalur tersebut.

Peneliti mengamati 62 orang dewasa sehat di Irlandia dan membaginya menjadi dua kelompok. Separuh peserta mengonsumsi 3–5 cangkir kopi berkafein setiap hari. Selama penelitian, para peneliti memantau fungsi kognitif, suasana hati, tingkat stres, kualitas tidur, respons peradangan, serta komposisi bakteri usus para peserta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan minum kopi dalam jangka panjang memiliki komposisi bakteri usus yang secara signifikan berbeda dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.

Pada peminum kopi, beberapa jenis bakteri ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi, termasuk Lachnospiraceae tertentu dan Eubacterium. Kedua kelompok bakteri tersebut terlibat dalam proses pencernaan, termasuk membantu metabolisme dan daur ulang asam empedu yang berperan dalam pencernaan lemak.

Para ahli menilai bahwa kopi dapat mengubah kondisi fisiologis tubuh dan, dalam banyak kasus, memberikan dampak positif terhadap suasana hati, fungsi kognitif, sistem kekebalan tubuh, serta kesehatan usus.

Perubahan Metabolit

Perbedaan juga ditemukan pada metabolit dalam tubuh kedua kelompok peserta.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang terbiasa minum kopi memiliki kadar sejumlah metabolit yang dianggap bermanfaat bagi kesehatan dalam jumlah lebih tinggi. Di antaranya adalah paraxanthine, yang diketahui memiliki efek neuroprotektif dan antioksidan, serta theophylline, yang dikaitkan dengan aktivitas antiinflamasi dan kemungkinan penurunan risiko penyakit Parkinson.

Penelitian juga menemukan bahwa beberapa metabolit yang berkaitan dengan kopi muncul bersamaan dengan jenis bakteri usus tertentu dan pola kognitif tertentu. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa kopi mempengaruhi otak melalui bakteri usus: kopi mengubah komposisi mikrobiota usus, kemudian bakteri usus menghasilkan senyawa yang dapat membantu memperbaiki suasana hati dan fungsi kognitif.

Douglas Kalman, seorang peneliti nutrisi yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan kepada The Epoch Times, “Kopi dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup, dan hal ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang.”

Salah satu mekanisme yang mungkin terjadi adalah kopi mempengaruhi produksi neurotransmiter melalui mikrobiota usus.

Kita sudah mengetahui bahwa kafein dapat membuat seseorang lebih waspada dengan cara menghambat adenosin. Adenosin merupakan zat yang terus menumpuk di otak dan menyebabkan rasa kantuk. Dengan menghambat adenosin, kafein secara tidak langsung dapat meningkatkan aktivitas neurotransmiter yang berkaitan dengan suasana hati, seperti dopamin dan serotonin.

Temuan tentang Kopi Tanpa Kafein

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah bahwa peserta yang minum kopi tanpa kafein (decaf) juga menunjukkan perubahan serupa pada sejumlah indikator kesehatan usus. Hal ini menunjukkan bahwa efek kopi tersebut mungkin tidak hanya berasal dari kafein.

Selain kafein, kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif, termasuk polifenol dan asam fenolat. Senyawa-senyawa tumbuhan tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Beberapa di antaranya juga dapat menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme usus yang bermanfaat.

Meskipun penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, hasilnya memberikan gambaran yang cukup meyakinkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang tampaknya aman dan sesuai bagi sebagian besar orang dewasa sehat. Bahkan orang yang memilih kopi tanpa kafein juga mungkin mendapatkan sebagian manfaat yang sama.

Namun, para ahli menekankan bahwa meskipun kopi memiliki manfaat, jangan menganggap kopi sebagai suplemen nutrisi untuk kesehatan usus atau otak. Kopi adalah makanan/minuman, bukan obat resep.

Diterjemahkan dari artikel “Coffee Changes Your Gut Microbiome—Even Decaf” yang diterbitkan dalam The Epoch Times edisi bahasa Inggris.

Lebih dari 30 Menu, Cukup Bayar Sekali Makan Sebanyak-banyaknya

0

Mulai 5 September 2026, Palazzo Restaurant di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan SeptemBRUNCH setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Dengan konsep All You Can Eat atau prasmanan sepuasnya, para tamu bisa menikmati lebih dari 30 pilihan menu yang beragam—mulai dari hidangan utama berat, menu pendamping, hingga aneka pencuci mulut (dessert).

Yang membuat SeptemBRUNCH lebih spesial adalah adanya live cooking station—area memasak langsung di hadapan tamu. Di sini, para tamu bisa melihat hidangan diolah secara langsung dan menikmatinya dalam keadaan segar. Ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga soal pengalaman: melihat proses memasak, mencium aroma rempah, dan menikmati hidangan yang baru saja siap saji.

Harga Terjangkau, Pengalaman Mewah

Salah satu daya tarik utama SeptemBRUNCH adalah harganya yang sangat kompetitif. Dengan mulai Rp99.000 nett per orang, pengalaman bersantap di hotel bintang empat ini menjadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. Harga tersebut mencakup akses ke seluruh menu prasmanan dan live cooking station.

Ari Perdana, General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan alternatif kuliner akhir pekan yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

“Melalui SeptemBRUNCH, kami ingin memberikan alternatif pengalaman kuliner akhir pekan bagi masyarakat Surabaya. Tidak hanya menawarkan lebih dari 30 pilihan menu, kami juga menghadirkan live cooking station agar tamu dapat menikmati hidangan yang fresh sekaligus merasakan pengalaman bersantap yang lebih interaktif,” ujarnya.

Testimoni Tamu: Worth It untuk Keluarga dan Teman

Salah satu tamu yang sudah mencicipi SeptemBRUNCH, Asti Damayanti, mengaku terkesan dengan keberagaman menu yang ditawarkan.

“Pilihan menunya cukup banyak dan yang paling saya suka adalah live cooking-nya, karena hidangannya terasa lebih fresh. Ada juga banyak pilihan hidangan manis yang disukai anak-anak, salah satunya pizza brownies. Dengan harga Rp99 ribu, menurut saya ini cukup worth it untuk menikmati brunch santai di hotel bersama keluarga atau teman di akhir pekan,” ujar Asti.

Manfaat Brunch bagi Keseharian

Selain menyenangkan, kebiasaan brunch juga memiliki sisi positif. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, brunch memungkinkan kita untuk tidak terburu-buru di pagi hari, memberi tubuh waktu untuk beristirahat lebih lama, dan memulai akhir pekan dengan suasana yang lebih santai. Tak heran jika konsep ini semakin populer di kalangan anak muda dan keluarga urban.

Bagi Anda yang ingin menikmati pengalaman brunch tanpa repot memasak atau memilih menu, SeptemBRUNCH di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya bisa menjadi pilihan yang menarik. Lokasinya yang strategis di pusat kota, di Jalan Panglima Sudirman, membuatnya mudah diakses. Suasana restoran yang nyaman dan pelayanan yang hangat menjadi pelengkap pengalaman bersantap yang menyenangkan.

Bangladesh Dilanda Wabah Campak Terparah dalam Beberapa Dekade, Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia

EtIndonesia.com  Wabah campak terparah di Bangladesh dalam beberapa dekade terakhir masih terus merebak. Hingga saat ini, hampir 1.000 anak di negara Asia Selatan tersebut telah meninggal akibat penyakit ini. Bangsal-bangsal rumah sakit setempat dipenuhi bayi dan anak-anak yang menderita akibat penyakit itu.

Menurut laporan AFP, data terbaru dari otoritas kesehatan Bangladesh menunjukkan bahwa sejak Maret tahun ini, sedikitnya 986 anak meninggal akibat campak, sementara jumlah kasus yang dicurigai maupun yang telah dikonfirmasi telah mencapai lebih dari 180.000 kasus.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya dapat menyebar melalui udara, percikan pernapasan, atau kontak dengan sekresi dari hidung dan tenggorokan penderita. Saat ini, tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan campak.

Gejala campak yang umum meliputi demam, ruam kulit, pilek atau radang hidung, konjungtivitis (mata merah), dan batuk. Dalam kasus yang lebih parah, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga tengah, pneumonia, atau radang otak (ensefalitis).

Meskipun siapa pun dapat tertular campak, bayi dan anak-anak kecil sangat rentan terhadap penyakit ini.

Bangladesh, yang memiliki populasi sekitar 170 juta jiwa, telah meluncurkan program vaksinasi besar-besaran untuk menghentikan penyebaran wabah. Namun, jumlah kasus campak masih terus meningkat, dengan lebih dari 1.000 kasus suspek dilaporkan setiap hari.

Disadur dari Central News Agency/CNA 

Kapal Perang AS Diserang Rudal, Militer AS Hantam 3 Kapal Tanker Minyak Iran

Setelah kapal perang militer AS diserang rudal oleh Iran, pada Sabtu (5 September), militer AS segera melakukan serangan balasan dengan menghantam tiga kapal tanker minyak Iran. Dua diantaranya dilumpuhkan, sedangkan satu lainnya dihancurkan.

EtIndonesia.com  Militer AS dalam pernyataannya pada Sabtu mengatakan bahwa sebuah kapal induk AS dan sebuah kapal perusak sedang melakukan patroli ketika berhasil menghindari beberapa serangan yang disebut berasal dari Iran dan tidak beralasan. Tidak ada personel militer AS yang terluka.

Setelah itu, militer AS melancarkan serangan balasan. Satu kapal tanker minyak Iran diserang di lepas pantai Pulau Kharg, kapal lainnya dihantam di dekat Jask, sementara sebuah tanker yang sedang tidak mengangkut muatan dihancurkan di Teluk Oman. Militer AS juga merilis video terkait serangan tersebut.

Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal-kapal tanker tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “jaringan bayangan” Iran (shadow network). Jaringan tersebut diduga membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan kelompok-kelompok bersenjata yang menjadi proksinya di Timur Tengah untuk memperoleh dana.

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, mengatakan bahwa militer AS akan melindungi pasukannya dan, jika diperlukan, akan terus menghancurkan armada kapal tanker minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan berada dalam posisi terbuka.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan pada Jumat bahwa Amerika Serikat mungkin akan segera menyerang lokasi yang disebut “Pickaxe Mountain” di Iran. Lokasi tersebut berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang telah mengalami kerusakan parah dan memiliki dua kelompok terowongan bawah tanah.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat mengetahui siapa saja yang beraktivitas di lokasi tersebut dan, jika terjadi masalah, AS akan mengambil tindakan.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat telah membersihkan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, berbagai pihak di Timur Tengah kini sedang membangun jalur pipa minyak baru. Dengan demikian, sekalipun Iran masih menguasai Selat Hormuz di masa depan, arti penting strategis selat tersebut mungkin akan jauh berkurang.

Selain itu, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman telah menyusun rancangan resolusi yang bertujuan mendorong Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membawa masalah nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB. Rancangan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kemungkinan akan dilakukan pemungutan suara pada pekan depan. (***)

Banjir Bandang Nepal: 1.341 Orang Tewas, 6.075 Luka-Luka, 4.996 Hilang 

Banjir besar dan bencana tanah longsor terjadi di perbatasan Nepal–Tibet pada 26 Agustus. Pemerintah Nepal menyebut bencana tersebut sebagai “Tsunami Himalaya”. Desa-desa, jembatan, jalan, dan berbagai infrastruktur tersapu banjir, menyebabkan ratusan hingga ribuan orang tewas dan terluka, serta puluhan ribu orang terdampak secara langsung.

EtIndonesia.com  Hingga pukul 11.00 pada 6 September, menurut data terbaru dari Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal (NDRRMA), jumlah korban tewas akibat bencana banjir telah meningkat menjadi 1.341 orang, sementara 4.996 orang masih hilang dan 13.104 orang telah berhasil diselamatkan.

Hingga pukul 18.00 pada 4 September, media pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa di wilayah Tibet tercatat 31 orang tewas dan 531 orang masih hilang.

Nepal: 1.341 Tewas, 6.075 Luka-Luka, 4.996 Hilang

Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan data terbaru. Hingga pukul 11.00 waktu setempat pada 6 September, jumlah korban tewas meningkat menjadi 1.341 orang, termasuk 98 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga. Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 6.075 orang, sementara 13.104 orang telah diselamatkan.

Jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.996 orang, termasuk 589 warga negara asing. Selain itu, 3.652 orang kini tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.

Badan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa pada hari itu seorang warga negara Tiongkok berhasil diselamatkan dari terowongan audit Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1. Seorang perempuan berusia 64 tahun dari Betravati, Distrik Nomor 10, Kota Bidur, juga berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Nepal: 1.331 Tewas, 5.929 Luka-Luka, Sekitar 5.000 Hilang

Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan bahwa hingga pukul 18.00 waktu setempat pada 5 September, jumlah korban tewas tercatat 1.331 orang, termasuk 98 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga.

Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 5.929 orang, sementara 13.101 orang telah diselamatkan. Sekitar 5.000 orang masih hilang, termasuk 589 warga negara asing. Sebanyak 3.982 orang tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.

Badan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Tiongkok berhasil diselamatkan dari terowongan audit Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1. Seorang perempuan berusia 64 tahun dari Betravati, Distrik Nomor 10, Kota Bidur, juga berhasil diselamatkan.

Warganet Peringatkan: Gletser Mencair, Pegunungan Sedang “Berteriak”

Sebelumnya, seorang warganet bernama Ananda Nepali membagikan sebuah video yang diberi keterangan “Gletser bagian atas di kawasan lubang tumbukan, pukul 08.30, 4 September 2026.”

Video tersebut memperlihatkan sebuah gletser yang sedang mencair. Air lelehan es mengalir perlahan dari tempat yang tinggi, sementara gletser di bagian atas tampak mengalami retakan.

Warganet tersebut menyerukan kepada orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia agar bersama-sama memperhatikan kondisi tersebut.

“Ini sangat menakutkan. Pegunungan Nepal sedang mengirimkan suara peringatan kepada dunia.”

Ia juga menulis:“Jika dunia terus mengabaikan Pegunungan Himalaya, suatu hari nanti semuanya akan terlambat.”

Nepal Kembali Menyelamatkan Satu Orang: Perempuan 60 Tahun Ditemukan di Rumah yang Tertimbun Longsor

Menurut laporan Associated Press (AP), juru bicara militer Nepal pada 5 September mengatakan bahwa seorang perempuan berhasil diselamatkan dari sebuah rumah di Nuwakot yang terdampak banjir. Pejabat mengatakan perempuan tersebut telah dibawa ke Kathmandu.

Sebuah video yang dibagikan akun X Ananda Nepali memperlihatkan seorang ibu berusia 60 tahun yang terjebak di dalam rumahnya di Betravati setelah tertimbun material bencana. Ia akhirnya berhasil diselamatkan oleh Pasukan Polisi Bersenjata Nepal (APF).

Hari ke-11 Operasi Penyelamatan: Militer Nepal Selamatkan Seorang Warga Tiongkok

Militer Nepal mengunggah sebuah video melalui akun resmi mereka di X dan mengatakan bahwa mereka telah menyelamatkan seorang warga negara asing. Pria tersebut mengatakan bahwa dirinya adalah warga negara Tiongkok.

Menurut laporan AP, militer Nepal mengatakan tim penyelamat gabungan yang terdiri dari personel militer Nepal dan para ahli penanggulangan bencana dari Korea Selatan berhasil mengeluarkan pria tersebut dari sebuah terowongan sepanjang 225 meter (sekitar 738 kaki).

Saat ini pria tersebut sedang menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan. Foto-foto menunjukkan bahwa ia dibawa menggunakan helikopter ke rumah sakit, sementara seorang dokter militer memeriksa kondisinya selama penerbangan.

Nepal: 1.344 Tewas, 5.663 Luka-Luka, Sekitar 5.000 Hilang

Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan data terbaru. Hingga pukul 12.00 waktu setempat pada 5 September, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 1.344 orang, termasuk 96 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga.

Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 5.663 orang, sementara 13.098 orang telah diselamatkan.

Jumlah orang yang masih hilang diperkirakan sekitar 5.000 orang, termasuk 589 warga negara asing. Sebanyak 4.627 orang tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.

Data juga menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian awal, kerugian material akibat bencana meliputi:

  • 7.570 rumah pribadi terdampak;
  • 48 bangunan pemerintah terdampak;
  • 18 sekolah terdampak, terdiri dari 11 sekolah yang hancur total dan 7 sekolah yang rusak sebagian;
  • 13 proyek pembangkit listrik tenaga air terdampak.

Jumlah penduduk yang terdampak secara langsung mencapai 32.963 orang.

(Laporan diterjemahkan oleh Jin Hong / Editor: Lin Qing)

Drone Rusia Hantam Markas SBU di Kyiv, Ukraina Balas dengan Serangan Jauh ke Sochi

tIndonesia.com  Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase yang semakin berbahaya. Pada Jumat, 4 September 2026, sebuah drone serang Rusia berhasil menembus pertahanan udara Kyiv dan menghantam salah satu bangunan paling sensitif di ibu kota Ukraina: markas pusat Dinas Keamanan Ukraina atau SBU.

Serangan itu menjadi perhatian besar bukan hanya karena lokasi yang dihantam berada di jantung Kyiv, tetapi juga karena Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan drone tersebut secara khusus diarahkan ke kantor pemimpin SBU.

Gedung SBU berada di Jalan Volodymyrska, tepat di seberang Katedral Santa Sofia, salah satu kawasan bersejarah paling terkenal di pusat Kyiv. Menurut laporan Reuters, ledakan di lokasi tersebut memicu kebakaran dan membuat asap hitam tebal membubung di pusat kota.

Zelenskyy kemudian mengungkapkan bahwa sasaran drone tersebut adalah kantor Oleksandr Poklad, yang saat ini memimpin SBU. Sumber Ukrainska Pravda melaporkan Poklad tidak berada di ruang kerjanya ketika serangan terjadi. Dengan demikian, orang yang diduga menjadi sasaran utama serangan berhasil selamat.

Jumlah korban luka yang dilaporkan sempat berubah seiring pembaruan dari pihak berwenang. Laporan awal menyebut sedikitnya lima orang terluka, sementara pembaruan berikutnya menyebut jumlah korban meningkat. Karena informasi terus berkembang setelah serangan, angka korban berbeda di sejumlah laporan media.

Namun, bagian paling menarik justru muncul dalam pernyataan Zelenskyy setelah serangan.

Presiden Ukraina mengatakan dirinya telah memerintahkan Poklad untuk menyiapkan sebuah respons yang nyata terhadap Rusia—dan, jika memungkinkan, respons itu harus “mencerminkan” serangan yang dilakukan terhadap SBU.

Zelenskyy menegaskan bahwa militer Ukraina akan mendukung operasi tersebut setelah semuanya siap.

Pernyataan itu segera menimbulkan pertanyaan: apakah serangan terhadap markas SBU akan membuka babak baru dalam perang Rusia-Ukraina?

Batas Tak Tertulis Mulai Bergeser

Sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 24 Februari 2022, Moskow dan Kyiv telah berkali-kali saling menyerang jauh di belakang garis depan.

Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke Kyiv. Sebaliknya, Ukraina semakin mampu menerbangkan drone hingga jauh ke wilayah Rusia, termasuk menuju Moskow, pangkalan militer, kilang minyak, depot bahan bakar, dan fasilitas industri pertahanan.

Namun, serangan langsung terhadap kantor pejabat keamanan tertinggi mempunyai dimensi yang berbeda.

Gedung-gedung pemerintah Ukraina selama lebih dari empat setengah tahun perang relatif jarang terkena serangan langsung dibandingkan infrastruktur energi, fasilitas militer dan sasaran lainnya. Karena itulah hantaman terhadap markas SBU dipandang sebagai eskalasi yang signifikan.

Belum ada bukti bahwa serangan tersebut berarti Rusia secara resmi mengadopsi kebijakan baru untuk memburu seluruh pejabat tinggi Ukraina. Namun pernyataan Zelenskyy menunjukkan bahwa Kyiv memandang kejadian tersebut dengan sangat serius.

Terlebih lagi, SBU bukan lembaga biasa.

Badan keamanan tersebut memainkan peranan penting dalam kontraintelijen, operasi khusus, pemberantasan jaringan agen Rusia, serta sejumlah operasi jarak jauh yang ditujukan terhadap kemampuan militer dan ekonomi Rusia.

Dengan demikian, apabila Kyiv benar-benar menjalankan ancaman untuk memberikan respons yang “mencerminkan” serangan tersebut, konsekuensinya dapat melampaui sekadar serangan terhadap sebuah bangunan.

Sochi Terbakar

Menariknya, ketika perhatian dunia tertuju pada asap hitam yang membubung dari markas SBU di Kyiv, serangan drone Ukraina juga dilaporkan menghantam sasaran strategis di Rusia.

Pada 4 September 2026, fasilitas minyak di kawasan Sochi, kota resor terkenal Rusia di pesisir Laut Hitam, menjadi sasaran serangan drone.

Laporan dari kawasan tersebut menunjukkan kebakaran terjadi di fasilitas penyimpanan minyak di wilayah Adler dan Sirius.

ASTRA, dengan merujuk rekaman yang beredar dan analisis geolokasi, melaporkan fasilitas Lukoil-Yugnefteprodukt di Sirius terbakar. Fasilitas Rosneft-Kubannefteprodukt di distrik Adler juga dilaporkan terdampak.

Yang membuat serangan ini semakin menarik adalah keberadaan sistem perlindungan fisik di sekitar fasilitas minyak.

Rusia sebelumnya memasang struktur pelindung, termasuk jaring, untuk mengurangi kemungkinan drone menghantam langsung tangki bahan bakar. Strategi semacam ini digunakan di berbagai fasilitas penting setelah serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia semakin sering terjadi.

Namun perlindungan tersebut ternyata tidak sepenuhnya mampu menghentikan ancaman.

Analisis citra satelit yang dikutip ASTRA menyebut sekitar empat hingga enam tangki bahan bakar di fasilitas Lukoil-Yugnefteprodukt mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Jaring perlindungan yang dipasang di sekitar fasilitas tidak mampu mencegah kerusakan.

Pemandangan fasilitas minyak yang terbakar kembali memperlihatkan bagaimana perang drone telah mengubah medan pertempuran Rusia-Ukraina.

Dari Ratusan Menjadi Ribuan Kilometer

Pada awal perang, salah satu keuntungan terbesar Rusia adalah kedalaman geografisnya.

Fasilitas strategis yang berada ratusan atau bahkan ribuan kilometer dari perbatasan Ukraina dahulu dianggap relatif aman dari serangan langsung.

Keadaan itu kini berubah.

Ukraina secara bertahap mengembangkan berbagai drone serang jarak jauh yang memungkinkan Kyiv menyerang kilang minyak, depot bahan bakar, pangkalan udara dan fasilitas industri militer jauh di dalam Rusia.

Perubahan tersebut mempunyai arti strategis.

Ukraina tidak harus menghancurkan seluruh industri energi Rusia untuk menimbulkan tekanan. Serangan berulang dapat memaksa Rusia mengalihkan sistem pertahanan udara dari garis depan untuk melindungi fasilitas di wilayah belakang, memperbaiki instalasi yang rusak, membangun perlindungan tambahan, serta menanggung gangguan operasional.

Pada saat yang sama, Rusia juga terus meningkatkan kemampuan drone serangnya.

Sejumlah analisis terhadap serangan 4 September menunjukkan drone yang menghantam markas SBU kemungkinan merupakan varian Geran yang lebih canggih. Penasihat teknologi pertahanan Ukraina Serhiy “Flash” Beskrestnov mengatakan puing yang diperiksa menunjukkan drone tersebut adalah Geran-4 bertenaga jet. Menurutnya, dua drone terbang dari wilayah Donetsk yang diduduki menuju Kyiv pada ketinggian lebih dari tujuh kilometer.

Artinya, kedua negara kini bukan hanya memperbanyak drone, tetapi juga berlomba meningkatkan jangkauan, kecepatan, navigasi dan kemampuan menembus pertahanan udara.

Perang Memasuki Babak yang Semakin Berbahaya

Serangan terhadap markas SBU dan kebakaran fasilitas minyak di Sochi memperlihatkan satu perubahan besar dalam perang ini.

Garis depan tidak lagi menjadi satu-satunya medan pertempuran.

Kyiv, Sochi, Moskow, pangkalan udara, depot bahan bakar, kilang minyak hingga pusat komando yang berada jauh dari parit-parit pertempuran kini dapat menjadi bagian dari perang.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pernyataan Zelenskyy bahwa Ukraina akan menyiapkan respons yang, jika memungkinkan, serupa dengan serangan terhadap SBU.

Belum diketahui apa bentuk operasi tersebut, kapan akan dilakukan, atau sasaran apa yang akan dipilih.

Tetapi satu hal semakin jelas.

Serangan 4 September 2026 bukan hanya persoalan sebuah drone yang menghantam sebuah gedung di pusat Kyiv. Insiden tersebut menunjukkan bahwa kemampuan serangan presisi jarak jauh kedua pihak terus berkembang—dan batas mengenai sasaran apa yang dianggap terlalu sensitif untuk disentuh dalam perang ini semakin kabur.

Jika pola serangan dan pembalasan terus meningkat, maka perang Rusia-Ukraina dapat memasuki tahap ketika bukan hanya pangkalan militer dan infrastruktur energi yang berada dalam bahaya.

Pusat-pusat komando dan pejabat keamanan tingkat tinggi pun berpotensi semakin terbuka menjadi sasaran.

Dan ketika batas itu benar-benar hilang, risiko eskalasi berikutnya dapat menjadi jauh lebih sulit dikendalikan. (***)

20 Tahun Dibangun Iran, Benteng Bawah Tanah Hizbullah Akhirnya Jatuh ke Tangan Israel!

EtIndonesia.com — Israel kembali meningkatkan tekanan terhadap jaringan kelompok bersenjata yang didukung Iran di Timur Tengah. Dalam waktu hampir bersamaan, militer Israel mengumumkan keberhasilan operasi besar terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan, sementara pasukan keamanan Israel menangkap hidup-hidup seorang pejabat senior keamanan Hamas di Kota Gaza.

Rangkaian operasi tersebut kemudian disusul pernyataan keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 3 September 2026, ketika ia secara terbuka mengatakan bahwa menggulingkan pemerintahan Iran kini menjadi salah satu misi utama yang masih berada di hadapan Israel.

Perkembangan paling mencolok terjadi di Punggungan Ali al-Taher, sebuah kawasan strategis di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan.

Pada 3 September, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengumumkan bahwa pasukan Divisi ke-36 telah memperoleh apa yang disebutnya sebagai “kendali operasional” atas kawasan tersebut, baik di permukaan maupun terhadap jaringan bawah tanah Hizbullah.

Ali al-Taher bukan sekadar rangkaian perbukitan biasa. Kawasan yang berada sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel tersebut memiliki ketinggian sekitar 600 meter dan memberikan posisi pengamatan strategis terhadap sebagian Lebanon selatan. Dari kawasan ini, Hizbullah juga dinilai memiliki posisi yang memungkinkan serangan terhadap pasukan Israel dan permukiman di Israel utara.

Namun nilai strategis Ali al-Taher ternyata tidak hanya berada di permukaannya.

Menurut IDF, di bawah kawasan tersebut terdapat kompleks bawah tanah Hizbullah yang dibangun selama sekitar dua dekade dengan perencanaan dan pendanaan dari Iran.

Di dalam jaringan itu terdapat fasilitas yang memungkinkan para petempur bertahan dalam waktu lama, termasuk pusat komando, ruang penyimpanan senjata, generator listrik, tempat tinggal, kamar mandi, dan dapur. Infrastruktur tersebut pada dasarnya dirancang sebagai fasilitas militer bawah tanah yang dapat terus beroperasi meskipun kawasan di atasnya mendapat tekanan militer.

Operasi untuk menguasai kawasan ini sebenarnya tidak berlangsung hanya dalam satu malam.

Menurut laporan Institute for the Study of War, pasukan Israel telah mengepung dan mengisolasi posisi Hizbullah di Ali al-Taher sejak akhir Juni 2026. Dalam beberapa pekan berikutnya, IDF melakukan serangkaian penyergapan, serangan terhadap pintu masuk terowongan, serta menggunakan tembakan, granat, drone dan serangan udara untuk menekan pasukan Hizbullah yang bertahan di dalam kompleks.

Pada 3 September, IDF akhirnya mengumumkan bahwa dua jalur bawah tanah utama telah dibersihkan. Sejumlah anggota Hizbullah diklaim tewas, sementara lainnya melarikan diri.

Setelah proses pembersihan selesai, unit militer Israel mulai melakukan penghancuran terhadap fasilitas bawah tanah tersebut. Namun, sejauh mana Israel benar-benar menguasai seluruh jaringan terowongan masih sulit diverifikasi secara independen. Seorang pejabat militer Lebanon mengatakan Israel mengendalikan pintu-pintu masuk di sisi selatan dan mengawasi bagian utara menggunakan drone, tetapi kedalaman penetrasi Israel ke keseluruhan kompleks belum dapat dipastikan.

Situasi menjadi semakin penting karena Iran sebelumnya dilaporkan telah memperingatkan Amerika Serikat agar Israel tidak melakukan serangan besar terhadap Ali al-Taher.

Menurut Reuters, pesan tersebut disampaikan melalui Oman pada pertengahan Agustus 2026. Teheran disebut memperingatkan bahwa serangan Israel berskala penuh terhadap posisi tersebut dapat memicu pembalasan besar Iran terhadap Israel.

Dengan demikian, pengumuman keberhasilan operasi Israel pada 3 September memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar perebutan sebuah punggungan di Lebanon selatan.

Ali al-Taher telah berkembang menjadi simbol perebutan pengaruh antara Israel, Hizbullah, dan Iran.

Israel Tangkap Kepala Keamanan Internal Hamas

Pada saat hampir bersamaan, Israel juga memperoleh keberhasilan intelijen penting di Jalur Gaza.

Pada 1 September 2026, IDF dan badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengonfirmasi penangkapan Muein al-Arabid, kepala aparat keamanan internal Hamas di Jalur Gaza.

Operasi tersebut berlangsung di Kota Gaza dan menjadi salah satu operasi penangkapan pejabat tinggi Hamas paling menonjol dalam beberapa waktu terakhir.

Netanyahu menyebut al-Arabid sebagai salah satu tokoh senior Hamas.

Menurut Israel, al-Arabid memiliki tanggung jawab dalam menyembunyikan dan memindahkan sandera Israel, melindungi pejabat senior Hamas, membantu pembangunan kembali kemampuan kelompok tersebut, serta berupaya memulihkan struktur pemerintahan Hamas di Gaza.

Israel juga menuduhnya terlibat dalam upaya menyerang pasukan dan warga Israel.

Yang membuat operasi tersebut sangat bernilai bagi Israel adalah keputusan untuk menangkap al-Arabid hidup-hidup.

Sebagai kepala keamanan internal Hamas, ia berpotensi memiliki pengetahuan mengenai struktur keamanan kelompok tersebut, jaringan personel, operasi kontraintelijen, lokasi pejabat penting, hingga upaya Hamas membangun kembali kemampuannya.

Ketika mengunjungi posisi IDF di Gaza pada 2 September, Netanyahu secara terbuka menyinggung penangkapan tersebut dan mengatakan Israel kemungkinan akan “mempelajari beberapa hal” dari pejabat Hamas yang ditangkap itu.

Netanyahu: Pemerintahan Iran “Dalam Jangkauan”

Puncak dari rangkaian perkembangan ini terjadi pada 3 September 2026.

Dalam acara menjelang Rosh Hashanah bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dan para anggota Forum Staf Umum IDF di kompleks Kirya, Tel Aviv, Netanyahu menyampaikan salah satu pernyataan paling tegasnya mengenai masa depan pemerintahan Iran.

Netanyahu mengatakan pemerintah Iran saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih lemah dibandingkan sebelumnya dan sedang berjuang mempertahankan kelangsungannya.

Ia kemudian menyatakan keyakinannya bahwa Israel memiliki kemampuan untuk menghilangkan ancaman Iran “sekali dan untuk selamanya”, yang menurut Netanyahu berarti menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Netanyahu bahkan menyebut tujuan tersebut sebagai misi utama yang masih berada di hadapan Israel dan mengatakan bahwa target itu kini “dekat”, “bukan sesuatu yang mustahil”, serta sudah “dalam jangkauan”.

Pesannya kemudian semakin keras.

Netanyahu memperingatkan musuh-musuh Israel agar tidak mencoba menguji kekuatan negaranya. Ia menegaskan bahwa Israel memiliki kekuatan militer, tekad, serta persatuan internal untuk menghadapi mereka.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara toast menjelang Tahun Baru Yahudi, bukan pengumuman resmi mengenai dimulainya operasi baru terhadap Iran. Karena itu, ucapan Netanyahu tidak dengan sendirinya berarti Israel telah memutuskan melancarkan operasi untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Namun konteks waktunya sulit diabaikan.

Dalam kurun hanya beberapa hari, Israel mengumumkan keberhasilan merebut posisi strategis Hizbullah yang dibangun selama sekitar dua dekade dengan dukungan Iran, menangkap salah satu pejabat keamanan terpenting Hamas hidup-hidup, dan kemudian secara terbuka menyebut perubahan pemerintahan di Teheran sebagai tujuan yang sudah “dalam jangkauan”.

Semua itu menunjukkan satu perkembangan penting: fokus strategis Israel tampaknya tidak lagi terbatas pada menghadapi Hamas di Gaza atau Hizbullah di Lebanon.

Bagi pemerintahan Netanyahu, seluruh medan tersebut semakin dipandang sebagai bagian dari konfrontasi yang lebih besar dengan Iran sebagai pusat kekuatan regional yang mendukung berbagai kelompok bersenjata yang berhadapan dengan Israel.

Karena itulah, jatuhnya Ali al-Taher mungkin bukan sekadar cerita tentang sebuah punggungan di Lebanon selatan.

Dalam persaingan strategis Israel-Iran, kawasan tersebut kini menjadi simbol bahwa infrastruktur yang dibangun selama puluhan tahun dan dianggap penting bagi pertahanan Hizbullah tetap dapat menjadi sasaran operasi Israel.

Pertanyaan berikutnya jauh lebih besar: apakah operasi Ali al-Taher akan berhenti sebagai kemenangan taktis Israel di Lebanon, atau justru menjadi salah satu tanda bahwa babak konfrontasi yang lebih berbahaya antara Israel dan Iran sedang mendekat?

Iran Makin Terjepit! Jalur Uang Dipersempit, Korea Selatan Mulai Siapkan Opsi Militer di Selat Hormuz

EtIndonesia.com Tekanan internasional terhadap Iran memasuki babak baru pada awal September 2026. Teheran kini tidak hanya menghadapi tekanan militer di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, tetapi juga menghadapi upaya yang semakin serius untuk mempersempit ruang geraknya dalam sistem keuangan dan perdagangan internasional.

Perkembangan tersebut berlangsung melalui dua jalur yang berbeda, tetapi saling berkaitan.

Di satu sisi, Amerika Serikat berusaha memperketat tekanan ekonomi dengan membatasi akses Iran terhadap perbankan, perdagangan minyak, teknologi, aset digital, emas, hingga industri penerbangan dan pelayaran. Di sisi lain, meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai mendorong sejumlah negara yang sangat bergantung pada energi Timur Tengah untuk mempertimbangkan keterlibatan keamanan yang lebih besar.

Salah satu negara yang mulai mengambil langkah serius adalah Korea Selatan.

Washington Memperluas Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Perkembangan penting terjadi setelah pertemuan para menteri keuangan G20 di Asheville, North Carolina, Amerika Serikat, pada awal September 2026.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Washington mendapatkan dukungan luas dari sejumlah mitra internasional untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Pada 1 September 2026, Bessent bahkan menyatakan pemerintah Amerika Serikat berencana mengumumkan sanksi terhadap bank yang dianggap terlibat dalam transaksi Iran, disusul kemungkinan sanksi terhadap bank lainnya pada pekan berikutnya.

Menurut Bessent, Washington juga telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah mitra, termasuk Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Tujuan Washington cukup jelas: mempersempit kemampuan Iran memperoleh mata uang asing sekaligus mempersulit lembaga, perusahaan, ataupun negara ketiga yang membantu Teheran mempertahankan hubungan dengan sistem keuangan internasional.

Pada 2 September 2026, Bessent kembali menegaskan bahwa sasaran tekanan Amerika Serikat tidak terbatas pada sektor perbankan.

Washington juga mempertimbangkan tindakan terhadap industri penerbangan, perusahaan penyewaan pesawat, sektor maritim, serta transaksi yang menggunakan aset digital. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menutup jalur alternatif yang dinilai dapat digunakan Iran dalam menghindari sanksi konvensional.

Artinya, tekanan yang sedang dibangun tidak lagi hanya diarahkan terhadap penjualan minyak Iran.

Sasaran yang lebih luas mencakup akses terhadap teknologi maju, elektronik, emas, aset keuangan, transportasi laut, penerbangan, dan jaringan pembayaran internasional.

Posisi Eropa Perlu Dilihat dengan Hati-Hati

Bessent kemudian menyatakan Uni Eropa telah bergabung dalam kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran.

Namun, hingga 4 September 2026, terdapat perbedaan penting antara pernyataan Washington dan posisi resmi yang benar-benar diumumkan Brussel.

Uni Eropa memang memberikan dukungan terhadap peningkatan tekanan ekonomi kepada Iran. Akan tetapi, dukungan tersebut belum berarti seluruh negara anggota Uni Eropa secara resmi mengadopsi kampanye Amerika Serikat beserta seluruh mekanisme sanksi sekundernya.

Perbedaan ini sangat penting.

Jika Uni Eropa pada akhirnya menerapkan langkah yang setara dengan Amerika Serikat, konsekuensinya terhadap Iran dapat menjadi jauh lebih berat karena perusahaan, bank, eksportir, serta jaringan perdagangan Eropa akan menghadapi pembatasan yang lebih ketat dalam berhubungan dengan entitas Iran.

Namun keputusan seperti itu memerlukan proses politik tersendiri di dalam Uni Eropa.

Dengan demikian, perkembangan hingga awal September menunjukkan bahwa Washington berhasil mendapatkan dukungan politik yang semakin besar, tetapi pembentukan rezim sanksi bersama AS-Eropa yang sepenuhnya terintegrasi masih belum dapat dianggap selesai.

Korea Selatan Mulai Menghitung Risiko Hormuz

Pada saat tekanan ekonomi meningkat, persoalan lain muncul ribuan kilometer di sebelah timur Iran.

Korea Selatan mulai mempertimbangkan bagaimana negara tersebut harus merespons ketidakstabilan di Selat Hormuz.

Pada 3-4 September 2026, muncul laporan bahwa pemerintah dan militer Korea Selatan sedang mengevaluasi sejumlah pilihan untuk membantu menjaga kebebasan navigasi di jalur tersebut.

Bagi Seoul, persoalan Hormuz bukan sekadar konflik geopolitik yang terjadi jauh dari Semenanjung Korea.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting bagi perekonomian Korea Selatan.

Lebih dari 60 persen impor minyak mentah Korea Selatan bergantung pada pasokan yang melewati kawasan tersebut. Data yang dikutip dalam laporan terbaru menyebut sekitar 61 persen impor minyak mentah dan 54 persen impor nafta Korea Selatan pada tahun sebelumnya melewati Selat Hormuz.

Karena itu, gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap pasokan energi, industri petrokimia, biaya transportasi, hingga inflasi domestik Korea Selatan.

Pesawat Patroli, Kapal Logistik hingga Penyapu Ranjau

Sejumlah laporan media Korea Selatan menyebut beberapa pilihan militer telah dipelajari.

Di antaranya adalah kemungkinan mengirim pesawat patroli maritim, kapal pendukung logistik Angkatan Laut, serta unit yang memiliki kemampuan mendeteksi dan membersihkan ranjau laut.

Kemampuan pembersihan ranjau menjadi sangat penting karena ranjau merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap jalur pelayaran yang sempit seperti Selat Hormuz.

Bahkan tanpa menenggelamkan banyak kapal, keberadaan ranjau atau ancaman bahwa suatu kawasan telah dipasangi ranjau dapat membuat perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi menaikkan biaya secara drastis.

Pesawat patroli maritim, sementara itu, dapat digunakan untuk melakukan pengawasan dari udara, mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta membantu memberikan gambaran situasi kepada kapal-kapal yang beroperasi di kawasan tersebut.

Kapal pendukung logistik dapat berfungsi mempertahankan operasi armada dalam waktu lebih lama tanpa harus terus kembali ke pangkalan.

Namun pemerintah Korea Selatan menegaskan hingga 4 September 2026 bahwa keputusan final belum dibuat.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan Seoul memang sedang membahas berbagai cara praktis untuk berkontribusi terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz, tetapi laporan bahwa pemerintah telah memutuskan pengerahan pasukan dianggap terlalu jauh.

Dengan kata lain, Korea Selatan berada pada tahap persiapan dan evaluasi, bukan pada tahap pengerahan final.

Iran Menghadapi Tekanan dari Dua Arah

Perkembangan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Iran semakin kompleks.

Tekanan ekonomi berusaha mengurangi kemampuan Teheran memperoleh devisa, mengakses teknologi, mempertahankan perdagangan internasional, dan menggunakan jaringan keuangan negara ketiga.

Pada saat yang sama, peningkatan kehadiran dan koordinasi keamanan maritim berpotensi mengurangi kemampuan Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan strategis terhadap negara-negara lain.

Dampaknya sudah mulai terasa.

Laporan Reuters pada 2 September 2026 menyebut blokade dan konflik di sekitar Hormuz telah menekan ekspor minyak Iran secara tajam, dari sekitar dua juta barel per hari menjadi sekitar 240.000 barel per hari.

Jika tekanan keuangan Amerika Serikat terus diperketat, dukungan Eropa berkembang menjadi tindakan konkret, dan lebih banyak negara pengimpor energi ikut mendukung operasi keamanan maritim, maka ruang gerak ekonomi Iran dapat semakin menyempit.

Bagi Teheran, persoalannya bukan lagi hanya bagaimana menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat.

Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah berapa lama Iran mampu mempertahankan perekonomiannya apabila akses terhadap pendapatan minyak, jaringan perbankan, teknologi, perdagangan internasional, dan jalur pelayaran semuanya berada di bawah tekanan secara bersamaan.

Sementara bagi negara-negara seperti Korea Selatan, pertimbangannya juga tidak sederhana.

Mereka harus menjaga hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dan melindungi jalur energi yang sangat vital, tetapi pada saat bersamaan berusaha menghindari keterlibatan langsung yang dapat menyeret mereka semakin dalam ke dalam konflik.

Karena itulah Selat Hormuz kini bukan lagi sekadar titik sempit di peta Timur Tengah.

Pada awal September 2026, kawasan tersebut telah berkembang menjadi salah satu titik pertemuan paling sensitif antara kepentingan militer, energi, perdagangan, dan keuangan dunia—dan setiap peningkatan ketegangan di sana berpotensi memberikan dampak yang jauh melampaui perbatasan Iran. (***)

Iran Nekat Tembakkan Rudal ke Kapal Induk AS—Tak Satu Pun Kena, 3 Tanker Langsung Jadi Sasaran!

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah terjadi pertukaran serangan di perairan sekitar Iran pada Sabtu, 5 September 2026.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang beroperasi di kawasan tersebut. Namun menurut Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, serangan itu tidak berhasil mengenai kapal-kapal yang menjadi sasaran.

Beberapa saat kemudian, Washington memberikan balasan yang langsung menyasar salah satu sektor paling sensitif bagi Iran: jaringan transportasi minyaknya.

Militer Amerika Serikat menyerang tiga kapal tanker minyak mentah yang dikaitkan dengan jaringan Iran. Insiden tersebut memperlihatkan bahwa konfrontasi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz kini bukan hanya berkaitan dengan kekuatan militer, tetapi juga semakin menyentuh urat nadi ekonomi dan ekspor energi Iran.

Menurut CENTCOM, serangan bermula ketika IRGC menembakkan rudal balistik menuju dua kapal Angkatan Laut AS yang sedang berpatroli di perairan regional pada 5 September.

Kedua kapal tersebut disebut terdiri atas sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak berpeluru kendali.

Kapal induk yang saat ini menjadi bagian penting dari kekuatan Amerika Serikat di kawasan adalah USS Abraham Lincoln, yang telah beroperasi di wilayah tanggung jawab CENTCOM bersama kelompok tempurnya.

CENTCOM menyatakan kapal-kapal Amerika berhasil menghindari beberapa serangan Iran. Tidak ada personel Amerika Serikat yang dilaporkan tewas ataupun terluka dalam insiden tersebut.

Kegagalan rudal Iran mengenai sasaran kemudian diikuti respons militer Amerika Serikat.

Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak mentah yang disebut berkaitan dengan jaringan transportasi minyak Iran. Washington menilai jaringan kapal tersebut memiliki nilai strategis karena perdagangan minyak menjadi salah satu sumber pemasukan penting bagi Iran di tengah tekanan ekonomi dan pembatasan terhadap ekspornya.

Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah tanker Donnie, yang diserang di sekitar Pulau Kharg.

Lokasi ini sangat sensitif.

Pulau Kharg merupakan salah satu pusat terpenting dalam infrastruktur ekspor minyak Iran. Karena itu, setiap aktivitas militer di sekitar kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi dan jalur pelayaran di Teluk Persia.

Kapal berikutnya adalah Stark I, yang diserang di perairan dekat Jask, wilayah pesisir strategis Iran yang berada tidak jauh dari jalur keluar-masuk Selat Hormuz.

Sementara itu, kapal ketiga diserang dalam operasi terpisah di kawasan Teluk Oman.

Menurut keterangan yang beredar mengenai operasi tersebut, kapal tanker itu dalam kondisi kosong ketika menjadi sasaran. Awak kapal terlebih dahulu diperintahkan meninggalkan kapal sebelum pasukan Amerika menyerang sejumlah bagian vital untuk membuat kapal tersebut tidak lagi mampu beroperasi.

Washington menggambarkan ketiga kapal itu sebagai bagian dari jaringan transportasi minyak yang digunakan untuk menopang kepentingan Iran dan IRGC.

Dengan demikian, sasaran serangan balasan Amerika tampaknya bukan dipilih secara acak.

Jika Iran berusaha menyerang aset militer Amerika Serikat, Washington ingin menunjukkan bahwa konsekuensinya dapat diarahkan kepada aset ekonomi yang dianggap mendukung kemampuan Iran mempertahankan operasi militernya.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, sebelumnya juga berulang kali menegaskan bahwa militer Amerika Serikat akan mempertahankan pasukannya sekaligus melindungi jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz.

Konfrontasi pada 5 September menunjukkan bagaimana strategi tersebut kini dapat berkembang menjadi serangan langsung terhadap kapal-kapal yang dianggap memiliki hubungan dengan jaringan minyak Iran.

Yang menarik, muncul pula rekaman yang memperlihatkan apa yang terjadi beberapa saat sebelum salah satu tanker diserang.

Video yang diperoleh Iran International disebut direkam dari sebuah kapal yang berada di dekat lokasi Stark I.

Dalam rekaman tersebut terdengar komunikasi radio antara pihak militer Amerika Serikat dan kapal tanker.

Peringatan pertama menyatakan bahwa pasukan AS bersiap menyerang bagian buritan Stark I. Awak kapal kemudian diberi waktu sekitar tiga menit untuk meninggalkan bagian tersebut.

Situasi semakin menegangkan ketika batas waktu yang diberikan kemudian dipersingkat.

Awak kapal diminta segera menjauh dari area yang akan menjadi sasaran. Dalam peringatan berikutnya, mereka diperintahkan menaiki sekoci dan meninggalkan kapal.

Rekaman itu juga menangkap percakapan di antara awak menggunakan bahasa Persia dan Urdu.

Di tengah situasi yang sangat genting tersebut, terdengar seseorang menanyakan keberadaan kapten kapal.

Jawaban yang terdengar justru tidak terduga: sang kapten disebut masih tidur.

Terlepas dari percakapan tersebut, rangkaian peringatan radio menjadi bagian penting dari insiden ini karena menunjukkan bahwa setidaknya dalam serangan terhadap Stark I, militer Amerika Serikat berupaya memberi kesempatan kepada awak untuk menjauh sebelum serangan dilancarkan.

Pertukaran serangan pada 5 September 2026 sekaligus menandai babak baru dalam eskalasi Amerika Serikat-Iran.

Konfrontasi kali ini bukan sekadar perang rudal.

Pertarungan semakin bergeser menuju penguasaan jalur laut, perlindungan kapal perang, keamanan kapal komersial, serta kemampuan Iran mempertahankan jaringan ekspor minyaknya.

Selat Hormuz memiliki arti yang sangat besar karena menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia. Karena itu, setiap bentrokan yang melibatkan kapal perang, tanker minyak, rudal dan operasi militer di kawasan tersebut dapat memberikan dampak jauh melampaui hubungan Washington dan Teheran.

Pasar energi pun kembali memperhatikan perkembangan ini dengan serius. Reuters melaporkan harga minyak Brent bergerak naik di tengah kekhawatiran bahwa eskalasi baru dapat kembali mengganggu pasokan energi.

Bagi Iran, serangan terhadap kapal-kapal tanker juga membawa persoalan yang lebih luas.

Jika Amerika Serikat terus menghubungkan setiap serangan terhadap pasukannya dengan pembalasan terhadap jaringan transportasi minyak Iran, maka Teheran menghadapi dilema yang semakin sulit.

Setiap upaya memberikan tekanan militer kepada Washington berpotensi dibalas bukan hanya terhadap fasilitas atau kekuatan militer Iran, tetapi juga terhadap aset yang memiliki nilai ekonomi.

Sebaliknya, serangan terhadap kapal-kapal minyak juga meningkatkan risiko salah perhitungan.

Semakin banyak kapal perang, pesawat tempur, rudal dan kapal komersial beroperasi dalam ruang yang sama, semakin besar kemungkinan sebuah insiden berkembang menjadi konfrontasi yang jauh lebih luas.

Untuk saat ini, satu hal terlihat jelas.

Serangan rudal Iran pada 5 September gagal menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat menurut CENTCOM, tetapi balasan Washington justru membawa pertempuran semakin dekat ke jaringan transportasi minyak Iran.

Dan ketika kapal tanker mulai menjadi sasaran langsung dalam konflik, pertarungan Amerika Serikat dan Iran tidak lagi hanya berlangsung di medan militer.

Pertarungan itu kini semakin dekat dengan salah satu titik paling sensitif bagi perekonomian dunia: jalur minyak di Teluk Persia dan Selat Hormuz. (***)