AS dan Australia Gelontorkan Rp 10,22 Triliun  untuk Mendukung Negara-Negara Kepulauan Pasifik, Hadapi Pengaruh PKT

Pada 3 September, Amerika Serikat dan Australia mengumumkan akan bersama-sama mengucurkan sekitar US$580 juta atau Rp 10,22 Triliun untuk membantu negara-negara kepulauan Pasifik memperkuat sektor energi, infrastruktur, dan keamanan maritim. Menghadapi pengaruh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang terus meluas di kawasan Pasifik, AS dan Australia juga meningkatkan dukungan mereka untuk menyeimbangkan pengaruh regional Beijing.

EtIndonesia.com  Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum) ke-55 digelar di Palau, salah satu negara di kawasan Pasifik. Beberapa hari lalu, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengumumkan dalam forum tersebut bahwa Amerika Serikat akan memberikan lebih dari US$150 juta kepada negara-negara kepulauan Pasifik.

 Dari jumlah tersebut, US$60 juta dialokasikan untuk keamanan energi, guna membantu negara-negara kepulauan memperbesar kapasitas penyimpanan bahan bakar dan menjaga kestabilan jaringan listrik.

Departemen Luar Negeri AS pada 3 September menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, pemerintah AS memprioritaskan diplomasi komersial dan sedang menyesuaikan kembali program bantuan luar negerinya di kawasan Pasifik.

Australia hari ini juga mengumumkan akan menggelontorkan US$430 juta untuk mendukung inisiatif keamanan maritim yang dipimpin oleh negara-negara Pasifik serta memberantas perdagangan narkoba ilegal yang semakin serius.

“Hari ini saya mengumumkan bahwa Australia akan menyediakan paket bantuan senilai US$430 juta. Paket ini mencakup berbagai langkah, seperti memperkuat pengawasan udara dan memberikan lebih banyak pelatihan bagi kepolisian di kawasan,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. 

Selain itu, Taiwan juga diundang untuk menghadiri Forum Kepulauan Pasifik tahun ini. Utusan khusus PKT untuk urusan negara-negara kepulauan Pasifik, Qian Bo, mengeluarkan ancaman terkait hal tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan itu “pasti akan memiliki konsekuensi.”

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberikan tanggapan tegas. Ia mengatakan bahwa negara-negara kepulauan Pasifik memiliki hak untuk menentukan sendiri urusan regional mereka. Ia juga mengecam uji coba rudal balistik antarbenua oleh PKT di perairan Pasifik pada Juli.

“Terkait uji coba rudal balistik oleh Tiongkok, kami sudah menyatakan dengan sangat jelas bahwa hal itu tidak dapat diterima. Ini bukan tindakan seorang teman, melainkan tindakan provokatif dan tidak pantas,” ujarnya. 

Menteri Luar Negeri Republik Tiongkok (Taiwan), Lin Chia-lung, juga membalas pernyataan utusan PKT tersebut. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang diundang ke sebuah pesta, ia seharusnya menghormati pengaturan yang dibuat oleh tuan rumah. Namun, menurutnya, setiap kali PKT menghadiri sebuah “pesta”, PKT justru menganggap dirinya sebagai tuan rumah dan merusak seluruh suasana pesta.

“PKT akan terus menuntut lebih banyak jika diberi kesempatan. Karena itu, ada hal-hal yang merupakan garis batas kita. Kita harus memberi tahu PKT bahwa mereka harus mematuhi tatanan internasional yang berdasarkan aturan,” ujarnya. 

Laporan: Xiao Chang, NTDTV

Berinvestasi Emas Tanpa Ribet? Kenalan Yuk Sama ETF Emas!

JAKARTA — Emas sudah lama jadi primadona investasi di Indonesia. Selain gampang dipahami, emas juga dipercaya bisa menjaga nilai harta, apalagi di saat ekonomi lagi gak menentu. Tapi, pernah kepikiran gak sih kalau kita bisa investasi emas tanpa harus repot-repot nyimpen logam mulia di brankas?

Nah, sekarang ada cara baru yang lebih praktis: Exchange Traded Fund (ETF) Emas. Mulai 10 Agustus 2026 lalu, produk ini resmi diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan langsung menarik perhatian para investor.

Emas di Bursa, Tanpa Repot Simpan Fisik

Jadi gini, ETF Emas itu pada dasarnya adalah reksa dana. Bedanya, unit penyertaannya (semacam “saham”-nya reksa dana) diperjualbelikan di bursa efek, persis seperti saham biasa. Jadi, kamu bisa beli dan jual ETF Emas kapan saja selama jam perdagangan bursa, melalui perusahaan sekuritas.

Cara kerjanya sederhana: dana dari para investor dikumpulkan oleh Manajer Investasi, lalu ditempatkan pada aset berbasis emas. Makanya, nilai ETF Emas biasanya bakal mengikuti naik-turunnya harga emas dunia.

Dengan berinvestasi lewat ETF Emas, kamu gak perlu pusing mikirin tempat nyimpen emas fisik atau takut kehilangan. Semua transaksi dilakukan secara elektronik, transparan, dan diawasi oleh regulator. Praktis banget, kan?

Ada Lima Pilihan, Semua Sesuai Syariah

Saat ini, ada lima produk ETF Emas yang bisa kamu pilih. Menariknya, semuanya sudah sesuai dengan prinsip syariah dan mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional MUI. Kelima produk itu adalah:

  1. Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) – dikelola PT Indo Premier Investment Management.
  2. Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA) – dikelola PT Trimegah Asset Management.
  3. Mandiri ETF Emas (XMES) – dikelola PT Mandiri Manajemen Investasi.
  4. BRI MI Gold ETF Syariah (XDES) – dikelola PT BRI Manajemen Investasi.
  5. Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) – dikelola PT Syailendra Capital.

Siapa yang Cocok Investasi ETF Emas?

ETF Emas ini cocok banget buat kamu yang:

  • Mau investasi emas tapi praktis: Gak perlu repot beli, nyimpen, atau khawatir emas fisik hilang.
  • Pengen diversifikasi portofolio: Harga emas kadang bergerak beda sama instrumen lain kayak saham. Jadi, punya ETF Emas bisa bantu mengurangi risiko.
  • Mau investasi sesuai syariah: Semua produk ETF Emas di Indonesia sudah bersertifikat syariah, jadi aman buat kamu yang memilih investasi halal.
  • Mau mulai dengan modal kecil: Harga satu unit ETF Emas ada yang mulai dari Rp248 (XTRA) atau Rp256 (XGLD) per unit. Bahkan, ada produk yang memungkinkan investasi setara 0,1 miligram emas.

Jangan Lupa, Pahami Dulu Risikonya

Meskipun terlihat mudah dan terjangkau, ingat ya, ETF Emas tetaplah instrumen investasi yang nilainya mengikuti harga emas. Kalau harga emas turun, nilai ETF Emas juga ikut turun. Makanya, sebelum memutuskan untuk investasi, penting banget untuk paham karakteristik produk, tujuan investasi kamu, dan seberapa besar risiko yang siap kamu tanggung.

Nah, tertarik buat coba? Kamu bisa cari tahu lebih lanjut soal ETF Emas dan pilihan investasi lainnya di laman resmi BEI atau media sosialnya. Yuk, mulai investasi cerdas dari sekarang!

5 Kesalahan Minum Teh yang Menghilangkan Manfaat Kesehatannya

Masyarakat Tiongkok telah minum teh selama ribuan tahun, dan alasan kesehatan untuk mengonsumsinya cukup kuat: daun teh mengandung folat, vitamin, protein, dan mineral yang memberikan manfaat nyata bagi tubuh. Polifenol membantu menetralkan radikal bebas. Kafein meningkatkan konsentrasi. Efek diuretik membantu membuang limbah metabolisme dari tubuh. Hal-hal tersebut telah banyak diketahui.

Namun, yang jarang mendapat perhatian adalah betapa mudahnya manfaat tersebut justru terbuang, serta bagaimana beberapa kebiasaan umum secara perlahan dapat mengubah minuman yang menyehatkan menjadi sesuatu yang justru merugikan.

Apa sebenarnya manfaat teh bagi tubuh?

Mari kita mulai dari antioksidan. Polifenol dalam teh, terutama teh hijau, termasuk salah satu penangkal radikal bebas paling kuat yang ditemukan dalam berbagai makanan atau minuman yang umum dikonsumsi.

Suhu air saat menyeduh teh ternyata lebih penting daripada yang disadari kebanyakan orang. Air dengan suhu sekitar 80 derajat Celsius (176 derajat Fahrenheit) dapat mempertahankan kandungan nutrisi sekaligus cita rasa lembut teh hijau segar. Sementara itu, air mendidih pada dasarnya dapat membuat daun teh terlalu matang sehingga merusak senyawa yang justru ingin Anda dapatkan.

Bukti mengenai perlindungan terhadap radiasi bahkan lebih jauh dari yang diperkirakan banyak orang. Sejumlah penelitian klinis menemukan bahwa ekstrak daun teh yang digunakan bersamaan dengan radioterapi pada pasien kanker menunjukkan tingkat efektivitas di atas 90 persen dalam menangani gejala ringan akibat paparan radiasi, termasuk pada pasien yang mengalami penurunan jumlah sel darah putih akibat pengobatan.

Teh juga mendukung pencernaan. Kandungan kafein, vitamin B1, dan vitamin C dalam teh dapat merangsang sekresi asam lambung sehingga membantu tubuh memecah makanan dan memetabolisme lemak. Kafein yang sama juga membantu menghilangkan kelebihan asam laktat dari jaringan otot. Itulah sebabnya secangkir teh dapat benar-benar membantu mengurangi kelelahan, bukan sekadar menutupinya.

Lima kesalahan yang perlu dihindari

1. Jangan terburu-buru minum teh yang baru dipanen

Teh yang dipetik dalam waktu kurang dari sebulan belum sepenuhnya stabil. Beberapa senyawa tertentu dalam daun yang masih sangat segar belum sempat mengalami oksidasi. Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, kondisi tersebut dapat menyebabkan kembung atau rasa tidak nyaman.

Sebaiknya, biarkan teh disimpan setidaknya selama satu bulan setelah dipanen sebelum diseduh.

2. Jangan menyeduh teh terlalu pekat

Teh yang terlalu pekat dapat memberikan stimulasi berlebihan pada sistem kardiovaskular dan saraf. Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, risikonya cukup nyata, seperti jantung berdebar dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan irama jantung tidak teratur.

Bahkan bagi orang yang sehat, kebiasaan menyeduh teh terlalu pekat secara terus-menerus dapat memberikan beban tambahan pada tubuh yang terakumulasi seiring waktu.

3. Jangan minum teh yang sudah didiamkan semalaman

Teh yang dibiarkan selama berjam-jam dapat mengalami peningkatan konsentrasi senyawa tertentu, menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi dari udara, serta berpotensi mengganggu penyerapan kalsium.

Sebaiknya, seduh teh dalam keadaan segar.

4. Jangan minum teh segera setelah mengonsumsi alkohol

Minum teh segera setelah mengonsumsi alkohol ternyata dapat memberikan beban lebih besar pada tubuh daripada yang disadari kebanyakan orang.

Alkohol membutuhkan waktu untuk diuraikan oleh tubuh, sementara teh dapat mempercepat pengeluaran cairan melalui ginjal sebelum proses tersebut selesai.

Pengobatan tradisional Tiongkok telah lama mengingatkan agar kedua hal tersebut tidak dikombinasikan. Logika di balik anjuran tersebut cukup masuk akal: berikan waktu kepada tubuh untuk memproses alkohol terlebih dahulu.

Tunggu beberapa jam sebelum kembali minum teh.

5. Jangan minum teh bersamaan dengan makan

Ini adalah hal yang hampir tidak diketahui banyak orang, tetapi cukup penting.

Teh sebaiknya diminum sebelum atau setelah makan, dengan jeda setidaknya 30 menit di kedua sisinya. Polifenol dalam teh dapat berikatan dengan kalsium, zat besi, dan seng yang terdapat dalam makanan sehingga mengurangi jumlah mineral yang dapat diserap tubuh.

Jika Anda terbiasa minum teh bersamaan dengan makanan, dalam jangka panjang Anda mungkin secara perlahan mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kondisi tersebut mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas sampai kekurangan nutrisi tersebut terakumulasi selama berbulan-bulan.

Mengubah waktu minum teh tidak membutuhkan biaya apa pun. Namun, manfaatnya nyata.

Untuk mendapatkan teh berkualitas tinggi, Chá Yuán Tea (茶缘茶) di naturenergy.us dapat menjadi pilihan untuk dieksplorasi.

Sumber : Visiontimes.com

Bank Indonesia Jatim Gandeng Pelaku Usaha, Perkuat Data Ekonomi dan Sosialisasi Transaksi Mata Uang Lokal

SURABAYA — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, kecepatan dan ketepatan kebijakan menjadi kunci. Namun, kebijakan yang baik tidak bisa lahir tanpa data yang akurat. Itulah sebabnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kerja sama dengan para pelaku usaha dan akademisi sebagai mitra strategis dalam mengumpulkan informasi ekonomi dari lapangan.

Pada acara Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) yang digelar di Surabaya, Kamis (1/9), BI Jatim memberikan apresiasi kepada 200 responden survei yang selama ini menjadi sumber data penting bagi perekonomian daerah.

“Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur,” ujar Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, dalam sambutannya.

BI Jatim sendiri melakukan 11 jenis survei untuk mendapatkan gambaran langsung dari sektor riil. Data-data ini kemudian menjadi bahan diskusi kebijakan bersama pemerintah daerah. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir memberikan sambutan kunci, menegaskan pentingnya peran data dari lapangan.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” tegas Emil di hadapan para pelaku usaha dan perwakilan akademisi.

Transaksi Mata Uang Lokal: Solusi di Tengah Gejolak Global

Selain menjadi ajang apresiasi, acara ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi internasional. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, mengurangi risiko kurs, serta memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.

Sosialisasi dikemas dalam bentuk talk show dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya:

  • Josua PardedeChief Economist Bank Permata
  • Elyana K. Widyasari, Deputi Direktur Departemen Internasional BI
  • Bagus Sulistijono, Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I

Para narasumber membahas tantangan dan peluang ekonomi, termasuk cara mitigasi risiko transaksi di tengah kondisi global yang dinamis. Pelaku usaha juga diajak untuk memanfaatkan LCT melalui bank-bank yang telah ditunjuk sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), dengan dukungan dari kepabeanan dalam perdagangan internasional.

Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Konsultasi Perbankan bagi Eksportir dan Importir

Sebagai bagian dari penguatan layanan kepada dunia usaha, acara ini juga menghadirkan Banking Consultation Desk yang melibatkan sejumlah bank ACCD. Para pelaku usaha, khususnya eksportir dan importir, memanfaatkan ruang konsultasi ini untuk mendalami teknis penggunaan transaksi mata uang lokal serta berbagai layanan perbankan lainnya.

Kegiatan tahunan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan dunia usaha terus diperkuat. Dengan data yang akurat dan kebijakan yang tepat, diharapkan perekonomian Jawa Timur tetap tangguh menghadapi tantangan global.

Fakta

TopikKeterangan
AcaraTemu Responden dan Sosialisasi LCT 2026
Tanggal1 September 2026
LokasiSurabaya
Peserta200 responden survei BI Jatim
NarasumberJosua Pardede (Bank Permata), Elyana K. Widyasari (BI), Bagus Sulistijono (Bea Cukai Jatim I)
Negara Mitra LCTMalaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Uni Emirat Arab

YELLO Hotel Jemursari Gandeng Chef Syahril Lazuardi, Hadirkan 4 Menu Spesial untuk Pecinta Kuliner

SURABAYA — YELLO Hotel Jemursari Surabaya kembali menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda. Kali ini, mereka menggandeng Chef Syahril Lazuardi, salah satu finalis Top 4 MasterChef Indonesia Season 10, dalam program bertajuk Kitchen Take Over.

Kolaborasi ini menghadirkan empat menu spesial hasil kreasi Chef Syahril yang memadukan cita rasa khasnya dengan konsep kuliner modern dan penuh keceriaan khas YELLO Hotel. Keempat menu tersebut adalah:

  • Sub Iga Bakar Madu — Iga sapi empuk dengan balutan saus madu manis gurih.
  • Red Curry Chicken — Ayam dengan kuah red curry kaya rempah yang menggugah selera.
  • Spicy Honey Glaze Chicken Wings — Sayap ayam dengan perpaduan pedas dan manis dalam setiap gigitan.
  • Bebek Peterongan — Hidangan khas Indonesia dengan bumbu kuat dan rempah yang kaya.

Kolaborasi Kreatif untuk Pengalaman Kuliner Baru

Program Kitchen Take Over ini bukan sekadar menghadirkan menu baru. Ini adalah bentuk kolaborasi kreatif antara YELLO Hotel Jemursari dan talenta kuliner Indonesia. Chef Syahril Lazuardi secara langsung terlibat dalam menciptakan resep-resep yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman rasa yang berbeda bagi para tamu.

Martha, Marcomm YELLO Hotel Jemursari Surabaya, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu cara kami untuk terus menghadirkan sesuatu yang fresh dan berbeda bagi para tamu. Kami sangat antusias dapat berkolaborasi bersama Chef Syahril Lazuardi dan menghadirkan kreasi menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki karakter. Keempat menu makanan ini sudah mulai tersedia di Wok N Tok Resto, YELLO Hotel Jemursari Surabaya,” ujarnya.

Semangat Fun, Energetic, dan Creative

Dengan semangat YELLO DNA yang fun, energetic, dan creative, kolaborasi ini menjadi pengalaman kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Para tamu dapat menikmati keempat menu kolaborasi tersebut di YELLO Hotel Jemursari Surabaya selama periode yang telah ditentukan.

Melalui program ini, YELLO Hotel Jemursari kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman yang fresh, creative, dan memorable bagi setiap tamu, sekaligus mendukung perkembangan kreativitas kuliner di Indonesia.

Dari Hobi Jadi Ajang Prestasi: Dafam Pacific Caesar Gelar Turnamen Mobile Legends untuk Gamer Surabaya

SURABAYA — Dunia e-sports di Indonesia kini bukan sekadar hiburan. Ia telah bertransformasi menjadi ajang kompetisi profesional yang melatih strategi, kerja sama tim, dan mental juara. Menyadari potensi besar para gamer muda di Surabaya, Dafam Pacific Caesar Surabaya kembali menggelar turnamen Mobile Legends: Bang Bang bertajuk Dafam Infinity Battle Season 3.

Turnamen ini berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Pacific Sky Hall, lantai 17 hotel tersebut. Sebelum bertanding secara langsung, para peserta mengikuti sesi Technical Meeting secara daring sehari sebelumnya. Sebanyak 32 tim dari berbagai kalangan—mulai dari pelajar hingga publik umum—bersaing ketat memperebutkan gelar juara dengan biaya pendaftaran hanya Rp60.000 per tim.

Hadiah Total Jutaan Rupiah dan Ribuan Diamond

Para pemenang tidak hanya membawa pulang kebanggaan, tetapi juga hadiah menarik:

  • Total hadiah uang tunai Rp2.000.000
  • 25.500 Diamond untuk para pemenang
  • Free Exclusive Skin senilai jutaan rupiah

Selain itu, setiap tim yang bertanding mendapatkan berbagai keuntungan eksklusif, seperti free website top upe-certificate untuk seluruh pemain, voucher makanan dan minuman di Dafam, serta jersey khusus bagi para finalis.

Kolaborasi dengan Mitra dan Komunitas

Turnamen ini tidak berjalan sendiri. Dafam Pacific Caesar menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Padi Technology, OPPO, Draxxen Store, Simpati, ACI Indonesia, Cheers, Dewa United E-Sports, dan E-Sports Indonesia (ESI) Kota Surabaya. Kolaborasi dengan komunitas gamer seperti Dunia Games, Anak Dewa, Sarang Gamers, GameSquad, dan 24hours Community Hero turut memeriahkan acara.

Di booth OPPO, 50 pengunjung pertama berkesempatan mendapatkan Free Hydrogel Tempered Glass secara gratis—sebuah bonus menarik bagi para penggemar gadget.

Dukungan untuk Bakat Lokal

General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, mengatakan bahwa turnamen ini adalah wujud nyata dukungan hotel terhadap industri kreatif dan digital.

“Kami melihat potensi besar para pemain e-sports lokal yang membutuhkan wadah kompetisi profesional dan suportif. Melalui Dafam Infinity Battle Season 3, kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda dalam menyalurkan bakat serta melatih jiwa sportivitas mereka secara positif,” ujarnya.

Sementara itu, Andri Bagus Prasetyo, Food & Beverage Supervisor Dafam Pacific Caesar, menambahkan bahwa musim ketiga ini menghadirkan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif dan meriah. “Kami tidak hanya menyiapkan total hadiah uang tunai dan diamond, tetapi juga beragam benefit menarik serta dukungan dari para mitra untuk memanjakan seluruh peserta,” katanya.

Dukungan dari komunitas juga terasa kuat. Muchammad Saifulloh dari 24hours Community Heroes berharap turnamen ini dapat terus mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus melahirkan bakat-bakat baru yang siap bersaing di kancah nasional.


Fakta Cepat Dafam Infinity Battle Season 3

IndikatorKeterangan
GameMobile Legends: Bang Bang
Tanggal29 Agustus 2026
LokasiPacific Sky Hall, Dafam Pacific Caesar Surabaya
Peserta32 tim
Biaya pendaftaranRp60.000/tim
Total hadiahRp2.000.000 + 25.500 Diamond
MitraOPPO, Padi Technology, Draxxen Store, ESI Kota Surabaya, dll.

MYZE Hotel Sumenep Buka Keanggotaan Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat dengan Harga Terjangkau

SUMENEP, September 2026 — Kesibukan sehari-hari sering kali membuat banyak orang sulit menyisihkan waktu untuk berolahraga. Padahal, menjaga kebugaran tubuh menjadi kebutuhan penting di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. Menjawab tantangan ini, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL meluncurkan paket keanggotaan eksklusif di Jokotole Gym, sebuah fasilitas kebugaran yang kini terbuka untuk masyarakat umum dan tamu hotel.

Gym Lengkap dengan Suasana Premium

Jokotole Gym hadir dengan peralatan olahraga yang modern dan lengkap, ditambah suasana yang nyaman—sesuai dengan standar hotel berbintang empat. Fasilitas ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, memberikan fleksibilitas bagi para profesional, pelajar, maupun keluarga yang ingin tetap bugar di tengah kesibukan.

Tidak hanya gym, para anggota juga bisa menikmati akses ke kolam renang dan layanan relaksasi. Ini menjadikan Jokotole Gym bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan pengalaman kebugaran yang menyeluruh.

Dua Paket Keanggotaan, Banyak Manfaat

MYZE Hotel Sumenep menyadari bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan anggaran yang berbeda. Karena itu, mereka menyiapkan dua pilihan paket keanggotaan:

  • Paket Brown Member – Rp250.000
    Sudah termasuk akses gym, kolam renang, dan buah segar mingguan (syarat dan ketentuan berlaku). Cocok bagi yang ingin menjaga kebugaran dengan tambahan asupan sehat.
  • Paket Blue Member – Rp500.000
    Menawarkan manfaat lebih lengkap, termasuk tambahan layanan pijat relaksasi (relaxing massage) satu kali dalam sebulan (syarat dan ketentuan berlaku). Pilihan tepat bagi yang ingin memanjakan tubuh setelah berolahraga.

Promo ini berlaku selama periode 1–30 September 2026. Sebagai bonus spesial, tiga anggota pertama yang mendaftar akan mendapatkan tumbler eksklusif untuk menemani aktivitas olahraga mereka.

Gaya Hidup Sehat, Investasi untuk Masa Depan

General Manager MYZE Hotel Sumenep, Akfian Farado Gusti, mengatakan bahwa peluncuran keanggotaan ini adalah bagian dari komitmen hotel untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat Sumenep.

“Kami memahami bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran telah menjadi kebutuhan prioritas bagi gaya hidup masyarakat modern saat ini. Melalui Jokotole Gym, kami tidak hanya menawarkan tempat berolahraga dengan fasilitas lengkap dan nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman holistik. Dengan paket membership yang sangat terjangkau ini, kami ingin mengajak masyarakat Sumenep serta para tamu kami untuk terus meningkatkan kekuatan fisik dan kualitas hidup,” ujarnya.

Dengan hadirnya penawaran ini, MYZE Hotel Sumenep semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat gaya hidup (lifestyle hub) terdepan di Sumenep—menggabungkan akomodasi nyaman, kuliner lezat, dan fasilitas kebugaran premium.

Trump Serukan Rakyat Iran Bangkit! AS Gempur Selat Hormuz, Ancaman Perang Kini Mengarah ke Asia?

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam pada awal September 2026. Setelah militer Amerika melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah fasilitas militer Iran di sepanjang kawasan strategis Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang bahkan menyinggung kemungkinan perlawanan rakyat Iran terhadap pemerintah mereka sendiri.

Pada 1 September 2026, Trump melalui Truth Social membantah laporan ABC News yang menyebut Washington berusaha menggunakan tekanan militer untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memedulikan apakah Iran pada akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan atau tidak. Menurutnya, posisi Amerika Serikat saat ini justru jauh lebih menguntungkan karena Washington mengklaim telah memperoleh kendali yang sangat besar atas jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara perekonomian Iran terus berada di bawah tekanan berat.

Namun, bagian yang paling menarik perhatian muncul pada akhir pernyataannya.

Trump secara terbuka mempertanyakan kapan rakyat Iran akan “bangkit dan melawan”.

Pernyataan tersebut segera memunculkan spekulasi bahwa isu perubahan politik atau bahkan pergantian pemerintahan di Teheran kembali masuk dalam wacana konflik Amerika Serikat-Iran. Meski demikian, pernyataan Trump sendiri belum berarti Washington secara resmi menetapkan perubahan rezim sebagai tujuan militernya.

Pernyataan itu muncul setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran pada Selasa, 1 September 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengatakan operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Sasaran serangan mencakup sistem pertahanan udara, instalasi radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau laut, serta infrastruktur komunikasi.

Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Konarak dan Chabahar. Laporan lain juga menyebut Sirik, Jask dan Asaluyeh sebagai lokasi yang terdampak.

Wilayah tersebut memiliki arti strategis sangat besar karena membentang di sekitar Selat Hormuz hingga pesisir Teluk Oman.

Bagi Iran, kawasan ini merupakan salah satu garis pertahanan terpenting untuk mengawasi pergerakan kapal perang dan kapal komersial. Radar pantai, rudal antikapal, fasilitas komunikasi dan kemampuan penempatan ranjau menjadi bagian penting dari strategi Teheran untuk mempertahankan pengaruhnya di jalur laut tersebut.

Karena itulah, Washington tampaknya berusaha secara berkala menghancurkan kembali kemampuan militer Iran setiap kali fasilitas tersebut diperbaiki atau dibangun ulang.

Strategi semacam ini pada dasarnya bertujuan membuat Iran terus mengeluarkan sumber daya untuk memulihkan sistem yang sebelumnya telah dihancurkan.

Bagi Teheran, persoalannya bukan hanya kehilangan fasilitas militer. Di tengah sanksi ekonomi dan pembatasan akses terhadap teknologi, mengganti radar, perangkat elektronik, sistem komunikasi dan komponen militer berteknologi tinggi dapat menjadi proses yang mahal sekaligus sulit.

Tekanan terhadap Iran juga tidak hanya berlangsung dari udara dan laut.

Pada 30 Agustus 2026, pimpinan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat Amerika Serikat menginformasikan kepada keluarga personel bahwa penempatan sejumlah unsur divisi tersebut di kawasan Timur Tengah diperpanjang hingga total 12 bulan karena kebutuhan operasional.

Sekitar 2.000 personel dari divisi tersebut sebelumnya dikerahkan ke kawasan CENTCOM sejak Maret. Perpanjangan itu membuat sejumlah unsur pasukan Amerika akan tetap berada di kawasan hingga 2027.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa Washington tampaknya masih mempersiapkan diri menghadapi konflik berkepanjangan.

Pada saat bersamaan, pemerintahan Trump meningkatkan tekanan dari sektor ekonomi.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, ketika menghadiri pertemuan tingkat menteri keuangan G20 di Asheville, North Carolina, pada 1 September 2026, mengeluarkan peringatan keras terhadap jaringan keuangan yang berkaitan dengan IRGC.

Bessent mengatakan Washington telah melacak rekening yang disimpan melalui perusahaan trust di British Virgin Islands serta properti mewah bernilai hingga sekitar 100 juta dolar AS yang dikaitkan dengan pihak-pihak dalam jaringan tersebut.

Ia bahkan secara terbuka memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan berusaha membekukan aset-aset tersebut.

Strategi Washington kini semakin jelas: tekanan militer diarahkan untuk mengurangi kemampuan tempur Iran, sementara tekanan finansial ditujukan untuk membatasi kemampuan Teheran membiayai dan membangun kembali kekuatan itu.

Muncul Klaim Rencana Operasi Iran di Asia

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, muncul pula laporan yang jauh lebih sensitif mengenai kemungkinan perluasan operasi Iran ke kawasan Asia.

Sejumlah laporan yang dikaitkan dengan media oposisi Iran menyebut Unit 400 Pasukan Quds IRGC diduga mempertimbangkan operasi dengan memanfaatkan jaringan personel non-Iran di sejumlah negara Asia, termasuk Thailand dan Indonesia.

Dalam klaim tersebut, beberapa jalur pelayaran strategis bahkan disebut sebagai kemungkinan sasaran, termasuk Selat Malaka, serta sejumlah pelabuhan besar di Asia.

Namun, informasi ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Hingga awal September 2026, klaim mengenai rencana operasi tersebut belum memperoleh konfirmasi independen yang memadai dari sumber resmi maupun sejumlah media internasional utama.

Karena itu, laporan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta bahwa Iran benar-benar telah memutuskan atau sedang menjalankan operasi terhadap Selat Malaka maupun pelabuhan-pelabuhan Asia.

Meski belum terverifikasi, munculnya isu tersebut tetap menjadi perhatian karena Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan dan energi terpenting dunia.

Gangguan terhadap Selat Hormuz saja telah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Apabila ketidakstabilan sampai meluas menuju jalur pelayaran Asia, dampaknya dapat menjalar jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Dengan demikian, perkembangan pada 1 September 2026 memperlihatkan bahwa konflik Amerika Serikat-Iran memasuki fase yang kembali berbahaya.

Washington meningkatkan tekanan melalui serangan militer, pengerahan pasukan dan pembatasan finansial. Sementara Iran masih mempertahankan kemampuan untuk membalas kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.

Pernyataan Trump yang secara terbuka mempertanyakan kapan rakyat Iran akan bangkit semakin menambah dimensi politik dalam konflik tersebut.

Kini pertanyaan terbesarnya bukan lagi sekadar siapa yang menguasai Selat Hormuz, melainkan seberapa jauh kedua negara bersedia meningkatkan tekanan—dan apakah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan ini pada akhirnya akan tetap terkonsentrasi di Timur Tengah, atau justru berkembang menjadi krisis keamanan yang jauh lebih luas. (***)

AS–Iran Tak Terbendung? Rudal, Drone dan Kapal Tanker Kini Jadi Bagian dari Pertempuran

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase yang jauh lebih berbahaya. Setelah sekitar satu bulan berada dalam kondisi relatif lebih tenang, rangkaian serangan yang terjadi sejak akhir Agustus 2026 menunjukkan bahwa konflik kini kembali bergerak menuju eskalasi terbuka.

Pada 2 September 2026, Reuters menggambarkan perkembangan tersebut secara lugas: periode ketenangan relatif antara Washington dan Teheran tampaknya telah berakhir.

Kali ini, kedua negara tidak lagi sekadar bertukar ancaman. Serangan militer kembali dilakukan, rudal dan drone melintasi wilayah udara sejumlah negara Timur Tengah, sementara Selat Hormuz—salah satu jalur energi terpenting dunia—kembali berada di pusat konflik.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan militer AS telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap sasaran yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Target serangan dilaporkan mencakup sistem pertahanan udara, instalasi radar, fasilitas militer maritim, kemampuan pemasangan ranjau laut, hingga fasilitas komunikasi.

Pemilihan sasaran tersebut memperlihatkan bahwa salah satu perhatian utama Washington adalah kemampuan Iran untuk mengganggu atau bahkan mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, eskalasi terbaru sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 30 Agustus 2026.

Militer Amerika Serikat ketika itu menyerang Pulau Larak, sebuah pulau strategis Iran yang terletak tidak jauh dari Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, dua peluncur roket Iran dilaporkan dihancurkan.

Pihak AS mengatakan perangkat itu berkaitan dengan persiapan Iran untuk menggunakan ranjau laut di kawasan Hormuz. Jika ranjau benar-benar ditempatkan dalam jumlah besar, lalu lintas kapal komersial di jalur tersebut berpotensi menghadapi ancaman serius.

Setelah serangan itu, Iran mulai melakukan serangan balasan terhadap sasaran yang berhubungan dengan pasukan Amerika Serikat, termasuk fasilitas di Yordania.

Memasuki 1 September 2026, skala konflik meningkat tajam.

Media Iran secara berturut-turut melaporkan ledakan di sekitar pelabuhan, bandara, serta sejumlah fasilitas militer di wilayah pesisir Iran. Pada saat bersamaan, IRGC meluncurkan rudal balistik dan drone ke sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan.

Salah satu situasi paling menegangkan terjadi di Yordania.

Militer Yordania menyatakan sebanyak 13 rudal balistik memasuki wilayah udaranya. Sepuluh rudal disebut berhasil dicegat, sedangkan tiga lainnya jatuh di daerah terpencil.

Iran mengklaim serangan tersebut menimbulkan banyak korban di pihak militer Amerika Serikat. Namun, keterangan itu dibantah oleh informasi awal dari Washington.

Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters bahwa berdasarkan penilaian awal, tidak ada personel militer AS yang tewas ataupun terluka dalam serangan terhadap fasilitas di Yordania.

Perbedaan klaim tersebut menunjukkan betapa sulitnya memperoleh gambaran utuh mengenai dampak serangan ketika konflik masih berlangsung.

Situasi juga dilaporkan memburuk di Kuwait. Drone Iran disebut mencapai kawasan permukiman dan memicu kebakaran. Aktivitas pertahanan udara juga dilaporkan terjadi di Bahrain, sementara Iran menyebut sasaran yang berkaitan dengan kehadiran militer Amerika Serikat di Erbil, Irak, sebagai bagian dari target serangannya.

Dengan perkembangan tersebut, konflik yang sebelumnya terutama merupakan aksi saling serang langsung antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberikan dampak keamanan kepada negara-negara lain di kawasan Teluk.

Pada saat bersamaan, laporan korban sipil juga mulai bermunculan dari Iran.

Media Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sebuah pesta pernikahan di dekat Sirik, wilayah pesisir selatan Iran, terkena serangan. Sedikitnya lima orang disebut meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka, termasuk anak-anak.

Iran juga melaporkan korban akibat serangan malam hari di Provinsi Khuzestan.

Namun, angka korban dan rincian sejumlah insiden tersebut sebagian besar berasal dari sumber Iran sehingga masih membutuhkan verifikasi independen.

Di sinilah letak salah satu bahaya terbesar dari eskalasi saat ini.

Belum terlihat operasi darat berskala besar. Tidak ada pula laporan mengenai ratusan ribu tentara yang berkumpul untuk melakukan invasi lintas perbatasan.

Namun, konflik telah memasuki sebuah siklus serangan dan pembalasan yang semakin sulit dikendalikan.

Amerika Serikat menyerang fasilitas militer Iran. Iran membalas dengan menyerang fasilitas yang berkaitan dengan pasukan AS. Kapal-kapal dagang menghadapi ancaman. Washington kemudian menyerang kemampuan Iran untuk memasang ranjau laut. Rudal dan drone Iran melintasi wilayah udara negara ketiga, memaksa negara-negara tersebut mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka.

Risiko terbesar adalah kesalahan perhitungan.

Apabila satu rudal berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan puluhan tentara Amerika Serikat atau warga sipil negara Teluk tewas, batas politik yang selama ini menahan eskalasi dapat runtuh dalam hitungan jam.

Dan medan pertempuran paling menentukan mungkin justru bukan berada di daratan Iran, melainkan di jalur laut sempit bernama Selat Hormuz.

Mengapa Hormuz begitu penting?

Sebelum konflik terbaru, jalur ini menjadi salah satu urat nadi energi dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati kawasan tersebut, menjadikannya salah satu titik paling strategis bagi perekonomian internasional.

Data yang muncul pada 2 September 2026 kemudian memberikan gambaran mengenai besarnya gangguan yang sedang terjadi.

Menurut perhitungan awal perusahaan analisis pelayaran Kpler, pada Selasa, 1 September 2026, hanya empat kapal pengangkut komoditas besar yang tercatat melintasi Selat Hormuz.

Angka tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan betapa drastisnya aktivitas pelayaran dapat berkurang ketika risiko keamanan meningkat.

Pada hari yang sama, dua kapal tanker minyak berukuran sangat besar yang membawa minyak mentah Arab Saudi juga dilaporkan terkena benda yang belum teridentifikasi di sekitar kawasan Hormuz.

Jika gangguan terhadap kapal komersial terus meningkat, dampaknya tidak lagi terbatas pada perang antara Washington dan Teheran.

Gangguan berkepanjangan terhadap Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pengiriman minyak, biaya asuransi kapal, jalur perdagangan internasional, hingga harga energi global.

Karena itu, perkembangan sejak 30 Agustus hingga 2 September 2026 memperlihatkan perubahan penting dalam konflik AS–Iran.

Pertanyaannya kini bukan hanya apakah Amerika Serikat dan Iran akan kembali saling menyerang.

Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah: seberapa lama kedua pihak masih mampu mengendalikan eskalasi sebelum satu serangan yang salah sasaran mengubah konflik terbatas ini menjadi perang regional yang jauh lebih luas?

Dan selama Selat Hormuz tetap menjadi pusat perebutan kendali, setiap rudal, drone, ranjau laut, maupun kapal tanker yang melintas di jalur sempit tersebut dapat menjadi pemicu bagi krisis berikutnya. (***)

Trump Bongkar Strategi “Jebakan” AS: Biarkan Iran Bangun, Lalu Hancurkan! 100 Target Digempur

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah militer AS melancarkan gelombang baru serangan terhadap berbagai sasaran di Iran. Situasi semakin berbahaya ketika Teheran dilaporkan kembali mengarahkan rudal antikapal ke jalur pelayaran strategis di sekitar Selat Hormuz.

Pada 1 September 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan gelombang baru operasi militer terhadap Iran. Dalam serangan tersebut, militer AS dilaporkan menghantam sekitar 100 sasaran yang tersebar di sejumlah wilayah Iran, terutama fasilitas yang berkaitan dengan kemampuan militer Teheran di sepanjang kawasan selatan negara tersebut.

Namun, ketegangan tidak berhenti sampai di sana.

Pada 2 September 2026, Iran dilaporkan kembali meluncurkan sejumlah rudal jelajah antikapal dari wilayah selatan Iran menuju kapal-kapal yang berada di bawah pengawalan Amerika Serikat di kawasan Koridor Oman dan sekitar Selat Hormuz. Ledakan besar dilaporkan terdengar di kawasan tersebut.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konfrontasi di Selat Hormuz dapat memasuki fase baru yang jauh lebih berbahaya.

Salah satu kebijakan yang kini menjadi perhatian adalah strategi Amerika Serikat yang digambarkan sebagai prinsip “kapal dibalas kapal”.

Dalam gelombang serangan sebelumnya pada 1 September, militer Amerika Serikat dilaporkan untuk pertama kalinya mengerahkan drone bersenjata untuk meluncurkan rudal terhadap dua kapal milik pemerintah Iran.

Pejabat Amerika menggambarkan pendekatan baru tersebut sebagai bentuk prinsip “mata dibalas mata”. Artinya, jika Iran menyerang kapal milik negara lain atau kapal yang berada dalam perlindungan Amerika Serikat, Washington dapat membalas dengan menghancurkan kapal Iran.

Pendekatan ini berbeda dengan operasi sebelumnya. Pada awalnya, serangan terhadap kapal-kapal Iran terutama dilakukan untuk mencegah kapal tersebut menerobos atau mengganggu blokade serta operasi pengamanan jalur pelayaran.

Kini, setiap serangan Iran terhadap kapal komersial berpotensi dibalas langsung dengan serangan terhadap aset maritim Iran.

Washington juga dilaporkan telah menyampaikan peringatan kepada Teheran melalui Qatar.

Pesannya cukup keras. Apabila Iran terus meningkatkan eskalasi, Amerika Serikat disebut siap memperluas daftar sasaran dari fasilitas militer menjadi infrastruktur energi dan minyak Iran, termasuk aset strategis yang memiliki peranan penting bagi perekonomian negara tersebut.

Salah satu lokasi yang disebut dalam ancaman itu adalah Pulau Kharg, pusat penting ekspor minyak Iran di Teluk Persia.

Presiden Trump kemudian kembali membicarakan operasi tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih pada 2 September 2026.

Trump mengatakan Amerika Serikat telah menghantam Iran dengan sangat keras dan menghancurkan berbagai peralatan baru yang sedang dibangun di sepanjang Selat Hormuz.

Menurut Trump, Washington juga siap kembali melancarkan serangan apabila dianggap diperlukan.

Namun, bagian paling menarik dari pernyataan Trump adalah pengakuannya mengenai cara militer Amerika menentukan waktu serangan.

Trump mengindikasikan bahwa pasukan AS sengaja tidak langsung menghancurkan beberapa fasilitas yang sedang diperbaiki Iran.

Sebaliknya, Amerika mengawasi proses pembangunan kembali tersebut dan menunggu hingga fasilitas—termasuk radar dan instalasi peluncuran rudal—mendekati tahap penyelesaian sebelum kemudian menyerangnya.

Strateginya sederhana tetapi memiliki dampak besar: membiarkan Iran menghabiskan waktu, tenaga, komponen, dan sumber daya finansial untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, kemudian menghancurkannya kembali ketika pekerjaan hampir selesai.

Trump mengatakan kemampuan pengawasan Amerika Serikat terhadap Iran sangat luas. Ia bahkan menggunakan ungkapan hiperbolis bahwa pergerakan pihak Iran tetap dapat dipantau ketika mereka “pergi ke toilet”.

Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan betapa ketatnya aktivitas Iran diawasi oleh kemampuan intelijen dan pengintaian Amerika.

Jika strategi semacam itu benar-benar diterapkan secara sistematis, dampaknya tidak hanya bersifat militer.

Iran dipaksa terus mengeluarkan sumber daya untuk membangun kembali radar, sistem pertahanan, dan fasilitas peluncuran rudalnya. Namun, setiap kali pembangunan mendekati penyelesaian, fasilitas tersebut berpotensi kembali menjadi sasaran.

Situasi semacam itu pada akhirnya dapat menciptakan tekanan psikologis sekaligus ekonomi terhadap Teheran.

Di tengah eskalasi militer tersebut, muncul perkembangan lain yang bahkan lebih sensitif.

Dalam sebuah unggahan pada 1 September 2026, Trump secara terbuka bertanya, “Kapan rakyat Iran akan bangkit dan melawan?”

Pernyataan tersebut segera memunculkan spekulasi mengenai apakah tujuan politik Washington terhadap Iran mulai berubah.

Selama ini, fokus utama operasi Amerika Serikat dikaitkan dengan upaya melemahkan kemampuan militer Iran, menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Namun, seruan Trump kepada rakyat Iran memunculkan pertanyaan baru: apakah Washington mulai mempertimbangkan tekanan terhadap keberlangsungan pemerintahan Iran sendiri?

Pertanyaan tersebut semakin mengemuka ketika seorang wartawan di Ruang Oval menanyakan apakah Trump akan mempertimbangkan pengerahan CIA untuk memberikan senjata kepada kelompok demonstran Iran agar mereka dapat melawan pemerintah.

Trump tidak memberikan konfirmasi mengenai rencana semacam itu. Namun, ia mengatakan memahami penderitaan masyarakat Iran dan menyinggung tindakan keras pemerintah terhadap demonstrasi.

Trump kemudian mengemukakan angka korban yang sangat besar. Ia mengklaim bahwa sekitar tiga bulan sebelumnya terdapat 52.000 demonstran yang dibantai, dan mengatakan dirinya kemudian mendengar tambahan sekitar 25.000 korban.

Jika kedua angka tersebut digabungkan, jumlahnya mendekati 77.000 orang.

Namun, angka korban yang disebut Trump tersebut merupakan klaim Presiden Amerika Serikat dan belum dapat diperlakukan sebagai jumlah korban terverifikasi tanpa dukungan data independen yang dapat dipercaya.

Terlepas dari perdebatan mengenai angka korban, arah pernyataan Trump menunjukkan bahwa tekanan Amerika terhadap Iran kini tidak lagi hanya berlangsung di medan militer dan ekonomi.

Washington juga semakin terbuka memainkan tekanan politik dan psikologis terhadap kepemimpinan Teheran.

Dengan serangan terhadap fasilitas militer, ancaman terhadap infrastruktur minyak, pengawasan intensif terhadap upaya pembangunan kembali sistem pertahanan Iran, serta pesan langsung kepada masyarakat Iran, konfrontasi antara Washington dan Teheran kini tampaknya memasuki tahap yang semakin kompleks.

Dan apabila serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz terus berlanjut, kebijakan “kapal dibalas kapal” berpotensi membuat konflik berkembang menjadi siklus serangan dan pembalasan yang semakin sulit dikendalikan. (***)

Lebih dari 1.000 Orang Tewas Akibat Banjir di Tiongkok dan Nepal; Para Ahli Ungkap Alasan PKT Menutupi Kebenaran

 Beberapa waktu lalu, terjadi keruntuhan gletser dan banjir bandang disertai longsoran material yang dahsyat di kawasan Himalaya, yang menghantam wilayah perbatasan Tiongkok–Nepal. Setelah bencana terjadi, mekanisme peringatan dini dan penanggulangan bencana serta informasi hidrologi dari kedua negara menjadi sorotan publik. Pejabat Nepal menuduh Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak memberikan informasi peringatan penting mengenai longsoran salju, gletser, dan longsoran lumpur secara tepat waktu.

EtIndonesia.com  Hingga 1 September, total sedikitnya 1.003 orang tewas dan 4.462 orang masih hilang di kedua negara. Pihak PKT mengumumkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang, sedangkan Nepal melaporkan 987 orang tewas dan 3.916 orang hilang. Selain itu, lebih dari 2.500 bangunan hancur.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan bahwa pada pukul 08.32 pagi waktu Nepal, 26 Agustus, longsoran lumpur menghancurkan Pos Perbatasan Gyirong di Tibet. Sekitar 30 menit kemudian, sejumlah besar material longsoran dengan cepat menerjang wilayah hilir Nepal, termasuk kawasan Timure dan Syabrubesi.

Pakar Nepal mengatakan bahwa mereka baru menerima laporan terkait bencana sekitar 26 menit setelah kejadian. Namun, saat itu stasiun pemantauan di perbatasan sudah tersapu bencana sehingga tidak dapat lagi mengirimkan data secara terus-menerus. Pemerintah Nepal baru mengeluarkan peringatan melalui telepon seluler pada pukul 09.13.

Kepala badan nasional Nepal yang menangani pengurangan risiko bencana dengan sedih mengatakan bahwa masyarakat setempat bahkan tidak memiliki waktu persiapan selama lima menit.

Pejabat Nepal dan ahli hidrologi menunjukkan bahwa informasi yang diberikan pihak Tiongkok hanya terbatas pada prakiraan curah hujan deras dan tidak mencakup informasi penting seperti ketinggian permukaan air, longsoran salju, serta longsoran lumpur. Akibatnya, wilayah hilir kesulitan menilai situasi bencana secara tepat waktu dan mengeluarkan peringatan yang efektif.

Menghadapi berbagai pertanyaan dari publik, PKT membantah tuduhan bahwa “tidak ada peringatan dini” dan menangkap warga yang menyebarkan informasi terkait. Pada saat yang sama, PKT terus mengarahkan opini publik dengan menyatakan bahwa sumber bencana berada di wilayah Nepal.

Analisis menunjukkan bahwa pernyataan terbuka para pejabat Nepal telah membongkar narasi yang dibangun PKT tersebut.

“Yang menjadi persoalan utama adalah bahwa jika kita melihat sistem peringatan sebelum bencana, latihan terkait, serta kemampuan tanggap dan penanganan setelah bencana, yang kita lihat hanyalah PKT melakukan pemblokiran informasi,” kata Lin Ting-hui, Wakil Sekretaris Jenderal Taiwan Association of International Law dan pakar ilmu lingkungan internasional. 

Pakar lingkungan internasional Lin Ting-hui menunjukkan bahwa perbatasan Tiongkok–Nepal dan Tiongkok–India sama-sama dianggap oleh pihak Tiongkok sebagai kawasan penting yang berada di bawah pengawasan militer. Orang asing yang ingin memasuki Tibet harus melalui pemeriksaan ketat. Karena itu, apabila Tiongkok tidak memberikan peringatan, negara-negara lain akan sangat sulit mengetahui situasi yang terjadi di dalam wilayah Tiongkok.

“Pertanyaannya adalah, mengapa sistem pemantauan dan sistem peringatan di sepanjang lembah sungai begitu lemah? Semua orang bertanya-tanya, apakah sebenarnya Anda takut negara lain melihatnya? Atau Anda tidak mampu bekerja sama dengan negara lain?” ujarnya. 

Sheng Xue, Wakil Ketua Global Alliance for Democracy and Tiongkok, menganalisis bahwa PKT telah lama menganggap sebagian data hidrologi wilayah hulu sebagai rahasia negara, sehingga informasi peringatan lintas batas sulit dibagikan secara memadai.

“Bagi pihak Tiongkok, jika mereka mengeluarkan peringatan, itu berarti mereka secara aktif mengakui bahwa di kawasan proyek-proyek besar di hulu terdapat bahaya keselamatan, termasuk kemungkinan terjadinya jebol bendungan dalam skala besar. Karena itu, PKT lebih memilih membiarkan puluhan juta orang pada akhirnya terkubur seluruhnya oleh longsoran lumpur daripada melindungi kepentingan rezimnya di wilayah tersebut,” ujarnya. 

Sheng Xue menunjukkan bahwa Lembah Gyirong merupakan kawasan penting bagi PKT dalam mendorong pembangunan infrastruktur lintas perbatasan melalui proyek “Belt and Road Initiative” (BRI).

Pembangunan tersebut mencakup penggalian besar-besaran lereng gunung, penebangan vegetasi, serta pembangunan jalan akses untuk proyek konstruksi di kawasan pegunungan. Tiongkok juga mendorong proyek pembangkit listrik tenaga air berskala sangat besar di ngarai, yang mengubah kondisi geologi dan ekologi yang sebelumnya sudah rapuh dan, menurutnya, memicu bencana dahsyat ini.

“Di sana mereka sedang membangun PLTA Rasuwagadhi–Bhote Koshi, yang direncanakan memiliki kapasitas terpasang 120 megawatt dan lokasinya berdekatan dengan Pos Perbatasan Gyirong,” ujarnya. 

“Selain itu, jaringan listrik yang mereka dorong mencakup jalur transmisi tegangan tinggi lintas negara sepanjang 5.000 kilovolt, yang harus melewati zona patahan di kawasan Himalaya pada ketinggian tinggi,” katanya. 

“Kemudian, proyek tersebut juga berada di tepi kawasan pegunungan gletser yang rapuh pada ketinggian 3.500 hingga 4.500 meter di atas permukaan laut. Mereka juga terus melakukan pembangunan besar-besaran, termasuk proyek ‘desa sejahtera’ di sepanjang perbatasan. Mereka terus-menerus mengutak-atik dan mengubah kawasan ini,” tambahnya. 

Lin Ting-hui menunjukkan bahwa salah satu prinsip penting dalam hukum lingkungan adalah “tidak boleh memindahkan bencana kepada negara tetangga”. Sebagai negara tempat sungai bermula, Tiongkok seharusnya memenuhi kewajiban sebagai negara tetangga yang baik terhadap negara-negara di hilir dan melindungi kepentingan mereka.

Namun, menurutnya, Tiongkok selama bertahun-tahun melakukan pembangunan besar-besaran atas nama kedaulatan dan pengawasan militer, merusak ekosistem, sekaligus menolak transparansi informasi dan kerja sama internasional.

“Bagi Nepal dan India, jika di masa depan mereka menuntut ganti rugi dari Tiongkok, Tiongkok mungkin akan menghadapi banyak persoalan. Karena itu, pada tahap sekarang, mereka harus terlebih dahulu melepaskan diri dari tanggung jawab dan mengatribusikan seluruh persoalan kepada apa yang disebut sebagai faktor alam, bukan faktor manusia. Ini merupakan tindakan yang sangat jahat,” jelasnya. 

Sheng Xue menunjukkan bahwa demi menghindari tuntutan ganti rugi lintas negara dalam jumlah sangat besar serta tuduhan internasional terkait kerusakan ekologi, PKT menyembunyikan data korban jiwa dan menciptakan kesan bahwa situasi bencana masih dapat dikendalikan.

PKT juga mempertahankan kawasan perbatasan Tibet sebagai zona politik dan militer yang tertutup, serta menolak masuknya seluruh bantuan internasional.

Li Yun/Chang Chun/Zhong Yuan

AS Merombak Peta Minyak Venezuela, Strategi Energi Tiongkok dan Rusia Terpukul Keras

Gedung Putih pada Senin (31 Agustus) merilis rincian transaksi minyak Venezuela dengan perusahaan North American Blue Energy Partners, dan mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat akan secara efektif menguasai produksi dari sekitar seperlima cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kepemilikan saham dan hak pembelian minyak.

EtIndonesia.com Beberapa hari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai “transaksi minyak terbesar dalam sejarah” dengan Venezuela. 

Menurut dokumen penjelasan yang dirilis Gedung Putih pada 31 Agustus, perusahaan minyak swasta Amerika, North American Blue Energy Partners (NABEP), akan memperoleh konsesi selama 100 tahun dari pemerintahan sementara Venezuela untuk mengelola 17 ladang minyak, yang mencakup sekitar 65 miliar barel cadangan minyak terbukti.

Dari jumlah tersebut, 14 kontrak baru-baru ini disetujui oleh pemerintah Venezuela. Lima di antaranya sebelumnya dioperasikan oleh perusahaan Tiongkok, sementara satu lainnya dioperasikan oleh perusahaan Rusia.

North American Blue Energy Partners (NABEP) dimiliki oleh pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt. Perusahaan induknya akan mengalihkan 35% saham kepada pemerintah Amerika Serikat dan berkomitmen menjual 20% produksi minyak dari ladang-ladang tersebut kepada Departemen Luar Negeri AS dengan harga pokok. Untuk 80% produksi yang tersisa, Departemen Luar Negeri AS juga memiliki hak prioritas untuk membelinya.

Peneliti di Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Chung Chih-tung, menilai bahwa kesepakatan ini merupakan situasi yang menguntungkan banyak pihak.

“Tentu saja, pemenang terbesar adalah Amerika Serikat. AS sekaligus memperoleh energi serta kepentingan strategis di bidang geopolitik dan ekonomi. Pemenang kedua tentu saja adalah pemerintahan baru Venezuela. Karena Venezuela sebelumnya terkena sanksi, melalui kesepakatan dengan Amerika Serikat kali ini, Venezuela dapat memperoleh hasil yang signifikan dalam hal investasi, produksi, dan penerimaan pajak,” ujar Chung Chih-tung, peneliti di Institute for National Defense and Security Research Taiwan. 

“Pemenang ketiga adalah perusahaan energi Amerika. Konsumen Amerika dalam jangka panjang juga merupakan pemenang, karena pasokan minyak Venezuela yang besar dan lokasinya yang relatif dekat dapat menurunkan harga energi serta risiko pasokan,” jelasnya. 

Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dari lima proyek yang sebelumnya dioperasikan perusahaan Tiongkok, dua di antaranya dikelola oleh China Concord Resources, yang dikenai sanksi AS pada 2019 karena terlibat dalam aktivitas terkait Iran.

Proyek lainnya dioperasikan oleh Sinopec, sementara satu lagi dioperasikan oleh China National Petroleum Corporation (CNPC). Pejabat tersebut menolak mengungkapkan nama perusahaan Tiongkok yang kelima.

Transaksi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat sedang merombak peta industri minyak Venezuela. Pengaruh energi dan finansial yang dibangun Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Venezuela selama dua dekade terakhir mengalami pelemahan besar.

“Sistem energi Venezuela, termasuk sejumlah infrastruktur dasar serta ekspor ke luar negeri, pada dasarnya sangat bergantung pada Tiongkok karena sanksi yang diberlakukan di masa lalu. Kesepakatan jangka panjang sebesar 65 miliar barel ini baru merupakan awal dari terbukanya babak pemisahan sistem energi Venezuela dari Tiongkok. Ini juga menjadi awal konkret dari upaya ‘de-Tiongkok-isasi,” kata Chung Chih-tung. 

Komentator urusan terkini yang berbasis di Amerika Serikat, Zheng Haochang, mengatakan bahwa perkembangan ini juga menjadikan PKT sebagai pihak yang paling dirugikan.

“Pihak yang paling dirugikan tentu saja adalah PKT. Trump kadang menekan Iran, kemudian beralih menekan Venezuela. Saya kira Beijing pasti sangat marah, tetapi tidak berani menunjukkannya. Bagaimanapun, pertemuan Trump-Xi juga sudah semakin dekat. Para pejabat PKT tidak berani membuat masalah tambahan karena khawatir memancing kemarahan Trump dan akhirnya menanggung akibatnya,” katanya. 

Tiongkok merupakan pembeli penting minyak Venezuela. Tahun lalu, sekitar 75% ekspor minyak Venezuela ditujukan ke Tiongkok. Namun, setelah Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro pada awal tahun ini, ekspor minyak Venezuela ke Tiongkok anjlok tajam.

Sebelumnya, PKT juga memberikan pinjaman dalam jumlah besar kepada Venezuela. Saat ini, Venezuela masih memiliki utang sekitar US$10–15 miliar, sebagian diantaranya dibayar dengan minyak.

Setelah Amerika Serikat memperoleh kendali atas ekspor minyak Venezuela, minyak yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang kepada PKT kemungkinan juga akan berada di bawah kendali AS.

Chung Chih-tung: “Dulu, karena Venezuela terkena sanksi, minyak mentahnya dikirim ke Tiongkok. Sekarang, minyak mentah yang sebelumnya dikirim ke Tiongkok kemungkinan besar akan dialihkan ke pasar Amerika Serikat dan pasar yang dikendalikan negara-negara Barat. Jadi, kerugian Tiongkok bukan hanya investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok, tetapi juga merupakan pembalikan strategis terhadap keseluruhan tata letak keamanan energi Tiongkok di luar negeri.”

Venezuela memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia, dengan cadangan minyak mentah bawah tanah diperkirakan mencapai sekitar 303 miliar barel.

North American Blue Energy Partners berencana mengirim lebih dari 50 unit rig pengeboran ke Venezuela dalam beberapa tahun mendatang, dengan tujuan meningkatkan produksi minyak mentah Venezuela yang saat ini masih lemah secara signifikan. (***)

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Trump Perintahkan Serangan Balasan terhadap Garda Revolusi

EtIndonesia.com  Presiden AS Donald Trump pada 1 September 2026  mengonfirmasi bahwa ia telah memerintahkan militer AS melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran baru yang menargetkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Serangan tersebut merupakan respons terhadap upaya Garda Revolusi sehari sebelumnya untuk menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Trump juga mengungkapkan kepada media AS bahwa militer Amerika telah menghancurkan sejumlah besar radar Iran serta sistem terkait yang sedang dibangun kembali.

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Trump Perintahkan Serangan Balasan terhadap Garda Revolusi

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 1 September mengonfirmasi bahwa pada pukul 12.00 siang waktu AS bagian Timur, militer AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap target-target Garda Revolusi Iran. Serangan tersebut merupakan aksi balasan atas upaya Garda Revolusi sebelumnya untuk menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz serta pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah.

Presiden Trump kemudian mengkonfirmasi melalui sebuah unggahan: “Saat ini, Amerika Serikat sedang menyerang target-target Iran di dekat Selat Hormuz. Serangan ini berskala besar dan sangat kuat.”

Trump menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas tindakan Iran memasang ranjau laut dan meluncurkan delapan rudal dalam upaya menyerang pangkalan militer AS di Yordania.

Presiden AS tersebut juga menyampaikan ultimatum terakhir. Ia memperingatkan bahwa jika Iran berani melakukan serangan balasan lagi, Iran akan menghadapi serangan yang jauh lebih dahsyat dan dengan tingkat eskalasi yang lebih tinggi. Ia juga mengatakan bahwa “serangan terbesar masih menunggu untuk dilancarkan” dan setelah serangan tersebut berakhir, “Republik Islam Iran akan hampir tidak menyisakan apa-apa.”

Sejumlah pejabat di Iran mengklaim bahwa empat proyektil telah menghantam sejumlah wilayah di kota Chabahar dan Konarak, di bagian tenggara Iran.

Ledakan keras juga dilaporkan terdengar di sejumlah lokasi lain, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.

Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa tidak lama setelah militer AS menyerang Pulau Larak, Garda Revolusi melancarkan operasi gabungan menggunakan rudal dan drone untuk menyerang pangkalan militer AS King Hussein dan Al Azraq di Yordania.

Garda Revolusi mengklaim telah menghancurkan infrastruktur teknologi dan pemeliharaan serta lokasi penempatan pesawat tempur AS. Beberapa jam kemudian, mereka juga menyerang pasukan AS dan helikopter di Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab. Rincian mengenai serangan tersebut masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Menanggapi serangan terhadap aset militer AS, Presiden Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika akan memberikan respons yang sangat keras.

Namun, ketika ditanya media, Trump mengatakan bahwa ia tidak akan pernah memasukkan serangan nuklir sebagai pilihan untuk memberikan pukulan menentukan dalam perang melawan Iran.

Presiden AS Donald Trump: “Saya sama sekali tidak akan pernah berpikir seperti itu. Ya, saya memang telah mengesampingkannya. Tidak ada alasan untuk menggunakan senjata nuklir.”

“Militer Iran telah mengalami kekalahan total.”

Seiring perang antara AS dan Iran kembali berkobar, muncul laporan bahwa masa penempatan Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) di Timur Tengah telah diperpanjang hingga tahun 2027. Divisi tersebut merupakan salah satu unit pasukan terjun payung dan pasukan respons cepat paling elit serta paling bersejarah dalam Angkatan Darat AS.

Bessent: Mencekik Iran Secara Ekonomi dan Memburu Aset Terkait

Sebelumnya, dua kapal tanker super yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi berturut-turut terkena proyektil atau benda terbang tak dikenal di Selat Hormuz.

Salah satu kapal tanker terkena tiga proyektil di perairan sebelah timur Oman. Kapal tanker lainnya diduga terlibat dalam konfrontasi dengan kekuatan militer di perairan sekitar selat tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa dan belum ada organisasi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Di tengah ancaman yang terus membayangi pelayaran komersial di Teluk Persia, Menteri Keuangan AS Scott Bessent kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.

Scott Bessent:“Kami akan mencekik rezim ini secara ekonomi.”

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat juga bersiap menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan penyewaan pesawat dan berbagai entitas lain yang melakukan transaksi dengan Garda Revolusi.

Bessent mengatakan: “Saya ingin mengumumkannya secara terbuka di hadapan televisi di seluruh dunia agar kalian tahu: kami tahu di mana rekening kalian berada di perusahaan-perusahaan perwalian di Kepulauan Virgin Britania Raya. Kami tahu tentang rumah-rumah mewah senilai 100 juta dolar AS yang kalian miliki di berbagai penjuru dunia, dan kami akan membekukan aset-aset tersebut.”

Apakah Pelabuhan Tiongkok Menjadi Target? Iran Dituding Merencanakan Serangan terhadap Pelayaran Asia Timur

Media oposisi Iran International melaporkan bahwa menurut sumber yang mengetahui situasi, Unit 4000, yang berada di bawah badan intelijen Garda Revolusi Iran, sedang merekrut operatif non-Iran melalui jaringan di Thailand dan Indonesia.

Mereka diduga merencanakan serangan terhadap kapal, jalur perairan, dan pelabuhan di Asia Timur, bahkan targetnya disebut mencakup dua pelabuhan utama di Tiongkok.

Rincian mengenai informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Wang Ziyi.

Apakah Sayuran yang Disimpan Semalaman Menyebabkan Kanker? Dokter Ungkap 2 Prinsip untuk Menyelamatkannya 

Di daratan Tiongkok, ada laporan mengenai sawi putih yang diberi larutan formaldehida dan disebut dapat menyebabkan kanker. Lantas, apakah makanan yang disimpan semalaman juga dapat menyebabkan kanker? Selama bertahun-tahun beredar rumor bahwa mengonsumsi makanan sisa yang disimpan semalaman dapat menyebabkan kanker. Namun, seorang dokter Taiwan mengatakan bahwa tidak ada bukti medis yang mendukung rumor tersebut. Yang terpenting adalah menyimpan makanan dengan benar. Ia juga mengungkapkan dua prinsip utama untuk menjaga keamanan makanan yang disimpan semalaman.

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, muncul laporan dari Hebei, Tiongkok, bahwa sawi putih dicelupkan atau diolesi larutan formaldehida. Dr. Yen Tsung-hai, Direktur Pusat Toksikologi Klinis Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Linkou, Taiwan, sebelumnya mengatakan kepada program TVBS Health 2.0 bahwa paparan jangka panjang terhadap sawi putih semacam itu dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring dan kanker darah.

Kasus sawi putih yang mengandung formaldehida membuat semakin banyak orang khawatir mengenai keamanan makanan yang mereka konsumsi. Di tengah masyarakat juga telah lama beredar anggapan bahwa mengonsumsi makanan yang disimpan semalaman dapat menyebabkan kanker. Hal ini membuat banyak orang merasa cemas. Apalagi, demi kepraktisan, banyak keluarga terbiasa menyimpan makanan untuk dimakan sebagai sarapan keesokan harinya.

Lantas, apakah makanan yang disimpan semalaman benar-benar dapat menyebabkan kanker?

Dalam wawancara baru-baru ini, Dr. Yen Tsung-hai kembali menegaskan bahwa anggapan makanan semalaman menyebabkan kanker adalah tidak benar. Tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, itu merupakan rumor yang keliru.

Sayuran yang ditanam dengan penggunaan pupuk kimia dan pupuk nitrogen pada dasarnya memiliki kadar nitrat yang relatif tinggi. Jika sayuran tersebut tidak disimpan dengan baik hingga membusuk, mikroorganisme dapat mengubah nitrat menjadi nitrit. Dalam kondisi tersebut, nitrosamin, yaitu senyawa yang dapat bersifat karsinogenik, dapat terbentuk.

Ia mengatakan, daripada merasa khawatir atau panik secara berlebihan, lebih baik memusatkan perhatian pada cara menyimpan bahan makanan dengan benar. Risiko sebenarnya dari makanan yang disimpan semalaman adalah keracunan makanan, bukan kanker.

Selama sayuran tidak membusuk dan disimpan dengan benar, makanan yang disimpan semalaman tidak akan menghasilkan nitrosamin. Namun, jika makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan sehingga mikroorganisme berkembang biak dalam jumlah besar, hal tersebut dapat dengan mudah menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah dan diare.

Bagaimana cara menyimpan makanan dengan benar?

Dr. Yen Tsung-hai secara khusus mengingatkan bahwa makanan yang akan disimpan untuk keesokan hari harus segera dimasukkan ke dalam kulkas untuk didinginkan. Saat akan dimakan pada hari berikutnya, makanan tersebut juga harus dipanaskan secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Hal ini karena pendinginan saja memang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi pemanasan secara menyeluruh diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit.

Dengan menerapkan dua prinsip utama, yaitu “segera simpan di lemari pendingin” dan “panaskan secara menyeluruh”, Dr. Yen Tsung-hai mengatakan masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang disimpan semalaman dengan lebih tenang.

Terakhir, Dr. Yen Tsung-hai juga menyarankan agar masyarakat memastikan makanan dan peralatan makan tetap bersih serta lingkungan terjaga kebersihannya, sebagai upaya mencegah penyakit yang berasal dari makanan. (***)

Wanita Tiongkok Diculik di Thailand Berhasil Diselamatkan, Ponsel Pelaku Bongkar Foto Korban Lain 

Seorang perempuan asal Tiongkok berusia 29 tahun diculik oleh empat pria Thailand dan hendak dibawa ke Distrik Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, di kawasan perbatasan Thailand–Myanmar. Perempuan tersebut akhirnya berhasil diselamatkan oleh polisi.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa keempat pria tersebut telah ditangkap secara bertahap. Setelah penangkapan, polisi menemukan sejumlah foto penculikan lainnya di ponsel para tersangka, yang menimbulkan dugaan bahwa masih ada korban lain.

EtIndonesia.com  Pada larut malam 23 Agustus waktu setempat, korban dibawa oleh empat pria Thailand ke dalam sebuah sedan Nissan Teana berwarna hitam. Ketika kendaraan melaju di Jalan Ratchadamnoen di Desa Nai Mueang, Distrik Mueang, korban berhasil melompat dari mobil untuk melarikan diri dan meminta bantuan warga setempat.

Polisi kemudian berhasil menghentikan sebuah kendaraan yang dicurigai dan menyelamatkan perempuan tersebut.

Menurut laporan media Thailand seperti Daily News dan Thai Examiner, polisi Thailand kini memperluas penyelidikan atas kasus penculikan tersebut. Dalam proses pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah foto di ponsel para tersangka. Di dalamnya terdapat foto beberapa warga negara Tiongkok yang diikat dan ditahan, dengan kondisi yang diduga mirip dengan kasus ini.

Pada saat yang sama, penyidik menemukan sejumlah petunjuk dari ponsel tersangka dan data elektronik lainnya. Sebagian informasi tersebut mengarah ke wilayah Provinsi Ayutthaya, Thailand.

Pihak berwenang telah menyita data-data tersebut sebagai bukti penting. Mereka sedang menyelidiki kapan dan di mana foto-foto itu diambil, apakah orang-orang yang terlihat dalam foto masih selamat, apakah mereka memiliki hubungan dengan keempat tersangka dalam kasus ini, serta apakah di balik kasus tersebut terdapat jaringan kejahatan lintas negara yang lebih kompleks.

Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya warga negara Tiongkok lainnya yang menjadi korban penipuan serupa.

Selain itu, penyidik sedang memeriksa catatan komunikasi, transaksi keuangan, data pergerakan kendaraan, serta bukti elektronik lainnya milik para tersangka untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik kejahatan tersebut.

Berdasarkan keterangan terbaru dari perempuan Tiongkok yang menjadi korban, sebelumnya ia bertemu dengan seorang perempuan Tiongkok saat bepergian di Singapura. Perempuan tersebut kemudian mengundangnya ke Thailand dan mengatakan bahwa ada peluang untuk berbisnis atau menghasilkan uang di sana.

Perempuan tersebut juga menawarkan untuk membayar biaya tiket pesawat dan akomodasinya, serta mengatakan bahwa seseorang akan menjemputnya di bandara setelah tiba di Thailand.

Setelah korban tiba di Thailand, sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang menjemputnya di bandara. Mereka kemudian membawanya ke sebuah tempat tinggal di sekitar Provinsi Samut Prakan.

Keesokan harinya, seorang pria Thailand berusia 24 tahun datang menjemputnya dengan mobil. Karena masih mengira bahwa perjalanan tersebut telah diatur oleh teman Tiongkok yang dikenalnya, korban pun masuk ke dalam mobil.

Dalam perjalanan, tiga pria lainnya naik ke mobil secara bertahap. Satu orang duduk di kursi depan, sedangkan dua lainnya duduk di kedua sisi korban di kursi belakang, sehingga korban berada di tengah.

Korban mulai menyadari bahwa situasinya tidak normal dan berusaha melawan. Namun, beberapa pria tersebut berhasil mengendalikannya, mengikat kedua tangannya, dan mengawasinya dengan ketat.

Ketika mobil tiba di Provinsi Kamphaeng Phet, korban melihat adanya pos pemeriksaan polisi di depan. Ia berhasil memberikan sinyal meminta pertolongan.

Namun, bukannya berhenti, pengemudi justru mempercepat kendaraan dan menerobos pos pemeriksaan untuk melarikan diri. Polisi segera melakukan pengejaran. Pada akhirnya, keempat pria tersebut berhasil ditangkap dan korban diselamatkan.

Saat ini, polisi akan menjerat para tersangka dengan sejumlah tuduhan, termasuk penyerangan, perampokan, penyekapan ilegal, dan mengemudi setelah menggunakan narkoba.

Jika penyelidikan lebih lanjut menemukan adanya tindakan merekrut, memindahkan, atau mengendalikan korban untuk memperoleh keuntungan secara ilegal, polisi akan menambahkan dakwaan lainnya.