Home Blog Page 1982

Ibu Jahat Manfaatkan Putri yang Kanker Hingga Meninggal Gali Sumbangan Buat Biaya Operasi Sumbing Putranya

oleh A Zhu

Wang Fengya, seorang gadis di bawah usia 3 tahun di Henan, Tiongkok, menemui ajal setelah 1 tahun menderita penyakit kanker mata.

Ibu anak tersebut justru menggunakan kondisi putrinya yang sakit untuk mengumpulkan dana sumbangan lewat internet pada periode putrinya masih memiliki harapan hidup, menggunakan dana terkumpul yang besarnya 150.000 Renminbi tersebut untuk membiayai operasi sumbing putranya. ‘Mentelantarkan’ putrinya itu menimbulkan kemarahan netizen Tiongkok.

Baru-baru ini, sebuah artikel berjudul ‘Kematian Seorang Kawan Kecil Bernama Wang Fengya’ populer tersebar di media sosial Tiongkok. Artikel tersebut menimbulkan kemarahan warganet terhadap ibu jahat itu.

Artikel ini ditulis oleh seorang yang mengaku orang yang mengetahui masalah mengungkapkan bahwa, Wang Fengya pada bulan September tahun lalu telah didialogsis rumah sakit menderita penyakit retinoblastoma, dan kondisinya semakin parah. Pada saat itu, Yang Meiqin mengunggah melalui beberapa media sosial berita meminta sumbangan dana dari para donatur untuk biaya pengobatan putrinya yang sedang mengidap penyakit kanker di mata.

Yang Meiqin juga mengunggah sejumlah foto putrinya itu, termasuk foto yang menunjukkan bola mata kanan putrinya yang keluar dari kelopak. kondisi sudah kritis. Juga terpapar sebuah foto selfi Yang bersama putrinya.

Sebuah adegan video Wang Fengya yang mengucapkan “Tolonglah aku” dengan suara yang lirih, membuat netizen merasa iba melihatnya.

Banyak warganet simpati terhadap gadis kecil yang malang ini, dengan murah hati mereka mendonorkan uang untuk membantu biaya pengobatan, dan tidak sedikit warganet  meneruskan pesan meminta kawan-kawan yang berkehendak baik untuk bergerak, ikut  menyelamatkan hidup Wang Fengya.

Sejak itu, Yang Meiqin terus menerima donasi dari orang-orang baik hati. Menurut laporan sumber yang mengaku mengetahui masalah tersebut, dana sumbangan yang diterima secara kumulatif telah mencapai 150.000 Renminbi (setara Rp.330 juta).

Namun, tak lama kemudian orang-orang yang antusias menemukan bahwa setelah Yang Meiqin menerima uang sumbangan itu, bahkan uangnya digunakan membiayai operasi sumbing putranya di rumah sakit mewah yang didanai asing di Beijing. Tetapi membawa Wang Fengya yang penyakitnya makin kritis ke rumah sakit umum anak-anak setempat untuk perawatan.

Setelah informasi ini tersebar, sejumlah warganet merasa tidak puas. Ada warganet yang antusias lalu membentuk kelompok sukarela bergegas ke rumah Wang Fengya untuk mendesak Yang Meiqin membawa putrinya menerima pengobatan yang berkualitas tinggi.

Bulan April tahun ini, di bawah desakan para sukarelawan, Yang pernah membawa Wang Fengya ke Rumah Sakit Anak di Beijing untuk diperiksa. Dokter di Rumah Sakit Anak Beijing mengatakan bahwa selama Wang Fengya dirawat di rumah sakit, dia masih memiliki harapan untuk bertahan hidup.

Namun, apa yang membuat para netizen terkejut adalah Yang Meiqin menolok untuk mengijinkan putrinya menginap di rumah sakit untuk menerima pengobatan. Tidak peduli terhadap saran maupun protes sukarelawan yang ikut membantunya. Memaksa membawa pulang putrinya yang sudah kritis. Meskipun  sukarelawan tidak berdaya, mereka masih terus memperhatikan kondisi Wang Fengya.

Pada 13 April, beberapa orang sukarelawan kembali mengusulkan kepada Yang Meiqin untuk mengatur pengobatan Wang Fengya di sebuah rumah sakit besar di Zhengzhou, dan berjanji untuk menanggung semua biaya.

Tetapi hal yang tak terduga terjadi : Nenek dari Wang Fengya justru bertindak brutal, merampas ponsel relawan, menggerakan anggota keluarga lainnya untuk memukuli para relawan. Setelah kasusnya dilaporkan kepada polisi, para relawan menarik diri dari bantuan.

Akhir bulan April, Yang Meiqin kembali mengunggah foto, video dan berita tentang kondisi putrinya itu ke media sosial untuk mendapatkan sumbangan dana. Kasihan Wang Fengya yang masih diinapkan di sebuah klinik lokal terus dijadikan sapi perahan untuk menggalang dana sampai ia dijemput oleh Yang Maha Kuasa pada 4 Mei lalu. (Sinatra/asr)

Saat Jurnalis Internasional Memulai Perjalanan ke Lokasi Uji Coba Nuklir Korea Utara

Epochtimes.id- Jurnalis internasional telah memulai perjalanan maraton ke tempat uji coba nuklir Korea Utara pada Rabu (23/05/2018).

Rencana ini terwujud setelah Pyongyang menunda memberangkatkan sejumlah media Korea Selatan untuk menyaksikan pembongkaran fasilitas uji coba nuklir Korut.

Perjalanan ini menggunakan kereta api selama 11 jam, menaiki bus selama empat jam, dan kemudian mendaki satu jam seperti diungkap seorang wartawan dengan RT Rusia di Twitter.

Korea Utara telah menunda pembicaraan dengan Korea Selatan dan mengancam akan menarik keluar dari KTT yang akan datang antara diktator Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump.

Akan tetapi undangan kepada media dinilai sebagai indikasi bahwa tawaran untuk mengakhiri uji coba nuklir Korut masih berlaku.

Sebelumnya Korut telah menolak untuk mengundang wartawan Korea Selatan sebagai protes terhadap latihan tempur udara “Max Thunder” AS-Korea Selatan.

Wartawan dari sejumlah kantor berita internasional mengatakan di Twitter mereka tiba di kota pelabuhan Korea Utara, Wonsan, Selasa lalu.

Laporan media Korsel menyebutkan, sebanyak 8 warga Korea Selatan tiba di Wonsan, mereka dipaksa untuk meninggalkan detektor radiasi, telepon satelit, dan Bluetooth sebelum mereka semua berangkat ke tempat lokasi uji coba nuklir.

Korea Utara mengumumkan akan menggunakan peledak untuk menutup terowongan uji coba nuklir.

Kementerian Unifikasi Seoul menyambut baik keputusan Pyongyang untuk menerima Korea Selatan.

“Kami berharap untuk realisasi awal denuklirisasi penuh dari semenanjung Korea melalui Korea Utara-AS. KTT dan dialog berbagai tingkat, dimulai dengan penghancuran lokasi uji coba nuklir,” kata Juru Bicara Kementerian Baik Tae-hyun dalam jumpa pers.

Diperkenankan pada menit-menit terakhir oleh Korea Utara terhadap wartawan Korea Selatan terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Kim mulai mundur dari janjinya untuk membatalkan program nuklir.

Tiongkok menyatakan Amerika Serikat dan Korea Utara masih membuat persiapan untuk KTT itu dan Beijing berharap kedua pihak dapat “menyingkirkan gangguan”.

Seoul berusaha untuk menengahi antara Amerika Serikat dan Korea Utara, saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengunjungi Washington pada Selasa lalu untuk bertemu dengan Presiden Trump.

Pembicaraan intra-Korea tingkat tinggi kemungkinan akan dilanjutkan setelah Jumat (25/05/2018), setelah Max Thunder selesai. Kepastian diungkap oleh sekretaris media Moon Yoon Young-chan.

Seorang pejabat senior Korea Selatan mengatakan kepada wartawan dengan identias anonim : “Mengingat pemikiran dan pernyataan Korea Utara, kami akan dapat mengubah suasana setelah latihan Max Thunder dari kebuntuan saat ini dan memulai kembali dialog.”

Korea Utara sebelumnya telah menyetujui tujuan denuklirisasi penuh dan perdamaian.

Amerika Serikat kini menempatkan 28.500 pasukan di Korea Selatan. Ini sebagai warisan Perang Korea 1950-53 yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. (asr)

Oleh Hyonhee Shin/Reuters/The Epochtimes

Mengapa Harus Memiliki Undang-Undang tentang Perdagangan Organ Manusia

0

Para senator di komite tetap hak asasi manusia legislatif mendengarkan pada 23 Mei tentang mengapa Kanada harus memiliki undang-undang sendiri untuk memerangi perdagangan organ, terutama ketika melibatkan negara seperti Tiongkok di mana negara tersebut berada di belakang pengambilan paksa organ.

“Perdagangan organ manusia telah menjadi masalah global,” kata Senator Salma Ataullahjan dalam sidang komite tentang Bill S-240, rencana undang-undang yang dia sponsori.

RUU tersebut berusaha untuk mengubah KUHP untuk menciptakan pelanggaran-pelanggaran baru yang terkait dengan perdagangan organ dan jaringan manusia. Ia juga berusaha untuk mengamandemen Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi untuk melarang masuk ke Kanada bagi penduduk tetap atau warga negara asing yang terlibat dalam perdagangan organ atau jaringan manusia.

Menurut Ataullahjan, tidak ada undang-undang yang saat ini ada di Kanada yang melarang wisata transplantasi, praktik bepergian ke luar negeri untuk membeli organ untuk transplantasi dan kemudian kembali ke Kanada.

undang-undang transplantasi organ
(Kiri-kanan) Mantan Anggota Parlemen Kanada dan sekretaris negara untuk Asia-Pasifik David Kilgour, Senator Jane Cordy, Senator Nancy Hartling, Senator Thanh Hai Ngo, Senator Wanda Thomas Bernard, Senator Salma Ataullahjan, pengacara hak asasi manusia internasional David Matas, dan Senator Kim Pate berpose untuk foto setelah sidang untuk Bill S-240 di Komite Tetap Hak Asasi Manusia Senat pada 23 Mei 2018. (Limin Zhou / NTD Television)

“Perdagangan organ adalah praktik yang menargetkan orang-orang miskin dan rentan lainnya, dan merupakan pelanggaran terhadap prinsip adil, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Ataullahjan.

Mantan anggota parlemen dan sekretaris negara untuk Asia-Pasifik, David Kilgour, yang juga muncul di hadapan komite tersebut, menyoroti kegawatan situasi di Tiongkok.

“Salah satu poin yang menyadarkan saya sepanjang waktu adalah tragedi seorang ibu yang menjual ginjalnya sehingga anaknya dapat kuliah. Tetapi hanya ada satu negara di dunia, penyebab saya percaya sekarang, di mana pemerintah menjalankan perdagangan ini, dan tidak ada yang selamat di Tiongkok,” kata Kilgour.

“Penting untuk membedakan antara apa yang terjadi di lorong-lorong belakang di beberapa kota dengan apa yang terjadi di Republik Rakyat Tiongkok,” katanya.

Menurut investigasi oleh Kilgour dan pengacara hak asasi manusia Winnipeg, David Matas, Tiongkok telah mengambil organ dari para tahanan nurani dalam skala massal, sebagian besar para praktisi Falun Dafa, mendorong bisnis multi miliar dolar yang menguntungkan pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT). Falun Dafa, atau Falun Gong, adalah latihan meditasi spiritual tradisional yang sangat dianiaya di Tiongkok.

Matas, yang juga berbicara di persidangan tersebut, mengatakan jumlah transplantasi di Tiongkok meningkat tak lama setelah PKT meluncurkan kampanye penganiayaan terhadap para praktisi Falun Dafa pada tahun 1999.

Investigasi terbaru oleh Kilgour, Matas, dan jurnalis investigasi Amerika dan penulis Ethan Gutmann pada tahun 2016 menunjukkan bahwa setidaknya 60.000 transplantasi terjadi di Tiongkok setiap tahun, sangat jauh dari angka resmi 10.000 yang telah disebutkan oleh rezim Tiongkok.

“Jika Anda melakukan aritmatika, itu artinya sekitar 150 orang setiap hari di Tiongkok dibunuh untuk diambil organnya. Dan tidak ada yang selamat dalam operasi ini,” kata Kilgour.

‘Sangat Menggelisahkan’

RUU Senat tersebut mirip dengan Bill C-350, RUU publik yang dikenalkan oleh anggota swasta yang diperkenalkan oleh anggota parlemen Garnett Genuis Konservatif yang sedang berjalan melalui Parlemen. RUU anggota swasta jarang menjadi undang-undang, tetapi Genuis dan Ataullahjan berharap bahwa keberadaan dari RUU Senat tersebut akan membantu memastikan menjadi undang-undang.

RUU serupa telah diperkenalkan oleh para anggota parlemen dari kedua kaukus (pertemuan para pendukung) Liberal dan Konservatif di masa lalu, termasuk dua kali oleh anggota parlemen Liberal, Borys Wrzesnewskyj, dan pernah oleh mantan anggota parlemen dan menteri keadilan Liberal, Irwin Cotler.

“Ketika saya melihat berapa kali itu dibawa ke House of Commons, oleh Liberal dan Konservatif, namun itu selalu sia-sia, Anda harus bertanya pada diri sendiri: ‘Kapan kita akan benar-benar mengambil sikap dan melakukan sesuatu’,” kata Senator Jane Cordy.

“Ini adalah masalah global dan isu global, dan saya pikir kadang-kadang kita santai sejenak di Kanada dan berpikir itu tidak mempengaruhi kita, tetapi ketika saya melihat 50 pasien dari satu orang dokter di Toronto yang telah pergi ke Tiongkok untuk transplantasi, itu bagi saya sangat menggelisahkan,” tambahnya.

Cordy mengacu pada contoh yang dikutip oleh Matas tentang seorang dokter di Rumah Sakit St. Michael Toronto yang melaporkan bahwa 50 pasiennya telah pergi ke Tiongkok untuk mendapatkan transplantasi organ.

Sejumlah negara, termasuk Taiwan, Israel, Spanyol, Italia, dan Norwegia telah mengeluarkan undang-undang yang membatasi kemampuan warga negara mereka untuk menerima transplantasi organ di luar negeri.

Pencegah

Senator Ataullahjan berpikir bahwa jika RUU-nya lolos, calon wisatawan transplantasi ke Tiongkok akan lebih sadar akan sumber-sumber organ tersebut.

“Mereka akan melihat apa yang mereka hadapi… ada banyak air keruh sekarang dan tidak ada hukum yang jelas dan tegas.”

Matas mengatakan pembuatan undang-undang tersebut juga akan bertindak sebagai pencegah bagi para profesional medis di Tiongkok yang berpartisipasi dalam pengambilan organ paksa.

“Partai Komunis pada dasarnya tidak peduli. Perhatian utama mereka adalah memiliki kendali, tidak menghormati hak asasi manusia. Tetapi profesi transplantasi tidak terfokus pada kontrol Partai Komunis seperti pemerintah tersebut,” katanya.

“Jadi untuk mengatakan bahwa Anda tidak dapat masuk [Kanada], atau lebih buruk lagi, Anda akan dituntut jika Anda diizinkan masuk, itu berarti sesuatu bagi mereka. Begini … bahkan jika jumlah orang yang akan dituntut adalah sedikit, itu mengirim sebuah pesan.”

Senator Thanh Hai Ngo memunculkan ide apakah orang-orang yang bertanggung jawab atas pengambilan organ paksa dapat dikenakan sanksi di bawah Undang-undang Magnitsky (Magnitsky Act) yang baru lolos dari Kanada, yang menargetkan individu asing yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat.

“Secara hukum, mereka dalam lingkup undang-undang itu, mereka dapat ditambahkan ke daftar tersebut,” jawab Matas.

Bill S-240, sebuah RUU untuk mengubah KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi, saat ini sedang dipelajari oleh Komite Tetap Hak Asasi Manusia Senat sebelum pertimbangan akhir tentang RUU tersebut di Senat. (ran)

https://www.youtube.com/watch?v=0x2fRjqhmTA&t=27s

ErabaruNews

Pengguna Narkoba Wanita di Beijing Lebih Separuh di Antara Mereka Berusia Sekitar 20 Tahun

Epochtimes.id- Menurut survei terbaru, wanita pengguna markoba di Beijing berusia makin muda dan lebih dari setengah dari mereka menggunakan narkoba untuk pertama kalinya pada berusia sekitar 20 tahun.

Para pemudi kecanduan narkoba sebagian besar karena kekosongan spiritual, mengejar kesenangan, dan keengganan untuk bekerja.

Media ‘Caixin’ pada 23 Mei mengutip laporkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Beijing Akademi Ilmu Sosial terhadap 84 orang wanita pecandu. Diketahui bahwa mereka untuk pertama kalinya menggunakan narkoba pada usia sekitar 20  tahun.

Statistik menunjukkan bahwa periode puncak penggunaan narkoba wanita Beijing untuk pertama kalinya adalah pada kelompok usia 19-25 tahun. Untuk pertama kalinya menggunakan narkoba pada usia 14 – 18 tahun ada 10 orang (11.9%), Usia 19 – 25 tahun ada 42 orang (50%).Usia 26 – 35 tahun ada 21 orang (25%), Usia 36 – 45 tahun ada 9 orang (10.7%), dan usia 46 – 59 tahun ada 2 orang (2.4%).

Menurut laporan itu, ketika seorang wanita mulai menginjak dewasa dan mulai memasuki komunitas, periode tersebut adalah periode penentu bagi wanita untuk terlibat dalam narkoba.

Laporan menunjukkan bahwa dari 84 orang wanita pengguna narkoba itu, 14 orang adalah petani, 10 orang pekerja buruh, 15 orang pekerja mandiri, 2 orang pekerja stylistic, 3 orang personel manajemen, 7 orang adalah karyawan dan 33 orang adalah pengangguran. Di antara mereka, proporsi pengangguran adalah yang tertinggi mencapai 39,3%.

Dari struktur keluarga, ada 56 orang dari keluarga utuh (66.7%), 16 orang berasal dari keluarga orang tua tunggal (19%); 12 orang dari keluarga menikah lagi (14,3%).

Alasan wanita menggunakan narkoba terutama tercermin dalam tiga aspek berikut : Terutama karena mengejar kesenangan, membuang kejenuhan dan rasa ingin tahu. Dalam banyak kasus, penyebab penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh banyak faktor.

Ada 83,1% dari pecandu narkoba wanita memiliki berbagai tingkatan pengaruh psikologis pada pengejaran terhadap kesenangan. Ada 82.7% wanita pecandu narkoba karena masalah pernikahan, cinta, frustrasi, dan mengatasi depresi suasana hati adalah yang terbanyak, menyita 45.3% bagian dari keseluruhan.

Laporan menyebutkan bahwa pengguna narkoba yang disurvei ini sebelumnya sudah pernah mengikuti program rehabilitasi dengan tingkatan yang berbeda. Lebih dari separuh pecandu narkoba menerima rehabilitasi paksa. Hampir separuh pecandu narkoba melakukan secara sukarela, dan sekitar 30% pecandu narkoba menerima detoksifikasi.

Menurut informasi publik, tercatat hingga bulan Juni 2016, Beijing memiliki 33.000 orang pecandu narkoba terdaftar, tetapi perkiraan menyebutkan bahwa sebenarnya ada 160.000 orang pecandu dengan usia yang kian muda. Muda-mudi pecandu narkoba tumbuh pesat. Saat ini memberantas ketergantungan mental pada obat-obatan masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya dipecahkan oleh komunitas medis dunia.

Dilaporkan bahwa pecandu narkoba sering terlibat dalam jual-beli obat-obatan terlarang. Seorang wanita pecandu di Beijing yang telah berulang kali keluar masuk pusat rehabilitasi mengungkapkan bahwa ia sudah bercerai dengan suami dan memiliki seorang putra. ia pernah berpikir untuk bekerja sebagaimana orang lain dari jam 9 sampai jam 5, sembilan sampai lima, tetapi saat kecanduan muncul tak tertahankan.

Penggunaan narkoba jangka panjang berbahaya bagi sistem saraf, sistem kardiovaskular, sistem pernapasan dan lain-lain. Kasus yang parah dapat menyebabkan kematian. Karena sering berbagi jarum suntik, infeksi silang sering terjadi, penggunaan narkoba umumnya juga mudah terinfeksi virus HIV, terserang penyakit hati dan menular lainnya.

Menurut laporan, obat-obatan terlarang menyebar dengan cepat ke kalangan mahasiswa dan artis. Menurut analisis, dalam kondisi penurunan moralitas yang cepat di daratan, kekosongan spiritual telah menjadi masalah sosial yang telah menyebabkan peningkatan jumlah pengguna narkoba. (Sinatra/asr)

Epochtimes.com

Kemendag Amankan Dua Juta Batang Baja Diduga Tak Sesuai SNI

Epochtimes.id- Kementerian Perdagangan berhasil mengamankan sekitar dua juta batang Baja Tulangan Beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Balaraja, Banten, Kamis (24/5/2018).

Produk yang diamankan ini terdiri atas berbagai merek dan ukuran hasil produksi PT. SS di Kawasan Benua Permai Lestari Blok C-1 Cisereh, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pengamanan produk ini merupakan hasil pengembangan dan pemeriksaan dari kegiatan pengawasan oleh Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Ditjen PKTN).

“Baja tulangan beton yang diamankan ini tidak memiliki Sertifikasi Produk Pengguna Tanda SNI (SPPT-SNI) serta tidak memiliki Nomor Registrasi Produk (NRP). Sehingga, patut diduga baja-baja ini tidak memenuhi persyaratan SNI, dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI. Imbasnya, dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen,” kata Dirjen PKTN Veri Anggrijono saat meninjau lokasi gudang dan pabrik tempat baja tulangan beton tersebut disimpan dan diproduksi dalam rilis Kemendag.

Kementerian Perdagangan berhasil mengamankan sekitar dua juta batang Baja Tulangan Beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Balaraja, Banten, hari ini, Kamis (24/5). Pada kesempatan ini, turut hadir Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono; Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Wahyu Widayat; dan Direktur Industri Logam Kemenperin, Doddy Rahadi. (Dokumentasi Kemendag)

Sebelumnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Ditjen PKTN juga telah mengamankan 351 ribu batang baja tulangan beton berbagai merek dan ukuran di gudang CV. SMM.

Hasil pengujian menyimpulkan produk tersebut tidak memenuhi persyaratan SNI 07-2052-2002, tidak memiliki SPPT-SNI, serta tidak memiliki NRP. Nilai ekonomis dari produk yang telah diamankan tersebut mencapai kurang lebih Rp 70 miliar.

Veri menambahkan, para pelaku usaha ini patut diduga melanggar dua pasal. Kedua pasal tersebut adalah Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 57 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Veri juga menegaskan, Kemendag akan terus mengawasi perdagangan barang yang telah diberlakukan SNI secara wajib. Kemendag juga akan terus menegakkan peraturan perundangan lainnya untuk melindungi masyarakat dan industri dalam negeri yang telah mengikuti peraturan dan ikut serta dalam mewujudkan kepastian hukum dan usaha.

Kementerian Perdagangan berhasil mengamankan sekitar dua juta batang Baja Tulangan Beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Balaraja, Banten, hari ini, Kamis (24/5). Pada kesempatan ini, turut hadir Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono; Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Wahyu Widayat; dan Direktur Industri Logam Kemenperin, Doddy Rahadi. (Dokumentasi Kemendag)

Baja tulangan beton banyak digunakan dalam proses pembangunan infrastruktur.

Apabila tidak memenuhi SNI, maka dapat berpotensi menimbulkan hal yang tidak diinginkan baik selama proses pembangunan maupun setelah infrastruktur berdiri.

Veri mengatakan temuan-temuan Kemendag ini akan diproses sesuai ketentuan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kemendag.

“Kemendag akan bertindak tegas dan tidak berkompromi dengan pelaku usaha yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan yang ada. Kemendag terus meningkatkan pengawasan di lapangan sebagai salah satu bentuk usaha perlindungan konsumen, juga dalam rangka meningkatkan ketertiban pelaku usaha dalam kegiatan niaga,” tegas Veri. (asr)

Hoax Terkait Informasi Viral IMEI dan Cyber Crime Polri, Ini Penjelasan Kominfo

0

Epochtimes.id- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menanggapi informasi beredar terkait nomor IMEI yang dikaitkan dengan penyadapan oleh Cyber Crime Polri, informasi yang viral tersebut adalah hoaks.

Berikut siaran pers yang dirilis oleh Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, Kamis (17/05/2018).

 Apa itu IMEI?

IMEI (singkatan dari International Mobile Equipment Identity) adalah kode unik yang terdiri dari 15 digit/angka yang dimiliki oleh tiap transceiver perangkat telepon seluler. Perangkat telepon seluler yang memiliki dua kartu SIM dengan 2 transceiver memiliki dua nomor IMEI yang berbeda pula.

Di jaringan GSM, IMEI mengidentifikasi perangkat telekomunikasi yang mencoba tersambung dengan jaringan tersebut. Oleh karenanya, nomor IMEI dapat digunakan untuk memblokir telepon seluler yang dicuri atau dilaporkan hilang agar tidak tersambung dengan jaringan GSM. IMEI dikodekan ke dalam perangkat keras, menjadikannya hampir tidak mungkin merubahnya tanpa merusak perangkat kerasnya.

 Ada apa saja dalam sebuah nomor IMEI?

Nomor IMEI diberikan oleh GSMA (Global System for Mobile Communications Association – sebuah lembaga internasional yang mewadahi operator telekomunikasi di seluruh dunia) diberikan kepada pabrikan-pabrikan perangkat seluler. Struktur IMEI yang ada saat ini adalah sebagai berikut:

Type Allocation Code Serial Number Check Digit
NN XXXXXX ZZZZZZ A
Dua digit pengidentifikasi Reporting Body, misalnya 01 untuk CTIA. Enam digit pengidentifikasi jenis perangkat seluler. Kisaran angka yang terdiri dari 6 digit yang dialokasikan oleh Reporting Body tapi diberikan ke setiap perangkat telekomunikasi seluler oleh pabrikan . Satu digit yang dihitung dari digit-digit IMEI menggunakan rumus tertentu (rumus Luhn) oleh pabrikan.

 

Type Allocation code (TAC) adalah kode alokasi tipe perangkat telepon seluler.

Reporting Body adalah organisasi yang ditunjuk oleh GSMA sebagai organisasi yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk mengalokasikan TAC kepada model-model perangkat seluler. Sampai tahun 2018 sudah ada 17 Reporting Body. Sebagai contoh, Cellular Telephone Industry Association (CTIA) diberi pengidentifikasi 01. Jadi, feature phone, smartphone, tablet, dongle, modem, WLAN router, perangkat IoT dan lain-lain masing-masing akan memiliki pengidentifikasi yang berbeda.

Check Digit dimaksudkan untuk membantu melindungi kemungkinan entri yang tidak benar ke dalam perangkat register milik operator seluler (untuk mendeteksi kesalahan pembacaan IMEI). Untuk teknologi seluler fase 1, nilai Check Digit adalah 0.

Seiring perkembangan teknologi, perangkat lunak yang ada pada suatu versi ke versi yang lebih tinggi. Pabrikan sering memperagakan nomor versi software pada ujung dari IMEI. Untuk itu, selain IMEI, dikenal juga:

IMEISV = 14 digits (tanpa check digit) + 2 digit nomor versi software.

Ponsel sedang disadap?

IMEI telepon seluler dapat diketahui oleh pengguna dengan cara menekan *#06# pada teleponnya.

Namun ada pabrikan tertentu seperti Samsung yang menampilkan nomor IMEI beserta SV dengan format yang lengkap, dan dipisahkan tanda garis miring.

Dua digit terakhir yang dilambangkan /01 atau /02 adalah nomor versi perangkat lunak, bukan tandanya sedang disadap. (asr)

Dunia Mengitari Trump, Trump Mengitari Apakah?

DR. Xie Tian

Media massa arus utama AS, seperti diketahui, selalu bersikap tidak bersahabat pada Presiden Trump, dan Trump sendiri bahkan selama dua tahun tidak pernah menghadiri jamuan makan malam “Asosiasi Pers Gedung Putih” yang terkenal itu.

Dulu, pesta tersebut selalu dihadiri oleh mayoritas presiden AS, pada jamuan malam itu mereka berkesempatan menertawakan diri sendiri, juga berpeluang menyindir para reporter Gedung Putih yang biasanya selalu memburu dan mencecar mereka habis-habisan.

Namun setelah ada terobosan baru masalah nuklir Korut yang sifatnya bersejarah, media arus utama AS pun mulai berubah pandangan terhadap Trump, bahkan mengubah kebiasaan lama dengan mulai menyoroti dan memberitakan Trump secara positif dan memberitakan pengaruh diplomatik Amerika yang dibentuk oleh Trump.

Surat kabar “Washington Post” dan lain-lain mengatakan, atas perkembangan pada masalah nuklir Korut yang berhasil diraih sejauh ini, Presiden Trump telah menempuh “cara diplomatik yang berani dan inovatif, yang mungkin akan membuka jalan damai baru bagi dunia. Sebelum Trump, pemimpin lain belum ada yang berhasil dalam menempuh jalan ini” dan “Trump telah membentuk kembali diplomatik Amerika, seluruh dunia mengitari Trump sebagai poros.” Tapi, dunia berputar mengitari Trump, lalu Trump sendiri mengitari apakah? Apa yang menjadi konsep inti dan strategi final Trump?

Masalah senjata nuklir Korea Utara telah mengganggu negara-negara dunia selama puluhan tahun, masyarakat dibuat tercengang akibat kebrutalan dan kekejaman anak ingusan bernama Kim Jong-Un itu. Amerika telah melewati beberapa presiden, tidak pernah ada yang bisa menyelesaikan masalah pelik ini

Bagaimana Trump melakukan hal ini? Trump hanya menempatkan Angkatan Lautnya di lepas pantai Korea Utara. Tapi presiden AS sebelumnya juga bisa melakukannya. Apakah karena militer AS menjadi jauh lebih kuat? Tidak juga. Militer AS masih sama seperti yang dulu. Walaupun Trump menambah anggaran belanja militer, namun penambahan kekuatan militer, pesawat tempur, kapal perang, baru akan terlaksana setelah beberapa tahun kemudian.

Bukan karena kepalan tinju AS menjadi lebih besar yang membuat Kim Jong-Un bersedia berunding, melainkan karena ketegasan dan keberanian Trump, serta tekad Trump dalam membasmi kekuatan paham komunis, yang telah membentuk situasi di Semenanjung Korea hari ini. Jadi, dunia mengitari Trump, hal ini juga tidak mengherankan.

Perang dagang RRT-AS kali ini telah mengikis perekonomian PKT sedemikian rupa, dan makin memburuk. Persis seperti perkiraan banyak tokoh keadilan, perang dagang RRT-AS mutlak tidak hanya bentrok dalam bidang perdagangan dan ekonomi saja, melainkan juga perlawanan dalam hal nilai sosial masyarakat dan sistem tatanan masyarakat.

Kekuasaan otoriter PKT telah secara ekonomi mengancam pondasi ekonomi di negara Barat dan masyarakat bebas, batu pondasi masyarakat mereka yang paling mendasar, yakni sistem kontrak perjanjian, sistem kapitalisme, dan sistem perusahaan bebas.

PKT sengaja mendorong ekspor demi menghasilkan devisa dan menimbun devisa, kekayaan yang dirampas oleh kelompok berkepentingan PKT dari rakyat (pasca PKT merebut kekuasaan pada 1949) dialihkan menjadi cadangan devisa, “tindakan inovatif” gerakan paham komunis internasional ini merampasnya secara langsung dari rakyat sendiri, di saat yang sama mencuri dari dunia kapitalis, sekali melempar batu dua burung yang kena. Hal ini bahkan tidak mampu dilakukan oleh rezim komunis Uni Soviet dulu.

Penggunaan cadangan devisa asing ini oleh rezim PKT dan Korut kurang lebih sama: pertama adalah untuk memuaskan kebutuhan konsumtif dan penghamburan bagi rezim komunis sendiri, dan kedua untuk memberi pengaruh terhadap negara lain dan memperluas ruang gerak internasional.

Eksistensi PKT sangat tergantung pada penimbunan kekayaan seperti ini, selain menjadi pundi-pundi uang bagi rezim komunis di saat menyelamatkan diri apabila rezimnya runtuh, juga wajib diadakan untuk kebutuhan propaganda mereka lewat perembesan ideologi mereka melalui pendirian Institut Konfusius secara global, juga membeli pemerintah negara-negara Afrika, atau menekan diplomatik Taiwan, mendukung rezim preman menentang Amerika dan lain sebagainya.

Perang dagang yang dikobarkan Trump terhadap PKT menuntut agar PKT mengurangi defisit perdagangan, memperbesar ekspor AS, dan pada akhirnya secara langsung menohok gudang uang milik PKT, membuat PKT terpaksa harus memperlonggar pengendalian terhadap pundi uang tersebut, yang harus digunakan untuk membeli produk AS dengan banyak cadangan devisa tersebut, sehingga mengurangi defisit dagang dengan AS.

Tindakan pemerintah AS ini terlihatnya seperti hanya dari segi ekonomi saja, tapi sesungguhnya juga dari segi politik, dan sebenarnya memaksa PKT runtuh dalam hal ekonomi dan menuju kebangkrutan, membuat PKT tidak bisa lagi menggunakan uang itu untuk membayar preman dan penjahat, yang selanjutnya mengakibatkan PKT tercerai berai dalam hal politik, organisasi dan ideologi.

Terompet perang dagang RRT-AS telah dibunyikan, kekuatan kebenaran dunia telah memaksa diakhirinya sistem otoriter partai tunggal RRT dan menciptakan masyarakat demokrasi yang bebas, jika tidak, maka RRT akan tersingkirkan dari masyarakat internasional.

Misi Trump bukan sesederhana hanya membangkitkan kembali AS dan menjadikan AS nomor satu, melainkan ada makna yang lebih mendalam yakni kembali ke tradisi dan mengembalikan konsep konvensional. Dalam hal Iran dan Suriah, Trump sama sekali tidak takut pada gertakan Rusia, tidak berandai-andai atas rencana nuklir Iran, dan langsung mengoreksi kesalahan Obama; terhadap rezim Suriah yang menyalahgunakan senjata kimia juga tidak lemah, semua itu secara massive sedang menyingkirkan kekuatan jahat yang ada di dunia ini.

Strategi diplomatik internasional Trump yang lebih luas, terletak pada upaya kerasnya memusnahkan paham komunis di seluruh dunia. Saat ini di dunia ini masih ada empat rezim komunis, yakni Kuba, Vietnam, Korut, dan RRT.

Terhadap rezim komunis Kuba, cara yang digunakan Trump adalah mengepungnya; terhadap rezim komunis Vietnam, cara yang digunakan Trump adalah ekonomi; terhadap rezim komunis Korut, cara yang digunakan Trump adalah militer; dan terhadap rezim komunis RRT, cara yang digunakan Trump adalah perdagangan. Mampu memainkan kartu secara bersamaan di dunia Timur maupun Barat dengan cara yang berbeda menghancurkan kekuatan sesat dan kekuatan komunis di seluruh dunia, dalam sejarah mungkin hanya Trump seorang.

Trump pernah berkata, “Pemerintah yang menindas rakyatnya sendiri tidak akan selalu eksis selamanya, akan tiba saatnya dimana rakyat akan memilih.” Melakukan kehendak Tuhan, sesuai petunjuk Tuhan, itulah sebabnya masyarakat dunia saat ini mengitari Trump sebagai pusatnya. Dunia pada hari ini memang mengitari Trump; dan Trump sendiri mengitari Tuhan, mengitari kehendak Ilahi, untuk membersihkan lumpur yang kotor di dunia ini. (SUD/WHS/asr)

Xie Tan adalah John M. Olin Palmetto Chair Professor at University of S. Carolina Aiken, Amerika Serikat

AS Batal Mengundang Tiongkok Latihan Militer Internasional Sebagai Tanggapan Atas Agresi Laut Tiongkok Selatan

0

Di tengah agresi militer Beijing yang terus meningkat, Amerika Serikat telah melarang Tiongkok berpartisipasi dalam latihan militer internasional yang dipimpin AS yang dijadwalkan akan berlangsung bulan depan di Samudra Pasifik. Langkah tersebut dikatakan sebagai tanggapan atas eskalasi (peningkatan ruang lingkup konflik yang disengaja) terbaru dari Beijing terhadap militerisasi pulau-pulau di Laut China Selatan, yang telah didokumentasikan dengan baik oleh laporan-laporan internasional.

Latihan Lingkar Pasifik “Rim of the Pacific Exercise,” yang dikenal sebagai RIMPAC, melibatkan 27 negara dan merupakan latihan perang maritim internasional terbesar di dunia. Latihan tahunan tersebut diselenggarakan oleh Amerika Serikat dan berlangsung di sekitar Pearl Harbor, Hawaii, di mana Armada Pasifik Angkatan Laut AS bermarkas.

Partisipasi Angkatan Laut Pembebasan Rakyat (PLAN) Tiongkok di RIMPAC sejak 2014 telah menjadi isu yang kontroversial karena para pengkritik Beijing berpendapat bahwa Washington tidak boleh mengakomodasi kekuatan saingan yang secara konsisten melakukan agresi dan secara aktif merongrong posisi AS di kawasan Pasifik.

“Militerisasi lanjutan oleh Tiongkok di fitur-fitur yang disengketakan di Laut China Selatan hanya berfungsi untuk meningkatkan ketegangan dan mengguncang kawasan itu,” kata juru bicara Departemen Pertahanan Letnan Kolonel Christopher Logan. “Sebagai tanggapan awal terhadap militerisasi Tiongkok yang berlanjut di Laut China Selatan, kita telah batalkan undangan untuk Angkatan Laut PLA dalam Latihan Lingkar Pasifik (RIMPAC) 2018. Perilaku Tiongkok tidak konsisten dengan prinsip dan tujuan latihan RIMPAC.”

Pentagon mengatakan memiliki bukti bahwa rezim komunis Tiongkok telah mengerahkan rudal anti kapal, sistem rudal permukaan ke udara (SAM), dan jammers elektronik (pemancar yang digunakan untuk menyiarkan gangguan elektronik) untuk memperebutkan fitur di wilayah Kepulauan Spratly di Laut China Selatan. Pendaratan pesawat pengebom PLA di Pulau Woody juga telah menimbulkan ketegangan.

Pernyataan Pentagon akan konsisten dengan sejumlah laporan baru-baru ini, seperti yang dilakukan oleh CNBC pada awal Mei yang mendokumentasikan rudal-rudal Tiongkok sedang disebar di terumbu-terumbu karang Fiery Cross Reef, Subi Reef, dan Mischief Reef, tiga fitur yang diperebutkan di Kepulauan Spratly.

Laporan lain diterbitkan oleh Fox News pada 23 Mei mengutip citra yang diambil oleh satelit komersial sebagai bukti bahwa Beijing meningkatkan operasi militer di Pulau Woody, pulau terbesar di Kepulauan Paracel di Laut China Selatan, yang lebih jauh ke utara Kepulauan Spratly dan lebih dekat ke daratan Tiongkok. Beberapa jam setelah laporan Fox diterbitkan, Pentagon mengeluarkan pernyataan yang membatalkan Tiongkok dari latihan RIMPAC tahun ini.

Mengutip ImageSat International, laporan Fox mengatakan bahwa Tiongkok kemungkinan sedang menyebar rudal-rudal permukaan ke udara HQ-9 di Pulau Woody, meskipun jaring kamuflase membuat sulit untuk mengkonfirmasi keberadaan mereka. HQ-9 memiliki jangkauan 125 mil, dan disebar secara cepat di pulau pada tahun 2016.

Ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat menolak satu negara asing dari RIMPAC untuk mengekspresikan ketidaksetujuan atas perilakunya. Rusia dibatalkan undangannya pada 2014 setelah serangan Moskow ke Ukraina tahun itu.

“Kita telah meminta Tiongkok untuk segera menghapus sistem-sistem militer tersebut dan mengubah arah tujuan militerisasi dari fitur-fitur Laut China Selatan yang disengketakan tersebut,” kata pernyataan Pentagon, mengutip fakta bahwa pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah menjanjikan Amerika Serikat dan dunia rezim tidak akan militerisasi Kepulauan Spratly.

latihan perang lingkar pasifik RIMPAC
Kapal pengerukan Tiongkok konon terlihat di perairan sekitar Fiery Cross Reef di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan dalam gambar diam ini dari video yang diambil oleh pesawat pengintai P-8A Poseidon yang disediakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat 21 Mei 2015. ( US Navy / Handout via Reuters / File Photo)

Keputusan Pentagon segera dipuji oleh banyak orang yang telah lama kritis terhadap ikut sertanya Tiongkok di RIMPAC tersebut. Di antara mereka yang memuji keputusan itu adalah Jim Fanell, seorang pensiunan Kapten Angkatan Laut AS dan mantan perwira intelijen militer yang bersaksi di Komite Pilihan Tetap DPR untuk Intelijen pekan lalu yang mengecam ekspansi agresif Tiongkok seraya menyerukan sikap AS yang lebih keras terhadap Beijing.

“Sejak 2012 RRT telah membuat ejekan norma-norma internasional, dengan secara ilegal merebut Beting Scarborough dari Republik Filipina, dengan secara ilegal membangun tujuh pulau buatan baru di Laut China Selatan,” kata Fanell, “Keputusan membatalkan undangan Angkatan Laut PLA untuk berpartisipasi dalam RIMPAC 2018 tersebut mengirimkan sinyal yang jelas bahwa AS tidak akan menghargai perilaku buruk oleh RRC di dalam wilayah maritim tersebut dengan hak istimewa berpartisipasi dalam latihan angkatan laut utama ini.”

Fanell juga memperingatkan panglima angkatan laut AS untuk tetap waspada karena sangat mungkin bahwa Beijing akan mengirimkan kapal kumpulan intelijen Angkatan Laut PLA lainnya ke area latihan RIMPAC seperti yang mereka lakukan pada tahun 2012 dan 2014.

Klaim-klaim maritim Tiongkok di Laut China Selatan, berdasarkan “Nine-Dash Line” (sembilan titik imaginer) yang digambar untuk mencerminkan interpretasi Tiongkok atas hak-hak historis, telah lama diperdebatkan oleh sebagian besar negara tetangga di wilayah tersebut.

Selama dekade terakhir rezim Tiongkok mengintensifkan pembangunan pulau-pulau buatan dan menempatkan pangkalan militer di sekitar Beting Scarborough dan fitur-fitur yang disengketakan lainnya di Laut China Selatan. Filipina membawa kasus tersebut ke Pengadilan Arbitrase Permanen (Permanent Court of Arbitration) di Den Haag pada 2013 untuk menantang klaim Tiongkok.

Dalam kasus yang terjadi, yang dikenal sebagai Arbitrase Laut China Selatan, pengadilan memutuskan pada bulan Juli 2016 secara meyakinkan di dalam pernaungan Filipina. Sebagai tanggapan, Tiongkok dengan keras mengkritik pengadilan tersebut dan menolak untuk menerima putusannya. (ran)

Rekomendasi video :

ErabaruNews

Trump Mengganti Denda, Perubahan Manajemen Penggganti Sanksi untuk ZTE Tiongkok

WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump melayangkan sebuah rencana untuk mendenda perusahaan telekom Tiongkok, ZTE, dan menggoyang manajemennya pada 22 Mei, karena pemerintahannya mempertimbangkan untuk mengembalikan hukuman yang lebih berat yang telah melumpuhkan perusahaan tersebut.

Usulan Trump untuk meringankan hukuman terhadap ZTE menjadi pertentangan di Kongres, di mana Partai Republik dan Demokrat menuduh presiden tunduk pada tekanan dari Beijing untuk memberi ruang pada sebuah perusahaan yang mengaku telah melanggar sanksi-sanksi terhadap Iran.

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan perusahaan-perusahaan teknologi AS telah dirugikan oleh keputusan Departemen Perdagangan bulan April yang melarang mereka menjual komponen-komponen ke produsen peralatan telekomunikasi terbesar kedua di Tiongkok. ZTE menutup sebagian besar produksinya setelah putusan tersebut diumumkan.

“Mereka dapat membayar harga yang besar tanpa harus merusak semua perusahaan Amerika ini,” kata Trump.

Trump mengatakan ZTE mungkin malah menghadapi denda hingga $1,3 miliar, manajemen baru, dan dewan direksi baru, meskipun tidak jelas apakah ia memiliki otoritas hukum untuk menjatuhkan denda keuangan baru.

Itu menarik respon cepat dari Partai Republik dan Demokrat di Kongres.

Sekitar 26 senator, termasuk Demokrat papan atas, Chuck Schumer, dan Republik No. 2, John Cornyn, mendesak pemerintah dalam sebuah surat untuk mempertahankan hukuman di posisinya bagi “pelanggar hukum AS yang berturut-turut dan terencana, seperti ZTE.”

Senat Banking Committee juga memberikan suara 23-2 untuk membuat lebih sulit bagi presiden untuk mengubah hukuman pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi Tiongkok.

hukuman denda bagi zte yang melanggar hukum
Smartphone ZTE digambarkan dalam ilustrasi ini diambil pada 17 April 2018. (Carlo Allegri / Ilustrasi / File Photo / Reuters)

Dewan Perwakilan yang dikuasai Partai Republik sedang mempertimbangkan usulan yang akan memblokir penjualan produk-produk ZTE dan produk perusahaan Tiongkok lainnya, Huawei, sampai pejabat keamanan nasional menyatakan bahwa mereka aman. Ini akan ditambahkan ke RUU kebijakan-pertahanan yang biasanya dikeluarkan Kongres setiap tahun.

Menurut sumber yang akrab dengan pembahasan-pembahasan tersebut, kesepakatan perdagangan yang diusulkan dengan Tiongkok akan mencabut larangan tujuh tahun yang mencegah produsen-produsen chip AS dan perusahaan lain menjual komponen-komponeb ke ZTE, dimana membuat  smartphone dan jaringan-jaringan telekomunikasi menjalankan fungsinya.

Sebagai imbalannya, Tiongkok akan menghapus tarif-tarif untuk pertanian AS atau setuju untuk membeli lebih banyak produk pertanian dari Amerika Serikat.

Departemen Perdagangan AS memberlakukan larangan tersebut pada bulan April setelah menetapkan bahwa ZTE telah melanggar perjanjian setelah mengaku bersalah atas pengiriman barang-barang dan teknologi AS ke Iran.

Larangan tersebut mengancam kelangsungan hidup ZTE dengan memutus akses ke perusahaan-perusahaan yang memasok banyak komponennya. Para pemasok termasuk beberapa perusahaan teknologi AS terbesar, termasuk Google, yang melisensikan sistem operasi Androidnya ke ZTE, dan produsen chip Qualcomm.

Departemen Pertahanan AS juga telah berhenti menjual ponsel dan modem ZTE di toko-toko di pangkalan militernya, dengan alasan potensi risiko keamanan.

Keamanan Nasional

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada anggota parlemen bahwa perlakuan terhadap ZTE bukanlah “quid pro quo” (sesuatu yang diberikan sebagai imbalan untuk sesuatu yang lain atau diterima sebagai bagian timbal balik dari pertukaran) yang terkait dengan perdagangan, dan mengatakan itu tidak akan merusak keamanan nasional.

“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa perubahan atau keputusan apa pun yang dibuat dalam Perdagangan akan berurusan dengan masalah keamanan nasional,” ungkap Mnuchin mengatakan kepada subkomite alokasi Senat AS. (ran)

ErabaruNews

Jumlah Warga Inggris Mohon Paspor Jerman Melonjak Jelang Brexit

0

EpochTimesId – Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit/British Exit) tahun depan, mendorong pemegang paspor Inggris melamar menjadi warga Jerman. Jumlah pemohon paspor Jerman asal Inggris pun melonjak 162 persen pada tahun 2017.

Kantor Statistik Federal Jerman mengatakan, Rabu (23/5/2018), bahwa hampir 7.500 warga Inggris memperoleh kewarganegaraan Jerman tahun lalu. Eksodus ini mengikuti kenaikan signifikan sebesar 361 persen pada tahun 2016.

Sehingga, dalam dua tahun setelah referendum Brexit, total ada sekitar 10.400 warga negara (WN) Inggris memperoleh kewarganegaraan Jerman. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah orang Inggris yang menjadi WN Jerman dalam 15 tahun, atau sejak tahun 2000 hingga 2015.

“Keterkaitan dengan Brexit sudah jelas,” kata Kantor Statistik.

Mereka menambahkan warga Inggris adalah kelompok terbesar kedua yang diberikan kewarganegaraan Jerman tahun lalu. Inggris masih kalah dengan WN Turki, yang mencapai 15.000 orang.

Belum ada kesepakatan Brexit yang terlihat, meskipun tanggal resmi Inggris meninggalkan Uni Eropa semakin dekat, yaitu Maret 2019. Banyak warga Inggris khawatir mereka akan kehilangan hak untuk hidup dan bekerja di kawasan ekonomi terbesar Eropa, yang menikmati periode pertumbuhan yang luar biasa panjang dan mencatat pengangguran yang sangat rendah.

Orang Inggris biasanya harus tinggal di Jerman selama delapan tahun untuk memenuhi syarat menjadi WN Jerman. Aplikasi atau permohonan kewarganegaraan dan paspor membutuhkan waktu lebih dari enam bulan. Warga Inggris dapat memiliki kewarganegaraan ganda ketika Inggris masih merupakan anggota Uni Eropa.

Secara keseluruhan, jumlah orang yang menjadi WN Jerman naik 1,7 persen tahun lalu menjadi 112.200. Ini adalah level tertinggi sejak 2013. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Venezuela Usir Diplomat Amerika Serikat

0

EpochTimesId – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memerintahkan pengusiran terhadap dua diplomat Amerika Serikat di Caracas, Selasa (22/5/2018). Pengusiran ini jadi pembalasan terhadap sanksi terbaru AS pasca pemilihan presiden Venezuela yang diboikot oposisi.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sebagian besar negara Amerika Latin mengatakan Pilpres pada Minggu (20/5/2018) lalu tidak memenuhi standar demokratis.

Maduro, penerus Hugo Chavez berusia 55 tahun, kembali memenangkan pemilihan dengan mudah. Namun pengamat mengatakan pemungutan suara itu penuh dengan ketidakberesan. Kecurangan itu seperti pembatasan dua oposisi populer menjadi peserta pemilu. Ada pula penawaran ‘hadiah’ berupa bantuan dari pemerintah kepada para pemilih.

Presiden Donald Trump menanggapi pemilu itu dengan perintah eksekutif yang membatasi kemampuan Venezuela untuk menjual aset negara, Senin (21/5/2018).

Presiden Maduro, kini menuduh pejabat AS, Todd Robinson terlibat dalam ‘konspirasi militer’. Dia lalu memerintahkan Todd dan seorang diplomat senior lainnya, Brian Naranjo, untuk pergi dari Venezuela dalam waktu 48 jam.

“Departemen Luar Negeri AS membantah ‘tuduhan palsu’ Maduro terhadap kedua diplomat itu,” kata juru bicara Heather Nauert, pada sebuah jumpa pers di Washington.

Todd Robinson memberikan pidato singkat pada publik, Selasa sore di kota Merida, bagian barat Venezuela.

“Kami dengan penuh semangat membantah tuduhan terhadap saya dan Brian Naranjo,” kata Robinson, dalam komentar yang disiarkan langsung di Facebook oleh media lokal.

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Merida, tetapi ini bukan yang terakhir,” tambah Robinson, yang mengambil alih peran sebagai duta besar pada bulan Desember 2017.

Dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, Menteri Perdagangan Venezuela Jose Vielma mengatakan putaran sanksi terbaru akan memiliki dampak lebih serius pada sistem keuangan negara. Sanksi sebelumnya terbatas pada aset yang dikaitkan dengan anggota pemerintahan Maduro secara individu.

Perintah eksekutif melarang warga AS terlibat dalam penjualan surat utang dan sejenisnya yang dikeluarkan oleh Venezuela, termasuk yang terkait dengan minyak dan aset Venezuela lainnya. Namun, Vielma mengatakan pengiriman bahan bakar dan minyak mentah ke Amerika Serikat akan terus berlanjut.

Tampaknya Sanksi menargetkan sebagian Citgo, pengilangan minyak yang dimiliki oleh perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA. Lebih banyak rintangan bagi kemampuan PDVSA untuk menjual minyak ke luar negeri dapat membatasi pemasukan devisa yang sudah berkurang, sehingga diperkirakan akan memperburuk krisis ekonomi dan menekan Maduro.

“Serangan terhadap Venezuela ini, yang berusaha untuk benar-benar mencekik negara itu, tidak pernah terdengar,” kata Vielma.

Dia menambahkan bahwa Venezuela akan terus mengumpulkan devisa dengan piutang.

Di antara kecaman internasional yang luas terhadap pemilu Venezuela, Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa pemilihan tidak sesuai dengan ‘standar minimum internasional’ untuk sebuah proses yang kredibel. Uni Eropa mendesak Venezuela menggelar pemilu ulang yang benar-benar demokratis.

Koalisi oposisi utama sendiri memang memboikot pemungutan suara hari Minggu lalu. Sebab, mereka menuding pemilu itu adalah penipuan yang bertujuan melegitimasi pemerintahan Maduro yang otoriter.

Seorang wanita membawa anak berjalan melewati seorang polisi Kolombia setelah menyeberang dari Venezuela. Mereka datang melalui jembatan internasional Simon Bolivar di Cucuta, Kolombia, 13 Februari 2018. (Carlos Eduardo Ramirez/Reuters/The Epoch Times)

Maduro, yang masa jabatan keduanya akan dimulai Januari tahun depan, memenangkan 68 persen suara. Mantan gubernur negara bagian, Henri Falcon, yang melanggar boikot untuk menantang Maduro, mengatakan dia menerima laporan adanya ratusan penyimpangan dan kecurangan dalam pemungutan suara. Jumlah pemilih kurang dari 50 persen dari partisipasi 80 persen dari pemilik suara sah pada tahun 2013.

Ketua dewan pemilihan, Tibisay Lucena, yang berada dalam daftar sanksi AS dan Uni Eropa, mendukung kemenangan Maduro dalam presentasi yang digelar pada hari Selasa kemarin waktu setempat.

Pemerintahan Trump, kini juga berusaha meyakinkan China dan Rusia untuk menghentikan pemberian kredit baru ke Venezuela. Kedua negara itu telah menyediakan miliaran dolar utang dan pembiayaan untuk Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, kementerian luar negeri Venezuela mengatakan, sanksi tersebut melanggar hukum internasional. Mereka juga menyalahkan blokade dan sanksi AS karena menghalangi akses penduduk terhadap barang-barang kebutuhan pokok.

Sebagian besar ekonom arus utama mengatakan kontrol mata uang negara yang ketat, intervensi negara yang berat dan pencetakan uang berlebih menjadi kebijakan yang bertanggung jawab atas krisis. Kini, krisis menyebabkan kekurangan pangan dan obat-obatan yang meluas dan menyebabkan emigrasi, atau kaburnya warga negara Venezuela ke negara tetangga, secara massal. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Suara Gemuruh dari Gunung Merapi, Lontarkan Hujan Abu dan Pasir di Magelang

Epochtimes.id- Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi letusan Merapi pada Kamis, (24/05/2018) pukul 02.56 WIB dari rekaman seismik tercacat amplitudo maksimum (amak) 60 mm, durasi 4 menit, tinggi kolom (asap letusan) 6000 m.

Laporan yang dirilis PVMBG, suara gemuruh terdengar dari semua pos pengamatan Gunung Merapi.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 08.00 BPPTKG menyatakan tingkat aktifitas Gunung Merapi masih pada Level II atau WASPADA.

Pada saat kejadian, visual CCTV pemantuan suhu kawah terhalang kabut tebal. Mengacu pada petugas Pemantau Gunung Merapi (PGM) dan BPBD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah letusan menghasilkan hujan abu dan pasir yang menuju ke arah barat ke wilayah desa Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipiro, Banyubiru, Muntilan, Mungkid, Menayu, Kalibening, Salaman.

Data kegempaan per 24 Mei 2018 pukul 00.00 hingga pukul 06.00 sebagai berikut :

  1. Letusan : 1 kali, amplitudo : 60 mm, durasi : 3,5 menit.
  2. Guguran : 1, amplitudo : 2 mm, durasi : 9 detik.
  3. Hembusan : 1, amplitudo : 3 m, durasi: 16 detik.
  4. Multiphase : 1, amplitudo : 2mm, Durasi: 11 detik.

Kesimpulan;

  • Melihat kondisi Gunung Merapi terkini maka tingkat aktifitas masih dalam kondisi WASPADA (Level II).
  • Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktifitas penduduk.
  • Bertujuan untuk mengurangi dampak abu, masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan diharapkan menggunakan masker.
  • Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Merapi diharapkan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi dampak bahaya abu vulkanik. (asr)

Staf AS di Tiongkok Menderita Cedera Otak Setelah Insiden ‘Suara’ Misterius

0

Seorang staff pemerintah AS di Tiongkok melaporkan pengalaman mendengar suara misterius dan “tidak normal” yang menyebabkan dia menderita cedera otak traumatis ringan (MTBI).

Hari Rabu, 23 Mei, peringatan bahaya kesehatan diemail ke warga Amerika dari konsulat AS di Guangzhou, mencatat bahwa sensasi-sensasi yang dirasakan karyawan tersebut “halus dan tidak kentara.”

Dalam peringatan bahaya tersebut, Pejabat AS mengatakan bahwa mereka saat ini tidak tahu apa yang menyebabkan gejala yang dilaporkan tersebut, menambahkan bahwa pemerintah sedang menangani kejadian itu dengan “sungguh-sungguh” dan telah memberi tahu pejabat Tiongkok tentang peristiwa tersebut.

Menurut peringatan bahaya tersebut, tidak ada insiden serupa lainnya di Tiongkok, di dalam atau di luar pemerintah.

“Ketika di Tiongkok, jika Anda mengalami fenomena pendengaran atau sensorik akut yang tidak biasa disertai dengan suara yang tidak biasa atau suara menusuk, jangan mencoba untuk mencari sumber mereka,” kata peringatan tersebut. “Sebaliknya, pindah ke lokasi di mana suara tidak ada.”

Karyawan yang tidak disebutkan namanya, yang ditugaskan untuk konsulat Guangzhou, melaporkan gejala tersebut dari akhir 2017 hingga April tahun ini. Seorang pejabat kedutaan AS mengatakan kepada Reuters bahwa karyawan tersebut menderita berbagai “gejala fisik” selama periode waktu itu.

“Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala atau masalah medis yang berkembang selama atau setelah tinggal di Tiongkok, konsultasikan dengan profesional medis,” kata peringatan tersebut.

Anggota staf tersebut dikirim ke Amerika Serikat untuk evaluasi lebih lanjut, di mana temuan klinis menemukan bahwa gejala cocok dengan MTBI.

Koneksi Kuba

Para pejabat AS tidak secara eksplisit menghubungkan insiden tersebut dengan kasus lain, tetapi tampaknya mirip dengan serangan “sonik atau suara” yang tidak dapat dijelaskan di Kuba tahun lalu, yang menyebabkan sekitar 21 staf kedutaan sakit.

Para karyawan tersebut, yang bekerja untuk kedutaan AS di Havana, tampaknya menjadi sasaran. Gejala mereka termasuk gangguan pendengaran, pusing, kelelahan, dan masalah kognitif, menurut Reuters.

Pejabat Kuba pada saat itu membantah mengetahui bahwa insiden itu berasal dari serangan sonik.

Menanggapi insiden tersebut, pemerintah AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat 3 ke Kuba.

“Karena keselamatan personel kita berisiko, dan kita tidak dapat mengidentifikasi sumbernya, kita yakin warga AS juga berisiko,” 2 Maret 2018, peringatan menyatakan. “Kedutaan Besar AS di Havana beroperasi dengan pengurangan staf dan, sebagai hasilnya, memiliki kemampuan terbatas untuk membantu warga AS, terutama di luar Havana.”

Insiden di Tiongkok datang ketika Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di Washington untuk membahas perdagangan pada Rabu sore. (ran)

ErabaruNews

70% Mobil Buangan di Tiongkok Kembali ke Jalan, Dikhawatirkan Jadi ‘Pembunuh Jalanan’

0

Epochtimes.id- Mobil bekas yang dibuang di Tiongkok setiap tahunnya mencapai hampir 8 juta unit, di mana sekitar 70% kembali beroperasi di jalanan setelah dipermak oleh tangan-tangan montir kemudian dijual di pasar gelap. Kenderaan tersebut dikhawatirkan menjadi ‘pembunuh jalanan’.

Harian Referensi Ekonomi Tiongkok mengutip laporan sebuah survei pada 22 Mei melaporkan bahwa survei menemukan hanya kurang dari 30 % mobil buangan di Tiongkok yang dimasukkan ke mesin scrape mobil, dan lebih dari 70 % kembali ke jalan setelah dipermak oleh tangan-tangan montir kemudian dijual melalui pasar gelap. Mobil perakitan yang kembali ke jalan ini membawa bahaya besar bagi keselamatan transportasi umum.

Sebuah mobil Jetta tua milik seorang pria bernama Chen Yong yang tinggal di Anhai, Fujian, sudah berjalan hampir 600.000 km dalam waktu lebih dari 10 tahun. Mobil tersebut sudah hampir mencapai usia wajib ‘pensiun’, yang kalau dijual hanya dapat diperlakukan sebagai besi tua dengan harga 500 Renminbi.

Namun gara-gara konsultasi online yang dilakukan Chen Yong, maka sejumlah makelar datang menengok mobil dan memberikan penawaran yang berlipat ganda daripada angka 500.

Di pasar gelap harga power steering mobil kecil saja lebih dari 500 Renminbi, jika mesin mobil cukup terawat harganya masih bisa mencapai 50-60 ribu Renminbi. Harga jualnya masih jauh di atas nilai ganti rugi mobil bekas usia ‘pensiun’ yang ditetapkan pemerintah.

Apa yang dialami Chen Yong di Fujian, juga dialami di sejumlah besar daerah lain di Tiongkok, menurut Mr. Li, seorang manajer perusahaan yang menangani mobil buangan bahwa melalui jalur resmi, pemilik mobil wajib ‘pensiun’ hanya memperoleh penggantian sebesar 200 – 300 Renminbi untuk kendaraannya yang kelas sedan atau pick up kecil. Di Guangdong malahan dihargai 290 Renminbi per ton. Di Jiangsu, sebuah truk diesel seberat 16 ton hanya dihargai 9.000 Renminbi oleh perusahaan scrape mobil.

Data Departemen Perdagangan Tiongkok menunjukkan : populasi kendaraan tahun 2017 telah melampaui 300 juta unit dengan kendaraan yang dilarang berjalan di jalan raya per tahun berkisar di 7 – 8 juta unit, tetapi angka ini masih terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut data yang terhimpun oleh Asosiasi Sumber Daya Daur Ulang diketahui bahwa kendaraan yang sesuai aturan pemerintah harus dibuang ke pabrik scrape mobil adalah kurang dari 30 %.

Sumber industri mengungkapkan bahwa sejumlah besar mobil bekas itu oleh para makelar itu dialihkan ‘daerah abu-abu’, dengan cara dijual ke daerah pedesaan atau daerah pegunungan setelah nomor plat mobilnya dicabut. Atau beberapa bagian dan komponen dibongkar kemudian dijual ke pasar perdagangan suku cadang mobil.

Menurut sumber industri, para makelar di seluruh negeri sudah memiliki jaringan yang memudahkan jual beli di antara mereka. Omzet transaksi di pasar gelap bisa mencapai lebih dari 10 miliar Renminbi setahun, berbeda dengan sebagian besar perusahaan scrape mobil resmi yang hasil operasinya ‘kempas-kempis’.

Seorang wartawan yang melakukan pengintaian di pasar gelap penjual onderdil di Desa Chen Tian, Guangzhou Baiyun kemudian melaporkan bahwa, di lokasi tersebut terdapat sekitar 1.500 kios penjual onderdil mobil dari segala merk.

Meskipun di dinding kios terpapar tulisan besar Dilarang Melakukan Jual-Beli ‘5 Onderdil Spesifik’ Kendaraan. Tetapi beberapa kios masih terang-terangan menggantungkan label bertuliskan Power Steering, menandakan kios tersebut punya stok onderdil termaksud. Kelima Onderdil Spesifik itu adalah power steering, mesin mobil, mesin transmisi, as roda depan dan belakang dan rangka sasis mobil.

Tidak jauh dari ‘kota onderdil’ tersebut terdapat lokasi bengkel pembongkaran mobil. “Satu mobil dibongkar oleh 3 montir hanya memakan waktu sekitar setengah jam, sama seperti potong daging saja” kata wartawan tersebut.

Ada toko 4S yang sering datang ke bengkel itu  untuk mencari onderdil. “Jika Anda membutuhkan onderdil bekas melalui jalur resmi di perusahaan scrape, maka waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama, bisa berbulan-bulan”.

Mengapa perusahaan resmi pembokaran mobil usahanya tidak bisa berkembang ? Menurut sumber bahwa perusahaan yang memiliki kualifikasi formal sebagai perusahaan scrape mobil memang jumlahnya tidak banyak, butuh investasi, dan ‘bengkel pembongkaran’ malahan berada di mana-mana.

Selain itu, pajak dan biaya perusahaan melebihi 19% karena rata-rata pemilik mobil individu tidak memiliki faktur untuk dikurangi.

Menurut laporan media ‘Sohu’ bahwa di Amerika Serikat, mobil buangan diperlakukan sebagai sumber daya material yang memiliki nilai sisa yang tinggi dan didaur ulang sesuai dengan operasi pasar sepenuhnya. Dan perusahaan penerima mobil daur ulang cukup banyak beroperasi di AS. Jumlahnya sekarang sekitar 12.000 buah. 20.000 perusahaan remanufaktur suku cadang dan 200 buah perusahaan scrape sisa-sisa pembongkaran mobil yang tak terpakai. Sebagian besar mereka bekerja sama dengan produsen mobil. (Sinatra/asr)

Mega Skandal 1MDB Disebut Merugikan Malaysia Hingga 1 Triliun Ringgit

Epochtimes.id- Menteri Keuangan Malaysia yang baru ditunjuk, Lim Guan Eng mengkonfirmasi utang negara lebih dari RM1 triliun dengan faktor-faktor yang berkontribusi termasuk 1Malaysia Development Bhd (1MDB) setelah disetujui oleh pemerintah sebelumnya.

Dia mengatakan, angka utang RM1 triliun akan dinilai kembali setelah berbagai departemen mengkonsolidasikan laporan masing-masing karena ada laporan tidak dapat diakses.

“Ya, saya mengkonfirmasi pernyataan (Perdana Menteri) Tun Dr Mahathir Mohamad tentang utang negara lebih dari RM1 triliun,” katanya.

“Jumlahnya jauh lebih tinggi dari apa yang dikatakan oleh pemerintah sebelumnya … 1MDB adalah faktor utama, tetapi sekali lagi, saya pikir beberapa informasi ini tidak sepenuhnya diinformasikan.”

“Sekarang, kami ingin semuanya terbuka,” katanya saat konferensi pers di Departemen Keuangan di Putrajaya, Selasa (22/05/2018) dilansir dari Malaysia Kini.

Dia mengatakan instruksi diberikan untuk memastikan bahwa semua akun dapat diakses oleh pejabat Departemen Keuangan dan Departemen Audit Nasional.

Lim juga setuju dengan pernyataan oleh Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Mohamed Azmin Ali bahwa mega proyek pemerintah sebelumnya telah berkontribusi pada utang negara dan oleh karena itu pemerintah akan meninjau kelayakan proyek tersebut.

Terkait Pajak Penjualan dan Jasa (SST), dia mengatakan pemerintah Malaysia yang baru akan mengganti Pajak Barang dan Jasa (GST) dengan SST sesegera mungkin.

“Tentu saja akan dilakukan tahun ini juga, tetapi mari kita lakukan dengan hati-hati sebelum memberikan tanggal yang tepat untuk Anda,” katanya.

Untuk tarif SST, ia mengatakan itu akan didasarkan pada manifesto Pakatan Harapan, yang menggunakan tingkat sebelumnya 10 persen. (asr)

Sumber : MalaysiaKini