Konflik Timur Tengah Mengguncang Penerbangan Global, Terdengar Ledakan di Wilayah Udara Bandara Dubai

Seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah, Uni Emirat Arab belakangan ini sering menghadapi ancaman drone dan rudal. Pada  Sabtu 7 Maret, aksi pencegatan pertahanan udara kembali terjadi di langit dekat Dubai International Airport.

EtIndonesia. Seorang saksi mata mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa sebuah ledakan besar terlihat di langit, diikuti oleh kepulan asap. Pemerintah Dubai kemudian mengkonfirmasi di platform X bahwa kejadian tersebut merupakan “insiden kecil” yang disebabkan oleh jatuhnya puing-puing setelah rudal atau drone berhasil dicegat. Pemerintah juga membantah rumor di media sosial yang menyebutkan terjadi “insiden besar di Bandara Internasional Dubai”.

Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa pada saat kejadian, beberapa pesawat terpaksa berputar-putar di atas bandara menunggu izin mendarat, sehingga operasional penerbangan sempat terganggu.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa sistem pertahanan udara saat ini sedang menghadapi ancaman rudal dan drone dari Iran, tetapi tidak mengungkapkan target spesifik dari serangan tersebut.

Pihak Dubai International Airport mengatakan bahwa bandara sempat menghentikan operasi penerbangan untuk sementara, namun kini sebagian penerbangan telah kembali beroperasi. Di tengah situasi keamanan yang tegang, pihak bandara juga mengingatkan penumpang agar tidak datang ke bandara kecuali maskapai telah menghubungi mereka secara langsung untuk mengonfirmasi informasi penerbangan.

Seiring konflik yang terus meluas, sejumlah wilayah udara di Timur Tengah sempat ditutup. Banyak penerbangan terpaksa dibatalkan atau dialihkan rutenya, yang berdampak pada ratusan ribu penumpang.

Association of British Travel Agents (ABTA) menyatakan bahwa sejak konflik meletus, Foreign, Commonwealth & Development Office Inggris telah menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke Timur Tengah kecuali jika benar-benar diperlukan. Selama peringatan perjalanan tersebut berlaku, agen perjalanan biasanya akan menghentikan pengaturan perjalanan dan menawarkan pilihan mengganti tujuan atau pengembalian dana.

“Bagi kami dan anggota ABTA, begitu ada saran resmi seperti ini, kami tidak akan lagi mengirim wisatawan ke negara mana pun yang termasuk dalam peringatan tersebut,” ujar Manajer hubungan media ABTA, Sean Tipton. 

Para analis menunjukkan bahwa kota Dubai dan Doha di kawasan Teluk Persia telah lama menjadi pusat transit penting bagi penerbangan global, yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Afrika. Jika operasi bandara-bandara ini terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penumpang di Timur Tengah, tetapi juga dapat menimbulkan efek berantai pada jaringan penerbangan jarak jauh di seluruh dunia.


“Jika Anda melakukan penerbangan jarak jauh ke beberapa tujuan, biasanya Anda terlebih dahulu terbang ke Dubai, berhenti beberapa jam untuk pengisian bahan bakar dan transit, lalu melanjutkan penerbangan ke Thailand atau tujuan lain. Karena itu, banyak orang yang semula berencana pulang sekarang tidak dapat kembali,” tambah Tipton. 

Dalam situasi yang masih terus berubah, industri pariwisata secara umum menyarankan para pelancong untuk memantau dengan cermat peringatan keamanan dari pemerintah dan pemberitahuan maskapai, serta menunda perjalanan yang tidak mendesak untuk mengurangi potensi risiko.

Laporan gabungan oleh reporter Yi Xin dari NTD Television.

KPPU Sidak Pasar Wonokromo Jelang Lebaran, Harga Pangan Dipantau Ketat dan Praktik Usaha Diawasi

Surabaya, 9 Maret 2026 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meningkatkan pengawasan terhadap harga dan distribusi komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui Kantor Wilayah IV Surabaya, lembaga tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Surabaya, guna memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia serta mencegah potensi praktik persaingan usaha tidak sehat di tingkat pasar tradisional.

Sidak yang berlangsung pada Senin pagi itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah IV KPPU Surabaya, Dyah Paramita, bersama jajaran. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, Perum Bulog, serta PD Pasar Surya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan pasar menjelang periode konsumsi tinggi selama Ramadan hingga Lebaran. Selain memantau harga dan ketersediaan pasokan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi praktik monopoli maupun perilaku usaha yang dapat mengganggu mekanisme pasar.

Dyah mengatakan, pemantauan ini penting untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar. “Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap terkendali, dan tidak ada praktik yang melanggar prinsip persaingan usaha sehat,” ujarnya.

Pasokan Pangan Terpantau Aman

Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, KPPU mencatat ketersediaan berbagai komoditas pangan di Pasar Wonokromo secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Kondisi tersebut dinilai cukup positif di tengah meningkatnya permintaan konsumsi pada periode Ramadan. Dengan pasokan yang relatif aman, KPPU mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara intensif karena sejumlah komoditas pangan menunjukkan pergerakan harga. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah, yang secara historis memang kerap berfluktuasi menjelang hari besar keagamaan.

Harga Sejumlah Komoditas

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga beberapa komoditas pangan strategis tercatat sebagai berikut:

  • Telur ayam ras sekitar Rp30.000 per kilogram, sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
  • Daging ayam ras berada di kisaran Rp41.000 per kilogram, sedikit di atas HAP sebesar Rp40.000.
  • Minyak goreng non-subsidi dijual antara Rp18.000 hingga Rp21.500 per liter.
  • Minyak goreng bersubsidi MinyaKita berada di kisaran Rp16.000 per liter, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700.

Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah terpantau sekitar Rp40.000 per kilogram, masih berada di bawah HAP Rp41.500. Sementara bawang putih sekitar Rp35.000 per kilogram, di bawah HET Rp38.000.

Di sisi lain, harga beras premium berada di kisaran Rp17.500 per kilogram, lebih tinggi dibanding HET Rp14.900. Sedangkan beras medium sekitar Rp16.000 per kilogram dengan HET Rp12.500.

Untuk komoditas lainnya, gula pasir tanpa merek dijual sekitar Rp17.000 per kilogram, sementara gula bermerk berkisar Rp19.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi berada pada rentang Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogram, masih berada di bawah HAP Rp140.000.

Belum Ada Indikasi Permainan Harga

Berdasarkan dialog langsung dengan para pedagang, KPPU menyatakan belum menemukan indikasi kuat adanya praktik permainan harga atau kartel yang mengarah pada monopoli maupun persaingan usaha tidak sehat.

Secara umum, dinamika harga di pasar dinilai masih dipengaruhi oleh faktor permintaan dan pasokan yang wajar, khususnya menjelang periode konsumsi tinggi selama Ramadan.

Namun demikian, pengawasan tetap diperketat untuk memastikan mekanisme pasar berjalan secara sehat dan tidak merugikan konsumen maupun pelaku usaha kecil.

Sorotan pada Praktik Penjualan MinyaKita

Di tengah stabilitas harga sebagian besar komoditas, KPPU mencatat adanya temuan terkait praktik tying-in dalam penjualan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di beberapa pasar tradisional di Surabaya.

Praktik tying-in terjadi ketika konsumen diwajibkan membeli produk lain sebagai syarat untuk mendapatkan barang tertentu. Dalam konteks ini, pembelian MinyaKita diduga disyaratkan dengan pembelian produk lain.

Praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang melarang perjanjian penjualan bersyarat yang dapat membatasi pilihan konsumen.

Menanggapi temuan tersebut, KPPU telah mengambil langkah preventif dengan meminta distributor maupun pedagang untuk segera menghentikan praktik tersebut.

“Pelaku usaha agar berhati-hati dalam menjalankan praktik penjualan pangan agar tidak melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999,” kata Dyah.

Pengawasan Intensif Hingga Lebaran

Ke depan, KPPU menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi komoditas pangan di berbagai pasar tradisional, khususnya selama periode Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pasar tetap kompetitif, distribusi berjalan lancar, serta konsumen memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Selain itu, KPPU juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan keluhan terkait distribusi maupun harga komoditas pangan yang berpotensi mengganggu aktivitas usaha.

Dengan pengawasan lintas lembaga yang semakin diperkuat, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Lebaran dengan lebih tenang.

Mercure Surabaya dan Positive Community Gelar Buka Puasa untuk 500 Anak Yatim, Perkuat Program CSR Berkelanjutan

Surabaya, 8 Maret 2026 – Mercure Surabaya Grand Mirama berkolaborasi dengan Positive Community untuk kelima kalinya secara berturut-turut menyelenggarakan buka puasa bersama 500 anak yatim piatu. Mengusung tema “Miracle of Ramadan”, kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom hotel tersebut, Minggu (8/3), menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam membangun hubungan dengan komunitas lokal.

Acara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini menghadirkan rangkaian kegiatan interaktif, seperti pertunjukan badut, sulap, dan barongsai, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman positif bagi anak-anak. Selain hiburan, kegiatan utama berupa pemberian santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim menjadi momen yang sarat makna.

Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara konsisten. “Ini adalah tahun kelima kami bersama Positive Community. Kami bersyukur dapat terus menjalankan kegiatan ini dengan dukungan berbagai komunitas dan relawan. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Senja, selaku ketua acara dari Positive Community, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yang hadir. “Kami sangat berterima kasih kepada Mercure Surabaya Grand Mirama yang selama lima tahun terakhir secara konsisten mendukung kegiatan ini. Dukungan dari berbagai komunitas dan relawan juga menjadi bagian penting sehingga acara ini dapat terlaksana dengan penuh kehangatan,” ungkapnya.

Melalui program “Miracle of Ramadan”, Mercure Surabaya Grand Mirama tidak hanya memperkuat hubungan dengan komunitas lokal, tetapi juga membangun reputasi sebagai hotel yang peduli terhadap isu sosial. Kegiatan ini menjadi salah satu pilar CSR perusahaan yang diharapkan dapat berkelanjutan di masa mendatang.

Sebagai informasi, selama bulan Maret 2026, Mercure Surabaya Grand Mirama juga menawarkan berbagai promo spesial, termasuk paket berbuka puasa (iftar), halal bihalal, serta tarif kamar khusus Ramadan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi all.accor.com/6155 atau akun Instagram @mercuresurabayagrandmirama.

Pembom B-52 Militer AS Dikerahkan — Trump : Iran Mungkin “Berubah Total” Setelah Perang 

EtIndonesia. Komando Pusat Militer AS pada 7 Maret mempublikasikan video operasi pembom B-52. Ini menunjukkan bahwa Iran kini menghadapi gelombang serangan udara skala besar yang semakin kuat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ketika perang ini berakhir, peta wilayah Iran “mungkin akan berubah total”.

AS Kerahkan B-52 untuk Menghantam Iran

Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat kepresidenan bahwa dalam satu minggu terakhir operasi militer AS terhadap Iran berjalan sangat lancar. Setelah seminggu pertempuran, kekuatan militer Iran “hampir tidak lagi tersisa”.

Ia menyatakan bahwa pencapaian militer AS dalam waktu singkat tersebut “melampaui imajinasi semua orang”, dengan menghancurkan militer dan kepemimpinan Iran. Menurut Trump, AS telah “menghancurkan” angkatan laut dan angkatan udara Iran serta sebagian besar rudalnya, dan “menyerang titik vital Iran”.

Trump juga menegaskan bahwa ketika perang ini berakhir, wilayah Iran “mungkin akan berubah secara drastis”.

Pada 7 Maret, United States Central Command juga mengunggah video misi B-52 di akun X mereka dengan keterangan:   “Jika B-52 ikut dalam pertempuran, maka itu tidak akan pernah menjadi pertempuran yang seimbang.”

Dalam unggahan tersebut juga dikutip pernyataan Menteri Perang AS Pete Hegseth mengenai situasi perang melawan Iran :  “Pertempuran ini tidak pernah adil, dan sekarang memang tidak adil. Kami menyerang mereka ketika mereka sudah terjatuh.”

Pengerahan B-52 menandakan bahwa militer AS telah menguasai supremasi udara sepenuhnya di medan perang Iran.

Pilihan Jenis Pesawat Menggambarkan Situasi Perang

Menurut informasi yang dipublikasikan militer AS:

  • 28 Februari: Dalam gelombang serangan pertama, AS mengerahkan pembom siluman B-2 Spirit untuk menyerang ibu kota Iran, Tehran.
    Pesawat ini menjatuhkan bom penghancur bunker ke fasilitas bawah tanah tempat para pemimpin Iran bersembunyi. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta 49 pejabat tinggi lainnya.
  • 2 Maret: AS mengirim pembom supersonik B-1B Lancer. Pesawat ini lebih cepat tetapi tidak memiliki kemampuan siluman.

Para pakar militer menjelaskan:

  • Ketika sistem pertahanan udara musuh masih kuat dan perlu ditembus tanpa terdeteksi, digunakan B-2.
  • Ketika pertahanan udara sudah melemah, kecepatan menjadi cukup sehingga B-1 digunakan.

Pada 3 Maret, AS kemudian mengerahkan B-52.

B-52 adalah pesawat subsonik yang tidak siluman dan relatif lambat, dengan pantulan radar sangat besar. Pesawat ini biasanya terbang di ketinggian sekitar 50.000 kaki dengan kecepatan sekitar 650 mil per jam dan mudah terlihat oleh radar.

Para analis militer mengatakan:  AS hanya mengerahkan B-52 ketika hampir tidak ada lagi sistem pertahanan yang mampu menembaknya jatuh.

Urutannya mencerminkan kondisi perang:

  • B-2 → saat pertahanan udara masih mematikan
  • B-1 → saat pertahanan udara melemah
  • B-52 → saat pertahanan udara praktis sudah tidak berfungsi

Dengan hanya melihat jenis pesawat yang digunakan, militer AS sebenarnya memberi pesan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Iran sudah tidak lagi efektif.

B-52 dapat membawa hingga 70.000 pon (sekitar 31 ton) bom dalam satu misi. Pesawat ini juga bisa menembakkan rudal jelajah dari luar zona pertahanan udara tanpa perlu memasuki wilayah yang dilindungi.

Pengerahan B-52 membuat kemampuan pengeboman yang tersedia meningkat sekitar empat kali lipat, dan setiap pesawat dapat membawa muatan bom lebih besar dibandingkan platform lain.

Para pakar menilai bahwa penggunaan B-52 menunjukkan operasi militer konvensional sedang berjalan sangat berhasil.

Video lain juga menunjukkan fasilitas Islamic Revolutionary Guard Corps di kota Sanandaj di Iran barat dibom pada 7 Maret.

Israel Kerahkan Lebih dari 80 Pesawat Tempur

Selain Amerika Serikat, Israel Defense Forces yang turut dalam operasi gabungan juga mengumumkan bahwa pada 7 Maret mereka mengerahkan lebih dari 80 pesawat tempur untuk melakukan serangan udara baru terhadap target militer di Tehran dan wilayah tengah Iran.

Menurut pernyataan tersebut, serangan ini bertujuan memperlemah kemampuan peluncuran dan pertahanan rudal Iran.

Target serangan meliputi:

  • fasilitas bawah tanah penyimpanan rudal balistik
  • bunker militer dan pusat komando
  • gudang penyimpanan rudal dengan instalasi peluncur
  • berbagai lokasi peluncuran rudal di sejumlah wilayah Iran

Dilaporkan bahwa saat serangan terjadi terdapat ratusan personel militer di fasilitas tersebut.

Video yang beredar juga menunjukkan sebagian warga Iran menonton serangan terhadap fasilitas rezim Iran oleh pasukan gabungan AS-Israel dari rumah mereka dan tertawa.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui – NTDTV.com

Rudal “Blue Sparrow” Menghantam Iran! Militer Israel Ungkap Detail Mengejutkan Operasi Pembunuhan Target

Baru-baru ini, menurut keterangan militer Israel, dalam operasi yang berhasil menewaskan pemimpin Iran Ali Khamenei, militer Israel menggunakan rudal berpemandu presisi tinggi bernama “Blue Sparrow” (Burung Pipit Biru). Metode serangan rudal ini sangat mengejutkan sehingga sistem pertahanan udara Iran tidak mampu mencegatnya.

Ironisnya, banyak perangkat pemantauan lalu lintas di Teheran berasal dari perusahaan Tiongkok. Namun perangkat tersebut ternyata memiliki “backdoor” atau celah keamanan, yang justru menjadi titik masuk bagi badan intelijen Israel, sehingga operasi “pemenggalan kepemimpinan” ini hampir seperti masuk tanpa perlawanan.

EtIndonesia. Pada Sabtu lalu (28 Februari) pukul 09.45 waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran. Dalam waktu sangat singkat, mereka melakukan sekitar 900 serangan presisi terhadap berbagai target militer di Iran.

Serangan tersebut menghantam sejumlah infrastruktur militer penting, termasuk:

  • basis Korps Garda Revolusi Iran
  • pelabuhan
  • fasilitas nuklir

Serangan itu juga berhasil menewaskan pemimpin Iran Khamenei.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa saat itu Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi sedang mengadakan rapat di sebuah kediaman rahasia di Teheran. Pesawat tempur Israel berhasil menembus sistem pertahanan udara Iran, dan beberapa rudal menghantam tepat ke kediaman tersebut, menghancurkan seluruh bangunan. Khamenei dan lebih dari 40 pejabat tinggi dilaporkan tewas di tempat.

Bagaimana Pertahanan Udara Iran Bisa Ditembus?

Pertanyaan muncul: bagaimana Amerika dan Israel bisa menembus jaringan pertahanan udara Iran yang telah dibangun selama bertahun-tahun?

Militer Israel mengungkap bahwa mereka menggunakan rudal presisi “Blue Sparrow”.

Beberapa jam sebelum serangan:

  • sebagian pejabat militer Israel pura-pura meninggalkan kementerian pertahanan
  • militer bahkan merilis foto dan informasi ke publik
  • seolah-olah mereka sedang berlibur dan bersiap pulang untuk makan malam Sabat

Langkah ini menciptakan ilusi bahwa militer Israel sedang beristirahat.

Saat para pemimpin Iran mulai lengah, Israel diam-diam meluncurkan rudal Blue Sparrow untuk melakukan serangan pemenggalan kepemimpinan.

Rudal ini memiliki pola terbang yang sangat unik:

  1. Meluncur naik hingga mendekati ketinggian orbit rendah dekat ruang angkasa
  2. Kemudian masuk kembali ke atmosfer dengan kecepatan tinggi
  3. Menukik tajam ke target

Metode ini membuat rudal sangat sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Menurut informasi, rudal tersebut bahkan bisa menghantam target sebesar meja makan dari jarak 1.000 km, menunjukkan tingkat presisi yang luar biasa.

Serangan Siber Melumpuhkan Iran

Pada saat yang sama, pasukan khusus Israel juga melancarkan serangan siber terhadap Iran.

Akibatnya sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh sebelum serangan udara dimulai

Operasi semacam ini dinilai sepenuhnya berada dalam kemampuan badan intelijen Israel dan CIA Amerika Serikat.

Selain itu, badan intelijen Israel dilaporkan telah menyusup ke banyak sistem kamera pemantauan lalu lintas di Teheran, sehingga dapat memantau kondisi kota secara real-time.

Sebelum serangan udara dimulai, mereka juga:

  • memancarkan sinyal frekuensi tinggi
  • hampir sepenuhnya memblokir sinyal telepon seluler di sekitar lokasi persembunyian Khamenei

Akibatnya, Khamenei dan para pengawalnya tidak menerima peringatan apa pun.

Kamera Buatan Perusahaan Tiongkok Memiliki Celah Keamanan

Hal yang juga menarik perhatian adalah bahwa banyak kamera pengawas di Teheran berasal dari perusahaan Tiongkok:

  • Hikvision
  • Dahua Technology

Produk dari kedua perusahaan tersebut disebut memiliki backdoor dan celah keamanan, sehingga teknisi intelijen Israel berhasil menyusup ke sistem tersebut.

Pengamat pun menyindir bahwa banyak sistem keamanan Iran menggunakan teknologi dan peralatan dari Tiongkok, namun pada akhirnya justru menjadi celah bagi infiltrasi intelijen dan serangan presisi.

Laporan gabungan oleh reporter Chen Yue, New Tang Dynasty Television

Persidangan Mata-mata Iran Ungkap Plot Pembunuhan : Trump dan Biden Masuk Daftar Target

Di tengah berlanjutnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Pengadilan Federal Distrik Timur New York baru saja mengadili seorang mata-mata Iran. Di persidangan, ia mengaku bahwa pada tahun 2024 dirinya pernah diperintahkan oleh pemerintah Iran untuk mencoba menyewa seorang pembunuh bayaran guna membunuh kandidat presiden dari Partai Republik saat itu, Donald Trump. 

EtIndonesia. Seorang pengusaha Pakistan berusia 47 tahun, Asif Raza Merchant, diadili pada tahun 2024 atas tuduhan berupaya menyewa pembunuh bayaran. Menurut dokumen dakwaan yang diumumkan saat itu, ia diduga merencanakan pembunuhan terhadap warga negara atau tokoh politik Amerika Serikat, namun dokumen tersebut tidak secara jelas menyebutkan siapa target pembunuhan tersebut.

Pada 4 Maret lalu, Merchant mengungkapkan di pengadilan bahwa target potensial dari rencana pembunuhan pada 2024 itu termasuk: Presiden Amerika Serikat saat ini Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, serta mantan kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

Asif Raza Merchant

Merchant juga mengungkapkan nama atasan yang memberinya perintah: seorang penghubung dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bernama Mehrad Yousef, yang memerintahkannya untuk menjalankan rencana pembunuhan tersebut.

Merchant juga mengatakan bahwa dirinya sebelumnya secara rutin bepergian ke Amerika Serikat untuk mengurus bisnis pakaian. Hal ini menarik perhatian kontaknya di Garda Revolusi, yang kemudian bahkan memberinya pelatihan teknik kontra-pengawasan.

Di pengadilan, Merchant mengklaim bahwa ia setuju menjadi mata-mata bagi pemerintah Iran dan merencanakan penyewaan pembunuh bayaran karena khawatir terhadap keselamatan keluarganya yang berada di Iran. Merchant mengatakan, “Saya tidak punya pilihan lain, keluarga saya telah diancam.”

Menurut dokumen dakwaan, pada Juni 2024 Merchant di New York memberikan perintah pembunuhan kepada orang yang ia sewa—yang sebenarnya adalah informan FBI—serta membayar uang muka sebesar 5.000 dolar AS.

Merchant berencana agar rencana pembunuhan itu dilaksanakan setelah ia meninggalkan Amerika Serikat. Namun, pada 12 Juli 2024, ketika hendak naik pesawat untuk meninggalkan AS, ia ditangkap.

Dilaporkan oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Meng Yu, dari New York.

Tentara Iran Putus Asa: “Komandan Sudah Kabur, Tinggal Kami Berdua Menunggu Mati”

EtIndonesia. Markas besar Garda Revolusi Islam Iran pada Jumat (6 Maret) dilaporkan dihancurkan dalam serangan. Berdasarkan video yang beredar di platform X, seorang tentara di sebuah kamp militer Iran merekam dirinya sendiri dan mengatakan: “Sejak hari ketika Ali Khamenei tewas dibom, rudal Amerika dan Israel menghantam semua kamp militer di Iran. Para komandan langsung menghilang—entah melarikan diri, terbunuh oleh bom, atau bersembunyi di bawah tanah seperti tikus.” Belum diketahui secara pasti di mana dan kapan peristiwa itu terjadi.

Ia juga mengatakan: “Sekarang tidak ada komando sama sekali. Di seluruh kamp militer hanya tersisa dua tentara. Kami seperti lalat tanpa kepala. Tidak ada yang memberi tahu apakah kami harus pergi atau tetap tinggal. Saya sendiri ketakutan dan sudah beberapa malam tidur di luar, takut tiba-tiba terkena serangan.”

Seorang pengguna internet menulis bahwa banyak tentara Iran mulai menggunakan media sosial untuk merekam situasi sebenarnya, karena struktur komando militer disebut sudah sepenuhnya kacau.

Markas IRGC di Ahvaz Dilaporkan Hancur

Video lain menunjukkan markas Islamic Revolutionary Guard Corps di kota Ahvaz diserang dengan beberapa bom penembus bunker, yang menghancurkan kompleks bangunan serta bunker bawah tanah.

Sejumlah warganet mengatakan bahwa Amerika Serikat telah “menghapus markas IRGC dari peta.”

Gedung Peradilan di Teheran Juga Hancur

Video lain juga menunjukkan gedung peradilan kedua Iran di ibu kota Tehran hancur menjadi puing-puing akibat serangan.

Bandara Mehrabad Dibombardir

Pada 7 Maret dini hari, setelah serangan udara baru oleh Israel terhadap Teheran, terjadi ledakan besar dan kebakaran di Bandar Udara Internasional Mehrabad.

Video dramatis yang beredar di media sosial menunjukkan bola api raksasa dan asap tebal membumbung ke langit malam, sementara cahaya api menerangi langit.

Media pemerintah Iran juga mengkonfirmasi bahwa Bandara Mehrabad telah dibombardir. Bandara ini merupakan salah satu pusat transportasi internasional utama Iran dan diketahui menempatkan aset Angkatan Udara Iran serta fasilitas logistik yang terkait 

Seorang aktivis demokrasi Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, Tang Baiqiao, menulis di X:  “Militer AS sedang melakukan pemboman tanpa celah terhadap Bandara Mehrabad di Teheran. Dengan demikian, jalur pelarian bagi teroris Iran telah sepenuhnya terputus. Selanjutnya mereka hanya punya dua pilihan: menyerah atau menyusul Khamenei.”

Laporan disusun oleh reporter Luo Tingting.  Editor : Wen Hui – NTDTV.com

Demonstrasi Anti-Perang di AS Diduga Menyimpan Motif Tersembunyi, Media Israel: Ada Bayangan Pengaruh dari Beijing

Sehubungan demonstrasi anti-perang yang baru-baru ini muncul di Washington, D.C. menentang perang AS-Iran, media Israel melaporkan bahwa di balik aksi tersebut diduga terdapat kekuatan yang didukung oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Amerika Serikat. Kelompok yang terlibat juga disebut merupakan orang-orang yang sama yang memimpin protes anti-Israel dalam beberapa tahun terakhir.

EtIndonesia. Menurut laporan The Jerusalem Post, media Israel Calcalist bersama lembaga pengawas Shomrim merilis hasil investigasi terbaru pada Kamis (5 Maret). Investigasi itu menunjukkan bahwa aksi demonstrasi anti-perang di Washington yang berlangsung akhir pekan lalu setelah pecahnya konflik AS-Iran kemungkinan diorganisir oleh seorang miliarder Amerika berpaham komunis, Neville Roy Singham.

Laporan tersebut menilai bahwa respons cepat terhadap aksi demonstrasi yang terjadi hanya dalam hitungan jam menunjukkan adanya organisasi yang terkoordinasi dan memiliki pendanaan kuat, bukan sekadar gerakan akar rumput spontan.

Jaringan Dukungan Pro-PKT

Investigasi menyebutkan bahwa Singham, yang saat ini tinggal di Shanghai, memainkan peran inti dalam jaringan organisasi yang mendukung gerakan anti-Israel dan menentang kebijakan Amerika Serikat.

Menurut laporan dari Network Contagion Research Institute pada Mei 2024, Singham bersama istrinya Jodie Evans memiliki hubungan yang kompleks dengan berbagai organisasi dalam hal pendanaan, jaringan hubungan, personel, serta ideologi.

Hubungan dengan Organisasi Kiri di AS

Laporan tahun 2025 dari House Committee on Oversight and Government Reform menyatakan bahwa Singham terkait dengan 19 organisasi sayap kiri di Amerika Serikat, termasuk:

  • Party for Socialism and Liberation
  • Code Pink
  • Shut It Down for Palestine
  • The People’s Forum

Sebelumnya, New York Post melaporkan bahwa The People’s Forum, yang berbasis di New York, memuji revolusi Partai Komunis Tiongkok dan menjadikannya sebagai model yang dipelajari oleh aktivis revolusi kiri di Amerika.

Pada Februari tahun ini, U.S. Department of State juga menyerahkan laporan yang menyatakan bahwa organisasi kiri Code Pink dan The People’s Forum memberikan perlindungan bagi pengaruh PKT di Amerika Serikat.

Dugaan Pendanaan Puluhan Juta Dolar

Pada September tahun lalu, House Committee on Ways and Means mengungkapkan bahwa semakin banyak bukti menunjukkan The People’s Forum, yang terdaftar sebagai organisasi nirlaba, bertindak sebagai agen asing bagi PKT.

Organisasi tersebut diduga menerima setidaknya 20 juta dolar AS dari pasangan Singham, sekaligus menikmati status bebas pajak di Amerika Serikat.

Namun laporan terbaru yang dirilis pada Kamis menyebutkan bahwa tim investigasi telah menghubungi organisasi seperti Code Pink untuk menanyakan hubungan mereka dengan Singham serta alasan mereka tidak mengkritik Iran, tetapi tidak ada tanggapan yang diterima sebelum berita dipublikasikan.

Laporan oleh reporter Wang Ziyi dari NTD Television di Amerika Serikat.

Ledakan Guncang Kedutaan Besar AS di Oslo, Sebabkan Kerusakan Ringan dan Asap Tebal

EtIndonesia. OSLO — Sebuah ledakan keras mengguncang kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo, Norwegia, pada Minggu, (8/3/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan ringan, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, menurut keterangan polisi setempat.

Ledakan terdengar dari area kompleks kedutaan yang terletak di bagian barat Oslo sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sejumlah saksi mata melaporkan terlihat asap tebal membubung dari lokasi kejadian.

“Di jalan terlihat asap yang sangat tebal,” ujar Sebastian Toerstad, 18 tahun, seorang pelajar sekolah menengah yang melintas di dekat kedutaan saat peristiwa itu terjadi.

Ia menambahkan bahwa bagian pintu masuk gedung mengalami kerusakan. “Ada kerusakan di area pintu masuk,” katanya kepada Reuters.

Polisi Oslo menyatakan ledakan terjadi di area pintu masuk bagian konsuler kedutaan. Setelah kejadian, dua teknisi kepolisian yang mengenakan pakaian pelindung berwarna putih terlihat melakukan pemeriksaan di lokasi.

Pihak kepolisian juga memastikan tidak ditemukan bahan peledak tambahan di sekitar area kejadian.

“Penyelidikan dilakukan di lokasi dengan bantuan anjing pelacak, drone, serta helikopter untuk mencari kemungkinan satu atau lebih pelaku,” demikian pernyataan Departemen Kepolisian Oslo.

Hingga saat ini, pihak Kedutaan Besar AS belum memberikan komentar karena kejadian terjadi di luar jam kerja. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS juga belum memberikan tanggapan resmi.

Laporan oleh Gwladys Fouche dan Terje Solsvik.

50 Jet Tempur Israel Menjatuhkan Lebih dari 100 Bom, Menghancurkan Bunker Khamenei 

Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketujuh. Pada 6 Maret, militer Israel melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dan berhasil menghancurkan sebuah bunker komando militer raksasa di pusat kota Teheran yang digunakan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

EtIndonesia. Israel Defense Forces (IDF) mengkonfirmasi bahwa sekitar 50 pesawat tempur Angkatan Udara Israel ikut serta dalam gelombang serangan besar ke-15, dengan menjatuhkan lebih dari 100 bom ke bunker tersebut.

Bunker Komando Rahasia di Bawah Pusat Kota Teheran

Menurut laporan yang dipublikasikan di situs resmi IDF pada 6 Maret, sekitar 50 jet tempur Israel melancarkan serangan pada pagi hari dengan panduan intelijen yang sangat presisi, bekerja sama dengan unit kontra-terorisme.

Target serangan adalah bunker komando militer milik Khamenei yang terletak di bawah kompleks kepemimpinan rezim Iran di pusat kota Teheran.

Video resmi yang dirilis Israel menunjukkan api besar muncul terlebih dahulu di lokasi, diikuti oleh asap tebal yang membumbung tinggi.

Militer Israel menyatakan bahwa kompleks bawah tanah tersebut dibangun oleh rezim Iran untuk merencanakan kegiatan militer serta menyebarkan ideologi ekstremis terhadap Israel dan dunia Barat.

Kompleks Bunker Besar di Bawah Jalan Kota

Bunker tersebut disebut membentang di bawah satu ruas jalan di pusat Teheran, dengan banyak pintu masuk dan ruang rapat yang digunakan oleh pejabat tinggi rezim Iran.

Setelah Khamenei tewas, fasilitas tersebut masih digunakan oleh pejabat tinggi yang tersisa dalam pemerintahan Iran.

Laporan menyebutkan bahwa serangan terhadap kompleks ini dilakukan setelah proses pengumpulan dan analisis intelijen yang panjang dan menyeluruh oleh badan intelijen militer Israel.

Bunker tersebut dianggap sebagai markas inti dan pusat komando paling penting rezim Iran, sehingga kehancurannya semakin melemahkan kemampuan komando dan kendali militer Iran.

“Seperti yang dapat Anda lihat di layar, ini adalah bunker bawah tanah besar yang berada puluhan meter di bawah beberapa kawasan permukiman di Teheran. Khamenei berencana menggunakan bunker rahasia ini untuk memimpin perang melawan Israel, tetapi ia sudah dieliminasi sebelum sempat menggunakannya,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin. 

Serangan Lain di Iran dan Lebanon

Selain menghancurkan bunker tersebut, militer Israel juga:

  • Menyerang 35 lokasi pasukan keamanan Iran
  • Melancarkan 26 gelombang serangan udara semalam terhadap pusat komando dan gudang senjata Hizbullah di Lebanon

Ledakan besar dilaporkan terjadi di Beirut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan: “Kami sedang berada di jalur operasi, dan kami akan menyelesaikan semua misi.”

Bunker Dibangun dengan Biaya Besar

Menurut laporan Fox News, bunker tersebut berada tepat di bawah lokasi tempat Khamenei dan sekitar 50 pejabat tinggi rezim Iran tewas dalam serangan pada 28 Februari.

Walaupun Khamenei menghabiskan jutaan dolar untuk membangun bunker itu, ia tidak sempat masuk ke tempat perlindungan tersebut sebelum tewas. Hal ini disebut akibat operasi pengelabuan yang berhasil dilakukan oleh AS dan Israel, termasuk:

  • Pernyataan publik dari Presiden Donald Trump
  • Informasi palsu bahwa para komandan IDF sedang berlibur

Ribuan Target Iran Telah Diserang

Hingga 6 Maret, pasukan gabungan AS–Israel dilaporkan telah:

  • Menyerang lebih dari 3.000 target militer
  • Menenggelamkan atau menghancurkan 43 kapal Iran

Presiden AS Donald Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali Iran menyerah tanpa syarat. (hui)

Saat Trump Tegaskan AS Tidak Akan Berkompromi Kecuali Iran Menyerah Tanpa Syarat

EtIndonesia. Pada Jumat (6 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali negara itu menyerah tanpa syarat. Berikut laporan dari reporter NTD dari Washington,  Zhang Liang.

Presiden Trump pada Jumat mengungkapkan di platform media sosial bahwa pihak Amerika sedang secara diam-diam menarik ribuan personel dari beberapa negara di Timur Tengah. Ia mengatakan seluruh operasi tersebut berlangsung “dengan sangat rendah profil dan berjalan lancar.”

Gedung Putih kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika presiden sebagai panglima tertinggi menilai Iran sudah tidak lagi menjadi ancaman bagi Amerika Serikat, dan seluruh tujuan operasi militer “Epic Fury” (Amarah Epik) telah tercapai, maka meskipun Iran tidak secara resmi mengumumkan menyerah, secara faktual negara itu sudah berada dalam kondisi “menyerah tanpa syarat.”

Gedung Putih: Angkatan Laut Iran Sudah Tidak Mampu Berperang

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan:  “Dalam operasi penghancuran angkatan laut Iran, kami telah memastikan lebih dari 30 kapal perang dan kapal militer Iran telah ditenggelamkan. Saat ini angkatan laut Iran dinilai sudah kehilangan kemampuan tempurnya.”

Leavitt juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi militer terkait konflik dengan Iran.

Pada hari yang sama, Presiden Trump juga bertemu dengan para kontraktor pertahanan utama Amerika dan berdiskusi dengan Menteri Perang Pete Hegseth mengenai pengaturan militer serta logistik terkait.

Trump Bahas Masalah Keuangan Olahraga Universitas

Pada Jumat sore, saat memimpin pertemuan di Gedung Putih mengenai masa depan olahraga perguruan tinggi di Amerika, Trump mengatakan bahwa banyak universitas yang sebelumnya memiliki kondisi keuangan baik kini menghadapi peningkatan pengeluaran dan kerugian besar pada program olahraga mereka.

Trump mengatakan: “Hari ini kita berkumpul untuk membahas masalah yang menjadi ancaman serius terhadap integritas dan budaya olahraga perguruan tinggi. Termasuk ketidakmampuan menetapkan aturan yang jelas mengenai kelayakan pemain, sistem transfer antar universitas, serta hak nama, citra, dan kemiripan (name, image, and likeness). Selain itu, kita juga harus menghadapi semakin banyaknya tuntutan hukum.”

Reporter : Trump mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan pembentukan aturan yang seragam melalui undang-undang atau perintah eksekutif, untuk menjaga integritas olahraga perguruan tinggi dan melindungi tim atlet Olimpiade Amerika.

Ia menekankan bahwa upaya ini bersifat lintas partai, dan menyerukan semua pihak untuk bekerja sama menghadapi tantangan tersebut.

Laporan oleh reporter NTD Television Zhang Liang dan Yixin dari Amerika Serikat.

AS Akan Mengirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, India Diberikan Pengecualian 30 Hari untuk Membeli Minyak Rusia

EtIndonesia. Menurut laporan Fox News, Amerika Serikat akan mengirim kapal induk ketiga, USS George H.W. Bush, ke wilayah Mediterania timur. Ini akan menjadi kapal induk ketiga yang dikerahkan AS di wilayah dekat Iran.

Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 6 Maret mengatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Rusia.

Kemungkinan Terkait Keterlibatan Kelompok Houthi

Dilaporkan bahwa penempatan ini kemungkinan terkait dengan kelompok pemberontak Houthi di Yaman (Houthis / Gerakan Pemuda), yang diduga bergabung dalam operasi militer Iran dalam konflik saat ini.

Menurut laporan Associated Press, berdasarkan gambar yang dirilis di situs resmi Pentagon, kapal induk terbesar di dunia USS Gerald R. Ford pada  5 Maret telah melewati Terusan Suez dari Laut Mediterania menuju Laut Merah.

Dalam video terbaru yang dirilis militer AS, USS Gerald R. Ford bertemu dengan kapal induk USS George H.W. Bush di Laut Mediterania.

USS Gerald R. Ford sebelumnya diperintahkan pada pertengahan Februari untuk berlayar dari kawasan Karibia menuju Timur Tengah, dan pada tahap awal konflik AS-Iran melaksanakan misi di Mediterania timur.

Rekaman di situs resmi juga menunjukkan bahwa setidaknya satu kapal perusak pengawal juga telah melewati Terusan Suez.

Menurut laporan USNI News, saat ini terdapat dua kelompok tempur kapal induk AS yang bertugas di wilayah Timur Tengah:

  • USS Gerald R. Ford berada di Laut Merah
  • USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab

AS Memberi India Pengecualian 30 Hari untuk Membeli Minyak Rusia

Di sisi lain, meningkatnya konflik di Timur Tengah menyebabkan ketegangan pasokan bahan bakar, termasuk bahan bakar kapal.

Amerika Serikat mengumumkan pengecualian sementara selama 30 hari bagi perusahaan minyak India, sehingga India masih dapat membeli minyak Rusia.

Menurut laporan India Today, pengecualian ini berlaku untuk minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal sebelum putaran sanksi terbaru AS diberlakukan.

Minyak tersebut diperbolehkan untuk dibongkar dan dijual ke India dalam jangka waktu terbatas, guna mencegah gangguan pasokan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar energi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan: “India adalah mitra penting bagi Amerika Serikat. Langkah ini akan membantu meredakan tekanan yang timbul dari upaya Iran untuk menyandera pasokan energi global.”  (hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump Peringatkan Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat, Kuba Akan Segera Runtuh

ETIndonesia. Pada hari ketujuh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, militer Israel telah mengumumkan bahwa perang memasuki tahap baru. Sebagai pihak yang memimpin operasi yang disebut “Epic Fury” (Amarah Epik) ini, bagaimana pandangan Presiden AS Donald Trump mengenai situasi saat ini? Berikut laporan dari koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.

Trump: Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat

Pada Jumat pagi (6 Maret), Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social, menegaskan tujuan serangan terhadap Iran.

Ia menulis: “Kami tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali mereka menyerah tanpa syarat! Setelah itu, setelah seorang pemimpin yang hebat dan memuaskan terpilih, kami bersama banyak sekutu dan mitra yang luar biasa dan berani akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran keluar dari tepi kehancuran dan membuat ekonominya lebih kuat dari sebelumnya. Iran pasti akan memiliki masa depan yang indah.”

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkonfirmasi bahwa beberapa negara telah mulai melakukan mediasi untuk mencoba mengakhiri perang secepat mungkin. Ia mengklaim bahwa Teheran “berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.”

Sementara itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa seiring operasi militer AS dan Israel memasuki tahap baru, jumlah serangan udara terhadap Teheran akan meningkat secara signifikan.

Trump Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Mengenai pemerintahan Iran di masa depan, Trump menyatakan bahwa ia harus terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya. Ia menegaskan bahwa putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, tidak boleh menggantikannya.

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat ingin seorang pemimpin yang dapat membawa perdamaian bagi Iran.

Sebelum meninggal dunia, Ali Khamenei tidak secara resmi menunjuk penerusnya. Setelah kematiannya, kekuasaan sementara diserahkan kepada komite tiga orang sampai pemimpin tertinggi baru dipilih.

Trump juga mengatakan bahwa “kandidat penerus urutan kedua dan ketiga Iran sudah meninggal.”

Dalam wawancara dengan CNN pada Jumat, Trump mengatakan bahwa ia memberi nilai 12 atau bahkan 15 dari 10 untuk operasi militer terhadap Iran, menilai operasi tersebut sangat berhasil dan melampaui semua perkiraan.

Trump: Setelah Iran, Kuba Akan Menjadi Target Berikutnya

Trump juga menyatakan bahwa setelah operasi militer terhadap Iran selesai, Kuba akan menjadi target berikutnya. Ia mengatakan bahwa warga Kuba yang berada di luar negeri akan segera dapat kembali ke tanah air mereka.

Trump mengatakan: “Situasi di Kuba sangat baik. Kami ingin menyelesaikan perang ini (dengan Iran) terlebih dahulu. Tapi itu hanya soal waktu. Anda dan banyak orang hebat lainnya cepat atau lambat akan kembali ke Kuba. Kami berharap Anda tidak tinggal terlalu lama di luar negeri. Kami ingin kalian kembali. Kami tidak ingin kehilangan kalian.”

Ia juga menyinggung situasi di Venezuela, dengan mengatakan: “Situasi di Venezuela juga sangat baik. Presiden terpilih Rodriguez dan timnya bekerja sama dengan kami dengan sangat baik. Kami sedang mengekstraksi ratusan juta barel minyak yang akan dikirim ke Houston dan banyak tempat lainnya.”

Gedung Putih juga telah mengumumkan bahwa hubungan diplomatik dengan Venezuela telah dipulihkan, dan Venezuela sedang aktif bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam bisnis minyak.

Perubahan di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS

Pada Kamis (5 Maret), Trump mengumumkan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri saat ini, Kristi Noem, akan ditugaskan ke posisi baru.

Senator dari Oklahoma Markwayne Mullin akan menggantikan Noem sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri. Mullin mengatakan kepada wartawan di Capitol bahwa ia akan berkoordinasi dengan Noem dan memuji kinerjanya.

Mullin mengatakan: “Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka akan menerima telepon ini hari ini, tetapi saya sangat bersemangat. Kami akan memastikan Departemen Keamanan Dalam Negeri tetap fokus pada perlindungan keamanan nasional. Baik Anda mendukung saya atau tidak, saya akan menjalankan tugas ini dengan fokus seperti sinar laser.”

Trump juga mengumumkan di Truth Social bahwa Noem akan menjadi utusan khusus program “Shield of the Americas” (Perisai Amerika), sebuah proyek keamanan baru di belahan bumi Barat yang dipromosikan oleh Trump.

Trump dijadwalkan mengumumkan proyek tersebut secara resmi pada Sabtu (7 Maret).

Catatan Kinerja Kristi Noem

Trump juga berterima kasih kepada Kristi Noem atas lebih dari satu tahun pengabdiannya dan memuji berbagai pencapaiannya selama menjabat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Noem:

  • Jumlah penyeberangan ilegal di perbatasan mencapai tingkat terendah dalam sejarah.
  • Dalam setahun terakhir, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyita sekitar 600.000 pon narkoba ilegal.
  • Lebih dari 3 juta imigran ilegal telah dideportasi, sebagian besar secara sukarela.
  • Ratusan ribu imigran ilegal dengan catatan kriminal ditangkap di berbagai kota besar.

Noem juga menulis di platform X, mengucapkan terima kasih kepada Trump atas penunjukan dirinya sebagai utusan “Shield of the Americas”, dan menyatakan siap bekerja sama dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perang Pete Hegseth.

Hegseth mengatakan: “Kami semua diangkat oleh presiden. Saya yakin Markwayne Mullin akan melakukan pekerjaan yang luar biasa—dia adalah sahabat saya selama bertahun-tahun. Namun Kristi telah meletakkan dasar keberhasilan, jadi saya tidak khawatir mengenai kelanjutan keamanan dalam negeri.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan bahwa Noem akan menjadi bantuan besar bagi tim pemerintah.

Penunjukan Mullin masih memerlukan persetujuan Senat AS. Diperkirakan ia akan secara resmi menggantikan Noem pada 31 Maret. (Hui)

Mengambil Pelajaran dari Perang Ukraina, AS Akan Menempatkan Sistem Anti-Drone di Timur Tengah

EtIndonesia. Menurut laporan The Epoch Times, pada Jumat (6 Maret), pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sistem pertahanan buatan AS “Merops”, yang telah terbukti efektif melawan drone Rusia di medan perang Ukraina, akan segera dikerahkan ke Timur Tengah untuk memperkuat kemampuan pertahanan militer AS terhadap drone Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengonfirmasi hal tersebut melalui platform X. Ia mengatakan bahwa Ukraina telah menerima permintaan resmi dari Amerika Serikat dan beberapa negara Timur Tengah untuk mengirim pakar serta peralatan militer guna membantu di lapangan.

Menurut Zelenskyy, operasi tersebut diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Menggunakan Drone untuk Melawan Drone “Shahed”

Dua pejabat AS mengatakan kepada Associated Press bahwa sistem Merops menggunakan teknologi “drone melawan drone” untuk mencegat target.

Sistem ini berukuran relatif kecil dan dapat dipasang di bagian belakang truk pickup ukuran menengah. Drone pencegatnya mampu mengidentifikasi target dan secara aktif menabraknya untuk menghancurkan drone musuh.

Keunggulan utamanya adalah integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Bahkan ketika GPS atau komunikasi elektronik terganggu oleh perang elektronik musuh, sistem ini masih dapat bernavigasi secara mandiri dan menghantam target secara akurat.

Pejabat Departemen Perang AS mengatakan bahwa kemampuan pertahanan terhadap drone di Timur Tengah saat ini masih terbatas, sementara drone bunuh diri “Shahed” milik Iran termasuk dalam seri yang sama dengan drone yang digunakan Rusia di Ukraina.

Karena itu, pengalaman tempur Ukraina dalam menghadapi drone tersebut dianggap sangat berharga.

Rudal Patriot Terlalu Mahal untuk Menjatuhkan Drone Murah

Saat ini, banyak sekutu AS di Timur Tengah masih mengandalkan sistem rudal Patriot atau THAAD untuk mencegat ancaman udara.

Namun, biaya satu rudal bisa mencapai jutaan dolar, sedangkan harga drone Iran sering kali kurang dari 50.000 dolar. Menggunakan rudal mahal untuk menembak jatuh drone murah dinilai sangat tidak efisien.

Seorang pejabat pertahanan mengatakan bahwa sistem Merops akan ditempatkan di beberapa lokasi di Timur Tengah, termasuk di wilayah yang tidak memiliki pangkalan militer AS.

Sebagian besar sistem tersebut akan dipasok langsung oleh perusahaan pertahanan AS Perennial Autonomy, yang didukung oleh mantan CEO Google Eric Schmidt, sehingga tidak akan mempengaruhi penempatan pertahanan di Eropa.

Drone Melawan Drone untuk Mengurangi Biaya Pertahanan

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa drone Iran sulit dideteksi oleh radar tradisional, karena radar biasanya dirancang untuk mendeteksi rudal berkecepatan tinggi.

Drone juga kadang keliru diidentifikasi sebagai burung atau pesawat biasa. Sistem Merops dirancang khusus untuk mendeteksi dan menghancurkan drone tersebut.

Anggota Partai Demokrat senior di Komite Intelijen DPR AS, Jim Himes, mengatakan minggu ini : “Kami cukup ahli dalam menembak jatuh rudal. Tantangan yang lebih besar bagi kami adalah persediaan drone Iran yang sangat banyak—sulit dideteksi dan sulit ditembak jatuh.”

Ia menambahkan bahwa serangan drone menciptakan “masalah matematika”: “Menggunakan rudal mahal untuk menembak drone murah itu terlalu mahal.”

Presiden dan CEO organisasi industri drone AUVSI, Michael Robbins, mengatakan pengalaman di Timur Tengah dan Ukraina menunjukkan bahwa Amerika Serikat harus mempercepat penerapan teknologi anti-drone canggih.

Menurutnya, dengan teknologi ini : “Pasukan kita dapat melindungi pangkalan dan warga tanpa harus menghabiskan satu juta dolar untuk menghentikan ancaman senilai 50.000 dolar.”

Ukraina Tawarkan Kerja Sama Pertahanan

Baru-baru ini, Zelenskyy telah berbicara dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait untuk membahas kerja sama pertahanan.

Pada Selasa, Zelenskyy juga mengajukan proposal agar Ukraina menyediakan drone pencegat, sebagai imbalan atas rudal Patriot yang sangat dibutuhkan Ukraina dari persediaan negara-negara Timur Tengah untuk menghadapi ancaman rudal balistik Rusia.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan Ukraina, Presiden AS Donald Trump mengatakan: “Tentu saja. Saya akan menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari negara mana pun.”  (hui)

Apakah Rusia Memberikan Informasi Intelijen Militer AS kepada Iran? Menteri Perang AS Menanggapi

EtIndonesia. Menurut laporan The Epoch Times, pada Jumat (6 Maret), beberapa media mengungkapkan bahwa intelijen Amerika Serikat menunjukkan Rusia kemungkinan memberikan informasi kepada Iran mengenai posisi dan pergerakan pasukan, kapal perang, serta pesawat militer AS di Timur Tengah.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa pemerintah Amerika sedang memantau semuanya dengan ketat.

Surat kabar The Washington Post pertama kali melaporkan berita ini. Tiga pejabat yang mengetahui informasi intelijen tersebut mengatakan bahwa sejak perang pecah pada Sabtu lalu (28 Februari), Rusia telah memberikan Iran informasi mengenai lokasi aset militer Amerika seperti kapal perang dan pesawat.

Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, Hegseth mengatakan dalam wawancara dengan program berita “60 Minutes” dari CBS bahwa Presiden Donald Trump sepenuhnya mengetahui situasinya.

“Panglima tertinggi kami sangat memahami siapa berbicara dengan siapa,” kata Hegseth.
“Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa yang berkomunikasi, mengapa mereka berkomunikasi, dan seberapa akurat informasi tersebut.”

Ia menambahkan: “Kami sedang melacak semuanya.”

Hegseth juga menegaskan bahwa rakyat Amerika dapat merasa tenang karena presiden Trump mengetahui dengan jelas semua komunikasi yang terjadi.

“Jika ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi—baik secara terbuka maupun secara diam-diam—itu akan dihentikan dan ditindak dengan tegas.”

Tanggapan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada  Jumat (6/3) bahwa kemungkinan Rusia berbagi intelijen dengan Iran “jelas tidak mempengaruhi jalannya perang Iran.”

Ia mengatakan kepada reporter CNN Kristen Holmes: “Kami tidak mengomentari laporan intelijen yang bocor ke media. Terus terang, apakah hal ini benar-benar terjadi atau tidak sebenarnya tidak penting, karena Presiden Trump dan militer Amerika sedang secara menyeluruh menghancurkan rezim teroris nakal Iran.”

Sementara itu, Presiden Trump saat menghadiri sebuah acara tentang olahraga perguruan tinggi di Gedung Putih mengatakan kepada reporter Fox News Peter Doocy:

“Dibandingkan dengan apa yang sedang kita bahas sekarang, itu hanyalah hal kecil.”
“Mengajukan pertanyaan seperti itu pada saat ini bukanlah hal yang bijak. Kami sedang membahas hal lain.”

Dukungan Rusia dan Sikap PKT

Saat ini belum jelas seberapa besar Rusia membantu Iran dalam menentukan target militer AS. Para pejabat mengatakan bahwa kurang dari seminggu setelah perang dimulai, kemampuan Iran untuk secara mandiri menemukan posisi militer AS sudah menurun.

Dua pejabat yang mengetahui dukungan Rusia kepada Iran mengatakan kepada The Washington Post bahwa meskipun Tiongkok memiliki hubungan dekat dengan Iran, Beijing tampaknya belum memberikan bantuan pertahanan kepada Iran.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan NBC pada Kamis (5 Maret) bahwa Tiongkok dan Rusia memberikan dukungan kepada Iran secara politik dan “dalam aspek lainnya.”  Ia menolak menjelaskan apakah dukungan tersebut termasuk bantuan militer.

Latar Belakang

Selama perang Rusia-Ukraina, Iran merupakan salah satu pendukung utama Rusia. Iran bahkan berbagi teknologi produksi drone serangan satu arah berbiaya murah, yang mana kemudian sering digunakan Rusia dalam perang di Ukraina. (Hui)