Irak Luncurkan Serangan Udara Melawan ISIS di Suriah

Epochtimes.id- Irak menggencarkan serangan udara yang menargetkan ISIS atau Daesh di Suriah, Kamis (08/06/2018).

Sebuah pernyataan yang dilansir Reuters menyebutkan, jet tempur F-16 menghancurkan sebuah bangunan tempat para anggota pimpinan kelompok ultra-garis keras.

Daesh yang pernah menduduki sepertiga wilayah Irak, telah dikalahkan sebagian besar di negara itu tetapi masih menjadi ancaman di sepanjang perbatasannya dengan Suriah.

“Jet Irak F-16 mengebom pagi ini pada Kamis yang disebut pusat komando dan kendali yang berisi pemimpin dan pejuang milik teroris Daesh di Hajin di dalam wilayah Suriah,” kata pernyataan itu.

Angkatan udara Irak telah melakukan beberapa serangan udara terhadap Negara Islam di Suriah sejak tahun lalu, dengan persetujuan pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad dan koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS.

Irak memiliki hubungan baik dengan Iran dan Rusia, pendukung utama Assad dalam perang sipil Suriah, sementara juga mendapat dukungan kuat dari koalisi pimpinan AS.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan akhir atas ISIS pada Desember tetapi masih beroperasi dari kantong di sepanjang perbatasan dengan Suriah dan terus melakukan penyergapan, pembunuhan dan pemboman di seluruh Irak.

ISIS telah menggunakan taktik gerilya sejak meninggalkan tujuannya untuk mempertahankan wilayah dan menciptakan khalifah yang mencakup Irak dan Suriah. (asr)

Ancaman ISIS Lakukan Serangan Teror pada Piala Dunia Harus Diantisipasi

EpochTimesId – Para ahli keamanan memperingatkan bahwa Organisasi Negara Islam (IS/ISIS) telah sekarat di Suriah dan Irak. Akan tetapi ISIS mungkin menjadi ancaman bagi Piala Dunia yang akan berlangsung di Rusia. Sehingga ancaman tersebut harus ditanggapi dengan lebih serius.

Agence France-Presse melaporkan, pada akhir tahun lalu, ada beberapa foto yang menyebabkan orang merasa tidak nyaman, muncul di media sosial. Pesepak bola Argentina, Lionel Messi dan Brasil, Neymar menggunakan seragam penjara berwarna oranye.

Mereka tergeletak di atas tanah dengan pisau yang mengarah di dekat tenggorokan. Ada pula yang ditampilkan sedang sekarat karena dibakar.

Dalam film-film ISIS, saat mereka mengeksekusi mati tahanan, seragam demikian selalu dikenakan. Foto-foto ini diedarkan oleh Wafa Media Foundation, yang menjadi corong ISIS.

Posting foto tersebut berbunyi, “Anda tidak akan aman sampai kehidupan kami di negara Muslim aman.”

The Kashmir Monitor, situs asal India melaporkan bahwa sebuah foto gambar Messi tampak dalam penjara beredar di internet. Messi digambarkan berlinang air mata merah darah.

Foto tersebut dilengkapi tulisan yang berbunyi, “Yang sedang anda tentang adalah negara yang tidak mengenal kegagalan.”

CTC Amerika Serikat West Point melaporkan bulan lalu bahwa ISIS dapat menimbulkan bahaya bagi Piala Dunia. Wartawan Brian Glyn Williams dan Robert Troy Souza menyatakan bahwa kegiatan propaganda yang diluncurkan oleh ISIS belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, sudah tak terhitung jumlah serangan yang berhasil atau serangan percobaan yang berhubungan atau dipengaruhi oleh ISIS. Mereka mungkin akan melakukan serangan selama berlangsungnya final pertandingan sepak bola dunia di Rusia,” tulis dua wartawan itu.

Final Pertandingan Sepak bola Dunia akan berlangsung mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Mulai Piala Dunia kali ini, sistem penyelenggaraan Piala Dunia bergiliran di 5 benua, akan dihentikan oleh FIFA.

Dilaporkan bahwa setelah memasuki hari hitungan mundur, ada lebih dari 300 orang pasukan berkuda (Cossack vigilantes) akan ikut berpatroli di jalanan Rostov-on-Don.
Etnis Cossack terkenal di dunia karena keterampilan berkuda, selama berabad-abad telah menjadi kekuatan Tsar yang paling diandalkan.

Mereka juga merupakan kekuatan utama militer dari Kekaisaran Rusia dalam ekspansi ke timur pada abad ke-17. Bahkan, mereka mampu memainkan pengaruh penting dalam Perang Stalingrad pada saat Perang Dunia II. (Li Hong/NTDTV/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Presiden Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata dengan Taliban

Epochtimes.id- Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata dengan kelompok gerilya Taliban setelah para ulama Afghanistan menggelar konfrensi di Kabul. Ulama-ulama turut mengeluarkan Fatwa bertujuan melawan kekerasan yang sedang berlangsung di negara itu.

“Pemerintah Republik Islam Afghanistan mengumumkan gencatan senjata dari tanggal 27 Ramadhan sampai hari kelima Idul Fitri mengikuti keputusan bersejarah [Fatwa] Ulama Afghanistan,” kata Ghani dalam pesan video yang disiarkan langsung di Facebook Istana Kepresidenan Afghanistan.

Dia memerintahkan semua pasukan pertahanan dan keamanan nasional Afghanistan untuk menghentikan serangan terhadap “Taliban bersenjata Afghanistan” selama periode gencatan senjata.

Namun, dia meminta pasukan pemerintah untuk melanjutkan operasi militer mereka terhadap Daesh (Islamic State), Al-Qaeda dan organisasi teroris yang didukung asing dan afiliasi mereka di seluruh negeri.

“Gencatan senjata ini adalah kesempatan bagi Taliban untuk mengintrospeksi bahwa kampanye kekerasan mereka tidak memenangkan hati dan pikiran mereka tetapi lebih jauh menjauhkan rakyat Afghanistan dari tujuan mereka,” kata Presiden.

“Dengan pengumuman gencatan senjata kami melambangkan kekuatan pemerintah Afghanistan dan kehendak rakyat untuk resolusi damai terhadap konflik Afghanistan,” tambahnya.

Pengumuman ini disampaikan tiga hari setelah sekitar 3.000 ulama Afghanistan dari seluruh negari mengeluarkan fatwa.

Ulama Afghanistan menegaskan perang yang sedang berlangsung dan serangan bunuh diri bertentangan dengan arahan Islam dan dilarang keras dalam Islam.

Para ulama menyerukan kepada faksi-faksi yang berseteru untuk mengumumkan gencatan senjata.

Ulama Afghanistan menyerukan kepada kelompok Taliban untuk memberikan tanggapan positif terhadap tawaran perdamaian Presiden Ashraf Ghani yang belum pernah terjadi sebelumnya. (asr)

Sumber : Ariananews.af

15 Kematian Dilaporkan Terjadi Diakibatkan Virus Nipah di Kerala, India

Epochtimes.id- Seorang pejabat kesehatan kepada reuters mengatakan dua kasus baru dari virus Nipah yang merusak otak telah dikonfirmasi di negara bagian Kerala, India selatan, pada Kamis lalu.

Dua kasus Nipah terbaru di Kerala menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 17 jiwa.

Laporan ini seperti diungkapkan oleh petugas medis distrik Kozhikode V. Jayashree kepada Reuters.

“Lima belas dari orang-orang itu telah meninggal,” katanya.

Korban terbaru, yang diidentifikasi sebagai Madhusudhanan, 55, dan Akhil, 28, diyakini telah terjangkit virus itu dari sebuah perguruan tinggi kedokteran.

Belum ada kasus yang dikonfirmasi mengenai virus itu yang ditemukan di luar Kerala meskipun kekhawatiran itu telah menyebar.

Beberapa negara bagian India lainnya telah mengirimkan sampel untuk pengujian dari orang-orang yang melaporkan gejala mirip Nipah dalam beberapa hari terakhir.

Sampel diambil dari kelelawar di distrik Kozhikode, yang diduga episentrum infeksi, telah dikirim untuk pengujian ke Institut Nasional Penyakit Hewan Keamanan Tinggi di Bhopal, Madhya Pradesh. Petugas peternakan A. Mohandas mengatakan, sebagai pejabat terus mencoba untuk melacak akar wabah.

Tidak ada vaksin untuk virus, yang menyebar melalui cairan tubuh dan dapat menyebabkan ensefalitis, atau peradangan otak.

Namun, WHO mengatakan India memiliki kapasitas untuk dengan cepat merespon dan memverifikasi kasus dengan pengujian laboratorium.

“Saat ini, wabah dilokalisasi dan WHO menilai risiko menjadi rendah di tingkat nasional dan regional,” ungkap WHO. (asr)

Dubes Amerika Picu Kontroversi dan Ancaman Pengusiran di Jerman

EpochTimesId – Belum genap sebulan melapor untuk bertugas di Berlin, Duta Besar AS untuk Jerman, Richard Grenell sudah memicu kontroversi. Pernyataannya membuat sejumlah politisi Jerman menyerukan pemecatannya.

“Pelanggarannya? Dia mengatakan ingin memberdayakan kaum konservatif di Eropa. Grenell harus diusir,” ujar Sahra Wagenknecht, ketua bersama partai sayap kiri Jerman, Die Linke, seperti dikutip dari Die Welt.

“Seseorang seperti duta besar AS Richard Grenell, yang mengira dia bisa menguasai Eropa dan menentukan siapa yang memerintah di sini. Dia tidak boleh lagi tinggal di Jerman sebagai diplomat,” sambung Wagenknecht.

“Jika pemerintah federal serius tentang kedaulatan demokratis negara kita, seharusnya tidak mengundang Grenell untuk mengobrol sambil minum kopi, tetapi segera usir dia.”

Grenell, dalam sebuah wawancara dengan situs berita konservatif Breitbart, mengatakan, “Saya benar-benar ingin memberdayakan konservatif lain di seluruh Eropa, para pemimpin lainnya. Saya pikir ada gelombang kebijakan konservatif yang bisa diandalkan, karena kebijakan ‘kiri’ yang (ada selama ini) gagal.”

“Saya pikir terpilihnya Donald Trump telah memberdayakan individu dan orang-orang mengatakan bahwa mereka tidak bisa hanya memungkinkan kelas politik untuk menentukan, sebelum pemilihan berlangsung, siapa yang akan menang dan siapa yang harus menjalankan.”

Grenell mengatakan ada dukungan ‘besar’ untuk ‘kebijakan konsisten konservatif’ tentang migrasi, pemotongan pajak, serta pemotongan birokrasi dan peraturan yang rumit.

Beberapa politisi Jerman selain Wagenknecht juga menyatakan ketidaksenangan mereka dengan Grenell. Mereka menilai komentarnya tidak pantas dan tidak sopan sebagai seorang diplomat.

Dalam Twit pada 3 Juni 2018, Grenell menanggapi tuduhan tersebut. Dia juga membantah berusaha untuk campur tangan dalam politik Jerman. Dia menegaskan, hanya menyampaikan situasi politik di Amerika yang sukses, dan Eropa layak mengambil inspirasinya.

“Gagasan bahwa saya akan mendukung calon atau partai, (adalah) konyol. Saya berpegang pada komentar saya bahwa kami mengalami kebangkitan dari mayoritas (masyarakat) yang diam, mereka yang menolak elit. Dipimpin oleh Trump,” kicaunya di Twitter.

Pada hari pertama Grenell bertugas pada 8 Mei 2018 sang Dubes juga memicu pertengkaran diplomatik. Setelah Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat keluar dari kesepakatan Iran, Dia berkicau di Twitter, “Bahwa perusahaan Jerman yang melakukan bisnis di Iran, harus segera dihentikan operasionalnya.”

Pemerintah Jerman telah mengundang Grenell untuk berdiskusi. Mereka akan membahas komentar provokatif terbarunya. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Menjelang Menuju Puncak Mudik Lebaran 2018, Diprediksi 3,72 Juta Unit Kendaraan Pribadi

Epochtimes.id – Kementerian Perhubungan memprediksi akan terjadi 2 kali puncak arus mudik yaitu 8-9 Juni 2018 dan 12-13 Juni 2018. Sementara untuk arus balik, semula puncaknya akan terjadi pada 24-25 Juni 2018 namun setelah dievaluasi, arus balik akan lebih banyak pada 19-20 Juni 2018.

Adapun jumlah pemudik, Kementerian Perhubungan memprediksi kisarannya mencapai 19,50 juta orang atau mengalami kenaikan sebesar 5,17% dari tahun lalu yang berjumlah 18,60 juta orang.

Meski demikian, Direktur Lalu Lintas Dirjen Perhubungan Kemenhub Pandu Yulianto memprediksi pemudik dengan kederaan motor masih menjadi pilihan pemudik atas dasar pertimbangan biaya dibandingkan angkutan umum.

“Memang dari sisi sepeda motor itu masih tinggi, kalau dihitung dari sisi biaya relatif lebih murah,” katanya di Cikini, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Pandu, pertimbangan kemudahan mobilitas selama di kampung menjadi pertimbangan bagi pemudik selain berdasarkan harga biaya yang rendah. Bahkan menjadi pembuktian pemudik atas keberhasilan selama merantau di kota.

Kementerian Perhubungan pemudik sepeda motor berkisar 8,5 juta pemudik dibandingkan dengan bus berkisar 8 juta orang serta dibandingkan dengan pemudik kenderaan pribadi  mencapai 3,72 juta pemudik.

Walaupun demikian, Pandu menegaskan pemerintah akan terus menggencarkan agar pemudik kenderaan motor bisa dikurangi dengan dialihkan dengan bus. Ini tak lain untuk mengurangi risiko kecelakaan pemudik.

Pada kesempatan lain, Pos Koordinasi (Posko) Angkutan Lebaran Tahun 2018 resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis, (7/6/2018).

Sebelum pembukaan posko diselenggarakan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan dan diikuti oleh para peserta posko yang bertempat di halaman Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.

Menhub mengatakan demi terlaksananya Angkutan Lebaran Tahun 2018 (1439 H) maka diperlukan langkah-langkah antisipatif yakni melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder serta melakukan pembagian tugas dan peran di lintas sektoral. Kemudian melakukan Inspeksi Keselamatan/Ramp Check terhadap seluruh armada angkutan umum (darat, laut, udara dan kereta api) lebih awal yang dilakukan secara menyeluruh.

Lalu untuk menekan jumlah angka kecelakaan perlu dilakukan program mudik gratis, baik yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan, BUMN ataupun swasta.

“Untuk program mudik gratis Kementerian Perhubungan dan BUMN/Mitra kerja telah menyiapkan kuota sebanyak 245.329 orang yang diharapkan akan menurunkan tingkat kecelakaan di masa angkutan lebaran,” kata Menhub. (asr)

Insiden Tabrakan Pesawat Militer Tiongkok dengan AS di Laut Selatan 17 Tahun Silam

1 April 2018 adalah 17 tahun insiden tabrakan pesawat militer Tiongkok dengan Amerika Serikat di atas Laut Selatan. Kedua belah pihak memiliki retorika mereka sendiri terhadap insiden tersebut. Dari rekaman gambar berdurasi 2 menit yang diambil oleh pesawat militer AS menunjukkan bahwa pesawat militer Tiongkok yang memulai dengan gerakan-gerakan provokatif.

Insiden yang sempat berevolusi menjadi krisis diplomatik akhirnya bisa diselesaikan melalui negosiasi. AS menyesalkan kejadian tersebut sedangkan Tiongkok membebaskan anggota awak pesawat dan mengembalikan pesawat militer kepada AS.

oleh Ren Hao – EpochWeekly

1 April 2018 adalah 17 tahun insiden tabrakan pesawat militer Tiongkok dengan Amerika Serikat di atas Laut Selatan. Kedua belah pihak memiliki retorika mereka sendiri terhadap insiden tersebut. Pihak Tiongkok mengklaim bahwa insiden menyebabkan pilotnya Wang Wei tewas dan pesawat militernya rusak. Sedangkan gambar video yang direkam oleh AS menunjukkan, pesawat militer yang dipiloti Wang Wei bernomor 81192 yang memulai dengan melakukan gerakan-gerakan provokatif yang kemudian menyebabkan tabrakan terjadi.

Dari video yang dirilis oleh militer AS menunjukkan dua menit sebelum kedua pesawat bertabrakan.

Kasus tabrakan tersebut juga dikenal dengan sebutan insiden tabrakan pesawat 81192 di udara Hainan.

Menurut laporan, pada hari itu (1 April 2001), sebuah pesawat pengintai AS EP-3 sedang melakukan tugas pengintaian di atas udara Laut Selatan dekat Pulau Hainan. Mengetahui ada pesawat militer asing mendekat, pihak Angkatan Laut Tiongkok langsung mengirim 2 buah pesawat tempur F – 8II untuk melakukan pengusiran. dan salah satu pesawatnya dipiloti oleh Wang Wei kemudian bertabrakan dengan pesawat militer AS yang tiba-tiba mengubah arah penerbangannya. Insiden menyebabkan pesawat rusak dan jatuh.

Pilotnya Wang Wei kabarnya sempat terlontar dan terjun payung tetapi tidak ditemukan, pemerintah Tiongkok lalu mengklaim ia telah meninggal dunia dalam usia 32 tahun. pesawat militer AS terpaksa mendarat darurat di bandara Lingshui, Hainan.

Pihak Tiongkok menuduh pesawat pengintai AS dengan sengaja menabrak pesawat tempur F-8 milik Tiongkok dan memprotes pendaratan pesawat di Pulau Hainan yang tanpa pemberitahuan dan izin sebelumnya.

Amerika Serikat percaya bahwa pesawat pengintai P-3 mereka ditabrak oleh pesawat tempur F-8 Tiongkok yang lepas kendali, dan pihak Tiongkok yang harus memikul tanggung jawab dari insiden tersebut.

Baik pihak Tiongkok dan Amerika Serikat terus berada dalam situasi kebuntuan dalam menyelesaikan insiden itu sampai kemudian berevolusi menjadi krisis diplomatik.

Setelah bernegosiasi, insiden itu akhirnya dapat diselesaikan dengan pernyataan penyesalan dari Amerika Serikat dan Tiongkok  membebaskan anggota awak Amerika dan pesawat yang mereka tahan. (Sinatra/asr)

Demi Kedekatan Hubungan dengan Korut, Otoritas Beijing Pulihkan Penerbangan ke Pyongyang

oleh Luo Tingting –NTDTV.com

KTT Trump – Kim Jong-un kian mendekat, upaya otoritas Beijing bergegas untuk mempererat hubungan dengan Pyongyang kian nyata.

Maskapai penerbangan Air China pada 5 Juni mengeluarkan pengumuman yang menyatakan bahwa penerbangan Beijing – Pyongyang akan dilangsungkan kembali mulai 6 Juni.

Sebelumnya, akibat sanksi yang diberikan kepada Korea Utara, Air China menghentikan penerbangan rute termaksud.

Penanggungjawab Air China pada 5 Juni mengatakan, penerbangan rute Beijing – Pyongyang akan diadakan 3 kali dalam seminggu dengan pesawat CA121.

Pada Nopember tahun lalu, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara atas uji coba senjata nuklir, dan hubungan diplomatik Tiongkok – Korea Utara pun menjadi buruk. Akhirnya Air China menghentikan pelayanan penerbangan jalur tersebut.

Menanggapi pemulihan penerbangan tersebut, analisis media Korea Selatan Yonhap menyebutkan bahwa akibat belakangan ini khususnya menjelang KTT Trump – Kim Jong-un terjadi berulang situasi yang ‘kurang menghargai kedudukan Beijing’, sehingga otoritas Beijing melepaskan sinyal kepada Korea Utara untuk mempererat persahabatan. Dalam rangka untuk memulihkan pengaruh Beijing di Semenanjung Korea yang sedang melemah.

Menurut analisis lain, upaya Beijing mempererat tali hubungan dengan Korea Utara adalah situasi di mana Beijing menaruh kewaspadaan tinggi terhadap KTT Trump – Kim, atau dalam proses mengumumkan berakhirnya Perang Korea muncul situasi mengesampingkan Beijing.

Sumber asal Beijing juga mengatakan bahwa Beijing baru-baru ini meluncurkan sejumlah program pertukaran sipil dengan Korea Utara, adalah karena Tiongkok khawatir tentang menurunnya pengaruh Beijing di semenanjung. Pemulihan penerbangan dari dan ke Pyongyang oleh Air China juga merupakan bagian dari pertimbangan yang sama.

Saat ini, jadwal KTT Trump – Kim tidak mengalami perubahan. Khususnya setelah Trump bertemu dengan utusan Korea Selatan pada 3 Juni lalu. Dan persiapan pun sedang berlangsung.

Media Korea Selatan baru-baru ini memberitakan bahwa Presiden Moon Jae-in besar kemungkinan akan menghadiri KTT tersebut di Singapura. Pembicaraan nantinya mungkin juga menyangkut soal deklarasi gencatan senjata demi mengakhiri Perang Korea.

Beijing menyatakan sikap tidak puas atas pernyataan tersebut karena tanpa melibatkan pihak Tiongkok, mengklaim bahwa tanpa partisipasi Tiongkok, deklarasi gencatan senjata adalah tidak valid.

Karena tekanan dari sengketa perdagangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat, Beijing secara rutin menarik Korea Utara dalam upaya untuk meningkatkan daya tawar dengan Amerika Serikat.

Dan, Trump menyatakan ketidakpuasannya dengan kontak yang sering terjadi antara Tiongkok dengan Korea Utara, dan dia tidak dapat mentolerir sikap Korea Utara yang selalu berubah. Bahkan telah dengan tegas membatalkan pertemuannya dengan Kim.

Kim Jong-un yang ketakutan dengan cepat mencari bantuan lewat Korea Selatan. Di bawah penengahan Presiden Korea Selatan, KTT akhirnya dapat diteruskan. (Sinatra/asr)

Tiongkok Bongkar Pangkalan Militer di Laut China Selatan

0

EpochTimesId – Tiongkok diduga bersiap mengurangi provokasi militer di Laut China Selatan. Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa Tiongkok diam-diam membongkar sendiri sistem rudal anti-kapal dan rudal berbasis darat-udara yang ditempatkan di terumbu karang Laut China Selatan, seperti dikutip dari CNN, Rabu (6/6/2018).

Citra satelit itu diterbitkan pada hari Sabtu (2/6/2018). Gambar menunjukkan bahwa fasilitas untuk peluncuran rudal pertahanan udara Tiongkok HQ-9, Senjata interferensi elektronik, rudal jelajah dan jaringan kamuflase yang ditempatkan di terumbu karang Yongxing di Laut Selatan telah dibongkar.

Menurut analisis eksternal, pembongkaran ini mungkin merupakan penyesuaian yang dibuat pihak Beijing. Penyesuaian kebijakan itu diduga akibat adanya tekanan dari pihak Washington. Meskipun, bisa jadi fasilitas itu dipindahkan ke pulau-pulau atau terumbu karang lainnya di kawasan perbatasan Laut China Selatan.

Pada bulan April 2018, Tiongkok mulai menempatkan sistem rudal di 3 titik terumbu karang Laut Selatan. Lokasinya ada di Yongshu Reef, Zhubi Reef, dan Mischief Reef. Ketiga kawasan tersebut dipersengketakan oleh Tiongkok dengan Vietnam dan Filipina.

Selain itu, Tiongkok kala itu juga mengirim skuadron pesawat bomber Hong-6 untuk melakukan latihan lepas landas. Serangkaian gerakan tersebut memicu ketegangan di kawasan, yang juga memicu ketidakpuasan internasional terhadap otoritas Beijing atas upaya militerisasi angkatan laut mereka.

Sikap Tiongkok itu, kemudian ditanggapi oleh Amerika Serikat. Kegiatan militer AS di wilayah Laut Selatan bertambah secara signifikan, dengan pesawat bomber strategis AS, B-52 terbang 4 kali ke Pulau Pratas, Laut China Selatan. Amerika Serikat mengatakan penerbangan itu adalah bagian dari misi pelatihan reguler.

Pada 23 Mei 2018, pihak AS mengumumkan pembatalan partisipasi Tiongkok dalam Latihan Militer Bersama Lingkar Pasifik yang diadakan setiap dua tahun sekali. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan bahwa kebijakan itu adalah reaksi awal dari pihak AS terhadap militerisasi Beijing di Laut Selatan.

Pada 27 Mei, kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Higgins dan kapal penjelajah USS Antietam berlayar sampai jarak 12 mil laut di perairan Kepulauan Paracel untuk melakukan misi kebebasan navigasi. Pulau itu juga diklaim sebagai bagian dari kedaulatan Tiongkok.

Pada 2 Juni ketika menghadiri Dialog Shangri-La (Konferensi Keamanan Asia) Jim Mattis mengatakan bahwa, reklamasi pulau oleh Tiongkok di Laut China Selatan adalah sikap arogan. Tiongkok dituding menempatkan kekuatan militer dengan menyebarkan rudal anti-kapal dan peralatan interferensi elektronik, untuk menakut-nakuti dan mengintimidasi negara lain. (Xu Jian/ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Penjaga Perbatasan Amerika Tolak Pencari Suaka Karena Kelebihan Kapasitas

0

EpochTimesId – Pegawai Bea Cukai dan Penjaga Perbatasan Amerika Serikat (CBP) berdiri di atas jembatan pejalan kaki yang menghubungkan Meksiko dan Amerika Serikat. Mereka menutup perbatasan sejak akhir pekan lalu, dan mencegah pencari suaka memasuki negara itu.

Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari enam minggu, dimana Amerika Serikat menutup pintu dan menghentikan masuknya pencari suaka di pintu masuk resmi. Penutupan pertama adalah pada 29 April 2018 di San Ysidro.

Di perbatasan San Ysidro, penjaga perbatasan mencegah pengungsi dari Amerika Tengah yang berusaha masuk ke AS. Mereka mengatakan, kamp penampungan milik AS sudah kelebihan kapasitas.

Pada saat itu, entri ditutup untuk pencari suaka selama satu hari.

“Dalam beberapa hari terakhir, San Ysidro telah melebihi kapasitas pelabuhan karena peningkatan kedatangan orang yang tidak terdokumentasi membuat klaim suaka atau menyajikan kasus yang rumit,” kata seorang pejabat pada saat itu.

Seorang juru bicara CBP mengatakan penghentian terbaru, di pintu masuk Jembatan Paso del Norte di El Paso, Texas, juga bersifat sementara dan karena alasan yang sama.

“CBP memproses orang yang tidak terdokumentasi secepat mungkin tanpa meniadakan misi keseluruhan badan, atau mengorbankan keselamatan individu dalam tahanan kami,” kata juru bicara CBP via email.

“Jumlah individu yang tidak dapat diterima CBP dapat memproses (permohonan pengungsi) bervariasi berdasarkan kompleksitas kasus; sumber daya yang tersedia; kebutuhan medis; persyaratan penerjemahan; ruang tahanan/jumlah tahanan; keseluruhan volume pintu masuk perbatasan; dan tindakan penegakan (hukum) yang sedang berlangsung.”

Pembatasan atau penutupan pintu masuk resmi tidak lumrah terjadi di AS. Akan tetapi, hal itu terjadi di San Ysidro sekitar enam bulan yang lalu, dan pada tahun 2016. Imigran yang masuk dibatasi ketika masuknya orang Haiti tiba di perbatasan California, menurut seorang pejabat CBP.

“Tergantung pada keadaan pelabuhan pada saat kedatangan, orang yang mengajukan tanpa dokumen mungkin perlu menunggu di Meksiko karena petugas CBP bekerja untuk memproses yang sudah ada di dalam fasilitas kami,” kata juru bicara.

Amerika Serikat telah mengalami peningkatan jumlah pencari suaka dalam beberapa bulan terakhir. Mereka datang, terutama dari negara-negara Amerika Tengah seperti Honduras, El Salvador, dan Guatemala. Pada bulan Maret dan April, hampir 27.000 unit keluarga dan anak di bawah umur tanpa pendamping melintasi perbatasan barat daya secara ilegal. Sebagian besar diantaranya akan mengklaim suaka.

Statistik tentang berapa banyak orang yang mengaku mencari suaka setelah memasuki pelabuhan masuk selama bulan-bulan itu tidak tersedia.

Pemerintahan Trump mengatakan sistem suaka sedang dimanfaatkan oleh jaringan perdagangan orang dan imigran gelap. Dia mendesak Kongres untuk menutup celah dengan merevisi Undang-Undang. (Charlotte Cuthbertson/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Ikan Paus Mati Terdampar di Pantai, Perutnya Terdapat 80 Kantong Plastik

Epochtimes.id- Seekor ikan paus mati di Thailand selatan setelah menelan lebih dari 80 kantong plastik. Kematian ini mengakhiri upaya penyelamatan yang gagal untuk merawat mamalia kembali pulih seperti sediakala.

Melansir dari AFP, Thailand adalah salah satu konsumen kantong plastik terbesar di dunia. Sampah plastik membunuh ratusan makhluk laut yang tinggal di dekat pantai populer negara itu setiap tahun.

Ikan paus jantan ini menjadi korban terbaru setelah ditemukan hampir tidak bernyawa di sebuah kanal dekat perbatasan dengan Malaysia seperti diungkapkan Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir Thailand di halaman Facebook mereka Sabtu.

Status yang diunggah akun facebook ini menyebutkan tim dokter hewan mencoba “membantu menstabilkan penyakitnya tetapi akhirnya paus itu mati” pada Jumat sore.

Setelah otopsi digelar akhirnya mengungkapkan 80 kantong plastik dengan berat hingga delapan kilogram ditemukan di perut makhluk itu.

Foto-foto yang menyertai pos menunjukkan sekelompok orang menggunakan pelampung untuk menjaga ikan paus mengapung setelah pertama kali terlihat pada hari Senin dan payung untuk melindungi dari matahari yang menyengat.

Paus memuntahkan lima buah kantong selama upaya penyelamatan sebelum mati.

Seorang ahli biologi kelautan dan dosen di Universitas Kasetsart, Thon Thamrongnawasawat,  mengatakan kantong tersebut tidak memungkinkan bagi ikan paus untuk memakan makanan bergizi.

“Jika Anda memiliki 80 kantong plastik di perut Anda, Anda mati,” katanya.

Setidaknya 300 hewan laut termasuk paus pilot, penyu dan lumba-lumba mati setiap tahun di perairan Thailand setelah menelan plastik.

“Ini masalah besar,” katanya. “Kami menggunakan banyak plastik.”

Kondisi paus pilot menuai simpati dan kemarahan di antara warganet Thailand.

“Saya merasa kasihan pada hewan yang tidak melakukan kesalahan apa pun tetapi harus menanggung beban perbuatan manusia,” tulis salah satu pengguna Twitter dalam bahasa Thailand. (asr)

MenPANRB Terbitkan SE Larangan PNS Mudik dengan Kenderaan Dinas dan Terima Hadiah

Epochtimes.id- Menyusul ditetapkannya Keputusan Presiden No. 13/2018 tentang Cuti Bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2018, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : B/21/M.KT.02/2018.

SE ini terkait larangan mudik bagi PNS dengan mobil dinas dan menerima hadiah.

Surat Edaran Menteri PANRB itu ditujukan kepada: 1. Menteri Kabinet Kerja; 2. Sekretaris Kabinet; 3. Kepala Badan Intelijen Negara; 4. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 5. Jaksa Agung Republik Indonesia; 6. Panglima Tentara Nasional Indonesia; 7. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; 9. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural; 10. Para Gubernur; dan 11. Para Bupati/Wali Kota.

“Pimpinan instansi pemerintah agar melarang penggunaan fasilitas dinas, seperti kendaraan dinas untuk kepentingan kegiatan mudik,” demikian ungkap Menteri Asman dalam SE yang diterbitkan 5 Juni 2018.

Selain menegaskan kembali bahwa cuti bersama tahun 2018 yang berlangsung mula 11-20 Juni 2018 tidak mengurangi hak cuti tahunan PNS.

Pada poin kedua disebutkan bahwa, terkait penetapan tujuh hari cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 H, dinilai sudah cukup.

Untuk  itu diimbau kepada para pimpinan instansi pemerintah tidak memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah pelaksanaan cuti bersama kepada PNS di lingkungan instansi pemerintah masing-masing, kecuali dengan alasan penting.

Lebih lanjut Menteri Asman Abnur dalam SE menyebutkan bagi PNS yang pada saat cuti bersama, karena tugasnya harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya pegawai rumah sakit, petugas imigrasi, bea cukai, lembaga pemasyarakatan dan lain-lain, sehingga tidak dapat melaksanakan cuti bersama, dapat diberikan tambahan cuti tahunan sejumlah cuti bersama tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 333 Ayat (3) PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Dalam SE tersebut juga ditegaskan larangan bagi PNS menerima hadiah sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Angka 8 PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS.

“PNS dilarang menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya,” demikian bunyi poin kelima SE.

Di bagian akhir, Menteri Asman meminta agar setelah pelaksanaan cuti bersama berakhir, pimpinan instansi dapat memastikan seluruh aktivitas instansi pemerintah harus sudah berjalan normal, utamanya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. (asr)

Pada Hari Peringatan Pembantaian Tiananmen Banyak Warga Tiongkok Ditangkap atau Hilang Kontak

oleh Xiao Lusheng

Pada hari peringatan ke 29 tahun Peristiwa Pembantaian Tiananmen, banyak aktivis HAM, pembangkang, dan anggota gereja di Tiongkok dilecehkan atau dibawa pergi dengan paksa. Pihak berwenang Partai Komunis Tiongkok bahkan melarang WeChat mengirim berita-berita yang berkaitan dengan peristiwa pembantaian tersebut.

Seorang aktivis HAM di kota Xi’an yang mangtan orang media bernama Ma Xiaoming kepada Epoch Times mengungkapkan, pada hari peringatan yakni 4 Juni anggota polisi setempat mendatangi rumahnya untuk memperingatkan : Jangan menerbitkan artikel dalam media apapun dalam hari-hari sensitif 4 Juni.  Tidak juga diperbolehkan untuk menerima wawancara media apapun. Larangan berlaku sampai usai KTT SCO Qingdao. (Pertemuan Dewan Kepala Negara Organisasi Kerjasama Shanghai).

“Tahun-tahun sebelum selalu dibawa ke luar daerah, tetapi tahun ini menggunakan peringatan” Ma Xiaoming mengatakan bahwa tujuan PKT tak lain adalah untuk menyembunyikan dosa pembantaian terhadap rakyat sendiri, takut rakyat mengetahui fakta pembantaian Tiananmen.

“Tetapi kertas tidak mampu membungkus api, mereka tidak dapat lepas dari tanggung jawab, tidak bisa lepas dari hukuman sejarah. juga tidak bisa menghalangi rakyat Tiongkok untuk mengganyang otoriterisme dan berjuang demi kebebasan” katanya.

Shen Liangqing, seorang pembangkang asal Anhui juga mantan jaksa memberitakan kepada wartawan Epoch Times, pada 4 Juni sekitar pukul 10 pagi ia dibawa paksa oleh pesonil dari Kantor Polisi Wuhu, kota Hefei yang bernama Wang Jianjun, Su Jian dengan alasan pelanggaran administratif dan ditahan secara ilegal selama 7 jam di ruang konferensi kantor polisi sampai sekitar pukul 5.30 sore baru dibebaskan.

“Mereka mengajak saya berbicara sambil ‘minum teh’ pada 3 Juni, tetapi saya tolak. Keesokan harinya mereka datang” kata Shen Liangqing. “Sesampainya di Kantor Polisi Wuhu, saya katakan bahwa saya tidak bersedia menerima tanya jawab dalam ruang interogasi. kemudian saya dikurung dalam ruang pertemuan”.

Shen Liangqing mengatakan bahwa tahun ini pemerintah Tiongkok tidak mengizinkan publik untuk memperingati peristiwa 4 Juni dalam bentuk apapun, bahkan mengadakan doa bersama dalam lingkungan rumah pun ditentang.

Saking ketakutan, mereka setiap tahunnya menggunakan pelecehan untuk mengganggu terselenggaranya peringatan, PKT telah membunuh begitu banyak orang yang tidak bersalah tetapi masih berusaha menutupi dosanya, hanya rezim komunis yang begitu jahat dan sadis”

Aktivis HAM Shichuan Mr. Lu kepada Epoch Times mengatakan bahwa ia juga mengalami peringatan untuk tidak bersuara pada ulang tahun 4 Juni yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Menurut berita di situs ‘weiquanwang’ bahwa aktivis HAM Jilin, Tian Ye dibawa paksa meninggalkan Beijing oleh personel tim Keamanan Nasional. Sedangkan aktivis HAM Jiangsu Cheng Huaishan dibawa pergi oleh kantor polisi Lujia di Kunshan pada sore hari tanggal 4 Juni.

Selain itu, “China Aid Association,” memberitahukan bahwa pada 4 June sore, sejumlah personil dari Kepolisian Distrik Qingyang, Chengdu bersama personil dari Dinas Urusan Agama melakukan penggerekan gereja yang akan memperingati 4 Juni serta menangkap pendeta Wang Yi, dan anggota seperti Li YingJiang, Jiang Rong, Zhang Xudong, Geying Feng, Weng Guanghe, Liu Hongliang 17 orang. Sebelum Li Yingjiang dibawa pergi, ia dipukuli oleh beberapa polisi.

Sebelumnya yakni pada 12 Mei lalu, gereja tersebut juga mengalami tekanan dari polisi setempat karena berdoa bersama untuk memperingati korban gempa Wenchuan. Polisi juga melakukan kekerasan terhadap Song Enguang.

Untuk menutupi peristiwa pembantaian di Tiananmen, PKT di samping menggunakan sarana tekanan mereka juga memfasilitasi sebuah software mikro-channel khusus yang akan secara otomatis menyadur dan menghapus isi berita yang bersangkutan dengan angka 64, 89.

Ma Xiaoming mengatakan, kalau 4 Juni itu adalah gerakan anti-revolusioner sebagaimana yang dituduhkan oleh PKT. “Mengapa PKT tidak mengundang para prajurit yang telah berhasil menindas tegas, membantai para ‘pemberontak’ untuk mendapatkan penghargaan, apresiasi  dari pemerintah ? Tapi PKT tidak berani melakukan itu karena takut rakyat mengetahui fakta.

“Banyak orang tidak tahu bahwa 4 Juni itu terjadi pembantaian, tidak tahu banyak dosa yang dibuat PKT melalui Revolusi Kebudayaan, dan sejumlah peristiwa lainnya. Menutupi kejahatan itu sendiri sudah merupakan perbuatan kejahatan,” kata Ma Xiaoming. (Sinatra/asr)

Bermain Gitar Selama Bedah Otak untuk Mengukur Keterampilan Jari

oleh Li Hong

Seorang musisi Bangladesh berusia 31 tahun bernama Ali tahun lalu oleh dokter didiagnosis menderita gangguan dystonia lokal tahun lalu, hal mana menyebabkan jari tangan kirinya gagal berfungsi dengan sempurna. Jadi ia pergi ke India untuk mencari saran medis.

Selama bedah otak berlangsung Ali masih mampu memantau pergerakan jari-jarinya, dia bermain gitar untuk memungkinkan ahli bedah memantau aktivitas jarinya. Ali terjaga saat bermain gitar padahal pembedahan sedang berlangsung.

Taskin Ibna Ali menderita gangguan distonia lokal yang memang langka. Hal tersebut menyebabkan jari-jarinya mendadak kram saat bermain gitar. Gangguan ini juga dikenal sebagai gangguan distonia musisi.

Pada awalnya, Ali pikir itu karena latihan bermain gitar yang berlebihan, tapi setelah beberapa kali mencoba, ia menemukan itu terjadi hanya ketika bermain gitar, karir musik juga menjadi terpngaruh akibatnya. Karena itu Ali memutuskan untuk pergi ke India untuk pengobatannya.

Menjelang pembedahaan, dokter meminta persetujuan Ali mengenai operasi dalam keadaan ia sadar, dan terus memainkan gitar selama pembedahan berlangsung dengan maksud untuk menguji kelenturan jari jemari Ali.

Dokter mengatakan : “Karena gejala hanya muncul ketika pasien memainkan gitar, pasien perlu tetap terjaga dan bermain gitar selama operasi agar dokter lebih akurat dalam menguji reaksi saraf”

Beruntung pembedahan mencapai sukses, dan aktivitas jari-jarinya benar-benar pulih. Ali terkejut juga dengan hasil pembedahannya. Ia mengatakan : “Ketika mencapai (pembakaran) keenam, jari-jari saya sudah bisa bergerak bebas, terutama setelah operasi selesai, jari-jari saya telah kembali ke keadaan seperti semula.

Menurut Dokter Ahli Saraf Sanjiv CC bahwa gangguan tersebut memang langka terjadi, kira-kira hanya 1 % dari musisi yang terserang. Penyembuhannya dengan metode perawatan obat cukup sulit didapatkan hasilnya kecuali memilih pembedahan. (Sinatra/asr)

Gempabumi Tektonik 5.0 Magnitude Mengguncang Lampung, Tidak Berpotensi Tsunami

Epochtimes.id- BMKG merilis terjadi gempa bumi tektonik di Lampung pada  Rabu (06/06/2018) pukul 06:00.28 WIB. Gempa berada pada lokasi  6.21 LS dan 103.56 BT dengan kedalaman 63 Km.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly merilis gempabumi berpusat di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera dan tak berpotensi tsunami.

“Karena gempabumi ini relatif kecil sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut  yang dapat memicu terjadinya tsunami,” ungkapnya.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, belum ada gempabumi susulan yang tercatat. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Berdasarkan informasi dari masyarakat gempabumi ini dirasakan di Semaka II SIG-BMKG (IV MMI), di Liwa, Bengkunat pesisir barat, dan Wonosobo Lampung II SIG-BMKG (II-III MMI).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Adapun penyebab gempabumi berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.  Tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu aktivitas penyesaran naik mendatar (oblique thrust).

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Masyarakat diminta tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Masyarakat juga diminta agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil. (asr)