Situasi Malaria : 10,7 Juta Penduduk Indonesia Tinggal di Daerah Endemis Menengah dan Tinggi Malaria

Epochtimes.id- Kementerian Kesehatan RI menyatakan Hari Malaria Sedunia (HMS0 2018  menjadi momen bagi pemerintah Indonesia untuk terus gencar memperluas wilayah bebas malaria. Hal tersebut penting dilakukan mengingat masih banyaknya warga Indonesia yang tinggal di daerah endemis malaria.

“HMS yang digelar (29/4/2018) bertujuan meningkatkan kesadaran dan komitmen semua komponen bangsa terkait pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi,” demikian berita yang disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Data yang diungkap Kemenkes RI, situasi malaria di Indonesia menunjukkan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria. Daerah tersebut terutama meliputi Papua, Papua Barat, dan NTT.

Pada 2017, dari jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, 266 (52%) di antaranya wilayah bebas malaria, 172 kabupaten/kota (33%) endemis rendah, 37 kabupaten/kota (7%) endemis menengah, dan 39 kabupaten/kota (8%) endemis tinggi.

Saat ini pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan sudah on the track dalam upaya eliminasi malaria pada 2030. Pada tahun 2016 jumlah kab/kota eliminasi malaria sebanyak 247 dari target 245.

Pada 2017 pemerintah berhasil memperluas daerah eliminasi malaria yakni 266 kabupaten/kota dari target 265 kabupaten/kota. Sementara tahun ini ditargetkan sebanyak 285 kabupaten/kota yang berhasil mencapai eliminasi, dan 300 kabupaten/kota pada 2019.

Selain itu, pemerintah pun menargetkan tidak ada lagi daerah endemis tinggi malaria di 2020. Pada 2025 semua kabupaten/kota mencapai eliminasi, 2027 semua provinsi mencapai eliminasi, dan 2030 Indonesia mencapai eliminasi.

Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografi tertentu. Maksudnya, kasus malaria masih ada namun bukan didapat di daerah tersebut, dan bisa jadi masih ditemukan nyamuk penular malarianya, sehingga tetap dibutuhkan kewaspadaan petugas kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk mencegah penularan kembali.

Upaya pemerintah dalam memperluas wilayah bebas malaria di antaranya dilakukan melalui pekan kelambu anti nyamuk massal dan pemantauan penggunaannya. Secara nasional, jumlah kelambu yang didistribusikan untuk seluruh Indonesia sejak tahun 2004 sampai 2017 sebanyak 27,6 juta kelambu.

Secara umum upaya yang efektif mencegah malaria adalah tidur menggunakan kelambu, penyemprotan dinding rumah, dan menggunakan repellent. Sementara upaya lainnya adalah dengan manajemen lingkungan, termasuk menebarkan ikan pemakan jentik, seperti ikan mujair dan cupang.

“Dilakukan pula pelatihan tenaga untuk malaria bagi (dokter, perawat, analis, kader, petugas surveilans, etomolog), dan penyediaan alat diagnostik dan obat anti malaria yaitu artemisinin based-combination therapy (ACT),” pungkas pemberitaan resmi Kemenkes. (asr)

Korea Utara Disebut Akan Membebaskan 3 Orang Amerika Serikat yang Ditahan

Petr Svab

Epochtimes.id- Media Korea Naver menyebut tiga warga Korea Amerika yang dipenjara di Korea Utara akan dibebaskan sebelum atau selama KTT Presiden AS Donald Trump dan diktator komunis Korea Utara Kim Jong Un mendatang.

Para tahanan telah dipindahkan dari kamp kerja paksa ke sebuah hotel di luar Pyongyang dan sedang menjalani “kursus,” di mana mereka menerima perawatan dan sedang “dididik.”

Laporan ini dibeberkan oleh seorang sumber Korea Utara mengatakan kepada Choi Sung-ryong, perwakilan keluarga dari tahanan.

Para tahanan adalah Kim Dong-cheol (ditangkap pada Oktober 2015), Kim Sang-deok (ditangkap pada April 2017), dan Kim Hak-seong (ditangkap pada Mei 2017).

Para narapidana menerima perawatan karena mereka “tampaknya telah memburuk selama pemenjaraan,” tulis Naver.

Jika Korea Utara ingin menggunakan rilis itu sebagai tanda niat baik, mungkin ingin menghindari kemarahan tahun lalu setelah mahasiswa Amerika Otto Warmbier dibebaskan dari penjara Korea Utara dalam keadaan koma, hanya untuk kematian seminggu kemudian.

Korea Utara sekarang mencari cara untuk membebaskan para tahanan yang dibebaskan ke Amerika Serikat. Itu mungkin terjadi selama KTT dengan Trump, yang direncanakan akan berlangsung dalam tiga hingga empat minggu mendatang.

Kim Dong-cheol adalah seorang pengusaha kelahiran Korea Selatan yang kemudian menjadi warga negara Amerika. Dia tinggal di Tiongkok dekat dengan perbatasan Korea Utara sampai dia ditangkap pada Oktober 2015 untuk spionase.

Pada Maret 2016, ia meminta maaf di televisi negara Korea Utara karena memata-matai atas nama Korea Selatan, menurut laporan BBC, dan kemudian dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa, sejalan dengan praktik paksa pengakuan Korea Utara yang mengarah ke hukuman yang keras.

Kim Sang-deok sebelumnya mengajar akuntansi di Universitas Sains dan Teknologi Yanbian di Tiongkok, dekat perbatasan Korea Utara.

Dia melanjutkan tugas sebagai dosen tamu bidang akuntansi di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang dan ditangkap ketika mencoba untuk meninggalkan negara itu seperti dilaporkan Kyodo News.

Kim Hak-seong bekerja di universitas Pyongyang yang sama sebelum penangkapannya sebagaimana Kyodo News melaporkan.

Pelepasan ketiganya akan menjadi kemenangan lain bagi Trump, yang dikreditkan oleh pejabat Korea Selatan dan Jepang untuk terobosan bersejarah dengan Korea Utara.

Para pemimpin Korea Selatan dan Utara bertemu di garis pemisah antara kedua negara pada 26 April dan menyetujui kesepakatan damai dan denuklirisasi penuh dari semenanjung Korea.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan Trump layak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian atas usahanya. Delapan belas anggota parlemen AS kemudian secara resmi menominasikan Trump untuk mendapatkan nobel.

“Pemerintahannya berhasil menyatukan masyarakat internasional, termasuk Tiongkok, untuk menerapkan salah satu rezim sanksi internasional paling sukses dalam sejarah,” kata surat itu.

“Sanksi telah menghancurkan ekonomi Korea Utara dan sebagian besar dikreditkan karena membawa Korea Utara ke meja perundingan.” (asr)

Efek Tambahan dari Serangan Udara ke Suriah dan Sanksi terhadap Rusia

Hao Ran

Serangan udara pasukan sekutu Amerika-Inggris-Perancis terhadap fasilitas pembuatan dan gudang senjata kimia Suriah, menempati landasan moral yang tinggi dan pada saat yang sama telah memberikan tekanan psikologis pada: Rusia, Irak, RRT dan Korea Uara. Ini adalah efek yang berada dipermukaan saja, jikalau mencermati tindakan ini dengan latar belakang internasional, ia juga memiliki efek tambahan yakni penjajakan.

Serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah sama saja dengan menyodorkan umpan balik, guna menguji penilaian Rusia terhadap situasi dunia dan taktik dalam menanggapi konflik tak terduga. Oleh karena itu, Amerika Serikat mengeluarkan peringatan serangan udara ke Rusia beberapa hari sebelumnya, dengan makna tersembunyi agar Putin bisa sepenuhnya menelaah situasi dunia dan berhati-hati dalam memilih skema reaksi, hasil tes seperti inilah yang paling akurat.

Karena adalah sebuah test, maka dalam benak Trump tentu masih terdapat medan perang di luar Suriah yang lebih penting, yaitu: Korea Utara. Faktor-faktor berikut telah memastikan bahwa Korea Utaralah masalah terbesar Trump:

  1. Kim Jong-un adalah sosok pemimpin muda yang bertindak semau gue, emosional, sangat kejam dan tidak disarankan menggunakan logika normal dalam menilai keputusannya.
  2. Memiliki senjata nuklir dan taraf ancaman terhadap dunia semakin besar saja.
  3. Jika diselesaikan dengan kekerasan harus menggunakan perang kilat. Jika tidak, Jong-un yang seolah kesurupan bisa saja meluncurkan bom nuklir, meski meledak dalam teritorial Korea juga akan menjadi bencana besar bagi kemanusiaan.
  4. Mengandalkan kekuatan Amerika Serikat dalam melakukan perang kilat tidak ada masalah, namun tindakan RRT dan Rusia menjadi sangat krusial. Jika Beijing dan Rusia ikut campur tangan, meskipun AS tidak gentar, namun dipastikan akan mengganggu atau menghambat proses perang kilat, jika demikian halnya mungkin tidak sempat mengendalikan bom nuklir yang akan menimbulkan konsekuensi fatal.

Assad dengan kasar menggunakan senjata kimia menyerang warga sipil dan menimbulkan kemarahan publik, demi menegakkan keadilan, hukuman harus ditegakkan. Tetapi bersamaan dengan itu lagi-lagi adalah peluang yang sangat bagus untuk menguji Rusia, dari situ bisa terlihat dengan jelas oleh AS bagaimana Putin memposisikan peran internasionalnya dan seberapa besar ia bersedia menanggung risiko dan tekanan untuk mewujudkan impiannya.

Dalam menghadapi serangan militer AS, secara garis besar Rusia memiliki tiga pilihan:

  1. Konfrontasi militer langsung. Persis seperti yang mereka sesumbarkan sebelum serangan udara.
  2. Konfrontasi militer secara tidak langsung, tetapi secara verbal mengutuk Amerika Serikat, memberikan dukungan senjata kepada Assad, persenjataan dan personil penting Assad dapat dilindungi di wilayah yang dikuasai Rusia. Ini menunjukkan posisi konfrontasi tetapi tidak secara langsung terjun dalam konflik, menyimpan kekuatan dan ruang untuk bermanuver. Sama seperti yang mereka lakukan saat ini.
  3. Menghimbau kedua belah pihak untuk tenang dan menahan diri, berdiri di posisi netral, tidak berkonfrontasi dengan AS.

Jika Putin mengambil opsi ketiga maka Trump boleh merasa lega, karena ketika pecah konflik antara Amerika dan Korea Utara, dapat dipastikan bahwa Rusia tidak akan terlibat secara militer. Karena Rusia saat ini memiliki pasukan yang ditempatkan di Suriah, sedangkan di Korea Utara tidak ada. Jelas bahwa hubungan Assad dan Putin lebih intim. Assad saja tidak dibela Putin ketika digebuk, ketika giliran si Kim yang digebuk, Putin lebih tidak mempunyai alasan untuk membelanya.

Jika Putin mengambil opsi pertama yaitu berkonfrontasi militer secara langsung maka hal ini

Menunjukkan bahwa dia super optimistis terhadap kekuatan ekonomi dan militer Rusia, serta berencana disaat ini juga berdiri melawan Amerika Serikat dengan posisi setara dan kembali ke situasi bipolar (Perang Dingin).

Jika bermentalitas seperti ini maka Rusia sangat mungkin terlibat dalam konflik Amerika Serikat-Korea Utara. Jika demikian halnya, maka sebelum menindak Korea Utara, Trump kudu terlebih dahulu membaca dan mengamat-amati suasana hati Putin.

Misalnya, Amerika dapat mempertimbangkan strategi menyeret runtuh Rusia. Di Suriah, Amerika Serikat tidak harus melancarkan perang kilat, bisa menggunakan perang penggerusan mungkin lebih menguntungkan bagi AS.

Mengendalikan perang pada tingkatan rendah yaitu perang saling bertahan, dengan demikian bisa saling mengadu kekuatan ekonomi, melihat siapa yang bisa bertahan lebih lama. Rusia saat ini masih belum terlepas dari resesi ekonomi, dan terjadi saling mengusir pejabat diplomatik dengan negara-negara Uni-Eropa, hubungan mereka memburuk hingga titik beku, jadi sedang berada dalam situasi sulit internal dan eksternal, jika ditambah lagi dengan konflik militer yang mahal dan melelahkan maka hal ini mungkin akan menjadi jerami terakhir yang menindih runtuh onta.

Begitu halaman belakang Putin terbakar dan terjerumus dalam kolam lumpur Suriah, sibuk dengan urusan sendiri, ia tidak akan memiliki kekuatan lagi untuk terjun dalam konflik antara Amerika dan Korea Utara.

Sebenarnya, saat ini yang digunakan oleh Trump adalah versi demo dari strategi semacam ini: Menginformasikan Rusia terlebih dahulu agar Rusia dan Suriah bisa mengevakuasi personil dan hanya menghancurkan fasilitasnya saja. Tidak ada korban jiwa maka dendamnya akan lebih kecil, namun pembangunan kembali fasilitas membutuhkan dana, maka saat inilah waktu untuk menguji kekuatan ekonomi.

Itulah sebabnya, mengapa serangan udara ini jauh hari sebelumnya sudah dikonfirmasikan ke Rusia, secara samar memberikan waktu kepada Assad untuk memindahkan persenjataan penting dan personil dan bukan seperti tahun lalu hanya memberikan peringatan dalam waktu sangat singkat yang hanya cukup untuk mengevakuasi personil saja.

Boleh jadi, nilai fasilitas dan bangunan yang dihancurkan tidak sebesar nilai dari rudal-rudal yang ditembakkan, namun AS tidak mempedulikan itu. Ini adalah sikap superioritas AS yang dengan sangat jelas menunjukkan bahwa ia tidak kekurangan uang, meskipun harus menghabiskan sekian dana ia pun mampu.

Dan Amerika Serikat dengan menggunakan cara peringatan dini seperti ini (mirip dengan duel para ningrat di zaman Eropa kuno), telah menentukan tingkat konflik dan metode kelanjutannya. Karena pihak militer Amerika hanya menyerang fasilitas senjata kimia Suriah saja, tidak menyerang langsung fasilitas dan pasukan Rusia.

Jika Putin terlibat aktif dalam konflik dan menyerang tentara AS maka dalam hal itu adalah pihak Rusia yang meningkatkan peperangan, memberikan dalih bagi Amerika untuk langsung menangani Rusia, dengan demikian dari aspek moralitas Amerika Serikat sekali lagi berada diatas angin.

Dengan kekuatan ekonomi dan militer Rusia saat ini tidak mungkin mampu menanggung sebuah perang yang tak mungkin bisa dimenangkannya. Meskipun untuk mempertahankan metode perang yang hanya membakar uang tanpa korban jiwa, Rusia juga tidak sanggup, Negara diktator tidak takut mengorbankan nyawa tentaranya namun lebih takut akan kekurangan dana.

Jelas, Putin juga sudah sangat jelas dengan situasinya sendiri dan kekuatan komparatif dari kedua belah pihak, menyadari pihaknya tidak mampu menghabiskan dana seperti Amerika Serikat, maka ia tidak memilih opsi pertama, tetapi juga tidak rela untuk mengambil pilihan ketiga.

Maka rancangan kedualah yang dipakai. Skenario kedua ini menjelaskan bahwa sikap Putin adalah melawan tapi tidak bersedia terlibat konflik secara langsung. Dengan demikian menurut logika dapat disimpulkan bahwa Putin memiliki tentara yang ditempatkan di Suriah namun tidak mengintervensi, kalau begitu ketika konflik AS-Korut terjadi, sangat kecil kemungkinan Rusia melintasi perbatasan secara aktif untuk ikut serta dalam peperangan, kemungkinan yang terbesar yakni sama seperti di Suriah: Memberikan bantuan dan menyediakan persenjataan.

Itu sebabnya, tiga hari pasca serangan udara, Trump secara terbuka memuji serangan udaranya “kesuksesan besar yang luar biasa”, mungkin bukan hanya karena semua rudal tepat mengenai sasaran dan tidak ada satupun yang dihadang oleh sistim anti rudal.

Bagi Trump yang lebih penting adalah reaksi Rusia membuatnya memahami akan strategi Putin, memberikan asuransi terkendali bagi konflik AS-Korut. Untuk selanjutnya, Amerika Serikat mengusulkan untuk memberlakukan sanksi kepada keterlibatan Rusia yang menyediakan perusahaan senjata kimia bagi Suriah, makna yang terkandung didalamnya adalah memperingatkan kepada Putin, selain tindakan perang masih ada sanksi ekonomi.

Selanjutnya jika dalam masalah besar Korea Utara, Putin tanpa mempertimbangkan dengan cermat ikut serta dalam pertempuran, maka Amerika Serikat akan menangani dengan multi-jurus agar Putin dalam situasi serba sulit.

Dengan adanya himah ini, dikemudian hari begitu AS mengirimkan pasukan ke Korea Utara, Putin akan lebih berhati-hati ketika mempertimbangkan apakah akan campur tangan atau tidak. Hal ini sebenarnya menambahkan satu asuransi lagi setelah menguji niat strategi Putin.

Tentu saja, melancarkan perang kilat terhadap Korea Utara, hanyalah salah satu pilihan, jika bisa diselesaikan secara damai, Trump juga akan senang, namun mempersiapkan peperangan dengan sempurna akan menghasilkan kepercayaan penuh dalam bernegosiasi.

Daripada mengatakan bahwa para presiden AS sebelumnya dibohongi dan dibodohi oleh dinasti marga Kim, lebih cocok dikatakan bahwa Presiden AS sebelumnya tidak memahami kekuatan diri sendiri dan situasi internasional serta psikologi lawan mereka, juga tidak mempersiapkan dengan matang, oleh karena itu kekurangan percaya diri dan ditambah lagi mereka tidak memiliki misi untuk menegakkan keadilan, maka itu ketika Korea Utara menyodorkan taktik penundaan.

Para pimpinan tersebut lalu mendorong perahu menuruti arus, menggunakan lereng turun dari punggung keledai, mengambil sikap defensive dalam menandatangani secarik kertas kosong, asalkan ada satu penjelasan bagi dunia luar dan kemudian menyisakan kerunyaman yang lebih besar kepada presiden berikutnya.

Namun Trump jelas berbeda, selain ia memiliki rasa keadilan juga memiliki misi mengemban tugas keadilan, lebih-lebih memiliki sikap pragmatis, tidak hanya melakukan persiapan perang dengan cukup, juga menggunakan semua kesempatan untuk mencari tahu kartu lawan, setiap kali bisa memperkirakan lawan dan bertindak yang tidak terduga oleh musuh, memegang erat kendali inisiatif ditangan sendiri. Hanya komandan yang luar biasa seperti ini baru bisa benar-benar melakukan taraf tertinggi dalam “Strategi Perang Sun Tsu” yakni menaklukkan musuh tanpa berperang. (LIN/WHS/asr)

Ribuan Drone Gagal Pecahkan Rekor Formasi Huruf Guinness World

0

EpochTimesId – Beberapa hari yang lalu, ribuan drone diterbangkan di langit Xi’an, Tiongkok, untuk memecahkan rekor dunia yang tercatat di ‘Guinness World Record’. Namun, usaha tersebut gagal memecahkan rekor.

Bahkan, kegiatan tersebut berubah menjadi penerbangan yang lepas kontrol. Stasiun TV yang melakukan siaran langsung juga kebingungan dalam mengambil adegan untuk ditampilkan.

Media Tiongkok dalam laporannya pada 2 Mei 2018 menyebutkan bahwa dalam acara Xi’an City Wall International Cultural Festival yang diselenggarakan pada 1 Mei malam, sebanyak 1.374 buah drone diterbangkan bersama-an.

Drone diterbangkan untuk membentuk formasi huruf yang akan dimunculkan di udara untuk dinikmati oleh warga kota. Pemirsa di daerah Tiongkok lainnya juga direncanakan untuk bisa menyaksikan melalui siaran televisi.

Namun, tidak disangka bahwa huruf yang ditampilkan drone tidak sempurna atau cenderung layak untuk disebut acak-acakan.

Pengguna situs mengatakan bahwa sejumlah besar drone tidak terbang ke titik yang ditentukan, “satu per satu drone jatuh.” Acara itu pun akhirnya hanya berlangsung selama 5-10 menit, dan siaran langsung tiba-tiba terputus.

Menurut sumber, diduga terdapat kesalahan perangkat lunak dalam menempatkan posisi drone. Meski ada juga suara yang menduga bahwa mungkin orang lain berusaha untuk menggagalkan usaha untuk memecahkan rekor.

Tetapi acara sebelumnya berjalan normal ketika gladiresik digelar pada 29 April 2018. Saat ini, pejabat dari Yihang belum memberikan tanggapan atas kejadian tersebut.

Menurut daftar acara yang diumumkan mlalui media pemerintah, semua dana untuk menyelenggarakan pertunjukan itu dikeluarkan oleh panitia Xi’an City Wall International Cultural Festival. Drone yang digunakan dipasok oleh Yihang Guangdong dengan alokasi keuangan sebesar 10,5 juta RMB.

Ketika awal pertunjukan, sejumlah drone menunjukkan satu permukaan tembok gerbang kota kuno yang mengalami kerusakan, tidak lengkap. Ironisnya, penyelenggara masih bersemangat, mengatakan, “ilmu pengetahuan dan teknologi cahaya yang indah dan brilian akan disajikan beberapa saat lagi …..”

Selanjutnya, gambar-gambar yang akan ditampilkan di sisi kiri dari angka 5.1, 1374. 40 tahun, Xi’an Berjaya semua tidak terbentuk.

Sejumlah besar netizen malam itu langsung memposting kedongkolan mereka lewat sosial media Tiongkok, isinya antara lain, “Capek-capek dan berdesakan di lapangan, yang dilihat hanya beberapa angka itu. Pemborosan uang rakyat. Inilah Xi’an, pejabatnya masih belum merasa malu, mengeluarkan dana sebesar itu apakah sudah memperoleh ACC (persetujuan) dari warga Xi’an? (ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

Bank Terbesar Australia Dipaksa Mengungkap Hilangnya Belasan Juta Data Nasabah

0

EpochTimesId – ‘The Commonwealth Bank of Australia’ (CBA) dipaksa untuk mengungkap kehilangan catatan hampir 20 juta akun. Padahal, sebelumnya mereka memutuskan untuk tidak memberi tahu para pelanggannya. Insiden ini menjadi pukulan lain bagi lembaga yang sudah diguncang berbagai skandal.

Eksekutif Grup CBA, untuk Layanan Perbankan Ritel, Angus Sullivan menerima tanggung jawab den menjelaskan di YouTube. Dia muncul melalui Youtube setelah BuzzFeed Australia menulis berita terkait hal itu pekan lalu.

Sullivan mengatakan bahwa pada Mei 2016 bank terbesar di negara itu mendapati telah kehilangan dua pita magnetik. Pita magnetik itu berisi data nasabah sejak 15 tahun sebelumnya.

Data yang hilang itu berupa alamat dan nomor akun untuk 19,8 juta nasabah. Rekaman itu harus dibuang, tapi CBA tidak bisa memastikan bahwa pita magnetik hancur dengan baik dan aman, sebelum data nasabah diambil pihak ketiga.

“Rekaman itu tidak mengandung PIN, kata sandi, atau data lain yang dapat memungkinkan penipuan dan/atau kerugian bagi nasabah,” kata Sullivan.

Video Rekomendasi :

“Bank memberi tahu regulator dan meluncurkan penyelidikan internal. Kami menemukan kaset itu kemungkinan besar telah dibuang,” kata Sullivan.

“Keputusan untuk tidak memperingatkan pelanggan itu diambil, mengingat hasil penyelidikan kami menemukan bahwa rekaman itu kemungkinan besar dibuang,” kata Sullivan di klip video.

“Dalam kasus ini, kami menyeimbangkan kebutuhan untuk memperingatkan pelanggan, bahwa mereka tidak perlu mengkhawatirkan hal ini.”

Sullivan mengatakan penyelidikan tidak menemukan bukti bahwa data telah dikompromikan, dijual, atau diakses oleh pihak ketiga.

“Saya ingin meyakinkan pelanggan kami bahwa kami telah mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi informasi mereka dan kami mohon maaf atas kekhawatiran apa pun yang mungkin ditimbulkan oleh insiden ini.”

Sullivan datang bergabung dengan bank terbesar di Australia itu, pada saat perusahaan mengalami sejumlah kesulitan. Minggu lalu Bank Commonwealth dikritik oleh regulator utama, karena kondisi yang memungkinkan kejahatan pencucian uang berkembang pada perusahaan perbankan tersebut.

Australian Prudential Regulatory Authority (APRA) menghantam CBA dengan persyaratan modal tambahan sebesar 1 milyar dolar Australia (753 juta dolar AS). Regulator juga menyindir ‘rasa puas diri yang meluas’ di dalam organisasi.

Menteri Keuangan Australia, Scott Morrison, bahkan meminta lebih banyak pejabat perusahaan untuk bekerja keras.

Awal pekan lalu, perusahaan manajer keuangan terdaftar yang terbesar di Australia, AMP Ltd, mengumumkan pengunduran diri ketua dan penasihat hukum. Mereka memotong gaji direktur sebagai tanggapan atas pengungkapan kesalahan tersebut oleh tim penyelidikan independen. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Polisi Amerika Candid Tari dan Lipsing di Lift Kantor

0

EpochTimesId – Sebuah rekaman video menunjukkan Deputi Sheriff (petugas kepolisian) di Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, menari bersama ketika mendengarkan lagu “Watch Me (Whip/Nae Nae)’ yang dipopulerkan oleh rapper Silento di dalam lift.

Tampak dalam rekaman itu, Deputi Sheriff Tony Scherb, membuka langkah tarian dengan pakaiannya yang berwarna oranye cerah. Video ini telah ditonton hampir 3 juta kali sejak kantor sherif mempublikasikannya pada hari Jumat pekan lalu.

“Video lucu itu dibuat untuk menghormati Tony, yang akan pensiun setelah bertugas selama 29 tahun,” kata pihak berwenang.

Yang tidak diketahui Tony adalah, pegawai kantor sheriff memasang kamera tersembunyi (CCTV). Mereka memasang kamera itu, ketika mereka bersekongkol mengatakan lift rusak sehingga harus diperbaiki.

Namun faktanya, mereka memasang CCTV. Mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Tony, jika dia mendengar lagu rapper Silento di speaker lift.

Alhasil, Tony tampak bersungguh-sungguh saat menari. Bahkan, ketika beberapa temannya masuk lift, dia mengajak teman-temannya ikut menari.

Akan tetapi, ketika atasannya, Sheriff (kepala polisi) County (provinsi dari negara bagian) masuk lift, dia menunjukkan respek dan penghormatan pada pimpinan. Barulah, ketika bos-nya menari dan bergoyang, dia melanjutkan tariannya.

Kemampuannya menari akhirnya mendapatkan pujian dari rekan-rekan dan atasannya. Mereka setuju dan kompak mengatakan, bahwa “Tony sangat profesional”.

“Tony telah menjadi anggota Kantor Sherif selama bertahun-tahun dan dia sudah menjadi teman dan sahabat dari banyak orang (di kantor),” kata atasannya. “Kami akan merindukannya dan kami berharap dia akan mendapatkan yang terbaik (setelah pensiun).” (eb/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Pemerintah dan Kelompok Bisnis Amerika Bahas RUU Investasi Tiongkok

0

WASHINGTON — Pejabat keuangan AS telah  bertemu dengan sekitar 10 kelompok industri pada 30 April untuk membahas rancangan undang-undang terbaru yang akan memperketat pengawasan investasi asing untuk membatasi upaya Tiongkok dalalm memperoleh teknologi canggih milik AS, menurut empat sumber yang mengetahui pertemuan tersebut.

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “keseragaman positif.”

“Kita tidak merundingkan kata-kata di dalam pertemuan sebegitu banyak untuk semua orang di ruangan itu memberi tahu di mana kita dan arah RUU yang akan diambil,” seorang pejabat senior, yang tidak berwenang untuk berbicara dalam posisinya, mengatakan.

“Kita telah membuat sejumlah perubahan untuk memberikan kejelasan dalam rancangan undang-undang untuk industri, tetapi pada saat yang sama, mempertahankan garis pemikiran yang berbeda pada keamanan nasional,” ungkapnya.

Pejabat tersebut mengatakan itu tetap harus dilihat bagaimana DPR dan Senat akhirnya akan membuat undang-undang tersebut, yang akan memperluas jangkauan Komite Investasi Asing di Amerika Serikat, Committee Foreign Investment in the United States (CFIUS) antar lembaga.

Perusahaan-perusahaan Amerika telah menaruh minat dalam RUU tersebut karena akan memberi CFIUS kekuatan untuk lebih membatasi investasi Tiongkok di perusahaan-perusahaan AS.

Memperketat proses CFIUS adalah salah satu dari beberapa upaya yang didukung oleh administrasi Trump, termasuk tarif-tarif pada baja dan aluminium, untuk membangun sikap yang lebih proteksionis dalam upaya untuk menekan impor Tiongkok sambil meningkatkan peraturan mengenai ke-sepakatan-kesepakatan seperti apa untuk dapat disetujui.

Kelompok tersebut termasuk kelompok bisnis AS yang mempunyai pengaruh paling kuat, Kamar Dagang, kata seorang sumber.

Para pendukung penulisan ulang peraturan-peraturan CFIUS sekarang berharap untuk melampirkan undang-undang tersebut ke undang-undang National Defense Appropriations Act (NDAA), undang-undang yang disahkan setiap tahun untuk mendanai kebutuhan pertahanan AS, dua sumber mengatakan. NDAA telah terpilih menjadi undang-undang selama 55 tahun berturut-turut, dan kemungkinan akan lolos pada saat yang sama dengan pemilu paruh waktu dalam waktu dekat.

Kendaraan untuk perjalanan tersebut akan ditentukan oleh anggota Kongres, kata pejabat Treasury tersebut.

Draf RUU yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yang dilihat oleh Reuters, akan menghapus sebuah tindakan dimana beberapa perusahaan teknologi telah keluhkan ingin memaksa mereka pergi ke CFIUS untuk mendapatkan persetujuan dalam penjualan teknologi jika melibatkan lisensi dan dukungan kekayaan intelektual.

Rancangan tersebut juga menyebutkan bahwa dana investasi dapat pasif, dan tidak tunduk pada pengawasan CFIUS bahkan jika ada investor asing, selama keputusan-keputusan investasi dibuat oleh orang-orang Amerika dan keputusan untuk mempekerjakan orang-orang Amerika tersebut adalah juga dibuat oleh orang Amerika.

Dana-dana investasi yang dikeluhkan agar di bawah rencana undang-undang versi lama, semuanya dapat dikenakan CFIUS jika mereka mengelola uang Tiongkok dan ingin berinvestasi di perusahaan-perusahaan tertentu dengan teknologi canggih.

Rancangan tersebut juga mendefinisikan investasi pasif sebagai “langsung atau tidak langsung,” karena halangan-halangan sebuah ukuran yang mengatakan investor pasif dapat dikenakan tinjauan CFIUS jika mereka memiliki akses ke informasi non-teknis. Setiap akses ke informasi teknis akan tetap tunduk pada pengawasan CFIUS.

Departemen Keuangan AS mengawasi CFIUS, yang memilki wewenang banding adalah semua investasi-investasi asing ke dalam Amerika Serikat, termasuk investasi-investasi ekuitas.

Di bawah tekanan dari perusahaan-perusahaan teknologi dan lainnya, RUU telah telah mengalami sejumlah perubahan untuk memperlunak pendekatannya.

Para perunding dalam administrasi tersebut, di Capitol Hill, dan bekerja pada penanaman modal serta komunitas teknologi tinggi adalah di versi keempat pada RUU mengenai CFIUS. RUU tersebut sebelumnya mengalami setidaknya satu revisi yang telah diusulkan yang akan berusaha untuk mempersempit ruang lingkupnya. (ran)

Samsung Pindahkan Basis Produksi dari Tiongkok ke Vietnam

0

EpochTimesId – pabrik Samsung Electronics Korea Selatan di Shenzhen akan membongkar seluruh peralatan produksinya, untuk dipindahkan ke Vietnam. Samsung hanya akan menyisakan 6 orang eksekutifnya untuk ‘menjaga kandang’, sedangkan tenaga kerja lainnya akan di-PHK.

Penutupan pabrik Samsung di Tiongkok tersebut menyusul semakin banyaknya perusahaan asal Jepang, Amerika Serikat dan negara lainnya menarik penanaman modalnya dari daratan Tiongkok. Alasan kepindahan adalah kenaikan biaya produksi.

Pada 27 April 2018, karyawan tingkat menengah Samsung Electronics Co., Ltd. di Shenzhen mengatakan kepada wartawan LanjingTMT bahwa mereka akhirnya menandatangani pengakhiran kontrak kerja dengan perusahaan. Sebab, seluruh perusahaan akan dicabut.

Selain keenam orang eksekutif asal Korea yang masih bertahan di kota Shenzhen, seluruh karyawan yang berjumlah sekitar 320 orang akan di-PHK pada akhir bulan April dengan total pesangon yang sudah dibayarkan berjumlah lebih dari 20 juta Renminbi.

Sebelumnya, pada 16 April media daratan Tiongkok mengutip sumber-sumber industri, memberitakan bahwa Samsung Electronics dan LG Electronics terpaksa menutup pabrik TV LCD mereka di Tiongkok. Penutupan dilakukan akibat terpengaruh putusan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif impor tambahan 25 persen bagi 1.300 jenis komoditas ekspor asal Tiongkok.

Seorang CEO Samsung menyatakan, “Ini hampir tidak mungkin dihindari karena kami tidak dapat mencapai titik impas modal dengan kenaikan tarif yang 25 persen.”

Dilaporkan bahwa raksasa Korea Selatan yang masuk peringkat ke-15 dalam 500 perusahaan top dunia, beberapa tahun terakhir terus menarik investasi mereka dari Tiongkok.

Khususnya, setelah gelombang anti-Korea yang dipicu oleh peristiwa penempatan THAAD, penarikan diri Samsung makin gencar. Pada tahun-tahun belakangan ini, PHK karyawan mereka di pusat-pusat manufaktur di Tianjin, Suzhou, dan Shenzhen terus terjadi.

Analis percaya bahwa penutupan pabrik Samsung Electronics di Shenzhen memiliki sejumlah faktor, antara lain meningkatnya biaya tenaga kerja di Tiongkok; intensifnya persaingan dagang dengan merek Huawei, Xiaomi dan lainnya; penurunan tajam dalam keuntungan manufaktur dan pangsa pasar yang mengalami kompresi, memaksa perusahaan melakukan penyesuaian bisnis, termasuk mengalihkan pabrik.

Kepada LanjingTMT, pejabat menengah Samsung itu mengatakan, setidaknya dalam 2 tahun terakhir Samsung memperketat pengontrolan jumlah karyawan, diantaranya perusahaan di Tianjin, Suzhou SSL sudah lama tidak merekrut karyawan baru, walau ada yang keluar. Tentu karyawan sudah dapat merasakan situasi yang dihadapi perusahaan.

Sumber asal industri mengungkapkan, dalam tahun-tahun terakhir ini, khususnya 2017 setelah perusahaan mengadakan penyesuaian kebijakan bisnis yang antara lain akan menutup ketujuh cabang Samsung di negeri Tiongkok dan melakukan penggabungan tugas, sehingga ada pemutusan hubungan dengan sejumlah tenaga kerja.

Video Rekomendasi :

Satu demi satu perusahaan raksasa asing kabur dari Tiongkok

Dilaporkan bahwa selain mengambil langkah mundur dari Tiongkok, perusahaan Samsung sejak tahun 2012 sudah mengarahkan konsentrasinya menuju negara Asia Tenggara, Vietnam. Jumlah investasi Samsung di negara itu telah mencapai 17,3 miliar dolar AS, dan menciptakan 140.000 peluang kerja. Sebanyak 51 persen smartphone Samsung diproduksi di Vietnam.

Diperkirakan oleh dunia luar bahwa dengan kepergian Samsung, Tiongkok telah kehilangan 100.000 atau lebih pos kerja yang ikut dibawa serta ke Vietnam. Menurut media Tiongkok, pada tahun 2013 Samsung memiliki total 35.600 orang karyawan di Tiongkok, tetapi pada tahun 2015 jumlahnya hanya tinggal 8.580 orang.

Tidak hanya itu, rantai suplai Samsung di Tiongkok juga mengalami guncangan yang parah. Yang pertama adalah bahwa pemasok lapis pertama seperti Suzhou Puguang, Dongguan Puguang, Dongguan Wuquan dan lainnya yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan di Tiongkok berangsur-angsur menutup usaha.

Kedua, entitas yang memasok komponen elektronik, bahan pengemas, plastik, dan material lainnya untuk Samsung juga sangat terpukul. Contohnya adalah perusahaan Yuto Group, karena penarikan investasi Samsung, order yang diberikan Samsung kepada mereka anjlok dari tahun 2013 yang 340 juta menjadi kurang dari satu juta pada tahun 2015. Tahun 2016, dan 2017 masih terus menurun.

Kaburnya Sambung tidak sendirian, Awal tahun ini 2 perusahaan raksasa Jepang yang masuk 500 perusahaan top dunia, Nitto Denko dan Nikon juga hengkang dari Suzhou, meninggalkan bangunan pabrik yang sudah tak terpakai.

Sebelumnya, Panasonic, Sharp, Toshiba, Philips, Sony, Honeywell Security, Seagate, dan Apple telah meningkatkan upaya untuk mundur. Ketika Cook, CEO Apple mengunjungi India pada tahun 2016, dia mengatakan bahwa lini produksi Apple akan dialihkan ke India, padahal Apple telah menempatkan hampir semua rantai industrinya di Tiongkok.

Selanjutnya, Foxconn mengumumkan bahwa mereka telah membangun pabrik berkapasitas jutaan pekerja di India.

Awal tahun ini, perusahaan Apple telah mengumumkan rencananya untuk menanamkan total 30 miliar Dolars AS yang dapat menciptakan 20.000 kesempatan kerja di AS dalam waktu 5 tahun mendatang untuk menyambut kebijakan pemotongan pajak pemerintahan Trump.

Pada saat yang sama, Foxconn sebagai perusahaan Taiwan yang menangani produksi iPhone juga mengumumkan rencananya untuk mendirikan pabrik di Wisconsin dengan investasi yang berjumlah 10 miliar Dolar AS.

15.000 perusahaan keluar dari kota Shenzhen
WeChat akun ‘Huanqiu llngyan’ baru-baru ini memposting tulisan yang antara lain berbunyi, “Mengambil kota Shenzhen sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak alasan yang menunjang mundurnya modal asing dari industri di bawah bendera peningkatan produktivitas kota tersebut”.

Yang pertama adalah karena pembaruan industri dan reformasi struktural di sisi pasokan, mengakibatkan 15.000 perusahaan harus pindah dari Shenzhen.

Pengalihan hak tanah pemerintah membuat pejabat setempat ‘kenyang’. sedangkan pertumbuhan ekonomi yang cepat membuat warga tidak lagi ‘merasa lapar’. Mereka sekarang justru menganggap bahwa bertumbuhnya industri di kota itu telah membuat wajah kota rusak, kotor dan pencemaran parah terhadap lingkungan.

Nasib pabrik sudah tidak penting bagi mereka. Mereka sekarang beralih ke bursa saham dan spekulasi real estate, serta melupakan bagaimana asal muasal kota tersebut berkembang, yaitu melalui pembangunan industri. Mereka seolah lupa dari mana mereka datang.

Dikatakan bahwa, dalam laporan berjudul ‘Memperdalam Reformasi Struktural di Sisi Pasokan dan Memperkuat Laporan Penelitian Utama tentang Ekonomi Riil Shenzhen’, yang dirilis oleh CPPCC Kota Shenzhen baru-baru ini disebutkan, akhir-akhir ini sudah ada lebih dari 15.000 perusahaan pindah keluar kota Shenzhen. Perpindahan semacam ini masih terus berlangsung.

Beberapa perusahaan bintang, seperti Philips, Samsung, Honeywell dan perusahaan raksasa internasional lainnya juga berangsur-angsur hengkang dari kota tersebut. Begitu pula perusahaan raksasa dalam negeri seperti ZTE, BYD, Dajiang Innovations (DJI) juga memindahkan basis produksi mereka ke luar kota Shenzhen.

Menurut artikel itu, pada awal tahun 2008, nilai output manufaktur kota Shenzhen mulai menurun setiap tahunnya rata-rata 3%, bahkan berada di sekitar 0% pada tahun 2014. Jadi sampai taraf tertentu dapat dikatakan bahwa, hal ini merupakan tanda-tanda penghampaan industri manufakturing.

Sedangkan di balik ‘kejadian’ itu, penurunan secara nasional bonus tahunan yang diterima para pekerja Tiongkok, naiknya biaya tenaga kerja, biaya lahan, pajak perusahaan secara beruntun ini juga merupakan ‘pukulan’ bagi produsen.

Inilah alasan yang memaksa banyak perusahaan pindah keluar dari Shenzhen, bahkan Tiongkok, tulis artikel itu.

Krisis microchip ZTE yang menjadi penguap ‘selubung’
Selain itu, tingginya harga lahan menyebabkan biaya penggunaan lahan dan tenaga kerja meningkat dengan cepat. Shenzhen sudah berubah menjadi kota dengan peruhaman yang ‘tidak terbeli’, membuat daya beli konsumen melorot tajam. Kini kota tersebut sudah tidak layak dihuni oleh industri manufakturing.

Selain itu, melambungnya harga juga menjadi faktor penyebab kalah bersaing. Seorang netizens mencoba memberikan kalkulasinya, “Seorang pekerja kawasan industri Shenzhen yang menerima gaji bulanan (Take home pay) misalkan 5.000 Renminbi. Jika ditambahkan dengan beban-beban yang harus dilunasi seperti asuransi dan jaminan (wajib) lainnya, maka gaji seorang yang 5.000 itu menjadi 12.000 Renminbi perbulan bagi perusahaan.”

“Bagaimana bersaing dengan gaji seorang tenaga kerja di Vietnam yang setara dengan 1.000 Renminbi sebulan?”

Belum lagi, dengan produk yang sama, biaya produksi di Tiongkok untuk bahan mentah ditambah biaya tenaga kerja ditambah pajak totalnya adalah 100 Renminbi. Sedangkan di Vietnam angka itu hanya berjumlah 70 Renminbi. Bagaimana ingin menang bersaing?

“Ini juga alasan mengapa kian banyak Tionghoa perantauan di AS berkata bahwa produk berlabel ‘Made in China’ sekarang makin jarang kelihatan. Jangan-jangan gelar Pabrik Dunia yang disandang Tiongkok bakal pindah tangan ke Asia Tenggara atau Meksiko atau India,” Tulis artikel tersebut.

Faktor lain adalah tingginya tarif pajak. Amerika Serikat, Eropa, Jepang menerapkan kebijakan penurunan pajak untuk menarik investasi global dalam konteks arus modal.
Tetapi Tiongkok sudah tidak memiliki ruang untuk pemotongan pajak, alasannya antara lain tak jarang pajak dinaikkan secara samar, dan itu sudah sulit dihentikan. Namun, banyak pemerintah daerah, termasuk Shenzhen, tidak menyadari bahwa Grey Rhino (metafora untuk besarnya krisis) sedang mendekati mereka.

“Sepuluh tahun dana hasil pengoperan lahan telah membuat pejabat pemerintah daerah tidak lagi termotivasi untuk menarik masuk investor asing sebagaimana tahun-tahun 90-an. Dari hasil mengoper lahan saja sudah bisa membuat kantung penuh, cadangan kas pemda cukup untuk membiayai operasi,” sambung artikel tersebut.

Bagi pejabatnya, ‘kenyang’ membuat mereka malas repot-repot melayani investor asing yang kalaupun memberikan tip juga tidak seberapa. Sehingga alasan-alasan seperti hujan tampaknya sudah mau turun. Mendamping ibu pergi ke pesta pernikahan. Mungkin datang dan mungkin juga tidak. Hati-hati dalam perjalanan ya, saya tidak sempat menghantarkan, menjadi kalimat yang kerap muncul dari bibir pejabat ketika berhadapan dengan investor yang datang meminta bantuan.

Pada saat yang sama, harga perumahan di Shenzhen masih terus meningkat, industri keuangan masih gencar, impian industri komunikasi yang diciptakan oleh Huawei dan ZTE terus berlanjut, industri jasa juga masih terus bertambah.

Artikel menyebutkan, “Sayangnya, mereka belum juga sadar bahwa dengan hengkangnya investor asing, tidak saja pekerjanya akan jadi pengangguran, yang lebih penting adalah rantai industri yang terkait akan terputus juga, sehingga pengangguran semakin banyak, semakin banyak ‘mangkuk nasi’ yang pecah.”

Mereka juga tidak sadar bahwa banyak high-end teknologi manufaktur inti pada kenyataannya sudah berada di tangan dan dimonopoli oleh perusahaan Barat dan Jepang. Setelah 40 tahun berjalan, Tiongkok hanya mendapatkan ilmu bagian ‘kulit’nya, yang dijual cuma tenaga kerja, paling tinggi setingkat Produsen peralatan asli (OEM).

Menurut artikel itu, ZTE telah mengalami krisis microchip akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Sampai batas tertentu, krisis ZTE tersebut telah menguak ‘selubung’ Shenzhen adalah kota industri yang maju. Padahal program untuk mencapai peningkatan industri belum selesai dikerjakan pemda bersama jajarannya.

Tetapi hal yang mengerikan adalah bahwa pikiran para pejabat terbawa oleh deru mesin cetak uang yang sedang berjalan. Mereka tenggelam dalam impian bagaimana mengatur kekayaan, dan terus menerus terlena oleh kemakmuran palsu dari real estate, serta gedung pencakar langit. (Ling Yun/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Sang Suami Meninggalkan Istrinya pada Kapal yang Tenggelam

0

EpochTimesId – Seorang guru sedang menceritakan kisah kapal pesiar yang terbalik dan akan tenggelam. Semua penumpang di kapal itu dievakuasi dengan sekoci.

Sepasang suami istri berada pada kapal pesiar yang akan tenggelam. Mereka adalah penumpang terakhir yang berjalan ke arah sekoci, dan sepertinya terlibat dalam sebuah percakapan serius.

Sepasang suami istri menuju ke sekoci terakhir. Mereka mendapati hanya ada ruang untuk satu orang lagi. Ketika itu, sang suami mendorong istrinya ke belakang, ke arah kapal yang sedang tenggelam.

Sementara, pria itu melompat sendirian ke sekoci itu. Sang Istri meneriakkan sesuatu pada suaminya. Kemudian dia pasrah menerima nasibnya tenggelam bersama kapal pesiar itu.

Guru bertanya kepada para siswa, “Menurut kalian, apa yang ia teriakkan?”
“Aku membencimu!”
“Saya buta.”
Semua nurid berteriak dengan bersemangat.

https://youtu.be/OHpUbwYXrJk

Namun, guru itu berpaling kepada seorang anak laki-laki terdiam, dan bertanya kepadanya.

Anak laki-laki itu berkata, “Guru, saya yakin istrinya berteriak, “Jaga anak kita!”

“Pernahkah kamu mendengar cerita ini sebelumnya?” tanya sang guru sambil terkejut.

“Tidak, tapi itulah yang diucapkan ibu pada ayahku beberapa saat sebelum penyakit itu merenggut nyawanya.”

Sang guru tercengang dan berkata, “Jawabanmu benar.”

“Kapal itu tenggelam, dan pria itu pulang ke rumah untuk merawat dan membesarkan putri mereka.”

“Dan ketika pria itu meninggal dunia, putri mereka menemukan buku harian ayahnya.”

“Putri itu baru mengetahui bahwa ibunya telah didiagnosis menderita penyakit mematikan sebelum menaiki kapal pesiar.”

“Pada saat kritis, wanita pemberani ini mengorbankan dirinya dengan memilik tenggelam ke laut yang dingin.”

“Namun sebelum tenggelam, Ia meneriakkan satu permintaan terakhir pada suaminya, ‘Hiduplah, hiduplah demi putri kita!'”

Dalam buku hariannya, sang suami menulis, “Betapa aku berharap menggenggam tanganmu dan tenggelam ke dasar lautan bersamamu …”

Cerita selesai dan seisi kelas menjadi hening.

“Jangan hanya fokus, pada apa yang tampak pada permukaan, kemudian menilai orang lain tanpa memahami apa yang kita lihat dan apa yang tidak kita ketahui.”

Orang yang suka mentraktir teman, belum tentu karena Ia banyak uang. Bisa jadi karena Ia menghargai persahabatan melebihi uang.

Orang yang mengambil inisiatif di tempat kerja, belum tentu karena Ia bodoh. Bisa jadi karena ia memahami konsep tanggung jawab.

Orang yang sering mengirim pesan tertulis pada anda, belum tentu karena Ia tidak ada kerjaan. Bisa jadi karena anda ada di hatinya! (EB/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Paris Hilton Mengatakan Kehidupan Lebih Menyenangkan Sebelum Kehadiran Media Sosial

0

EpochTimesId – Aktris Paris Hilton menilai bahwa orang-orang memiliki lebih banyak ‘kegembiraan’ sebelum kehadiran media sosial. Dia mengatakan bahwa sekarang orang-orang terlalu sibuk terpaku pada ponsel mereka.

Pada karpet merah di pemutaran Festival Film Tribeca dari The American Meme pada hari Jumat, 27 April, ahli waris usaha keluarga Hilton itu mengatakan pada ‘E!News’, “Saya benar-benar senang saya tumbuh besar sebelum Instagram dan semua (media sosial) ini, karena kembali ke New York, kami dulu bersenang-senang karena tidak ada yang mengeluarkan kamera kecuali hanya yang sekali pakai.”

“Jadi semua orang benar-benar berbicara dan bersenang-senang, serta menari,” sambung perempuan 37 tahun itu.

https://www.instagram.com/p/Bh071P5nW9x/

“Dan saat ini saya merasa seperti semua orang selalu ada di ponsel mereka, mereka mengirim chat, mereka membuka Snap, mengambil foto. Tidak ada yang benar-benar memiliki waktu yang baik seperti dulu. Jadi saya senang bahwa saya sudah pernah menjalani (masa-masa tanpa sosmed) sebelumnya.”

“Saya telah melalui begitu banyak hal dalam hidup dan saya tidak benar-benar mempercayai orang lain.”

Dia mengaku tidak ada satu hari pun yang berlalu tampa mengirim chat atau FaceTiming atau mengirim email kepada anaknya. Saya benar-benar bisa menjadi diri saya sendiri di sekitar mereka.

Video Rekomendasi :

“Saya tahu mereka tidak menghakimi saya, mereka tidak mencoba memanfaatkan saya. Mereka benar-benar mencintai saya.”

Namun, Hilton juga berterima kasih untuk media sosial karena telah membawa dia lebih dekat dengan penggemarnya.

“Saya terus bepergian; 250 hari setahun saya naik pesawat, di negara lain. Jadi terkadang sangat kesepian. Saya mencintai penggemar saya sama seperti mereka mencintai saya,”

Dia mengaku bisa dengan mudah membagikan klip dari film dokumenter baru ‘The American Meme’ berkat sosmed. (Mimi Nguyen Ly/Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

ZTE Disegel, Dapatkah Andalkan Beking Bangkit Lagi?

Zhou Xiaohui

Beberapa hari ini perusahaan terkemuka RRT yakni ZTE Corporation telah dihukum berat oleh pemerintah Amerika dan berita ini telah menjadi topik pembahasan hangat, tidak sedikit analisa dari RRT mengatakan itu adalah akibat ulah ZTE sendiri.

Pertama, sebagai perusahaan yang utamanya bergantung pada chips dari AS, tapi berani melanggar undang-undang dan kesepakatan dengan AS, yakni janji untuk tidak menjual produk AS pada Iran; kedua, pada saat telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS dan menerima denda serta berjanji untuk memperbaiki, ternyata masih berbohong pada pemerintah AS dan memberikan hukuman fiktif dan bonus nyata bagi sejumlah karyawannya. Memang tidak salah jika dikatakan ZTE sampai saat ini menuai akibat perbuatannya sendiri.

Tidak diragukan, larangan penjualan teknologi selama 7 tahun yang diberlakukan AS terhadap ZTE, bagi ZTE sendiri adalah pukulan yang menghancurkan. Berita mengatakan, tiga petinggi ZTE telah pergi ke AS untuk mencari jalan keluar.

Tanggal 20 April ZTE merilis pernyataan yang mengatakan sanksi keras dari AS sangat tidak adil, “Kami tidak bisa menerimanya”. Nada bicaranya sangat mirip dengan sikap keras pemerintahan PKT ketika pemerintah Trump memberlakukan tambahan bea masuk terhadap produk impor dari RRT, seolah-olah berada di pihak yang dizalimi.

Akan tetapi, bagi yang memahami situasinya akan tahu, dihukumnya baik ZTE maupun PKT, kesamaannya terletak pada tidak taat pada peraturan dan tidak bisa dipercaya, serta kebiasaan berbohong.

Sejak tahun 2001 saat PKT bergabung dalam WTO semua janjinya tidak banyak yang dipenuhinya, Beijing selain tidak menyesalinya, sebaliknya justru menyangkal dan menantang AS akan “meladeni sampai akhir”.

Sementara ZTE yang telah disegel juga sama ngototnya, karena terlalu lama berkutat di dalam kubangan yang sama dengan PKT, sehingga perilaku dan sifatnya menjadi mirip.

Sebaliknya jika mereka telah belajar bertindak-tanduk sesuai aturan di tengah masyarakat internasional/Barat, mana mungkin melanggar hukum AS dan dihukum?

Banyak analisa telah menunjukkan, karena chips dari Amerika tidak tergantikan, masa depan ZTE sangat suram.

Direktur ZTE Yin Yimin dalam pidato internalnya menyebutkan, sanksi ini akan membuat perusahaan berada dalam kondisi koma. Dan dilihat dari kondisi sebelumnya, ZTE yang kalah aturan jika terus ngotot, tak mungkin bisa menggulingkan larangan AS, jika masih ingin eksis, harus ada yang bisa menyelamatkannya. Apakah beking di balik ZTE mampu menyelamatkannya?

Siapakah dalang yang ada di balik ZTE? Dalam laporan yang baru saja dirilis Komisi Pengawas Keamanan Ekonomi AS-RRT (USCC) menyebutkan, produk teknologi informatika buatan perusahaan RRT mungkin telah dimanipulasi untuk bisa menyadap dan mengintervensi operasional pemerintahan AS.

Laporan tersebut menyebutkan, pemerintah Beijing mungkin telah mendukung kegiatan mata-mata di sejumlah perusahaan, untuk meningkatkan daya saing perusahaan RRT dan mendapatkan keuntungan bagi pemerintahnya.

Laporan juga memaparkan perusahaan lain seperti Huawei, ZTE, Lenovo, Beijing Teamsun Technology, Inspur Group dan banyak perusahaan ICT dari RRT lainnya. Produk dari perusahaan-perusahaan tersebut memberi kesempatan bagi PKT untuk menyusupkan perangkat mata-mata dan pintu belakang di kantor pemerintahan AS, sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan internet.

Walaupun Deplu PKT menyangkal hal ini, dan juru bicara Deplu bahkan mengutip pernyataan “produk Apple bisa ditemukan dimana pun di RRT, warga AS membeli produk Huawei dianggap sebagai ancaman keamanan negara” untuk menyangkal laporan tersebut, namun berbagai tindakan tidak terpuji sebelumnya menunjukkan bahwa hal ini bukan tidak beralasan.

Satu alasan utamanya adalah karena berada di bawah pemerintahan otoriter seperti PKT, perusahaan besar tersebut di atas harus mengandalkan pemerintah untuk berkembang, bahkan harus mentaati arahan dari pemerintah.

Di tahun 2016 ketika Apple berani menolak vonis pengadilan agar Apple membantu FBI membuka ponsel pelanggannya, perusahaan RRT tersebut di atas apakah berani berkata ‘tidak’ pada pemerintah yang hendak menggunakan informasi pengguna? Perusahaan mana yang berani tidak memberikan data tersebut? Siapa yang berani tidak kooperatif dengan pemerintah (PKT)? Inilah perbedaannya.

Benar, PKT adalah beking yang ada di belakang ZTE. Saat PKT membutuhkan, segala milik perusahaan itu termasuk produknya, siapa yang berani menjamin tidak dimanfaatkan oleh PKT? Dulu PKT memaksa Yahoo membocorkan nama reporter yang menulis pernyataan anti komunisnya itu, waktu itu PKT memaksa Google untuk disensor menyebabkan Google hengkang dari RRT, kejadiannya belum begitu lama berlalu, ancaman yang begitu terang-terangan terhadap perusahaan asing, apalagi terhadap perusahaan Tiongkok sendiri.

Mungkin bisa dikatakan, ZTE bisa begitu nekad menjual produknya ke Iran, karena di baliknya ada dukungan PKT. Sebagai rezim yang suka bersekutu dengan rezim sesat di dunia seperti Iran, Korut, Sudan dan Suriah, PKT telah memberikan tidak sedikit bantuan bagi negara-negara tersebut baik secara diam-diam maupun terbuka, siapa tahu ekspor ZTE juga dijadikan jembatan oleh rezim PKT?

Menurut dokumen rahasia milik ZTE yang terungkap di internet, produk dari ZTE tidak hanya dijual ke Iran saja, termasuk juga Sudan, Korut, Suriah dan Kuba. Bisa dilihat ZTE berupaya menghindari pemeriksaan oleh Amerika, dan di dalam dokumen itu disebutkan soal “risiko perusahaan”. ZTE yang jelas-jelas tahu telah melanggar aturan begitu bernyali! Dan nyali seperti itu hanya bisa didapat bila ada beking di belakangnya.

Masalahnya adalah, PKT yang berada di baliknya apakah berani mengaku sebagai beking bagi ZTE? Ada satu kondisi seperti skenario di dalam film: “Misi Anda ke negara musuh kali ini, jika berhasil, tidak akan ada penghargaan, tidak ada promosi; tapi jika gagal, jangan harap kami akan menyelamatkan kalian, kami akan menyangkal hubungan kalian dengan kami.” Sejumlah pernyataan dari Departemen Perdagangan dan media massa ofisial mengungkap makna seperti ini.

Akan tetapi, menurut penulis, walaupun Beijing tidak mengakui secara terbuka, namun belum tentu akan dibiarkan begitu saja, apalagi ZTE adalah salah satu perusahaan terbesar di dalam dunia industri RRT, itu sebabnya mungkin akan dilakukan diam-diam untuk menyelamatkannya dari kebangkrutan, mungkin dibeli oleh perusahaan lain, seperti Huawei, pemerintah akan menyuntikkan dana besar, dengan cara merujuk pada penanggulangan perusahaan produsen susu bubuk yang pernah terlibat kasus susu bubuk beracun dulu.

Namun bagaimana pun juga, setelah disegel oleh Departemen Perdagangan AS, ZTE telah menapak jalan kehancurannya, bagaimana pun ZTE dan PKT berupaya tidak akan banyak membantu masalah ini. Dan berakhirnya permainan ZTE adalah sebuah pukulan telak bagi PKT, ini adalah fakta yang kita saksikan bersama. (SUD/WHS/asr)

 

Kim Jong Un Setuju Bertemu Trump di Zona Demiliterisasi

Jack Phillips

Epochtimes.id- Diktator Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan telah setuju untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump di zona demiliterisasi Korea, yang terletak antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Zona demiliterisasi, yang dikenal sebagai DMZ, adalah perbatasan yang paling bersenjata di dunia.

“Kami sedang melihat berbagai negara, termasuk Singapura, dan kami juga berbicara tentang kemungkinan DMZ, Peace House, Freedom House, dan ada sesuatu yang saya pikir menarik,” kata Trump kepada wartawan pekan ini, menurut Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap.

“Ada sesuatu yang saya sukai tentang itu karena Anda ada di sana,” kata Trump.

“Anda benar-benar ada di sana, di mana, jika semuanya berjalan lancar, ada perayaan besar yang bisa dilakukan di negara pihak ketiga.”

Pemerintahan Trump menuntut denuklirisasi penuh Korea Utara.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan Kim pekan lalu sepakat dalam pertemuan puncak untuk menuntaskan denuklirisasi penuh Semenanjung Korea saat secara resmi mengakhiri Perang Korea. (asr)

Gunung Marapi di Sumatera Barat Erupsi, Ketinggian Kolom Abu 4.000 Meter

Epochtimes.id- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi, Rabu (02/09/2018) pukul 07:03 WIB.

Erupsi Marapi kali ini dengan ketinggian kolom 4.000 m dari puncak, warna asap kelabu tebal, tekanan kuat, dan arah angin saat terjadi letusan ke arah Tenggara.

PVMBG merilis sebelumnya aktivitas letusan terakhir terjadi pada 27 April 2018 berupa letusan abu setinggi 300 meter dari puncak, sebaran abu tipis jatuh hingga daerah Cubadak Kabupaten Tanah Datar yang berjarak 12 km dari pusat letusan (Kawah Verbeek).

Gunungapi Marapi yang memiliki ketinggian 2891 meter di atas permukaan laut, secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar, Sumatera Barat.

PVMBG  dalam keterangan di situs resminya menulis rekaman kegempaan pada  2 Mei 2018 hingga pukul 08:00 WIB, terekam :

1 kali gempa Letusan,

1 kali gempa Tektonik Lokal,

1 Kali gempa Tornillo, dan

2 kali gempa Tektonik Jauh.

Sedangkan rekaman kegempaan dalam seminggu terakhir, yaitu :

1 kali gempa Letusan,

4 kali gempa Hembusan,

7 kali gempa Vulkanik Dalam,

5 kali gempa Tektonik Lokal, dan

7 kali gempa Tektonik Jauh.

PVMBG menyatakan koordinasi dalam rangka kesiapsiaggan menghadapi letusan G. Marapai dilakukan ke BPBD Kabupaten Tanah Datar dan BPBD Kabupaten Agam, BMKG, dan Bandara di Sumatera Barat.

Informasi letusan berserta ketinggian abu sudah dilaporkan melalui aplikasi VONA sebagai peringatan dini untuk keselamatan penerbangan.
Sedangkan status Gunungapi Marapi sampai saat ini masih berada pada tingkat aktivitas Waspada (level II). Namun demikian masyarakat tak diperboleh mendaki atau mendekat dalam radius 3 KM.

“Rekomendasi Masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius 3Km dari kawah/puncak,” imbau PVMBG. (asr)

Pejabat Partai Penguasa Tiongkok Konsumsi Makanan Khusus dari Pangkalan Rahasia

0

EpochTimesId – Media Hong Kong baru-baru ini mengungkapkan bahwa di pusat pemerintahan Tiongkok komunis, Zhongnanhai, makanan untuk pejabat seniornya disediakan secara khusus. Bahkan, udara yang mereka hirup juga disediakan secara khusus.

Ketika masyarakat Tiongkok hidup dalam kabut polusi, pejabat di Zhongnanhai menghirup udara yang dibersihkan melalui perangkat pembersih udara. Begitu berita itu menyebar, langsung menimbulkan ketidakpuasan publik.

Media Hongkong, ‘Apple Daily’ pada 1 Mei 2018 memberitakan bahwa di bawah Dewan Negara terdapat sebuah unit logistik. Unit itu bernama Pusat Pasokan Pangan Khusus Pemerintah Pusat.

Mereka menyediakan makanan organik berkualitas tinggi bagi para pemimpin senior komunis.

Berita Hongkong itu menyebutkan bahwa bahan makanan unit logistik itu terutama berasal dari hasil panen lahan khusus. Lahan yang dikuasai Pangkalan Logistik Dewan Negara, Central Garda, polisi bersenjata dan logistik perbatasan yang berada di 13 provinsi, kota, daerah otonom dan basis produksi lainnya.

Lebih mengejutkan lagi adalah bahwa udara bersih di Zhongnanhai juga disuplai dari mesin pembersih udara. Pada bulan November 2011, China Grand Corporation pernah mengeluarkan dokumen yang mengatakan bahwa perusahaannya melakukan pembersihan udara dalam gedung-gedung di Zhongnanhai untuk kepentingan para pemimpin negara.

Ketika kehidupan warga masyarakat terganggu oleh kabut polusi, berita tersebut akhirnya memicu banyak ketidakpuasan.

Beberapa netizen mengatakan bahwa pelayanan istimewa seperti itu sekali lagi membuktikan bahwa pemerintah telah membohongi rakyat. “Inikah bukti bahwa pemimpin Tiongkok itu ‘pelayan rakyat’?!” geram seorang warga mempertanyakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, polusi udara di Tiongkok sangat serius. Makanan beracun juga merajalela. Masyarakat kebanyakan terpaksa menghirup udara berpolusi, mengkonsumsi makanan yang mengandung racun dan minum air yang terkontaminasi.

Namun, para ‘pelayan rakyat’ justru menikmati berbagai pasokan istimewa. Termasuk beras khusus, sayuran khusus, bahkan tembakau dan alkohol. Mereka juga menikmati teh khusus, obat-obatan khusus, minum air super murni, dan menghirup udara yang dipasok secara khusus.

Video Rekomendasi :

Sebelumnya, penanggungjawab sebuah perkebunan di Beijing kepada media internet ‘inewsweek’ juga mengatakan bahwa sudah banyak perusahaan besar dan kecil di Beijing yang terjun dalam industri pertanian organik. Beberapa dari mereka dijadikan pangkalan yang memasok bahan makanan untuk Zhongnanhai.

Seperti Beijing Ershang Grup Dahongmen Meat Food Co, Ltd, dan Beijing Yueshengzhai yang masing-masing memasok daging baik babi dan kambing bagi pemerintah sebagai pelanggannya.

Berita juga menyatakan bahwa peternakan ayam ‘Erabaru’ di Beijing terpilih menjadi pemasok telur ayam saat Dwi Konfrensi Partai komunis Tiongkok berlangsung. Menurut petugas pertanian, mereka sangat-sangat serius dalam menjaga kualitas air dan pakan ternak, serta kesehatan ayam-ayam ternak. Pejabat pemerintah secara teratur akan datang melakukan inspeksi.

Menurut ‘Radio Free Asia’, pada tahun 2008, ada seorang pejabat wanita bernama Zhu Yonglan mengumumkan, “Dewan Negara pada bulan April 2005 telah mendirikan sebuah unit logistik bernama Pusat Pasokan Pangan Khusus Pemerintah Pusat yang menyediakan makanan organik berkualitas tinggi bagi 94 orang pemimpin senior di Zhongnanhai.”

Zhu Yonglan adalah direktur unit logistik tersebut. Ia mengatakan bahwa bahan makanan yang dipasok harus melalui suatu proses pemeriksaan keamanan untuk dikonsumsi dan kandungan gizi yang sangat ketat. Mereka menjamin sayuran, dan buah-buahan benar-benar organik, bebas dari pupuk kimia, maupun pestisida.

Hewan ternak dipelihara dalam lingkungan yang natural, bebas suntikan hormon, dan polusi udara. Daging juga dikirim tanpa pengawet, serta bebas dari teknologi rekayasa genetika.

Satu saja dari ketentuan ini tidak lolos uji, maka pemasok tidak akan dijadikan rekanan pemasok untuk unit logistik Dewan Negara pada masa-masa berikutnya.

Los Angeles Times pernah memberitakan, lahan untuk menanam sayuran milik Kantor Bea Cukai Beijing ‘Shun-yi’ memiliki pagar luar setinggi 6 kaki. Sayuran yang ditanam di lahan dalam pagar itu tumbuh sangat baik. Beberapa orang petugas keamanan berjaga-jaga di depan pintu gerbang, hanya kendaraan tertentu saja yang dapat keluar masuk.

Di bagian manapun di dunia, memiliki lahan sayur yang baik adalah sesuatu yang membanggakan dan layak untuk dipromosikan. Tetapi di Tiongkok justru dirahasiakan karena hasil panen terbaiknya disediakan khusus untuk para elit partai di Zhongnanhai.

Sejarah memasok bahan makanan khusus bagi para elite Zhongnanhai sudah berlangsung cukup lama. Pada tahun 1960-an ada ‘Pekarangan 34’ yang terletak di Distrik Dongcheng, Beijing.

Itu adalah suatu tempat yang menjual secara terbatas barang-barang khusus yang disediakan bagi pejabat tingkat menteri dengan membawa kartu bukti yang dibagikan pihak berwenang.

Bulan Mei 1960, di lantai 4 Gedung ‘Beijing Department Store’ ada kios yang menjual bahan-bahan khusus untuk kebutuhan para elite. Ada kain nilon, bulu satin, anggur dan rokok ternama. Ada makanan berkualitas tinggi dari berbagai penjuru dalam dan luar negeri. Namun masyarakat biasa hanya bisa naik hingga lantai ketiga gedung tersebut.

Dari tahun 1959 hingga 1961, Tiongkok dikatakan mengalami bencana Kelaparan Besar. Statistik sipil mencatat bahwa lebih dari 30 juta rakyat meninggal karena kelaparan. Tetapi dalam masa ini juga, pertanian dari PKT menyediakan pasokan khusus bagi para elit partai.

Pada masa Mao Zedong berkuasa, juga ada pemasok rokok, bahkan dibentuk ‘Tim 132’ yang spesial untuk membuat cerutu favorit Mao Zedong. Tim tersebut juga berada di bawah bendera Dewan Negara.

Setelah Mao meninggal, rokok putih yang biasa dihisap Mao itu lalu didaftarkan di Departemen Perdagangan sebagai rokok merk Zhongnanhai.

Kini, pasokan khusus sudah tidak lagi menjadi paten Zhongnanhai. Dengan penurunan keseluruhan moralitas sosial Tiongkok dan krisis kualitas pangan yang semakin serius, para pejabat di semua tingkatan telah membentuk rantai pasokan khusus untuk kelompok mereka sendiri. (Luo Tingting/NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Video Efek Domino Gunakan Sepuluh Ribu iPhone5

0

Erabaru Video Story – Bermain domino memang menyenangkan. Namun, bermain efek domino juga tidak kalah menyenangkan. Sebab, bermain efek domino tidak harus menggunakan kartu domino.

Seperti terlihat dalam video ini. Mereka bermain efek domino dengan menggunakan batang-batang telepon genggam.

Tidak tanggung-tanggung, mereka menggunakan 10.000 unit iPhone 5 sebagai efek domino.

Video ini dibuat dan dipublikasikan oleh Kanal AatmaStudio di YouTube.

Dalam video, mata penonton akan langsung terpaku dan terpukau ketika iPhone 5 pertama jatuh.

Sebab, serangkaian kejutan yang menakjubkan membuat mata pemirsa terbelalak dan enggan berkedip mengikuti alurnya. Bahkan,
tidak disangka-sangka, kejutan lain ditampilkan setelah semua iPhone 5 jatuh tengkurap.

Sebuah Videotron!

Bagaimana? Kreatif dan keren bukan?! (jhn/yant/EB/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA