Inggris Ajak Sekutunya Amankan Kabel Bawah Laut dari Ancaman Rusia

ErabaruNews – Inggris dan sekutunya di Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengkhawatirkan keamanan kabel bawah laut dalam. Kepala Staf Angkatan Udara Inggris, Marsekal Stuart Peach, mengatakan kabel mereka harus diamankan dari potensi ancaman dan gangguan angkatan laut Rusia.

Sebab, jika kabel tersebut rusak maka transaksi keuangan senilai triliunan dolar amerika serikat akan menguap dalam sekejap. Kabel yang melintasi samudra dan lautan di dunia itu menyalurkan 95 persen komunikasi dan transaksi harian lebih dari $US 10 triliun.

“Ada risiko baru terhadap cara hidup kita, yang merupakan kerentanan dari kabel yang memutar silang dasar laut,” kata Stuart Peach, seperti dikutip The Epoch Times dari BBC.

Peach mengatakan bahwa modernisasi Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap angkatan laut Soviet yang dulu perkasa sekarang merupakan ancaman serius bagi jalur komunikasi Barat.

“Rusia selain kapal dan kapal selam baru, terus menyempurnakan kemampuan dalam perang informasi yang tidak biasa,” kata Peach.

Rusia telah berulang kali membantah kekhawatiran Barat tentang ketegasannya yang baru sebagai histeria Perang Dingin. Meskipun pendukung Kremlin memuji Putin di Negaranya, karena mengembalikan pengaruh Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991. (waa)

Jadwal Piala Dunia 2018 Tuan Rumah Rusia Jalani Laga Pembuka

ErabaruNews – Turnamen sepakbola antar negara yang paling bergengsi, Piala Dunia, akan digelar pada 2018 di Rusia. Sebanyak 32 negara sudah meloloskan tim nasional untuk berlaga pada babak grup. Pengundiannya pun sudah digelar awal bulan Desember 2017 lalu.

Rusia selaku tuan rumah akan menjamu salah satu wakil Asia, Arab Saudi, dalam laga pembuka. Laga sebagai pertanda dimulainya Piala Dunia 2018 itu akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskwa, 14 Juli 2018. Piala dunia sendiri akan digelar hingga 15 Juli 2018.

Babak grup putaran final ini sendiri terbagi dalam 8 grup dengan sistem setengah kompetisi, dimana antar timnas akan bertemu masing-masing satu kali. Juara dan runner-up grup berhak lolos ke babak 16 besar, yang mulai digelar dengan sistem gugur.

Berikut jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 selengkapnya, yang disertai waktu kick-of Indonesia, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB) :

Grup A

14 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Rusia Vs Arab Saudi, di Luzhniki Stadium

15 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Mesir Vs Uruguay, di Central Stadium

20 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Rusia Vs Mesir, di Krestovsky Stadium

20 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Uruguay Vs Arab Saudi, di Rostov Arena

25 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Uruguay Vs Rusia, di Cosmos Arena

25 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Arab Saudi Vs Mesir, di Volgograd Arena

Grup B

15 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Maroko Vs Iran, di Krestovsky Stadium

16 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Portugal Vs Spanyol, di Fisht Olympic Stadium

20 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Portugal Vs Maroko, di Luzhniki Stadium

21 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Iran Vs Spanyol, di Kazan Arena

26 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Iran Vs Portugal, di Mordovia Arena

26 Juni 2018 pukul 00.00 WIB: Spanyol Vs Maroko, di Kaliningrad Stadium

Grup C

16 Juni 2018 pukul 15.00 WIB: Prancis Vs Australia, di Kazan Arena

16 Juni 2018 pukul 23.00 WIB: Peru Vs Denmark, di Mordovia Arena

21 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Prancis Vs Peru, di Central Stadium

21 Juni 2018 pukul 23.00 WIB: Denmark Vs Australia, di Cosmos Arena

26 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Denmark Vs Prancis. di Luzhniki Stadium

26 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Australia Vs Peru, di Fisht Olympic Stadium

Grup D

16 Juni 2018 pukul 20.00 WIB: Argentina Vs Islandia, di Otkrytiye Arena

17 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Kroasia Vs Nigeria, di Kaliningrad Stadium

22 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Argentina Vs Kroasia, di Nizhny Novgorod Stadium

22 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Nigeria Vs Islandia. Volgograd Arena

27 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Nigeria Vs Argentina, di Krestovsky Stadium

27 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Islandia Vs Kroasia, di Rostov Arena

Grup E

17 Juni 2018 pukul 20.00 WIB: Kosta Rika Vs Serbia, di Cosmos Arena

18 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Brasil Vs Swiss, di Rostov Arena

22 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Brasil Vs Kosta Rika, di Krestovsky Stadium

23 Juni 2018 pukul 00.00 WIB: Serbia Vs Swiss, di Kaliningrad Stadium

28 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Serbia Vs Brasil, di Otkrytiye Arena

27 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Swiss Vs Kosta Rika, di Nizhny Novgorod Stadium

Grup F

17 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Jerman Vs Meksiko, di Luzhniki Stadium

18 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Swedia Vs Korea Selatan, di Nizhny Novgorod Stadium

23 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Jerman Vs Swedia, di Fisht Olympic Stadium

24 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Korea Selatan Vs Meksiko, di Rostov Arena

27 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Korea Selatan Vs Jerman, di Kazan Arena

27 Juni 2018 pukul 23.00 WIB: Meksiko Vs Swedia, di Central Stadium

Grup G

18 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Belgia Vs Panama, di Fisht Olympic Stadium

19 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Tunisia Vs Inggris, di Volgograd Arena

23 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Belgia Vs Tunisia, di Otkrytiye Arena

24 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Inggris Vs Panama, di Nizhny Novgorod Stadium

29 Juni 2018 pukul 00.00 WIB: Inggris Vs Belgia, di Kaliningrad Stadium

29 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Panama Vs Tunisia, di Mordovia Arena

Grup H

19 Juni 2018 pukul 19.00 WIB: Polandia Vs Senegal, di Otkrytiye Arena

19 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Kolombia Vs Jepang, di Mordovia Arena

25 Juni 2018 pukul 00.00 WIB: Jepang Vs Senegal, di Central Stadium

25 Juni 2018 pukul 01.00 WIB: Polandia Vs Kolombia, di Kazan Arena

28 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Jepang Vs Polandia, di Volgograd Arena

28 Juni 2018 pukul 22.00 WIB: Senegal Vs Kolombia, di Cosmos Arena

Babak 16 besar:

30 Juni 2018 pukul 21.00 WIB: Pemenang Grup C Vs Runner-up Grup D, di Kazan Arena (Laga 50)

1 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang Grup A Vs Runner-up Grup B, di Fisht Olympic (Laga 49)

Juli 2018 pukul 21.00 WIB: Pemenang Grup B Vs Runner-up Grup A, di Luzhniki Stadium (Laga 51)

2 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang Grup D Vs Runner-up Grup C, di Nizhny Novgorod Stadium (Laga 52)

2 Juli 2018 pukul 22.00 WIB: Pemenang Grup E Vs Runner-up Grup F, di Cosmos Arena (Laga 53)

3 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang Grup G Vs Runner-up Grup H, di Rostov Arena (Laga 54)

3 Juli 2018 pukul 21.00 WIB: Pemenang Grup F Vs Runner-up Grup E, di Krestovsky Stadium (Laga 55)

4 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang Grup H Vs Runner-up Grup G, di Otkrytiye Arena (Laga 56)

Babak 8 besar:

6 Juli 2018 pukul 21.00 WIB: Pemenang laga 49 Vs Pemenang laga 50, di di Nizhny Novgorod Stadium (QF 1)

7 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang laga 53 Vs Pemenang laga 54, di Kazan Arena (QF2)

7 Juli 2018 pukul 22.00 WIB: Pemenang laga 55 Vs Pemenang laga 56, di Cosmos Arena (QF3)

8 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang laga 51 Vs Pemenang laga 52, di Fisht Olympic Stadium (QF4)

Semifinal:

10 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang QF1 Vs Pemenang QF2, di Krestovsky Stadium

11 Juli 2018 pukul 01.00 WIB: Pemenang QF3 Vs Pemenang QF4, di Luzhniki Stadium

Perebutan juara ketiga:

14 Juli 2018 pukul 21.00 WIB: Kalah SF1 Vs Kalah SF2, di Krestovsky Stadium

Final:

15 Juli 2018 pukul 22.00 WIB: Pemenang SF1 Vs Pemenang SF2, di Luzhniki Stadium.
(Liputan6/FIFA/waa)

Arab Saudi Menyambut Baik Keputusan PBB dan Kecaman AS atas Campur Tangan Iran kepada Milisi Houthi

Epochtimes.id- Pernyataan Kerajaan Arab Saudi menyebutkan menyambut baik laporan PBB yang menekankan gangguan intervensi dan dukungan Iran terhadap milisi teroris Houthi.

Saudi Press Agency menyebutkan, AS sebelumnya menyebutkan Iran memasok rudal yang canggih untuk mengancam keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Arab Saudi menyambut baik sikap AS seperti disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley di Washington, Amerika Serikat. Saudi juga merespon baik atas kecaman AS terhadap aktivitas permusuhan Iran yang mendukung dan mempersenjatai kelompok teroris, termasuk milisi Hizbullah dan Houthi.

Arab Saudi dalam pernyataan resmi memperbaharui kecamannya atas rezim Iran karena mendukung afiliasinya, milisi teroris Houthi.

Kantor berita Arab Saudi menyebutkan Irak ikut bertisipasi dalam praktek agresif dan teroris Houthi, kudeta terhadap pemerintah resmi, penghancuran institusi resmi dan penindasan brutal mereka terhadap rakyat Yaman.

Kerajaan Arab Saudi menyebut Houthi terlibat penjarahan terhadap sumber daya rakyat Yaman termasuk bantuan kemanusiaan, perampasan impor minyak untuk mendukung dan membiayai kampanye teroris mereka serta serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi.

“Dukungan Iran terhadap milisi teroris Houthi merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2216 dan No. 2231, dan telah mengganggu proses politik dan memperpanjang krisis di Yaman,” tulis kantor Berita Saudi Press Agency.

Arab Saudi mengecam rezim Iran karena pelanggaran terhadap resolusi dan norma internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1559 dan No. 1701, yang melarang mempersenjatai milisi ekstra-negara di Lebanon (di bawah Bab VII), dan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2231 dan No. 2216.

Arab Saudi mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan untuk menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB dan meminta pertanggungjawaban rezim Iran atas tindakan agresifnya.

Arab Saudi juga mendesak perlunya memperketat Mekanisme Verifikasi dan Pemeriksaan PBB (UNVIM) untuk mencegah penyelundupan.

“Kerajaan menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed untuk menemukan solusi politik sesuai dengan tiga referensi di samping mendukung semua operasi bantuan dan kemanusiaan yang bertujuan untuk mengurangi penderitaan rakyat Yaman,” pungkas SPA. (asr)

Menteri Urusan Kebahagiaan di India Justru Diburu Polisi Karena Tersangka Pembunuhan

Epochtimes.id- Setahun yang lalu, Madhya Pradesh menjadi negara bagian pertama di India yang menciptakan pelayanan kebahagiaan. Negara bagian ini menjadi berita utama dengan pengangkatan Lal Singh Arya.

Namun satu-satunya “Menteri Kebahagiaan” negara tersebut adalah target dari sebuah perburuan besar yang diluncurkan di Madhya Pradesh.

Lal Singh Arya menghilang dua hari yang lalu setelah pengadilan memerintahkan penangkapannya dalam kasus pembunuhan.

Arya (53) dikaitkan sehubungan dengan dugaan pembunuhan seorang pemimpin Kongres pada tahun 2009.

Dia dijadwalkan hadir di pengadilan pada Selasa (12/12/2017).

Sebuah sumber dilansir New Delhi TV, mengatakan bahwa Menteri Utama Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, yang telah memimpin Madhya Pradesh selama 12 tahun mendesak Arya untuk mengundurkan diri sebelum kejadian tersebut.

Setahun yang lalu, Madhya Pradesh menjadi negara bagian pertama di India yang menciptakan sebuah kebahagiaan, menjadi berita utama dengan pengangkatan Arya, yang juga menangani lima kementrian lainnya.

“Tim polisi masih mencarinya. Kami yakin akan melacaknya saat itu,” kata Prashant Khare, inspektur polisi di Bhind kepada kantor berita AFP.

Menteri tersebut tidak ditemukan di kediamannya pada Selasa seperti dalam laporan Press Trust of India (PTI).

Arya ditugaskan oleh Kepala Menteri Shivraj Singh Chouhan pada bulan Januari dengan memastikan “kebahagiaan dan toleransi” bagi warga negara.

Kementrian kebahagiaan dimodelkan pada indeks “kebahagiaan nasional bruto” yang digunakan oleh Bhutan sebagai ukuran keberhasilannya.

Madhya Pradesh mengharapkan memiliki “indeks kebahagiaan” sendiri, dan telah menjanjikan program sosial termasuk yoga, meditasi dan ziarah keagamaan gratis untuk warga lanjut usia.

Dia merupakan politisi dari Partai Bharatiya Janata sebagai partai penguasa mendirikan departemen baru di negara bagian itu pada Juli 2016 silam.

Madhya Pradesh adalah negara bagian India yang memiliki penduduk sekitar 70 juta jiwa.

Madhya Pradesh negara bagian di India tengah. Ibukotanya adalah Bhopal dan kota terbesar adalah Indore dengan Gwalior, Jabalpur, dan Ujjain menjadi kota besar lainnya.

Negara ini bagian ini dijuluki jantung India karena letak geografisnya di India, Madhya Pradesh adalah negara terbesar kedua di negara ini berdasarkan wilayahnya. (asr)

Sumber : New Delhi TV

Tontowi Liliyana Melaju ke Semifinal Super Series Finals Sebagai Runner Up Grup

0

ErabaruNews – Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melaju ke babak semifinal turnamen bulutangkis BWF World Super Series Finals 2017. Namun, mereka lolos hanya sebagai runner up grup, seperti dikutip dari keterangan tertulis PBSI, Jumat (15/12/2017).

Tontowi/Liliyana gagal melaju sebagai juara grup setelah laga terakhir di penyisihan grup A BWF World Super Series Finals 2017 gagal dimenangkan. Keduanya dikalahkan ganda Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dengan skor 9-21, 21-11, 11-21.

Permainan cepat dan menyerang terus diterapkan Wang/Huang dalam laga di Hamdan Sports Center, Dubai. Kondisi ini membuat Tontowi/Liliyana terus berada dibawah tekanan. Sempat unggul jauh di game kedua, penampilan Tontowi/Liliyana kembali menurun di game ketiga.

“Kami kalah start di game pertama, istilahnya lawan sudah mendahului kami, walaupun kami main dengan pola seperti apa. Kami kurang sigap. Di game kedua, kami bisa menemukan pola kami, tetapi di game ketiga kami kembali tertekan,” ujar Tontowi, dalam keterangan tertulis PBSI.

Dengan hasil ini, Wang/Huang berada di puncak klasemen grup B, diikuti Tontowi/Liliyana. Di posisi ketiga dan keempat ada Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) dan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia), kedua pasangan terakhir dengan demikian tidak lolos ke semifinal.

Hingga Jumat sore, baru Tontowi/Liliyana yang memastikan tiket semifinal. Wakil Indonesia pada nomor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon masih harus berjuang untuk mengamankan kemenangan kedua di grup A pada Jumat malam. Sementara pasangan ganda campuran lainnya, Praveen Jordan/Debby Susanto terhenti di babak penyisihan. (waa)

Petugas Pemadam Tewas Ketika Berjibaku Memadamkan Kebakaran Hutan Kalifornia

0

EpochTimesId – Seorang petugas pemadam kebakaran San Diego, Kalifornia, Amerika Serikat tewas dalam pertempuran hebat melawan kebakaran hutan di California, yang disebut Insiden Thomas, karena terus terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di California, Santa Barbara dan Ventura.

“Saya sangat sedih melaporkan bahwa kematian petugas pemadam kebakaran telah terjadi pada Insiden Thomas,” ujar Cal Fire (pemadam kebakaran Kalifornia) dalam keterangan tertulis.

Kepala Pemadam Kebakaran Kalifornia, Ken Pimlott menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tersebut.

Tidak ada rincian tentang kematian petugas pemadam kebakaran yang diberikan dalam pernyataan tersebut, yang dirilis pada hari Kamis, 14 Desember, di halaman Facebook CAL FIRE. Dalam pernyataan tersebut, petugas tersebut diidentifikasi sebagai Teknisi CAL FIRE dari unit San Diego.

“Bergabunglah dengan kami dalam mengantar petugas pemadam kebakaran kami yang gugur, dan juga orang-orang terkasihnya dalam doa-doa Anda. Doakan juga semua personel di garis depan dalam pikiran Anda, karena mereka terus bekerja dalam kondisi yang sangat menantang,” kata Pimlott.

https://www.facebook.com/CALFIRE/posts/10156006781977390

Unit pemadam kebakaran wilayah juga menyampaikan ucapan belasungkawa.

“Ini adalah hari yang menyedihkan untuk semua. Kami berdiri bahu membahu dengan dukungan untuk saudara dan saudari kita. Doa kami pergi ke keluarga dan teman untuk kehilangan kita semua,” demikian pernyataan Unit Nevada-Yuba-Placer.

“Kami berdiri teguh untuk mendukung saudara dan saudari kita di selatan. Doa kami pergi ke keluarga, teman dan rekan kerja,” imbuh Unit Tuolumne-Calaveras.

Sampai sekarang, Kebakaran Thomas telah merenggut nyawa dua petugas pemadam kebakaran.

Serangkaian Peringatan Bendera Merah tetap berlaku di selatan, berlanjut ke California tengah karena rendahnya kemungkinan hujan, sementara angin bertiup kencang.

 

Kebakaran Thomas seluas 242.500 acre terjadi saat api menyambar pada hari Senin, 4 Desember 2017 lalu. Dalam 10 hari terakhir membakar, api telah menghancurkan 930 bangunan dan merusak 193 lainnya, menurut data Cal Fire. (TheEpochTimes/waa)

https://www.facebook.com/CALFIRE/posts/10156005931212390

Etnis Tionghoa Australia Dihasut Agar Menggulingkan Partai Liberal

0

EpochTimesId – Sepucuk surat terbuka beredar di media sosial Australia. Isinya menghasut warga etnis Tionghoa di Australia untuk menggulingkan Partai Liberal yang bersayap ekstrem kanan, dan mendesak pemilih di daerah Bennelong untuk tidak memilih John Alexander.

Seorang pria yang meneruskan surat ini dituduh telah bertemu dengan United Front Work Department Partai Komunis Tiongkok. Mereka disebut-sebut bertanggungjawab untuk memperluas pengaruhnya sampai ke luar negeri.

Sydney Morning Herald memberitakan, surat terbuka yang berisi sekitar 1.700 huruf Mandarin tersebut dikeluarkan oleh sekelompok orang yang menamakan diri ‘Kelompok Etnis Tionghoa yang Menganggap Australia Sebagai Rumah’. Ia mendesak para pemilih untuk mendukung kandidat dari Partai Buruh Australia, Kristina Keneally.

Surat terbuka tersebut menyebut Partai Liberal sebagai partai berkuasa ekstrem kanan. Sehingga partai tersebut memiliki kecenderungan untuk menentang Tiongkok, melawan warga etnis Tionghoa, menentang imigran asal Tiongkok dan menentang siswa internasional asal Tiongkok.

Surat tersebut juga menghasut warga etnis Tionghoa lokal untuk memobilisasi diri, berbagi pesan tersebut dan menggunakan hak pilihnya untuk menggulingkan Partai Liberal ekstrem kanan yang sedang berkuasa saat ini.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengumumkan kebijakan anti-spionase dan intervensi asing yang baru. Undang-undang baru tersebut menetapkan bahwa kontribusi atau donasi politik dari luar negeri kepada Australia telah dilarang.

Mereka yang mencoba mempengaruhi politik Australia dengan mengatasnamakan negara lain akan dinyatakan secara paksa ia bekerja untuk siapa. Turnbull mengungkapkan rasa keprihatinannya atas tindakan PKT untuk mempengaruhi politik dalam negeri Australia.

Senator dari Partai Buruh, Sam Dastyari, Selasa (12/12/2017) mengumumkan pengunduran diri setelah hubungan dekatnya dengan pengusaha bandar emas besar Tiongkok terekspos. Meskipun tidak diketahui siapa penulis surat terbuka itu, Sydney Morning Herald mengabarkan bahwa pria yang mengunggah surat tersebut ke WeChat bernama Yan Zehua (alih-aksara). Ia adalah seorang etnis Tionghoa berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Sydney.

Yan Zehua adalah wakil ketua United Front Work Department-Partai Komunis Tiongkok Australia. Sampai saat ini, asosiasi tersebut masih beraktivitas di bawah pimpinan seorang bandar emas yang menjadi politisi bernama Huang Xiangmo. United Front Work Department ini bertanggung jawab untuk memperluas pengaruhnya ke luar negeri.

Menurut sebuah artikel yang diposting di situs web pemerintah Shanghai, terakhir kali Yan Zehua bertemu dengan pejabat United Front Work Department Tiongkok adalah pada bulan Oktober tahun ini. Tahun 2012, Yan Zehua diminta untuk menggunakan pengaruhnya di Australia untuk mengorganisir kelompok etnis Tionghoa demi meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat dengan pemerintah Tiongkok.

Selain itu, sebuah laporan dari Shanghai Commercial Federation menunjukkan bahwa Yan Zehua juga bertemu dengan pejabat United Front Work Department sebagai anggota delegasi Asosiasi untuk Promosi Perdamaian pada tahun 2013.

Dalam sebuah wawancara dengan media Australia ‘Fairfax’, Yan Zehua awalnya membantah kabar pertemuannya dengan pejabat United Front Work Department. Namun, ia kemudian mengubahnya dengan mengatakan bahwa pertemuan mungkin saja terjadi secara tidak sengaja selama ia melakukan kegiatan di Australia dan Shanghai.

Xiong Huníng, seorang kenalan dekat Yan Zehua mengatakan bahwa masyarakat etnis Tionghoa setempat sedang berusaha mendorong para pemilih etnis Tionghoa untuk memilih kandidat dari Partai Buruh, Kristina Keneally.

“Asosiasi-asosiasi dan wadah perkumpulan etnis Tionghoa di Australia itu memiliki hubungan dekat dengan Kantor Urusan Etnis Tionghoa Luar Negeri, Tiongkok,” ujar Xiong.

Kantor tersebut merupakan badan yang memiliki kaitan dengan tugas United Front Work Department. PKT mengklaim bahwa United Front Work Department adalah sebuah ‘senjata ampuh’ karena berfungsi untuk memperluas pengaruh PKT ke luar negeri. Dengan demikian statusnya dalam politik Tiongkok pun ikut naik.

Proporsi warga Australia etnis Tionghoa di daerah Bennelong adalah yang tertinggi di antara daerah pemilihan lainnya, bahkan bisa mencapai 21 persen.

Ketika Malcolm Turnbull ditanya masalah apakah intervensi asing dapat menghambat langkah maju Partai Liberal, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sekarang juga untuk kepentingan etnis ini di Australia.

“Seluruh warga Australia, tidak peduli apa latar belakang mereka, semua pasti menginginkan para pemimpin mereka menempatkan kepentingan Australia di tempat terdepan. Itu yang saya lakukan. Sebagai Perdana Menteri, saya akan senantiasa menempatkan kepentingan Australia di tempat terdepan,” tegas Turnbull.

PKT berusaha menyandera masyarakat etnis Tionghoa, Setelah pemerintah Australia memperkenalkan undang-undang baru. Kedutaan Tiongkok untuk Australia mengatakan bahwa diskusi Australia mengenai infiltrasi PKT merupakan prasangka rasial, dan ucapan yang dengan sengaja untuk mengfitnah para mahasiswa asal Tiongkok dan masyarakat etnis Tionghoa di Australia.

Gurubesar Swinburne University, John Fitzgerald mengatakan, PKT mencoba untuk mengikat para etnis Tionghoa Australia guna mendukung kepentingannya.

“Kedutaan Besar Tiongkok sendiri tidak cukup punya keyakinan untuk memprovokasi masyarakat etnis Tionghoa di Australia,” kata Fitzgerald kepada The New York Times. “Media juga tidak menyerang masyarakat Tionghoa di Australia. Media sangat spesifik hanya memberitakan hal intervensi Partai Komunis Tiongkok di negara ini”.

Presiden National Security Institute di Australian National University, Rory Medcalf menulis dalam Australian Financial Review bahwa Australia memiliki sebuah komunitas Etnis Tionghoa yang besar dan beragam. Australia adalah surga kebebasan berekspresi bagi semua orang yang tinggal di sini. Inilah identitas nasional warga Australia.

Medcalf mengatakan, kebebasan berekspresi warga etnis Tionghoa Australia dapat menggema di Tiongkok Daratan dan berdampak pada stabilitas politik PKT. Oleh karena itu, PKT mengirim kaki tangannya untuk menekan kebebasan berekspresi dan berpendapat hingga ke Australia.
“Namun, pemerintah Australia tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi, tidak akan membiarkan sejumlah warga Australia hidup dan tinggal di lingkungan yang tidak memiliki kebebasan dan tidak aman. Inilah mengapa Australia memperkenalkan undang-undang yang baru,” tulis Medcalf. (ET/Qin Yufei/Sinatra/waa)

Satpam Robot Disebar di San Francisco untuk Atasi Masalah Tunawisma

0

ErabaruNews – Sebuah lembaga non-profit, SPCA, harus berurusan dengan protes dari warga dan legislator. Hujan protes datang setelah lembaga itu menyebar robot satuan keamanan (satpam). Mereka menyebar robot penjaga malam menghadapi gelombang kejahatan yang terkait dengan tunawisma.

Masyarakat San Francisco akhir-akhir ini mengalami masalah dengan kekejaman terhadap Hewan, pengerusakan mobil, dan kejahatan lainnya. Pelakunya diduga adalah para tuna wisma, seperti dikutip NTDTV dari Fox News.

Melihat kondisi tersebut, sebuah lembaga nirlaba akhirnya mengeluarkan robot Knightscope. Sebuah robot otonom yang disewakan sebagai penjaga malam.

“Kita sama sekali tidak bisa menggunakan trotoar saat ada jarum suntik dan tenda atau sepeda (di trotoar). Jadi dari sudut pandang tersebut, saya menemukan robot lebih mudah dinavigasi,” ujar presiden SPCA, Jennifer Scarlett, dalam sebuah wawancara dengan San Francisco Business Times.

Scarlett mengatakan bahwa setelah robot tersebut mulai berpatroli di trotoar, ada sedikit masalah kerusakan ringan pada mobil dan rusaknya tenda tuna wisma sehingga mereka kehilangan tempat tinggal. Dia menambahkan bahwa tidak mungkin untuk membuktikan bahwa robot-lah yang bertanggung jawab atas kerusakannya, walau masih ada korelasinya.

Perusahaan menyewa robot alih-alih mempekerjakan orang untuk melakukan pekerjaan itu. Karena biaya petugas satpam sangat mahal mengingat upah minimal mencapai 14 dolar AS per jam di San Francisco. Sebagai perbandingan, robot tersebut menghabiskan biaya $US 6 per jam untuk disewa.

Para tunawisma yang berkemah di trotoar menunjukkan ketidaksenangan mereka dengan para penjaga otonom itu. Setidaknya pada satu kesempatan, pemilik tenda memasukkan saus barbeque ke sensor robot, memukulinya dan membungkus robot dengan terpal.

Tapi tunawisma bukan satu-satunya pihak yang kesal. Penduduk lokal, Fran Taylor bertemu mesin itu ketika berjalan dengan anjingnya. Dia mengatakan anjingnya mulai menggonggong robot saat mendekat. Taylor berteriak pada mesin itu untuk berhenti dan robot itu berhenti hanya pada jarak 10 kaki darinya.

Taylor merasa terkejut dan terganggu dengan kehadiran robot tersebut di trotoar. Dia pun bergabung dengan sebuah komunitas pejalan kaki yang meminta pejabat setempat untuk melarang robot berada di trotoar. Dia dengan cepat mengirim email ke SPCA dan meneruskan salinannya kepada wakil rakyat setempat.

Kini, terlepas dari kemerahan dan pembersihan jalanan, Kota San Francisco memarahi SPCA karena menggunakan robocops. Otoritas kota setempat mengancam akan mengeluarkan denda $US 1.000 per hari, jika robot-robot penjaga tersebut tertangkap sedang patroli di trotoar.

“Saya bisa mengerti bahwa kita takut akan teknologi baru di jalan, dan kita harus mengajukan pertanyaan tentang hal itu. Tapi mungkin rasa marah kita bisa sedikit berkurang karena organisasi nirlaba menghabiskan banyak uang untuk keamanan pada saat yang bersamaan,” kata Scarlett kepada Business Times.

“Dalam lima tahun kita akan melihat kembali hal ini dan berpikir. Kami percaya diri dengan ini karena mereka sangat inovatif,” sambung Scarlett. (NTDTV/waa)

5 Isu Sensitif Utama Menjadi Perhatian Xi Jinping dan Presiden Korsel Moon Jae-in

oleh Xu Jian

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Rabu (13 Desember) tiba di Beijing untuk memulai kunjung kenegaraan selama 4 hari di Tiongkok.

Moon Jae-in telah bertemu Xi Jinping pada 14 Desember. Interaksi tingkat tinggi Tiongkok – Korea Selatan sedang menarik perhatian dunia.

Bulan Juli tahun lalu, pemerintah Tiongkok melancarkan kritikan keras terhadap Korea Selatan karena penempatan sistem penangkal rudal AS. Akibatnya, hubungan kedua negara ini  menjadi tegang.

Sebelum kunjungan Presiden Trump ke Asia, Tiongkok tiba-tiba mengeluarkan isyarat ingin memperbaiki hubungan.

Moon mengatakan bahwa pertemuannya dengan Xi Jinping bertujuan untuk ‘menormalkan’ hubungan kedua negara. Tetapi para pengamat internasional percaya bahwa pertemuan mereka adalah dalam rangka membahas beberapa isu penting saat ini.

Isu Korea Utara

Uji coba senjata nuklir dan rudal Korea Utara menimbulkan ancaman bagi Asia. Menurut kantor keamanan nasional Korea Selatan bahwa bagaimana cara mengekang program Korea Utara akan menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan tingkat tinggi hari Kamis kemarin.

Sejak Moon Jae-in menjabat presiden, Korea Utara sudah melakukan total 11 kali uji coba rudal. 2 pekan lalu, Korea Utara meluncurkan ‘Huasong-15’ yang membuat ketegangan kembali meningkat dan pemberian sanksi lebih lanjut oleh PBB.

Hari Senin (4 Desember) Militer Korea Selatan dan AS memulai latihan pertempuran udara. Beijing berulang kali meminta diberlakukannya ‘moratorium ganda’ (AS dan Korsel menghentikan latihan militer dan Korut menghentikan uji coba senjata nuklir).

Isu THAAD

Isu tersebut merupakan isu yang paling menghambat kelancaran hubungan Tiongkok – Korea Selatan. pemerintah kedua negara telah berupaya untuk mencapai beberapa pemahaman umum mengenai penyelesaian masalah sulit ini, namun tetap masih memiliki perbedaannya.

Sebelumnya, media luar mengatakan bahwa kedua kepala negara telah bersepakat untuk  tidak mengeluarkan pernyataan bersama dan tidak akan mengadakan konferensi pers bersama. Kecuali masing-masing pihak yang memberikan siaran pers kepada media.

Bulan Juni tahun ini, Moon Jae-in bersedia menangguhkan penyebaran lebih lanjut THAAD, tetapi Beijing menuntut agar Seoul secara resmi berjanji untuk tidak menggunakan perangkat peluncur atau bergabung dengan sistem pertahanan rudal regional Amerika Serikat.

Sebelum berangkat, Moon Jae-in menerima sebuah wawancara dari Stasiun TV Nasional Tiongkok CCTV. Sikap kasar dengan sifat menyerang dalam pertanyaan soal THAAD yang diajukan reporter TV Tiongkok kepada Moon telah membangkitkan ketidakpuasan masyarakat Korea.

Isu larangan perjalanan wisata

Perbedaan pendapat soal THAAD menyebabkan otoritas Tiongkok mengeluarkan larangan melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Menimbulkan penurunan tajam jumlah wisatawan asal Tiongkok.

Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Korea Selatan selama liburan panjang di awal bulan Oktober tahun lalu mengalami penurunan sebanyak 70% dari tahun lalu.

Sebelum kunjungan Moon kali ini, otoritas Beijing pada bulan lalu telah melonggarkan sebagian larangan perjalanan kelompok, ijin untuk mengadakan perjalanan ke Korea Selatan dalam kondisi tertentu hanya diberikan kepada agen-agen perjalanan di Beijing dan Shandong.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh bagian anggaran dari Kongres Korea Selatan pada 3 Desember dapat diketahui bahwa devisa negara dari penerimaan wisatawan Tiongkok tahun 2017 saja sudah berkurang sebesar RMB.45.5 miliar. Masyarakat luar menduga bahwa Moon bisa jadi akan mempengaruhi Tiongkok untuk menghapus seluruh larangan perjalanan itu.

Isu Perdagangan kedua negara

Perbedaan dalam THAAD juga membuat Tiongkok melakukan pemboikotan terhadap perusahaan Korea Selatan di Tiongkok. Hyundai dan Lotte Group mengalami dampak paling serius.

alah satu tujuan utama Moon bertemu Xi adalah mencoba untuk memperbaiki stagnasi ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Menurut Reuters, perjalanan Moon ke Tiongkok kali ini diikuti oleh lebih dari 300 orang eksekutif senior perusahaan dari berbagai bidang usaha di Korea Selatan.

Menurut data tahun 2016, komoditas Korea Selatan yang diekspor ke Tiongkok mencapai 25,1% dari total ekspor Korea Selatan pada tahun itu. Media Korea Selatan melaporkan bahwa Moon Jae-in berharap melalui kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan antar kedua bangsa, ia dan Xi Jinping dapat menandatangani beberapa perjanjian perdagangan baru.

Isu pertemuan tingkat tinggi Tiongkok – Jepang – Korea Selatan

Akibat hubungan dingin yang menyelimuti ketiga negara. pertemuan tingkat tinggi yang semula akan digelar pada bulan Juli tahun ini dibatalkan. Presiden Moon Jae-in berkeinginan untuk merealisasikan pertemuan tersebut pada tahun 2018. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Sepanjang Tahun 2017 Sebanyak 41 Jurnalis Tiongkok Dipenjara

oleh Luo Tingting

Epochtimes.id- Committee to Protect Journalists (CPJ) yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia mencapai 262 orang, dan Tiongkok menjadi salah satu negara terburuk di dunia karena memenjarakan 41 orang jurnalis mereka.

Komite Perlindungan Jurnalis pada 13 Desember menerbitkan laporan baru yang menyebut Turki, Tiongkok dan Mesir sebagai negara-negara terburuk karena memenjarakan 134 dari total 262 (51 %) orang jurnalis dalam tahun 2017.

Selama dua tahun berturut-turut, Turki memenjarakan paling banyak jurnalis mereka. Dalam tahun 2017, 73 orang jurnalis dipenjara dan belasan lainnya masih menghadapi putusan pengadilan. Tiongkok tahun ini ada 41 orang dan tahun lalu 38 orang.

Laporan menyebutkan bahwa tuduhan terhadap para jurnalis yang paling umum digunakan oleh pengadilan ketiga negara itu adalah subversif.

Sebagaimana telah diketahui bahwa CPJ telah mengadakan survei tahunan sejak era 1990. Daftar ini berdasarkan data para jurnalis yang dipenjara per 1 Desember 2017.

Daftar tersebut hanya mencakup para jurnalis yang telah dipenjara karena telah menjalani tugas mereka tetapi tidak termasuk sejumlah jurnalis yang dipenjara dan dibebaskan tahun ini.

Selama bertahun-tahun Tiongkok dikritik dunia karena menghalangi kebebasan pers di negaranya. PBB telah menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia. Freedom House di Washington DC pada 28 April merilis ‘Laporan Kebebasan Pers tahun 2017’.

Laporan menunjukkan bahwa Tiongkok dan Rusia pada tahun lalu telah menambah halangan untuk kebebasan pers. Sementara itu, kebebasan pers global telah turun ke level terendah dalam 13 tahun terakhir.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tingkat kebebasan Pers Tiongkok menempatkan urutan bawah di dunia, hanya berada di urutan 186 dari total 199 negara dan wilayah di dunia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah memberlakukan tindakan keras yang paling parah terhadap kritikan dan komentar siber.

Zhang Haitao, seorang aktivis hak asasi manusia di Xinjiang, dijatuhi hukuman 19 tahun penjara karena berulang kali mengkritik kebijakan Partai Komunis Tiongkok di media sosial.

Direktur Senior Freedom House Sarah Repucci mengatakan : “Tahun ini kita melihat pemerintah Tiongkok berusaha untuk menindak keras media sosial yang merupakan satu-satunya saluran yang dapat memberikan suara secara independen. Otoritas juga terus melakukan pemeriksaan ketat terhadap media, memberikan tekanan pada para jurnalis dan mengontrol setiap berita yang diberikan kepada media.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2016, setidaknya sekitar 100 orang wartawan, blogger, warga Tibet, Uighur dan praktisi Falun Gong dijatuhi hukuman penjara karena berbagi informasi melalui media sosial atau online.

BBC bahasa Mandarin dalam laporannya mengatakan : Meninjau keseluruhan pengalaman para jurnalis Tiongkok sejak berdirinya pemerintahan PKT, yakni selama 30 tahun sejak 1949 hingga 1980, para jurnalis Tiongkok hanya diijinkan untuk memikul satu tanggungjawab, yaitu menjadi corong suara partai. Jika melaporkan berita negatif berarti yang bersangkutan menghambat perjuangan partai yang digolongkan sebagai tindakan kontra-revolusioner.

Meskipun dalam konstitusi, pemerintah Tiongkok menetapkan berlakunya kebebasan berbicara dan publikasi, tetapi tidak berfungsi karena kurangnya perlindungan hukum.

Sudah banyak tokoh media Tiongkok selama 30 tahun lalu menyerukan agar Undang-undang Pers dibuat dan diberlakukan.

Namun, hingga tahun 1988, otoritas terkait baru melakukan usaha sebatas mulai merancang aturan mainnya, dan sampai sekarang, puluhan tahun sudah lewat, undang-undang tentang pers masih belum juga adad. Kalaupun peraturannya sudah dibuat, apakah bisa terealisasi juga masih perlu dipertanyakan.

Chen Yun, seorang petinggi militer jaman Mao Zedong pernah mengeluarkan ucapan yang mungkin dapat menjelaskan mengapa tidak ada undang-undang pers di Tiongkok.

“Undang-undang pers sudah ada pada era Kuomingtang berkuasa, dan kita orang-orang komunis memanfaatkan celah-celahnya untuk kepentingan dan tujuan kita. Sekarang kita yang berkuasa, saya pikir jangan lagi ada undang-undang itu lagi. Karena jika tidak ada hukum kita yang mengambil inisiatif. apa yang kita inginkan dapat kita lakukan,” katanya. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Jurnalis Foto Korsel yang Mengikuti Kegiatan Presidennya di Tiongkok Diserang Polisi Beijing

oleh Chen Juncun

Epcohtimes.id- Dua orang jurnalis foto Korea Selatan yang meliput kegiatan Presiden Moon Jae-in di Beijing, Tiongkok mendapat serangan dari polisi Beijing, Kamis (14/12/2017).

Pihak Korea Selatan telah menyampaikan sikap protes atas tindakan polisi Beijing yang membuat kedua wartawan itu terluka, dan menuntut permintaan maaf secara formal.

Media Korea Selatan ‘Korea Times’ melaporkan, insiden pemukulan tersebut terjadi pada hari Kamis sekitar pukul 11 siang.

Pada saat kejadian tersebut, Moon Jae-in dan pengawalnya sedang beranjak meninggalkan sebuah pusat pameran komersial di Beijing, diikuti dari belakang oleh sekelompok jurnalis foto Korea Selatan yang sedang meliput adegan. Namun langkah mereka dihentikan oleh polisi Beijing yang berjaga-jaga. Bahkan 2 orang wartawan di antaranya tiba-tiba mendapat serang tanpa alasan.

Kedua jurnalis foto tersebut adalah adalah Mr. Ko dari media ‘Korea Daily’ dan Mr. Lee dari ‘Daily Economic News’ mereka ini dipegang kerah bajunya, dijatuhkan ke tanah kemudian ditendang oleh beberapa anggota di antara satu kelompok polisi yang terdiri dari sekitar 15 orang.

Luka yang dialami oleh Mr. Ko tidak mengkhawatirkan tetapi Mr. Lee lebih serius dan dilarikan ke rumah sakit. Mr. Lee mengalami bengkak di kelopak matanya juga mimisan.

Seorang wartawan foto lainnya yang berada di sana bermaksud untuk merekam kejadian itu, tetapi dihalangi polisi dan kameranya disita.

‘Yonhap’ melaporkan bahwa pusat pameran dagang saat itu sedang menjadi tuan rumah sebuah pameran dagang yang diikuti oleh sekitar 200 perusahaan Korea Selatan dan sekitar 500 perusahaan pembeli potensial Tiongkok. Ada sekelompok wartawan Korea Selatan yang terdiri dari 14 orang sedang melakukan peliputan berita di sana.

Saat Moon hendak beranjak meninggalkan sebuah stan Korea Selatan, polisi Beijing langsung menghalangi langkah maju para wartawan itu, tidak mengijinkan mereka mengikuti Moon Jae-in dari belakang. Saat itu, mereka memprotes sehingga satu dari mereka diseret ke luar dari gedung pameran dagang oleh polisi.

Meskipun wartawan lain termasuk pejabat Korea Selatan (pejabat dari Cheong Wa Dae) melakukan protes keras tetapi wartawan itu tetap dipukuli hingga mengalami luka.

Seorang pejabat Cheong Wa Dae mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan sudah menyampaikan sikap protes atas insiden tersebut dan menuntut pihak Tiongkok untuk meminta maaf secara resmi.

Pejabat tersebut kemudian mengatakan, polisi-polisi itu mungkin saja adalah para petugas keamanan gedung yang menyelenggarkan pameran, tetapi jelas berada di bawah komando Kepolisian Beijing.

Kunjungan Moon Jae-in ke Tiongkok ini dipandang sebagai perjalanan pemecah kebekuan untuk memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara.

Masyarakat internasional tentu juga berharap Moon akan membawa isu senjata nuklir Korea Utara sebagai salah satu topik pembahasan tingkat tinggi.

Presiden Moon Jae-in telah bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada 14 Desember siang hari untuk pembicaraan tingkat puncak. Sorenya, mereka beserta ibu negara dan delegasi Korea Selatan hadir dalam jamuan makan malam. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Singa Betina Berlari dan Menerjang Seorang Pria Tampak Menakutkan Tapi Berakhir sempurna

0

ErabaruNews – Seekor singa betina berlari cukup kencang menuju seorang pria. Segera saja, singa betina itu melompat ke atas tubuh sang Pria. Scene itu berakhir dalam pertunjukan kasih sayang yang bagi sebagian besar orang sesungguhnya tampak mengerikan.

Menurut Daily Mail, singa betina tersebut menyapa pria yang pertama kali mengadopsinya. Artikel tersebut mengklaim bahwa pria tersebut menyelamatkannya ketika masih kecil, dan kemudian membawanya ke yayasan Black Jaguar White Tiger untuk mendapat perawatan khusus.

Memang, tampaknya berbahaya saat raja kucing itu mendekati sang Pria. Tapi segera menjadi jelas bahwa ‘Lioness’ hanya menyapa ‘bapak angkatnya’ seperti menyapa kaumnya sendiri.

Rekaman tersebut berasal dari reuni yang terjadi pada tahun 2015, menurut Daily Mail.

Black Jaguar White Tiger Foundation memiliki cuplikan up-close-dan-pribadi lain dari reuni semacam itu dari tahun yang sama dalam sebuah video berjudul, ‘Kiara menyukai saat-saat Adolfo, ayah angkatnya, mengunjunginya’.

Black Jaguar White Tiger Foundation telah menjadi sensasi melalui pemilik banyak posting media sosial Eduardo Serio yang menunjukkan dirinya bermain-main dengan kucing liar. Menurut situs web organisasi tersebut, misi mereka adalah untuk menyelamatkan Big Felines dari kekejaman dan memberi mereka gaya hidup terbaik.

https://www.facebook.com/jaguarandtiger/posts/790134694521195:0

Situs tersebut juga mengatakan bahwa lebih dari 300 singa, harimau, jaguar, macan tutul, serviks dan lynxes telah diselamatkan. Mereka diselamatkan dan dirawat bersama 200 individu dari berbagai spesies hewan lainnya.

Tidak ada lokasi yang terungkap di situs web yayasan tersebut. Namun laman Tentang Kami menyatakan bahwa organisasi tersebut adalah organisasi nirlaba, yang beroperasi di Amerika Serikat dan Meksiko.

Laporan tentang selebriti yang mengunjungi properti tersebut hanya membantu reputasinya tumbuh. Baru bulan lalu, sebuah laporan Daily Mail menunjukkan foto penyanyi pop Demi Lovato yang berpelukan dengan singa di sana. Foto-foto itu juga menunjukkan Lovato berpose bersama Serio.

Artikel tersebut juga berbicara tentang bagaimana Khloe Kardashian dan Kendall Jenner berkunjung saat sebuah episode, ‘Keeping Up With The Kardashians’. Paris Hilton, Debra Messing, dan Kellan Lutz juga dilaporkan telah berkunjung.

Meskipun situs web mengizinkan masyarakat umum untuk menyumbang, dengan paket donasi mulai dari $US 25 sampai $US 1.000 per bulan, tidak ada yang menyebutkan masyarakat umum yang memiliki akses ke hewan di lokasi tersebut. Namun artikel Daily Mail sebelumnya menyatakan bahwa paket sumbangan tertinggi menawarkan kesempatan untuk menghabiskan beberapa hari dengan hewan yang disponsori. Itu mungkin sudah terjadi sebelumnya.

Namun ada penolakan terhadap organisasi tersebut, termasuk upaya dari para konservasionis dan yang lainnya untuk menghentikan adopsi hewan, seperti yang terpapar di halaman Facebook Black Jaguar.

Halaman ini sering mengkritik dan menyebut mereka ‘pembenci’ atau ‘pengecut’. Situs web 911 Animal Abuse mencantumkan sejumlah kritik tentang Black Jaguar White Tiger Foundation dan bagaimana hewan ditangani di sana. (NTD/waa)

Waspadalah! Silica Gel Buatan Tiongkok yang Meletus Bisa Membuat Mata Buta

0

ErabaruNews – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di kota Zhengzhou, Henan, menghabiskan sebungkus makanan ringan, baru-baru ini. Dia lalu iseng membuka bungkusan kecil berisi silica gel yang umumnya disertakan oleh pabrik pembuat makanan untuk menjaga kualitas produknya.

Bocah itu lalu memasukkan butiran silica ke dalam botol plastik bekas minuman yang berisi air. Tak lama kemudian terjadilah letusan dari botol tersebut, dan bola mata sebelah kanannya terkena percikan cairan dalam botol itu. Hanya dalam 20 menit, bola mata kanan anak itu meleleh dan buta untuk selamanya.

Media Tiongkok melaporkan bahwa bocah laki-laki bernama Keke itu sedang menikmati makanan ringan kesukaannya di rumah usai pulang mengikuti ujian sekolah.

Sesungguhnya, sang ibu sudah langsung berinisiatif segera membawa Keke ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Namun sayang, bola mata kanannya sudah terlanjur meleleh. Dia harus rela kehilangan fungsi penglihatan meskipun tidak membahayakan jiwanya.

Mengapa sebuah kantong kecil berisi silica desiccant dapat menyebabkan luka yang cukup serius?

Menurut survei bahwa sebagian besar bahan desiccant dalam bungkusan makanan buatan Tiongkok itu adalah kapur tohor. Bahan itu juga dikenal sebagai kalsium oksida (CaO).

Begitu bahan tersebut berkontak dengan air, maka akan langsung berubah menjadi kalsium hidroksida. Ini adalah cairan alkali korosif yang kuat dan mudah menimbulkan letusan dan menyebabkan luka-luka.

Dilaporkan bahwa sering terjadi insiden serupa di Daratan Tiongkok. Pada tahun 2011, seorang siswa kelas tiga SMP di Taiyuan, provinsi Shanxi menempatkan bungkusan pengering itu ke dalam termos air dan ledakannya menyebabkan mata kanannya buta.

Pada bulan Juli 2013, seorang siswa kelas dua di Jiangsu melakukan tes ledakan desiccant yang airnya melukai lengannya karena kurang berhati-hati.

Kemudian, pada tahun 2015, seorang balita berusia 5 tahun Zhejiang membuka bungkusan pengering itu tanpa berhati-hati sehingga butiran desiccant itu masuk ke mata. Sehingga menyebabkan ke dua bola matanya mengalami luka bakar.

Oleh karena itu, laporan tersebut mengingatkan kepada para orang tua untuk berhati-hati jangan sampai bungkusan pengering kecil itu digunakan untuk mainan saat anak-anak menikmati makanan cemilan. Agar tidak menyesal seumur hidup jika kecelakaan terjadi. (NTDTV/Luo Tingting/Sinatra/waa)

Wanita Afghanistan yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Menunjukkan Angka Peningkatan

Epochtimes.id- Lembaga Women and Children Legal Research Foundation menyebutkan Wanita Afghanistan yang menghadapi pelecehan seksual di negara itu menunjukkan angka peningkatan.

Data tersebut berdasarkan survei yang baru dirilis seperti dilansir oleh media setempat, Ariananews.af, Kamis (14/12/2017).

Pelecehan seksual dianggap sebagai jenis kekerasan yang paling meningkat terhadap perempuan di berbagai tempat, termasuk lingkungan kerja, jalanan dan pasar di Afghanistan.

Survei yang telah dilakukan di lima provinsi menunjukkan bahwa fenomena tersebut berkembang di negara ini.

Sebanyak 60 anggota komisi provinsi yang bertugas melakukan penghapusan kekerasan terhadap perempuan telah diminta dalam survei tentang persepsi masyarakat terhadap perempuan yang dilecehkan secara seksual.

Sektitar 27 persen orang menggambarkan para korban sebagai penyebab, sementara 19 persen mendukung para korban.

hasil lainnya sektiar 30 persen responden menyatakan bersedia menghukum korban dan 24 persen telah mengindikasikan ketidaksepakatan dengan kegiatan para perempuan dan yang bekerja di luar rumah.

Kepala Urusan Wanita di provinsi Balkh mengungkapkan keprihatinan atas situasi tersebut. Dia mengatakan bahwa faktor utama di balik kekerasan terhadap perempuan adalah budaya, ketidakamanan dan buta huruf.

Women and Children Legal Research Foundation (WCLRF) adalah yayasan yang didirikan pada Maret 2003 di Kabul, Afghanistan.

Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk melawan ketidakadilan dan tradisi berbahaya yang menyakiti perempuan dan anak-anak di Afganistan.

Misi jangka lembaga ini adalah untuk menangani semua masalah sensitif yang mempengaruhi wanita Afghanistan dan kesehatan dan kesejahteraan anak perempuan.

Lembaga ini menyatakan tujuan obyektif WCLRF adalah untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak untuk membela dan mengakses hak asasi mereka
terutama kehormatan, prestasi, akses terhadap keadilan dan kesetaraan.

WCLRF melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi tuntutan perempuan dan anak-anak di seluruh negeri, dan meningkatkan dukungan mereka untuk advokasi, serta mendorong pria untuk mengubah rumah tangga dan tempat umum sebagai surga bagi wanita dan anak-anak. (asr)

Sumber : Ariananews.af

Ini Alasan di Balik Membaiknya Hubungan Tiongkok – Korea Selatan

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 13 Desember mengunjungi Tiongkok. Mengenai hubungan kedua negara yang tiba-tiba berubah hangat, media Jepang menganggap hal itu terutama disebabkan karena 2 alasan.

Sebelumnya, hubungan kedua negara tersebut sempat memburuk gara-gara penempatan senjata penangkal rudal THAAD.

Namun, pada 31 Oktober, kedua negara melalui media resmi mereka tiba-tiba mengumumkan kesepakatan untuk memulihkan hubungan baik melalui meningkatkan komunikasi dalam penyelesaian isu THAAD dan kerjasama di segala bidang.

Sebelum Kongres Nasional ke 19, Tiongkok dan Korea Selatan sama-sama menghadapi situasi untuk memperbaharui ‘kesepakatan pertukaran mata uang’, tetapi sulit terlaksana akibat konflik isu THAAD.

Seoul awalnya mengira tidak ada harapan. Namun, Beijing secara tidak terduga sepakat untuk memperbarui kesepakatan tersebut. Media Korea Selatan mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menunjukkan langkah bersemangat yang sangat langka dalam memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara.

‘Nihon Keizai Shimbun’ dalam ulasannya menyebutkan, Beijing yang selama ini terus menyuarakan kritikan atas penempatan THAAD di Korea Selatan tiba-tiba menunjukkan sikap  proaktif dalam memperbaiki hubungan Tiongkok – Korea Selatan.  Tujuannya adalah menghendaki Jepang, AS dan Korea Selatan bersatu dalam menghadapi isu nuklir Korea Utara.

‘Nihon Keizai Shimbun’ mengatakan, Presiden Moon juga menganggap penting perbaikan hubungan diplomatik dengan Tiongkok karena alasan ingin mengundang Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Februari 2018.

Dengan latar belakang negara-negara peserta sedang mencurahkan perhatian pada situasi keamanan di Semenanjung Korea, pemerintahan Moon berharap bisa mempromosikan ‘Olimpiade Pyeongchang yang damai.’

Untuk mensukseskan Olimpiade Musim Dingin, Korea Selatan akan berusaha untuk menghindari peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea.

Moon saat ini berada dalam posisi yang sulit, di satu sisi ia menghadapi kesepakatan dengan sekutunya AS untuk menambah tekanan sampai maksimal kepada Korea Utara. Tetapi di sisi lain, ia juga khawatir kalau intensifikasi kontradiksi antara AS dengan Korea Utara menimbulkan konflik sporadis. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com