Mengucilkan London Pasca Brexit Berbahaya Bagi Uni Eropa

EpochTimesId – Kota London harus tetap didukung oleh Eropa guna menjadi pusat keuangan global setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit). Menteri Keuangan Luksemburg, Pierre Gramegna mengatakan dukungan untuk London guna menghindari layanan keuangan melayang ke bagian lain dunia di luar Eropa.

Pusat keuangan seperti Luxembourg, Paris dan Frankfurt saling bertarung untuk menarik perhatian bank. Perusahaan asuransi dan manajer aset di Inggris yang membutuhkan basis Uni Eropa (EU) setelah Inggris meninggalkan blok tersebut pada 2019.

Perusahaan dari seluruh Uni Eropa menggunakan London untuk perdagangan mata uang, derivatif dan mengelola dana investasi. Beberapa pembuat kebijakan EU menginginkan bagian dari aktivitas ini bergeser ke Eropa daratan setelah Brexit, demi menghindari bergantung pada kota yang akan segera menjadi pusat keuangan asing bagi EU.

“Ini lebih merupakan masalah mendesak daripada yang dipikirkan orang. Ini kunci bagi Eropa… bahwa pusat keuangan nomor satu di dunia tetap berada di Eropa (walau bukan di Uni Eropa),” kata Gramegna di London School of Economics, seperti dikutip dari TheEpochTimes, Rabu (25/10/2017).

Gramegna melanjutkan, ada kebutuhan untuk memanfaatkan Kota London bagi Eropa, guna memastikan bahwa London terus berkinerja baik. Menghukum London untuk tidak mendapatkan potongan kue adalah pemikiran yang pendek.

Tidak ada kesepakatan setelah Brexit tidak akan menguntungkan Uni Eropa. Tidak ada kerjasama pasca Brexit justru akan membuat jasa layanan keuangan Inggris pindah ke negara-negara di luar Eropa.

“Inggris kemudian, dalam arti tertentu, hanyut ke Atlantik. Saya menemukan bahwa kesepakatan akhir yang seimbang dengan Inggris, khususnya untuk layanan keuangan, adalah untuk kepentingan Eropa itu sendiri,” tambah Gramegna.

Inggris dan Uni Eropa telah mengadakan beberapa pertemuan untuk menyetujui penyelesaian perceraian. Hanya sedikit kemajuan yang diperoleh terkait pembicaraan mengenai hubungan perdagangan di masa depan.

Gramegna menolak menyebutkan angka pada rekening perceraian Inggris. Menurutnya itu adalah sebuah batu sandungan utama.

“Berapa nilai akses ke pasar tunggal EU? Bisakah kamu menempatkan sosok itu? Saya tidak bisa. Uang sebenarnya bukan yang terpenting,” katanya.

Mengenai hubungan dagang Inggris di masa depan dengan Uni Eropa, dia mengatakan bahwa Swiss telah menunjukkan bagaimana hal itu dapat bekerja ketika menyangkut pergerakan bebas orang-orang. Hal yang oleh rakyat Inggris ingin mengekangnya.

Dia mendesak politisi Inggris dan Uni Eropa untuk tidak mendramatisir perceraian dan menghindari diplomasi megafon. Mereka diminta untuk fokus pada masalah faktualnya.

“Kita harus tidak boleh berpuas diri, atau mencoba menghukum Inggris. Tidak memiliki kesepakatan perdagangan akan buruk bagi kedua belah pihak,” katanya.

Menurutnya masa transisi antara Brexit dan persyaratan perdagangan baru, diperlukan untuk meyakinkan pelaku bisnis. “Tekanan pada perusahaan jauh lebih tinggi daripada yang diantisipasi pemerintah,” katanya.

Perusahaan teknologi keuangan di London, misalnya, telah bertemu dengan Luksemburg, mengatakan bahwa mereka memerlukan akses ke pelanggan UE setelah Brexit. “Ini jauh lebih penting daripada yang dipikirkan orang,” kata Gramegna. (waa)

Rusia Siap Uji Coba Rudal Nuklir Baru Antar Benua

EpochTimesId – Rusia bersiap untuk uji coba rudal nuklir balistik antar benua yang baru. Negara terbesar warisan Uni Soviet ini mengklaim rudal baru ini dibuat untuk dapat menembus pertahanan rudal Amerika Serikat dan sanggup menghancurkan area seluas negara bagian Texas.

Uji coba awal akan dilakukan di Cosmodrome Plesetsk, sekitar 500 mil sebelah utara Moskow. Rudal baru, yang dijuluki RS-28 Sarmat, diumumkan Desember tahun 2016 lalu oleh Kolonel Jenderal Sergey Karakayev.

Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia itu mengatakan, rudal nuklir siap untuk diproduksi massal di Pabrik pembuatan mesin Krasnoyarsk.

Desain dan konstruksi rudal baru, dimulai pada tahun 2009. Mesin tahap pertama berhasil diuji pada 10 Agustus 2016. Rudal baru ini ditargetkan siap digunakan pada tahun 2019 atau 2020.

Sarmat ditargetkan siap untuk melakukan pengujian pada awal tahun ini. Namun rudal maupun ruang kendali peluncuran tidak selesai sesuai jadwal. Ruang kendali seharusnya cukup kokoh untuk menahan tujuh serangan nuklir berturut-turut.

Rudal tersebut dilaporkan memiliki berat lebih dari 100 ton, dengan muatan 10 sampai 15 MIRV (multiple independent reentry vehicles). Yaitu 15 hulu ledak self-guide yang lebih kecil, yang masing-masing dapat menyerang target yang berbeda.

Kantor berita RIA Novosti milik negara Rusia melaporkan bahwa masing-masing hulu ledak bisa mencapai berat 750 kiloton.

Dalam konfigurasi alternatif, rudal itu bisa membawa sepuluh hulu ledak yang lebih berat, atau 24 hulu ledak glider ringan. Rudal tersebut juga dapat melakukan tindakan pencegahan anti-rudal yang dirancang untuk mengalahkan sistem pertahanan udara.

Sarmat diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 7000 mil. Rudal ini diprediksi memiliki laju lebih cepat dari rudal pada umumnya, agar tidak mampu dihentikan oleh sistem pertahanan udara.

RIA telah melaporkan bahwa Sarmat memiliki berat muatan sekitar lima ton. Namun, Michael Kofman, seorang ilmuwan riset dari Pusat Analisis Naval nirlaba di Washington DC tidak yakin dengan klaim tersebut.

“Jika RIA benar, dan mungkin tidak benar, bagaimana Anda bisa memasukkan 10 hulu ledak dengan berat masing-masing satu ton ke dalam rudal seberat lima ton? Ada banyak pertanyaan yang beredar tentang klaim yang bertentangan tentang kekuatan lemparan, hulu ledak dan alat bantu penetrasi,” ujar Kofman.

RS-28 Sarmat akan menggantikan rudal R-36M. Sepertinya, rudal baru akan menghadapi rudal NATO ‘SS-30 Satan 2’ saat siap digunakan. NATO menyebut R-36M sebagai ‘SS-18 Satan’. R-36 telah menjadi rudal utama Rusia sejak 1974.

Sarmat memiliki sekitar setengah dari jangkauan dan berat R-36M. RS-28 Sarmat akan menggantikan R-36M di pangkalan udara Dombarovsky Air Base di tenggara Rusia, dan Uzhur di Rusia tengah. (waa)

Kartel Narkoba Meksiko Gunakan Drone Jadi Senjata Pembunuh

0

EpochTimesId – Polisi Federal Meksiko menangkap empat orang anggota genk kartel narkoba yang mengendarai sebuah kendaraan curian di Guanajunto, di Meksiko Tengah. Mereka menemukan sebuah senjata yang diklaim bisa mengubah peta persaingan dalam perang antar kartel narkoba.

Mereka menemukan pesawat tanpa awak yang dipasangi sistem persenjataan pada bagasi mobil. Drone pembunuh itu ditemukan bersama senapan otomatis jenis AK-47, dalam operasi penangkapan yang digelar pada 20 Oktober 2017 lalu.

Pesawat tak berawak jarak jauh itu bisa dibeli secara online dengan kisaran harga $US 229. Namun drone itu dilengkapi dengan bom rakitan.

Fakta penangkapan tersebut mengungkap fakta bahwa kartel obat bius Meksiko telah berhasil merancang bom terbang untuk melakukan pembunuhan terhadap orang yang ditargetkan. Penggunaan teknologi remote control untuk senjata rakitan itu sebelumnya juga digunakan oleh kelompok teroris komunis Kolombia, FARC dan ISIS.

Peneliti senior pada jurnal Small Wars Journal-El Centro, Dr Robert Bunker dan Dr John Sullivan dalam sebuah wawancara via email mengatakan bahwa perkembangan persenjataan kartel semacam itu sudah tidak terelakkan lagi.

“Sebuah pemberontakan kriminal telah berkecamuk di Meksiko selama lebih dari satu dekade. Lebih dari 100.000 peristiwa pembunuhan telah terjadi,” kata Bunker via email, dikutip dari The Epoch Times.

Pemberontakan di Meksiko mengaburkan batas antara aktivitas kriminal dan perang. Konflik tersebut juga terus berkembang dalam strategi penggunaan senjata pembunuh.

“Strategi teroris, baik taktik, teknik, dan prosedur semakin berkembang. Dari penggunaan perisai manusia dan sekarang penggunaan pesawat tak berawak atau drone,” ujar Dr Bunker.

Para ahli memperingatkan tentang tren bom terbang dan dampaknya terhadap keamanan AS.

Penggunaan drone bom adalah sebuah tren. Sebelumnya kartel obat bius di Meksiko juga sudah menggunakan pesawat tak berawak untuk menyelundupkan obat terlarang melintasi perbatasan menuju Amerika Serikat.

Laporan Small Wars Journal mencatat bahwa antara tahun 2012 dan 2014 kartel menghasilkan sekitar 150 aksi dengan pesawat tak berawak ke Amerika Serikat. Mereka juga telah menggunakan pesawat tak berawak untuk beragam kebutuhan, seperti mengumpulkan informasi untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Tren berikutnya adalah alat peledak yang ditemukan di pesawat tak berawak. Inilah yang oleh pemberontak disebut bom kentang, atau “Papas Bombas”, atau “Bombas de impacto”, yang terdiri dari bahan peledak yang dibungkus bola dengan pecahan peluru.

Laporan tersebut mencatat bahwa bom tersebut telah digunakan oleh Cártel de Jalisco Nueva Generación dan oleh komplotan pemberontak FARC.

Setidaknya empat kasus Papas Bombas atau Bom Kentang yang digunakan dalam serangan di Meksiko sejak Februari 2017. Ide untuk memasang bom kentang ke pesawat tak berawak bukan konsep baru, tapi sudah menjadi senjata andalan yang digunakan oleh kelompok teroris.

Teroris ISIS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk membawa dan menjatuhkan bom ke sasaran. Penggunaan semacam itu diketahui dan telah diidentifikasi dalam tindakan taktis ISIS yang terjadi pada awal Desember 2015 di Tishrin, Suriah dan Juni 2016 di Khan Touman, Suriah.

Menurut Bunker keempat orang yang ditangkap dengan senapan dan bom itu belum pasti adalah anggota kartel CJNG. Namun, teknologi dan barang-barang lain yang disita dalam penangkapan, dan lokasi penangkapan memang mendukung fakta tersebut.

Bunker mencatat bahwa Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) telah menggunakan senjata semacam itu, dan penangkapan tersebut terjadi di Guanajunto. Itu adalah lokasi CJNG berjuang untuk mengendalikan dua kartel obat lain, Los Zetas dan kartel Sinaloa.

“Kami bekerja di bawah asumsi bahwa pesawat tak berawak ini mungkin terkait CJNG namun tidak ada bukti keterkaitan yang terkonfirmasi untuk saat ini,” kata Bunker.

Bunker menyatakan bahwa dia berbicara di Mexico City pada bulan Juni 2017 di sebuah konferensi Kendaraan Bermotor Amerika Latin. Di sana dia mengangkat isu kartel menggunakan pesawat tak berawak sebagai senjata.

Dia mengatakan penggunaan pesawat tak berawak akan segera menempatkan situasi polisi negara bagian dan polisi federal Meksiko serta militer secara defensif. Posisi itu akan bertahan hingga mereka dapat meluncurkan teknologi untuk melawan perangkat teknologi yang tidak dimiliki pemerintah daerah saat ini.

“Perkembangan penggunaan teknologi sedang berlangsung di wilayah yang telah menjadi kawah neraka dari kartel. Mereka bereksperimen dengan teknologi dan senjata baru. Sementara ini, daerahnya relatif jauh dari perbatasan AS Meksiko. Namun, teknologi kartel semacam itu menggunakan difusi dan tentu saja berpotensi menyebar ke utara, menuju kartel dan/atau faksi kartel yang beroperasi di perbatasan Amerika,” sambung peneliti senior itu.

Pemerintah Amerika Serikat sudah menyadari ancaman yang berkembang. Mereka telah meluncurkan sistem yang diklaim mampu mengantisipasi dan melumpuhkan pesawat tidak berawak. (waa)

Laporan Memperingatkan Potensi Ancaman Program Senjata Biologi Korea Utara

Epochtimes.id- Periset di Harvard, Amerika Serikat memperingatkan upaya Korea Utara untuk menciptakan pestisida dan pupuk dapat menjadi rencana terselubung dalam  program senjata biologi korea utara.

Sementara Korea Utara mulai menyebarkan horor mengenai program nuklirnya yang sedang berlangsung dan ancamannya untuk menyerang Jepang dan Amerika Serikat, rezim tersebut menolak memiliki program senjata biologis untuk dibicarakan.

Namun klaim tersebut ditantang oleh beberapa pemerhati militer dan intelijen yang digunakan oleh para periset di Pusat Ilmu Pengetahuan dan hubungan internasional di Sekolah Kennedy Harvard.

Dalam sebuah laporan baru, mereka merasa bahwa rezim Kim Jong Un memiliki program senjata biologis. Lembaga ini mendesak Korea Selatan dan sekutu-sekutunya untuk mempersiapkan kemungkinan Korea Utara dapat menggunakan obat antraks, cacar air, atau senjata biologis lainnya pada tahap awal konflik bersenjata.

Laporan militer dan intelijen A.S. dan Korea Selatan telah memetakan 13 jenis senjata biologis yang dimiliki rezim komunis, mulai dari botulisme dan Kolera hingga wabah pes.

Para penulis mencatat bahwa ancaman senjata biologis sering diabaikan di tengah ancaman meningkatnya program nuklir Korea Utara.

Tapi ketika saudara tiri Kim Jong Un terbunuh dengan agen saraf VX pada bulan Februari 2017, hal itu menimbulkan perhatian baru pada program pemusnah massal Korea Utara lainnya.

“Jika digunakan dalam skala besar, senjata ini dapat menyebabkan tidak hanya puluhan ribu kematian, tapi juga menciptakan masyarakat panik dan melumpuhkan,” laporan tersebut memperingatkan.

Korea Utara bisa menjatuhkan perantara biologis dari pesawat tak berawak yang secara teratur masuk ke Korea Selatan.

Beberapa senjata biologis (BW) juga dapat dikirim melalui pesawat terbang atau memasukkannya ke dalam persediaan air.

“Secara teoritis mungkin bahwa agen Korea Utara yang menyamar sebagai petugas pembersihan dan disinfeksi dapat menyebarkan kimia biologis dengan penyemprot ransel,” tulis laporan tersebut.

Para penulis mengatakan bahwa ini menantang untuk menilai kemampuan senjata biologis Korea Utara. Ini dikarenakan program senjata tersebut tidak membeberkan perkembangan seperti gempa saat uji coba bom nuklir meledak di bawah tanah.

“Meskipun program nuklir dapat dipantau dengan jumlah uji coba nuklir dan keberhasilan uji coba rudal, tapi membuat bakteri tetap tak terlihat di balik pintu tertutup.”

Bagian dari tantangan yakni mencari tahu apakah fasilitas yang ditujukan untuk penggunaan pertanian memiliki tujuan ganda yakni memproduksi atau membuat senjata agen biologis.

Kim telah menekankan reformasi pertanian sebagai “garis depan sosialisme,” termasuk upaya untuk meningkatkan produksi pestisida hayati.

Beberapa analis, mencatat laporan tersebut, percaya hal ini bisa menandakan rezim yang terisolasi tersebut memperluas program senjata biologisnya.

Foto-foto yang dirilis pada bulan Maret oleh surat kabar negara Korea Utara Rodong Sinmun telah mengajukan pertanyaan tentang berbagai produksi pupuk yang dikelola militer besar-besaran, Institut Bio-teknis Pyongyang.

Rezim korut mengklaim kompleks ini bisa menghasilkan ribuan ton pupuk organik, namun foto-foto dalam bentuk propaganda mengungkapkan pihaknya memiliki fasilitas yang mampu menghasilkan antraks model militer.

Penulis laporan tersebut memperingatkan bahwa terbatasnya informasi tentang kemampuan senjata biologis Korea Utara dapat menyebabkan ilusi bahwa ancaman tersebut kecil, sehingga merongrong persiapan untuk kemungkinan serangan.

“Meskipun demikian,” membaca laporan “persiapan melawan senjata biologi sangat mendesak dan perlu serta berfungsi sebagai pertahanan terhadap epidemi alami yang semakin mengancam abad ke-21.”

Laporan tersebut menyarankan dinas kesehatan militer dan masyarakat bekerja sama untuk segera mempersiapkan tanggapan terhadap serangan potensi senjata biologi.

Respon tersebut akan melihat komunitas militer dan intelijen bekerja dengan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi dan merespons serangan tersebut. Para penulis juga menyerukan pengawasan yang lebih baik terhadap program senjata biologi Korut. (asr)

Sumber : The Epochtimes

FBI Sejak Lama Mengetahui Kolusi Rusia Dengan Clinton

0

EpochTimesId – Pengacara Negara, Robert Mueller, yang menyelidiki apakah tim kampanye Donald Trump berkolusi dengan Rusia dalam pemilihan 2016 kini menjadi sorotan. Tindakan masa lalu dan keterkaitan finansial dengan Rusia terungkap.

Ketika Mueller menjadi direktur FBI, agen tersebut sedang menyelidiki sebuah operasi militer Rusia untuk mengembangkan bisnis energi nuklirnya di Amerika Serikat. Seperti dilaporkan media The Hill, pada 17 Oktober 2017 lalu bahwa operasi milter Rusia menggunakan upaya-upaya penyuapan, pembayaran kembali, pemerasan dan pencucian uang.

FBI menemukan, operasi tersebut mengaitkan Rusia kepada Bill dan Hillary Clinton. Operasi itu juga berkaitan dengan sebuah kesepakatan yang memberi Rusia kontrol 20 persen uranium Amerika dengan pembelian produk perusahaan pertambangan Uranium One.

Bank investasi Rusia, Renaissance Capital, yang terlibat dalam kesepakatan tersebut, membayar Clinton Foundation $US 500.000 untuk sebuah pidato oleh Bill Clinton. Dalam waktu yang berdekatan, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menandatangani kontrak Uranium One untuk Rusia.

Antara tahun 2009 dan 2013, Rusia menguasai Uranium One, dan New York Times melaporkan pada bulan April 2015 bahwa ada ‘arus kas untuk Yayasan Clinton’. Bahwa kontribusi yang tidak diungkapkan secara terbuka oleh Clinton, walaupun sebuah kesepakatan yang telah dilakukan oleh Hillary Clinton dengan Gedung Putih ketika dipimpin oleh Obama, untuk secara terbuka mengidentifikasi semua pemberi donasi.

The Hill memberitakan rincian lebih lanjut tentang transaksi ini, dan menyatakan pejabat nuklir Rusia mentransfer jutaan dolar ke Amerika Serikat yang dirancang agar menguntungkan yayasan amal mantan Presiden Bill Clinton. The Hill mencatat pembayaran dilakukan ketika Hillary Clinton melaksanakan tugasnya di badan pemerintah dalam mengambil dan mengarahkan keputusan agar menguntungkan pihak Moskow.

FBI, yang dipimpin oleh Mueller dari tahun 2001 sampai 2013, diduga mengetahui kepentingan Rusia di Clintons.

Dalam sebuah cerita lanjutan pada 22 Oktober, The Hill mengungkapkan bahwa saat Hillary Clinton memulai pekerjaannya sebagai Sekretaris Negara di bawah pemerintahan Obama, “agen federal mengamati beberapa senjata mesin Vladimir Putin melepaskan sebuah kampanye pengaruh yang dirancang untuk memenangkan akses kepada sekretaris baru negara bagian, suaminya Bill Clinton dan anggota lingkaran dalam mereka,” kutip artikel tersebut sesuai hasil wawancara dan catatan FBI.

Artikel itu menambahkan bahwa beberapa kegiatan Rusia yang diamati oleh agen FBI pada tahun 2009 dan 2010 diklasifikasikan sebagai tersamar dan ilegal. Ketika Renaissance Capital asal Rusia mentransfer uang untuk Clinton Foundation, agen FBI curiga dengan waktu dan nilai transfer $US 500.000.

Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengaku mengetahui bukti yang dimiliki oleh FBI. Dia mengatakan kepada The Hill bahwa Tidak ada sedikit keraguan dari bukti yang ada bahwa kami memiliki bukti bahwa orang-orang Rusia telah mengarahkan pengaruh mereka pada lingkaran Hillary Clinton. Sebab dia adalah quarterback strategi reset Obama-Rusia dan calon penerus Obama sebagai presiden.

Alih-alih menghentikan upaya Rusia untuk menguasai uranium Amerika, Mueller malah ambil bagian dalam kesepakatan tersebut. Pada tahun 2009, Mueller terbang ke Moskow untuk mengantarkan sampel 10 gram uranium jenis HEU kepada Rusia.

Transaksi itu terungkap dalam sebuah kabel telegram pemerintah yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks. Kabel diplomatik itu menyatakan bahwa, “Kedutaan Besar Moskow diminta untuk memberi peringatan di tingkat tertinggi Federasi Rusia bahwa Direktur FBI, Mueller berencana untuk mengirimkan sampel HEU begitu dia tiba di Moskow pada 21 September 2009.”

Mueller diduga memiliki kepentingan finansial dalam keberhasilan ekonomi Rusia. Pada 23 Oktober, media Offended America mengutip bocoran keuangan Mueller. Data menunjukkan bahwa dia berinvestasi pada perusahaan Mellon Optima L/S Strategy Fund, LLC.

Catatan mengungkap pada 2017 perusahaan SEC Filipe, mencatat bahwa reksa dana OCCO Eastern European Fund dikelola oleh Charlemagne Capital, yang memiliki catatan panjang pada pasar Rusia.

“Ini berarti bahwa Robert Mueller memperoleh keuntungan finansial jika pasar Rusia berjalan dengan baik,” katanya.

Mueller diduga tidak sendirian dalam hal ini. Tokoh penting lainnya yang terseret dalam kasus Rusia, politisi Adam Schiff, Anggota Komisi Intelijen Parlemen dilaporkan memiliki setidaknya $US 16.000 investasi yang terkait dengan Rusia dalam catatan keuangan terbarunya.

Senator Chuck Grassley (Republikan/Iowa) sedang mencari informasi lebih lanjut mengenai kesepakatan Rusia dengan duo Clinton dan atas tindakan FBI saat mengamati operasi militer Rusia seputar kesepakatan tersebut.

Grassley menunjuk sebuah artikel The Hill pada 18 Oktober 2017 yang mengungkap bahwa FBI memiliki saksi atas operasi penyuapan Rusia di Amerika Serikat. Namun FBI melarang saksi untuk bersaksi di depan Kongres.

FBI meminta saksi untuk menandatangani perjanjian nondisclosure (NDA). Departemen Kehakiman pada masa Presiden Obama, yang dipimpin oleh Loretta Lynch, diduga mengancam akan mengajukan tuntutan pidana kepada saksi jika dia melanggar NDA.

Informasi tentang operasi militer Rusia, dan hubungannya dengan kroni Clinton akhirnya disembunyikan dari publik Amerika saat James Comey memimpin FBI.

Sementara FBI ketika dipimpin oleh Comey tidak mengungkapkan hubungan Clinton dengan Rusia. Comey ketika dipecat justru mengungkap dugaan kolusi Trump dengan Rusia.

Comey mengakui pada catatan tanggal 8 Juni 2017 bahwa dia merancang dan membocorkan memo ke The New York Times. Dengan maksud meminta nasihat khusus yang ditunjuk untuk penyelidikan Rusia oleh Mueller.

Grassley sekarang meminta informasi tentang saksi FBI. Dia mengirim serangkaian surat kepada 18 lembaga federal pada 18 Oktober 2017. Senator meminta salinan NDA yang ditandatangani oleh saksi dan meminta agar saksi diizinkan untuk memberi kesaksian di depan Kongres.

Selama dengar pendapat pada 18 Oktober 2017, Grassley juga mencatat bahwa Wakil Jaksa Agung Rod Rodenstein juga terkait dengan kasus tersebut. Rodenstein adalah Jaksa yang memerintahkan Mueller untuk memimpin penyelidikan kasus Rusia. Senator mempertanyakan apakah Rosenstein layak untuk terlibat dalam penyelidikan Rusia.

Rosenstein mengawasi penyelidikan kriminal terhadap kampanye Rusia saat dia menjadi Jaksa AS di Maryland. Di tengah semua ini, penyelidikan pengacara khusus mungkin mengalihkan fokusnya karena belum ada bukti kolusi antara tim Trump dan Rusia.

NBC News melaporkan pada 23 Oktober 2017 bahwa Mueller sekarang menyelidiki pelobi Demokrat, Tony Podesta dan Grup Podesta. Berita itu mengutip tiga sumber yang tidak disebutkan namanya dengan pengetahuan tentang masalah bahwa apa yang dimulai sebagai misi pencarian fakta yang mengarah ke Grup Podesta telah berubah menjadi “penyelidikan kriminal mengenai apakah perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing, yang dikenal dengan nama FARA.”

Tony Podesta adalah pelobi yang terdaftar untuk bank terbesar Rusia, Sberbank, dan merupakan pendukung kampanye utama dan penyandang dana kampanye calon Presiden Hillary Clinton. Dokumen bocor dari Panama Papers mengungkapkan bahwa Grup Podesta melobi Washington atas nama Sberbank.

Grup Podesta didirikan oleh saudara Tony Podesta, John Podesta, yang merupakan manajer kampanye Hillary Clinton. John Podesta juga memiliki hubungan keuangan dengan Rusia.

Menurut laporan 2016 dari Institut Pertanggungjawaban Pemerintah, John Podesta bergabung dengan dewan perusahaan energi berbasis di Massachusetts, Joule Energy pada 2011, dua bulan sebelum menerima investasi 35 juta dolar dari Rusnano, sebuah perusahaan saham gabungan milik pemerintah Rusia.

John Podesta mengklaim telah mengungkapkan 75.000 sahamnya di perusahaan tersebut dan mentransfernya sebulan sebelum dia menjadi konselor di bawah Presiden Barack Obama. Namun menurut laporan tersebut, pengungkapan John Podesta tidak mencakup tahun 2011 sampai 2012, dan dia gagal mengungkapkan keanggotaannya di dewan Joule Stichting dalam bentuk pengungkapan keuangan federalnya saat dia bergabung dengan Gedung Putih Obama sebagai penasihat senior. (waa)

WHO Percayakan Internasional Conferrence Health Security 2017 kepada TNI

Epochtimes.id- Untuk pertama kalinya World Health Organization (WHO) memadukan kegiatan militer dan sipil, guna membicarakan upaya mewujudkan ketahanan kesehatan global dalam rangka kerja sama antar negara dan pertama kali di dunia WHO mempercayakan pelaksanaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security kepada TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara pembukaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security  2017 dihadapan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan para peserta konferensi yang diikuti dari 50 negara, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan ketahanaan kesehatan global merupakan suatu kondisi adanya kesiapan, kewaspadaan dan ketahanan terhadap kejadian luar biasa akibat emerging diseases maupun new emerging diseases yang menular dengan cepat antar manusia dengan tujuan untuk mencegahnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pada Konferensi Tingkat Tinggi G-20 tanggal 7-8 Juli 2017 di Hamburg Jerman, isu health security merupakan salah satu tren yang hangat dibicarakan pemimpin dunia.

“Untuk itulah maka Presiden RI berinisiatif dan memerintahkan TNI untuk melakukan aksi nyata yang dapat memberi sumbangsih bagi negara dan dunia internasional dalam bidang ketahanan kesehatan global,” tegasnya.

Panglima TNI menuturkan bahwa TNI akan menampilkan peran Babinsa sebagai mata telinga TNI di seluruh wilayah Indonesia, karena Babinsa berhubungan langsung dan berada ditengah-tengah masyarakat, hal ini sebagai konsep Table Top Exercise.

“Apabila terjadi suatu peristiwa di masyarakat, Babinsa akan mengkoordinir Babinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah, LKMD serta Puskesmas untuk memberikan pertolongan pertama dan lapor cepat tentang kasus,” ujarnya.

Disisi lain, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa TNI merupakan salah satu first responder pada setiap kejadian baik musibah massal maupun bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat.

“Ini berdasarkan letak geografis Indonesia tepat berada di persimpangan lalu lintas dunia, hal ini menyebabkan ancaman wabah penyakit tropis dan penyakit infeksi sangat tinggi,” katanya.

“TNI melalui perannya dalam Operasi Militer Selain Perang, selalu siap digerakkan apabila terjadi musibah massal yang datang tiba-tiba dan tidak mudah dipredeksi, seperti bencana alam ataupun bencana buatan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, terkait tentang kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa hal ini akan menjadikan percepatan perpindahan barang, jasa dan manusia, juga menjadi ancaman penyakit dari suatu negara, bisa menjadi ancaman global dalam hitungan menit. “Ancaman penyakit itu berupa virus MersCov, Zika dan Flu Burung yang menjadi ancaman global beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dari perspektif militer patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologi massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi mengakibatkan pandemi.

“Ini menjadi sangat penting dan membutuhkan kerja sama antara sipil dengan militer serta kerja sama antar negara untuk mengatasinya,” pungkasnya. (asr)

Sekutu-sekutu Xi Jinping yang Bantu Dia Memerintah Partai Komunis Tiongkok

0

Pada akhir Kongres Nasional ke-19 Tiongkok, perombakan Partai lima tahun sekali tersebut telah tampak dalam keinginan pemimpin saat ini Xi Jinping.

Banyak dari 200 pejabat tinggi yang terdiri dari Komite Pusat akan pensiun pada kongres ini, sesuai dengan konvensi Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang sudah ditetapkan.

Berapa banyak sekutunya yang dimasukkan ke dalam Komite Pusat menunjukkan berapa banyak wewenang yang dimiliki Xi terhadap Partai.

Pada 24 Oktober, media pemerintah Tiongkok merilis daftar anggota penuh di Komite Pusat dan badan anti korupsi PKT, Central Commission for Discipline Inspection (CCDI), Komisi Pusat untuk Disiplin Inspeksi. CCDI telah menjadi kekuatan pendorong di balik kampanye Xi untuk menyingkirkan Partai musuh politik, yaitu pejabat yang masih setia kepada mantan pemimpin PKT Jiang Zemin.

Dalam beberapa minggu terakhir, spekulasi telah banyak beredar mengenai apakah Xi akan melanggar konvensi tentang kemungkinan Wang Qishan, ujung tombak kampanye anti korupsi CCDI, untuk bertahan, karena dia telah melewati masa pensiun untuk menjadi anggota Komite Tetap Politbiro (68 tahun, Wang berusia 69 di bulan Juli).

Wang dikeluarkan dari daftar anggota Komite Sentral, membenarkan bahwa dia akan pensiun dari jabatannya di Komite Tetap Politbiro, di bawah Xi, Komite ini menjalankan PKT.

Xi tidak bisa berpegang pada Wang, tapi rekan-rekannya lainnya ditempatkan di Komite Sentral.

Zhao Leji baru saja masuk dalam CCDI, mengisyaratkan kemungkinan dia menggantikan Wang untuk menjadi kepala badan anti korupsi. Sebagai pimpinan Departemen Organisasi saat ini, Zhao bertanggung jawab untuk mengangkat jabatan ke posisi senior. Dia membantu mempromosikan sekutu Xi, menurut Brookings Institut.

Pada tahun 2015, Zhao juga menulis artikel 4.000 kata di Qiushi, sebuah jurnal politik PKT, yang secara terbuka menyuarakan dukungannya untuk Xi.

Xi juga mempertahankan banyak bawahannya di Komite Pusat, termasuk Li Zhanshu, yang telah menjabat sebagai kepala staf Xi sejak Xi berkuasa pada tahun 2012. Li memulai karir awalnya bekerja sama dengan Xi. Dia dan Xi sama-sama memegang jabatan sebagai sekretaris partai kabupaten setempat di Provinsi Hebei.

Wang Huning, pembantu kebijakan luar negeri Xi, juga merupakan sekutu tepercaya. Dia telah mendapatkan julukan “kekayaan ilmu Zhongnanhai,” mengacu pada kompleks kepemimpinan di Beijing.

Li, Wang, dan Wang Yang (tidak ada hubungan), wakil perdana menteri saat ini, membentuk kelompok kuat yang sering menyertai Xi dalam perjalanan domestik dan internasionalnya.

Sementara itu, Cai Qi, sekretaris partai Beijing saat ini; Huang Kunming, wakil menteri departemen propaganda; dan Li Qiang, sekretaris partai Provinsi Jiangsu, semuanya bekerja di bawah Xi selama mereka berada di Provinsi Zhejiang, dan baru saja diangkat ke Komite Sentral (bukan anggota pada kongres sebelumnya). (ran)

Korban Meninggal Wabah Pes di Madagaskar Menjadi 124 Jiwa, Ribuan Lainnya Terinfeksi

Epochtimes.id- Korban tewas akibat wabah pes di Madagaskar telah mencapai 124 orang, menurut keterangan beberapa pejabat Selasa waktu setempat.

Wabah yang sangat menular telah menyebabkan tanda bahaya di pulau Samudra Hindia itu sejak Agustus, menyebar ke ibu kota Antananarivo dan kota lainnya.

Sebanyak 1.133 orang telah terinfeksi, berdasarkan laporan kementerian kesehatan setempat.

“Ada penurunan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit, peningkatan pasien yang sembuh yang meninggalkan rumah sakit,” Manitra Rakotoarivony, seorang pejabat kementerian, mengatakan kepada radio nasional.

Madagaskar telah menderita wabah wabah hampir setiap tahun sejak 1980 – biasanya antara bulan September dan April.

Wabah saat ini tidak biasa karena telah menyebar hingga daerah perkotaan meningkatkan risiko penularan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

WHO telah mengirimkan 1,2 juta dosis antibiotik untuk melawan penyakit tersebut sementara Palang Merah telah melatih ratusan sukarelawan di pulau tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Bakteri wabah berkembang pada tikus dan dibawa oleh kutu.

Pada manusia, versi pneumonia ditulari melalui batuk dan bisa berakibat fatal dalam waktu 72 jam.

Sebagian besar korban yang tercatat di Madagaskar telah terinfeksi dengan jenis wabah pes pneumonia. Sedangkan jenis bubonic tak terlalu berbahaya.

Kedua wabah tersebut bisa disembuhkan dengan menggunakan antibiotik jika ditangani dengan cepat. (asr)

Sumber : AFP

Jaksa Identifikasi Karyawan yang Jadi Korban Pelecehan Seksual Weinstein

0

EpochTimesId – Kasus skandal pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh produser terkemuka Hollywood, Harvey Weinstein, terus melebar. Kali ini, Kejaksaan kota New York menyelidiki perusahaan yang didirikan oleh Weinstein

“Kami ingin tahu apakah pelecehan seksual itu meluas. Tidak ada warga New York yang boleh dipaksa dan diintimidasi sehingga mengalami pelecehan seksual,” ungkap Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman, seperti dikutip dari BBC.

Jaksa menyita sejumlah dokumen perusahaan untuk kepentingan penyelidikan. Dokumen yang disita diantaranya laporan para karyawan yang mengeluhkan adanya pelecehan seksual, serta dokumen penanganan keluhan tersebut oleh manajemen perusahaan.

Perusahaan Weinstein, yang berbasis di New York, mendapat tekanan kuat setelah skandal tersebut terungkap. Weinstein sendiri telah dicopot dari jajaran dewan direksi awal bulan ini.

Lebih dari 24 wanita mengatakan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual dari Weinstein. Diantara deretan nama itu ada aktris Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow dan Rose McGowan.

Harvey Weinstein merupakan produser film kawakan Amerika Serikat. Karya-karyanya masuk nominasi Oscar lebih dari 300 kali. Dia sudah membantah secara tegas terhadap tuduhan melakukan kekerasan seksual.

Sebelumnya, Kepolisian Los Angeles juga menangani kasus yang diduga melibatkan Weinstein di California. Kasus pelecehan seksual tersebut terjadi pada 2013.

“Kami telah mewawancarai seorang korban kekerasan seksual yang diduga melibatkan Weinstein yang terjadi pada 2013,” kata juru bicara LAPD, Sal Ramirez, kepada BBC.

Kantor Lapangan FBI di London juga menerima laporan yang melibatkan Weinstein. Dia dituduh melakukan penyerangan terhadap sejumlah Wanita dalam insiden terpisah pada akhir 1980-an, 1992, 2010, 2011 dan 2015 di kawasan Westminster, Camden dan London bagian barat. (waa)

Politisi Minta Militer Amerika Bunuhi Milisi ISIS Berkebangsaan Inggris

EpochTimesId – Seorang politisi meminta militer Amerika dan Inggris untuk membunuhi milisi ISIS yang berkebangsaan Inggris.

Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Rory Stewart mengatakan bahwa satu-satunya cara menangani warga Inggris yang menjadi teroris di Suriah ialah dengan membunuh mereka.

Menurut Stewart, para pengikut kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS itu meyakini ‘doktrin kebencian’. Maka itu berarti mereka sudah tidak lagi setia kepada Inggris.

“Mereka meyakini doktrin kebencian, yang membolehkan membunuh diri sendiri, membunuh orang lain, serta menggunakan kekerasan dan kebrutalan untuk menciptakan suatu negara. Jadi menurut hemat saya kita perlu serius menyikapi fakta bahwa orang-orang ini menimbulkan bahaya serius bagi kita,” kata Stewart, seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/10/2017).

Menurut mantan diplomat ini, mereka menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan Britania Raya. Pernyataan Stewart disampaikan menanggapi pernyataan Wakil Amerika Serikat dalam koalisi melawan ISIS, Brett McGurk.

McGurk menyatakan bahwa misi Amerika saat ini adalah memastikan setiap milisi berkebangsaan asing di Suriah tewas di sana. Pendapat Stewart sejalan dengan sikap Menteri Pertahanan Sir Michael Fallon.

Fallon menyatakan bahwa petarung ISIS berkebangsaan Inggris di Suriah dan Irak telah menjadikan diri mereka ‘sasaran yang sah,’ yang dapat berakhir di ‘ujung rudal angkatan udara Inggris atau AS.’

Namun, sikap Stewart tersebut ditentang oleh pengamat undang-undang terorisme, Max Hill QC. Hill mengatakan kepada BBC bahwa warga Inggris yang bergabung dengan ISIS karena ‘kenaifan’ tidak perlu dituntut jika mereka pulang kampung.

Mereka sebaiknya disadarkan dari pemahaman sesat dan diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Baru-baru ini perekrut ISIS berkebangsaan Inggris, Sally-Anne Jones dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tanpa Awak Amerika di Suriah. Kepala dinas inteljen Inggris (MI5) mengungkap jumlah warga Inggris yang tewas karena bertempur untuk ISIS lebih dari 130 orang. (waa)

AS Memulai Tindakan Melawan Militer Myanmar karena Menindas Rohingya

Epochtimes.id- Amerika Serikat hari ini, Selasa (24/10/2017) mengumumkan  telah memulai tindakan terhadap kepemimpinan militer Myanmar yang terlibat dalam kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Tragedi ini memicu krisis kemanusiaan yang parah di Bangladesh.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan AS sedang berkonsultasi dengan teman dan sekutu mengenai opsi pertanggungjawaban.

AS akan terus mendukung transisi Myanmar menuju demokrasi, serta upaya untuk menyelesaikan krisis saat ini di Negara Bagian Rakhine, kata Nauert dalam sebuah pernyataan.

“Namun, Pemerintah Burma, termasuk angkatan bersenjata, harus segera mengambil tindakan untuk memastikan perdamaian dan keamanan; menerapkan komitmen untuk memastikan akses kemanusiaan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya; memfasilitasi kembalinya orang-orang yang melarikan diri atau mengungsi di Rakhine State, “katanya.

Lebih dari 600.000 anggota kelompok minoritas Muslim telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Perlawanan militan terhadap pasukan keamanan Myanmar di Rakhine memicu tindakan keras tentara terhadap masyarakat.

AS menyatakan keprihatinannya atas kejadian baru-baru ini di Negara Bagian Rakhine dan “kekerasan, pelecehan traumatis” Rohingya dan komunitas lainnya yang bertahan.

“Sangat penting bahwa setiap individu atau segala yang bertanggung jawab atas kekejaman, termasuk aktor non negara serta negara untuk dimintai pertanggungjawaban,” kata Nauert.

“Dengan demikian, di samping pembatasan yang ada mengenai keterlibatannya yang sudah terbatas dengan angkatan bersenjata Myanmar dan embargonya yang sudah berlangsung lama terhadap semua perdagangan militer, Amerika Serikat mengambil beberapa tindakan untuk mencari pertanggungjawaban dan diakhirinya kekerasan.”

Sejak 25 Agustus, AS telah berhenti mempertimbangkan travel waivers pada saat ini dan mantan pimpinan senior militer Myanmar.

Ini juga menilai pihak berwenang berdasarkan Undang-Undang JADE untuk mempertimbangkan opsi ekonomi yang tersedia untuk menargetkan orang-orang yang terkait dengan kekejaman.

Menurut Leahy Law, Pemerintah AS menemukan semua unit dan petugas yang terlibat dalam operasi di negara bagian Rakhine utara tidak memenuhi syarat untuk menerima atau berpartisipasi dalam program bantuan AS.

AS juga membatalkan undangan untuk pasukan keamanan senior Myanmar untuk menghadiri acara yang disponsori AS.

“Kami bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendesak agar Birma mengizinkan akses tanpa hambatan ke wilayah untuk Misi Pencarian Fakta PBB, organisasi kemanusiaan internasional, dan media,” kata juru bicara tersebut.

“Kami berkonsultasi dengan sekutu dan mitra mengenai opsi pertanggungjawaban di PBB, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan tempat lain yang sesuai,” tambahnya.

AS juga mengeksplorasi mekanisme akuntabilitas yang ada di bawah undang-undang AS, termasuk sanksi yang berdasarkan UU Global Magnitsky. (asr)

Sumber : Reuters/PTI

Terkepung Pertempuran, Ribuan Anak-anak Dilaporkan UNICEF Menderita Gizi Buruk Akut di Suriah dan Ini Buktinya

Epochtimes.id– Lebih dari 1.100 anak-anak menderita kekurangan gizi buruk akut di daerah Ghouta yang dikepung pemberontak di luar ibukota Suriah. Demikian laporan yang disampaikan lembaga Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) kepada AFP, Senin (23/10/2017).

Berdasarkan survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, badan tersebut mengatakan 1.114 anak menderita berbagai bentuk kekurangan gizi, termasuk yang paling berbahaya,  dikenal sebagai “malnutrisi akut parah”.

Juru bicara Monica Awad mengatakan bahwa penilaian dalam tiga bulan terakhir menemukan 232 anak-anak  menderita gizi buruk akut, tingkat kekurangan gizi yang memerlukan penanganan segera jika anak tersebut ingin bertahan.

Sedangkan 882 lainnya menderita malnutrisi akut sedang, dengan lebih dari 1.500 anak berisiko lainnya.

“Selama bulan lalu, telah terjadi dua kematian yang dilaporkan di antara bayi-bayi, satu bayi perempuan berusia 34 hari dan seorang bayi laki-laki berusia 45 hari, karena kurang menyusui,” kata Awad.

“Para Ibu juga tidak memiliki akses terhadap makanan berkualitas, membuat mereka lemah dan tidak bisa menyusui anak mereka.”

Sahar Dofdaa, yang baru berumur 34 hari, meninggal pada Minggu ini di sebuah rumah sakit di kota Hamouria, Ghouta Timur.

Foto-foto yang didokumentasikan oleh seorang reporter yang bekerja untuk AFP menunjukkan seorang gadis bermata lebar dengan mata lesu dengan hanya berbalut tulang belulang di tubuhnya.

Bayi ini mencoba menangis tapi tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan suara lebih banyak. Ibunya yang masih muda terpaksa menangis terisak-isak di dekatnya.

Paha bagian tubuhnya menusuk keluar dari popok di atas tubuhnya. Ditempatkan pada timbangan, beratnya kurang dari dua kilogram.

Ibunya terlalu kekurangan gizi untuk menyusui. Ayahnya tidak mampu membeli susu dan makanan pendamping ASI.

Dia meninggal di rumah sakit pada hari Minggu pagi dan orang tuanya membawanya – anak tunggal mereka – ke kota terdekat mereka di Kafr Batna untuk menguburkannya.

“Kebutuhan kemanusiaan sangat besar,” kata Awad.

“Mereka membutuhkan makanan berkualitas, obat-obatan dan persediaan nutrisi terapeutik.”

Lebih 400.000 orang diyakini tinggal di Ghouta Timur, salah satu benteng oposisi terakhir yang tersisa di Suriah.

Kawasan tersebut dikepung oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad sejak tahun 2013, menyebabkan kekurangan pangan dan medis dan melonjaknya harga untuk produksi lokal atau selundupan.

Konvoi bantuan jarang bisa mengakses kawasan tersebut, yang dulunya dikenal sebagai kawasan pertanian utama.

Pada 23 September, sebuah konvoi yang membawa makanan dan bantuan medis untuk sekitar 25.000 orang memasuki tiga wilayah yang dikepung di Ghouta Timur, menurut PBB.

Tapi Awad mengatakan “itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua anak. (asr)

Sumber : AFP/Dailymail

Brasil Bersiap Ekstradisi Gembong Pemberontak Komunis Italia

EpochTimesId – Pemerintah Brasil mengatakan kepada Mahkamah Agung setempat bahwa Presiden Michel Temer memiliki wewenang penuh untuk mencabut status suaka mantan gerilyawan sayap kiri yang dihukum karena pembunuhan di Italia. Presiden Tremer bisa mengekstradisinya atas permintaan Italia.

Mantan gerilyawan yang dimaksud adalah Cesare Battisti, yang dituding melakukan empat pembunuhan pada tahun 1970an ketika dia memimpin sebuah kelompok gerilya di Italia. Kelompok pemberontak itu dikenal dengan nama Armed Proletarians for Communism atau Tentara Bersenjata untuk Komunisme.

Menurut pemerintah Italia, dia melarikan diri dari penjara pada tahun 1981. Battisti sempat tinggal di Prancis sebelum melarikan diri ke Brasil guna menghindari diekstradisi ke Italia.

Mahkamah Agung Brasil mengesahkan ekstradisi Battisti pada tahun 2009. Namun dia tidak pernah dikirim kembali ke Italia karena mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva memberinya status pengungsi menjelang akhir masa jabatannya pada 2010.

Dalam catatan kepada pengadilan, kepala pengacara pemerintah Grace Mendonça berpendapat bahwa ekstradisi adalah keputusan politik yang hanya dapat dibuat oleh presiden. Seperti dikutip TheEpochTimes dari Reuters.

Dia mengingatkan pengadilan bahwa mereka telah menyetujui ekstradisi Battisti pada tahun 2009 dan meminta hakim untuk menolak sebuah surat ijin tinggal yang dikeluarkan oleh salah satu Hakim Agung, baru-baru ini.

Battisti sempat ditangkap pada 4 Oktober 2017 lalu saat mencoba menyeberangi perbatasan ke Bolivia dengan sebuah taksi. Dia diperkirakan hendak melarikan diri karena khawatir pemerintah Brazil akan mencabut status suaka atas permintaan Italia. Namun, dia lalu dibebaskan dua hari kemudian.

Penolakan mantan Presiden Lula untuk mengekstradisi Battisti mengganggu hubungan antara Brasil dan Italia. Presiden Temer, seorang presiden berhaluan kanan tengah baru-baru ini memutuskan bahwa sudah saatnya dia menyingkirkan duri itu. Temer baru menjabat sebagai Presiden setelah pengganti pengganti Lula, Dilma Rousseff, dipecat tahun lalu. (waa)

Mantan Direktur FBI Klaim Akun Twitter Rahasia Cuitannya Langsung Viral

0

EpochTimesId – Mantan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (Federal Bureau Investigation/FBI), James Comey selama ini dikenal rendah diri dan jauh dari keriuhan sosial media. Apalagi sebelum namanya menjadi sorotan sejak bulan Mei tahun ini.

Tapi, Senin (23/10/2017), Comey mengklaim sebuah akun twitter sebagai akun resminya, seperti dikutip dari NTD.tv. Dia menegaskan bahwa dirinya adalah orang di balik akun Twitter yang sebelumnya anonim.

Comey memposting gambar dirinya berdiri sendiri, di tengah pinggir jalan di Iowa dengan mengenakan kacamata hitam dan sepatu olahraga. Dia menuliskan tulisan tweetnya, “Di jalan pulang. Harus kembali menulis. Akan mencoba berbagi cuit yang bermanfaat.”

Caption foto menjelaskan bahwa Comey berencana untuk bergabung kembali dalam membahas isu-isu nasional. Dia berjanji akan berusaha menyampaikan opini-opininya terkait permasalahan nasional Amerika.

Tweet itu sendiri menjadi viral setelah dia mempostingnya pada Senin pagi waktu setempat. Senin sorenya, tweetnya itu telah memperoleh lebih dari 1.993 retweet dan lebih dari 9.402 favorit.

Sebenarnya, awal tahun ini, reporter Gizmodo sudah melacak akun Twitter Comey, setelah melakukan empat jam penyamaran.

“Akun Comey dengan nama samaran ‘Reinhold Niebuhr’, merujuk pada nama seorang teolog terkenal yang dia tulis dalam tesis magister di College of William & Mary,” tulis Gizmodo dalam laporannya.

NPR juga menjabarkan petunjuk lain terkait akun itu. Yaitu @FormerBu, yang berarti mantan anggota biro (FBI).

Baru minggu lalu akun tersebut memposting dua tweet publik. Satu gambar di West Point dan yang lainnya, sebuah foto dari Little Round Top, di Gettysburg, dengan komentar, “Tempat yang baik untuk memikirkan nilai-nilai dan kepemimpinan”.

Tapi dugaan tersebut tidak terkonfirmasi, sampai akhirnya Comey secara resmi mengakui bahwa dia adalah orang di balik akun tersebut.

Benjamin Wittes, Senior Fellow di Brookings dan kepala redaksi di Lawfare juga memastikan bahwa akun tersebut digunakan oleh Comey sendiri.

“Ok, mengingat tweet terbaru ini, saya akan mengonfirmasi bahwa @FormerBu sebenarnya adalah James Comey sendiri,” tulis Wittes dalam tweetnya.

Comey served as the top federal prosecutor in Manhattan, deputy U.S. attorney general, and the top lawyer at Lockheed Martin before he was picked to run the FBI by President Barack Obama. He was abruptly fired by President Trump in May.

Comey pernah menjabat sebagai jaksa federal di Manhattan. Dia kemudian pernah menjadi wakil Jaksa Agung AS, dan menjadi pengacara di Lockheed Martin.

Dia ditunjuk untuk memimpin FBI oleh Presiden Barack Obama sejak September 2013. Namun dia dipecat dengan tiba-tiba oleh Presiden Donald Trump pada bulan Mei 2017. (waa)

Medali Kehormatan Tertinggi untuk Dokter Militer Perang Vietnam

0

EpochTimesId – Dokter militer Amerika Serikat yang bertugas selama Perang Vietnam, Kapten (Purnawirawan) Gary Michael Rose mendapatkan medali tertinggi untuk keberanian, the Medal of Honor, dari Pemerintahnya. Veteran perang itu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan tentara Amerika selama perang Vietnam.

Medali tersebut diserahkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, Senin (23/10/2017) waktu setempat. Rose menerima penyerahan medali bersama 10 anggota unitnya yang menghadiri upacara Medal of Honor.

“Selama bertahun-tahun, kisah kepahlawanan Mike tidak terhitung. Tapi hari ini kami berkumpul untuk menceritakan kepada dunia tentang keberaniannya. Dengan bangga kami mempersembahkan medali kehormatan militer tertinggi negara kami,” kata Presiden Trump, dalam penyerahan medali itu.

Rose lahir di Watertown, New York, dan di didik oleh ayahnya. Ayahnya adalah seorang pekerja logam dan veteran Perang Dunia II. Ayahnya mengajarkan agar selalu mencintai, menghargai, dan membela negaranya.

Dia mendaftar di Angkatan Darat setelah tahun pertamanya kuliah. Pada usia 22, Rose bertugas sebagai tenaga medis untuk Unit Pasukan Khusus ke-5 dalam Perang Vietnam.

Trump teringat misi mengerikan saat Rose melakukan tindakan heroiknya. Rose adalah satu-satunya petugas medis untuk 136 pria yang ditugaskan pada ‘Operasi Tailwind’. Mereka ditempatkan di Laos dalam sebuah misi untuk mencegah Vietnam Utara melakukan pengiriman senjata di sepanjang Jalur Ho Chi Minh yang digunakan melawan pasukan Amerika.

“Mike dan unitnya meluncur menembus hutan lebat, menghindar peluru, menghindari bahan peledak, menghindari segala sesuatu yang bisa Anda hindari karena musuh melemparkan semua senjata ke arah mereka. Mereka terus menerus membalas tembakan saat mereka bergerak lebih dalam dan lebih jauh ke wilayah musuh,” kata Trump.

Orang-orang Vietnam bisa menggunakan senjata dengan baik. Secara jumlah mereka lebih unggul dari pasukan khusus AS. Pasukan Amerika terus-menerus terlibat pertempuran dalam empat hari. Mereka diterjang roket B-40 dan peluru mortir, serta tembakan senapan mesin.

Dalam sebuah kesempatan, Rose dan unit nya dihujani peluru. Dia berlari ke samping prajurit yang terluka. Dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindunginya. Dia kemudian membawa tentara tersebut menghindari zona tempur yang dilanda hujan peluru menuju daerah yang lebih aman.

Itu hanyalah satu contoh dari banyak kasus dimana Rose mempertaruhkan nyawanya sendiri, dan mengekspos dirinya pada tembakan musuh sehingga dia bisa mencapai tentara yang terluka untuk memberikan bantuan medis.

Pada kesempatan lain, Rose pernah terjatuh dan terluka di kepala, tangan, dan kakinya. Saat itu sebuah bom B-40 musuh meledak tidak jauh dari tempatnya.

Rose mengabaikan luka-lukanya sendiri dan terus memberikan bantuan kepada tentara lain yang terluka.

 

After extraction helicopters arrived, Rose helped to put the wounded on the first set of helicopters, and then returned while under enemy soldiers, to move more wounded soldiers.

When the last extraction helicopter arrived, the gunner was shot in the neck, Rose administered critical medical treatment to him aboard the helicopter, thus saving his life.

The helicopter crashed just a few hundred yards from the extraction point, injuring Rose and the others aboard.

Despite his multiple sustained wounds, Rose continued to pull out other wounded troops, some of which were unconscious, out of the burning wreckage and administered aid.

“Finally, another helicopter rescued them, and by the time they reached the base, Mike was covered in blood. He refused treatment until all of his men had been cared for first,” Trump said.

“Nations are formed out of the strength and patriotism that lives in the hearts of our heroes,” he said.

Rose was joined by 10 members of his unit who attended the Medal of Honor ceremony.

Setelah helikopter evakuasi tiba, Rose mengangkut tentara yang terluka menuju helikopter. Dia kemudian kembali menuju medan pertempuran untuk menjemput lebih banyak tentara yang terluka menuju heli.

Ketika helikopter terakhir tiba, penembak yang bertugas tertembak di leher. Rose memberikan perawatan medis kritis kepadanya di atas helikopter, sehingga berhasil menyelamatkan nyawanya.

Namun, Helikopter itu jatuh beberapa ratus meter dari titik penjemputan, sehingga melukai Rose dan tentara yang lainnya.

Meskipun mengalami luka, dia terus menarik pasukan-pasukan lain yang terluka menuju titik aman. Beberapa di antaranya bahkan tidak sadarkan diri, sehingga harus digotong keluar dari puing-puing yang terbakar.

“Akhirnya, helikopter lain menyelamatkan mereka. Saat mereka tiba di pangkalan, Mike berlumuran darah. Namun Dia menolak pengobatan sampai semua tentara lainnya dirawat terlebih dahulu. Bangsa terbentuk dari kekuatan dan patriotisme yang hidup di hati pahlawan kita,” kata Trump. (waa)