Ungkap Nama Korban Perkosaan, 12 Media di India Divonis Denda Masing-masing Rp 200 Juta

Epochtimes.id- Pengadilan di India pada Rabu (18/04/2018) memerintahkan masing-masing dari 12 perusahaan media untuk membayar denda setara Rp 209 juta.

Besaran uang ini sebagai kompensasi bagi korban kekerasan seksual setelah mereka mengungkapkan nama seorang gadis delapan tahun yang diperkosa dan dibunuh.

Hukum India melarang penyebutan nama korban pemerkosaan, bahkan setelah mereka meninggal dunia, karena stigma yang melekat pada kejahatan.

Melansir dari Jiji Press via Japan Times, Pengadilan Tinggi New Delhi memerintahkan setiap perusahaan untuk membayar 1 juta rupee dalam waktu satu minggu sebagai kompensasi bagi korban kekerasan seksual.

Undang-Undang di India menetapkan hukuman penjara dua tahun dan denda jika terjadi pelanggaran dalam insiden ini.

Nama anak itu adalah korban yang tewas di negara bagian Jammu dan Kashmir.

Kejadian ini menjadi perhatian protes skala nasional atas kasus perkosaan di India.

Seperti diwartakan Press Trust of India (PTI) pengacara dari perusahaan media ini kepada pengadilan mengatakan kesalahan terjadi karena ketidaktahuan mereka tentang hukum dan kesalahpahaman tentang menyebutkan namanya saat dia meninggal dunia.

Gadis itu berasal dari komunitas nomaden Muslim, diculik, dibius dan diperkosa selama lima hari sebelum dipukul sampai tak benyawa pada Januari lalu.

Sejumlah media tidak hanya mengungkapkan nama korban tetapi mempublikasikan fotonya yang juga melanggar hukum. Foto gadis itu telah digunakan pada spanduk sejumlah protes di seluruh India.

Kasus itu telah mendominasi berita utama di India setelah rincian mengerikan serangan tersebut dirilis oleh polisi baru-baru ini.

Protes atas pembunuhannya telah menggema di seluruh negeri India selama seminggu.

Polisi pada Rabu lalu menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan para pelajar yang berdemonstrasi di Srinagar, kota utama di negara bagian Jammu dan Kashmir seperti ditulis PTI.

Presiden India Ram Nath Kovind menyebut pemerkosaan dan pembunuhan adalah perbuatan “keji” dan “biadab.”

“Ini adalah tanggung jawab bersama dari kita semua untuk memastikan hal seperti itu tidak terjadi dengan gadis manapun di bagian negara manapun,” katanya dalam pidato publik pada Rabu.

Insiden ini dikecam oleh Phumzile Mlambo-Ngcuka selaku Direktur Eksekutif Badan Wanita Amerika, yang mendesak otoritas India untuk berbuat lebih banyak dalam melawan kekerasan seksual di negara itu.

“Ada terlalu banyak kekejaman seperti itu dan terlalu sering perempuan dan gadis yang sengaja ditargetkan, menanamkan rasa takut dan membangun perpecahan,” katanya dalam sebuah pernyataan. (asr)

Sumber : Jiji Press via Japan Times

Dualisme PKT Terkait “Perang Dagang” RRT-AS, Analisa Pakar

0

Luo Ya & Ling Yun

Di ajang Forum Ekonomi Boao (pulau Hainan) Xi Jinping berpidato, mengemukakan akan memperlonggar masuk ke pasar, memperkuat perlindungan terhadap kekayaan intelektual serta secara aktif memperbesar impor dan berbagai kebijakan lainnya, sepertinya ditujukan untuk menanggapi tudingan AS.

Meskipun belum ada kepastian soal efek akhirnya, namun dibanding sikap “keras” media resmi PKT (Partai Komunis Tiongkok) menyatakan “perang dagang” sebelumnya, kali ini sangat berbeda.

Dualisme Pendapat

Di saat media resmi menyuarakan “perang dagang”, Departemen Luar Negeri, Departemen Perdagangan dan Kedubes RRT di AS ramai-ramai menyatakan akan berperang dagang dengan AS “dengan skala yang setara, dengan tingkat yang setara dan kekuatan yang setara”, dan bersamaan dengan “melayani hingga akhir”, pihak PKT sendiri juga terdapat pendapat berbeda.

Baru-baru ini, ahli ekonomi Tiongkok Profesor Cheng Xiaonong mengatakan pada Epoch Times, harapannya adalah orang yang terlibat perang dagang memperbesar “perang”, agar benar-benar segera terjadi.

Namun di dalam negeri RRT banyak yang tidak berharap terjadi konflik antara RRT-AS, ada yang mengungkapkannya dengan lebih hati-hati dengan istilah “pergesekan perdagangan”. Dan berbicara soal pergesekan dagang ini PKT selalu menghindar dari dua masalah krusialnya.

  1. Jangka Panjang PKT Andalkan AS Raih Kemakmuran Ekonomi

Cheng Xiaonong menyatakan, jika suatu negara dalam jangka panjang meraup keuntungan dari negara lain dan tidak membiarkan negara lainnya untuk mendapatkan keuntungan darinya.  Maka perdagangan ini akan menjadi tidak seimbang, akan terjadi defisit perdagangan besar jangka panjang pada suatu negara, dan negara lain menjadi surplus besar, dan defisit perdagangan Amerika mayoritas karena RRT, sedangkan surplus perdagangan RRT mayoritas karena AS.

“Dengan kata lain, selama belasan tahun terakhir, jangka panjang RRT telah tergantung pada kesempatan untuk meraih kemakmuran ekonomi ini, masalah ini menimbulkan satu pemahaman ekonomi yang sangat sederhana. Jika sebuah negara kecil mengalami surplus, mungkin AS tidak begitu peduli, namun jika negara sebesar RRT apakah surplus seperti itu bisa dibiarkan jangka panjang?

Cheng Xiaonong menyebutkan, masalah terletak pada “ketika PKT berharap AS membiarkan bea masuk rendah pada banyak produk RRT yang dijual dumping ke AS, apakah sebaliknya produk AS juga mendapat perlakuan yang sama, atau PKT terus memberlakukan bea masuk tinggi untuk menahan produk asing agar tidak bisa masuk? Hanya PKT yang boleh mengambil untung, negara lain tidak boleh. Prinsip ini sama sekali tidak pernah diungkap Beijing, padahal sebenarnya adalah masalah besar.”

  1. Perkembangan Industri Didapat Dari Mencuri

“Salah satu contoh yang paling tipikal adalah KA cepat, Departemen Kereta Api RRT waktu itu telah memaksa perusahaan Kawasaki Heavy Industries dari Jepang, Alstom dari Prancis, dan juga Siemens dari Jerman, untuk memberikan teknologinya, serta harus mendidik teknisi RRT sampai mahir, kemudian baru mulai negosiasi soal teknologi negara mana yang akan dibeli.”

“Dengan kata lain, walaupun tidak jadi berbisnis, teknologi tetap harus diberikan pada PKT, walaupun pada akhirnya PKT menandatangani satu kontrak dengan ketiga pihak tersebut, namun RRT telah mendapatkan teknologi dari ketiganya.”

“Menurut informasi hanya Jepang tidak menyerahkan teknologinya secara utuh, Prancis memberikan seluruhnya. Dengan begitu RRT pun memiliki teknologi kereta api cepat. Sekarang KA cepat RRT akan diekspor, setelah mengubah sedikit teknologi dari Barat yang didapat secara gratis, kini disebut sebagai produksinya, ini menyangkut masalah fundamental yakni kekayaan intelektual yang telah dirampas”, demikian penjelasan Cheng Xiaonong.

Teknologi industri RRT dalam 20 tahun terakhir maju pesat karena investasi asing, mayoritas industri telah memiliki teknologi yang mumpuni. Cheng Xiaonong mengatakan, teknologi industri RRT sebagian besar bukan didapat dengan membeli hak cipta, hal ini sangat diketahui betul oleh PKT.

Sebaliknya setelah PKT mendapat teknologi dari luar negeri, lalu teknologi itu dimanfaatkan untuk dipasarkan ke luar negeri sampai mengalahkan perusahaan di luar negeri, karena biaya RRT lebih rendah. Cheng Xiaonong berkata, kedua masalah di atas adalah hal yang tidak ingin dibicarakan PKT, jadi hanya berkutat mengekspos pergesekan dagang, perang dagang saja.

Perubahan Strategi AS-RRT

Cheng Xiaonong juga menambahkan, terjadinya ‘perang dagang’ bertepatan pada saat terjadinya perubahan hubungan strategis antara AS-RRT. “

Latar belakangnya adalah dulunya di Amerika ada semacam ungkapan yang terselubung terhadap pasar terbuka RRT, mengutip kosa kata yang digunakan Clinton, yakni interaksi (engagemen), yakni lewat interaksi yang lebih sering antara RRT-AS, dalam proses masuknya PKT ke dalam sistem pasar ekonomi internasional, akan ikut pula menyesuaikan sistem politiknya.”

Cheng Xiaonong mengatakan, namun ungkapan ini perlahan telah terbukti adalah salah dan gagal, bahkan Partai Demokrat yang berhaluan sayap kiri pun terpaksa harus mengakui kebijakan yang ditempuh beberapa presiden sebelumnya telah gagal. Sebab PKT tidak berasimilasi dengan masyarakat internasional dan berubah apa pun dalam hal politik.

“Mereka juga melihat pemikiran ini sangat naiv/kekanakan, lugu, dan harus ditinggalkan. Seberapa besar pun pasar AS dibuka, hal itu hanya akan membantu ekonomi RRT menjadi semakin besar, sementara ekonomi AS semakin keropos. Bagi AS sebenarnya tidak ada manfaat apa pun, dalam bidang ekonomi justru akan mengalami semakin banyak sisi negatifnya.”

Masalah yang Disorot Pengusaha Asing

Atas pernyataan soal pelabuhan perdagangan bebas yang diutarakan Xi Jinping, Cheng Xiaonong berpendapat tidak banyak negara yang tertarik dengan itu.

“Hainan akan dikembangkan menjadi pelabuhan bebas, sudah bukan hal baru lagi, sudah berkali-kali disebut-sebut, tetap tidak ada perusahaan asing tertarik. Sekarang yang diminati oleh perusahaan asing bukan mencari pasar yang lebih besar di Tiongkok, pasar RRT telah jenuh, dan menjadi sebuah pasar yang telah matang dan sudah tidak ada lagi potensinya. Bahkan bila semua provinsi di sepanjang pesisir laut berubah menjadi zona perdagangan bebas pun tak akan berguna.”

Sejumlah perusahaan asing telah mulai mengalihkan bisnis mereka ke negara-negara di Asia Tenggara. Cheng Xiaonong berkata, “Pabrik produk garmen, sepatu, mainan dan lain-lain yang merupakan tipe industri padat karya mudah mengalihkan pabriknya.”

“Produk elektronik karena rantai produksinya lebih panjang, dan sudah terbentuk di RRT, tidak semudah itu dipindahkan, dan itu sebabnya dalam daftar produk yang ditambahkan bea masuknya oleh Trump termasuk produk-produk ini, dan sekarang jika RRT tidak berjanji memperkecil defisit perdagangan RRT-AS, tidak berjanji membuka pasarnya lebih lanjut, tidak berjanji melindungi kekayaan intelektual dan tidak lagi merampas teknologi dari investasi asing, maka AS akan menggunakan cara yang bersifat hukuman.” (SUD/WHS/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Mundurnya Raul, Kepemimpinan Castro Bersaudara di Kuba Berakhir

oleh Xia Yu

Hari Rabu, (18/04/2018) Majelis Nasional Kuba mengadakan pertemuan untuk menunjuk Wakil Presiden Kuba saat ini Miguel Diaz-Canel sebagai presiden menggantikan Raul Castro.

Miguel akan menjadi kepala negara Kuba pertama sejak tahun 1959 yang bukan berasal dari keluarga Castro.

Fidel Castro mulai memerintah Kuba sejak tahun 1959 yang kemudian mengundurkan diri pada tahun 2008 dan menyerahkan kekuasaan kepada adik kandungnya Raul Castro.

Raul yang kini yang berusia 86 tahun telah 10 tahun memimpin Kuba. Beberapa tahun lalu ia mengumumkan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden.

Namun laporan Reuters menyebutkan bahwa lengsernya Castro dari jabatan presiden tampaknya tidak akan berdampak buruk bagi Kuba, paling tidak untuk sementara waktu ini.

Miguel Diaz-Canel sekarang berumur 57 tahun, sebelumnya adalah Wakil Presiden Pertama Kuba. Setelah bertahun-tahun berhubungan dengan Partai Komunis Kuba, dia dianggap memiliki kredibilitas yang tinggi, yang mampu menjaga ideologi saudara-saudara Castro dan pendukung mereka.

Reuters melaporkan bahwa meskipun kaum muda Kuba menginginkan masyarakat untuk mempercepat perkembangannya, tetapi presiden yang baru pada awalnya jelas akan berikap hati-hati untuk mengkonsolidasikan dukungan dari kaum konservatif di dalam partai dan tidak mungkin langsung menuju pemerintahan satu partai.

Sidang Majelis stempel karet yang diadakan pada hari Rabu itu dibutuhkan untuk memilih 30 orang anggota Dewan Negara Kuba demi pemungutan suara yang akan memenangkan Miguel Diaz-Canel. Presiden baru dan kabinetnya akan dilantik pada hari Kamis.

Selama masa jabatannya sebagai wakil presiden, Miguel Diaz-Canel telah membantu Castro dengan reformasi ekonomi walau berskala kecil.

Fidel Castro meninggal dunia pada tahun 2016.

Reuters melaporkan bahwa meskipun Miguel Diaz-Cannel ditunjuk sebagai presiden dengan usia yang relatif muda, tapi anggota keluarga Castro dan para pemimpin komunis senior lainnya tetap akan mempertahankan kekuasaan yang cukup besar dalam negara, setidaknya sampai pada kongres partai tahun 2021.

Fox News melaporkan bahwa penunjukan Miguel Diaz-Canel dipertanyakan oleh anggota Kongres AS etnis Kuba bernama Mario Diaz-Balart.

Dia mengtakan : “Raul Castro masih satu-satunya pemimpin sah dari partai dan angkatan bersenjata Kuba. Menantu laki-lakinya masih merupakan kepala ekonomi, dan putranya masih menjabat sebagai pejabat senior Kementerian Dalam Negeri …. yang penting adalah bahwa rakyat Kuba menginginkan kebebasan, dan saya akan terus berdiri bersama mereka”

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Kuba sekarang ini masih berada di bawah ukuran periode tahun 1985, ketika itu Kuba menerima dukungan dari sekutunya Uni Soviet. Saat ini, ekonomi Kuba juga dipengaruhi oleh krisis di Venezuela.

Setelah Trump menjabat sebagai Presiden, dia selalu mempertahankan sikap keras terhadap rezim Kuba dan mengkritik situasi hak asasi manusia Kuba. Kuba hampir tidak memiliki sekutu di kawasan negaranya.

Kaum konservatif dalam tubuh Partai Komiunis Kuba masih besar kekuatannya, dengan birokrasi yang tinggi, membuat kesenjangan ekonomi tinggi.

Saat ini, sekitar dua per tiga orang Kuba bekerja di entitas publik dengan upah rata-rata bulanan hanya 30 Dolar AS.

Raul Castro mungkin masih dapat menjabat sebagai Sekretaris Pertama Partai. Pengamat politik mengatakan, Miguel Diaz-Canel bertanggung jawab atas pekerjaan untuk pemulihan ekonomi, tetapi akan meminta persetujuan Castro dalam keputusan strategis utama seperti hubungan dengan Amerika Serikat. (Sinatra/asr)

Universitas A&M Texas Akhiri Kemitraan dengan Institut Konfusius

0

EpochTimesId – Universitas A&M Texas baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya telah mengakhiri hubungan kerjasama dengan Institut Konfusius. Keputusan diambil setelah dua orang anggota kongres Texas menyatakan bahwa Institut Konfusius dapat menjadi ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Dallas News melaporkan bahwa Michael McCaul, seorang anggota Kongres dari Republikan asal Austin, Texas, dan Henry Cuellar, anggota Kongres dari Demokrat asal Laredo, Texas dalam pernyataan bersama mereka mendesak beberapa universitas di Texas untuk mengakhiri kemitraan mereka dengan Institut Konfusius.

Mereka menyatakan keprihatinan atas usaha pemerintah Tiongkok komunis yang menggunakan Institut Konfusius untuk mempengaruhi lembaga pendidikan di Amerika Serikat. Institut itu juga mengumpulkan informasi intelijen melalui universitas tempat mereka bermitra.

“Institusi tersebut yang diperlakukan sebagai platform untuk mempromosikan tujuan politik Tiongkok dan untuk mengumpulkan informasi intelijen yang jelas dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional,” ujar Michael McCaul dan Henry Cuellar dalam konperensi pers bersama.

“Kita bertanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kebebasan berbicara yang selama ini dianut Amerika Serikat, dan mengambil segala tindakan yang dibutuhkan untuk menangani tindakan apa pun yang menjadi ancaman bagi kebebasan bangsa kita.”

Dengan mempertimbangkan pendapat anggota parlemen, sejumlah perguruan tinggi mengkaji ulang kemitraan yang dinilai mengkhawatirkan.

John Sharp, Dekan Universitas A&M Texas dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa Universitas yang ia pimpin bersama Universitas Prairie View A&M Texas telah bermitra dengan Institut Konfusius, Tiongkok. Dia mengaku sangat menghormati dan mempertimbangkan pendapat kedua anggota Kongres, Michael McCaul dan Henry Cuellar.

“Saya tidak akan mempertanyakan penilaian mereka, atau ragu terhadap patriotisme mereka. Selain itu, mereka memiliki saluran untuk berkontak langsung dengan informasi rahasia yang tidak kami miliki, jadi kami mengambil keputusan untuk mengakhiri kemitraan dengan institusi itu sesuai dengan rekomendasi mereka,” demikian John Sharp menegaskan.

Video Rekomendasi :

Juru bicara Universitas A&M Texas, Laylan Copelin mengatakan bahwa sistem manajemen universitas langsung mengadakan peninjauan kembali kontrak kerjasama dengan institusi Tiongkok itu. Tentunya setelah menerima surat dari kedua orang anggota Kongres, dan menyadari adanya ancaman.

Universitas A&M Texas tidak memberikan pelajaran bahasa Mandarin melalui Institut Konfusius. Namun, mereka mengundang para sarjana tamu asal Tiongkok melalui insitusi itu untuk memberikan pelajaran kebudayaan Tionghoa.

Laylan menegaskan bahwa para sarjana tamu asal Tiongkok yang berkunjung ini tidak dapat memperoleh informasi penelitian rahasia dari sistem universitas.

Reporter tidak berhasil menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok di kota Houston dan Institut Konfusius untuk mendapatkan komentar dan tanggapan.

Universitas Texas di Dallas, Universitas Texas di San Antonio, dan Texas Southern University juga bermitra dengan Institut Konfusius.

Penanggungjawab Universitas Texas mengatakan, mereka juga telah menerima surat dari Michael McCaul dan Henry Cuellar. Mereka kini sedang dalam pengkajian ulang isu-isu yang terkait dengan insitusi tersebut.

Universitas Texas di San Antonio dalam sebuah pernyataannya mengatakan, “Kami menghargai pendapat anggota parlemen dan akan melakukan yang terbaik untuk menilai kekhawatiran mereka.”

PKT memiliki kendali atas kursus yang ditawarkan oleh Institut Konfusius. Banyak sekolah di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, ditawari oleh PKT pelajaran bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok melalui Institut Konfusius.

Namun, pada kenyataannya, Institusi Konfusius ini merupakan bagian dari institusi negara yang berada di bawah pimpinan Kementerian Pendidikan Tiongkok.

Menurut Rachelle Peterson, Direktur Kebijakan di Asosiasi Sarjana Nasional AS, dalam tulisannya dalam laporan tentang Institut Konfusius yang dipublikasikan pada tahun 2017, bahwa pemerintah Tiongkok memiliki kontrol atas mata pelajaran yang ditawarkan oleh Institut Konfusius.

Pencakupan kontrolnya juga sangat luas, bahkan melebihi kontrol pemerintah federal atas konten kurikulum sekolah-sekolah Amerika.

Laporan mengungkapkan, lembaga Konfusius wajib memberikan pelajaran bahasa Mandarin sesuai ajaran yang diresmikan Kantor Dewan Bahasa Tiongkok Internasional. Para profesor dan dosen perlu menghindari untuk membahas isu-isu tabu seperti pembantaian di Lapangan Tiananmen, dan wajib memahami Tibet dan Taiwan sesuai dengan pandangan PKT.

Insitut Konfusius ini juga akan membantu dalam pembiayaan perjalanan wisata ke luar negeri bagi mahasiswa Amerika. Mereka juga menyediakan buku pelajaran gratis bagi pengajar.

Asosiasi Sarjana Nasional AS menyebutkan bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk mengutuk kesempatan belajar gratis ini. Tetapi, mereka memang khawatir bahwa sangat sulit bagi universitas AS untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan institut tersebut dengan tanpa merusak hubungan keuangan.

Michael McCaul dan Henry Cuellar pada 23 Maret 2018, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada beberapa perguruan tinggi yang bermitra dengan Institut Konfusius menyatakan bahwa, universitas-universitas kelas satu akhirnya mengakui adanya potensi ancaman pencurian penelitian akademis dan penghancuran integritas akademis. Potensi itu muncul jika kemitraan dengan Institut Konfusius tidak dihentikan.

“Tindakan jahat ini seirama dengan sejarah mereka yang berusaha untuk merusak inovasi AS dan mencuri kekayaan intelektual kita,” tulis Michael dan Henry.

Direktur FBI, Christopher Wray pada tahun lalu pernah mengungkapkan bahwa Institut Konfusius juga bagian dari objek pengawasan pihaknya.

Universitas Texas di Austin (UT-Austin) menolak pendanaan PKT Ketika Universitas Texas di Austin mencari sumber pendanaan untuk kegiatan ‘Pusat Kebijakan Publik Tiongkok’. Mereka memilih untuk menolak kerjasama dengan yayasan yang didukung oleh pemerintah Tiongkok.

Greg Fenves, penanggungjawab universitas tersebut dalam surat yang ditujukan kepada Senator Ted Cruz pada bulan Januari lalu menyebutkan, universitas tidak akan menerima dana sumbangan dari CUSEF (China United State Exchange Foundation).

CUSEF adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Hong Kong ini didirikan oleh pejabat senior pemerintah Tiongkok. Organisasi tersebut juga merupakan entitas independen dari Institut Konfusius.

Tetapi Greg Fenves juga menegaskan bahwa ia masih mengkhawatirkan adanya ancaman integritas akademik.

“Kita harus memastikan bahwa sewaktu memperoleh pendanaan hasil sumbangan eksternal, tidak ada potensi konflik kepentingan, tidak membatasi kebebasan akademik dan pertukaran ide, tetapi jika kita menerima dana CUSEF, saya sangat khawatir tentang hal ini,” tulis Greg Fenves. (Gao Shan/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Tiongkok Perketat Pengendalian Terhadap Perusahaan Asing

0

EpochTimesId – Pemerintah komunis yang berkuasa di Tiongkok terus memperkuat penetrasi terhadap perusahaan asing yang berada di Tiongkok. Perusahaan asing dipaksa mendirikan cabang partai.

Partai juga ikut campur tangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Sikap keras pemerintah Tiongkok dalam mengendalikan perusahaan asing telah menarik perhatian dunia luar.

Menurut sebuah laporan dari media New York Times edisi bahasa Mandarin pada 16 April 2018, Partai Komunis Tiongkok sangat terlibat dalam kehidupan sehari-hari rakyat Tiongkok. Bahkan, terhadap perusahaan asing yang melakukan bisnis di Tiongkok pun tidak ada pengecualian.

Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah muncul 3 kasus eksekutif asing dari perusahaan asing patungan telah dipanggil pihak berwenang Tiongkok. Mereka diberikan ‘wejangan’ atau diintervensi, agar menyertakan anggota dari cabang partai yang didirikan untuk ikut serta dalam mengambil kebijakan strategi perusahaan.

Produsen mobil Jepang, Honda, juga terpaksa mengubah akte pendirian perusahaan mereka. Sehingga memberikan kemungkinan kepada Partai komunis Tiongkok untuk berpartisipasi dalam operasional dan manajemen dari pabriknya di Tiongkok.

Pemimpin sebuah perusahaan BUMN Tiongkok dalam industri perminyakan mengatakan bahwa ia akan menjungjung tinggi kepentingan partai. Dia mengaku akan ‘mendudukkan’ anggota partai di posisi penting dalam usaha patungan dengan pihak asing.

Cummins, sebuh perusahaan yang bergerak di industri kelistrikan yang berpusat di Indiana, AS juga merasakan pengaruh PKT. Ketika mereka mencoba untuk menugaskan seorang manajer baru untuk memimpin salah satu operasinya di Tiongkok, partai itu menyatakan keberatan untuk menyetujuinya.

Menurut laporan itu, peningkatan status partai komunis di kantor dan pabrik perusahaan asing di Tiongkok telah menjadi tantangan bagi perusahaan multinasional tersebut.
Selain itu, tekanan yang mewajibkan perusahaan asing untuk mentransfer teknologi sensitif secara gratis semakin meningkat.

Pihak penguasa bermaksud untuk membina generasi baru pesaing lokal, sehingga suatu ketika nanti menggantikan perusahaan asing.

Di sektor bisnis, lusinan BUMN Tiongkok telah mengubah AD/ART organisasi. Termasuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar seperti Sinopec, Bank ICBC dan China Railway Group Limited.

Sebagai contoh, perusahaan asuransi raksasa Tiongkok China Pacific Insurance (Group) Co., Ltd. menyatakan bahwa dalam membuat keputusan perusahaan besar, Rapat dewan direktur harus terlebih dahulu mendengarkan pandangan atau pendapat dari organisasi partai yang berada dalam perusahaan tersebut.

Video Pilihan Erabaru Chanel :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Juru bicara Honda menegaskan bahwa dalam usaha patungan antara Honda dengan perusahaan Tiongkok lainnya, GAC Group (Guangzhou Automobile Group), Partai komunis Tiongkok menuntut kekuasaan yang lebih besar.

Tahun lalu, Sinopec mulai mengharuskan mitra patungan asingnya untuk ikut serta melaksanakan pembangunan partai.

Komite Partai dalam perusahaan patungan antara Dongfeng, salah satu produsen mobil terbesar Tiongkok dengan mitra patungannya, ingin semakin memperluas pengaruhnya dengan mengadakan kegiatan sosial merah yang pergi ke wilayah basis awal PKT.

Menurut laporan itu, PKT selalu menjadi bagian dari bisnis di Tiongkok. Namun, selama bertahun-tahun, para eksekutif asing lebih cenderung menganggap cabang partai sebagai klub sosial.

Sekarang cabang partai itu semakin berani menunjukkan sikap dan memperjelas tujuan-tujuannya. Jika saja sengketa perdagangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat memburuk, mungkin saja Beijing dapat lebih memperkuat peran partai di perusahaan asing.

Sehingga akan membuat perusahaan asing yang beroperasi di Tiongkok lebih bermasalah.

James Zimmerman, seorang pengacara yang berpraktek di Beijing mengatakan bahwa meskipun infiltrasi komunis dalam manajemen perusahaan asing belum terang-terangan, tetapi situasi menunjukkan perkembangannya pasti akan mengarah kesana.

Dia mengatakan bahwa beberapa pelanggannya yang mendirikan perusahaan patungan di Tiongkok telah menerima ketentuan eksplisit dari PKT. Yaitu menghendaki cabang partai dalam perusahaan untuk diberikan hak suara lebih besar dalam menentukan operasi perusahaan.

Banyak asosiasi perdagangan asing di Tiongkok prihatin terhadap masalah ini.

Penyebaran pengaruh komunis telah menjadi topik pembicaraan sensitif di kalangan bisnis. Banyak perusahaan menolak untuk mengomentari masalah ini, serta beberapa perusahaan memilih ‘bekerjasama’ dengan komunis, sepanjang tidak mengorbankan kepentingan pemegang saham.

Dunia luar khawatir bahwa PKT menggunakan berbagai cara untuk menempatkan cabang partai mereka dalam oraginasi dengan tujuan memperketat pengontrolan terhadap kegiatan bisnis perusahaan asing.

CEO produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk pada bulan Maret tahun ini menulis, “Ketika perusahaan mobil Amerika mendirikan pabrik di Tiongkok, hak kepemilikannya dibatasi pada 50 persen, meskipun pabrik itu kami miliki sendiri. Namun, 5 perusahaan mobil listrik perusahaan Tiongkok yang berada di Amerika Serikat saat ini memiliki 100 persen kepemilikan saham.”

Menurut laporan Wall Street Journal bahwa, Shanghai Disneyland yang memiliki total 11.000 orang karyawan penuh waktu dan 7.000 orang pekerja kontrak, saat ini terdapat 300 orang anggota Partai Komunis Tiongkok yang ditempatkan sebagai anggota cabang partai dalam perusahaan. Angka tersebut sudah naik dua kali lipat dari angka 3 tahun lalu.

Data statistik PKT per tahun 2016 menunjukkan, 68 persen dari perusahaan non-negara telah mendirikan cabang partai. Jumlah itu naik 54 persen dari empat tahun sebelumnya.

Data statistik PKT per tahun 2017 juga menunjukkan, sebanyak 70 persen perusahaan asing (termasuk usaha patungan Tiongkok-asing), yakni 74.000 perusahaan telah mendirikan cabang partai. (ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

Trump Bersikap Keras, Perang Dagang RRT-AS Mereda?

Xia Xiaoqiang

Di tengah ketegangan perang dagang RRT-AS, sepenggal pernyataan Presiden Trump di Twitter tanggal 9 April lalu telah melontarkan atmosfir optimis, yang sepertinya telah menghalau asap peperangan di atas udara RRT-AS.

Di Twitter Trump mengatakan: “Konflik apapun yang muncul dalam perdagangan, Xi Jinping dan saya selalu berteman. Tiongkok akan membongkar pembatas perdagangan, karena itu adalah tindakan yang benar. Bea masuk kedua negara akan menjadi saling menguntungkan, dan akan mencapai kesepakatan dalam hal kekayaan intelektual. Kedua negara akan meraih masa depan yang agung!”

Dalam kurun waktu lama media massa papan atas AS dikuasai oleh kaum sayap kiri, yang kerap mendistorsi dan menjelekkan Trump. Trump bukan politisi, gaya unik “pemerintahan dengan Twitter” memiliki efek yang spesifik, komentarnya kerap kali lugas dan spontan.

Mengapa Trump bersikap begitu optimis terhadap masa depan perdagangan RRT-AS? Pernyataan Trump di Twitter sebelumnya telah mengungkap esensi dari konflik perdagangan RRT-AS.

“Kita tidak berperang dagang dengan RRT. Kita telah kalah perang ini beberapa tahun silam oleh perwakilan Amerika yang lemah yang telah dipermainkan. Sekarang kita mengalami defisit sebesar USD 500 milyar (6.882 triliun rupiah) setiap tahun, selain itu kekayaan intelektual yang telah dicuri menyebabkan kerugian sebesar USD 300 milyar (4.129 triliun rupiah). Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi!”

Negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat, berharap bisa memanfaatkan bergabungnya RRT ke dalam sistem perdagangan dunia untuk mendorong reformasi di tingkat politik di Tiongkok.

Namun, setelah RRT bergabung dengan WTO di tahun 2001, selama 17 tahun lamanya, Beijing sama sekali tidak menaati dan mewujudkan satu pun janji yang diucapkan waktu itu, sebaliknya menolak menjalankan peraturan WTO, membuat kerugian besar bagi perdagangan dan ekonomi AS dan negara lainnya, banyak teknologi AS yang dicuri oleh PKT, dan terus menerus seperti itu menyebabkan pukulan yang mematikan terhadap perekonomian AS. Ini hanya aspek ekonomi saja.

Defisit perdagangan RRT-AS yang besar, sejumlah uang ini dimanfaatkan oleh PKT sebagai umpan dan belenggu untuk membeli perusahaan AS, di saat yang sama menyuap para politisi dan pejabat AS, untuk bersaing dengan AS. Pasca PD-II, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet dan Perang Dingin berakhir, AS telah menjadi satu-satunya negara adidaya di dunia.

AS memainkan peran menstabilkan, mengokohkan dan mendominasi perekonomian dan militer dunia dan berbagai aspek lainnya. Stabilitas dan kemakmuran AS sangat menentukan stabilitas dunia.

Memanfaatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat selama tiga decade terakhir, PKT menantang dominasi AS di dunia, dan berniat menyusupkan paham komunis rezim merahnya ke seluruh dunia.

PKT sedang mengerahkan “Perang Melebihi Batas” terhadap AS dalam segala aspek, di antaranya termasuk perang budaya menghancurkan moralitas AS, perang internet multi-fungsi, perang ekonomi mematikan dan perang psikologis dalam mengubah pola pikir warga AS dan lain-lain.

Menghancurkan urat nadi ekonomi AS hanya sebagian saja. Di bawah penyusupan PKT pada segala aspek, banyak politisi AS telah tunduk pada PKT.

Amerika telah berada dalam bahaya, Trump sedang berperang demi kepentingan negara AS, berperang demi eksistensi dan masa depan Amerika, dan juga berperang bagi masa depan dunia.

Di tengah pertikaian perdagangan RRT-AS, karena kebutuhan impor RRT terhadap Amerika jauh melebihi kebutuhan Amerika terhadap Beijing, maka di tangan PKT sudah tidak ada kartu as yang bisa dimainkan, propaganda media massa PKT pun hanya bisa membodohi rakyat dalam negeri.

Sedangkan stamina Trump sangat kuat, tidak hanya Amerika memiliki kekuatan besar, terlebih lagi karena Trump sangat memahami PKT dan konsepsi ekonomi yang tidak berubah selama tiga puluh tahun, oleh mayoritas masyarakat AS dipandang sangat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Cuitan Trump di Twitter yang penuh optimisme terhadap masa depan dlihat dari sisi realita, sangat mungkin telah mencapai kesepakatan tertentu secara pribadi dengan Xi Jinping. Hanya sehari setelahnya, media massa PKT langsung berubah intonasi.

Surat kabar “People’s Daily” merilis berita berjudul “Tahun 2018 RRT Berani Buka Lebih Banyak Pintu Keterbukaan”.

Tanggal 9 April, mantan direktur Bank Sentral yakni Dai Xianglong di Hainan Boao Forum for Asia menyatakan, “Jika berpikir secara berani dan rasional, RRT tidak membutuhkan surplus dagang sebesar itu”, pernyataan ini telah melontarkan sinyal bahwa Beijing mungkin akan mundur atau mengalah dalam perang dagang RRT-AS ini.

Konflik perdagangan RRT-AS, Trump bersikap keras terhadap PKT, dari sudut pandang lebih dalam, akan mendorong reformasi sistem pemerintahan Tiongkok dari segi subjektif secara eksternal.

Perubahan besar yang terjadi di Tiongkok di masa depan, sangat mungkin akan membuktikan kata-kata Trump bahwa “AS dan Tiongkok akan meraih masa depan yang agung!” (SUD/WHS/asr)

Membanggakan “Teknologi Curian” Sebagai Penemuan Besar Terbaru

0

Chen Han dan Zhou Huixin

Sejak bulan Mei tahun lalu “empat penemuan terbesar RRT” kerap bermunculan di media resmi Beijing, dalam topik tertentu telah mengobarkan kebanggaan nasionalisme bagi rakyat Tiongkok.

Baru-baru ini BBC merilis artikel menelaah hal itu dan menemukan bahwa “empat penemuan terbesar” itu tidak ada satu pun yang ditemukan oleh RRT, tapi hanya diimanfaatkan secara luas saja. Kritik menyebutkan, “paham mencomot” ala PKT sudah bukan lagi aib biasa, perang dagang RRT-AS adalah sikap penolakan AS terhadap RRT atas aksi pencurian dan pelanggaran kekayaan intelektual yang dilakukan PKT.

Semasa Sidang Ganda tahun ini, Ma Huateng selaku ketua dewan direksi dari raksasa internet RRT Tencent mengatakan pada reporter, “Ada ungkapan baru di Tiongkok yakni ‘empat penemuan besar terbaru’, termasuk: KA cepat, online shop, pembayaran seluler dan sepeda berbagi.”

BBC International Media Watch Inggris pada tanggal 3 April lalu menulis artikel analisa rinci yang menemukan bahwa empat penemuan tersebut bukan oleh RRT, teknologi yang digunakan telah ditemukan oleh negara lain beberapa dekade lalu, dan RRT hanya menggunakan teknologi itu saja.

Pengamat internet Furukawa menyatakan pada reporter Epoch Times, keempat teknologi tersebut bukan ditemukan oleh RRT, “Mereka telah mencuri inovasi dan ide, atau teori dasarnya, atau sesuatu yang baru saja ditemukan orang lain, RRT mengambilnya lalu membuat perombakan pada hilirnya.”

Menurut berita BBC, definisi Uni Eropa untuk KA cepat adalah kereta api yang dapat melaju dengan kecepatan 250 km/jam pada rel baru, atau kecepatan 200 km/jam pada rel tua. KA cepat yang pertama dioperasikan di dunia mulai tahun 1964 adalah bullet train Shinkansen Jepang.

Rangkaian KA Prancis pernah mencapai kecepatan 331 km/jam pada tahun 1955, namun belum memberikan layanan rutin. Dan KA cepat pertama RRT dengan rute Beijing-Tianjin baru ada di tahun 2008.

Finlandia sudah menerapkan pembayaran seluler sejak tahun 1997, ada juga yang berpendapat Apple telah mengusung Apple Pay di tahun 2014 sebagai pembayaran seluler yang sesungguhnya.

Konsep online shop diawali oleh orang Inggris bernama Michel Aldrich pada tahun 1979. Di kota Amsterdam Belanda sejak tahun 1960 telah ada program sepeda berbagi bersama, yang disebut “program sepeda putih” (Wittefietsen Plan). Tahun 1990 kota Copenhagen Denmark menjadi kota pertama yang memasyarakatkan sepeda berbagi.

Furukawa menyatakan, “empat penemuan besar terbaru” yang dipropagandakan oleh Beijing adalah empat penemuan Tiongkok klasik terbesar yakni: “kertas, mesiu, teknik percetakan dan kompas”. “PKT ingin membuktikan bahwa mereka telah mewarisi kebudayaan tradisional Tiongkok, dan ini digunakan untuk diumumkan pada dunia dan dipropagandakan pada rakyat.”

Empat penemuan Tiongkok klasik adalah kebanggaan bangsa Tionghoa. Diwarisi oleh hampir seluruh sejarah perkembangan masyarakat umat manusia, misinya adalah menyebarkan kebudayaan warisan Dewa dari Tiongkok bagi seluruh bangsa di dunia.

Namun setelah PKT merebut kekuasaan di Tiongkok, kebudayaan tradisional telah dirusak, moral masyarakat telah dirusak.

Pengamat sosial RRT Chu Ying mengatakan pada reporter Epoch Times, “PKT adalah penganut paham perampasan, dan paham pragmatisme, tidak bicara inovatif, selama bisa dicuri akan dicuri. Teknologi harus mengedepankan moralitas dan etika, begitu pula negara, begitulah RRT menjalankan pemerintahan, tidak ada moral dan tidak ada etika.”

Furukawa berkata, “PKT selalu melakukan seperti itu. Jadi dalam perang dagang RRT-AS, Amerika ingin membuntu jalur PKT mencuri teknologi canggih dan kemampuan produksi ilmiah dari negara lain.”

“Investigasi 301” Amerika menuduh RRT telah melanggar kekayaan intelektual AS, menyebabkan kerugian sebesar USD 225 hingga USD 600 milyar setiap tahunnya. Laporan investigasi tersebut menyebutkan PKT telah menggunakan berbagai cara melakukan pelanggaran kekayaan intelektual Amerika, termasuk:

– Jika perusahaan AS ingin berbisnis di RRT, harus bekerjasama join-venture dengan perusahaan RRT

– Dalam proses kerjasama itu, perusahaan RRT akan memaksa perusahaan AS untuk menyerahkan teknologi yang dipatenkan.

– Sebagian kekayaan intelektual AS telah dicuri secara ilegal oleh RRT, seperti dicurinya dokumen paten dan lain-lain.

Penasehat perdagangan Gedung Putih Navarro baru-baru ini kepada National Public Radio AS tentang alasan mengapa pemerintahan Trump mengenakan bea masuk terhadap produk impor dari RRT, selama 17 tahun terakhir, PKT telah mencuri kekayaan intelektual AS, dan melakukan kegiatan perdagangan tidak adil.

Menurut Navarro, berhadapan dengan Beijing kali ini Presiden Trump tampil membela Amerika, melawan aksi pencurian kekayaan intelektual yang dilakukan secara terbuka oleh PKT. “RRT adalah sebuah negara yang berdaulat, saat ini mereka ada pilihan. Sampai sekarang mereka memilih menyangkal segala yang telah mereka lakukan. Seluruh dunia tahu mereka adalah penipu.”

Mantan wakil presiden AS Biden menyatakan, budaya mencatut RRT adalah diakibatkan oleh sistem komunis. Ia mengatakan, selama sistem otoritarian yang menekan pemikiran dan kebebasan berpendapat rakyat masih eksis, maka mereka akan sulit memiliki inovatif, walaupun memiliki lebih banyak teknisi dan ilmuwan sekalipun, RRT tidak akan bisa menempati posisi dominan di dunia. (SUD/WHS/asr)

Efek Kenaikan Tarif Impor, Pabrik Perakitan TV LCD Samsung dan LG akan Hengkang dari Tiongkok

Epochtimes.id- Amerika Serikat baru-baru ini merilis daftar dari 1.300 jenis barang impor dari Tiongkok yang akan dikenakan kenaikan 25 % tarif sebagai hukuman atas perilaku pencurian hak kekayaan intelektual milik AS.

Akibat perselisihan perdagangan antar kedua negara tersebut tersebar kabar bahwa pabrik perakitan TV LCD Samsung dan LG sedang mempertimbangkan untuk hengkang dari Tiongkok.

Menurut media ‘Chosun Ilbo’ bahwa akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antar Tiongkok dengan Amerika Serikat, kedua pabrik asal Korea Selatan yakni Samsung dan LG sedang mempertimbangkan untuk menghentikan produksi TV LCD mereka dari pabriknya yang berada di Tiongkok, lantaran hasil produksi mereka kebanyakan diekspor ke AS.

Awal bulan April, AS mengumumkan rencana menaikkan tarif terhadap 1.300 jenis komoditas asal Tiongkok, meskipun semikonduktor dan display merk Samsung dan LG yang diproduksi di Tiongkok tidak termasuk dalam daftar terkena kenaikan tarif AS, namun TV LCD mereka yang berukuran 40 inci masuk dalam daftar tersebut.

Laporan hasil pertemuan eksekutif Samsung Electronics baru-baru ini menunjukkan bahwa TV LCD yang diproduksi oleh perusahaannya di Tiongkok dan kemudian diekspor ke Amerika Serikat tidak menghasilkan keuntungan.

Jika tarif 25% dikenakan, kerugian sudah dapat dipastikan sehingga produksi harus dihentikan. LG juga menghadapi situasi yang sama.

Namun, hanya 10% dari TV LCD Samsung yang diekspor ke Amerika Serikat yang dibuat di Tiongkok.

Jika sengketa perdagangan kedua negara itu terus meningkat, mau tak mau basis produksi global mereka perlu disesuaikan kembali.

Selain itu, ponsel Samsung sempat naik daun dalam penjualan di Tiongkok untuk suatu masa, dan pangsa pasar mereka pada tahun 2013 telah mencapai 20 %.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, di bawah himpitan merek Apple dan Tiongkok, usaha Samsung bahkan merugi beberapa tahun berturut-turut.

Media ‘JoongAng Ilbo’ menggunakan data perusahaan survei pasar melaporkan bahwa pada kuartal keempat tahun lalu, pangsa pasar Samsung di Tiongkok hanya tinggal 0,8%, masih belum sampai setengah dari perkiraan sebelumnya yang 1,7%.

Kejadian ini juga menjadi penyebab pangsa pasar Samsung di Tiongkok untuk tahun 2017 yang diharapkan bisa berada di angka 2,4% turun menjadi 2,1%. (Sinatra/asr)

Tiongkok akan Hapus Batasan pada Investasi Industri Otomotif

EpochTimesId – Ketegangan dalam perselisihan perdagangan antara Amerika Sserikat dengan Tiongkok menunjukkan tanda-tanda mulai mereda. Otoritas Beijing mengumumkan akan secara bertahap melonggarkan pembatasan investasi pada industri otomotif.

Di sisi lain, kepala penasihat ekonomi Gedung Putih menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sedang mencoba untuk menyelesaikan perbedaan yang terjadi dalam perdagangan. Dia mengatakan bahwa sejauh ini Beijing telah menunjukkan sikap dan tanggapan yang lebih konstruktif.

Wall Street Journal melaporkan bahwa pihak berwenang Beijing, Selasa (17/4/2018) waktu Amerika mengumumkan akan secara bertahap membuka pasar otomotif. Beijing akan menghapus ketentuan yang mewajibkan investor otomotif asing berpatungan 50:50 dengan perusahaan Tiongkok sebelum tahun 2022.

Sebagai pendahuluan, peraturan yang membatasi kerjasama patungan dalam industri otomotif bertenaga listrik dihapuskan, mulai saat ini juga.

Rilis menyebutkan, tindakan Beijing tersebut mungkin sebagai tanggapan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menuntut Tiongkok untuk menyediakan lingkungan persaingan yang sehat dan adil.

Selain itu, kebijakan juga diharapkan dapat membantu untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Kepala penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow saat menerima wawancara CBS pada hari Selasa mengatakan bahwa, Amerika Serikat dan Tiongkok sedang aktif dalam upaya menyelesaikan sengketa perdagangan. Kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini melalui dialog.

Sejauh ini, Beijing telah menunjukkan sikap dan tanggapan yang lebih konstruktif dalam menyelesaikan masalah. Karena itu, mungkin saja dalam beberapa bulan ke depan, kenaikan tarif pada sejumlah komoditas impor dari Tiongkok tidak lagi diterapkan.

Video Pilihan Erabaru Chanel :

“Ini benar-benar merupakan motor penggerak yang akan mengubah situasi investasi Tiongkok dalam satu dekade mendatang,” ujar Yale Zhang, kepala perusahaan konsultan Automotive Foresight di Shanghai, Tiongkok.

Trump dalam acara penandatanganan keputusan kenaikan tarif impor baja dan aluminium pada 8 Maret lalu juga menyinggung soal keluhan CEO Space X, Elon Musk. Space X menuduh Beijing memberlakukan peraturan yang tidak adil dalam industri otomotif.

Musk menyebutkan bahwa pabrik otomotif yang didirikan di Tiongkok oleh perusahaan otomotif AS, kepemilikannya dibatasi pada 50 persen, meskipun itu adalah pabrik milik sendiri.

Namun, lima perusahaan otomotif bertenaga listrik yang didirikan perusahaan Tiongkok di Amerika Serikat, kepemilikan sahamnya adalah 100 persen asing.

Robert Lighthizer, Perwakilan Dagang AS dalam laporan tentang hambatan perdagangan dengan Tiongkok pada bulan lalu menyebutkan bahwa, akibat peraturan Tiongkok, perusahaan General Motors Corp dan Ford Motor Co di Tiongkok dipaksa untuk berpatungan dengan perusahaan Tiongkok. Sehingga mereka juga dipaksa mentransfer teknologi kepada perusahaan Tiongkok.

Michael Laske, kepala eksekutif konsultan otomotif Austria AVL List GmbH China mengatakan bahwa Beijing telah menempuh langkah positif menuju perdagangan global.
Presiden Xi Jinping dalam Boao Forum for Asia pada 10 April menegaskan bahwa pemerintah akan menurunkan secara signifikan tarif impor sejumlah komoditas termasuk mobil.

Xi juga berjanji akan memperlonggar aturan investasi pada industri keuangan. Dia menambahkan, akan membuka lebih lebar pintu pasar Tiongkok dan memperkuat penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual.

“Di bidang manufaktur, perlu untuk melonggarkan ketentuan yang membatasi rasio kepemilikan investor asing sesegera mungkin, terutama pada pembatasan investasi asing di industri otomotif,” ujar Xi Jinping.

Trump pada suatu kesempatan dalam rapat di Gedung Putih pada 12 April lalu menyebut pidato Xi Jinping di Forum itu telah menunjukkan sikap kooperatif dengan membuka lebih lebar pasar Tiongkok untuk barang-barang dari AS. Sikap itu akan menghapus banyak ketidakadilan dalam dunia perdagangan, termasuk pengenakan pajak impor atau pungutan dalam negeri lainnya.

“Kita sekarang sedang bernegosiasi, dan saya pikir mereka (pihak Tiongkok) akan benar-benar bertindak adil kepada kita, saya rasa mereka memiliki niat baik itu,” kata Trump. (Wu Ying/ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Moody’s Naikkan Peringkat Indonesia, BI : Prestasi Besar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Epochtimes.id- Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service (Moody’s) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil pada 13 April 2018.

Dalam siaran persnya, Moody’s menyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Peningkatan cadangan devisa dan penerapan kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati tersebut memperkuat ketahanan dan kapasitas Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal.

Di sisi fiskal, Pemerintah dinilai mampu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diberlakukan pada 2003. Defisit yang dapat dipertahankan di level rendah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang dapat menjaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan.

Di sisi moneter, Bank Indonesia telah menunjukkan rekam jejak dalam memprioritaskan stabilitas makroekonomi. Penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.

Bank Indonesia juga semakin aktif menggunakan instrumen makroprudensial dalam menghadapi gejolak. Perbaikan posisi eksternal dan bertambahnya cadangan devisa memperkuat ketahanan terhadap potensi gejolak eksternal.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyatakan dengan perbaikan rating ke level Baa2 oleh Moody’s, kini Indonesia telah diakui oleh empat lembaga rating internasional berada pada satutingkat lebih tinggi dari level Investment Grade sebelumnya.

Menurut dia, rating tersebut adalah level tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia dari Moody’s. Pencapaian ini merupakan suatu prestasi besar ditengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan.

Gubernur BI menambahkan, hal ini dapat terwujud melalui konsistensi upaya Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan risiko global dan mengoptimalkan bauran kebijakan termasuk kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan dalam menjaga stabilitas perekonomian yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif,” katanya dalam siaran pers BI.

Moody’s sebelumnya memperbaiki outlook SCR Republik Indonesia dari Stable menjadi Positive, sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade) pada 8 Februari 2017. (asr)

Presiden Amerika Kritik Tiongkok dan Rusia karena Manipulasi Nilai Mata Uang

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan kritikan pedas terhadap Tiongkok dan Rusia, awal pekan ini. Kedua negara itu dikritik karena memanipulasi nilai tukar mata uang.

Seiring dengan tingkat pengangguran mencapai titik terendah baru, ekonomi tumbuh dengan mantap dan tingkat inflasi pun berada dalam tren naik. The Fed sedang mempertimbangkan untuk menaikkan lagi suku bunga perbankan.

Tetapi Trump melalui berita Twitter menyampaikan, “Tiongkok dan Rusia membuat nilai mata uangnya terdepresiasi. Sedangkan Amerika Serikat terus menaikkan suku bunga, ini adalah hal yang tidak dapat diterima akal sehat.”

Trump sering menerbitkan berita di Twitter, menuduh pihak berwenang Tiongkok memanipulasi nilai mata uang dan merugikan AS. Tindakan itu dinilai merusak industri manufaktur AS, melanggar aturan perdagangan, dan juga menipu pemerintahan dan perusahaan Amerika.

Trump telah mengumumkan kenaikan pajak impor komoditas Tiongkok sebesar 50 miliar Dolar AS. Dia juga mengumumkan akan mengenakan pajak tambahan sebesar 100 miliar.

Pada saat yang sama, Departemen Perdagangan AS mengumumkan sanksi terhadap perusahaan pemasok perangkat komunikasi Tiogkok, ZTE Corporation karena melanggar perjanjian. Mereka mengeluarkan perintah untuk melarang perusahaan AS mengekspor komponen komunikasi ke pabrikan peralatan telekomunikasi Tiongkok ZTE selama tujuh tahun.

Pemerintah AS menuduh perusahaan tersebut telah melanggar perjanjian embargo dengan pemerintah AS dan secara ilegal mengirim barang dan teknologi AS ke Iran. Tahun lalu, ZTE Corporation setuju untuk dihukum di pengadilan federal di Texas.

Sanksi yang diberikan AS memiliki dampak besar pada perusahaan ZTE. Sebab 25 hingga 30 persen komponen internet dan ponsel yang diproduksi perusahaan tersebut diimpor dari Amerika Serikat. (Fang Fei/NTDTV/Sinatra/waa)

BMKG Ramal Musim Mulai Kemarau, Waspada Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan

Epochtimes.id- Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kondisi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia mengindikasikan bahwa hingga awal April 2018 ini kondisi La Nina kategori lemah sudah berakhir menuju kondisi normalnya pada bulan Mei hingga September 2018 nanti.

Sementara itu, tidak ada indikasi anomali iklim dipole mode yang terjadi di Samudera Hindia bagian barat Sumatera. BMKG memprediksi Samudera Hindia tetap dalam kondisi normal pada periode April hingga September 2018 nanti.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan sirkulasi angin regional sudah didominasi angin Monsun Australia (angin timuran) hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa.

“Angin timuran membawa massa udara kering dari Benua Australia, kondisi ini selaras dengan awal periode musim kemarau di Indonesia,” tulisnya dalam keterangan tertulis BMKG.

Meski demikian, di beberapa wilayah terutama di bagian barat, masih terdapat massa udara basah yang cukup lembap (> 65%), terutama di atmosfer lapisan menengah (ketinggian 3000 meter).

Kondisi ini dapat mendukung tumbuhnya awan-awan konvektif sehingga hujan sporadis masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera bagian Selatan, Jawa bagian Tengah dan Timur, Kalimantan bagian Utara dan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Selatan, serta Maluku bagian Utara. Pada musim transisi, potensi dan peluang cuaca ekstrem seperti hujan es dan puting beliung dapat terjadi.

Analisis Hari Tanpa Hujan hingga dasarian I April menunjukkan panjang kekeringan meteorologis akibat ketiadaan hari hujan berturut-turut, dilaporkan bahwa beberapa daerah telah mengalami hari tanpa hujan kategori sangat panjang (> 30 hari) yaitu di Aceh Utara (35 hari), kategori panjang (>20-30 hari) yaitu di Batuta, Nusa Tenggara Timur (30 hari) dan di Sumatera Utara (26 hari).

Sementara itu, beberapa daerah di Jawa Timur dan NTB sudah mengalami ketiadaan hari hujan berturut-turut kategori menengah (11 – 20 hari).

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau awal bulan April ini.

Awal musim kemarau tidak seragam di tiap daerah. Hingga awal April, daerah yang sudah memasuki kemarau adalah Provinsi NTT, NTB, DIY, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.

Kemudian merambat perlahan ke arah barat dan utara ke Pulau Jawa, sebagian Sulawesi, sebagian Kalimantan, dan Sumatera yang memasuki awal kemarau secara umum di bulan Mei.

Demikian juga untuk sebagian Papua. Prospek curah hujan 10-harian ke depan, beberapa daerah diprediksikan mendapatkan akumulasi curah hujan kategori rendah (< 50 mm dalam 10 hari) di antaranya daerah NTT, NTB, dan sebagian Jawa Timur.

Sementara wilayah lain, umumnya masih berpeluang mendapat akumulasi curah hujan dengan tingkat menengah (50 – 150 mm dalam 10 hari).

Menghadapi musim kemarau tahun ini, perlu diwaspadai daerah-daerah yang rentan terjadinya Kebakaran lahan dan hutan, di antaranya Aceh dan Sumatera Utara bagian timur, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta sebagian Papua bagian Selatan. (asr)

PM Jepang Kunjungi Donald Trump Bahas Korea Utara dan Perdagangan

0

EpochTimesId – Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengunjungi Amerika Serikat, awal pekan ini. Presiden AS, Donald Trump dan PM Abe akan bertemu di Mar-a-Lago pada 17-19 April 2018.

Kunjungan Abe ke Amerika kali ini dikabarkan dalam rangka kunjungan kerja. Keduanya diperkirakan akan membahas sejumlah isu seperti Korea Utara, perdagangan, Indo-Pasifik dan kegiatan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan yang memicu ketegangan.

Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa sejumlah pejabat senior akan hadir dalam pertemuan Trump-Abe. Termasuk pejabat yang bertanggung jawab untuk perdagangan dan urusan Korea Utara.

Trump lebih sering bertemu Abe dibandingkan dengan kepala negara asing lainnya. Keduanya juga sering berbicara lewat telpon untuk bertukar pendapat.

“Presiden sangat menghormati pandangan Perdana Menteri Abe pada isu-isu keamanan di Asia Timur Laut, ia pasti ingin tahu apakah Abe masih memiliki ide-ide lainnya,” Kata pejabat Gedung Putih dalam konferensi pers akhir pekan lalu.

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Menurut jadwal yang diberikan oleh Gedung Putih, Trump dan Abe akan saling bertukar pikiran dalam pertemuan tingkat tinggi pada hari Selasa (17/4/2018) waktu setempat. Setelah itu mereka akan berpartisipasi dalam pertemuan yang didampingi oleh penasehat keamanan nasional masing-masing.

Malam harinya, kedua kepala negara beserta istrinya akan hadir dalam jamuan makan malam. Pada hari Rabu (18/4/2018), kedua pemimpin negara akan mengadakan diskusi yang lebih luas tentang serangkaian masalah, kemudian diikuti dengan konferensi pers bersama.

Daftar nama peserta dari AS yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Presiden Mike Pence, Wakil Sekretaris Negara John Sullivan. Kemudian ada Kepala Staff Gedung Putih John Kelly, Wakil Perdagangan Amerika Serikat Robert Lighthizer, dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, serta juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

Kepala Penasehat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, Duta Besar AS untuk Jepang William Hagerty dan Direktur Senior Urusan Asia Matt Pottinger juga turut mendampingi.

Media Jepang ‘Nihon Keizai Shimbun’ melaporkan bahwa dibandingkan dengan kepala negara lainnya, Abe lebih percaya diri dalam bergaul dengan Trump. Walau dia mengakui tetap ada tekanan.

Sejak bulan awal April, Abe terus berada di kediaman resmi Perdana Menteri untuk mempersiapkan secara menyeluruh bahan-bahan yang akan di bawa dalam pertemuan dengan Presiden Trump.

Dalam masalah perdagangan Jepang-Amerika Serikat, Jepang dapat menyambut usulan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk kembali ke Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP). Sementara itu, Jepang kurang setuju dengan FTA.

Pemerintah Jepang berharap dengan kunjungan Abe ke Amerika Serikat dapat mengusulkan pembentukan kerangka kerja baru untuk dialog guna membahas cara ideal untuk perdagangan bilateral Jepang-AS. Sementara Jepang ingin mendorong Amerika Serikat untuk kembali ke TPP.

Di sisi lain, pejabat perdagangan Tiongkok pada akhir bulan Maret lalu telah menyerukan kepada Jepang untuk bersama Tiongkok, dan Korea Selatan menjaga perdagangan bebas. Laporan menyebutkan bahwa Tiongkok komunis tampaknya ingin menggunakan kesempatan untuk melemahkan hubungan Jepang-Amerika. (Lin Yan/ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

Amerika Serikat Sedang Memperkuat Pengembangan Senjata Hipersonik

oleh Wang Jianyu

Senjata hipersonik menjadi topik utama dalam perlombaan senjata antara Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok.

Terdesak oleh sikap pemerintah Rusia dan Tiongkok, Wakil Menteri Pertahanan AS Michael Griffin baru-baru ini pada sebuah wadah pemikir yang berlokasi di Washington DC menekankan bahwa, di waktu mendatang AS akan berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan, senjata hipersonik dan senjata DEW (directed energy weapon).

Anggaran belanja Departemen Pertahanan AS untuk tahun fiskal 2019 menunjukkan bahwa jumlah anggaran belanja untuk proyek penelitian hipersonik rudal telah dinaikkan secara substansial.

Voice of America melaporkan, pada 13 April Michael Griffin dalam sebuah diskusi di Hudson Institute, Washington DC. mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat hanya mengembangkan senjata setara dengan yang dimiliki oleh militer Tiongkok dan Rusia, tetapi harus memiliki teknologi militer yang lebih depan dari mereka.

Dia mengatakan bahwa strategi pertahanan keamanan baru dari pemerintahan Trump adalah strategi yang telah dibayar sangat mahal oleh Amerika Serikat selama beberapa dekade.  Modernisasi pada 10 era yang tercantum dalam strategi keamanan pertahanan AS itulah yang akan menjadi fokus pekerjaan di hari-hari depannya.

Griffin mengatakan, meskipun Amerika Serikat masih memimpin di banyak bidang, tetapi di beberapa bidang lainnya Amerika Serikat tidak lagi memimpin, khususnya yakni teknologi hipersonik dan mikroelektronika.

Sebelumnya, Komandan Strategis AS, Marsekal Udara John E. Hyten dalam sebuah acara Dengan Pendapat di Senat pada 20 Maret lalu mengatakan bahwa Amerika Serikat di bidang teknologi hipersonik sedang bersaing ketat dengan Rusia dan Tiongkok, target AS adalah mengungguli mereka.

Dia mengatakan bahwa untuk lebih baik dalam menguji efektivitas dari serangan rudal hipersonik, militer membutuhkan sistem penginderaan ruang yang lebih modern. Anggaran pertahanan yang jumlahnya 648 miliar Dolar AS saat ini sudah termasuk 42 miliar Dolar untuk membangun sebuah sistem sampel.

Menurut laporan resmi Amerika Serikat pada bulan Februari tahun ini, anggaran pertahanan yang diajukan oleh militer AS untuk tahun fiskal 2019 termasuk anggaran untuk penelitian hipersonik adalah sebesar 1,025 miliar Dolar AS. Naik sebanyak 63 % dari tahun 2018. Ini berarti bahwa perkembangan senjata hipersonik AS di masa depan akan berjalan cepat.

Sebagai senjata utama untuk melaksanakan tugas serangan seketika ke berbagai tempat di dunia, senjata hipersonik dianggap sebagai alat yang benar-benar mampu mengubah aturan  perang. Ia berdampak besar pada konsep operasional militer dunia. Beberapa negara di dunia mulai bersaing dalam pengembangan senjata tersebut, terutama dalam perlombaan senjata antara Amerika Serikat, Tiongkok dan Rusia.

Trump sejak ia memangku jabatan presiden telah memberikan perhatian besar karena menganggap penting strategi serangan seketika ini. Pada bulan Juli tahun lalu, program CPGS (Conventional Promp Global Strike) yang dibentuk sejak tahun 2002 diubah namanya menjadi CPS (Conventional Promp Strike).

Setelah berganti nama, pengembangan teknologi senjata hipersonik masih menjadi fokus konstruksi. Anggaran penelitiannya tercantum dalam daftar prioritas anggaran belanja negara tahun fiskal 2017.

Kongres AS meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan anggaran untuk meningkatan kemampuan penyerangan dengan senjata hipersonik khususnya untuk wilayah pertempuran Asia Pasifik dan Eropa dalam APBN tahun fiskal 2017 – 2022, sebagai tuntutan untuk menghadapi perubahan situasi geopolitik yang sedang berlangsung di dunia.

Senjata hipersonik

Senjata hipersonik, biasanya mengacu pada kecepatan luncur pesawat, peluru kendali dan lainnya yang memiliki kecepatan lebih tinggi dari angka Mach 5.0, Karena teknologi secara bertahap mengalami kematangan, setelah tahun 2010, bidang ini menjadi isu hangat dalam komunitas militer internasional.

Dari perkembangan saat ini, pesawat hipersonik memiliki lima karakteristik sebagai berikut : Pertama, cepat dapat melakukan serangan. dapat menyerang sasaran di mana saja di dunia dalam waktu sekitar satu jam.

Kedua adalah jarak penerbangannya lebih jauh, berbagai hulu ledak rudal balistik dapat ditingkatkan jarak terbangnya dari 1.000 – 5.000 km ke sasaran jika diluncurkan dengan pendorong hipersonik.

Ketiga adalah meningkatkan kemampuan penetrasi, kecepatan yang tinggi membuat senjata pencegat tidak efektif.

Keempat, efek kerusakan atau kehancurannya tinggi, sasaran yang terkena benturan benda yang terbang dengan kecepatan ultra tinggi akan mengalami kerusakan lebih hebat, meskipun benda atau pesawat itu tidak dilengkapi dengan hulu ledak.

Kelima adalah memberikan efek jera.

Pihak berwenang Tiongkok telah melakukan beberapa kali uji coba dengan meluncurkan objek bertenaga hipersonik untuk mencegat objek lain yang sedang terbang. Belum diketahui bagaimana dengan hasil uji coba ‘senjata anti-rudal’ ini. Selain itu juga tidak diketahui berapa lama para ahli roket militer telah mulai mengembangkan senjata hipersonik dan sejauh apa hasilnya.

Pada 1 Maret tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato kenegaraan tahunan berusaha memperkenalkan berbagai senjata mutahir milik mereka termasuk rudal hipersonik, ALCM nuklir senjata yang paling canggih. Salah satu di antaranya yang dijuluki Sang Pelopor, adalah rudal hipersonik yang dapat terbang antar benua dengan kecepatan 20 kali lipat kecepatan suara, juga katanya memiliki kemampuan untuk mematahkan semua sistem pertahanan udara saat ini dan sistem pertahanan rudal di dunia.

Pada 10 Maret, Kementerian Pertahanan Nasional Rusia mengumumkan bahwa mereka berhasil menguji-coba rudal supersonik yang diberi nama Belati (memiliki 10 kali lipat kecepatan suara).

Namun, baik Barat maupun beberapa pakar Tiongkok bersikap tidak percaya terhadap  propaganda Putin itu. Sampai-sampai banyak ahli militer Rusia pun menyatakan keraguannya. (Sin/asr)

Peti Bersepuh Emas Berisi Hati Ratu Prancis dari Abad ke-16 Hilang Dicuri

Epochtimes.id- Peninggalan terbesar abad ke-16 yang berisi hati dari satu-satunya wanita yang dinobatkan menjadi ratu Prancis telah dicuri dari sebuah museum.

Perampok membawa kabur peti bersepuh emas yang terdapat jantung Anne of Brittany setelah membobol museum Thomas-Dobree di kota Prancis Nantes pada akhir pekan lalu seperti dilaporkan Telegraph Inggris.

Melansir dari 9news.com, Sabtu (16/04/2018) meskipun alarm berbunyi, pencuri berhasil lolos dengan casing berbentuk oval 15 cm itu.

Ratu Anne hidup antara 25 Januari 1477 – 9 Januari 1514. Dia adalah wanita terkaya di Eropa pada masanya.

Benda yang dicuri tersebut memiliki nilai historis yang besar dan pencuriannya memicu kemarahan di Prancis.

Philippe Grosvalet, Presiden Departemen Loire-Atlantique yang memiliki museum itu, mengatakan: “Para pencuri menyerang warisan bersama kami dan mencuri barang bernilai tak ternilai. Lebih dari sekedar simbol, peti yang berisi hati Anne of Brittany milik sejarah kita.”

Dia menambahkan bahwa peninggalan itu telah diselamatkan dari pencairan setelah Revolusi Perancis pada 1789. Objek ini telah dipamerkan di museum selama lebih dari 130 tahun.

Ratu Anne, pendukung otonomi Brittany dari Prancis, meninggal pada tahun 1514 pada usia 36 tahun.

Dia dimakamkan bersama bangsawan Prancis lainnya di Basilika Sain Denis di luar Paris.

Tetapi untuk mengenali cintanya pada Brittany, hatinya ditempatkan di makam orang tuanya di sebuah kapel Carmelite di Nantes, sesuai dengan keinginannya.

Dia menikahi Charles VIII dari Perancis pada tahun 1491, menjadi permaisuri pada usia 12 tahun.

Kemudian ketika dia meninggal tanpa pewaris delapan tahun kemudian, dia menikahi Louis XII dan menjadi satu-satunya wanita yang dinobatkan menjadi ratu Prancis selama dua periode. (asr)

Sumber : 9News.com