Trump Mengatakan Rencana Perdamaian AS untuk Ukraina Dikurangi dari 28 Poin Menjadi 22 Poin

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump, saat berada di pesawat Air Force One, mengatakan bahwa rencana perdamaian Amerika untuk mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia, yang awalnya terdiri dari 28 poin, telah dikurangi menjadi 22 poin.

Dalam percakapan dengan para wartawan, pemimpin Amerika tersebut menekankan bahwa materi awal hanyalah garis besar dasar.

“Itu hanyalah peta. Itu hanyalah peta. Itu bukan rencana. Itu adalah sebuah konsep. Dan dari sana, mereka mengambil masing-masing dari 28 poin tersebut, lalu mempersempitnya menjadi 22 poin. Banyak di antaranya yang terselesaikan, dan sebenarnya, terselesaikan dengan sangat baik. Jadi kita lihat saja nanti,” kata Trump.

Dia juga mengomentari laporan tentang dugaan tenggat waktu untuk menyelesaikan perjanjian yang terkait dengan 27 November.

“Lihat apa yang terjadi. Mereka menetapkan tanggal, dan tanggal itu akan jatuh dalam waktu dekat… Saya tidak punya tenggat waktu. Anda tahu tenggat waktu untuk saya? Ketika semuanya berakhir. Dan saya pikir semua orang sudah lelah berperang saat ini. Mereka kehilangan terlalu banyak orang,” kata Presiden AS.

Trump secara terpisah ditanya apakah pendekatan yang diusulkan akan membutuhkan konsesi teritorial yang berlebihan dari Ukraina. Dia menjawab bahwa situasi di garis depan sedang berkembang ke arah tertentu.

“Jika Anda perhatikan, situasinya bergerak ke satu arah. Jadi, pada akhirnya, itu adalah wilayah yang dalam beberapa bulan ke depan mungkin akan didapatkan oleh Rusia. Jadi, apakah Anda ingin berperang dan kehilangan 50–60 ribu orang lagi?” Trump menekankan.

Rencana perdamaian AS

Media Barat baru-baru ini menerbitkan rencana perdamaian baru yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Rencana tersebut terdiri dari 28 poin, yang sebagian besar bertentangan dengan kepentingan Ukraina.

Setelah dokumen tersebut diterbitkan, negosiasi Ukraina-Amerika dimulai di Jenewa dan berlanjut pada 23-24 November. Setelah konsultasi, versi awal rencana tersebut dikurangi dari 28 menjadi 19 poin.

Delegasi Ukraina, setelah pertemuan tersebut, melaporkan “kesepahaman mengenai syarat-syarat utama perjanjian yang dibahas di Jenewa” dan mencatat bahwa Presiden Volodymyr Zelenskyy mungkin akan mengunjungi Amerika Serikat “secepat mungkin di bulan November” untuk pembicaraan lebih lanjut dengan Trump. (yn)

MUnas XI ASPADIN Diwarnai Aksi Protes, Mayoritas Peserta Walkout

JAKARTA-Penyelenggaraan pemilihan Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) periode 2025-2028 pada Munas XI, 12 November 2025 lalu di Jakarta, dinilai tidak sesuai dengan kepatuhan terhadap prinsip dasar organisasi. Mayoritas anggota mencatat tata tertib yang tidak sesuai AD/ART yang membatasi bakal calon Ketua Umum hanya untuk yang berdomisili di Jabodetabek.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Aspadin Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, Evan Agustianto mengatakan kebijakan yang diambil pada pemilihan Ketua Umum Aspadin pada Munas XI ini membatasi hak anggota dari berbagai daerah untuk mengajukan calon secara setara. “Harusnya dalam Munas kemarin usulan semua peserta diakomodir. Tapi terkesan ada ketidakadilan perlakuan yang dipaksakan oleh sekelompok kecil untuk menguasai Munas,” ujarnya.

Dia menuturkan mereka tidak menghitung peserta yang mayoritas berbeda sikap karena melihat adanya ketidakadilan tersebut. “Jadi, mereka mengabaikan peserta mayoritas dan tidak memperhitungkannya,” ucapnya.

Disampaikan, selain ketidaksesuaian AD/ART, terdapat dugaan pemberian fasilitas kepada DPD tertentu dan pembatasan akses informasi dan pelibatan terkait penyelenggaraan Munas yang diduga diarahkan untuk memuluskan kemenangan Ketua Umum terpilih saat itu, yaitu Firman Sukirman sebagai Ketua Umum baru.

Anehnya lagi, lanjutnya, upaya perwakilan anggota, beberapa Ketua dan Pengawas DPD untuk menyampaikan keberatan terhadap proses pemilihan juga ditolak. Hal itu terjadi karena adanya beberapa oknum Dewan Pengurus Pusat yang menghalangi melalui berbagai cara.

Karena menilai proses pemilihan tidak demokratis dan penuh dengan rekayasa, menurut Evan, mayoritas anggota Aspadin yang hadir atau lebih dari 75 anggota dari total 96 peserta, memilih untuk walkout dan menolak mengikuti proses pemilihan lebih lanjut. “Kami berpendapat bahwa seharusnya Munas mengutamakan asas transparansi, kebersamaan dan keadilan, menjunjung tinggi serta menghargai hak setiap anggota sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan,” katanya.
 
Dia menegaskan Munas sebagai forum tertinggi organisasi semestinya menjadi wadah penyampaian agenda dan usulan anggota serta diselenggarakan secara inklusif oleh Pengurus DPP, dan bukan didominasi oleh pihak tertentu.

Anggota Pengurus Bidang Advokasi DPP Aspadin periode 2022-2025, Eddy Setyahadi, juga melihat adanya keanehan lain pada Munas kali ini.  “Biasanya pada Munas sebelumnya acara dimulai dengan laporan pertanggungjawaban Ketua Umum yang lama terlebih dulu. Tapi kali ini itu tidak dilakukan dan langsung mengadakan sidang pemilihan Ketua Umum tanpa menyerahkan kepengurusan kepada panitia Munas terlebih dulu,” tukasnya.

Tidak hanya itu, sidang untuk pemilihan Ketua Umum juga dilakukan tanpa pembahasan tata tertibnya (tatib) terlebih dulu dan tanpa meminta persetujuan dari anggota yang hadir apakah sesuai atau tidak. “Nah, kemarin itu langsung keluar itu tata tertib, dan itu pun tidak disetujui oleh forum karena berbeda dengan tatib Munas 3 tahun lalu,” tuturnya.
 
Dia menungkapkan adanya penghapusan satu pasal (pasal 4) pada tatib Munas yang sekarang, di mana pasal tersebut menyebutkan bahwa bila memungkinkan masih bisa untuk mengubah AD/ART. Misalkan, pada pemilihan Ketua Umum sekarang itu, AD/ART-nya itu dibuat berdasarkan satu suara satu DPD. “Sesuai AD/ART sebelumnya, kalau ada yang tidak setuju hal itu,  kemungkinan AD/ART itu masih bisa diubah. Tapi, ada sekelompok tertentu yang memang sudah sengaja menghapus pasal tersebut agar mereka menang secara kalkulasi. Mereka takut, kalau berlaku satu suara satu anggota, bisa-bisa mereka kalah,” ucapnya.

Wakil Ketua DPD Aspadin Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta & Kalimantan Tengah, Rama Zakaria Rama, menegaskan Munas itu seharusnya wadah untuk menampung aspirasi dari semua anggota dan bukan kelompok tertentu saja. “Jadi apapun konteks permasalahan yang dibicarakan di Munas itu harus meminta pendapat dari semua anggotanya. Soal bagaimana Munas itu hanya mengatur hal yang berdasarkan kebijakan lembaga dalam hal ini asosiasi yaitu ada AD/ART, itu harus dilakukan secara dinamis dengan persetujuan semua anggota,” tukasnya.

Menurutnya, dinamika dari lembaga ini harus dibahas di forum tertinggi di mana mandat anggota ada di Munas. Jadi, berbeda kalau acara Raker yang forumnya itu hanya pengurus DPD atau DPP yang bisa mengikutinya.

Sekjen DPD Aspadin Jawa Timur, Mulyono Wibisono juga menyayangkan adanya ketidaksesuaian dengan kepatuhan terhadap prinsip dasar organisasi pada Munas Pemilihan Ketua Umum Aspadin baru-baru ini. Dia juga mengungkapkan adanya kejanggalan-kejanggalan dari AD/ART yang salah satu pasalnya dihilangkan. “Kalau nggak ada apa-apa, kenapa dihilangkan? Kita jauh-jauh datang menghadiri Munas di Jakarta dengan naik pesawat, ya paling tidak kita didengar lah. Tapi, kalau semua sudah ditentukan, lah kita ngapain di situ? Hasilnya tinggal dibacakan, ditandatangani semua, sudah terima jadi lah begitu. Kita nggak dianggap sama sekali,” cetusnya.
 
Di antara para anggota yang menyatakan tidak mengakui dan menolak kepengurusan baru yang dipilih dalam Munas saat itu mayoritas berasal dari DPD Sumatera Utara dan Aceh; DPD Sumatera Barat; DPD Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten; DPD Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan Tengah; DPD Jawa Timur; DPD Bali dan Nusa Tenggara dan DPD Sulawesi Utara.

ARTOTEL Harmoni Jakarta Hadirkan “Semarak Akhir Tahun” dengan Gala Dinner dan Merchandise Eksklusif

Jakarta, 26 November 2025 – ARTOTEL Harmoni Jakarta menghadirkan rangkaian program “Semarak Akhir Tahun” yang menawarkan pengalaman merayakan pergantian tahun dengan konsep fun, playful, dan artistic. Program yang berlangsung hingga akhir tahun ini mencakup paket menginap spesial, gala dinner, hingga merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan seniman kontemporer Indonesia, Eddie Hara.

Rangkaian program tersebut terbagi dalam empat paket utama:

  • Snooze & Stay: Paket menginap spesial seharga Rp 1.499.000 termasuk sarapan dan gala dinner untuk dua orang pada malam tahun baru
  • Wanderer Years Ahead: Gala dinner dengan hiburan band akustik, DJ performance, dan doorprize hingga hadiah utama trip ke Bali
  • Perks & Perks: Merchandise eksklusif Artotel Goods bertema “Do Not Disturb” hasil kolaborasi dengan Eddie Hara
  • Festive Feast: Program F&B dengan konsep unik menampilkan kuliner nusantara

Yulia Maria, Director of Marketing Communications Artotel Group, menjelaskan filosofi di balik program ini. “Kami ingin menghadirkan pengalaman bagi tamu yang tidak hanya merayakan pergantian tahun, namun dibalut dengan ragam budaya Indonesia. Lebih dari sekadar perayaan, ini adalah bentuk apresiasi kami kepada tamu setia,” ujarnya.

M Isa Ismail, General Manager ARTOTEL Harmoni Jakarta, menambahkan bahwa program ini cocok untuk masyarakat Jakarta maupun luar kota yang ingin merayakan tahun baru dengan kuliner nusantara dan hiburan menarik. “Program kami dapat menjadi pilihan untuk pengalaman tahun baru yang tak terlupakan bersama keluarga,” katanya.

Program ini juga memanfaatkan keanggotaan Artotel Wanderlust yang memberikan berbagai keuntungan seperti diskon menginap 10%, diskon F&B 5-15%, serta birthday reward diskon 50% untuk member yang berulang tahun.

Kendalikan Hidupmu, Cukup Lakukan Tiga Hal Ini

EtIndonesia. John Lennon pernah berkata: “Saat kita sibuk mati-matian mengejar hidup, justru hidup itu sendiri sudah meninggalkan kita.”

Setiap orang berharap hidup memperlakukan dirinya dengan lembut, tapi kenyataannya hidup sering kali menguji kita—datang dengan kecemasan, beban pikiran, dan masalah yang tak pernah selesai. Satu masalah teratasi, masalah lain muncul. Kita kewalahan, merasa tak sanggup, dan itulah kenyataan sebagian besar hidup manusia.

Hidup memang tidak mudah.  Dan setiap orang punya “tidak mudah”-nya masing-masing.

Sering kali kita hanya mengikuti arus, menjalani hidup secara pasif, sibuk mengatasi satu per satu urusan tanpa benar-benar mengendalikan hidup kita sendiri. Padahal setiap orang tentu ingin menjadi tuan bagi hidupnya, bukan sekadar bertahan hidup.

Jika ingin benar-benar memegang kendali, cukup lakukan tiga hal berikut—dan kita akan meninggalkan sekadar “bertahan hidup” dan mulai benar-benar “menjalani hidup”.

1. Tentukan Arah — Miliki Tujuan yang Jelas

Ada sebuah kalimat dalam Talmud:  “Jika sebuah kapal tidak tahu ke pelabuhan mana dia akan berlayar, maka angin dari arah mana pun tak akan menjadi angin yang menguntungkan.”

Di tengah lautan luas, kapal butuh mercusuar agar tidak tersesat. Dalam perjalanan hidup, kita membutuhkan tujuan—agar tahu ke mana harus melangkah, apa yang harus diperjuangkan, dan apa yang harus dilepaskan.

Penulis Amerika Og Mandino bilang: “Sebuah benih dapat melahirkan seluruh hutan.”

Begitu pula tujuan hidup: dia memberi arah, memberi harapan, dan membangkitkan kekuatan yang bahkan tidak kita sadari sebelumnya.

Ada kisah nyata saat gempa besar Tangshan 43 tahun lalu. Sepasang suami istri terjebak di bawah reruntuhan. Kaget, lapar, dan hampir putus asa. Sang suami meraba dan menemukan sebuah pisau dapur. Dia mulai memotongi beton di sekitar mereka—padahal pisau itu bahkan tak mampu menembusnya.

Namun suara “ting… ting…” dari pisau itu membuat sang istri merasakan harapan: suaminya sedang berusaha membuka jalan keluar.

Tiga hari kemudian, mereka diselamatkan. Suami itu sebenarnya tahu usahanya nyaris mustahil, tetapi dia tetap mengatakan: “Sedikit lagi, kita pasti keluar.”

Yang membuat mereka bertahan hidup adalah: tujuan.

2. Buat Rencana — Hidup Perlu Peta, Bukan Sekadar Keinginan

Dalam film The Shawshank Redemption, Andy berkata:  “Ada orang yang sibuk menunggu mati, ada yang sibuk memperjuangkan hidup.”

Andy dipenjara atas tuduhan salah. Selama 20 tahun, dia menyusun rencana pelarian yang sangat detail—dari mengukir dinding, hingga menciptakan identitas baru di luar penjara. Hasilnya? Dia bebas dan hidup sebagai orang kaya.

Intinya: perencanaan.

Tanpa rencana, hidup hanya mengalir tanpa arah. Dengan rencana, kita tahu:

  • kita sedang berada di mana
  • kita ingin menuju ke mana
  • langkah apa yang harus diambil saat ini

Hidangan diselesaikan satu suap demi satu suap. Perjalanan ditempuh langkah demi langkah. Wajah masa depan kita selalu tersembunyi dalam kebiasaan kita hari ini.

Mulailah menyusun rencana hidupmu—meski sederhana. Setelah itu, jalani sedikit demi sedikit. Dengan begitu, perlahan kita mulai mengendalikan hidup.

3. Bergerak — Tanpa Aksi, Segalanya Hanya Angan-angan

Kita sering mendapat “ide cemerlang” di malam hari. Kita merasa besok akan berubah total. Tapi ketika pagi tiba, semuanya hilang. Kita kembali berjejalan di bus atau MRT, kembali menjalani hari yang sama.

Tujuan yang indah dan rencana yang matang tetap tidak berarti jika tidak ada tindakan.

Penyair Wang Guozhen pernah berkata: “Tidak ada gunung yang lebih tinggi dari manusia; tidak ada jalan yang lebih panjang dari kaki manusia.”

Kalau kita bergerak—peluang muncul. Jika tidak bergerak—kita hanya ‘berfantasi’.

Dan meski kita bergerak ke arah yang salah, itu tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Ada yang berkata: “Kamu adalah bola salju kecil. Kamu mungkin bingung harus menggelinding ke mana. Maka gelindinglah dulu—karena di mana pun penuh salju, kamu akan tetap bertambah besar.”

Saat menjadi bola yang besar, barulah arah menjadi jelas. Dan ketika sudah besar, menggelinding ke tempat yang kamu inginkan pun akan lebih cepat.

Jadi, bergeraklah. Mulai sekarang. Kalau kamu sungguh ingin melakukan sesuatu, dunia akan membuka jalan.

Akhir Kata

  • Tujuan yang jelas 
  • Rencana yang tepat

Tindakan yang konsisten  = Hidup yang benar-benar kamu kendalikan.

Hari demi hari, kita akan berjalan di jalan yang membuat kita semakin kuat. Dengan setiap langkah, kita mengumpulkan keberanian, kemampuan, dan keyakinan.  Pada akhirnya, hidup pun akan tersenyum lembut pada kita—dan memperlakukan kita dengan lebih ramah.(jhn/yn)

Jepang Berencana Menempatkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan

Menteri pertahanan Jepang mengatakan penempatan ini akan membantu menurunkan risiko serangan terhadap Jepang sendiri

EtIndonesia. Pejabat pertahanan tertinggi Jepang menyatakan akan tetap melanjutkan rencana penempatan rudal permukaan-ke-udara di sebuah pangkalan militer dekat Taiwan, di tengah memanasnya perselisihan diplomatik antara Tokyo dan Beijing.

Penempatan rudal di Pulau Yonaguni, yang berjarak hanya 68 mil dari pantai timur Taiwan, akan “mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap Jepang,” kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada 23 November saat meninjau pangkalan Pasukan Bela Diri (SDF) di pulau tersebut.

Yonaguni merupakan bagian dari Kepulauan Sakishima dan menjadi titik terdekat Jepang dengan Taiwan.  ejak 2016, pulau ini telah menjadi lokasi unit pemantauan dan keamanan Pasukan Bela Diri, yang menandai langkah penting dalam upaya Tokyo memperkuat pertahanan di gugus pulau barat daya.

Pada Januari lalu, Menteri Pertahanan saat itu, Gen Nakatani, mengatakan pemerintah ingin menempatkan sistem rudal Chu-SAM Tipe 03 di Yonaguni, namun perkembangannya berjalan lambat. Rudal jarak menengah ini dirancang untuk mencegat pesawat dan ancaman yang masuk pada jarak hingga sekitar 31 mil.

Koizumi mulai menjabat pada Oktober lalu, ia mengatakan kementerian masih mengerjakan rencana tersebut dan akan memberitahukan kepada pemerintah daerah serta warga pulau setelah rincian final disepakati.

Selain penempatan rudal, rencana itu juga mencakup pembangunan bunker bawah tanah di seluruh Kepulauan Sakishima, termasuk sebuah tempat perlindungan bawah tanah di bawah balai kota Yonaguni. Strategi dasar Jepang dalam melindungi penduduk di pulau-pulau terpencil adalah mengevakuasi mereka secepatnya ke Pulau Kyushu jika ada tanda-tanda konflik, dan bunker baru tersebut akan menjadi tempat aman bagi mereka yang tidak dapat dievakuasi tepat waktu.

Kekhawatiran Jepang untuk terseret dalam situasi darurat di Taiwan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya ketika Tiongkok makin memperkeras ancamannya untuk menggunakan kekuatan guna membawa pulau yang berpemerintahan sendiri itu di bawah kendalinya.

Ketika Beijing menanggapi kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada 2022 dengan latihan militer berskala besar, beberapa rudal balistik Tiongkok jatuh di wilayah selatan Yonaguni, menegaskan betapa rentannya pulau garis depan itu terhadap konflik Tiongkok–Taiwan.

Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Tokyo–Beijing kembali memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kepada parlemen bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat menjadi kondisi yang mengharuskan Jepang mengerahkan Pasukan Bela Dirinya.

Selain protes verbal, Beijing juga menjatuhkan langkah-langkah balasan, termasuk memberlakukan kembali larangan impor makanan laut Jepang—membatalkan isyarat positif sebelumnya yang sempat membuat sebagian larangan tersebut dicabut awal tahun ini.

Ketika ditanya apakah penempatan rudal begitu dekat dengan Taiwan dapat meningkatkan ketegangan regional, Koizumi menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa rencana itu bersifat defensif.

“Saya percaya anggapan bahwa hal ini akan meningkatkan ketegangan di kawasan tidak berdasar,” ujarnya kepada seorang wartawan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 24 November menyebut langkah tersebut “sangat berbahaya” dan menuduhnya sebagai “tindakan yang disengaja” yang “memicu konfrontasi militer.”

Sementara itu, Taipei memberikan respons positif. Ditanya mengenai rencana Koizumi, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Wu Chih-chung mengatakan ia tidak akan mengomentarinya secara langsung, tetapi menegaskan bahwa Jepang memiliki hak penuh untuk memprioritaskan keamanan nasionalnya.

“Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa adalah mitra penting yang hubungan kami terus diperkuat,” ujar Wu kepada para wartawan pada 24 November, menjelang kesaksiannya di hadapan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif, seperti dikutip Taipei Times.

“Bagi Taiwan, yang paling penting adalah memperdalam hubungan dengan negara-negara tersebut.”

Orang Dalam Beberkan Eksodus Manufaktur dari Tiongkok Kian Cepat di Tengah Merosotnya  Ekonomi

Seiring tuntutan diversifikasi dari pembeli global, perusahaan-perusahaan Tiongkok memindahkan produksi ke Vietnam, Indonesia, dan Asia Tengah

EtIndonesia. Ketika ekonomi Tiongkok terus merosot dan ketegangan dagang AS–Tiongkok semakin dalam, para produsen mempercepat langkah keluar dari Tiongkok menuju Asia Tenggara dan Asia Tengah, mengubah rantai pasokan yang selama ini menjadi pusat produksi global, menurut sejumlah orang dalam industri.

Rantai produksi yang padat karya dan berteknologi menengah hingga rendah dipindahkan ke Asia Tenggara, sementara beberapa industri berenergi tinggi bergeser ke Asia Tengah. Sejumlah pemilik bisnis Tiongkok bahkan telah memperoleh paspor asing dan kini mengelola pabrik-pabrik mereka di Tiongkok dari luar negeri.

Para sumber meminta identitas mereka dirahasiakan demi alasan keamanan.

Tuan Wang, anggota Kamar Dagang Provinsi Zhejiang, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa Zhejiang mengalami percepatan tajam dalam relokasi pabrik dalam lima tahun terakhir.

“Saya tahu bahwa dalam sepuluh bulan pertama tahun ini saja, setidaknya lebih dari 60 perusahaan di provinsi ini memindahkan operasinya ke Vietnam atau Malaysia karena mereka tidak mendapat pesanan,” ujarnya.

 “Dan ada kelompok lain yang diam-diam membangun pabrik di Vietnam namun tidak tercatat oleh kamar dagang, jadi jumlah sebenarnya mungkin lebih dari 100 atau bahkan lebih tinggi.”

Ia menambahkan bahwa sebagian pemilik pabrik di Zhejiang kini tinggal dalam jangka panjang di Eropa atau Asia Tenggara, mengelola perusahaan mereka dari jauh sambil memperoleh izin tinggal atau kewarganegaraan di negara-negara tersebut.

Data resmi mendukung tren ini. Pada paruh pertama 2025, Tiongkok mencatat 30.014 perusahaan baru dengan investasi asing, naik 11,7 persen secara tahunan. Namun, realisasi investasi asing yang benar-benar digunakan justru turun 15,2 persen pada periode yang sama. Artinya, nilai investasi yang masuk dari investor asing menurun meski jumlah perusahaan baru bertambah.

Bagi sebagian eksportir, relokasi bukan hal baru—hanya semakin cepat.

“Beberapa perusahaan di industri kami sudah mulai membangun unit produksi di Hanoi dan Haiphong di Vietnam sejak 2018 untuk menangani pesanan dari Eropa dan Amerika Serikat,” kata Tuan Zhao, produsen suku cadang mesin dari Zhejiang, kepada The Epoch Times.

Setelah pandemi COVID-19, klien asing menuntut diversifikasi geografis, menurut Zhao. Ia mengatakan perusahaannya sendiri menegosiasikan operasi perakitan di luar negeri pada 2023, dan fasilitas baru itu kini sudah beroperasi.

Ketegangan Dagang, Pesanan Menyusut

Tren relokasi tidak hanya terjadi di Zhejiang. Jiangsu dan Guangdong, dua pusat ekspor utama Tiongkok, menghadapi tekanan serupa seiring menyusutnya pesanan dari luar negeri.

Tuan Fang, yang berasal dari keluarga bisnis berpengaruh Rong Yiren, mengatakan kepada The Epoch Times, “Perusahaan Zhejiang pindah ke luar negeri terutama karena klien mereka menuntut lokasi produksi di berbagai negara, [dan] dibandingkan dengan Tiongkok, biaya lahan dan tenaga kerja di tempat-tempat itu cenderung lebih terkendali.”

Para pembeli asing di berbagai sektor mengurangi pembelian dari Tiongkok. “Putaran perang dagang kali ini memengaruhi seluruh rantai pasokan,” ujarnya. “Di beberapa sektor, penarikan perusahaan asing sangat jelas terlihat, dan banyak perusahaan hulu maupun hilir bangkrut, memutus rantai pasokan.”

Sejumlah perusahaan Jepang dan Korea di sekitar Ningbo telah memangkas pengadaan dari Tiongkok dan kini mewajibkan pemasok untuk membuka fasilitas di Vietnam atau Thailand, menurut Fang.

Di Suzhou dan Kunshan—dua pusat manufaktur besar di Delta Sungai Yangtze—investor asing sedang mengevaluasi lini produksi mana yang harus dipindahkan ke luar negeri.

Tuan Gu, yang mengoperasikan pabrik OEM elektromechanical di Kunshan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pesanan Eropa menurun sejak 2022. Pelanggan menuntut redundansi di beberapa negara, sehingga perusahaannya membangun cabang di Thailand. “Peralatan dan desain tetap disediakan kantor pusat [di Tiongkok], sementara pabrik di Thailand menangani langkah produksi menengah,” ujarnya.

Gu menjelaskan bahwa banyak pembeli asing jangka panjang yang dulu bergantung pada Tiongkok kini beralih ke Vietnam, Malaysia, dan India. Hal itu membuat produsen Tiongkok pindah ke negara-negara tersebut demi mempertahankan pesanan.

Vietnam Jadi Pemenang Terbesar

Vietnam kini muncul sebagai tujuan utama relokasi pabrik asal Tiongkok—mulai dari tekstil, perakitan elektronik, produk rumah tangga, hingga industri alas kaki. Sebagian besar fasilitas baru terkonsentrasi di kawasan industri wilayah utara negara itu.

Tuan Huang, seorang pengusaha Taiwan yang beroperasi di Vietnam, mengatakan kepada The Epoch Times, “Begitu produksi mulai berjalan di sini, perekrutan pekerja perakitan berlangsung cepat. Namun, penyetelan dan kalibrasi peralatan kunci masih dikerjakan teknisi dari Tiongkok. Pabrik-pabrik Tiongkok memilih Vietnam untuk memangkas waktu pengiriman ke pasar Eropa dan Amerika, sekaligus menyebar risiko di tengah situasi yang tidak pasti.”

Data Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Vietnam menunjukkan bahwa dalam tujuh bulan pertama 2025, Vietnam mengimpor barang senilai 101,4 miliar dolar AS dari Tiongkok—lebih dari 40 persen dari total impornya. Tiongkok pun kokoh menjadi pemasok terbesar bagi Vietnam.

Setelah Vietnam, Kamboja muncul sebagai pusat baru bagi produsen pakaian asal Tiongkok. Mantan jurnalis bisnis di Tiongkok, Tuan Chen, mengatakan kepada The Epoch Times, “Investasi Tiongkok di sektor ini umumnya berbentuk usaha patungan. Investor Tiongkok memegang saham, sedangkan bahan bakunya berasal dari Zhejiang dan Guangdong.”

Ia menambahkan bahwa Indonesia kini menjadi magnet bagi industri berbasis sumber daya dan energi, seperti peleburan nikel. Alasannya, produk yang dibuat di Indonesia lebih mudah diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.

Laporan organisasi nirlaba berbasis Washington, C4ADS, menyebutkan bahwa perusahaan Tiongkok menguasai sekitar 75 persen kapasitas smelter nikel Indonesia, dan sebagian di antaranya mendapat dukungan negara.


Peran Asia Tengah dalam Energi dan Material

Sementara sektor manufaktur ringan mengalir ke Vietnam dan Kamboja, industri berat justru bergerak ke Asia Tengah, terutama ke Kazakhstan dan Uzbekistan.

“Kazakhstan dan Uzbekistan menarik perusahaan kimia, bahan bangunan, serta pengolahan logam,” kata Chen. “Perusahaan Tiongkok memproduksi material dasar di sana, lalu mengirimkannya lewat jalur kereta api ke wilayah barat Tiongkok.”

Kazakhstan kini menjadi tujuan investasi terbesar Tiongkok di Asia Tengah, menerima sekitar 23 miliar dolar AS pada paruh pertama 2025, menurut data yang dikutip media pro-pemerintah Tiongkok.


Perubahan Arah Industri Manufaktur Tiongkok

Seorang akademisi Tiongkok, Tuan Su, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa ia belakangan menyadari banyak barang yang dijual di Tiongkok tidak lagi diproduksi di dalam negeri.

“Produk dengan merek yang sama sekarang bisa berasal dari Vietnam, Indonesia, atau bahkan Meksiko,” ujarnya.

Menurut Su, perubahan ini mencerminkan perombakan rantai pasokan global yang lebih dalam. Perusahaan-perusahaan kini menyesuaikan diri dengan ketersediaan tenaga kerja, bahan baku, biaya energi, dan akses pasar.

“Saya tidak melihat ekonomi Tiongkok akan kembali seperti dulu,” katanya. “Setidaknya dalam 20 tahun ke depan, jika ingin menyalahkan sesuatu, salahkan para pembuat kebijakannya.”

Ia menegaskan bahwa perubahan terbesar bukan hanya soal lokasi produksi, melainkan bagaimana posisi Tiongkok dalam rantai pasokan global tengah dibentuk ulang. Ia memperkirakan tata letak produksi lintas negara akan mendefinisikan ulang struktur pabrik, pola tenaga kerja, dan dinamika pasar dalam dua dekade ke depan. (***)

Xin Ling turut berkontribusi dalam laporan ini.

Para Cendekiawan Mengungkapkan “Proyek Berusia 150 Tahun” PKT Bergantung pada Transplantasi Organ, Pengobatan Regeneratif Hanyalah Kedok

EtIndonesia. Belakangan ini, topik seperti “artis kembali muda”, “transfusi darah anak muda untuk memperpanjang umur”, serta isu bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) ingin “hidup sampai 150 tahun” terus menjadi sorotan. 

Virolog Amerika dan mantan Direktur Laboratorium Virologi Institut Penelitian Angkatan Darat AS, Dr. Lin Xiaoxu, dalam acara Wei Yu Kan Shijian mengungkap analisis mengenai rantai industri gelap PKT — mulai dari pengambilan organ secara paksa hingga eksploitasi berbagai sumber daya tubuh manusia di bawah nama “ilmu regeneratif”. Ia menyatakan bahwa klaim pemimpin PKT ingin hidup 150 tahun bukan tanpa dasar, dan pencapaiannya terutama bergantung pada penggantian organ.

Dr. Lin mengatakan bahwa untuk mencapai usia 150 tahun seperti yang diklaim, metode utamanya adalah transplantasi organ, sedangkan regenerasi medis hanyalah kedok atau “nilai tambah”. Intinya tetap pada transplantasi organ, yaitu terus-menerus mengganti organ tubuh. Dalam kondisi penuaan atau penyakit berat, satu-satunya cara untuk mengeluarkan racun dan hal-hal buruk dalam tubuh adalah dengan mengganti organ seperti ginjal atau hati. Dengan cara itu, kondisi energi tubuh dapat berubah. Di atas fondasi tersebut, barulah diterapkan metode “peremajaan” berbasis regenerasi medis agar penampilan terlihat lebih muda.

Sebelumnya, sebuah institut ilmu hayat di Kamboja diungkap memanfaatkan bayi dari praktik ibu pengganti untuk membuat “obat awet muda”. Perusahaan itu memiliki keterkaitan dengan Prince Group, dan PKT dituding terlibat dalam rantai industri gelap ini. Menanggapi hal tersebut, Dr. Lin menyatakan bahwa hal itu bukan isapan jempol, dan PKT kemungkinan adalah pihak yang benar-benar mengendalikan operasi tersebut.

Ia menegaskan, sejak PKT memulai pengambilan organ secara besar-besaran dari praktisi Falun Gong pada 1999, kolaborasi antara Kementerian Keamanan Publik, sistem peradilan, pengadilan, hingga rumah sakit memungkinkan dilakukannya operasi pengambilan organ besar-besaran. Dalam sistem yang sudah menjadikan manusia sebagai “tambang manusia” ini, menjalankan penelitian regenerasi medis, mengekstrak produk biologis dari tubuh manusia lalu menjualnya ke rumah sakit untuk keuntungan, sangat mungkin terjadi.

Dr. Lin mengungkap bahwa industri gelap ini memakai nama “ilmu regeneratif”, tetapi inti utamanya tetap pengambilan organ hidup. Ia menyebutkan bahwa pada 2023, terdapat 23 orang dari Malaysia yang pergi ke Kamboja untuk transplantasi organ — bukan ke negara-negara maju seperti AS, atau ke Tiongkok yang waktu tunggu organnya sangat singkat. Mengapa? Menurut Dr. Lin, selain karena tersedianya sumber organ di sana, operasi juga terkait kerja sama dengan Tiongkok, di mana dokter asal Tiongkok melakukan operasi di Kamboja agar terhindar dari kecaman internasional.

Ia menekankan bahwa masalah mendasar bukan pada teknologi regenerasi medis, tetapi pada fakta bahwa PKT telah menembus batas moral dan etika — memperlakukan manusia sebagai “tambang” yang seluruh bagian tubuhnya dapat dieksploitasi. “Ini sangat mengerikan,” ujarnya. Ia mendesak masyarakat internasional untuk memutus total hubungan dengan institusi medis transplantasi Tiongkok agar tidak menjadi kaki tangan kejahatan.

Pengamat politik Tang Baiqiao juga membahas isu ini di acara Fang Fei Time. Ia mengatakan bahwa transplantasi organ kini menjadi salah satu dari tiga “senjata” PKT untuk merusak elite Barat. Dibandingkan uang atau godaan seksual, transplantasi organ memiliki daya tarik yang jauh lebih besar. Banyak orang asing yang sakit parah, setelah pergi ke Tiongkok, kembali dalam kondisi sangat sehat. Ia menyebut bahwa akibat yang ditimbulkan fenomena ini sangat mengerikan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Drone Rusia Jatuh Menabrak Rumah di Moldova

EtIndonesia. Dalam serangan semalam Rusia ke Ukraina, salah satu drone memasuki wilayah udara Moldova dan menabrak sebuah rumah di Kota Cuhureștii de Jos, menurut kepolisian Moldova.

“Beberapa menit yang lalu, di taman sebuah rumah di Kota Cuhureștii de Jos, distrik Florești, sebuah drone jatuh menimpa rumah penjaga,” tulis kepolisian Moldova di Facebook.

Tim penjinak bom dan tim teknis kepolisian telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Warga dari rumah-rumah di sekitar dievakuasi, dan area tersebut ditutup oleh polisi.

“Asal drone belum diketahui. Kepolisian sedang menyelidiki insiden tersebut,” tambah kepolisian.

Sebelum, setidaknya dua drone memasuki wilayah udara Rumania dini hari. Peringatan serangan udara dikeluarkan di wilayah Tulcea, Galați, dan Vrancea.

Kementerian Luar Negeri Moldova mengecam keras pelanggaran wilayah udara Republik Moldova oleh beberapa pesawat nirawak.

Sehubungan dengan hal ini, Duta Besar Rusia telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri besok pukul 14:00 untuk memberikan penjelasan.

Apa yang terjadi sebelumnya

Sebelumnya, Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa selama serangan besar-besaran Rusia semalam terhadap Ukraina, pesawat nirawak serang Rusia mungkin telah melintasi perbatasan dan memasuki wilayah udara Rumania dan Moldova.

Pada 22 November, Rumania mengerahkan sepasang jet tempur F-16 di tengah serangan pesawat nirawak Rusia di wilayah Odessa malam itu.

Selain itu, pada malam 11 November, Rumania meningkatkan sistem pertahanan udaranya karena serangan besar-besaran oleh pesawat nirawak Rusia di pelabuhan-pelabuhan Ukraina di sepanjang Sungai Donau.

Sebelumnya, pada 13 September, sebuah pesawat nirawak serang Rusia melanggar wilayah udara Rumania. Insiden ini terjadi selama upaya Rusia menyerang infrastruktur Ukraina di Sungai Donau dan memicu pengaktifan pencegahan sistem pertahanan udara Rumania.(yn)

Perhitungan AI Mengungkapkan Hasil yang Mengejutkan: Populasi Tiongkok Sebenarnya Mungkin Hanya 500 Juta Jiwa?

EtIndonesia. Sebuah video baru-baru ini menjadi viral di kalangan pengguna media sosial Barat. Seorang wanita keturunan Tionghoa menggunakan perhitungan AI dan mendapatkan hasil mengejutkan: jumlah populasi sebenarnya di Tiongkok daratan kemungkinan besar bukan 1,4 miliar seperti yang diklaim rezim Tiongkok selama ini, melainkan hanya sekitar 500–600 juta. 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak video dari warganet menunjukkan munculnya desa-desa kosong dan “kota hantu”, serta penurunan populasi yang parah di berbagai wilayah. Pada saat yang sama, banyaknya kasus orang hilang—terutama remaja—kembali memicu kecurigaan publik terkait dugaan perdagangan organ oleh pihak berwenang.

Baru-baru ini, seorang wanita bernama Xi Lei dalam sebuah acara podcast menyampaikan hasil hitungan AI yang memicu perhatian luas. Ia mengatakan bahwa populasi sebenarnya di Tiongkok kemungkinan hanya 5–6 ratus juta, jauh dari angka resmi 1,4 miliar.

Xi Lei mengatakan:  “Ya, saya memprediksi populasi itu lebih rendah—sekitar 400–500 juta, di bawah 500 juta.”

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak netizen Tiongkok mengunggah video yang menunjukkan bahwa populasi di berbagai kota besar menurun drastis. Banyak pusat keramaian seperti mal, pusat kota, dan stasiun—yang dulu dipadati manusia—kini tampak sepi dan kosong. Di provinsi Jiangxi, Guangxi, Guangzhou, Fujian, Anhui, Hubei, Hunan, bahkan sampai Mongolia Dalam dan Liaoning, bermunculan desa-desa kosong, kota kecil kosong, dan kota hantu.

Dalam video disebutkan:  “Beijing semakin sepi. Di kota-kota besar pun, orang terasa semakin sedikit. Dulu daerah ini sangat ramai, tapi sekarang semakin sunyi. Ada yang bilang desa-desa sepi, kota kecil juga sepi, jadi pertanyaan lucunya adalah: ke mana semua orang pergi?”

Dalam video lain disebutkan:  “Satu kota kecil ini lengkap—ada rumah sakit, sekolah, bank, kantor polisi—tapi semuanya terbengkalai.”

Video lain menunjukkan:  “Desa-desa di timur laut sekarang betul-betul tidak ada orang!”

Seiring dengan beredarnya isu-isu yang menghebohkan seperti “artis kembali muda”, “transfusi darah anak muda untuk memperpanjang hidup”, hingga kabar bahwa pimpinan PKT ingin hidup sampai 150 tahun, perhatian publik kembali tertuju pada banjirnya pengumuman orang hilang di platform media sosial Tiongkok.

Menurut data tidak lengkap, hanya dalam 9 hari antara 11–19 November, terdapat setidaknya 79 orang hilang, yang termuda berusia 2 tahun.

Sebelumnya, sebuah “daftar orang hilang” untuk periode 1–10 November menunjukkan lebih dari 100 orang hilang, banyak diantaranya remaja belasan tahun, serta orang dewasa usia 30–40 tahun.

Seorang pria dalam video berkata:  “Akhir-akhir ini kasus hilangnya orang dewasa semakin banyak, bukan hanya anak-anak. Ini membuat orang ketakutan.”

Pada 2017, media resmi PKT melaporkan bahwa setiap tahun ada 1 juta orang hilang, dan jumlahnya terus meningkat. Namun, banyak pihak meyakini bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Media Minzhong Guancha melaporkan bahwa Tiongkok adalah negara dengan jumlah orang hilang terbesar di dunia, menandakan bahwa keselamatan pribadi di negara tersebut nyaris tidak terjamin. Terutama hilangnya banyak siswa sekolah dasar dan menengah secara misterius membuat publik mencurigai kaitannya dengan industri transplantasi organ. 

Rezim Tiongkok telah menghabiskan dana pajak yang sangat besar untuk membangun sistem pengawasan “Skynet” dengan hampir 700 juta kamera, namun tetap gagal menghentikan gelombang kasus orang hilang—yang semakin menguatkan dugaan adanya keterlibatan pihak berkuasa dalam jaringan gelap tersebut.

 “Sekarang, perampasan dan pencurian organ sudah menjadi hal yang umum di Tiongkok. Kita sering melihat video dan gambar di internet, anak-anak dan remaja diculik bahkan di depan rumah mereka. Kenyataan bahwa hal ini bisa terjadi selama puluhan tahun membuktikan bahwa rezim tersebut sendiri terlibat dalam kebiadaban ini. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa rezim Tiongkok adalah pelaku utama dalam kejahatan besar ini,” kata Wakil Ketua Front Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue. 

Tahun lalu, Laporan Perdagangan Manusia 2024 yang dirilis Departemen Luar Negeri AS kembali menempatkan Tiongkok di kategori terburuk Tier 3. Laporan tersebut secara khusus menyebut bahwa rezim PKT dituduh melakukan “pengambilan organ hidup secara sistematis” terhadap kelompok tertentu. (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui, New Tang Dynasty Television

 Jalani Setiap Hari Seakan Itu Adalah Seumur Hidup

EtIndonesia. Kita sering menempatkan hidup kita dalam berbagai “koordinat”—sumbu vertikal adalah status, sumbu horizontal adalah kekayaan—lalu menghabiskan seumur hidup membandingkan diri dengan orang lain di dalam koordinat itu.

Sejak SD, setiap kali ujian selesai, guru akan mengumumkan nilai dan peringkat. Para murid yang nilainya rendah akan merasa malu di depan seluruh kelas. 

Dari sistem seperti itu, terbentuklah dua jenis orang:

  • Mereka yang dipacu untuk bersaing, berusaha mengejar yang terbaik, dan akhirnya benar-benar berhasil.
  • Mereka yang kehilangan percaya diri, tenggelam dalam rasa tidak berharga, dan akhirnya menjalani hidup dalam bayang-bayang rendah diri.

Padahal, setiap orang di dunia memiliki “posisi”-nya sendiri. Tidak ada posisi yang lebih rendah atau lebih tinggi—yang penting adalah, ketika kita berdiri di tempat yang tepat untuk diri sendiri, hati kita akan puas, dan itu sudah merupakan hidup yang membahagiakan.

Mereka yang tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain, dan hanya fokus pada hidupnya sendiri—adalah mereka yang merasakan kebahagiaan sejati.

Kita semua pernah mengalaminya: membeli ponsel baru membuat kita senang beberapa hari, membeli rumah membuat kita senang beberapa bulan, lalu semuanya kembali terasa biasa. Bahkan miliarder sekalipun — yang bisa membeli hampir semua hal di dunia — tingkat kebahagiaannya tidak selalu lebih tinggi daripada masyarakat biasa.

Kesalahan lain yang sering kita lakukan: berharap orang lain memperlakukan kita sama baiknya seperti kita memperlakukan mereka.

  • Kita tersenyum pada orang lain, lalu berharap mereka tersenyum balik.
    – Kita membantu orang lain, lalu berharap mereka selalu berterima kasih.
    – Kita memberi seseorang apel, lalu berharap dibalas jeruk.

Dan dari sinilah hidup penuh perhitungan mulai lahir.

  • Ketika bekerja, kita berpikir: “Perlu tidak sih saya kerja keras? Toh bos mungkin tidak akan memberi saya lebih.”
    –  Saat makan dengan teman, kita menghitung: “Terakhir aku yang bayar. Kali ini kalau aku bayar lagi, rugi dong.”
    –  Bahkan ketika jatuh cinta, kita pun menghitung untung-rugi: “Apakah keluarga pasangan punya sesuatu yang menguntungkan masa depan saya?”

Dengan pemikiran seperti ini, bagaimana hati bisa lapang?  Hidup yang penuh perhitungan dan kalkulasi adalah hidup yang sempit. Hati yang tertutup tidak akan pernah melihat keindahan dunia.

Pengalaman di Taiwan: senyum yang lahir dari hati yang damai

Saat saya dinas ke Taiwan, saya perhatikan hampir semua orang tersenyum dengan begitu tulus.

Di imigrasi, petugas tersenyum ramah dan berbicara lembut. Di dalam taksi, sopir bersikap sopan dan hangat. Saat bertanya arah, orang yang ditanya menjelaskan dengan detail, bahkan bersedia berjalan menemani beberapa langkah.

Kebaikan dan keramahan itu jelas bukan karena aturan, tetapi lahir dari ketenangan dan kepuasan batin.

Mereka bahagia dengan pekerjaan mereka, tidak merasa rendah diri, karena tidak membandingkan diri dengan orang lain. Mereka tersenyum pada setiap orang, karena sadar—even if the other person doesn’t smile back—setidaknya mereka telah memberikan kehangatan.

Ini sangat berbeda dengan pengalaman saya di beberapa kota di Tiongkok daratan. Saat berjalan di jalanan, saya melihat banyak orang memendam kebingungan, kecemasan, ketidakpuasan, dan rasa lelah di wajah mereka.

Saat kita berhenti membandingkan dan berhenti menghitung untung-rugi, barulah hidup terasa “hidup”.

Hidup hanya satu kali, dan kita tidak tahu kapan akan berakhir. Mengapa tidak menjadikan setiap hari bernilai seperti seumur hidup?

Selama kita bisa menemukan posisi kita sendiri, menjaga hati tetap lapang, dan menjalani hari dengan rasa cukup—hidup ini akan menjadi jauh lebih ringan, indah, dan damai. (jhn/yn)

Meningkatnya Operasi Militer AS di Venezuela Tak Menutup Kemungkinan Terjadinya Kudeta Militer terhadap Maduro

EtIndonesia. Beberapa waktu terakhir, pemerintahan Donald Trump menggunakan seluruh kekuatan nasional Amerika Serikat untuk memberantas penyelundupan narkoba. Pada Senin (24 November), empat pejabat AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Washington mungkin akan meluncurkan putaran baru operasi terhadap Venezuela. 

Dengan meningkatnya pengerahan militer AS di kawasan Karibia, kekuasaan rezim Nicolás Maduro kini berada dalam kondisi yang semakin rapuh. Selain itu, FAA memperingatkan maskapai bahwa terbang di atas wilayah udara Venezuela berpotensi berbahaya, sehingga sejumlah perusahaan membatalkan penerbangan mereka.

Menurut Reuters, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan pada 22 November bahwa Presiden Trump bersiap menggunakan seluruh kekuatan Amerika Serikat untuk menghentikan masuknya narkoba ke dalam negeri dan membawa para pelaku ke pengadilan. Ia menegaskan bahwa semua opsi terhadap rezim Maduro sedang dipertimbangkan. Pejabat lain menambahkan bahwa pemerintah AS bahkan mungkin sedang mempertimbangkan penggulingan Maduro.

Pengerahan militer AS di Laut Karibia telah berlangsung selama beberapa bulan. Presiden Trump juga telah mengizinkan CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela.

Pada 21 November, FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) memperingatkan maskapai utama Amerika tentang “potensi bahaya” saat terbang melintasi wilayah udara Venezuela. Akibatnya, tiga maskapai internasional membatalkan penerbangan dari Venezuela pada Sabtu.

Pada Senin 24 November, pemerintahan Trump memasukkan kartel de los Soles ke dalam daftar organisasi teroris asing, dengan tuduhan kelompok tersebut menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat. Pemerintah AS menuduh bahwa Maduro adalah pemimpin kartel tersebut, namun Maduro membantah keras.

Presiden Trump menyatakan bahwa penetapan tersebut memungkinkan AS menyerang aset dan infrastruktur milik Maduro di Venezuela, walaupun ia juga mengatakan bahwa penyelesaian melalui negosiasi tetap memungkinkan.

Sejak September, militer AS telah melakukan setidaknya 21 operasi militer terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di Karibia dan Pasifik, menewaskan 83 pengedar narkoba.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia mengecam operasi-operasi tersebut sebagai tindakan ilegal, dan sejumlah sekutu AS pun menyatakan keprihatinan.

Belakangan ini, enam senator Demokrat termasuk Mark Kelly—mantan prajurit militer AS—membuat sebuah video yang mendorong para anggota militer AS untuk menolak menjalankan perintah presiden yang dianggap ilegal.

Menanggapi hal tersebut, Pentagon menyatakan sedang menyelidiki apakah Kelly dan lainnya telah melanggar hukum militer. Pentagon menilai bahwa ucapan Kelly dalam video tersebut “secara serius mengganggu loyalitas, moral, dan disiplin angkatan bersenjata”, dan ia mungkin menghadapi pengadilan militer atau bentuk hukuman lain sesuai hukum federal. (Hui/asr)

Laporan oleh Liu Jiajia, New Tang Dynasty Television (NTD)

Media Rusia Mengatakan Pasukan Korea Utara Berada di Wilayah Zaporizhzhia — Ukraina Merespons

EtIndonesia. Informasi yang disebarkan oleh media Rusia tentang kedatangan pasukan Korea Utara ke arah Zaporizhzhia belum terkonfirmasi, ungkap Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi.

“Hingga pukul 09 : 00, klaim Rusia tentang keberadaan tentara DPRK di arah Zaporizhzhia belum terkonfirmasi,” tulis Kovalenko.

Latar Belakang

Sebelumnya, media Rusia mulai menyebarkan laporan secara besar-besaran yang mengatakan bahwa pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke arah Huliaipole setelah dua bulan pelatihan di area pelatihan militer Rusia.

Tidak disebutkan jumlah tentara, juga tidak ada foto atau bukti video yang diberikan.

Propaganda Rusia juga menyebarkan disinformasi tentang pengepungan unit Ukraina di arah Huliaipole dan dugaan keberadaan pasukan penghalang yang menghalangi penarikan Pasukan Pertahanan. Pada 21 November, klaim ini secara resmi dibantah oleh militer Ukraina.

Kerja Sama Rusia–Korea Utara

Sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia, Korea Utara telah menjadi salah satu sekutu utama Kremlin, mengirimkan amunisi, senjata, dan personel.

Pada awal November, dilaporkan bahwa sekitar 10.000 tentara Korea Utara saat ini ditempatkan di dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina, menjalankan tugas keamanan.

Menurut intelijen Korea Selatan, dari 10.000 tentara tersebut, lebih dari 1.000 insinyur Korea Utara telah terlibat dalam operasi penjinakan ranjau di wilayah perbatasan.

Selain itu, Pyongyang telah mengirimkan sekitar 5.000 warga negaranya lagi, yang telah tiba di Rusia sejak September. Mereka diharapkan akan digunakan untuk membantu membangun kembali infrastruktur di wilayah pendudukan.

Pada Juni 2024, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menandatangani perjanjian kemitraan strategis di Pyongyang.(yn)

Hidup Adalah Puzzle, Bukan Cetak Biru

EtIndonesia. Setiap tahun, Universitas Kaohsiung University of Hospitality & Tourism mengadakan kuliah khusus “Master of Hospitality”. Tahun ini, para mahasiswa berharap bisa mengundang Bai Chong-Liang, Chairman Ogilvy Advertising. Melalui seorang teman, saya menghubungi beliau, dan dia pun menyanggupi undangan itu.

Ketika Bai Chong-Liang bertanya: “Apa tema yang harus saya bawakan?”, saya menjawab, “Anak muda zaman sekarang tumbuh di ‘generasi tragis’. Semoga Anda bisa membahas pandangan kerja anak muda di generasi ini.”

Melihat judul itu, dia jelas terkejut. Setelah berdiskusi, akhirnya tema kuliah berubah menjadi: “Perjalanan Kerja Ajaib Si Anak PAI.”

Awal Karier yang Tak Terduga

Pekerjaan pertama Bai Chong-Liang setelah lulus adalah menjadi asisten khusus direktur utama di sebuah perusahaan kimia. Asisten sebelumnya berkata: “Pekerjaan ini membosankan kok—sekadar mengantar dokumen, membuat notulen rapat, dan mengurus surat-menyurat.”

Awalnya dia juga merasa pekerjaan itu memang tidak menarik dan bukan untuknya.

Namun suatu hari dia berubah cara pandang:  Toh tak ada yang melarang saya membaca isi dokumen-dokumen ini.

Maka dia mulai membaca setiap berkas dengan saksama, memahami semua dinamika besar-kecil di dalam perusahaan yang cukup besar itu. Dia bahkan mencoba menebak bagaimana pimpinan akan memberi disposisi atas dokumen tersebut. Bila hasilnya berbeda dari tebakan, dia akan memikirkan alasannya.

Dari sanalah dia belajar melihat sesuatu dari sudut pandang pimpinan—melihat hal-hal yang sebelumnya tidak dia perhatikan.

Akhirnya, justru dialah orang yang paling memahami perusahaan, meski bukan seorang manajer. Dia belajar bagaimana melihat perusahaan dari perspektif eksekutif. Pengalaman itu membuat wawasannya terbuka lebar.

“Hidup adalah Puzzle, Bukan Cetak Biru”

Menurut Bai Chong-Liang, hidup tidak pernah memberi kita sebuah jalan tol yang sudah digambar rapi. Tidak ada cetak biru sempurna yang bisa kita ikuti sejak awal.

Hidup adalah rangkaian potongan puzzle—kita belajar sambil berjalan, melihat dunia sambil mencicipi pengalaman. Tidak semua potongan harus disimpan. Tapi dengan mengumpulkan potongan yang sesuai, perlahan kita dapat membentuk gambar besar versi diri sendiri.

Perjalanan hidupnya sendiri membuktikan hal itu: Dia belajar teknik, lalu beralih ke manajemen, dan akhirnya menjadi Ketua Ogilvy Advertising. Belokannya tajam, jalurnya berubah-ubah—karena itu dia yakin bahwa hidup bukanlah sebuah blueprint.

Tidak ada yang benar-benar bisa merancang masa depannya sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah menggunakan setiap pengalaman untuk mengenal diri sendiri:

  • apa yang kita mau,
  • apa yang tidak kita mau,
  • apa yang perlu disimpan,
  • apa yang sebaiknya dilepaskan.

Bahkan pengalaman buruk pun tetap dapat memberikan nilai—asal tahu bagaimana menyaring hal-hal yang berguna darinya.

Tidak Ada Pekerjaan yang Rendah

Baginya, tidak ada pekerjaan yang patut diremehkan. Menjadi seorang asisten kecil di awal karier justru memberinya kesempatan belajar memandang perusahaan dari ketinggian direktur utama.

Pengalaman itulah yang memperluas pandangannya dan menjadi landasan penting dalam perjalanan kariernya hingga hari ini.

Yang terpenting adalah: menemukan diri sendiri, mengenali diri sendiri, dan membiarkan proses belajar membuka jalan baru.

Seiring bertambahnya pengalaman, semua ilmu dan kebijaksanaan yang kita kumpulkan tidak akan pernah sia-sia. Semuanya akan menjadi bagian dari diri kita di masa depan.

Dan suatu hari, ketika kita menoleh ke belakang, barulah kita menyadari:

Ternyata benar — hidup ini adalah puzzle, bukan cetak biru. (jhn/yn)

BI Jatim dan 38 Pemda Sepakati Sinergi Pengendalian Inflasi, Digitalisasi, dan Pertumbuhan Ekonomi

Surabaya, 25 November 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim dan 38 bupati/wali kota se-Jawa Timur menyepakati penguatan sinergi strategis untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, digitalisasi daerah, dan pengendalian inflasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) di Surabaya, Selasa (25/11).

Pertemuan yang mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan, Menjaga Stabilisasi Harga, dan Mempercepat Digitalisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Berdaya Tahan” ini menegaskan peran Jawa Timur sebagai barometer nasional dalam pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional akan menjadi barometer pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini harus dicapai melalui kolaborasi semua pihak secara konsisten,” tegas Gubernur Khofifah dalam pembukaan rapat koordinasi.

Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menegaskan komitmen BI dalam mendukung stabilitas harga dan percepatan digitalisasi. “Dengan menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi, dan menyelaraskan kebijakan pertumbuhan, kita tidak hanya mengelola daerah, tetapi juga menjaga masa depan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Langkah Strategis Pengendalian Inflasi
Dalam rapat ini diluncurkan Dashboard TPID Jawa Timur sebagai langkah strategis penguatan kelembagaan. Menjelang momen Natal dan Tahun Baru, disepakati beberapa quick wins:

  • Peningkatan produktivitas melalui budidaya dengan benih unggul
  • Intensifikasi pasar murah dan penyaluran Beras SPHP
  • Sinergi pengawasan bersama satgas pangan
  • Monitoring harga harian melalui SISKAPERBAPO

Akselerasi Digitalisasi Daerah
TP2DD Jawa Timur menyepakati:

  • Penguatan sinergi implementasi opsen pajak daerah
  • Optimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah
  • Penguatan infrastruktur digital melalui program Jatim Infinity

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Jawa Timur memberikan penghargaan kepada 9 kabupaten/kota atas kinerja pengendalian inflasi terbaik dan 9 OPD provinsi/kabupaten/kota atas capaian digitalisasi daerah terbaik.

Kedepannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BI Jatim dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mendukung tercapainya Asta Cita dan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Kesepakatan Rahasia Terbongkar! Ukraina & AS Capai Kata Sepakat — Rusia dalam Tekanan Maksimal!

EtIndonesia. 25 November 2025 menjadi hari yang mengguncang dinamika diplomasi global. Pada hari itu, hampir seluruh media arus utama Amerika Serikat — mulai dari ABC, CNN, hingga Fox News — merilis Breaking News secara bersamaan. Mereka mengutip pejabat tinggi AS yang menyatakan bahwa:

Ukraina secara prinsip telah menyetujui perjanjian damai yang digagas pemerintahan Trump. Kedua pihak disebut sudah mencapai kesepakatan atas poin-poin inti, dan yang tersisa hanya beberapa detail teknis.

Pemerintah Ukraina bahkan dikabarkan berharap agar Presiden Volodymyr Zelenskyy dapat segera berangkat ke Gedung Putih untuk memfinalisasi kesepakatan — menegaskan betapa krusialnya keputusan ini bagi masa depan negara tersebut.

Namun, untuk memastikan keakuratan informasi, banyak pihak menantikan pernyataan langsung dari Zelenskyy. Setelah pidatonya dipublikasikan, empat poin penting menjadi sorotan utama.

Empat Poin Utama dari Pernyataan Zelenskyy

1. “Langkah-langkah untuk mengakhiri perang kini sudah dapat diterapkan.”

Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa kerangka tindakan menuju penyelesaian perang sudah berada pada tahap yang realistis dan operasional.

Pernyataan ini memperkuat laporan media AS bahwa Ukraina memang telah menyetujui kerangka perjanjian damai.

2. Rencana 28 poin kini dipangkas — hasil negosiasi Jenewa

Zelenskyy membenarkan bahwa setelah pertemuan AS–Ukraina–Eropa di Jenewa pada 23 November 2025, jumlah poin tidak lagi 28.  Media internasional menyebutkan bahwa kerangka tersebut kini direvisi menjadi 19 poin.

Beberapa perubahan signifikan yang telah disetujui:

• Kekuatan militer Ukraina

Batas maksimal personel tentara dinaikkan dari 600.000 menjadi 800.000, menyesuaikan kebutuhan pertahanan Ukraina.

• Pembekuan garis wilayah

Wilayah yang saat ini diduduki akan dibekukan pada posisi sekarang, tanpa pengakuan resmi kekalahan Ukraina ataupun penyerahan wilayah.

• Rekonstruksi Ukraina

Biaya pemulihan pascaperang akan diambil dari aset Rusia yang dibekukan di Uni Eropa, yang nilainya mencapai lebih dari 100 miliar dolar.

Revisi ini selaras dengan prediksi sejumlah analis dalam beberapa hari terakhir.

3. “Rakyat Ukraina berhak mendapatkan perdamaian yang bermartabat.”

Zelenskyy menekankan bahwa jutaan warga Ukraina menginginkan akhir perang yang adil, bukan sekadar gencatan senjata yang menguntungkan pihak tertentu. Pernyataan ini juga menjadi batas politik bagi Pemerintah Ukraina dalam menghadapi tekanan internasional.

4. “Kami menjaga kepentingan Ukraina.”

Menurutnya, setiap keputusan harus tetap berada dalam kerangka melindungi rakyat Ukraina dan mempertahankan kedaulatan negara. Ini menunjukkan bahwa red line Ukraina tetap jelas meskipun tekanan diplomatik semakin meningkat.

Pernyataan Lengkap Zelenskyy

Dalam pidato yang dianggap “bersejarah”, Zelenskyy mengatakan: “Setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan mitra Eropa, kini terdapat langkah-langkah yang cukup untuk mempersiapkan penghentian perang ini. Saat ini poinnya sudah kurang dari 28, dan dalam kerangka yang ada tersedia cukup pilihan. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tidak mudah. Tapi demi mencapai rencana akhir ini, kita harus menyelesaikannya dengan bermartabat.”

Pertanyaan Besar Selanjutnya

Publik global kini menantikan jawaban atas dua pertanyaan utama:

  1. Poin mana saja yang ditambah atau dihapus dari rencana damai 28 poin?
  2. Detail teknis apa yang masih menjadi perdebatan antara Ukraina, Rusia, AS, dan negara Eropa?

Sejauh ini, tak ada dokumen final yang dipublikasikan.

Trump Turut Bersuara – “Kemajuan Besar dalam Sepekan Terakhir”

Pada 25 November sore, Donald Trump memposting pernyataan resmi:

• “Dalam sepekan terakhir, tim saya membuat kemajuan besar dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina.”
• “Bulan lalu, 25.000 tentara tewas. Rencana damai 28 poin kini telah melalui penyesuaian kedua pihak.”
• “Hanya beberapa perbedaan kecil yang tersisa.”
• Dia menegaskan ingin segera bertemu Zelensky dan Putin.

Dengan Thanksgiving jatuh pada 27 November 2025, besar kemungkinan Zelenskyy akan mengunjungi Washington sekitar 28 November–1 Desember 2025.

Jika pertemuan itu menghasilkan kesepakatan final, langkah selanjutnya berada sepenuhnya di tangan Vladimir Putin.

Dua Skenario: Damai sebelum Akhir Tahun atau Perang Kian Brutal

Skenario 1 – Putin menerima kerangka gencatan senjata

Perang Ukraina dapat benar-benar berakhir sebelum 31 Desember 2025, mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Skenario 2 – Putin menolak atau memainkan “manuver” baru

Jika Putin kembali membuat provokasi seperti insiden Alaska sebelumnya, maka:

• Perang memasuki fase kehancuran 2.0
• Ribuan tentara akan terus tewas setiap hari
• Rusia dan Ukraina akan menghadapi spiral konflik yang semakin brutal
• Debat internasional mengenai legitimasi, moral, dan politik perang akan memanas

Kesimpulan

Keputusan yang dibuat antara 25 November – awal Desember 2025 akan menentukan apakah perang Rusia–Ukraina memasuki babak akhir, atau justru membuka lembaran paling gelap dalam konflik modern.

Perjanjian yang tadinya berisi 28 poin kini tinggal 19, dan dunia menahan napas menunggu apakah Zelenskyy, Trump, dan Putin akan duduk bersama — atau apakah perang ini akan terus membesar sepanjang 2026.