17,5% Siswa di Tiongkok Menderita Gangguan Mental, Rezim Partai Komunis Tiongkok Umumkan “Sepuluh Aturan Pendidikan”

 Kabar tentang banyaknya siswa sekolah dasar dan menengah di Tiongkok yang bundir dengan cara melompat dari gedung terus bermunculan. Untuk memperkuat kesehatan mental para siswa, Kementerian Pendidikan Tiongkok mengeluarkan apa yang disebut “Sepuluh Langkah Penguatan Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar dan Menengah”. Di antaranya: dilarang memberi peringkat berdasarkan nilai ujian, secara bertahap mereformasi sistem ujian masuk SMA (Zhongkao), serta mengurangi kecemasan siswa dan orang tua terkait masuk sekolah lanjutan. Namun isi kebijakan ini memicu perdebatan luas.

EtIndonesia. Para Siswa-siswi di Tiongkok umumnya menghadapi tekanan belajar yang besar. Mereka juga kurang tidur dan olahraga, kecanduan gim ponsel, serta masalah perundungan yang meluas.

Pada 23 Oktober, Kementerian Pendidikan Tiongkok merilis “Sepuluh Langkah Penguatan Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar dan Menengah”. 

Isinya mencakup: mengurangi frekuensi tes harian, menyesuaikan tingkat kesulitan ujian secara wajar, melarang sekolah memberi peringkat nilai ujian, menerapkan “dua jam olahraga setiap hari”, menjamin waktu tidur yang cukup, dan melarang membawa ponsel atau perangkat elektronik ke dalam kelas.

Seorang cendekiawan di Beijing, bernama samaran Wang Hua, mengatakan bahwa meskipun pemerintah mengaku peduli pada kesehatan mental siswa dan melarang sistem peringkat, kenyataannya seluruh masyarakat Tiongkok penuh dengan sistem peringkat.

“Karena sistem sosial menentukan sistem ketenagakerjaan, dan sistem ketenagakerjaan menentukan sistem ujian serta seleksi. Sistem ujian dan seleksi membuat semuanya hanya melihat nilai, bukan kemampuan berpikir mandiri. Dengan begitu, tekanan mereka pasti meningkat,” ujar Wang Hua (nama samaran). 

“Ditambah lagi, apa yang mereka pelajari berlawanan dengan kenyataan sosial — masyarakat penuh dengan kebusukan moral, orang harus selalu waspada agar tidak ditipu, diculik, bahkan takut organ tubuhnya dicuri. Di tengah krisis dan tekanan semacam itu, bagaimana mungkin mereka bisa sehat secara mental?” tambahnya. 

Seorang pengacara dari  daratan Tiongkok, Chen Feng, menilai bahwa akar masalahnya terletak pada ideologi komunisme dan Marxisme itu sendiri. Langkah “sepuluh aturan” yang dikeluarkan pemerintah hanyalah tambalan yang tidak menyentuh akar persoalan.

 “Anak-anak dan remaja pada dasarnya aktif, penuh rasa ingin tahu, dan suka menjelajah. Namun pendidikan indoktrinasi komunis serta ajaran ateisme justru membunuh sifat alami manusia, demi mencapai keseragaman pikiran,” ujarnya. 

“Di dalam negeri, banyak gereja melarang anak di bawah umur masuk, tetapi begitu anak masuk SD, mereka diwajibkan bergabung dengan Pionir Muda — hampir 100%. Kontras ini jelas sekali. Masalahnya ada pada ideologi jahat rezim itu, yang telah menyelewengkan kemanusiaan dan sifat dasar manusia, sehingga banyak remaja akhirnya bermasalah secara mental,” tambahnya. 

Menurut data yang diumumkan media resmi Tiongkok pada 10 Oktober, prevalensi gangguan mental di kalangan siswa berusia 6–16 tahun mencapai 17,5%, artinya 1 dari 6 anak mengalami masalah psikologis. Namun Wang Hua meyakini angka ini sudah ditekan, dan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

 “Tekanan belajar tinggi karena masa depan mereka suram. Orang tua yang kehilangan harapan pada diri sendiri menggantungkan masa depan pada anak-anaknya. Pilihan hidup anak-anak sangat terbatas, sehingga mereka hanya bisa berjuang lewat nilai. Akibatnya, mereka tidak punya ruang untuk mengembangkan kemampuan, minat, dan bakat,” jelas Wang Hua. 

“Di dunia internasional semua menekankan kreativitas, tapi rezim ini malah membelenggu pikiran manusia — bagaimana mungkin bisa menciptakan sesuatu?” tegasnya. 

Lin Song, kepala sekolah salah satu sekolah Tionghoa di Sydney, Australia, mengatakan bahwa akar masalahnya adalah sistem totaliter Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang ingin mengontrol segalanya dan memaksa generasi muda untuk tunduk pada ideologi partai.

 “Di bawah kekuasaan PKT, generasi demi generasi di Tiongkok tumbuh tanpa kemampuan berpikir dan menganalisis. Mereka bahkan mengatur sampai dua jam olahraga per hari — mengapa harus ditekankan begitu keras?,” ujarnya. 

“Saya sempat berpikir, apakah tujuan sebenarnya adalah menjaga kesehatan fisik anak-anak seperti memelihara ayam, bebek, atau babi — agar tubuh mereka sehat dan nantinya bisa dijadikan sumber organ bagi pejabat partai untuk transplantasi? Saya tentu berharap tidak demikian, tapi siapa tahu niat tersembunyi mereka?” jelasnya. 

Dr. Lin menegaskan, tanpa perubahan sistem, sebanyak apapun “sepuluh langkah” seperti itu tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Rezim hanya berusaha mencetak generasi baru yang patuh dan tidak berpikir kritis. (Hui/asr)

Huang Yimei/ Luo Ya – NTDTV.com

(VIDEO) PKL di Henan, Tiongkok  Bentrok Hebat dengan Petugas Penertiban – Situasi Kacau

Pedagang kaki lima di pasar malam Yingtian Street, Kota Shangqiu, Provinsi Henan, Tiongkok terlibat bentrokan hebat dengan petugas penertiban kota (chengguan) pada 27 Oktober 2025 malam.  

Peristiwa tersebut menarik perhatian banyak warga dan menimbulkan kekacauan di lokasi  dengan sejumlah orang dilaporkan terluka. 

Diketahui, penyebab insiden ini adalah kebijakan pemerintah setempat yang memberlakukan penutupan selama 100 hari terhadap pasar malam terbesar di Shangqiu dengan alasan “pencegahan dan pengendalian polusi udara.”

EtIndonesia. Pada 28 Oktober, akun media sosial independen Tiongkok “Yesterday” yang memantau insiden sosial di daratan Tiongkok, menulis di platform X luar negeri bahwa para pedagang mengungkapkan — sejak September tahun ini, pasar malam Yingtian Street mulai ditutup. 

Awalnya hanya pedagang yang tidak membayar biaya lapak yang dilarang berdagang, namun belakangan larangan itu diperluas hingga mencakup pedagang yang telah membayar biaya resmi.

Karena kehilangan mata pencaharian dalam waktu lama dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dasar, sebagian pedagang terpaksa kembali membuka lapaknya sendiri.

Pada 27 Oktober malam, ketika petugas penertiban kota menggunakan kekerasan untuk mengusir salah satu pedagang yang kembali berjualan, hal itu memicu kemarahan para pedagang lain dan memunculkan perlawanan kolektif. Bentrokan pun pecah di tempat.

Menurut saksi mata, situasi di lokasi sangat kacau dan banyak orang terluka.

 Seorang saksi mengatakan, “Ada delapan ambulans yang datang.”

Bentrokan tersebut menarik kerumunan besar warga yang menonton dan berlangsung hingga larut malam. (Hui/asr)

Ledakan di Gerbang Kremlin — Perang Rusia–Ukraina Meledak ke Level yang Belum Pernah Terjadi

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina kembali mencapai titik paling panas dalam beberapa bulan terakhir. Kedua pihak melancarkan serangan udara tanpa awak (drone) dalam skala besar yang meluas dari front timur Ukraina hingga ke jantung Rusia.

 Serangan Udara Mengguncang Jantung Moskow

Menurut laporan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina meluncurkan lebih dari 200 drone ke berbagai wilayah Rusia, termasuk Krimea, Belgorod, Kursk, dan kawasan timur Ukraina. Sebanyak 193 unit berhasil ditembak jatuh, namun puluhan lainnya menembus pertahanan udara dan mencapai wilayah Moskow.

Ledakan keras terdengar di Distrik Kommunarka, disertai kobaran api besar yang menerangi langit malam. Sumber awal menyebut drone menghantam fasilitas militer atau administratif yang belum diidentifikasi. Personel Kremlin dilaporkan sempat dievaluasi secara darurat, sementara lima unit pertahanan udara bergerak langsung dikerahkan mengamankan area.

Yang paling parah, depo minyak Serpukhov, hanya 95 kilometer dari Kremlin, terbakar hebat setelah terkena serangan langsung. Api membubung tinggi dengan asap hitam pekat terlihat hingga ke pusat Kota Moskow. Hingga pagi 28 Oktober, petugas pemadam kebakaran masih berjuang menahan kobaran api.

Peristiwa ini mengungkap kerentanan sistem pertahanan udara Rusia, meskipun telah diperkuat dengan Pantsir-S1, S-300, dan S-400. Beberapa warga Moskow melaporkan melihat “cahaya aneh” di langit malam yang kemudian diklaim pemerintah sebagai “puing satelit jatuh”, namun banyak pihak menilai itu adalah upaya menutupi serangan yang berhasil.

Sebagai dampak langsung, bandara-bandara utama di Moskow sempat ditutup, penerbangan dialihkan, dan beberapa pesawat militer Rusia dipaksa berputar di udara menunggu izin mendarat.

Secara simbolik, kobaran api di Serpukhov menjadi tanda bahwa perang kini benar-benar mengetuk pintu Kremlin.

 Bendungan Belgorod Hancur, Ribuan Pasukan Rusia Terjebak Banjir

Masih pada 27 Oktober 2025, Angkatan Udara Ukraina melancarkan serangan presisi HIMARS terhadap bendungan Glafovka di Belgorod. Hantaman rudal berdaya tinggi itu menyebabkan kerusakan struktural besar dan memicu banjir bandang di sepanjang jalur logistik militer Rusia di perbatasan Belgorod–Kharkiv.

Akibatnya, pos pertahanan dan jalur suplai Rusia yang digunakan oleh Divisi ke-68, ke-69, ke-136, serta Korps ke-44 lumpuh total. Beberapa markas kehilangan kontak dengan komando utama di Moskow.

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina melakukan “kejahatan perang” karena menghantam infrastruktur sipil. Namun menurut analis militer Barat, langkah ini adalah serangan non-simetris yang brilian — memukul logistik Rusia tanpa kontak langsung di medan perang.

Sebagai balasan, pada 26 Oktober 2025, Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak invasi 2022, menembakkan lebih dari 120 rudal jelajah dan drone Shahed ke Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Serangan itu memadamkan listrik di lebih dari separuh wilayah Ukraina, menewaskan 3 warga sipil dan melukai 29 lainnya.

 Serangan Balik Ukraina: Kharkiv Utara Dikuasai Kembali

Pada 27 Oktober, militer Ukraina mengumumkan keberhasilan ofensif besar di sektor Kupyansk. Pasukan Kyiv berhasil merebut kembali Moskivka dan Radkivka, dua titik strategis yang sebelumnya dikuasai Rusia.

Didukung artileri jarak jauh dan drone tempur, Ukraina memperkuat garis pertahanan baru di Kharkiv utara. Jet tempur MiG-29 Ukraina juga melancarkan serangan udara dengan bom berpemandu buatan Prancis, menghancurkan pangkalan militer Rusia di utara dengan ledakan besar yang terekam jelas oleh satelit komersial.

Satuan pasukan khusus Ukraina bahkan melakukan operasi malam di Dnipro, menewaskan puluhan tentara Rusia yang bersembunyi di Desa Nyhovrivka.

Pertempuran Berdarah di “Desa Hongjun” (Red Army Village)

Pertempuran di Desa Hongjun, atau dikenal juga sebagai Red Army Village, menjadi salah satu konfrontasi paling brutal bulan ini. Dalam 10 hari terakhir, Ukraina dilaporkan telah membebaskan sembilan pemukiman, merebut 185 km² wilayah, dan menewaskan lebih dari 1.700 tentara Rusia.

Rusia sempat melancarkan serangan balik dengan 200 pasukan infanteri, namun dikepung balik oleh Ukraina dalam manuver yang sangat cepat. Satu helikopter serang Ka-52 “Alligator” senilai 16 juta dolar juga ditembak jatuh — insiden kedua bulan Oktober ini.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menepis klaim Kremlin bahwa pasukan Ukraina “terkepung”, menyebutnya propaganda psikologis untuk menekan dukungan dari Barat dan menghambat bantuan militer AS–Eropa.

Pertempuran di Laut Hitam: Radar S-400 Rusia Dihancurkan

Pada malam 23–24 Oktober 2025, satuan khusus Ukraina melancarkan serangan drone laut dan udara ke pangkalan militer Rusia di pesisir Krimea. Serangan ini menghancurkan tiga sistem radar utama, termasuk Nebo-U dan 96L-6 — komponen penting dari sistem pertahanan S-400 Triumf.

Selain itu, satu kapal pendarat cepat BK-16G juga hancur total. Rekaman malam memperlihatkan rentetan ledakan beruntun yang menerangi garis pantai Krimea, disertai gangguan komunikasi radio di seluruh wilayah selatan Rusia.

Para analis menilai ini sebagai serangan elektronik paling efektif yang pernah dilakukan Ukraina, karena drone mampu terbang rendah di bawah 10 meter sambil menggunakan gangguan sinyal elektronik (jamming) untuk menghindari radar.

Meningkatnya Ketegangan Politik di Dalam Negeri Rusia

Sementara pertempuran berkobar di medan tempur, ketegangan politik di dalam negeri Rusia juga meningkat tajam. FSB menuduh kelompok oposisi pengasingan, termasuk Mikhail Khodorkovsky dan 22 anggota Komite Anti-Perang Rusia, berencana melancarkan kudeta bersenjata terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Rusia kini menghadapi empat tekanan besar internal:

  1. Krisis populasi: Putin mendorong kebijakan “tiga anak per keluarga” dan memberi insentif 100.000 rubel bagi pelajar perempuan yang bersedia memiliki anak.
  2. Kekurangan tentara: Pemerintah memperluas wajib militer cadangan, terutama untuk melindungi infrastruktur strategis seperti kilang minyak dan pembangkit listrik.
  3. Tekanan fiskal: Pemerintah telah menerbitkan obligasi perang senilai 4 triliun rubel, dan berencana menambah 5,7 triliun lagi pada 2025.
  4. Ancaman nuklir: Uji coba rudal nuklir Burevestnik serta latihan nuklir besar-besaran menunjukkan tanda kegelisahan strategis Kremlin meski dikemas sebagai “unjuk kekuatan”.

Eropa Bersiap Hadapi Era Baru Ancaman Nuklir

Sebagai respons terhadap langkah Rusia, Inggris dan Jerman mulai membahas perjanjian pertahanan nuklir bersama. Pemerintah Jerman bahkan mengumumkan program modernisasi militer senilai 3,771 miliar euro, dengan target menjadikan Bundeswehr sebagai angkatan bersenjata konvensional terkuat di Eropa.

Para analis menilai ini sebagai awal era baru perlombaan militer Eropa, di mana batas antara pertahanan dan provokasi semakin kabur.

Kesimpulan: Api Perang Menuju Titik Didih

Konflik Rusia–Ukraina kini telah keluar dari batas perang konvensional. Infrastruktur energi, logistik, dan sipil menjadi sasaran utama kedua pihak.

Dari bendungan yang jebol, kilang minyak yang terbakar, hingga radar S-400 yang dihancurkan, semua menunjukkan bahwa perang ini telah memasuki fase “saling balas tanpa batas”.

Banjir mungkin akan surut, tetapi retakan dalam kepercayaan dan perdamaian tampaknya akan bertahan jauh lebih lama.

(Video) Tiongkok Dilanda Wabah Demam Babi Afrika, Perusahaan Daging Borong Babi Mati dalam Jumlah Besar

Belakangan ini, wabah Demam Babi Afrika (African Swine Fever/ASF) kembali merebak di berbagai wilayah  daratan Tiongkok, menyebabkan banyak babi mati. Sebuah perusahaan pengolahan daging di Guangdong dilaporkan secara ilegal membeli sejumlah besar babi yang sudah mati, dan menumpuknya di depan pabrik. Setelah video kejadian ini beredar, publik pun khawatir babi mati tersebut akan masuk ke pasaran.

EtIndonesia. Pada 26 Oktober, seorang warganet mengunggah video yang memperlihatkan perusahaan Guangdong Luoding Yueguang Meat Union Food Co., Ltd. sedang membeli babi mati dalam jumlah besar. Dalam video terdengar seseorang berkata, “Benar-benar tidak berperikemanusiaan, babi mati pun dibawa pulang untuk diolah.”

Rekaman menunjukkan tumpukan bangkai babi di depan pabrik, yang membentang hingga ke bagian dalam kompleks. Sebuah truk kecil di sisi lain juga tampak penuh dengan babi mati — pemandangan yang mengerikan.

Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan menimbulkan kehebohan di dunia maya. Pada 27 Oktober 2025 malam, Dinas Pertanian dan Pedesaan Kota Luoding mengeluarkan pernyataan bahwa memang terdapat satu batch babi mati di perusahaan tersebut. Pihak berwenang telah mengambil sampel untuk diuji, melakukan desinfeksi di lokasi, dan memusnahkan babi-babi tersebut secara aman, serta memastikan tidak ada yang masuk ke pasar. Disebutkan pula bahwa tujuh orang tersangka telah ditahan.

Meskipun pihak berwenang menyatakan babi-babi itu tidak masuk ke pasar, publik tetap khawatir akan adanya peredaran daging babi dari hewan sakit atau mati. Banyak warganet Tiongkok berkomentar:

“Kasus seperti ini sering terjadi, hanya saja yang satu ini ketahuan. Nanti kalau situasi tenang, mereka akan melakukannya lagi, dan tak ada yang tahu.”

Ada pula yang menulis: “Selama dagingnya belum busuk, babi mati akan dibeli murah oleh pabrik daging dan dijadikan produk seperti sosis atau ham untuk dijual.”

Lainnya menegaskan: “Jangan cuma karena viral baru ditindak. Kenapa tidak diselidiki penyebab kematiannya?”

Wabah Meluas di Tiongkok dan Negara Sekitar

Baru-baru ini, Vietnam dan Taiwan juga kembali melaporkan kasus Demam Babi Afrika, dan pemerintah di sana memperketat pengawasan. Di  daratan Tiongkok, meski wabah kembali merebak, media resmi hampir tidak memberitakan soal ASF ini.

Namun, di media sosial Tiongkok, banyak peternak babi mengaku bahwa virus ASF telah menyebar luas dan menyebabkan kerugian besar.

Seorang dokter hewan yang aktif di platform video mengatakan bahwa kasus ASF meningkat tajam di provinsi Yunnan, Guizhou, Hubei, Hebei, Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning. Ia sendiri telah menangani puluhan kasus dalam waktu singkat.

Dokter hewan lain melaporkan bahwa wabah tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya — gejalanya mirip flu atau demam biasa.

 “Pagi dapat telepon dari peternak, dan malamnya seluruh babi di kandang sudah mati,” ujarnya. Ia menambahkan, babi yang terinfeksi mati dalam 2–3 hari dengan tingkat kematian sangat tinggi, dan mengimbau para peternak agar meningkatkan kewaspadaan.

Wabah Sudah Terdeteksi Sejak Awal Tahun

Sejak Maret lalu, sejumlah provinsi seperti Henan, Shandong, Hebei, Anhui, Yunnan, Guizhou, dan Sichuan telah melaporkan kasus ASF. Peternak di media sosial memperingatkan bahwa “virus tahun ini sangat ganas, menyebabkan babi tiba-tiba berhenti makan dan mati mendadak, termasuk indukan dan anak babi.”

Menurut data Kementerian Pertanian dan Pedesaan Tiongkok,

  • 25 Juli, ASF dilaporkan di Napho, Guangxi (perbatasan Vietnam), melibatkan 4 desa dengan 795 ekor babi, 215 terinfeksi, dan 209 mati.
  • Agustus, kasus ditemukan di Shenyang, Liaoning, di mana seluruh 383 ekor babi di lokasi dimusnahkan dan pengiriman antar provinsi dihentikan.
  • 15 Oktober, Bijie, Guizhou, juga melaporkan wabah dengan 10 ekor babi, 8 di antaranya mati.

Harga Daging Babi Jatuh Drastis

Dengan merebaknya ASF, harga daging babi di Tiongkok anjlok ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Pada 24 Oktober, harga rata-rata daging babi di pasar grosir nasional turun menjadi 17,73 yuan per kilogram — kurang dari 9 yuan per setengah kilogram.

Di Langfang, Hebei, bahkan ada pasar yang menjual 6 jin (3 kg) daging hanya seharga 5 yuan (sekitar Rp11.000), sementara di Henan dan Shaanxi, beberapa supermarket menjual 3 jin (1,5 kg) daging hanya 10 yuan (sekitar Rp22.000), yang memicu gelombang pembelian besar-besaran.

“Wabah ASF datang lebih awal tahun ini, sudah mulai sejak musim panas. Dengan kondisi seperti ini, harga daging babi tak akan naik dalam waktu dekat. Daging murah akan terus ada setidaknya sampai Maret tahun depan. Jangan terlalu berharap harga naik, pikir saja berapa banyak peternak kecil yang bisa selamat dari wabah ini,’ tulis seorang peternak di media sosial. 

“Tahun-tahun sebelumnya baru muncul di November, tapi sekarang sejak Agustus sudah mulai. Daging murah sebanyak itu di pasar — pikir sendiri dari mana asalnya. Tapi tak apa, ASF tidak menular ke manusia,” lanjutnya. 

Banyak warganet Tiongkok kini mengaku tak berani lagi makan daging babi, dan beralih ke ayam, sapi, atau kambing sebagai gantinya. (Hui/asr)

(Laporan komprehensif oleh Luo Tingting / Editor: Zhu Xinrui)

Ukraina–Rusia: Ancaman Baru dari Belarus Memperparah Krisis, Ukraina Siap Negosiasi dari Posisi Kuat

EtIndonesia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan negaranya untuk memasuki pembicaraan damai guna mengakhiri konflik dengan Rusia, namun dengan syarat: Kyiv tidak akan menarik pasukannya dari wilayah yang saat ini berada di bawah kendalinya. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan keamanan di kawasan Eropa Timur akibat perencanaan penempatan rudal hipersonik di Belarus, sekutu Rusia.

Dari Posisi Ukraina: Negosiasi, Tapi Tegas

Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina “hanya akan memasuki diplomasi dari posisi yang kami miliki saat ini. Kami tidak akan mengambil langkah mundur dan meninggalkan satu bagian negara kami pun.”

Dia juga menyebut bahwa Ukraina siap berunding — tetapi bukan dengan syarat menarik pasukan sebagai ganti perdamaian.

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari yang sama, Zelenskyy menegaskan permintaan khususnya kepada Presiden AS, Donald Trump agar menggunakan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping untuk menekan Beijing agar mengurangi dukungannya terhadap Rusia — khususnya dalam hal pasokan energi.

Selain itu, Ukraina secara terbuka meminta kepada Washington persetujuan untuk memperoleh rudal jelajah jarak jauh seperti Tomahawk, dengan harapan bahwa kepemilikan senjata semacam ini akan memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi. Namun hingga saat ini, AS belum menyetujui permintaan tersebut.

Ancaman Strategis Baru: Penempatan Rudal Hipersonik di Belarus

Sementara itu di front lain, Rusia dan Belarus telah mengumumkan bahwa sistem rudal hipersonik “Oreshnik” akan ditempatkan di wilayah Belarus pada Desember 2025. Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita TASS, yang mengutip jubir Presiden Belarus.

Missil Oreshnik ini memiliki karakteristik sebagai rudal balistik jarak menengah dengan kemampuan hipersonik—yang menurut Rusia sulit dicegat dan mampu menyerang target di wilayah Eropa Timur dan bahkan area yang terkait dengan NATO.

Pengumuman ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan negara-negara Eropa Timur karena penempatan sistem senjata seperti ini di Belarus — yang berbatasan langsung dengan negara-negara NATO seperti Polandia, Lithuania, dan Latvia — dianggap sebagai eskalasi militer yang signifikan.

Krisis Ekonomi Rusia: Semakin Mendalam

Di sisi ekonomi, Rusia menghadapi tekanan serius. Bank sentral Rusia memotong suku bunga utamanya menjadi 17 % pada 12 September 2025 karena pertumbuhan ekonomi terancam melambat tajam, dari 4,3 % pada 2024 ke kisaran 1 % atau bahkan lebih rendah di 2025.

Pemerintah Rusia juga tengah mempertimbangkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 20 % menjadi 22 % mulai 2026 sebagai upaya menutup defisit yang membesar akibat belanja perang yang tinggi.

Meski belum ada keterangan pers yang secara spesifik menyebut pemangkasan belanja publik regional di Oblast Rostov — seperti yang disebut dalam narasi awal — berbagai laporan menegaskan bahwa beban ekonomi perang, tingginya bunga pinjaman, dan dampak sanksi Barat telah menekan belanja non-militer, termasuk pendidikan dan kesehatan di Rusia.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

·         Bagi Ukraina: Tekanan ganda — diplomasi sambil memperkuat garis depan. Permintaan akan senjata jarak jauh dan dukungan keuangan jangka menengah menunjukkan Kiev menyadari bahwa perang ini belum akan usai cepat. Zelenskyy meminta bantuan Eropa minimal untuk 2-3 tahun ke depan.

·         Bagi Eropa dan NATO: Penempatan Oreshnik di Belarus meningkatkan risiko militer yang mendekat ke wilayah aliansi, memaksa negara anggota untuk mengevaluasi ulang postur pertahanan dan dukungan terhadap Ukraina.

·         Bagi Rusia: Meskipun memperkuat alat militer strategis, tekanan ekonomi domestik dan beban perang jangka panjang membuat Moscow berada pada kondisi yang sulit mempertahankan kapasitasnya secara optimal.

·         Bagi dunia diplomasi: Pembicaraan damai bisa semakin rumit karena ketegangan teknologi senjata (hipersonik), ketergantungan energi, dan sanksi ekonomi yang mempengaruhi hampir semua aktor besar — Tiongkok, AS, Eropa, dan Rusia.

 Kesimpulan

Dengan tanggal hari ini, 28 Oktober 2025, konflik Ukraina–Rusia memasuki fase baru yang tidak hanya soal garis depan di medan perang, tetapi juga melibatkan tekanan diplomasi global, keunggulan teknologi senjata strategis, dan krisis ekonomi Rusia yang mulai terasa. Penempatan rudal hipersonik di Belarus menjadi simbol eskalasi baru yang membutuhkan respons kolektif dari komunitas internasional. Di saat yang sama, Ukraina menegaskan bahwa perdamaian hanya akan tercapai dari posisi kekuatan — bukan dengan mundur.

Netanyahu Murka! Perintah Hantam Gaza Setelah “Tipu Muslihat Kuburan Palsu” Hamas Terbongkar

EtIndonesia. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, memerintahkan militer negaranya untuk melakukan serangan udara besar-besaran ke wilayah Gaza — khususnya Kota Gaza dan wilayah selatan seperti Rafah — sebagai tanggapan atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

 Pemerintah Israel menyatakan bahwa Hamas telah menyerang pasukan Israel Defense Forces (IDF) menggunakan penembak jitu dan senjata anti‐tank di sepanjang garis demarkasi yang disepakati; selain itu, terjadi pula isu pengembalian jenazah sandera yang hasil tes DNA menunjukkan bukan dari daftar korban yang dijanjikan.

Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Israel dan menuduh Israel sebagai pihak yang membunuh warga sipil Palestina dalam serangan balasan tersebut.

Detil Peristiwa

Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata

– Gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat mulai efektif sejak 10 Oktober 2025.

– Israel menyatakan bahwa pada hari itu (28 Oktober) terjadi insiden penembakan oleh pihak Hamas terhadap pasukan IDF di area yang dikendalikan Israel dalam Gaza, di dekat Rafah.

– Selain itu, isu terkait pengembalian jenazah sandera menjadi pemicu. Menurut Israel, Hamas menyerahkan satu jenazah yang kemudian hasil tes DNA menunjukkan bahwa jenazah tersebut milik seseorang yang sudah ditemukan tahun 2023, bukan korban baru dari daftar 13 yang dijanjikan oleh Hamas.

 – Israel mengklaim telah mempublikasikan rekaman drone yang menunjukkan bagaimana Hamas memalsukan lokasi ‘kuburan’ untuk tampak seolah-olah penemuan jenazah dilakukan oleh Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross).

Serangan Balasan Israel

– Respon atas kejadian tersebut, Netanyahu menginstruksikan militer Israel untuk segera melakukan serangan kuat di Gaza.

– Serangan udara ini menargetkan wilayah Kota Gaza, termasuk kawasan Sabra di Gaza City, dan sebuah kendaraan di Khan Younis, di selatan Gaza.

– Kementerian kesehatan Gaza mencatat bahwa sedikitnya 7 hingga lebih dari 20 orang tewas akibat serangan. Angka pasti masih diverifikasi.

– Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut bahwa aksi Hamas telah melewati “garis merah” dan akan mendapat balasan keras.

Reaksi dan Konteks Internasional

– Pemerintahan AS menyatakan dukungan terhadap Israel, namun juga memperingatkan agar konflik tidak melebar.

 – Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa meski ada eskalasi konflik, gencatan senjata “masih bertahan” untuk saat ini.

 – Negara-negara lain seperti Turki mengecam serangan Israel sebagai pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata.

Penilaian dan Implikasi

Korelasi dengan Proses Perdamaian

Keputusan Israel untuk melakukan serangan balik menandai tes besar terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Jika eskalasi lebih lanjut terjadi, maka seluruh proses damai yang baru berjalan bisa terancam runtuh.

Risiko Kemanusiaan

Dengan dilaporkannya korban sipil, di Gaza, serangan ini meningkatkan risiko krisis kemanusiaan yang lebih besar. Hamas mengklaim ratusan warga sipil telah tewas akibat pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata.

Dampak Politik Internal Israel

Far-right di pemerintahan Israel — misalnya Itamar Ben‑Gvir dan Bezalel Smotrich — menggunakan insiden ini untuk menekan Netanyahu agar tidak menahan diri dan melanjutkan operasi militer yang lebih besar terhadap Gaza.

Peran Mediator Internasional

AS dan Mesir, serta Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya, sebagai mediator harus memainkan peran kunci dalam mencegah konflik membesar. Namun tuduhan “pemalsuan kuburan” oleh pihak Israel terhadap Hamas (yang dilaporkan oleh media) bisa merusak kepercayaan publik terhadap proses pemulihan jenazah sandera.

Catatan Penting

  • Walaupun banyak laporan yang beredar, beberapa klaim — seperti lokasi aksi sniper, atau skema kuburan palsu — masih dalam penyelidikan independen dan belum dibuktikan secara terbuka oleh otoritas netral.
  • Angka kematian dan kerusakan terus berubah seiring masuknya laporan dari lapangan di Gaza yang sulit diakses secara bebas.
  • Gencatan senjata yang sedang diuji ini tidak menjamin penghentian konflik — “skirmishes” atau bentrokan kecil bisa terus terjadi, sebagaimana dikatakan oleh pejabat AS.

Wanita di Tiongkok yang Sakit Menikahi Pasien Kanker Sebagai Bagian dari Kesepakatan Donasi Ginjal; Pasangan Ini Jatuh Cinta

EtIndonesia. Seorang wanita di Tiongkok barat laut, yang berjuang melawan uremia, menikahi seorang pasien kanker, dan setuju untuk merawatnya selama perawatan dengan imbalan ginjalnya setelah kematiannya.

Seiring waktu yang mereka habiskan bersama, humor dan optimisme mereka berkembang menjadi kisah cinta yang tak terduga.

Di tengah gelombang kisah inspiratif tentang kesembuhan pasien kanker yang baru-baru ini dilaporkan oleh media Tiongkok daratan, kasus tahun 2014 ini muncul kembali dengan perhatian yang kembali tulus.

Menurut majalah Tiongkok daratan, Marriage and Family, Wang Xiao, 24 tahun, dari Provinsi Shaanxi didiagnosis menderita uremia dan diberitahu bahwa dia hanya punya waktu satu tahun untuk hidup tanpa transplantasi ginjal.

Tanpa donor yang cocok di antara kerabatnya, Wang yang putus asa mengambil langkah yang tidak konvensional.

Atas saran seorang pasien lain, dia memasang iklan pernikahan di sebuah kelompok pendukung kanker, mencari pria yang sakit parah yang bersedia menikahinya agar dia dapat menerima ginjalnya setelah kematiannya.

“Aku akan menjagamu sebaik-baiknya setelah menikah. Maafkan aku; aku hanya ingin hidup,” tulis Wang dalam iklannya.

Beberapa hari kemudian, Yu Jianping yang berusia 27 tahun merespons. Golongan darahnya cocok dengan Yu. Yu sedang berjuang melawan mieloma, yang telah kambuh beberapa kali.

Sebelumnya seorang manajer bisnis, dia kehilangan ibunya, dan ayahnya telah menjual rumah mereka untuk menutupi biaya pengobatannya. Dia bertahan hidup hanya dengan obat-obatan.

Pada Juli 2013, keduanya diam-diam mendaftarkan pernikahan mereka. Mereka sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka, mengelola keuangan mereka sendiri, dan memutuskan bahwa setelah Yu meninggal, dia akan mendonorkan salah satu ginjalnya kepada Wang. Sebagai imbalannya, Wang berjanji untuk merawatnya selama perawatan dan merawat ayahnya setelah kematiannya.

Namun, apa yang awalnya merupakan pengaturan untuk bertahan hidup segera berubah menjadi sesuatu yang lebih mendalam. Mereka mulai berkomunikasi setiap hari, berbagi kabar terbaru tentang kesehatan dan kehidupan mereka.

Sifat Wang yang ceria sering membuat Yu tertawa, dan optimismenya mulai membangkitkan semangat Yu. Dia mulai memasak sup untuk Yu, dan Yu menemaninya ke setiap perawatan.

Bertekad membantu Yu membiayai transplantasi sumsum tulang belakang, Wang mulai membuat dan menjual karangan bunga di sebuah kios pinggir jalan. Dia meletakkan kartu di samping bunga-bunga itu, menceritakan kisah mereka, yang menarik banyak pelanggan dan bahkan pemilik toko setempat.

Berkat penjualan dan tabungannya, dia berhasil mengumpulkan 500.000 yuan (sekitar Rp 1,1 miliar), cukup untuk membiayai operasi Yu.

Pada Juni 2014, kondisi Yu telah stabil, dan kesehatan Wang pun membaik. Sesi dialisisnya berkurang dari dua kali seminggu menjadi sebulan sekali, dan dokter menyatakan bahwa dia mungkin tidak lagi membutuhkan transplantasi sama sekali.

Pada Februari 2015, untuk merayakan cinta dan pemulihan kesehatan mereka, pasangan itu mengadakan pesta pernikahan di sebuah restoran setempat.

Kisah mereka kemudian diadaptasi menjadi film Viva La Vida, yang tayang perdana di Tiongkok daratan pada tahun 2024 dan meraup pendapatan lebih dari 276 juta yuan.

Kini, pasangan ini dikabarkan mengelola sebuah toko bunga di Xian, juga di Provinsi Shaanxi, hidup tenang dan sehat walafiat.

Seorang pengamat daring yang mengulas kisah mereka berkomentar: “Pernikahan yang lahir dari keputusasaan berubah menjadi keajaiban cinta.” (yn)

Katak ‘Wolverine’ Mematahkan Tulangnya Sendiri untuk Mengubahnya Menjadi Cakar Tajam

EtIndonesia. Katak berbulu Afrika memiliki kemampuan menghancurkan diri yang unik, yaitu mematahkan tulang jari kakinya sendiri saat terancam, menciptakan cakar tulang yang menembus kulitnya, layaknya Wolverine versi Marvel.

Trichobatrachus robustus, alias Katak Berbulu atau Katak Wolverine, adalah salah satu makhluk paling aneh di alam. Katak jantan menumbuhkan benang kulit tipis seperti rambut di sisi tubuh dan kaki belakang mereka, sebuah kemampuan unik yang diyakini para ilmuwan membantu amfibi menyerap lebih banyak oksigen.

“Rambut” ini mengandung arteri dan diperkirakan memperluas permukaan untuk menyerap oksigen saat katak jantan menjaga telur di dalam air. Namun, ini bukanlah hal yang paling aneh tentang katak berbulu. Mereka juga memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik, yaitu mematahkan tulang jari kaki mereka dan mengubahnya menjadi cakar tajam yang menembus kulit.

Sekitar awal tahun 1900-an, para ilmuwan pertama kali menyadari bahwa katak berbulu memiliki cakar, sebuah karakteristik yang sangat langka bagi amfibi.

Baru pada awal tahun 2000-an, para peneliti menemukan bahwa cakar tersebut bukanlah cakar asli yang terbuat dari keratin, melainkan tulang yang cacat.

Para pemburu Kamerun cukup akrab dengan senjata tajam katak berbulu dan terpaksa menggunakan tombak atau parang untuk menghindari cedera saat mencoba menangkapnya.

Sebuah makalah tahun 2008 yang mengutip laporan sebelumnya mencatat bahwa cakar katak dapat menimbulkan “luka berdarah yang dalam hingga terlihat hingga ke tulang” pada predator dan manusia.

Mekanisme yang memungkinkan katak wolverine mengaktifkan cakar tajamnya dianggap unik di dunia hewan. Para ilmuwan menemukan bahwa setiap cakar tulang terhubung ke nodul yang terletak di jaringan tepat di luar ujung jari katak dengan untaian kolagen yang kuat.

Ketika diserang atau dicengkeram, katak tersebut entah bagaimana mampu memutuskan sambungan nodul tersebut, mendorong tulang menembus kulit. Dia kemudian mencakar penyerangnya dengan keras, menyebabkan luka robek yang dalam.

Meskipun mekanisme retraksi yang jelas belum teramati, beberapa ilmuwan berhipotesis bahwa cakar katak berbulu tersebut kemudian akan tertarik secara pasif, seiring regenerasi jaringan ikat yang rusak. Sifat regeneratif amfibi yang terdokumentasi dengan baik inilah yang membuat mekanisme pertahanan diri yang tidak biasa ini bekerja tanpa menyebabkan cedera serius pada katak.

Trichobatrachus robustus berasal dari negara-negara Afrika Tengah seperti Kamerun, Kongo, Nigeria, Gabon, Angola, dan Guinea Khatulistiwa, tempat ia mendiami sungai-sungai berarus deras di hutan dan lahan pertanian. (yn)

Pria India Berpura-pura Meninggal untuk Melihat Siapa yang Akan Menghadiri Pemakamannya

EtIndonesia. Seorang pria di India, berusia 74 tahun yang ingin mengetahui siapa yang akan berduka atas kepergiannya, memalsukan kematiannya dan menggelar pemakaman palsu untuk melihat siapa yang akan hadir.

Masyarakat Konchi, sebuah desa di negara bagian Bihar, India, terkejut mengetahui kematian mendadak Mohan Lal, seorang mantan veteran Angkatan Udara berusia 74 tahun.

Prosesi pemakaman memang membingungkan karena kebanyakan orang bahkan tidak tahu bahwa dia telah meninggal, tetapi hal itu tidak menghentikan orang-orang untuk bergabung dalam prosesi, berduka atas pria malang itu, dan mengikuti semua ritual tradisional.

Namun, yang benar-benar mengejutkan orang-orang adalah momen ketika Mohan bangkit dari peti jenazahnya. Mereka segera menyadari bahwa pemakaman itu hanyalah sebuah ujian yang direkayasa oleh pria berusia 74 tahun itu untuk melihat seberapa banyak orang yang peduli padanya.

“Setelah kematian, orang-orang membawa tandu, tetapi saya ingin menyaksikannya sendiri dan mengetahui betapa besar rasa hormat dan kasih sayang yang diberikan orang-orang kepada saya,” kata Mohan ketika ditanya mengapa dia bersusah payah menggelar pemakaman tiruan.

Mohan meminta beberapa kerabatnya untuk membantunya menyebarkan berita tentang kematiannya dan meminta orang lain membawanya ke krematorium dengan tandu yang dihias agar aksinya terlihat nyata.

Ratusan warga berbondong-bondong menghadiri upacara berkabung, yang membuat Mohal senang dan meyakinkannya akan rasa hormat masyarakat. Untuk membuat penduduk setempat memaafkannya atas pemakaman tiruan tersebut, Mohan Lal mengadakan pesta besar untuk semua orang. (yn)

Laporan: Amazon Akan PHK 30.000 Karyawan Korporat, PHK Terbesar Sejak 2022

EtIndonesia. Amazon berencana untuk memangkas hingga 30.000 pekerjaan korporat mulai Selasa (28/10), sebagai upaya perusahaan untuk memangkas pengeluaran dan memberikan kompensasi atas kelebihan perekrutan selama puncak permintaan pandemi, menurut tiga orang yang mengetahui masalah ini.

Angka tersebut mewakili persentase kecil dari total 1,55 juta karyawan Amazon, tetapi hampir 10% dari sekitar 350.000 karyawan korporatnya. Ini akan menandai PHK terbesar Amazon sejak akhir 2022, ketika perusahaan mulai memangkas sekitar 27.000 posisi.

Seorang juru bicara Amazon menolak berkomentar.

Amazon telah memangkas sejumlah kecil pekerjaan selama dua tahun terakhir di berbagai divisi, termasuk perangkat, komunikasi, dan podcasting. PHK yang dimulai minggu ini dapat memengaruhi berbagai divisi, termasuk sumber daya manusia, yang dikenal sebagai People Experience and Technology atau PXT; operasi, perangkat, dan layanan; dan Amazon Web Services, kata orang-orang tersebut.

Para manajer tim yang terdampak diminta mengikuti pelatihan pada hari Senin tentang cara berkomunikasi dengan staf setelah notifikasi email yang akan mulai dikirimkan pada Selasa pagi, ungkap sumber tersebut.

CEO Amazon, Andy Jassy, ​​sedang menjalankan inisiatif untuk mengurangi apa yang dia sebut sebagai birokrasi yang berlebihan, termasuk dengan mengurangi jumlah manajer. Dia memasang saluran pengaduan anonim untuk mengidentifikasi inefisiensi yang telah mendapatkan sekitar 1.500 tanggapan dan lebih dari 450 perubahan proses, ujarnya awal tahun ini.

Jassy mengatakan pada bulan Juni bahwa peningkatan penggunaan perangkat kecerdasan buatan kemungkinan akan menyebabkan PHK lebih lanjut, terutama melalui otomatisasi tugas-tugas yang berulang dan rutin.

“Langkah terbaru ini menandakan bahwa Amazon kemungkinan besar mewujudkan peningkatan produktivitas berbasis AI yang cukup dalam tim perusahaan untuk mendukung pengurangan tenaga kerja yang substansial,” kata Sky Canaves, seorang analis eMarketer. “Amazon juga berada di bawah tekanan dalam jangka pendek untuk mengimbangi investasi jangka panjang dalam membangun infrastruktur AI-nya.”

Ruang lingkup penuh dari putaran PHK ini belum jelas. Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan jumlah tersebut dapat berubah seiring waktu seiring dengan pergeseran prioritas keuangan Amazon. Fortune sebelumnya melaporkan bahwa divisi sumber daya manusia kemungkinan akan menjadi target pemotongan sekitar 15%.

Program yang dimulai awal tahun ini untuk mengembalikan karyawan ke kantor lima hari seminggu, salah satu program paling ketat di dunia teknologi, gagal menghasilkan tingkat pergantian karyawan yang memadai, kata dua orang tersebut, yang menyebutkan hal itu sebagai alasan lain di balik besarnya PHK. Beberapa karyawan yang tidak bekerja setiap hari karena tinggal jauh dari kantor perusahaan, atau karena alasan lain, diberitahu bahwa mereka telah mengundurkan diri secara sukarela dari Amazon dan harus pergi tanpa pesangon, sebuah penghematan bagi perusahaan.

Layoffs.fyi, situs web yang melacak PHK di sektor teknologi, memperkirakan sekitar 98.000 pekerjaan telah hilang sepanjang tahun ini di antara 216 perusahaan. Sepanjang tahun 2024, angkanya mencapai 153.000.

Pusat laba terbesar Amazon, unit komputasi awan AWS, melaporkan penjualan kuartal kedua sebesar 30,9 miliar dolar, peningkatan 17,5% yang jauh di bawah kenaikan 39% untuk Azure milik Microsoft dan 32% untuk Google Cloud milik Alphabet.

Estimasi menunjukkan bahwa AWS akan meningkatkan penjualan kuartal ketiga sekitar 18% menjadi 32 miliar dolar, sedikit melambat dari kenaikan 19% tahun lalu. AWS masih terguncang akibat pemadaman internet sekitar 15 jam minggu lalu yang melumpuhkan banyak layanan daring terpopuler, seperti Snapchat dan Venmo.

Amazon tampaknya mengantisipasi musim penjualan liburan yang besar lagi. Perusahaan berencana menawarkan 250.000 pekerjaan musiman untuk membantu staf gudang, di antara kebutuhan lainnya, sama seperti dua tahun sebelumnya.

Pada hari Jumat, Amazon juga mengumumkan reorganisasi segmen unit PXT-nya yang berfokus pada inisiatif keberagaman, sebuah memo yang ditinjau oleh Reuters menunjukkan. Perubahan tersebut sebagian besar melibatkan promosi orang ke peran baru.

Saham Amazon naik 1,2% menjadi 226,97 dolar pada hari Senin. Perusahaan berencana melaporkan pendapatan kuartal ketiga pada hari Kamis. (yn)

Freddy Wijaya: Merawat Warisan Seni, Menjalin Koneksi Manusiawi di Balik Koleksi Lukisan

0

Bagi banyak orang, melukis mungkin sekadar tentang estetika dan dekorasi. Namun, bagi Freddy Wijaya, seorang kolektor kelahiran Banyuwangi yang kini menetap di Surabaya, dunia lukisan adalah semesta yang jauh lebih dalam. Di balik setiap kanvas yang ia miliki, tersimpan nilai investasi, ketulusan sebuah hobi, dan yang terpenting, jalinan cerita manusia dengan sang pelukisnya. Bagi pria yang akrab disapa Freddy ini, seni lukis adalah tentang hubungan personal dan warisan budaya yang ingin ia teruskan.

Investasi pada Keindahan dan Masa Depan

Freddy memandang koleksi lukisannya dengan sudut pandang yang unik. “Menurut saya, lukisan itu kan ada nilai investasi. Selain hobi, nanti juga ada, terutama nilai universalnya bagus,” ujarnya kepada The Epoch Times saat ditemui di Galerinya “Filadelvia” di Surabaya Barat. Namun, nilai universal yang ia maksud bukan semata-mata angka finansial. Ia melihat lukisan sebagai aset berharga yang menyimpan sejarah, emosi, dan keindahan yang dapat diapresiasi lintas generasi. Visinya adalah untuk mendirikan sebuah galeri yang besar dan elegan, tempat para pelukis Surabaya dapat memamerkan karya mereka dengan indah.

Jalinan Kolektor dan Pelukis: Lebih dari Sekadar Transaksi

Apa yang membedakan Freddy mungkin adalah pendekatannya yang personal dalam mengoleksi. Ia percaya bahwa setiap lukisan membawa serta “jalinan” yang membuatnya dekat dengan pelukisnya. “Saya tahu dia karakternya khusus. Kan banyak mungkin yang setengah jalan berhenti. Kalau saya beli dan dekat dengan pelukis itu, ada hubungan yang baik, nilai yang lebih,” tuturnya. Ia tidak hanya membeli karya, tetapi juga membeli cerita, perjuangan, dan impian sang seniman. Kedekatan inilah yang justru menjadi “kendala” tersendiri baginya. Ketika sudah akrab, membicarakan harga menjadi hal yang “pamali” atau tabu baginya. Wijaya lebih memilih untuk membeli karya-karya seniman Indonesia yang sudah terkenal di pasaran, di mana transaksi terjadi berdasarkan nilai pasar yang jelas.

Mewariskan Cinta pada Seni kepada Generasi Penerus

Motivasi terdalam Wijaya dalam mengoleksi lukisan ternyata bersumber dari keluarganya. Ia memiliki dua orang putri yang telah berkeluarga dan keduanya memiliki kecintaan pada seni. “Saya mengajarkan mereka juga mencintai seni ini, dan mau  meneruskan, karena ini juga bisa menjadi investasi di masa depan, kalau bisa berlanjut sampai cucu saya bisa merawat apa yang saya miliki sekarang,” harapnya. Koleksi lukisannya bukan hanya sekadar harta benda, melainkan sebuah warisan rasa cinta dan apresiasi terhadap seni budaya Indonesia yang ia impikan dapat dijaga oleh anak cucunya kelak.

Tantangan dan Harapan bagi Dunia Seni Rupa Surabaya

Sebagai seorang yang aktif di komunitas, Fredy menyoroti perubahan geliat seni rupa di Surabaya. Ia mengenang masa ketika Surabaya sangat ramai dengan pameran seni, bahkan diselenggarakan setiap tahun. Kini, situasinya tak semeriah dulu. Menurutnya, ada persepsi bahwa pasar seni seakan-akan menilai karya seni, tetapi kurang dalam hal apresiasi yang mendalam. “Lukisan itu sebaiknya di galeri,” tegasnya.

Untuk mengatasi tantangan ini, Fredy dan rekan-rekannya di galeri berusaha aktif menjangkau masyarakat melalui media sosial, khususnya Facebook. “Karena itu biaya yang paling murah,” akunya. Strategi lainnya adalah dengan mengandalkan kekuatan komunitas. Dengan membangun jaringan dan komunitas yang solid, ia berharap dapat kembali membangkitkan gairah masyarakat Surabaya untuk datang dan menikmati pameran seni.

Bagi Fredy, dunia seni lukis adalah sebuah ekosistem yang hidup. Di dalamnya, ia bukan sekadar kolektor, tetapi juga seorang sahabat bagi pelukis, seorang ayah yang ingin mewariskan nilai-nilai luhur, dan seorang pegiat seni yang berkomitmen untuk menjaga denyut nadi seni rupa Surabaya tetap berdetak. Setiap lukisan dalam koleksinya adalah sebuah bab dalam buku kehidupannya, yang ditulis bersama para seniman dan akan dibaca oleh generasi-generasi penerusnya.(et)

Di Paruh Kedua Hidup — Belajarlah Menjaga Payungmu Sendiri

EtIndonesia. Dalam dunia orang dewasa, hidup jauh tidak semudah yang kita bayangkan. Saat kita melihat dunia tampak tenang dan damai, itu hanya karena ada orang lain yang diam-diam sedang memikul beban berat. Saat kita melihat orang tampak hidup nyaman, itu mungkin karena mereka sedang bekerja keras tanpa henti di balik layar.

Saat kecil — orangtua menjadi atap perlindungan untuk kita. Saat sekolah — guru yang mengurus segalanya untuk kita. Namun begitu memasuki dunia nyata — tak ada lagi yang akan menanggung kesalahan kita. Masalahmu, tanggung jawabmu. Kesulitanmu, hadapi sendiri.

Ketika kamu jatuh — mungkin tak ada seorang pun yang datang menolong. Kamu tetap harus bangkit berdiri sendiri.

Ketika kamu menghadapi masalah besar — tidak selalu ada orang yang akan menolongmu. Jangan berpikir bahwa jika kamu menangis — akan ada orang yang menenangkanmu. Jangan yakin bahwa jika kamu meminta — pasti ada yang membantu.  Dalam dunia orang dewasa — dingin dan tidak peduli adalah hal yang biasa.

Seberat apa perjalanan hidupmu, hanya kamu yang benar-benar tahu. Sesulit apa kamu bertahan, hanya hatimu yang mengerti.

Bersyukurlah pada semua luka, rintangan, dan kesulitan — karena justru itulah yang mengubahmu, menguatkanmu, dan melahirkan dirimu yang baru.

Kita semua adalah tokoh utama dalam hidup kita sendiri. Hidupmu — kamu yang menulis. Masa depanmu — kamu yang perjuangkan.

Akan ada orang yang pada hari cerah bersedia memayungimu dari panas.  Tapi saat hujan tiba — mungkin payung itu akan ditarik pergi.

Maka ingatlah:

Tak ada yang menjadi “selamanya” — dan tak ada siapa pun yang bisa menjadi sandaranmu sepanjang umur.  Orang yang bisa melindungimu dari badai — juga bisa menutup cahaya matahari darimu. Saat hujan turun — entah engkau belajar memegang payung sendiri… atau engkau sendiri yang menjadi atap bagi dirimu. Mengandalkan orang lain itu rapuh. Memohon pada orang lain — terkadang menyedihkan.

Hidup ini pahit. Jalan keselamatan hanya bisa kamu tempuh sendiri. Dalam kerasnya hidup, belajarlah memayungi dirimu sendiri.

Bersembunyi di bawah payung orang lain — tidak pernah menjadi rencana jangka panjang. Payung orang lain sebesar apa pun — tidak akan pernah seaman memiliki payungmu sendiri. (jhn/yn)

Pecel Ponorogo Bu Pardi: Berjualan Mulai Subuh Kini Legenda Kuliner Surabaya

Di balik semangkuk pecel dan rawon yang menggugah selera, seringkali tersimpan sebuah cerita tentang ketekunan, pengorbanan, dan cinta pada warisan keluarga. Inilah kisah nyata yang terangkum dalam perjalanan UMKM legendaris, Warung Pecel Ponorogo Bu Pardi Djojo di daerah Nginden, Surabaya. Diteruskan oleh sang anak, Mimin Haryani atau akrab disapa Mimin, warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah living heritage yang telah melewati berapa generasi.

Merintis dari Nol di Kegelapan Subuh

Cerita bermula pada 1985. Sang ayah yang asli Ponorogo dan ibu dari Banyuwangi memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia kuliner dengan membuka warung pecel. Awalnya, Bu Pardi yang merupakan seorang penjahit profesional, hanya mencoba-coba ikut bazar. Dengan semangat pantang menyerah, beliau memulai usahanya sendiri.

Mimin mengenang betapa berat perjuangan orang tuanya di masa awal. “Ibu buka jam subuh, masih sendiri. Gelap-gelap, kok nggak ada yang beli,” ujarnya kepada The Epoch Times. Namun, kesabaran dan konsistensi membuahkan hasil. Keberanian Bu Pardi berjualan di pagi buta justru memancing rasa penasaran warga. “Orang pada penasaran, jualan apa kok pagi-pagi banget? Pecel? Oh dari situ akhirnya luar biasa,” tutur Mimin. Dari situlah pelanggan mulai berdatangan dan kesetiaan mereka terbangun.

Sebuah Panggilan Hati: Meninggalkan Zona Nyaman demi Meneruskan Warisan

Kisah peralihan kepemilikan warung ini pun sarat dengan dilema. Mimin, anak dari Bu Pardi, menghabiskan 20 tahun hidupnya di Jakarta untuk bersekolah dan bekerja (bergelut sebagai desainer). Hidupnya sudah mapan, relasi banyak, dan nyaman. Namun, panggilan hati untuk melestarikan warisan keluarga ternyata lebih kuat.

“Sebetulnya sudah nyaman di Jakarta, tapi tiba-tiba masuk ke dunia kuliner ini?” kenang Mimin. Motivasi terbesarnya adalah rasa tidak tega melihat warisan orang tua hilang dan para pelanggan setia yang kecewa. Pernah suatu ketika warung ini dicoba untuk ditutup oleh adiknya selama tiga minggu. Respons pelanggan luar biasa. Mereka berdatangan mencari-cari warung kesayangan mereka. “Nggak tega soalnya. Pelanggan banyak, masa ditinggal gitu?” ujarnya. Akhirnya, dengan tekad bulat, Mimin memutuskan pulang ke Surabaya dan mengambil alih warung ini.

Menjaga Cita Rasa di Tengah Persaingan

Meneruskan warisan bukanlah hal mudah. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi cita rasa khas yang telah dibangun sejak 1985. Mimin mengakui, kunci kelezatan Pecel Ponorogo Bu Pardi masih terletak pada racikan bumbu turun-temurun. Meski proses belanja dan sebagian masak sudah didelegasikan kepada pegawai, Mimin tetap melakukan quality control secara ketat.

“Kadang saya seleksi. Saya coba, masuk sama nggak rasanya. Kalau ada yang kurang, saya tambah-tambahin,” jelasnya. Komitmen ini penting karena sedikit saja perubahan rasa, langsung dirasakan oleh pelanggan setia. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan 10 kg daging rawon setiap 3 hari dan 25 kg kacang untuk bumbu pecel yang bertahan hingga satu minggu, sebuah bukti bahwa omzetnya tetap stabil.

Namun, Mimin menyadari tantangan zaman sekarang berbeda. Persaingan semakin ketat dengan banyaknya pedagang baru. Sayangnya, promosi secara digital masih menjadi kendala. “Saya kurang bisa mengolah sosial media,” akunya. Warung yang mengandalkan kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini kini mulai membuka diri untuk bekerja sama dengan komunitas kuliner agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Visi ke Depan: Antara Ekspansi dan Menjadi Ikon Lokal

Mimin pernah mencoba melakukan ekspansi dengan membuka cabang di Gresik. Cabang itu sempat ramai, namun akhirnya tutup karena kendala sumber daya manusia. Pengalaman itu memberinya pelajaran berharga. Saat ini, fokusnya adalah mengonsolidasikan warung utama sambil memikirkan strategi ekspansi yang lebih matang.

Di balik semua tantangan, Mimin merasakan kebebasan dan kepuasan tersendiri dibandingkan ketika bekerja di kantoran. “Kalau ini kita bebas. Kalau mau namanya rezeki ya bisa naik, turun juga bisa. Tapi kalau kerja di kantor, waktunya terikat,” ujarnya. Semangat inilah yang terus mendorongnya untuk mempertahankan warung yang tidak hanya sekadar sumber penghidupan, tetapi juga menjadi bagian dari memori dan identitas kuliner warga Surabaya.

Warung Pecel Ponorogo Bu Pardi Djojo adalah bukti nyata bahwa UMKM bisa menjadi legenda bukan karena modal besar, tetapi karena ketekunan, cita rasa autentik, dan hubungan emosional yang erat dengan pelanggan. Di tangan Mimin, semangkuk pecel dan rawon itu tetap hangat, menyajikan cerita dan kenangan dari generasi ke generasi.(et)

Dalam Hidup, yang Paling Penting adalah Karakter

EtIndonesia. Apa yang paling menentukan kualitas seorang manusia? Bukan wajah, bukan gelar, bukan harta — melainkan karakter. Karakterlah yang menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah, apakah dia akan dihormati, disukai, dan dipercaya.

Moralitas menentukan reputasi. Orang yang reputasinya buruk, kredibilitasnya rendah — cepat atau lambat akan jatuh. Bahkan banyak tokoh terkenal pun runtuh bukan karena tidak berbakat — tetapi karena karakternya runtuh.

Dalam pergaulan, karakter adalah fondasi. Kita mungkin pertama kali tertarik karena wajah. Mulai menghormati karena kemampuan.  Betah bersama karena sifat. Menjadi dekat karena kebaikan hati. Tapi akan bertahan seumur hidup karena karakter / integritas.

Seiring waktu, topeng akan lepas — karakterlah yang tersisa. Dan seorang manusia yang memiliki akhlak baik, biasanya memiliki empat ciri utama berikut:

1. Berhati lapang, jujur, dan tulus 

Orang dulu sering berkata: “Jadi manusia harus berhati lapang.” 

Artinya: tidak licik, tidak mempermainkan orang, tidak kikir dalam hati.  Sikap yang tulus, polos, bersahaja — tetapi penuh kejujuran dan kelembutan.

Zuo Zongtang pernah berkata: “Lebih baik tulus daripada terlalu licik, lebih baik jujur daripada terlalu banyak perhitungan, lebih baik lembut daripada keras dan kasar.”

Orang yang lapang hati tidak suka mempermalukan orang lain, bisa menoleransi kekurangan, tidak suka mencari-cari kesalahan kecil. Namun — kebaikan bukan berarti bodoh. Orang yang benar-benar berbudi luhur punya prinsip, tahu batas, dan berani berkata tidak pada keburukan.

2. Jujur dan menepati janji

Di zaman ini, yang paling mahal adalah KREDIBILITAS. Ketika seseorang sudah kehilangan kepercayaan publik — dia bukan hanya kehilangan uang, tetapi kehilangan kesempatan hidup.

“Sekali berjanji — seharusnya lebih kuat dari kontrak.”

Orang yang berkata dan benar-benar menepati akan selalu dipercaya, disegani, dan didoakan kebaikannya.

Orang jujur tidak akan:

  • Menipu / mengkhianati
  • Menjelekkan di belakang
  • Mengambil keuntungan gelap
  • Memakai kelemahanmu untuk kepentingannya sendiri

Hidup dengan nama baik — lebih besar dari harta apa pun.

3. Suka menolong dan punya empati

Orang yang baik bukan hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga mau mengulurkan tangan saat orang lain kesulitan.

“Saat engkau kuat — jangan lupa menolong. Saat engkau lemah — engkau akan mengerti mengapa kebaikan itu sangat berharga.”

Orang yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan rela memberi, rela peduli — itu adalah manusia yang kualitasnya paling mulia. Itulah ciri manusia yang akan selalu dikenang, bahkan setelah tiada.

4. Bersih dan tidak rakus

Godaan dunia begitu banyak.

Tapi hanya sedikit orang yang mampu berkata: “Ini bukan milikku — aku tidak akan menyentuhnya.”

Orang yang bersih:

  • Tidak serakah
  • Tidak mengambil hak orang lain
  • Tidak mempermainkan kekuasaan
  • Tidak mencari keuntungan licik
  • Tidak menjual harga diri demi uang

“Orang yang bisa tidur nyenyak — adalah orang yang tidak memiliki utang nurani.”
Betapapun gelap dunia ini, karakter bersih tetap akan menerangi jalan hidup seseorang.

Kesimpulan:

Nasib seseorang ditentukan bukan oleh keberuntungan — tetapi oleh kualitas akhlaknya. Orang yang memiliki empat ciri di atas akan hidup dengan hormat, layak dipercaya, dan akan selalu dikelilingi manusia yang benar dan baik. (jhn/yn)