“Gencatan Senjata 24 Hingga 48 Jam, Pertukaran Tahanan”: Ukraina dan Rusia Mengakhiri Perundingan Damai di Istanbul, Kyiv Mendorong Pertemuan Zelensky-Putin

EtIndonesia. Delegasi Ukraina dan Rusia bertemu di Istanbul pada hari Rabu (23 Juli) untuk putaran ketiga perundingan damai. Pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam tersebut berakhir dengan kedua belah pihak menyetujui pertukaran tahanan, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan.

Zelenskyy menginginkan pertemuan tatap muka dengan Putin

Rustem Umerov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, memimpin delegasi Kyiv dan mengatakan mereka mengusulkan pertemuan puncak antara Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia, Vladimir Putin sebelum akhir Agustus.

“Kami sedang mengerjakan isu-isu prioritas. Prioritas kami selalu pada rakyat, gencatan senjata, dan pertemuan para pemimpin,” kata Umerov setelah perundingan.

Dia menambahkan di Telegram: “Ukraina secara konsisten menganjurkan pertemuan para pemimpin. Kami siap untuk itu kemarin. Kami siap hari ini. Dan kami akan siap besok. Pertemuan semacam itu dapat membuka kemajuan politik yang nyata. Rusia harus menunjukkan kesiapannya.”

Membuka sesi tersebut, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan menyerukan kemajuan berdasarkan diskusi sebelumnya dan mendesak para pihak untuk “mengakhiri perang berdarah ini sesegera mungkin”.

Dia menambahkan: “Tujuan akhir di sini, tentu saja, gencatan senjata yang akan membuka jalan bagi perdamaian.”

Sebelum menuju Istanbul, delegasi Ukraina telah bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara. Tim Umerov terdiri dari pejabat senior seperti Kepala Kantor Kepresidenan Andriy Yermak, Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Sergiy Kyslytsya, dan Wakil Kepala Intelijen Militer Vadym Skybytskyi.

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran tawanan perang besar-besaran

Meskipun terdapat perpecahan yang mendalam, kedua belah pihak mengonfirmasi kesepakatan untuk menukar 1.200 tawanan perang masing-masing.

Negosiator Rusia, Vladimir Medinsky, mengatakan Moskow juga akan mengembalikan jenazah 3.000 tentara Ukraina.

“Melanjutkan pertukaran tawanan perang, kami telah sepakat bahwa setidaknya 1.200 tawanan perang tambahan akan dipertukarkan di kedua belah pihak dalam waktu dekat,” kata Medinsky dalam konferensi pers.

Rusia juga menawarkan gencatan senjata 24 hingga 48 jam kepada Ukraina. Dia menambahkan bahwa Rusia mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja untuk bertemu secara daring guna menangani isu-isu politik, militer, dan kemanusiaan.

“Kami sekali lagi mengusulkan kepada pihak Ukraina… untuk menetapkan gencatan senjata singkat 24 hingga 48 jam di garis kontak, sehingga tim medis dapat menjemput korban luka dan agar para komandan dapat datang mengambil jenazah tentara mereka,” kata Medinsky dalam konferensi pers.

Putin masih menolak bertemu langsung dengan Zelenskyy

Meskipun Zelenskyy mengatakan siap untuk berunding langsung dengan Putin, presiden Rusia menolak untuk bertemu langsung. Sebaliknya, dia terus mengirimkan ajudan seperti Medinsky untuk mewakili Moskow. Putin telah menepis legitimasi Zelenskyy, dengan alasan bahwa Ukraina gagal menyelenggarakan pemilu baru setelah masa jabatan lima tahunnya berakhir, akibat darurat militer.

Kremlin bersikeras bahwa tujuan perangnya tetap tidak berubah. Pada pertemuan terakhir, Rusia menyampaikan memorandum yang menguraikan tuntutan utamanya: Ukraina harus menarik diri dari empat wilayah yang diklaim Moskow, setuju untuk membatasi jumlah militernya, memberikan lebih banyak hak kepada penutur bahasa Rusia, dan tetap netral, di luar NATO atau aliansi militer mana pun.

Ukraina memandang persyaratan ini sebagai tuntutan untuk menyerah. Zelenskyy awal pekan ini menegaskan kembali posisi Kyiv: gencatan senjata segera, pengembalian anak-anak yang diculik, reparasi, dan jaminan keamanan internasional, tanpa pembatasan terhadap militer Ukraina. Rusia membantah telah menculik anak-anak dan menyebut harapan akan terobosan “tidak realistis”.

Perundingan ini terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa dia akan mengenakan tarif “berat” kepada Rusia kecuali Rusia setuju untuk mengakhiri perang dalam waktu 50 hari. (yn)

Tiga Kisah Nyata yang Menguras Air Mata

EtIndonesia. Aku pernah menyaksikan sebuah kematian yang luar biasa tragis dan menggetarkan. Sejak saat itu, aku tak sanggup lagi menyakiti kehidupan sekecil apa pun…

1. Lompatan Tragis Kambing Gunung

Itu terjadi saat kami sedang memburu sekelompok kambing gunung yang dikenal sebagai banling—hewan menyerupai kambing peliharaan, lincah, jinak, dan sangat disukai para pemburu. Hari itu, kami berhasil menggiring lebih dari 60 ekor banling hingga terpojok di tebing kematian di Pegunungan Bulang. Rencananya, kami akan memaksa mereka melompat ke jurang agar tewas tanpa perlu menghabiskan peluru.

Setelah sekitar 30 menit saling menatap diam, seekor pejantan tua tiba-tiba mengembik keras. Seketika, kawanan banling itu terpecah dua: kelompok muda dan kelompok tua. Aku heran, kenapa mereka harus memisah berdasarkan usia?

Pejantan tua itu lalu maju, dengan bulu leher menjuntai hingga dada, wajahnya penuh kerut, dan tanduknya patah sebagian. Dia mengembik pelan ke arah kawanan muda, dan seekor banling remaja pun melangkah maju.

Dua generasi—satu tua, satu muda—berdiri di tepi tebing. Mereka mundur beberapa langkah, lalu… berlari sekuat tenaga. Banling muda melompat lebih dulu, diikuti sang tua tak lama kemudian.

Saat tubuh banling muda mulai melengkung menukik ke bawah, aku sadar, mustahil mereka bisa sampai ke seberang. Tapi tiba-tiba… sesuatu yang menakjubkan terjadi: banling tua yang melompat belakangan itu muncul tepat di bawah kaki si muda pada titik tertinggi lompatan.

Seperti dua pesawat ruang angkasa saling bertaut di udara, si muda menginjak kuat punggung si tua—seolah dari trampolin—dan kembali melonjak naik, memperpanjang lompatannya. Si tua, yang sudah memberikan semua kekuatannya, langsung jatuh bebas—seperti roket pendorong yang habis bahan bakar. Dia pun terjun ke jurang, hancur tak bersisa.

Namun,  banling muda berhasil mendarat di seberang tebing, mengembik bahagia, dan menghilang di balik batu.

Percobaan sukses! Setelah itu, pasangan-pasangan tua lainnya pun mengulangi lompatan tragis ini. Mereka mengorbankan nyawa demi memberikan pijakan terakhir bagi generasi penerus.

Aku tertegun.

Di saat menghadapi kepunahan, kawanan banling ini justru memilih untuk mengorbankan setengahnya demi menyelamatkan yang lain.

Dan para banling tua itu—dengan tenang, tanpa ragu—menyerahkan nyawanya demi masa depan. Sejak hari itu, aku bersumpah tak akan pernah membunuh makhluk hidup lagi.

2. Sapi Tua Mencari Air

Semalam, saat aku menonton program berita di TV Hunan, ada sebuah peristiwa yang membuatku tak kuasa menahan air mata.

Di suatu wilayah padang pasir di Provinsi Qinghai, kekeringan sangat parah. Setiap orang hanya mendapatkan jatah air sebanyak 1,5 liter per hari—air yang harus digunakan untuk minum, memasak, mencuci, bahkan menyiram ternak.

Suatu hari, seekor sapi tua yang biasanya jinak dan patuh lepas dari ikatannya, lalu berjalan menyusuri jalur yang biasa dilewati truk militer pengangkut air. Dia menunggu, dengan penuh harap.

Ketika truk air lewat, sapi itu langsung menghadang. Tentara yang mengemudi tahu aturan ketat: air tidak boleh tumpah, apalagi dibagikan sembarangan. Setiap tetes adalah jatah hidup seseorang.

Namun sapi itu tetap berdiri kokoh, tak tergoyahkan. Waktu terus berlalu, lalu lintas mulai macet. Sopir-sopir marah, ada yang bahkan mencoba mengusir dengan api.

Namun sapi tua itu tetap tak bergeming—seperti gunung, berdiri menantang waktu dan kehausan.

Akhirnya, pemilik sapi datang dan memukulnya keras-keras dengan cambuk. Darah menetes, membasahi tubuhnya, pasir, bahkan matahari senja yang keemasan. Tapi… sapi tua itu tetap tak bergerak.

Tangis meledak. Tentara pengangkut air menangis. Para sopir yang tadi marah pun ikut menangis.

Akhirnya, seorang tentara berkata: “Biarlah aku melanggar aturan hari ini. Aku siap menerima hukuman.”

Dia mengambil baskom kecil, menuangkan air sebanyak 1,5 liter ke dalamnya, dan meletakkannya di hadapan sang sapi.

Namun… sang sapi tua tidak menyentuh air itu. Dia hanya mengangkat kepala, melenguh keras ke langit, seolah memanggil seseorang.

Lalu, dari balik bukit pasir, seekor anak sapi datang berlari. Dia langsung meminum air dalam baskom itu dengan penuh dahaga.

Sapi tua pun menjilati mata anaknya yang masih basah, dan si anak membalas dengan menjilati matanya.

Di mata mereka… ada air mata.

Ketika langit mulai gelap, tanpa aba-aba, ibu dan anak itu berjalan perlahan pulang—meninggalkan keheningan yang menyayat semua orang di sana.

3. Berang-berang Laut Menyusui 

Ini adalah kisah nyata, diceritakan langsung oleh seorang biksu, yang dulunya adalah seorang pemburu laut.

Pada suatu hari, dia berhasil menangkap seekor berang-berang laut betina. Setelah dia menguliti berang-berang itu demi bulunya yang mahal, dia meninggalkannya—masih hidup namun sekarat—di semak-semak.

Ketika kembali sore harinya, dia tak menemukan bangkai berang-berang itu. Dia hanya melihat jejak darah menuju ke sebuah lubang kecil.

Dia pun mengintip ke dalam… dan terperanjat. Ternyata, berang-berang itu masih hidup, dan telah merangkak pulang ke sarangnya—dalam kondisi tak berkulit, kesakitan, dan sekarat.

Dan di dalam sarang, dua anak berang-berang yang baru lahir sedang dengan erat menyusu pada tubuh ibunya yang sudah nyaris mati.

Si pemburu itu gemetar. Dia tak pernah menyangka bahwa hewan pun bisa memiliki cinta ibu sekuat itu—bahkan dalam sekarat, si ibu masih berusaha memberikan air susu terakhirnya untuk anak-anaknya, agar mereka tidak kelaparan.

Saat itulah, pemburu itu menangis tersedu-sedu.

Sejak kejadian itu, dia meninggalkan dunia perburuan, menanggalkan senjatanya, dan menjadi seorang biksu.

Bertahun-tahun kemudian, setiap kali mengenang kembali momen itu, matanya masih berlinang air mata.

Ketiga kisah ini bukan sekadar cerita. Ini adalah jeritan nurani, pengingat bahwa cinta, pengorbanan, dan kasih sayang tidak hanya milik manusia, tapi juga milik seluruh makhluk hidup. (jhn/yn)

Pesawat Rusia yang Membawa 49 Orang Jatuh di Wilayah Amur, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas

EtIndonesia. Puing-puing pesawat Rusia yang membawa 49 orang, yang hilang di wilayah Amur, timur jauh Rusia, telah ditemukan. Semua orang di dalamnya dikhawatirkan tewas. 

Dilaporkan, pengendali lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat An-24 pada hari Kamis (24/7). Menurut kementerian darurat setempat, pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Angara yang berbasis di Siberia itu menghilang dari layar radar saat mendekati tujuannya, Tynda, sebuah kota yang berbatasan dengan Tiongkok.

Kantor berita Reuters melaporkan, puing-puing pesawat yang terbakar ditemukan oleh helikopter penyelamat di lereng gunung sekitar 16 kilometer dari Tynda, kata para pejabat. Tim penyelamat setempat menyatakan bahwa helikopter tidak melihat bukti adanya korban selamat. Menurut laporan media Rusia, data awal menunjukkan terdapat 43 penumpang, termasuk lima anak-anak, beserta enam awak di dalamnya.

“Sebuah helikopter Mi-8 yang dioperasikan oleh Rosaviatsiya (otoritas penerbangan sipil Rusia) telah menemukan badan pesawat yang terbakar,” kata Kementerian Darurat Rusia, seperti dikutip Reuters.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa penyebab kecelakaan itu adalah kesalahan kru saat mendarat dalam kondisi jarak pandang yang buruk.

“Saat ini, 25 orang dan lima unit peralatan telah dikerahkan, dan empat pesawat beserta kru sedang bersiaga,” kata badan pertahanan sipil wilayah Amur.

Gubernur wilayah tersebut, Vasily Orlov, sebelumnya mengatakan: “Semua pasukan dan sarana yang diperlukan telah dikerahkan untuk mencari pesawat tersebut.” Diperkirakan pesawat itu hanya beberapa kilometer dari Bandara Tynda.

“Sebuah An-24 yang dioperasikan oleh Angara Airlines gagal melakukan kontak di pos pemeriksaan yang ditentukan beberapa kilometer dari Bandara Tynda,” lapor TASS mengutip sebuah sumber.

Interfax melaporkan bahwa pesawat penumpang tersebut menghilang saat upaya pendaratan kedua. Pesawat tersebut awalnya gagal mendarat di Bandara Tynda pada upaya pertamanya.

Laporan tersebut mengutip layanan darurat yang menyatakan bahwa “Pesawat An-24 terbang di sepanjang rute Khabarovsk-Blagoveshchensk-Tynda. Pesawat itu gagal melewati pemeriksaan keamanan di dekat tujuan akhirnya. Tidak ada kontak dengannya.”

Dikembangkan pada tahun 1950-an, Antonov An-24 banyak digunakan di Rusia untuk transportasi kargo dan penumpang dengan lebih dari 1.000 unit yang diproduksi. (yn)

Tanpa keinginan, tidak akan ada keajaiban, Tanpa Semangat Juang, Seseorang Tak Akan Pernah Sukses

EtIndonesia. Dahulu, seorang tukang pos desa bernama Ferdinand Cheval tersandung batu aneh di gunung. Dia mengambil batu itu karena bentuknya unik dan cantik. Warga menyuruhnya membuang batu yang berat itu, tapi Cheval justru bermimpi membangun istana dari batu-batu seperti itu.

Dia mulai mengumpulkan batu setiap hari saat mengantar surat. Lama kelamaan, dia membawa gerobak dan membangun “kastil” yang dibayangkan dari batu-batu indah itu.

Dua puluh tahun kemudian, di tempat terpencil itu berdirilah sebuah istana megah penuh gaya arsitektur yang beragam—dari Islam, Hindu, hingga Kristen. Awalnya dianggap gila, akhirnya dia menjadi legenda setelah media Prancis meliputnya. Bahkan Pablo Picasso datang berkunjung.

Kini, tempat itu dikenal sebagai “Istana Impian Tukang Pos Cheval”, dan di pintu masuk tertulis: “Aku ingin tahu, sejauh mana batu yang punya harapan bisa melangkah.”

Konon, inilah batu pertama yang membuat Cheval tersandung. Ketika sebuah batu memiliki sebuah harapan, dia bukan lagi batu, dan dia tidak lagi diam di dalam tanah. Jika segala sesuatu dalam hidup memiliki harapan, betapa indahnya hidup kita! Pertama-tama, kita sendiri harus memiliki sebuah harapan. Tanpa adanya keinginan, tidak akan ada keajaiban.

Pada tahun 1905, seorang reporter surat kabar Prancis secara tidak sengaja menemukan gugusan kastil ini. Dia terpesona oleh pemandangan dan pola konstruksi kastil-kastil tersebut. Dia menulis sebuah artikel yang memperkenalkan Cheval.

Pesan moral:

Batu yang punya harapan, tak akan tinggal diam di tanah. Jika setiap hal dalam hidup kita memiliki “keinginan”, hidup kita akan jadi luar biasa. 

Karena itu—  “Tanpa keinginan, tak akan ada keajaiban.”(jhn/yn)

  

Rusia Penjarakan Praktisi Falun Gong Selama 4 Tahun di Tengah Menguatnya Hubungan dengan Beijing

Natalya Minenkova, yang selama ini menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, mengatakan bahwa ia merasa sangat sedih melihat negaranya menjadi alat Partai Komunis Tiongkok dalam melakukan penganiayaan.

EtIndonesia. Sebuah pengadilan di Moskow telah menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada seorang wanita karena mempraktikkan Falun Gong. Para pengamat hak asasi manusia menyuarakan kekhawatiran atas “penyesuaian menyeramkan” antara Rusia dan Tiongkok.

Wanita tersebut bernama Natalya Minenkova, berusia 47 tahun, dijatuhi hukuman pada 23 Juli setelah sebelumnya ditahan selama setahun dengan tuduhan “melakukan kegiatan dari organisasi yang tidak diinginkan.”

Natalya Minenkova melakukan meditasi Falun Gong di Dendropark, Moskow, Rusia, pada 5 Juli 2022. The Epoch Times

Putusan hukuman ini dijatuhkan hanya sehari setelah pihak berwenang di Siberia menggerebek rumah seorang praktisi Falun Gong lainnya dan menyita ponsel serta laptop miliknya.

Penindasan terhadap para praktisi Falun Gong di Rusia telah meningkat dalam satu tahun terakhir. Sejak Maret 2024, tujuh praktisi lainnya telah dituntut atau ditahan.

BACA JUGA : Juru Bicara Falun Gong: Partai Komunis Tiongkok  Menerapkan Terorisme Transnasional

BACA JUGA : Aparat Malaysia Tangkap Para Praktisi Falun Gong Sebelum dan Selama Kedatangan Xi Jinping, AS Ungkapkan Keprihatinan

Pada akhir Juni, seorang warga negara Rusia bernama Zhu Yun juga dijatuhi hukuman tiga tahun penjara berdasarkan undang-undang yang sama. Sementara itu, pada November 2024, Oksana Shchetkina dari kota Pyatigorsk di Rusia selatan, menerima hukuman dua tahun penjara karena hubungannya dengan organisasi “Friends of Falun Gong,” yang telah dinyatakan sebagai “organisasi yang tidak diinginkan” oleh pengadilan Rusia.

Undang-undang kontroversial yang menyatakan bahwa “melakukan kegiatan organisasi yang tidak diinginkan” sebagai kejahatan disahkan pada tahun 2015 dan sejak saat itu telah digunakan oleh pemerintah Rusia untuk menargetkan lebih dari 100 organisasi, termasuk jurnalis dan aktivis hak asasi manusia.

Falun Gong atau Falun Dafa adalah suatu latihan spiritual yang damai,  melibatkan latihan meditasi dan ajaran moral yang berpusat pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Latihan ini mengalami lonjakan popularitas di Tiongkok pada tahun 1990-an, dengan sekitar 70 juta hingga 100 juta orang mulai berlatih pada akhir dekade tersebut, menurut perkiraan resmi pada saat itu. Rezim komunis menganggap popularitas itu sebagai ancaman terhadap kendali absolut mereka.

Sejak 20 Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah berupaya melenyapkan latihan ini melalui cara-cara kekerasan, termasuk penyiksaan di kamp-kamp konsentrasi dan pengambilan organ secara paksa, serta manipulasi opini publik melalui propaganda.

Pemimpin Partai saat itu, Jiang Zemin—arsitek dari penganiayaan ini—berharap dapat “melenyapkan” latihan tersebut dalam waktu singkat. Namun, 26 tahun kemudian, Falun Gong masih tetap dipraktikkan, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di sekitar 100 negara di seluruh dunia, dan para praktisinya terus menyerukan perhatian terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh PKT.

Levi Browde, Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa, di Chicago pada 15 Maret 2024. Samira Bouaou/The Epoch Times

Levi Browde, Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center, menyatakan bahwa tren menghukum para praktisi Falun Gong karena meditasi adalah “berbahaya dan sangat mengkhawatirkan.”

Fakta bahwa Minenkova dijatuhi hukuman hanya tiga hari setelah peringatan penting Falun Gong—yaitu 26 tahun sejak penganiayaan di Tiongkok dimulai—menimbulkan pertanyaan serius, katanya.

“Sengaja atau tidak, waktunya mencerminkan pola tindakan Beijing dan menjadi sinyal penyelarasan yang menyeramkan dengan penindasan otoriter mereka,” kata Browde kepada The Epoch Times.

“Adalah hal yang merendahkan kedaulatan dan martabat nasional Rusia untuk tunduk pada tekanan dari Beijing dengan melarang Falun Gong dan memenjarakan warganya sendiri. Sejarah tidak akan memandang baik mereka yang memilih bekerja sama dengan Partai Komunis Tiongkok—rezim komunis paling brutal di dunia saat ini.”

Tren Global Penindasan Transnasional

Menurut Browde, sebuah “pola yang mengkhawatirkan” kini mulai muncul, seiring dengan meningkatnya pengaruh Tiongkok dan meluasnya penindasan terhadap Falun Gong secara global.

Penangkapan Minenkova pada Mei 2024 terjadi dua minggu sebelum pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping, yang berakhir dengan janji kedua pihak untuk memasuki “era baru” kemitraan. Penangkapan serupa juga terjadi di Serbia dan Malaysia dalam setahun terakhir, menjelang kunjungan Xi ke negara-negara tersebut. Browde menyatakan bahwa hal ini mencerminkan “tren penindasan transnasional yang lebih luas terkait dengan pengaruh Beijing.”

Natalya Minenkova memegang foto seorang praktisi Falun Gong yang dibunuh secara kejam di Tiongkok, pada sidang vonis Minenkova di Pengadilan Distrik Tushinsky, Moskow, pada 23 Juli 2025. Courtesy of SOTAvision

“Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa Moskow dan pemerintah lain mungkin menindas kelompok keagamaan damai untuk lebih dekat dengan Beijing—menggunakan penindasan sebagai bentuk mata uang diplomatik,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penahanan sementara seperti yang terjadi di Serbia dan Malaysia, situasi di Rusia tampak sangat mendesak. Moskow telah menyatakan tujuh organisasi terkait Falun Gong sebagai ilegal dan telah melarang beberapa publikasi terkait Falun Gong, termasuk kitab ajaran utama mereka, Zhuan Falun, serta laporan tentang praktik pengambilan organ paksa yang disetujui negara di Tiongkok.

BACA JUGA : Zaman Legendaris yang Luar Biasa: 33 Tahun Falun Dafa Disebarkan ke Dunia

BACA JUGA : Mantan Pejabat PKT Mengungkapkan : Sejumlah Besar Praktisi Falun Gong Menjadi Korban Pengambilan Organ Secara Paksa

BACA JUGA : (Eksklusif) Dalam Rapat Rahasia, Xi Jinping Menginstruksikan Strategi Baru untuk Menyerang Falun Gong Secara Global

Pada tahun 2017, beberapa kota di Rusia melarang pameran seni yang menampilkan berbagai lukisan yang menggambarkan penyiksaan dan penganiayaan nyata terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok. Kantor kejaksaan setempat saat itu menyebutkan “pertimbangan menjaga hubungan internasional yang baik” sebagai alasan pelarangan.

Kini ketika Rusia mulai mengeluarkan vonis pidana karena meditasi, Moskow tampaknya “mengambil langkah ekstrem untuk menyenangkan Beijing,” kata Browde. (***)

Sumber : Theepochtimes.com

Thailand Kerahkan Jet F-16 untuk Lawan Kamboja dalam Pertempuran Lintas Batas

EtIndonesia. Bentrokan bersenjata pecah antara Thailand dan Kamboja di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan pada Kamis (24/7), menurut kedua negara, saling tuduh sebagai pihak yang melepaskan tembakan pertama setelah berminggu-minggu ketegangan dan pertikaian diplomatik. Seiring meningkatnya ketegangan, Thailand mengerahkan jet F-16 ke perbatasan.

Bentrokan itu terjadi setelah Thailand menarik duta besarnya untuk Kamboja pada Rabu malam (23/7) dan mengatakan akan mengusir utusan Kamboja di Bangkok, setelah seorang tentara Thailand kedua dalam kurun waktu seminggu kehilangan anggota tubuhnya akibat ranjau darat yang katanya baru-baru ini dipasang di wilayah yang disengketakan.

Militer Thailand pada Kamis mengatakan Kamboja mengerahkan pesawat nirawak pengintai sebelum mengirim pasukan dengan senjata berat ke daerah dekat kuil Ta Moan Thom yang disengketakan di sepanjang perbatasan timur, sekitar 360 km dari ibu kota Bangkok.

Pasukan Kamboja melepaskan tembakan dan dua tentara Thailand terluka, kata seorang juru bicara militer Thailand, seraya menambahkan bahwa Kamboja telah menggunakan beberapa senjata, termasuk peluncur roket. Namun, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan telah terjadi serangan tak terduga oleh pasukan Thailand, dan pasukan Kamboja merespons dengan membela diri.

Mantan Perdana Menteri Kamboja yang berpengaruh, Hun Sen, dalam sebuah unggahan Facebook mengatakan dua provinsi di Kamboja telah diserang oleh militer Thailand.

Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, mengatakan situasinya genting.

“Kita harus berhati-hati,” ujarnya kepada para wartawan. “Kita akan mematuhi hukum internasional.”

Selama lebih dari satu abad, Thailand dan Kamboja telah memperebutkan kedaulatan di berbagai titik tanpa batas di sepanjang perbatasan darat mereka yang membentang sepanjang 817 km , yang telah menyebabkan pertempuran kecil selama beberapa tahun dan setidaknya belasan korban jiwa, termasuk dalam baku tembak selama seminggu pada tahun 2011.

Ketegangan kembali memanas pada bulan Mei setelah tewasnya seorang tentara Kamboja dalam baku tembak singkat, yang kemudian meningkat menjadi krisis diplomatik besar-besaran dan kini telah memicu bentrokan bersenjata.

Upaya Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra untuk menyelesaikan ketegangan baru-baru ini melalui panggilan telepon dengan Hun Sen, yang isinya telah bocor, memicu badai politik di Thailand, yang menyebabkan penangguhan jabatannya oleh pengadilan.

Chamnan Chuenta, Gubernur Provinsi Surin, Thailand, dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Kamis meminta penduduk distrik yang berbatasan dengan kuil untuk berlindung di rumah mereka dan bersiap untuk evakuasi. Kamboja memiliki banyak ranjau darat sisa perang saudara beberapa dekade lalu, yang jumlahnya mencapai jutaan menurut kelompok penjinak ranjau.

Namun Thailand bersikeras bahwa ranjau darat telah ditempatkan di daerah perbatasan baru-baru ini, yang oleh Kamboja digambarkan sebagai tuduhan tidak berdasar. (yn)

JAVAFON Hadirkan ULTRA Series, Plafon PVC Premium dengan Desain Modern dan Ramah Lingkungan

0

Surabaya, 24 Juli 2025 – JAVAFON, pelopor plafon PVC premium di Indonesia sejak 2014, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi interior berkualitas tinggi melalui peluncuran terbaru, ULTRA Series. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan estetika hunian modern dengan desain minimalis dan motif kayu alami yang terinspirasi dari tren terkini.

Sebagai merek lokal yang bangga menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 83,95%, JAVAFON tidak hanya memajukan industri nasional tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Proses produksinya minim limbah, hemat energi, dan materialnya dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan ideal bagi konsumen yang peduli terhadap lingkungan.

Roberto Saputra, Presiden Direktur JAVACO, menegaskan bahwa inovasi bagi JAVAFON bukan sekadar tentang produk baru, tetapi juga tentang relevansi dengan perubahan gaya hidup dan nilai-nilai masyarakat. “JAVAFON hadir bukan hanya sebagai penyedia plafon, tetapi sebagai merek yang ingin membuktikan bahwa desain mampu menyatukan fungsi, emosi, dan inspirasi dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

ULTRA Series, yang mengusung tema Nature Reinspired, menawarkan motif kayu dari terang hingga gelap, menggabungkan kehangatan alam dengan kualitas produksi tinggi. Desainnya yang simpel namun elegan dirancang untuk menghadirkan kenyamanan yang tak lekang oleh waktu. Selain itu, seri ini juga mudah dipasang dan dirawat, menjawab tantangan gaya hidup urban yang dinamis dan praktis.

Sebagai bagian dari peluncuran ULTRA Series, JAVAFON menyelenggarakan serangkaian aktivitas interaktif, termasuk Proven & Tested Station dan Moodboard Challenge. Kegiatan ini bertujuan memungkinkan konsumen merasakan langsung performa produk, seperti ketahanan terhadap air dan api, kekuatan material, serta keindahan tekstur desain.

JAVAFON tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman. Dengan semangat #SetiapRuangPunyaCerita, setiap koleksi JAVAFON dirancang untuk mencerminkan karakter penggunanya, menciptakan ruang yang personal dan penuh makna. “Melalui ULTRA Series, kami ingin menetapkan tolok ukur baru bagi desain interior lokal, yang tidak hanya unggul dalam kualitas tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat urban dan berdaya saing global,” tambah Roberto.

Sebagai merek asli Indonesia, JAVAFON terus berkomitmen untuk memberdayakan sumber daya lokal dan menghadirkan solusi interior yang estetis, fungsional, dan tahan lama. Dengan ragam pilihan desain dan prinsip keberlanjutan, JAVAFON siap merajut cerita unik di setiap ruang kehidupan.

“Sedang dalam Perjalanan” adalah Keadaan Terbaik dalam Hidup

EtIndonesia. Aku sangat menyukai sebuah kalimat ini: “Keadaan terbaik dalam hidup adalah ketika kita sedang dalam perjalanan.”

Memang benar, hidup ini ibarat sebuah perjalanan panjang, dan kita semua sedang berjalan di atas jalur kehidupan itu. Dalam perjalanan ini, kita akan bertemu dengan berbagai macam pemandangan dan orang-orang, tapi yang paling penting adalah berjalan di jalur kita sendiri—tak peduli apa kata orang. Selama kita terus melangkah, menghadapi hujan maupun badai, suatu saat kita pasti akan tiba pada lanskap kehidupan yang kita impikan.

“Sedang dalam perjalanan” bukan sekadar bergerak secara fisik, tapi juga perjalanan batin dan spiritual—sebuah proses pertumbuhan dan eksplorasi jiwa. Setiap langkah yang kita ambil penuh dengan ketidakpastian, tapi juga harapan. Entah itu gemerlap kota atau ketenangan pedesaan, semua pemandangan itu diam-diam sedang mengajarkan kita betapa berwarna dan kayanya hidup ini.

Kita belajar untuk menghargai, untuk bersyukur, dan menemukan keistimewaan dalam hal-hal yang terlihat biasa.

Berjalanlah dengan Rasa Ingin Tahu dan Jiwa yang Muda

“Sedang di jalan” berarti kita harus menjaga hati yang selalu muda dan ingin tahu. Kita berani mencoba, berani menantang, dan meski tersandung oleh kegagalan atau kesulitan, kita tetap bisa tersenyum. Hasrat untuk mengeksplorasi yang belum kita ketahui mampu mengusir segala kabut dalam hidup.

Yang lebih penting, dalam perjalanan ini, kita belajar berdamai dengan diri sendiri dan hidup selaras dengan dunia. Kita belajar melepaskan, memaafkan, mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk, dan menemukan manisnya hidup dalam kesendirian.

Sikap ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar. Kita terdorong untuk menjajal hal-hal baru, menguji batas diri sendiri, dan tidak pernah puas dengan keadaan sekarang. Karena pada akhirnya, hidup bukanlah tujuan tetap, melainkan proses yang terus berjalan. Maka, setiap momen layak kita syukuri dan manfaatkan untuk memperkaya pengalaman hidup kita.

Jalan yang Tidak Pernah Berhenti Mengejar

Semangat “berada di jalan” mencerminkan ketidakpuasan terhadap status quo. Dia mendorong kita untuk terus mengejar tujuan yang lebih tinggi, terus berkembang, dan mengoptimalkan potensi diri.

Tapi, ini bukan berarti kita harus selalu terburu-buru tanpa istirahat. Hidup butuh keseimbangan. Di tengah perjuangan menuju impian, kita juga perlu berhenti sejenak, melihat ke sekeliling, dan menikmati keindahan hidup.

Gigih Adalah Nafasnya Para Pelancong Sejati

“Berada dalam perjalanan” juga berarti memiliki semangat pantang menyerah. Baik dalam belajar, bekerja, membangun usaha, maupun menjalani hidup, semangat ini sangat penting. Dia memotivasi kita melewati rintangan dan mewujudkan impian.

Tekad yang tak goyah—itulah yang membuat kita bisa tumbuh dari kegagalan. 

Orang bijak bilang: “Kegagalan adalah ibu dari kesuksesan.” 

Tiap kegagalan adalah modal berharga, dan selama kita tidak menyerah, kesuksesan akan semakin dekat.

Semangat ini juga menuntut kita untuk tidak cepat puas. Hanya dengan terus meningkatkan standar diri, kita bisa meraih keunggulan. Keyakinan yang teguh dan kedisiplinan akan menghidupkan potensi dan kreativitas, sehingga kita tak hanya bisa melampaui diri sendiri, tapi juga menciptakan prestasi luar biasa.

Peliharalah Semangat Juangmu

Seorang ilmuwan pernah berkata kepada generasi muda: “Hidup harus penuh semangat juang; karier tak pernah berhenti; dan perjuangan tak mengenal akhir.”

Selama kita terus bersemangat, tidak membuang impian dan tidak menyerah, maka kita akan menjumpai makna sejati kehidupan dalam setiap perjuangan.

Namun, perjuangan sejati bukan mengalahkan gunung yang tinggi di kejauhan, melainkan mengatasi kerikil kecil di dalam sepatu kita. 

Seperti kata Voltaire:  “Yang membuat orang kelelahan bukanlah gunung yang tinggi, tapi kerikil kecil dalam sepatunya.”

Kadang, kita terhambat oleh hal-hal sepele: rasa takut, malas, cemas, atau ragu-ragu. Jangan pernah meremehkan “sebutir pasir kecil” ini. Jika dibiarkan, ia bisa menjadi batu besar yang menghentikan langkah kita.

Solusinya?

Begitu kita menyadari ada kerikil di sepatu, segera singkirkan, dan lanjutkan perjalananmu. Hidup ini tidak pernah mulus, tapi sejauh apa pun tujuanmu, selama kamu tidak menyerah dan menjaga semangat itu tetap menyala—kamu akan sampai juga.

Penutup: “Di Jalan” adalah Wujud Hidup yang Terbaik

Berada dalam perjalanan adalah sikap hidup yang positif. Dia mendorong kita untuk terus bertumbuh, namun juga mengajarkan kita untuk menikmati, menghargai, dan hidup dengan penuh makna.

Kita melewati gunung dan sungai, menggenggam luasnya kehidupan, menyaksikan dunia dan menatap waktu yang berjalan di belakang kita. Perjalanan bukan sekadar meninggalkan rumah—ia adalah bentuk harapan, mimpi, dan semangat untuk hidup lebih baik.

“Hidup terbaik bukan tentang sampai di tujuan—tapi tentang terus berjalan.” (jhn/yn)

Menurut Laporan: Janda Yahya Sinwar, Samar Muhammad Abu Zamar, Menikah Lagi di Turki

EtIndonesia. Samar Muhammad Abu Zamar, janda mendiang pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, telah menikah lagi di Turki sembilan bulan setelah pasukan IDF membunuh suaminya pada Oktober 2024. Laporan dari Israel menunjukkan bahwa dia diselundupkan keluar dari Gaza secara dramatis.

Yahya Sinwar dikenal sebagai dalang serangan mematikan pada 7 Oktober 2023 di Israel. Samar diberi paspor palsu dan membawa “sejumlah besar uang tunai” ketika dia meninggalkan Gaza.

Anggota biro politik Hamas, Fathi Hammad, yang bertanggung jawab membantu para pejuang Hamas dan keluarga mereka meninggalkan Jalur Gaza, berada di balik operasi pernikahan dan perpindahan tersebut.
Sumber di Gaza mengatakan kepada situs berita Israel Ynet bahwa pernikahan tersebut terjadi hanya beberapa bulan setelah kematian Sinwar.

“Dia sudah tidak ada di sini lagi—dia menyeberangi perbatasan Rafah menggunakan paspor palsu,” kata seorang sumber kepada situs web tersebut.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai pelariannya, meskipun media Israel banyak memberitakan kisah tersebut, disertai visual Abu Zamar yang berjalan melalui terowongan Hamas beberapa jam sebelum pembantaian 7 Oktober, sambil menggenggam tas tangan desainer.

Bagaimana Abu Zamar, janda Sinwar, melarikan diri dari Gaza?

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan kepada Ynet bahwa Abu Zamar pergi bersama Najwa Sinwar, istri Mohammed Sinwar, yang mengambil alih kendali Hamas setelah saudaranya meninggal.
Operasi tersebut membuat mereka menyeberang ke Mesir melalui penyeberangan Rafah. Keduanya diberi dokumen palsu untuk membantu mereka menyeberang dengan mudah.

Sumber tersebut menambahkan bahwa “koordinasi tingkat tinggi, dukungan logistik, dan sejumlah besar uang” digunakan dalam operasi tersebut, sesuatu yang “tidak dimiliki warga Gaza biasa.”

Berita tersebut telah membuat marah warga biasa di Hamas yang menanggung beban perang yang dimulai hampir dua tahun lalu. Mereka berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan dan air minum bersih, sementara keluarga tokoh senior Hamas menghabiskan waktu yang nyaman di luar negeri.
Warga di Gaza marah melihat keluarga para pemimpin Hamas aman di luar negeri sementara mereka sekarat.

Marah mendengar kabar pelarian istri Yahya Sinwar, seorang warga sipil Gaza mengatakan kepada Ynet : “Mereka mengirim anak-anak mereka untuk belajar di Turki dan Qatar – dan mengirim anak-anak kami ke liang kubur. Apa yang membedakan mereka dari penguasa korup mana pun di dunia Arab? Mereka hanya mengurus diri sendiri.”

Para pemimpin Hamas sering dituduh memajukan agenda mereka dan menjaga keamanan keluarga mereka sambil mengeksploitasi penderitaan rakyat jelata di Gaza.

Yahya Sinwar dibunuh oleh IDF tahun lalu setelah pencarian selama setahun oleh badan intelijen. Sebuah unit IDF sedang berpatroli di Tal al-Sultan di Rafah ketika melihat tiga pejuang Hamas di jalan. Mereka mulai menembak sambil berlari dari satu gedung ke gedung lainnya. Salah satu dari mereka pergi ke lantai dua sebuah gedung, dan pasukan menembakkan peluru tank.

Mereka mengirimkan sebuah drone yang menangkap Sinwar yang berlumuran darah dan debu, duduk di sofa. Dua peluru tank 120 mm menghantam gedung, menewaskan Sinwar. (yn)

Ancaman Super Bakteri Meningkat: Peneliti Peringatkan Bisa Menewaskan Jutaan Orang

EtIndonesia. Super bakteri adalah jenis bakteri yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik. Karena sulit diobati, infeksi yang disebabkan olehnya bisa menjadi sangat parah bahkan mematikan. Ini adalah salah satu bentuk paling serius dari resistensi antimikroba (AMR). Ketika obat tidak lagi efektif, pasien sering kali harus dirawat lebih lama di rumah sakit atau menjalani pengobatan yang jauh lebih mahal.

Penelitian terbaru dari Center for Global Development—sebuah lembaga yang didanai oleh pemerintah Inggris—menunjukkan bahwa ancaman super bakteri yang terus meningkat dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar pada tahun 2050. Kerugian GDP tahunan diperkirakan akan mencapai:

  • Tiongkok: 722 miliar dolar AS
  • Amerika Serikat: 295,7 miliar dolar AS
  • Uni Eropa: 187 miliar dolar AS
  • Jepang: 65,7 miliar dolar AS
  • Inggris: 58,6 miliar dolar AS

Menurut data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), jumlah kematian akibat resistensi antimikroba (AMR) diperkirakan akan meningkat sebesar 60% pada tahun 2050. Saat itu:

  • Amerika Serikat akan kehilangan 1,34 juta jiwa setiap tahun
  • Inggris akan kehilangan 184 ribu jiwa setiap tahun

Selain korban jiwa, infeksi akibat bakteri kebal antibiotik juga akan meningkatkan jumlah pasien rawat inap dan biaya layanan kesehatan. Studi memperkirakan bahwa pengeluaran medis tambahan akibat infeksi ini secara global bisa mencapai 176 miliar dolar AS per tahun.

  • Di Inggris, biaya medis tahunan akan meningkat dari 900 juta dolar menjadi 3,7 miliar dolar
  • Di Amerika Serikat, dari 15,5 miliar dolar melonjak menjadi 57 miliar dolar

Infeksi resisten ini juga diperkirakan akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja. Pada tahun 2050, jumlah angkatan kerja diprediksi akan menurun:

  • Inggris: 0,8%
  • Uni Eropa: 0,6%
  • Amerika Serikat: 0,4%

Namun, studi tersebut juga menekankan bahwa jika negara-negara mulai berinvestasi sekarang dalam melawan bakteri resisten—termasuk mengembangkan antibiotik baru dan meningkatkan kualitas pengobatan—maka pada tahun 2050:

  • Amerika Serikat dapat menambah 156,2 miliar dolar AS pada ekonominya per tahun
  • Inggris dapat menambah 12 miliar dolar AS per tahun

Sejumlah pakar juga memperingatkan bahwa jika program bantuan internasional dipotong, krisis resistensi antimikroba global bisa memburuk dengan sangat cepat. (Hui/asr)

Laporan oleh Liu Jiajia dari NTD News, Amerika Serikat.

Pegawai Kantor Merek Dagang AS Dicegah Keluar dari Tiongkok — Analis: Diplomasi Sandera Secara Terang-Terangan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa seorang pegawai Departemen Perdagangan AS baru-baru ini dicegah untuk meninggalkan Tiongkok setelah masuk ke negara itu. Pejabat Departemen Luar Negeri AS kini tengah berupaya menyelesaikan kasus ini. 

Analisis menyebutkan bahwa insiden ini adalah contoh nyata diplomasi sandera oleh rezim Komunis Tiongkok (PKT), yakni dengan menahan warga negara atau eksekutif perusahaan Amerika sebagai bentuk tekanan terhadap AS, untuk mendapatkan konsesi dalam isu-isu lain.

EtIndonesia. Seorang pegawai Departemen Perdagangan AS baru-baru ini dicegah untuk meninggalkan daratan Tiongkok. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada Senin (21 Juli) menyatakan bahwa pegawai tersebut sedang melakukan perjalanan pribadi ke Tiongkok saat diberlakukan larangan keluar negeri. Pemerintah AS kini tengah memantau kasus ini secara ketat dan menjalin komunikasi dengan pihak otoritas Tiongkok untuk segera menyelesaikannya.

Pegawai tersebut adalah pria keturunan Tionghoa yang berkewarganegaraan Amerika dan bekerja di Kantor Paten dan Merek Dagang di bawah Departemen Perdagangan AS. Identitas lengkapnya tidak diungkapkan ke publik.

Juru bicara Kedutaan Besar AS di Tiongkok juga menekankan bahwa mereka sangat serius memantau situasi larangan keluar yang dikenakan terhadap warga negara AS di Tiongkok.

Menurut laporan dari South China Morning Post yang mengutip sumber yang mengetahui kasus ini, warga AS tersebut telah ditahan saat tiba di Chengdu pada  April tahun ini, dan kemudian dipindahkan ke Beijing. Dugaan alasannya adalah karena ia dianggap melakukan tindakan yang “membahayakan keamanan nasional” menurut otoritas Beijing.

Sebelumnya, seorang eksekutif berkewarganegaraan AS keturunan Tionghoa, Mao Chenyue dari Wells Fargo Bank, juga dilarang meninggalkan Tiongkok oleh pemerintah PKT . Setelah insiden tersebut, Wells Fargo menghentikan semua perjalanan dinas karyawannya ke Tiongkok.

Beberapa analis menilai bahwa pembatasan terhadap warga negara AS oleh PKT kemungkinan besar dijadikan alat tawar-menawar dalam negosiasi diplomatik, terutama di tengah ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan antara AS dan Tiongkok dalam bidang perdagangan, teknologi, dan geopolitik semakin memanas. Rezim PKT diduga memanfaatkan larangan keluar terhadap warga AS atau eksekutif perusahaan untuk menekan Amerika Serikat dan menuntut konsesi dalam isu-isu lain.

Wu Shaoping, pengacara HAM asal Tiongkok yang tinggal di AS, mengatakan: “Ini adalah bentuk diplomasi sandera yang sangat terang-terangan. Tujuannya adalah untuk memaksa pemerintah AS tunduk.”

Jiang Pinchao, penulis koleksi nasional Perpustakaan Kongres AS sekaligus presiden perusahaan investasi properti, menambahkan: “PKT ingin meningkatkan daya tawarnya dalam negosiasi. Saat ini AS dan Tiongkok sedang dalam tahap pembicaraan dagang, dan 1 Agustus adalah tenggat waktu terakhir dari Presiden Trump. Jika negosiator AS pergi ke Tiongkok dan menyadari ada warga AS yang masih ditahan di sana, tentu mereka akan merasa was-was dan itu akan mempengaruhi sikap mereka dalam negosiasi.”

Faktanya, saat ini sedikitnya puluhan warga negara AS, banyak di antaranya keturunan Tionghoa, dikenai larangan keluar oleh pemerintah Tiongkok. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa PKT menggunakan warga asing sebagai alat politik dalam diplomasi sandera.

Para analis juga memperingatkan bahwa langkah-langkah semacam ini akan berdampak buruk bagi hubungan AS-Tiongkok, serta melemahkan kepercayaan dunia usaha internasional terhadap Tiongkok, yang pada akhirnya mempercepat arus keluar investasi asing dari pasar Tiongkok.

Jiang Pinchao menambahkan: “Secara nyata, ini menimbulkan ketakutan di masyarakat internasional. Banyak orang kini takut bepergian ke Tiongkok daratan. Ini akan membuat ekonomi Tiongkok semakin terpuruk. Jelas ini merugikan Tiongkok secara ekonomi. Tapi mereka (PKT) tidak peduli akan hal itu. Mereka hanya menggunakan dalih keamanan nasional demi menjaga kekuasaan Xi Jinping, demi mempertahankan posisinya sebagai ‘kaisar’.” (Hui/asr)

Laporan oleh Chen Yue dan Chang Chun untuk NTD News.

Air Ledeng di Banyak Daerah Tiongkok “Berubah Warna dan Berbau Busuk” – Video Tunjukkan Betapa Mengerikannya

Insiden air ledeng berbau kotoran di Distrik Yuhang, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok memicu kepanikan warga hingga memborong air mineral. Namun, penjelasan dari pemerintah justru membuat publik semakin tidak percaya. 

Baru-baru ini, warganet dari berbagai provinsi di Tiongkok melaporkan bahwa air ledeng di daerah mereka mengalami perubahan kualitas: berbau, keruh, berubah warna, dan busuk. Masalah keamanan air minum ini menimbulkan kekhawatiran serius.

EtIndonesia. Sejak 16 Juli, warga Distrik Yuhang, Hangzhou, menemukan air ledeng di rumah mereka berbau busuk dan berwarna kekuningan, serta mengandung kotoran asing. Betapa busuknya bau tersebut? Ada yang mengatakan seperti bau tangki septik, selokan, bahkan seperti bangkai tikus atau siput mati. Netizen pun menyindir Hangzhou sebagai “Kota Kotor”.

Pada 19 Juli, pemerintah Hangzhou mengumumkan bahwa bau tersebut disebabkan oleh senyawa sulfur yang dihasilkan oleh alga, dan berkali-kali menyatakan bahwa kualitas air “memenuhi standar”. Namun, masyarakat tetap tidak percaya. 

Beberapa warga bahkan mandi di luar kawasan tempat tinggal mereka selama beberapa hari berturut-turut. Mesin penjual air minum di beberapa kompleks perumahan pun kehabisan stok.

Pada 22 Juli, jurnalis investigasi ternama Tiongkok, Deng Fei, membagikan surat dari seorang warga Hangzhou di media sosial:

“Kakak Fei, adakah cara untuk terus menyuarakan tuntutan kami sebagai warga? Laporan dari pusat pengendalian penyakit tentang air limbah itu sama sekali tidak bisa dipercaya. Kami terus mengalirkan air setiap hari, tapi semakin hari justru makin kotor… Harus bagaimana? Ini hasil air seharian penuh di rumah saya—semakin dialirkan, semakin kotor.”

Baru-baru ini, warga dari berbagai daerah seperti Chongqing, Hubei, Jiangxi, Anhui, Guizhou, Guangxi, dan Guangdong melaporkan di media sosial bahwa air ledeng di tempat mereka telah berubah kualitas—menjadi seperti tinta, kuning, cokelat, berbau minyak, dan mengandung kotoran asing.

Pada 17 Juli, beberapa netizen melaporkan bahwa air ledeng di beberapa wilayah di Kabupaten Yifeng, Jiangxi, berwarna kuning. Salah satu warga mengatakan sejak awal Juli hingga sekarang, air ledeng kadang-kadang berwarna seperti kopi. Ada juga yang mengatakan air di Yifeng seringkali warnanya seperti teh susu dan tidak ada yang peduli.

Netizen “烦恼远离我” dari Yifeng mengatakan: “Air ledeng kadang tiba-tiba berubah jadi kuning, seperti bir. Sering terjadi. Tolong, apakah air seperti ini masih layak digunakan? Tidak adakah yang mau mengurus ini?”

Warga Yifeng lainnya, “筱茹”, menulis: “Inilah kondisi air minum di Kabupaten Yifeng yang katanya kota percontohan provinsi! Mirip sekali dengan teh merah!”

Pada 20 Juli, air ledeng di Kabupaten Min, Kota Dingxi, Provinsi Gansu, berwarna cokelat seperti kopi. Seorang blogger menyindir:

“Kalian di sana masih lumayan. Di Yuhang airnya kayak disiram kotoran, kalian cuma disiram lumpur. Terima kasih, ya!”

Pada 21 Juli, warga dari Kota Xian, Kabupaten Yindian, Kota Suizhou, Provinsi Hubei, juga memposting video yang menunjukkan air ledeng berwarna keruh dan berbau busuk. Netizen bernama “Zhang Zong” mengatakan:

“Ini air minum warga Yindian. Air di parit pun masih lebih bersih dari ini.”

Pada 18 Juli, akun “绿色好心情” dari Hubei berkata: “Saya menampung air satu baskom, sudah dilapisi dua lapis kain kasa, tapi air yang keluar tetap kotor. Sampai kapan para pemimpin di pemerintah Yindian akan berpura-pura tuli? Kadang, air dari pemanas air baunya sangat busuk, apalagi setelah hujan, sampai-sampai buat cuci muka pun risih.”

Pada 3 Juli, netizen dari Guangzhou bernama “saliya高定女装” menulis: “Dari 29 Juni sampai 3 Juli, kualitas air di Guangzhou sangat bermasalah. Kenapa tidak ada berita yang melaporkan? Kenapa pemerintah belum juga menyelesaikannya?”

Pada 25 Juni, akun “Star sea” dari Kabupaten Dianjiang, Chongqing, berkata: “Pertama kalinya saya lihat air ledeng berwarna coklat seperti kopi. Kami pakai setiap hari, tapi sering airnya tiba-tiba sangat kotor. Kadang ada endapan, kadang airnya kuning, terakhir bahkan berbau seperti cairan disinfektan.” (Hui/asr)

Laporan oleh Li Enzhen /Li Quan

Orang yang Tak Punya Ambisi Tidak Akan Pernah Sukses

EtIndonesia. Seorang pria bernama Neil mengunjungi gurunya setelah bertahun-tahun lulus. 

Dia mengeluh tentang hidupnya: “Pekerjaanku membosankan, tidak sesuai jurusan kuliahku. Gajinya pun kecil, cukup untuk bertahan hidup saja.”

Gurunya terkejut: “Kalau gaji kecil, kenapa kamu tak punya pekerjaan lain yang dikerjakan?”

Neil menjawab putus asa: “Saya tidak punya kesempatan. Saya hanya kurang beruntung.”

Sang guru menjawab tegas: “Kesempatan itu bukan menghindar darimu, tapi direbut lebih dulu oleh mereka yang punya semangat dan berlari di depan. Kamu tidak bisa berharap ‘keberuntungan’ datang saat kamu hanya diam di dalam bayang-bayang.”

“Orang yang tidak punya semangat juang, tak akan pernah mendapat kesempatan.”

Pesan Moral:

Banyak orang gagal bukan karena tak ada kesempatan—tapi karena tidak berani mencoba dan tidak mau bergerak.

Jika seseorang pasrah pada keadaan, menerima kemiskinan tanpa melawan, maka kekuatan dalam dirinya akan mati perlahan. Hidupnya pun takkan pernah berubah.

Kemiskinan itu bukan hal yang menakutkan. Yang menakutkan adalah pola pikir miskin. Begitu kamu percaya bahwa kamu ditakdirkan untuk gagal, maka selamanya kamu tak akan pernah bangkit.(jhn/yn)

Mencuri Rahasia Militer AS untuk PKT, Insinyur Keturunan Tionghoa Mengaku Bersalah

EtIndonesia. Partai Komunis Tiongkok (PKT) sering menggunakan tenaga insinyur untuk mencuri teknologi dari berbagai negara. Pada Senin (21 Juli), seorang insinyur keturunan Tionghoa di California mengaku bersalah atas tuduhan pencurian rahasia dagang. Ia kini terancam hukuman penjara federal hingga 10 tahun.

Insinyur tersebut bernama Chenguang Gong (龔晨光), berusia 59 tahun, dan memiliki kewarganegaraan ganda Tiongkok-Amerika Serikat.

Menurut perjanjian pengakuan bersalah, antara 30 Maret hingga 26 April 2023, Gong, yang bekerja di sebuah perusahaan riset dan pengembangan di Los Angeles, menyalahgunakan jabatannya untuk memindahkan lebih dari 3.600 dokumen, menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 3,5 juta dolar AS.

Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa dokumen-dokumen tersebut sangat sensitif karena berisi teknologi rahasia milik pemerintah AS untuk mendeteksi peluncuran rudal nuklir, melacak rudal balistik dan rudal hipersonik, serta informasi rahasia terkait pengembangan sensor generasi berikutnya.

Ini bukan pertama kalinya Gong mencuri data perusahaan. Aksi pencurian teknologi ini dilakukan demi kepentingan Partai Komunis Tiongkok.

Antara 2014 hingga 2022, Gong pernah bekerja di beberapa perusahaan teknologi besar di AS. Dalam waktu yang bersamaan, ia juga aktif mengirimkan banyak aplikasi ke program “Talenta Nasional” yang dikelola oleh PKT. Dalam sebuah email, ia menyatakan bahwa dirinya “mengambil risiko” pergi ke Tiongkok untuk ikut serta dalam program tersebut karena ia percaya dirinya bisa berkontribusi bagi pengembangan “sirkuit terpadu militer kelas atas” milik PKT.

Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok menggunakan program seperti ini untuk merekrut tenaga ahli asing dan mendorong pencurian teknologi guna mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan militernya.

Saat ini, Gong telah dibebaskan sementara setelah membayar jaminan sebesar 1,75 juta dolar AS. Sidang dengar pendapat di Pengadilan Distrik Federal AS dijadwalkan berlangsung pada akhir September. Ia terancam hukuman penjara federal maksimum 10 tahun. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Wanita di Jiangxi, Tiongkok Dipaksa Naik Mobil oleh Sekelompok Pria di Tengah Jalan, Menjerit Minta Tolong

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kejahatan pengambilan organ hidup oleh rezim Komunis Tiongkok, insiden penculikan paksa di jalanan kembali terjadi di Tiongkok. Para netizen menyebut situasi ini “mengerikan.” Baru-baru ini, seorang wanita di Kabupaten Ningdu, Provinsi Jiangxi, berteriak minta tolong dan berhasil diselamatkan dari upaya penculikan.

EtIndonesia. Pada 22 Juli 2025, beredar sebuah video mencurigakan di internet, yang disebut direkam di depan Rumah Sakit Mata Aier di kota Ningdu. Dalam video tersebut, terlihat sebuah mobil van berwarna cokelat berhenti di pinggir jalan. 

Beberapa pria tampak sedang memaksa seorang wanita masuk ke dalam mobil. Jaket wanita itu sudah terlepas, dan bagian bawah tubuhnya sudah berada di dalam mobil. Ia berteriak minta tolong sambil mati-matian melawan.

Teriakan wanita itu menarik perhatian banyak warga. Ada yang menegur para pelaku dengan berkata, “Kalian sedang apa?” dan mengancam akan menelepon polisi. Beberapa orang bahkan langsung membantu menarik wanita itu. Seorang dokter pria terlihat memegang tangan sang wanita erat-erat dan akhirnya berhasil menyelamatkannya dari mobil van.

Wanita itu sambil menangis berteriak: “Dia (pelaku) sudah berkali-kali bilang mau mengurung saya, mau membawa saya ke sebuah tempat di bawah tanah.”

Kemudian, seorang wanita yang diduga datang bersama para pria pelaku mendekati dokter yang menolong dan berkata bahwa wanita yang diselamatkan itu adalah “ibunya.” Namun sang dokter dengan marah membalas: “Meskipun dia ibumu, tetap tidak boleh kalian bawa pergi!”

Dalam video tampak jelas bahwa wanita yang hampir diculik itu masih sangat muda.

Dokter pria itu terus memegang tangan wanita tersebut dan akhirnya membawanya masuk ke dalam gedung rumah sakit.

Beberapa netizen menduga kasus ini mungkin adalah masalah keluarga. Namun ada juga yang curiga bahwa klaim “hubungan keluarga” itu hanya tipu muslihat penculik.

Lebih banyak lagi netizen yang menduga kasus ini melibatkan sindikat perdagangan manusia, bahkan tidak sedikit yang mencurigai adanya keterkaitan dengan praktik pengambilan organ secara paksa. Banyak netizen di daratan Tiongkok merasa bersyukur karena wanita ini berhasil diselamatkan oleh orang-orang baik.

Ada netizen yang memperhatikan bahwa salah satu pelaku memakai celana bermotif loreng militer, sehingga muncul dugaan:

“Apakah ada pemimpin militer yang sedang membutuhkan organ?”

Pada  Juni tahun ini, sebuah video juga menunjukkan seorang gadis muda di Kota Guigang, Provinsi Guangxi, dipaksa masuk ke mobil ambulans oleh beberapa pria. Saat itu, sang gadis berteriak minta tolong sambil melawan dengan sekuat tenaga. Ia bahkan berteriak lantang:

“Saya punya hepatitis B!”

Netizen sangat mencurigai bahwa gadis itu mungkin menjadi korban pengambilan organ secara paksa. Beredar pula kabar yang belum dapat dikonfirmasi bahwa keesokan harinya ia dikirim ke rumah duka setempat dan orang tuanya datang dari kampung untuk mengurus pemakamannya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com