PM Israel Ultimatum Terakhir untuk Hamas, Uranium Diperkaya Iran Tidak Dipindahkan

Sebelum mengakhiri kunjungan empat harinya ke Washington, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan membebaskan setengah dari sisa sandera guna mencapai gencatan senjata 60 hari di Gaza. Sementara itu, menurut pejabat senior Israel, uranium yang telah diperkaya milik Iran tidak sempat dipindahkan sebelum lokasi penyimpanannya dibombardir.

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyelesaikan kunjungan empat hari ke Washington. Pada  Kamis (10 Juli), ia memberikan pernyataan di sana, kembali menegaskan syarat minimum untuk mewujudkan gencatan senjata 60 hari di Gaza.

 “Hamas harus meletakkan senjata, Gaza harus didemiliterisasi, dan Hamas tidak boleh memiliki kemampuan pemerintahan atau kekuatan militer apa pun. Itu adalah syarat dasar kami. Jika hal ini dapat dicapai melalui negosiasi, itu lebih baik. Namun jika tidak bisa tercapai dalam 60 hari, kami akan mencapainya melalui cara lain—yaitu dengan kekuatan militer,” kata Benjamin Netanyahu. 

Netanyahu menjelaskan bahwa Israel sedang melakukan negosiasi melalui perantara dengan Hamas untuk mencapai gencatan senjata sementara selama 60 hari, yang bertujuan menyelamatkan separuh dari para sandera yang masih ditahan, baik yang masih hidup maupun yang telah gugur. Jika gencatan senjata sementara berhasil dicapai, Israel bersedia membuka negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Pada hari yang sama, Netanyahu dalam wawancara dengan media AS mengatakan bahwa Israel kemungkinan akan mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara di Gaza dalam beberapa hari mendatang, dan membawa pulang separuh dari sisa sandera.

Ia menyebut bahwa dari total 255 sandera yang pernah ditahan oleh Hamas, saat ini masih ada 50 orang yang ditahan di Gaza, dan diperkirakan 20 orang di antaranya masih hidup.

Sementara itu, operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung. Pada Jumat  (11 Juli) pagi, terdengar ledakan besar berturut-turut di wilayah utara Gaza, dengan asap tebal membumbung di udara.

Di hari yang sama, militer Israel merilis video yang menunjukkan Brigade Lapis Baja ke-188 sedang menjalankan misi di Jalur Gaza.

Di kota Khan Younis di Gaza bagian selatan, militer Israel menghancurkan sebuah terowongan bawah tanah milik Hamas.

Terkait Iran, menurut seorang pejabat senior Israel pada Rabu (9 Juli), serangan udara AS bulan lalu terhadap tiga fasilitas nuklir Iran—Isfahan, Fordow, dan Natanz—menyebabkan kerusakan besar. Uranium yang diperkaya Iran disimpan di tiga lokasi tersebut dan tidak sempat dipindahkan sebelum serangan terjadi.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa hanya uranium yang disimpan di fasilitas nuklir Isfahan yang mungkin masih tersisa, karena lokasi tersebut berada sangat dalam di bawah tanah, namun pengambilan ulang material itu akan sangat sulit dilakukan.

Selain itu, setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tersebut, Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Al-Udeid, Qatar.

Citra satelit menunjukkan bahwa Iran kemungkinan menargetkan sistem kubah besar yang digunakan militer AS untuk komunikasi aman. Pihak militer AS kemudian menyatakan bahwa serangan Iran tidak menimbulkan korban jiwa. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua, reporter NTDTV

Penyusupan Mata-mata dan Peretas Tiongkok Picu Kewaspadaan Global, Dunia Internasional Bersiap Melawan

Etindonesia. Pada Kamis (10 Juli), pimpinan dari kedua partai di Komite Khusus DPR AS untuk Persaingan Strategis dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengirim surat kepada pimpinan Google. Isi surat menuntut peningkatan upaya dalam memerangi penipuan siber yang berkaitan dengan PKT, terutama metode penipuan asmara daring bermodus “skema babi gemuk” (pig-butchering scam). Dunia internasional kini semakin waspada terhadap infiltrasi siber dan mata-mata dari rezim komunis Tiongkok.

Ketua Komite John Moolenaar dan anggota terkemuka dari Partai Demokrat Raja Krishnamoorthi, dalam surat tersebut, mengapresiasi keberhasilan awal Google dalam menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memblokir iklan penipuan.

Surat itu menyatakan bahwa perang digital kini semakin intensif dan metode penipuan makin canggih. Banyak sumber utama dari aksi penipuan itu terkait dengan perusahaan kriminal yang memiliki hubungan dengan PKT. Surat tersebut secara khusus menyoroti modus penipuan “skema babi gemuk” yang telah merugikan kelompok rentan di AS secara serius.

Data FBI menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, kerugian akibat penipuan kripto di seluruh AS mencapai 10 miliar dolar AS, di mana penipuan “skema babi gemuk” menyumbang porsi signifikan. Kelompok korban terbesar adalah warga lanjut usia dan paruh baya.

Sementara itu, atas permintaan AS, polisi Italia baru-baru ini menangkap seorang warga negara Tiongkok berusia 33 tahun bernama Xu Zewei, yang dituduh sebagai peretas PKT. AS kini meminta agar ia diekstradisi.

Menurut dakwaan, Xu Zewei bersama seorang kaki tangan bernama Zhang Yu, terlibat dalam serangkaian serangan siber besar-besaran yang dilakukan oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS) PKT antara Februari 2020 hingga Juni 2021. 

Serangan ini menargetkan banyak universitas dan lembaga penelitian di AS untuk mencuri data riset vaksin dan pengobatan COVID-19. Total, mereka mencuri data sensitif dari 12.700 institusi, dan tindakan tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional AS.

Dalam dokumen dakwaan juga disebutkan bahwa Xu Zewei langsung berada di bawah kendali Biro Keamanan Nasional Shanghai dan memanfaatkan celah keamanan pada sistem email Microsoft untuk melancarkan serangan terhadap ribuan target di seluruh dunia, termasuk sebuah universitas di Texas dan firma hukum ternama berskala global.

Xu Zewei diketahui mengklaim dirinya sebagai manajer IT di perusahaan semikonduktor Shanghai Jita. Namun, ada bocoran yang menyebut bahwa ia sebenarnya adalah Direktur Teknologi Keamanan di perusahaan Chaitin Tech, yang memiliki hubungan erat dengan rezim PKT.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS dan FBI juga menangkap dua agen ilegal PKT pekan lalu, yakni Chen Yuanze dan Lai Liren. Keduanya diam-diam menjalankan misi pengumpulan intelijen dan penyusupan di AS.

Menghadapi meningkatnya infiltrasi dan serangan siber oleh PKT, FBI secara luar biasa merilis pernyataan resmi dalam bahasa Mandarin sederhana. Mereka mengecam keras Kementerian Keamanan Negara PKT karena “menghalalkan segala cara dan tidak tahu malu” dalam mencuri teknologi dan informasi sensitif dari AS.

 “FBI menyampaikan pernyataan serius dan luar biasa di platform X, mengutuk keras tindakan jahat pemerintah PKT. Mereka telah melanggar prinsip dasar hukum internasional. Ini sangat memprihatinkan. Tindakan internasional terhadap peretas dan mata-mata PKT adalah bentuk peringatan keras terhadap rezim tersebut,” ujar Jiang Pinchao, penulis yang diundang oleh Perpustakaan Kongres AS dan CEO perusahaan investasi. 

Para analis menyimpulkan bahwa PKT telah menerapkan strategi “perang tanpa batas” terhadap AS, sehingga AS perlu mengambil langkah pencegahan secara menyeluruh.

Lai Jianping, mantan pengacara di Beijing dan Ketua Aliansi Rakyat Tiongkok di Kanada, menyatakan:  “Dunia internasional telah sangat menyadari bahwa tindakan ekspansi dan infiltrasi PKT adalah ancaman serius bagi seluruh dunia. Saat ini, mereka mempercepat langkah-langkah untuk melawan PKT dengan berbagai cara, demi menahan infiltrasi dan ekspansi hegemoniknya.” (Hui/asr)

Laporan wartawan NTDTV Chen Yue dan Chang Chun

Trump Kirim Surat Tarif ke Lebih dari 20 Negara, Senator AS Ajukan RUU Sanksi terhadap Rusia

Pada Minggu ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengirimkan surat kepada para pemimpin lebih dari 20 negara untuk menetapkan tarif baru yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Saat ini, tarif untuk beberapa mitra dagang seperti Taiwan, India, dan Uni Eropa belum diumumkan.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 10 Juli menyatakan bahwa ia berencana menaikkan tarif untuk mitra dagang yang belum menerima pemberitahuan tarif menjadi 15% hingga 20%, menggantikan tarif dasar saat ini sebesar 10%.

Di antaranya, Uni Eropa kemungkinan akan segera menerima surat pemberitahuan tarif baru. Pejabat perdagangan tertinggi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, menyatakan bahwa negosiasi antara kedua pihak berlangsung setiap hari.

Pada 10 Juli malam, Kanada menerima surat pemberitahuan. Trump mengumumkan bahwa mulai 1 Agustus, AS akan memberlakukan tarif 35% terhadap beberapa produk impor dari Kanada, naik dari tarif sebelumnya sebesar 25%. 

Dalam surat tersebut, Trump menyoroti masalah arus masuk fentanyl dari Kanada dan hambatan perdagangan sebagai ancaman bagi keamanan nasional, ekonomi, dan sektor pertanian AS. Ia menambahkan bahwa jika Kanada bersedia bekerja sama dalam memberantas penyelundupan fentanyl, AS bisa mempertimbangkan untuk menyesuaikan tarif tersebut.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney melalui media sosial X menyatakan bahwa pemerintah akan terus bernegosiasi demi melindungi kepentingan pekerja dan pelaku usaha Kanada, serta berharap mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.

Pada hari yang sama, Trump juga mengirim surat kepada Brasil, memberitahukan bahwa mulai 1 Agustus, AS akan mengenakan tarif hingga 50% terhadap produk impor dari Brasil. Trump menuduh Brasil merusak perdagangan digital dan kebebasan berbicara, serta menyebut hubungan dagang AS-Brasil sangat tidak adil.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva merespons bahwa pihaknya akan bernegosiasi untuk menghindari tarif, dan akan berdialog dengan mitra negara-negara BRICS.

Pada 9 Juli, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa mulai 1 Agustus, tarif 20% akan diberlakukan terhadap produk impor dari Filipina—lebih tinggi dari 17% yang diumumkan pada April tahun ini, namun masih merupakan yang terendah di antara negara-negara ASEAN.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. berencana mengunjungi Washington pada 22 Juli untuk mengadakan pertemuan resmi pertamanya dengan Trump, guna mendorong negosiasi tarif dan berharap dapat tercapai perjanjian dagang baru.

Pada 11 Juli, pemerintah Myanmar meminta Trump untuk menurunkan tarif atas ekspor Myanmar ke AS dari 40% menjadi antara 10% hingga 20%, dan menyatakan kesiapan mengirim tim negosiator ke Washington jika diperlukan.

Faktanya, dalam surat tertanggal 7 Juli, Trump memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menghindari tarif melalui negara ketiga akan dikenakan tarif lebih tinggi. Negara-negara Asia seperti Myanmar, Laos, dan Kamboja dikenakan tarif hukuman antara 36% hingga 40%.

Para analis menilai, langkah ini bertujuan mencegah Tiongkok mencuci asal barang melalui Asia Tenggara, sambil tetap menjaga ruang kerja sama ekonomi AS dengan negara-negara kawasan tersebut.

Kebijakan tarif Trump menimbulkan perhatian soal potensi inflasi. Menurut data Departemen Keuangan AS, pendapatan tarif pada  Mei mencapai sekitar 22,8 miliar dolar AS, empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, menurut data Biro Keamanan Industri, Indeks Harga Konsumen (CPI) pada  Mei—tanpa menghitung makanan dan energi—naik 0,1% dibanding bulan sebelumnya, didorong oleh turunnya harga tiket pesawat, mobil, dan pakaian.

Sementara itu, Senator AS dari Partai Republik Lindsey Graham dan Senator Demokrat Richard Blumenthal bersama-sama mengajukan rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia yang mendapat dukungan kuat dari kedua partai. 

RUU tersebut menyerukan pemberlakuan tarif 500% terhadap negara-negara seperti PKT dan India yang masih membeli minyak, gas alam, dan uranium dari Rusia. Tujuannya adalah untuk menekan pendapatan Rusia dan memaksa mereka kembali ke meja perundingan, serta secara tidak langsung mencegah ambisi PKT untuk menyerang Taiwan. (Hui/asr)

Laporan wartawan NTDTV Guo Yuexi dari Amerika Serikat

AS, Jepang, dan Australia Tandatangani Perjanjian Logistik, Latihan Militer Indo-Pasifik Ditujukan untuk PKT dan Korea Utara

Angkatan Laut Amerika Serikat pada  Jumat (11/7/2025) menandatangani perjanjian dengan Jepang dan Australia untuk memperkuat kerjasama logistik trilateral dalam situasi perang. Perjanjian ini mencakup kerja sama dalam pengisian ulang sistem rudal, pengisian bahan bakar fleksibel, dan lainnya. 

Selain itu, Angkatan Udara AS juga menggelar latihan militer berskala besar pekan ini di berbagai lokasi di kawasan Indo-Pasifik bersama Jepang dan Korea Selatan. 

Dalam latihan ini, kemunculan pembom strategis B-52 AS menjadi sorotan. Para pakar menganalisis bahwa kehadiran B-52 sebagai unjuk kekuatan adalah sinyal peringatan yang jelas kepada rezim partai komunis Tiongkok (PKT) dan Korea Utara.

EtIndonesia. Para pejabat tinggi Angkatan Laut dari Amerika Serikat, Jepang, dan Australia menandatangani perjanjian logistik trilateral di Brisbane, Australia, pada  Jumat (11/7/2025). Isi perjanjian mencakup pengisian ulang rudal dan pengisian bahan bakar di laut, dengan tujuan membangun kemampuan tempur berkelanjutan selama konflik militer.

“Kalau bicara tentang Australia, ia adalah sekutu penting AS yang paling jauh dari Asia Timur, namun memiliki garis pantai yang sangat panjang. Artinya, Australia memiliki banyak peluang untuk mendukung AS dan sekutunya,” kata Mark, seorang blogger militer terkenal. 

“Di Jepang sendiri, ada sekitar 50.000 personel militer AS dan banyak pangkalan militer, yang sangat penting untuk mempertahankan keberadaan jangka panjang Angkatan Laut AS di Asia Timur,” tambahnya. 

Dari kerja sama logistik menuju integrasi strategis, AS dan sekutunya sedang membangun jaringan operasi Indo-Pasifik yang mampu mempertahankan, melanjutkan, dan menyerang, untuk secara aktif menghadapi ancaman militer gabungan dari ekspansi militer PKT, serta aliansi Rusia-Korea Utara.

Mark menambahkan:  “Asia Timur adalah pusat manufaktur dunia. Sekitar sepertiga dari total perdagangan dunia melewati wilayah ini setiap tahunnya. Jika terjadi konflik militer di Asia Timur, dampaknya terhadap perdagangan dan ekonomi global akan sangat besar. Karena itu, AS harus mencegah sejak dini dan tentu saja akan memusatkan perhatian di wilayah ini.”

Pada Jumat (11 Juli), Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga merilis informasi tentang latihan udara gabungan yang dilakukan bersama Jepang dan AS di perairan internasional. Selain melibatkan jet tempur dari ketiga negara, keterlibatan pembom strategis B-52H milik AS juga menjadi bahan perbincangan luas. Analisis menunjukkan bahwa AS ingin mengirimkan pesan yang jelas sebagai bentuk pencegahan terhadap PKT dan Korea Utara.


“Pertama, B-52 memiliki kapasitas muatan senjata yang sangat besar, lebih dari 30 ton—ini merupakan yang terbesar di antara semua jenis pembom. Kedua, pesawat ini memang dirancang agar bisa terlihat oleh musuh, sebagai unjuk kekuatan. Artinya, kehadiran B-52 adalah sinyal: ‘Saya tidak senang denganmu, saya memiliki superioritas udara,’ dan sebagainya. Ini jelas merupakan tindakan pencegahan,’ demikian Mark menjelaskan. 

Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan Indo-Pasifik saat ini menghadapi peningkatan ancaman dari aliansi militer Korea Utara dan Rusia, serta memanasnya ketegangan antara Tiongkok dengan Korea Selatan dan negara-negara di sekitar Laut Tiongkok Selatan.

Mark menambahkan:  “Baru-baru ini Korea Utara telah membangun kapal perusak seberat 5.000 ton, dan mereka sudah membuat dua unit. Semua perlengkapannya adalah buatan Rusia, termasuk berbagai jenis rudal. Jadi jelas ada dukungan kuat dari Rusia.” 

“Selain itu, PKT juga terus mengalami peningkatan friksi dengan Korea Selatan mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan. Di Laut Kuning pun, konflik mengenai batas wilayah laut antara Tiongkok dan Korea Selatan terus meningkat. Baik PKT maupun Korea Utara kini menjadi ancaman yang semakin besar terhadap negara-negara sekitar, terutama Korea Selatan.”

Namun, para ahli menilai bahwa kemungkinan PKT memicu perang di Selat Taiwan saat ini masih tergolong rendah. Jika PKT menyerang Taiwan, mereka kemungkinan akan menghadapi reaksi internasional yang sangat kuat serta konsekuensi politik yang serius. 

Sebaliknya, mereka mungkin akan memilih wilayah seperti Laut Tiongkok  Selatan, yang dianggap bukan kepentingan inti, sebagai ajang unjuk kekuatan untuk kepentingan propaganda dalam negeri.

 “Terutama di saat kondisi ekonomi dalam negeri sedang buruk seperti sekarang. Kalau mereka sampai harus berhadapan dengan seluruh dunia dan benar-benar menjadi negara musuh bersama, apakah mereka bisa menanggung biayanya? Ini jelas sedang mereka perhitungkan. Misalnya, Kinmen itu jaraknya dari Xiamen cuma beberapa kilometer, secara teknis sangat mudah direbut, kan? Tapi dalam 70 tahun lebih, kenapa tidak pernah dilakukan? Karena harga politiknya terlalu mahal,” Mark menjelaskan.  (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan Wang Ziyi dari NTDTV, melaporkan dari Amerika Serikat

Komdigi Prakarsai AI Center of Excellence Bersama Indosat, Cisco, dan NVIDIA untuk Perkuat Daya Saing AI Nasional

0

Jakarta, 11 Juli 2025 – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) secara resmi meluncurkanIndonesia’s AI Center of Excellence, ekosistem inklusif nasional untuk mendorong daya saing Indonesia di bidang AI melalui kolaborasi strategis dengan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Cisco, dan NVIDIA.

AI Center of Excellence ini didukung teknologi NVIDIA termutakhir, dilindungi intelligent infrastructure dari Cisco, dan diperkuat jaringan digital Indosat di seluruh negeri. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kedaulatan AI, memperkuat kapasitas nasional, dan membuka akses AI yang merata untuk seluruh masyarakat Indonesia—dari desa hingga kota, dari startup, korporasi besar, hingga lembaga pemerintah.

AI Center of Excellence diperkuat enam pilar utama dalam mendorong perkembangan AI, diantaranya:

  1. AI Sandbox yang berfokus pada pengembangan aplikasi nyata di sektor prioritas.
  2. Program pelatihan serta sertifikasi AI dan data untuk puluhan ribu talenta digitalIndonesia.
  3. Akselerator untuk mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan lokal.
  4. Enterprise hub untuk menciptakan solusi nyata bersama pelaku industri.
  1. Platform pengembangan Large Language Modelberskala nasional.
  2. Forum think-tanknasional untuk merumuskan kebijakan AI yang etis dan bertanggung jawab.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, mengatakan “Kolaborasi ini membuktikan bahwa kedaulatan digital bisa dibangun bersama. Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tapi juga rumah bagi inovasi dan penciptaan teknologi AI yang relevan dengan kebutuhan bangsa.”

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan bahwa AI Center of Excellence bukan semata tentang penerapan teknologi, tetapi tentang memastikan akses yang merata terhadap AI. “Di Indosat, kami percaya bahwa AI harus inklusif—bukan hanya soal akses, tapi juga soal membuka peluang. Dengan dukungan dari para mitra global, kami ingin mempercepat laju pertumbuhan Indonesia dengan memastikan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya menjadi pengguna AI, tapi juga kreator dan inovator. Inilah wujud komitmen kami untuk memperkuat talenta lokal yang berdaya saing global. Seluruh hal ini sejalan dengan tujuan besar kami: memberdayakan Indonesia.”

Chuck Robbins, Chair and Chief Executive Officer Cisco mengatakan, “Transformasi di era AI membutuhkan fondasi infrastruktur kuat dengan sumber daya manusia yang siap bersaing. Lewat kolaborasi bersama Komdigi, Indosat, dan NVIDIA, Cisco mendukung AI Center of Excellence sebagai fondasi yang aman, cerdas, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital. Dukungan ini memperkuat kemitraan kami selama lebih dari 25 tahun dengan sektor publik dan swasta di Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan.”

AI Center of Excellence hadir untuk mengakselerasi kemajuan AI secara nasional, melalui empat pendekatan strategis, yakni:

  • Infrastruktur Berdaulat: Indosat dan NVIDIA memimpin pengembangan infrastruktur AI berdaulat pertama di Indonesia yang dirancang untuk skala besar, performa tinggi, dan kemandirian nasional. Platform ini akan menjadi fondasi kelas dunia bagi penerapan AI yang aman dan andal, sekaligus mendorong ambisi digital Indonesia dan mempercepat inovasi dalam negeri. Indosat, melalui Lintasarta sebagai AI Factory,  menjadi yang pertama di Asia Tenggara dalam hal pengintegrasian NVIDIA GB200 NVL72—teknologi terbaru untuk mendukung generative AI dan komputasi performa tinggi (HPC) generasi mendatang.
  • Keamanan dalam Pengelolaan AI: Cisco memperkuat keamanan digital Indonesia dengan menghadirkan infrastruktur cerdas untuk melindungi aset digital dan informasi strategis nasional. Inisiatif ini didukung oleh Sovereign Security Operations Center (SOC) Cloud Platform, yang diperkuat oleh pemanfaatan Splunk pertama di Indonesia serta solusi Managed Security Services dari Cisco. SOC ini akan menggabungkan deteksi ancaman berbasis AI, pengendalian data, dan integrasi menyeluruh dengan infrastruktur nasional, sehingga pengelola data di Indonesia bisa melindungi aset digital mereka secara lebih aman sesuai aturan yang berlaku.
  • AI for All: AI Center of Excellence ditargetkan untuk membuka akses teknologi AI bagi ratusan juta masyarakat Indonesia pada tahun 2027, dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan seluler Indosat. Inisiatif ini bertujuan mendemokratisasi AI yang tidak terbatas aspek geografis, sekaligus membawa manfaat AI untuk membuka peluang baru baik untuk masyarakat kota maupun desa.
  • Pengembangan Talenta Digital: Pusat AI ini akan memberikan pembekalan terhadap satu juta masyarakat Indonesia dengan kecakapan digital di bidang jaringan, keamanan, dan AI pada tahun 2027. NVIDIA akan menghadirkan dukungan riset melalui pusat teknologi AI, pendampingan startup lewat program Inception, dan pelatihan dan sertifikasi dari Deep Learning Institute. Sementara itu, Cisco akan menyediakan pelatihan melalui Cisco Networking Academy untuk menciptakan tenaga kerja masa depan yang akan mendorong ekonomi digital. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Cisco untuk melatih 500.000 orang Indonesia di tahun 2030.

Ronnie Vasishta, SVP Telecom NVIDIA, menyampaikan, “Penting untuk memastikan AI bisa diakses oleh semua orang. Melalui kolaborasi strategis ini NVIDIA tak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mendorong pembangunan fondasi ekosistem AI yang kokoh sehingga dapat menjadi model bagi negara lain dalam mengintegrasikan teknologi demi pertumbuhan yang berkelanjutan.”

Inisiatif lintas sektor ini menandai langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang aman, kuat, dan inklusif. Digagas oleh Komdigi yang didukung kolaborasi strategis, Indonesia tengah menuju implementasi global di bidang AI, dengan pengembangan lokal, berbasis kedaulatan, dan visi bersama untuk masa depan yang adil dan berkelanjutan.

Seruan dari Jakarta : Akhiri 26 Tahun Penganiayaan Terhadap Falun Gong

EtIndonesia. Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. 

Spanduk besar dengan tema “Akhiri 26 Tahun Penganiayaan Partai Komunis China Terhadap Falun Gong, End 26 Years CCP’s Persecution of Falun Gong in China” terbentang di seberang Kedubes Tiongkok. 

Tak hanya itu, spanduk lainnya bertuliskan “Hentikan Kampanye Fitnah Partai Komunis China Terhadap Falun Gong, End CCP’s Transnational Repression of Falun Gong.” Spanduk lainnya bertuliskan “Komunis Merusak Moralitas Tradisi Baik Umat Manusia, Menjauhkan Manusia dari Manusia, China is Not Chinese Communist Party.” 

BACA JUGA : 26 Tahun Berlalu, Penganiayaan terhadap Praktisi Falun Gong Masih Berlanjut

BACA JUGA : Banyak Tokoh Politik Dunia Memberikan Penghargaan kepada Master Li Hongzhi dan Falun Gong

Selain kedua ketiga spanduk tersebut, spanduk bertuliskan “Partai Komunis China Merampas Organ Praktisi Falun Dafa Hidup-hidup dan Menjualnya Secara Ilegal” bisa dilihat oleh para pengguna jalan raya dan warga yang berada di sekitar lokasi. 

Para pengguna jalan yang melintasi lokasi serta aparat yang mengawal kegiatan tersebut, menerima dengan baik brosur dan penjelasan diberikan oleh para praktisi Falun Dafa. Brosur tersebut berisikan tentang kebenaran fakta tentang Falun Dafa. 

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual yang mencakup lima gerakan termasuk meditasi serta ajaran moral yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. 

Latihan ini diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada awal 1990-an oleh Master Li Hongzhi, dan dengan cepat memperoleh popularitas luas, terutama karena manfaat kesehatannya dan hampir sepenuhnya tersebar dari mulut ke mulut. Menurut perkiraan resmi, antara 70 juta hingga 100 juta orang telah mempraktikkan latihan ini sebelum akhir dekade tersebut.

Merasa terancam oleh popularitasnya, Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada tahun 1999 dimotori oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok kala itu, Jiang Zemin, memulai kampanye besar-besaran untuk “melenyapkan” Falun Gong dengan cara memfitnah latihan ini serta menangkap, menyiksa, dan merusak reputasi para praktisi yang menolak melepaskan keyakinan spiritual mereka. Tanggal 20 Juli menandai dimulainya penganiayaan ini oleh PKT, sebuah kampanye yang masih berlangsung hingga hari ini.

Pada tahun 2006, The Epoch Times pertama kali melaporkan pengungkapan bahwa rezim Tiongkok telah mengambil organ dari para praktisi Falun Gong yang ditahan untuk mendukung industri transplantasi yang menguntungkan. 

Pada tahun 2020, sebuah tribunal independen menyimpulkan bahwa Beijing telah membunuh tahanan hati nurani untuk diambil organnya “dalam skala besar,” dengan para praktisi Falun Gong yang dipenjara sebagai sumber utama.

Pada kesempatan aksi di Depan Kedubes Tiongkok dalam press Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) yang dibacakan pada sore itu, mengeluarkan sejumlah seruan : 

1- Kami, komunitas Falun Gong (Falun Dafa) di Indonesia, hari ini kembali mengadakan aksi damai untuk membangkitkan kesadaran publik bahwa penindasan brutal ini masih berlangsung dan ini terkait dengan kita semua!

2-  Kami menyerukan penganiayaan dan penyiksaan terhadap Falun Gong di daratan tiongkok serta kampanye fitnah terhadap komunitas Falun Gong di Luar negeri, agar segera dihentikan!

“Penganiayaan dan kampanye fitnah PKT adalah upaya sia-sia, karena kami percaya, manusia pada dasarnya mendambakan kebaikan, kebenaran serta kedamaian; bahwa kebaikan pada akhirnya akan menang dari kejahatan; dan kami percaya di saat krusial, orang-orang yang memiliki hati nurani dan memilih atau bersimpati pada keadilan akan mendapat balasan berkah dan perlindungan dari Sang Pencipta kita,” demikian isi press rilis yang dibacakan. 

Sementara itu, seorang  praktisi Falun Dafa kepada awak media mengungkapan bahwa penindasan yang dialami oleh praktisi Falun Gong tak hanya semata terjadi di daratan Tiongkok. Penindasan tersebut kata dia, juga terjadi di sejumlah negara di dunia termasuk di Indonesia dengan bentuk yang berbeda.  

“Sebetulnya, penindasan terhadap Falun Gong  juga terjadi beberapa negara, namun bentuknya tak terlihat, karena sifatnya propaganda, contohnya melalui narasi yang mendiskreditkan Falun Dafa,” katanya.  

Penindasan yang dilakukan rezim Tiongkok juga berupa tekanan yang dilayangkan oleh Kedutaan Tiongkok kepada aparat pemerintahan. Padahal, kata dia, fitnahan tersebut sangat jauh dari fakta sebenarnya tentang Falun Dafa yang sebenarnya. 

“Falun Dafa adalah latihan yang bebas, sangat terbuka, misalnya, saat kedatangan  Li Qiang (PM Tiongkok) banyak aparat  yang menanyakan kepada kami  saat menggelar Hari Falun Dafa Sedunia di Tebet hingga akhirnya kami pindah, ini buktinya  kedubes Tiongkok menekan aparat sehingga Indonesia menjadi tidak berdaulat,” katanya. 

Aksi di depan kedubes Tiongkok diakhiri dengan menggelar nyala lilin untuk mengenang para praktisi Falun Dafa yang menjadi korban penindasan. Pada kesempatan tersebut, foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan di Tiongkok juga ditunjukkan ke publik. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib hingga aksi damai usai. (asr)  

Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )
Para praktisi Falun Gong menggelar aksi damai di depan Kedutaan besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerukan agar penganiayaan yang telah berlangsung selama 26 tahun terhadap Falun Gong segera diakhiri. (Foto : ETIndonesia )

Bingung dengan Arah Hidup? 7 Jenis Cita-cita Ini Mungkin Cocok untukmu

EtIndonesia. Saya sangat menyukai salah satu lagu dari grup folk-rock Amerika, The Avett Brothers, yang berjudul “Head Full of Doubt / Road Full of Promise” atau dalam terjemahan bebasnya, “Pikiran Penuh Keraguan / Jalan Penuh Harapan”.

Salah satu liriknya yang paling membekas bagi saya berbunyi:  “Decide what to be and go be it.”  (Tentukan apa yang ingin kamu jadi, dan jalani itu sepenuh hati).

Selama bertahun-tahun, kalimat itu terus terngiang-ngiang dalam pikiran saya, dan perlahan menjadi semacam motto hidup.

Lirik itu menyentuh hati saya karena saat pertama kali saya mendengarnya, saya sedang berada dalam kondisi rapuh dan tidak berdaya. Rasanya seperti hidup mempermainkan saya, dan saya tidak tahu bagaimana harus menghadapi semua itu.

Namun, semua itu hanyalah ilusi. Kita semua memiliki kekuatan untuk memilih. Mungkin kita bukan penguasa, bukan dalang di balik layar, atau taipan besar, tetapi kita masih punya kuasa atas siapa kita ingin jadi.

Kita memang tidak bisa mengendalikan dunia atau perilaku orang lain. Tapi kita bisa mengendalikan diri kita sendiri—dan bagi saya, itu sudah lebih dari cukup.

Lirik The Avett Brothers itu mendorong saya untuk bertanya kepada diri sendiri:

“Siapa sebenarnya saya ingin menjadi?”
“Rintangan apa yang menghadang saya selama ini?”

Berikut ini saya bagikan 7 cita-cita hidup saya, dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang sedang mencari arah hidup.

7 Cita-cita Hidup Saya

1. Menjadi Pribadi yang Beriman dan Bijaksana

Orang yang beriman hidup dengan nilai-nilai yang lebih tinggi dari sekadar kepentingan pribadi. Mereka memegang prinsip bukan demi keuntungan diri, tapi demi kebenaran. Saya ingin menjadi orang seperti itu. Saya ingin hidup saya—dan keyakinan saya—bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

2. Menjadi Suami yang Penuh Perhatian

Saat hari terakhir hidup saya tiba, saya tahu satu hal yang pasti akan sangat saya pedulikan: Apakah istri saya bahagia? Dia adalah orang paling penting dalam hidup saya. Saya ingin saat dia menatap mata saya, dia bisa berkata,

“Cinta yang kamu berikan tidak pernah mengecewakan.”

3. Menjadi Ayah yang Lembut dan Selalu Ada

Sebelum punya anak, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya mampu mencintai seseorang sedalam dan sebesar itu. Ini mungkin terdengar klise, tapi itu adalah kenyataan saya.

Keinginan terbesar saya adalah membuat anak-anak saya merasa dicintai sepenuh hati oleh ayahnya.

4. Menjadi Seseorang yang Selalu Penuh Rasa Ingin Tahu

Saya percaya bahwa salah satu bentuk rasa syukur atas kehidupan adalah menjelajahi misteri kehidupan itu sendiri dengan penuh kekaguman. Dunia ini begitu luas—bahkan jika saya hidup seratus kali pun, saya tak akan habis mempelajarinya.

Justru itulah yang membuat saya begitu antusias. Hidup ini seperti kisah luar biasa yang tak akan pernah selesai dibaca.

5. Menjadi Seorang Petualang

Hidup yang terlalu aman dan penuh rutinitas bukan gaya saya. Saya suka tantangan. Saya suka mengeksplorasi jalan-jalan yang tidak biasa.

Saya suka ketika hidup membuat jantung saya berdegup cepat. Dan saya ingin terus hidup seperti itu—hidup yang tak biasa, penuh warna.

6. Menjadi Teman yang Setia dan Dermawan

Saya bersyukur karena hidup saya sudah berkecukupan. Maka dari itu, saya ingin bisa berbagi kepada siapa pun yang saya temui—terutama kepada sahabat-sahabat saya.

Saya ingin memberi bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk kesetiaan.

Saya ingin menjadi sahabat yang bisa diandalkan—dalam suka maupun duka.

7. Menjadi Sahabat bagi Mereka yang Terpinggirkan

Konsep “kebaikan hati” selalu menggugah saya. Saya ingin memahami apa arti kebaikan sejati, lalu menerapkannya dalam hidup saya.

Bagi saya, hal terindah dalam hidup adalah menemani mereka yang kesepian dan bersuara bagi mereka yang tak mampu bersuara.

Saya tidak ingin berteman karena mengharapkan timbal balik.

Saya ingin menjadi sahabat bagi mereka yang tidak bisa membalas apa pun.
Karena itulah, menurut saya, itulah bentuk persahabatan yang paling murni.

Saya sadar bahwa apa yang saya tulis ini mungkin terdengar seperti saya sedang memuji diri sendiri, tapi percayalah—bukan itu niat saya.

Saya hanya ingin berbagi tentang cita-cita hidup saya, dengan harapan bahwa mungkin satu atau dua di antaranya bisa menyentuh hati kamu, dan membuat kamu juga ingin menetapkan arah hidupmu sendiri, lalu menjalani itu dengan sepenuh hati.(jhn/yn)

Penulis: Mike Donghia

Apakah Kamu Benar-Benar Sudah Memaafkannya?

EtIndonesia. Seorang anak kecil, apakah benar-benar mengerti apa itu “memaafkan”. Tentu saja belum sepenuhnya mengerti. Tapi saya menyadari bahwa dia sedang belajar keras untuk memahami itu.

Misalnya, Xia Tian di sekolah, ada teman-temannya yang pernah mengatakan hal-hal menyakitkan seperti:

“Kamu nggak cantik,” atau “Hari ini baju kamu jelek.”

Ucapannya sederhana, tapi bisa membuat Xia Tian sangat sedih. 

Kadang juga ada teman yang melaporkannya ke guru atas hal-hal yang sebenarnya tidak dia lakukan. Setelah guru mengetahui kejadian sebenarnya, biasanya guru akan menegur si anak dan memberitahunya bahwa berbuat seperti itu tidak baik.

Setelah kejadian-kejadian seperti itu, saya selalu bertanya pada Xia Tian : “Apakah kamu sudah memaafkannya?”

Dia menjawab: “Sudah.”

Lalu saya tanya lagi:  “Kenapa kamu memaafkan dia?”

Xia Tian menjawab dengan jujur: “Karena aku merasa aku sudah nggak apa-apa.”

Dengan kata lain, di dalam hatinya, kejadian itu sudah berlalu, dan si teman sudah meminta maaf padanya.

Namun, saya sering melanjutkan pertanyaan: “Apakah kamu benar-benar memaafkannya, atau kamu memaafkan karena dia sudah minta maaf dan kamu merasa harus memaafkannya?”

Karena begitulah kita—orang dewasa—sering kali bersikap. Kita mungkin masih marah, tapi karena orang itu sudah meminta maaf, kita merasa tidak enak hati kalau tidak memaafkan. Kadang juga karena norma sopan santun, kita “harus” memaafkan—meski dalam hati luka itu masih terasa.

Namun memaafkan yang “terpaksa” sangat berbeda dengan memaafkan yang sejati.

Perasaan kita saat memaafkan karena tekanan sosial tidaklah sama dengan memaafkan karena hati sudah tenang. Orang yang kita maafkan juga akan merasakan perbedaan itu.

Maka saya akan bertanya pada Xia Tian lebih dalam:

“Setelah dia minta maaf, apakah kamu masih sering kepikiran soal itu?”

“Apakah kejadian itu masih berpengaruh dalam hatimu?”

Kami berdiskusi secara serius—meski ia masih anak kecil.

Teman-teman saya bilang : “Kamu gila ya? Ngapain ngomong seberat itu ke anak kecil?”

Tapi saya pikir: Hanya dengan cara seperti ini, dia akan benar-benar belajar apa arti memaafkan.

Jika saya bilang “saya memaafkanmu” saat kamu di depan saya, tapi ketika kamu pergi, saya masih merasa sedih dan sakit hati, maka sebenarnya saya belum benar-benar memaafkanmu.

“Kata ‘maaf’ darimu hanya menyentuh permukaan, tapi tidak menyembuhkan luka yang ada di dalam hati saya.”

Memaafkan yang sejati adalah ketika luka itu sudah sembuh, benar-benar selesai, dan saat saya menatapmu kembali, rasanya sama seperti sebelum luka itu terjadi.

Dan itu… sangat sulit dilakukan.

Hanya mereka yang memiliki cinta yang sangat besar di hatinya yang bisa memaafkan dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, saya ingin memberikan cinta sebanyak mungkin untuk Xia Tian—agar kelak dia memiliki kekuatan untuk memaafkan dengan tulus.

Kadang, kita mengira luka itu sudah sembuh, tapi satu kejadian kecil bisa menyentuh titik rapuh yang lama terpendam, dan muncullah kembali rasa sakit itu. Seperti luka lama yang tertanam dalam, menunggu saat tertentu untuk muncul kembali.

Bagaimana cara menyembuhkan luka seperti itu?

Banyak orang bilang : “Waktu akan menyembuhkan segalanya.”

Tapi, bisakah saya mengatakannya seperti itu kepada anak saya yang masih kecil? Tentu tidak. Ia tidak akan mengerti.

Namun saya tahu bahwa saya harus mulai dari sekarang, lewat hal-hal kecil dalam hidupnya,

Mengajarkannya tentang memaafkan, mengajarkannya cara menghadapi luka.

Karena saya yakin, ini akan sangat berarti bagi kehidupannya kelak. Ini adalah proses penting yang harus dilewati dalam hidup setiap manusia.

Banyak orangtua khawatir : 

“Kalau anakku terlalu baik hatinya, nanti pas besar bisa dimanfaatkan orang…”

Tapi saya tidak berpikir begitu. Saya percaya, orangtua tidak perlu khawatir apakah anak akan “dirugikan” atau tidak saat dewasa.

Yang perlu kita khawatirkan adalah:

 Apakah mereka punya keberanian untuk menghadapi luka.

Karena di perjalanan hidup nanti, anak-anak pasti akan terluka—entah karena cinta, pertemanan, atau hal lainnya.

Kita tidak bisa menjamin mereka tidak akan tersakiti. Yang bisa kita lakukan adalah mengajarkan mereka cara menyembuhkan diri sendiri setelah terluka. Itulah yang paling penting.

Sekarang, saya ingin Xia Tian mengalami luka-luka kecil, supaya saat dewasa, dia tahu bagaimana cara menghadapinya dengan bijaksana.

Akan tiba saatnya dia memiliki hidupnya sendiri. Dia akan merasakan pahitnya dikhianati, disakiti oleh orang lain, mungkin patah hati.

Tapi ketika saat itu tiba, saya bisa merasa tenang, karena saya tahu: dia akan berani menghadapinya.Saya tidak peduli apakah dia “akan dirugikan” atau tidak.

Satu-satunya hal yang saya khawatirkan adalah:

Bagaimana nanti dia menghadapi orang-orang yang menyakitinya.

Saya ingin dia tetap bisa bersikap optimis dan positif, tetap mampu memandang orang-orang yang menyakitinya dengan kasih dan kekuatan hati.

Walaupun sekarang dia belum benar-benar mengalaminya, saya harus mempersiapkannya lebih dulu—dan itu berarti mengajarkan dia tentang arti memaafkan.

Saya mengajarkannya semua ini, agar kelak, saat hatinya terluka, dia tahu: Bagaimana memaafkan dengan tulus.

Waktu terluka, tentu dia akan menangis. Tapi setiap orang punya waktu pemulihannya masing-masing.


– Ada yang butuh satu tahun,
– Ada yang satu bulan,

Xia Tian mungkin hanya butuh seminggu.

Bukan karena dia tidak peduli, Tapi karena dia mengerti arti memaafkan, dan karena itu, dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri.

Saya ingin Xia Tian tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara lahir dan batin, Bukan anak yang tumbuh dalam sangkar emas tanpa pernah menyentuh realita.

Hanya dengan mengajarkan anak-anak kita untuk memaafkan dan berani menghadapi luka, barulah kita benar-benar melindungi mereka. (jhn/yn)

NATO Membeli Senjata untuk Ukraina? Trump Mengatakan AS Akan Menjual Senjata kepada Sekutu Eropa untuk Membantu Kyiv

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump pada hari Jumat (11/7) mengatakan bahwa Amerika Serikat menjual senjata kepada sekutu NATO-nya di Eropa agar mereka dapat menyediakannya bagi Ukraina untuk mempertahankan diri dari Rusia. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya serangan pesawat tak berawak dan rudal Moskow baru-baru ini.

Sebelumnya pada hari Kamis, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Kyiv telah menerima “sinyal” positif dari pemerintahan Trump mengenai pasokan senjata baru setelah percakapan telepon antara kedua pemimpin.

“Kami mengirim senjata ke NATO, dan NATO menanggung 100% biaya senjata tersebut,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan NBC. “Jadi yang kami lakukan adalah, senjata yang dikirim akan diberikan kepada NATO, dan kemudian NATO akan memberikan senjata tersebut (ke Ukraina), dan NATO yang menanggung biayanya.”

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa beberapa senjata buatan AS yang dicari Ukraina telah digunakan oleh sekutu NATO di Eropa, yang kemungkinan akan dikirim ke Ukraina. Dia menambahkan bahwa negara-negara Eropa kemudian dapat membeli penggantinya dari AS.

“Jauh lebih cepat memindahkan sesuatu, misalnya, dari Jerman ke Ukraina daripada memesannya dari pabrik (AS) dan mengirimkannya ke sana,” ujar Rubio kepada para wartawan dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Di tengah upaya Ukraina untuk mendapatkan sistem pertahanan udara Patriot buatan AS guna melawan rudal balistik dan jelajah Rusia, pemerintahan Trump telah memberikan sinyal yang saling bertentangan tentang kesediaannya untuk memberikan bantuan militer yang lebih penting kepada Ukraina guna mempertahankan diri dari invasi Rusia, yang telah memasuki tahun keempat.

Sebelumnya, Presiden AS mengatakan bahwa dia akan terus mengirimkan senjata ke Ukraina untuk mempertahankan diri dari Rusia setelah menghentikan beberapa pengiriman senjata.

Rubio mengatakan bahwa AS mendorong sekutu NATO “untuk menyediakan senjata, sistem, dan sistem pertahanan yang diinginkan Ukraina … karena mereka memilikinya dalam stok mereka, dan kemudian kita dapat membuat perjanjian keuangan dengan mereka, dengan kita, di mana mereka dapat membeli penggantinya.”

Zelenskyy mengatakan pada hari Kamis bahwa Ukraina telah meminta negara lain untuk memasok 10 sistem dan rudal Patriot tambahan. Ia menambahkan bahwa Jerman siap menyediakan dua sistem, dan Norwegia telah setuju untuk mengirimkan satu.(yn)

Video: Anjing Kecil Ini Setiap Hari Mengumpulkan Botol demi Sepotong Daging, Dia Tampak Sedih Saat Botolnya Dicuri

EtIndonesia. Di Kota Guangzhou, Tiongkok, seekor anjing kecil yang setiap hari rajin memungut botol plastik untuk ditukar dengan daging, belakangan menjadi viral karena reaksinya yang mengharukan ketika botol-botol miliknya dicuri.

Botol Ditukar Daging, Hobi Mengumpulkan Botol Tiap Hari

Anjing ini bernama Xiao Bai (Si Putih). Pemiliknya adalah seorang pria bernama Zhang. Melalui akun media sosial bernama “Gou Xiao Bai”, Zhang membagikan sejumlah video yang merekam kisah sehari-hari si anjing yang sangat gemar memungut botol.

Xiao Bai akan berlari keluar begitu toko tuannya dibuka, menyusuri toko-toko di sekitar untuk mencari botol bekas. Dia tampak senang dan bersemangat setiap kali berhasil membawa pulang “harta karun” botolnya.

Botol-botol itu kemudian dijual oleh tuannya ke tempat pengepul barang bekas, dan uangnya digunakan untuk membelikan daging dan makanan anjing untuk Xiao Bai.

Botol Dicuri, Xiao Bai Kecewa dan Menangis

Pada 8 Juli, salah satu video rekaman CCTV toko menunjukkan kejadian yang membuat banyak penonton terenyuh:

Hari itu, Xiao Bai berhasil mengumpulkan banyak botol dan meletakkannya di lantai toko. Tak lama kemudian, seorang nenek masuk ke dalam toko, melihat tumpukan botol tersebut, membuka kunci pintu dari luar, lalu membawa pergi semua botol yang sudah dikumpulkan oleh Xiao Bai.

Xiao Bai yang melihat kejadian itu langsung menggonggong keras, mencoba menghalangi wanita tersebut, namun dia tidak menggigit atau menyerang.

Sang pemilik menambahkan keterangan dalam video:

“Dia anak baik, tidak menggigit orang. Dia hanya sedang melindungi botol-botol miliknya. Aku tahu dia pasti sangat marah. Dia terus memandangi pintu, berharap aku cepat pulang.”

Video memperlihatkan bahwa saat sang nenek pergi, semua botol dibawa serta, dan bahkan kunci toko pun ikut dibawa pergi. Xiao Bai hanya bisa menggonggong dengan sedih di dalam toko.

Akhir yang Bahagia: Botol dan Kunci Kembali

Kisah ini viral dan mengundang banyak perhatian netizen.

Zhang, pemilik Xiao Bai, mengatakan kepada media bahwa dia tidak ingin mempermasalahkan pencurian botol oleh sang nenek,

“Lagipula, mungkin beliau juga hanya ingin bertahan hidup…”

Pada 9 Juli, Zhang mengunggah video lanjutan yang memperlihatkan dia membawa Xiao Bai menuju sebuah gudang milik sang nenek. Di sana, mereka berhasil mengambil kembali kunci toko dan sebagian botol milik Xiao Bai. Xiao Bai pun terlihat sangat gembira dan bersemangat saat pulang.

Anjing Rajin dan Dicintai Warga Sekitar

Dari video-video yang diunggah Zhang, terlihat jelas bahwa Xiao Bai sungguh mencintai aktivitas memungut botol. Begitu toko dibuka, dia akan langsung lari ke luar, mengunjungi toko-toko di sekitar satu per satu untuk mencari botol plastik.

Penduduk sekitar juga mengenal baik Xiao Bai, dan bahkan sering menyisihkan botol khusus untuk diberikan padanya.

Zhang menjelaskan bahwa awal mula kebiasaan ini terjadi beberapa tahun lalu, saat Xiao Bai secara iseng membawa pulang botol bekas, dan seseorang menukarnya dengan sepotong daging. Sejak saat itu, Xiao Bai percaya bahwa memungut botol bisa ditukar dengan daging, dan setiap hari dia pun giat mencari botol—tak peduli berapa banyak pun ia dikumpulkan.

Selama beberapa bulan, hasil dari menjual botol-botol itu mencapai beberapa ratus yuan, cukup untuk membelikan makanan dan camilan untuk Xiao Bai. Zhang pun dengan bangga mengatakan bahwa anjing peliharaannya adalah “anjing mandiri yang mencari makan sendiri.”

Netizen Terharu: Anjing Ini Bikin Rumah Tangga Tak Miskin

Banyak komentar penuh cinta dari warganet yang menyaksikan kisah Xiao Bai:

“Anjing kecil yang penuh tanggung jawab! Dengan dia di rumah, kamu tak akan pernah miskin.”

“Hebat! Cari uang sendiri, pakai sendiri. Posisi di keluarga pasti tinggi.”

“Anjing pertama di internet yang mencari uang sendiri buat beli makanannya!”

Penutup: Ketulusan yang Mengajarkan Kita

Kisah sederhana tentang seekor anjing yang mengumpulkan botol untuk mendapatkan sepotong daging menggambarkan betapa tulus dan konsistennya seekor makhluk kecil bisa bekerja keras dan berbakti kepada pemiliknya.

Ketika botol-botolnya diambil, dia tidak menyerang—dia hanya merasa sedih. Ketika botolnya dikembalikan, dia melompat-lompat bahagia seperti anak kecil yang mendapatkan mainan kesayangannya kembali.

Mungkin, kita manusia juga perlu belajar dari kesetiaan dan semangat kecil dari anjing seperti Xiao Bai.(jhn/yn)

Serangan Udara di Biara Buddha di Myanmar Tewaskan 23 Orang, Termasuk Empat Anak-Anak

EtIndonesia. Serangan udara di sebuah biara Buddha di wilayah Sagaing, Myanmar, menewaskan sedikitnya 23 orang yang berlindung di kompleks tersebut, menurut sumber pada hari Jumat (11/7).Serangan udara yang terjadi semalam di biara di Desa Lin Ta Lu, Kotapraja Sagaing, melukai sekitar 30 orang lainnya, 10 di antaranya dalam kondisi kritis, menurut seorang anggota kelompok perlawanan.

Anggota kelompok perlawanan tersebut—yang berbicara dengan syarat anonim—mengatakan kepada awak media bahwa 23 warga sipil, termasuk empat anak-anak, tewas setelah sebuah jet tempur menjatuhkan bom sekitar pukul 01.00 dini hari di sebuah bangunan di biara desa tersebut, tempat lebih dari 150 orang dari desa-desa terdekat berlindung untuk menghindari pertempuran di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Jumlah korban tewas bisa mencapai 30 orang, kata media daring independen Myanmar, Democratic Voice of Burma, tetapi belum dapat diverifikasi.

Militer tidak berkomentar mengenai insiden di biara tersebut, yang terletak sekitar 35 km di barat laut Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Militer sebelumnya menyatakan bahwa mereka hanya menyerang target perang yang sah, menuduh pasukan perlawanan sebagai teroris.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021, yang memicu perang saudara. Junta militer memadamkan demonstrasi damai dengan kekuatan mematikan, yang kemudian memicu banyak penentang pemerintahan militer angkat senjata, dan sebagian besar wilayah negara tersebut kini dilanda konflik.

‘Militer menggunakan serangan udara untuk melawan pasukan oposisi’

Militer semakin gencar menggunakan serangan udara untuk melawan pasukan oposisi, termasuk Pasukan Pertahanan Rakyat (Parlemen) yang bersenjata di wilayah Sagaing, basis perlawanan bersenjata, yang tidak memiliki pertahanan efektif terhadap serangan udara.

Serangan udara di biara tersebut terjadi beberapa minggu setelah ratusan tentara melancarkan serangan dengan tank dan berbagai pesawat di wilayah sekitar 5 km dari Lin Ta Lu untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok perlawanan.

Rezim militer di Myanmar telah berupaya merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok perlawanan menjelang pemilihan umum yang direncanakan akhir tahun ini. Pemilu ini secara luas dipandang sebagai upaya untuk menormalisasi perebutan kekuasaan oleh militer melalui kotak suara dan untuk memberikan hasil yang memastikan para jenderal tetap memegang kendali. (yn)

Tuhan Memberi Kita Ujian: Hidup Adalah Proses Belajar Tanpa Henti

EtIndonesia. Hidup adalah proses pembelajaran yang tak berkesudahan. Hanya dengan berani menjalani dan tidak melewatkan setiap kesempatan, kita bisa terus bertumbuh dan mengembangkan diri.

Kehidupan sehari-hari ibarat kelas nyata tanpa dinding—setiap hari penuh peristiwa tak terduga.Jika kita sungguh-sungguh menjalani hidup, itu seperti mengisi lembar ujian kehidupan. Makna terdalam dari semua itu adalah belajar dan meningkatkan kualitas batin, karena ujian itu—adalah soal-soal yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Ada pepatah bijak: “Belajarlah sampai akhir hayat.”

Buku “The Five People You Meet in Heaven” adalah salah satu buku paling laris, bahkan diangkat menjadi film. Kisahnya menceritakan Eddie, seorang pria yang bekerja di taman hiburan. Dia meninggal dunia saat menyelamatkan seorang gadis kecil, dan di alam baka dia bertemu lima orang yang pernah hadir dalam hidupnya.

Beberapa hanya sekilas hadir, tapi masing-masing membawa pelajaran penting bagi Eddie:

·        Orang pertama mengajarkannya bahwa segala sesuatu memiliki dua sisi.

·        Orang kedua mengajarkannya bahwa dalam hidup, tidak semuanya bisa sempurna; terkadang, pengorbanan diperlukan.

·        Orang ketiga memberinya pelajaran tentang memaafkan.

·        Orang keempat (istrinya yang telah tiada) mengajarkannya untuk melepaskan kesedihan.

·        Orang kelima membuat Eddie menyadari bahwa setiap orang hidup dengan makna—tidak ada pertemuan yang kebetulan.

Setiap orang, setiap peristiwa, setiap hal dalam hidup adalah bahan pelajaran.

Belajar Menghargai Kesehatan

Dalam hidup, kesehatan adalah harta terbesar. Tanpa kesehatan, semua hal lain menjadi tidak berarti.

Agar tubuh tetap dalam kondisi optimal, kita butuh:

·        Pola makan seimbang

·        Tidur yang cukup

·        Gaya hidup yang teratur dan sehat

Saat muda, banyak orang menganggap begadang atau makan sembarangan bukanlah masalah besar. Namun, seiring waktu, tubuh akan “menagih” semua kelalaian itu. Begitu tubuh mulai “alarm”—sakit, lemah, tak berdaya—barulah kita menyesal.

Maka, selama masih sehat, jagalah kesehatanmu. Barulah hidup bisa dinikmati dengan bermakna.

Selain itu, belajarlah menghargai setiap orang yang peduli padamu. Di antara miliaran manusia, bisa bertemu, saling mengenal dan peduli—adalah bentuk takdir dan keberuntungan.

Orang bijak berkata: “Bila berjodoh, sejauh apapun akan bertemu; bila tak berjodoh, berhadapan pun tak akan saling mengenal.”

Sering kali, kita terlalu sibuk mengejar yang baru, tapi melupakan apa yang berharga di sekitar kita.

Hidup itu singkat, dan tak ada yang abadi.Jangan biarkan penyesalan tumbuh karena mengabaikan yang dekat. Hargai setiap pertemuan, hargai setiap hubungan.

Belajar Percaya Diri

Buku “The Last Lecture” adalah buku bestseller dunia dan juga salah satu video paling populer di YouTube.  Penulisnya, Randy Pausch, adalah seorang profesor universitas yang meninggal karena kanker di usia 48 tahun.

Semasa hidup, dia tak henti mengejar mimpi masa kecilnya:

·        Mengalami gravitasi nol

·        Memenangkan boneka raksasa

·        Menjadi pemain NFL

·        Menjadi Kapten Kirk di Star Trek

·        Menulis ensiklopedia

·        Menjadi insinyur di Disney

Dia tidak berhasil menjadi atlet NFL, tapi perjalanan mengejar mimpi itulah yang membuat hidupnya penuh makna.

 Randy selalu mendorong murid-muridnya untuk:

·        Memiliki impian besar

·        Percaya pada diri sendiri

·        Tidak menyerah pada gangguan dan keraguan dari orang lain

Dia percaya bahwa semangat untuk tetap bergerak maju adalah kekuatan terbesar dalam hidup.

Belajar Kembali ke Kesederhanaan Hati

Apakah uang bisa membeli kebahagiaan?

Pendapatan rata-rata orang Taiwan 20 kali lipat lebih besar dari penduduk Bhutan, tapi apakah kita merasa lebih bahagia?

Menurut survei, 97% penduduk Bhutan merasa hidup mereka bahagia.
– Mereka tidak butuh rumah mewah, tidak perlu mobil mahal.
– Mereka hidup sederhana, bekerja secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari, dan merasa puas serta bersyukur.
– Mereka menjunjung tinggi nilai berbagi, saling membantu, dan hidup dalam kebersamaan.

Negara kecil lainnya, Vanuatu di Samudra Pasifik Selatan, bahkan pernah menduduki peringkat pertama Indeks Planet Bahagia (Happy Planet Index) versi Inggris pada tahun 2006 dan 2010.

Vanuatu tidak punya angka kriminalitas, tidak ada diskriminasi gender, tak ada hierarki sosial. Warganya saling mengenal, seperti keluarga besar. Anak-anak bermain dengan riang, orang dewasa bekerja dan tertawa bersama.

Sumber kebahagiaan mereka bukan materi—tetapi hati yang murni, hidup yang sederhana, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Bandingkan dengan kehidupan modern sekarang:

·        Segalanya berorientasi pada uang dan hasil

·        Kehidupan yang padat, ambisius, penuh tekanan

·        Kejar-mengejar tanpa henti

·        Tapi, apakah ini benar-benar makna hidup yang sejati?

Saat larut malam, pernahkah kita terbangun dan bertanya dalam hati: “Apakah ini tujuan hidupku?”

Menemukan Arah Hidup Lewat Proses Belajar

Dalam diri manusia, selalu ada kekuatan batin yang murni. Tanpa kepercayaan atau pegangan spiritual, hidup akan terasa kosong dan kehilangan arah. Meski memiliki harta berlimpah, hati bisa tetap merasa hampa.

Ada yang berkata:  “Sikap terhadap hidup adalah cerminan dari sikap terhadap belajar.”

Fisikawan besar Albert Einstein pernah mengatakan: “Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Agar tetap seimbang, kamu harus terus bergerak.”

Jika kamu berhenti di tempat, sepeda akan jatuh. Demikian pula hidup—harus terus maju.

Dalam perjalanan ini, Tuhan memberi kita banyak ujian. Setiap ujian itu adalah pelajaran.
Dan tugas kita adalah memberikan jawaban terbaik—menjadi “lulusan” kehidupan yang layak dan membanggakan.

Penutup: Hidup Adalah Kelas, dan Kita Semua Adalah Murid

·        Belajarlah mencintai kesehatan

·        Belajarlah menghargai orang yang menyayangimu

·        Belajarlah percaya pada kekuatan sendiri

·        Belajarlah hidup dengan hati yang murni

·        Belajarlah dari setiap peristiwa

Karena hidup bukan soal berapa banyak harta yang kamu kumpulkan, tapi berapa banyak pelajaran yang kamu pahami, dan bagaimana kamu menjadi lebih baik karenanya.

Setiap hari adalah ujian. Setiap langkah adalah jawaban. Dan kamu sendiri adalah hasil akhirnya.

Boeing Mencapai Kesepakatan Rahasia dengan Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat 737 MAX, Seiring Terungkapnya Investigasi Kecelakaan Air India.

EtIndonesia. Boeing telah mencapai kesepakatan rahasia di luar pengadilan dengan seorang pria yang kehilangan istri dan tiga anaknya dalam kecelakaan Ethiopian Airlines 737 MAX tahun 2019, yang memungkinkan perusahaan untuk menghindari persidangan federal tingkat tinggi yang akan dimulai Senin (14/7). Hal ini menyusul kecelakaan Boeing lainnya, kali ini Boeing Dreamliner 787.

Pesawat Air India AI171, yang seharusnya terbang dari Ahmedabad ke London, jatuh beberapa detik setelah lepas landas sebelum menabrak sebuah asrama perguruan tinggi kedokteran. Kecelakaan pesawat Boeing yang tragis di Ahmedabad, India, merenggut 260 nyawa (241 penumpang, 19 di darat).

Kecelakaan MAX 737 dan Penyelesaian Terbaru Boeing

Paul Njoroge, seorang pria yang keluarganya tewas dalam kecelakaan pesawat tahun 2019 yang merenggut 157 nyawa, menuntut ganti rugi dari Boeing atas kematian yang salah dan kelalaian di ruang sidang Chicago. Kasusnya merupakan gugatan terakhir dari kecelakaan Ethiopian Airlines yang belum diselesaikan—hingga saat ini.

Clifford Law Offices, yang mewakili Njoroge, menurut AFP, mengonfirmasi kesepakatan tersebut Jumat malam (11/7), dengan mengatakan seorang mediator membantu kedua belah pihak mencapai kesepakatan tepat sebelum persidangan dimulai.

“Kasus ini telah diselesaikan dengan jumlah yang dirahasiakan,” kata juru bicara Clifford Law.

“Tim penerbangan di Clifford Law Offices telah bekerja sepanjang waktu untuk mempersiapkan persidangan, tetapi mediator dapat membantu para pihak mencapai kesepakatan atas nama Paul Njoroge,” kata mitra senior Robert Clifford.

Njoroge, yang kehilangan istri, ibu mertua, dan tiga anak kecilnya—termasuk seorang bayi berusia sembilan bulan—bersaksi di hadapan Kongres AS pada tahun 2019, mengatakan bahwa dia dihantui oleh bayangan-bayangan tentang apa yang pasti dialami keluarganya di saat-saat terakhir mereka.

“Sulit bagi saya untuk memikirkan hal lain selain kengerian yang pasti mereka rasakan,” katanya. “Saya tidak bisa melupakannya.”

Serupa dengan kecelakaan pesawat Air India AI-171 pada Juni 2025, pada 10 Maret 2019, sebuah pesawat penumpang Boeing 737 MAX, Ethiopian Airlines Penerbangan 302 dari Bandara Internasional Bole di Addis Ababa, Ethiopia, menuju Bandara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi, Kenya, jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas. Kecelakaan itu menewaskan seluruh 149 penumpang dan 8 awak pesawat.

Penyelesaian Boeing: Sebuah pola penghindaran?

Penyelesaian terbaru ini berarti Boeing melanjutkan rentetan panjang upayanya menghindari persidangan di pengadilan terkait pesawat 737 MAX-nya, yang sistem kontrol penerbangan MCAS (sistem penanganan penerbangan)-nya yang cacat terlibat dalam kecelakaan Lion Air tahun 2018 dan kecelakaan Ethiopian Airlines tahun 2019, yang menewaskan 346 orang.

Sejak 2019, Boeing telah mencapai penyelesaian damai dengan lebih dari 90 persen keluarga korban. Namun, taktik ini tidak menghindarkan perusahaan dari sorotan publik, terutama setelah serangkaian pelanggaran keselamatan baru, yang terbaru melibatkan pesawat Boeing lain yang dioperasikan oleh Air India.

Sebuah laporan awal oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara (AAIB) Kementerian Penerbangan Sipil India, yang dirilis Sabtu pagi (12 Juli), mengungkapkan bahwa kedua mesin pesawat Boeing 787-8 Air India dengan registrasi VT-ANB berhenti berfungsi beberapa detik setelah lepas landas. Hal ini, menurut laporan tersebut, terjadi ketika mekanisme pengisian bahan bakar beralih dari RUN ke CUTOFF secara berurutan.

Investigasi yang melibatkan audio kokpit telah mengungkap momen-momen terakhir yang menghantui sebelum kecelakaan dahsyat itu.

Salah satu pilot bertanya: “Kenapa Anda memotong jalur?” sebelum mendapat jawaban “Tidak,” dari pilot lainnya. Kedua mesin sempat pulih sesaat setelah kehilangan daya dorong awal, tetapi akhirnya gagal stabil.(yn)