Eropa Panas Terik dan Puncak Menara Eiffel Ditutup

EtIndonesia. Eropa panas terik dalam gelombang panas besar pertamanya di musim panas pada hari Selasa (2/7), saat Barcelona mencatat bulan Juni terpanas dalam lebih dari satu abad dan puncak Menara Eiffel yang ikonik di Paris ditutup untuk pengunjung.

Peringatan kesehatan tetap berlaku di beberapa negara. Cuaca panas yang tidak normal “membuat jutaan orang Eropa terpapar tekanan panas tinggi” dengan suhu yang lebih khas pada bulan Juli dan Agustus, kata Samantha Burgess dari Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa.

Spanyol: Rekor suhu

Observatorium Fabra Barcelona melaporkan suhu rata-rata bulan lalu sebesar 26 C , memecahkan rekor sejak data dimulai pada tahun 1914. Dikatakan bahwa suhu tertinggi dalam satu hari sebesar 37,9 derajat Celsius untuk bulan Juni tercatat pada hari Senin. Barcelona biasanya terhindar dari panas terburuk di Spanyol, berkat lokasinya di antara perbukitan dan Mediterania.

Ramon Pascual, seorang delegasi untuk layanan cuaca Spanyol di Barcelona, ​​mengatakan kepada The Associated Press bahwa “gelombang panas yang sangat intens” jelas terkait dengan pemanasan global.

Pascual mengatakan penduduk wilayah Mediterania tidak terbantu oleh meningkatnya suhu laut, yang sangat mengurangi efek pendinginan dari perairan di dekatnya. Layanan cuaca Spanyol mengatakan suhu permukaan terkini untuk Mediterania di dekat Kepulauan Balearic 5 hingga 6 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata.

Rata-rata nasional Spanyol untuk bulan Juni sebesar 23,6 derajat Celsius lebih panas 0,8 C dari Juni terpanas sebelumnya pada tahun 2017.

Madrid diramalkan mencapai 39 derajat Celsius .

“Kami hanya bertahan hidup,” kata Miguel Sopera, 63 tahun. “Pada malam hari tidak mungkin karena panas yang mengerikan.”

Prancis: Sekolah ditutup

Suhu diramalkan mencapai 40 derajat Celsius di Paris. Badan cuaca nasional Meteo-France menempatkan beberapa departemen dalam status siaga merah tertinggi. Lebih dari 1.300 sekolah ditutup sebagian atau seluruhnya.

Pengunjung Menara Eiffel yang tidak memiliki tiket diminta untuk menunda kunjungan mereka karena puncak menara ditutup hingga Kamis demi “kenyamanan dan keselamatan semua orang.”

Pakar iklim memperingatkan bahwa musim panas mendatang kemungkinan akan lebih panas daripada yang pernah tercatat hingga saat ini, dengan suhu yang diperkirakan melebihi 40 derajat Celsius setiap tahun pada tahun 2100.

Italia: Pemadaman listrik

Kementerian kesehatan Italia mengatakan 17 dari 27 kota besar di negara itu mengalami gelombang panas.

Di Florence, yang suhunya mencapai 38 derajat Celsius pada hari Selasa, beberapa bagian pusat kota mengalami pemadaman listrik menyusul lonjakan permintaan listrik. Sistem cadangan memulihkan listrik, kata perusahaan energi Enel.

Di dekat Bologna, pemilik perusahaan konstruksi berusia 46 tahun itu pingsan dan meninggal saat mengaspal ulang tempat parkir sekolah, lapor RAI yang dikelola pemerintah. Otopsi sedang dilakukan tetapi diduga karena panas.

Belanda: Adu tembak dengan pistol air

Di kota Soest, Belanda, petugas tanggap darurat mengatakan mereka membawa selang pemadam kebakaran ke adu tembak dengan pistol air di malam hari.

“Bawa pistol air dan pakaian renang, karena Anda dijamin basah kuyup!” kata petugas pemadam kebakaran di media sosial.

Portugal: Rekor suhu tinggi

Badan cuaca dalam sebuah pernyataan Senin malam mengonfirmasi suhu tertinggi yang pernah tercatat di daratan Portugal selama bulan Juni sebesar 46,6 derajat Celsius pada tanggal 29 Juni di kota Mora, sebelah barat Lisbon.

Turki: Kebakaran hutan

Petugas pemadam kebakaran di seluruh Turki berusaha mengendalikan kebakaran hutan yang telah memaksa evakuasi sekitar 50.000 penduduk untuk hari ketiga berturut-turut.

Republik Ceko: Beruang kutub

Suhu diperkirakan akan mencapai 37 derajat Celsius pada hari Rabu di beberapa bagian Republik Ceko.

Kebun binatang Praha mendistribusikan hingga 10 metrik ton es, dengan perhatian khusus diberikan kepada beruang kutub. Direktur kebun binatang Miroslav Bobek mengatakan beruang saudara kembar Aleut dan Gregor menemukan potongan cumi-cumi beku. (yn)

Dia Melihat Tangan Kecil Putih Menjulur di Antara Anjing Liar dan Anaknya—Begitu Disadari, Air Mata pun Berlinang

EtIndonesia. Kita sering mendengar kisah manusia menyelamatkan hewan dari bahaya. Namun terkadang, peran dalam kisah itu justru terbalik. Ketika kita melihat kasih seorang ibu muncul dari seekor binatang, kita tak bisa menahan perasaan malu sebagai manusia. Di Argentina, seorang wanita bernama Alejandra Griffa mengalami sebuah peristiwa di jalanan yang mengguncang jiwanya…

Banyak hewan memiliki naluri keibuan yang sangat kuat. Di sekitar kita, anjing khususnya terkenal sebagai hewan yang cerdas dan penuh kasih. Mereka bisa merasakan kesedihan, kemarahan, dan kebahagiaan kita. Bahkan ketika kita hanya ingin ditemani, mereka akan dengan mudah memahami dan mendekap kita dengan kasih. Anjing pun bisa menunjukkan empati dan kebaikan yang luar biasa—bahkan tidak terbatas hanya kepada sesama jenisnya.

Di Argentina, seekor anjing liar bernama Way menjadi bukti nyata dari kasih sayang seperti itu. Belum lama ini, Way baru saja melahirkan beberapa anak. Menjadi ibu bagi anjing liar bukanlah hal mudah—mencari makanan di jalanan sangat sulit, musim dingin di Argentina bisa sangat kejam, dan bahaya bisa datang dari anjing liar lain, bahkan dari manusia.

Suatu pagi yang dingin, Alejandra Griffa, wanita yang tinggal di dekat sebuah area parkir, mendengar suara tangisan pelan dari arah luar. Rasa penasaran membawanya keluar rumah dan menelusuri sumber suara itu.

Saat dia sampai di dekat Way, dia melihat sebuah pemandangan yang membuatnya terperangah dan tercekat—di antara Way yang sedang berbaring bersama anak-anak anjingnya yang masih kecil dan lelap, tampak tangan mungil yang terkepal di tengah-tengah mereka.

Tepat di samping Way dan anak-anaknya, ternyata ada seorang bayi perempuan yang dibalut pakaian tipis. Di tengah musim dingin yang membekukan itu, sang ibu manusia tega meninggalkan bayi tak berdosa ini di lantai semen yang dingin, di sudut tempat parkir yang sepi. Namun, Way—anjing liar tanpa rumah—tidak tega membiarkan nyawa kecil itu membeku sendirian.

Dengan tubuhnya yang kecil dan bulu yang hangat, Way memeluk bayi itu erat, seolah benar-benar seorang ibu yang berusaha memberikan semua kehangatan dan perlindungan yang dia punya.

Alejandra menitikkan air mata. Dia segera mengambil ponsel dan mengabadikan momen memilukan namun penuh harapan ini.

Diduga, pada malam hari, Way yang sedang mencari makanan mendengar tangisan bayi. Alih-alih pergi, dia justru menghampiri dan membawa anak-anak anjingnya satu per satu ke sisi bayi itu, lalu mengelilingi sang bayi bersama mereka, menjaga dan menghangatkan tubuh kecil itu sepanjang malam.

Alejandra segera mengangkat bayi tersebut dan berlari menuju rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa bayi itu baru berusia satu bulan. Jika bukan karena perlindungan Way, bayi itu sudah pasti tewas kedinginan malam itu. Sang dokter menenangkan Alejandra bahwa bayi itu akan segera pulih dan sehat kembali.

Tak lama kemudian, pihak kepolisian berhasil menemukan ibu kandung si bayi—seorang wanita berusia 33 tahun yang ternyata menderita depresi berat, sehingga nekat meninggalkan bayinya di tempat terbuka.

Semua orang terharu. Way, seekor anjing liar tanpa rumah dan tanpa suara, menyelamatkan satu nyawa manusia. Ia mungkin bukan manusia, namun hatinya yang penuh kasih sayang melampaui banyak dari kita yang memiliki akal dan suara.

Peristiwa Serupa di Musim Dingin Argentina

Kasus seperti ini ternyata bukan yang pertama terjadi di Argentina. Pada bulan Agustus 2008, juga di tengah musim dingin, peristiwa mengharukan serupa terjadi—kali ini di sebuah ladang sepi di pedesaan.

Menurut laporan CNN kala itu, Kepala Kepolisian Provinsi Buenos Aires, Daniel Salcedo, menceritakan bahwa seorang pria yang sedang keluar rumah malam-malam terkejut melihat seekor anjing betina dan enam ekor anaknya sedang melingkari seorang bayi manusia yang tergeletak di tanah kosong.

Malam itu, suhu udara turun hingga di bawah 3 derajat Celsius. Polisi menyatakan bahwa anjing betina itu membawa bayi dari tempat dia ditemukan sekitar 50 meter jauhnya, lalu menempatkannya bersama anak-anaknya, seolah menganggap bayi itu sebagai salah satu dari anaknya sendiri.

“Dia memperlakukan bayi itu seperti anak-anaknya sendiri—dan menyelamatkan nyawanya,” ujar Salcedo. “Jika bukan karena anjing ini, bayi itu tidak mungkin bisa bertahan hidup malam itu. Dia adalah pahlawan kita.”

Direktur Rumah Sakit Melchor Romero di La Plata, dr. Egidio Melia, mengatakan bahwa polisi membawa bayi itu ke rumah sakit sekitar pukul 11:30 malam. Saat itu, bayi baru berusia beberapa jam saja, dengan berat sekitar 4 kilogram. Meski terdapat sedikit luka dan memar ringan, secara keseluruhan kondisi bayi sangat sehat.

Keesokan paginya, ibu dari bayi itu—yang ternyata masih remaja—diantar tetangga ke rumah sakit, dan kemudian dirawat secara intensif, baik fisik maupun mental. Sementara itu, bayinya dipindahkan ke rumah sakit anak-anak provinsi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penutup yang Menggetarkan Hati

Dalam dua kisah nyata ini, seekor anjing liar dengan naluri keibuannya menyelamatkan nyawa seorang manusia kecil—sesuatu yang seharusnya dilakukan manusia.

Mereka tidak mengenal bayi itu, tidak punya kewajiban apa pun. Tapi kasih yang murni dalam diri mereka mendorong mereka untuk melindungi, memeluk, dan memberikan segalanya tanpa pamrih.

Kita yang membaca kisah ini hanya bisa terdiam dan berpikir dalam hati: “Mereka memang tidak berbicara, tidak mengerti hukum, tidak duduk di sekolah—tapi mereka tahu arti mencintai, dan tahu bagaimana menyelamatkan kehidupan.”

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk tidak pernah mengabaikan kasih, sekecil apa pun, kepada sesama makhluk hidup. Karena kadang, harapan itu datang dari yang paling tak terduga—seperti dari sekumpulan kaki berkaki empat yang tidak pernah lelah mencintai. (jhn/yn)

Donald Trump Kecam Jepang yang Enggan Membeli Beras dari AS, Beri Peringatan Kenaikan Tarif 35%

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengecam Jepang pada hari Senin (1/7), menuduh negara itu enggan membeli beras hasil produksi Amerika dan mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya negosiasi perdagangan.

Dalam sebuah posting di Truth Social Donald Trump menulis: “Untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa manjanya negara-negara terhadap Amerika Serikat… mereka tidak mau mengambil BERAS kita, padahal mereka mengalami kekurangan beras yang sangat besar. Kami hanya akan mengirimi mereka surat, dan kami senang memiliki mereka sebagai mitra dagang selama bertahun-tahun mendatang.”

Menurut Reuters, Jepang sebenarnya telah mengimpor beras AS dalam jumlah yang sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir karena harga beras hasil produksi dalam negeri telah meroket sejak tahun lalu, yang merugikan konsumen.

Namun, Tokyo membatasi impor beras pokok bebas tarif – yang dikonsumsi sebagai makanan, bukan beras yang digunakan untuk pakan ternak atau bahan dalam produk lain – pada 100.000 metrik ton per tahun dan mengenakan pungutan sebesar 2,37 dolar per kg untuk jumlah apa pun di atas itu. Jumlah tersebut merupakan sebagian kecil dari total konsumsi tahunan Jepang yang sekitar 7 juta ton.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa kesepakatan perdagangan dengan Jepang tidak mungkin terjadi sebelum batas waktu 9 Juli, dan mengancam akan menaikkan tarif impor Jepang menjadi 30 atau 35 persen.

Berbicara kepada wartawan di Air Force One, Trump mengkritik keengganan Jepang untuk menerima impor beras AS, serta ketidakseimbangan dalam perdagangan otomotif antara kedua negara.

“Saya tidak yakin kita akan membuat kesepakatan,” kata Trump. “Saya meragukannya dengan Jepang; mereka sangat tangguh.”

Sementara Trump memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen pada sebagian besar mitra dagang pada bulan April, dia mengumumkan – kemudian menunda – tarif yang lebih tinggi pada puluhan negara untuk memberi ruang bagi negosiasi.

Penundaan ini berakhir pada tanggal 9 Juli, yang berarti tarif yang lebih tinggi akan mulai berlaku minggu depan jika negara-negara gagal mencapai kesepakatan dengan Washington untuk menghindarinya.(yn)

Si Ayah Kuasai Jurus Langka, Gunakan “Tieshankao” dari Baji Quan untuk Petik Buah Aprikot bagi Anaknya 

Baru-baru ini, seorang ayah muda di Liaoning, Tiongkok  menunjukkan keahlian bela dirinya dengan menggunakan jurus “Tieshankao” dari Baji Quan aliran Huo untuk membantu anaknya memetik aprikot dari pohon. Sekali tubruk, buah aprikot pun berguguran bak hujan. Keahlian bela dirinya menuai banyak pujian dari netizen.

EtIndonesia. Luo Tianxiao, pewaris generasi keempat Baji Quan aliran Huo dari Fushun, Liaoning, mengunggah sebuah video di akun media sosialnya pada 29 Juni yang langsung menjadi perbincangan hangat.

Hari itu, Luo dan keluarganya sedang jalan-jalan dan melewati sebuah pohon aprikot yang sarat buah. Anak lelakinya berlari ke bawah pohon, mengambil aprikot yang jatuh ke tanah.

Dalam video, terlihat Luo perlahan berjalan mendekati pohon dan berkata kepada putranya: “Baiklah, ayah bantu kamu turunkan aprikotnya.”

Tampak ia menyentuh batang pohon sejenak, lalu dengan seketika menggunakan tubuhnya untuk menghantam batang pohon dengan kekuatan besar. Dalam sekejap, buah aprikot berjatuhan seperti hujan.

“Wooh!” seru sang istri yang merekam video, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Anak mereka dengan gembira memungut aprikot dari tanah dan mengumpulkan satu kantong besar penuh, tertawa bahagia, dan seluruh keluarga pun mendapatkan hasil yang melimpah.

Usai kejadian itu, Luo Tianxiao menjelaskan kepada netizen bahwa ia memang pewaris asli Baji Quan aliran Huo generasi keempat. Jurus yang ia gunakan saat itu adalah jurus khas “Tieshankao” (Tubrukan Gunung Besi).

“Ini salah satu teknik klasik dari Baji Quan, disebut ‘Tieshankao’, teknik menubruk dari jarak dekat,” jelasnya sambil tersenyum. “Awalnya ini memang untuk pertarungan, tapi ternyata juga sangat berguna untuk menurunkan aprikot dari pohon.”

Pada 1 Juli, tagar “Ayah Gunakan Tieshankao dari Baji Quan untuk Petik Aprikot” masuk dalam daftar trending di media sosial. Banyak netizen memuji Luo atas kekuatan ledaknya yang luar biasa.

Komentar netizen antara lain:

“Keren banget jurus Tieshankao si Ayah! Bantu anak petik aprikot sambil pamer bela diri, berguna dan menghangatkan hati.”

  • “Sepuluh tahun Baji tak dikenal, sekali tubruk aprikot semua orang tahu.”
  • “Menurutku, bisa atau tidaknya berlatih Tieshankao tergantung seberapa gemuk kamu,” ujar salah satu netizen dengan nada bercanda.

Diketahui, “Tieshankao” adalah salah satu dari enam jurus pembuka utama dalam Baji Quan. Gaya bertarungnya dikenal simpel, keras, gerakan pendek tapi ganas, menghantam dengan keras, dan sangat agresif serta penuh kekuatan.

Seorang pria dewasa dengan tinggi sekitar 175 cm dan tubuh kekar bisa menghasilkan daya hantam dua hingga tiga ratus jin (setara 100–150 kg), cukup kuat untuk mengguncang pohon dan menjatuhkan buah aprikot. (Hui/asr)

Luo Tingting /Zhu Xinrui – NTDTV.com

Trump Tandatangani Perintah Cabut Sanksi terhadap Suriah, Izinkan Kembali ke Sistem Keuangan Global

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (30 Juni) menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri program sanksi terhadap Suriah, sekaligus mengakhiri isolasi negara tersebut dari sistem keuangan internasional.

Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, pada Mei lalu bertemu Trump di Arab Saudi. Secara mengejutkan, Trump kemudian mengumumkan pencabutan sanksi AS terhadap Suriah dan secara signifikan melonggarkan pembatasan terkait.

Departemen Keuangan AS pun mengeluarkan izin umum yang mengizinkan transaksi dengan pemerintahan sementara yang dipimpin Sharaa, Bank Sentral Suriah, serta perusahaan-perusahaan milik negara—sehingga memungkinkan Suriah kembali terhubung dengan sistem keuangan global.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers  30 Juni menyatakan bahwa perintah Trump ini tetap memungkinkan AS untuk melanjutkan sanksi terhadap mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang masih dalam pengasingan, serta terhadap individu yang terkait dengan Assad, pelanggar HAM, penyelundup narkoba, dan pelaku yang terlibat dalam aktivitas senjata kimia.

Pada Desember 2024, kelompok pemberontak Islamis Suriah Hayat Tahrir al-Sham (HTS) memimpin serangan kilat yang berhasil menggulingkan rezim Assad. Sejak kudeta tersebut, Suriah mulai membangun kembali hubungan dengan komunitas internasional.

Dalam dokumen resmi Gedung Putih dijelaskan bahwa perintah Trump juga memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk meninjau kembali status HTS sebagai organisasi teroris, serta apakah Suriah masih layak dikategorikan sebagai negara sponsor terorisme. HTS sebelumnya merupakan afiliasi dari jaringan Al-Qaeda.

Bagi Suriah, pencabutan sanksi ini sangat penting karena memungkinkan investor dan perusahaan menanamkan modal jangka panjang tanpa khawatir melanggar sanksi AS.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani menulis di platform media sosial X bahwa tindakan Trump ini “akan membuka pintu bagi proses rekonstruksi dan pembangunan yang telah lama dinantikan.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Israel Akan Gunakan Pesawat Pengebom B2 di Yaman? Utusan AS Memberi Isyarat Setelah Serangan Rudal oleh Houthi

EtIndonesia. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee mengancam akan meluncurkan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit di Yaman setelah Israel mencegat rudal yang diluncurkan oleh Houthi pada hari Senin (1/7). Pernyataan Huckabee muncul setelah Houthi Yaman mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menargetkan Israel dengan berkoordinasi dengan Iran.

Menanggapi serangan terbaru tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengeluarkan ancaman, dengan mengatakan bahwa Houthi akan menghadapi nasib yang sama seperti Iran jika mereka terus menargetkan Israel.

Selain itu, Huckabee mengatakan bahwa pesawat pengebom B2 perlu digunakan terhadap Yaman juga, mengacu pada penggunaan bom siluman yang digunakan oleh AS terhadap situs nuklir Iran.

“Kami pikir kami sudah selesai dengan rudal yang datang ke Israel, tetapi Houthi baru saja menyalakan satu rudal di atas kami di Israel. Untungnya, sistem intersepsi Israel yang luar biasa berarti kami harus berlindung dan menunggu sampai semuanya aman,” tulis Huckabee di X.

“Mungkin pembom B2 itu perlu mengunjungi Yaman!” tambahnya.

Merujuk pada konflik 12 hari bulan lalu di mana Israel menargetkan program nuklir dan rudal Iran, Katz mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Nasib Yaman sama dengan Teheran… Setelah menyerang kepala ular di Teheran, kami juga akan menyerang Houthi di Yaman. Siapa pun yang mengangkat tangan melawan Israel — tangan itu akan dipotong.”

Houthi menargetkan Israel

Kelompok Yaman menargetkan Jaffa di Israel tengah dengan beberapa rudal balistik dalam 24 jam terakhir, kata juru bicara militer Yehya Sarea dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Menang untuk rakyat Palestina dan Iran yang tertindas… Operasi ini dikoordinasikan dengan operasi yang dilakukan oleh tentara Iran terhadap musuh kriminal Israel,” tambahnya.

Pemberontak Houthi telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak berulang kali terhadap Israel sejak serangan sekutu Palestina mereka, Hamas, pada Oktober 2023 terhadap Israel memicu perang Gaza.

Houthi, yang mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina, menghentikan serangan mereka selama gencatan senjata dua bulan di Gaza yang berakhir pada bulan Maret, tetapi melanjutkannya setelah Israel melanggar gencatan senjata. Israel telah melakukan beberapa serangan balasan di Yaman, yang menargetkan pelabuhan yang dikuasai Houthi dan bandara di ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa. (yn)

Berbicara Adalah Sebuah Seni dalam Interaksi Antarpersonal

EtIndonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari aktivitas berbicara. Berbicara merupakan alat paling penting bagi manusia untuk bertukar pikiran dan perasaan. Oleh karena itu, secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang pandai berbicara cenderung memiliki lebih banyak teman, sementara mereka yang kurang pandai berbicara cenderung kesulitan dalam membangun hubungan sosial.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “pandai berbicara”? Apakah berbicara panjang lebar, lancar dan berwawasan luas, mampu membuat orang tertawa atau serius, serta fasih mengutip berbagai referensi sudah cukup disebut pandai berbicara? Tidak selalu.

Pakar linguistik terkenal, Wang Li, pernah mengatakan: “Perempuan yang marah di jalan pun bisa bicara secepat kilat, begitu juga penjual obat keliling yang pandai menjual dagangan mereka—tetapi kita tetap tidak bisa menyebut mereka sebagai orang yang pandai berbicara.”

Ada juga orang yang pandai mengarang cerita, lihai menipu orang dengan wajah tak bersalah, dan menganggap itu sebagai keterampilan berbicara. Tapi akhirnya, orang-orang seperti itu justru sering menjadi korban dari kecerdikannya sendiri—semakin pandai mereka bersilat lidah, semakin cepat pula mereka kehilangan kepercayaan orang lain.

Berbicara Memang Seni yang Sulit Dikuasai

Berbicara adalah seni dan keterampilan yang sulit. Orang yang benar-benar mampu menguasai seni berbicara dengan tepat sangat jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam masyarakat ada pepatah: “Satu kalimat bisa membuat orang tertawa, satu kalimat bisa membuat orang naik pitam.”

Tapi, orang seperti ini—yang mampu menempatkan kata pada tempatnya—jumlahnya sangat sedikit.

Beberapa tahun lalu, sempat populer sebuah buku berjudul “Seni Berbicara” yang memaparkan banyak teknik komunikasi yang efektif. Namun, saat kita benar-benar berada dalam situasi nyata, sangat sulit untuk mengingat dan menerapkannya. Karena itu, kemampuan berbicara tidak bisa dipalsukan—dalam beberapa kalimat saja, watak asli seseorang akan terlihat.

Sebagian orang memilih untuk berbicara sesedikit mungkin, berpegang pada prinsip “semakin banyak bicara, semakin besar kemungkinan salah ucap.” Tapi, ini juga bukan solusi yang tepat. Sebab, jika seseorang memang tidak pandai berbicara, bahkan satu atau dua kalimat saja bisa membuat orang merasa tidak nyaman.

Hal ini serupa dengan orang yang tidak pandai menulis: baru menulis empat atau lima kalimat, tiga di antaranya sudah tidak bermutu. Sebaliknya, penulis yang handal bisa menyusun tulisan panjang tanpa satu pun kalimat yang mubazir.

Gaya Bicara Menunjukkan Karakter

Cara seseorang berbicara adalah cerminan langsung dan akurat dari karakter dan pengalaman hidupnya.

  • Ada orang yang bicara tanpa berpikir, mengatakan apa saja yang ada di kepalanya tanpa pertimbangan. Bahkan ketika menyampaikan kekurangan orang lain, ia melakukannya tanpa tedeng aling-aling.

   Orang seperti ini biasanya jujur dan terus terang, tipe “apa adanya”, tetapi juga cenderung minim pengalaman sosial dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan norma-norma pergaulan.

  • Sebaliknya, ada orang yang terlalu berputar-putar dalam berbicara, terlalu hati-hati, sampai akhirnya tidak menyampaikan maksudnya secara jelas. Kadang, mereka bahkan terlalu memuji dan mengubah kekurangan orang lain menjadi kelebihan dengan kata-kata manis yang tidak jujur. Ini justru bisa membuat orang lain merasa palsu dan tidak tulus.

Lalu, bagaimana seharusnya?

Orang yang benar-benar pandai berbicara, akan tahu bagaimana memberikan pujian yang tulus dan sewajarnya atas kelebihan orang lain, dan saat menghadapi kekurangan orang lain, akan menyampaikan dengan cara yang halus dan menjaga harga diri lawan bicara.

Mereka adalah orang-orang yang kaya akan pengalaman hidup dan sosial, tahu kapan harus bicara, tahu kepada siapa bicara, dan tahu bagaimana menyesuaikan nada dan isi bicara sesuai situasi.

Berbicara di Dunia Kerja: Seni Komunikasi yang Harus Dikuasai

Di lingkungan kerja, setiap orang setiap hari pasti akan berinteraksi—baik dengan rekan kerja maupun atasan. Maka kemampuan berbicara sangat menentukan: Apa yang dikatakan, bagaimana cara menyampaikannya, mana yang bisa diucapkan dan mana yang tidak boleh, semua itu mencerminkan sejauh mana seseorang memahami seni berbicara.

Banyak orang mengalami kesulitan di tempat kerja bukan karena kurang cakap dalam tugas, melainkan karena tidak tahu cara berbicara yang tepat.

Contohnya adalah Budi, seorang staf administrasi di sebuah lembaga pemerintah. Dia dikenal pendiam dan introvert, tapi saat dimintai pendapat, jawabannya selalu menyinggung perasaan orang lain.

Suatu hari, seorang rekan kerja membeli baju baru. Saat teman-temannya memuji, Budi  justru berkata: “Kamu terlalu gemuk, baju itu nggak cocok. Warna itu terlalu mencolok untukmu, sebaiknya pilih yang lain.”

Meskipun apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah, namun cara penyampaiannya terlalu keras dan tanpa empati. Teman yang menjadi sasaran komentar merasa tersinggung, dan orang-orang di sekitarnya pun merasa canggung.

Lambat laun, Budi dijauhi oleh rekan-rekannya. Tak ada yang ingin lagi meminta pendapatnya. Dan meski dia tahu dirinya tidak disukai karena cara bicaranya, dia tetap tidak bisa mengubah kebiasaannya berbicara secara blak-blakan.

Sekarang, hampir tak ada orang yang mau berbincang dengannya di tempat kerja. Dia sendiri menyadari mengapa orang-orang menjauhinya, namun tak mampu mengubah cara berkomunikasinya.

Penutup: Komunikasi Adalah Kompetensi yang Perlu Dinilai

Kasus seperti Budi tidak sedikit jumlahnya. Orang yang tidak pandai berbicara sering kali menimbulkan masalah dalam komunikasi. Karena itu, untuk posisi pekerjaan yang mementingkan kemampuan komunikasi, proses rekrutmen sebaiknya memperhatikan cara bicara calon pelamar.

Berbicara bukan sekadar melontarkan kata. Ia adalah cermin kepribadian, kecerdasan emosional, serta kemampuan bersosialisasi seseorang. Dalam banyak situasi, satu kalimat bisa mendekatkan atau menghancurkan hubungan.

Maka dari itu, menguasai seni berbicara adalah bekal penting dalam membangun relasi yang sehat, baik dalam pergaulan sosial maupun dalam dunia profesional. (jhn/yn)

Ketahuan Pakai Starlink di Iran? Siap-siap Dijatuhi Hukuman Mati demi Tutup Akses Dunia!

EtIndonesia. Parlemen Iran secara resmi mengesahkan undang-undang kontroversial yang melarang keras penggunaan jaringan internet satelit Starlink, yang dimiliki oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk. Sanksi bagi pelanggar bukan main-main: siapa pun yang kedapatan menggunakan Starlink kini terancam hukuman mati. Langkah ekstrem ini menambah daftar panjang upaya Pemerintah Iran untuk mengendalikan arus informasi dan membatasi kebebasan berekspresi di tengah situasi politik yang semakin memanas.

Starlink, Satu-satunya Jalur Informasi Saat Krisis

Laporan harian Jepang Asahi Shimbun mengungkapkan bahwa Pemerintah Iran menganggap layanan Starlink sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional. Pemerintah khawatir sistem internet satelit ini mampu menerobos seluruh mekanisme pengawasan dan sensor negara, sehingga memungkinkan warga Iran mengakses informasi global tanpa batasan yang biasanya diberlakukan rezim.

Ketakutan pemerintah bukan tanpa alasan. Ketika terjadi kerusuhan nasional pada bulan Juni lalu, Pemerintah Iran memutus seluruh jaringan internet domestik demi mencegah penyebaran informasi dan koordinasi massa. Akibatnya, aktivitas ekonomi lumpuh: bank tidak beroperasi, transaksi keuangan terhenti, dan jutaan warga kehilangan akses ke layanan digital penting. Dalam kondisi penuh ketidakpastian tersebut, jaringan Starlink menjadi satu-satunya pintu bagi rakyat Iran untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Elon Musk, pendiri SpaceX, telah secara terbuka mengumumkan bahwa layanan Starlink diaktifkan di Iran sebagai upaya untuk membantu warga negara tersebut mendapatkan akses informasi yang lebih luas. Data dari berbagai sumber memperkirakan saat ini terdapat sekitar 20.000 hingga 40.000 terminal Starlink aktif di seluruh Iran, sebagian besar di antaranya diperoleh melalui jalur pasar gelap.

Undang-Undang Baru: Pengguna Starlink Dicap sebagai Penjahat Negara

Undang-Undang yang baru disahkan ini, menurut laporan Asahi TV, memasukkan penggunaan alat komunikasi tanpa izin—termasuk terminal Starlink—sebagai kejahatan besar dalam kategori “korupsi di muka bumi” (efsad fel-arz). Istilah ini selama ini kerap digunakan oleh otoritas Iran untuk menjerat lawan politik, aktivis, atau siapa pun yang dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas rezim. Dalam praktik peradilan Iran, dakwaan “korupsi besar” bisa dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hingga eksekusi mati.

Langkah parlemen ini secara eksplisit menyebut nama Starlink sebagai alat komunikasi yang dilarang keras. Penegasan ini menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Iran memandang internet bebas sebagai ancaman eksistensial, sekaligus menandakan betapa pentingnya akses internet satelit bagi rakyat yang selama ini hidup dalam sistem kontrol yang sangat ketat.

Respons Global dan Kekhawatiran HAM

Pengesahan undang-undang ini langsung menuai kritik tajam dari komunitas internasional. Sejumlah lembaga hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, menganggap tindakan Iran sebagai pelanggaran berat terhadap kebebasan berekspresi dan hak untuk mendapatkan informasi. Mereka menyerukan agar masyarakat internasional menekan pemerintah Iran untuk mencabut aturan ini, mengingat potensi dampaknya yang sangat serius terhadap hak hidup dan kebebasan warga negara.

Para pengamat menilai, langkah ini juga akan memperdalam isolasi Iran dari dunia luar, memperburuk citra pemerintah di mata internasional, dan makin mendorong warga Iran untuk mencari akses ke teknologi komunikasi alternatif melalui jalur ilegal.

Dilema Warga: Antara Akses Informasi dan Ancaman Nyawa

Bagi masyarakat Iran, keputusan parlemen ini menempatkan mereka pada dilema ekstrem: memilih tetap terhubung dengan dunia luar melalui Starlink dengan risiko hukuman mati, atau menyerah pada sensor pemerintah dan hidup dalam keterisolasian informasi. Banyak warga, terutama generasi muda dan para aktivis, merasa terpukul dan khawatir atas ancaman nyata yang kini mengintai mereka.

Seorang aktivis hak digital yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media asing mengatakan: “Akses ke Starlink adalah satu-satunya cara kami mengetahui kebenaran. Tanpa itu, kami akan buta informasi. Tapi sekarang, kami harus menimbang nyawa kami sendiri.”

Teknologi Satelit: Ancaman atau Penyelamat?

Kasus Iran menunjukkan betapa besar peran teknologi satelit seperti Starlink di negara-negara yang memberlakukan sensor ketat atas internet. Di satu sisi, sistem ini bisa menjadi penyelamat bagi mereka yang ingin lepas dari kontrol pemerintah otoriter. Namun di sisi lain, penggunaannya berisiko tinggi karena dijadikan alasan penindasan lebih lanjut oleh rezim yang berkuasa.

Langkah Iran menjadi peringatan bagi dunia bahwa pertempuran atas kebebasan informasi dan hak digital belum selesai. Selagi teknologi berkembang pesat, negara-negara otoriter pun tak tinggal diam—mereka siap menggunakan segala cara, termasuk ancaman hukuman mati, demi mempertahankan kendali atas rakyatnya.

150 Ekor Husky Menyelamatkan 10.000 Nyawa

EtIndonesia. Pecinta anjing sering berkata: “Anjing adalah sahabat terbaik manusia.” Namun, kadang-kadang, mereka bahkan lebih dari sekadar sahabat—mereka adalah penyelamat hidup manusia.

Di mata banyak orang kota, anjing jenis husky kerap dianggap lucu, lincah, dan sedikit “konyol”—seekor hewan peliharaan yang menggemaskan. Tapi jauh di wilayah paling utara dunia yang dingin dan keras, husky dikenal sebagai anjing penarik kereta salju yang tangguh dan pemberani, dan pernah mencetak sejarah penyelamatan manusia yang luar biasa.

Kisah Nyata Tahun 1925: Penyelamatan di Nome, Alaska

Pada bulan Januari 1925, kota kecil Nome di Alaska menghadapi krisis wabah difteri yang mematikan. Untuk menyelamatkan ribuan penduduk kota itu, lebih dari 150 anjing penarik kereta salju, termasuk husky-husky Siberia, menempuh perjalanan sejauh 1.085 km dalam waktu hanya enam hari, menerobos badai dan suhu ekstrem untuk mengantarkan serum penawar difteri yang sangat berharga.

Kisah heroik ini dikenal luas sebagai “Serum Run to Nome” atau juga disebut “Balapan untuk Hidup”, yang menyelamatkan lebih dari 10.000 nyawa.

Kondisi Mendesak: Difteri Menyerang Nome

Pada Januari 1925, wabah difteri menyerang Nome, Alaska. Empat anak telah meninggal, dan ribuan penduduk asli Alaska yang tinggal di sana sangat rentan terhadap penyakit ini. Jika tanpa serum antitoksin, tingkat kematian bisa mendekati 100%. Dokter satu-satunya di kota itu, Curtis Welch, segera mengirim telegram darurat untuk meminta satu juta unit serum difteri.

Namun, Nome berada di lokasi yang sangat terpencil. Tidak ada jalan darat langsung ke sana, dan pada saat itu hanya ada tiga pesawat di seluruh Alaska, yang semuanya tidak bisa digunakan karena musim dingin ekstrem. Satu-satunya pilihan yang tersisa: mengangkut serum dengan kereta salju yang ditarik anjing.

Husky: Anjing Salju Terbaik

Anjing husky Siberia adalah jenis utama yang digunakan sebagai penarik kereta salju di Alaska. Mereka kuat, cepat, dan tahan terhadap suhu ekstrem. Lapisan bulu luar mereka yang lebat dan bulu bawah yang melingkar memberikan isolasi panas maksimal, dengan kebutuhan makan yang relatif rendah—ideal untuk kondisi terberat.

Biasanya, perjalanan dari titik terdekat kereta api di Nenana ke Nome akan memakan waktu 25 hari. Tapi serum ini hanya akan bertahan selama enam hari. Artinya, waktu pengantaran harus empat kali lebih cepat dari biasanya.

Dengan bantuan Kantor Pos AS, 20 regu musher (pengendara kereta salju) dan lebih dari 150 ekor anjing, disiapkan untuk melaksanakan relay sepanjang 674 mil melalui badai salju dan malam Arktik.

Rute Paling Berbahaya: Es Laut dan Gunung

Bagian paling berbahaya dari rute ini dipercayakan kepada seorang musher legendaris bernama Leonhard Seppala, yang memimpin tim husky-nya melalui rute sepanjang 274 km—dua kali lebih jauh dibanding regu lainnya—dan harus melintasi Teluk Norton yang penuh es.

Teluk itu tertutup lapisan es tipis sepanjang 20 mil, yang tidak stabil. Menyusuri pinggir teluk untuk mencari rute aman akan membuang waktu yang sangat berharga. Seppala sadar bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan.

Dalam kegelapan malam yang pekat dan badai salju yang menggila, dia hanya bisa mengandalkan pemimpin tim anjingnya—seekor husky legendaris bernama Togo.

Togo: Sang Pahlawan Sejati

Dengan indra sensitif di kumisnya, Togo mampu mendeteksi aliran udara dan permukaan es yang tidak stabil. Dalam suhu beku antara -34 hingga -46°C, saat Seppala tak bisa melihat jalan dan tak bisa mendengar retakan es karena badai, Togo dengan sempurna menavigasi seluruh tim melalui es yang tipis dan mematikan.

Seppala berkata bertahun-tahun kemudian: “Saya tak pernah menemukan anjing sebaik Togo. Kekuatan, kesetiaan, dan kecerdasannya tak tertandingi. Togo adalah anjing terbaik yang pernah melintasi Alaska.”

Setelah berhasil melintasi teluk, mereka juga harus menaklukkan Gunung Little McKinley yang memiliki ketinggian sekitar 1.500 meter. Meski telah berlari selama empat hari tanpa henti, tim Togo tetap berhasil mendaki gunung dan menyerahkan serum tepat waktu ke musher berikutnya: Gunnar Kaasen, dan anjing pemimpinnya Balto.

Akhirnya Sampai: Lima Hari Setengah Menyelamatkan Kota

Kaasen dan timnya berlari 70 mil terakhir, dan akhirnya tiba di Nome sehari kemudian, hanya setengah hari sebelum serum kedaluwarsa. Semua kontainer serum dalam kondisi utuh.

Lebih dari 10.000 penduduk diselamatkan.

Perjalanan heroik sejauh 674 mil dalam kondisi musim dingin terburuk dalam 20 tahun itu membuat anjing-anjing husky dan para musher menjadi legenda.

Untuk mengenang kisah ini, sebuah patung perunggu Balto—anjing pemimpin di etape terakhir—didirikan di Central Park, New York. Patung itu masih berdiri hingga kini, menjadi simbol keberanian dan pengabdian anjing terhadap manusia.

Togo: Pahlawan yang Sebenarnya

Togo (17 Oktober 1913 – 5 Desember 1929) adalah anjing husky pemimpin yang menjadi kunci keberhasilan pengantaran serum. Dia adalah anak dari anjing pemimpin Seppala sebelumnya, Suggen, namun pada awalnya dianggap tidak cocok sebagai anjing kereta salju.

Tubuh Togo lebih kecil dari anjing lainnya, berbobot sekitar 22 kg. Bulu hitam, coklat, dan abu-abu yang menyelimuti tubuhnya membuat wajahnya tampak kotor. Dia juga sakit-sakitan saat kecil, dan istrinya Seppala yang merawatnya dengan penuh kasih.

Namun, Togo punya sifat keras kepala dan liar—hingga awalnya dianggap “bermasalah” dan diberikan kepada keluarga lain sebagai anjing peliharaan. Tapi hanya beberapa minggu kemudian, Togo melompat keluar jendela rumah dan berlari berkilometer-kilometer kembali ke rumah Seppala.

Sejak saat itu, Seppala tidak pernah berniat menyerahkan Togo kepada siapa pun lagi.

Saat pertama kali dimasukkan ke dalam regu kereta, Togo justru mengganggu tim dan berusaha bermain dengan anjing lain. Tapi setelah dipasangkan pada tali kereta dan diajak berlari, dia menempuh jarak 75 mil dalam satu hari—prestasi luar biasa untuk anak anjing tak berpengalaman.

Seppala menjulukinya “si jenius cilik”, dan berkata: “Saya menemukan pemimpin sejati yang selama ini saya cari.”

Togo menjadi anjing pemimpin utama Seppala selama 7 tahun, dan saat misi serum terjadi, dia sudah berusia 12 tahun—tapi masih menunjukkan kekuatan dan keberanian luar biasa, membawa tim melewati etape paling berbahaya dalam keseluruhan misi.

Penutup: Keteladanan Seekor Husky

Kisah 150 ekor husky dan para pengemudinya yang mempertaruhkan hidup mereka demi menyelamatkan manusia bukan hanya legenda, melainkan bukti nyata tentang keberanian, kesetiaan, dan ketulusan tanpa syarat.

Mereka bukan hanya sahabat manusia—mereka adalah penyelamat, pahlawan, dan simbol kemanusiaan sejati.

Di tengah dinginnya Siberia dan gelapnya badai, husky-husky itu berlari tanpa henti demi secercah harapan. Sampai hari ini, kisah mereka terus menghangatkan hati dunia.(jhn/yn)

Mantan Kepala Badan Intelijen Pertahanan AS : Beijing Sedang Alami Pergantian Kekuasaan, Kabar Xi Jinping Lengser Ramai di Kalangan Politik AS

Baru-baru ini, kabar bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) kehilangan kekuasaan terus berkembang di kalangan elit politik Amerika dan media internasional. Pada 30 Juni, Politbiro PKT mengadakan rapat untuk membahas “Peraturan Kerja Lembaga Koordinasi Keputusan Pusat Partai”, yang disebut-sebut bertujuan untuk memperkuat desain tingkat tinggi dan koordinasi menyeluruh dalam pelaksanaan kebijakan besar. Para ahli menilai bahwa langkah ini akan mematahkan sistem kekuasaan satu orang dan memperkuat spekulasi bahwa Xi Jinping telah kehilangan kekuasaan.

EtIndonesia. Pada 30 Juni, Politbiro PKT menggelar rapat untuk membahas “Peraturan Kerja Lembaga Koordinasi Keputusan Pusat”. Kantor berita milik PKT, Xinhua, melaporkan bahwa pendirian lembaga koordinasi ini dan penerapan peraturan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan pusat dalam pengambilan keputusan strategis serta pelaksanaan tugas besar secara terpadu.

Namun, meskipun rapat tersebut dipimpin oleh Xi Jinping, laporan resmi yang dirilis tidak mencantumkan kalimat rutin seperti “berpusat pada Xi Jinping”, yang selama ini selalu dicantumkan — sebuah perubahan yang cukup mencolok.

 “Ini sama sekali tidak berarti bahwa hanya karena Xi Jinping memimpin rapat itu, dia telah kembali ke posisi dominan seperti dulu. Ini justru terasa seperti kembali ke sistem kepemimpinan kolektif, dengan menekankan koordinasi dan kepemimpinan terpadu, yang sejatinya adalah upaya untuk memperbaiki atau menghindari keadaan pemerintahan satu orang yang absolut,” ujar Peneliti dari Institut Penelitian Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

Sejak Xi Jinping tiba-tiba menghilang dari publik selama dua minggu dari 21 Mei hingga 4 Juni, muncul spekulasi luas bahwa kekuasaannya telah dikurangi. 

Dalam beberapa waktu terakhir, para pejabat militer terdekat Xi banyak yang tersingkir atau menghilang secara misterius, sementara di bidang diplomatik juga terjadi banyak keanehan, semua ini menarik perhatian media dan politisi utama Amerika Serikat.

Pada 27 Juni, pensiunan Letjen Angkatan Darat AS sekaligus mantan Penasehat Keamanan Nasional dan Direktur Badan Intelijen Pertahanan (DIA),  Michael Flynn, menulis di platform X bahwa jelas sedang terjadi pergantian kekuasaan di Tiongkok, yang akan membawa dampak sangat besar.

Sehari kemudian, mantan diplomat senior AS Gregory W. Slayton juga menulis di New York Post bahwa berdasarkan situasi beberapa bulan terakhir, tampaknya kejatuhan Xi sudah sangat dekat dan bahwa para “tetua” PKT tengah mengatur segalanya dari balik layar.

Tang Jingyuan, pembawa acara program “Jingyuan Bicara”, mengatakan:  “Jenderal Flynn bukan orang yang sembarangan berbicara. Jika dia tidak memiliki informasi intelijen yang kuat atau sumber yang terpercaya, dia tidak akan berani dengan terang-terangan membuat pernyataan seperti itu di platform X, memperingatkan bahwa sesuatu yang besar telah terjadi dalam tubuh PKT.”

Belakangan ini, di luar negeri beredar berbagai versi tentang siapa pengganti Xi. Namun, analisis menyebutkan bahwa dengan berbagai krisis internal dan eksternal serta meningkatnya ketidakpuasan rakyat, siapa pun yang naik ke tampuk kekuasaan dalam sistem PKT tidak akan mampu memperbaiki keadaan Tiongkok. Hanya dengan membubarkan PKT-lah Tiongkok bisa benar-benar bangkit.

Pengamat politik, Lan Shu, berkomentar:  “Perubahan personalia di tingkat atas PKT pada akhirnya hanya menghasilkan satu kata—’reformasi’. Tapi reformasi seperti apa pun tidak akan pernah lepas dari satu hal: mempertahankan kepemimpinan partai. Dan selama kepemimpinan partai itu masih ada, bangsa Tionghoa tidak akan punya masa depan. Untuk bisa melangkah ke masa depan, rakyat harus bangkit dan menggunakan berbagai cara untuk membubarkan PKT.” (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui dan kontributor khusus Luo Ya, NTD Television.

Lembaga Falun Gong Terus Diteror Ancaman Bom, Mantan Duta Besar AS Serukan Legislasi Penghentian Represi Transnasional

Baru-baru ini, Falun Dafa Information Center atau Pusat Informasi Falun Dafa kembali menerima sejumlah email ancaman bom anonim. Mantan Duta Besar Urusan Perempuan Global dari Departemen Luar Negeri AS, Kelley Currie, menyerukan agar semua negara bagian di AS mendorong undang-undang untuk mengekang aksi penindasan lintas negara oleh rezim asing.

EtIndonesia. Menurut laporan Epoch Times, antara 29 Mei hingga 17 Juni,  Falun Dafa Information Center menerima beberapa email ancaman bom yang ditulis dengan identitas palsu.

Laporan menyebutkan, pada 29 Mei, pusat tersebut menerima email yang mengancam akan menyerang Gedung Putih dengan bom jika Amerika Serikat tidak berhenti mendukung Falun Gong. Pada 8 Juni, email lain—mengatasnamakan Dr. Zheng Zhi, pelapor kejahatan pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT)—mengancam akan mengebom kampus pelatihan Shen Yun Performing Arts di New York. 

Pada 14 Juni, email lainnya mengaku sebagai pendiri Falun Gong dan menggunakan alamat email editor Epoch Times untuk mengancam akan melakukan penembakan massal dan serangan bom dalam parade ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS di Washington, D.C., dengan menyamar sebagai praktisi Falun Gong.

Tangkapan layar dari ancaman email yang diterima oleh Shen Yun, di mana pengirim menyamar sebagai seorang pembangkang Tiongkok (atas), pengirim lain mengatakan “kami tidak menutup kemungkinan untuk menyerang anggota kongres yang mendukung Falun Gong” (atas), dan satu lagi yang menyatakan bahwa ia telah membuat “sejumlah besar bom pembakar” di dekat kampus Shen Yun di New York (Bawah). Falun Dafa Information Center

Sejak Maret 2024, total ancaman anonim seperti ini telah mencapai 154 kasus, banyak di antaranya ditujukan langsung kepada lokasi pertunjukan Shen Yun, kampus pelatihan, maupun individu praktisi Falun Gong. Sebagian lainnya menyasar anggota Kongres AS dan lembaga pemerintah yang mendukung Falun Gong.

Falun Dafa Information Center menyatakan bahwa semua kasus ini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Faktanya, ancaman-ancaman ini hanyalah bagian dari represi transnasional oleh PKT terhadap Falun Gong. Dilaporkan bahwa pada Kongres Partai ke-20 tahun lalu, pemimpin PKT secara terbuka menyerukan gelombang baru penindasan terhadap Falun Gong di luar negeri.

Praktisi Falun Gong Cheng Peiming menunjukkan bekas luka sepanjang 35 cm di tubuhnya dari operasi pengambilan organ hidup yang pertama. (Madalina Vasiliu / Epoch Times Inggris)

Pada 17 Juni, rumah Cheng Peiming, satu-satunya korban selamat yang diketahui dari praktik pengambilan organ secara hidup-hidup oleh PKT, kembali mengalami percobaan pembobolan mencurigakan.

Menanggapi serangkaian ancaman ini, mantan Duta Besar Urusan Perempuan Global dari Departemen Luar Negeri AS, Kelley Currie, menyatakan bahwa dirinya sedang mendorong legislasi di tingkat negara bagian di seluruh AS untuk menanggulangi tindakan penindasan lintas negara yang dilakukan oleh rezim asing.

Rep. Chris Smith (R-N.J.), ketua Komisi Kongres-Eksekutif tentang Tiongkok, setelah sidang dengar pendapat tentang pengambilan paksa organ tubuh oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Washington pada 20 Maret 2024. (York Du / The Epoch Times)

Sementara itu, Chris Smith, Ketua Komisi Eksekutif Kongres AS untuk Tiongkok (CECC) dan anggota DPR AS, juga tengah mendorong pengesahan “UU Kebijakan Penindasan Transnasional”, yang bertujuan untuk menangani secara menyeluruh tindakan kriminal semacam ini.

Falun Gong adalah sebuah latihan pikiran dan tubuh  dari Tiongkok yang diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992. Latihan ini mengajarkan para pengikutnya untuk mematuhi prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Menurut perkiraan resmi saat itu, pada tahun 1999 Falun Gong telah menarik setidaknya 70 juta orang di seluruh negeri. Karena khawatir popularitas Falun Gong menjadi ancaman bagi kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT), rezim tersebut melancarkan kampanye brutal untuk memberantas latihan ini pada Juli 1999.

Pada hari Sabtu, 19 April 2025, untuk memperingati 26 tahun aksi damai 10.000 praktisi Falun Gong di Beijing pada tahun 1999, para praktisi Falun Gong dari berbagai etnis Tionghoa dan Barat di wilayah New York Raya mengadakan pawai di Flushing, komunitas Tionghoa di New York. (Dai Bing/Epoch Times)

Sejak saat itu, jutaan praktisi Falun Gong telah ditahan di dalam penjara, kamp kerja paksa, dan fasilitas lainnya, dengan ratusan ribu di antaranya disiksa selama masa penahanan, menurut Falun Dafa Information Center. 

Penindasan transnasional oleh rezim Tiongkok yang menarget para praktisi Falun Gong di luar Tiongkok telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Rezim tersebut telah memanfaatkan media, sistem hukum, dan berbagai institusi lainnya di Amerika Serikat untuk menyerang Falun Gong dan entitas-entitas yang berafiliasi dengannya, termasuk Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan tari klasik Tiongkok yang berbasis di New York, menurut laporan tersebut.

Shen Yun, yang didirikan pada tahun 2006 oleh para praktisi Falun Gong, menampilkan pertunjukan tari dan musik dengan motto “Tiongkok sebelum komunisme.” Pertunjukannya mencakup kisah-kisah tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh para praktisi karena mempertahankan keyakinan mereka di Tiongkok. Beberapa penampil dan anggota keluarga mereka telah mengalami penganiayaan tersebut secara langsung.

Selama setahun terakhir, serangan rezim terhadap Shen Yun meningkat secara signifikan, dengan puluhan ancaman bom dan pembunuhan yang ditujukan untuk mengintimidasi teater-teater yang menjadi tuan rumah pertunjukan Shen Yun, serta fasilitas pelatihan perusahaan tersebut di wilayah utara negara bagian New York. (Hui/asr)

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD News, dari Amerika Serikat

Warga Tiongkok Tertipu Bergabung ke Garis Depan Militer Rusia, Menyerahkan Diri ke Ukraina

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, Partai Komunis Tiongkok (PKT) mendorong masyarakat untuk bergabung dengan militer Rusia. Baru-baru ini, seorang tentara berkewarganegaraan Tiongkok menyerahkan diri secara sukarela ke Ukraina, dan mengungkap bahwa PKT telah menipu mereka untuk dijadikan umpan meriam di garis depan.

EtIndonesia. Pada 28 Juni, militer Ukraina merilis sebuah video yang menampilkan seorang tentara Tiongkok dari Resimen ke-102 Rusia bernama Wang Meng, yang menceritakan pengalamannya bergabung dengan militer Rusia.

Wang Meng berkata:  “Saya datang dari Tiongkok naik pesawat ke Rusia. Setelah tinggal di Moskow selama dua atau tiga hari, saya kemudian terbang ke Ufa.”

Menurut Wang Meng, setelah tiba di Moskow, ia dipindahkan ke pusat perekrutan di Ufa. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, ia menunggu lebih dari sebulan. Kemudian, bersama rombongan, ia menjalani pelatihan militer selama seminggu di perbatasan Rostov (Rusia) dan Ukraina. Namun, tanpa pemberitahuan sebelumnya, ponsel, paspor, dan kartu bank mereka disita, dan mereka langsung dikirim ke garis depan.

Wang Meng menjelaskan:  “Saya tahu ada dua orang Tiongkok yang terluka — satu terkena mortir di bagian bokong, yang satu lagi kehilangan kedua kakinya karena ledakan. Saya tidak tahu nasib yang lain. Saya melihat banyak mayat tentara Rusia dan Ukraina. Saya sangat ketakutan.”

Wang mengatakan bahwa awalnya ia hanya ingin bekerja di unit logistik dan mendapatkan sedikit komisi untuk menghidupi orang tuanya. Namun, kenyataannya ia malah ditipu dan dikirim ke medan perang. Ia merasa ini adalah penipuan yang mengarah pada kematian, sehingga memutuskan untuk menyerahkan diri.

Peneliti dari Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan:  “Dia bilang dia akan ditempatkan di unit logistik Rusia. Saya rasa saat direkrut, semuanya memang dikatakan seperti itu. Tapi setelah paspor dan dokumen pribadinya disita, ke mana pun dia dikirim, dia tak bisa menolak. Jadi sangat mungkin banyak orang benar-benar ditipu seperti ini.”

Pada  April lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pernah mengungkap bahwa ada bukti lebih dari 150 warga Tiongkok telah bergabung dengan militer Rusia, dan menurutnya jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih banyak. Ia juga menuduh PKT telah memasok senjata dan bahan peledak ke Rusia.

Host “Mark’s Time”, Mark, mengatakan:  “Saya rasa ada tiga jenis warga Tiongkok yang menjadi tentara Rusia. Pertama, mereka yang benar-benar pro-PKT dan mendukung Rusia. Kedua, laki-laki dari daerah miskin yang butuh pekerjaan dan penghasilan. Ketiga, veteran militer, yang kemungkinan dikirim secara sengaja oleh PKT sebagai bagian dari misi tertentu.” (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan NTD, Li Yun dan Qiu Yue

Perombakan Orang Kepercayaan Xi Jinping: Ma Xingrui Mundur dari Jabatan Sekretaris Xinjiang, Arah Penempatan Berikutnya Tidak Diketahui

Menjelang Sidang Paripurna Keempat Partai Komunis Tiongkok (PKT), terjadi perombakan di jajaran pejabat tinggi. Pada 10 Juli, Chen Xiaojiang menggantikan Ma Xingrui sebagai Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang. Ma disebut akan mendapat penugasan baru, namun belum diketahui ke mana.

EtIndonesia. Pada 30 Juni, Biro Politik Komite Sentral PKT mengadakan rapat untuk membahas “Peraturan Kerja Lembaga Koordinasi dan Keputusan Pusat Partai,” serta sejumlah agenda lainnya. Biasanya, agenda semacam ini mencakup perubahan personel tingkat tinggi.

Menurut laporan Xinhua pada 1 Juli, Komite Sentral PKT memutuskan bahwa Ma Xingrui tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris, Anggota Tetap, dan Anggota Komite Partai Wilayah Otonom Xinjiang, dan akan mendapat penugasan baru. Chen Xiaojiang ditunjuk sebagai Anggota Komite, Anggota Tetap, dan Sekretaris Partai di Xinjiang.

Ma Xingrui—seorang orang kepercayaan Xi Jinping—dengan seorang tokoh politik yang berafiliasi dengan mantan ketua pemberantasan korupsi, Wang Qishan.

Penunjukan baru ini terjadi di tengah persepsi bahwa dominasi politik Xi mulai melemah akibat tekanan yang meningkat baik dari dalam negeri maupun internasional.

Menurut data publik, Chen Xiaojiang (63 tahun) adalah anggota Komite Sentral PKT ke-20. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Propaganda Komisi Pusat Disiplin PKT, Anggota Tetap Komite Partai Provinsi Liaoning, Sekretaris Komisi Disiplin Provinsi, Wakil Menteri Pengawasan, Wakil Sekretaris Komisi Disiplin Pusat, dan Wakil Ketua Komisi Pengawas Negara. Ia dikenal sebagai penulis kepercayaan Wang Qishan, mantan Kepala Komisi Disiplin Pusat.

Pada Desember 2020, Chen ditunjuk sebagai Wakil Menteri Departemen Front Persatuan PKT dan Ketua Komisi Urusan Etnis Nasional. Pada Februari 2022, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Front Persatuan yang membawahi urusan harian.

Ma Xingrui, lahir Oktober 1959, adalah teknokrat dari bidang kedirgantaraan. Ia memasuki dunia pemerintahan pada 2013, pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komite Partai Guangdong, Sekretaris Komisi Politik dan Hukum, Wali Kota Shenzhen, dan Gubernur Guangdong. Pada akhir 2021, ia diangkat sebagai Sekretaris Partai Xinjiang, dan pada Oktober 2022 menjadi anggota Biro Politik. (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Zheng /Li Quan – NTDTV.com

Program Nuklir Teheran Bangkit Lagi? Iran Keluarkan Perintah Pembunuhan Terhadap Trump

EtIndonesia. Gambar satelit baru-baru ini menunjukkan adanya aktivitas di sekitar fasilitas nuklir Fordow Iran yang dihantam oleh serangan udara AS seminggu lalu. Para ahli memperingatkan bahwa ambisi nuklir Iran belum padam. Selain itu, pemimpin tertinggi Syiah Iran pada Minggu (29 Juni) mengeluarkan fatwa yang secara terbuka menghasut para pengikutnya untuk melakukan serangan teror terhadap Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memicu kecaman luas.


“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Mereka telah menginginkannya selama bertahun-tahun dan sekarang mereka hanya berjarak beberapa minggu dari benar-benar memilikinya,” kata Presiden AS Donald Trump. 

Pada tengah malam seminggu yang lalu, militer AS melancarkan operasi kejutan dengan sandi “Palu Tengah Malam”, menghantam tiga fasilitas nuklir penting Iran. Namun, apakah ini berarti Iran akan menghentikan ambisi nuklirnya?

Senator Partai Republik Lindsey Graham:  “Pertanyaan bagi dunia adalah, apakah rezim Iran masih ingin membuat senjata nuklir? Jawabannya adalah: ya.”

Gambar satelit terbaru yang dirilis pada Minggu menunjukkan adanya aktivitas di lokasi pabrik pengayaan uranium Fordow yang dihancurkan oleh pembom siluman B-2 AS. Sebuah ekskavator dan beberapa pekerja terlihat bekerja di sekitar ventilasi di lereng bukit.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi:  “Jelas terlihat bahwa fasilitas itu mengalami kerusakan parah, meskipun tidak sepenuhnya hancur. Iran memiliki kemampuan industri dan teknologi. Jika mereka menginginkannya, mereka bisa kembali memulai pengayaan uranium.”

Pada Senin (30 Juni), Iran menolak permintaan inspeksi dari IAEA terhadap fasilitas yang dihancurkan tersebut. Parlemen Iran bahkan menyetujui penghentian kerja sama dengan lembaga tersebut. Prancis, Jerman, dan Inggris langsung mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengecam langkah Iran.

Mengenai perundingan nuklir, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Taher Torabanchi, dalam wawancara dengan BBC mengatakan bahwa AS menunjukkan sinyal ingin bernegosiasi, tetapi negosiasi tidak akan dilanjutkan kecuali AS menjamin tidak akan menyerang selama proses dialog.

Namun, Presiden Trump menegaskan pada Senin bahwa tidak ada negosiasi dengan Iran dan bahwa AS tidak akan memberikan konsesi apapun kepada Teheran.

Sebelumnya dilaporkan bahwa AS mungkin mempertimbangkan memberikan bantuan dana senilai 30 miliar dolar AS kepada Iran untuk pembangunan proyek energi nuklir sipil. Namun Trump membantah keras kabar tersebut dan menekankan bahwa jika Iran berani melanjutkan program nuklirnya, AS tidak segan untuk melakukan serangan ulang.

Selain itu, menurut laporan New York Post yang mengutip New York Sun, pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran, Khamenei, pada Minggu mengeluarkan fatwa terhadap Trump dan Netanyahu, menyebut mereka sebagai “musuh Allah”, dan menghasut umatnya untuk mengeksekusi mereka dengan hukuman ekstrem seperti memotong tangan dan kaki serta disalib.

Seorang komentator politik berdarah Iran-Inggris, Niyak Ghorbani, mengecam keras fatwa tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai bukti bahwa Iran secara resmi mendorong terorisme internasional, dan menekankan bahwa fatwa itu merupakan ajakan untuk jihad kekerasan terhadap pemimpin dunia Barat.

Ghorbani menyerukan dunia Barat untuk menyadari bahwa rezim diktator Iran tidak hanya menindas rakyatnya sendiri, tetapi juga siap menyebarkan kekerasan global atas nama agama. (Hui/asr)

Laporan oleh: Yi Jing, NTD Television

Militer Israel Tingkatkan Operasi di Gaza – PM Netanyahu: Penyelamatan Sandera Jadi Prioritas Utama

Di tengah desakan Presiden Trump agar konflik Israel-Hamas segera diakhiri, Israel justru memperkuat serangannya terhadap kelompok Hamas di Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa setelah berakhirnya perang 12 hari dengan Iran, penyelamatan para sandera menjadi prioritas utama pemerintah.

EtIndonesia. Pada Senin (30 Juni), militer Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap berbagai target Hamas di Gaza. Menurut otoritas kesehatan setempat, sedikitnya 60 orang tewas dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi warga di Gaza Utara dan wilayah Jabalia, untuk segera meninggalkan daerah mereka.

Juru bicara pemerintah Israel, Menachem Meisel, mengatakan pada hari Senin bahwa hambatan untuk mengakhiri perang Gaza berada di pihak Hamas.

“Hambatannya terletak pada Hamas, tetapi kami berupaya mengatasinya melalui berbagai cara. Kini, setelah keberhasilan Operasi ‘Bangkitnya Singa’, dan kemenangan yang diraih bersama sekutu kami Amerika Serikat, banyak peluang baru telah terbuka,” ujarnya. 

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Netanyahu menyampaikan bahwa setelah berakhirnya “Perang 12 Hari” melawan Iran, penyelamatan sandera kini menjadi fokus utama pemerintah.

 “Tentu saja kami masih harus menyelesaikan masalah Gaza dan mengalahkan Hamas, tetapi saya perkirakan kedua misi ini — termasuk penyelamatan sandera — akan bisa kami capai. Selain itu, terbuka pula banyak peluang besar di kawasan ini,” katanya. 

Pada Minggu (29 Juni) pagi, Presiden Donald Trump menulis di platform Truth Social, mendesak agar kesepakatan dengan Hamas segera tercapai demi mengakhiri perang di Gaza sesegera mungkin.

Sehari sebelumnya, Trump juga memposting seruan agar kejaksaan Israel membatalkan dakwaan terhadap Netanyahu, dan menegaskan bahwa Netanyahu saat ini memikul tanggung jawab besar.

Trump menulis:  “Apa yang dilakukan jaksa terhadap Perdana Menteri Netanyahu benar-benar mengerikan. Netanyahu bukan hanya pahlawan perang, tetapi juga perdana menteri yang luar biasa. Bersama Amerika, ia telah berhasil menghapus ancaman nuklir berbahaya dari Iran. Kini, ia sedang bernegosiasi dengan Hamas untuk mencapai kesepakatan, termasuk pembebasan sandera.”

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat setiap tahun mengucurkan miliaran dolar untuk melindungi dan mendukung Israel, dan tidak akan tinggal diam terhadap tuntutan hukum bermotif politik seperti ini.

Setelah pernyataan Trump, Pengadilan Yerusalem pada  Minggu mengubah keputusannya dan membatalkan sidang dengar pendapat yang sedianya digelar  Senin.

Netanyahu kemudian mengunggah pesan, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas dukungannya.

Menurut seorang pejabat Israel, Ron Dermer, penasihat senior Netanyahu, akan berangkat ke Washington pekan ini untuk membahas kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Sementara Netanyahu sendiri berencana mengunjungi Gedung Putih dalam beberapa minggu mendatang guna melanjutkan pembahasan mengenai negosiasi tersebut. (Hui/asr)

Laporan oleh: Zhao Fenghua, NTD Television